TUGAS KEPANITERAAN KLINIK FK UMS
REFERAT
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Pendidikan Dokter Umum
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
Stase Ilmu Rehabilitasi Medik
OSTEOPOROSIS
Disusun Oleh:
Bachuroh Fasda J510215146
Fajar Utama J510215172
Nadya Dwi Puspitasari J510215216
Adi Topan Ramdani J510215226
Nurjihan Nabilah J510215228
Pembimbing:
dr. Lidiawati, Sp. KFR
KEPANITERAAN KLINIK ILMU REHABILITASI MEDIK
RSUD IR. SOEKARNO SUKOHARJO
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
MARET 2023
HALAMAN PENGESAHAN
Tugas Ilmiah Kepaniteraan Klinik FK UMS
REFERAT
Prodi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Judul : Osteoporosis
Penyusun : Bachuroh Fasda J510215146
Fajar Utama J510215172
Nadya Dwi Puspitasari J510215216
Adi Topan Ramdani J510215226
Nurjihan Nabila J510215228
Pembimbing : dr. Lidiawati, Sp. KFR
Sukoharjo, 20 Maret 2023
Menyetujui,
Pembimbing
dr. Lidiawati, Sp. KFR
Mengetahui,
Kepala Progam Studi Profesi Dokter
Fakultas Kedokteran UMS
dr. Sulistiani, Sp. N
A. Pendahuluan terutama terjadinya patah tulang, dapat
Osteoporosis adalah penyakit berdampak pada penurunan kualitas
yang ditandai dengan hilangnya massa hidup pasien, morbiditas, bahkan
tulang atau “bone mass”(BM) dan kematian (Partan, 2017).4
kekuatan di bawah ambang batas yang
dipersyaratkan untuk dukungan B. Anatomi
mekanis dari aktivitas normal, serta Tulang adalah jaringan hidup
peningkatan terjadinya fraktur non- yang mampu mengubah strukturnya
trauma. Penyakit ini lambat laun sebagai akibat tekanan yang
menyebabkan tulang menjadi rapuh dialaminya. Seperti jaringan ikat
dan mudah patah. Kasus ini lainnya, tulang terdiri dari sel, serat,
merupakan kelainan metabolik tulang dan matriks. Tulang bersifat keras
yang ditandai dengan penurunan karena kalsifikasi matriks
jumlah tulang yang tersebar. Dapat ekstraselulernya dan memiliki tingkat
terjadi pada pria atau wanita terutama elastisitas karena adanya serat organik.
pada geriatri. Kehilangan BM terjadi Tulang memiliki fungsi sebagia
sebagai bagian normal dari proses pelindung; tengkorak dan tulang
penuaan; Namun, pada individu belakang, misalnya, melindungi otak
dengan osteoporosis, kerugiannya dan saraf di tulang belakang dari
sangat besar sehingga jatuh di bawah cedera; tulang dada dan tulang rusuk
ambang batas. Pada usia 30-an, melindungi dada dan perut bagian
kebanyakan orang mulai kehilangan dalam. Tulang sebagai tuas, seperti
lebih banyak massa tulang secara yang terlihat pada tulang panjang
perlahan. Akibatnya, tulang menjadi anggota badan, dan yang penting
lebih tipis dan strukturnya lebih tempat penyimpanan garam kalsium,
3
lemah. serta di dalam cavitas tulang terdapat
Osteoporosis merupakan silent pembentukkan sumsum tulang. Tulang
disease, penyakit yang tidak memiliki ada dalam dua bentuk: kompak dan
gejala, penyakit ini memiliki kanselus. Tulang kompak muncul
konsekuensi klinis jangka panjang, sebagai massa padat; membatalkan
tulang terdiri dari jaringan trabekula Scapula, os frontale, dan os
bercabang. Trabekula diatur parietale merupakan tulang jenis
sedemikian rupa untuk menahan ini. Terdiri
tegangan dan regangan.6 atas lapisan tipis tulang
kompakta yang disebut tabula
Menurut klasifikasi berdasarkan
dan dipisahkan oleh
bentuknya tulang dibedakan menjadi 5,
selaput tipis tulang spongiosa
yaitu.2
yang dinamakan diploe.
1. Tulang panjang 4. Tulang irregular
Tulang panjang merupakan tulang Tulang irregular merupakan tualng
yang mempunyai panjang lebih yang tersusun atas selapis tipis
besar tulang
dari pada lebarnya dan di ujung- kompakta dan di dalamnya
ujung tulang terdapat tulang terdapat tulang spongiosa.
spongiosa Contoh tulang jeni
yang dikelilingi tulang ini adalah os cranial, os
kompakta. vertebrae, dan os coxae.
2. Tulang pendek
Tulang pendekxbanyak terdapat di
regioxcarpal diantaranyaxadalah
os
Schapoideum, dan osxlunatum.
Pada tulang inixtersusun atas
Gambar 1. Bagian dari berbagai jenis tulang. A. Tulang panjang (humerus). B. Tulang
irregular (calcaneum). [Link] pipih (dua tulang parietal dipisahkan oleh potongan sagital).
D. Tulang sesamoid (patela). E. Perhatikan susunan trabekula untuk bertindak sebagai
penopang untuk menahan kompresi dan tegangan kekuatan di ujung atas tulang paha.6
tulang 5. Tulang sesamoid
spongiosaxyang diliputi oleh Tulang sesamoid adalah tulang
tulangxkompakta. kecil yang dijumpai pada daerah
3. Tulang pipih tendotendo tertentu. Tulang
sesamoid yang terbesar yaitu patella, yang ada
pada tendo musculus quadriceps mensintesis jaringan kolagen dan
femoris. Tulang sesamoid berfungsi komponen organik matriks. Osteoblas
merubah arah tarikan tendo dan dirangsang oleh hormon pertumbuhan,
mengurangi friksi pada tendo. dan pada perkembangan selanjutnya
menjadi osteosit, yang merupakan sel
C. Fisiologi tulang dewasa.5
Tulang secara periodik dan Sel tulang terdiri atas osteoblas,
konstan memperbaharui diri melalui osteosit dan osteoklas yang dalam
suatu proses yang disebut remodeling. aktifitasnya mengatur homeostasis
Remodeling tulang merupakan suatu kalsium yang tidak berdiri sendiri
proses aktif dan dinamik yang melainkan saling berinteraksi.
mengandalkan pada keseimbangan Homeostasis kalsium pada tingkat
yang benar antara penyerapan tulang seluler didahului penyerapan tulang
oleh osteoklas, yang dirangsang oleh oleh osteoklas yang memerlukan
hormon paratiroid, dan deposisi tulang waktu 40 hari disusul fase istirahat dan
oleh osteoblas. Tulang dibentuk oleh kemudian disusul fase pembentukan
sel yang bersifat osteogenik yaitu tulang kembali oleh osteoblas yang
osteoblas, yang merupakan sel memerlukan waktu 120 hari.5
pembentuk tulang, dan berfungsi
D. Histologi
Penyusun tulang.6
Gambar 4. Remodeling tulang5
1. Substansi organik (30 %) proteoglikan tulang,
a. Sel tulang (2 %) seperti protein morfogenik
osteoblas, osteosit dan tulang, proteolipid
osteoklas tulang dan fosfoprotein
b. Matriks tulang (98 %) tulang.
i. Kolagen tipe 1 (95 %)
ii. Protein nonkolagen (5 2. Substansi mineral : kristal
%) osteokalsin, hidroksiapatit (95 %), mineral (5 %)
osteonektin, (Mg, Na, K, F,
3. Cl, dan Pb). kehidupan pasca lahir dan ditemukan
Pada tulang yang aktif tumbuh, pada atau dekat semua permukaan
terdapat empat jenis sel.1 bebas tulang: dalam osteum, lapis
dalam periosteum, dan pada trabekel
1. Osteoprogenitor
tulang rawan mengapur pada metafisis
Seperti jaringan ikat lain, tulang
tulang tumbuh. Sel ini paling aktif
semula berkembang dari mesenkim
selama pertumbuhan tulang namun
embrional yang memiliki potensi
Gambar 2. Penyusun Tulang (Fogelman et al., 2012)
perkembangan sangat luas, diaktifkan kembali semasa kehidupan
menghasilkan fibroblast, sel lemak, dewasa pada pemulihan fraktur tulang
otot, dan sebagainya. Sel dan bentuk cedara lainnya.
osteoprogenitor ini tetap ada semasa 2. Osteoblast
Osteoblast berhubungan dengan ion kalsium. Osteocyte sensitif
pembentukan tulang, kaya alkaline terhadap stimulus mekanik dan
phosphatase dan dapat merespon meneruskan rangsang (tekanan dan
produksi maupun mineralisasi matriks. regangan) ini kepada osteoblast.
Pada akhir siklus remodelling, 4. Osteoclast
osteoblast tetap berada di permukaan Osteoclast adalah mediator utama
tulang baru, atau masuk ke dalam resorbsi tulang, dibentuk oleh
matriks sebagai osteocyte. prekursor monosit di sumsum tulang
3. Osteocyte dan bergerak ke permukaan tulang
Osteocyte berada di lakunare, oleh stimulus kemotaksis. Dengan
fungsinya belum jelas. Diduga di meresorbsi matriks akan meninggalkan
bawah pengaruh hormone paratiroid cekungan di permukaan tulang yang
(PTH) berperan pada resorbsi tulang disebut Lakuna Howship
(osteocytic osteolysis) dan transportasi
.
tulang . Pada osteoporosis terjadi
E. Definisi pengurangan masa/jaringan tulang per
Osteoporosis adalah kelainan unit volume tulang dibandingkan
tulang akibat gangguan metabolisme dengan keadaaan [Link]
dimana tubuh tidak mampu menyerap menjadi ringan dan lebih rapuh dari
dan memanfaatkan zat-zat yang biasanya.8 dan penyakit yang ditandai
diperlukan untuk proses pematangan dengan hilangnya massa tulang atau
Gambar 3. Sel-sel pada tulang
“bone mass”(BM) dan kekuatan di berusia di atas usia 50 tahun dan
bawah ambang batas yang dirawat di rumah sakit setelah patah
dipersyaratkan untuk dukungan tulang. Di As diperkirakan 31.000
mekanis dari aktivitas normal.4 kematian tahunan terjadi dalam 6
bulan setelah patah tulang . Prevalensi
F. Etiologi
patah tulang belakang berdasarkan usia
defisiensi estrogen setelah
di seluruh Eropa diperkirakan 12,2%
menopause dikaitkan dengan
untuk pria dan 12,0% untuk wanita
percepatan hilangnya tulang dan
berusia 50-79 tahun.12
pergantian tulang, yang menyebabkan
Ada peningkatan bertahap pada
peningkatan risiko patah tulang. Faktor
tingkat fraktur lengan bawah distal
genetik berpengaruh terhadap risiko
dengan bertambahnya usia, dengan
terjadinya fraktur , pada sesorang
kejadian lebih tinggi pada wanita
dengan tulang kecil akan mudah
dibandingkan pria pada usia yang lebih
mendapatkan resiko fraktur daripada
tua. Insiden fraktur lengan bawah
tulang yang besar , Defisiensi kalsium
distal telah terbukti menjadi 39,7 per
rendah dan absorbsinya tidak baik
10.000 orang per tahun pada wanita
akan mengakibatkan kesimbangan
dan 8,9 per 10.000 orang per tahun
kalsium.9
pada pria di Inggris untuk individu
G. Epidemiologi
berusia 50 tahun atau lebih.12
Sekitar 10 juta orang amerika
di atas usia 50 tahun menderita H. Faktor Risiko
osteoporosis , dengan 34 juta berisiko a. Faktor Perilaku
terkena penyakit .patah tulang karena Beberapa faktor risiko perilaku
osteoporosis. di AS sangat umum meningkatkan kemungkinan
dengan perkiraaan 1.5 juta orang berkembangnya osteoporosis dan patah
menderita patah tulang tiap tahunnya , tulang atraumatik. Salah satunya
Beban kematian akibat patah tulang adalah merokok, yang dikaitkan
cukup signifikan, dengan angka sekitar dengan percepatan keropos tulang dan
8% pada pria dan 3% pada wanita peningkatan risiko patah tulang
pinggul pada orang tua, tampaknya sudah memiliki massa tulang rendah
disebabkan setidaknya sebagian oleh cenderung mencapai ambang patah
berkurangnya efisiensi penyerapan tulang dengan glukokortikoid.10
kalsium.10
c. Faktor Genetik
b. Faktor Medis Ras adalah penentu utama
Osteoporosis sekunder BMD dan risiko patah tulang. Tingkat
dikaitkan dengan sejumlah gangguan kejadian yang diperoleh dari penelitian
medis, termasuk penyakit di antara kelompok ras dan etnis yang
gastrointestinal (misalnya sindrom berbeda menunjukkan bahwa
malabsorpsi dan penyakit radang meskipun wanita memiliki tingkat
usus), gangguan hematologi (misalnya patah tulang yang lebih tinggi
talasemia).paparan obat-obatan dibandingkan dengan laki-laki secara
tertentu dapat berkontribusi dan/atau keseluruhan, perbedaan ini bervariasi
memperburuk menurut ras dan usia. Misalnya, pada
[Link] adalah subjek kulit putih dan Asia, wanita
kelas yang paling sering memiliki tingkat yang lebih tinggi
terlibat,mempengaruhi kuantitas dan untuk semua kelompok umur yang
kualitas [Link] peningkatan lebih tua dari 50 tahun. Untuk subjek
risiko patah tulang belakang pada pria Hispanik berusia 50 hingga 59 tahun,
dan wanita yang diobati dengan pria memiliki tingkat yang lebih tinggi
glukokortikoid tidak sebanding dengan daripada wanita, tetapi hubungan jenis
penurunan BMD yang diamati, kelamin ini terbalik setelah usia 60
mengarahkan peneliti untuk tahun. Pria kulit hitam memiliki
berspekulasi bahwa selain mengurangi tingkat yang lebih tinggi daripada
massa tulang, pengobatan wanita kulit hitam hingga usia 70
glukokortikoid dapat menyebabkan tahun, setelah itu wanita memiliki
kerusakan kualitas tulang yang tingkat yang lebih tinggi. Untuk kedua
dimediasi oleh peningkatan pergantian jenis kelamin dan semua ras dan
[Link] pascamenopause yang
kelompok etnis, angkanya meningkat tulang baru (osteoblast). Senilis berati
tajam seiring bertambahnya usia.10 bahwa keadaan ini hanya terjadi pada
usia lanjut. Penyakit ini biasanya
I. Klasifikasi
terjadi pada orang-orang berusia diatas
Klasifikasi berdasarkan
70 tahun dan 2 kali lebih sering
penyebab.11
wanita. Wanita sering kali menderita
a. Osteoporosis Pascamenopause
osteoporosis senilis dan
(primer)
pasca menopause.
Osteoporosis yang terjadi
karena kurangnya hormon estrogen c. Osteoporosis sekunder
(hormon utama pada wanita), yang Kurang dari 5% penderita
membantu mengatur pengangkutan osteoporosis juga mengalami
kalsium kedalam tulang. osteoporosis sekunder yang disebakan
oleh keadaan medis lain atau obat-
Biasanya gejala timbul pada
obatan. Penyakit ini bisa disebabkan
perempuan yang berusia antara 51-75
oleh gagal ginjal kronis dan kelainan
tahun, tetapi dapat muncul lebih cepat
hormonal (terutama tiroid, paratiroid,
atau lebih lambat. Hormon estrogen
dan adrenal) serta obat-obatan
produksinya menurun 2-3 tahun
(mislnya kortikosteroid, barbiturat, anti
sebelum menopause dan terus
kejang, dan hormon tiroid yang
berlangsung 3-4 tahun setelah
berlebihan). Pemakaian alkohol yang
meopause. Hal ini berakibat
berlebihan dapat memperburuk
menurunnya massa tulang sebanyak 1-
keadaan ini.
3% dalam waktu 5-7 tahun pertama
setelah menopause d. Osteoporosis juvenile idiopatic
b. Osteoporosis senilis Merupakan jenis osteoporosis
steoporosis akibat dari yang penyebabnya tidak diketahui. Hal
kekurangan kalsium yang berhubungan ini terjadi pada anak-anak dan dewasa
dengan usia dan ketidak seimbangan muda yang memiliki kadar dan fungsi
antara kecepatan hancurnya hormon yang normal, kadar vitamin
tulang (osteoklas) dan pembentukan yang normal, dan tidak memiliki
penyebab yang jelas dari rapuhnya Peran osteoblas dan osteoklas dalam
11
tulang. remodeling tulang
Proses remodeling merupakan dua
J. Patogenesis tahapan aktivitas seluler yang terjadi
Kerapuhan skeletal dapat secara siklik, yakni resorpsi tulang
diakibatkan oleh: lama oleh osteoklas dan formasi tulang
baru oleh osteoblas. Pertama-tama,
a. kegagalan menghasilkan
osteoklas akan menyelenggarakan
rangka (skeletal) dengan massa
resorpsi melalui proses asidifikasi dan
dan kekuatan optimal selama
digesti proteolitik. Segera setelah
pertumbuhan
osteoklas meninggalkan daerah
b. resorpsi tulang yang berlebihan
resorpsi, osteoblas menginvasi area
mengakibatkan penurunan
tersebut dan memulai proses formasi
massa tulang dan kerusakan
dengan cara menyekresi osteoid
mikroarsitektur skeletal;
(matriks kolagen dan protein lain)
c. respon formasi yang tidak
yang kemudian mengalami
adekuat terhadap peningkatan
mineralisasi. Normalnya, kecepatan
resorpsi selama remodeling
resorpsi dan formasi tulang
tulang. Selain itu, kejadian
berlangsung dalam kecepatan yang
fraktur, terutama pinggul dan
sama sehingga massa tulang tetap
pergelangan tangan,
konstan.14
selanjutnya ditentukan oleh
frekuensi dan arah jatuh.14
terjadi pada penyakit osteoporosis.
Abnormalitas bone turnover yang
Gambar. Skema proses remodeling
berkelanjutan menyebabkan terjadinya
tulang. Dalam siklus ini, aktivitas yang
penurunan densitas (kepadatan)
konstan dalam diferensiasi osteoblas
mineral tulang dan kualitas tulang
dan osteoklas dari sel-sel
sehingga tulang menjadi lebih rentan
progenitornya merupakan tahap
patah.14
esensial dalam menjaga keseimbangan
antara resorpsi tulang lama dan Penurunan asupan kalsium,
formasi tulang baru. gangguan penyerapan kalsium usus
akibat penuaan atau penyakit, serta
Pada osteoporosis, terjadi
kekurangan vitamin D dapat
gangguan pada proses remodeling
mengakibatkan hiperparatiroidisme
tulang yang ditandai dengan
sekunder. Bentuk hormonal aktif,
ketidakseimbangan jumlah dan
dihidroksi vitamin D (kalsitriol), tidak
aktivitas antara sel osteoblas dan sel
hanya diperlukan untuk penyerapan
osteoklas. Sel osteoklas bekerja lebih
kalsium dan fosfor usus yang optimal,
dominan sehingga metabolisme tulang
tetapi juga memberikan efek
lebih berat ke arah penyerapan tulang.
penghambatan tonik pada sintesis
Proses patologis ini dinamakan
hormon paratiroid (PTH), sehingga ada
abnormalitas bone turnover yang khas
jalur ganda yang dapat menyebabkan pada wanita pascamenopause
hiperparatiroidisme sekunder. menyebabkan peningkatan sekresi
Kekurangan vitamin D dan sitokinsitokin tersebut sehingga terjadi
hiperparatiroidisme sekunder dapat peningkatan jumlah dan aktivitas sel
berkontribusi tidak hanya pada osteoklas yang mengakibatkan
percepatan pengeroposan tulang dan penurunan massa tulang.13,14
peningkatan kerapuhan.13 K. Gejala
Osteoporosis tidak mengikuti pola
Dominasi proses penyerapan tulang
klinis yang telah ditetapkan
mulai terjadi pada wanita ketika
sebelumnya. Individu dengan
memasuki usia menopause dan pada
osteoporosis tanpa komplikasi dapat
pria dengan usia ≥ 60 tahun.
tetap asimtomatik sampai terjadi
Peningkatan proses penyerapan tulang
fraktur. Meskipun osteoporosis
pada wanita pascamenopause
menyajikan gejala simtomatik secara
berhubungan erat dengan penurunan
umum, namun osteoporosis juga
kadar estrogen. Pada kondisi normal,
bermanifestasi dengan tanda dan gejala
sel osteoblas merupakan sel target
spesifik seperti:17
utama dari hormon estrogen. Oleh
- Nyeri sekunder akibat fraktur,
karena itu, estrogen dalam sirkulasi
yang dapat terjadi pada semua
akan 12 berikatan dengan reseptornya
tulang dan manifestasi klinisnya
yang terdapat pada sitosol sel osteoblas
bergantung pada lokasi
yaitu Estrogen Reseptor Alpha (ERα)
- Deformitas dan fraktur kompresi
dan Estrogen Reseptor Beta (ERβ).
vertebra multiple yang dapat
Ikatan estrogen dengan reseptornya
menyebabkan thoracic kyphosis
tersebut mengakibatkan penurunan
dan cervical lordosis
sekresi sitokin yang berfungsi dalam
- Tulang rusuk terakhir dapat
proses penyerapan tulang seperti
bersentuhan dengan iliac crest,
Interleukin-1 (IL-1), Interleukin-6 (IL-
menyebabkan relaksasi diafragma,
6), dan Tumor Necrosis Factor-Alpha
yang merupakan penyebab
(TNFα). Penurunan kadar estrogen
manifestasi pencernaan (hiatus
hernia, meteorism) dan osteogenesis imperfekta atau nyeri
pernapasan (dispnea) tulang dengan osteomalasia). Tinggi
- Adanya perubahan pada harus diukur setiap tahun, sebaiknya
panniculus adiposa dan adanya dengan stadiometer. Mengevaluasi
lipatan kulit punggung, daerah risiko pasien untuk jatuh harus
kemaluan dan umbilicus mencakup pertanyaan tentang riwayat
- Hiperkifosis menyebabkan nyeri jatuh baru-baru ini, menilai ketajaman
serviks, peningkatan kyphosis visual, uji romberg, kekuatan otot
dorsal juga terjadi pada laki-laki proksimal, dan
osteoporosis, yang mengakibatkan penilaian gaya berjalan.18
shoulder droop, kompensasi
lumbal, hyperlordosis serviks dan b. Pemeriksaan Penunjang
habitus postural yang khas - BMD Test
L. - Penurunan tinggi badan, seperti Dual-Energy Radiograph
patah tulang belakang dan Absorptiometry (DXA) merupakan
hyperkyphosis dapat gold standard untuk skrining
mengakibatkan penurunan tinggi osteoporosis.
sekitar 10-20 cm17 Interval sekitar 15 tahun untuk wanita
dengan kepadatan tulang normal atau
M. Pemeriksaan Fisik dan osteopenia ringan (T-score lebih besar
Penunjang dari −1,50) pada awal penilaian,
a. Pemeriksaan Fisik interval skrining 5 tahun untuk wanita
Pemeriksaan fisik dapat dengan osteopenia sedang (T-score
mengungkapkan kelainan bentuk −1.50 hingga −1.99), dan interval 1
tulang karena patah tulang yang tidak tahun untuk wanita dengan osteopenia
dikenali (misalnya, kifosis atau lanjut (T score −2.00 hingga −2.49).
berkurangnya rib-pelvis space), Indikasi BMD Screening
identifikasi kemungkinan penyebab Berusia minimal 65 tahun
sekunder dari kerapuhan tulang
(misalnya, sklera biru dengan
Mengalami fraktur massa tulang dengan pemeriksaan
nontraumatik setelah usia 50 densitometri tulang (DEXA). Evaluasi
tahun ini memungkinkan untuk menilai
Bukti radiografi osteopenia kuantifikasi jaringan tulang, yaitu
Potensial osteoporosis digunakan sebagai kriteria diagnostik
sekunder dan dianggap sebagai nilai prediktif
Berusia 50 hingga 64 tahun untuk risiko patah tulang,yang
dengan faktor risiko termasuk menjadikannya metode terbaik untuk
terapi glukokortikoid dengan 5 menentukan tingkat keropos tulang
mg prednison setiap hari dan sebagai referensi untuk titik
selama 3 bulan, berat badan kontrol evolusioner dari penyakit.
rendah (127 pon atau indeks Menurut WHO, klasifikasi nilai BMD
massa tubuh 20 kg/m2), adalah sebagai berikut:
riwayat keluarga patah tulang (i) Normal: BMD > −1 SD t-
osteoporosis, menopause dini score;
pada usia 40 tahun, merokok (ii) Osteopenia: BMD antara
saat ini, atau asupan alkohol −1 SD dan −2,5 SD t-score;
lebih dari 3 kali setiap hari19 (iii) Osteoporosis: BMD < -2,5
- Radiografi tulang vertebra juga SD t-score;
dianjurkan untuk wanita dengan (iv) Established Osteoporosis:
penurunan tinggi badan, yang BMD < −2.5 SD t-score + fraktur yang
didefinisikan sebagai perbedaan antara rawan
tinggi badan saat ini dan tinggi badan Berdasarkan studi yang dilakukan pada
sebelumnya sebesar 0,8 inci atau lebih, wanita pascamenopause menunjukkan
atau kehilangan tinggi total 1,5 inci bahwa BMD dan risiko patah tulang
dari tinggi badan pada usia 20 tahun.19 terkait, menentukan osteoporosis
sebagai nilai t-score −2.5.17
N. Diagnois
Diagnosis osteoporosis O. Tatalaksana
terutama didasarkan pada evaluasi Agen antiresorptif
a. Bifosfonat (first line therapy) A. Rehabilitasi Setelah Patah Tulang
adalah obat yang paling banyak Belakang
digunakan untuk pengobatan
osteoporosis.
b. Alendronate digunakan dalam
pencegahan dan pengobatan
kasus osteoporosis
pascamenopause, yang
diinduksi glukokortikoid.
c. Risedronate digunakan pada
pria dan wanita untuk 1. Manajemen nyeri
pencegahan dan pengobatan Elektroterapi adalah pilihan
osteoporosis dan osteoporosis lain dari manajemen nyeri yang
yang diinduksi glukokortikoid mengurangi kebutuhan
d. Kalsium dan Vitamin D3 untuk analgesic dan menjaga pasien
semua pasien, dan pasien yang tetap mandiri dan bergerak.
kekurangan vitamin D harus 2. Latihan kekuatan
memiliki pengobatan yang Kyphosis terkait osteoporosis
meningkatkan level mereka menyebabkan banyak masalah
menjadi normal.15 termasuk kelainan
keseimbangan dan akibatnya
peningkatan risiko jatuh. Itu
P. Rehabilitasi Medik
bisa dilawan dengan
Osteoporosis adalah penyakit kerangka
memperkuat otot punggung.
sistemik yang terkait dengan
Selain itu, latihan penguatan
peningkatan risiko patah tulang yang
punggung progresif
menyebabkan rasa sakit, morbiditas,
meningkatkan kekuatan
dan risiko kematian. Dengan demikian,
ekstensor punggung dan
pencegahan fraktur osteoporosis
kepadatan mineral tulang
21
adalah tujuan utama klinisi.
sekaligus mengurangi kejadian
patah tulang belakang lebih perbedaan yang signifikan
lanjut. Program latihan dalam fungsi fisik dan kualitas
multikomponen yang meliputi hidup tidak diamati.
latihan resistensi dan 5. Obat khusus tulang
keseimbangan, menekankan Bifosfonat oral adalah pilihan
latihan ekstensor tulang pengobatan lini pertama untuk
belakang setiap hari, osteoporosis pascamenopause.
direkomendasikan untuk Mereka mengurangi risiko
individu dengan osteoporosis. patah tulang belakang dan
3. Orthosis fungsional pinggul sekitar setengahnya.
Penggunaan orthosis Asam zoledronat bifosfonat
fungsional selama 6 bulan parenteral mengurangi kejadian
dapat mengurangi rasa sakit kumulatif patah tulang pinggul
dan meningkatkan kekuatan sebesar 41%, patah tulang
otot tubuh. belakang klinis sebesar 77%,
4. Kyphoplasty/vertebroplasty dan patah tulang non-tulang
Dalam kasus nyeri yang belakang sebesar 25%
menetap setelah patah tulang dibandingkan dengan plasebo
belakang meskipun telah dalam waktu 3 tahun.
dilakukan penanganan nyeri, Modulator reseptor estrogen
vertebro atau kifoplasti dapat selektif mengurangi risiko
menjadi pilihan terapeutik. patah tulang belakang sekitar
Sebuah meta-analisis 30%. Secara umum, disarankan
menunjukkan bahwa terapi jangka panjang 3-5
dibandingkan dengan tahun, dan kelanjutan terapi
perawatan konservatif, spesifik tulang hanya
perawatan bedah lebih efektif diindikasikan pada pasien
dalam mengurangi rasa sakit dengan risiko tinggi patah
dalam jangka pendek, tulang.
menengah dan panjang, tetapi
B. Rehabiltasi Setelah Patah usia, maka penting untuk
Tulang Pinggul memperhatikan diet tinggi
Patah tulang pinggul harus protein, diperkaya dengan
dioperasi sesegera mungkin. mineral dan vitamin. Setelah
Karena gizi sering tidak operasi, rehabilitasi harus
seimbang pada orang lanjut segera dimulai.21
1. Mobilisasi setelah operasi 2. Pengurangan resiko jatuh,
Mobilisasi dini (dalam 24 termasuk olahraga
jam) dapat mencegah Karena 90% dari semua
komplikasi seperti patah tulang pinggul terjadi
trombosis vena. Latihan karena jatuh, pengurangan
penguatan ekstensor lutut risiko jatuh merupakan
dimulai segera setelah 2,5 bagian rehabilitasi yang
hari setelah operasi telah sangat penting pada pasien.
terbukti layak dan efektif, Menurut tinjauan
meningkatkan kekuatan sistematis, program latihan
ekstensor lutut. Setelah berbasis kelompok dan di
latihan kekuatan progresif rumah serta memodifikasi
selama 3 minggu setelah keamanan rumah
operasi patah tulang mengurangi tingkat jatuh
pinggul perbaikan dalam dan risiko jatuh.
hasil fungsional seperti 3. Perlindungan pinggul
"timed up and go" dan uji Tujuan pelindung pinggul
jalan 6 menit diamati. adalah untuk mengurangi
risiko patah tulang pinggul untuk patah tulang pinggul, yang
meskipun terjatuh ke arah sering mengakibatkan pemulihan yang
samping. Saat mengenai berkepanjangan dan penempatan panti
tanah, dampak pada tulang jompo. Patah tulang belakang juga
seharusnya lebih berkurang. sering terjadi dan dapat menyebabkan
4. Obat khusus tulang kifosis, nyeri kronis, gangguan
Seorang pasien yang pernapasan, dan risiko tinggi untuk
mengalami patah tulang mengembangkan pneumonia. Sebagian
pinggul memerlukan besar pasien kehilangan kemampuan
pengobatan khusus tulang. mereka untuk hidup mandiri karena
Jika dia sudah menjalani mereka tidak dapat berfungsi.16
terapi semacam itu,
R. Rehabilitasi Medik Osteoporosis
rejimennya harus
Berdasarkan Bone Health &
diadaptasi/dioptimalkan.
Osteoporosis Foundation Mengetahui
cara bergerak, duduk, dan berdiri
Q. Prognosis dengan benar dapat membantu tetap
Jika osteoporosis terdeteksi aktif dan mencegah patah tulang dan
dini dan diobati, hasilnya baik. kecacatan. Banyak latihan dan
Namun, jika kondisi ini tetap tidak aktivitas seperti yoga, Pilates, tenis,
diobati, dapat menyebabkan rasa sakit dan golf mungkin perlu dihindari atau
kronis dan patah tulang. Risiko dimodifikasi karena sering melibatkan
osteoporosis dapat diturunkan melalui gerakan memutar dan menekuk.
penggunaan bifosfonat, olahraga, dan Membungkuk ke depan selama
diet kaya kalsium. Sayangnya, aktivitas rutin juga memberi tekanan
bifosfonat tidak hanya mahal tetapi pada tulang belakang dan dapat
memiliki efek samping yang serius. meningkatkan kemungkinan patah
Secara keseluruhan, wanita tulang di tulang belakang.22
pascamenopause tetap berisiko tinggi Posisi Tubuh Saat Duduk
1. Saat duduk di kursi, usahakan 5. Saat berkendara, gunakan sandaran
pinggul dan lutut tetap sejajar. kepala.
2. Letakkan kaki Anda rata di lantai. 6. Saat mengikat sepatu atau
Pertahankan postur tubuh yang mengeringkan kaki, duduklah di kursi.
nyaman. Anda harus memiliki lekukan Letakkan satu kaki di atas bangku
ke dalam yang alami pada punggung kaki, kotak, atau di kaki Anda yang
bawah dan punggung atas yang tinggi lain. Condongkan tubuh ke depan di
dan tegak. pinggul untuk mengikat atau
3. Saat duduk di kursi atau sofa atau mengeringkan. Jangan membungkuk
kursi empuk, gunakan handuk atau atau membungkuk melalui punggung
bantal yang digulung untuk menopang atas Anda. Pertahankan lekukan alami
punggung bagian bawah. punggung bawah dan punggung atas
4. Saat berdiri dari kursi, gerakkan lurus.
pinggul ke depan ke depan kursi, dan 7. Saat membaca, jangan bersandar
gunakan otot kaki untuk mengangkat atau merosot. Atur bahan bacaan Anda
diri. di atas meja, meja atau di atas bantal di
pangkuan Anda.
8. Saat duduk di meja, sandarkan Gunakan bangku kaki atau pijakan
clipboard sehingga miring ke arah kaki saat duduk dalam waktu lama.
Anda, seperti meja gambar.
Posisi Tubuh Saat Menaiki Tangga
1. Jaga agar kepala Anda tetap dengan kemampuan masing-
tinggi, dagu ke dalam, tulang masing.
belikat sedikit dijepit dan perut 2. Jika mengangkat benda berat,
ditarik dengan lembut. jangan pernah membungkuk
2. Jaga agar kaki Anda tetap lurus ke sehingga punggung tetap
depan, bukan ke satu sisi. Lutut sejajar.
Anda harus menghadap ke depan. 3. Untuk mengangkat benda dari
Jaga lutut Anda sedikit ditekuk. lantai, pertama-tama
3. Untuk keamanan, pegang rel saat berlututlah dengan satu lutut.
naik dan turun tetapi cobalah Letakkan satu tangan di atas
untuk tidak menarik diri Anda ke meja atau kursi yang stabil
atas pagar. Berhati-hatilah saat untuk menopang jika Anda
turun ke bawah. Jatuh dari tangga membutuhkannya. Dekatkan
dapat menyebabkan cedera parah. objek ke tubuh Anda setinggi
Posisi Tubuh Mengangkat Beban.22 pinggang. Tarik perut Anda
1. Jangan mengangkat atau dengan lembut untuk
membawa benda, paket, atau menopang punggung dan
bayi dengan berat, disesuaikan embuskan napas saat Anda
mengangkat benda atau terpisah. Selalu pegang tas di
menegakkan tubuh. Jangan dekat tubuh Anda. Cobalah
menahan nafasmu. Berdiri untuk menyeimbangkan beban
dengan menggunakan otot kaki dengan membawa jumlah yang
dan paha. sama di masing-masing tangan.
4. Saat membawa belanjaan,
minta agar tas Anda dikemas Posisi Tubuh Saat Menarik atau
dengan ringan. Bagilah barang- Mendorong
barang berat ke dalam tas
1. Saat Anda menyedot debu 2. Geser berat badan Anda dari
dengan mesin, menyapu, atau kaki ke kaki dalam gerakan
mengepel, pisahkan kaki Anda goyang. Bergerak maju dan
dengan satu kaki di depan kaki mundur, atau dari sisi ke sisi
lainnya. Selalu menghadap ke secara ritmis.
depan pekerjaan secara Posisi Tubuh Saat Berbaring
langsung agar punggung tidak
terpelintir.
1. Saat berbaring miring di tempat Osteoporosis. Penanganan
tidur, gunakan satu bantal di osteoporosis dalam bidang rehabilitasi
antara lutut dan satu di bawah medik bertujuan untuk mencegah
kepala untuk menjaga agar kerapurah tulang selanjutnya, dalam
tulang belakang tetap sejajar hal ini sangat diperlukan kerjasama tim
dan meningkatkan kenyamanan rehabilitasi dengan bidang spesialisasi
Anda. lainnya.
2. Saat berbaring telentang di
tempat tidur, gunakan satu atau DAFTAR PUSTAKA
dua bantal di bawah lutut dan 1. Fogelman, I., Van Der Wall,
satu di bawah kepala. Cobalah H., & Gnanasegaran, G.
untuk menghindari penggunaan (2012). Radionuclide and
bantal ekstra untuk menopang hybrid bone imaging.
kepala dan punggung atas Radionuclide and Hybrid Bone
karena ini akan menempatkan Imaging, 9783642024009, 1–
Anda pada posisi punggung 1046.
atas yang membulat.22 [Link]
642-02400-9
KESIMPULAN 2. Moore et al. (2018). Moore
Diperlukan diagnosis dan Clinically Oriented Anatomy
penanganan dini pada penderita Eighth Edition. In Wolters
Kluwer (Vol. 282, Issue 15). Remodelling. Diakses pada 18
Wolters Kluwer Health. Maret 2023, dari
3. Nayak, N. K., Khedkar, C. C., [Link]
Khedkar, G. D., & Khedkar, C. [Link]
D. (2015). Osteoporosis. 8. Yatim, F, 2000. Osteoporosis
Encyclopedia of Food and Penyakit Kerapuhan Tulang
Health, April, 181–185. PadaLansia. Depkes RI,Jakarta.
[Link] 9. Lane, N. E. (2006).
0-12-384947-2.00507-9 Epidemiology, etiology, and
4. Partan, R. U. (2017). Temu diagnosis of osteoporosis.
Ilmiah Penyakit Dalam 2017 American Journal of Obstetrics
(pp. 39–48). Lembaga Penerbit and Gynecology, 194(2), S3–
Ilmu Penyakit Dalam Bagian S11.
Ilmu Penyakit Dalam FK doi:10.1016/[Link].2005.08.047
UNSRI.
5. Siddiqui, J. A., & Partridge, N. 10. Lane, N. E. (2006).
C. (2016). Physiological bone Epidemiology, etiology, and
remodeling: Systemic diagnosis of osteoporosis.
regulation and growth factor American Journal of Obstetrics
involvement. Physiology, and Gynecology, 194(2), S3–
31(3), 233–245. S11.
[Link] doi:10.1016/[Link].2005.08.047
00061.2014
6. Snell, R. (2012). Clinical 11. Mansjoer, Arif, 2000., Kapita
Anatomy by Regions, Ninth Selekta Kedokteran, Media
Edition (Ninth Edit). Wolters Aesculapius FKUI, Jakarta.
Kluwer. 12. Clynes, M. A., Harvey, N. C.,
[Link] Curtis, E. M., Fuggle, N. R.,
7. [Link] Dennison, E. M., & Cooper, C.
htm. (2021, 9 Agustus). Bone (2020). The epidemiology of
osteoporosis. British Medical 21;23(16):9465. doi:
Bulletin. doi:10.1093/bmb/ldaa 10.3390/ijms23169465. PMID:
005 36012730; PMCID:
13. Raisz LG. Science in medicine PMC9408932. )
Pathogenesis of osteoporosis : 18. (Anam AK, Insogna K. Update
concepts , conflicts , and on Osteoporosis Screening and
prospects. 2005;115(12). Management. Med Clin North
14. Wangko S, Kalangi SJR. Peran Am. 2021 Nov;105(6):1117-
estrogen pada remodeling 1134. doi:
tulang. 10.1016/[Link].2021.05.016.
15. Sözen T, Özışık L, Başaran Epub 2021 Sep
NÇ. An overview and 8. PMID: 34688418.)
management of osteoporosis. 19. (Anthamatten A, Parish A.
2017;46–56. Clinical Update on
16. Porter JL, Varacallo M. Osteoporosis. J Midwifery
Osteoporosis. [Updated 2022 Womens Health. 2019
Sep 4]. In: StatPearls [Internet]. May;64(3):265-275. doi:
Treasure Island (FL): 10.1111/jmwh.12954. Epub
StatPearls Publishing; 2022 2019 Mar 14. PMID:
Jan-. Available from: 30869832.)
[Link] 20. (Johnston CB, Dagar M.
books/NBK441901/ Osteoporosis in Older Adults.
17. ( Aibar-Almazán A, Voltes- Med Clin North Am. 2020
Martínez A, Castellote- Sep;104(5):873-884. doi:
Caballero Y, Afanador- 10.1016/[Link].2020.06.004.
Restrepo DF, Carcelén-Fraile Epub 2020 Jul 15. PMID:
MDC, López-Ruiz E. Current 32773051.)
Status of the Diagnosis and 21. Kerschan-Schindl, Katharina
Management of Osteoporosis. (2016). Prevention and
Int J Mol Sci. 2022 Aug rehabilitation of osteoporosis
wienr medizinische
Wochenschrift, 166 (1-2), 22-
27.
22. Bone Health & Osteoporosis
Foundation (2023), Proper
Body Alignment. Proper Body
Alignment - Bone Health &
Osteoporosis Foundation
([Link]
)