Skripsi Penerapan Metode CPM Pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan Jailolo
Skripsi Penerapan Metode CPM Pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan Jailolo
OLEH
Muhammad Akbar
07231911107
Muhammad Akbar
0723 1911 107
Menyetujui/Mengetahui :
Pembimbing I Pembimbing II
Mengetahui,
Universitas Khairun
Alhamdulillah, segala puji serta syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT
karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga dengan keterbatasan dan
kemampuan yang ada, penulis dapat menyelesaikan Skripsi dengan judul “Penerapan
Metode CPM Pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan
Jailolo”. Penulis harap skripsi ini mampu memberikan pengetahuan tambahan baik kepada
penulis maupun pembaca skripsi ini. Terselesaikannya penulisan skripsi ini tidak terlepas dari
bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Sehingga penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. Muhammad Ridha Ajam, [Link] selaku Rektor Fakultas Teknik Universitas
Khairun Ternate;
2. Endah Harisun, S.T.,M.T. selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate;
4. Bapak Dr. Ir. Sabaruddin, S.T.,M.M. sebagai dosen pembimbing utama, dan kepada
petunjuk, arahan, serta bimbingannya dalam penulisan skripsi ini, serta sebagai
penggagas dari pada munculnya judul yang kemudian penulis kembangkan menjadi
skripsi;
5. Ir. Edward Rizky Ahadian S.T.,M.T.,IPM selaku Ketua Penguji, [Link]. Mufti Amir Sultan
Anggota Penguji II. Atas saran dan masukan yang telah diberikan sehingga penulis
6. Seluruh Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Khairun yang telah memberikan
7. Orang Tua, Saudari, dan Keluarga penulis, yang selalu mendoakan serta dukungan
8. Saudara/i “SKMS SC” yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih
Akhir kata penulis menyampaikan terima kasih, karena kesalahan dan kekhilafan datang
dari penulis dan kebenaran datang dari Allah SWT. Oleh karena itu saran dan kritikan dengan
senang hati penulis menerima demi menyempurnakan skripsi ini dapat bermanfaat bagi
banyak orang Aamiin. Demikianlah skripsi tugas akhir ini penulis buat dengan besar
pengharapan, kiranya dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua meskipun isi skripsi ini
Muhammad Akbar
DAFTAR ISI
halaman
HALAMAN JUDUL ................................................................................................................ i
5
2.6. CPM (critical path method ................................................................................. 20
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................... 50
LAMPIRAN
6
DAFTAR GAMBAR
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 4.3 Hasil Analisis Hitungan Maju Untuk Mendapatkan Nilai EF ............................... 41
Tabel 4.4 Hasil Analisis Hitungan Mundur Untuk Menentukan Nilai LS ............................. 42
viii
DAFTAR NOTASI
PENDAHULUAN
Pembangunan infrastruktur saat ini berkembang dengan pesat. Hal ini disebabkan
kebutuhan tersebut maka salah satunya dilakukan Pembangunan Gedung Kantor Wilayah
Kerja Pelabuhan Jailolo yang berada di kabupaten halmahera barat provinsi maluku utara.
manajemen yang matang dari yang berskala kecil maupun besar, dari dua skala tersebut
memiliki tingkat kesulitan masing – masing. Semakin tinggi kesulitannya maka semakin
2020)
Jailolo, hanya menggunakan kurva S yang telah dibuat dan sebagai acuan untuk
memonitoring presentase progres pekerjaan. Tanpa adanya jaringan kerja atau network
planning sebagai acuan yang tepat untuk melakukan kegiatan pekerjaan sehingga akan
penjadwalan waktu adalah Critical Path Method (CPM). Metode ini dapat menggambarkan
2
suatu jaringan kerja, hubungan urutan pekerjaan proyek yang harus mendahului dan
didahului diidentifikasi dalam kaitannya dengan waktu dan dapat menentukan kritisnya
suatu kegiatan. CPM adalah metode yang berorientasi pada waktu yang mengarah dalam
Metode CPM pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan Laut
Jailolo.
Berdasarkan latar belakang di atas maka didapat rumusan masalah sebagai berikut:
Berdasarkan rumusan masalah diatas berikut ini merupakan tujuan dari penelitian :
Untuk lebih mengarahkan tujuan ataupun sasaran penelitian ini, maka penulis
3
1. Analisis hanya dilakukan pada durasi penjadwalan ulang namun tidak menghitung
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Proyek
Proyek adalah rangkaian kegiatan yang hanya terjadi satu kali, dan pelaksanaannya
tunduk pada batas waktu tertentu dari awal hingga akhir. Meskipun proyek merupakan
bagian dari rencana kerja organisasi, namun rencana tersebut bersifat sementara dan
bertujuan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan non manusia untuk mendukung
pencapaian tujuan organisasi. Proyek adalah suatu kegiatan dengan batas waktu dalam
Proyek merupakan suatu pekerjaan yang memiliki tanda – tanda khusus sebagai
berikut :
2. Merupakan suatu kesatuan pekerjaan yang dapat dipisahkan dari yang lain.
(Subagya 2000)
Proyek adalah kegiatan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dalam satu
kesatuan, dan manfaat diperoleh melalui penggunaan sumber daya. Kegiatan ini dapat
mencakup pembangunan, perluasan atau pemeliharaan pabrik, jalan atau rel kereta api,
irigasi, bendungan, gedung sekolah, atau rumah sakit, prosedur operasi, dll. (Gray 2007).
sumber daya men satu atau lebih barang/jasa bernilai terukur dalam sistem melingkar.
Batas waktu, biaya dan kualitas diatur dalam perjanjian. Dalam proyek, pengguanaan
5
biaya, waktu dan tenaga terbatas, sehingga pemimpin proyek harus dapat mengelola
daya yang ada secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan proyek secara optimal.
(Dimayati, 2014)
integritas dan metode pelaksanaan tugas kerja. Oleh karena itu, selain sistem tradisional
Proyek konstruksi merupakan usaha untuk mencapai suatu tujuan dalam bentuk
yaitu : Dilakukan dari awal proyek (awal rangkaian kegiatan) dan diakhiri dengan akhir
proyek (akhir kegiatan), serta mempunyai waktu yang terbatas. Susunan aktivitas proyek
dilakukan hanya sekali sehingga menghasilkan produk yang bersifat unik. (Evrianto, 2002)
Tujuan utama dari manajemen konstruksi adalah dapat mengelola atau mangatur
Dalam meraih hasil dari manajemen konstruksi terdapat beberapa yang perlu
diperhatikan yaitu mengenai biaya, kualitas dan waktu pelaksanaan pekerjaan, dengan
6
tetap memperhatikan keselamatan pekerja dan lingkungan pekerjaan konstruksi yang
sedang berlangsung. Unsur – unsur yang saling terkait tidak dapat dipisahkan. Dalam
mengendalikan ketiga batasan ini, peran alat seringkali sangat besar. Oleh karena itu,
peran manajemen peralatan sangat penting untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu
profit, image dan profesionalisme yang dapat diukur dari kemampuan pengendalian biaya,
Konsep manajemen konstruksi pada sistem informasi terdapat tiga faktor hal yang
perlu diperhatikan secara khusus yaitu : manusia, masalah dan proses. Dalam
Untuk mencapai prestasi pekerjaan itu sendiri, manajemen konstruksi dapat dilihat
dari beberapa aspek, yaitu : Manajemen konstruksi sebagai suatu sistem atau metode
1. Manajemen konstruksi adalah proses atau prosedur yang mendefinisikan proyek dari
sistem manajemen konstruksi, oleh karena itu proses dan prosedur perolehan,
7
pelaksanaan dan perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan ditentukan bersama oleh
tim manajemen konstruksi dan pemilik. Tata cara perencanaan atau pengolahan dan
tata cara konsultan perencana ditetapkan oleh tim MK dan pemilik secara bersama-
sama untuk memperoleh hasil pelaksanaan yang terbaik dari segi waktu, mutu dan
biaya.
pekerjaan, maka akan timbul dan berkembang perusahaan yang bergerak dibidang
fungsi-fungsi manajemen pada suatu proyek dengan sumber daya yang ada secara efektif
dan efisien agar tercapai tujuan proyek secara optimal. Manajemen konstruksi memiliki
1. Sebagai quality control untuk menjaga kesesuaian antara perencana dan pelaksana.
2. Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi lapangan yang tidak pasti dan mengatasi
3. Memantau prestasi atau kemajuan proyek yang telah dicapai, hal itu dilakukan dengan
5. Fungsi manajerial dan manajemen berupa sistem informasi yang tepat untuk
8
Untuk melakukan manajemen, setiap orang yang berada pada posisi pimpinan
dilevel manapun, harus melakukan fungsi-fungsi manajemen terdapat fungsi organic yang
wajib harus dilaksanakan dan ada fungsi penunjang yang bersifat sebagai pelengkap. Jika
fungsi organic tersebut tidak dilakukan dengan baik maka terbuka kemungkinan
1. Perencanaan (Plannig)
memuat data dan informasi atau fakta tentang kegiatan yang akan dipilih dan dilakukan di
b. Menganalisis kendala dan risiko yang mungkin terjadi di setiap bagian dari keseluruhan
g. Menentukan metode dan aspek teknis yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan
(Damayanti, 2016).
2. Organisasi (Organizing)
manusia, yang memiliki pekerjaan masing-masing, saling berhubungan satu sama lain
dengan tata cara tertentu dan berinteraksi dengan lingkungannya dalam rangka
9
mendukung tercapainya tujuan. Untuk menjalankan fungsi organisasi diperlukan
pengetahuan tentang berbagai tipe organisasi sehingga dapat dilakukan analisis terhadap
penerapan organisasi yang sesuai dengan proyek yang akan dilaksanakan. Tindakan
tugas dan hubungan tanggung jawab serta delegasi kewenangan terlihat jelas. Fungsi
pengorganisasian dan pengisian staf dalam manajemen proyek, antara lain sebgai berikut:
3. Pelaksanaan (Actuating)
anggota organisasi, dan mengupayakan agar seluruh anggota organisasi bekerja sama
10
Fungsi eksekutif adalah untuk menyeimbangkan tanggung jawab, hak dan
kewajiban setiap bagian organisasi, serta mendorong upaya bersama untuk mencapai
4. Pengendalian (Controling)
kualitas, kuantitas, biaya atau waktu. Fungsi pengendalian dilakukan oleh semua tingkatan
dalam struktur organisasi. Laporan kemajuan kerja, dll adalah bagian dari fungsi kontrol
Laporan juga harus disimpan untuk referensi di masa mendatang. Oleh karena itu,
sistem pengarsipan harus dilakukan dengan tertib dan benar, yaitu format laporan yang
baik dan ketetapan waktu laporan perlu diterapkan dengan benar. Fungsi kontrol dalam
1. Memahami apakah sumber daya yang digunakan sudah efisien dan efektif sesuai
11
2. Membuat laporan untuk mengevaluasi kemajuan penggunaan sumber daya, pengujian
3. Laporan harus dicatat dengan benar untuk memungkinkan perbandingan antara kinerja
dengan sasaran dari tujuan yang direncanakan adalah mengidentifikasi berbagai masalah
yang akan timbul ketika proyek dilaksanakan. Beberapa aspek yang dapat diidentifikasi
dan menjadi masalah dalam manajemen proyek serta membutuhkan penanganan yang
biasanya berasal dari modal sendiri dan atau / pinjaman dari bank atau investor dalam
jangka pendek atau jangka panjang. Pembiayaan proyek sangat krusial bila proyek
bersekala besar dengan tingkat kompleksitas yang rumit, yang membutuhkan analisis
dikeluarkan sesuai dengan anggaran yang direncanakan. Jika sebaliknya, akan terjadi
3. Aspek manajemen produksi : masalah ini berkaitan dengan hasil akhir dari proyek hasil
akhir proyek negatif bila proses perencanaan dan pengendalian tidak baik. Agar hal ini
12
tidak terjadi, maka dilakukan berbagai usaha untuk meningkatkan produktivitas SDM,
4. Aspek harga : masalah ini timbul karena kondisi eksternal dalam hal persaingan harga,
yang dapat merugikan perusahaan karena produk yang dihasilkan membutuhkan biaya
5. Aspek efektivitas dan efisiensi : masalah ini dapat merugikan apabila fungsi produk
yang dihasilkan tidak terpenuhi / tidak efektif atau dapat juga terjadi bila faktor efisiensi
produk serta analisis pasar yang salah terhadap produksi yang dihasilkan.
7. Aspek mutu : maslah ini berkaitan dengan kualitas produk akhir yang nantinya dapat
8. Aspek waktu : masalah waktu dapat menimbulkan kerugian biaya yang bila terlambat
dari yang direncanakan serta akan menguntungkan bila dapat dipercepat (Husen,
2010)
Manajemen berupa usaha manusia untuk mencapai hasil dengan cara yang
efisien dan efektif. Sedangkan pekerjaan dapat diartikan berupa rangkaian aktivitas yang
rutin dalam jangka waktu yang terbatas. Maka manajemen pekerjaan adalah usaha
kegiatan untuk meraih sasaran yang telah didefinisikan dan ditentukan dengan jelas
seefisien dan seefektif mungkin. Dalam meraih sasaran-sasaran yang telah disepakati,
13
diperlukan sumber-sumber daya (resources) termasuk sumber daya manusia yang
mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang
telah ditentukan. Lebih jauh manajemen proyek menggunakan pendekatan sistem hirarki
dan material.
2. Kegiatan yang dikelola berjangka pendek, dengan sasaran yang telah digariskan
secara spesifik, ini memerlukan teknik dan metode pengelolaan yang khusus, terutama
yang baik antara mereka yang mengalokasikan tanggung jawab, perencanaan juga sangat
berguna untuk melakukan pengontrolan. Tanpa landasan dan target yang pasti mustahil
dapat diketahui apakah pekerjaan terlambat atau tidak dan apakah anggaran sudah
14
2. Menetapkan petugas, kapan dan dimana
10. Mengatasi permasalahan yang timbul dan perubahan-perubahan yang harus dilakukan
termasuk pula menetapkan dan memilih jasa atau keahlian yang relevan untuk dilibatkan
dalam proses konstruksi pada hakekatnya meruapakan kesatuan sistem rekayasa, upaya
tersebut akan melibatkan banyak faktor serta variable berpengaruh yang harus
dikombinasikan, yang hanya berlaku khusus untuk pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
Sehingga proses perencanaan dalam sistem rekayasa konstruksi sesuai dengan bentuk
berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer (Heizer, Jay dan Render, Barry,
2006). Ada banyak metode penjadwalan proyek yang digunakan untuk menganalisis waktu dan
sumber daya proyek, dan masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan.
Pertimbangan penggunaan metode ini didasarkan pada persyaratan kinerja penjadwalan dan hasil
15
yang ingin dicapai. Kinerja waktu akan berdampak pada kinerja biaya dan kinerja proyek secara
Sehingga tujuan proyek yang telah di tentukan dapat terlaksana sesuai jadwal. (Husen,
2011).
WBS biasanya merupakan diagram struktur dan hierarki berupa diagram pohon
(tree structure diagram). Penyusunan WBS dilakukan dengan cara top down, dengan
tujuan agar komponen-komponen kegiatan tetap berorientasi ke tujuan proyek. WBS ini
menjelaskan proyek dengan membaginya kedalam sub komponen yang lebih detail lagi,
dan akhirnya kedalam serangkaian aktivitas serata biaya yang terkait dengannya. WBS
perencanaan yang terdiri atas kerangka- kerangka seperti dibawah ini. (Husen, 2011).
c. Kerangka pembiayaan
d. Kerangka penjadwalan
di tempat yang benar, apakah harus bersamaan, setelah pekerjaan yang lain selesai atau
16
sebelum pekerjaan yang lain selesai. Pada penyusunan urutan kegiatan sendiri ada
b. Managerial constraints, yang meliputi sumber daya, waktu, biaya, dan kualitas
Method (PDM), teknik Bar Chart-Kurva S, Line of Balance (LoB), dan Project Evalution
and Review Technique (PERT). Ada juga metode penjadwalan lain seperti
Evaluation Techniqui (PNET), dan masih banyak lagi metode penjadwalan yang
terus dikembangkan saat ini. Untuk metode penjadwalan yang sudah umum digunakan
tentu tidak asing lagi bagi kita. Berikut disampaikan beberapa metode penjadwalan yang
Pengertian jaringan kerja atau network planning adalah yang digunakan untuk
kerja, terdapat sistem kontrol untuk diselesaikan, termasuk aktivitas tunggal, aktivitas
gabungan, aktivitas paralel, dan jalur kritis. Jaringan kerja adalah gambaran proses dan
17
tahapan dalam setiap aktivitas kerja untuk memudahkan dalam memahami setiap
2017).
teknologi dan metode konstruksi untuk melaksanakan kegiatan berdasarkan tujuan yang
telah ditetapkan. Jadwal digunakan untuk menjelaskan rencana kegiatan secara logis dan
runtut agar lebih mudah dipahami dan dikoordinasikan kontrol adalah untuk memantau
proses kegiatan proyek dan fokus pada kualitas untuk memastikan bahwa standar dan
Pada saat yang sama (Ali, 1992) mengemukakan bahwa perencanaan jaringan
adalah salah satu model yang digunakan dalam pelaksanaan proyek, dan produknya
adalah informasi tentang kegiatan yang terdapat dalam diagram jaringan proyek. Informasi
ini adalah tentang sumber daya yang digunakan untuk kegiatan terkait dan tentang jadwal
1. Menyusun urutan kegiatan proyek yang memiliki sejumlah besar komponen, dengan
18
2. Membuat perkiraan jadwal yang paling ekonomis
Jaringan adalah jaringan yang terdiri dari serangkaian aktivitas yang menyelesaikan
suatu proyek sesuai dengan urutan dan ketergantungan satu aktivitas dengan aktivitas
lainnya. Oleh karena itu, jika aktivitas sebelumnya belum selesai, pekerjaan tidak dapat
dimulai. Simbol yang digunakan untuk menggambarkan jaringan dapat dilihat pada tabel
Simbol Keterangan
19
Tabel 2.1 simbol-simbol network planning (Lanjutan )
Simbol Keterangan
sebagai berikut : Diantara dua kejadian (event) yang sama,hanya boleh digambarkan satu
anak panah. Nama suatu aktivitas dinyatakan dengan huruf atau dengan nomor kejadian.
Aktivitas harus mengalir dari kejadian bernomor rendah ke kejadian bernomor tinggi.
Diagram hanya memiliki sebuah saat paling cepat dimulainya kejadian (initial event) dan
sebuah saat paling cepat diselesaikannya kejadian (Terminal event) (Hayun, 2005).
suatu logika serta dapat membuat perencanaan proyek yang lebih detail.
2. Dapat mengetahui waktu-waktu yang diperlukan oleh setiap aktivitas sehingga apabila
20
3. Dapat mengetahui mana aktivitas yang dapat ditunda atau harus segera dikerjakan.
5. Dapat membantu dan dalam mencapai hasil yang efisien dari segi biaya dan sumber
daya
6. Membantu menganalisis setiap aktivitas proyek sehingga dapat mengetahui risiko apa
Metode jalur kritis (CPM) dikembangkan pada tahun 1957 oleh Kelly dari
Remington-Rand dan Walkel dari Duffont, seorang insinyur dan ahli matematika. Pada
saat itu, metode ini penting untuk perencanaan dan pengendalian dalam konstruksi,
pemeliharaan, dan desain teknik. Saat itu CPM digunakan untuk membantu mendirikan
Metode jalur kritis adalah metode jalur kritis, metode berbasis jaringan yang
menggunakan penyeimbangan biaya waktu linier. Dengan melewati aktivitas dengan biaya
tertentu, setiap aktivitas dapat diselesaikan lebih cepat dari biasanya. Oleh karena itu, jika
waktu penyelesaian proyek tidak memuaskan, beberapa kegiatan dapat dilewati untuk
CPM digunakan apabila tidak ada waktu pengerjaan setiap kegiatan dapat diketahui
dengan baik, dimana penyimpangan relative kecil atau dapat diabaikan (Harjanto,2011)
waktu-biaya linear. Setiap kegiatan dapat diselesaikan lebih cepat dari waktu normalnya
21
critical path method (CPM) adalah teknik yang diunakan untuk
durasi proyek secra keseluruhan dilakukan dengan cara hitungan maju dan hitungan
1. Hitungan maju adalah salah satu cara dalam mengidentifikasi jalur kritis, dengan cara
EF = ES + D (2.1)
dimana :
2. Hitungan mundur dimulai dari ujung kanan (hari terakhir penyelesaian proyek) suatu
LS = LF – D (2.2)
dimana :
yaitu :
22
1. Mengkaji dan mengidentifikasi lingkaran proyek, menguraikan, memecahkannya
3. Memberikan perkiraan kurun waktu bagi masing-masing kegiatan yang dihasilkan dari
4. Mengidentifikasi jalur kritis (critical path) dan float pada jaringan kerja.
Untuk membedakan antara peristiwa satu dengan yang lain, maka setiap peristiwa
diberi nomor yang lebih besar, penomoran yang memiliki jarak akan lebih baik karena
EET
n LET
yang didalam terdapat nomor peristiwa (n), saat paling awal peristiwa n mungkin terjadi
23
ES Kegiatan EF
n LS x
n LF
Gambar 2.2 dapat dilihat hubungan antar peristiwa dengan simbol ES (Earliest Star
Time) yaitu waktu paling awal suatu kegiatan dapat dimulai. LS (Latest Start Time) waktu
paling lambat untuk dapat memulai suatu kegiatan tanpa penundaan keseluruhan proyek.
EF (Earliest Finish time) waktu paling awal kegiatan dapat diselesaikan, atau sama
dengan ES + waktu kegiatan. LF (Latest finish Time) waktu paling lambat untuk dapat
Hubangan antar simbol dan kegiatan dinyatakan sebagai berikut (Soeharto, 1999)
1. Aktifitas B harus dapat dimulai sebuah aktivitas A selesai dikerjan (hubungan seri).
A B C
24
Pada Gambar 2.3 menunjukan hubungan jaringan network dimana aktivitas A
diselesaikan dahulu baru aktivitas B selanjutnya dapat dikerjakan sampai selesai dan
2. Setelah kegiatan ABC selesai, baru dimulai dengan kegitan D, model hubungan antar
B D E
Pada Gambar 2.4 menunjukan hubungan jaringan network dimana kegiatan ABC
A D
B E
25
Pada Gambar 2.5 kegiatan C dapat dikerjakan stelah kegiatan A dan B sudah
A B C
D E F
Dummy adalah kegiatan piktif yang tidak memerlukan waktu kegiatan dan untuk
Jaringan kerja adalah fremwork untuk sistem informasi proyek yang akan digunakan
oleh manajer proyek untuk membuat keputusan yang berhubungan dengan waktu, biaya,
dan performance. Jringan kerja memberikan waktu dimana kegiatan dapat dimulai dan
26
Suatu event dikatakan sebagai bagian dari jalur kritis apabila LS = ES dan LF = EF
berdasarkan ketentuan tersebut maka akan menentukan jalur kritis suatu jaringan kerja
Cara menentukan lintasan kritis dalam suatu perencanaan jaringan kerja adalah
sebagai berikut.
mempunyai nilai Free float dan total float sama dengan nol. Lintasan kritis juga dapat pula
mengidentifikasi kegiatan dan jalur kritis akan lebih komplek karena semakin banyak faktor
yang perlu diperhatikan. Untuk maksud tersebut, dikerjakan analisis serupa dengan
Ada beberapa keuntungan yang didapatkan saat mengetahui jalur kritis pada suatu
1. Melakukan penundaan aktivitas pada jalur kritis mengakibatkan durasi proyek juga
2. Waktu pelaksanaan proyek selesai dengan cepat apabila aktivitas pada jalur kritis juga
dipercepat penyelesaiannya.
27
4. Time Slack atau waktu idle termasuk dalam aktivitas jalur non-kritis sehingga
pelaksanaan proyek dapat mengatur ulang transfer sumber daya, biaya, dan peralatan
Selisih waktu total adalah total waktu yang diperbolehkan untuk menunda kegiatan
Kegiatan dengan selisih waktu total nol dapat dikatakan kegiatan kritis atau pada
jalur kritis. Jalur kritis hanya melewati jalur kritis, yaitu dari aktivitas kunci awal proyek
hingga akhir aktivitas kunci, Jalur non-kritis dapat disesuaikan atau diubah ke rentang nilai
Berikut penelitian terdahulu yang berkaitan dengan CPM ( Critical Path Method )
28
2021 Pada Proyek project 2016 2. Peneliti dengan metode
Konstruksi diketahui bahwa menggunakan satu yang sama.
terdapat 9 unit metode untuk 2. Melakukan
Pembangunan pekerjaan kritis, Berdasarkan jumlah perbandingan
Bendungan namun hanya 8 durasi seluruh waktu yang
Lau-Simene pekerjaan kritis kegiatan dan dihasilkan peneliti
Paket II yang akan mengaitkan tiap-tiap dengan
[Link] dilakukan kegiatan dengan perencana
percepatan hubungan logika
Serdang dengan tujuan ketergantungan
tidak menciptakan ditambah dengan
lintasan kritis analisa perhitungan
yang baru. CPM (critical path
Setelah dilakukan methode) dengan
analisis aplikasi bantuan
percepatan durasi microsoft project
dengan metode 2016, didapat total
tambahan jam durasi normal item
kerja lembur serta bangunan pengelak
melakukan selama 668 hari
penjadwalan kerja (kalender)
ulang dengan dengan total biaya
aplikasi microsoft Rp.[Link]
project 2016 0,56 serta jumlah
diketahui sub pekerjaan
perbandingan sebanyak 31 unit
waktu dan biaya pekerjaan.
analisis jalur kritis.
Namun tidak
menggunakan
bantuan software
3. Peneliti tidak
menghitung
crashing.
29
menghasilkan
jalur kritis yang
sama yaitu
kegiatan
O,N,C,D,G,K,L
4. Tsalist Penerapan Hasil jaringan 1. Lokasi penelitian 1. Melakukan
Iluk, Metode CPM Dan kerja yang berbeda. analisis jalur kritis
Ahmad PERT Pada menggunakan 2. Perbedaan pada dengan metode
Ridwan, Gedung Parkir 3 metode CPM pekerjaan proyek yang sama.
Sigit Lantai Grand menghasilkan 3. Peneliti hanya 2. Melakukan
Winarto Panglima Polim jalur kritis menggunakan perbandingan
2020 Kediri A,B,C,E,G,H,J,K, metode CPM. waktu yang
O,P dengan 4. Tidak melakukan dihasilkan peneliti
durasi 105 hari crashing program dengan
kemudian hasil perencana
jaringan kerja
pada metode
PERT
menghasilkan
jalur kritis yang
sama pada CPM
tapi dengan
durasi 109 hari
Pada proyek
konstruksi
bangunan
Gedung Parkir 3
Lantai Grand
Panglima Kediri
yang berada di
Kota Kediri, Jawa
Timur, teknik
pengolahan
crashing project
akan dilakukan
dari penyusunan
jaringan kerja
CPM dan PERT
yang kemudian
menghitung Cost
Slope dari
masing – masing
kegiatan. Berikut
merupakan rumus
Cost Slope
5. Sudono Penerapan Proyek 1. Lokasi penelitian 1. Melakukan
Mukti Metode CPM mengalami yang berbeda. analisis jalur kritis
Prasojo, Pada Simulasi keterlambatan 2. Perbedaan pada dengan metode
Mochama Penjadwalan pada minggu ke pekerjaan proyek yang sama.
d Solikin, Ulang Di 30 dari hasil 3. Peneliti hanya 2. Melakukan
Qomarun Pembangunan identifikasi ada menggunakan perbandingan
2022 Proyek Gedung beberpapa faktor metode CPM tidak waktu yang
Parkir Instalasi salah satunya ada ditunjang software dihasilkan peneliti
Rawat Jalan beberapa 4. Tidak melakukan dengan
pekerjan harus crashing program perencana
30
melakukan
pengecoran pada
malam hari dari
keterlambatan ini
dapat merugikan
owner dan
pelaksana
sehingga peneliti
melakukan
simulasi
penjadwalan
ulang dengan
metode CPM
ditunjang dengan
Software Ms
Project di
dapatkan
beberapa
pekerjaan kritis
pada kegiatan-
kegiatan
terlambat tadi
sehingga bisa
dilakukan crahs
program
31
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Umum
Studi kasus dalam penelitian ini adalah Penerapan metode CPM proyek
Pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan Jailolo. Metode yang digunakan
yaitu CPM dengan membuat jaringan kerja/network planning dan menemukan lintasan
Dalam metode penelitian ini menjelaskan tentang lokasi penelitian, jenis kegiatan
pekerjaan dan cara pengambilan data di lapangan, tahapan penelitian dan flow chart
Lokasi penelitian ini dilakukan pada proyek Pembangunan Gedung Kantor Wilker
Pelabuhan Laut Jailolo di Desa Soa Konora, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera
32
Tabel 3.1 Waktu Penelitian
penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Dengan
menggunakan teknik pengumpulan data, maka penelitian akan mendapatkan data yang
memenuhi standar data yang ditetapkan, teknik pengumpulan data pada penelitian ini
adalah :
1. Data Sekunder
Data Sekunder merupakan data yang sudah di olah berupa gambar, tabel, time
schedule, kurva S.
Tahapan penelitian ini adalah tahap – tahap yang dilakukan penelitian secara rinci
penelitian ini bertujuan dapat memberikan gambaran secara umum langkah – langkah
pelaksanaan penelitian, yang akan mengarahkan agar lebih tepat selama berjalannya
1. Mulai
Mulai adalah tahap awal dalam melakukan penelitian. Tahap ini dilakukan sebelum
33
melakukan kegiatan seperti mencari judul penelitian yang akan dilakukan.
2. Tahapan persiapan
data, pada tahapan persiapan ini disusun hal-hal yang harus dilakukan agar tujuan
penulisan skripsi ini menjadi teratur dan terstruktur, sehingga waktu penulisan skripsi ini
3. Pengumpulan data
Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data yaitu mencari data – data yang
dibutuhkan berupa data sekunder. Jadi penelitian ini data sekunder yang diperoleh dari
data proyek yaitu time schedule Kurva S yang dianalisis menjadi jaringan kerja (network
4. Analisis data
Pada tahap ini yang menggunakan teknik pengumpulan data yang di dapat dari pihak
kontraktor pelaksana dimana pada tahap ini menggunakan Metode CPM untuk
menentukan jaringan kerja, lintasan kritis dan mendapatkan berapa durasi kegiatan
jaringan kerja dan lintasan kritis kegiatan pekerjaan apa saja yang tidak diperbolehkan
untuk terlambat.
Pada tahap ini hasil penelitian akan dibahas cara membandingkan perhitungan penulis
dengan data yang diperoleh dari proyek sehingga dapat mengetahui hasil analisis
34
Setelah data analisis dan dibahas kemudian dapat dihasilkan kesimpulan dan saran yang
merupakan hasil akhir dari sebuah penelitian skripsi, dan jadi perbandingan kebijakan bagi
peneliti. Dan mempunyai saran yang bersifat mendukung untuk penelitian ini. Tahapan
Mulai
Persiapan
Pengumpulan Data
Data Sekunder
1. Kurva S
2. Time Schedule
Analisis Data
CPM
1. Analisis Jaringan Kerja
2. Lintasan Kritis
Selesai
35
3.5 Cara Analisis
Analisis data adalah proses pengolahan terhadap data yang telah dikumpulkan.
Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis menyangkut tentang durasi
diperlukan, proses selanjutnya yaitu pengolahan data dengan cara perhitungan manual.
1. Identifikasi Kegiatan
Pada langkah ini dilakukan pengkajian lingkup proyek, menguraikan menjadi kegiatan –
Menentukan atau menyusun hubungan antar kegiatan. Pada langkah ini disusun
Menyusun diagram jaringan yang menghubungkan semua kegiatan pada langkah ini,
hubungan antara kegiatan yang telah disusun menjadi mata rantai dengan urutan yang
Memberikan kurun waktu bagi masing – masing kegiatan yang dihasilkan menguraikan
lingkup proyek.
Pada tahap ini, dari diagram jaringan yang disusun, dilakukan peritungan maju dan
perhitungan mundur. Dari kedua perhitungan tersebut, dihitung Float dan diidentifikasi
jalur kritisnya.
36
BAB IV
4.1. Umum
Prinsip dasar analisis menggunakan metode critical path method (CPM) adalah,
durasi setiap kegiatan kemudian dapat dilakukan perhitungan maju dan perhitungan
mundur sehingga didapat lintasan kritis dan durasi pelaksanaan pekerjaan Proyek
Pembangunan Gedung Kantor Wilayah kerja Pelabuhan Jailolo Provinsi Maluku Utara.
yang berlokasi di Desa Soa Konora kecamatan Jailolo Provinsi Maluku Utara dengan
nomor kontrak KN. 01.13/1/1877/2022 memiliki nilai kontrak dengan jumlah sebesar Rp.
[Link] (Satu Milyar Seratus Tujuh Puluh Juta Tiga Ratus Empat Pluh LIma Ribu
Sembilan Ratus Dua Puluh Satu Rupiah berdasarkan data kurva S pelaksanaan proyek
Pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan Jailolo berdurasi 100 hari
kalender. Kontraktor pelaksana yang ditunjuk dalam pekerjaan ini adalah CV.
NURKILAWAN PRADANA. Asumsi yang dipakai pada penelitian ini mengenai durasi
pekerjaan tetap menggunakan durasi yang sesuai pada kurva S dan juga penjadwalan
Lingkup kegiatan yang ada pada pekerjaan pembangunan gedung kantor wilayah
kerja pelabuhan jailolo dapat dilihat pada data Kurva S yang dibuat oleh kontraktor
37
pelaksana, lingkup pekerjaan yang ada pada proyek dapat dilihat pada tabel 4.1
No Pekerjaan Durasi
1 Pekerjaan Pendahuluan 14
2 Pekerjaan Tanah & Pondasi 28
3 Pekerjaan Beton 42
4 Pekerjaan Dinding & Plesteran 42
5 Pekerjaan Lantai/Keramik 21
6 Pekerjaan Pintu,Jendela,Ventilasi, & Penggantung 9
7 Pekerjaan Pengecatan 16
8 Pekerjaan Plafon 7
9 Pekerjaan Atap 21
10 Pekerjaan Elektrikal 14
11 Pekerjaan Sanitasi 28
12 Pekerjaan Fasad 7
13 Pekerjaan Lain-Lain 21
14 Pekerjaan Tanah & Fondasi Pagar Keliling 21
15 Pekerjaan Beton Pagar Keliling 28
16 Pekerjaan Dinding & Plesteran Pagar Keliling 49
(Sumber : oleh peneliti)
Tabel 4.1 menunjukan uraian pekerjaan beserta durasi berdasarkan data kurva S
pada proyek pembangunan gedung kantor wilayah kerja pelabuhan jailolo. Pada pekerjaan
beton merupakan gabungan dari pekerjaan beton bagian bawah bangunan dan tengah
bangunan
Suatu proyek terdiri dari beberapa kegiatan dan masing – masing kegiatan
pekerjaan diberi kode untuk mempermudah pembuatan network diagram planning dari
38
Tabel 4.2 Analisis Ketergantungan Metode CPM
Jaringan kerja metode CPM menggunakan konsep AOA (Activity On Arrow). Dari
hasil analisis hubungan antar kegiatan berdasarkan data kurva s maka dapat dilakukan
39
Gambar 4.1 Bentuk Jaringan Kerja CPM
40
Gambar 4.1 menunjukan jaringan kerja model AOA (activity on arrow), dimana suatu
aktivitas dan jumlah durasi berada pada anak panah, sedangkan lingkaran merupakan
event yang didalamnya terdapat early start (ES), early finish (EF), late start (LS), late finish
Critical path method (CPM) terdapat dua cara untuk melakukan analisis waktu
optimal, yaitu menggunakan perhitungan maju (Forward pass) mulai kegiatan awal sampai
kegiatan akhir, dan perhitungan mundur (Backward pass) mulai kegiatan akhir kembali ke
kegiatan awal.
Analisis hitungan (Forward pass) maju dilakukan untuk mendapatkan waktu akhir
dari rangkaian kegiatan selesai. Analisis hitungan maju (Forward pass) dilakukan dari awal
dengan mengambil nilai 0 dan selanjutnya diurut sampai akhir. Jika ada dua atau lebih
waktu kejadian maka diambil nilai terbesar. Analisis menghitung maju (Forward pass)
dapat dilihat pada hasil analisis dapat dilihat pada tabel 4.3
awal dari rangkaian kegiatan dimulai. Analisis hitungan mundur (Backward pass)
dilakukan dari akhir dengan mengambil nilai selesai dan selanjutnya diurut sampai awal.
Jika ada dua atau lebih waktu kejadian maka diambil nilai terkecil. Analisis menghitung
mundur dapat dilihat pada hasil analisis dapat dilihat pada tabel 4.4
41
Tabel 4.3 Hasil analisis hitungan maju untuk mendapatkan nilai EF
Kegiatan Durasi ES EF
A 14 0 14
B 28 14 42
C 42 14 56
D 42 42 84
E 21 42 63
F 9 84 93
G 16 84 100
H 7 84 91
I 21 56 77
J 14 42 56
K 28 42 70
L 7 84 91
M 21 42 63
N 21 14 35
O 28 35 63
P 49 35 84
Q (Dummy) 0 - -
R (Dummy) 0 - -
S (Dummy) 0 - -
T (Dummy) 0 - -
U (Dummy) 0 - -
V (Dummy) 0 - -
(Sumber : oleh peneliti)
Hasil analisis hitungan maju (Forward pass) pada tabel 4.3 diperoleh waktu
adalah 100 hari. Adapun bentuk jaringan kerja analisis hitungan maju (Forward pass)
hitungan mundur. Adapun analisis hitungan mundur sebagaimana telah dijelaskan pada
point 4.4.2. di atas. Sedangkan tabelnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini ( tabel 4.4)
42
Tabel 4.4 Hasil analisis hitungan mundur untuk menentukan nilai LS
Kegiatan Durasi LS LF
A 14 0 14
B 28 14 42
C 42 37 79
D 42 42 84
E 21 70 91
F 9 91 100
G 16 84 100
H 7 93 100
I 21 79 100
J 14 70 84
K 28 63 91
L 7 93 100
M 21 70 91
N 21 21 42
O 28 72 100
P 49 42 91
Q (Dummy) 0 - -
R (Dummy) 0 - -
S (Dummy) 0 - -
T (Dummy) 0 - -
U (Dummy) 0 - -
V (Dummy) 0 - -
(Sumber : oleh peneliti)
Bertitik tolak pada prinsip perhitungan mundur (Backward pass) Hasil analisis
hitungan mundur pada tabel 4.4 perhitungan mundur dimaksudkan untuk mengetahui
waktu atau tanggal paling akhir kita masih dapat memulai dan mengakhiri kegiatan tanpa
menunda kurung waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan, yang telah dihasilkan
dari perhitungan maju (Forward pass). Adapun bentuk jaringan kerja analisis hitungan
43
Gambar 4.2 Jaringan Kerja Analisis Hitungan Maju
44
Gambar 4.3 Jaringan Kerja Analisis Hitungan Mundur
45
4.4.3. Analisis Hitungan Total Waktu
Ttotal float adalah jumlah waktu yang diperkenankan suatu kegiatan boleh ditunda, tanpa
mempengaruhi jadwal penyelesaian proyek secara keseluruhan. Adapun analisis hitungan total
nilainya = 0 adalah kegiatan A,B,D,G hal ini menandakan bahwa kegiatan kritis dapat dilihat pada
gambar 4.4 untuk nilai FF = 0 dan IF = 0, dengan catatan hasil nilai IF < 0 maka hasil seluruhnya 0
46
Gambar 4.4 Jaringan Kerja CPM ( Critical Path Method )
47
4.5. Perbandingan Waktu Metode CPM dan Perencana
Dari hasil analisis perencanaan dengan metode CPM kemudian diterapkan pada proyek
diatas, dan dari metode penjadwalan awal proyek pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kerja
Pelabuhan Jailolo durasi 100 hari kalender kerja. Maka perbandingan bisa dilihat pada Tabel 4.6
NO Uraian Durasi
1. CPM menggunakan satu dugaan waktu, Berdasarkan hasil analisis dengan metode
mengguunakan konsep AOA (Activty On CPM didapat lintasan kritis pada kegiatan
Arrow) A,B,D,G dengan waktu sebesar 100 hari
Kalender
2. Perencanaan menggunakan kurva S Berdasarkan waktu perencana pada Proyek
sebagai media untuk penjadwalan dan Pembangunan Gedung Kantor Wilker
pemantauan progres pekerjaan Pelabuhan Jailolo yaitu sebesar 100 hari
kalender
(Sumber : oleh peneliti )
Tabel 4.6 menunjukan hasil analisis penelitian ini yang dihasilkan metode CPM, metode ini
hanya memiliki satu waktu pada setiap kegiatan dengan hubungan logika, kegiatan terletak pada
anak panah yang menghasilkan lintasan kritis A,B,D,G dengan jumlah durasi kerja 100 hari
kalender. Dari hasil analisis ini jika dilihat perbandingan dengan perencana maka hasil durasi
sama.
48
BAB V
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan beberapa analisis data yang sudah diteliti, maka penulis membuat
beberapa kseimpulan :
1. Bentuk jaringan kerja metode CPM pada penelitian ini menghasilkan durasi 100 hari,
adapun logika jaringan ini peneliti melakukan pendekatan sesuai kurva S proyek.
diterapkan metode CPM pada proyek didapatkan beberapa pekerjaan yang memiliki
total float tidak sama dengan nol yaitu Pekerjaan Tanah & Pondasi Pagar Keliling,
Pekerjaan Beton, Pekerjaan Dinding & Plesteran Pagar Keliling, Pekerjaan Beton
Fasad, Pekerjaan Sanitasi, Pekerjaan Lain-Lain, Pekerjaan Lantai & Keramik, dan
total float atau memiliki waktu tunda yang tidak akan menunda waktu selesainya
proyek.
2. Berdasarkan data yang diolah pada penelitian ini metode CPM ( critical path method )
memiliki lintasan kritis dan total durasi 100 hari adapun kegiatan yang telah dianalisis
pada jaringan kerja metode CPM terdapat lintasan kritis pada Pekerjaan Pendahuluan,
Pekerjaan Tanah & Pondasi, Pekerjaan Dinding & Plesteran, dan Pekerjaan
3. Perbandingan metode CPM dan perencana, pada penlitian ini durasi yang dihasilkan
49
metode CPM yaitu durasi 100 hari. Sehingga durasi metode CPM dan perencana
sama.
5.2 Saran
kritis seperti CPM atau yang lainnya agar dapat diperoleh perencanaan durasi yang
dengan benar, jika suatu saat terjadi kesalahan bisa dicari dimana letak dari
kesalahannya.
lebih komplek.
4. Lakukan perbandingan metode sehingga bisa dilihat mana metode yang lebih efektif
untuk digunakan.
50
DAFTAR PUSTAKA
51
Jakarta.
Soeharto, 1. (1997). “Manajemen Proyek”, Erlangga Jakarta.
Soeharto, Iman. (1999). “Manajemen Proyek (Dari Konseptual Sampai Oprasional)”,
Jakarta.
Sudono Mukti Prasojo, Mochamad Solikin, Qomarun. (2022). Penerapan Metode CPM
Pada Simulasi Penjadwalan Ulang di Pembangunan Proyek Gedung Parkir Insatalasi
Rawat Jalan, JURMATEKS Vol 3 No 2 .
Tsalit Iluk, Ahmad Ridwan, Sigit Winarto. (2020). Penerapan Metode CPM dan PERT Pada
Gedung Parkir 3 Lantai Grabd Panglima Polim Kediri, Prosiding Seminak Nasional
Teknik Sipil 2022.
52