0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
134 tayangan8 halaman

Penerapan Gaya Kepemimpinan Tni Dikaitkan Dengan Cara Mengatasi Permasalahan Dalam Satuan Di Kipan A Yonif 952/bunga Kencana

Dokumen tersebut membahas tentang penerapan gaya kepemimpinan Danton 2 Kipan A Yonif 952/Bunga Kencana yang dianggap terlalu longgar sehingga menyebabkan banyak permasalahan di peletonnya, seperti anggota yang tidak mengikuti upacara, berjudi, dan minum-minuman keras. Dokumen tersebut memberikan analisis dan saran untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan pengawasan dan kontrol serta menerapkan g

Diunggah oleh

Agung Ayun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
134 tayangan8 halaman

Penerapan Gaya Kepemimpinan Tni Dikaitkan Dengan Cara Mengatasi Permasalahan Dalam Satuan Di Kipan A Yonif 952/bunga Kencana

Dokumen tersebut membahas tentang penerapan gaya kepemimpinan Danton 2 Kipan A Yonif 952/Bunga Kencana yang dianggap terlalu longgar sehingga menyebabkan banyak permasalahan di peletonnya, seperti anggota yang tidak mengikuti upacara, berjudi, dan minum-minuman keras. Dokumen tersebut memberikan analisis dan saran untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan pengawasan dan kontrol serta menerapkan g

Diunggah oleh

Agung Ayun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BATALYON INFANTERI 952/BUNGA KENCANA

KOMPI SENAPAN A

PENERAPAN GAYA KEPEMIMPINAN TNI


DIKAITKAN
DENGAN CARA MENGATASI PERMASALAHAN
DALAM SATUAN
DI KIPAN A YONIF 952/BUNGA KENCANA

Disusun oleh :
Kelompok 1

1. Agung Widjaya K No. Capa 0151

2. Agustan No. Capa 0152


3. Lukman Hakim No. Capa 0153

4. Robby C No. Capa 0154


5. Ari H No. Capa 0155

Bandung, 04 Maret 2023


1

BATALYON INFANTERI 952/BUNGA KENCANA


KOMPI SENAPAN A

PENERAPAN GAYA KEPEMIMPINAN TNI DIKAITKAN


DENGAN CARA MENGATASI PERMASALAHAN DALAM SATUAN DI KIPAN A
YONIF 952/BUNGA KENCANA

1. Pendahuluan.

a. Yonif 952/Bunga Kencana merupakan satuan Batalyon dibawah


kendali Korem-151/Gunung Halu yang berkedudukan di Kota Cimahi,
bertugas membantu Polri untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah.

b. Kipan A Yonif 952/Bunga Kencana berjarak + 50 Km dari Mayonif


(Kota Cimahi) dan berjarak + 1 Km dari pusat Kota Kab. Subang. Kipan A
dipimpin oleh Kapten Inf. Alan Budi Kusumah.

c. Kab. Subang mempunyai karakteristik/beriklim tropis, namun lebih


dominan bercuaca dingin/hujan, tanahnya subur, berpenduduk cukup padat
dan berpenghasilan menengah ke bawah serta roda pemerintahan berjalan
baik dan penduduk setempat mayoritas bekerja di bidang pertanian
(bercocok tanam sayuran dan buah-buahan, peternakan serta perikanan),
akan tetapi ada juga yang begerak di bidang jasa (berdagang, sopir angkot
dan tukang ojek). Di daerah ini terdapat banyak tempat-tempat hiburan
malam, seperti diskotik, kafe dan karaoke dan tempat prostitusi
(terselubung). Selain itu Kab. Subang merupakan daerah wisata (berekreasi),
sehingga banyak tempat-tempat penginapan, seperti hotel, villa dan lainnya.

2. Maksud dan tujuan.

a. Maksud. Memberikan gambaran kepada pimpinan tentang


penerapan gaya kepemimpinan Danton 2 Kipan A Yonif 952/Bunga Kencana
2

b. Tujuan. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan kepada


pimpinan dalam pemecahan masalah kepemimpinann dan gaya
kepemimpinanDanton 2 Kipan AYonif 952/Bunga Kencana.

3. Ruang lingkup.

a. Pendahuluan.
b. Pokok masalah.
c. Langkah-langkah pemecahan masalah.
d. Analisa data dan fakta.
e. Pemecahan masalah.
f. Kesimpulan dan Saran

4. Pokok masalah. Danton Danton 2 Kipan A Yonif 952/Bunga Kencana


menerapkan gaya kepemimpinan bebas sehingga menyebabkan banyak terjadi
permasalahan di Peletonnya.

5. Langkah-langkah pemecahan masalah.

a. Mengenali masalah/identifikasi masalah.

1) Danton-2 dalam memimpin anggota relatif longgar.

2) banyak jalan terobosan/pelolosan yang dapat digunakan oleh


prajuritnya, termasuk oleh masyarakat setempat.

3) kurangnya pengawasan dan pengendalian terhadap anggota


karena jarak antar kompi dan mayon relatif jauh

4) Adanya anggota yang tidak memberikan nafkah kepada istrinya

b. Pengumpulan data dan fakta.


3

1) Data.
a) Kipan A Yonif 952/Bunga Kencana berjarak + 50 Km dari
Mayonif (Kota Cimahi) dan berjarak + 1 Km dari pusat Kota Kab.
Subang. Kipan A dipimpin oleh Kapten Inf. Alan Budi Kusumah.

b) Anggota Kipan A Yonif 952/Bunga Kencana, 80% tinggal


di asrama dan 20 % berdomisili di sekitar Kota Kab. Subang.
Anggota Kipan A sebanyak 30% anggotanya berstatus bujangan
dan 70% sudah berkeluarga.

c) Binsat di Kipan A Yonif 952/BK kurang maksimal, hal ini


dikarenakan jarak antara Kompi dengan Mayon relatif jauh,
sehingga kurang optimal dalam pengawasan dan pengendalian
terhadap anggota.

d) Banyak pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Kompi A


Yonif 952/BK, antara lain Miras, judi dan pelanggaran disiplin.

2) Fakta.

a) Pada tanggal 3 Januari 202B pukul 19.00 Wit, Istri dari


Pratu Asep Gumasep menghadap pada Danton-2 dan
melaporkan bahwa suaminya tidak pernah memberikan uang
belanja untuk keperluan rumah tangganya dan bila hal tersebut
ditanyakan kepada suaminya (Pratu Asep), yang bersangkutan
menjawab bahwa uang tersebut sudah habis digunakan untuk
berjudi dan berpesta Miras di asrama bersama kawan-kawannya.

b) Pada tanggal 5 Januari 202B pukul 08.00 Wib, setelah


selesai melaksanakan upacara Bendera, Danki A Kapten Inf.
Alan Budi Kusumah, melakukan pengecekan terhadap seluruh
anggota kompinya, ternyata ada 3 (tiga) orang bawahannya yang
tidak mengikuti Upacara Bendera, yaitu Praka Maman, Pratu
Rahman dan Prada Kasman (anggota Peleton-2). Setelah
4

ditanyakan pada Letda Inf. Danang dan para Danru Peleton-2,


ternyata ketidak-hadiran ketiga anggota tersebut tanpa
keterangan (TK), sehingga Danton-2 mendapat teguran dari
Danki A.

c) Pada tanggal 11 Januari 202B pukul 10.00 Wib, Danton-2


mengumpulkan seluruh anggotanya, kemudian menanyakan
tentang keberadaan ketiga orang bawahannya yang tidak
mengikuti Upacara Bendera tersebut dan dari Pratu Dudung
dan Prada Diding diperoleh informasi bahwa pada saat mereka
sedang melaksanakan patroli (sekitar pukul 23.00 Wib/malam
Senin) di lingkungan asrama Kipan A, mereka melihat Praka
Maman, Pratu Rahman dan Prada Kasman sedang berjudi sambil
menenggak Miras di gudang munisi Kompi A.

d) Pada tanggal 11 Januari 202B pukul 13.00 Wib, Danton-2


memerintahkan Danru-2 untuk mengecek keberadaan ketiga
anggota yang tidak mengikuti Upacara Bendera tersebut (Praka
Maman, Pratu Rahman dan Prada Kasman). Setelah di cek di
rumahnya masing-masing, menurut keterangan dari para istri
mereka, bahwa suaminya tidak bermalam di rumah karena
sedang melaksanakan DD. Setelah mendapat informasi tersebut,
kemudian Danru-2 langsung menuju tempat gudang munisi
Kompi A dan ternyata ketiga orang anggotanya masih tertidur di
tempat tersebut.

6. Analisa data dan fakta.

1) Danton-2 dalam memimpin anggota relatif longgar, sehingga para anggotanya


dengan leluasa melakukan kegiatan/aktifitas di luar asrama terutama pada malam
hari, baik dilakukan oleh pajurit yang telah berkeluarga maupun yang masih
berstatus remaja.
5

2) banyak jalan terobosan/pelolosan yang dapat digunakan oleh prajuritnya,


termasuk oleh masyarakat setempat, sehingga anggota yang keluar dan masuk
asrama kurang terkontrol

3) kurangnya pengawasan dan pengendalian terhadap anggota karena jarak


antar kompi dan mayon relatif jauh, sehingga kurangnya kontrol dari satuan atas
yang mengakibatkan banyaknya tindakan indispliner dari prajurit.

4) Adanya anggota yang tidak memberikan nafkah kepada istrinya, sehingga


keluarga terbengkalai, kurangnya perhatian dan kasih sayang dalam keluarga dan
menimbulkan permasalahan dan pertikaian dalam rumah tangga.

7. Pemecahan masalah.

1) Danton-2 dalam memimpin anggota relatif longgar, sehingga para anggotanya


dengan leluasa melakukan kegiatan/aktifitas di luar asrama terutama pada malam
hari, baik dilakukan oleh pajurit yang telah berkeluarga maupun yang masih
berstatus remaja. Oleh karena itu Danton 2 dalam memimpin jangan terlalu
memberikan kebebasan kepada anggotanya harus lebih tegas dan lebih keras
kepada anggota yg melakukan kesalahan, gaya kepemimpinan demokratis lebih
terlihat menunjang dan bisa diselingin dengan gaya kepemimpinan birokratis.

2) banyak jalan terobosan/pelolosan yang dapat digunakan oleh prajuritnya,


termasuk oleh masyarakat setempat, sehingga anggota yang keluar dan masuk
asrama kurang terkontrol, Oleh karena itu harus ada upaya perbaikan jalan
terobosan/ pelolosan yg dapat digunakan oleh prajurit maupun masyarakat, juga
harus ada kepedulian dari individu masing masing dalam menjaga keamanan
lingkungan tempat tinggal mereka.

3) kurangnya pengawasan dan pengendalian terhadap anggota karena jarak


antar kompi dan mayon relatif jauh, sehingga kurangnya kontrol dari satuan atas
yang mengakibatkan banyaknya tindakan indispliner dari prajurit. Oleh karena itu
harus adanya kepedulian dari unsur atasan untuk melakukan peagwasan lebih
intens ke satuan bawahan dan juga unsur komandan satuan bawah harus lebih
6

peduli kepada anggotanya, jangan terlalu memberi kebebasan untuk anggota, tetap
ada kontrol, wasdal kepada semua anggota.

4) Adanya anggota yang tidak memberikan nafkah kepada istrinya, sehingga


keluarga terbengkalai, kurangnya perhatian dan kasih sayang dalam keluarga dan
menimbulkan permasalahan dan pertikaian dalam rumah tangga, Oleh karena itu
pembinaan mental harus lebih significant di galakkan disatuan yang menjadi
tanggung jawab pimpinan serta kontrol terhadap keuangan tiap-tiap anggota.

8. Kesimpulandan Saran.

a. Kesimpulan. Berdasarakan hasil analisa dan penyelesaian


masalah kepemimpinan berkaitan dengan pelanggaran yang dilakukan oleh
anggota Peleton 2Kipan Ayonif 952/Bunga Kencanaini di akibatkan Danton 2
kurang tepat dalam menerapkan gaya kepemimpinan bebas, sehingga
anggota bersikap seenaknya dan tidak lagi menjunjung disiplin sapta marga,
sumpah prajurit dan 8 wajib TNI.

b. Saran. Guna mengatasi permasasalahan yang terjadi di Peleton 2


Kipan A maka di sarankan :

1) Agar Danton 2 merubah gaya kepemimpinan dari bebas menjadi


Demokratis.

2) Agar Danton 2 senantiasa melaksanakan kontrol terhadap


peletonnya sehingga di dalam pelaksaan tugas yang dilaksanakan di
peletonnya dapat berjalan dengan maksimal.

3) Agar Danton 2 lebih memberikan pengawasan secara ketat


kepada anggotanya terutama yang memiliki latar belakang
permasalahan keluarga dengan tindak pidana seperti judi dan alkohol.

4) Agar Danton 2 dapat menyarankan ke pimpinan tentang


perbaikan pagar pembatas antara perumahan warga dan asrama
sehingga bisa menutupi jalur pelolosan prajurit umtuk keluar dari
asrama yang tidak sesuai dengan aturan kesatriaan.
7

5) Agar Danton 2 dapat menyarankan ke pimpinan, agar dibuatkan


pos jaga, pada tempat tempat yang rawan dijadikan jalan pelolosan
yang ilegal.

6) Agar Danton 2 dapat menyarankan ke pimpinan diadakan


pembinaan mental tiap bulannya, dan diadakan pengecekan keuangan
tiap prajurit dikordinasikan dengan juyar satuan.

Bandung, 04 April 2023


Ketua Kelompok 1

ttd

Lukman Hakim
Wiradhika Muda No Capa 153

Anda mungkin juga menyukai