Kesimpulan Perkara PTUN Polda Aceh
Kesimpulan Perkara PTUN Polda Aceh
Di-
Banda Aceh
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan telah selesainya diajukan Gugatan, Jawaban Tergugat,
Replik, Duplik, Bukti-bukti Pihak Penggugat dan Tergugat, Ahli Pihak Penggugat
dan Saksi Pihak Tergugat dalam Perkara Nomor : 50/G/2021/PTUN-BNA, maka
perkenankanlah kami Kuasa Hukum Penggugat untuk mengajukan Kesimpulan
sebagai berikut :
I. PENDAHULUAN
Sebelum Kesimpulan ini kami mulai, selaku insan yang beriman, marilah kita
memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan
rahmat-Nya pada hari ini kami Kuasa Hukum Tergugat II Intervensi dapat
menyampaikan kesimpulan ini dalam sidang yang terhormat ini.
Ucapan terima kasih dan penghormatan dari kami kepada Majelis Hakim Yang
Mulia yang telah memimpin sidang dalam perkara ini dengan penuh kesabaran,
arif dan bijaksanan sehingga persidangan berjalan secara impartial, fair dan
objective, yang pada akhirnya diharapkan akan muncul titik terang dan nyata
terhadap persoalan yang dipersengketakan.
Terima kasih yang tak terhingga juga kami sampaikan kepada Penggugat dan
Tergugat yang telah hadir dan memenuhi panggilan Pengadilan. Semoga ini
menjadi pembelajaran bagi para pihak sehingga dikemudian hari tidaklah perlu
ada sengketa yang mengharuskan kita hadir dalam ruang sidang dalam kapasitas
sebagai para pihak di hadapan hukum.
Hal yang kami uraikan dalam kesempatan ini tidak lain adalah menyimpulkan
agar semua kita yang terlibat dalam persidangan ini dapat menemukan suatu
tujuan utama dari hukum itu sendiri, yakni keadilan. Selain itu, naskah
kesimpulan ini diharapkan juga menjadi salah satu pertimbangan Majelis dalam
mengambil Putusan akhir, sehingga diharapkan Majelis Hakim yang memeriksa
dan mengadili perkara ini dapat melahirkan Putusan dengan bijaksana dan penuh
kearifan, serta senantiasa berkiblat pada keadilan, hati nurani dan kemanusiaan
serta tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sebagaimana telah terlampir dan telah diajukan oleh Penggugat pada saat
persidangan pembuktian alat bukti surat pada tanggal 16 Februari 2022, 23
Februari 2022 dan tanggal 23 Maret 2022 Penggugat telah mengajukan bukti P-1
sampai P-47 sebagai berikut :
2
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar nama Penggugat
yang ditulis tangan oleh dr Nanda Rizka hasil tes urin Penggugat Negatif dan
juga terdapat hasil tes atas nama personil Brigadir Muhammad Hamzah dan
Bripka Rizal Akmal.
4. Surat Saran serta Timbang Nomor B/67/V/Hum.12.12.2020/SPN
tanggal 05 Juni 2020. (P.4)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar atasan Penggugat
menyampaikan saran dan pertimbangan terhadap permasalahan Penggugat
kepada Tergugat.
5. Nota Dinas Kabipropam Polda Aceh Nomor
B/ND-930/X/HUK.12.10/2019/Propam tanggal 31 Oktober 2019. (P.5)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar ada permintaan
penilaian dan rekomendasi untuk Penggugat dari atasannya melalui rapat wanjak
staf perwira di kestuan Penggugat bertugas.
6. Keputusan Pelaksanaan Wanjak/Rapat Perwira staf SPN Polda Aceh
Nomor: KEP/01/X/2018 tentang Putusan Pelaksanaan Wanjak tanggal
1 November 2018. (P.6)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar terkait permasalah
Penggugat rapat wanjak telah memutuskan Penggugat masih layak untuk
menjalani Profesi Kepolisian dan masih dapat dibina untuk tetap dipertahankan
menjadi anggota Polri, namun tidak dipertimbangkan dalam sidang komisi kode
etik.
7. Surat Rekomendasi dan Penilaian Status Anggota Polri dari kepala SPN
Nomor Rek/01/XI/2019 tanggal 08 Novembber 2019. (P.7)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat masih
layak untuk dibina karena tidak pernah melanggar disiplin.
8. Foto pengiriman Keputusan (objek sengketa) melalui pesan whatsapp
tanggal 04 Agustus 2021. (P.8)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat
pertama sekali menerima objek sengketa melalui pesan whatsapp yang dikirim
oleh Iptu Amran.
3
9. Surat Telegram Kapolda Aceh Nomor:ST/726/X/WAS.2/2021 tanggal
22 Oktober 2021. (P.9)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Brigadir
Muhammad Hamzah dan Bripka Rizal Akmal yang telah mendapatkan putusan
PTDH masih mendapat pembinaan sedangkan Penggugat langsung diberhentikan
dengan keputusan Tergugat.
10. Surat Telegram Kapolri Nomor ST/116/I/HUK.7.1 tanggal 25 Januari
2021. (P.10)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar pada huruf CCC
angka TIGA yang menyebutkan memberikan pembinaan dan waskat secara
berjenjang terhadap anggota yang terindikasi sebagai korban penyalahgunaan
narkoba dengan cara rehabilitasi dengan koordinasi fungsi terkait.
11. Surat Telegram Kapolda Aceh (Tergugat) Nomor:
ST/695/X/WAS.2/2021 tanggal 08 Oktober 2021. (P.11)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Tergugat masih
mendapatkan kesempatan untuk pembinaan, sedangkan Penggugat tidak
mendapatkan pembinaan.
12. Pasal 47 ayat (3) Peraturan kepala Kepolisian Republik Indonesia
Nomor: 19 Tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia. (P.12)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar berkas
pemeriksaan pendahuluan pelanggaran kode etik harus di distribusikan kepada
Penggugat.
13. Pasal 45 Peraturan kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor:19
Tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode
Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia. (P.13)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar selama proses
pemeriksaan pendahuluan Penggugat harus didampingi oleh pendamping yang
ditunjuk.
14. Surat Edaran Kapolri Nomor: SE/06/V/2014 tanggal 22 Mei 2014
tentang Teknis Pelaksanaan Penegakan Pelanggaran Kode Etik Profesi
Polri. (P.14)
4
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar pada halaman 10
huruf f dalam SE menyebutkan penjatuhan putusan sanksi rekomendasi PTDH
wajib memperhatikan persyaratan telah pertimbangan dan penilaian dari atasan
hukum. Dalam perkara ini Penggugat telah mendaptkan pertimbangan dan
penilaian masih layak berdinas dan layah dibina. Namun tidak diperhatikan oleh
Tergugat.
15. Sertifikat Kompetensi sebagai Pendidik Nomor: 84231 01 01876 2015.
(P.15)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat
merupakan seorang Pendidik yang berkompeten.
16. Sertifikat Pelatihan Penyelengggara Perpolisian Masyarakat Bagi
Tenaga Pelatih SPN Nomor: 00426. (P.16)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat aktiv
mengikuti training atau pelatihan yang di selenggarakan oleh KAPOLDA Aceh.
17. Sertifikat Pelatihan Tenaga Pendidik Fungsi Teknis Kepolisian Dengan
Pendekatan Perpolisian Masyarakat Dan Hak Asasi Manusia Untuk
Fungsi Teknis Nomor: 04274. (P.17)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat aktiv
mengikuti training atau pelatihan yang di selenggarakan oleh KAPOLDA Aceh.
18. Piagam Penghargaan atas nama Hamdani sebagai Bamin Pengasuh,
dalam rangka Mensukseskan Program Pendidkan dan Pembentukan
Bintara Polri T.A 2016. (P-18)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat
merupakan pengasuh yang berprestasi.
19. Surat Keterangan telah mengikuti Pelatihan Perubahan Mind Set
Culture Set Nomor: 140522502. (P.19)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat aktiv
mengikuti training atau pelatihan yang di selenggarakan oleh KAPOLDA Aceh.
20. Sertifikat Pelatihan LAT SAR Terbatas T.A 2016 F.T Sabhara Nomor:
160320149. (P-20)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat aktiv
mengikuti training atau pelatihan yang di selenggarakan oleh KAPOLDA Aceh.
5
21. Sertifikat Pelatihan LAT BA/ PNS GOL II Tenaga Pendidik T.A 2016
Fungsi Pembinaan Nomor: 160522373. (P-21)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat aktiv
mengikuti training atau pelatihan yang di selenggarakan oleh KAPOLDA Aceh.
22. Sertifikat Pelatihan LAT BA KAT PUAN GADIK/ INSTRUKTUR
MENEMBAK T.A 2018 Nomor: 160522373. (P-22)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat aktiv
mengikuti training atau pelatihan yang di selenggarakan oleh KAPOLDA Aceh.
23. Surat Keterangan Medis Tanggal 30 Agustus 2016 Nomor:
SKM/0968000000/VIII/2016/Biddokes. (P.23)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat
melakukan Test Narkoba secara berkala.
24. Surat Keterangan Medis Tanggal 02 Mei 2019 Nomor:
SKM/0968000000/V/2019/Biddokes. (P.24)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat
melakukan Test Narkoba secara berkala.
25. Surat Keterangan Medis Tanggal 06 April 2020 Nomor:
SKM/0968000000/IV/2020/Biddokes. (P.25)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat
melakukan Test Narkoba secara berkala.
26. Surat hasil Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika Tanggal 03
Oktober 2020 Nomor: SKHPN-0010/X/11/2020/BNN. (P.26)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat
melakukan Test Narkoba secara berkala.
27. Hasil Urinalisis Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh Atas Nama Hamdani
Tanggal 13 Oktober 2020 [Link]: 19817 NO. REG LAB: 10/20/47.
(P.27)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat
melakukan Test Narkoba secara berkala.
28. Surat Keterangan Medis Nomor : SKM/0968000000/III/2018
/Biddokkes tanggal 15 Maret 2018. (P.28)
6
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat
melakukan test narkoba secara rutin berkala, dan bukti ini dikeluarkan tepatnya
20 hari sebelum penggugat dinyatakan positif narkoba.
29. Tanda Terima surat keberatan Nomor 19/SK/ARK/IX/2021 tertanggal
02 September 2021. (P.29)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar surat keberatan
penggugat telah diterima oleh tergugat.
30. Tanda terima surat banding administrasi nomor 21/SK/ARK/IX/2021
tanggal 21/09/2021. (P.30)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar surat banding
administrasi penggugat telah diterima oleh atasan Tergugat.
31. Surat tanggapan atas keberatan Nomor : B/2380/IX/HUK.11.1/2021
tanggal 10 september 2021. (P.31)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Tergugat telah
menanggapi surat keberatan dari penggugat.
32. Surat banding administrasi nomor : 21/SK/ARK/IX/2021 tanggal 16
september 2021. (P.32)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar penggugat telah
melakukan upaya banding administrasi kepada atasan tergugat.
33. Petikan Surat Keputusan Nomor:KEP/222/IX/2016 tanggal 02
September 2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalan
Jabatan Polri di Lingkungan Polda Aceh. (P.33)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat
diangkat kepada jabatan yang lebih tinggi yang merupakan suatu prestasi dan
kepercayaan kepada Penggugat oleh Polda Aceh
34. Surat Perintah Nomor: Sprin/47/III/DIK.2.1/2022 tanggal 1 Maret
2022. (P.34)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar walaupun
Penggugat telah di pecat (PTDH) dari anggota Polri, tapi keahlian dan
ketrampilan Penggugat masih dibutuhkan untuk pendidikan siswa polisi yang
baru di lingkungan SPN Polda Aceh;
7
35. Surat Perintah Nomor: Sprin/04/I/DIK3.6/2022 tanggal 04 Januari
2022. (P.35)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar walaupun
Penggugat telah di pecat (PTDH) dari anggota Polri, tapi keahlian dan
ketrampilan Penggugat masih dibutuhkan untuk pendamping /instruktur kegiatan
Pramuka di lingkungan SPN Polda Aceh
36. Absensi personil Bagian Jarlat SPN Polda Aceh per Bulan Januari 2020.
(P.36)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat selalu
hadir dalam setiap piket dan apel harian per Januari 2020.
37. Absensi personil Bagian Jarlat SPN Polda Aceh per Bulan Februari 2020.
(P.37)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat selalu
hadir dalam setiap piket dan apel harian per Februari 2020.
38. Absensi personil Bagian Jarlat SPN Polda Aceh per Bulan Maret 2020.
(P.38)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat selalu
hadir dalam setiap piket dan apel harian per Maret 2020.
39. Absensi personil Bagian Jarlat SPN Polda Aceh per Bulan April 2020.
(P.39)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat selalu
hadir dalam setiap piket dan apel harian per April 2020.
40. Absensi personil Bagian Jarlat SPN Polda Aceh per Bulan Mei 2020.
(P.40)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat selalu
hadir dalam setiap piket dan apel harian per Mei 2020.
41. Absensi personil Bagian Jarlat SPN Polda Aceh per Bulan Juni 2020.
(P.41)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat selalu
hadir dalam setiap piket dan apel harian per Juni 2020.
42. Absensi personil Bagian Jarlat SPN Polda Aceh per Bulan Juli 2020.
(P.42)
8
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat selalu
hadir dalam setiap piket dan apel harian per Juli 2020.
43. Absensi personil Bagian Jarlat SPN Polda Aceh per Bulan Agustus 2020.
(P.43)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat selalu
hadir dalam setiap piket dan apel harian per Agustus 2020.
44. Absensi personil Bagian Jarlat SPN Polda Aceh per Bulan September
2020. (P.44)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat selalu
hadir dalam setiap piket dan apel harian per September 2020.
45. Absensi personil Bagian Jarlat SPN Polda Aceh per Bulan Oktober 2020.
(P.45)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat selalu
hadir dalam setiap piket dan apel harian per Oktober 2020.
46. Absensi personil Bagian Jarlat SPN Polda Aceh per Bulan November
2020. (P.46)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat selalu
hadir dalam setiap piket dan apel harian per November 2020.
47. Absensi personil Bagian Jarlat SPN Polda Aceh per Bulan Desember
2020. (P.47)
Bahwa Berdasarkan bukti ini telah membuktikan bahwa benar Penggugat selalu
hadir dalam setiap piket dan apel harian per Desember 2020.
Kesimpulan
- Bahwa berdasarkan bukti P.15 penggugat merupakan seorang Pendidik yang
berkompeten dan berdasarkan bukti P.16 sampai dengan P.22 telah
membuktikan bahwa Penggugat merupakan anggota kepolisian yang aktiv
mengikuti training atau pelatihan yang di selenggarakan oleh KAPOLDA Aceh
dan Penggugat merupakan personil yang berprestasi.
- Bahwa berdasarkan bukti P.23 sampai dengan P.28 telah membuktikan
bahwa benar Penggugat selalu melakukan test narkoba secara rutin berkala
pada tanggal 30 Agustus 2016, 15 Maret 2018, 02 Mei 2019, 06 April 2020,
03 Oktober 2020 dan tanggal 13 Oktober 2020.
9
- Bahwa di dalam persidangan Tergugat mengatakan bahwa pertimbangan
selain Penggugat Positif urine, Penggugat mendapat PTDH dikarenakan
Penggugat sering telat apel dan sering tidak apel, bahwa dalil tersebut dapat
Penggugat Bantah dengan bukti P.36 sampai dengan P.47 yang mana
berdasarkan bukti tersebut sejak bulan Januari tahun 2020 sampai dengan
Bulan Desember tahun 2020 Penggugat selalu hadir dalam setiap piket dan
apel harian.
10
- Dijatuhi hukuman disiplin 3 kali dan dianggap tidak patut lagi
dipertahankan.
Bahwa menurut ahli di dalam pasal 17 undang undang nomor 30 tahun 2014
dikatakan bahwa ada beberapa kualifikasi penyalahgunaan wewenang
diantaranya adalah menggunakan kewenangan tidak sesuai dengan
peraturan perundang-undangan, Komisi etik yang melaksakan kewenangan
dengan mengabaikan peraturan perundang-undangan, maka keputusannya
menjadi tidak sah;
Bahwa menurut ahli setiap badan dan pejabat TUN yang melaksanakan tugas
dan wewenang tidak sesuai dengan peraturan perundangan-undangan,
misalnya dalam proses penegakan kode etik perlu didampingi akan tetapi
tidak didampingi maka keputusannya akan tidak sah;
Bahwa terdapat 2 (dua) tahapan dalam proses pelanggaran kode etik yang
dapat dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat yaitu secara langsung
dan tidak langsung (harus melalui proses administrasi lainnya), misalnya
harus melalui putusan pengadilan pidana.
Bahwa ahli menerangkan terdapat dua jenis sanksi dalam pelanggaran kode
etik yaitu saksi etika dan sanksi administrasi;
Bahwa ahli menerangkan jika proses dan tahapan dalam penegakan
pelanggaran kode etik telah di atur jangka waktunya masing-masing dari
setiap tahapan, namun apabila setiap tahapan prosesnya keluar atau diluar
waktu yang ditelah ditentukan aturan maka tahapan yang dilakukan diluar
dari limitasi waktu yang ditentukan telah melampaui batas kewenagannya
serta juga melanggar asas kepastian hukum;
Bahwa mengenai waktu dapat dibenarkan jika ada aturan lain yang mengatur
berbeda dengan aturan yang ada, namun dalam konteks ini tidak ada alasan
pemerintahan berhenti, maka setiap pejabat harus patuh dengan aturan
yang berlaku baik mengenai waktu dan lain-lainnya.
Bahwa salah satu dasar untuk Setiap Keputusan dan/atau Tindakan wajib
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan AUPB hal ini
sesuai dengan Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 tahun 2014
tentang Administrasi Pemerintahan.
11
Bahwa tujuan dari menjaga tempu atau limitasi waktu yang ditentukan
undang-undang untuk menjamis kkepastian hukum dan untuk ketertiban
administrasi negara;
Bahwa konsepnya dalam perlindungan administrasi negara tercapainya
keadilan proseuderal sangan penting untuk mencapai keadilan substansial;
Bahwa dalam Perkap 14 Tahun 2011 terdapat 4 (empat) etika pelanggran
kode etika yaitu Etika Kenegaraan, Etika Kelembagaan, Etika
Kemasyarakatan dan Etika Kepribadian, dan dimana dari keempat etika
tersebut ada kemungkinan terdapat perbuatan pidananya dan harus diproses
melalui tahapan pidananya terlebih dahulu baru kemudian lanjut ke etik;
Bahwa ahli menerangkan berdasarkan dalam Undang-Undang 35 tahun 2009
tentang narkotika penyalahgunaan narkotika merupakan tindak pidana, maka
dalam perkara ini semestinya harus melalui tahapan pengadilan pidana
terlebih dahulu baru kemudian dilanjut ke etik;
Bahwa dalam internal Polri ditemukannya surat atasan dalam bentuk
Teregram, menurut ahli Surat Telegram tersebut merupakan perintah yang
harus dijalankan serta mengikat setiap internal Polri sebagi kebijakan, dalam
hal ini Surat Telegram berkaitan dengan asas diskresi yang harus dijalankan;
Bahwa dalam perkara ini pelaksanaan sidang komisi kode etik dilaksanakan
dalam 1 (satu) serta dalam 1 (satu) hari yang sama langsung dapat
diputuskan oleh komisi etik, menurut ahli proses tersebut tidak patut dan
melanggar asat kepatutan dimana dalam aturan telah diberi ruang selama 30
hari untuk pelaksanaan, sehingga jika hal ini benar terjadi, maka dapat
dipastikan hak-hak Penggugat dan hukum acara tidak berjalan sebagaimana
mestinya;
SAKSI TERGUGAT
Bahwa Tergugat pada saat persidangan telah mengajukan 1 orang saksi sebagai
berikut :
1. SAKSI TAUFIK INDRAWAN
Bahwa saksi kenal dengan Penggugat;
Bahwa saksi juga berdinas di SPN Seulawah;
12
Bahwa menurut saksi pada tanggal 14 April 2018 dilakukan test urine di SPN
Seulawah;
Bahwa penggugat saat itu juga dilakukan test urine;
Bahwa saksi yang bertugas melakukan pengawalan sejak pengambilan urine;
Bahwa saksi tidak ingat apakah diatas meja dokter nanda ada selembar
kertas coret-coretan untuk menulis hasil urine;
Bahwa pada saat cek urine yang dilibatkan adalah saksi, dokter, aipda lutfi;
Bahwa menurut saksi Kepala SPN Seulawah tidak menyaksikan langsung,
akan tetapi hanya menerima laporan;
Bahwa menurut saksi saat itu ada 5 anggota yang telat apel;
Bahwa menurut saksi yang telat apel bernama Bripka zubir, Bripka Akmal,
Bripka Afriansyah, Bripka Hamdani dan Bripka Hamzah;
Bahwa menurut saksi saat di cek urine terhadap 5 orang personil tersebut 3
orang positif urinenya;
Bahwa menurut saksi nama-nama yang positif urine antara lain, Bripka
Hamdani, Bripka Akmal dan Bripka Hamzah;
Bahwa menurut saksi Bripka Hamdani sudah di PTDH;
Bahwa menurut saksi Bripka Akmal dan Bripka Hamzah benar hasil
urinenya positif, akan tetapi tidak kena PTDH/tidak dipecat;
V. KESIMPULAN
Bahwa, Berdasarkan Penilaian jawab-menjawab dari Penggugat dan Tergugat,
Bukti Tertulis dari Penggugat dan Tergugat, Ahli dari Penggugat dan saksi dari
Tergugat maka dapat disimpulkan bahwa dalam persidangan, Penggugat dapat
membuktikan dalil gugatannya, sehingga penggugat menyampaikan beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
13
dalam hal ini Penggugat masih muncul dugaan kejanggalan terhadap hasil yang
terima oleh Penggugat dimana berdasarkan Bukti P-3 menunjukan hasil Negatif.
Selanjutnya berdasarkan Bukti T-5 yang diajukan oleh Tergugat pada bagian
Dokumen tasi pelaksaan Tes Urin, jelas terlihat selembat kertas di depan dr.
Nanda Rizka serta Saksi Taufik Indrawan juga berada pada posisi yang jelas
dapat melihat lemabaran kertas tersebut, sehingga muncul tanda tanya pada diri
Penggugat, apakah kertas selembar tersebut adalah Bukti P-3 yang Penggugat
fotokan, maka disini masih ada kejanggalan mengenai hasil tes urin Penggugat,
Penggugat tetap pada prinsipnya dengan hasil tes yang menunjukan hasil Negatif
terhadapnya, karena tidak ada fakta persidangan yang membanhtah Bukti P-3
yang diajukan oleh Penggat. Dengan deimikian mohon pertimbangan Majelis
Hakim agar dengan kebijaksanaannya untuk melihat secara gamblang dan
membandingkan dengan bukti yang telah para pihak ajukan yaitu Bukti P-3
dengan Bukti T-5.
14
bermuara tidak ada terjaminnya hak-hak Penggugat dan Hukum acara
sidang terpenuhi sesuai peraturan yang berlaku.
15
maka sesuai ketentuan pasa di atas dalam hal ini, diman Penggugat yang
seharusnya didampingi oleh Pendamping selama proses pemeriksaan, akan tetapi
telah terbukti hak-hak Penggugat tidak terpenuhi selama proses pemeriksaan
dalam penegakan kode etik, sehingga telah jelas Tergugat melanggar
pasal 45 ayat (1) Peraturan kepala Kepolisian Republik Indonesia
Nomor:19 Tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia.
16
harus patuh dengan aturan yang berlaku baik mengenai waktu dan
lain-lainnya.
Maka berdasarkan keterangan ahli di atas, proses penegakan kode etik terhadap
Penggugat telah sangat melampaui batas waktu yang ditentukan sehingga tidak
adanya jaminan kepastian hukum terhadap Penggugat, dimana secara
administrasi prosesdural itu wajib dipenuhi dalam konteks ini limitasi waktu harus
diperhatikan oleh Tergugat agar memberi kepastian hukum kepada Penggugat,
sehingga dalam konteks ini dwengan Jelas Tergugat melanggar asas Kepastian
hukum dan melampaui keweangannya dalam perkara ini. Selain itu Perbutan
Tergugat juga tidak memenuhi Pasal 15 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 30
Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan dimana wewenang Badan
dan/atau Pejabat Pemerintahaan dibatasi oleh masa atau tenggang waktu
Wewenang.
17
Bahwa berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan, Tergugat telah berlaku
diskriminatif terhadap Penggugat, dimana berdasarkan Bukti P.9 yaitu Surat
Telegram Tergugat Nomor:ST/726/X/WAS.2/2021 tanggal 22 Oktober 2021
terhadap personil a.n Brigadir Muhammad Hamzah dan Bripka Rizal Akmal yang
ketika itu bersamaan dan satu laporan pemeriksaan pelanggaran kode etik
dengan Penggugat dikarenakan penyalahgunaan Narkoba dan telah diputuskan
PTDH oleh komisi kode etik, namun masih mendapatkan perintah pembinaan
terhadap kedua personil tersebut dan berdasarkan Bukti P.11 yaitu Surat
Telegram Tergugat Nomor: ST/695/X/WAS.2/2021 tanggal 08 Oktober 2021
kedua personil atas nama a.n Brigadir Muhammad Hamzah dan Bripka Rizal
Akmal yang telah di PTDH dari dinas polri melalui Keputusan Tergugat-pun juga
masih mendapatkan perintah pembinaan dengan apel rutin, dan hal tersebut
juga diperkuat dengan keterangan Saksi yang dihadirkan oleh Tergugat atas
nama Taufik Indrawan di Muka Persidangan yang memberikan keterangan
dibawah sumpah yang pada pokoknya membenarkan bahwa benar personil a.n
Brigadir Muhammad Hamzah dan Bripka Rizal Akmal saat di cek urine pada
tanggal 14 April 2018 hasilnya Positif, akan tetapi kedua personil tersebut tidak di
PTDH dan sekarang masih berdinas di SPN Seulawah.
VI. PENUTUP
Di akhir penutup kesimpulan ini, terdapat kesimpulan penting yang seharusnya
dapat satu kesepahaman dengan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili
perkar ini. Di antaranya, Pertama, masih belum ada kejelasan terkait hasil tes
urin Penggugat, jika melihat pada Bukti T-5 Tergugat pada bagian dokumentasi
18
terlihat jelas ada selembat kertas didepan dr. Nanda Rizka dan Saksi Taufik
Indrawan juga dapat melihat kertas tersebut, maka Penggugat tetap optimis
dengan bukti P-3 hanya satu-satunya yang menunjukan kesesuaian dengan
dokumentasi dalam Bukti T-5.
Kedua, sesua uraian di atas, telah jelas banyak pelanggaran prosedural oleh
Tergugat dalam penegakan Kode Etik terhadap Penggugat baik tidak
terpenuhinya hak-hak Penggugat serta juga tidak terpenuhinya hukum acara
dalam penegakan kode etik yakni banyak proses yang unprosedural, sehingga
sesuai dengan ketentuan Pasal Pasal 52 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014
Tentang Administrasi Pemerintahan menyebutkan: (1) Syarat sahnya
Keputusan meliputi: a. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang; b.
dibuat sesuai prosedur; dan c. substansi yang sesuai dengan objek
Keputusan. (2) Sahnya Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) didasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan
AUPB, maka dengan ini sesuai dengan Pasal 56 Undang-undang Nomor 30
Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan, objek sengketa a quo adalah
keputusan yang batal dan dapat dibatalkan atau setidak-tidaknya dinyatakan
tidak sah.
Ketiga, dari uraian di atas, dalam fakta persidangan bahwa Tergugat dengan
jelas telah melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik di antaranya
Asas Ketidakberpihakan dan Asas Kepastian Hukum. Dalam hal ini objek sengketa
a quo yang diterbitkan oleh Tergugat telah terbukti ditemukannya pelangggaran
pada asas-asas umum pemerintahan yang baik sebagiaman tersebut di atas,
maka sesuai ketentuan Pasal Pasal 9 ayat (1) Undang-undang Nomor 30 tahun
2014 menyebutkan Setiap Keputusan dan/atau Tindakan wajib
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan AUPB.
Sehingga mengacu pada ketentuan di atas objek sengketa a quo cukup berasalan
hukum untuk dinyatakan suatu keputusan yang tidak sah, maka oleh kerana itu
objek sengketa a quo haruslah dicabut atau dibatalkan.
Berdasarkan uraian, dasar dan alasan serta dalil-dalil tersebut di atas, mohon
kiranya Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh melalui Majelis Hakim
19
yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk dapat memutuskan dengan
amar putusan sebagai berikut :
Atau.
Apabila Majelis Hakim yang mulia yang memeriksa dan mengadili perkara ini
berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).
20
Hormat Kami,
Kuasa Hukum Penggugat,
Hermanto, S.H.
21