0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan14 halaman

Pentingnya Pendidikan Pancasila di Kampus

Teks tersebut membahas tentang pentingnya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Pancasila diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada mahasiswa agar menjadi generasi penerus bangsa yang baik.

Diunggah oleh

Utri Yunita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan14 halaman

Pentingnya Pendidikan Pancasila di Kampus

Teks tersebut membahas tentang pentingnya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Pancasila diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada mahasiswa agar menjadi generasi penerus bangsa yang baik.

Diunggah oleh

Utri Yunita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENDIDIKAN PANCASILA

OLEH:
Utri Yunita
Nim: 22023145

DEPARTEMEN SENDRATASIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2023
UJIAN TENGAH SEMESTER
Dosen : Indriani, [Link]
Nama Mata Kuliah: PENDIDIKAN PANCASILA
Jumlah SKS : 2 SKS
Jenis Ujian : Take Home
Catatan :
a. Jawaban yang sama tidak akan dinilai.
b. Gunakan referensi terkait dengan materi perkuliahan. Minimal 3 dari buku sumber.
c. Kerjakan 5 dari 6 soal yang saudara anggap mudah

Soal :
1. Jelaskan dasar hukum saudara mengambil matakuliah umum Pendidikan Pancasila
di Perguruan tinggi! Dengan adanya dasar hukum tersebut, bagaimana pemahaman
saudara terkait pendidikan Pancasila bagi mahasiswa!

“Pentingnya Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi”

Mempersiapkan benih pengikut unggul bagi bangsa. Nantinya, dikatakan mampu


memimpin dan membimbing bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik
berdasarkan mata kuliah pendidikan Pancasila untuk masa depan. Pada jurusan
ini dari SD sampai SMA Mata Pelajaran Pancasila (PPKN) menjadi salah satu
mata pelajaran yang akan diajarkan, tujuannya agar nilai-nilai Pancasila diketahui
siswa sejak dini sehingga dapat diterapkan setiap hari. . kehidupan

Di zaman sekarang ini, ketika nasionalisme sudah ditinggalkan, ajaran Pancasila


yang diajarkan sejak SD tidak bisa dipercaya karena mungkin sudah dilupakan.
Banyak pelajar yang membuang nilai-nilai pancasila seolah-olah adalah orang-
orang terdidik yang berakhlak buruk. Hal ini ditunjukkan dengan aksi unjuk rasa
di jalanan yang terkadang tidak mengikuti aturan dan menimbulkan banyak
ketidaknyamanan bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, Pendidikan Pancasila
harus terus diberikan di tingkat perguruan tinggi agar siswa memahami perannya
dalam masyarakat sebagai warga negara yang baik dan mengikuti aturan yang
berlaku.
Mempelajari pendidikan pancasila juga penting karena pendidikan pancasila
khususnya bagi mahasiswa memiliki tujuan dan manfaat tertentu yaitu agar para
pelajar muda zaman sekarang selalu menanamkan nilai-nilai pancasila dalam
setiap kegiatannya, karena pada saat mempelajari pancasila -belum memahami
nilai-nilai, yang terkadang tidak tahu bagaimana menghargai perbedaan, misalnya
dengan berteman dengan suku dan kepercayaan yang berbeda. Dengan
mengajarkan Pendidikan Pancasila, kami berharap para siswa muda saat ini,
seperti generasi penerus bangsa, akan memahami pentingnya perbedaan tersebut
dan mengetahui bagaimana cara berpikir yang benar sebagai kehidupan kita di
masa depan dengan menerapkan nilai-nilai dalam Dengan pelatihan Pancasila.
tentunya kita menjadi seseorang yang mengetahui akibat dari perbuatan kita. Apa
yang kita lakukan boleh atau tidak boleh merugikan orang lain, karena di dunia
ini kita hidup tidak sendiri, melainkan berdampingan dengan orang lain. Akhir-
akhir ini banyak muncul sifat dan sikap negatif di kalangan siswa, beberapa di
antaranya adalah:

1. Siswa yang mengambil karya orang lain dan mengakuinya sebagai karya
sendiri.

2. Siswa menggunakan ponsel untuk menyontek atau berkolusi saat ujian.

3. Siswa yang tidak memiliki akhlak yang baik. Dari beberapa contoh di atas,
jika kita ingin mengerjakan pekerjaan orang lain, kita harus menunjukkan
siapa yang melakukannya. Kurangnya rasa nasionalisme dalam diri seseorang
dan semangat yang masih memudar dapat menimbulkan sikap negatif. Oleh
karena itu, mata kuliah pancasila ini penting diajarkan di tingkat perguruan
tinggi, agar mahasiswa mengetahui bahwa hal-hal yang dilakukannya sesuai
dengan nilai-nilai pancasila.
2. Jelaskan pemahaman saudara tentang nilai-nilai Pancasila serta berikan
pendapat saudara terkait pudarnya nilai-nilai Pancasila di era generasi sekarang
dengan contohnya!
PANCASILA merupakan hasil dari proses persatuan yang diawali dengan
rumusan Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945, yang dikeluarkan oleh Ir Sukarno
dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan akhir Pancasila
pada tanggal 18 Juni 1945. Hebat sekali . jiwa para pendiri, ulama dan pejuang
kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara. sehingga kita dapat membangun
kesepakatan nasional yang mempersatukan kita.” (Presiden Joko Widodo, 1 Juni
2017) Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan kaya dengan segala
potensinya. Ini memiliki keunggulan demografis, memiliki posisi strategis di
antara saluran distribusi internasional untuk barang dan jasa, dan kaya akan
sumber daya alam dan non-hayati serta memiliki sumber energi yang tampaknya
tak ada habisnya. Sangat tepat untuk menyebut diri Anda sebagai wilayah
pemenang karena negara ini memiliki semuanya. Besarnya bangsa Indonesia
dengan segala kekayaannya menjadikan negara ini sangat rawan. Karena
Indonesia pada hakekatnya adalah negara dengan perbedaan di segala bidang
(sifatnya terfragmentasi). Keanekaragaman suku, agama dan golongan mudah
memicu disintegrasi bangsa. Belajar dari sejarah dunia, tercatat sejak tahun 1991
konflik yang disebabkan oleh bahasa, ekonomi dan agama telah memecah belah
ketiga negara. Alhasil, 23 negara baru dengan warisan konflik berkepanjangan
menyatakan diri. Sebut saja Yugoslavia, Sudan dan Uni Soviet. Pengalaman
sejarah menunjukkan bahwa Indonesia juga beberapa kali menderita akibat
perpecahan antar bangsa. Namun pada akhirnya, negara ini bertahan.
Kemampuan bertahan dari perpecahan suatu bangsa, bukan tanpa alasan. Hal ini
dikarenakan bangsa Indonesia memiliki persatuan bangsa yang tentunya dijiwai
oleh nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Tengok saja pada zaman Majapahit,
dalam kitab Mpu Tantular Sutasoma karangan Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana
Dharma Mangrwa, disebutkan bahwa pada masa itu tidak ada sedikitpun
perselisihan perbedaan agama dan suku yang ditimbulkan. Hal ini menjadi bukti
bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah menjunjung tinggi perbedaan sejak
ratusan tahun yang lalu. Pada saat yang sama, di belahan dunia lain, sekelompok
orang masih memperlakukan orang lain sebagai budak, bekerja keras tanpa
bayaran yang layak hanya karena perbedaan ras dan warna kulit. Oleh karena itu,
sangat disayangkan ketika sejarah kerukunan bangsa Indonesia yang telah berusia
berabad-abad harus dihancurkan oleh kebencian yang disebabkan oleh
keserakahan dan perebutan kekuasaan antara beberapa kelompok. Tentu kita
tidak menginginkan adanya perpecahan di negeri yang kita cintai ini. Tanggung
jawab itu ada pada kita semua, terutama pundak dan pundak generasi muda saat
ini, khususnya generasi milenial. Generasi milenial, atau Generasi Y (teori
William Straus dan Neil Howe), saat ini berusia antara 18 hingga 36 tahun,
merupakan generasi usia produksi. Generasi yang berperan penting dalam
kelangsungan hidup suatu bangsa dan negara. Keunggulan generasi ini adalah
kreativitas yang tinggi, penuh kepercayaan dan keterikatan satu sama lain.
Namun, hidup di zaman yang sepenuhnya otomatis, generasi ini menginginkan
sesuatu yang langsung dan sangat mudah dibujuk. Ini adalah titik kritis bagi masa
depan negara dan bangsa kita. Ironis memang di tengah masifnya perkembangan
teknologi komunikasi, namun sekali lagi terbukti gagal mendekatkan anak
bangsa. Era komunikasi terbukti menjadi jaminan ketersediaan dan kecepatan
informasi. Namun, seringkali menciptakan jarak dan ketidakpedulian. Bahkan, itu
akhirnya merusak hubungan. Teknologi komunikasi dan informasi telah
mengubah perang tradisional menjadi perang modern dengan menggunakan
teknologi, media massa dan internet (cyberwarfare). Tujuannya jelas, yaitu
fleksibilitas ekonomi, pertahanan dan keamanan, budaya, ideologi, lingkungan,
politik, karakter, dll.

Pada zaman modern ini kita melihat nilai-nilai positif dalam pancasila :

1 Satu-satunya Tuhan
Saat ini banyak warga negara Indonesia yang memeluk agamanya sendiri dan
berkeyakinan menurut agamanya masing-masing. Walaupun masih ada yang
tidak beragama (ateis). Namun, sebagian besar warga negara Indonesia sudah
memiliki agama sendiri dan mengadopsi agama mereka sesuai dengan keyakinan
mereka sendiri.
2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Tidak banyak keadilan hari ini, tapi masih sedikit keadilan di negeri ini. Warga
negara Indonesia tidak bisa membedakan antara bangsawan dan rakyat jelata,
kaya dan miskin. Juga tidak ada perbedaan dalam hal kesempatan kerja dan
kehidupan yang layak. Meskipun moralitas di negara kita sekarang sangat rendah,
sebagai pendukung bangsa kita harus memberi contoh kepada orang-orang untuk
berperilaku etis dan benar. Mewujudkan anak bangsa yang baik dan mampu
memajukan bangsa Indonesia.
3 Federasi Indonesia
Di generasi milenial ini, persatuan Indonesia tidak seperti dulu lagi. Pada zaman
dahulu, ketika persatuan sangat kuat, mereka sering mengadakan kerja bakti atau
gotong royong di setiap daerah pada zaman dahulu. Walaupun kegiatan tersebut
sudah jarang dipraktekkan saat ini, namun masih ada yang mempraktekkan
kegiatan ini di tempat-tempat tertentu. Walaupun tidak seperti dulu.
4 populasi dalam negosiasi perwakilan dipandu oleh kebijaksanaan
Saat ini, sila keempat Pancasila mengutamakan refleksi. Jika ada perbedaan
pendapat antar pendapat, segera diselesaikan bersama dan dilakukan pertukaran
pendapat. Sehingga tidak ada pertengkaran antara satu sama lain dan kami juga
mendapatkan jalan keluar yang tepat.
5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Saat ini di Indonesia kita harus memanfaatkan sumber daya alam Indonesia kita
untuk kepentingan bersama, agar kehidupan semua orang sejahtera, dan kita
harus mendahulukan kepentingan kelompok di atas kepentingan individu. Dengan
sila kelima pancasila juga dapat meningkatkan keadilan sosial bagi seluruh
golongan atas, menengah dan bawah.
3. Jelaskan konsep dan tujuan negara Indonesia sebagai dasar negara Indonesia.
Dan berikan argumen saudara berkenaan pentingnya dasar negara bagi suatu dasar
negara !
Pentingnya pancasila sebagai dasar negara adalah pancasila dijadikan dasar atau
dasar penyelenggaraan negara atau bahkan menjadi dasar pengaturan seluruh
penyelenggaraan negara.

Maka pengertian Pancasila sebagai dasar negara dapat diartikan sebagai asas
dasar negara, artinya Hukum Dasar baik tertulis maupun tidak tertulis, dan segala
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Indonesia harus berasal
dan ada dalam Negara Indonesia. asas-asas negara, asas-asas.

Bisa dibayangkan, jika negara ini tidak memiliki pendirian negara, maka dapat
dipastikan seluruh penyelenggaraan negara tidak akan memiliki kebijakan atau
pedoman yang kuat dan pasti, sehingga setiap warga negara akan memiliki
kebijakan dan pedoman masing-masing, yang pada akhirnya akan menimbulkan
perpecahan. .
Tujuan Pancasila sebagai dana negara
Tujuan Pancasila sebagai dasar negara dapat Anda lihat pada alinea ke-4
pembukaan UUD 1945 yang juga merupakan cita-cita bangsa Indonesia.
Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 mengandung nilai-nilai yang juga dianut oleh
Pancasila yaitu tujuan dari Pancasila itu sendiri. Tujuan Pancasila yang juga
merupakan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia tertuang dalam Pasal 4
UUD 1945 yang berbunyi:

“Maka justru membentuk pemerintahan Negara Indonesia untuk melindungi


segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah di seluruh Indonesia dan memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam
mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, abadi perdamaian,
dan keadilan sosial Kemerdekaan bangsa Indonesia ditetapkan dalam Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang dibentuk dalam undang-undang
dasar negara Republik Indonesia yang berdaulat rakyat berdasarkan Ketuhanan
Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.

Dari apa yang tercantum dalam alinea 4 pembukaan UUD 1945, tujuan Pancasila
yang juga merupakan tujuan negara Indonesia sendiri adalah sebagai berikut:

-Pemerintah negara Indonesia akan didirikan untuk melindungi seluruh bangsa


Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

- Meningkatkan kesejahteraan umum

- Memperkaya kehidupan bangsa

- untuk berkontribusi pada realisasi tatanan dunia berdasarkan kebebasan,


perdamaian abadi dan keadilan sosial,
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan :
a. Filsafat Pancasila sebagai genetivus objektivus beserta contohnya.
Pancasila bersifat genetivus-objectivus, yaitu. nilai-nilai pancasila dijadikan objek
mencari landasan filosofis berdasarkan sistem dan cabang filsafat yang
berkembang di barat untuk menemukan hal-hal yang sesuai dengan nilai-nilai
pancasila. dan juga untuk melihat nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai
pancasila. Selain itu, nilai-nilai Pancasila tidak hanya dijadikan sebagai dasar
penyusunan peraturan perundang-undangan, tetapi nilai-nilai Pancasila juga harus
menjadi pedoman pelaksanaan sistem politik dan landasan pembangunan
nasional. . Sastrapratedja mengatakan bahwa Pancasila adalah dasar politik, yaitu
prinsip dasar kehidupan bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat. Soerjanto
mengatakan, tugas memimpin masa depan Pancasila menuntut bangsa Indonesia
untuk selalu waspada terhadap situasi kehidupan yang terbentang di depan.

b. Filsafat Pancasila sebagai genetivus subjektivus beserta contohnya.


Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang hakikatsegala yang ada
secara umum sehingga dapat dibedakan dengan disiplin ilmu-ilmu yang
membahas sesuatu secara khusus. Ontologi membahas tentang hakikatyang
paling dalam dari sesuatu yang ada, yaitu unsur yang paling umum danbersifat
abstrak, disebut juga dengan istilah substansi. Inti persoalan
ontologiadalah menganalisis tentang substansi. Substansi berasal dari
bahasa Latin“substare” artinya serentak ada, bertahan, ada dalam kenyataan.
Substantialitasartinya sesuatu yang berdiri sendiri, hal berada, wujud, hal wujud.
Menurut Bakker, Ontologi adalah ilmu yang paling universalkarena objeknya
meliputi segala-galanya menurut segala bagiannya (ekstensif)dan menurut segala
aspeknya (intensif). Bakker mengaitkan dimensi ontologi kedalam Pancasila
dalam uraian berikut. Manusia adalah makhluk individu sekaligussosial
(monodualisme), yang secara universal berlaku pula bagi
substansiinfrahuman, manusia, dan Tuhan. Kelima sila Pancasila
menurut Bakkermenunjukkan dan mengandaikan kemandirian masing-
masing, tetapi denganmenekankan kesatuannya yang mendasar dan
keterikatan dalam [Link] kebersamaan itu, sila-sila Pancasila
merupakan suatu hirarki teratur yangberhubungan satu sama lain, khususnya pada
Tuhan.

5. Apa yang dimaksud dengan Pancasila sebagai dasar nilai dari pengembangan il
mu ? serta jelaskan :
a. Dinamika dan tantangan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu beserta
contohnya
Pancasila sebagai nilai dasar pengembangan ilmu pengetahuan
Pengertian Pancasila sebagai dasar nilai ilmu pengetahuan evolusioner dapat
mengacu pada banyak cara pemahaman. Salah satunya adalah agar IPTEK yang
dikembangkan di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila.
Nilai-nilai ketuhanan sebagai dasar pengembangan ilmu
Sains harus menjaga keseimbangan antara rasional dan irasional, keseimbangan
antara akal, emosi dan kehendak. Ajaran pertama tidak menempatkan manusia
sebagai pusat alam semesta, melainkan sebagai bagian sistematis dari alam
semesta yang diusahakannya. Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu
pengetahuan dalam pengamalan komitmen etik ketuhanan ini, harus dikaitkan
bahwa Pancasila bukanlah agama yang berpotensi mengatur persaudaraan, sistem
peribadatan, sistem norma dan identitas keagamaan dalam kehidupan privat.
dalam komunitas agama mereka. Nilai-nilai kemanusiaan sebagai dasar
pengembangan ilmu pengetahuan
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab berarti kesadaran akan sikap dan
perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup berdampingan,
dilandasi oleh tuntutan hati nurani bersama dan menyikapi segala sesuatu
sebagaimana mestinya.
a) Dengan memimpin dan mengarahkan ilmu pengetahuan dikembalikan kepada
tujuan semula, yaitu H. kemanusiaan, bukan hanya kelompok atau kelas tertentu.
B. Memberikan landasan moral bahwa manusia harus berbudaya dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi harus dilandasi oleh cita-cita, yaitu tercapainya
kesejahteraan manusia. C. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus dikuatkan untuk
meningkatkan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sombong
dan angkuh karena memiliki ilmu.
Nilai persatuan sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan
Nilai persatuan Indonesia memberikan kesadaran nasionalisme Indonesia kepada
bangsa Indonesia. Oleh karena itu, iptek harus dikembangkan untuk
meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Pembangunan ilmu
pengetahuan dan teknologi harus mengarah pada kesejahteraan umat manusia
secara umum, termasuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan nasionalismenya.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mewujudkan negara
kesatuan diperkuat dengan budaya gotong royong dalam kehidupan masyarakat
sipil dan masyarakat politik, selanjutnya mengembangkan pendidikan
kewarganegaraan berdasarkan prinsip-prinsip kehidupan masyarakat yang lebih
inklusif dan tidak diskriminatif.
Nilai-nilai masyarakat sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan
Nilai-nilai komunal melandasi pengembangan ilmu pengetahuan, dan dilakukan
secara demokratis, artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga saling menghormati dan
menghargai kebebasan orang lain. Ilmu pengetahuan yang telah dibuktikan
kebenarannya harus dapat dihadirkan untuk kemaslahatan masyarakat.
Nilai-nilai komunal juga membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang
ilmu pengetahuan dan teknologi yang melampaui ruang dan waktu dalam
kaitannya dengan materi yang dibahas.
b. Tujuan dari Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu untuk masa depan
beserta contohnya!
Nilai keadilan sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan
Berdasarkan nilai keadilan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus
seimbang dan berkeadilan dalam kehidupan masyarakat, yaitu H. Keseimbangan
dan keadilan dalam hubungan antara manusia dengan sesamanya, manusia
dengan penciptanya dan manusia dengan lingkungan hidupnya. . Pengembangan
ilmu pengetahuan yang adil harus dikonkretkan untuk kepentingan kesejahteraan
bangsa dalam pengelolaan sumber daya alam sebagai milik bersama rakyat
Indonesia.
Pentingnya Pancasila sebagai Core Value bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai-nilai yang
berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia menyebabkan perubahan
pandangan hidup masyarakat. Hal ini memerlukan pemikiran dan perenungan
yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak dipaksa mengambil keputusan nilai
yang bertentangan dengan kepribadian bangsa.
6. Berikan pemahaman saudara tentang implementasi nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara!
Beberapa pendekatan harus diikuti ketika menerapkan nilai-nilai Pancasila.
Pendekatan ontologis, nilai-nilai pancasila meliputi kualitas internal dan
eksternal. Pada hakikatnya nilai-nilai pancasila bersifat filosofis, semua nilai
intinya bersifat sistematik dan rasional. Berupa sistem pemikiran yang menjadi
landasan bagi manusia untuk mengkonseptualisasikan realitas alam semesta, Sang
Pencipta, manusia, tujuan hidup, masyarakat, bangsa dan negara. Bersifat
eksternal (praktis) karena berupa pandangan hidup, mengandung sistem nilai,
kebenaran yang diyakini merupakan ajaran bulat tentang berbagai pandangan
hidup masyarakat Indonesia. Pendekatan epistemologis memberikan landasan
asumsi bahwa landasan berdirinya negara Indonesia merdeka harus dipelajari dari
dalam budaya dan peradaban bangsa Indonesia, yang merupakan
pengejawantahan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat. selama
berabad-abad sejak kelahirannya Pendekatan aksiologis memberikan landasan
bagi refleksi normatif terhadap eksistensi Pancasila sebagai ideologi dan dasar
negara. UUD NRI Tahun 1945 memuat dasar hukum Pancasila sebagai norma
dasar negara (state fundamental norm), yang merupakan cita hukum (rechtidee)
negara kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai cita hukum

1. Suka bernegosiasi
Salah satu ciri bangsa Indonesia selain Gotong-Royong adalah kepedulian.
Kesepakatan tentang hasil negosiasi akan dicapai kemudian. Musyawarah
melayani masyarakat Indonesia sebagai sarana penyelesaian masalah. 2.
Toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
Mengakui kesetaraan manusia mengharuskan kita memupuk nilai-nilai
kemanusiaan. Persyaratan tersebut dapat diwujudkan dengan mengembangkan
sikap toleran.

Kehidupan masyarakat mengalir lancar ketika masyarakat dibudidayakan di


antara warga. Untuk menciptakan keharmonisan antar warga, harus saling
menghormati. Toleransi karenanya memainkan peran penting dalam memastikan
bahwa kehidupan sosial dapat berjalan dengan lancar.

3. Hiduplah dalam iman dan kesalehan


Kita harus mewujudkan iman dan takwa dalam kehidupan sehari-hari. Wujud
sikap ini dalam keluarga dapat melalui rajin beribadah dan mendengarkan nasihat
orang tua.

Sedangkan di lingkungan sekolah dapat menumbuhkan sikap peduli terhadap


teman, rajin dan siap membantu tanpa pamrih. Sementara itu, perwujudan
kehidupan beriman dan bertakwa dalam masyarakat dapat dilakukan dengan
membantu warga yang terkena bencana dan ikut serta dalam perayaan-perayaan
keagamaan.

4. Bekerja keras
Manusia harus rajin menggunakan kemampuannya untuk membangun dunia.
Melalui kerja keras, warga menunjukkan keluhuran dan martabatnya sebagai
ciptaan Tuhan.

5. Siap berkorban dalam kehidupan masyarakat


Dalam hal ini, rela berkorban berarti memberikan kontribusi yang berharga bagi
perjuangan bangsa. Rakyat dari segala lapisan berani mengorbankan harta bahkan
nyawanya untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaannya.

Anda mungkin juga menyukai