0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
253 tayangan19 halaman

Penilaian Surat Berharga dalam Investasi

Makalah ini membahas tentang penilaian surat berharga seperti saham dan obligasi dengan menjelaskan Return on Investment (ROI) dan beberapa model penilaian seperti model pertumbuhan untuk saham dan penilaian berdasarkan jatuh tempo untuk obligasi."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
253 tayangan19 halaman

Penilaian Surat Berharga dalam Investasi

Makalah ini membahas tentang penilaian surat berharga seperti saham dan obligasi dengan menjelaskan Return on Investment (ROI) dan beberapa model penilaian seperti model pertumbuhan untuk saham dan penilaian berdasarkan jatuh tempo untuk obligasi."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PENILAIAN SURAT BERHARGA


Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen
Investasi Zakat dan Wakaf
Dosen Pengampu:
Dr. Ahmad Supriyadi, [Link].I.

Disusun Oleh:
Kelompok 2
1. Zildjian Danang Abdullah A. (126404202045)
2. Fina Indah Yanti (126404203052)
3. Yasyaak (126404203082)

SEMESTER VI
MANAJEMEN ZAKAT DAN WAKAF 6B
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG
MARET 2023
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena telah memberikan
kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan
hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah dengan tepat waktu.
Sholawat serta salam tidak lupa dipanjatkan kepada junjungan kita nabi besar
Muhammad SAW. Nabi akhir zaman yang menjadi suri tauladan bagi kita semua.
Alhamdulliah dengan segala izin dan ridho-Nya penulis mampu
menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “Penilaian Surat Berharga.”
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas dosen pada mata kuliah Manajemen
Investasi Zakat dan Wakaf di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Selain
itu, penulis juga berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi
pembaca tentang topik penilaian surat berharga.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak lepas dari
bantuan pihak-pihak yang telah membantu dengan semua saran, kritik, sumbangan
fikiran, tenaga, waktu, dan bimbingan yang diberikan kepada penulis. Oleh karena
itu, pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati yang tulus dan penuh rasa
hormat penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:
1. Dr. H. Maftukhin, [Link], selaku Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah
Tulungagung.
2. Dr. H. Dede Nurohman, [Link], selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
3. Siswahyudianto, M.M, selaku Ketua Jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf UIN
Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
4. Dr. Ahmad Supriyadi, [Link].I, selaku dosen pengampu mata kuliah Manajemen
Investasi Zakat dan Wakaf.
5. Ayah dan Ibu yang senantiasa mengiringi penulis dengan doa, motivasi dan
curahan kasih sayang. Terimakasih yang tak terhingga sehingga penulis mampu
menyelesaikan makalah ini.
6. Semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam
menyelesaikan makalah ini.

ii
Semoga amal baik yang diberikan kepada penulis mendapat imbalan dari Allah
SWT.
Penulis menyadari makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,
saran dan kritik yang bersifat membangun diharapkan demi kebaikan dan
kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua.
Aamiin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tulungagung, 10 Maret 2023

Penulis

iii
DAFTAR ISI
Halaman Judul ......................................................................................................... i
Kata Pengantar ........................................................................................................ ii
Daftar Isi................................................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A. Latar Belakang .......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ....................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 3
A. ROI dan Penilaian Surat Berharga ............................................................ 3
B. Saham dengan Model Pertumbuhan ......................................................... 5
C. Penilaian Obligasi: Jatuh Tempo dan Tanpa Jatuh Tempo ..................... 10
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 14
A. Kesimpulan ............................................................................................. 14
B. Saran........................................................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 15

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan produk investasi
syariah, khususnya produk pasar modal menunjukkan pertumbuhan cukup
signifikan. Pada akhir tahun 2015 lalu, pertumbuhan pangsa pasar saham syariah
lebih dominan dibandingkan dengan non syariah. Dilihat dari sisi produk, jumlah
saham syariah tercatat 318 saham atau 61 persen dari total kapitalisasi pasar
saham Indonesia. Selain itu, jumlah saham syariah pada sepanjang 2015
meningkat 34 persen menjadi 318 saham sejak Indeks Saham Syariah Indonesia
(ISSI) diluncurkan pada 2011.1
Aktivitas investasi saham berpeluang memberikan potensi keuntungan
berupa pendapatan dividen dan pendapatan dari selisih harga jual saham
terhadap harga belinya (capital gain). Aktivitas investasi ternyata tidak luput
dengan risiko yang mungkin akan dihadapi oleh investor. Agar keputusan
investasi yang dilakukan tidak salah maka investor perlu melakukan penilaian
sendiri secara cermat terhadap saham-saham yang akan dipilih sehingga dapat
meminimalisir risiko dan untuk menghindari kesalahan dalam mengambil
keputusan investasi. 2
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memaparkan apa yang dimaksud
dengan Return On Investment (ROI), saham dengan model pertumbuhan, dan
juga seputar penilaian obligasi. Maka, selanjutnya akan diuraikan tentang
penilaian surat berharga tersebut untuk membahas dan lebih memperkaya
referensi kita.

1
Dian Maulita, dan Muhammad Arifin, “Pengaruh Return On Investment (ROI) dan Earning Per
Share (EPS) terhadap Return Saham Syariah”, Jurnal Manajemen, Volume 8, No. 1, (2018) hlm.
11.
2
Abdul Halim, Analisis Investasi, Edisis Kedua, Jakarta: Salemba Empat, 2005, hlm. 20.

1
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang dapat
kami tulis sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan ROI dan penilaian surat berharga?
2. Bagaimana saham dengan model pertumbuhan?
3. Bagaimana penilaian obligasi: jatuh tempo dan tanpa jatuh tempo?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui:
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan ROI dan penilaian surat
berharga.
2. Untuk mengetahui bagaimana saham dengan model pertumbuhan.
3. Untuk mengetahui bagaimana penilaian obligasi: jatuh tempo dan tanpa jatuh
tempo.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. ROI dan Penilaian Surat Berharga


Return On Investment (ROI)
ROI adalah rasio yang mengukur tingkat kembalian investasi yang telah
dilakukan perusahaan dari keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang
digunakan untuk kegiatan operasi perusahaan dengan tujuan menghasilkan
keuntungan. Sedangkan untuk melihat besar keuntungan yang bisa diperoleh
dari pertumbuhan perusahaan, investor dapat mempertimbangkan hasil
perhitungan earnings per share (EPS) perusahaan. Jika EPS suatu perusahaan
tinggi, tentu akan menarik para investor yang akan membeli saham tersebut
sehingga menyebabkan harga saham perusahaan akan tinggi.3
Analisa ROI ini sudah merupakaan teknik analisa yang lazim digunakan
oleh pimpinan perusahaan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi
perusahaan. ROI itu sendiri adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang
dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan
keseluruhan dana yang diinvestasikan dalam aktiva yang digunakan untuk
operasi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Dengan demikian Return
On Invesment (ROI) menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasi
perusahaan dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk
menghasilkan keuntungan operasi tersebut.4
Rumus dari Return On Investment (ROI):5

3
Dian Maulita, dan Muhammad Arifin, “Pengaruh Return On Investment (ROI) dan Earning Per
Share (EPS) terhadap Return Saham Syariah”, Jurnal Manajemen, Volume 8, No. 1, (2018) hlm.
11.
4
Munawir, Analisis Laporan Keuangan, Edisi Ke-4, Liberty, Yogyakarta: Ikatan Akuntansi Indonesia
(IAI), 2004, hlm. 89.
5
Kasmir, Analisis Laporan Keuangan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2014, hlm. 202.

3
Manfaat Return On Investment (ROI)
1) Efisiensi Penggunaan Data
Fungsi pertama dari ROI adalah saat sebuah perusahaan sudah menjalankan
praktek akuntansi yang baik maka manajemen dengan menggunakan teknik
analisa ROI dapat mengukur efisiensi penggunaan modal yang bekerja,
efisiensi produksi dan efisiensi bagian penjualan.
2) Mengetahui Kelemahan Perusahaan
Manfaat berikutnya dari ROI adalah dapat membandingkan efisiensi
penggunaan modal pada perusahaannya dengan perusahaan lain yang sejenis,
sehingga dapat diketahui apakah perusahaannya berada di bawah, sama, atau
diatas rata-ratanya. Dengan demikian akan dapat diketahui dimana
kelemahannya dan apa yang sudah kuat pada perusahaan tersebut
dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis.
3) Mengukur Profitabilitas sebuah Perusahaan/Produk
Jika sebuah perusahaan menggunakan “product cost system” yang baik, dari
perhitungan modal dan biaya dapat dialokasikan kepada berbagai-bagai
produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan, maka akan
memudahkan dalam dihitung profitabilitas dari masing-masing produk yang
dihasilkan.
4) Sebagai Alat Kontrol
Fungsi terakhir dari ROI adalah sebagai alat kontrol untuk melihat bagaimana
prospek saat ini sehingga bisa mendapatkan bayangan langkah apa yang
selanjutnya bisa diambil oleh perusahaan.

Faktor yang Mempengaruhi Return On Investment (ROI)


1) Tingkat Turnover dari Operating Asset
Tingkat turnover biasa ditentukan dari tingkat perputaran aktiva yang
digunakan untuk operasional setiap harinya. Ini adalah hal yang menjadi
fundamental dalam sebuah bisnis.
2) Profit Margin
Faktor selanjutnya yang mempengaruhi ROI adalah profit margin yang
dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Anda bisa melihat keuntungan bersih atau

4
laba bersih dari perusahaan untuk menyimpulkan sebuah perusahaan bisa
memiliki ROI yang sesuai atau tidak.

Kelebihan dan Kekurangan Return On Investment (ROI)


1) Kelebihan
• Perhitungan ROI lebih mudah dan sederhana.
• Memberikan gambaran mengenai prospek bisnis di masa depan.
• Rumus yang digunakan general dan bisa diterapkan di berbagai industri.
• Mampu mengukur efisiensi investasi dari segala aspek seperti modal,
biaya operasi, hingga transaksi.
• Membantu Anda membuat keputusan dan juga strategi bisnis yang lebih
efektif.
2) Kekurangan
• Bisa mempengaruhi dividen kas dengan signifikan.
• Sulit menentukan investasi mana yang dampaknya paling besar, karena
semua investasi akan dipukul rata, sehingga tidak bisa mendapatkan detail
investasi mana yang paling menguntungkan.
• Perhitungan ROI rawan tidak akurat karena tidak memasukkan matriks
lainya seperti inflasi, pajak, dan sejenisnya. Sehingga bisa jadi,
perhitungan menjadi tidak aktual dengan keadaan yang ada di lapangan
saat ini.
• Jika Anda ingin membandingkan ROI dari waktu ke waktu, rumus yang
digunakan justru semakin rumit.

B. Saham dengan Model Pertumbuhan


Saham dapat didefinisikan sebagai surat berharga sebagai bukti
penyertaan atau pemilikan individu maupun institusi dalam suatu perusahaan.6
Ketika seorang investor membeli saham suatu perusahaan, maka investor
tersebut secara otomatis menjadi salah satu pemilik dari perusahaan tersebut atau
disebut juga sebagai pemegang saham perusahaan tersebut. Dengan kata lain

6
Pandji Anogara dan Piji Pakarti, Pengantar Pasar Modal, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006, hlm. 58.

5
saham merupakan surat bukti kepemilikan yang dimiliki oleh investor yang
nantinya diharapkan akan mendapat keuntungan di masa yang akan datang dari
perusahaan yang menajadi tempat investasinya.

Jenis-Jenis Saham
Terdapat dua jenis saham, yaitu menurut cara peralihan dan menurut
hak tagihan.7
1. Menurut cara peralihan
• Saham atau unjuk (Bearer Stocks). Tanpa identitas pemilik.
• Saham atas nama (Registered Stocks)
2. Menurut hak tagihan
• Saham biasa (Common Stocks)
Surat berharga yang paling banyak dan luas perdaganganya. Pemegang
surat berharga ini memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham
(RUPS) dan selain memperoleh pembagian keuntungan (devidend) dari
perusahaan juga kemungkinan adanya keuntungan atas kenaikan modal
(nilai) surat berharga tersebut atau disebut dengan capital gain.
• Saham preferen
Saham preferen (preferred stocks) merupakan satu jenis sekuritas ekuitas
yang berbeda dalam beberapa hal dengan saham biasa. Dividen pada
saham preferen biasanya dibayarkan dalam jumlah tetap dan tidak pernah
berubah. Seperti yang disebut dengan istilah preferred (dilebihkan),
pembagian dividen kepada pemegang saham preferen lebih didahulukan
sebelum diberikan kepada pemegang saham biasa.8

Konsep Penilaian Saham


Penilaian saham bertujuan untuk memaksimalkan return dan
meminimalkan risiko investasi saham sehingga seorang investor harus
melakukan analisis penilaian kewajaran harga saham terlebih dahulu terhadap

7
Ibid., hlm. 74.
8
Eduardus Tandelilin, Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Edisi Pertama, Yogyakarta:
BPFE-Yogyakarta, 2001, hlm. 36.

6
saham-saham yang akan dipilihnya untuk selanjutnya menentukan apakah
saham tersebut akan memberikan tingkat return yang sesuai dengan tingkat
return yang diharapkan dan disesuaikan dengan harga saham tersebut. Salah satu
indikator yang sering dijadikan fokus oleh para investor dalam berinvestasi
adalah dengan melihat pergerakan harga atau nilai saham dipasar. Penilaian
saham akan menghasilkan informasi tentang nilai intrinsik yang selanjutnya
akan dibandingkan dengan harga pasar saham untuk menentukan posisi jual atau
beli terhadap suatu saham perusahaan. Nilai intrinsik adalah nilai saham yang
sebenarnya atau yang seharusnya terjadi, nilai ini ditentukan oleh beberapa
faktor fundamental berupa data keuangan historis perusahaan.9 Nilai pasar
adalah nilai saham di pasar yang di tunjukkan oleh harga saham pada periode
tertentu di bursa efek. Secara umum, tujuan analisis investasi merupakan hal
yang mendasar untuk diketahui oleh para pemodal, mengingat tanpa analisis
yang baik dan rasional para pemodal akan mengalami kerugian.10 Kerugian yang
dimaksud adalah saat investor salah memperkirakan dan mengidentifikasi harga
saham (misprice). Penilaian saham sangat diperlukan untuk meminimalisir
kerugian yang ditimbulkan akibat kesalahan dalam mengidentifikasi harga
saham.

Metode Diskonto Dividen dengan Model Pertumbuhan Konstan


Model ini digunakan untuk menilai saham jika dividen yang akan
dibayarkan mengalami pertumbuhan secara konstan selama waktu tak terbatas
dimana gt+1=gt untuk semua waktu t. Model ini mengasumsikan pertumbuhan
dividen selalu stabil dan memasukkannya sebagai salah satu faktor pertumbuhan
dalam rumus penilaian. Berikut langkah-langkah untuk menghitung nilai
intrinsik saham dengan menggunakan metode diskonto dividen dengan model
pertumbuhan konstan.

9
Eduardus Tandelilin, Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi, Edisi Kedua, Yogyakarta: Kanisius,
2010, hlm. 301.
10
Sunariyah, Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2006, hlm. 168.

7
1. Menghitung Tingkat Pertumbuhan Dividen (g).11
g = ROE x retention rate
Retention rate = 1 – Dividend Payout Ratio
Dividen Payout Ratio = Dividend Per Share (DPS) / Earning Per Share (EPS)
Keterangan:
g = Tingkat pertumbuhan dividen
ROE = Laba bersih atas modal sendiri
DPS = Dividen yang dibagikan per lembar saham
EPS = Earning yang didapatkan per lembar saham
2. Menentukan Estimasi Dividen yang diharapkan di masa depan.12
D𝑡 = D0 (1 + g)𝑡
Keterangan:
D𝑡 = Estimasi dividen yang diharapkan tahun t
D0 = Dividen tahun terakhir diterima atau dibagikan
g = tingkat pertmbuhan dividen
T = tahun ke-t
3. Menghitung Tingkat Pengembalian yang diharapkan (required rate of
return).13
D
K=P +g
0

Keterangan
k = Tingkat return yang disyaratkan (required rate of return)
D = Dividen terakhir
P0 = Harga pasar saat ini
g = Tingkat pertumbuhan dividen

11
Eduardus Tandelilin, Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi, Edisi Kedua, Yogyakarta:
Kanisius, 2010, hlm. 376.
12
Tambunan, Andy Porman, Menilai Harga Wajar Saham (Stock Valuation), Jakarta: PT Elex Media
Komputindo, 2007, hlm. 230.
13
Brigham, Eugene F dan Joel F. Houston, Manajemen Keuangan, Edisi kedelapan, Jakarta:
Erlangga, 2001, hlm. 369.

8
4. Menghitung Nilai Intrinsik.14
ᴧ D1
= k−g
P0

Keterangan:

= Nilai intrinsik saham dengan model pertumbuhan nol
P0

D1 = Dividen yang akan diterima dalam jumlah konstan selama periode


pembayaran dividen di masa datang
k = Tingkat return yang disyaratkan
g = Tingkat pertumbuhan

Nilai Buku, Harga Pasar, dan Nilai Intrinsik


Secara singkat menyatakan bahwa nilai buku per lembar saham biasa
adalah nilai kekayaan bersih ekonomis dibagi dengan jumlah lembar saham
biasa yang beredar. Kekayaan bersih ekonomis adalah selisih total aktiva dengan
total kewajiban. Harga pasar adalah harga yang terbentuk di pasar jual
belisaham. Dan, nilai intrinsik adalah nilai saham yang seharusnya terjadi.15

Analisis dan Penilaian Harga Saham


Penentuan dalam penilaian harga saham terdapat dua teknik penilaian,
yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental.
1. Analisis Teknikal
Analisis teknikal (technical analysis) merupakan suatu teknik analisis yang
menggunakan data atau catatan-catatan mengenai pasar itu sendiri untuk
berusaha mengakses permintaan dan penawaran suatu saham tertentu atau
pasar secara keseluruhan.16
2. Analisis Fundamental
Analisis fundamental merupakan suatu analisis yang mencoba
memperkirakan harga saham di masa yang akan datang dengan cara

14
Eduardus Tandelilin, Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi, Edisi Kedua, Yogyakarta:
Kanisius, 2010, hlm. 308.
15
Abdul Halim, Analisis Investasi, Edisis Kedua, Jakarta: Salemba Empat, 2005, hlm. 20.
16
Sunariyah, Pengantar Pengetahuan Pasar Modal Edisi Ketiga, Yogyakarta: Unit Penerbit dan
Percetakan (UPP) AMP YKPN, 2003, hlm. 152.

9
mengestimasi nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga
saham di masa akan datang.17

Pengambilan Keputusan Investasi


Keputusan investasi didasarkan pada tiga prinsip, yaitu:
1. Jika nilai intrinsik lebih besar dari harga pasar sekarang, maka saham tersebut
dinilai undervalued (harganya terlalu rendah), maka sebaiknya saham
tersebut dibeli.
2. Jika nilai intrinsik lebih rendah dari harga pasar sekarang, maka saham
tersebut dinilai overvalued (harganya terlalu mahal), maka sebaiknya saham
tersebut dijual.
3. Jika nilai intrinsik sama dengan harga pasar sekarang, berarti saham tersebut
dinilai wajar hargnya dan berada dalam kondisi stabil (correctly valued),
maka sebainya keputusannya adalah menahan saham tersebut sampai harga
pasar lebih besar dibandingkan nilai intrinsiknya.

C. Penilaian Obligasi: Jatuh Tempo dan Tanpa Jatuh Tempo


Pengertian dan Jenis Obligasi
Obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka panjang
yang dapat diperjualbelikan. Obligasi berisi janji dari pihak yang menerbitkan
efek untuk membayar imbalan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu dan
melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan, kepada pihak
pembeli obligasi tersebut. Obligasi (bond) adalah suatu kontrak pinjaman yang
mengharuskan untuk membayar kembali pokok pinjaman ditambah dengan
bunga pinjaman dalam kurun waktu tertentu yang telah disepakati oleh pihak
yang bersangkutan.18
Menurut OJK (2019), jenis-jenis obligasi pada umumnya:
1. Obligasi pemerintah, yaitu obligasi dalam bentuk surat utang negara yang
diterbitkan oleh Pemerintah RI. Pemerintah menerbitkan obligasi dengan

17
Suad Husnan, Dasar-dasar Teori Portofolio Analisis Sekuritas, Yogyakarta: Unit Penerbit
Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN, 2005, hlm. 307.
18
Jogianto, Teori Portofolio Dan Analisis Investasi, edisi kedua BPFE, Jogjakarta, 2000.

10
kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), obligasi dengan kupon variabel (seri VR -
Variable Rate) dan obligasi dengan prinsip syariah atau sukuk negara.
2. Obligasi korporasi, yaitu obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh
Korporasi Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya. Sama seperti
obligasi pemerintah, obligasi korporasi terbagi atas obligasi dengan kupon
tetap, obligasi dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah.
Terdapat obligasi korporasi yang telah diperingkat dan yang tidak
diperingkat.
3. Obligasi ritel, yang diterbitkan oleh pemerintah yang dijual kepada individu
atau perseorangan melalui agen penjual yang ditunjuk oleh pemerintah.
Biasanya ada beberapa jenis yaitu ORI atau sukuk ritel.
ORI memiliki ciri-ciri yakni kupon atau obligasi bernilai tetap (fixed
rate), ORI memiliki bentuk tanpa warkat (scripless) dan dapat
diperjualbelikan dengan investor domestik ketika sudah di pasar sekunder.
Penjualan ORI memiliki potensi untuk memperoleh capital gain maupun
risiko capital loss. Minimal pembelian ORI adalah Rp1 juta dan maksimum
adalah Rp2 miliar.

Penilaian Obligasi
Nilai aset keuangan apapun seperti saham, obligasi, sewa, adalah nilai
sekarang dari arus uang kas atau tunai yang diharapkan akan dihasilkan oleh aset
tersebut. Arus kas dari obligasi tertentu bergantung pada fitur kontrak.19
Jatuh tempo (maturity) pada obligasi diartikan sebagai tanggal saat
pemegang obligasi akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau nilai
nominal obligasi yang dimilikinya. Maturitas diartikan sebagai periode jatuh
tempo untuk melunasi seluruh pinjaman yang telah disepakati. Maturitas sebuah
obligasi digunakan untuk menunjukkan umur obligasi tersebut. Periode jatuh
tempo obligasi bervariasi, untuk saat ini, periode obligasi mulai dari 365 hari
sampai dengan 30 tahun. Obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun
akan lebih mudah untuk diprediksi, sehingga memiliki risiko yang lebih kecil

19
Brigham, Eugene F., & Ehrhardt, Michael, Financial Management, Theory and Practice, Cengage
Learning: Canada, 2017, hlm. 200.

11
dibandingkan dengan obligasi yang memiliki periode jatuh tempo dalam waktu
7 tahun. Obligasi yang memiliki waktu jatuh tempo yang lebih lama akan
memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi, dan sebaliknya. Secara umum, semakin
panjang jatuh tempo suatu obligasi, semakin tinggi kupon atau bunganya.
Nilai kini atas suatu pembayaran, dapat dihitung dengan
memperhatikan nominal penerimaan di masa datang (FV), jumlah periode
penerimaan (n) dan tingkat diskonto (r). Rumus umum nilai kini yaitu:

Sedangkan untuk perhitungan nilai kini pembayaran yang bersifat


anuitas, dapat diterapkan rumus sebagai berikut:

Risiko terkait investasi obligasi antara lain risiko pasar dan risiko
likuiditas. Risiko pasar adalah potensi kerugian apabila terjadi kenaikan tingkat
bunga deposito yang menyebabkan penurunan harga obligasi di pasar. Kerugian
(capital loss) dapat terjadi apabila investor menjual obligasi di pasar sekunder
sebelum jatuh tempo pada harga jual yang lebih rendah dari harga belinya.
Sedangkan risiko likuiditas merupakan risiko yang mungkin timbul jika obligasi
tidak dapat dijual kembali di pasar sekunder. Likuiditas tidak memiliki pengaruh
terhadap harga obligasi pemerintah yang menjadi sampelnya.
Tingkat diskonto akan menjadi fungsi dari risiko arus kas yang
diperkirakan, dengan tingkat yang lebih tinggi untuk aset berisiko dan tingkat
yang lebih rendah untuk proyek yang lebih aman. Agar investor memperoleh
hasil maksimal dibutuhkan analisis dalam memperkirakan nilai obligasi antara
yield dengan jangka waktu jatuh tempo (time to maturity). Suatu analisis yang
menjelaskan hubungan antara yield to maturity dengan waktu jatuh tempo
obligasi disebut struktur jangka waktu suku bunga (term structure of interest
rates). Bahwa yield to maturity pada obligasi pemerintah dipengaruhi oleh faktor
fundamental makroekonomi seperti indeks harga konsumen, suku bunga, nilai
tukar rupiah, dan faktor eksternal harga minyak dunia.
Selain itu, atas penghasilan bunga obligasi yang diterima dikenakan
pajak penghasilan. Tarif pemotongan pajak berdasarkan Peraturan Pemerintah

12
Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2021 sebesar 10% (sepuluh persen). ORI
dinilai sebagai instrumen investasi yang cocok untuk jenis investor
moderatekarena dapat menjanjikan return yang cukup tinggi, meskipun memiliki
resiko menengah.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penulisan makalah mengenai penilaian surat


berharga dapat ditarik kesimpulan bahwa penilaian terhadap surat berharga
sangat penting untuk menentukan kewajaran harga nilai dari suatu aset tersebut.
Harga wajar aset adalah imbal hasil yang kita harapan berbanding imbal hasil
yang diberikan aset tersebut. Selain digunakan sebagai alat pembayaran, fungsi
utama surat berharga adalah sebagai surat legitimasi karena surat berharga
tersebut adalah panduan bagi pemegang surat yang dianggap sebagai pihak yang
dapat melakukan atau memiliki hak tertentu. Surat berharga itu sendiri juga
banyak sekali jenisnya.

B. Saran
Penyusun sangat menyadari bahwa di dalam makalah ini masih
banyak kekurangan, dan masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,
penyusun menyarankan kepada semua pihak yang membaca dan membahas
makalah ini, agar bisa menambahkan literatur-literatur agar dapat
menambahkan pengetahuan kita.

14
DAFTAR PUSTAKA

Anogara, Pandji dan Piji Pakarti. 2006. Pengantar Pasar Modal. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Brigham, Eugene F., dan Ehrhardt, Michael. 2017. Financial Management, Theory
and Practice. Cengage Learning: Canada.
Brigham, Eugene F dan Joel F. Houston. 2001. Manajemen Keuangan, Edisi
kedelapan. Jakarta: Erlangga.
Halim, Abdul. 2005. Analisis Investasi, Edisis Kedua. Jakarta: Salemba Empat.
Husnan, Suad. 2005. Dasar-dasar Teori Portofolio Analisis Sekuritas. Yogyakarta:
Unit Penerbit Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Jogianto. 2000. Teori Portofolio Dan Analisis Investasi, edisi kedua BPFE.
Jogjakarta.
Kasmir. 2014. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Maulita, dian dan Muhammad Arifin. (2018). “Pengaruh Return On Investment
(ROI) dan Earning Per Share (EPS) terhadap Return Saham Syariah”, dalam
Jurnal Manajemen, Volume 8, No. 1, (hlm. 11).
Munawir. 2004. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Ke-4, Liberty. Yogyakarta:
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).
Sunariyah. 2003. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal Edisi Ketiga. Yogyakarta:
Unit Penerbit dan Percetakan (UPP) AMP YKPN.
Sunariyah. 2006. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Yogyakarta: BPFE-
Yogyakarta.
Tambunan, Andy Porman. 2007. Menilai Harga Wajar Saham (Stock Valuation).
Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Edisi
Pertama. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi, Edisi
Kedua. Yogyakarta: Kanisius.

15

Anda mungkin juga menyukai