LAPORAN PROJECT BASED LEARNING
LAPORAN MANAJEMEN STRES
LAPORAN MEDITASI DAN HIPNOTERAPI
Disusun oleh :
MAULANA DAFFA EGA PERMANA (222303101008)
IBRAM RIZQON MUHTADIN. (222303101004)
PRODI D3 KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER KAMPUS LUMAJANG
2022
FORMAT LAPORAN TERAPI MANAJEMEN STRESS
1. Judul Terapi : Meditasi dan Hipnoterapi
2. Masalah Kesehatan : merasa sendiri,kekurangan teman,
kesepian, banyak tugas, banyak pikiran.
3. Landasan dan teori : PPT dan Buku Ajar
4. Gambaran / Deskripsi Terapi :
5. Tujuan Terapi :
Tujuan meditasi adalah melatih pikiran,dalam keadaan tenang dan
berisitirahat atau berhenti. Danmengurangi
kecemasan,Meningkatkan rasa harga diri dan keyakinan diri. Tujuan
meditasi ditinjau dari segi keagamaan tertentu adalah sebagai upaya
untuk meningkatkan kehidupan rohani,mendekatkan diri kepada
sang pencipta. Secara psikologis tujuan akhir dari meditasi adalah
agar seseorang dapat memiliki perkembangan insight yang paling
dalam tentang proses mental dalam dirinya, insight kesadaran,
identitas dan realitas kehidupan; memperoleh perkembangan
kesehjahteraan psikologis dan kesadaran yang [Link] itu
banyak orang melakukan meditasi untuk tujuan psikoterapi dan
manfaatlainnya.
6. Indikasi dan kontraindikasi : Indikasi meditasi dan hipnoterapi
dilakukan saat stress, cemas, ketakutan, denyut nadi dan tekanan darah
meningkat. Kontraindikasi melakukan meditasi dan hipnoterapi adalah
klien yang kurang mampu mengendalikan emosi dan kurang mampu
menganalisa sebab akibat yang kompleks, kurang mampu mengolah
berpikir secara positif.
7. Persiapan Alat/ Lingkungan :
a. Alat : sandaran badan.
b. Lingkungan : Nyaman, tenang, tertutup atau stimulus minimal
agar pasien mampu mnegatur pola pikir yang diinginkan.
8. Persiapan perawat / Pasien :
a. Perawat :memiliki kemampuan untuk membimbing untuk
melakukan imajinasi positif dan berpikir jernih.
b. Pasien : Anjurkan pasien untuk BAB atau BAK terlebih dahulu,
sebaiknya tidak dalam kondisi lapar atau kekenyangan.
9. Pelaksanaan Terapi :
a. Meditasi
No Fase Kegiatan
1. Pra Interaksi Persiapan perawat sebelum melakukan Teknik
Meditasi untuk memanajemen stress yaitu
meliputi mencuci tangan sebelum menemui pasien
dan memakai alat pelindung diri yaitu memakai
Jas lab
2. Interaksi - Mengucapkan salam
- Memperkenalkan diri
- Menanyakan nama pasien/Validasi
nama
- Menjelaskan Tujuan kegiatan
Meditasi
- Menanyakan kesiapan pasien
sebelum dilakukan meditasi
- Beri kesempatan pasien untuk
bertanya atau menyampaikan
sesuatu
- Tanyakan keluhan utama pada
pasien
3. Fase Kera - Atur posis pasien senyaman
mungkin
- Anjurkan pasien menutup mata
- Anjurkan pasien untuk meletakkan
tubuhnya senyaman-nyamannya
- Pastikan otot-otot pasien dalam
keaadan rileks
- Anjurkan pasien untuk nafas dalam
( nafas lewst hidung kemudian
ditahan 3 detik dan dihembuskan
lewat mulut secara perlahan)
- Meminta pasien untuk
membayangkan suatu hal yang
menyenangkan atau indah
- Pastikan pasien mampu
melakukannya dan tanyakan jika
ketercapaiannya
- Jika pasien belum bisa
melakukannya atau gagal, bimbing
kembali pasien untuk berimajinasi
sesuai dengan ilustrasi yang
dilakukan perawat
- Arahkan pernafasan pasien, ulangi
berkali-kali.
- Biarkan pasien menikmati
imajinasinya (15-30 menit).
- Jika mengakhiri meditasi, lakukan
dengan perlahan, buka mata
perlahan regangkan dan pijat
tungkai dan lengan Aanda (jangan
pernah terburu)w
4. Terminasi - Jelaskan bahwa kegiatan meditasi
telah selesai.
- Tanyakan perasaan pasien setelah
meditasi dilalakukan
- Kembalikan posisi klien ke posisi
semula.
- Berikan tindak lanjut. Kontrak
untuk kegiatan yang akan datang
(bila perlu).
- Mengucapkan salam.
b. Hipnoterapi
No Fase Kegiatan
1. Pra Interaksi Persiapan perawat sebelum melakukan Teknik
Hypnoterapi untuk memanajemen stress yaitu
meliputi mencuci tangan sebelum menemui pasien
dan memakai alat pelindung diri yaitu memakai
Jas lab
2. Interaksi 1. Mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan Tujuan kegiatan Hypnoterapi
4. Menanyakan Nama pasien/ Validasi nama
5. Menjelaskan kegiatan Hypnoterapi atau
instruksi sebelum hypnoterapi
3. Fase Kerja 1. Atur posisi pasien berada di posisi
ternyaman mungkin
2. Pastikan pasien berada di posisi yang
rileks, tidak ada otot otot yang tegang
3. Ajarkan pasien untuk mengatur pernapasan
pasien dengan cara menarik nafas
kemudian ditahan 3 detik dan dikeluarkan
melalui mulut secara perlahan
4. Ulangi pernapasan 3 kali atau lebih sesuai
dengan kondisi pasien yang terjadi
5. Anjurkan pasien untuk menutup mata
6. Meminta pasien menyentuhkan ibu jari
dengan telunjuk, lalu anjurkan pasien
untuk mengenang saat dalam kondisi
sehat, menikmati kegiatan fisik yang
menyenangkan. Kemudian berikan sugesti
sampai pasien betul-betul merasakannya,
klarifikasi kemampuan pasien untuk hal
tersebut, apabila pasien sudah mengalami
rileksasi, maka lanjutkan.
7. Meminta pasien untuk menyentuhkan
ibu jari dengan jari tengah, lalu
anjurkan pasien untuk bayangkan saat
pertama menerima pujaan yang paling
berkesan. Terus berikan sugesti sampai
pasien betul-betul merasakannya,
klarifikasi kemampuan pasien untuk
hal tersebut. apabila sudah
merasakannya, maka lanjutkan.
8. Meminta pasien untuk menyentuhkan
ibu jari dengan jari manis, lalu
anjurkan pasien untuk mengenang saat
pertama kali jatuh cinta dan pertama
kali bertemu dengan orang yang
dicintainya. Kemudian berikan sugesti
sampai pasien betul-betul
merasakannya, klarifikasi kemampuan
pasien untuk hal tersebut, apabila
sudah tercapai keadaan rileks, maka
lanjutkan.
9. Meminta pasien untuk menyentuhkan
ibu jari dengan kelingking dan
anjurkan pasien untuk membayangkan
berada di satu tempat yang paling
sukai. Kemudian, berikan sugesti
sampai pasien betul-betul
merasakannya, klarifikasi kemampuan
pasien untuk hal tersebut, apabila
sudah rileks maka lanjutkan.
10. Meminta pasien untuk melakukan
nafas dalam kembali.
11. Meminta pasien untuk membuka mata.
4. Terminasi 1. Jelaskan bahwa kegiatan telah selesai
2. Kembalikan posisi pasien
3. Evaluasi perasaan pasien setelah tindakan
dilaksanakan.
4. Anjurkan pasien untuk mencoba teknik
tersebut bila mengalami stres, merasa was-
was atau cemas
5. Akhiri pertemuan dengan menyampaikan
kontrak yang akan datang dan
6. Menyampaikan salam.
10. Hasil dan Evaluasi :
etelah melakukan kegiatan manajemen stress dengan teknik
meditasi dan hypnoterapi pasien merasa lebih baik, perasaanya sudah
sedikit tenang dan badan sudah lebih ringan, sudah membayangkan yang
sudah di intruksikan, merasa lebih santai, dan bahagia, Semua yang
dikeluhkan pasien sudah mulai berkurang dan pasien mengatakan sedikit
rileks
11. Kesimpulan :
Dari hasil tindakan terapi tersebut dapat disimpulan bahwa
Kemampuan manajemen stress dan kelola emosi yang baik mampu
meningkatkan adaptasi diri dengan masalah dan tuntutan-tuntutan
yang muncul, serta dapat menilai, memahami emosi secara obyektif
dan mengungkapkannya terapi meditasi dapat menurunkan pikiran
dari pasien, stress,nyeri Meditasi ini upaya untuk menenangkan
pikiran dengan salah satu craa mengatur jalannya napas, sehingga
irama sama detak detakjantung. Meditasi ini menggunakan terapi
untuk memberikan petunjuk terbimbing kepada pasien berimajinasi
atau membayangkan sesuatu yang menyenangkan agar menurunkan
tingkat stress yang dialami.
12. Referensi :
Ureka Hakim, G.R., Tantiani, F.F. and Shanti, P. (2017) Efektifitas
Pelatihan Manajemen Stres Pada Mahasiswa, Jurnal Sains Psikologi, 6(2),
pp. 7680.
Hartono Dudi, (2016) ‘Manajemen Stress’ , Modul Psikologi.
Hartono Dudi, (2016) ‘Petunjuk Pratikum Manajemen Stress’ . Modul
Psikologi.