Geo Strategi dan Ketahanan Nasional Indonesia
Geo Strategi dan Ketahanan Nasional Indonesia
Disusun Oleh :
Kelompok 5
1. Nurul Ainun Jariyah F23122073
2. Syalzabilla arthadiva f23122085
3. Daniel Wijaya Tandawuya F23122029
4. Nur Najibah Amaliani F23122063
5. Ratu Trias Ananda F23122067
6. Muh Farhat F23122074
7. Rabiahtul Wahdania F23122061
8. Yonattan songgo F23122029
KELAS B
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TADULAKO
2023
DARTAR ISI
Kata pengantar...........................................................................................................i
Daftar isi.....................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.3 Tujuan......................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
3.1 Kesimpulan..............................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA
i
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang,, Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang GEO
STRATEGI INDONESIA dengan baik.
Makalah ilmiah ini telah penulis susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah
ini. Untuk itu penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhirnya kami berharap semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi seluruh
pembaca.
Penyusun
Kelompok VI
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1
bersifat kegiatan fisik sampai yang idiologis. Meski demikian, bangsa Indonesia
memegang satu komitmen bersama untuk tegaknya negara kesatuan Indonesia.
Dorongan kesadaran bangsa yang dipengaruhi kondisi dan letak geografis dengan
dihadapkan pada lingkungan dunia yang serba berubah akan memberikan motivasi
dalam menciptakan suasana damai. Sejak merdeka negara Indonesia tidak luput
dari gejolak dan ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa.
Tetapi bangsa Indonesia mampu mempertahankan kemerdekaan dan
kedaulatannya dari agresi Belanda dan mampu menegakkan wibawa pemerintahan
dari gerakan separatis. Ketahanan nasional Indonesia adalah kondisi dinamik
bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang
terintegrasi , berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, dalam menggapai dan mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan, dangangguan baik yang dating dari luar dan dari
dalam untuk menjamin identitas, integrasi, kelangsungan hidup bangsa dan
Negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
1.3 Tujuan
2
3
BAB II
PEMBAHASAN
3
London telah mengembangkan teori “geostrategy continental” yang
merupakan teori yang saat ini digunakanya baik oleh negara-negara maju
maupun negara-negara berkembang (Suradinata, 2005: 10 dalam Kaelan,
2007: 143). Usaha Mackinder ini mengingatkan kita bahwa betapa
pentingnya konsep geostrategi bagi terwujudnya cita-cita sebuah bangsa
dalam usaha mempertahankan kemerdekaannya maupun mengembangkan
kehidupannya menuju puncak kejayaannya.
Bagi bangsa Indonesia sendiri, geostrategi dapat diartikan secara
lebih rinci sebagai metode/strategi untuk mewujudkan cita-cita
proklamasi, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945,
melalui pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka hal itu sebagai
pegangan bahkan doktrin pembangunan dan dalam hal ini lazim disebut
sebagai “ketahanan nasional”. Seperti tertera secara eksplisit dalam
pembukaan UUD 1945 dijelaskan dalam alinea III tentang pernyataan
proklamasi: “…kemudian daripada itu untuk membentuk suatu
pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa...” (Kaelan, 2007:
143). Dari pernyatan dalam pembukaan UUD 1945 itu sungguh betapa
penting rumusan para pendiri bangsa itu untuk menjadi pegangan dalam
menjalankan strategi nasional, karena Undang-undang Dasar 1945
merupakan landasan geostrategi nasional Indonesia.
Bangsa Indonesia yang terdiri dan terbentuk dari berbagai macam
etnis, suku, ras, golongan, agama, dan terletak dalam sebuah teritori yang
terpisah-terpisah dalam wilayah kepulauan dan lautan, menjadikan konsep
geostrategi seharusnya di dasarkan pada keunikan, keragaman, dan
keberbedaannya dari konsep geostrategi nasional bangsa lain yang
memiliki ciri dan karakter yang berbeda. Karena kita tahu, dengan corak
dan perbedaan karakter bangsa yang khusus, maka konsep nasionalisme
kita tentu juga bersifat khusus, dan oleh karena itu juga memerlukan
konsep geostrategi yang khusus pula.
4
Ciri-ciri atau prinsip-prinsip nasionalisme bangsa Indonesia seperti
diutarakan oleh Notonagoro sebagai berikut:
1. Kesatuan sejarah, Negara indonesia adalah merupakan buah kesadaran
bangsa-bangsa Nusantara yang telah bergulat lama dalam rentang
sejarah yang panjang. Yakni sejak periode pra sejarah, Hindu-Bunda,
zaman Islam, zaman kolonialisme, zaman pergerakan, hingga zaman
perjuangan revolusi dan kemerdekaan. Konsep Kesatuan bangsa-
bangsa nusantara di zaman kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan majapahit
sungguh menjadikan bangsa Indonesia mempunyai perekat awal dalam
usaha memerdekaan diri dari penjajahan kolonial. Konsep
kesatuan/kesamaan sejarah ini tentu merupakan basis yang kokoh
untuk mempertahankan kesatuan bangsa Indonesia di era pasca
kemerdekaan.
2. Kesatuan nasib, Sejak kedatangan penjajah Belanda maupun sejak
hidup dalam konsep kesatuan nusantara di jaman Majapahit dan
Sriwijaya, bangsa Indonesia telah merasakan sebuah rangkaian sejarah
yang sama. Oleh karenanya bangsa ini relatif memiliki kesamaan
sejarah, baik dalam persatuan kerajaan nusantara, maupun dalam hal
kesamaan penderitaan dan nasib sejak dijajah oleh para penjajah eropa.
3. Kesatuan Kebudayaan, Dalam rangkaian pengalaman sejarah yang
sama, bangsa Indonesia tentu mengembangkan suatu corak
kebudayaan yang saling-kait mengait dan saling pengaruh-
mempengaruhi. Corak tersebut tentu menghasilkan sebuah corak dan
ciri kebudayaan yang beragam namun mempunyai nafas dan dinamika
yang bersifat integratif, sehingga memunculkan apa yang sekarang
disebut sebagai kebudayaan nasional Indonesia.
4. Kesatuan Wilayah, Kesadaran persatuan nusantara yang telah disemai
oleh para pendahulu oleh kerajaan sriwijaya dan Majapahit dan
kerajaan-kerajaan lainnya tentu telah mengilhami konsep persatuan
wilayah yang berhujung pada konsep Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
5
5. Kesatuan asas Kerohanian, Dalam rentang historis yang panjang,
agama-agama dunia maupun pandangan-pandangan kepercayaan yang
hidup dan berkembang di seluruh wilayah Nusantara telah membentuk
konsep kerohanian yang padu tentang konsep ketuhanan yang diyakini
oleh bangsa Indonesia. Konsep, ide, tujuan, cita-cita, dan nilai-nilai
kerohanian tersebut akhirnya termanifestasi dan tersimpul dalam dasar
filosofis negara Indonesia yakni Pancasila (Notonagoro, 1975: 106).
Berangkat dari konsep dan prinsip-prinsip nasionalisme tersebut,
konsep geostrategi Indonesia pertama-tama tidak dicirikan oleh geostrategi
yang didasarkan demi kepentingan militer semata, melainkan sebuah
geostrategi yang bertujuan dan dikembangkan untuk tujuan nasionalisme
yang bersifat mulia yakni konsep kesejahteraan dan kemakmuran dalam
kehidupan bersama. Oleh karena itu corak geostrategi bangsa Indonesia
dianggap sebagai cara atau metode dalam memanfaatkan konstelasi
geografi negara Indonesia dalam menentukan kebijakan, arahan, serta
sarana-sarana dalam mencapai tujuan seluruh bangsa dengan berdasar
pada asas kemanusian dan keadilan sosial. Atau juga dapat dikatakan
bahwa geostrategi Indonesia adalah memanfaatkan segenap kondisi
geografi Indonesia untuk tujuan politik, dalam hal ini secara rinci
dikembangkan dalam rangka pembangunan nasional (Armawi, 2005:1 dan
Suradinata, 2005: 33).
6
diwujudkan. Kondisi tersebut harus terus diusahakan sejak dini, dibina dan
bisa dimulai dari pribadi, keluarga, lingkungan, daerah, dan nasional.
Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan
berdasar pemikiran geostrategi berupa konsepsi yang dirancang dan
dirumuskan dengan memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi
geografi Indonesia. Konsep inilah yang disebut ketahanan nasional
(Soemarsono dkk, 2001: 106). Jadi dapat disimpulkan bahwa ketahanan
nasional adalah konsep geostrategi Indonesia.
Sejak bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya 17
Agustus 1945, Bangsa Indonesia tidak luput dari berbagai gejolak dan
gangguan baik dari dalam maupun luar yang nyaris mengoyak persatuan
dan integritas nasional sebagai sebuah bangsa yang bersatu. Misalnya di
era-era awal kemerdekaan, bangsa Indonesia harus berjuang sekuat tenaga
untuk mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer I dan II Belanda
yang tidak rela melepaskan negara Indonesia menjadi sebuah negara
merdeka setelah periode berabad-abad penjajahannya di seluruh Wilayah
Nusantara. Dalam konteks gangguan yang mucul dari dalam negeri
sendiri, kita juga bisa menyaksikan pergolakan-pergolakan di dalam negeri
(daerah) selama masa awal kemerdekaan seperti gerakan APRA di
bandung, Andi Aziz di Makasar, pemberomntakan RMS, pemberontakan
PRRI di daerah sumatera, dan permesta di daerah sulawesi, serta gerakan
DI/TII di bawah pimpinan Kartosuwiryo (1947-1962), serta
pemberontakan PKI tahun 1965 (Karsono, 1999: 96). Gangguan-gangguan
integrasi nasional tentu merupakan langkah mundur dan merupakan batu
uji bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan
nasionalnya. Selain itu karena dilihat dari letak geografis, potensi sumber
daya alam, serta besar jumlah dan kemampuan penduduk yang
dimilikinya, Indonesia juga menjadi ajang perebutan dan persaingan
kepentingan dan pengaruh negara-negara besar atau adikuasa. Terbukti
beberapa pergolakan daerah di beberapa wilayah juga tidak lepas dari
dukungan kelompok negara-negara adikuasa yang ikut bermain dan
7
menyokong gerakan-gerakan tersebut demi keuntungan ekonomi maupun
politik dari negara yang bersangkutan. Pertimbangan geostrategis bahwa
Indonesia menempati kenyataan posisi silang dari berbagai aspek,
disamping aspek geografi juga aspek demografi, ideologi, politik,
ekonomi, sosial budaya, dan hankam. Secara lebih rinci posisi silang
Indonesia tersebut sebagai berikut:
1. Geografi: wilayah Indonesia terletak diantara dua benua yakni benua
Asia dan Benua Australia, serta diantara samudera pasifik dan
Samudera Hindia.
2. Demografi:penduduk Indonesia terletak di antara penduduk jarang di
selatan (Australia) dan penduduk paling Padat Utara (RRC dan
Jepang).
3. Ideologi: Indonesia secara ideologis diapit oleh kekuatan ideologi
berbeda, yakni liberalisme di seletan (australia dan Selandia Baru) dan
Komunisme di Utara (RRC, Vietnam, dan Korea Utara).
4. Politik: di aras Sistem Politik, Indonesia diapit oleh kekuatan
demokrasi Liberal di selatan, dan demokrasi rakyat (proletariat) di
utara.
5. Ekonomi: Secara ekonomi, Indonesia di “perbatasan” antara ekonomi
kapitalis di Selatan dan masyarakat sosialis di Utara.
6. Sosial: masyarakat Indonesia diantara masyarakat Individual di selatan
dan masyarakat sosialisme di Utara.
7. Budaya: Budaya Indonesia terletak diantara budaya barat di selatan
dan budaya budaya timur di utara.
8. Hankam: Geopolitik dan geostrategi Hankam Indonesia terletak
diantara wawasan kekuatan maritim di selatan di selatan dan wawasan
kontinental di utara (Kaelan, 2007: 132).
Dalam konteks menangkal ancaman baik dari luar dan dalam, karena
sifat silang Indonesia dari berbagai aspek geostrategis maupun aspek lain,
Indonesia mempunyai dua alternatif: yakni hanya menjadi obyek daripada
lalu-lintas kekuatan dan pengaruh luar, atau menjadi subyek yang turut
8
aktif mengatur lalulintas kekuatan-kakuatan pengaruh luar tersebut untuk
mewujudkan cita-cita sebagai bangsa merdeka, berdaulat, adil, dan
makmur. Sejauh ini Indonesia, terutama terkait kesatuan resmi wilayah
Indonesia secara umum masih tetap tegak berdiri, meskipun pada wilayah-
wilayah penciptaan kemerataan ekonomi, ancaman korupsi, kesatuan
budaya, politik, dan pertahanan kemanan masih harus perlu ditingkatkan
dan dikembangkan secara terus menerus. Hal itu tentu tak lepas dari
keuletan dan ketangguhan bangsa Indonesia sendiri dalam
mengembangkan kekuatan nasional dan menghadapi ancaman dan
tantangan-tatantangan internalnya sendiri (Soemarsono dkk, 2001: 102).
Oleh karena itu, strategi untuk mengelola dan mendayagunakan kekuatan-
kekuatan yang ada (yakni berupa keuletan dan ketahanan) berdasar
pertimbangan geostrategis dalam menghadapi tantangan dan hambatan
yang menerpa Indonesia inilah yang secara umum disebut Ketahanan
Nasional. Ketahanan Nasional ini sangat diperlukan untuk mewujudkan an
mempertahankan integritas bangsa dan wilayah tumpah darah Indonesia,
mengingat kemajemukan bangsa Indonesia serta sifat khas wilayah
tumpah darah Indonesia. Pandangan geostrategi Indonesia inilah yang
dikemudian dirumuskan dalam bentuk ketahanan nasional.
9
menghadapi globalisasi, politik luar negeri yang bebas aktif, masalah
disintegrasi dan otonomi, sistem partai politik dan birokrasi.
a. Permasalahan di bidang ekonomi pemerintah mempertimbangkan
hak asasi manusia dalam menyelesaika konflik tersebut.
b. Implementasi ketahanan nasional dalam bidang ekonomi; hal-hal
yang harus dibenahi dalam bidang ekonomi adalah menata
kebijakan fiskal, industri dalam negeri dan swasembada pangan
agar tidak terjadi krisis pangan
c. Implementasi ketahanan nasional dalam bidang social dan budaya;
hal ini dapat dilakukan dengan standarisasi pendidikan serta
keterjangkauan masyarakat kurang mampu terhadap pendidikan,
toleransi dalam berbagai hal, termasuk agama, serta yang harus
segera diimplementasikan adalah jaminan sosial dan kesehatan
bagi seluruh masyarakat
d. Implementasi ketahanan nasional di bidang hukum. Hal ini harus
betul dipahami aspek keadilan, profesionalitas hakim, penegakan
hukum secara adil, serta yang harus segara diberantas adalah
kasus-kasus korupsi yang melibatkan banyak pejabat dan politisi.
10
untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa
dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
b) Sadar dan peduli terhadap pengaruh yang timbul pada aspek
ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan Hankam, sehingga
setiap WNI baik individu maupun kelompok dapat mengeliminir
pengaruh tersebut.
11
upaya untuk menumbuhkan rasa cinta pada tanah air. Selain itu,
pembelaan bisa dilakukan dengan cara menumbuhkan keaktifan dalam
berperan aktif untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara.
Landasan konsep bela negara adalah adanya wajib militer. Subyek dari
konsep ini adalah tentara atau perangkat pertahanan negara lainnya, baik
sebagai pekerjaan yang dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa
sadar (wajib militer). Beberapa negara (misalnya Israel, Iran) dan
Singapura memberlakukan wajib militer bagi warga yang memenuhi
syarat (kecuali dengan dispensasi untuk alasan tertentu seperti gangguan
fisik, mental atau keyakinan keagamaan). Sebuah bangsa dengan relawan
sepenuhnya militer, biasanya tidak memerlukan layanan dari wajib militer
warganya, kecuali dihadapkan dengan krisis perekrutan selama masa
perang.
Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Spanyol dan
Inggris, bela negara dilaksanakan pelatihan militer, biasanya satu akhir
pekan dalam sebulan. Mereka dapat melakukannya sebagai individu atau
sebagai anggota resimen, misalnya Tentara Teritorial Britania Raya.
Dalam beberapa kasus milisi bisa merupakan bagian dari pasukan
cadangan militer, seperti Amerika Serikat National Guard.
Di negara lain, seperti Republik China (Taiwan), Republik Korea, dan
Israel, wajib untuk beberapa tahun setelah seseorang menyelesaikan dinas
nasional. Sebuah pasukan cadangan militer berbeda dari pembentukan
cadangan, kadang-kadang disebut sebagai cadangan militer, yang
merupakan kelompok atau unit personel militer tidak berkomitmen untuk
pertempuran oleh komandan mereka sehingga mereka tersedia untuk
menangani situasi tak terduga, memperkuat pertahanan negara. Pengertian
Bela Negara di Indonesia Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga
negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.
12
Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan
undang-undang. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti
pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela
negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras.
Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama
menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya
adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan Negara. Di
Indonesia proses pembelaan negara sudah diatur secara formal ke dalam
Undang- undang. Diantaranya sudah tersebutkan ke dalam Pancasila serta
Undang-undang Dasar 1945, khususnya pasal 30. Didalam pasal tersebut,
dijelaskan bahwa membela bangsa merupakan kewajiban seluruh rakyat
Indonesia tanpa terkecuali.
Dengan melaksanakan kewajiban bela bangsa tersebut, merupakan
bukti dan proses bagi seluruh warga negara untuk menunjukkan kesediaan
mereka dalam berbakti pada nusa dan bangsa, serta kesadaran untuk
mengorbankan diri guna membela negara. Pemahaman bela negara itu
Diantaranya dimulai dengan terbinanya hubungan baik antar sesama
warga negara hingga proses kerjasama untuk menghadapi ancaman dari
pihak asing secara nyata. Hal ini merupakan sebuah bukti adanya rasa
nasionalisme yang diejawantahkan ke dalam sebuah sikap dan perilaku
warga negara dalam posisinya sebagai warga negara. Didalam konsep
pembelaan negara, terdapat falsafah mengenai cara bersikap dan bertindak
yang terbaik untuk negara dan bangsa.
a. Unsur Dasar Bela Negara
Didalam proses pembelaan bangsa, ada beberapa hal yang menjadi
unsur penting, diantaranya adalah :
- Cinta Tanah Air
- Kesadaran Berbangsa & bernegara
- Yakin akan Pancasila sebagai ideologi Negara
- Rela berkorban untuk bangsa & Negara
13
- Memiliki kemampuan awal bela Negara
14
BAB III
PENUTUP
3.1 `Kesimpulan
Indonesia merupakan negara yng pemertahannya memiliki banyak
pertahanan dan strategi salah satu di antatanya adalah Geo strategi adalah
suatu cara dalam memanfaatkan seluruh wilayah geografi yang ada di
Indonesia untuk menentukan kebijakan, arahan serta sarana-sarana demi
mencapai tujuan seluruh bangsa. Setiap bangsa Indonesia adalah bangsa
yang merdeka di dunia ini Indonesia selalu berusaha mempertahankan
kemerdekaannnya dan berusaha mewujudkan cita-cita yang digariskan
sebelumnya. Untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional tersebut
sebuah bangsa harus mempunyai pemahaman serta pengelolalaan yang
cermat untuk konsep geopolitiknya, dimana indonesia dikenal dengan
berbagai banyak politikus yang pandai dan handal serta mampu berpikir
kritis mengenai politik. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis
bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung
kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional untuk kekuatan
nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman dan
hambatan serta gagasan yang baik yang datang dari luar maupun dalam
yang secara tidak langsung membahayakan integritas, identitas,
kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mengejar tujuan nasionalnya.
Dan keadaan dan kondisi nasional selalu berkembang serta keadaan yang
berubah-ubah, oleh karena itu ketahanan nasional harus di kembangkan dan
dibina agar sesuai dengan perkembangan zaman.
15
DAFTAR PUSTAKA
16
LAMPIRAN
17