Studi Komparatif Sab' al-Qira'at
Studi Komparatif Sab' al-Qira'at
SKRIPSI
Oleh:
AHMAD HARIYANTO
NIM. 13531174
YOGYAKARTA
2017
MOTTO
ه خُنُقًا
ْ ِ
ُ ٌُ س
َ ح
ْ َؤوِ ٌِْٓيَ ِإ ْىَاًًا أ
ْ ُل ا ْمى
ُ ى
َ َْأك
"Orang mukmin yang paling baik imannya ialah yang paling baik
akhlaknya" (HR. Abu Daud: 4062)
ٍُ كَحتَثْ َْدَا
َ فٌَى َو ُْتْقِى امدَُّْرُ وَا
ْ َٓس
َ ي كَاجِبٍ إِمَّا
ْ َِووَا و
ٍُ قَٓاوَةِ َأنْ جَرَا
ِ ُْركَ فِي ام
ُّي ٍء َْس
ْ َك َغْٓرَ ش
َ َط
ِّ ب ةِخ
ْ ُكح
ْ َفَنَا ج
"Setiap penulis pasti akan meninggal, hanya karya tulisanya yang akan
kekal”
”Maka jangan kau tulis sesuatu dengan goresan penamu, melainkan apa
yang pada hari kiamat kelak dapat membahagiakanmu”
v
PERSEMBAHAN
Adik-adikku tercinta,
Almamaterku,
Dan . . . ???
vi
PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN
dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, tertanggal 22 Januari 1988 No: 158/
I. Konsonan Tunggal
ة Bā' B Be
د Tā' T Ta
ج Jim J Je
د Dal D De
ر Rā' R Er
ش Sīn S Es
vii
ع 'Ayn …„… koma terbalik (di atas)
غ Gayn G Ge
ف Fā' F Ef
ق Qāf Q Qi
ك Kāf K Ka
ل Lām L El
و Mīm M Em
ٌ Nūn N En
و Waw W We
ِ Hā' H Ha
ي Yā Y Ye
viii
2. Bila dihidupkan karena berangkaian dengan kata lain, ditulis “t”:
V. Vokal Panjang:
ix
قىل ditulis qaul
VII. Vokal Pendek Yang Berurutan dalam Satu Kata dipisahkan dengan Apostrof.
Huruf besar dalam tulisan Latin digunakan sesuai dengan Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD)
penulisannya
x
KATA PENGANTAR
السالَ ُم َعلَى َسيِّ ِدنَا ُُمَ َّمد ال َقائِ ِل َّ آن ِم ْن اَ ْهلِ ِه َو َخ
َّ اصتِ ِه َو
َّ الصالَةُ َو ِ اَ ْْلم ُد لِلّ ِه الَّ ِذي جعل اَهل الْ ُقر
ْ َ ْ َ ََ ْ َْ
ْي لِ ُسنَّتِ ِه ِ ِ ِِ ِِ َاِقْ رءوا الْ ُقرآ َن فَاِنَّه يأِِْت ي وم الْ ِقيام ِة َش ِفي عا ِِل
َ ْ ص ْحبِه َو التَّابِع
َ ص َحابه َو َعلَى اله َو
ْ ً ْ َ َ َ َْ ْ َ ُ ْ ُْ َ
Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah yang tiada henti-hentinya
kepada penulis karena atas ma‘u>nah dan fad}al-Nya lah karya ini bisa
terselesaikan. Shalawat beserta salam tak lupa penulis panjatkan kepada suri
tauladan kita Nabi Muhammad SAW sang pembawa kalam ilahi yang suci nan
mulia sebagai penawar hati, penyejuk sanubari, dan penebar rahmat ilahi bagi
sahabat, ta>bi‘i>n, ta>bi‘ al-ta>bi‘i>n dan seluruh pengikutnya hingga dewasa ini yang
kepentingan umat.
menyesali diri lantaran ilmu yang diperoleh selama masa studi di sini, ternyata
penulis sudah berupaya semaksimal dalam menyelesaikan karya ini dan berharap
semoga karya ini setidaknya dapat memberi manfaat dan berkah bagi pembaca.
xi
Karya ini merupakan hasil jerih payah dan “pengendapan” intelektual
yang telah melibatkan banyak pihak. Tentu saja, terselesaikanya skripsi ini tidak
bisa menafikan orang-orang yang secara langsung maupun tidak langsung ikut
andil membantu penulis, baik secara moril maupun materil. Karenanya, tidak ada
kata yang pantas terucap kecuali ucapan terima kasih penulis haturkan kepada:
1. Ibunda dan ayahanda, sang matahari dan rembulan di duniaku. Iringan do’a,
jerih payah keringat serta cinta dan kasih sayang kalian yang selalu
hanya sebagian kecil dari yang ingin kuberikan kepada kalian, semoga
anakmu ini dapat membanggakanmu di dunia dan akhirat nanti. Tak lupa,
penulis ucapkan terima kasih kepada adik-adikku tercinta: Nurul Latifah dan
3. Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, Ph.D., M.A. selaku Rektor UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta.
4. Dr. Alim Roswantoro, [Link],. [Link]. selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan
xii
5. Dr. KH. Abdul Mustaqim, [Link]. selaku ketua Prodi IAT, sekaligus ketua
pengelola PBSB UIN Sunan Kalijaga dan juga Dosen Pembimbing Skripsi
6. Bapak dan Ibu Dosen UIN Sunan Kalijaga, khusunya Dosen Prodi IAT yang
7. Drs. KH. Muhadi Zainuddin, Lc. M. Ag. selaku pengasuh PP Aji Mahasiswa
Al-Muhsin yang telah membimbing dan mendidik penulis serta tak kenal
lelah dalam memberikan nasihat dan motivasi kepada penulis. Ust. Anis
Masduqi Lc. M.A, selaku direktur beserta jajaran asatidz lainnya yang telah
Ust. Taufiq Ridho [Link]. selaku guru tahfidz penulis. Ba>rak Alla>h lakum.
9. Mas Amu, Pak Afda, Pak Saifuddin, Pak Dedi dan pengelola PBSB lainnya
NU TBS Kudus serta Madin Toriqul Ulum dan Pondok Tahfidh Yanbu’ul
11. KH. Ulil Albab Arwani, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad dan Dr. Romlah
Widayati selaku tokoh dari karya yang penulis teliti. Tanpa mengurangi rasa
xiii
ta‘z}i>m dan patuh saya, penulis mengharapkan untaian do’a dan ridho kalian,
agar semoga saya bisa menjadi penerus kalian di masa depan. A<mi>n.
12. KH. Agus Salim, Lc., MA. selaku guru qira’at ‘asyrah, Ust. Khaliq selaku
guru qira’at sab‘ah penulis sewaktu di Kudus, dan tidak lupa kepada teman-
13. Ust. Toha Mahsun selaku guru dan teman dalam berbagi ilmu tentang
qira’at. Gus Barok, Kang Toha, Kang Winarto, Kang Purnomo, Kang Aan,
Kang Tiha’, Kang Khairul, Kang Hami, Kang Hanif dan teman-teman
14. Teman-temanku Romance class ’13 yang telah mewarnai kehidupan penulis,
kepada Prof. Lukman Chakim, Ust. Azhari Andi, Kapten Asna Mafaza,
Asbandi coll, Gitaris Andi Tri Saputra, Melodi Moch. Ilham, Cak M. Kamil
Kendal Aulun Ni’am, Ustas Firman(g) Ahmad, Abu Fadhli, Modelis Nadya
Udari Brtg, Bu Lilis Pinayungan, Ayu Ezi Fadilla, Ning Maulida Adawiyah,
xiv
Maslakhatul Kurnia, dan Ning Lina Mazidah. Satu kata buat kalian: “Luar
16. Teman-teman KKN 014 angkatan 89: Ahmad Sirfi Fathoni, Arfin Fakhr,
Mbak Tiara Yunita dan Mbak Alfi. Semoga sukses untuk kita semua. A<mi>n.
17. Seluruh pihak yang telah berjasa kepada penulis atas terselesaikannya skripsi
dengan balasan yang lebih baik). Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari
sempurna, masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Oleh karena itu, penulis
mohan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekurangan dalam
skripsi ini. Kritik, koreksi dan saran yang konstruktif dari semua pihak sangat
penulis butuhkan demi perbaikan di masa mendatang, Dengan skripsi ini, semoga
menjadi karya yang bermanfa’at dan berguna bagi umat Islam di dunia,
Penulis
Ahmad Hariyanto
NIM : 13531174
xv
ABSTRAK
Ilmu qira’at merupakan salah satu ilmu yang serumpun dengan ‘Ulu>m
al-Qur’an dan ‘ulu>m al-tafsi>r. Sayangnya, keilmuan ini kebanyakan hanya
disinggung secara sepintas oleh para pengkaji al-Qur’an. Padahal, jika mau
dieksplorasi lebih dalam lagi, ilmu ini dapat menjadi salah satu bidang ilmu yang
mandiri (berdiri sendiri). Salah satu topik yang masih asing didengar dan jarang
dikaji oleh peminat kajian al-Qur’an, khususnya qira’at ialah jam‘ al-qira>’a>t.
xvi
DAFTAR ISI
xvii
2. Kaidah Khusus (Farsy al-H{uru>f) ............................................. 69
C. Seputar Jam‘ al-Qira>’a>t ................................................................. 82
1. Definisi .................................................................................... 82
2. Sejarah dan Perkembangan ...................................................... 85
a) Qira‟at Pada Masa Nabi SAW ........................................... 87
b) Qira‟at Pada Masa Sahabat ................................................ 90
c) Masa Penghimpunan Qira‟at (Jam‘ al-Qira>’a>t) ................. 94
d) Konsep Baru dalam Membaca Al-Qur‟an ......................... 104
3. Variasi Isi dan Model Pembelajaran Jam‘ al-Qira>’a>t .............. 119
4. Pro dan Kontra tentang Jam‘ al-Qira>’a>t .................................. 122
5. Konsep Jam‘ al-Qira>’a>t ........................................................... 132
xviii
B. Historisitas Keilmuan Ahsin Sakho Muhammad dan Romlah
Widayati serta Kajian Kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t ... 199
1. Biografi Ahsin Sakho Muhammad dan Romlah Widayati ..... 199
a) Ahsin Sakho Muhammad .................................................. 199
b) Romlah Widayati .............................................................. 205
2. Tinjauan Umum Kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t ..... 209
a) Latar Belakang Penyusunan Kitab .................................... 209
b) Masa Penulisan .................................................................. 210
c) Sumber Rujukan ................................................................ 212
d) Isi dan Sistematika Kitab ................................................... 214
e) Karakteristik ...................................................................... 216
f) Komentar Terhadap Kedua Tokoh dan Kitab Manba‘ al-
Baraka>t .............................................................................. 219
3. Jam‘ al-Qira>’a>t al-Sab‘ dalam kitab Manba‘ al-Baraka>t ........ 221
xix
DAFTAR TABEL
xx
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
mengenai ifra>d al-qira>’a>t dan jam‘ al-qira>’a>t, yang mana tema ini tidak
banyak dan sesuatu yang penting dalam diskursus ilmu qira’at. Bahkan,
dalam ilmu qira’at yang terdiri dari us}u>l, pengantar maupun fasal-fasal.2
sebelumnya. Akan tetapi, dalam hal ini penulis merasa bahwa tema
1
Menurut Ibnu al-Jazari, ilmu qira’at adalah ilmu yang mempelajari tata cara
pengucapan redaksi al-Qur’an dan perbedaannya dengan menyandarkan bacaan tersebut kepada
perawinya. Lihat Abu> al-Khair Syamsuddin Muhammad bin Muhammad bin Yusuf al-Jazari>,
Munjid al-Muqri’i>n wa Mursyid al-T{a>libi>n (Beirut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1999), hlm. 9.
2
Selengkapnya lihat Ibnu al-Jazari>, Al-Nasyr fi> al-Qira>’a>t al-‘Asyr (Beirut: Da>r al-Kutub
al-‘Ilmiyyah, 1338 H), vol. II. hlm. 194.
1
2
merupakan salah satu ilmu dasar dari al-Qur’an (us}u>l), dan jam‘ al-qira>’a>t
tema tadi adalah salah satu alat untuk memahami atau menafsirkan al-
Terlebih, bagi penulis jam‘ al-qira>’a>t merupakan puncak dari belajar ilmu
qira’at karena tema ini merupakan bagian pembahasan yang tidak dapat
melatarbelakangi ilmu ini (qira’at ‘ilmi> dan ‘amali>) tidak begitu populer
antaranya: (1) adanya prosedur yang ketat untuk bisa mengakses ilmu
qira’at; 3 (2) ilmu qira’at secara konseptual sering kali dianggap sebagai
3
Dalam penelitiannya Urwah disebutkan bahwa di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an
Kudus, seorang santri yang ingin mengikuti progam pembelajaran qira’at sab‘ah harus bersedia
melakukan persyaratan sebagai berikut: (1) Khatam al-Qur’an 30 juz kepada KH. Muhammad
Ulil Albab serta mengikuti seleksi wisuda 30 juz, (2) Dapat membaca kitab kuning, (3) Setoran
(talaqqi>) qira’at sab‘ah dilakukan secara bi al-ghaib (hafalan). Lihat Urwah, ‚Metodologi
Pengajaran Qira’at Sab’ah: Studi Observasi di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an dan Dar al-
Qur’an‛, Suhuf: Jurnal Kajian al-Qur’an dan Kebudayaan, vol. 5. No. 2, 2012. hlm. 152.
3
suatu yang sudah final, yang tidak bisa lagi dikembangkan lebih lanjut
sehingga menuntut kejelian dan kesabaran dari pelajar, dan (4) dominasi
qira’ah H{afs} dari Imam ‘As}im di dunia Islam telah menggeser eksistensi
bergeser pada transkripsi bahasa dalam bentuk tulisan (literal dan oral).
Mengenai hal ini, kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t karya Kiai
Arwani Kudus dan kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t karya Ahsin
dalam penelitian ini, di antaranya: (1) kedua kitab tersebut ditulis oleh
samping itu kedua mu’allif kitab tersebut hidup dalam kurun waktu yang
4
Pendapat seperti ini muncul, karena ilmu qira’at diposisikan sebagai disiplin ilmu yang
bersifat tauqi>fi> (taken for granted) dan hanya disandarkan pada sistem sanad (intellectual chains).
Lihat Wawan Djunaedi, Sejarah Qira’at al-Qur’an di Nusantara , hlm. xx.
5
Selengkapnya dapat dibaca di blog penulis
[Link] diakses pada tanggal 15
Mei 2017.
4
kedua kitab tersebut yang mengkaji tentang jam‘ al-qira>’a>t, yakni jam‘ al-
qira>’a>t al-sab‘, terlebih kedua kitab tersebut ditulis dalam bahasa Arab,
t}ari>q sya>t}ibiyyah, yakni merujuk pada kitab ‚H{irz al-Ama>ni> wa Wajhu al-
hanya sebatas pada karakteristik kitab akan tetapi juga dalam hal isi,
(perbedaan qira’at) dari semua qurra>’ (qira’at Imam tujuh) yang kemudian
Hal ini berbeda dengan apa yang ada di kitab Manba‘ al-Baraka>t yang
6
Pengarang kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t yakni M. Arwani Amin hidup pada
tahun 1905-1994, sedangkan penulis kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t, yaitu Ahsin Sakho
Muhammad (1956-sekarang) dan Romlah Widayati (1962-sekarang), yang mana keduanya
sampai sekarang ini masih hidup dan aktif dalam menulis karya-karya ilmiah, terlebih masih
tahap meneruskan proyek kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t-nya tersebut hingga 30 juz.
7
Contoh jam‘ al-qira>’a>t baina al-su>ratain (Al-Fatih}ah dan Al-Baqarah): dimulai dari
Qa>lu>n yakni membaca tiga wajah sukun (masuk juga dalam hal ini 3 wajah dari Warsy, al-Sya>mi>
dan al-Du>ri), lanjut membaca was}l dan sakt tanpa basmalah dari 3 imam tadi, lanjut Qa>lu>n
dengan 3 wajahi s}ilah (masuk juga dalam hal ini: 3 wajah Ibnu Kas|i>r), lanjut ke bacaan was}l-nya
Khalla>d, kemudian was}l-nya Khalaf, lanjut bacaan imam ‘As}im 3 wajah (masuk dalam hal ini: 3
wajah ‘Ali>) dan kemudian terakhir ialah bacaan 5 wajah dari imam al-Su>si>. Lihat Muhammad
Arwani bin Muhammad Amin al-Qudsi, Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t (Kudus: Muba>rakah
T{ayyibatah, 2014), vol. 1,. hlm. 9.
5
tertentu, yang apabila dibaca waqaf pada lafal tersebut (bukan akhir ayat)
didasarkan pada waqaf ujung ayat bukan waqaf di tengah ayat. Meskipun
qira’at pada lafal yang dibaca waqaf bukan pada ujung ayat.
8
Dalam surat al-Baqarah ayat 7, ru’u>s al-ayah-nya ayat ini adalah lafal ٌ َع ِظيْم. Akan tetapi
dalam kitab Faid} al-Baraka>t ditampilkan ikhtilaf al-qira>’a>t-nya lafal ٌ ِغشَا َوةyakni qira’at Imam ‘Ali>
al-Kisa>’i> dengan membaca ima>lah al-ha’-nya ha’ lafal ٌ ِغشَا َوةketika waqaf. Lihat Muhammad
Arwani bin Muhammad Amin al-Qudsi, Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t,. . . vol. 1,. hlm. 11.
9
Lihat Ahsin Sakho Muhammad dan Romlah Widayati, Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘
Qira>’a>t (Jakarta: IIQ Press, 2015), vol. 1,. hlm. 1.
10
Istilah qira’at sab‘ah merupakan kata serapan dari bahasa Arab yaitu qira>’a>t sab‘ah,
yang mana dalam terminologi Arab lebih sering disebutkan dengan menggunakan istilah al-
qira>’a>t al-sab’, al-qira>’a>t al-sab’iyyah, atau sab’ al-qira>’a>t, demikianlah susunan yang benar
6
sebagai pembawa sanad qira’at sab’ah yang muttas}il sampai Nabi SAW
yang bisa khatam qira’at sab’ah secara bil gaib. Sehingga pada saat itu,
Kiai Arwani menjadi kiblat bagi ulama pada masanya dalam masalah al-
dalam konteks dewasa ini dengan mengusung tema yang sama dengan
kitab Faid} al-Baraka>t yakni berisi tentang jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘. Terlebih
melakukan penelitian lebih dalam lagi mengenai isi dan metode dari
menurut tata bahasa Arab. Adapun redaksi yang berbunyi qira>’a>t sab’ah atau qira>’a>t al-sab’ah –
sebagaimana yang tercantum di atas— tidak bisa dikategorikan sebagai istilah yang tepat jika
dilihat dari perspektif tata bahasa Arab, kecuali dengan men-taqdi>r lafal yang mah}z|u>f
(dihilangkan) di antara kedua kata tersebut. Apabila lafal yang mah}z|u>f tersebut dimunculkan,
maka akan berbunyi qira>’a>t al-qurra>’ al-sab’ah atau qira>’a>t qurra>’ sab’ah. Berdasarkan reasoning
seperti inilah istilah qira>’a>t sab’ah bisa dibenarkan dari sudut pandang gramatika Arab. Diambil
dari keterangan footnote Wawan Djunaedi, Sejarah Qira’at al-Qur’an di Nusantara (Jakarta:
Pustaka STAINU, 2010), hlm. 8-9. Dan istilah inilah (qira’at sab‘ah) yang dipergunakan dalam
tulisan ini untuk menyebut konsep tentang qira’at tujuh.
11
Asumsi demikian didasarkan pada arsip sanad qira’at sab‘ah yang ditemukan.
7
jam‘ al-qira>’a>t guna menjadi wawasan yang segar dalam diskursus ilmu
serta sejauh mana keefektifitasan kedua kitab ini dalam perannya menjadi
jam‘ al-qira>’a>t-nya sampai akhir juz satu atau QS. Al-Baqarah ayat 141,
dikarenakan agar pembahasan tidak lari lebih jauh, mendalam dan meluas.
Selain itu, pertimbangan pemilihan satu juz awal dirasa sudah dapat
mewakili sebagian besar isi maupun metode jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘ dari
dua kitab tersebut; karena secara aplikatif, metode jam‘ al-qira>’at selalu
mempelajari satu juz tentang ragam qira’at tujuh sudah cukup menjadikan
pelajar tahu dan paham dari metode jam‘ al-qira>’a>t yang diterapkan.
B. Rumusan Masalah
diterapkan dalam kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t dan kitab
yang dikaji yakni kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t dan kitab
qira’at secara khususnya. Selain itu, diharapakan dalam penitian ini dapat
tersebut mana yang lebih mudah untuk dijadikan sebagai pegangan dalam
belajar qira’at sab‘ah. Terlebih lagi, harapan utama penulis melalui tulisan
ini ialah dapat menjadi motivasi bagi pelajar terkhusus bagi pengkaji al-
Qur’an untuk mempunyai atensi dan animo dalam belajar qira’at sab’ah,
baik yang berupa ‘ilmi (teori) ataupun ‘amali (aplikasi) sehingga jumlah
D. Tinjauan Pustaka
karya tulis yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya, yang secara umum
10
ada keterkaitan erat dengan penelitian yang penulis lakukan. Dalam hal
Kedua, skripsi yang berjudul Kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-
Qira>’a>t tahun 2003. Skripsi yang ditulis oleh saudara Ahmad Zaki Ali
ini berisi tentang studi kitab qira’at sab’ah karya Kiai Arwani Kudus
Qira’at Kiai Arwani Kudus yang ditulis oleh Riqza Ahmad. Tulisan
12
Bisa dilihat Ahmad Zaki Ali, ‚Kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t‛, Skripsi
Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2003.
11
sab’ah. 14
Selengkapnya baca Riqza Ahmad, ‚Kitab Faidh al-Barakat fi Sab’ al-Qira>’a>t Kiai
13
Arwani Kudus‛ , Tesis Konsertasi Ulum al-Qur’an dan Ulum al-Hadis Studi Ilmu Agama Islam,
Program Pascasarjana Magister (S2), IIQ Jakarta, 2015.
14
Untuk lebih jelas lihat Zainora binti Daud dan Mustaffa Abdullah, ‚Keberkesanan
Kurikulum Qiraat di Kalangan Pelajar Darul Qur’an: Satu Tinjauan Awal‛, E-Journal of Arabic
Studies and Islamic Civilitazion (E-ISSN: 2289-6759).
12
yang berkaitan ilmu qira’at masih sedikit dan susah untuk ditemukan.
15
Lebih jelasnya lihat dalam Binti Alfiah, ‚Implementasi Pembelajaran Qira>’at Al-
Sab‘ah di Dalam Membaca al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan Patihan
Wetan Babadan Ponorogo‛, Skripsi Jurusan Tarbiyah STAIN Ponorogo, 2015.
13
Ulinnuha Arwani dan KH. M. Ulil Albab Arwani dan Ponpes Dar al-
material yang dikaji dalam penelitian ini sudah ada yang membahas
sebelumnya yakni skripsi yang berjudul Kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘
al-Qira>’a>t ditulis oleh Ahmad Zaki Ali atau tesis yang ditulis oleh
penelitian ini objek material yang dikaji berupa dua kitab qira’at
yakni kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t dan kitab Manba‘ al-
Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t, yang mana kedua kitab tersebut berisi
tentang metode jam‘ al-qira>’a>t dari kedua kitab yang dikaji juga
E. Kerangka Teori
Secara teknis, ada dua cara yang bisa dilakukan dalam riset
16
Abdul Mustaqim, Metode Penelitian al-Qur’an dan Tafsir (Yogyakarta: Ides Press,
2014), hlm. 132-133.
15
yang dapat mewadai kedua konsep objek atau tokoh yang dikaji, sehingga
diketahui benang merah dari kedua objek yang dikaji serta akan
yang menjadi tema dalam tulisan ini, yakni jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘.
mencari sintesa kreatif dari hasil analisis objek yang diteliti. Adapun
17
Abdul Mustaqim, Metode Penelitian al-Qur’an dan Tafsir, . . . hlm. 134-135.
16
F. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
pada kualitas dari data-data yang telah diuraikan dan dianalisis secara
sistematis.19 Oleh karena itu, langkah kerja dari penelitian ini adalah
dalam penelitian ini ialah KH. M. Ulil Albab Arwani yakni putra dari
Kiai Arwani, muallif kitab Faid} al-Baraka>t; Dr. KH. Ahsin Sakho
18
Abdul Mustaqim, Metode Penelitian al-Qur’an dan Tafsir,. . . hlm. 136-137.
19
Septiawan Santana, Menulis Ilmiah: Metode Peneltian Kualitatif (Jakarta: Yayasan
Obor Indonesia, 2007), hlm. 5.
17
cara aplikasi kitab tersebut oleh mualiif-nya langsung yakni Dr. KH.
2. Sumber data
lainnya. Kemudian data-data tersebut terbagi atas data primer dan data
sekunder. Data primer yang dimaksud disini adalah kitab Faid} al-
check) kaidah qira’at yang tercantum dalam dua kitab yang dikaji,
karena kitab inilah yang menjadi rujukan utama dalam penyusunan dua
tentang jam‘ al-qira>’a>t. Oleh karena itu, kitab yang digunakan adalah
Selain itu, terkait sumber data yang didapat dari hasil wawancara
4. Pendekatan
20
Anton Baker dan Achmad Charis Zubair, Metodologi Penelitian Filsafat (Yogyakarta:
Kanisius, 1990), hlm. 19.
21
Ali Hasan al-‘Aridl’, Sejarah dan Metodologi Tafsir, terj. Ahmad Arkun, (Jakarta: Raja
Grapindo Perkasa, 1994), hlm.76.
20
menyeleksi data yang dikaji, yakni dalam kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘
al-Qira>’a>t dan Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t, yang mana dalam
penelitian ini penulis hanya membatasi satu juz saja, yakni akhir juz
satu (QS. Al-Baqarah: 141) sebagai data yang dikaji. Kedua, penulis
isi jam‘ al-qira>’a>t dari masing-masing kitab tersebut. Lalu yang ketiga
G. Sistematika Penulisan
secara garis besar tentang penelitian yang dilakukan bab demi bab.
21
gambaran umum seputar jam‘ al-qira>’a>t, baik itu dari aspek definisi,
muallif kitab, yakni Kiai Arwani, Ahsin Sakho Muhammad dan Romlah
kedua kitab yang dikaji, yaitu kitab Faid} al-Baraka>t dan Manba‘ al-
analisa keunggulan dan kekurangan kitab yang mana ini berpengaruh pada
rumusan sintesis yang merupakan hasil gabungan dari kedua metode yang
PENUTUP
A. Kesimpulan
tentang studi komparatif yang penulis lakukan mengenai jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘
dalam kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t karya Kiai Arwani Kudus dan
kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t karya Ahsin Sakho Muhammad dan
tersebut bertujuan untuk memenuhi semua ragam qira’at yang terdapat pada ayat
tersebut. Dalam hal ini, kedua muallif kitab yang dikaji memiliki pandangan
yang mirip mengenai jam‘ al-qira>’a>t, bedanya Kiai Arwani mengklasifikasi jam‘
al-qira>’a>t menjadi dua bagian yaitu jama‘ sugra> (penggabungan dua rawi) dan
281
282
penjelasan materi qira’at yang bersifat teori beralih kepada aplikasi teori tersebut
Kedua, kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t karya Kiai Arwani Kudus
dan kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t karya Ahsin Sakho Muhammad dan
Romlah Widayati merupakan kitab yang berisi tentang jam‘ al-qira>’a>t, tepatnya
pada qira’at sab‘ah. Kedua kitab ini memiliki karakteristik tersendiri yang
berbeda satu sama lain, meskipun keduanya juga memiliki kesamaan dalam
beberapa hal.
Untuk lebih mudahnya, penulis akan sajikan dalam bentuk tabel sebagai
berikut:
1. Sumber rujukan yang berbeda, berikut data tersaji dalam bentuk tabel:
Sumber
No. Faid} al-Baraka>t Manba‘ al-Baraka>t
Rujukan
1) H{irz al-Ama>ni> 1) H{irz al-Ama>ni>
2) Sira>j al-Qa>ri’ 2) Al-Budu>r al-Za>hirah
1. Kitab
3) Ittih}af al- 3) Taqri>b al-Ma‘a>ni>
Basyar Dan lain-lainnya (17 kitab)
Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad
berguru pada Dr. Muhammad bin
Salim Muhaisin, Dr. Abdur Rafi
KH. Munawwir, Ridwan, Dr. Mahmud Ibnu Abdul
2. Guru Krapyak Kahliq Jadu dan Dr. Abdur Razaq
Yogyakarta Ibnu ‘Ali
Dr. Romlah Widayati berguru pada
Dr. Ahsin Sakho Muhammad dan
Dr. KH. Ahmad Fathoni
284
3. Konteks sosio-religius-kultural
panjang)
Tidak ada keterangan
nomor ayat dan nama
surat pada halaman
setelah awal surat
efektif digunakan oleh pelajar par excellence (misal: orang hafal al-Qur’an)
karena penjelasan yang ringkas dan global sangat tidak efektif bagi pelajar
pemula yang ingin mendalami ilmu qira’at. Sedangkan kitab Manba‘ al-Baraka>t
lebih efektif digunakan oleh pelajar pemula atau yang ingin mengetahui lebih
dalam tentang jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘ karena penjelasannya yang rinci dan lebih
luas serta penjelasan tentang kaidah usul qira’at sab‘ah ditulis secara terpisah
dan sesuai dengan letak awal pembahasan dalam jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘.
nya Kiai Arwani dalam kitab Faid} al-Baraka>t maupun Ahsin Sakho Muhammad
dan Romlah Widayati dalam kitab Manba‘ al-Baraka>t ialah sebagai berikut:
1) Menentukan maqta‘ al-qira>’ah pada satu ayat atau beberapa ayat yang
3) Dijelaskan mah}at}t}ah yang jarang ditemui dalam al-Qur’an, seperti hukum al-
ima>lah, al-idga>m al-kabi>r, farsy al-h}uru>f dan lainya. Sedang untuk mad dan
metode yang dipakai dalam kitab Faid} al-Baraka>t, yakni bi al-tana>sub. Hal
skripsi ini. Hal ini dikarenakan agar lebih mudah dalam mendeteksi
B. Saran-saran
1. Kajian tentang jam‘ al-qira>’a>t secara umum masih minim dikaji oleh pelajar
ilmu qira’at merupakan ilmu yang sudah final, artinya tidak bisa
dikembangkan lagi. Masih banyak hal yang bisa dieksplorasi dan dielaborasi
lebih lanjut dari khazanah ilmu keislaman ini. Oleh karena itu, tulisan
mengenai tentang ilmu qira’at secara umum, khususnya qira>’at ‘ama>li dalam
bahasa Indonesia sangat perlu untuk dikampayekan lagi agar eksistensi ilmu
qira’at tidak lagi teralenisiasi dari mozaik ilmu-ilmu keislaman yang lain.
banyak yang perlu diteliti lebih lanjut. Mengenai hal ini penulis telah
memberikan beberapa referensi kitab terkait tema yang dibahas, yakni jam‘
al-qira>’a>t (bisa dilihat di Bab II, halaman 111-112 ). Oleh karena itu, peneliti
3. Kajian yang dilakukan oleh penulis masih sangat dangkal. Penulis sadar,
komparatif kedua kitab ini dengan baik. Oleh karena itu, masukan, saran dan
DAFTAR PUSTAKA
Abi> T{al> ib, Al-Makki> bin. 1960. Al-Iba>nah ‘an Ma‘a>ni> al-Qira>’a>t. Kairo: Da>r Nahd}ah
Mis}r.
Ahmad, Riqza. 2015. ‚Kitab Faidh al-Barakat fi Sab’ al-Qira>’a>t Kyai Arwani Kudus‛ ,
Tesis Konsertasi Ulum Al-Qur’an dan Ulum al-Hadis Studi Ilmu Agama
Islam, Program Pascasarjana Magister (S2), IIQ Jakarta.
Ahsin, Mohammad Noor. 1436 H. ‚Hadratus Syaikh Muqri’ Al- Kabir KH. M. Arwani
Amin Sa’id: Mengabdi untuk Al-Qur’an‛, Arwaniyyah, edisi 12.
al-‘Aridl’, Ali Hasan. 1994. Sejarah dan Metodologi Tafsir, Terj. Ahmad Arkun.
Jakarta: Raja Grapindo Perkasa.
Ali, Ahmad Zaki. 2003. ‚Kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab ‘al-Qira>’a>t‛, Skripsi Fakultas
Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
al-Ans}a>ri>, Abu> Yah}ya Zakariyya. tt. Al-Minah} al-Fikriyyah Syarh} al-Muqaddimah al-
Jazariyyah. Surabaya: Maktabah al-Hida>yah.
Arwani (dkk), M. Ulin Nuha. 2006. Thoriqoh Baca Tulis dan Menghafal Al-Qur’an
YANBU’A. Kudus: Yayasan Arwaniyyah Kudus.
As‘ad (dkk), Ali. 2011. Manaqib al-Marhum KH. Muhammad Munawwir. Yogyakarta:
Pondok Pesantren al-Munawwir.
Aziz, Moh. Ali Aziz. 2015. Mengenal Tuntas Al-Qur’an. Surabaya: Imtiyaz.
al-A‘z}ami>, M.M. 2008. Sejarah Teks Al-Qur’an: dari Wahyu sampai Kompilasi, terj.
Sohirin Solihin dkk. Depok: Gema Insani.
Birri, Maftuh bin Basthul. 2015. Tajwid Jazariyyah. Kediri: Madrasah Murattilil
Qur’anil Karim.
al-Da>ni>, Abu ‘Amr ‘Us|ma>n bin Sa‘i>d. 1984. Al-Taisi>r fi> al-Qira>’a>t al-Sab‘. Otto Pretzl
(ed.). Beirut: Da>r al-Kita>b al-‘Arabi>.
al-Dimya>t}i>, Syiha>b al-Di>n Ah}mad bin Muh}ammad bin ‘Abd al-Gani>. 1998. Ittih}a>fu
Fud}ala>’i al-Basyar fi al-Qira>’a> al-Arba’ah ‘Asyar. Bairut: Da>r al-Kutub al-
‘Ilmiyyah.
Fathoni, Ahmad. 2007. Kaidah Qira>a>t Tujuh: Menurut T}ari>q Sya>t}ibiyyah jilid I dan II.
Jakarta: Darul Ulum Press.
Fuadah, Lina. 2008. ‚Praktik Qira’at ‘Asim Riwayat H{afs} di PP Al-Munawwir‛, Skripsi
Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
al-Hindi, Ala al-Di>n ‘Ali> al-Muttaqi> bin H{usa>m al-Di>n. 1985. Kanz al-‘Umma>l fi> Sunan
al-Aqwa>l wa al-Af‘a>l. Beirut: Muassasah al-Risa>lah.
H{umaitu>, ‘Abd al-Ha>di>. [Link]. Qira>’ah al-Ima>m Na>fi‘ ‘inda al-Magaribah. [Link].: t.p.
291
Ja‘far, ‘Abd al-Gafu>r Mah}mu>d Mus}t}ofa. 2008. Al-Qur’a>n wa al-Qira>’a>t wa al-Ah}ruf al-
Sab‘ah. Kairo: Da>r al-Sala>m.
al-Jazari>, Ibnu. 1338. Al-Nasyr fi> al-Qira>’a>t al-‘Asyr. Beirut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
__________. 1999. Munjid al-Muqri’in wa Mursyid al-T{al> ibi>n. Bairut: Da>r al-Kutub al-
‘Ilmiyyah.
___________. 2000. Tah}bi>r al-Taisi>r fi> al-Qira>’a>t al-‘Asyr. Ah}mad Muh}ammad Muflih}
al-Qud}a>h (ed.). Jordan: Da>r al-Furqa>n.
al-Khali>ji>, ‘Abd al-Rah}man. [Link]. H{all al-Musykila>t wa Taud}i>h} al-Tah}ri>ra>t fi> al-Qira>’a>t.
[Link].: t.p.
Kramers, H. A. R. Gibb dan H.J. 1951. Shoter Encyclopedia of Islam, E.J. Brill, Leiden
dan Luzac & Co, London.
IIQ, Alumni. 2002. Aku dan IIQ: Peran dan Kiprah Wanita IIQ Antara Ide dan Fakta
Kelangkaan Ulama Wanita. Jakarta: IIQ Jakarta.
Islam, Joseph A. ‚The Seven Ahruf, Recitations (Qira’at), Hafs and Warsh‛ dalam
[Link], diakses tanggal 17 Oktober 2016 pukul 09.00.
al-Makni, Al-Syaikh Rid}wa>n bin Muhammad bin Sulaiman. 1992. Syarh} al-‘Alla>mah al-
Mukhallila>ti>, ‘Abd al-Ra>ziq bin ‘Ali bin Ibra>hi>m Mu>sa (ed.). Madinah:
Mat}a>bi ‘al-Rasyi>d.
al-Mars}afi>, ‘Abd al-Fatta>h}. 1980. Hida>yah al-Qa>ri’ ila> Tajwi>d Kala>m al-Ba>ri>. Madinah:
Maktabah T{ayyibah.
Mattson, Ingrid. 2013. The Story of the Qur’an, terj. R. Cecep Lukman Yasin. Jakarta:
Zaman.
Muhammad, Ahsin Sakho. 2017. Oase Al-Qur’an Penyejuk Kehidupan. Cirebon: PT Qaf
Media Kreativa.
Muja>hid, Ibnu. 2009. Kitab al-Sab’ah fi al-Qira>’a>t. Syauqi> D{aif (ed.). Mesir: Da>r al-
Ma’a>rif.
Mustaqim, Abdul. 2014. Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir. Yogyakarta: Ides
Press.
Mustopa. 2014. ‚Polemik Lahirnya Konsep Qira’ah Sab’ah Dalam Disiplin Ilmu
Qira’ah‛, Hunafa: Jurnal Studi Islamika, vol. 11, No. 1.
Qa>bah, ‘Abd al-H{ali>m bin Muh}ammad al-Ha>di>. 1999. al-Qira>’a>t al-Qur’a>niyyah. Bairut:
Da>r al-Garbu al-Isla>mi>.
__________. 1999. Al-Wa>fi> fi> Syarh}i al-Sya>t}ibiyyah fi> al-Qira>’a>t al-Sab‘. Jiddah:
Maktabah al-Suwa>di> li al-Tauzi>‘.
al-Qast}ala>ni>, Syiha>b al-Di>n. 1972. Lat}a>’if al-Isya>ra>t Lifunu>n al-Qira>’a>t, ‘A<mir al-Sayyid
‘Us|ma>n dan ‘Abd al-S{abu>r Sya>hi>n (ed.). Kairo: Lajnah Ih}ya>’ al-Tura>s| al-
Isla>mi>.
al-Qas}ih}, Abi> al-Qa>sim ‘Ali> bin‘Us|ma>n bin Ahmad bin al-H{asan. 1954. Sira>j al-Qa>ri’ al-
Mubtadi’ wa Tiz|ka>r al-Muqri’ al-Muntahi>,. Kairo: Mus}t}afa al-Ba>bi> al-H{ilbi>.
al-Qat}t}a>n, Manna>’. 1995. Maba>hi} s| fi> ‘Ulu>m al-Qur’a>n. Kairo: Maktabah Wahibah.
al-Qudsi, Muhammad Arwani bin Muhammad Amin. 2014. Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-
Qira>’a>t. Kudus: Muba>rakah T{ayyibah.
Sa>lim, S{afwat Mah}mu>d. 2003. Fath} Rabbi al-Bariyyah Syarh} al-Muqaddimah al-
Jazariyyah. Jiddah: Da>r Nu>r al-Maktaba>t.
al-Sindiyyi, ‘Abd al-Qayyu>m bin ‘Abd al-Gafu>r. 2001. S}afha>t fi ‘Ulum al-Qira>’a>t.
Makkah: Da>r al-Basya’ir al-Isla>miyyah.
Sofia, Adib. 2012. Metode Penulisan Karya Ilmiah. Yogyakarta: Penerbit Karya Media.
al-Suyu>t}i>, Jalal al-Di>n. 2008. Al-Itqa>n fi> ‘Ulu>m al-Qur’a>n. Syu‘aib al-Arna’u>t} (ed.).
Bairut: Muassasah al-Risa>lah Na>syiru>n.
al-Sya>t}ibi, Al-Qa>sim bin Firruh bin Khalaf. 1407 H. H{irz al-Ama>ni>. Beirut: Da>r al-Kitab
al-Nafi>s.
Tim Penulis IIQ. 2015. Ilmu Qira’at jilid I dan II. Jakarta: IIQ Jakarta Press.
Wahid, Wiwi Alawiyah. 2014. Cara Cepat Bisa Menghafal Al-Qur’an. Jogjakarta: DIVA
Press.
Widayati, Ahsin Sakho Muhammad dan Romlah. 2015. Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘
Qira>’a>t. Jakarta: IIQ Press.
Widayati, Romlah. 2015. Implikasi Qira>’a>t Sya>z|z|ah terhadap Istinba>t} Hukum: Analisis
terhadap Penafsiran Abu Hayyan dalam Tafsir al-Bah}r al-Muh}i>t}. Tangerang:
Transpustaka.
al-Yassu’i, Louis Ma’luf al-Yassu’i dan Bernard Tottel. 2008. Al-Munji>d fi> al-Lugah wa
al-A‘la>m. Beirut: Da>r al-Masyriq.
al-Zarkasyi, Badru al-Di>n Muh}ammad bin ‘Abdullah. 1957. Al-Burha>n fi> ‘Ulu>m al-
Qur’a>n. Abu al-Fad}l Ibra>hi>m (ed.). Kairo: Da>r al-Tura>b.
al-Zarqa>ni>, Muh}ammad ‘Abd al-‘Az}i>m. 1995. Mana>hil al-‘Irfa>n fi> ‘Ulum al-Qur’a>n.
Bairut: Da>r al-Kita>b al-‘Arabi.
Zubair, Anton Baker dan Achmad Charis. 1990. Metodologi Penelitian Filsafat.
Yogyakarta: Kanisius.
Zulkifli dkk, Sabri Mohammad. 2011. ‚Syaikh Muhammad Salim Muhaysin: Tokoh
Ilmu Qira’at di Abad ke-20‛, Jurnal Usuluddin, No. 1.
[Link]
[Link]
[Link]?m=1
[Link]
[Link]
[Link]?m=1
[Link]
[Link]
BIODATA PENULIS
Nama : Ahmad Hariyanto
TTL : Kudus, 14 September 1995
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl. Kudus-Pati km. 7 Mbadong RT 02/ RW 01 Tenggeles Mejobo
Kudus Jawa Tengah
Agama : Islam
Telepon/HP : 08567338906 (wa) / Email: ahmadhariyanto09@[Link]
Orang Tua
Ayah : Ramelan
Ibu : Sukaenah
Riwayat Pendidikan:
1. TK NU Wasilatut Taqwa (2000-2001)
2. MI NU Wasilatut Taqwa dan Madin Thoriqul ‘Ulum (2001-2007)
3. MTs NU TBS (2007-2010)
4. MA NU TBS dan Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Remaja (2010-2013)
5. UIN Sunan Kalijaga Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin
dan Pemikiran Islam (2013-Sekarang/Semester 8)
6. PP Aji Mahasiswa Al-Muhsin, Yogyakarta (2013-Sekarang)
Pengalaman Organisasi:
1. Pengurus Jam’iyyah PTYQ-R (2011-2012 & 2012-2013)
2. Divisi Kaderisasi dan Pengabdian Masyarakat (KPM) (2014-2015)
3. Koordinator Divisi Keamanan, Ketertiban dan Kebersihan Pesantren
(K3P) (2015-2016)
4. Divisi Pengembangan Sumber Daya Masyarakat (PSDM) CSSMoRa UIN
Sunan Kalijaga (2015-2016)
Prestasi:
1. Menulis di jurnal Al-Tibyan (Jurnal Ilmu al-Qur’an dan Tafsir) dengan
judul “Tafsir Era Nabi Muhammad SAW”, vol. I No. 1 Januari-Juni 2016.
2. Mendapat Ijazah Qira’at ‘Asyrah Sugra min t}ari>qi> al-Sya>t}biyyah wa al-
Durrah dari Ust. Agus Salim, Lc. M.A. dari Mesir. Dan lain-lain.