PERBEDAAN & PERBANDINGAN PTK DENGAN PENELITIAN NON
PTK/PENELITIAN FORMAL LAINNYA
Dosen Pengampu:
Dr. H. Agung Muttaqien, [Link].
Disusun oleh :
Nur Arifin Hidayad (F.2010260)
Pahmi Ritonga (F.2010261)
Arif Padriansyah (F.2010601)
Aeni Mauliawati Nurisman (F.2010249)
Salsabila Liyani (F.2010091)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS AGAMA ISLAM DAN PENDIDIKAN GURU
UNIVERSITAS DJUANDA
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................1
BAB 1 PENDAHULUAN.....................................................................................................................2
A. Latar Belakang Masalah............................................................................................................2
B. Rumusan Masalah......................................................................................................................2
C. Tujuan Penulisan.......................................................................................................................2
BAB 2 PEMBAHASAN.......................................................................................................................3
A. Perbedaan Penelitian Tindakan Kelas dengan Penelitian Formal Lainnya.................................3
B. Perbandingan Penelitian Tindakan Kelas dengan Penelitian Research and Development (RnD)
5
C. Perbandingan Penelitian Tindakan Kelas dengan Penelitian Eksperimen..................................6
D. Perbandingan PTK dengan Penelitian Kausal Komparatif..........................................................9
BAB 3 PENUTUP...............................................................................................................................11
A. Kesimpulan..............................................................................................................................11
B. Saran........................................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................12
1
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sistem pendidikan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa dekade
terakhir. Dari mengalihkan fokus ke pendidikan kejuruan untuk menggunakan metode
dan teknik yang lebih baik dalam proses belajar mengajar, itu telah melalui proses
yang panjang. Namun dengan adanya perubahan, perkembangan, dan pembenahan
yang dilakukan selama ini, masih terdapat sedikit permasalahan yang masih belum
terselesaikan seperti permasalahan terkait kedisiplinan atau ketidakhadiran atau
kelelahan atau kebosanan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu seperti
Sejarah, IPA atau Matematika. Ini bukanlah masalah misterius yang tidak dapat
diselesaikan. Namun, memang benar bahwa di setiap kelas, sebarapa pun efisiennya
seorang guru, ditemukan beberapa kasus seperti itu yang sulit untuk dipahami.
Secara tradisional, siswa seperti itu disebut sebagai apatis. Namun, pemberian
nama kepada siswa seperti itu dan memasukkannya ke dalam kategori tertentu tidak
mengakhiri tugas dan tanggung jawab guru.
Dengan demikian, makalah ini dibuat untuk dapat menganalisis perbedaan dan
perbandingan penelitian tindakan kelas dengan penelitian formal lainnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa perbedaan PTK dengan penelitian formal lainnya?
2. Apa perbandingan PTK dengan penelitian formal lainnya?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui perbedaan PTK dengan penelitian formal lainnya.
2. Untuk memahami perbandingan PTK dengan penelitian formal lainnya.
2
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Perbedaan Penelitian Tindakan Kelas dengan Penelitian Formal
Lainnya
Penelitian Formal Classroom Action research
Dilakukan oleh orang lain Dilakukan oleh guru atau dosen
Sampel harus representative Kerepresentaifan sampel tidak diperhatikan
Instrumen harus valid dan reliable Instrumen yang valid dan reliable tidak
diperhatikan
Menuntut penggunaan analisis Tidak diperlukan analisis statistik yang rumit
statistic
Mempersyaratkan hipotesis Tidak selalu menggunakan hipotesis
Mengembangkan teori Memperbaiki praktik pembelajaran secara
langsung
Action Research berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan menguji
hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). Action research lebih
bertujuan memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual, dan hasilnya tidak untuk
digeneralisasi. Sekalipun demikian, hasil action research dapat saja diterapkan oleh
orang lain yang mempunyai latar yang mirip dengan peneliti. Perbedaan antara
penelitian formal dengan classroom action research disajikan dalam tabel berikut1:
Adapun perbedaan penelitian tindakan kelas dengan penelitian formal menurut
Hari Sulistiyo dalam buku Penelitian Tindakan Kelas: Teori Dan Penerapannya,
diantaranya:
What? Other research Action research
Who? Conducted by university Conducted by the educationist
professors, and scholars. (teachers and head of the
institutions)
Where? In environment where variables In schools and classrooms.
can be controlled.
How? Using rigorous research design to Using less controlled procedures to
show a cause-effect relationship. understand the effects of some
Major attention is given to educational intervention. Changes
reducing error and bias. are made during the study.
Why? To obtain knowledge that is To obtain knowledge that can be
generalizable and to develop and applied directly to the local
test educational theories. classroom situation and to give the
participating teachers in service
training.
Untuk memahami konsep perbedaan tersebut dapat diringkas sebagai berikut:
1. Tujuan:
1
(N, Indra; S, Hasan; P, Rahmadanni; Devi S, W; Fakhrurrazi; Khermarinah; M, Syibran; W, Jumira; Roberta U,
H; Harizahayu; A, Dedi; W, Abdul; Romdloni; Amalia N, A; I Dewa G, A, R, B, 2021)
3
Penelitian Non PTK: Mengembangkan & menguji teori-teori pendidikan.
Penelitian Tindakan Kelas: Temukan solusi untuk masalah tertentu dalam suatu
situasi.
2. Pelatihan
Penelitian Non PTK: Pelatihan unggul diperlukan dalam Metodologi Penelitian.
Penelitian Tindakan Kelas: Dibutuhkan pelatihan terbatas.
3. Pemilihan Masalah:
Penelitian Non PTK: Studi luas dilakukan untuk memilih suatu masalah.
Penelitian Tindakan Kelas: Masalah diidentifikasi oleh guru dalam proses belajar
mengajar.
4. Hipotesis:
Penelitian Non PTK: Hipotesis yang sangat spesifik dibentuk.
Penelitian Tindakan Kelas: Hipotesis Tindakan dikembangkan.
5. Tinjauan Sastra:
Penelitian Non PTK: Studi literatur yang luas & menyeluruh.
Penelitian Tindakan Kelas: Tidak diperlukan tinjauan menyeluruh seperti itu.
6. Contoh:
Penelitian Non PTK: Diperlukan ukuran sampel yang besar.
Penelitian Tindakan Kelas: Guru mengambil siswa di kelas sebagai sampel.
7. Analisis Data:
Penelitian Non PTK: Analisis kompleks dilakukan.
Penelitian Tindakan Kelas: Analisis yang sangat sederhana dilakukan.
8. Kesimpulan:
Penelitian Non PTK: Dalam bentuk pengembangan teori atau generalisasi.
Penelitian Tindakan Kelas: Dalam bentuk hasil tertentu.
9. Penerapan Hasil:
Penelitian Non PTK: Generalisasi memiliki penerapan yang luas.
Penelitian Tindakan Kelas: Hasil diimplementasikan dalam situasi kelas untuk
melihat hasilnya.
Apabila ditinjau dari Aspek dan Dimensi, maka perbedaan dapat dipaparkan
sebagai berikut:
No. Aspek PTK No. PTK
1 Peneliti Guru Orang luar
2 Rencana peneliti Dilakukan guru dengan pihak luar Oleh peneliti
sebagai supporting
3 Munculnya Guru yang mampu merasakan Dirasakan oleh pihak
masalah (mungkin dengan bantuan orang luar) luar
4 Ciri Utama Dibutuhkan tindakan yang berulang Tindakan perbaikan
untuk perbaikan belum tentu ada
4
5 Peran Guru Guru sekaligus peneliti Objek penelitian
6 Tempat Penelitian Kelas Dimanapun
7 Proses Dilakukan guru sendiri dan teman Peneliti
Pengumpulan Data sejawat membantu
8 Hasil Penelitian Guru memanfaatkan hasil penelitian Menjadi milik peneliti
yang dilakukan
No Dimensi PTK No. PTK
.
1 Motivasi Kegiatan/respon siswa Kebenaran
2 Sumber Diagnostik kondisi di Deduktif induktif
Masalah kelas
3 Tujuan Memperbaiki praktik Verifikasi & menemukan teori
sekarang dan disini
4 Peneliti yang Guru Pihak yang memiliki interest
terlibat yang sama
5 Sampel Kasus khusus Sampel representatif
6 Metodologi Longgar tapi berusaha Baku dengan objektivitas dan
objektif, jujur, tidak ketidakmemihakan yang
memihak (impartiality) terintegrasi (build in objectivity)
7 Penafsiran Refleksi oleh praktisi yang Mendeskripsikan,
Hasil membangun menyimpulkan, membentuk teori
Penelitian
8 Hasil Akhir Perubahan pada subjek Materi maupun teori yang dapat
penelitian (proses dan diuji
produk)
B. Perbandingan Penelitian Tindakan Kelas dengan Penelitian Research
and Development (RnD)
Perbandinga PTK RnD
n
Definisi Metode yang digunakan untuk refleksi Metode untuk menghasilkan
diri guru dan memperbaiki kinerjanya produk atau menyempurnakan
suatu produk tertentu
5
Tujuan Pemberdayaan, peningkatan mutu
Menemukan, mengembangkan
belajar dan peningkatan kemampuan dan memvalidasi suatu produk
Ciri Utama Ada tindakan untuk perbaikan yang a. Studi mencari temuan awal
berulang. Penelitian dalam berbagai b. Mengembangkan produk
bidang seperti model, pendekatan, berdasarkan temuan
metode, teknik, perangkat/media
c. Uji lapangan dalam
pembelajaran kondisi nyata
d. Revisi untuk perbaikan
kelemahan
e. Seminar publikasi
Peneliti Guru Orang selain guru (misal
umum/mahasiswa)
Implementasi Kelas yang bermasalah/dituju Satu kelompok/kelas
Contoh Meningkatkan prestasi belajar melalui Pengembangan media
model pembelajaran project based interaktif untuk mata pelajaran
learning pada materi keanekaragaman biologi materi virus
hayati
C. Perbandingan Penelitian Tindakan Kelas dengan Penelitian
Eksperimen
ASPEK PTK EKSPERIMEN
Pendekatan Naturalistic – kualitatif Positivisme - kuantitatif
Tujuan Peningkatan atau pemberdayaan Penemuan dan ferifikasi
Situasi Alami apa adanya Lingkungan dikendalikan
Subjek Satu kelas diambil secara Minimal dua kelas setara
purposive kondisinya, diambil secara
acak
Perlakuan/Tindakan Tindakan bersiklus Perlakuan sekali selesai
Paket yang Paket Tindakan awal disiapkan, Satu paket Tindakan
diberikan kemudian berkembang pada siklus dilaksanakan sampai selesai
berikutnya
Peneliti In sider Out of sider
Hipotesis Tindakan berdampak pada sesuatu Ada – tidaknya hubungan
yang yang diharapkan dua ubahan
Instrument Hanya rambu rambu, berkembang Reliabel dan valid
di lapangan
Pengambilan data Pengamatan terhadap proses dan Pengamatan terhadap hasil
hasil
Analisis data Reduksi, paparan dan Uji beda
penyimpulan
Hasil Proses dan dampak. Tidak dapat Ada atau tidak ada dampak.
digeneralisir Dapat digeneralisir
Penjelasan lebih rinci dapat kita simpulkan sebagai berikut:
1. Pendekatan
Penelitian eksperimen menggunakan pendekatan positivisme-kuantitatif.
Positivisme adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif yang pada
umumnya digunakan dalam penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis
6
pengaruh atau hubungan antar variabel yang diteliti. Kesimpulan hasil penelitian
diinterpretasikan dari hasil analisis data yang menggunakan rumus matematik.
Penelitian tindakan menggunakan pendekatan naturalistik. Pada pendekatan
ini, penelitian tidak dilakukan untuk menguji hipotesis. Data berbentuk kualitatif
sehingga hasil penelitian cukup dipaparkan secara deskriptif atau apa adanya.
2. Tujuan
Penelitian eksperimen bertujuan untuk menemukan pengaruh perlakuan
(tindakan yang dieksperimenkan) terhadap peningkatan hasil belajar. Verifikasi hasil
penelitian dilakukan dengan membandingkan kelas eksperimen dengan kelas non
eksperimen. Kesuksesan penelitian diukur dengan indikator nilai pada kelas
eksperimen lebih tinggi dari pada kelas non eksperimen.
Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memecahkan masalah nyata yang
terjadi di kelas dan kelas tersebut masih menjadi wewenang guru bidang studi yang
mengadakan penelitian. Secara lebih rinci, PTK bertujuan untuk:
(1) meningkatkan mutu isi, proses dan hasil pembelajaran di kelas;
(2) meningkatkan kemampuan dan sikap profesional guru;
(3) menumbuhkan budaya akademik sehingga tercipa sikap proaktif dalam
perbaikan mutu pembelajaran.
Penelitian tindakan kelas hanya menggunakan satu kelas. Indikator
keberhasilan diukur dari peningkatan sebelum dan sesudah pembelajaran. Penelitian
dinyatakan berhasil apabila tindakan dapat membuat orang yang sebelumnya kurang
berdaya menjadi lebih berdaya.
3. Situasi
Situasi kelas dalam penelitian eksperimen yang dapat mempengaruhi hasil
belajar dikendalikan. Penelitian eksperimen minimal menggunakan dua kelas yaitu
satu kelas sebagai kelas perlakuan yang dikenai tindakan dan satu kelas berikutnya
sebagai kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan. Dua kelas yang akan dibandingkan
tersebut dibuat dalam kondisi yang setara, baik kemampuan awalnya, peralatan
pembelajaran, materi pelajaran, lingkunganmaupun guru yang menyampaikan
pelajaran.
Pada penelitian tindakan, kelas dibuat alami apa adanya (natural) dan tidak ada
kelas pembanding sehingga tidak memerlukan pengendalian lingkungan belajar.
4. Subjek penelitian
Penelitian eksperimen mengambil subjek atau sampel penelitian yang dipilih
secara acak. Penelitian tindakan mengambil subjek penelitian yang dipilih secara
purposive yaitu pada kelas yang mengalami permasalahan saja. Ukuran sampel
penelitian eksperimen minimal dua kelas sedangkan ukuran sampel penelitian
tindakan cukup satu kelas atau satu kelompok siswa yang mengalami masalah saja.
5. Perlakuan atau tindakan
Penelitian tindakan dan eksperimen memiliki kesamaan yaitu sama-sama
menerapkan pendekatan, metode, strategi atau teknik pembelajaran baru. Penelitian
eksperimen menggunakan istilah perlakuan (treatment) dan penelitian tindakan
menggunakan istilah tindakan (action). Tindakan yang dilakukan dalam kegiatan
penelitian merupakan tindakan yang sengaja dilakukan untuk mencapai tujuan
7
tertentu. Pada umumnya, tindakan yang diterapkan merupakan tindakan baru yang
tidak pernah dilakukan dalam kegiatan sehari-hari.
6. Paket yang diberikan
Penelitian eksperimen menetapkan perlakuan dalam satu paket kegiatan yang
sudah dirancang sebelumnya. Perlakuan (treatment) cukup dilakukan satu kali atau
diulang beberapa kali tetapi dengan cara yang sama.
Penelitian tindakan (action), terdiri dari beberapa siklus yang tiap-tiap siklus
kegiatannya berisi satu paket tindakan. Tindakan siklus pertama disiapkan, kemudian
tindakan siklus berikutnya berkembang sesuai kebutuhan. Selama proses penelitian,
tindakan dapat diubah, diperbaiki atau dilengkapi sesuai dengan situasi yang
ditemukan pada saat penelitian berlangsung. Jumlah putaran atau siklus tidak
ditentukan tetapi tindakan diakhiri sampai masalah dapat dipecahkan dan perilaku
yang diinginkan telah tercapai.
7. Peneliti
Peneliti dalam penelitian eksperimen dapat berada di luar kelas. Desain
eksperimen dirancang oleh peneliti tetapi pelaksanaan eksperimen dan pengambilan
data dapat dilakukan oleh orang lain.
Peneliti dalam penelitian tindakan terlibat secara langsung dalam proses
penelitian. Selama penelitian berlangsung, peneliti melakukan pengamatan, evaluasi
dan refleksi tindakan untuk merancang tindakan pada putaran waktu berikutnya.
8. Hipotesis
Penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji hipotesis: ‘ada atau tidak ada
hubungan/pengaruh antara ubahan (variabel) bebas yaitu perlakuan yang diuji coba
dengan ubahan terikat yaitu perilaku yang diharapkan. Contoh: penelitian yang
berjudul ‘pengaruh media interaktif terhadap kemandirian belajar siswa’. Penelitian
tersebut menguji hipotesis alternatif yang menyatakan ‘Ada pengaruh media interaktif
terhadap kemandirian belajar siswa’. Hipotesis ini harus diuji dengan metode analisis
data statistik inferensial.
Dalam topik penelitian yang sama, hipotesis penelitian tindakan ditulis dengan
pernyataan yang berbunyi: Penerapan media interaktif dapat meningkatkan
kemandirian siswa untuk belajar. Pembuktian hipotesis dilakukan dengan pendalaman
pengamatan
9. Instrumen
Penelitian eksperimen menggunakan instrumen yang sebaiknya memenuhi
validitas (ketepatan) dan reliabilitas (keajegan). Ketepatan dan keajegan instrumen
dapat dibuktikan melalui prosedur yang baku.
Penelitian tindakan menggunakan instrumen yang ditulis rambu-rambunya
saja, setelah dilakukan tindakan, isi instrumen dapat berkembang sesuai dengan
penambahan perilaku yang diobservasi.
10. Pengambilan data
Penelitian eksperimen berorientasi pada hasil. Data pengukuran perilaku
(biasanya berupa nilai ujian) dikumpulkan setelah eksperimen selesai.
Penelitian tindakan berorientasi pada proses dan hasil. Selama tindakan
berlangsung, data sudah mulai dikumpulkan. Data bisanya berupa Pelatihan perilaku-
8
perilaku yang menonjol serta interaksi guru dan siswa selama proses pembelajaran.
Hasil tindakan belum tentu berupa nilai ujian.
11. Analisis data
Analisis data penelitian eksperimen menggunakan uji beda hasil eksperimen
antara dua atau tiga kelompok sampel. Salah satu kelompok sampel merupakan
kelompok kontrol atau kelompok yang tidak diberi perlakuan.
Analisis data penelitian tindakan dilakukan dengan deskriptif kualitatif.
Apabila diperoleh data kuantitatif, hasil penelitian dipaparkan secara deskriptif karena
tidak memenuhi persyaratan untuk dianalisis secara statistik terutama dari sisi
pengambilan sampelnya.
Perlu diingatkan kembali bahwa analisis data statistik inferensial menuntut
sampel yang dipilih secara acak. Kesimpulan hasil penelitian diinterpretasikan dari
hasil analisis data. Dalam penelitian tindakan, sampel tidak pernah dipilih secara acak
karena tindakan hanya diterapkan pada kelas khusus yang mengalami masalah.
Analisis data penelitian tindakan dimulai dari pengelompokan data, reduksi atau
pengurangan data yang sama atau kurang bermakna. Pemaparan hasil penelitian
dilakukan dengan cara menginterpretasikan data yaitu membandingkan data dengan
hasil penelitian lain atau teori sebelumnya.
12. Hasil Penelitian
Laporan hasil penelitian eksperimen memaparkan hasil dan dampak sesudah
perlakuan (eksperimen).
Penelitian tindakan melaporkan hasil penelitian mulai dari proses, hasil
tindakan sampai pada dampaknya.
Kesimpulan hasil penelitian eksperimen dapat digeneralisasikan untuk seluruh
wilayah populasi sedangkan kesimpulan hasil penelitian tindakan hanya berlaku bagi
kelompok sampel yang diteliti.
Pada penelitian eksperimen, ada kemungkinan perlakuan sama dapat
memperoleh hasil yang sama pula asalkan semua variabel atau lingkungan
eksperimen yang berpengaruh terhadap hasil penelitian dikendalikan
D. Perbandingan PTK dengan Penelitian Kausal Komparatif
Perbedaan PTK Penelitian Kausal Komparatif
Definisi Learning by doing (O’Brien Mengomparasi (membanding-
1998). bandingkan)
Kelompok Satu Lebih dari satu
subyek
Pemberian Baru akan diterapkan Telah terjadi / telah diterima
variabel
Prosedur Perencanaan, tindakan, Perencanaan dan pengamatan
penelitian pengamatan, dan refleksi
Kata kunci “Implementasi...”, “Pelaksanaan”, “Perbandingan...”, dll
dll
Jenis Kualitatif Kuantitatif
penelitian
9
Teknik Analisis kualitatif Analisis statistik
analisis data
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Kajian Aspek Produksi dan Partisipasi
Biologi Dalam Jaringan Kelas XI Masyarakat Terhadap Pelestarian
SMAN 1 Tolitoli Tahun Ajaran Hutan Kabupaten Banyuwangi, Jawa
2022/2023 Timur pada 2004
10
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
11
DAFTAR PUSTAKA
Leon A, A; Arbaul F; Dedi S, N; Hari S; Fitriyanti; Bayu P, S; Aulia N, K; Nia A, N; Tarjo; Suwarno; Dina
C,; Valendra G, S, P; Ibnu S; Mia N. (2021). PENELITIAN TINDAKAN KELAS: TEORI DAN
PENERAPANNYA. Indramayu: Penertib Adab.
N, Indra; S, Hasan; P, Rahmadanni; Devi S, W; Fakhrurrazi; Khermarinah; M, Syibran; W, Jumira;
Roberta U, H; Harizahayu; A, Dedi; W, Abdul; Romdloni; Amalia N, A; I Dewa G, A, R, B.
(2021). Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru Inspiratif. Indramayu: Penerbit Adab.
Universitas Negeri Yogyakarta. (2023, March 14). HAKEKAT DAN MODEL PTK SERTA
PERBANDINGANNYA DENGAN JENIS PENELITIAN LAIN. Retrieved from studocu:
[Link]
12