0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan7 halaman

Pemeriksaan Gamma GT dalam Kimia Klinik

Pemeriksaan Gamma GT menggunakan metode kinetik fotometrik untuk mendeteksi penyakit hati dan empedu. Enzim Gamma GT hadir di hati, ginjal, dan pankreas, dan kadarnya meningkat pada kerusakan organ-organ tersebut seperti hepatitis, kolestasis, atau penggunaan obat dan alkohol berlebih.

Diunggah oleh

Bagaskara Gumilang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan7 halaman

Pemeriksaan Gamma GT dalam Kimia Klinik

Pemeriksaan Gamma GT menggunakan metode kinetik fotometrik untuk mendeteksi penyakit hati dan empedu. Enzim Gamma GT hadir di hati, ginjal, dan pankreas, dan kadarnya meningkat pada kerusakan organ-organ tersebut seperti hepatitis, kolestasis, atau penggunaan obat dan alkohol berlebih.

Diunggah oleh

Bagaskara Gumilang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KLINIK LANJUT

PEMERIKSAAN GAMMA GT ( Gamma-glutamiltransferase )

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kimia Klinik Lanjut

Dosen Pengampu Ibu Hj. Nurul Qomariyah, [Link]., [Link]

Disusun Oleh

Bagaskara Gumilang

( P1337434319026 )

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS

JURUSAN ANALIS KESEHATAN

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

2021
I. Judul
Pemeriksaan Gamma GT ( Gamma-glutamiltransferase)
II. Waktu Praktikum
Kamis, 9 September 2021
III. Metode
Kinetik Fotometrik
IV. Prinsip
Prinsip pemeriksaan Gamma GT adalah dengan mengkatalisis pemindahan asam
glutamat ke akseptor seperti glisilglisin. Proses ini melepaskan 5-amino-2-
nitrobenzoate yang dapat diukur pada Panjang gelombang 405 nm. Peningkatan
absorbansi pada panjang gelombang ini menunjukkan aktivitas Gamma GT.
V. Dasar Teori
Gamma Glutamyl Transferase (Gamma GT) adalah enzim yang dapat memindahkan
asam amino dan peptida ke dalam sel melalui membran sel dalam bentuk gamma
glutamil peptide. Enzim ini ditemukan dalam sitoplasma, namun dalam jumlah yang
yang lebih besar ditemukan di membran sel (Burtis, dkk., 2008). Gamma GT terutama
terdapat pada hati dan ginjal, namun pada jumlah yang lebih sedikit juga ditemukan
pada limpa, kelenjar prostat dan otot jantung. Enzim ini dibentuk oleh dua protein yaitu
protein dengan rantai panjang dengan berat molekul 46.000 dalton dan protein dengan
rantai lebih pendek yaitu seberat 22.000 dalton. Pada manusia enzim ini dikode oleh
gen GGT yang terletak pada kromosom 22. Enzim ini juga terlibat dalam transfer asam
amino melintasi membran sel, metabolisme leukotrien dan resistensi obat.
Pemeriksaan 𝛾-GT merupakan salah satu pemeriksaan untuk menunjang diagnosis
penyakit hati alkoholik. Atau penyakit hati toksis karena pengaruh zatzat kimia, obat
dan alkohol (Manalu, 2016). 𝛾-GT terutama di hati, ginjal dan pankreas, enzim ini
sangat sensitif terhadap alkohol yang dikonsumsi sehingga dapat digunakan untuk
memantau pengurangan konsumsi alkohol pada pengguna alkohol kronik ataupun
pemula. Aktivitas 𝛾-GT meningkat pada semua bentuk penyakit hati. Tes ini lebih
sensitif daripada SGPT/ALT (Alanine Aminotransferase), ataupun SGOT/AST
(Aspartate aminotransferase), dan ALP (Alkali Pospatase) dalam mendeteksi ikretus
abstruktif, kolangitis, dan kolesistitis
VI. Alat dan Bahan
Alat Bahan
1. Tip 1. Sampel serum/plasma heparin
2. Mikropipet 2. R1
3. Tabung reaksi - TRIS
4. Spektrofotometer - Glycylglycine
5. Torniquet 3. R2
6. Spuit - L-Gamma-glutamyl-3-
7. Kapas Kering - Carboxy-4-nitroanilide
8. Wadah limbah
9. Centrifuge

VII. Prosedur
Pra Analitik
1. Gunakan APD dan persiapkan alat dan bahan
2. Pasang torniquet pada lengan pasien
3. Melakukan palpasi untuk memastikan posisi vena
4. Lakukan sterilisasi pada daerah yang akan dilakukan penusukan dengan alcohol
5. Lakukan penusukan pada vena dengan sudut kemiringan 15-30 derajat
6. Lihat indicator Ketika jarum sudah masuk dalam vena
7. Tunggu sampai volume darah cukup dan lepaskan torniquet
8. Letakkan kapas kering pada lokasi penusukan dan Tarik jarum keluar dari vena
9. Meminta pasien untuk menekan kapan dan tutup dengan plester pada lokasi
bekas penusukan
10. Tutup jarum suntik dan masukkan darah ke tabung reaksi

Proses sentrifugasi sampel

1. Hubungkan centrifuge pada arus listrik


2. Siapkan sampel daraj yang akan di centrifuge dan aquades sebagai
penyeimbang
3. Letakkan sampel darah dan aquadest dengan posisi berhadapan
4. Tutup centrifuge, lalu atur kecepatan dan waktu centrifuge 3000 rpm selama 5
menit
5. Keluarkan sampel
6. Matikan alat centrifuge
7. Lakukan Pemisahan serum

Analitik

1. Masukkan 100 µl aquades ke dalam tabung 1 dan tambahkan 1000 µl R1,


homogenkan
2. Pipet 100 µl sampel serum ke dalam tabung 2, lalu tambahkan 1000 µl R1,
homogenkan
3. Inkubasikan kedua tabung selama 1 menit
4. Tambahkan 1000 µl R2 ke dalam tabung 1 dan 2, homogenkan
5. Atur alat spektrofotometer dengan Panjang gelombang 405 nm dengan suhu 37o C
6. Baca absorbansi pada menit ke 1,2, dan 3

Pasca Analitik

1. Mencatat hasil absorbansi


2. Lakukan perhitungan dengan rumus :
𝛥 𝑆𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
𝛾-GT (U/L) = x Kons. Kalibrator (U/L)
𝛥 𝐾𝑎𝑙𝑖𝑏𝑟𝑎𝑡𝑜𝑟
VIII. Interpretasi Hasil

IX. Pembahasan
Pemeriksaan Gamma GT menggunakan metode kinetic fotometrik menggunakan alat
spektrofotometer. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi penyakit hepatobilia
karena keberadaan enzim tersebut ada di saluran empedu. Pemeriksaan Gamma GT
juga dapat untuk menunjang diagnosis penyakit hati alkoholik, terutama di hati, hinjal,
dan pancreas. Pemeriksaan kadar Gamma GT bertujuan untuk mendeteksi adanya
gangguan hepatoseluler, memantau kadar Gamma GT selama terjadi
kerusakan hepar dan selama pengobatan. Kadar Gamma GT juga
digunakan sebagai pembanding dengan pemeriksaan fungsi hati yang
lain untuk menentukan disfungsi sel hati. Prinsip pemeriksaan Gamma GT adalah
dengan mengkatalisis pemindahan asam glutamat ke akseptor seperti glisilglisin. Proses
ini melepaskan 5-amino-2-nitrobenzoate yang dapat diukur pada Panjang gelombang
405 nm. Peningkatan absorbansi pada panjang gelombang ini menunjukkan aktivitas
Gamma GT.
Aktivitas Gamma GT meningkat pada semua bentuk penyakit hati. Pemeriksaan
Gamma GT lenih sensitif daripada SGPT, SGOT, dan ALP dalam mendeteksi ikterus
obstruktif, kolangitis, dan koleistitis. Menurut Soemardjo, dkk (1983) peningkatan
aktifitas enzim Gamma Glutamyl Transferase (Gamma GT) dalam serum dapat
disebabkan oleh:
1. Kolestasis
Gamma GT dapat digunakan sebagai penguat arti diagnostic dari kenaikan fosfatase
alkali. Peningkatan fosfatase alkali yang diikuti dengan kenaikan Gamma GT,
menandakan bahwa kenaikan fosfatase alkali tersebut benar-benar dari sistem
heptobiliar.
2. Hepatitis Akut
Hepatitis akut menyebabkan peningkatan ALP, AST, dan Gamma GT.
Peningkatannya berkisar antara 5-12 harga normal tertinggi dan lebih lama kembali
menjadi normal
3. Alkohol
Orang yang mengkonsumsi alcohol secara berlebih akan menyebabkan peningkatan
Gamma GT dengan jumlah yang tinggi meskipun belum terjadi kerusakan hati
alkoholik. Peningkatan akan terjadi setelah 12-24 jam
4. Obat
Peningkatan kadar Gamma GT juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat
fenitoin, fenobarbital, warfarin dan aminoglikosida. Pemakaian obat fenitoin dan
barbiturate dapat menyebabkan uji Gamma GT positif palsu.
X. Simpulan
Pemeriksaan Gamma GT pada praktikum kali ini. menggunakan metode kinetic
fotometrik menggunakan alat spektrofotometer. Pemeriksaan ini digunakan untuk
mendeteksi penyakit hepatobilia , terutama di hati, hinjal, dan pancreas.
DAFTAR PUSTAKA
Khasanah, Ulfy Nur and Supriyanta, Bambang and Nuryani, Siti (2019) PENGARUH
HEMOLISIS PADA SERUM TERHADAP PEMERIKSAAN AKTIVITAS ENZIM
GAMMA GLUTAMYL TRANSFERASE. skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes
Yogyakarta.

Samosir. MF.2020. GAMBARAN KADAR 𝜸-GT (GAMMA GLUTAMYL


TRANSFERASE) PADA PENGONSUMSI TUAK. KTI. Poltekkes Kemenkes Medan

gumay, Benny S and mustofa, syazili (2020) Penggunaan Klinis Aktivitas Enzim
Gamma-Glutamyl Transferase (GGT) Plasma dan Potensinya sebagai Biomarker
untuk Berbagai Penyakit. Medical Journal of Lampung UniversityOLOL

Anda mungkin juga menyukai