0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan30 halaman

Modul Praktek Ibadah PAI SMK 2 Bandar

Modul ini membahas tentang pemahaman dalam pembacaan Al-Quran seperti adab-adab membaca Al-Quran, kaidah-kaidah pembacaan, dan ilmu tajwid. Modul ini juga membahas tentang hafalan ayat-ayat Al-Quran, shalat fardhu, dzikir dan doa setelah shalat, serta penyelenggaraan jenazah."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan30 halaman

Modul Praktek Ibadah PAI SMK 2 Bandar

Modul ini membahas tentang pemahaman dalam pembacaan Al-Quran seperti adab-adab membaca Al-Quran, kaidah-kaidah pembacaan, dan ilmu tajwid. Modul ini juga membahas tentang hafalan ayat-ayat Al-Quran, shalat fardhu, dzikir dan doa setelah shalat, serta penyelenggaraan jenazah."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL PRAKTEK IBADAH

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


SMK NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG

PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMK NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah swt yang senantiasa
melimpahkan segala rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat
menyelesaikan modul ini.

Modul ini disusun untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam mengikuti praktek
ibadah pendidikan agama Islam Sesuai dengan kebutuhan peserta didik, maka modul ini
disusun dengan kualifikasi yang sesuai dengan materi praktek .

Teknik penyajian yang diangkat dilakukan secara terpadu yang melihat akan kebutuhan
peserta didik didalam kehidupan bermasyarakat. Cara ini diharapkan bisa meminimalisir
terjadinya ihtilaf peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama di lingkungan
masyarakat.

Penyajian modul ini berangkat dari praktek ibadah yang sering di lakukan peserta didik
di sekolah dan dapat menunjang pengetahuan dan penghayatan jiwa Religius peserta
didik dan sesuai dengan Visi SMK Negeri 2 Bandar Lampung yaitu Unggul Dan
Religius.

Penyusun mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu


sehingga dapat diterbitkannya modul ini. Penyusun juga merasa bahwa modul ini jauh
dari sempurna, oleh karena itu segala masukan baik berupa saran maupun kritik yang
membangun sangat diharapkan.

Akhirnya semoga modul ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin belajar dan
mendalami praktek ibadah.

B. Lampung, 13 Februari 2023


21 Rajab 1444 H
Penyusun

MGMP PAI SMKN 2 [Link]

ii
iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................... i


KATA PENGANTAR ................................................................................. ii
LEMBARAN PENGESAHAN ................................................................... iii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 5
A. Latar Belakang .................................................................................. 5
B. Deskripsi Singkat .............................................................................. 5
C. Manfaat dan Tujuan........................................................................... 5
BAB II ISI MATERI................................................................................... 6
A. Pemahaman Pembacaan Al-qur’an .................................................... 6
B. Hafalan Ayat dan Arti ....................................................................... 9
C. Shalat Fardhu .................................................................................... 14
D. Dzikir Setelah Shalat ......................................................................... 18
E. Do’a Setelah Shalat ........................................................................... 19
F. Penyelenggaraan Jenazah .................................................................. 20
BAB II PENUTUP ...................................................................................... 25

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tantangan saat ini yang dihadapi oleh pendidikan semakin meningkat karena
tuntutan terhadap kualitas sumber daya manusia yang semakin meningkat. Salah satu
tantangan yang dihadapi secara langsung dalam proses pembelajaran adalah
implementasi terhadap pengetahuan yang dimilikinya, bahkan dalam satu kelas yang
sama terdapat peserta didik dengan kecepatan belajar yang berbeda, sehingga proses
pembelajaran menjadi tidak optimal. Perkembangan zaman yang semakin tinggi
menuntut lulusan untuk memiliki keahlian disamping kemampuan akademik. Peserta
didik harus dibekali sikap religius dan penghayatan yang baik terhadap akidah yang di
yakini nya yang dapat bermanfaat ketika lulus nanti. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu
modul yang sistematis yang dapat membantu guru dalam proses pembelajaran, sehingga
akan mempermudah peserta didik dalam memahami materi sampai dengan
mengaplikasikannya di lingkungan masyarakat kelak. Bahan yang dapat membantu guru
dalam proses pembelajaran tersebut dikenal dengan istilah modul praktek, melihat akan
semua itu musyawarah guru mata pelajaran terhusus mata pelajaran pendidikan Agama
Islam, membuat pedoman husus untuk melaksanakan praktek ibadah di SMK Negeri 2
Bandar Lampung.
B. Deskripsi Singkat
Materi yang akan disampaikan pada modul ini adalah tentang pemahaman dalam
pembacaan Al-qur’an serta mampu menghafal ayat-ayat pilihan di dalam Al-qur’an, serta
dapat membaca dan mempraktek kan ibadah seperti sholat fardu, dzikir ,do’a setelah
sholat dan juga mampu mempraktek kan shalat jenazah. Mempraktek kan perkara ibadah
di dalam kehidupan sehari-hari merupakan puncak dari pengetahuan dan penghayatan
yang sudah didapat selama ini, dan dapat terlihat sikap-sikap akhlakul karimahmya.
C. Manfaat dan Tujuan
Manfaat dan Tujuan pembuatan modul praktek ibadah pendidikan agama Islam adalah
untuk Mempermudah peserta didik dalam memahami materi pembelajaran praktek
ibadah serta menggugah ke inginan peserta didik untuk dapat mengimplementasikan dan
penghayatan ajaran-ajaran agama Islam.

5
BAB II
ISI MATERI

A. Pemahaman Pembacaan Al-qur’an

Pembelajaran membaca al-Qur’an terdiri dari tiga kata, yakni pembelajaran,


membaca, dan al-Qur’an. Ketiga kata tersebut tidak dapat berdiri sendiri melainkan
mempunyai hubungan yang erat antara satu dengan yang lainnya. Sehingga ketiganya
mempunyai pengertian yang integral yaitu pengertian pembelajaran membaca al-Qur’an
atau tentang pembelajaran membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kalam Allah yang
mengandung mukjizat, yang diturunkan kepada nabi dan rasul terakhir dengan perantara
malaikat Jibril AS yang ditulis dalam mushaf disampaikan secara mutawatir dan
merupakan ibadah bagi yang membacanya, yang diawali surat al-Fatihah dan diakhiri
surat an-Nas” Secara keseluruhan yang dimaksud pengertian pembelajaran membaca al
Qur’an adalah sebuah proses yang menghasilkan perubahan
perubahan kemampuan melafalkan kata-kata, huruf atau abjad al-Qur’an yang diawali
huruf ( ‫ )ء‬sampai dengan huruf (‫ )ي‬yang dilihatnya dengan mengerahkan beberapa
tindakan melalui pengertian dan mengingat-ingat. Berikut ini adab-adab yang harus di
perhatikan ketika ataupun sedang membaca Al-qur’an :
1. Yang pertama memulai membaca Alquran dengan isti’adzah. Kalimat isti’adzah atau
taawudz merupakan sebuah doa untuk memohon penjagaan dan perlindungan dari
godaan setan.

2. Yamg kedua membaca Alquran dalam keadaan suci, duduk dengan sopan dan tenang.
Ketika membaca Alquran seorang Muslim dianjurkan dalam keadaan suci dari najis
Baik itu badan, pakaian, maupun tempat membaca Alquran harus terbebas dari najis.
3. Yang ketiga yaitu membaca dengan tartil. Membaca dengan tartil (pelan) dan tidak
terburu-buru, agar dapat menghayati setiap ayat yang dibaca.
4. Dan yang keempat membaca Al Quran dengan tidak mengganggu orang lain yang
sedang beribadah,.
Adab-adab tersebut merupakan patokan bagi seorang muslim untuk
mendapatkan kesempurnaan dalam membaca Al-quran . Dengan demikian,

6
diharapkan agar setiap Muslim selalu menjaga adabnya dalam mempelajari ataupun
membaca kitab suci Alquran .
Selain itu kita juga harus dapat memahami kaidah-kaidah pembacaan Al-
qur’an sehinnga mahrojal huruf nya dibaca dengan benar sesuai dengan ilmu
tajwidnya. Bagi umat muslim, membaca Al-quran dengan baik dan benar adalah
sebuah kewajiban. Membaca Al-Quran harus benar dan tartil, serta harus tahu kapan
harus berhenti dan kapan harus melanjut bacaan. Maka dari itu, supaya membaca Al-
Quran bisa dengan baik dan benar harus mempelajari ilmu tajwid. Dengan membaca
Al-Quran secara perlahan, akan membantu untuk memahami dan merenungkan makna
dari bacaan Al-Quran. Di bawah ini akan lebih dijelaskan mengenai hukum-hukum
ilmu tajwid. Tajwid adalah istilah dari bahasa Arab yang secara harfiah memiliki
makna ‘melakukan sesuatu dengan indah atau bagus’. Tajwid berasal dari kata
‘Jawadda’. Tajwid juga berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan
memberikan sifat yang ada pada setiap huruf. Secara garis besar, ilmu tajwid adalah
ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara mengucapkan huruf-huruf yang ada di
dalam kitab suci Al-Quran. Pengetahuan tentang ilmu tajwid yang sebenarnya adalah
Fardhu Kifayah, artinya setidaknya ada satu orang di setiap komunitas yang bisa atau
paham tentang ilmu tersebut. Mayoritas ulama sepakat bahwa tidak wajib menerapkan
hukum tajwid. Berikut adalah hukum tajwid dan Huruf nya
1) Sukun dan Tanwin
a) Idzhar

Apabila nun mati atau tanwin


bertemu dengan huruf-huruf
idzhar, maka cara membacanya
yaitu jelas, terang. Huruf-huruf
idzhar ini dibaca jelas karena
tempat keluarnya huruf-huruf
tersebut adalah mulut, ada pada
kerongkongan atau tenggorokan.

Huruf-huruf idzhar:

7
b) Idgham Bigunnah

Apabila nun mati atau tanwin bertemu


dengan huruf-huruf idgham bigunnah
maka dibacanya dengan mendengung.
Idgham artinya memasukkan, dan
bigunnah artinya mendengung. Jadi cara
membacanya dengan ditasydidkan ke
dalam salah satu huruf idham dengan
suara yang mendengung.

Huruf Idgham Bigunnah :

c) Idgham Bilagunnah

Apabila nun mati atau tanwin bertemu


dengan huruf-huruf idgham bilagunnah
maka dibacanya dengan dimasukkan
namun tidak berdengung. Idgham artinya
memasukkan, dan bilagunnah artinya
tidak mendengung. Jadi cara
membacanya dengan ditasydidkan ke
dalam salah satu huruf idham dengan
suara yang tidak mendengung.

Huruf-huruf idgham bigunnah:

8
d) Iqlab

Apabila nun mati atau tanwin bertemu


dengan huruf iqlab maka dibacanya
dengan ditukar. Iqlab artinya meleburkan
atau lebih mudahnya cara membacanya
dengan menukar huruf menjadi huruf
mim.

Huruf iqlab:

e) Ikhfa Haqiqi

Apabila nun mati atau tanwin


bertemu dengan huruf-huruf ikhfa
haqiqi, maka dibacanya dengan
samar-samar. Ikhfa artinya
menyamar atau menyembunyikan
sedangkan haqiqi artinya sungguh-
sungguh. Jadi cara membacanya
harus terang dengan adanya
dengung.

Huruf-huruf Ikhfa Haqiqi:

B. Hafalan Ayat dan Arti


Mengasah kemampun hafalan peserta didik merupakan tuntutan dari pengamalan
komponen-komponen yang ada didalam kurikulum selain itu berdasarkan ajaran Islam
menghafal ayat-ayat Al-qur’an di nilai sebagai ibadah di tambah lagi peserta didik mampu
menerapkan isi kandungan yang yang terkandung pada ayat tersebut.
Adapun ayat-ayat tersebut dan artinya adalah sebagai berikut:

9
1. Q.S. Ali Imran:3 ayat 190-191

10
2. Q.S. Ali Imran;3 ayat 159

11
3. Q.S. Luqman;31 ayat 13-14

12
4. Q.S. Al-Baqarah;2 ayat 83

13
C. Shalat Fardhu

1. Pengertian Sholat Fardhu


Shalat Fardhu adalah shalat dengan status hukum fardhu, yakni wajib dilaksanakan.
Shalat fardhu sendiri menurut hukumnya terdiri atas dua golongan yakni
 Fardhu 'Ain, yakni yang diwajibkan kepada individu. Termasuk dalam shalat ini
adalah shalat lima waktu dan shalat Jumat untuk pria.
 Fardhu Kifayah, yakni yang diwajibkan atas seluruh muslim namun akan gugur dan
menjadi sunnat bila telah dilaksanakan oleh sebagian muslim yang lain. Yang
termasuk dalam kategori ini adalah shalat jenazah.
Shalat lima waktu adalah shalat fardhu (salat wajib) yang dilaksanakan lima kali
sehari. Yang dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari yaitu:
1) Subuh, terdiri dari 2 raka'at. Waktu Shubuh diawali dari terbirnya fajar, yakni cahaya
putih yang melintang di ufuk timur. Waktu shubuh berakhir ketika terbitnya Matahari.
2) Zuhur, terdiri dari 4 raka'at. Waktu Zhuhur diawali jika Matahari telah tergelincir
(condong) ke arah barat hingga bayangan seseorang menyamai panjangnya, dan
berakhir ketika masuk waktu Ashar.
3) Asar, terdiri dari 4 raka'at. Waktu Ashar adalah selama matahari belum menguning.
Waktu Ashar berakhir dengan terbenamnya Matahari.
4) Magrib, terdiri dari 3 raka'at. Waktu Maghrib adalah selama mega merah belum
menghilang yang diawali dengan terbenamnya Matahari, dan berakhir dengan
masuknya waktu Isya.
5) Isya, terdiri dari 4 raka'at. Waktu Isya adalah hingga separuh malam yang tengah yang
diawali dengan hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit barat, dan berakhir hingga
terbitnya fajar keesokan harinya.
Khusus pada hari Jumat, Muslim laki-laki wajib melaksanakan Shalat Jumat di
masjid secara berjamaah (bersama-sama) sebagai pengganti Salat Zhuhur. Shalat Jumat
tidak wajib dilakukan oleh perempuan, atau bagi mereka yang sedang dalam perjalanan
(musafir)
2. Tata Cara Shalat Fardhu
Secara umum, shalat fardhu lima waktu ini memiliki cara pelaksanaan yang sama
satu dengan lainnya. Hanya saja, perbedaannya terletak pada niat, jumlah rakaat, dan
waktunya. Berikut rinciannya;

14
1) Takbiratul ihram, yaitu membaca Allâhu Akbar saat memulai shalat. Dengan
takbiratul ihram, berarti kita sudah benar-benar masuk dalam shalat. Sehingga, apa
yang sebenarnya boleh dilakukan sebelum shalat, seperti makan dan minum
misalnya, saat itu sudah tak boleh lagi.
2) Memasang/membacakan niat bersamaan dengan takbiratul ihram.
3) Berdiri bagi yang mampu.
4) Membaca surat al-Fatihah. Bila tidak bisa maka membaca ayat apa pun dalam surat
dalam Al-Qur’an yang diketahuinya. Boleh membaca dzikir-dzikir bila tak satu pun
ayat yang diketahui. Jika tetap tak bisa maka cukup dengan berdiam yang lamanya
seukuran orang membaca al-Fatihah.
5) Ruku’ sambil membaca, Subhâna rabbiyal ‘adhîmi wa bihamdihi, “Maha suci
Tuhanku yang maha agung dengan segala pujian-Nya” tiga kali.
6) I’tidal sambil membaca, Sami’allâhu liman hamidah rabbanâ lakal hamdu, “Semoga
Allah mengabulkan panjatan doa hamba yang memuji-Nya”.
7) Sujud sambil membaca, Subhâna rabbiyal a’la wa bihamdihi, “Mahasuci Tuhanku
yang Mahatinggi dengan segala pujian-Nya” tiga kali.
8) Duduk di antara dua sujud sambil membaca, Rabbighfirlî warhamnî wajburnî
warfa’nî warzuqnî wahdinî wa‘âfinî wa‘fu ‘annî, “Ya Tuhan, ampunilah diri ini,
sayangilah, perbaikilah, dan angkatlah derajat hamba, berilah hamba rizki dan
ampunan sebanyak-banyaknya”.
9) Thuma’ninah (diam, tidak bergerak sejenak) dalam empat rukun sebelumnya.
10) Membaca tasyahud awal dan akhir.
11) Membaca shalawat Nabi setelah tasyahud akhir.
12) Duduk untuk membaca shalawat Nabi, tasyahud akhir, dan salam.
13) Melafalkan salam (Assalâmualaikum warahmatullâh).
14) Tertib dalam melakukan setiap rukun di atas.
3. Niat Shalat Fardhu
1) Shalat Subuh

15
2) Shalat Zuhur
3

3) Shalat Ashar

4) Shalat Maghrib

5) Shalat Isya

16
Posisi Badan Ketika Shalat

17
Bacaan Shalat

18
19
20
D. Dzikir Setelah Shalat
1. Membaca Istiqfar 3 Kali

“Aku memohon ampunan kepada Allah yang maha agung tiada Tuhan selain Dia yang
maha hidup lagi maha berdiri sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya”
2. Membaca Kalimat Tauhid
3 Kali

“ Tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah yang maha Esa tiada sekutu bagi-Nya.
Bagi-Nyalah segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia maha kuasa atas segala
sesuatu”
3. Membaca Do’a Jauhkan dari
Api Neraka 3 Kali

“ Ya Allah selamatkanlah kami dari azab api neraka “


4. Membaca Allhumma Anta Salam

“ Ya Allah, Engkau adalah Zat yang


mempunyai kesejahteraan dan dari-
Mu kesejahteraan itu kepada-Mu
akan kembali lagi segala
kesejahteraan itu, Ya Tuhan kami,
hidupkanlah kami dengan
sejahtera.”

21
E. Do’a Seteleah Shalat

22
F. Shalat Jenazah

23
24
25
26
27
Posisi Imam dan Makmum Saat Shalat Jenazah

28
Posisi Saat Shalat Jenazah

29
BAB III
PENUTUP

Pelaksanaan Praktek Ibadah Pendidikan Agama Islam merupakan program


Sekolah di bawah pengawasan bagian kurikulum dan di laksanakan oleh guru mata
pelajaran pendidikan agama Islam serta wajib dikuti oleh seluruh siswa-siswa kelas XII
dua belas di semua jurusan terutama yang beragama muslim yang ada di SMK Negeri 2
Bandar Lampung. Praktek Ibadah ini mampu meningkatkan kompetensi dan kapabilitas
siswa-siswi sebagai bekal menghadapi kehidupan sosial beragama, berbangsa dan
bernegara. Melalui praktek ibadah ini juga dapat memupuk mentalitas keagamaan sebagai
wujud implementasi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Oleh karena itu,
diperlukan kerja keras dan kesungguhan dalam pelaksanaan praktek. Setelah
menyelesaikan pendidikan dibangku sekolah menengah kejuruan nantinya, alumni dapat
menjadi panutan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik di bidangnya. Namun
juga memiliki potensi dan kepekaan terhadap tanggungjawab sosial sebagai seorang
muslim yang patuh terhadap ajaran agama Islam dan dapat mencerminkan jiwa
religiusnya di kehidupan masyarakat, dan semoga modul praktek ibadah ini dapat
bermanfaat sehingga ilmu yang di dapat bermanfaat di kehidupan masyarakat.

30

Anda mungkin juga menyukai