0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
212 tayangan49 halaman

Laporan Collegium Pastoral STT Abdi Sabda

HKI Resort Khusus Sibuntuon didirikan pada tahun 1936 dan berkembang menjadi resort khusus pada 2011. Laporan ini membahas pelaksanaan Collegium Pastoral di HKI Resort Khusus Sibuntuon dan HKI Peniel selama 1 bulan.

Diunggah oleh

Leli W Simamora
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
212 tayangan49 halaman

Laporan Collegium Pastoral STT Abdi Sabda

HKI Resort Khusus Sibuntuon didirikan pada tahun 1936 dan berkembang menjadi resort khusus pada 2011. Laporan ini membahas pelaksanaan Collegium Pastoral di HKI Resort Khusus Sibuntuon dan HKI Peniel selama 1 bulan.

Diunggah oleh

Leli W Simamora
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN COLLEGIUM PASTORAL 1 (CP 1)

OLEH :

NAMA : LELI WANDA SIMAMORA

NIM : 18.01.1677

TINGKAT : II-A/ THEOLOGI

SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA ABDI SABDA MEDAN

2020
I. Kata Pengantar
Puji syukur penulis penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat dan rahmatNya yang begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan laporan CP program studi Teologi STT ABDI SABDA MEDAN di Huria
Kristen Indonesia (HKI) Resort Khusus Sibuntuon periode 03 Juli 2020 – 10 Agustus
2020 ini dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Penulisan laporan ini
merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan program S1 Teologi di
STT ABDI SABDA MEDAN dan kewajiban bagi setiap mahasiswa/i yang telah
menyelesaikan Collegium Pastoral (CP).
Dalam penulisan laporan ini, penulis dapat mendapatkan bantuan dan bimbingan dari
berbagai pihak dari segi moril dan material. Oleh karena itu, pada kesempatan ini
penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
1. Bapak Pdt. Dr. Tony Liston Hutagalung sebagai dosen pembimbing yang telah
membimbing dengan memonitoring, mengevaluasi, dan memberikan nasihat, doa,
dan semangat kepada para mahasiswanya.
2. Bapak Pdt. G. Tampubolon, [Link], [Link] dan keluarga sebagai Pembimbing/Mentor
Lapangan penulis yang banyak memberikan masukan-masukan dan bantuan baik
dalam hal akomodasi, konsumsi dan transportasi selama pelaksanaan CP 1.
3. Bapak/ibu penatua HKI Resort Khusus Sibuntuon yang telah memberikan bantuan
baik dalam hal akomodasi, konsumsi, dan transportasi penulis selama penulis
berada di gereja HKI Resort Khusus Sibuntuon dan asuhannya HKI Peniel.
Terimakasih juga untuk seluruh jemaat HKI Resort Khusus Sibuntuon dan HKI
Peniel, tempat penulis melaksanakan Collegium Pastoral dalam kurun waktu
kurang lebih 1 bulan.
4. Kepada seluruh jemaat HKI Resort Khusus Sibuntuon yang telah memberikan
bantuan, arahan dan semangat selama mahasiswa CP berada di HKI Resort Khusus
Sibuntuon
5. Tak lupa penulis mengucapkan terimkasih kepada puncuk pimpinan gereja HKI
yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa/i STT Abdi Sabda stambuk
2018 yang berasal dari gereja HKI untuk melaksanakan Collegium Pastoral di
gereja-gereja HKI, kiranya Tuhan selalu menyertai gereja-gereja-Nya sekalian.
6. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada orangtua, seluruh keluarga, dan
teman-teman penulis yang telah memberi semangat, doa, dan nasihat kepada
penulis dalam melaksanakan Collegium Pastoral ini.
Kegiatan pelaksanaan Collegium Pastoral ini kurang optimal, dikarenakan
pandemic Covid-19, namun berkat rengkuhan kasih Allah dan bimbingan dari dosen
pembimbing dan pembimbing lapangan, kegiatan penatalayanan masih dapat dilakukan
meskipun berjalan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. .

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak kekurangan
baik isi maupun bahasanya, untuk itu penulis memohon maaf dan sangat mengharapkan
kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun untuk kesempurnaan penulisan
laporan ini di masa mendatang dan penulis tetap berharap semoga penulisan laporan ini
bermanfaat bagi semua kalangan, baik dalam masyarakat, Gereja, pemeritah, STT
ABDI SABDA MEDAN dan terlebih bagi mahasiswa/i teologi yang telah dan akan
melaksanakan Program CP. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah memberikan dukungan bantuan dalam penulisan laporan ini.
Semoga laporan ini menjadi berkat bagi semua. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Amin

Lintong Ni Huta, 10 Agustus 2020


Hormat Penulis

Leli Wanda Simamora


II. Data Pribadi dan Tempat CP
Nama : Leli Wanda Simamora
NIM : 18.01.1677
Tempat Pelaksanaan CP : HKI Resort Khusus Sibuntuon
Alamat Pelaksanaan CP : Jln. Merdeka No. 5 Pasar Baru Lintong ni huta
22475 TAPUT
Pembimbing Lapangan : Pdt. Godman Tampubolon, [Link], [Link]
Dosen Pembimbing : Pdt. Dr. Tony Liston Hutagalung

III. Data Pelaksanaan


III.1. Tempat pelaksanaan CP
Tempat : HKI Resort Khusus Sibuntuon
Desa : Sibuntuon Parpea
Kecamatan : Lintong Ni Huta
Kabupaten : Humbang Hasundutan
Provinsi : Sumatera Utara
3.2. Gambaran HKI Resort Khusus Sibuntuon
a. Sejarah Berdiri HKI Resort Khusus Sibuntuon
Huria Kristen Indonesia (HKI) lahir, tumbuh dan hidup dari dan oleh
Firman Allah, dan menjadi perwujudan persekutuan orang yang percaya
kepada Allah Bapa, Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, Allah
yang Maha Esa. HKI merupakan bagian dari Gereja yang Kudus dan Am,
yang terpanggil dan terpilih serta diutus oleh Tuhan Yesus Kristus untuk
penyataan tubuh-Nya di dunia ini (Roma 12:5; 1 Korintus 12:27; Kisah Rasul
2:40-57; Efesus 4:16). HKI merupakan perwujudan dan pertumbuhan dari
hadirnya Injil di tanah Batak yang disampaikan oleh penginjil yang diutus
oleh Badan Zending RMG (Rheinische Mission Gesellschaft) dari negeri
Jerman. Diantara Penginjil itu adalah Pdt. Dr. Ingwer Ludwig Nommensen
(rasul orang Batak). Dibawah pimpinannya orang Batak dibawa keluar dari
kegelapan menuju terang Firman Allah (1 Petrus 2:9), dan dari itu orang
Batak mendirikan gereja-gereja yang mandiri, yang merupakan Anugerah
Tuhan Allah. Salah satu gereja yang merupakan buah pemberitaan Firman
Allah di tanah Batak adalah Hoeria Christen Batak (HChB), yang berdiri
sejak 1 Mei 1927 di Pantoan, Pematang Siantar.
HKI Resort Khusus Sibuntuon berdiri pada tanggal 1 maret 1936.
Dulunya jemaat hanya melaksanakan ibadah di rumah-rumah karena belum
ada tempat untuk mendirikan gedung gereja. Seiring berjalannya waktu ada
jemaat yang memberikan atau menyumbangkan tanahnya untuk
pembangunan gedung gereja yaitu kel. Op. Ranco. Setelah gedung gereja itu
berdiri, diberi nama HChB resort Lintong nihuta yang pagarannya HKI
Pargaulan, HKI Sigumpar dan HKI Sososrniapoan. Pada perkembangan
selanjutnya HChB berubah menjadi HKI Jemaat Sibuntuon. Karena lama
kelamaan jemaat HKI Sibuntuon semakin banyak maka atas usul dan rapat
majelis dan ruasnya, mengususlkan ke puncuk pimpinan agar HKI Sibuntuon
menjadi Resor khusus yaitu pada tahun 2011 dan diresmikan oleh Puncuk
Pimpinan HKI Pdt. Langsung Sitorus, [Link]. Sampai sekarang jumlah
anggota jemaat HKI Resort Khusus Sibuntuon berjumlah 1724 orang. Karena
jarak rumah jemaat terhadap gereja HKI Resort Khusus Sibuntuon sangatlah
jauh maka jemaat yang ada si Desa Siharjulu menyepakati untuk mendirikan
gereja di Siharjulu. Pada tahun 2018 jemaat di Siharjulu hanya melakukan
peribadahan di rumah milik st. Nababan yaitu di Tanjung bunga. Mereka
melakukan peribadahan dirumah selama 1 tahun. Dan pada tanggal 22
september 2020 diresmikanlah gedung gereja HKI yang diberi nama HKI
Peniel bertempat di Siharjulu. Dan jumlah anggota jemaatnya ada 22 KK
yang dipimpin oleh Pdt. Godman Tampubolon, [Link], [Link]. Dan HKI Peniel
merupakan gereja asuhan dari HKI Resort Khusus Sibuntuon. Dan pada saat
ini HKI Resort Khusus Sibuntuon lagi melakukan pembangunan untuk
gedung gereja yang baru. Dan gedung gereja yang lama akan dijadikan ruang
serbaguna HKI Sibuntuon.
Pelayan Yang Melayani di HKI Resort Khusus Sibuntuon
 Pendeta : Pdt. G. Tampubolon, [Link], [Link]
 Sekretaris : St. H. Lumban toruan, [Link]
 Bendahara : St. A. Lumban toruan
 Para Sintua : St. Hotler Lumbantoruan
St. Ada Aman Sihombing
St. H. Siregar
St. L. Sihombing
St. H. Sihombing
St. R. Sihombing
St. R. Purba
St. M. Nababan
St. R. Simaremare
St. S. Siahaan
St. R. Simanjuntak
St. R.H. Sihombing
St. A. Sianturi
St. A.L Manurung
 Calon Sintua : Cst. B. Tumanggor
Cst. Ros Sihombing
Cst. L. Lumbangaol
Cst. M. Sihombing
Cst. G. Simangunsong
Cst. M. Simamora
b. Struktur Organisasi Gereja

Majelis Resort
Badan pemeriksa
keuangan resort (BPKR)
Pendeta Resort

Bagian Bagian Bagian Bagian Bagian penelitian dan


marturia koinonia diakonia umum pengembangan (Litbang)

Pengurus pengembangan gereja


(PPG)
Keterangan :
Garis Komando
- - - - - Garis Koordinasi

c. Pelayanan Kebaktian
1. Kebaktian Minggu Umum
Kebaktian umum merupakan suatu pelayanan untuk memuji dan
memuliakan nama Tuhan. Tingkat kesadaran anggota jemaat HKI Resort
Khusus Sibuntuon dalam mengikuti acara kebaktian umum adalah
dikategorikan normal. Penulis melihat dari situasi tempat kediaman
anggota jemaat walaupun berjarak jauh namun dan bisa dikatakan bahwa
anggota jemaat bisa datang ke gereja untuk beribadah dalam setiap
minggunya, tetapi anggota jemaat HKI Resort Khusus Sibuntuon belum
sepenuhnya datang ke Gereja untuk bersekutu bersama memuji dan
memuliakan nama Tuhan. Acara kebaktian Minggu umum HKI Resort
Khusus Sibuntuon selama masa pandemi covid 19 dilakukan 2
gelombang. Gelombang I masuk Pukul: 09.00 Wib dan gelombang II
masuk pukul 10.30 Wib. Acara kebaktian Minggu sengaja dilakukan
dengan 2 gelombang agar tetap mematuhi protokol kesehatan demi
mengurangi penularan covid-19. Awalnya, ibadah Minggu dilakukan
hanya sekali saja dimulai pukul 10. 00 WIB, tetapi dengan pertimbangan
diatas maka dibagi menjadi 2 gelombang.
Kebaktian Minggu pertama melakanakan acara kebaktian bahasa
Indonesia dan kebaktian minggu kedua sampai keempat melaksanakan
acara kebaktian berbahasa Batak Toba. Dalam peribadahan, yang paling
sentral adalah khotbah. Para jemaat merindukan khotbah yang mampu
menyentuh pergumulan hidup mereka dan mendapat jawaban untuk
menghadapi pergumulannya dari khotbah yang disampaikan dalam
ibadah Minggu. Jemaat menginginkan khotbah yang relevan
(kontekstual) dengan situasi mereka. Khotbah kharismatik tidak disukai
jemaat, namun yang sangat mereka harapkan adalah khotbah itu dapat
mengobati penatnya pergumulan hidup mereka yang berorientasi di desa
(dusun).
Kehidupan keberimanan jemaat hingga kini masih perlu dibina
sehingga mampu untuk semakin mengembangkan pelayanan dalam
Gereja. Silih bergantinya pendeta yang melayani di HKI Resort Khusus
Sibuntuon ini tentu memiliki pribadi yang berbeda-beda. Warga Jemaat
HKI Resort Khusus Sibuntuon sebagian memberi pujian dan sebagian
mengeluh terhadap pelayanan pendeta. Mereka mengatakan bahwa
beberapa pendeta yang sudah pernah melayani mereka kurang maksimal
dalam melayani. Pribadi pendeta yang mereka sukai adalah Pendeta yang
terus peduli kepada mereka, bersikap selektif, tegas dan memiliki jiwa
membangun demi kemajuan jemaat ini. Mereka mengharapkan Pendeta
yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi. Mulai dari
Pendeta yang cakap dalam berkhotbah, mampu bersosialisasi, mampu
memberi arahan untuk kemjuan rohani dan jasmani jemaat dan harus
rendah hati, adil, jujur serta tidak mementingkan diri sendiri tetapi
memperhatikan keadaan atau kondisi jemaat.

Tata Ibadah Minggu yang dilaksanakan dalam kebaktian Minggu di HKI


Parmahanan adalah sebagai berikut:
1. Votum
2. Bernyanyi
3. Pembacaan Ayat dan Doa
4. Pembacaan Firman Tuhan / Pembacaan Hukum Taurat
5. Bernyanyi
6. Doa Pengakuan Dosa
7. Bernyanyi
8. Epistel
9. Bernyanyi
10. Mengucapkan Pengakuan Iman Rasusli
11. Bernyanyi (Sambil Mengumpulkan Persembahan I & II)
12. Khotbah
13. Nyanyian Sebelum Penjelasan Khotbah
14. Nyanyian Sesudah Penjelasan Khotbah
15. Bernyanyi
16. Pembacaan Warta Jemaat & Doa Syafaat
17. Bernyanyi (Sambil Mengumpulkan persembahan ke III)
18. Doa Penutup + Doa Bapa Kami + Berkat
19. Bernyanyi : Amin ... Amin ... Amin

2. Kebaktian Sekolah Minggu


Kebaktian Sekolah Minggu sangatlah berguna dan mendidik supaya
anak-anak Sekolah Minggu semakin mengenal firman Tuhan dan takut
akan Tuhan, seperti tertulis di dalam kitab Amsal 1:7 “Takut akan
Tuhan adalah permulaan Pengetahuan, tetapi orang bodoh
menghina hikmat dan didikan”. Anak-anak sekolah minggu HKI
Resort Khusus Sibuntuon perlu diajari agar mereka tahu bahwa
pengetahuan berasal dari Tuhan dan bukan hasil kekuatan sendiri saja.
Kebaktian Sekolah Minggu HKI Resort Khusus Sibuntuon masuk Pukul:
07.30 wib s/d selesai. Tetapi pada masa pandemic covid 19 ini, kebaktian
sekolah minggu tidak dapat dijalankan seperti biasanya. Sehingga penulis
hanya melakukan kebaktian singkat kepada anak-anak sekolah minggu
pada minggu sore pukul 16.00 di rumah-rumah untuk mengurangi
penularan covid 19 dan tetap menggunakan protokol kesehatan dari
pemerintah.
Acara kebaktian sekolah minggu dilaksanakan dalam bentuk:
 Bernyanyi
 Doa Pembuka dari salah satu Anak Sekolah Minggu
 Bernyanyi
 Mengucapkan Kesepuluh Firman Tuhan (Hukum Taurat)
 Bernyanyi
 Mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli
 Bernyanyi
 Berdoa Sebelum Khotbah
 Khotbah (di bagi dalam dua kelas: kelas kecil dan besar)
 Berdoa Setelah Khotbah
 Bernyanyi (sambil mengumpulkan persembahan)
 Doa penutup (mengucapkan doa Bapa kami)
 Bernyanyi : Bapa T’rimakasih
d. Lembaga-lembaga Yang Ada di Gereja HKI Resort Khusus Sibuntuon
 Persatuan Ama
Persatuan Ama akan terus dijelajahi supaya Persatuan Ama ada di
gereja HKI Resort Khusus Sibuntuon. Tahun 2017 lalu, Pucuk
pimpinan HKI mencanangkan tahun kaum Bapak di HKI. Sesuai
program di tahun 2017 yang sudah diupayakan bahwa kaum Bapak
yang ada di HKI Resort Khusus Sibuntuon siap mendukung pelayanan
dalam mengembangkan program HKI di tahun 2020 ini. Persatuan ama
(PA) melaksanakan kebaktian dan latihan koor setiap sabtu malam atau
malam minggu pukul 20.00 wib. Kegiatan ini berjalan dengan baik
dengan melaksanakan latihan koor di rumah-rumah anggota secara
bergiliran. Kebaktian, latihan dan kegiatan lainnya dipimpin dan diatur
oleh pengurus. Akan tetapi, selama pandemic covid 19 ini, persatuan
ama (PA) di HKI Resort Khusus Sibuntuon tidak dilaksanakan.
 Persatuan Perempuan Jemaat (PPrJ)
Persatuan Perempuan Jemaat (PPrJ) melaksanakan kebaktian dan
latihan koor setiap kamis sore pukul 16.00 wib. Kegiatan ini
dilaksanakan dengan baik. Namun dimasa pandemic covid 19 ini,
persatuan perempuan jemaat tidak melaksanakan kebaktian dan latihan
koor seperti biasanya.
 Persatuan Remaja & Punguan Naposo Bulung (PNB)
Persatuan remaja melaksanakan kebatian dan latihan koor diserahkan
penjadwalannya pada paniroi yang melaksanakan latihan pada
lingkungan gereja sedangkan koor PNB dijadwalkan setiap sabtu pukul
19.00 wib di gereja. Pada masa pandemi covid 19 ini, persatuan remaja
dan PNB dilaksanakan tidak seperti biasanya. Remaja dan PNB hanya
melaksanakan kebaktian singkat di gereja atau melaksanakan
pendalaman Alkitab. Dan tetap memenuhi protokol kesehatan dari
pemerintah.
 Sekolah Minggu (SM)
Sekolah minggu dilaksanakan setiap minggu pukul 08.00 wib
didampingi oleh parhalado/paniroi. Tetapi pada masa pandemi covid 19
ini, kegiatan sekolah minggu tidak bisa dilaksanakan maksimal seperti
biasanya. Penulis hanya melakukan kebaktian singkat kepada anak-anak
sekolah minggu di rumah-rumah seriap minggu sore pukul 16.00.
Penulis hanya mengumpulkan anak-anak sekolah minggu yang dapat
dijangkau untuk melaksanakan kebaktian dan sabtu ceria. Dan tetap
dengan mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah yaitu dengan
memakai masker, cuci tangan, cek suhu, dan jaga jarak.
e. Statistik Warga Jemaat HKI Resort Khusus Sibuntuon
 Jumlah Jiwa
Adapun jumlah jiwa jemaat HKI Resort Khusus Sibuntuon adalah 1.724
 Jenis Kelamin
Laki-laki : 872 orang
Perempuan : 852 orang
 Pendidikan
Tingkat pendidikan warga jemaat HKI Resort Khusus Sibuntuon adalah
sebagai berikut:
- Sekolah Dasar : 15 % dari jumlah jemaat
- SLTP : 30 % dari jumlah jemaat
- SLTA : 50 % dari jumlah jemaat
- D1-S1 : 5 % dari jumlah jemaat
 Pekerjaan
- Pegawai Negeri Sipil : 40% dari jumlah jemaat
- TNI/POLRI : 5 % dari jumlah jemaat
- Petani : 50% dari jumlah jemaat
- Pedagang/wiraswasta : 5% dari jumlah jemaat
 Persentase Kehadiran Jemaat Setiap Minggu Selama Masa CP
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan, menunjukkan
bahwa persentase kehadiran jemaat setiap minggu adalah:
 Sebelum kehadiran mahasiswa CP, keaktifan jemaat mengikuti
kebaktian minggu adalah 50% dari jumlah anggota jemaat
keseluruhan.
 Setelah kehadiran mahasiswa CP keaktifan jemaat mengikuti
kebaktian minggu 85% dari jumlah anggota jemaat keseluruhan.
f. Konteks Kehidupan Jemaat.
1. Konteks Sosial Budaya
Sudah sejak dahulu, para pendiri HChB (HKI) berusaha melakukan
pendekatan kultural (budaya). F. Soetan Maloe Panggabean memakai
hubungan kekerabatan dan kekeluargaan (Dalihan Natolu). Beliau
berusaha menyakinkan orang Batak (pribumi) untuk bersama-sama
membangun jemaat yang bebas dari pimpinan orang asing. Hal ini makin
mempertegas pemahamannya bahwa setiap orang percaya mesti turut
serta melayani Tuhan tanpa tergantung pada orang lain. Warga Jemaat
HKI Resort Khusus Sibuntuon masih tetap menjalankan budaya/adat
istiadat mereka sebagai orang Batak Toba. Dalam acara pesta gereja, ciri
khas budaya daerah ini juga tetap dimanfaatkan, seperti budaya
pemberian ulos. Warga jemaat HKI Resort Khusus Sibuntuon masih turut
serta dalam pelestarian nilai-nilai budaya/adat-istiadat. Untuk
pemberkatan Nikah, budaya batak Toba masih tetap dilaksanakan karena
budaya/adat-istiadat itu – menurut warga jemaat Parmahanan– memiliki
nilai luhur yang tinggi.
2. Konteks Ekonomi
Pada umumnya jemaat HKI Resort Khusus Sibuntuon hidup dengan
bertani/berkebun sehingga mempunyai keadaan ekonomi dalam taraf
yang standar. Didukung oleh karakter jemaatnya yang rajin bekerja,
mereka mampu membutuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari dan mampu
membiayai/menyekolahkan anak-anaknya sampai ketaraf perguruan
tinggi.
3. Konteks Pendidikan
Dalam hal pendidikan, secara umum, pendidikan warga Jemaat di Gereja
HKI Resort Khusus Sibuntuon sudah standart. Sudah ada yang ditingkat
sarjana yang diantaranya menjadi PNS, TNI dan POLRI. Secara khusus
di jemaat HKI Resort Khusus Sibuntuon ada yang sekolah
Pendeta/Penginjil.
g. Kegiatan-kegiatan Gerejawi HKI Resort Khusus Sibuntuon
Adapun jenis-jenis kegiatan gerejawi yang ada di HKI Resort Khusus
Sibuntuon adalah sebagai berikut:
1. Ibadah Minggu (Karena covid 19 dilaksanakan 2 kali pada pukul 09.00 s/d
selesai dan pukul 10.30 s/d selesai. Biasanya dilakukan hanya 1 kali pada
pukul 10.00 wib)
2. Ibadah Sekolah Minggu (Pukul 07.30 tetapi pada masa covid 19 hanya
dilakukan kebaktian singkat di rumah-rumah)
3. Sermon Parhalado (Dilaksanakan 1 kali seminggu yaitu pada hari Kamis
pukul 16.00 tempatnya di gereja)
4. Sermon Guru Sekolah Minggu (Pada masa Covid 19 ditiadakan)
5. Evanggelisasi (Pada masa covid 19 tidak dilaksanakan)
6. Latihan Koor Par Ari Kamis (Kaum Ibu/PPrJ) (Biasanya dilaksanakn hari
Kamis pukul 16.00 tetapi pada masa pandemic covid 19 ini tidak
dilaksanakan)
7. Koor Gabungan Parhalado
8. Latihan Koor Remaja dan Punguan Naposo Bulung (Dilaksanakan hari
Sabtu pukul 19.00)
9. Koor Exaudi (setiap sabtu malam pukul 19.30 wib dirumah anggota secara
bergantian kemudian latihan koor ditambahkan waktunya setiap hari
minggu setelah acara kebaktian di rumah dinas pendeta resort. Tetapi pada
masa pandemi covid 19 tidak dilaksanakan)
10. Koor sektor VIII (Latihan koor dilaksanakan setiap rabu malam di Huta
Raja Salomo dan tampil di gereja pada kebaktian minggu kedua dan
keempat. Tetapi diomasa pandemi covid 19 ini tidak dilaksanakan)
11. STM (Parhalado)
12. Kunjungan Diakonia (jemaat yang sakit)
13. Pelayanan kasualistik (penguburan, pemberkatan nikah, memasuki rumah
baru, dan penghiburan )
14. Peraayan Hari Besar Gereja (Malam Passion, Jumat Agung, Paskah, dan
Natal)
h. Fasilitas-fasilitas Gereja
Adapun pelbagai fasilitas yang tersedia di HKI Resort Khusus Sibuntuon
adalah sebagai berikut:
 Tanah Perpetakan Gereja
 Bagunan gedung gereja permanen, dengan ukuran:
Dari luar: panjang: 26,60 m, lebar: 16,15 m
Dari dalam: panjang : 23,60 m, lebar: 13,25 m dilengkapi dengan:
Ruang kosistori, listrik, tembok/dek keliling tanah perpetakan, kecuali
belakang gereja.
 1 rumah dinas pendeta berada disamping kiri gedung gereja
 1 buah PAUD HKI Resort Khusus Sibuntuon yaitu PAUD ELSADAI
 Mimbar Khotbah
 Meja altar
 Mimbar pemimpin lagu
 Lonceng gereja (giring-giring)
 Bangku panjang permanen (48 buah)
 Bangku panjang setengah permanen (28 buah)
 Kursi sofa (2 set)
 Kursi pengantin (2 buah)
 Kursi plastik (24 buah)
 Kursi kayu (3 buah)
 Meja tulis (2 buah)
 Lemari hias/tempat barang/piala (1 buah)
 Lemari biasa (1 buah)
 Standart/pembatas tempat duduk (6 buah)
 Organ (1 buah)
 MIC, Amplyfier, Corong Mic, Tiang Corong (1 set)
 Mic Wereless (1 buah)
 Lampu hias gereja ukuran besar (1 set)
 Lampu hias gereja ukuran sedang (3 set)
 Tempat persembahan bentuk piala dari kayu (3 buah)
 Kain penutup tempat persembahan (3 lembar)
 Pohon natal ukuran besar (1 buah)
 Pohon natal ukuran sedang (1 buah)
 Tempat persembahan bentuk kantong dari kain (12 buah)
 Teko perjamuan kudus (1 buah)
 Tempat minum perjamuan kudus; bentuk gelas besar (1 buah)
 Talam/baki perjamuan kudus (1 buah)
 Tikar plastik 3 kaki untuk naik sidi (1 buah)
 Bantal dan sarung bantal (2 buah)
 Tutup meja altar, podium, gorden (3 stel)
 Tutup meja (4 buah)
 Ulos bersablon (4 buah)
 Ulos yang tidak bersablon/ragi hotang (7 buah)
 Papan tulis hitam besar (1 buah)
 Papan tulis hitam ukuran besar (1 buah)
 Papan tempat nomor lagu (6 buah)
 Papan publikasi dari triplex (2 buah)
 Poti parasian (1 buah)
 Jam dinding (3 buah)
 Gambar Tuhan Yesus ukuran besar (2 buah)
 Gambar Tuhan Yesus ukuran kecil (2 buah)
 Buku agenda liturgi kebaktian bahsa batak toba (1 buah)
 Buku agenda kebaktian bahasa bahasa Indonesia (1 buah)
 Buku bibel (2 buah)
 Buku ende (2 buah)
 Alkitab (2 buah)
 Kidung jemaat (2 buah)
 Buku warta jemaat (1 buah)
 Buku kas dan laporan bulanan (2 buah)
 Piala (19 buah)
 Vandal skopos (1 buah)
 Tape recorder (1 buah)
 Bunga altar (1 buah)
 Beko/sorong pengangkut (1 buah)
 Tempat parkir
 Cermin kaca (1 buah)
 Karpet kain di altar
 Hiasan dinding bentuk bulat (3 buah)
 Bulu ayam/alat pembersih (1 buah)
 Sekop (1 buah)
 Dispenser (1 set)
 Cangku (2 buah)

Fasilitas di rumah dinas pendeta:

 Kursi sofa (2 set)


 Meja kecil (2 buah)
 Gelas (4 lusin)
 Lemari hias (1 buah)
 Lemari kain (1 buah)
 Sarung bantal (2 buah)
 File surat-surat (8 buah)
 Tempat tidur (1 buah)
 Piring plastik (150 buah)
 Cangkir (100 buah)
 Ember (2 buah)
 Bak mandi plastik (2 buah)
 Dandang (1 buah)
 Teko teh (4 buah)
3.3. Kegiatan-kegiatan CP
Selama CP, saya berupaya untuk ikut berpartsipasi dalam mengoptimalkan
tritugas panggilan gereja (koinonia, marturia, dan diakonia) sebagai langkah
belajar dan mengajar di lapangan. Secara teknis partsipasi tersebut yaitu
a. Berkhotbah
b. Mengajar Sekolah Minggu
c. Sabtu Ceria Sekolah Minggu
d. Memimpin PA (Pendalaman Alkitab)/renungan PNB (Pemuda)
e. Memimpin Sermon Parhalado
f. Pendoa Syafaat
g. Acara Penghiburan

Tabel Laporan Kegiatan Mahasiswa pada CP 1 di HKI Resort Khusus Sibuntuon, Mulai 03
Juli 2020 – 10 Agustus 2020

Hari /
Waktu Kegiatan Tempat Keterangan
Tgl

Jumat Tujuan pertama


3 Juli 10.00-16.00 Berangkat CP HKI RK Sibuntuon adalah rumah dinas
2020 pendeta resort
.

Minggu
Ibadah Minggu Ibadah berjalan
5 Juli 10.30-12.00 HKI RK Sibuntuon
Umum dengan lancar dan
2020
penuh khidmat

Senin Bersama tuan


09.00-10.00 Maronan Pasar Baru Sibuntuon
6 Juli rumah
2020
Melayani sebagai
pembawa sermon
Kamis
bersama Ika
9 Juli 14.00-17.00 Sermon Parhalado HKI RK Sibuntuon
Yunasti
2020
Rajagukguk. Ev:
Lukas 6 : 39 – 42
Ep: Amsal 4 :1 – 9

Bersama dengan
08.30-10.30 Maronan Pasar Baru Sibuntuon
tuan rumah

Membuat sopo-
sopo dan
13.00-14.30 Berladang Ladang
membersihkan
ladang
Sabtu
Kompleks HKI RK
11 Juli 15.00-16.30 Sabtu Ceria SM Mewarnai dan
Sibuntuon
2020 game

Topik : Berharap
pada Firman
Nats : Mazmur
19.00-20.00 PA Remaja dan
HKI RK Sibuntuon 119:147
PNB
Melayani sebagai
pembawa firman.
Minggu Melayani sebagai
12 Juli pembawa Firman
2020 10.30-12.00 Ibadah Umum HKI RK Sibuntuon Tema: Cintailah
Pendidikan. Nats:
Lukas 6 : 39 – 42
13.00-14.30 Acara berjalan
Manuruk-nuruk Tanjung Bunga
dengan baik
16.00-17.00 Kebaktian Singkat Rumah Dinas Pendeta Melayani sebagai
Sekolah Minggu Resort pembawa Firman
(Amsal 17:17)
Senin
Pasar Baru Sibuntuon Bersama tuan
13 Juli 09.00-10.30 Maronan
rumah
2020
Malas pergi Ibadah
karena jarak rumah
ke gereja sangatlah
Selasa Konseling Pastoral
jauh dan terkadang
14 Juli 10.00-12.00 terhadap orang Sibuntuon
juga lupa karena
2020 yang malas Ibadah
banyak urusan di
ladang dan
dirumah.
Melayani sebagai
pembawa sermon
bersama dengan
Kamis
Ika Yunasti
16 Juli 16.00-18.00 Sermon Parhalado HKI RK Sibuntuon
Rajagukguk. Ev:
2020
Ulangan 16 : 13 –
17 Ep: Markus 12 :
41 – 44
Kompleks HKI RK
15.00-17.00 Sabtu Ceria SM Game
Sibuntuon
Topik : Mengasihi
Sabtu Sahabat sepperti
18 Juli diri Sendiri
PA Remaja dan
2020 19.00-20.00 HKI RK Sibuntuon Nats : 1 Samuel
PNB
20:12-17
Melayani sebagai
pembawa Firman
Minggu 10.30-12.00 Ibadah Minggu HKI Peniel Melayani sebagai
19 Juli Umum pembawa Firman
2020 Tema:
Penyembahan dan
persembahan
kepada Tuhan.
Nats: Ulangan 16 :
13 – 17
Perkunjungan
Rumah A. Fitri berjalan dengan
13.00-15.30 PRT Aritonang/br baik dan taun
Sihombing rumah sangat
welcome
Melayani sebagai
pembawa lagu
Kebaktian Singkat Rumah anak sekolah
16.00-17.00 pujian dan
Sekolah Minggu minggu
pembawa Firman
(1 Sam 17:48-50)
Bersama dengan
09.00-10.35 Maronan Pasar Baru Sibuntuon
Senin tuan rumah
20 Juli Berduka cita atas
Keluarga A. Joe
2020 20.00-21.00 Acara penghiburan meninggalnya A.
Manullang
Joe Manullang
Melayani sebagai
pembawa Sermon.
Berhubung karena
pendeta Resort
HKI Resort
Selasa Paniaran sedang
Sermon HKI
21 Juli 09.00 HKI Dame sakit maka diminta
Resort Paniaran
2020 untuk
membawakan
sermon tersebut.
Membahas Ev dan
Ep untuk tgl 26 &
2 Agustus 2020
Kamis 16.00-18.00 Sermon Parhalado HKI RK Sibuntuon Melayani sebagai
23 Juli pembawa sermon
2020 bersama Ika
Yunasti Raja
gukguk dan Dodi
Aritonang Ev:
Yohanes 13 : 31 –
35 Ep: Imamat 19 :
9 – 18
Berhubung karena
hari minggu
dilaksanakan acara
Kompleks Gereja HKI
10.00 Gotong royong peletakan batu
RK Sibuntuon
pertama maka
Sabtu diadakan gotong
25 Juli royong
2020 Halaman HKI RK
15.00-17.00 Sabtu Ceria SM Game
Sibuntuon
Tema : Kecewa
PA Remaja dan (Yesaya 5: 2,4,5,6).
19.00-20.00 HKI RK Sibuntuon
PNB Melayani sebagai
pembawa Firman
Yang Dihadiri oleh
Ephorus HKI (Pdt.
Peletakan Batu Manjalo Pahala
Halaman HKI RK
09.00-09.30 Pertama HKI RK Hutabarat, [Link],
Sibuntuon
Sibuntuon M.M) dan anggota
Minggu
DPR RI (Ir.
26 Juli
Lamhot Sinaga)
2020
Pengkotbah
Ephorus HKI (Pdt.
Acara Minggu
10.00-14.00 HKI RK Sibuntuon Manjalo Pahala
Umum
Hutabarat, [Link],
M.M)
Senin
Bersama dengan
27 Juli 10.00-11.00 Maronan Pasar Baru Sibuntuon
tuan rumah
2020
Kamis 16.00-18.00 Sermon Parhalado HKI RK Sibuntuon Melayani sebagai
30 Juli pembawa sermon
2020 bersama Ika
Yunasti
Rajagukguk dan
Dodi Aritonang
Ev : Keluaran 23:1-
9 Ep : Kisah Para
Rasul 5:1-11
Pergi Ke Dolok Tujuan adalah
09.30 Dolok Saribu
Saribu rumah st. L. Purba
Sabtu 1
Jemaat tersebut
Agustu Rumah Bapak Natalia
sangat menyambut
s 2020 14.00-15.00 PRT Nababan/Br
dan menjamu saya
Tampubolon
dengan baik
Melayani sebagai
pembawa Firman.
Ibadah Minggu HKI Dolok Saribu Tema: Melawan
10.00-12.00
Umum Resort Paniaran suap dan korupsi
Minggu Nats : Keluaran
2 23 : 1 – 9
Agustu Inang simamora
s 2020 Op. Joshua Purba/br dalam keadaan
13.00-14.00 PRT
Simamora sakit yaitu stroke
ringan.
Bercerita dan
15.00-16.00 PRT Bapak Simamora
berkenalan
Senin 3
Memetik daun
Agustu 16.00-18.00 Berladang Ladang St. L. Purba
tembakau
s 2020
Selasa Melayani sebagai
4 pembawa sermon
Agustu bersama Praeses
Sermon HKI
s 2020 10.00-13.00 HKI Paniaran Togar Aruan, [Link]
Resort Paniaran
membahas EV tgl
09 & 16 Agustus
2020
15.00 Balek Ke Rumah Dinas Pendeta Rumah Dinas
Pendeta Resort
Sibuntuon Resort
HKI RK Sibuntuon

Kamis Melayani sebagai


6 pembawa sermon.
16.00-18.00 Sermon Parhalado HKI RK Sibuntuon
Agustu Nats: Kolose 3:22-
s 2020 25
Sabtu 8 Kebaktian singkat
Agustu PA Remaja dan dan perpisahan
19.00-20.30 HKI RK Sibuntuon
s 2010 PNB kepada remaja dan
PNB
Acara berjalan
dengan lancar dan
Ibadah Minggu melayani sebagai
HKI HKI RK
10.30-13.00 Umum dan pemain organ.
Sibuntuon
Perpisahan CP Sekaligus
perpisahan
Minggu mahasiswa CP
9 14.00-15.30 Menjeguk serta
Agustu mendoakan istri
Kunjungan Orang Rumah St. H.
s 2020 dari amang st. H.
Sakit Lumbantoruan
Lumbantoruan
yang sedang sakit.
16.00-21.00 Liburan sekaligus
perayaan ulang
Holiday Lehu-Tarutung
tahun anak dari pdt
G. Tampubolon
Selasa 10.00
11
Sayonara Sibuntuon-Kp Pon Pulang Kerumah.
Agustu
s

IV. Pencapaian sasaran-sasaran pembinaan


1. Sejauh ini sasaran-sasaran yang mampu saya capai untuk penempatan ini adalah :
- Mahasiswa mampu mengadakan kebaktian singkat dan Sabtu Ceria bagi Sekolah
Minggu di tengah pandemic covid 19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan
dari pemerintah
- Mahasiswa mampu menambah wawasan Sekolah Minggu dengan belajar lagu-
lagu baru.
- Mahasiswa mampu mengadakan PA bagi PNB/Remaja di tengah pandemic covid
19 dengan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah

Tercapainya sasaran-sasaran ini tidak lepas dari hal-hal yang menjadi pendukung
mahasiswa untuk mencapainya, antara lain:

- Keaktifan parhalado (sintua) dalam setiap kegiatan yang direncanakan Gereja


begitu juga dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Kemauan dan kerinduan dari setiap anggota jemaat.
- Pembimbing lapangan yang selalu memberikan pengarahan kepada mahasiswa
- Adanya Komunikasi yang baik antara Mahasiswa dengan Pendeta, Guru Huria,
Penatua, Jemaat dan Pemuda sehingga program dapat terkoordinir dengan baik.
- Disiplin yang tinggi, estetika yang baik, etika yang baik.
- Keramah-tamahan dengan anggota Jemaat sehingga mereka begitu semangat
untuk menyuruh pemuda hadir dalam setiap program yang dibuat.
- Adanya kesiapan yang matang dari si Mahasiswa.
- Kekreatifan dalam menjalankan setiap program sehingga para anak-anak sekolah
minggu tidak bosan.

2. Kendala yang menghambat mahasiswa mengembangkan dan memperkaya


keterampilan dan pengetahuan adalah masih minimnnya pengetahuan dan
kekreatifan guru Sekolah Minggu dalam mengajar sehingga pengajarannya membuat
anak Sekolah Minggu cepat bosan. Kemudian hal lain yang menjadi kendala adalah
berhubung karena masa pandemi covid 19 maka program-program yang telah di buat
mahasiswa tidak maksimal untuk dilaksanakan. Tidak adanya transportasi yang
dapat digunakan mahasiswa untuk melakukan perkunjungan rumah tangga sehingga
ini menjadi tantangan kepada mahasiswa. Waktu yang sangat terbatas juga menjadi
pengahambat mahasiswa dalam mengembangkan dan memperkaya keterampilan dan
pengetahuan. Sehingga yang dilakukan pembimbing lapangan untuk menolong
mahasiswa adalah dengan memberikan pengarahan-pengarahan kepada mahasiwa.
Dan pembimbing lapangan juga selalu memberikan cara atau solusi untuk membantu
mahasiswa menghadapi suatu permasalahan. Dan dengan dorongan dari pembimbing
lapangan itu, mahasiswa semakin percaya diri untuk melakukan kegiatan-kegiatan
walaupun ditengah pandemi covid 19.
3. Umpan balik pembimbing lapangan untuk mengerti sumbangan pelayanan yang saya
berikan selama penempatan adalah dengan cara mendukung setiap kegiatan yang
lakukan dan membantu mahasiswa jikalau ada kendala yang dihadapi. Pembimbing
lapangan bahkan sudah mempercayakan kepada mahasiswa setiap kegiatan dan
bentuk pelayanan yang dilakukan jikalau memang kegiatan tersebut bermanfaat demi
pengembangan spiritualitas, kreativitas dan baik untuk pertumbuhan jemaat.

V. Pengembangan Kepribadian dan Kerohanian


1. Aspek yang paling memuaskan dari penempatan yang saya hadapi ialah ketika
mahasiswa dipercayakan seutuhnya oleh pembimbing lapangan untuk melakukan
setiap kegiatan yang saya sudah rencanakan khususnya melakukan kebaktian singkat
untuk anak-anak sekolah minggu walaupun di tengah pandemic covid 19. Yang
menjadi kepuasan lainnya adalah pembimbing lapangan mempercayakan dan
memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk membawakan sermon parhalado dan
pembawa firman dalam ibadah minggu.
2. Aspek yang paling menantang adalah jauhnya jarak rumah jemaat sehingga ketika
mahasiswa ingin melakukan perkunjungan rumah tangga menjadi terhambat
dikarenakan transportasi mahasiswa tidak ada. Dan rata-rata jemaat setiap harinya
pergi ke ladang dan berdagang sehingga sulit untuk dijumpai di rumah. Aspek
menantang lainnya ialah ketika mahasiswa yang masih kurang lancar berbahasa
daerah dan harus berbicara dalam bahasa daerah (bahasa Batak Toba). Dalam hal ini
mahasiswa tetap bekerja keras mempelajari bahasa batak toba. Awalnya memang
sulit dan susah untuk berbicara bahkan berkhotbah dalam bahasa batak toba, tetapi
mahasiswa terus belajar dalam hal itu. Tetapi karena sudah terbiasa, kini mahasiswa
sudah mulai memahami bahasa batak toba, kendati belum dapat untuk
menggunakannya dengan baik. Bahkan juga mahasiswa harus membiasakan diri
tampil berbicara di masyarakat, sermon, PA menjadi Tangiang Pangondianon atau
Pendoa Syafaat.
3. Kekuatan yang disoroti adalah kecakapan berkhotbah. Jemaat menilai bahwa
khotbah yang disampaikan mahasiswa mampu menyentuh pergumulan hidup jemaat.
Selain itu kekuatan yang disoroti adalah sikap bersosialisasi terhadap jemaat.
Kekuatan lainnya adalah pada sekolah minggu. Jemaat menilai bahwa kebaktian
singkat sekolah minggu yang dilaksanakan setiap minggu sore sangat menarik.
4. Kelemahannya adalah masih kurang dalam membangun orang supaya berjiwa besar
dan kurang memahami pergumulan hidup jemaat.
5. Tindak lanjut yang saya lakukan untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan itu adalah
dengan terus belajar dan menjadikan motivasi serta setiap masukan-masukan dari
pembimbing lapangan dan parhalado dijadikan bahan pengajaran untuk lebih baik
lagi kedepannya. Dibidang metode pengajaran SM, tentunya saya akan berusaha
untuk mencari dan menciptakan lagi ide-ide kreatif sehingga anak SM akan semakin
berkembang dan spiritualistas mereka juga semakin baik kedepannya. Kelemahan
lainnya seperti kurang pasifnya dalam berbahasa daerah akan di atasi dengan solusi
rajin membaca alkitab (Bibel), sering berkomunikasi dengan jemaat menggunakan
bahasa daerah.
6. Berhubungan dengan kerohanian saya selama penempaan ini maka pertanyaan yang
muncul adalah bagaimana kedepannya jika saya memimpin di sebuah Gereja atau
Ressort? Apakah saya mampu memimpin dengan baik? Apakah Gereja atau Ressort
yang saya pimpin bisa semakin berkembang?. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang
tentunya akan menjadi tantangan besar bagi saya. Semakin majunya zaman tentu
perkembangan Gereja dan pertumbuhan jemaat, kebutuhan jemaat juga semakin
meningkat. Sedangkan berkaitan dengan kesalehan, karena banyaknya kegiatan atau
program yanng dilakukan membuat saya terkadang lupa untuk melakukan saat teduh
pagi hari. Tetapi hal itu bisa teratasi dengan rutinnya melakukan jam doa.

VI. Refleksi Teologis


1. Berhubungan dengan pengertian saya akan Tuhan Allah dan Alkitab maka
pertanyaan yang muncul berdasarkan penempatan ini adalalah sejauh mana jemaat
mengenal Tuhan dan sejauh mana jemaat sering menggumuli Firman Tuhan dalam
Alkitab. Karena kalau kita cermati yang menjadi pergumulan dalam sebuah Gereja
bukan lagi persoalan Alkitabiah melainkan persoalan-persolan duniawi. Jemaat
menganggap membaca Alkitab hanya sebagai formalitas dalam peribadahan saja.
Rendahnya tingkat kerajinan dalam membaca Alkitab menjadi tantangan tersendiri
bagi kita. Mengenai kurangnya pemahaman teologi jemaat tentu dengan adanya
parhalado sangat membantu, karna itulah diadakan sermon supaya membekali
parhalado sehingga parhalado juga bisa mengarahkan pemahamannya kepada jemaat.
2. Berhubungan dengan pengertian saya akan gereja dan masyarakat maka pertanyaan
yang muncul, sejauh mana kerinduan jemaat untuk datang ke beribadah ke Gereja
setiap minggunya. Karena tantangan yang paling sering muncul adalah kemalasan
dari setiap jemaat untuk datang ke Gereja. Mereka lebih mementingkan kepentingan
pribadinya dibandingkan kerinduannya untuk datang kepada Tuhan. Acapkali kita
temukan di kehidupan bermasyarakat ada-ada saja jemaat yang tidak datang ke
Gereja, mereka menuruti keinginan dagingnya. Dan tak jarang juga ditemukan
jemaat yang malas ke Gereja dikarena ada permasalahan di antara sesama jemaat
disebuah Gereja. Adanya konflik menimbulkan kemalasan dari masing-masing pihak
dan bahkan ada yang sampai pindah Gereja. Ini tentunya menjadi tantangan bagi
kita, sebenarnya sejauh mana pengertian jemaat akan peribadahan di Gereja. Apakah
ke Gereja hanya persoalan rutinitas saja atau benar-benar kerinduan hati untuk
memuji Tuhan.
3. Berdasarkan dengan mata kuliah yang sudah diterima dan dipelajari dikampus,
pertanyaan yang muncul ialah bagaimana cara pengaplikasian semua mata kuliah
yang sudah dipelajari itu. Dua tahun sudah mempelajari semua teori-teori yang
diberikan oleh setiap dosen, dan melalui penempatan praktek inilah mahasiswa
diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan semua pelajaran yang diterimannya.
Ternyata apa yang dihadapi dilapangan sangat berbeda dengan yang dihadapi di
kampus. Kalau sudah dilapangan yang dibutuhkan adalah kesiapan dan kepekaan
dari mahasiswa praktek tersebut. Jemaat membutuhkan pelayan yang benar-benar
bisa membawa mereka kedalam pengetahuan dan pengenalan akan Tuhan. Dan disini
pelajaran mengenai teologi sangat diperlukan agar mahasiswa membimbing jemaat
ke jalan yang benar dan bukan melah membuat jemaat semakin bingung dan sesat.
4. Menurut saya semua mata kuliah yang sudah ada di kampus sudah relevan untuk
membekali setiap calon hamba Tuhan. Dan semua itu tergantung bagi mahasiswanya
apakah ia bisa benar-benar memanfaatkan setiap ilmu yang diberikan oleh dosen di
kampus. Hanya saja menurut saya yang penting untuk diperdalam adalah mata kuliah
Musik Gerejawi. Mengapa? Karena dalam hal solmisasi dan juga kemampuan dalam
memainkan alat musik sangat diperlukan oleh mahasiswa praktek untuk melakukan
pelayanan ditengah lembaga yang ada di Gereja untuk mengiringi peribadahan dan
juga mengajar koor. Mata kuliah lain juga yang harus diperdalam adalah Homiletika,
karena matakuliah ini adalah adalah mata kuliah terpenting yang mejadi bekal untuk
terjun ke lapangan. Pusat peribadahan adalah kotbah, oleh karena itu memang sangat
dibutuhkan pengetahuan tentang ilmu homilic, apalagi kotbah dalam peribadahan-
peribadahan kasualistik. Tentunya itu akan menjadi penopang mahasiswa dalam
melakukan praktek.
VII. Cita-cita setelah tamat
1. Dampak penempatan itu bagi saya adalah menjadi pelayan Tuhan sekaligus
pemimpin di sebuah Jemaat adalah bukan pekerjaan yang mudah. Melainkan suatu
pekerjaan yang sangat susah, penuh tanggung jawab, kerelaan hati dan pengorbanan
dalam segala bidang. Menjadi pelayan Tuhan juga harus punya kepekaan dalam
menghadapi setiap kebutuhan jemaat, karena jemaat menganggap pelayan Tuhan
dalam hal ini Pendeta adalah orang yang serba bisa untuk diandalkan. Dan berkenaan
dengan itu juga melalui penempatan saya tentunya akan memiliki pengaruh terhadap
pelayanan di masa depan karena banyak sekali pengalamana baru, dan ilmu serta
pelajaran yang saya dapatkan yang bisa berguna untuk pelayanan kedepannya.
Kerjasama dengan parhalado, jemaat memang sangat dibutuhkan oleh seorang
pelayan. Dan hal itu saya bisa dapatkan selama penempatan praktek ini, yang sangat
bermanfaat bagi saya untuk mencapai target dan sasaran-sasaran yang sudah
ditentukan.
Melalui penempatan di CP I ini bisa menjadi bekal saya untuk melakukan pelayanan
kedepannya. Ini awal yang baik bagi setiap mahasiswa ketika mereka harus langsung
terjun ke tengah lapangan untuk berhadapan langsung dengan jemaat. Banyak hal
baru baik itu berupa pengalaman ataupun ilmu baru yang didapatkan melalui
penempatan praktek ini. Beradaptasi langsung dengan jemaat, bergaul langsung
dengan jemaat, semua proses harus dilalui selama penempatan ini yang tentunya
untuk mempersiapkan mahasiswa agar benar-benar siap kelak untuk menjadi
pemimpin di tengah Gereja.
2. Tindak lanjut yang saya ambil berhubungan dengan pemikiran itu adalah ternyata
menjadi pelayan tidak semudah yang dilihat dengan kasat mata. Mejadi pelayan itu
harus benar-benar siap. Oleh karena itu tindak lanjut yang saya ambil adalah terus
belajar, terus berlatih sehingga di masa yang akan datang saya sudah benar-benar
siap dan dimampukan Tuhan untuk menjadi pelayan, memimpin sebuah Gereja.
VIII. Kesimpulan
Melalui penempatan CP I yang saya lakukan maka kesimpulan yang saya bisa berikan
adalah menjadi pelayan itu tidak mudah. Menjadi pelayan itu harus punya kemampuan,
intergritas, harus ada kerelaan hati dan pengorbanan. Dua tahun mengikuti perkuliahan
di STT Abdi Sabda secara akademis, memang belum lengkap tanpa adanya CP. Oleh
karena itu maka penempatan praktek ini melengkapai semua proses akademis yang
dilakukan dikampus. Melalui praktek ini memberikan pelajaran yang sangat berguna
bagi saya untuk pelayanan di masa yang akan datang. Saya benar-benar dipersiapkan
untuk menjadi pemimpin di Gereja agar dapat memimpin dengan baik dan menjadi
pengayom yang baik bagi jemaat. Pembimbing lapangan juga memiliki peranan yang
sangat penting karena mengetahui bagaimana situasi dan kondisi jemaat, oleh karena itu
pendampingan pembimbing lapangan sangat berguna demi tercapainya sasaran-sasaran.

Lintong ni huta, 10 Agustus 2020.

Pembimbing Lapangan Mahasiswa

(Pdt. G. Tampubolon, [Link]. [Link]) (Leli Wanda Simamora)


IX. Lampiran

Gedung gereja HKI Resort Khusus Sibuntuon

Sermon Resort Ibadah Minggu Umum dan perpisahan CP


BAHAN SERMON HKI RESORT KHUSUS SIBUNTUON
Minggu VIII Dung Trinitatis, 02 Agustus 2020

Ev : Keluaran 23:1-9 Ep : Kisah Para Rasul 5:1-11

Melawan Suap dan Korupsi

I. Pengantar
Secara khusus thema kita minggu ini adalah : Melawan suap dan Korupsi. Kata suap
adalah kata kiasan, yang menerangkan memberikan sogokan kepada seseorang untuk
menutup mulutnya, sama seperti seseorang yang disuapkan nasi kedalam mulut,
membuat seseorang itu tidak bisa bicara. Sedangkan korupsi berasal dari bahasa Latin
yakni “corruptio” yang artinya : Kebusukan, keburukan, kebejatan, kebohongan, amoral,
penyimpangan. Korupsi adalah prilaku penyelewengan atau penyalahgunaan harta benda
kelompok, untuk kepentingan pribadi. Karena itulah korupsi adalah perilaku yang kotor
dan bejat. Tahukah saudara bahwa suap dan korupsi, dampak dosanya bukan hanya
merugikan kepada pribadi (personal) sipelaku suap atau korupsi, tetapi dampak dosanya
lebih lagi kepada banyak orang (komunal). Karena itulah dosa suap dan korupsi, adalah
dosa yang paling banyak menyeret banyak orang jatuh ke dalam dosa. Andai kata kita
berbuat dosa, dan dosa kita itu hanya merugikan kita sendiri, hal itu adalah yang lazim,
dan dosa itu tidak begitu mematikan dan mengahncurkan peradaban dunia kita ini. Tetapi
masalahnya tidak demikian pada dosa suap dan korupsi, dosa ini tidak hanya merugikan
sipelaku, tetapi merugikan banyak orang.
II. Keterangan
Ada beberapa hal yang dapat kita lihat dalam nats khotbah ini ialah:
1. Jadilah orang benar
Kebenaran tentunya akan bertolak belakang dengan kesalahan. Kesalahan
dihadapan Tuhan tidak dapat dikompromikan. Kebenaran bukan masalah suara
terbanyak. Jangan karna kebanyakan orang berpihak kepada seseorang yang
melakukan kesalahan maka akhirnya orang itu akan dibenarkan. Belakangan ini
dengan alat komunikasi yang canggih, Hoax sering akhirnya menjadi suatu yang
dibenarkan. Apalagi dengan istilah sekarang ini, ketika itu menjadi viral akhirnya
hal tersebut dipahami atau di akui sebagai suatu yang benar. Firman Tuhan
mengatakan tidak. Jangan korbankan kebenaran hanya karena orang banyak tidak
mengakui kesalahan itu sebagai suatu kesalahan. Begitu juga diingatkan bahwa
kebenaran harus menjadi tetap kebenaran dalam kondisi yang bagaimana pun.
Dalam nats ini diberi juga suatu ketetapan bahwa siapa pun yang melakukan
kesalahan itu adalah kesalahan. Jangan karena orang miskin melakukan kesalahan
lalu ahirnya dibenarkan. Memang betul orang miskin perlu mendapat perhatian
atau perlakuan khusus, tetapi mengenai kebenaran, kita tidak boleh membelokkan
kebenaran demi membela orang yang miskin. Sebab dalam Matius 5:7 dikatakan
“ Jika ya, hendaklah kamu katakana ya, jika tidak hendaklah kamu katakan
tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si Jahat”.
2. Kita harus memahami bahwa manusia tidak hidup dan bekerja dengan
kekuatan dirinya saja, tetapi selalu ada factor pendukungnya
Karena bangsa Israel kebanyakan adalah hidup bertani dan beternak maka sudah
lazim bahwa orang Israel melihat ternak baik itu sapi, keledai sebagai sesuatu
yang berharga. Karena itu ketika melihat seekor sapi atau keledai maka kita tidak
hanya melihat mereka sebagai benda atau binatang yang tidak sama dengan
manusia, tetapi lihatlah hewan atau benda itu sebagai sesuatu yang berguna bagi
manusia. Itu sebabnya maka dalam firman ini dikatakan bahwa jangan biarkan
jika ada sapi yang tersesat, jangan biarkan kalau ada keledai yang sangat berbeban
berat. Kita harus menolong saudara kita dalam keadaan apapun, sebab Firman
Tuhan mengaatakan “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu, Demikian
kamu memenuhi hukum Kristus” Galatia 6:2.
3. Secara spsifik Firman Tuhan mau mengatakan bahwa Tuhan tidak
berkenan kepada Suap
Suap bukanlah suatu ciri khas umat Allah. Suap akan merusak hubungan kita
dengan Allah karena Allah tidak membenarkan kita menerima sesuatu yang
bukan hak kita, dan Allah tidak menginginkan kita akhirnya mengakui kesalahan
itu menjadi sebuah kebenaran hanya karena kita disuap. Harga kita sebagai umat
Allah tidak dapat dibeli dengan suap berapapun jumlahnya. Allah itu sangat anti
dengan suap, sebagaimana yang dikatakan dalam Ulangan 10:17 “Sebab Tuhan,
Allahmulah Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu
ataupun menerima suap”.
4. Sebagai bangsa Allah tentu kita diminta untuk mampu menyatakan kasih,
kebaikan, kebenaran pada siapapun termasuk orang asing.
Inilah yang diinginkan Allah yaitu agar kita menghargai sesama [Link]
janganlah ada dalam benak kita Kalau kepada bangsa Israel Allah mengingatkan
bahwa mereka juga pernah menjadi orang asing saat mereka di tanah Mesir
sehingga mereka harus menghargai orang asing juga. Kita yang hidup di era yang
tanpa batas ini juga tidak selamanya ada di tanah kita sendiri. Kita juga bisa dan
sangat dimungkinkan untuk hidup di tanah orang lain. Karena itu nilai yang saling
menghargai harus kita perlihatkan dalam hidup kita.
III. Refleksi
Dari nats khotbah kita pada saat ini yang dapat kita refleksikan dalam kehidupan kita
ialah sebagai umat Kristen kita harus memilki prinsip dengan memilki Iman yang teguh.
Dan seseorang yang hidup dalam Tuhan tidak akan melakukan suap, karena ia
berkeyakinan sumber berkat dalam hidupnya hanyalah dari Tuhan (Yesaya 45:6-7). Dan
Doakan setiap pekerjaan yang diberikan Tuhan pada kita, biarkan Tuhan yang bertahta
diatas segala pekerjaan kita, tetaplah mengucap syukur, Kita umat manusia tetaplah
percaya kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, dan berlakulah setia dalam setiap
tindakan yang kita lakukan (Mazmur 37:3).
BAHAN SERMON HKI RESORT KHUSUS SIBUNTUON
Minggu V Dung Trinitatis, 12 Juli 2020
Ev: Lukas 6 : 39 – 42 Ep : Poda 4 : 1 – 9

Haholongi Ma Pangajaran

I. Patujolo
Di turpuk on jelas do taida songon dia do hubungan ni Jesus dohot siseanNa i, ima
hubungan antara sahalak guru dohot murid. siseanNa ima na gabe murid dohot Jesus ima na
gabe guru manang rabbi. Dipardalanan pelayanan ni Jesus, diajarhon Jesus do tu angka
siseanNa i asa mangolu dibagasan harajahon ni Debata. Tu sude angka siseanNa i, Jesus do
gabe sahalak pangajar dohot mangajar tu angka siseanNa. Jesus do pangajari manang
sahalak guru na boi ta teladani. Molo mangajar Jesus somal do pangajaran i marhite-hite
umpama, asa mura diantusi lapatan ni poda na ni ajarhon ni Jesus.
II. Hatorangan Ni Turpuk
Guru mansai ringkot do dibidang pangajaran dohot pendidikan. Jala balga do tanggung
jawab ni sahalak pangajari. Pangajaran taringot tu poda/nasihat ingkon do tongtong
disuanhon tu sude roha ni jolma asa mangolu hita dibagasan haporseaon na sintong. Songon
sahalak guru, ahli do Jesus di bidang pangajaran, ido na umbahen na di dok Jesus Kristus
songon sahalak Rabbi. Pangajaran na nilehon ni Jesus mardongan huaso, otoritas, wibawa,
halongangan na mambahen nasa na umbege pangajaran i gabe mandapot parbinotoan na
imbaru. Molo mangajar Jesus, somal do pangajaran i marhite-hite umpama, tujuanna asa
mura diantusi lapatan ni poda na ni ajarhon ni Jesus. Di turpuk on dilehon Jesus do sada
pangajaran tu sude jolma na umbege marhite umpama/perumpamaan. Di mulai Jesus do
umpama i marhite sahalak na mapitung na manogu doganna na mapitung. Na mapitung ima
na so boi marnida dohot simalolongna, umbahaen ndang boi diboto aha do na masa di
humaliangna. Aha do na terjadi molo na mapitung manogu donganna na mapitung? Tung
tartogu na mapitung ma doganna namapitung di dalan? Nda rap targodung ma nasida
duansa? On ma sada umpama na nilehon ni Jesus tu angka siseanNa i dohot tu angka jolma
na torop manggombarhon halak na mapitung secara rohani. Ndang diantusi jala ndang yakin
dope taringot tu sadasada hal, alai nga berani manogihon/mangajarhon halak na asing lao
mangihuthon ibana. Di paingot Jesus do halak Parise dohot siboto surat na somal
mangulahon sisongoni. Halak Parise lomo mangulahon sadasada hal sahera na beribadah
nang sahera mangulahon angka parenta ni Tuhan, alai sasintongna halak Parise umlomo do
rohana mangulahon aha na manguntunghon dirina sandiri. Namapitung manogu namapitung
somal do taida di pargoluanta. Godang do jolma na berusaha mempengaruhi halak na asing
asa mangulahon lomo noi rohanna na so binoboto dope hasitonganna. Berusaha
mempengaruhi halak na mangihuthon Jesus asa manimbil sian dalan ni Tuhan marhite
ujaran kebencian, hoax, dna, asa mangulahon lomo ni rohanna dohot manomu dalan
hasintongan. Alai molo sinungkun, nga pasti nasida malua? Pasti jawabanna ndang diboto
dope, mudah-mudahan manang taida ma annon. Berbeda do dohot pagajaran ni Jesus. Atik
pe rupa ni Debata, ndada songon na nidobu dirajumi rohana tudosna i tu Debata. Dirumari
do dirina jala disolukkon rupa ni hatoban, gabe suman tu jolma do Ibana jala rumang jolma
dapot di Ibana (Flp.2:6-7). Gabe didok Jesus ma tu ibana: Ahu do dalan i dohot hasintongan
dohot hangoluan. Ndang adong nasa tu Ama i, ia so marhite sian Ahu (Joh.14:6). On ma na
lao sirimangrimanganta, ndang adong sada jolma pe di portibi on na berani manghataon
sisongon i. On ma na gabe poda ni Tuhan tu hita, asa gabe pangajari na sintong hita tu
saluhut jolma. Pangajar na sintong ima pribadi ndang na holan manogihon jolma lao
mandohoti lomo ni rohanta, alai tong do ingkon manghangoluhon aha na tahaporsea i.
Ditingki sahalak jolma ndang manghangoluhon na di haporseaonna i, sasintongna ibana
ndang dope manghaporseai haporseaonna sandiri. Adong pigapiga na porlu taparateatehon
asa gabe pangajar na sintong:
1. Ia jolma ingkon mangihuthon aha na niulahonta
Lukas 6:40 Ndang sumurung sisean sian guruna. Naung sun denggan do ganup,
molo doshon guruna. Sering do halak ndang mangida adong do hubungan ayat on
dohot ayat na sebelumnya (ay.39). Di sada sisi dipatorang Jesus do songon dia halak
namapitung manogu dogannna na mapitung, di ayat selanjutnya dipatorang Jesus muse
naung sun denggan do ganup, molo doshon guruna. Alai ditingki ta pamanat, jelas do
taida adong hubungan na erat di sude bagian ni turpuk on. Jesus mandokhon asa sude
halak na porsea mamilit guru na sintong, alana sisean ingkon do songon guruna. Ditingki
jolma na torop mangihuthon ajaranni halak Parise, diholsohon do jolma naeng gabe
sarupa dohot pangajari i. Jesus patoranghon molo nasida mandohoti pangajari na pitung
i, tabayanghon ma aha na naeng tarjadi tujoloan on dohot angka siseanNa. Guru na
marbisuk molo naeng mangajari angka siseanna sai gumodang ma patudu jalan
parsiajaran; ndang pasahat na dirohana manang manggohi pingkiranna.
2. Tasadari na adong koreksi-koreksi na torus diulahon lao mabahen na denggan.
Luk.6:41 Aha ma pola paberengberengonmu silbaksilbak na di mata ni donganmu;
ia na satiang na di matami ndang diantoi ho! Ditingki hita manghubunghon “panogu
namapitung” dohot “balok di bagas mata”, sala sada parbonsiran hapitungon tong adong
dope balok na ndang dope ditinggalhon. gambaran dua halak namapitung na mandadap-
dadap dihagolapon, sarupa doi dohot panogu na so mampu mamereng dao tu jolo songon
dia masa depan ni jolma na dipimpin na. Alana mapitung nasida manang alana adong
balok na balga dimata ni nasida, alai disada sisi berusaha do ibana mambuat silbaksilbak
na di mata ni donganna. Pangajari ndada holan guru di singkola alai dohot do nang
natoras di tonga ni bagas, parhalado di tonga ni huria. Angka pangajari dohot panuturi di
tonga ni punguan naeng parjolo mananda dirina sandiri asa unang mangopo poda
pinasahatna tu angka siseanna. Ingkon parjolo do diriniba tandaon jala paturehon asa diri
ni dongan. Parjolo do diriniba ajaran sian na mangajari dongan asa unang sahat hata na
mandok: “e ho pangansi!” Jadi sebelum hita manguhum manang mangoreksi jolma,
ingkon rade do hita parjolo dikoreksi dohot di nilai manang diuhum. Jolma nanaung
pature dirina do na talup paturehon diri ni donganna. Ai songon dia ma tama parhalado
laho manjamitai ruas ni huria, molo dirina sandiri pe ndang apala talup patolhashon
barita ni Jesus i? Tasungkun ma dirinta be, pangajarion na songon dia do na sai laon
tapasahat tu angka na taajari.

III. Sipahusorhusoron
Turpuk ta sadarion manoranghon tu hita pentingna pangajaran i. Di halak na porsea ingkon
do hita mamilit pangajari na sintong. Jesus do pangajar manang sahalak guru na boi ta
teladani, ido na umbahen na di dok Jesus Kristus songon sahalak Rabbi. Turpuk on
paingothon hita asa ise do na pantas manguhum. Adong do sada hasintongan na mutlak
dohot universal ima hasintongan ni Debata. Debata do bona ni hasintongan i na berhak
menguhumi halak na manulak hasintongonNa. Jelas do na berhak menguhumi ima Debata
bona ni hasintongan i. Alai molo hita angka siseanNa, nangpe naung dipasintong, alai ndada
asal/bona hasintongan i hita. Hita pe ndang dope singkop mangulahon hasintongan i.
Marhite sian i ndang berhak hita manguhumi donganta jolma. Debata do na tumompa sude
jolma i dohot Ibana do bona hasintongan i na berhak manguhumi sude manisia. Amen.
BAHAN SERMON HKI RESORT KHUSUS SIBUNTUON

Minggu VI Dung Trinitatis, 19 Juli 2020

Ev : 5 Musa 16 : 13 – 17 Ep : Markus 12 : 41 – 44

Parsombahon Dohot Pelean Tu Debata


I. Patujolo
Songon na gabe tema di minggu paonomhon dung Trinitatis on ima Parsombaon
Dohot Pelean Tu Debata naso boi lingkang sian parngoluan ni halak na porsea. Sude
jolma pasti do adong alasanna taringot i, songoni ma siganup ari boi dope hita marhosa
alani asi dohot holong ni Tuhan i tu hita, ndang pola manuhor oksigen hita, jala dilehon
Tuhan i do tu hita ganjang ni umur, tarlumobi ma tu angka donganta sai godang do
marlipat-lipat ganda pasu-pasu ni Tuhan si ganup ari. Alanima di Roma 12:1 didok si
Paulus do “Na huapoi ma hamu, angka dongan marhite asi ni roha ni Debata: pasahat
hamu ma daging muna, bahen pelean na mangolu, na badia, na hinalomohon ni Debata; i
ma hadaulaton ni namarroha”. Alanima molo tutu do hita na togu marhaporseaon tu
Tuhan i, ingkon pasahatonta ma parngoluonta, ingkon pasahatonta jala pelehononta tu
Tuhan i. Manang aha pe na taulahon dohot na ta pikiri ingkon ma gabe pamujionta tu
Tuhan i (ibadah kepada Tuhan).
II. Hatorangan Ni Turpuk
Molo mamuji pasangaphon goar ni Tuhan i, adong do dua siingotonta naso boi
lingkang ima parsombaon (penyembahan) dohot pelean (persembahan, pemberian).
Parsombaon ingkon do mardongan hamauliateon dohot pasahathon pelean tu Tuhan i
sian ias dohot roha na serep. Artina disi, molo ta pasahat peleanta siala las ni roha dohot
mandok mauliate, ingkon do tulus rohanta pasahathon i. Songoni ma nang parsombaonta
tu Tuhan i ingkon do mardongan hamauliateon marhite pelean na tulus jala sian roha na
serep. Sialanima pelean dohot parsombaon ima dua hal na sejajar jala saling berkaitan
laho mamuji pasangaphon Tuhan i. Di Bindu 16 Kitab 5 Musa on, dipaingot hatani
Tuhan i do hita, taringot naung haruar bangso Israel sian tano Mesir (dari perbudakan
yang berat itu), jala saonari nasida nunga gabe bangso na merdeka. Di ayat-1 dipatorang
do, Tuhan i mamboan nasida haruar sian tano Mesir di tingki bornginna i, jala di ayat-3
didok madangol-dangol do nasida (terburu-buru). Dibahen i, nunga disaksihon bangsa na
tarpillit i be, holan alani asi dohot holong ni Tuhan i nang songoni pangurupion-Na na
paluahon nasida. Dipalua do nasida uju di hagogotan (ketidak-berdayaan) nasida. Dung
tolhas nasida tu tano na dijanjihon ni Tuhan i, dame jala sonang do parngoluan nasida,
diparenta Tuhan ido asa dirayahon nasida peristiwa-peristiwa namasa i, gabe tolu
perayaan besar dohot sude aturan na binahenNa (Band, 2 Musa 23:14-17 dohot 3 Musa
23), ima:
 Ay. 1-8: Hari Raya Paskah; parningotan haruarni bangso natarpillit i sian tano
parbudakan i, namambahen nasida gabe sada bangso na merdeka. Tujuan ni
perayaan on tong do dipatorang di ayat 3, ima na paingothon hita di sude
haburjuon ni Tuhan i naso boi dilupahon. Molo di Perjanjian Baru perayaan on
gabe perayaan hari haheheon ni Tuhan Jesus i sian hamatean jala na paluahon
manisia sian huaso dosa dohot maut.
 Ayat 9-12: Hari Raya Panen: perayaan na paduahon on dipestahon pitu minggu
dung simpul pesta paskah manang didok mai Pesta Pentakosta, jala berkaitan mai
tu pertanian na ditandai dohot dung simpul panen gandum ni halak Israel. Molo
tu saonari di hita halak Kristen tadok mai Pentakosta manang haroroni Tondi
Parbadia.
 Ayat 13-17; marari raya parlapelapean (Hari Raya Pondok Daun), ima na di hatai
di turpuk on. Nasida ingkon do pajongjongkon sibaganding tua sian ranting ni
hau dohot bulung-bulung na di pature dohot denggan (rangkai sedemikian rupa).
Umbahen dibahen songoni ima namarningot do nasida di haburjuon ni Debata tu
nasida (bangso Israel) na mardalan hurang lobi 40 taon di padang gurun jala
tontong do diramoti Tuhan. Ditingki i bangso Israel ndang dope mampunyai
inganan na tetap. Tinggal di parlape-lapean dohot langit, bulan dohot bintang na
gabe linggom nasida (atapnya), haruar do nasida ala huaso tangan ni Tuhan na
badia i, dohot angka tanda-tanda halongangan na paluahon nasida sian tano
perbudakan Mesir hurang lobi 400 taon lelengna. Molo marningot nasida di pesta
on sude do ruas disi mamboan pelean siala lasniroha nasida na sai tongtong
diramoti jala diparmudu-mudu Tuhan, dohot mai muse siala ni na boi dope
nasida marpesta gotilon ala marlipat ganda do angka suan-suanan nasida (panen
hasil bumi yang berlimpah).

Sialanima, di turpuk on dipaingot do hita asa:


1. Marneangnilakka/marlasniroha laho mangurupi donganta jolma (boi
dikaithon tu namasa saonari ima covid 19)
Di Ayat-14, “Jala ingkon marlas ni roha ho di ari rayamu, songon i ho dohot
anakmu dohot borum dohot naposom baoa dohot naposom porumpuan dohot halak
Lepi dohot halak dagang dohot dakdanak na tading di lampin dohot parompuan na
mabalu di bagasan angka hutamu”. Marlasniroha dohot sian ias ni roha, dang boi
dohonon i gabe ginjang ni roha. Ai naeng do botoonta jala ingotonta, molo marlas ni
roha di bagasan Tuhan i ndang na laho tu hapuason ni diri sambing. Turpuk on
mandok naeng ma hita marlasniroha rap dohot sude angka pinomparta nang songoni
angka donganta. Alanima molo dapotan pasu-pasu hita, pasu-pasu i dang na laho
holan di hita alai pasahatonta ma tu angka dongan ta jolma. Tarlumobi ma hita
ingkon mangurupi donganta namancai porlu urupanta, songon dakdanak naso
marama-marina, ai godang do si songon ni angka donganta (Matius 26:11, Poda
22:2)
2. Marlasniroha sian ias ni roha laho pasahathon pelean jala marlasnihora disude
pasu-pasu naung pinasahat ni Tuhan i tu hita
Di ayat-15, didok do ingkon pitu ari marari raya/marpesta, asa boi sombu roha
nasida marningot pasu-pasu ni Tuhan i. Ingkon ingotonta do angka aha naung
dipasahat Tuhanta di parngoluanta angka naung salpu, jala naeng ma nian
patutoruon dirita di adopan ni Tuhan, sialanima gabe dapotan pasu-pasu ma hita jala
marlasniroha mandalani ari-ari ta. Songon na didok di ayat 15, “ai pasupasuon ni
Jahowa, Debatam ma ho disaluhut gogo ni tanomu dohot di saluhut ulaon ni tangan
mu..” nunga ta jalo be pasupasu namansai balga na sian Tuhan, ima pasupasu Na tu
hita ala naung ditobus dosanta sian naung dipasahatna anakNa na mate tarsilang di
hau pinarsilang di dolok Golgata. Tarida ma sian i, na mansai balga do pasu-pasu ni
Tuhan naung tajalo jala hitape ingkon marlasniroha do lao mamuji Tuhan i jala
ingkon pasahatonta ma pelean. Unang ta hatahon mangolu hita alanai asi dohot
holong ni Tuhan i, alai hita dang olo mangurupi dongan jolma. Boi ma dohonon
sahalak pargabus ala dang tutu mangolu partondion ni.
3. Nunga dilehon Tuhan i pasu-pasuna jala hitape ingkon mangalehon
Di ayat-17 nunga tangkas dipaingot /didok, taringot tu pelean na laho silehononta,
“Ganup tahe marguru tu natarlehon tanganna, hombar tu pasu-pasu naung nilehon ni
Jahowa, Debatam tu ho”. Namarlapatan mai ingkon pasahatonta do pelean tu Tuhan
i sian ias ni roha siala nunga ta jalo pasu-pasu na sian Tuhan i. Dibaheni naeng ma
nian hita pasahathon peleanta sian ias ni roha dohot roha na serep, unang ma alani
ginjang ni roha, manganggarhon, tarlumobi ma alani tardosak (terpaksa). Songon
hatani Tuhan ta boi taida di I Kronika 29:14/I Tawarikh 29:14. Alanima unang ma
mabiar hita laho pasahathon pelean manang hamauliateon ta tu Tuhan i dohot tu
angka dongan jolma. Ai nasa na adong di hita na nilehon ni Tuhan i do. Hepengta,
paheanta, nasa sipanganonta i sude marharoroan sian Tuhan I do, jala molo tung pe
dipasahat tu hita pasu-pasu na gumodang sian angka dongan ta, unang ma gabe
marleha-leha hita alai naneng ma nian hita gabe sipanogu-nogu/sipangurupi
(menjadi saluran berkat) tu angka dongan ta jolma. Unang adong di pingkiranta
“molo hupasahat godang, gabe hahuramngan ma au (jika saya memberi banyak,
saya akan menjadi berkekurangan)”. Ai dang adong jolma namarpogos alani burjuna
mangurupi (band. Poda 11:24).
III. Sipahusorhusoron
Marhite buku 5 Musa on, diondolhon do tu tonga-tonganta be songon dia
parsombaon dohot pelean tu Debata, ai molo tutu do hita naposo ni Debata, ingkon
sadaranta do tarsingot tu akka aha naung pinasahat ni Debata tu hita. Ai dibagasan Ibana
do hita boi mangolu, mardalan, jala mangulahon angka siulaonta. Boi pe hita mamuji
pasangaphon goarNa, mangulahon pamujion dohot pasahathon pelean/hamauliateonta,
ala naung parjolo do Ibana pasahathon asi dohot holong ni rohaNa naso boi be
tarbilangan. Sialanima angka pamujion nang pelean/hamauliateonta naung ta pasahat
ima alani las ni rohanta alani silehon-lehon ni Debata tu hita jala hita pe ingkon
pasahathon pamujion dohot pelean sian las ni roha, ias ni roha, nang roha na serep. Jala
hita ingkon ma boi mangurupi angka donganta jolma “rap marbagi na otik, jala rap
manggotil di nagodang.
BAHAN SERMON HKI RESORT KHUSUS SIBUNTUON

Minggu VII Dung Trinitatis, 26 Juli 2020

Ev : Johannes 13 : 31 – 35 Ep : 3 Musa 19 : 9 – 18

Holong Songon Patik Na Imbaru

I. Patujolo

Tema di minggu papituhon dung trinitatis on “holong songon patik na imbaru”. Marhite
tema on dilehon tu hita pangantusion taringot tu holong, ndang holan manghaholongi na
targoar dongan dohot do manghaholongi na manghasogohon hita. Boha do bahenonta
papatarhon na tahahaholongi donganta? Diturpuk on dipaboa Tuhan Jesus, ndang leleng be
nasida masipaidaan, ala tongkinari borhat ma Ibana tu silang i, ala tongkinari ro ma suruan
ni sintua ni malim manangkup dohot manguhum Ibana. Alani i ma dipodai siseanNa asa
unang marsak jala mandele molo masa i tongkinnari. Andorang so tarboan Jesus tu silang i
diajari siseanNa laho pasangaphon Debata marhite pangoloion dohot marhite na
masihaholongan.

II. Hatorangan Ni Turpuk

Ia turpuk on sada hatorangan do on taringot tupangaradeon Jesus Kristus andorang so sahat


Ibana tu hamatean di hau pinarsilang, dohot andorang so manaek Ibana tu banua ginjang.
Diboto Jesus do dang ganjang be tingkiNa rap dohot angka siseanNa. Jala adong sahalak
sian angka sisean i na naeng pasahathon Jesus. Alani dipatupa Jesus ma pesta paskah lao
papatarhon tu angka siseanNa paboa naeng sahat nama ariNa. Alai diparbinotoan ni Jesus i,
songon dia do respon ni Jesus tu angka siseanNa i? alai nang pe songoni pambahenan ni
angka siseanNa i, sai tong do di haholongi Ibana angka siseanNa i. dang dibuathon Jesus tu
rohana angka pambahenan na diulahon si Judas, Petrus dohot lan na asing na i. Di na pesta
paskah i dibasu Jesus do pat ni angka siseanNa. Ima na gabe gambaran Jesus Tuhanta i do
sasintongna Kasih Agape. Songon dia do diparngoluan ta sinuaeng on? Sai manongtong do
holong i nata pe dibagasan pargulmiton ni pargoluon sinuaeng on?

Marhite turpuk on dipatudu Jesus do songon dia holong na sintong i diulahon:

1. Holong i ingkon do hot dirohanta (ay. 31, 34)

Holong di hita jolma gampang do luntur molo dikecewahon halak na asing hita apalagi
molo dihasiti hita manang dikhianati. Dalam hal on, Tuhan Jesus mangalehon teladan
songon dia do holongNai na so boi pudar, naung pe ditingki i disadari Jesus do nga
jumpang tingkina lao dikhianati si Judas, disangkali si Petrus dohot ditadinghon angka
siseanNa i. Alai dilehon Jesus do sada patik na imbaru ima naeng ma masihaholongan.
“Patik na imbaru ma hulehon tu hamu: Naeng ma masihaholongan hamu; songon
holong ni rohangku di hamu, naeng ma songon i dohot hamu masihaholongan (Ay.
34)”. Na menarik dison ima kata “imbaru” berarti “segar” lapatanna, holongta i ingkon
do selalu segar, ndang luntur/goyah alana sikap donganta na mengecewakan hita.
Holong ni Debata i ma na hot, ndang luntur sehingga ditingki Ibana dikhianati,
disangkali, ditandinghon sahalakNa, holong ni Jesus i ndang hea berubah. “Asiasi ni
Jahowa sambaing do umbahen so haru sun siap hami, ai ndang marpansohotan asi
ni rohana i. Mulak rata do I tahe ganup sogot, godang ma tutu habonaranmu! (And
3:22-23).

2. Holong i ingkon do diulahon unang sekedar teori (Ay. 34)

Mura do mandok holong i, alai maol do mangulahon lumobi manghaholongi dongan. Di


Jesus, holong i ndang cukup holan diajarhon manang teori, dijadihon simbol, slogan
manang wacana semata. Alai ingkon mai melekat di rohanta asa gabe ciri khas tu sude
angka siseanNa. Alani i Jesus mangalehon pangajaran sekaligus teladan. Didok Jesus
ma “….. naeng ma masihaholongan hamu; songon holong ni rohangku di hamu…..”
marhite ungkapan on, boi do taantusi ditingki Jesus mangalehon parenta/patik asa
masihaholongan, Ibana nga parjolo mangulahon holong i manang nga parjolo
manghaholongi. Jesus ndang na holan malo berteori tentang holong alai ngoluNa ima
teladan, ai songon dia do manghaholongi na sasintongna, silang nai ma na gabe bukti
holongNa na so adong tudosanna.

3. Holong ta i ingkon do Kasih Agape na gabe identitas halak na porsea (Ay. 31, 34-
35)

Kasih Agape ima kasih na rela berkorban tanpa pamrih. Kasih Agape, bukan kasih
“karena”..... Saya mengasihinya “karena” ia baik....” alai kasih Agape ima kasih yang
“walaupun” .... Saya mengasihinya “walaupun” ia membenci saya! Kasih Agape ima na
gabe identitas tu sude angka sisean ni Kristus. Halak na asing boi mananda hita gabe
sisean ni Tuhan i, ndang alani warna/model pahaeonta na ta pake, ndang holan ibadah
minggu sambing, ndang holan hata-hata na berbau agama na ta lontarhon, ndang alani
sian sadia godang ayat Alkitab na ta hapal, ndang alani jabatan na adong di dirinta. Alai
identitas sisean ni Kristus diukur sian songon dia do relasi/hubunganna dohot Tuhan
nang dongan jolma. Olo do hita mangalean tanganta tu dongan nadiasinghon? olo do
hita tu dongan na marsahit? olo do hita pasesahon hasalaon ni dongan ta? olo do hita
marparange tarbuka jala manjalo donganta? Holong ni Tuhan na mancai timbo, bagas,
dohot bidang lao sihataon. Dang cukup waktu lao mangarimangi. Alani i, denggan ma
hita mangulahon i. Alana holan mangulahon Kasih Agape hita boi gabe saksi ni Tuhan.
Holong ni Tuhan i do na marmulia lao dirimangi, marasiniroha ima mangulahon.
Mengutamahon jolma na asing, holong na ias, holong na membangun parngoluanni
dongan ta. Debata mangido tu hita asa mambagi holong ta tu dongan jolma, ndang
holong sian muruk ni roha, holong ima sian pambahenan, songon hata ni Tuhani na
mandok Yoh.13-34 “Patik na imbaru ma hulehon tu hamu: Naeng ma
masihaholongan hamu; songon holong ni rohangku di hamu, naeng ma songon i
dohot hamu masihaholongan”.

III. Sipahusorhusoron

Na lao sipahusorhusoron ni turpuk jamita ta sadari on ima di angka ni hamajuan ni


zaman sinuang on. Olo do maol dapot holong i. garu na samudar pe, nga sipata dang
marsihaholongan ima songon istilah “HOTEL” (Hosom, elat, teal, late). Holong do
pangarimpuni ni patik ni Jahowa. Unang ma didiok halak ibana mangula nagka patik I,
hape na haidaan di dirina ima angka roha hosom,elat, teal, dohot late. Jadi haholongima
Debata, nang songoni haholongi ma dirim dungi holong na binahen mu songon na
manghaholongi Debata dohot holong na binahen mu manghaholongi dirim, holong na
songoni ma bahen muse tu angka donganmu jolma. Ido patik di Jahowa tu saluhut
manisia. Amen.
BAHAN SERMON HKI RESORT KHUSUS SIBUNTUON
Minggu IX Dung Trinitatis, 09 Agustus 2020

Ev : Kolosse 3 : 22 – 25 Ep : Poda 6 : 6 – 11

MANGULA DIADOPAN NI DEBATA

I. Patujolo
Kolose ima sada kota di Asia Kecil manjonokkon kota Laodikia. Apostel
Paulus manurathon buku on di taon 58 M. Secara historis Apostel Paulus manurathon
buku on laho mangurupi huria i asa boi mangula ulaon na marhitehite Tuhan i. Di abad
parjolo diingani bangso Jahudi ma huta on alai na untorop ima halak Yunani. Sanga do
taboto ditingki hita na gabe anak somang manang hamba tu induk somangta gabe
dihalomohon do hita manang gabe ndang lomo roha ni induk somangta i. Ra sude do
molo na tarjou gabe tuan manang induk manghalashon manang manghalomohon anak
somang na molo satia huhut unduk laho mangula ulaon, tarlumobi ma molo tarbuka jala
jujur tu tuan na.
II. Hatorangan Ni Turpuk
Turpuk jamita di ari minggu on, Apostel Paulus ndang paboahon sistem
perbudakan. Alai mangalehon tujuan jala makna, manang poda tu sude anak somang,
parkarejo, songon dia mambangun sikap na ias tugas ima anak somang manang hamba
na unduk manang setia tu tuanna jala penuh tanggung jawab di sude angka ulaonna.
Molo mangoloi saluhutna namarlapatan ima na mangoloi pandok ni tuanna marhitehite
penuh rasa tanggungjawab, setia jala unduk ndang adong disi kepurapuraan. Asa boi
disude ulaonna mangula di bagasan na marsitutu songon pangoloina tu tuanna na
marojahan sian hata ni Tuhan i. Apostel Paulus mangondolhon dison songon dia do
pambahenanta laho mangula ulaon naterbaik natolap ni gogonta. Molo tarjou do hita na
gabe anak somang boe ma natolap ni gogonta laho mangula ulaon nituhan asa
marsangap goar ni Debata marhite anakna Tuhan Jesus. Sasintongna tarigot di anak
somang dohot tuanna hal nawajar doon diulaon ni haKristenon.
Molo di Padan narobi adong do piga ayat namanghatai taringut tu pangalaho
ni anak somang. Na gabe siondolan di turpuk on konsekuensi ni anak somang i lao
pataridahon dirina na gabe pasangaphon Tuhan ndang na gabe pasangaphon roha ni
jolma. Dipaingot muse tuhuria Kolose ima sude na tarjou na gabe halak Kristen molo
mangula ulaon marhite nasian Tuhan i ingkon do gabe dapotan pasupasu. Halak
naporsea marhite Kristus diulaon na, ingkon do Kristus na gabe tiruan jala gabe tuan
dingoluna. Molo ias ni roha mangula ulaon manang aha pe i, parkarejoan, disikkola, di
keluarga tamba on ni Tuhan i do pasupasu dihita. Na diida ni Tuhan sian huria Kolose
ima konsekuensi jala konsisten laho pataridahon mangula siulaon ima sian ias niroha jala
sian sada niroha dihuria i. Ulaoni sahalak Kristen ima ulaonna tu Tuhan i, ndang na gabe
tujolma. Sude angka ulaon adong hubunganna tusude jolma, alai naniondolhon dison
ima ulaontai adong panghorhon nataula tu Tuhan i. Huria Efesus diajari jala dipodai
Apostel Paulus ima ndang holan manjalo pasupasu alai pataridahon ias roha nasida laho
mangula ulaon manang aha pe na diula nasida.
III. Sipahusorhusoron
Marhite turpuk on diajarhon do hita asa taulaon ulaon on marhite sian ias ni
roha ndang alani paksaan jala ndang alani mamereng bohini sasahalak. Jala ise halak na
sungguh sungguh mangula ulaon na marhite ias ni roha, pos rohanta dapotan pasu pasu
do sian Tuhan i. Marhite turpuk on diboto Tuhan i do hita na mangaradoti ulaonta
manang ndang. Alani ni do tapangke ma kesempatan na pinasahat ni Tuhan i di hita asa
boe dapotan las ni roha hita lao mangula ulaonta siganup ari. Paboa halak kristen hita di
portibi on tapataridahon ma pambahenan na denggan manang na songon dia pe status,
kedudukanta di portibi on. Jala dipargogoi Tuhan i do hita laho mangulahon ulaonta
molo marsitutu do hita di sude ulaonta asa marsangap goar ni Tuhan i. Amen!
Topik : Berharap pada Firman
Nats : Mazmur 119:147
PA untuk Remaja dan PNB
I. Pengantar
Hidup bergantung pada Tuhan berarti hidup seturut firman-Nya. Hidup berharap
pada Tuhan berarti hidup yang dituntun oleh firman-Nya. Sebab itu, nggak masuk akal
rasanya kalo kita berkata kita mengandalkan Tuhan tapi hidup kita jauh dari Tuhan.
Hari ini, yuks mari kita periksa diri kita masing-masing. Jangan-jangan kita cuman
membuka Alkitab saat hari Minggu saja di gereja? Semoga nggak ya. Seperti Daud, yuk
jadikan aktivitas membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai agenda wajib yang
harus kita lakuin minimal setiap hari.
II. Diskusi
1. Bagaimana kaum remaja membedakan arti “berharap” pada Tuhan Allah dengan
berharap pada dunia?
2. Bagaimana ciri-ciri orang yang berharap pada Tuhan? Dan bagaimana ciri-ciri orang
yang berharap pada dunia?
3. Apa yang akan dilakukan untuk menumbuhkan pengharapannya kepada Tuhan?

Topik : Mengasihi Sahabat seperti diri Sendiri


Nats : 1 Samuel 20:12-17
PA untuk Remaja dan PNB
I. Pengantar

Persahabatan adalah mengasihi seorang sahabat seperti diri sendiri. Sesuatu yag aneh
bila ada yang mengatakan kami dulu sahabat, tetapi sekarang persahabatan kami hancur
karena sesuatu hal. Persahabatan menuntut kesetiaan, orang yang bersahabat akan
memikirkan keselamatan sahabatnya, melakukan yang terbaik untuk sahabatnya. Sahabat
yang baik akan berupaya untuk melakukan yang terbaik untuk sahabatnya.

Seorang sahabat yang baik akan siap untuk mendukung, meneguhkan, menguatkan
dan menyembuhkan sahabatnya yang hampir menyerah. Jalinlah persahabatan dengan
berdasarkan kasih setia Tuhan di antara sesama pemuda gereja, sesama umat yang percaya
pada Tuhan Yesus.

II. Diskusi
1. Apakah kamu mempunyai sahabat? Mengapa kamu mau bersahabat dengannya?
2. Apakah menurutmu persahabatan yang diikat dalam kasih Tuhan akan hancur?
3. Apakah kamu pernah ingkar janji terhadap sahabtmu? Bagaimana menurutmu
perasaan sahabatmu? Apakah sahabatmu pernah mengingkari janjinya padamu?
Bagaimana perasaanmu?

KECEWA
(Yesaya 5: 2,4,5,6) PA untuk remsja dan PNB
I. Pengantar
Hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) berkaitan dengan
kepuasaan publik terhadap kinerja pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono-Boediyono menunjukkan hasil tidak memuaskan yakni sekitar
44,7%. Sebenanrnya, tanpa penelitian pun banyak orang kecewa atas kinerja
pemerintahan kali ini. Masyarakat dan media menilai sudah terlalu banyak fasilitas dan
kemudahan yang diberikan kepada pemerintah, namun kenyataannya korupsi, terorisme,
dan pembiaran tindak kejahatan dan kelalaian meyebabkan banyak nayawa melayang.
Hal ini yang membuat masyarakat sangat keewa.
Demikian juga dengan kita, didalam kehidupan kita sehari-hari kita sering melakukan
hal yang mengecewakan orang lain, bahkan mengecewakan Tuhan. Tuhan telah
memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan tetapi kita justru mengecewakan-Nya.
Bagaimana dengan saudara?
II. Diskusi
1. Pada ayat (4 ) dijelaskan tentang kekecewaan yang dialami oleh Pemilik kebun
anggur. Apa makna kecewa ini jika di perhadapkan dengan kekecewaan Allah dalam
Kej 6:7 ?
2. Apa alasan kita untuk tidak mengecewakan Allah berdasarkan ayat (2)?
3. Bagaimana dengan akibat ketika kita tidak mendengarkan perkataan Allah
berdasarkan ayat (5) ?
4. Apa dasar yang dapat diaplikasikan bagi pemuda akan perasaan kecewa?
5. Bagaimana sikap kita sebagai pemuda kristen ketika kita diperhadapkan kepada
suatu kekecewaan?
6. Apa perenungan yang boleh kita dapat melalui PA hari ini?
MEWARNAI
GAMES SM HKI RESORT KHUSUS SIBUNTUON

Temukan akuuuuuu... 

1. Ulangan 11 : 15

2. Kejadian 3 : 23

3. Lukas 12 : 27

4. Roma 9 : 27

5. Markus 11 : 8

6. Kejadian 7 : 10

7. Mazmur 40 : 12

8. Amsal 6 : 6

9. Filipi 2 : 8

10. Ratapan 3 : 9

11. Daniel 4 : 21

Anda mungkin juga menyukai