PROPOSAL TUGAS AKHIR
PERANCANGAN HOTEL DENGAN PENDEKATAN
TROPIS MODERN DI KABUPATEN KAPUAS HULU,
KECAMATAN PUTUSSIBAU UTARA
Untuk memenuhi syarat dalam memperoleh Gelar
Sarjana Terapan ([Link].)
Disusun Oleh :
Selestinus Ardianto
Nim 4201927004
POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
PRODI D4 ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
TAHUN 2023
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PROGRAM STUDI D-IV ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
Jalan Jendral Ahmad Yani – Pontianak 78124, Kalimantan Barat
Telepon: (0561)736180, Faksimile: (0561)740143, Kotak Pos: 1286
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan
rahmat-Nya sehingga Proposal Tugas Akhir dapat berjalan dengan lancar dan
maksimal dalam pembuatannya.
Proposal Tugas Akhir ditujukan kepada mahasiswa agar dapat mengikuti
pembuatan laporan tugas akhir di Jurusan Teknik Arsitektur Program Studi
Diploma 4 Arsitektur Bangunan Gedung.
Pada pelaksanaan pembuatan Laporan Tugas Akhir ini, saya banyak
mendapatkan ilmu dan bimbingan serta motivasi yang telah diberikan selama
Laporan Tugas Akhir dari berbagai macam karakter orang, baik secara moral
maupun material. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Ar. Chandra Bayu, S.T.M.T, selaku Ketua Jurusan Teknik Arsitektur
Politeknik Negeri Pontianak.
2. Bapak Ar. Yudhiarma S.T., M.T., IAI. selaku Ketua Program Studi
Diploma Arsitektur Bangunan Gedung Politeknik Negeri Pontianak .
3. Bapak Ar. Taufik Wibowo,S.T., M.T.,IAI. selaku Pembimbing Utama pada
Tugas Akhir ini.
4. Bapak Dr. Ar. Ir. Muhammad Hidayat, M.T., IAI. selaku Pembimbing
Pendamping pada Tugas Akhir ini.
5. Orang tua saya yang selalu memberikan dukungan pada Tugas Akhir ini.
6. Rekan-rekan kelas di semester 8 Program Studi Diploma 4 Arsitektur
Bangunan Gedung Politeknik Negeri Pontianak.
Menyadari banyaknya kekurangan dalam penyusunan proposal ini, oleh
karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk
melengkapi segala kekurangan dan kesalahan dari proposal ini. Demikian yang
dapat saya sampaikan, saya mengucapkan teimakasih kepada pihak-pihak yang
telah membantu proses penyempurnaan laporan ini. Semoga hasil proposal tugas
akhir ini dapat berhuna bagi saya sendiri maupun pihak-pihak yang lain.
Pontianak,…………2023
Selestinus Ardianto
Nim 4201927004
Selestinus Ardianto ( 4201927004)
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PROGRAM STUDI D-IV ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
Jalan Jendral Ahmad Yani – Pontianak 78124, Kalimantan Barat
Telepon: (0561)736180, Faksimile: (0561)740143, Kotak Pos: 1286
DAFTAR ISI
Selestinus Ardianto ( 4201927004)
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PROGRAM STUDI D-IV ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
Jalan Jendral Ahmad Yani – Pontianak 78124, Kalimantan Barat
Telepon: (0561)736180, Faksimile: (0561)740143, Kotak Pos: 1286
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ibukota Kapuas Hulu terdapat di Kota Putussibau Utara, jika dilihat dari
perkembangannya,kota Putussibau merupakan kota yang dikenal dengan otonom
daerah. Perkembangan kepariwisataan di Kalimantan Barat dari tahun ketahun
terus meningkat. Data kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalimantan Barat
dari tahun 1985-1994 menunjukan kenaikan rata-rata 20% setiap tahunnya,
sebingga dapat melampaui target nasional sebesar 15%., dan sebagian besar
wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Barat mengatakan tertarik untuk
mengunjungi objek wisata air/tirta.
Dalam pengembangan kepariwisataan di Kapuas Hulu yang merupakan
mempunyai pengembangan wisata salah satunya adalah kawasan wisata Sungai
Kapuas,Danau Sentarum dan ikan arwana, Kecamatan Putussibau Utara
merupakan kota transit perbatasan menuju Malaysia dan danau sentarum,
kemudian prioritas pemilihan kawasan didasarkan atas keindahan. alam dan
warisan budaya .
Keberadaan Sungai Kapuas sebagai transportasi utama perekonomian
masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian/perkebunan memberikan kesan atau
suasana yang khas. Aktivitas disepanjang sungai dan cabang sungai dapat ditemui
kehidupan masyarakat tepian yang mendirikan rumah diatas air.
kenikmatan berwisata sungai ini bagi para turis diantaranya adalah melihat
aktivitas antara lain adanya penambang sampan, pasar terapung yang menjual
buah-buaban diatas sampan dan wisata yang dilakukan di Sungai Kapuas yaitu
Lomba Sampan Naga Dragon Race dan Lomba triathon (renang melintas lsi
sungai). Dengan mengembangkan potensi objek wisata Sungai Kapuas ini
sehingga menarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dengan
ramainya kunjungan wisatawan tersebut akan membawa dampak positip bagi
masyarakat yaitu rumah makan akan ramai dan souvenir akan laris.
Hotel sebagai Fasilitas Akomodasi pada Fasilitas Wisata transit kedanau
sentarum, ungkapan wisatawan tidak bisa lepas dari hotel dan tujuan wisata,
kebutuhan akan hotel adalah berbanding lurus dengan jumlah wisatawan yang
Selestinus Ardianto ( 4201927004)
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PROGRAM STUDI D-IV ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
Jalan Jendral Ahmad Yani – Pontianak 78124, Kalimantan Barat
Telepon: (0561)736180, Faksimile: (0561)740143, Kotak Pos: 1286
dating pada lokasi tujuan wisata. Ini berarti kenaikan jurnlah wisatawan kesuatu
daerah tujuan wisata menuntut peningkatan pelayanan hotel dalam hal ini adalah
jumlah hotel kamar hotel. Dalam melayani pembangunan pariwisata dikalimantan
barat pengembangan fasilitas akomodasi perhotelan memiliki prospek yang baik.
1.2. Perumusan Masalah
1. Bagaimana cara merancang dan merencanakan bangunan Hotel?
2. Bagaimana cara merancang dan merencanakan bangunan yang
menekankan pada pendekatan Tropis Modern?
1.3. Tujuan dan Sasaran
Dari permasalahan diatas, terdapat tujuan dan sasaran yang merupakan
poin utama dalam perancangan dan perencanaan Hotel yang meliputi :
1.3.1. Tujuan
Tujuan dari pembangunan Hotel di Kabupaten Kapuas Hulu ini sebagai
wadah hunian pariwisata dari Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara
Asing. Mewujudkan konsep rencana dan rancangan sebuah Hotel yang
menekankan pada prinsip Tropis Modern yang belum pernah ada di Kabupaten
Kapuas Hulu, Kecamatan Putussibau Utara, sehingga dapat menarik perhatian
pariwisata manca negara maupun dalam negeri dikarenakan dekat dengan
perbatasan.
1.3.2. Sasaran
Sasaran dari pembangunan Hotel di Kabupaten Kapuas Hulu ini Dapat
mewujudakan kesejahtraan masyarakat, dan dalam perancangannya Hotel ini
harapannya dapat dituangkan dalam desain fisik dilapangan secara langsung.
1.3.3. Penetapan Lokasi
Rencana lokasi untuk pembangunan Hotel Tropis Modern ini berada di :
Selestinus Ardianto ( 4201927004)
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PROGRAM STUDI D-IV ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
Jalan Jendral Ahmad Yani – Pontianak 78124, Kalimantan Barat
Telepon: (0561)736180, Faksimile: (0561)740143, Kotak Pos: 1286
1. Kecamatan Putussibau Utara, dengan luas site 11.000 m2
Gambar 1.4. Lokasi Site A
(Sumber : Google Earth, Tahun 2023)
2. Kecamatan Badau, dengan luas site 9.000 m2
Gambar 4.2. Lokasi Site B
(Sumber : Google Earth, Tahun 2023)
Selestinus Ardianto ( 4201927004)
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PROGRAM STUDI D-IV ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
Jalan Jendral Ahmad Yani – Pontianak 78124, Kalimantan Barat
Telepon: (0561)736180, Faksimile: (0561)740143, Kotak Pos: 1286
1.4. Ruang Lingkup Rancangan
1. Membuat sebuah Analisa Rancangan
2. Membuat perancangan dengan konsep Hotel Tropis Modern
3. Membuat Gambar Kerja Hotel Tropis Modern
1.5. Sistemmatika penulisan
Sistematika penulisan dalam proposal tugas akhir dengan judul
Perancangan Hotel dengan Konsep Tropis Modern adalah sebagai berikut yaitu,
rumusan masalah,tujuan dan sasaran,penetapan lokasi,ruang lingkup rancangan,
dan sistematika penulisan.
BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LOKASI PROYEK
Selestinus Ardianto ( 4201927004)
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PROGRAM STUDI D-IV ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
Jalan Jendral Ahmad Yani – Pontianak 78124, Kalimantan Barat
Telepon: (0561)736180, Faksimile: (0561)740143, Kotak Pos: 1286
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA DAN LOKASI PROYEK
2.1. Tinjauan Pustaka
Tinjauan Pustaka dibagi menjadi beberapa bagian yaitu 1. Tinjauan fungsi
bangunan, pelaku dan kegiatan 2. Tinjauan standar ukuran/dimensi dan
ergonomi perabot, perlengkapan lainnya 3. Tinjauan bentuk bangunan 4.
Tinjauan struktur bangunan 5. Tinjauan layanan industri konstruksi 6. Tinjauan
persyaratan lokasi konstruksi 7. Dapat diselesaikan jika diperlukan.
2.1.1. Tinjauan Fungsi Bangunan,Pelaku dan Aktivitas
Pada tinjauan ini terbagi menjadi 3 bagian yang meliputi fungsi bangunan,
pelaku, dan aktifitas.
2.1.2. Tinjauan Pustaka Hotel
A. Definisi Hotel
Dalam buku Pariwisata dan Perhotelan yang ditulis oleh
Bagyono (2014), Hotel adalah jenis akomodasi yang dikelola secara
komersial dan profesional, disediakan bagi setiap orang untuk
mendapatkan pelayanan penginapan, makan dan minum serta
pelayanan lainnya. Bangunan yang dikelola secara komersil dengan
memberikan fasilitas penginapan untuk masyarakat umum dengan
fasilitas sebagai berikut :
Jasa Penginapan
Pelayanan Makanan dan Minuman
Pelayanan Barang Bawaan
Pencucian Pakaian
Penggunaan Fasilitas Perabot dan hiasan-hiasan yang ada di dalamnya
Pengertian Hotel menurut Sulastiyono (2011:5). Hotel adalah suatu
perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan
makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang
melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai
dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus.
Selestinus Ardianto ( 4201927004)
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PROGRAM STUDI D-IV ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
Jalan Jendral Ahmad Yani – Pontianak 78124, Kalimantan Barat
Telepon: (0561)736180, Faksimile: (0561)740143, Kotak Pos: 1286
2.1.3. Klasifikasi Hotel
Berdasarkan Keputusan DIRJEN PARIWISATA No 14 / U/1988, tentang
usaha dan pengelolaan Hotel menjelaskan bahwa Klasifikasi Hotel menggunakan
sistem bintang. Dari kelas terendah diberi bintang satu, sampai kelas tertinggi
yaitu Hotel Bintang lima. Sedangkan untuk hotel-hotel yang tidak memenuhi
standar kelima kelas tersebut atau yang berada di bawah standar minimum yang
ditentukan disebut Hotel non bintang. Pernyataan penentuan kelas hotel ini
dinyatakan oleh Dirjen Pariwisata dengan sertifikat yang dikeluarkan dan
dilakukan tiga tahun sekali dengan tata cara pelaksanaan ditentukan oleh Dirjen
Pariwisata. Dasar penilaian yang digunakan antara lain mencakup :
Persyaratan Fisik, meliputi Lokasi Hotel dan kondisi bangunan
Jumlah kamar yang tersedia
Bentuk Pelayanan yang diberikan
Kualitas tenaga kerja, meliputi pendidikan dan kesejahteraan karyawan
Fasilitas olahraga dan rekreasi lainnya yang tersedia seperti kolam renang
lapangan tenis dan diskotik.
Secara garis besar Klasifikasi Hotel Berbintang adalah sebagai berikut :
a. Hotel Bintang Satu
Jumlah Kamar Standar minimal 15 kamar dan semua dilengkapi
dengan kamar mandi dalam,
Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 20 m2 untuk
kamar double dan 18 m2 untuk kamar single
Ruang Public luas 3m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri
dari lobby, ruang makan (> 30m2) dan bar.
Pelayanan akomodasi berupa penitipan barang berharga.
b. Hotel Bintang Dua
Jumlah Kamar Standar minimal 20 kamar (termasuk minimal 1
suite room, 44 m2 ).
Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 20 m2 untuk
kamar double dan 18 m2 untuk kamar single
Selestinus Ardianto ( 4201927004)
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PROGRAM STUDI D-IV ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
Jalan Jendral Ahmad Yani – Pontianak 78124, Kalimantan Barat
Telepon: (0561)736180, Faksimile: (0561)740143, Kotak Pos: 1286
Ruang Public luas 3m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri dari
lobby, ruang makan (> 75 m2 ) dan bar
Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berharga,
penukaran uang asing, postal service dan antar jemput.
C. Hotel Bintang Tiga
Jumlah Kamar Standar minimal 30 kamar (termasuk minimal 1 suite
room, 48 m2 ). Karakteristik Kinerja Hotel Uniq di Yogyakarta
ditinjau dari Aspek Desain dan Efisiensi Energi dengan Penekanan
Studi pada Penerapan Metode EDGE Buildings versi 2.07
Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 22 m2 untuk kamar
single dan 26 m2 untuk kamar double.
Ruang Publik luas 3m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri dari
lobby, ruang makan (> 75 m2 ) dan bar.
Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berharga,
penukaran uang asing, postal service, dan antar jemput.
d. Hotel Bintang Empat
Jumlah Kamar Standar minimal 50 kamar (termasuk minimal 3 suite
room, 48 m2 )
Untuk ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 24 m2 untuk
kamar single dan 28 m2 untuk kamar double
Ruang Public luas 3 m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri dari
kamar mandi, ruang makan (>100 m2 ) dan bar (> 45 m2 )
Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berharga,
penukaran uang asing, postal service dan antar jemput.
Fasilitas penunjang berupa ruang linen (> 0,5 m2 x jumlah kamar),
ruang laundry (> 40 m2 ), dry cleaning (>20 m2 ), dapur (> 60% dari
seluruh luas lantai ruang makan).
Fasilitas tambahan : pertokoan, kantor biro perjalanan, meskapai
perjalanan, drugstore, salon, function room, banquet hall, serta
fasilitas olahraga dan sauna.
Selestinus Ardianto ( 4201927004)
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PROGRAM STUDI D-IV ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
Jalan Jendral Ahmad Yani – Pontianak 78124, Kalimantan Barat
Telepon: (0561)736180, Faksimile: (0561)740143, Kotak Pos: 1286
e. Hotel Bintang Empat
Jumlah Kamar Standar minimal 100 kamar (termasuk minimal 4
suite room, 58 m2 )
Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 26 m2 untuk kamar
single dan 52 m2 untuk kamar double
Ruang Public luas 3 m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri dari
lobby, ruang makan (>135 m2 ) dan bar (> 75 m2 )
Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berharga,
penukaran uang asing, postal service dan antar jemput
Fasilitas penunjang berupa ruang linen ( > 0,5 m2 x jumlah kamar ),
ruang laundry ( > 40 m2 ), dry cleaning ( > 30 m2 ), dapur (60 % dari
seluruh luas lantai ruang makan)
Fasiltas tambahan : pertokoan, kantor biro perjalanan, meskapai
perjalanan, drugstore, salon, function room, banquet hall, serta
fasilitas olahraga dan suana.
Dengan adanya klasifikasi hotel tersebut dapat melindungi konsumen
dalam
memperoleh fasilitas yang sesuai dengan keinginan. Memberikan bimbingan pada
pengusaha hotel serta tercapainya mutu pelayanan yang baik.
Selestinus Ardianto ( 4201927004)