DISUSUN OLEH NAMA;MUHAMMAD FIKRAL
KELAS;[Link] JEBAT
SMP NEGERI 1 PEKANBARU
TA.2022
KETIKA SAHABAT MENJADI PENGHIANAT
Kalian masing-masing pasti mempunyai sahabat. Entah itu laki-laki atau perempuan, entah
berapa banyaknya, satu atau dua, entah berapa jauh jarak umurnya dibandingkan
[Link], satu kata yang bermakna bagi kalian. Sahabat adalah teman sejati, biasanya
kita berbagi curhat, rahasia, cerita, dan lain-lain kepada mereka, dan meminta mereka untuk
menyimpan rahasia itu baik-baik agar tak diketahui orang lain.
TAPI,Sahabat juga bisa [Link] pula sahabat yang awalnya bisa kita percaya, namun
di belakang ternyata ia memberitahu semua tentang [Link] percaya? Baca cerita ini :
Hai, namaku Fikral,Umurku waktu itu 12 tahun, dan bersekolah di SMP Negeri 1 Pekanbaru.
Saat ini, aku sedang ada dalam masa liburan panjang akhir semester. Hari Senin besok, aku
akan naik ke kelas 8. Jadi, liburan panjang ini begitu membosankan bagiku.
Aku mempunyai sahabat laki laki, yang bernama Dziban. Dia anak yang ramah. Awalnya,
aku senang bersahabat dengannya. Karena dia dapat dipercaya, juga bukan mulut ember. Tapi
lama-kelamaan, aku membencinya. Apalagi karena kejadian malam minggu kemarin.
Hari itu, aku sedang saling mengirim pesan dengan Dziban dan Dian. Aku bercerita banyak
kepada Dziban, bagaimana aku menyukai seseorang yang disitu kusebutkan namanya. Dan
bagaimana orang itu menanggapi perasaanku dengan cara menyatakan perasaannya padaku
tanggal 22 Juni kemarin. Dziban sangat antusias, ia pun bertanya kepadaku akan hal itu.
Satu-satunya hal yang kuingat adalah ini:
“Faiz, kau sedang memikirkan Dian, benar?”
Ya, nama orang yang kusukai itu adalah Dian. Sewaktu kelas 7, ia satu kelas dengan aku dan
Faiz. Yah… entah apa yang mendorongku untuk menyukainya.
“Benar. Kau bisa tahu?” tanyaku.
Faiz hanya tertawa kecil. “Tentu saja.”
Aku diam. Kemudian membalas pesannya, “Tapi kau janji jangan memberitahukannya
kepada siapapun.”
“Oke,” ucap Faiz agak berat hati. Setelah itu, kami menyudahi percakapan kami. Aku beralih
mengirim pesan kepada Dian.
“Hai, Dian.” sapaku terlebih dahulu.
“Hai, Faiz. How are you?” tanya Dian.
“Fine. Emm… how about masboy?” tanyaku kepada Dian, menyebutkan julukan orang yang
disukainya.
“Masbro? Emm… tadi malam, aku duduk di sebelahnya.” jawab Dian senang.
“Wah, aku juga ikut senang.” ucapku sambil tersenyum.
“Ya, bagaimana hubunganmu dengan… hemm… Meme?” tanya Dian balik. Aku tertegun.
“Biasa saja, kau tahu.” jawabku sambil tertawa.
“Haha… bisa saja kau,” balas Dian.
“Ehh, sudah dulu ya, pulsaku menipis,” ucapku.
“Oke, goodnight Faiz.” ucap Dian.
“Goodnight Dian.” balasku.
Aku pun memutuskan untuk tidur karena hari sudah terlalu malam.
Keesokan paginya, aku membuka internet. Aku bermaksud untuk membuka Instagram. Aku
log-in, kemudian melihat-lihat status di beranda. Dan! Ada sebuah status yang begitu
menyindirku…
~ Dziban Ramadhan
Kok aku jadi sedikit ENVY yah begitu dengar Faiz di t**b*k oleh Me*e? Apa karena aku
pernah menyukai Me*e? Ah, entahlah O:)
“Apa-apaan ini!” aku membanting HPku seketika. Aku lupa jika aku sedang berpuasa. Karena saking
kesalnya, aku pun menaruh komen di status Dziban.
“Terlalu jelas, Ban.” ucapku sedikit kesal.
Aku benar-benar tak percaya. Dziban Ramadhan, seseorang yang selama ini ku anggap paling
baik, paling ku percaya ternyata berkhianat. Katanya, ia tidak akan membocorkannya kepada
siapapun. Tapi ini… PENGHINAAN!
Aku mencoba mengirim pesan kepada Dian. Isinya:
“Kau telah berbohong, Dziban .”
“Kenapa?” tanya Dian.
“Kau lihat status Dziban, dia menghinaku!” seruku kesal.
“Sudah biasa, Iz. Kalau kau punya rahasia, jangan pernah memberitahukannya kepada
Dziban . Dia itu MULUT EMBER,” jelas Dian yang sepertinya juga kesal.
Aku menyesal, sungguh menyesal telah memberitahukan rahasia itu kepada Dziban . Mulai saat ini
aku berjanji, tidak ingin mengenal Dziban lagi.