Kontrak Perkuliahan Hidrologi Lingkungan
Kontrak Perkuliahan Hidrologi Lingkungan
Kontrak Perkuliahan
Hidrologi Lingkungan ( TLI 62116)
Dosen : Dr. Ansiha Nur, MT dan Yenni, Ph.D
Kompetensi Umum
Mahasiswa mampu menganalisis sirkulasi air dengan
segala unsurnya dalam siklus hidrologi
NORMA AKADEMIK
Toleransi keterlambatan 15 menit.
Selama proses pembelajaran berlangsung HP di-silent.
Pengumpulan tugas ditetapkan sesuai jadwal dan dilakukan sebelum
pembelajaran dimulai. Bagi yang menyerahkan tugas setelah
pembelajaran selesai diberi nilai 75%, dan bila terlambat 1 hari, diberi
nilai 50%. Jika keterlambatan pengumpulan lebih dari satu hari diberi
nilai 0%.
Mahasiswa yang berhalangan hadir karena sakit (harus ada keterangan
sakit/surat pemberitahuan sakit dan diberikan paling lambat pada saat
ybs masuk kembali)
Tugas yang merupakan plagiat dinilai nol.
Kehadiran mahasiswa dalam pembelajaran minimal 75% dari total
pertemuan kuliah yang terlaksana (persyaratan mengikuti remedial)
Kecurangan dalam ujian, nilai MK ybs adalah nol.
Hal-hal lain yang tidak tercantum di norma akademik ini akan
ditetapkan kemudian hari oleh Dosen ybs.
DAFTAR PUSTAKA
Maidment, David R. Handbook of Hidrology. Mc-GrawHill. University of Texas,
Austin.
Soewarno. 2000. Hidrologi Operasional. Penerbit PT Citra Aditya Bakti. Bandung.
Asdak, Chay. 2007. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah
Mada University Press. Yogyakarta.
Black, Peter E. 1991. Watershed Hydrology. College of Environmental Science and
Forestry. State University of New [Link] Jersey.
Jr, Ray K. Linsley et al. 1986. Hidrologi untuk Insinyur. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Kodoatie, Robert J. et al., 2005. Kajian Undang-undang Sumber Daya Air. Penerbit
Andi. Yogyakarta.
Notoodarmojo, Suprihanto. 2005. Pencemaran Tanah dan Air Tanah. Penerbit ITB.
Bandung.
Sosrodarsono, Suyono dan Takeda, Kensaku. 2003. Hidrologi untuk Pengairan.
Penerbit PT Pradnya Paramita. Jakarta.
Wilson, E. M. 1993. Hidrologi Teknik. Penerbit ITB. Bandung.
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
PERTEM KEMAMPUAN AKHIR YANG POKOK BAHASAN & BENTUK PEMBELAJARAN KRITERIA PENILAIAN KET
UAN KE- DIHARAPKAN (KOMPETENSI) SUB POKOK (INDIKATOR)
BAHASAN
1 Mahasiswa mampu memahami RPKPS, Kontrak Perkuliahan dan Penjelasan peraturan awal kepada
kontrak perkuliahan dan bobot penilaian Pendahuluan mahasiswa, pemberian bobot nilai dan
rencana bahan ajar satu semester
2 Mahasiswa mampu memahami dan Siklus Hidrologi dan Presentasi dosen serta diskusi Kehadiran dan Keaktifan
menganalisa siklus air dan neraca air Neraca Air bertanya dan penyampaian
pendapat
3 Mahasiswa mampu memahami dan Proses Presipitasi Presentasi Mahasiswa dan diskusi Kehadiran dan Keaktifan
menganalisa proses presipitasi (4 grup) bertanya dan penyampaian
pendapat
4 Metereologi dan Klimatologi: Alat-alat Ukur Presentasi Mahasiswa Kehadiran dan Keaktifan
dan Metode Pengukuran bertanya dan penyampaian
pendapat
6 Mahasiswa mampu mengolah data curah hujan -Mengolah Data Curah Presentasi Dosen dan Pengolahan Data Curah Kehadiran dan Keaktifan
(1) Hujan : Hujan bertanya dan penyampaian
Penyiapan data hujan, pendapat
tes konsistensi
7 Mahasiswa mampu mengolah data curah hujan Perhitungan curah hujan Presentasi Mahasiswa Kehadiran dan Keaktifan
(2) maksimum, dan analisis (2-4 grup) bertanya dan penyampaian
intensitas hujan pendapat
Quiz
8 UTS
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
PERTE KEMAMPUAN AKHIR POKOK BENTUK KRITERIA KET
MUAN YANG DIHARAPKAN BAHASAN & SUB PEMBELAJARAN PENILAIAN
KE- (KOMPETENSI) POKOK (INDIKATOR)
BAHASAN
9 Memahami faktor meteorologi Meteorologi dan Presentasi Kehadiran dan
dan klimatologi klimatologi Mahasiswa Keaktifan bertanya
dan diskusi dan penyampaian
pendapat
16 UAS
PRESENTASI KELOMPOK
Pertemuan 3 : Presipitasi
Kasus : Banjir, Banjir ROB, Landsubsidence, Hujan Es
ATURAN :
1. Semua kelompok membuat Makalah (sesuai aturan kaedah berlaku) dan PPT
2. Makalah terbaik adalah yang terpilih tampil
3. Penilaian : Makalah = 60%, Presentasi = 40%
HIDROLOGI
DEFINISI HIDROLOGI
Hidrologi
Cakupan:
• Peredaran (circulation);
• Penyebaran (distribution);
• Dampak terhadap lingkungan.
KLASIFIKASI HIDROLOGI BERDASARKAN LINGKUP PEMBAHASAN
Hidrologi operasional
Hidrologi aplikasi
1452
Siklus hidrologi Leonardo Da Vinci
1960-1980
Perbandingan hujan dan debit Sungai Seine
di Perancis (Pierre Perrault)
TPALE
Aplikasi:
(Air buangan dan • Sumber data desain
drainase) (kuantitas, kualitas,
daya rusak)
PSDA • Perencanaan
Hidrologi pengembangan
sumber daya air
TPAM
• Transfer kontaminan
dan pengenceran
TPPAS kontaminan melalui
siklus hidrologi
PPU
SUMBER DATA DESAIN
(KUANTITAS, KUALITAS,
DAYA RUSAK)
SIKLUS HIDROLOGI
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
WUJUD AIR
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
20
FRESH WATER IS ONLY 2.5% OF ALL WATER
Only 2.5%
is fresh
water
97.5% is salt water
21
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
Dosen:
Dr. Ansiha Nur, S.T., M.T PhD
Ilmu Hidrologi
WUJUD AIR
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
6
FRESH WATER IS ONLY 2.5% OF ALL WATER
Only 2.5%
is fresh
water
97.5% is salt water
7
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
SIKLUS HIDROLOGI
Proses :
1. Penguapan (evaporasi) air laut & air permukaan ke
atm ;
2. Tumbuhan juga menguapkan air (transpirasi)
3. Hasil penguapan mjd awan jenuh / awan penyebab
hujan
4. Terjadi hujan (presipitasi)
5. Sebag kecil air hujan diuapkan kembali
6. Air hujan yg sampai permukaan tanah sebag akan
meresap ke dlm tanah (infiltrasi).
15
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
2. Siklus Sedang:
Terjadi saat air yang berada pada badan air (danau, rawa,
laut, sungai) menguap, terkondensasi menjadi awan
Awan tersebut bergerak ke tempat lain karena terdorong
oleh angin atau karena perbedaan tekanan dan
menurunkan hujan di permukaan tanah.
Air mengalir di sungai menuju laut kembali
Siklus ini terjadi di wilayah daratan yang di dekatnya terdapat
laut atau di wilayah tropis.
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
3. Siklus Panjang:
Terjadi setelah air pada badan air menguap. Lalu, terkondensasi
menjadi awan yang berisi kristal-kristal es, kemudian awan
terdorong ke pegunungan atau kutub dan jatuh sebagai salju ke
lereng gunung atau gletser.
Lelehan es itu nantinya yang akan menjadi run-off atau
menyerap ke dalam tanah untuk selanjutnya kembali ke badan
air.
Siklus hidrologi ini biasanya terjadi di kutub atau daerah yang
beriklim sedang/mengalami 4 musim, yaitu musim semi, musim
panas, musim gugur, dan musim dingin/salju.
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
P=D+E+G+M
P = presipitasi
D = debit
E = evapotranspirasi
G = penambahan (supply) air tanah
M = penambahan kadar kelembaban tanah
(moisture content)
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
CONTOH SOAL:
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
JAWABAN:
Input:
Presipitasi = 2500 mm/thn
Output:
Evaporasi dan evapotranspirasi = 500 mm/thn
Aliran air tanah keluar DPS = 1500 mm/thn
P =D+E+G+M
2500 = D + 500 + 1500
D = 15,85 m3/detik
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
BRAINSTORMING
Small group discussion (4 orang)
BENTANG ALAM – RURAL AREA/PERI URBAN
Keseimbangan Hidrologi
Sumber Daya Air
Kuantitas dan Kualitas
(Siklus Hidrologi)
Kepadatan penduduk
sedang-tinggi
Kondisi Bentang
Pinggiran Kota - Kota
Alam dan Aktifitas sedikit-banyak
Kependudukan Infrastruktur banyak
WATCH THIS VIDEO
[Link]
•Bola basah
•Bola kering
•Termohigrograf (grup 3)
•Barometer (grup 4)
•Anemometer (grup 5)
•Sunshine recorder (grup 6)
•Aktinograf (grup 7)
•Panci evaporasi (grup 8)
Materi 3
METEOROLOGI DAN
KLIMATOLOGI
Team Teaching HL
POS KLIMATOLOGI
Pos klimatologi tidak lengkap
pintu
Terdiri dari suatu
bangunan di lokasi
terbuka, berukuran
minimal 2m x 4m,
untuk penempatan alat AUHO
ukur cuaca, yang AUHB
POS KLIMATOLOGI
Pos klimatologi lengkap
Terdiri dari :
AUHB Termohigrograf
AUHO Anemometer
Termometer: Sunshine recorder
Maximum Aktinograf
Minimum Panci evaporasi
Bola basah
5
Bola kering
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
POS KLIMATOLOGI
Pos klimatologi lengkap
6
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
POS KLIMATOLOGI
Pos klimatologi lengkap
7
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
POS KLIMATOLOGI
Pos klimatologi lengkap
8
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
POS KLIMATOLOGI
Pos klimatologi lengkap
9
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
POS KLIMATOLOGI
Pos klimatologi lengkap
10
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
POS KLIMATOLOGI
Pos klimatologi lengkap
11
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
POS KLIMATOLOGI
Pos klimatologi lengkap
12
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
POS KLIMATOLOGI
Pos klimatologi lengkap
13
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
Radiasimatahari
Temperatur / suhu udara
Kelembaban udara
Kecepatan dan arah angin
14
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
njhnjkhkj
16
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
RADIASI MATAHARI
17
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
PENGUKURAN RADIASI
Aktinometer dan radiometer: alat utk
mengukur intensitas energi radiasi (intensity
of radiant energy).
Terdiri dari
5 jenis:
Pirradio
Pirhelio Pirano Pirgeo Pirradio
meter
meter meter meter meter
bersih
18
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
21
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
Alat yg digunakan:
Termometer minimum: tipe alkohol
dalam kaca, mempunyai indeks yg tetap
berada pada temperatur terendahnya sejak
penyetelan terakhir
Termometer maksimum: mempunyai
pengekang dekat bolanya yg mampu
mencegah air raksa kembali ke bola pada
saat temperatur turun, sehingga tetap
menunjukan temperatur tertingginya sejak
penyetelan terakhir 22
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
Alat yg digunakan:
Termograf: dengan lempeng metalik
ganda atau suatu tabung logam yg diisi
dengan alkohol atau merkuri untuk elemen
termometrisnya, dapat membuat catatan
secara otomatis berupa grafik
Termometer tahanan listrik: (seperti
thermocouples, termometer bola gas, dan
jenis lainnya), dipakai untuk tujuan khusus
23
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
KELEMBABAN UDARA
dimana :
• f = kelembaban relatif (%)
• e = tekanan uap sebenarnya (milibar) 28
KELEMBABAN UDARA
dimana :
• f = kelembaban relatif (%)
• T = temperatur udara (oC) 29
KELEMBABAN UDARA
KELEMBABAN UDARA
Dimana:
qh = kelembaban spesifik (gram/kg)
e = tekanan udara (milibar)
Pa = tekanan udara total (milibar) 31
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
33
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
35
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
1 atau 2 mil/jam.
Anemometer propeler (propeller anemometer)
42
HIDROLOGI LINGKUNGAN
Pertemuan 4 - 5
ANALISIS CURAH HUJAN
Dosen:
Dr. Ansiha Nur, ST, MT
1. Pengumpulan Data
Data yang diperlukan :
1. Data Curah Hujan harian maksimum
2. Peta Lokasi Stasiun curah hujan
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
n
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
𝑟𝑥
𝑅𝑥 n-1
Soal 1
Stasiun pengamat hujan yang paling dekat
wilayah perencanaan Kota Majalaya adalah
Stasiun Majalaya. Untuk keperluan analisis,
diambil data selama kurun waktu 30 tahun,
yaitu tahun 1959-1988. Sebagai data
pembanding digunakan data dari stasiun
Jatinangor, Pasirjati, Ciparay, Paseh, Cicalengka,
Leles. Selisih antara curah hujan tahunan normal
antara stasiun pembanding lebih besar dari 10%
8
Contoh
A = Jatinangor
B = Pasirjati
C = Ciparay
D = Majalaya
E = Paseh
F = Cicalengka
H = Leles.
9
Solusi
Tahun 1969, Sta C
1 65 80 80 80 70 90
r1969 = 𝑥69,33 + + + + +
(7−1) 61,57 94,76 77,72 93,07 81,00 89,46
= 65,38 ≈ 65 mm/24 jam
1 40 136 61 46 75
r1963 = 𝑥 93,07 + + + +
(6 − 1) 61,57 94,76 69,33 77,72 89,46
= 81,79 ≈ 82 mm/24 jam
10
11
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
2. Test konsistensi
• Tujuan: mengecek kualitas data hujan yang telah dilengkapi
(konsisten atau tidak)
• Konsisten? (nilai akumulasi curah hujan setiap waktu berada di
dalam rentang yang membentuk pola statistika linear tertentu)
• Faktor-faktor penyebab tidak konsistensinya sekumpulan data:
– Perubahan mendadak pada sistem lingkungan hidrologis (mis:
kebakaran hutan, ekosistem sawah berubah menjadi ekosistem
pemukiman, gempa bumi, dll);
– Perpindahan lokasi stasiun pengukur hujan;
– Terdapat kesalahan sistem observasi pada sekumpulan data,
akibat posisi dan cara pemasangan alat ukur curah hujan atau
penggunaan alat baru.
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
Uji Konsistensi
Menggunakan kurva
massa ganda
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
Uji Konsistensi
Trend pola yg terjadi:
Uji Konsistensi
Asumsi:
Penggunaan alat pengukur baru • Faktor koreksi:
tan sebelum tan tahunakhir
yang lebih presisi Data yang
tan sesudah tan tahunawal
error adalah data di tahun awal
• Faktor koreksi diberikan ke slope
pencatatan: seharusnya lebih setelah perubahan
besar
Koreksi diberikan pada data
di tahun awal masa pencatatan
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
Uji Konsistensi
Koreksi yang digunakan untuk data yang tidak
konsisten:
Soal 2
Dengan menggunakan hasil data curah hujan
(yang telah lengkap) pada Soal 1. Lakukan uji
konsistensi data tersebut!
Tentukan :
1. Faktor koreksi
2. Data curah hujan Stasiun Utama hasil koreksi
17
18
Data Curah hujan kumulatif diplotkan pada kurva massa-ganda
1982
𝑓 𝑡𝑔230
𝑘= 0 =1,12
𝑡𝑔25,5 19
20
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
22
2. Metode Log Normal TUGAS 2
merupakan hasil transformasi dari distribusi normal, yaitu dengan
mengubah nilai variat X menjadi nilai logaritmik variat X.
Distribusi log-Pearson Type III akan menjadi distribusi log Normal
apabila nilai koefisien kemencengan CS = 0,00.
23
SOAL 3
Tabel disamping
menunjukkan data
Curah hujan Stasiun
Kasemen
yang terkoreksi.
Hitunglah distribusi
curah hujan rencana
(periode ulang 2,5,10,25
tahun )
24
Analisis Frekuensi
Curah hujan
Stasiun Kasemen
25
26
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
≤ ≤
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
Dimana :
XTr = Nilai hujan rencana dengan periode ulang tertentu
Xr = nilai curah hujan rata-rata
S = standar deviasi
kTr = faktor frekuensi (dari Tabel Log Pearson Tipe III)
Diketahui :
Xr = curah hujan rata-rata = 82 mm
S = standar deviasi = 29,55
Cs = koefisien skewness = 0,94
28
Dari Tabel Log Pearson Type III diperoleh nilai k
dengan interpolasi antara Cs = 1,0 dan Cs = 0,9 pada
periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun dan 25 tahun.
29
Tabel. Kr untuk perhitungan Distribusi Hujan Log Pearson III
30
Perhitungan hujan rencana untuk masing-masing periode ulang
dapat dilihat pada tabel berikut.
31
Bersambung…
32
HIDROLOGI LINGKUNGAN
Pertemuan 5
ANALISIS CURAH HUJAN
Dosen:
Dr. Ansiha Nur, ST, MT
2
2. Metode Log Normal TUGAS 2
merupakan hasil transformasi dari distribusi normal, yaitu dengan
mengubah nilai variat X menjadi nilai logaritmik variat X.
Distribusi log-Pearson Type III akan menjadi distribusi log Normal
apabila nilai koefisien kemencengan CS = 0,00.
3
SOAL 3
Tabel disamping
menunjukkan data
Curah hujan Stasiun
Kasemen
yang terkoreksi.
Hitunglah distribusi
curah hujan rencana
(periode ulang 2,5,10,25
tahun )
4
Analisis Frekuensi
Curah hujan
Stasiun Kasemen
5
6
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
≤ ≤
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
Dimana :
XTr = Nilai hujan rencana dengan periode ulang tertentu
Xr = nilai curah hujan rata-rata
S = standar deviasi
kTr = faktor frekuensi (dari Tabel Log Pearson Tipe III)
Diketahui :
Xr = curah hujan rata-rata = 82 mm
S = standar deviasi = 29,55
Cs = koefisien skewness = 0,94
8
Dari Tabel Log Pearson Type III diperoleh nilai k
dengan interpolasi antara Cs = 1,0 dan Cs = 0,9 pada
periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun dan 25 tahun.
9
Tabel. Kr untuk perhitungan Distribusi Hujan Log Pearson III
10
Perhitungan hujan rencana untuk masing-masing periode ulang
dapat dilihat pada tabel berikut.
11
Pertemuan 5
12
(m) n = banyak data
n = 28
Cara 1:
Rangking
Data Rata-
rata curah
hujan
13
14
Hasil analisis Uji Chi Kuadrat
15
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
90% R 24
I
4
dimana :
I = intensitas hujan (mm/24 jam)
R24 = curah hujan harian maksimum
(mm/24 jam)
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
a
I
tb
–Dimana:
a
( I .t 2
) ( I ) 2
.t ) t
( I 2
n( I 2 ) ( I ) ( I )
b
I ( I .t ) n ( .t )
I 2
n( I 2 ) ( I ) ( I )
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
a 54 R 0,07 R 2
b 0,3 R
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
54 R 0,07 R 2
I
t C 0,31 R
dimana :
I = intensitas hujan (mm/jam)
R = curah hujan harian maksimum
(mm/24jam)
TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS
• Persamaan Mononobe
22