BAB I PEDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pramuka merupakan kegiatan dan pendidikan non formal di luar lingkungan sekolah dan keluarga
yang memiliki tujuan untuk pembentukan sikap pada anggota-anggotanya. Kata pramuka berasal dari
singkatan Praja Muda Karana yang berarti orang muda yang suka berkarya. Tujuan akhir dari kegiatan
kepramukaan adalah pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur yang lebih baik. Pramuka dibagi
menjadi beberapa golongan, yang meliputi : pramuka siaga (8-12 tahun), pramuka penggalang (12-15
tahun), pramuka penegak (15-20 tahun), dan pramuka pandega (20-25 tahun). Nilai-nilai yang terdapat di
dalam keseluruhan materi kepramukaan yang disampaikan pada kegiatan pembelajaran, dari tingkat
tertinggi sampai terendah sangat berperan penting dalam proses pembinaan untuk generasi muda agar
dapat menjadi generasi yang berwatak, berakhlak, dan berbudi pekerti yang luhur.
Pelatihan kepramukaan dilakukan di luar jam belajar sekolah. Pentingnya pramuka dalam
pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur membuat kegiatan pramuka biasanya dimasukkan oleh
sekolah-sekolah dalam kegiatan ekstrakulikuler wajib yang harus diikuti oleh tingkatan kelas tertentu. Pada
umumnya dalam proses mempelajari materi-materi pramuka, para siswa hanya berpegang pada sebuah
buku kecil yang lebih dikenal dengan nama buku saku pramuka. Kurangnya media pembelajaran cukup
menghambat tumbuh kembang pengetahuan siswanya karena siswa cepat jenuh saat mengikuti pelajaran.
Memperhatikan hal itu, maka diperlukan sebuah pengembangan baru untuk media pembelajaran tentang
pramuka yang sudah ada saat ini.
Di Indonesia pramuka menjadi organisasi yang sangat mendapat perhatian dari pemerintah.
Perhatian pemerintah dapat dilihat dari terkoordirnya organisasi kepramukaan dari yang paling bawah yaitu
kwartir di tingkat ranting sampai yang tertinggi yaitu kwartir di tingkat nasional. Untuk memotivasi dan
menambah semangat para anggotanya dalam melakukan pelatihan, di setiap tingkatan golongan pramuka
mengadakan kegiatan secara rutin misalnya jambore maupun lomba untuk tingkatan tertentu. Bahkan
kegiatan pramuka ini sudah diatur dan dinaungi oleh pemerintah di dalam sebuah Undang-Undang tentang
Gerakan Pramuka.
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, didapat rumusan masalah yaitu:
1. Pengertian Pramuka dan kepramukaan.
2. Bagaimana pelaksanaan kegiatan Pramuka di SDN 105328 dagang kerawan, Tanjung Morawa.
C. TUJUAN
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan diatas, dapat diperoleh tujuan observasi ini:
1. Untuk mengetahui apa itu Pramuka dan kepramukaan.
2. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan Pramuka di SDN 105328 dagang kerawan, Tanjung
Morawa
D. metode pengumpulan data
Laporan hasil dari sekolah dasar yang kami lakukan dengan cara observasi langsung untuk mendokumentasi
data yang ada di lapangan mengenai praktik kegiatan Pramuka secara langsung, serta kami melakukan
wawancara terhada pembina Pramuka di SDN 105328 dagang kerawan, Tanjung Morawa. Penggunaan
metode observasi serta wawancara dilakukan agar hasil yang kami dapatkan sesuai dengan apa yang kita
butuhkan serta data yang didapat lebih akurat.