0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan150 halaman

Kontrak Perkuliahan Hidrologi Lingkungan

Kontrak perkuliahan mata kuliah Hidrologi Lingkungan memberikan informasi tentang dosen pengajar, jadwal kuliah, silabus, penilaian akhir, dan norma akademik yang harus dipenuhi mahasiswa dalam mata kuliah ini.

Diunggah oleh

Pusat Data OASIS 21
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan150 halaman

Kontrak Perkuliahan Hidrologi Lingkungan

Kontrak perkuliahan mata kuliah Hidrologi Lingkungan memberikan informasi tentang dosen pengajar, jadwal kuliah, silabus, penilaian akhir, dan norma akademik yang harus dipenuhi mahasiswa dalam mata kuliah ini.

Diunggah oleh

Pusat Data OASIS 21
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertemuan 1

Kontrak Perkuliahan
Hidrologi Lingkungan ( TLI 62116)
Dosen : Dr. Ansiha Nur, MT dan Yenni, Ph.D

DEPARTEMEN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

 Mata Kuliah : Hidrologi Lingkungan


 Kode / SKS : TLI 62116 / 2 SKS
 Prasyarat :-
 Semester :4
 Status : Wajib
 Konsentrasi : Pengelolaan Kualitas Air
 Kelas : Selasa RSTA-1 TL (C) 7.30 – 9.10
Kamis G1.12 (A) 11.10 – 12.50
Kamis H.2.2 (KBI) 13.30 – 15.10 (Gina-Ansi)
SILABUS
 I. Siklus Hidrologi
 Hidrologi dan klimatologi
 Presipitasi
 Evaporasi dan evapotranspirasi
 Infiltrasi dan pergerakan air tanah
 Aliran air tanah
 Aliran permukaan, runoff dan banjir
 II. Pergerakan Hidrologi
 Kualitas air
 Erosi dan sedimentasi
 Transport kontaminan pada aliran permukaan dan air tanah
 III. Statistik Hidrologi
 Analisis statistik data hidrologi
 Analisis frekuensi kejadian ekstrim
 Time series hidrologi
NILAI AKHIR MATA KULIAH
 Tugas dan PR = 20%
 Quiz = 20%
 UTS = 30%
 UAS = 30%

Kompetensi Umum
Mahasiswa mampu menganalisis sirkulasi air dengan
segala unsurnya dalam siklus hidrologi
NORMA AKADEMIK
 Toleransi keterlambatan 15 menit.
 Selama proses pembelajaran berlangsung HP di-silent.
 Pengumpulan tugas ditetapkan sesuai jadwal dan dilakukan sebelum
pembelajaran dimulai. Bagi yang menyerahkan tugas setelah
pembelajaran selesai diberi nilai 75%, dan bila terlambat 1 hari, diberi
nilai 50%. Jika keterlambatan pengumpulan lebih dari satu hari diberi
nilai 0%.
 Mahasiswa yang berhalangan hadir karena sakit (harus ada keterangan
sakit/surat pemberitahuan sakit dan diberikan paling lambat pada saat
ybs masuk kembali)
 Tugas yang merupakan plagiat dinilai nol.
 Kehadiran mahasiswa dalam pembelajaran minimal 75% dari total
pertemuan kuliah yang terlaksana (persyaratan mengikuti remedial)
 Kecurangan dalam ujian, nilai MK ybs adalah nol.
 Hal-hal lain yang tidak tercantum di norma akademik ini akan
ditetapkan kemudian hari oleh Dosen ybs.
DAFTAR PUSTAKA
 Maidment, David R. Handbook of Hidrology. Mc-GrawHill. University of Texas,
Austin.
 Soewarno. 2000. Hidrologi Operasional. Penerbit PT Citra Aditya Bakti. Bandung.
 Asdak, Chay. 2007. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah
Mada University Press. Yogyakarta.
 Black, Peter E. 1991. Watershed Hydrology. College of Environmental Science and
Forestry. State University of New [Link] Jersey.
 Jr, Ray K. Linsley et al. 1986. Hidrologi untuk Insinyur. Penerbit Erlangga. Jakarta.
 Kodoatie, Robert J. et al., 2005. Kajian Undang-undang Sumber Daya Air. Penerbit
Andi. Yogyakarta.
 Notoodarmojo, Suprihanto. 2005. Pencemaran Tanah dan Air Tanah. Penerbit ITB.
Bandung.
 Sosrodarsono, Suyono dan Takeda, Kensaku. 2003. Hidrologi untuk Pengairan.
Penerbit PT Pradnya Paramita. Jakarta.
 Wilson, E. M. 1993. Hidrologi Teknik. Penerbit ITB. Bandung.
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
PERTEM KEMAMPUAN AKHIR YANG POKOK BAHASAN & BENTUK PEMBELAJARAN KRITERIA PENILAIAN KET
UAN KE- DIHARAPKAN (KOMPETENSI) SUB POKOK (INDIKATOR)
BAHASAN
1 Mahasiswa mampu memahami RPKPS, Kontrak Perkuliahan dan Penjelasan peraturan awal kepada
kontrak perkuliahan dan bobot penilaian Pendahuluan mahasiswa, pemberian bobot nilai dan
rencana bahan ajar satu semester
2 Mahasiswa mampu memahami dan Siklus Hidrologi dan Presentasi dosen serta diskusi Kehadiran dan Keaktifan
menganalisa siklus air dan neraca air Neraca Air bertanya dan penyampaian
pendapat

3 Mahasiswa mampu memahami dan Proses Presipitasi Presentasi Mahasiswa dan diskusi Kehadiran dan Keaktifan
menganalisa proses presipitasi (4 grup) bertanya dan penyampaian
pendapat

4 Metereologi dan Klimatologi: Alat-alat Ukur Presentasi Mahasiswa Kehadiran dan Keaktifan
dan Metode Pengukuran bertanya dan penyampaian
pendapat

5 Kunjungan ke Stasiun Pengamatan Curah Tugas


Hujan di Kota Padang

6 Mahasiswa mampu mengolah data curah hujan -Mengolah Data Curah Presentasi Dosen dan Pengolahan Data Curah Kehadiran dan Keaktifan
(1) Hujan : Hujan bertanya dan penyampaian
Penyiapan data hujan, pendapat
tes konsistensi

7 Mahasiswa mampu mengolah data curah hujan Perhitungan curah hujan Presentasi Mahasiswa Kehadiran dan Keaktifan
(2) maksimum, dan analisis (2-4 grup) bertanya dan penyampaian
intensitas hujan pendapat

Quiz
8 UTS
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
PERTE KEMAMPUAN AKHIR POKOK BENTUK KRITERIA KET
MUAN YANG DIHARAPKAN BAHASAN & SUB PEMBELAJARAN PENILAIAN
KE- (KOMPETENSI) POKOK (INDIKATOR)
BAHASAN
9 Memahami faktor meteorologi Meteorologi dan Presentasi Kehadiran dan
dan klimatologi klimatologi Mahasiswa Keaktifan bertanya
dan diskusi dan penyampaian
pendapat

10 Mengetahui alat-alat ukur dan


Alat-alat ukur dan Kunjungan Tugas
metode pengukuran metode pengukuran lapangan ke
meteorologi dan klimatologi meteorologi dan BMKG/Pos Curah
klimatologi Hujan
11 Mahasiswa mampu mengetahui Transpirasi, Presentasi Kehadiran dan
dan menghitung transpirasi, Evaporasi, Mahasiswa dan Keaktifan bertanya
evaporasi, evapotranspirasi Evapotranspirasi dosen serta diskusi dan penyampaian
pendapat
12 Mahasiswa mampu mengetahui Infiltrasi Presentasi Kehadiran dan
dan menghitung infiltrasi Mahasiswa dan Keaktifan bertanya
dosen serta diskusi dan penyampaian
pendapat
13 Memahami dan Runoff dan Stream Presentasi Kehadiran dan
memperkirakan aliran Flow Mahasiswa dan Keaktifan bertanya
permukaan (Runoff) dosen serta diskusi dan penyampaian
pendapat

14,15 1. Memahami sumber dan Air Tanah Presentasi 1. Kehadiran dan


pergerakan air tanah. Mahasiswa dan Keaktifan
2. Menghitung kapasitas dosen serta diskusi bertanya dan
sumber air tanah penyampaian
pendapat.
2. Kuis 2

16 UAS
PRESENTASI KELOMPOK

Pertemuan 3 : Presipitasi
Kasus : Banjir, Banjir ROB, Landsubsidence, Hujan Es

Pertemuan 6-7 : Perhitungan Curah Hujan

ATURAN :
1. Semua kelompok membuat Makalah (sesuai aturan kaedah berlaku) dan PPT
2. Makalah terbaik adalah yang terpilih tampil
3. Penilaian : Makalah = 60%, Presentasi = 40%
HIDROLOGI
DEFINISI HIDROLOGI
Hidrologi

Hydro = air Logos = ilmu

Cakupan:
• Peredaran (circulation);
• Penyebaran (distribution);
• Dampak terhadap lingkungan.
KLASIFIKASI HIDROLOGI BERDASARKAN LINGKUP PEMBAHASAN

Hidrologi operasional

Pengukuran dan pengolahan data

Hidrologi aplikasi

Prakiraan dan pengolahan data lanjutan


PERKEMBANGAN HIDROLOGI
Mengenal air & sungai

1452
Siklus hidrologi Leonardo Da Vinci

1960-1980
Perbandingan hujan dan debit Sungai Seine
di Perancis (Pierre Perrault)

Akhir abad 19-awal abad 20


Rumus empirik penentuan debit banjir (Ir. A.
P. Melchior & Ir. J. P. der Weduwen)
KETERKAITAN HL DENGAN MATA KULIAH LAIN

TPALE
Aplikasi:
(Air buangan dan • Sumber data desain
drainase) (kuantitas, kualitas,
daya rusak)
PSDA • Perencanaan
Hidrologi pengembangan
sumber daya air
TPAM
• Transfer kontaminan
dan pengenceran
TPPAS kontaminan melalui
siklus hidrologi
PPU
SUMBER DATA DESAIN
(KUANTITAS, KUALITAS,
DAYA RUSAK)
SIKLUS HIDROLOGI
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

UNSUR-UNSUR UTAMA SIKLUS HIDROLOGI


 Evaporasi : penguapan dari badan air secara langsung
 Transpirasi : penguapan air yg terkandung dalam
tumbuhan
 Respirasi : penguapan air dari tubuh hewan dan manusia
 Evapotranspirasi : perpaduan evaporasi dan transpirasi
 Kondensasi : proses perubahan wujud uap air menjadi
titik-titik air sebagai hasil pendinginan
 Presipitasi : segala bentuk curahan atau hujan dari
atmosfer ke bumi yg meliputi hujan air, hujan es, hujan
salju
 Infiltrasi : air yg jatuh ke permukaan tanah dan meresap
ke dalam tanah
 Perkolasi : air yg meresap terus sampai kedalaman
tertentu hingga mencapai air tanah atau Groundwater
 Run off : air yg mengalir di atas permukaan tanah melalui
parit, sungai, hingga menuju laut
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

WUJUD AIR
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

VOLUME AIR DI BUMI


WORLD WATER RESOURCES

20
FRESH WATER IS ONLY 2.5% OF ALL WATER

Only 2.5%
is fresh
water
97.5% is salt water

21
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

KESEIMBANGAN AIR DI DUNIA


Pertemuan 2
Siklus Hidrologi dan Neraca Hidrologi

Dosen:
Dr. Ansiha Nur, S.T., M.T PhD

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

Hidrologi ialah Ilmu Yang Mempelajari tentang terjadinya


pergerakan dan distribusi air di bumi, baik di atas, pada
maupun di bawah permukaan bumi, tentang sifat fisik, kimia
air, dan reaksinya terhadap lingkungan dan hubungannya
terhadap kehidupan

Secara ringkasnya pula hidrologi adalah kajian tentang air.


Antara lain: 1. unsur presipitasi (mis curah Hujan)
2. Unsur Cuaca ( mis temperatur, kelembapan, kecepatan, dan
arah angin, durasi/ intensitas penyinaran matahari
3. Unsur Penguapan
4. Unsur air permukaan (mis tinggi muka air, debit sungai,
angkut sedimen)
5. Unsur air di bawah permukaan ( infiltrasi dan perkolasi)
6. Unsur air tanah(pengontrolan m.a.t, kuantitas, dan
pergerakan).
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

Ilmu Hidrologi

Evaporasi dan transpirasi


Presipitasi (precipitation)
(evaporation)
Ilmu yang
mempelajari
sirkulasi air,
yakni:
Aliran permukaan
Air tanah (ground water)
(surface stream flow)
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

WUJUD AIR
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

VOLUME AIR DI BUMI


WORLD WATER RESOURCES

6
FRESH WATER IS ONLY 2.5% OF ALL WATER

Only 2.5%
is fresh
water
97.5% is salt water

7
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

KESEIMBANGAN AIR DI DUNIA


Global Hydrologic Cycle

Domenico and Schwartz, 1990.


TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

SIKLUS HIDROLOGI

Proses :
1. Penguapan (evaporasi) air laut & air permukaan ke
atm ;
2. Tumbuhan juga menguapkan air (transpirasi)
3. Hasil penguapan mjd awan jenuh / awan penyebab
hujan
4. Terjadi hujan (presipitasi)
5. Sebag kecil air hujan diuapkan kembali
6. Air hujan yg sampai permukaan tanah sebag akan
meresap ke dlm tanah (infiltrasi).

15
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

7. Sebag lagi mengisi cekungan, kubangan (deficiensi) &


sisanya lagi mengalir di permukaan tanah (overland
flow)
8. Proses infiltrasi akan menjadikan air mengalir di
bawah permukaan tanah (interflow)
9. Sebagian air infiltrasi akan tetap tinggal di dalam
tanah (moisture content) bila tdp banyak hutan
10. Sisanya lagi akan mengalir scr vertikal akibat
gravitasi (perkolasi) & masuk jauh ke dlm tanah.
11. Pergerakan air tanah yg lambat skl ke tempat yg lbh
rendah, shg bila tdp patahan bumi akan keluar sbg
mata air, bila bertemu palung sungai akan mengalir
bersama surface run off. & Kembali ke proses 1.
16
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

UNSUR-UNSUR UTAMA SIKLUS HIDROLOGI


 Evaporasi : penguapan dari badan air secara langsung
 Transpirasi : penguapan air yg terkandung dalam
tumbuhan
 Respirasi : penguapan air dari tubuh hewan dan manusia
 Evapotranspirasi : perpaduan evaporasi dan transpirasi
 Kondensasi : proses perubahan wujud uap air menjadi
titik-titik air sebagai hasil pendinginan
 Presipitasi : segala bentuk curahan atau hujan dari
atmosfer ke bumi yg meliputi hujan air, hujan es, hujan
salju
 Infiltrasi : air yg jatuh ke permukaan tanah dan meresap
ke dalam tanah
 Perkolasi : air yg meresap terus sampai kedalaman
tertentu hingga mencapai air tanah atau Groundwater
 Run off : air yg mengalir di atas permukaan tanah melalui
parit, sungai, hingga menuju laut
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

MACAM SIKLUS HIDROLOGI


1. Siklus Pendek:
 Air laut menguap menjadi uap gas karena panas
matahari
 Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
 Biasanya siklus ini terjadi di laut terbuka/samudera
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

2. Siklus Sedang:
 Terjadi saat air yang berada pada badan air (danau, rawa,
laut, sungai) menguap, terkondensasi menjadi awan
 Awan tersebut bergerak ke tempat lain karena terdorong
oleh angin atau karena perbedaan tekanan dan
menurunkan hujan di permukaan tanah.
 Air mengalir di sungai menuju laut kembali
 Siklus ini terjadi di wilayah daratan yang di dekatnya terdapat
laut atau di wilayah tropis.
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

3. Siklus Panjang:
 Terjadi setelah air pada badan air menguap. Lalu, terkondensasi
menjadi awan yang berisi kristal-kristal es, kemudian awan
terdorong ke pegunungan atau kutub dan jatuh sebagai salju ke
lereng gunung atau gletser.
 Lelehan es itu nantinya yang akan menjadi run-off atau
menyerap ke dalam tanah untuk selanjutnya kembali ke badan
air.
 Siklus hidrologi ini biasanya terjadi di kutub atau daerah yang
beriklim sedang/mengalami 4 musim, yaitu musim semi, musim
panas, musim gugur, dan musim dingin/salju.
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

NERACA AIR (WATER BALANCE)

Sumber: Sosrodarsono, 1993


TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

NERACA AIR (WATER BALANCE)

 Rumus Umum: Input = Output


 Input = hujan
 Output = evapotranspirasi, infiltrasi, runoff,
perubahan cadangan air (storage dlm DPS)
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

NERACA AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)


TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

NERACA AIR (WATER BALANCE)

P=D+E+G+M

 P = presipitasi
 D = debit
 E = evapotranspirasi
 G = penambahan (supply) air tanah
 M = penambahan kadar kelembaban tanah
(moisture content)
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

CONTOH SOAL:
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

JAWABAN:
 Input:
 Presipitasi = 2500 mm/thn
 Output:
 Evaporasi dan evapotranspirasi = 500 mm/thn
 Aliran air tanah keluar DPS = 1500 mm/thn
P =D+E+G+M
 2500 = D + 500 + 1500

 D = 500 mm/thn . 1000 km2

 D = 15,85 m3/detik
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

BRAINSTORMING
Small group discussion (4 orang)
BENTANG ALAM – RURAL AREA/PERI URBAN
 Keseimbangan Hidrologi
 Sumber Daya Air 
Kuantitas dan Kualitas
(Siklus Hidrologi)

Sumber Daya Air :


• Air Permukaan  BM air
Kelas I dan Kelas II (PP RI
No. 22 TAHUN 2021)
• Air Tanah
• Mata Air
• Air Hujan
 Kepadatan penduduk
rendah
 Di Pedesaan
 Aktifitas sedikit (jenis
Kondisi Bentang Alam dan pekerjaan berhubungan
Kependudukan dengan alam)
 Infrastruktur sedikit
BENTANG ALAM – PERI URBAN / KOTA
 Keseimbangan Hidrologi
terganggu
 Sumber Daya Air 
Kuantitas dan Kualitas
(Siklus Hidrologi)

Sumber Daya Air :


• Air Permukaan  BM air
min Kelas II (PP RI No.
22 TAHUN 2021)
• Air Tanah
• Mata Air
• Air Hujan ????

 Kepadatan penduduk
sedang-tinggi
Kondisi Bentang
 Pinggiran Kota - Kota
Alam dan  Aktifitas sedikit-banyak
Kependudukan  Infrastruktur banyak
WATCH THIS VIDEO
[Link]

Land subsidence and sea level rise are sinking cities


PERTEMUAN KE-3
1. Presentasi Kelompok (Studi Kasus) = 4 kelompok
2. 1 kelompok = 20 menit (15 menit presentasi, 5 menit QnA) 
perhatikan jumlah PPT. Studi Kasus dan Pembahasan
berbasis hidrologi

Boleh menggunakan video/animasi


•Alat Ukur Hujan Biasa (AUHB)
 (grup 1)
•AUHO (grup 1)
•Termometer (grup 2)
Jelaskan dengan gambar,
•Maximum carakerja, serta metode
•Minimum perhitungannya.

•Bola basah
•Bola kering
•Termohigrograf (grup 3)
•Barometer (grup 4)
•Anemometer (grup 5)
•Sunshine recorder (grup 6)
•Aktinograf (grup 7)
•Panci evaporasi (grup 8)
Materi 3
METEOROLOGI DAN
KLIMATOLOGI

Team Teaching HL

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS
1
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

KARAKTERISTIK HIDROLOGI SUATU DAERAH


DITENTUKAN OLEH:
 Keadaan geologi (pergerakan air tanah di
bumi)
 Keadaan geografi (permukaan bumi)
 Keadaan iklim:
 Jumlah dan distribusi presipitasi
 Proses terjadinya salju dan es
 Pengaruh angin
 Temperatur
 Kelembaban terhadap evapotranspirasi dan
pencairan salju 2
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PERANAN METEOROLOGI DALAM HIDROLOGI:

Penetapan presipitasi maksimum dan


kondisi pencairan salju kritis bagi
perancangan bangunan pelimpah

Perkiraan presipitasi dan pencairan


salju untuk pengoperasian waduk

Penetapan angin terkuat di atas


permukaan air utk menilai besar
gelombang utk perancangan bendung dan 3
tanggul
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POS KLIMATOLOGI
 Pos klimatologi tidak lengkap
pintu
Terdiri dari suatu
bangunan di lokasi
terbuka, berukuran
minimal 2m x 4m,
untuk penempatan alat AUHO
ukur cuaca, yang AUHB

terdiri atas: alat ukur 2,00 m

hujan biasa (AUHB)


dan alat ukur hujan pagar

otomatis (AUHO) 4,00 m


4
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POS KLIMATOLOGI
 Pos klimatologi lengkap
Terdiri dari :

 AUHB  Termohigrograf
 AUHO  Anemometer
 Termometer:  Sunshine recorder
 Maximum  Aktinograf
 Minimum  Panci evaporasi
 Bola basah
5
 Bola kering
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POS KLIMATOLOGI
 Pos klimatologi lengkap

6
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POS KLIMATOLOGI
 Pos klimatologi lengkap

7
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POS KLIMATOLOGI
 Pos klimatologi lengkap

8
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POS KLIMATOLOGI
 Pos klimatologi lengkap

9
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POS KLIMATOLOGI
 Pos klimatologi lengkap

10
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POS KLIMATOLOGI
 Pos klimatologi lengkap

11
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POS KLIMATOLOGI
 Pos klimatologi lengkap

12
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POS KLIMATOLOGI
 Pos klimatologi lengkap

13
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGUKURAN DATA IKLIM

 Radiasimatahari
 Temperatur / suhu udara
 Kelembaban udara
 Kecepatan dan arah angin

14
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

RADIASI MATAHARI DAN BUMI


 Merupakan sumber utama energi bumi,
menentukan cuaca dan iklim
 Panjang gelombang radiasi matahari : 0.4 – 0.8
µm (gelombang pendek)
 Panjang gelombang radiasi bumi : 10 µm
(gelombang panjang)
 Kecepatan radiasi matahari yg mencapai batas
bagian atas atmosfer bumi pada suatu
permukaan yg tegak lurus terhadap arah radiasi
pada jarak rata-rata antar bumi dan matahari
disebut konstanta matahari (solar constant),
dengan rentang nilai 1.89 – 2.05 Ly/men
 Ly = 1 kal/cm2 15
 men = 697.6 W/m2
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

KESEIMBANGAN KALOR PERMUKAAN BUMI


DAN ATMOSFER

 njhnjkhkj

16
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

RADIASI MATAHARI

17
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGUKURAN RADIASI
 Aktinometer dan radiometer: alat utk
mengukur intensitas energi radiasi (intensity
of radiant energy).

Terdiri dari
5 jenis:

Pirradio
Pirhelio Pirano Pirgeo Pirradio
meter
meter meter meter meter
bersih
18
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

 Pirheliometer : utk mengukur radiasi matahari


langsung
 Piranometer : utk mengukur radiasi gelombang
pendek hemisferis, yakni intensitas gabungan dari
radiasi matahari langsung dan radiasi angkasa yg
tersebar
 Pirgeometer : utk mengukur radiasi gelombang
panjang hemisferis, yg digunakan langsung utk
mengukur radiasi atmosferis
 Pirradiometer : utk mengukur semua perubahan
gelombang radiasi yg berlangsung terus menerus
 Pirradiometer bersih : utk mengukur semua
perubahan gelombang radiasi bersih 19
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

TEMPERATUR / SUHU UDARA


 Temperatur harian rata-rata : adalah nilai rata-
rata dari temperatur harian maksimum dan
minimum
 Temperatur harian normal: adalah nilai rata-rata
dari temperatur harian rata-rata
 Temperatur bulanan rata-rata : adalah
temperatur rata-rata dari temperatur-temperatur
maksimum dan minimum bulanan rata-rata
 Temperatur tahunan rata-rata : adalah
temperatur rata-rata dari temperatur bulanan rata-
rata pada tahun yg bersangkutan
 Derajat hari : adalah perubahan satu derajat utk
satu hari dalam temperatur harian rata-rata dari
suatu temperatur dasar yg ditentukan 20
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGUKURAN TEMPERATUR / SUHU UDARA

 Pengamatan temperatur maksimum


 Pengamatan temperatur minimum
 Pengamatan temperatur yg tengah
berlangsung

21
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGUKURAN TEMPERATUR / SUHU UDARA

 Alat yg digunakan:
 Termometer minimum: tipe alkohol
dalam kaca, mempunyai indeks yg tetap
berada pada temperatur terendahnya sejak
penyetelan terakhir
 Termometer maksimum: mempunyai
pengekang dekat bolanya yg mampu
mencegah air raksa kembali ke bola pada
saat temperatur turun, sehingga tetap
menunjukan temperatur tertingginya sejak
penyetelan terakhir 22
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGUKURAN TEMPERATUR / SUHU UDARA

 Alat yg digunakan:
 Termograf: dengan lempeng metalik
ganda atau suatu tabung logam yg diisi
dengan alkohol atau merkuri untuk elemen
termometrisnya, dapat membuat catatan
secara otomatis berupa grafik
 Termometer tahanan listrik: (seperti
thermocouples, termometer bola gas, dan
jenis lainnya), dipakai untuk tujuan khusus
23
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

GRADIEN TEMPERATUR VERTIKAL (LAPSE RATE)


 Lapse rate adalah laju perubahan temperatur
terhadap ketinggian dalam atmosfer bebas
 Variasi terbesar dalam lapse rate terdapat pada
lapisan udara tepat di atas permukaan daratan
 Pada siang hari lapse rate cendrung tajam
disebabkan oleh relatif tingginya temperatur udara
dekat tanah
 Pada saat pemanasan berlanjut, lapse rate di
lapisan udara di bagian yg rendah semakin curam
sampai mencapai gradien temperatur vertikal
adiabatis kering (dry-adiabatic lapse rate),
(1 derajat celcius tiap 100 m atau 5,4 derajat
Fahrenheit tiap 1000 kaki) 24
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

GRADIEN TEMPERATUR VERTIKAL (LAPSE RATE)

 Dry-adiabatic lapse rate: laju


perubahan temperatur udara yg tidak
jenuh sbg akibat dari pemuaian atau
tekanan pada saat udara naik (tekanan
yg menurun) atau turun (tekanan yg
naik) tanpa pertambahan maupun
pengurangan panas.
 Superadibatis : kondisi udara dimana
udara panas yg lebih ringan berada di
atas udara dingin yg lebih rapat. 25
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

DISTRIBUSI TEMPERATUR SECARA GEOGRAFIS

 Pada garis lintang rendah:


temperatur udara permukaan cendrung
paling tinggi, tetapi terkadang
kecendrungan ini terganggu oleh adanya
pengaruh dari massa air dan tanah,
topografi dan tumbuh-tumbuhan.
 Pada daerah pedalaman pulau besar
atau benua: temperatur lebih tinggi
pada musim panas dan lebih rendah pada
musim dingin dibandingkan pada daerah26
pantai pada garis lintang yg sama
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

DISTRIBUSI TEMPERATUR SECARA GEOGRAFIS

 Temperatur pada elevasi tinggi lebih rendah


dibandingkan pada elevasi rendah
 Lereng arah selatan mempunyai temperatur yg lebih
panas drpd lereng arah utara
 Nilai rata-rata pengurangan temperatur udara
permukaan thd elevasi = ½ -1 derajat celcius tiap 100
m (3 dan 5 derajat Fahrenheit tiap 1000 kaki).
 Daerah berhutan mempunyai temperatur minimum
harian yg lebih tinggi dan temperatur maksimum
harian yg lebih rendah dibandingkan daerah yg
gundul
 Temperatur rata-rata di suatu daerah berhutan
mungkin 1 – 2 derajat celcius lebih rendah drpd
derah terbuka yg sebanding, dan perbedaan semakin 27

besar pada musim panas


TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

KELEMBABAN UDARA

 Kelembaban relatif (relative humidity) :


adalah rasio persentase dari tekanan uap
sebenarnya terhadap tekanan uap jenuh

dimana :
• f = kelembaban relatif (%)
• e = tekanan uap sebenarnya (milibar) 28

• es = tekanan uap jenuh (milibar)


TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

KELEMBABAN UDARA

 Kelembaban relatif (relative humidity)


dapat juga dihitung langsung dari
temperatur udara dan titik embun:

dimana :
• f = kelembaban relatif (%)
• T = temperatur udara (oC) 29

• Td = titik embun (oC)


TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

KELEMBABAN UDARA

 Titik embun (dewpoint, Td) : adalah


temperatur dimana ruang menjadi jenuh
bila air didinginkan di bawah tekanan
konstan dan dengan kadar uap-air yg
konstan.
 Pada titik embun, temperatur
mempunyai tekanan uap jenuh (es) yg
sama dengan tekanan uap (e) yg ada.
30
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

KELEMBABAN UDARA

 Kelembaban Spesifik (qh) : adalah massa


uap air per massa satuan udara lembab

 Dimana:
 qh = kelembaban spesifik (gram/kg)
 e = tekanan udara (milibar)
 Pa = tekanan udara total (milibar) 31
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGUKURAN KELEMBABAN UDARA


 Psikrometer (Psychrometer) :
 Terdiri dari 2 termometer (satu diantaranya
dgn bola termometer yg dibungkus dgn kain
basah.
 Termometer-termometer tsb diberi ventilasi
dgn putaran atau dgn menggunakan kipas
angin. Krn pengaruh pendinginan akibat
penguapan, termometer basah atau
termometer bola basah (wet bulb) menunjukan
angka yg lebih rendah dibandingkan
termometer kering, dan selisih dalam derajat
tsb disebut depresi bola basah (wet-bulb 32
depression).
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGUKURAN KELEMBABAN UDARA


 Psikrometer
(Psychrometer) :

33
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGUKURAN KELEMBABAN UDARA


 Higrometer rambut (hair hygrometer):
 adalah sebuah alat pengukur kelembaban udara
dengan satuan persen yang menggunakan prinsip
muai panjang rambut dimana rambut akan
memanjang ketika kelembaban udara bertambah.
 Adapun rambut yang digunakan adalah rambut
manusia atau kuda yang sudah dihilangkan
lemaknya yang kemudian dikaitkan dengan
pengungkit (engsel) yang dihubungkan dengan
jarum yang menunjuk kepada skala sehingga
memperbesar perubahan skala dari perubahan 34
kecil dari panjangnya rambut.
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGUKURAN KELEMBABAN UDARA


Higrometer
rambut (hair
hygrometer):

35
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGUKURAN KELEMBABAN UDARA


 Higrometer titik-embun (dewpoint hygrometer):
 adalah sebuah alat pengukur titik embun
secara langsung dan umumnya digunakan utk
tujuan laboratorium.
 Terdiri dari suatu bejana berlapis logam yg
berisi cairan yg didinginkan. Pada saat
kondensasi mulai terjadi di bagian luar dr
bejana, temperatur cairan sama dgn
temperatur titik embun
36
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

DISTRIBUSI KELEMBABAN SECARA GEOGRAFIS

 Kelengasan atmosfer cendrung berkurang dgn


bertambahnya tinggi garis lintang, tetapi
kelembaban relatif, yg merupakan fungsi
terbalik dr temperatur, cendrung bertambah
 Kelengasan atmosfer paling besar terdapat
pada lautan dan berkurang sesuai dgn jarak ke
pedalaman.
 Kelengasan atmosfer berkurang menurut
elevasi, dan lebih besar pada daerah yg banyak
tumbuhan drpd tanah gundul. 37
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

KECEPATAN DAN ARAH ANGIN

 Angin: udara yg bergerak


 Arah angin : arah dari mana angin bertiup,
dinyatakan dalam arah titik kompas (U, T, TL,
dsb) utk angin permukaan dan dalam derajat
(diukur searah jarum jam) utk angin di atas.
 Kecepatan angin diukur dalam km/jam,
mil/jam, m/det, knots
 1 km/jam = 0,621 mil/jam = 0,278 kn
 1 kn = 1,852 km/jam = 1,151 mil/jam = 0.514 38
m/det
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

VARIASI ANGIN SECARA GEOGRAFIS

 Angin: udara yg bergerak


 Arah angin : arah dari mana angin bertiup,
dinyatakan dalam arah titik kompas (U, T, TL,
dsb) utk angin permukaan dan dalam derajat
(diukur searah jarum jam) utk angin di atas.
 Kecepatan angin diukur dalam km/jam,
mil/jam, m/det, knots
 1 km/jam = 0,621 mil/jam = 0,278 kn
 1 kn = 1,852 km/jam = 1,151 mil/jam = 0.514 39
m/det
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGUKURAN KECEPATAN ANGIN

 Alat ukur : anemometer


 Terdiri dr bbrp tipe:

 Anemometer tiga mangkuk atau empat mangkuk:

 alat ini cendrung mencatat kecepatan rata-rata


yg terlalu tinggipd keadaan angin yg berubah-
ubah.
 Tidak dapat mencatat kecepatan angin di bawah

1 atau 2 mil/jam.
 Anemometer propeler (propeller anemometer)

 Anemometer tabung-tekanan (pressure-tube


40
anemometer)
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

VARIASI ANGIN SECARA GEOGRAFIS


 Di musim dingin : angin permukaan cendrung bertiup
dr tempat yg lebih dingin di darat menuju lautan yg
lebih panas.
 Sebaliknya, di musim panas, angin cendrung bertiup dr
daerah dingin di laut menuju daratan yg lebih panas.
 Angin laut dan angin darat terjadi akibat adanya
perbedaan temperatur antara daratan dan lautan.
 Di daerah pegunungan atau puncak gunung, kecepatan
angin pada ketinggian 10m atau lebih di atas tanah
adalah lebih kencang dibanding pada daerah bebas
dengan elevasi yg sama, krn adanya konvergensi udara41
yg terdesak akibat rintangan orografik.
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

VARIASI ANGIN MENURUT WAKTU

 Pada musim dingin, kecepatan angin tertinggi dan


paling bervariasi, sedangkan pada pertengahan dan
akhir musim panas merupakan periode yg paling
tenang.

42
HIDROLOGI LINGKUNGAN

Pertemuan 4 - 5
ANALISIS CURAH HUJAN

Dosen:
Dr. Ansiha Nur, ST, MT

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS
1
2
3
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

1. Pengumpulan Data
Data yang diperlukan :
1. Data Curah Hujan harian maksimum
2. Peta Lokasi Stasiun curah hujan
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

2. Mengisi data curah hujan yang kosong


• Cek kontinuitas data
– melengkapi data kosong / data hilang yg
disebabkan :
• tidak tercatatnya data hujan oleh
petugas di tempat pengamatan
• akibat kerusakan alat penakar
• kelupaan petugas untuk mencatat atau
sebab lain.
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

Cara melengkapi data kosong:


• Jika perbedaan curah hujan tahunan normal stasiun yang
mempunyai data kosong dibandingkan dengan curah
hujan tahunan normal stasiun pengukur terdekat kurang
dari 10%, maka digunakan rata-rata aritmatik yaitu:

n
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

Cara melengkapi data kosong:


• jika perbedaan curah hujan tahunan normal stasiun yang
mempunyai data kosong dibandingkan dengan curah
hujan tahunan normal stasiun pengukur terdekat lebih
dari 10%, maka digunakan metoda perbandingan normal:

𝑟𝑥
𝑅𝑥 n-1
Soal 1
Stasiun pengamat hujan yang paling dekat
wilayah perencanaan Kota Majalaya adalah
Stasiun Majalaya. Untuk keperluan analisis,
diambil data selama kurun waktu 30 tahun,
yaitu tahun 1959-1988. Sebagai data
pembanding digunakan data dari stasiun
Jatinangor, Pasirjati, Ciparay, Paseh, Cicalengka,
Leles. Selisih antara curah hujan tahunan normal
antara stasiun pembanding lebih besar dari 10%
8
Contoh

A = Jatinangor
B = Pasirjati
C = Ciparay
D = Majalaya
E = Paseh
F = Cicalengka
H = Leles.

9
Solusi
Tahun 1969, Sta C
1 65 80 80 80 70 90
r1969 = 𝑥69,33 + + + + +
(7−1) 61,57 94,76 77,72 93,07 81,00 89,46
= 65,38 ≈ 65 mm/24 jam

Tahun 1963, Sta E

1 40 136 61 46 75
r1963 = 𝑥 93,07 + + + +
(6 − 1) 61,57 94,76 69,33 77,72 89,46
= 81,79 ≈ 82 mm/24 jam

10
11
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

2. Test konsistensi
• Tujuan: mengecek kualitas data hujan yang telah dilengkapi
(konsisten atau tidak)
• Konsisten? (nilai akumulasi curah hujan setiap waktu berada di
dalam rentang yang membentuk pola statistika linear tertentu)
• Faktor-faktor penyebab tidak konsistensinya sekumpulan data:
– Perubahan mendadak pada sistem lingkungan hidrologis (mis:
kebakaran hutan, ekosistem sawah berubah menjadi ekosistem
pemukiman, gempa bumi, dll);
– Perpindahan lokasi stasiun pengukur hujan;
– Terdapat kesalahan sistem observasi pada sekumpulan data,
akibat posisi dan cara pemasangan alat ukur curah hujan atau
penggunaan alat baru.
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

Uji Konsistensi
Menggunakan kurva
massa ganda
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

Uji Konsistensi
Trend pola yg terjadi:

• Pola yang terjadi berupa garis lurus dan tidak


terjadi patahan arah garis itu, maka data hujan
pos Y adalah konsisten

• Pola yang terjadi berupa garis lurus dan terjadi


patahan arah garis itu, maka data hujan pos Y
tidak konsisten dan harus dilakukan koreksi.
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

Uji Konsistensi
Asumsi:
Penggunaan alat pengukur baru • Faktor koreksi:
tan sebelum tan tahunakhir
yang lebih presisi Data yang 
tan sesudah tan tahunawal
error adalah data di tahun awal
• Faktor koreksi diberikan ke slope
pencatatan: seharusnya lebih setelah perubahan
besar 
 Koreksi diberikan pada data
di tahun awal masa pencatatan
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

Uji Konsistensi
Koreksi yang digunakan untuk data yang tidak
konsisten:
Soal 2
Dengan menggunakan hasil data curah hujan
(yang telah lengkap) pada Soal 1. Lakukan uji
konsistensi data tersebut!
Tentukan :
1. Faktor koreksi
2. Data curah hujan Stasiun Utama hasil koreksi

17
18
Data Curah hujan kumulatif diplotkan pada kurva massa-ganda

1982

Data-data curah hujan selama 30 tahun menunjukkan trend


pada tahun 1982

𝑓 𝑡𝑔230
𝑘= 0 =1,12
𝑡𝑔25,5 19
20
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

4. Analisis Curah Hujan


Analisis frekuensi dilakukan untuk membuktikan
seri data yang sesuai dengan distribusi curah
hujan pada Stasiun X yang akan digunakan untuk
dianalis hujan rencana.
Perhitungan Curah Hujan Rencana
Metode yang digunakan dalam perhitungan curah
hujan rencana adalah sebagai berikut :
1. Metode Gumbel TUGAS 1
 Distribusi Gumbel digunakan untuk analisis data maksimum,
misalnya untuk analisis frekwensi banjir
 Distribusi Gumbel mempunyai :
- koefisien kemencengan (Coefisien of skewness)
atau CS = 1,139 dan
- koefisien keruncingan/kurtosis (Coeficient Curtosis) atau
Ck< 4,002.
 Pada metode ini biasanya menggunakan distribusi dan nilai
ekstrim dengan distribusi dobel eksponensial.

22
2. Metode Log Normal TUGAS 2
 merupakan hasil transformasi dari distribusi normal, yaitu dengan
mengubah nilai variat X menjadi nilai logaritmik variat X.
 Distribusi log-Pearson Type III akan menjadi distribusi log Normal
apabila nilai koefisien kemencengan CS = 0,00.

3. Metode Log Pearson Tipe III


 Distribusi Log Pearson Tipe III atau Distribusi Extrim Tipe III
digunakan untuk analisis variabel hidrologi dengan nilai varian
minimum, misalnya analisis frekwensi distribusi dari debit
minimum (low flows).
 Distribusi Log Pearson Tipe III, mempunyai koefisien kemencengan
(Coefisien of skewness) atau CS ≠ 0.

23
SOAL 3
Tabel disamping
menunjukkan data
Curah hujan Stasiun
Kasemen
yang terkoreksi.

Hitunglah distribusi
curah hujan rencana
(periode ulang 2,5,10,25
tahun )

24
Analisis Frekuensi
Curah hujan
Stasiun Kasemen

25
26
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

5. Analisis Distribusi Curah Hujan


Analisis distribusi curah hujan dilakukan untuk perhitungan
hujan rencana. Untuk analisis distribusi ada beberapa syarat
untuk masing-masing metode yang akan digunakan dalam
perhitungan hujan rencana.

Tabel. Syarat Distribusi dan Hasil Analisis Frekuensi Curah Hujan

≤ ≤
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

6. Analisis Curah Hujan Rencana


XTr = Xr + kTr (S)

Dimana :
XTr = Nilai hujan rencana dengan periode ulang tertentu
Xr = nilai curah hujan rata-rata
S = standar deviasi
kTr = faktor frekuensi (dari Tabel Log Pearson Tipe III)

Diketahui :
Xr = curah hujan rata-rata = 82 mm
S = standar deviasi = 29,55
Cs = koefisien skewness = 0,94
28
Dari Tabel Log Pearson Type III diperoleh nilai k
dengan interpolasi antara Cs = 1,0 dan Cs = 0,9 pada
periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun dan 25 tahun.

Tabel .Nilai kTr Log Person Type III dengan Cs = 0,94

29
Tabel. Kr untuk perhitungan Distribusi Hujan Log Pearson III

30
Perhitungan hujan rencana untuk masing-masing periode ulang
dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel. Hujan Rencana di Wilayah Stasiun Kasemen

31
Bersambung…

32
HIDROLOGI LINGKUNGAN

Pertemuan 5
ANALISIS CURAH HUJAN

Dosen:
Dr. Ansiha Nur, ST, MT

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS
1
Perhitungan Curah Hujan Rencana
Metode yang digunakan dalam perhitungan curah
hujan rencana adalah sebagai berikut :
1. Metode Gumbel TUGAS 1
 Distribusi Gumbel digunakan untuk analisis data maksimum,
misalnya untuk analisis frekwensi banjir
 Distribusi Gumbel mempunyai :
- koefisien kemencengan (Coefisien of skewness)
atau CS = 1,139 dan
- koefisien keruncingan/kurtosis (Coeficient Curtosis) atau
Ck< 4,002.
 Pada metode ini biasanya menggunakan distribusi dan nilai
ekstrim dengan distribusi dobel eksponensial.

2
2. Metode Log Normal TUGAS 2
 merupakan hasil transformasi dari distribusi normal, yaitu dengan
mengubah nilai variat X menjadi nilai logaritmik variat X.
 Distribusi log-Pearson Type III akan menjadi distribusi log Normal
apabila nilai koefisien kemencengan CS = 0,00.

3. Metode Log Pearson Tipe III


 Distribusi Log Pearson Tipe III atau Distribusi Extrim Tipe III
digunakan untuk analisis variabel hidrologi dengan nilai varian
minimum, misalnya analisis frekwensi distribusi dari debit
minimum (low flows).
 Distribusi Log Pearson Tipe III, mempunyai koefisien kemencengan
(Coefisien of skewness) atau CS ≠ 0.

3
SOAL 3
Tabel disamping
menunjukkan data
Curah hujan Stasiun
Kasemen
yang terkoreksi.

Hitunglah distribusi
curah hujan rencana
(periode ulang 2,5,10,25
tahun )

4
Analisis Frekuensi
Curah hujan
Stasiun Kasemen

5
6
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

5. Analisis Distribusi Curah Hujan


Analisis distribusi curah hujan dilakukan untuk perhitungan
hujan rencana. Untuk analisis distribusi ada beberapa syarat
untuk masing-masing metode yang akan digunakan dalam
perhitungan hujan rencana.

Tabel. Syarat Distribusi dan Hasil Analisis Frekuensi Curah Hujan

≤ ≤
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

6. Analisis Curah Hujan Rencana


XTr = Xr + kTr (S)

Dimana :
XTr = Nilai hujan rencana dengan periode ulang tertentu
Xr = nilai curah hujan rata-rata
S = standar deviasi
kTr = faktor frekuensi (dari Tabel Log Pearson Tipe III)

Diketahui :
Xr = curah hujan rata-rata = 82 mm
S = standar deviasi = 29,55
Cs = koefisien skewness = 0,94
8
Dari Tabel Log Pearson Type III diperoleh nilai k
dengan interpolasi antara Cs = 1,0 dan Cs = 0,9 pada
periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun dan 25 tahun.

Tabel .Nilai kTr Log Person Type III dengan Cs = 0,94

9
Tabel. Kr untuk perhitungan Distribusi Hujan Log Pearson III

10
Perhitungan hujan rencana untuk masing-masing periode ulang
dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel. Hujan Rencana di Wilayah Stasiun Kasemen

11
Pertemuan 5

Pengujian Kebenaran Distribusi


(uji Chi Kuadrat atau Smirnov Kolmogorov)

12
(m) n = banyak data
n = 28

Cara 1:
Rangking
Data Rata-
rata curah
hujan

13
14
Hasil analisis Uji Chi Kuadrat

X 2 = harga Chi Kuadrat perhitungan = 1,6429 < X 2 cr = 7,815  hipotesa


diterima  distribusi memenuhi syarat

15
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

7. Analisis Intensitas Hujan


 analisis intensitas hujan dengan bentuk intensity
frequency curve : menunjukkan hubungan antara
lamanya waktu pengaliran (durasi) dengan intensitas
hujan, untuk masing-masing periode ulang.
 Metoda yang digunakan untuk analisis intensitas
hujan di Indonesia, dapat mengacu pada pola grafik
Intensity Duration Frequency (IDF) dari Van Breen.
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

Analisis Intensitas Hujan


Van Breen telah melakukan penelitian curah hujan pada
khususnya di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya.
Metoda ini beranggapan bahwa besarnya atau lamanya
durasi hujan harian adalah terkonsentrasi selama 4 jam
dengan hujan efektif sebesar 90% dari hujan total selama
24 jam.
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

• Dalam bentuk rumus hubungan ini dinyatakan sebagai


berikut :

90%  R 24
I
4
dimana :
I = intensitas hujan (mm/24 jam)
R24 = curah hujan harian maksimum
(mm/24 jam)
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

• Persamaan Talbot untuk hubungan intensitas dan


durasi adalah :

a
I
tb
–Dimana:
a
 ( I .t 2
)  ( I ) 2
  .t ) t
( I 2

n(  I 2 )   ( I )  ( I )

b
 
I ( I .t )  n (  .t )
I 2

n(  I 2 )   ( I )  ( I )
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

Menurut Van Breen harga a dan b didekati dengan


persamaan-persamaan dari hasil analisis kurva IDF
Jakarta sebagai berikut :

a  54  R  0,07  R 2

b  0,3  R
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

• Maka persamaan IDF dari Van Breen adalah :

54  R  0,07  R 2
I
t C  0,31 R

dimana :
I = intensitas hujan (mm/jam)
R = curah hujan harian maksimum
(mm/24jam)
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

• Persamaan Mononobe

22

Anda mungkin juga menyukai