0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
219 tayangan17 halaman

Kajian Kurikulum Kerajinan Tangan SD

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Fungsi kurikulum antara lain mencapai tujuan pendidikan nasional, institusional, kurikuler dan instruksional."

Diunggah oleh

Sri Ayu Saragih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
219 tayangan17 halaman

Kajian Kurikulum Kerajinan Tangan SD

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Fungsi kurikulum antara lain mencapai tujuan pendidikan nasional, institusional, kurikuler dan instruksional."

Diunggah oleh

Sri Ayu Saragih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KAJIAN KURIKULUM PENDIDIKAN KERAJINAN TANGAN

SD/MI
Diajukan untuk memenuhi tugas makalah pada mata kuliah Prakarya

N
OLEH :
KELOMPOK 5

RIRIN SEFIRA JAHARA


REISYA NABILA LUBIS

DOSEN PEMBIMBING : ROSMAINI [Link]

PRGRAM STUDI PENDIDIKAN MADRASAH IBTIDAIYAH

STIT AL – HIKMAH TEBING TINGGI

TA. 2022/2023
KATA PENGANTAR

Pertama – tama kami ucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang lebih
memberikan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang
berjudul “Kajian Kurukulum Pendidikan Kerajinan Tangan di SD/MI“ ini tepat pada waktunya.
IBU ROSMAINI [Link] Pada mata kuliah Prakarya. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini
adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Prakarya makalah ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Kami mengucapkan terimah kasih pada IBU ROSMAINI [Link] pada mata kuliah Prakarya
yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai
dengan bidang studi yang saya tekuni. Saya juga mengucapkan terimah kasih kepada semua
pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah ini.

Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan kami
pada khususnya, kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari
sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi
perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata kami ucapkan terimah kasih.

Tebing Tinggi, April 2023

Pemakalah
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
A. Latar Belakang Masalah ............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................................................... 1
C. Tujuan ........................................................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN MASALAH........................................................................... 3


A. Pengertian Kurikulum ................................................................................................ 3
B. Fungsi Kurikulum ....................................................................................................... 3
C. Pengertian Kerajinan Tangan ...................................................................................... 4
D. Prinsip-Prinsip Prngembangan Kurikulum .................................................................. 5
E. Manfaat Dan Tujuan Dari Kerajinan Tangan…………………..………………………8
F. Jenis-Jenis Kerajinan Tangan…………..……………….………………………………10

BAB III PENUTUP ....................................................................................................... 13


KESIMPULAN ............................................................................................................... 13
SARAN……………………………………………………………………………………13

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 15


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945


berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mengemban fungsi tersebut, pemerintah menyelenggarakan suatu sistem
pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang - Undang Nomor 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Untuk mengimplementasikan konsep
pendidikan nasional pada satuan pendidikan, terutama pada satuan pendidikan dasar, perlu
ditanamkan nilai-nilai kehidupan dan kesenian agar kehidupannya kelak lebih bermakna.
Prakarya di sekolah dasar merupakan mata pelajaran yang mengajak peserta didik
menghasilkan karya atau kerajinan tangan melalui pelatihan yang di bimbing oleh guru
prakarya atau kerajinan tangan. Namun, perlu diketahui bahwa pendidikan seni rupa di
sekolah dasar adalah suatu fondasi pada kegiatan seni, suatu pendidikan nilai yang akan
menanamkan rasa indah pada setiap siswa.
Tahap-tahap perkembangan anak dapat dikelompokkan menjadi enam tahapan, yaitu :
1. Masa mencoreng (scribbling) usia 2-4 tahun
2. Masa prabagan (preschematic) usia 4-7 tahun
3. Masa bagan (schematic) usia 7-9 tahun
4. Masa realisme awal (drawing realism) usia 9-12 tahun
5. Masa naturalisme semu (pseudo naturalism) usia 12-14 tahun
6. Masa penentuan (period of decicion) usia 14-17 tahun.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang di maksud dengan kurikulum?
2. Apa saja fungsi dari kurikulum?
3. Apa yang di maksud dengan kerajinan tangan?

1
4. Apa saja prinsip-prinsip pengembangan kurikulum?
5. Apa saja manfaat dan tujuan dari kerajinan tangan di SD/MI?
6. Apa saja jenis-jenis kerajinan tangan?

C. TUJUAN MASALAH
1. Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan kurikulum.
2. Untuk mengetahui apa saja fungsi dari kurikulum.
3. Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan kerajinan tangan.
4. Untuk mengetahui apa saja prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
5. Untuk mengetahui apa saja manfaat dan tujuan dari kerajinan tangan di SD/MI.
6. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis kerajinan tangan.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kurikulum
Istilah “Kurikulum” memiliki berbagai tafsiran yang dirumuskan oleh pakar-pakar
dalam bidang pengembangan kurikulum sejak dulu sampai dengan dewasa ini. Tafsiran-
tafsiran tersebut berbeda-beda satu dengan yang lainnya, sesuai dengan titik berat inti dan
pandangan dari pakar yang bersangkutan. Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin, yakni
“Curriculae”, artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Pada waktu ini,
pengertian kurikulum adalah jangka waktu pendidikan yang harus ditempuh oleh siswa
yang bertujuan untuk memperoleh ijazah. Dengan kata lain kurikulum dianggap sebagai
jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan yang
ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu.
Beberapa tafsiran lainnya dikemukakan berikut:
1. Kurikulum memuat isi dan materi pelajaran
Kurikulum adalah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa
untuk memperoleh sejumlah pengetahuan.
2. Kurikulum sebagai rencana pembelajaran
kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk mempelajarkan
siawa. Dengan program itu para siswa melakukan berbagai kegiatan belajar, sehingga
terjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa, sesuai dengan tujuan
pendidikan dan pembelajaran.

Jadi dapat disimpulkan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan


mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

B. Fungsi Kurikulum
Fungsi kurikulum secara luas adalah dalam rangka untuk mencapai tujuan pendidikan.
Kurikulum merupakan alat atau usaha untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut. Tujuan
pendidikan tersebut diantaranya adalah:
1. Tujuan Nasional (Pendidikan Nasional)

3
2. Tujuan Institusional (Lembaga atau Institusi)
3. Tujuan Kurikuler (Bidang Studi)
4. Tujuan Instruksional (Penjabaran Bidang Studi)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, fungsi kurikulum dapat dibagi kedalam
beberapa pengelompokan berdasar pihak yang berkaitan dengan kurikulum tersebut.
Bagi peserta didik yaitu:

1. fungsi kurikulum adalah sebagai sarana untuk mengukur kemampuan diri dan
konsumsi pendidikan. Hal ini berkaitan juga dengan pengejaran target-target
yang membuat peserta didik dapat mudah memahami berbagai materi ataupun
melaksanakan proses pembelajaran setiap harinya dengan mudah.
2. Selain itu juga diharapkan agar peserta didik mendapatkan pengalaman-
pengalaman baru yang di masa depan dapat dikembangkan sesuai dengan
perkembangannya, dan bisa menjadi bekal kehidupan nantinya.
3. Mempermudah peserta didik dalam memetakan jadwal yang akan mereka buat
nantinya. Dengan jadwal ini, mereka dapat membagi waktu untuk mengerjakan
pekerjaan pekerjaan yang harus dikerjakan sesuai dengan tuntunan oleh guru
atau pendidik nantinya. Kurikulum akan mempermudah peserta didik dalam
memetakan apa yang harus ia kerjakan dari waktu ke waktu, dengan sesuai
denga evaluasi yang dilakukan oleh guru dalam 3 atau 6 bulan sekali.

C. Pengertian Kerajinan Tangan


Kerajinan adalah salah satu cabang seni. Kerajinan menekankan pada sebuah
keterampilan tangan yang lebih tinggi saat proses pengerjaannya. Kerajinan juga sering
dikenal dengan nama seni kriya. Jika dilihat maknanya, kata “Kriya” berasal dari bahasa
sansekerta yang memiliki arti mengerjakan. Dari situlah muncul kata karya. Kata kriya juga
dapat dikatakan kerja. Kriya atau kerajinan juga dianggap sebagai seni yang unik sekaligus
berkualitas yang tinggi.
Sebuah kerajinan akan menghasilkan suatu barang. Barang tersebut memiliki nilai-nilai
fungsi. Selain nilai fungsi, barang hasil dari kerajinan juga memiliki nilai estetika yang
tinggi di dalamnya. Hal itu yang menjadikan salah satu alasan kerajinan dijadikan pajangan.
Pengertian kerajinan lain adalah barang-barang yang memiliki unsur seni di dalamnya.
Pembuatan barang-barang tersebut dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan
manusia. Pengertian kerajinan tangan menurut para ahli yaitu:

4
1. Menurut Wiyadi
Kerajinan adalah semua kegiatan di dalam bidang industri atau pembuatan
sebuah barang. Kerajinan sepenuhnya akan dikerjakan oleh seseorang yang
memiliki sifat rajin, ulet, terampil dan kreatif dalam proses pencapaiannya. Contoh
dari kerajinan di antaranya adalah kerajinan kulit, kerajinan logam, kerajinan kayu,
kerajinan batik dan masih banyak lagi seni kerajinan lainnya yang dimiliki oleh
budaya Indonesia.
2. Menurut Kadjim
Kerajinan adalah sebuah usaha. Usaha tersebut dilakukan secara terus menerus.
Di samping itu, usaha akan dilakukan dengan semangat ketekunan, kegigihan,
kecekatan dan berdedikasi tinggi. Serta berdaya maju yang luas di dalam melakukan
sebuah karya.
3. Menurut Kusnadi
Kerajinan adalah kata harfiah yang dilahirkan oleh sifat rajin yang dimiliki
manusia. Dikatakan juga bahwa titik berat sebuah penghasilan atau pembuatan
kerajinan bukan karena sifat rajin. Akan tetapi, karena sifat terampil dalam diri
seseorang. Sifat terampil tersebut akhirnya akan menghasilkan sebuah produk
kerajinan. Keterampilan sendiri dapat diperoleh dari pengalaman. Selain
pengalaman, keterampilan juga dapat diperoleh dari ketekunan setelah bekerja. Hal
ini dapat meningkatkan teknik penggarapan sebuah produk. Kualitas kerja dari
seseorang yang pada akhirnya akan memiliki keahlian dan kemahiran pada profesi
tertentu.
4. Menurut Suprapto
Kerajinan adalah sesuatu yang akan menghasilkan benda seni. Benda-benda
seni tersebut memiliki kualitas. Hal ini membuat seseorang dalam proses
pembuatannya melakukan dengan rasa keindahan. Selain itu, terdapat ide-ide murni
yang menghasilkan produk berkualitas. Memiliki bentuk yang indah serta menarik.

D. Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum


Prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum menurut Prof. Dr. Nana Syaodih
Sukmadinata terdiri dari dua hal yaitu prinsip-prinsip umum dan prinsip-prinsip khusus.

5
Prinsip-prinsip umum meliputi :
1. Relevansi
Dalam hal ini dapat dibedakan relevansi keluar yang berarti bahwa tujuan, isi, dan
proses belajar harus relevan dengan tuntutan, kebutuhan dan perkembangan
masyarakat dan relevansi ke dalam berarti bahwa terdapat kesesuaian atau
konsistensi antara komponen-komponen kurikulum, yaitu antara tujuan, isi, proses
penyampaian dan penilaian yang menunjukkan keterpaduan kurikulum.
2. Fleksibilitas
Kurikulum harus dapat mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang
akan datang, di sini dan di tempat lain, bagi anak yang memiliki latar belakang dan
kemampuan yang berbeda. Hal ini berarti bahwa kurikulum harus berisi hal-hal
yang solid, tetapi dalam pelaksanaannya memungkinkan terjadinya penyesuaian-
penyesuaian berdasarkan kondisi daerah, waktu maupun kemampuan, dan latar
belakang anak.
3. Kontinuitas
Terkait dengan perkembangan dan proses belajar anak yang berlangsung secara
berkesinambungan, maka pengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga
hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas dengan kelas lainnya, antara
satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya, serta antara jenjang pendidikan
dengan pekerjaan.
4. Praktis/efisiensi
Kurikulum harus praktis, mudah dilaksanakan, menggunakan alat-alat sederhana
dan biayanya murah. Dalam hal ini, kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan
dalam keterbatasan-keterbatasan, baik keterbatasan waktu, biaya, alat, maupun
personalia.
5. Efektifitas
Efektifitas berkenaan dengan keberhasilan pelaksanaan kurikulum baik secara
kuantitas maupun kualitasnya. Kurikulum merupakan penjabaran dari perencanaan
pendidikan dari kebijakan-kebijakan pemerintah. Dalam pengembangannya, harus
diperhatikan kaitan antara aspek utama kurikulum yaitu tujuan, isi, pengalaman
belajar, serta penilaian dengan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.

6
Adapun Prinsip-prinsip khusus dalam pengembangan kurikulum meliputi:

1. Prinsip berkenaan dengan tujuan Pendidikan


Tujuan pendidikan merupakan pusat dan arah semua kegiatan pendidikan sehingga
perumusan komponen pendidikan harus selalu mengacu pada tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan. Tujuan ini bersifat umum atau jangka panjang, jangka menengah dan
jangka pendek. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada ketentuan dan kebijakan
pemerintah, survey mengenai persepsi orangtua dan masyarakat tentang kebutuhan
mereka, survey tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu, survey
tentang manpower, pengalaman-pengalaman negara lain dalam masalah yang sama,
dan penelitian.
2. Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi Pendidikan
Dalam perencanaan kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal, yaitu perlunya
penjabaran tujuan pendidikan ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan
sederhana, isi bahan pelajaran harus meliputi segi pengetahuan, sikap, dan
keterampilan, dan unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan
sistematis.
3. Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar-mengajar
Pemilihan proses belajar mengajar hendaknya mempertimbangkan beberapa hal, yaitu
apakah metode yang digunakan cocok, apakah dengan metode tersebut mampu
memberikan kegiatan yang bervariasi untuk melayani perbedaan individual siswa,
apakah metode tersebut juga memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat,
apakah penggunaan metode tersebut dapat mencapai tujuan kognitif, afektif dan
psikomotor, apakah metode tersebut lebih menaktifkan siswa, apakah metode tersebut
mendorong berkembangnya kemampuan baru, apakah metode tersebut dapat
menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan rumah sekaligus mendorong
penggunaan sumber belajar di rumah dan di masyarakat, serta perlunya kegiatan belajar
yang menekankan learning by doing, bukan hanya learning by seeing and knowing.
4. Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran
Proses belajar mengajar perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu
pengajaran yang tepat. Untuk itu perlu diperhatikan beberapa hal berikut, yaitu
alat/media apa yang dibutuhkan, bila belum ada apa penggantinya, bagaimana
pembuatannya, siapa yang membuat, bagaimana pembiayaannya, dan kapan dibuatnya,

7
bagaimana pengorganisasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar, serta adanya
pemahaman bahwa hasil terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi media.
5. Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan kegiatan penilaian meliputi
kegiatan penyusunan alat penilaian harus mengikuti beberapa prosedur mulai dari
perumusan tujuan umum, menguraikan dalam bentuk tingkah laku siswa yang dapat
diamati, menghubungkan dengan bahan pelajaran dan menuliskan butir-butir tes. Selain
itu, terdapat bebarapa hal yang perlu juga dicermati dalam perencanaan penilaian yang
meliputi bagaimana kelas, usia, dan tingkat kemampuan siswa yang akan dites, berapa
lama waktu pelaksanaan tes, apakah tes berbentuk uraian atau objective, berapa banyak
butir tes yang perlu disusun, dan apakah tes diadministrasikan guru atau murid. Dalam
kegiatan pengolahan haisl penilaian juga perlu mempertimbangkan beberapa hal yaitu
norma apa yang digunakan dalam pengolahan hasil tes, apakah digunakan formula
guessing bagaimana pengubahan skor menjadi skor masak, skor standar apa yang
digunakan, serta untuk apa hasil tes digunakan.

E. Manfaat dan Tujuan Dari Kerajinan Tangan


Manfaat dari kerajinan tangan yaitu:
1. Mengisi waktu luang
Terkadang seseorang yang tidak memiliki kegiatan akan membuat sebuah kerajinan.
Kerajinan yang dibuat biasanya berasal dari bahan-bahan disekitarnya. Contohnya
seperti bungkus makanan yang sudah tidak terpakai. Selain menyenangkan, kegiatan
seperti ini akan mengisi waktu luang.
2. Melatih kreatifitas
Dalam membuat sebuah kerajinan, memang diperlukan kreatifitas. Akan tetapi, tidak
semua orang memiliki kreatifitas. Kreatifitas juga tidak serta merta timbul dalam diri
seseorang. Banyak orang melakukan berbagai hal untuk menumbuhkan kreatifitasnya.
Lama kelamaan, kreatifitas tersebut akan tertanam di dalam dirinya. Melalui kerajinan,
seseorang dapat melatih kreatifitasnya. Tentunya harus sering-sering dilakukan dan
secara rutin.

8
3. Melatih kesabaran
Apa yang sudah dipikirkan tidak selalu menemukan cara yang mudah untuk
merealisasikannya. Terkadang, ada hal-hal yang sudah dipikirkan untuk dibuat. Akan
tetapi, di dalam proses atau hasilnya menemui hambatan. Salah satu manfaat membuat
kerajinan ini adalah dapat melatih kesabaran. Seseorang yang sering membuat
kerajinan pasti dapat melatih kesabarannya. Sebab, di dalam proses pembuatannya
tidak selalu mudah.
4. Menghemat pengeluaran
Sebuah kerajinan yang dibuat tentu memiliki nilai guna nya. Banyak orang yang
membuat kerajinan untuk digunakan kembali. Contohnya seperti membuat vas bunga,
membuat kotak tisu, sampai membuat tas. Melalui hal ini, tanpa sadar kamu sudah
mengurangi pengeluaran untuk membeli barang-barang tersebut. Menggunakan bahan-
bahan sisa yang masih layak akan menekan pengeluaran biaya. Maka kamu tidak perlu
mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang-barang yang bisa dikerjakan melalui
sebuah kerajinan.
5. Menjadi ladang bisnis
Tidak hanya menghemat pengeluaran saja. Kerajinan juga dapat menjadi ladang bisnis.
Jika kamu telaten dan ulet dalam pengerjaannya, kerajinan yang dibuat bisa kamu
perjual belikan. Melalui hal itu, kamu bisa mempelajari hal-hal baru. Seperti belajar
mengenai pemasaran dan manajemen. Mulailah dari hal-hal dasar yang bisa dikerjakan,
setelah itu baru mengembangkan kerajinan tersebut.
6. Melatih untuk mengikuti instruksi
Dalam membuat sebuah kerajinan, tidak bisa semaunya sendiri. Maksudnya, ada cara-
cara yang harus dilewati. Cara-cara tersebut tentu memiliki aturan dan waktunya
sendiri. Melalui kerajinan, kamu dapat melatih orang lain atau diri kamu sendiri untuk
mengikuti instruksi. Ini adalah salah satu manfaat dari kerajinan yang jarang disadari
oleh seseorang.
7. Menumbuhkan rasa percaya diri
Sebuah kerajinan yang dibuat tidak akan selalu berhasil dengan bagus. Terkadang, ada
hambatan yang akan dilalui. Akibatnya kerajinan tidak seperti yang diinginkan. Akan
tetapi, sebenarnya membuat kerajinan memiliki manfaat dalam hal itu. Melalui
kerajinan, seseorang dapat menumbuhkan rasa percaya diri. Hal itu karena sesuatu yang
berhasil dikerjakan sampai tuntas tentu akan menimbulkan sikap kepuasan tersendiri di
dalam diri orang tersebut.

9
8. Belajar untuk saling menghargai
Manfaat ini berlaku untuk kamu yang mengerjakan kerajinan secara berkelompok.
Ketika seseorang mengerjakan sebuah kerajinan, kemudian tidak berhasil maka itu
bukan sebuah masalah. Melalui hal-hal ini, kamu bisa belajar untuk saling menghargai
setiap orang.

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari pembuatan kerajinan:

1. Menumbuhkan rasa semangat untuk kewirausahaan dalam menghasilkan karya.


2. Meningkatkan semangat daya cipta setiap orang dalam membuat sebuah karya.
3. Memfasilitasi setiap orang agar dapat berekspresi dengan kreatif. Melalui pembuatan
sebuah kerajinan dan teknik dalam pembuatan karya secara ekonomis, ergonomis dan
teknologi.
4. Menciptakan sebuah pelatihan keterampilan dalam menciptakan benda atau karya, yang
berbasis estetis, artistik, ekosistem dan teknologis.
5. Dapat memanfaatkan media atau bahan yang bahkan sudah tidak terpakai. Pemanfaatan
tersebut dilakukan sebaik mungkin, sehingga dapat tercipta sebuah karya yang
memiliki nilai.
6. Menghasilkan sebuah karya yang dapat diapresiasi karena nilai ciptanya.
7. Menumbuh kembangkan jiwa dalam membuat karya.
8. Meningkatkan rasa semangat untuk berkreatifitas pada setiap orang
9. Menciptakan karya yang bisa dimanfaatkan dan digunakan oleh banyak orang.
10. Menambahkan rasa kepuasan karena sesuatu yang diciptakan.
F. Jenis-jenis Kerajinan Tangan
Adapun jenis-jenis kerajinan tangan yaitu:
1. Kerajinan dari bahan lunak
Kerajinan berdasarkan bahan yang digunakan dapat dibagi menjadi dua jenis. yaitu
bahan lunak alam dan bahan lunak buatan.
a. Bahan Lunak Alam
Bahan lunak alam merupakan bahan karya kerajinan yang didapat dari alam. Cara
pengolahannya juga dilakukan secara alami. Seseorang yang membuat kerajinan
dari bahan lunak alam umumnya tidak dicampur atau dikombinasi lagi dengan
bahan buatan. Contoh dari bahan lunak alam adalah kulit telur, tanah liat, getah
nyatu, flour clay, bubur tisu, daun-daun kering dan lain sebagainya.

10
b. Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan merupakan bahan karya kerajinan yang sudah diolah oleh
manusia. Bahan lunak buatan ini sudah melalui proses seperti menggunakan bahan
kimia. Artinya, bahan-bahan lunak buatan ini sudah tercampur dengan hal lain
untuk mendapat efek duplikasi dari bahan alam. Contoh dari bahan lunak buatan
seperti lilin, sabun, plastic, gips, fiberglass dan lain sebagainya.
2. Kerajinan dari Bahan Keras
Kerajinan berdasarkan bahan yang dipakai juga dapat dibagi menjadi dua. Yaitu
kerajinan bahan keras alami dan kerajinan bahan keras buatan. Berikut adalah
penjelasannya:
a. Bahan Keras Alami
Kerajinan dari bahan keras alami adalah kerajinan yang memakai bahan baku dari
alam. Bahan baku ini mengalami proses pengolahan, tetapi wujud bendanya tidak
berubah. Contoh bahan keras alami adalah rotan, kayu, bambu, tulang, biji-bijian,
pasir, kerang, batu dan lain sebagainya.
b. Bahan Keras Buatan
kerajinan dari bahan keras buatan berasal dari bahan yang sudah melalui proses
pengolahan kembali. Bahan-bahan tersebut diolah sampai menjadi keras dan
bentuknya berubah. Bahan seperti itulah yang dijadikan sebagai bahan baku
kerajinan. Contoh bahan keras buatan adalah logam, besi, kaca, kawat, semen,
kaleng, timah dan lain sebagainya.
3. Kerajinan dari Limbah Lunak
Limbah lunak mengacu kepada sifat lunak. Maksudnya adalah limbah yang memiliki
sifat empuk, lembut serta mudah untuk dibentuk. Limbah lunak ini juga dibagi menjadi
dua bentuk. yaitu limbah lunak organic dan limbah lunak anorganik. Berikut adalah
penjelasannya:
a. Limbah Lunak Organik
Limbah lunak organic adalah bahan yang berasal dari tumbuhan. Semua bagian
pada tumbuhan yang dikategorikan sebagai limbah bisa diolah menjadi sebuah
produk atau benda kerajinan. Akan tetapi, semua itu harus melalui proses
pengolahan.

11
b. Limbah Lunak Anorganik
Limbah lunak anorganik adalah limbah yang berasal dari bahan olahan. Bahan-
bahan olahan tersebut seperti campuran antara zat kimiawi. Akibatnya mudah untuk
dibentuk dan diolah bersama bahan sederhana, Sifat limbah lunak anorganik ini
relative sulit ketika ingin diuraikan. Ada beberapa limbah yang dapat diurai dalam
waktu yang lama. Ada juga limbah yang sangat sulit untuk diuraikan. Limbah lunak
anorganik ini umumnya berasal dari sebuah kegiatan pertambahang, industry dan
domestic dari sampah rumah tangga. Contohnya seperti kotak kemasan, plastic
kemasan, kain perca, Styrofoam, karet sintetis dan lain sebagainya.

12
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar
mengajar. Sedangkan fungsi kurikulum secara luas adalah dalam rangka untuk mencapai
tujuan pendidikan. Menurut Wiyadi kerajinan adalah semua kegiatan di dalam bidang
industri atau pembuatan sebuah barang. Kerajinan sepenuhnya akan dikerjakan oleh
seseorang yang memiliki sifat rajin, ulet, terampil dan kreatif dalam proses pencapaiannya.
Manfaat kerajinan tangan yaitu, mengisi waktu luang, melatih kreatifitas, melatih,
kesabaran, menghemat pengeluaran, menumbuhkan rasa percaya diri, dan belajar untuk
saling menghargai. Tidak hanya memiliki manfaat kerajinan tangan juga memiliki tujuan,
yaitu menumbuhkan rasa semangat untuk kewirausahaan dalam menghasilkan karya, dan
meningkatkan semangat daya cipta setiap orang dalam membuat sebuah karya.

B. SARAN
Sebagai peserta didik kita harus tau apa itu kurikulum dan fungsi dari kurikulum. Tidak
hanya itu saja sebagai peserta didik kita juga harus bisa membuat kerajinan tangan karena
dengan belajar membuat kerajinan tangan kita bisa mengembangkan kreatifitas dan
menumbuhkan rasa percaya diri pada peserta didik.

13
DAFTAR PUSTAKA
Abas, Tati. 2011. Seni Kerajinan Tangan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Burhan, Nurgiyantoro. 2008. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah.

Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Dakir. 2010. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

Hidayat, Soleh. 2013. Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Anda mungkin juga menyukai