0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan56 halaman

Studi Komparatif Sab' al-Qira'at

Skripsi ini membahas perbandingan antara dua kitab tentang tujuh cara membaca Al-Quran yaitu Kitab Faidh al-Barakat fi Sab' al-Qira'at dan Kitab Manbah al-Barakat fi Sab' Qira'at. Penulis menganalisis perbedaan dan persamaan kedua kitab tersebut.

Diunggah oleh

afnani maliki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan56 halaman

Studi Komparatif Sab' al-Qira'at

Skripsi ini membahas perbandingan antara dua kitab tentang tujuh cara membaca Al-Quran yaitu Kitab Faidh al-Barakat fi Sab' al-Qira'at dan Kitab Manbah al-Barakat fi Sab' Qira'at. Penulis menganalisis perbedaan dan persamaan kedua kitab tersebut.

Diunggah oleh

afnani maliki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JAM‘ AL-QIRA<’A<T AL-SAB‘

(Studi Komparatif Kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t dan


Kitab Manba’ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t)

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam


Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Agama Islam ([Link].)

Oleh:
AHMAD HARIYANTO
NIM. 13531174

PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR

FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA

2017
MOTTO

)2( َ‫ن وَا مَا جَفْعَنُّن‬


َ ُّ‫ه جَقُّم‬
َ ‫وٌُّا ِم‬
َ‫يآ‬
َ ِْ‫{َْا أََُِّْا َّامذ‬
})3( َ‫ن جَقُّمُّا وَا مَا جَفْعَنُّن‬
ْ ‫قحًا ِع ٌْدَ امنََِّ َأ‬
ْ َ‫كتُ َر و‬
َ
]3 ،2 :‫[امصف‬
"Wahai orang-orang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang
tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu
mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan" (QS. Al-Shaf: 2-3)

‫ه خُنُقًا‬
ْ ِ
ُ ٌُ ‫س‬
َ ‫ح‬
ْ َ‫ؤوِ ٌِْٓيَ ِإ ْىَاًًا أ‬
ْ ُ‫ل ا ْمى‬
ُ ‫ى‬
َ ْ‫َأك‬
"Orang mukmin yang paling baik imannya ialah yang paling baik
akhlaknya" (HR. Abu Daud: 4062)

ٍُ ‫كَحتَثْ َْدَا‬
َ ‫فٌَى َو ُْتْقِى امدَُّْرُ وَا‬
ْ َٓ‫س‬
َ ‫ي كَاجِبٍ إِمَّا‬
ْ ِ‫َووَا و‬
ٍُ ‫قَٓاوَةِ َأنْ جَرَا‬
ِ ْ‫ُركَ فِي ام‬
ُّ‫ي ٍء َْس‬
ْ َ‫ك َغْٓرَ ش‬
َ ‫َط‬
ِّ ‫ب ةِخ‬
ْ ُ‫كح‬
ْ َ‫فَنَا ج‬

"Setiap penulis pasti akan meninggal, hanya karya tulisanya yang akan
kekal”
”Maka jangan kau tulis sesuatu dengan goresan penamu, melainkan apa
yang pada hari kiamat kelak dapat membahagiakanmu”

(Dikutip dari sya’ir dalam buku ”Implikasi Qira’at Syadzdzah terhadap


Istinbat Hukum” karya Dr. Hj. Romlah Widayati, MA.)

v

PERSEMBAHAN

Skripsi ini kupersembahkan kepada:

Kedua Orang Tuaku,

Ibunda Sukaenah dan Ayahanda Ramelan

Adik-adikku tercinta,

Nurul Latifah dan Eni Rodhiyyah

Almamaterku,

TK-MI Wasilatut Taqwa, MTs-MA NU TBS Kudus, Madin


Tariqatul Ulum, Pondok Tahfidh Yanbu‟ul Qur‟an Remaja
Kudus, PP Al-Khidmah Magelang, PP Aji Mahasiswa Al-
Muhsin Yogyakarta dan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Dan . . . ???

vi
PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN

Pedoman Transliterasi Arab-Latin ini merujuk pada SKB Menteri Agama

dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, tertanggal 22 Januari 1988 No: 158/

1987 dan 0543b/ U/ 1987.

I. Konsonan Tunggal

Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan


‫أ‬ Alif ……….. tidak dilambangkan

‫ة‬ Bā' B Be

‫د‬ Tā' T Ta

‫ث‬ Śā' S| Es titik atas

‫ج‬ Jim J Je

‫ح‬ Hā' H{ Ha titik di bawah

‫خ‬ Khā' Kh Ka dan Ha

‫د‬ Dal D De

‫ذ‬ Źal Z| Zet titik di atas

‫ر‬ Rā' R Er

‫ز‬ Zai Z Zet

‫ش‬ Sīn S Es

‫ش‬ Syīn Sy Es dan ye

‫ص‬ Şād Ş Es titik di bawah

‫ض‬ Dād D{ De titik di bawah

‫ط‬ Tā' T{ Te titik di bawah

‫ظ‬ Zā' Z{ Zet titik di bawah

vii
‫ع‬ 'Ayn …„… koma terbalik (di atas)

‫غ‬ Gayn G Ge

‫ف‬ Fā' F Ef

‫ق‬ Qāf Q Qi

‫ك‬ Kāf K Ka

‫ل‬ Lām L El

‫و‬ Mīm M Em

ٌ Nūn N En

‫و‬ Waw W We

ِ Hā' H Ha

‫ء‬ Hamzah …‟… Apostrof

‫ي‬ Yā Y Ye

II. Konsonan Rangkap karena Tasydīd ditulis Rangkap:

ٍ‫يتعقّدي‬ ditulis muta„aqqidīn

‫عدّح‬ ditulis „iddah

III. Tā' Marbūtah di Akhir Kata.

1. Bila dimatikan, ditulis “h”:

‫هجخ‬ ditulis hibah

‫جسيخ‬ ditulis jizyah

(ketentuan ini tidak diperlukan terhadap kata-kata Arab yang sudah

terserap ke dalam bahasa Indonesia seperti zakat, shalat dan sebagainya,

kecuali dikehendaki lafal aslinya).

viii
2. Bila dihidupkan karena berangkaian dengan kata lain, ditulis “t”:

‫َعًخ هللا‬ ditulis ni‘matullāh

‫زكبحّانفطر‬ ditulis zakāt al-fit}ri

IV. Vokal Pendek

__َّ__ (fathah) ditulis a contoh ّ‫ضّرّة‬ ditulis d}araba

__َّ__(kasrah) ditulis i contoh ّ‫فّهّى‬ ditulis fahima

__َّ__(dammah) ditulis u contoh ّ‫كّتّت‬ ditulis kutiba

V. Vokal Panjang:

1. Fathah + Alif, ditulis ā (garis di atas)

‫جبههيخ‬ ditulis jāhiliyyah

2. Fathah + Alif Maqşūr, ditulis ā (garis di atas)

‫يسعي‬ ditulis yas'ā

3. Kasrah + Ya mati, ditulis ī (garis di atas)

‫يجيد‬ ditulis majīd

4. Dammah + Wau mati, ditulis ū (dengan garis di atas)

‫فروض‬ ditulis furūd}

VI. Vokal Rangkap:

1. Fathah + Yā mati, ditulis “ai”

‫ثيُكى‬ ditulis bainakum

2. Fathah + Wau mati, ditulis “au”

ix
‫قىل‬ ditulis qaul

VII. Vokal Pendek Yang Berurutan dalam Satu Kata dipisahkan dengan Apostrof.

‫ااَتى‬ ditulis a'antum

‫اعدد‬ ditulis u'iddat

‫نئٍ شكرتى‬ ditulis la'in syakartum

VIII. Kata Sandang Alif + Lām

1. Bila diikuti huruf qamariyah ditulis “al-”

ٌ‫انقرا‬ ditulis Al-Qur'ān

‫انقيبش‬ ditulis al-qiyās

2. Bila diikuti huruf syamsiyyah, ditulis dengan menggandengkan huruf

syamsiyyah yang mengikutinya serta tidak menghilangkan huruf “al”-nya

‫انشًص‬ ditulis al-syams

‫انسًبء‬ ditulis al-samā'

IX. Huruf Besar

Huruf besar dalam tulisan Latin digunakan sesuai dengan Ejaan Yang

Disempurnakan (EYD)

X. Penulisan kata-kata dalam rangkaian kalimat dapat ditulis menurut

penulisannya

ّ‫ ذويّانفروض‬ditulis z|awi> al-furūd}

‫اهمّانسُخ‬ ditulis ahlu al-sunnah

x
KATA PENGANTAR

‫بسم اهلل الرحمن الرحيم‬

‫السالَ ُم َعلَى َسيِّ ِدنَا ُُمَ َّمد ال َقائِ ِل‬ َّ ‫آن ِم ْن اَ ْهلِ ِه َو َخ‬
َّ ‫اصتِ ِه َو‬
َّ ‫الصالَةُ َو‬ ِ ‫اَ ْْلم ُد لِلّ ِه الَّ ِذي جعل اَهل الْ ُقر‬
ْ َ ْ َ ََ ْ َْ
‫ْي لِ ُسنَّتِ ِه‬ ِ ِ ِِ ِِ َ‫اِقْ رءوا الْ ُقرآ َن فَاِنَّه يأِِْت ي وم الْ ِقيام ِة َش ِفي عا ِِل‬
َ ْ ‫ص ْحبِه َو التَّابِع‬
َ ‫ص َحابه َو َعلَى اله َو‬
ْ ً ْ َ َ َ َْ ْ َ ُ ْ ُْ َ
Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah yang tiada henti-hentinya

melimpahkan rahmat, nikmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, terkhusus

kepada penulis karena atas ma‘u>nah dan fad}al-Nya lah karya ini bisa

terselesaikan. Shalawat beserta salam tak lupa penulis panjatkan kepada suri

tauladan kita Nabi Muhammad SAW sang pembawa kalam ilahi yang suci nan

mulia sebagai penawar hati, penyejuk sanubari, dan penebar rahmat ilahi bagi

seluruh umat yang ia cintai. Demikian pula kesejahteraan untuk keluarga,

sahabat, ta>bi‘i>n, ta>bi‘ al-ta>bi‘i>n dan seluruh pengikutnya hingga dewasa ini yang

senantiasa berjuang penuh kesungguhan dan keistiqamahan dengan menjalankan

sunnah-sunnahnya demi tegaknya bendera Islam di tengah padang pasir

kebodohan dan berjasa dalam meletakkan dasar-dasar pengetahuan agama bagi

kepentingan umat.

Dengan selesainya karya ini, penulis merasa bersyukur sekaligus

menyesali diri lantaran ilmu yang diperoleh selama masa studi di sini, ternyata

belum mampu mempersembahkan hasil yang memuaskan. Meskipun demikian,

penulis sudah berupaya semaksimal dalam menyelesaikan karya ini dan berharap

semoga karya ini setidaknya dapat memberi manfaat dan berkah bagi pembaca.

xi
Karya ini merupakan hasil jerih payah dan “pengendapan” intelektual

yang telah melibatkan banyak pihak. Tentu saja, terselesaikanya skripsi ini tidak

bisa menafikan orang-orang yang secara langsung maupun tidak langsung ikut

andil membantu penulis, baik secara moril maupun materil. Karenanya, tidak ada

kata yang pantas terucap kecuali ucapan terima kasih penulis haturkan kepada:

1. Ibunda dan ayahanda, sang matahari dan rembulan di duniaku. Iringan do’a,

jerih payah keringat serta cinta dan kasih sayang kalian yang selalu

memotivasi penulis sehingga dapat menyelesaikan karya ini. Ketahuilah ini

hanya sebagian kecil dari yang ingin kuberikan kepada kalian, semoga

anakmu ini dapat membanggakanmu di dunia dan akhirat nanti. Tak lupa,

penulis ucapkan terima kasih kepada adik-adikku tercinta: Nurul Latifah dan

Eni Rad}iyah yang selalu memberikan semangat, dukungan dan motivasi

serta berbagi keceriaan bersama penulis.

2. Kementrian Agama RI beserta jajaranya, khususnya Direktorat PD Pontren

yang telah memberikan beasiswa penuh Program Beasiswa Santri

Berprestasi (PBSB) kepada penulis selama menuntut ilmu di jurusan Ilmu

Al-Qur’an (IAT) dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

(FUSPI) UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

3. Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, Ph.D., M.A. selaku Rektor UIN Sunan

Kalijaga Yogyakarta.

4. Dr. Alim Roswantoro, [Link],. [Link]. selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan

Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

xii
5. Dr. KH. Abdul Mustaqim, [Link]. selaku ketua Prodi IAT, sekaligus ketua

pengelola PBSB UIN Sunan Kalijaga dan juga Dosen Pembimbing Skripsi

yang telah memberikan banyak nasihat, masukan dan kritik yang

membangun kepada penulis.

6. Bapak dan Ibu Dosen UIN Sunan Kalijaga, khusunya Dosen Prodi IAT yang

telah mendidik, membimbing, memberikan motivasi dan wawasan ilmu

pengetahuan kepada penulis, Ba>rak Alla>h lakum.

7. Drs. KH. Muhadi Zainuddin, Lc. M. Ag. selaku pengasuh PP Aji Mahasiswa

Al-Muhsin yang telah membimbing dan mendidik penulis serta tak kenal

lelah dalam memberikan nasihat dan motivasi kepada penulis. Ust. Anis

Masduqi Lc. M.A, selaku direktur beserta jajaran asatidz lainnya yang telah

memberikan dan mengembangkan keilmuan penulis. Tak lupa juga kepada

Ust. Taufiq Ridho [Link]. selaku guru tahfidz penulis. Ba>rak Alla>h lakum.

8. Seluruh staff administrasi UIN Sunan Kalijaga, khususnya Fakultas

Ushuluddin dan Pemikiran Islam yang telah memberikan pelayanan yang

baik terhadap penulis selama mengenyam studi.

9. Mas Amu, Pak Afda, Pak Saifuddin, Pak Dedi dan pengelola PBSB lainnya

yang selalu memberi nasihat dan motivasi kepada penulis.

10. Guru-guru almamaterku dulu, yakni: TK-MI Wasilatut Taqwa, MTS-MA

NU TBS Kudus serta Madin Toriqul Ulum dan Pondok Tahfidh Yanbu’ul

Qur’an Remaja Kudus, tanpa kalian penulis bukan siapa-siapa.

11. KH. Ulil Albab Arwani, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad dan Dr. Romlah

Widayati selaku tokoh dari karya yang penulis teliti. Tanpa mengurangi rasa

xiii
ta‘z}i>m dan patuh saya, penulis mengharapkan untaian do’a dan ridho kalian,

agar semoga saya bisa menjadi penerus kalian di masa depan. A<mi>n.

12. KH. Agus Salim, Lc., MA. selaku guru qira’at ‘asyrah, Ust. Khaliq selaku

guru qira’at sab‘ah penulis sewaktu di Kudus, dan tidak lupa kepada teman-

teman seperjuangan dalam belajar qira’at sab‘ah maupun ‘asyrah yang

berbagi ilmu, motivasi dan pengetahuan tentang qira’at bersama penulis.

13. Ust. Toha Mahsun selaku guru dan teman dalam berbagi ilmu tentang

qira’at. Gus Barok, Kang Toha, Kang Winarto, Kang Purnomo, Kang Aan,

Kang Tiha’, Kang Khairul, Kang Hami, Kang Hanif dan teman-teman

Pondok Al-Khidmah, Kaliangkrik, Magelang yang telah memberi warna baru

dan berbagi semangat bersama penulis.

14. Teman-temanku Romance class ’13 yang telah mewarnai kehidupan penulis,

kepada Prof. Lukman Chakim, Ust. Azhari Andi, Kapten Asna Mafaza,

Asbandi coll, Gitaris Andi Tri Saputra, Melodi Moch. Ilham, Cak M. Kamil

Anwar, Kuya’ Jakaria Purnama, Syekh Zarmi Iskandar, Bang Nazaruddin, Yi

Sirajuddin, Boy Mutawakkil Hibatullah, Mas Galang Azmi Annajah, Bupati

Kendal Aulun Ni’am, Ustas Firman(g) Ahmad, Abu Fadhli, Modelis Nadya

Udari Brtg, Bu Lilis Pinayungan, Ayu Ezi Fadilla, Ning Maulida Adawiyah,

Si pemalu Alfi Amalia, Dedek Khairul Munasifah, Bu Nyai Qina Mahrumah,

Si baik Nur Fazlinawati, Si ntriwil Lailatin Mubarakah, Kak Lailia

Assururiyyah, Bunda Aliyatur Rafi’ah, Teteh Eliz Nur Khalisoh, Si ajeng

Izza Royyani, Syarifah Maftuhah, Si narsis Khairunnisa, Si lucu Luluk

xiv
Maslakhatul Kurnia, dan Ning Lina Mazidah. Satu kata buat kalian: “Luar

biasaaa, terbaikk lah”. Semoga sukses buat kita semua. A<mi>n.

15. Keluarga besar CSSMoRA tercinta, kakak-kakak terhormat dan adik-adik

tersayang yang sudi berbagi pengalaman dan motivasi kepada penulis.

16. Teman-teman KKN 014 angkatan 89: Ahmad Sirfi Fathoni, Arfin Fakhr,

Akrom Zaini, Siti Rohmaniyyah, Ragendrawati Wiguna, Khalida Fitiana,

Mbak Tiara Yunita dan Mbak Alfi. Semoga sukses untuk kita semua. A<mi>n.

17. Seluruh pihak yang telah berjasa kepada penulis atas terselesaikannya skripsi

ini, yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Jaza>kum Alla>h Ah}san al-Jaza>’ (semoga Allah membalas kebaikan kalian

dengan balasan yang lebih baik). Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari

sempurna, masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Oleh karena itu, penulis

mohan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekurangan dalam

skripsi ini. Kritik, koreksi dan saran yang konstruktif dari semua pihak sangat

penulis butuhkan demi perbaikan di masa mendatang, Dengan skripsi ini, semoga

menjadi karya yang bermanfa’at dan berguna bagi umat Islam di dunia,

khsususnya di Indonesia. A<mi>n Ya> Muji>b al-Sa>’ili>n.

Yogyakarta, 26 Mei 2017 M


29 Sya‘ban 1438 H

Penulis

Ahmad Hariyanto
NIM : 13531174

xv
ABSTRAK

JAM‘ AL-QIRA<’A<T AL-SAB‘


(Studi Komparatif Kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t dan
Kitab Manba‘ al-Baraka>t fi Sab‘ Qira>’a>t)

Ilmu qira’at merupakan salah satu ilmu yang serumpun dengan ‘Ulu>m
al-Qur’an dan ‘ulu>m al-tafsi>r. Sayangnya, keilmuan ini kebanyakan hanya
disinggung secara sepintas oleh para pengkaji al-Qur’an. Padahal, jika mau
dieksplorasi lebih dalam lagi, ilmu ini dapat menjadi salah satu bidang ilmu yang
mandiri (berdiri sendiri). Salah satu topik yang masih asing didengar dan jarang
dikaji oleh peminat kajian al-Qur’an, khususnya qira’at ialah jam‘ al-qira>’a>t.

Jam‘ al-qira>’a>t merupakan suatu istilah yang diartikan sebagai ungkapan


tentang cara membaca al-Qur’an beserta ragam bacaanya secara berulang-ulang
dengan tujuan untuk memenuhi semua wajah atau riwayat qira’at dalam satu sesi
bacaan. Maksud satu bacaan di sini bisa berarti mengulang-ulang lafal yang
mengandung ikhtila>f baina al-qurra>’, atau mengulang-ulang dalam tempat waqaf
atau berdasarkan ayat per-ayat. Jam‘ al-qira>’a>t merupakan sebuah sistem
pembelajaran qira’at yang mana pada awalnya “ia” hanya diestafetkan melalui
daya ingatan atau pengalaman para pembawa sanad keilmuan ini. Akan tetapi,
ketika mesin percetakan telah menjamur di seantero dunia, kajian tentang jam‘
al-qira>’a>t mulai dibukukan. Salah satu tokoh pencetus dari penulisan jam‘ al-
qira>’a>t ialah Kiai Arwani Kudus dengan karyanya yang berjudul “Faid} al-Baraka>t
fi> Sab‘ al-Qira>’a>t”. Mengenai hal ini, penulis menemukan banyak di antara
peneliti sebelumnya yang telah mengkaji kitab tersebut. Oleh karena itu, penulis
mencari celah dari segi lain yang belum disinggung atau dibahas. Dalam hal ini,
penulis memilih kitab”Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t” karya Ahsin Sakho
Muhammad dan Romlah Widayati sebagai kajian perbandingan dengan kitab
“Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t”.

Berangkat dari kenyataan tersebut, penulis merasa tergugah untuk


menjelaskan seputar jam‘ al-qira>’a>t dalam tulisan ini, tepatnya pada qira’at
sab‘ah. Selain itu, penjelasan mengenai kedua kitab yang disinggung sebelumnya
merupakan inti permasalahan yang ingin dibicarakan. Oleh karena itu, penjelasan
mengenai bagaimana karakteristik masing-masing kitab, isi maupun metodologi
kedua kitab tersebut akan dirangkum dalam studi komparatif kitab.

Dengan menggunakan pendekatan historis dan metode deskrtiptif-


analisis-komparatif dapat dihasilkan kesimpulan sebagai berikut: masing-masing
kitab memiliki karakteristik tersendiri satu sama lain, sehingga isi maupun
metodologi kitab diketahui mempunyai beberapa persamaan dan perbedaan.
Secara garis besar, persamaannya ialah penggunakan metode al-jam‘ bi al-a>yah
dan penggunaan bahasa Arab sebagai alat penyampai dalam tulisan. Sedang garis
besar perbedaannya ialah istilah-istilah yang digunakan, sistematika kitab,
penjelasan jam‘ al-qira>’a>t-nya dan t}ari>qah al-jam‘-nya.

xvi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................... i


SURAT PERNYATAAN .............................................................................. ii
NOTA DINAS ................................................................................................ iii
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iv
HALAMAN MOTTO ................................................................................... v
HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... vi
PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN ........................................ vii
KATA PENGANTAR ................................................................................... xi
ABSTRAK ..................................................................................................... xvi
DAFTAR ISI ................................................................................................. xvii
DAFTAR TABEL ......................................................................................... xx

BAB I : PENDAHULUAN ............................................................................ 1


A. Latar Belakang ................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 7
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian .................................................... 8
D. Tinjauan Pustaka ............................................................................ 9
E. Kerangka Teori ............................................................................... 14
F. Metode Penelitian ........................................................................... 16
G. Sistematika Penelitian .................................................................... 20

BAB II : KAIDAH QIRA’AT SAB‘AH MENURUT T{ARI>Q H{IRZ AL-


AMA<NI< DAN SEPUTAR JAM‘ AL-QIRA>’A>T .......................... 22
A. Istilah-istilah dalam Ilmu Qira‟at ................................................... 22
1. Istilah-istilah dalam pra-praktik membaca qira>’a>t .................. 23
2. Istilah-istilah dalam praktik membaca qira>’a>t ......................... 27
B. Kaidah Qira‟at Sab‘ah menurut T{ari>q H{irz al-Ama>ni> ................... 35
1. Kaidah Umum (us}u>liyyah) ...................................................... 37

xvii
2. Kaidah Khusus (Farsy al-H{uru>f) ............................................. 69
C. Seputar Jam‘ al-Qira>’a>t ................................................................. 82
1. Definisi .................................................................................... 82
2. Sejarah dan Perkembangan ...................................................... 85
a) Qira‟at Pada Masa Nabi SAW ........................................... 87
b) Qira‟at Pada Masa Sahabat ................................................ 90
c) Masa Penghimpunan Qira‟at (Jam‘ al-Qira>’a>t) ................. 94
d) Konsep Baru dalam Membaca Al-Qur‟an ......................... 104
3. Variasi Isi dan Model Pembelajaran Jam‘ al-Qira>’a>t .............. 119
4. Pro dan Kontra tentang Jam‘ al-Qira>’a>t .................................. 122
5. Konsep Jam‘ al-Qira>’a>t ........................................................... 132

BAB III : PERKEMBANGAN INTELEKTUALITAS M. ARWANI


AMIN, AHSIN SAKHO MUHAMMAD DAN ROMLAH
WIDAYATI SERTA KAJIAN KITABNYA ........................... 167
A. Historisitas Keilmuan M. Arwani Amin dan Kajian Kitab Faid} al-
Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t ............................................................... 167
1. Biografi M. Arwani Amin ....................................................... 167
a) Masa Menuntut Ilmu dan Belajar Qira’at Sab‘ah ............. 168
b) Kontribusi dan Tutup Usia ................................................ 173
2. Tinjauan Umum Kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t ...... 177
a) Latar Belakang Penyusunan Kitab .................................... 177
b) Masa Penulisan .................................................................. 180
c) Sumber Rujukan ................................................................ 183
d) Isi dan Sistematika Kitab ................................................... 184
e) Karakteristik ...................................................................... 190
f) Komentar Terhadap Kiai Arwani dan Kitab Faid al-
Baraka>t .............................................................................. 192
3. Jam‘ al-Qira>’a>t al-Sab‘ dalam kitab Faid} al-Baraka>t .............. 193

xviii
B. Historisitas Keilmuan Ahsin Sakho Muhammad dan Romlah
Widayati serta Kajian Kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t ... 199
1. Biografi Ahsin Sakho Muhammad dan Romlah Widayati ..... 199
a) Ahsin Sakho Muhammad .................................................. 199
b) Romlah Widayati .............................................................. 205
2. Tinjauan Umum Kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t ..... 209
a) Latar Belakang Penyusunan Kitab .................................... 209
b) Masa Penulisan .................................................................. 210
c) Sumber Rujukan ................................................................ 212
d) Isi dan Sistematika Kitab ................................................... 214
e) Karakteristik ...................................................................... 216
f) Komentar Terhadap Kedua Tokoh dan Kitab Manba‘ al-
Baraka>t .............................................................................. 219
3. Jam‘ al-Qira>’a>t al-Sab‘ dalam kitab Manba‘ al-Baraka>t ........ 221

BAB IV: JAM‘ AL-QIRA>’A>T AL-SAB‘ DALAM PERSPEKTIF


KOMPARATIF KITAB FAID{ AL-BARAKA<T DAN MANBA‘
AL-BARAKA<T ........................................................................... 228
A. Analisis Kajian ............................................................................... 228
a) Persamaan ................................................................................. 232
b) Perbedaan .................................................................................. 242
B. Keunggulan dan Kekurangan Kitab Faid} al-Baraka>t dan Manba‘
al-Baraka>t untuk Mengetahui Nilai Keefektifitasan Keduanya .... 274
C. Sintesis Metode Jam‘ al-Qira>’a>t al-Sab‘ Kitab Faid} al-Baraka>t
dan Manba‘ al-Baraka>t ................................................................... 278

BAB V : PENUTUP ...................................................................................... 281


A. Kesimpulan ......................................................................................... 281
B. Saran ................................................................................................... 287

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 289


BIODATA PENULIS .................................................................................... 295

xix
DAFTAR TABEL

1. Istilah-istilah dalam pra-praktik membaca qira‟at .................................. 23


2. Istilah-istilah dalam praktik membaca qira‟at .......................................... 27
3. Biografi singkat Imam qira‟at tujuh ......................................................... 35
4. Rumus dalam al-Manz}u>mah al-Sya>t}biyyah ............................................. 36
5. Kaidah umum (al-Qa>‘idah al-Us}ul> iyyah) qira’at sab’ah ......................... 40
6. Fasy al-H{uru>f surat al-Fatihah dan al-Baqarah: 1-141 ............................ 71
7. Tokoh-tokoh qira’at masa tabi’in ............................................................ 95
8. Istilah-istilah, simbol maupun kode yang digunakan dalam kitab Faid}
al-Baraka>t ................................................................................................. 197
9. Perbedaan cetakan pertama dan kedua kitab Manba‘ al-Baraka>t ........... 211
10. Istilah-istilah, simbol maupun kode yang digunakan dalam kitab
Manba‘ al-Baraka>t ................................................................................... 227
11. Perbedaan istilah-istilah, simbol maupun kode yang digunakan dalam
kitab Faid} al-Baraka>t dan Manba‘ al-Baraka>t ......................................... 243
12. Perbedaan jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘ kitab Faid} al-Baraka>t dan Manba‘ al-
Baraka>t ..................................................................................................... 267
13. Perbedaan sumber rujukan Faid} al-Baraka>t dan Manba‘ al-Baraka>t ....... 271
14. Kelebihan dan Kekurangan kitab Faid} al-Baraka>t dan Manba‘ al-
Baraka>t ..................................................................................................... 275

xx
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Diskursus tentang ilmu qira’at1 dalam banyak hal menyisakan

sejumlah misteri dan pertanyaan. Salah satunya ialah pembahasan

mengenai ifra>d al-qira>’a>t dan jam‘ al-qira>’a>t, yang mana tema ini tidak

ditemukan dalam karya-karya Imam qira’at. Menurut Abu> al-Qa>sim al-

S{afra>wi> sebagaimana yang diisyaratkan dalam kitab I‘la>n-nya bahwa

tidak ada ulama yang memperpanjang pembahasan tentang tema ini.

Tema ini merupakan bab yang faidahnya sangat besar, manfaatnya

banyak dan sesuatu yang penting dalam diskursus ilmu qira’at. Bahkan,

tema ini merupakan buah atau sintesa dari pembahasan-pembahasan awal

dalam ilmu qira’at yang terdiri dari us}u>l, pengantar maupun fasal-fasal.2

Dalam tulisan ini yang menjadi konsentrasi kajian ialah pembahasan

tentang jam‘ al-qira>’a>t.

Isu-isu polemik tentang jam‘ al-qira>’a>t masih menyisakan

kontroversi sekalipun itu sudah banyak dikupas oleh ulama-ulama

sebelumnya. Akan tetapi, dalam hal ini penulis merasa bahwa tema
1
Menurut Ibnu al-Jazari, ilmu qira’at adalah ilmu yang mempelajari tata cara
pengucapan redaksi al-Qur’an dan perbedaannya dengan menyandarkan bacaan tersebut kepada
perawinya. Lihat Abu> al-Khair Syamsuddin Muhammad bin Muhammad bin Yusuf al-Jazari>,
Munjid al-Muqri’i>n wa Mursyid al-T{a>libi>n (Beirut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1999), hlm. 9.
2
Selengkapnya lihat Ibnu al-Jazari>, Al-Nasyr fi> al-Qira>’a>t al-‘Asyr (Beirut: Da>r al-Kutub
al-‘Ilmiyyah, 1338 H), vol. II. hlm. 194.

1
2

tentang jam‘ al-qira>’a>t perlu untuk dimunculkan kembali di kalangan

peminat kajian al-Qur’an guna memperjelas kedudukan maupun

eksistensinya di antara mozaik-mozaik ilmu-ilmu keislaman yang lain.

Alasan penulis tertarik mengkaji tentang ilmu qira’at, tepatnya

tentang jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘ ialah dikarenakan masih minimnya minat

pelajar jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir yang mencurahkan

pemikirannya terhadap kajian keilmuan ini. Padahal ilmu qira’at

merupakan salah satu ilmu dasar dari al-Qur’an (us}u>l), dan jam‘ al-qira>’a>t

merupakan sekumpulan ragam qira’at yang melingkupi al-Qur’an. Kedua

tema tadi adalah salah satu alat untuk memahami atau menafsirkan al-

Qur’an, sehingga keberadaannya juga tidak bisa dipandang sebelah.

Terlebih, bagi penulis jam‘ al-qira>’a>t merupakan puncak dari belajar ilmu

qira’at karena tema ini merupakan bagian pembahasan yang tidak dapat

dipisahkan antara kajian, teori (qira’at‘ilmi>) dan praktik (qira’at‘amali>).

Berdasarkan pengamatan penulis, ada beberapa faktor yang

melatarbelakangi ilmu ini (qira’at ‘ilmi> dan ‘amali>) tidak begitu populer

atau kurang diminati oleh kalangan pemerhati ilmu al-Qur’an, di

antaranya: (1) adanya prosedur yang ketat untuk bisa mengakses ilmu

qira’at; 3 (2) ilmu qira’at secara konseptual sering kali dianggap sebagai

3
Dalam penelitiannya Urwah disebutkan bahwa di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an
Kudus, seorang santri yang ingin mengikuti progam pembelajaran qira’at sab‘ah harus bersedia
melakukan persyaratan sebagai berikut: (1) Khatam al-Qur’an 30 juz kepada KH. Muhammad
Ulil Albab serta mengikuti seleksi wisuda 30 juz, (2) Dapat membaca kitab kuning, (3) Setoran
(talaqqi>) qira’at sab‘ah dilakukan secara bi al-ghaib (hafalan). Lihat Urwah, ‚Metodologi
Pengajaran Qira’at Sab’ah: Studi Observasi di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an dan Dar al-
Qur’an‛, Suhuf: Jurnal Kajian al-Qur’an dan Kebudayaan, vol. 5. No. 2, 2012. hlm. 152.
3

suatu yang sudah final, yang tidak bisa lagi dikembangkan lebih lanjut

sebagaimana kebanyakan ilmu yang menjadi rumpun ‘Ulu>m Al-Qur’a>n;4

(3) dikarenakan pembahasan ilmu ini begitu pelik untuk dipelajari

sehingga menuntut kejelian dan kesabaran dari pelajar, dan (4) dominasi

qira’ah H{afs} dari Imam ‘As}im di dunia Islam telah menggeser eksistensi

qira’at lain, sehingga akses pengetahuan terhadap qira’at lain -yang

mempunyai kedudukan sama dengan qira>’ah H{afs}- menjadi terbatas dan

sulit ditemukan keberadaannya.5

Selain itu, penulis menemukan realita yang cukup mengejutkan

yaitu jam‘ al-qira>’a>t pada mulanya hanya diestafetkan melalui daya

ingatan atau pengalaman para pembawa sanad al-Qur’an (oral) kemudian

bergeser pada transkripsi bahasa dalam bentuk tulisan (literal dan oral).

Mengenai hal ini, kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t karya Kiai

Arwani Kudus dan kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t karya Ahsin

Sakho Muhammad dan Romlah Widayati merupakan representasi dari

wujud jam‘ al-qira>’a>t, tepatnya jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘.

Ada beberapa alasan mengenai pemilihan kedua objek tersebut

dalam penelitian ini, di antaranya: (1) kedua kitab tersebut ditulis oleh

ulama’ Indonseia yang memiliki otoritas dalam bidang ilmu qira’at, di

samping itu kedua mu’allif kitab tersebut hidup dalam kurun waktu yang
4
Pendapat seperti ini muncul, karena ilmu qira’at diposisikan sebagai disiplin ilmu yang
bersifat tauqi>fi> (taken for granted) dan hanya disandarkan pada sistem sanad (intellectual chains).
Lihat Wawan Djunaedi, Sejarah Qira’at al-Qur’an di Nusantara , hlm. xx.
5
Selengkapnya dapat dibaca di blog penulis
[Link] diakses pada tanggal 15
Mei 2017.
4

berbeda;6 (2) sejauh penelusuran penulis, dalam konteks Nusantara hanya

kedua kitab tersebut yang mengkaji tentang jam‘ al-qira>’a>t, yakni jam‘ al-

qira>’a>t al-sab‘, terlebih kedua kitab tersebut ditulis dalam bahasa Arab,

(3) adanya perbedaan-perbedaan yang penulis temukan dari kedua kitab

tersebut, padahal keduanya sama-sama disusun berdasarkan mengikuti

t}ari>q sya>t}ibiyyah, yakni merujuk pada kitab ‚H{irz al-Ama>ni> wa Wajhu al-

Taha>ni>‛ karya Imam al-Sya>t}ibi>. Perbedaan-perbedaan tersebut tidak

hanya sebatas pada karakteristik kitab akan tetapi juga dalam hal isi,

metode, sampai istilah-istilah keterangan yang digunakan.

Sebagaimana contoh berikut yaitu dalam kitab Faid} al-Baraka>t,

setiap akan melakukan pergantian atau pemindahan dari satu surat ke

surat selanjutnya maka akan disisipkan penjelasan ikhtila>f al-qira>’a>t

(perbedaan qira’at) dari semua qurra>’ (qira’at Imam tujuh) yang kemudian

diformulasikan ke dalam bentuk jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘ baina al-su>ratain. 7

Hal ini berbeda dengan apa yang ada di kitab Manba‘ al-Baraka>t yang

tidak mencantumkan jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘ baina al-su>ratain.

6
Pengarang kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t yakni M. Arwani Amin hidup pada
tahun 1905-1994, sedangkan penulis kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t, yaitu Ahsin Sakho
Muhammad (1956-sekarang) dan Romlah Widayati (1962-sekarang), yang mana keduanya
sampai sekarang ini masih hidup dan aktif dalam menulis karya-karya ilmiah, terlebih masih
tahap meneruskan proyek kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t-nya tersebut hingga 30 juz.
7
Contoh jam‘ al-qira>’a>t baina al-su>ratain (Al-Fatih}ah dan Al-Baqarah): dimulai dari
Qa>lu>n yakni membaca tiga wajah sukun (masuk juga dalam hal ini 3 wajah dari Warsy, al-Sya>mi>
dan al-Du>ri), lanjut membaca was}l dan sakt tanpa basmalah dari 3 imam tadi, lanjut Qa>lu>n
dengan 3 wajahi s}ilah (masuk juga dalam hal ini: 3 wajah Ibnu Kas|i>r), lanjut ke bacaan was}l-nya
Khalla>d, kemudian was}l-nya Khalaf, lanjut bacaan imam ‘As}im 3 wajah (masuk dalam hal ini: 3
wajah ‘Ali>) dan kemudian terakhir ialah bacaan 5 wajah dari imam al-Su>si>. Lihat Muhammad
Arwani bin Muhammad Amin al-Qudsi, Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t (Kudus: Muba>rakah
T{ayyibatah, 2014), vol. 1,. hlm. 9.
5

Contoh perbedaan lainnya ialah perbedaan penjelasan dalam

menentukan waqaf dan wasal: pada dasarnya penulisan langkah-langkah

jam‘ al-qira>’a>t (t}ariqah al-jam‘) dari kedua kitab tersebut tersusun

berdasarkan ru’u>s al-a>yah (akhir ayat). Akan tetapi, dalam beberapa

tempat di kitab Faid} al-Baraka>t dijelaskan perbedaan bacaan oleh imam

tertentu, yang apabila dibaca waqaf pada lafal tersebut (bukan akhir ayat)

akan nampak ikhtila>f al-qira>’a>t-nya8. Sedangkan dalam kitab Manba‘ al-

Baraka>t, hal yang seperti demikian sama sekali tidak mempengaruhi

posisi urutan qira’at Imam dalam t}ari>qah al-jam‘ karena dalam

muqaddimah kitab tersebut telah dijelaskan dengan tegas bahwa metode

penulisan yang digunakan ialah berdasarkan tarti>b mus}h}af secara ayat

per-ayat9 sehinggga urutan qira’at yang dibaca dalam t}ari>qah al-jam‘

didasarkan pada waqaf ujung ayat bukan waqaf di tengah ayat. Meskipun

demikian, kitab Manba‘u al-Baraka>t tetap menjelaskan keterangan ragam

qira’at pada lafal yang dibaca waqaf bukan pada ujung ayat.

Perbedaan-perbedaan di atas menarik untuk diungkap faktor-faktor

apa saja yang melatarbelakanginya. Sebab, berdasarkan historisitas

pengajaran qira’at sab’ah10 di Indonesia, kitab Faid} al-Baraka>t telah

8
Dalam surat al-Baqarah ayat 7, ru’u>s al-ayah-nya ayat ini adalah lafal ٌ‫ َع ِظيْم‬. Akan tetapi
dalam kitab Faid} al-Baraka>t ditampilkan ikhtilaf al-qira>’a>t-nya lafal ٌ‫ ِغشَا َوة‬yakni qira’at Imam ‘Ali>
al-Kisa>’i> dengan membaca ima>lah al-ha’-nya ha’ lafal ٌ‫ ِغشَا َوة‬ketika waqaf. Lihat Muhammad
Arwani bin Muhammad Amin al-Qudsi, Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t,. . . vol. 1,. hlm. 11.
9
Lihat Ahsin Sakho Muhammad dan Romlah Widayati, Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘
Qira>’a>t (Jakarta: IIQ Press, 2015), vol. 1,. hlm. 1.
10
Istilah qira’at sab‘ah merupakan kata serapan dari bahasa Arab yaitu qira>’a>t sab‘ah,
yang mana dalam terminologi Arab lebih sering disebutkan dengan menggunakan istilah al-
qira>’a>t al-sab’, al-qira>’a>t al-sab’iyyah, atau sab’ al-qira>’a>t, demikianlah susunan yang benar
6

mengambil peran sentral dalam perkembangan tradisi keilmuan ini, yang

mana si muallif kitab yakni Kiai Arwani, merupakan satu-satunya murid

Kiai Munawwir Yogyakarta -seorang ulama’ yang tercatat secara de yure

sebagai pembawa sanad qira’at sab’ah yang muttas}il sampai Nabi SAW

untuk pertama kali sejak masa kedatangan Islam di bumi Nusantara-11

yang bisa khatam qira’at sab’ah secara bil gaib. Sehingga pada saat itu,

Kiai Arwani menjadi kiblat bagi ulama pada masanya dalam masalah al-

Qur’an dan terlebih dalam qira’at sab’ah.

Sedangkan kitab Manba‘ al-Baraka>t fi Sab‘ Qira>’a>t, baru hadir

dalam konteks dewasa ini dengan mengusung tema yang sama dengan

kitab Faid} al-Baraka>t yakni berisi tentang jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘. Terlebih

lagi, penggunaan judul yang hampir sama dengan kitab pendahulunya

yakni Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t mengindikasikan ada hubungan

erat antara kedua objek yang dikaji ini.

Dari beberapa alasan di atas, penulis merasa tergugah untuk

melakukan penelitian lebih dalam lagi mengenai isi dan metode dari

kedua kitab tersebut yang nantinya akan dirangkum dalam analisis

komparatif. Begitu juga, perlu adanya eksplorasisasi pengetahuan tentang

menurut tata bahasa Arab. Adapun redaksi yang berbunyi qira>’a>t sab’ah atau qira>’a>t al-sab’ah –
sebagaimana yang tercantum di atas— tidak bisa dikategorikan sebagai istilah yang tepat jika
dilihat dari perspektif tata bahasa Arab, kecuali dengan men-taqdi>r lafal yang mah}z|u>f
(dihilangkan) di antara kedua kata tersebut. Apabila lafal yang mah}z|u>f tersebut dimunculkan,
maka akan berbunyi qira>’a>t al-qurra>’ al-sab’ah atau qira>’a>t qurra>’ sab’ah. Berdasarkan reasoning
seperti inilah istilah qira>’a>t sab’ah bisa dibenarkan dari sudut pandang gramatika Arab. Diambil
dari keterangan footnote Wawan Djunaedi, Sejarah Qira’at al-Qur’an di Nusantara (Jakarta:
Pustaka STAINU, 2010), hlm. 8-9. Dan istilah inilah (qira’at sab‘ah) yang dipergunakan dalam
tulisan ini untuk menyebut konsep tentang qira’at tujuh.
11
Asumsi demikian didasarkan pada arsip sanad qira’at sab‘ah yang ditemukan.
7

jam‘ al-qira>’a>t guna menjadi wawasan yang segar dalam diskursus ilmu

qira’at di Indonesia. Sehingga signifikansi dari penelitian ini nantinya

terletak pada perbedaan materi berupa penjelasan jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘

serta sejauh mana keefektifitasan kedua kitab ini dalam perannya menjadi

buku panduan belajar qira’at sab‘ah di Indonesia.

Namun sebelum itu, penulis perlu membatasi studi perbandingan

jam‘ al-qira>’a>t-nya sampai akhir juz satu atau QS. Al-Baqarah ayat 141,

dikarenakan agar pembahasan tidak lari lebih jauh, mendalam dan meluas.

Selain itu, pertimbangan pemilihan satu juz awal dirasa sudah dapat

mewakili sebagian besar isi maupun metode jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘ dari

dua kitab tersebut; karena secara aplikatif, metode jam‘ al-qira>’at selalu

berulang cara kerjanya pada setiap ayat. Kesimpulan ini berdasarkan

pengalaman penulis ketika belajar qira’at sab‘ah yakni dengan

mempelajari satu juz tentang ragam qira’at tujuh sudah cukup menjadikan

pelajar tahu dan paham dari metode jam‘ al-qira>’a>t yang diterapkan.

Untuk selebihnya, alasan mengenai pembatasan sampai satu juz akan

dibahas pada Bab IV tentang analisis komparatif.

B. Rumusan Masalah

Berangkat dari berbagai latar belakang masalah di atas, maka

penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Apa itu jam‘ al-qira>’a>t dan bagaimana pandangan kedua muallif

kitab yang dikaji mengenai jam‘ al-qira>’a>t ?


8

2. Bagaimana isi atau metodologi penulisan jam‘ al-qira>’a>t yang

diterapkan dalam kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t dan kitab

Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t ?

3. Apa persamaan dan perbedaan antara kitab Faid} al-Baraka>t dengan

kitab Manba‘ al-Baraka>t dan apa keunggulan dan kekurangannya ?

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Dengan membaca latar belakang penelitian ini serta rumusan

masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

1. Menjelaskan tentang jam‘ al-qira>’a>t menurut kedua muallif kitab

yang dikaji yakni kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t dan kitab

Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t

2. Mengetahui atau mengidentifikasi isi maupun metodologi penulisan

jam‘ al-qira>’a>t dalam kitab Faid} al-Baraka>t dan Manba‘ al-Baraka>t.

3. Mendeskripsikan perbedaan dan persamaan antara kitab Faid} al-

Baraka>t dengan Manba‘ al-Baraka>t serta mengungkap faktor-faktor

yang melatarbelakangi munculnya perbedaan tersebut sekaligus

menjelaskan keunggulan dan kekurangannya.

Adapun kegunaan dari penelitian ini ialah untuk memberikan

kontribusi pemikiran dan khazanah ilmu keislaman serta memperkaya

kepustakaan mengenai kajian ‘Ulu>m Al-Qur’a>n pada umumnya, dan ilmu

qira’at secara khususnya. Selain itu, diharapakan dalam penitian ini dapat

menambah atau bahkan membuka wawasan mengenai jam‘ al-qira>’a>t dan


9

diharapkan dapat membantu pembaca dalam memilih dari kedua kitab

tersebut mana yang lebih mudah untuk dijadikan sebagai pegangan dalam

belajar qira’at sab‘ah. Terlebih lagi, harapan utama penulis melalui tulisan

ini ialah dapat menjadi motivasi bagi pelajar terkhusus bagi pengkaji al-

Qur’an untuk mempunyai atensi dan animo dalam belajar qira’at sab’ah,

baik yang berupa ‘ilmi (teori) ataupun ‘amali (aplikasi) sehingga jumlah

volunter program konservasi keragaman qira’at semakin banyak dan

eksistensi ilmu qira’at tidak lagi teralineasi dari mozaik ilmu-ilmu

keislaman yang lain.

D. Tinjauan Pustaka

Sesungguhnya tulisan tentang kajian qira’at sudah cukup banyak,

terutama di kalangan pegiat kajian ‘Ulu>m Al-Qur’a>n atau di lembaga-

lembaga pendidikan dan perguruan tinggi yang banyak berkaitan dengan

kajian al-Qur’an. Namun, kajian-kajian tersebut lebih banyak menyoroti

persoalan penafsiran kalimat sab‘ah ahruf, sejarah dan perkembangannya,

dampak perbedaan qira’at dalam penetapan hukum, atau tulisan-tulisan

normatif yang membahas tentang definisi maupun hikmah di balik

beragamnya qira’at al-Qur’an, yang mana masing-masing dari tulisan

tersebut menyerukan problem penelitian yang saling berbeda.

Oleh karena itu, di bagian ini penulis akan memaparkan beberapa

karya tulis yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya, yang secara umum
10

ada keterkaitan erat dengan penelitian yang penulis lakukan. Dalam hal

ini penulis mengkategorisasikannya menjadi dua bagian:

1. Penelitian ilmiah seputar kajian qira’at secara umum

Pertama, buku yang berjudul Sejarah Qira’at al-Qur’an di

Nusantara penulis Wawan Djunaedi. Buku yang mulanya tesis ini

berisi tentang sejarah qira’at secara umum, yang kemudian menjadi

mengerucut kepada sejarah dominasinya qira’at ‘A<si} m riwayat H{afs}

di antara beragam mazhab qira’at al-Qur’an yang ada di Dunia.

Namun yang ingin disampaikan oleh penulis buku ini ialah

mengungkap sejarah masuk dan berkembangnya qira’at ‘A<si} m

riwayat H{afs di Nusantara baik secara de facto maupun de yure.

Kedua, skripsi yang berjudul Kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-

Qira>’a>t tahun 2003. Skripsi yang ditulis oleh saudara Ahmad Zaki Ali

ini berisi tentang studi kitab qira’at sab’ah karya Kiai Arwani Kudus

yang berjudul Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t.12 Dalam

penelitiannya tersebut, penulis hendak mengungkap peranan Kiai

Arwani terhadap pengembangan qira’at sab’ah di Indonesia melalui

kajian kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t.

Ketiga, tesis dengan judul Kitab Faidh al-Barakat fi Sab‘ al-

Qira’at Kiai Arwani Kudus yang ditulis oleh Riqza Ahmad. Tulisan

12
Bisa dilihat Ahmad Zaki Ali, ‚Kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t‛, Skripsi
Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2003.
11

ini mengupas secara detail metodologi kitab Faid} al-Baraka>t serta

memaparkan bagaimana t}ari>qah al-jam‘ dalam kitab tersebut.13

Keempat, penelitian studi observasi yang dilakukan oleh

Zainora binti Daud dan Mustaffa Abdullah yang berasal dari

Malaysia tentang Keberkesanan Kurikulum Qira’at di Kalangan

Pelajar Darul Quran: Satu Tinjauan Awal. Penelitian yang bersifat

kuantitatif-deskriptif ini bertujuan untuk meninjau sejauh mana

kurikulum qira’at yang bersifat ‘ilmi ataupun ‘amali yang diterapkan

oleh Darul Quran (Kuala Kubu Bharu, Malaysia) terhadap pelajar

semester 6 dapat memahirkan seorang pelajar dalam belajar qira’at

sab’ah. 14

Satu lagi yaitu sebuah penelitian studi observasi yang

dilakukan oleh Binti Alfiah yang berjudul Implementasi

Pembelajaran Qira>’at al-Sab‘ah di Dalam Membaca al-Qur’an di

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan Patihan Wetan

Babadan Ponorogo. Penelitian ini hanya berisi tentang sejarah dan

perkembangan pembelajaran qira’at sab’ah di PPTQ Al-Hasan, baik

dari awal mula pembelajaran ini diperkenalkan, metode pembelajaran

Selengkapnya baca Riqza Ahmad, ‚Kitab Faidh al-Barakat fi Sab’ al-Qira>’a>t Kiai
13

Arwani Kudus‛ , Tesis Konsertasi Ulum al-Qur’an dan Ulum al-Hadis Studi Ilmu Agama Islam,
Program Pascasarjana Magister (S2), IIQ Jakarta, 2015.
14
Untuk lebih jelas lihat Zainora binti Daud dan Mustaffa Abdullah, ‚Keberkesanan
Kurikulum Qiraat di Kalangan Pelajar Darul Qur’an: Satu Tinjauan Awal‛, E-Journal of Arabic
Studies and Islamic Civilitazion (E-ISSN: 2289-6759).
12

yang dipakai sampai hal-hal yang menghambat dan mendukung

dalam pembelajaran qira’at sab’ah di PPTQ Al-Hasan Ponorogo. 15

2. Studi Perbandingan (Komparatif)

Sejauh penelusuran yang penulis lakukan, pembahasan

mengenai studi komparatif tentang ilmu qira’at sendiri masih

terbilang minim –dibanding dengan penelitian yang lain- di kalangan

peneliti terkhusus pengkaji al-Qur’an. Hal ini dikarenakan dalam

melakukan studi komparatif, penulis membutuhkan bahan yang

berlipat dari biasanya karena secara otomatis penelitian ini seperti

halnya melakukan penelitian dua kali, sehingga wajar apabila kajian

komparatif dinilai banyak menguras waktu dan tenaga pikiran.

Di samping itu, pencarian mengenai karya tulis ilmiah tentang

studi komparatif yang berkaitan dengan diskursus ‘Ulum Al-Qur’a>n

sering kali memunculkan kajian tentang perbandingan antar kitab

tafsir maupun pemikiran tokoh, sedangkan untuk studi komparatif

yang berkaitan ilmu qira’at masih sedikit dan susah untuk ditemukan.

Dalam hal ini, penulis hanya menemukan satu penelitian studi

komparatif tentang ilmu qira’at yang menurut penulis memiliki

keterkaitan erat dengan penelitian ini yaitu Metodologi Pengajaran

Qira’at Sab’ah: Studi Observasi di Pondok Pesantren Yanbu’ul

Qur’an dan Dar al-Qur’an, yakni sebuah studi observasi yang

15
Lebih jelasnya lihat dalam Binti Alfiah, ‚Implementasi Pembelajaran Qira>’at Al-
Sab‘ah di Dalam Membaca al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan Patihan
Wetan Babadan Ponorogo‛, Skripsi Jurusan Tarbiyah STAIN Ponorogo, 2015.
13

dilakukan oleh Urwah yang dilakukan antara sekitar tahun 2011-2012

yang berisi pengenalan sistem pengajaran qira’at sab’ah yang ada di

Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus yang diasuh oleh KH. M.

Ulinnuha Arwani dan KH. M. Ulil Albab Arwani dan Ponpes Dar al-

Qur’an Cirebon dibawah pimpinan Ahsin Sakho Muhammad.

Penelitian ini mengungkapkan syarat-syarat untuk bisa mengikuti

pembelajaran qira’at sab’ah di dua lembaga yang diobservasi, sumber

rujukan yang digunakan dalam pengajaran hingga bagaimana sistem

aplikasinya. Kajian fokus penelitian ini ialah analisis sistem

pembelajaran qira’at sab’ah yang mengacu pada teori al-Zarkasyi (w.

794 H) tentang sistem talaqqi> dan musya>fahah. Dan hasil yang

didapat dari penelitian ini ialah kedua lembaga pendidikan tersebut

sama-sama telah mewakili dari dua unsur tersebut (talaqqi> dan

musya>fahah), meskipun masing-masing lembaga tersebut memiliki

perbedaan dan persamaan serta keunggulan dan kelemahan dalam

penerapan sistem pembelajaran qira’at sab’ah.

Jadi, melihat hasil penelusuran riset yang telah penulis lakukan

di atas menunjukkan bahwa penelitian yang penulis lakukan ini baru

dan belum pernah ada yang membahasanya. Memang sebagian objek

material yang dikaji dalam penelitian ini sudah ada yang membahas

sebelumnya yakni skripsi yang berjudul Kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘

al-Qira>’a>t ditulis oleh Ahmad Zaki Ali atau tesis yang ditulis oleh

Riqza Ahmad dengan judul Kitab Faidh al-Barakat fi Sab’ al-Qira>’a>t


14

Kyai Arwani Kudus, akan tetapi dalam penelitian tersebut fokus

kajiannya hanya pada satu objek material saja. Sedangkan dalam

penelitian ini objek material yang dikaji berupa dua kitab qira’at

yakni kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t dan kitab Manba‘ al-

Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t, yang mana kedua kitab tersebut berisi

penjelasan tentang jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘.

Adapun dari segi objek formalnya yakni analisis komparatif

tentang metode jam‘ al-qira>’a>t dari kedua kitab yang dikaji juga

belum pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Sehingga celah

inilah yang menjadi objek dalam penelitian penulis yakni sebagai

tindak lanjut dan pengembangan dari penelitian sebelumnya.

E. Kerangka Teori

Salah satu model penelitian al-Qur’an atau Tafsir adalah penelitian

komparatif atau perbandingan. Secara bahasa, komparatif berarti

membandingkan ‘sesuatu’ yang memiliki fitur yang sama. Secara teoritik,

penelitian komparatif dapat dilakukan dalam berbagai aspek, diantaranya:

perbandingan antar tokoh, perbandingan antar pemikiran atau mazhab,

perbandingan antar waktu, perbandingan antar kawasan, dan lain-lain.16

Secara teknis, ada dua cara yang bisa dilakukan dalam riset

perbandingan. Pertama, separated comparative method, yaitu model

perbandingan yang cenderung berpisah, yakni sebuah model penelitian

16
Abdul Mustaqim, Metode Penelitian al-Qur’an dan Tafsir (Yogyakarta: Ides Press,
2014), hlm. 132-133.
15

yang cenderung hanya menyandingkan antar objek yang diteliti bukan

membandingkan. Kedua, integrated comparative method, yaitu sebuah

cara membandingkan yang lebih bersifat menyatu dan teranyam, yakni

dalam model ini seorang peneliti berusaha mencari artikulasi tertentu

yang dapat mewadai kedua konsep objek atau tokoh yang dikaji, sehingga

dalam uraian dan analisisnya tampak lebih dialektik dan komunikatif.17

Dalam tulisan ini, nantinya akan disuguhkan model perbandingan yang

bersifat integrated comparative method guna menampilkan sisi-sisi

perbedaan dan persamaan dari kedua objek yang dikaji sekaligus

mensinergikan keduanya. Sehingga dari langkah-langkah tersebut akan

diketahui benang merah dari kedua objek yang dikaji serta akan

didapatkan penemuan baru berupa metode atau konsep dalam diskursus

yang menjadi tema dalam tulisan ini, yakni jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘.

Kemudian secara metodologis, penelitian komparatif bertujuan

untuk: Pertama, mencari aspek persamaan dan perbedaan; Kedua, mencari

kelebihan dan kekurangan masing-masing objek yang diteliti; Ketiga,

mencari sintesa kreatif dari hasil analisis objek yang diteliti. Adapun

metode dari penelitian komparatif ialah menentukan tema apa yang

diteliti, mengidentifikasi aspek-aspek yang dikomparatifkan, mencari

keterkaitan dan faktor-faktor yang mempengaruhi masing-masing objek

yang diteliti, menunjukkan kekhasan dari masing-masing objek yang

diteliti, melakukan analisis mendalam dan kritis dengan disertai argumen

17
Abdul Mustaqim, Metode Penelitian al-Qur’an dan Tafsir, . . . hlm. 134-135.
16

data, dan membuat kesimpulan-kesimpulan yang menjawab rumusan

masalah dari sebuah penelitian.18

F. Metode Penelitian

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah kualitatif, yakni penelitian yang berasas

pada kualitas dari data-data yang telah diuraikan dan dianalisis secara

sistematis.19 Oleh karena itu, langkah kerja dari penelitian ini adalah

penelitian pustaka (library research) yaitu penelitian yang bersumber

dari data-data kepustakaan baik berupa buku, jurnal, artikel maupun

bacaan lainnya yang terkait dengan objek penelitian ini.

Di sisi lain, juga dilakukan penelitian lapangan (field research),

yakni penelitian yang dilakukan dengan melaksanakan wawancara

terhadap sampel yang telah ditentukan terkait dengan klarifikasi data

penelitian. Di antara para pakar qira’at yang menjadi objek wawancara

dalam penelitian ini ialah KH. M. Ulil Albab Arwani yakni putra dari

Kiai Arwani, muallif kitab Faid} al-Baraka>t; Dr. KH. Ahsin Sakho

Muhammad dan Dr. Romlah Widayati, selaku muallif dari kitab

Manba‘ al-Baraka>t. Selain itu, penulis juga melakukan kajian intensif

mengenai cara aplikasi kitab Faid} al-Baraka>t kepada Ust. Toha

Mahsun, pengajar di Pondok Pesantren Al-Khidmah, Damarjati

18
Abdul Mustaqim, Metode Penelitian al-Qur’an dan Tafsir,. . . hlm. 136-137.
19
Septiawan Santana, Menulis Ilmiah: Metode Peneltian Kualitatif (Jakarta: Yayasan
Obor Indonesia, 2007), hlm. 5.
17

Kaliangkrik, Magelang dan Ust. Kholiq, mantan pengajar di Pondok

Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Remaja, Kudus. Sedangkan, untuk kitab

Manba‘ al-Baraka>t penulis hanya diberi keterangan secara langsung

cara aplikasi kitab tersebut oleh mualiif-nya langsung yakni Dr. KH.

Ahsin Sakho Muhammad, dan belum sampai menggunakannya dalam

talaqqi belajar qira’at sab‘ah.

Namun, terlepas dari dua jenis penelitian tersebut pada dasarnya

penelitian ini menggunakan penelitian pustaka (library research) secara

umum. Adapun penelitian lapangan (field research) hanya sebagai data

tambahan atau penguat dari data-data yang diambil dalam penelitian

pustaka (library research).

2. Sumber data

Sebagaimana penjelasan di atas, bahwasanya jenis penelitian ini

termasuk penelitian kepustakaan karena data-data yang digunakan

bersumber dari buku, majalah, jurnal, dan sumber-sumber tertulis

lainnya. Kemudian data-data tersebut terbagi atas data primer dan data

sekunder. Data primer yang dimaksud disini adalah kitab Faid} al-

Baraka>t dan Manba‘ al-Baraka>t. Adapun dari data sekundernya,

penulis menggunakan kitab H{irz al-Ama>ni> wa Wajhu al-Taha>ni>‛ karya

Imam al-Sya>t}ibi> sebagai acuran dalam mengukur kebenaran (cross

check) kaidah qira’at yang tercantum dalam dua kitab yang dikaji,

karena kitab inilah yang menjadi rujukan utama dalam penyusunan dua

kitab yang menjadi objek material penelitian ini.


18

Data-data sumber pendukung (sekunder) lainnya, penulis merujuk

pada sumber-sumber yang membahas tentang qira’at sab’ah –terkhusus

tentang jam‘ al-qira>’a>t. Oleh karena itu, kitab yang digunakan adalah

kitab ‚Al-Nasyr fi> al-Qira>’a>t al-‘Asyr‛ karya Ibnu al-Jazari, ‚Al-

Qira>’a>t al-Qur’a>niyyah‛ karya ‘Abdu al-H{ali>m bin Muh}ammad al-Ha>di>

Qa>bh, ‚Al-Qur’a>n wa al-Qira>’a>t wa al-Ah}ruf al-Sab‘ah‛ karya ‘Abdu

al-Gafu>r Mah}mu>d Mus}t}afa Ja‘far, ‚Tashi>l ‘Ilmu al-Qira>’a>t karya

Aiman Baqolah dan sumber lainnya.

Selain itu, terkait sumber data yang didapat dari hasil wawancara

–dalam hal ini objek sasarannya ialah tokoh-tokoh qira’at di Indonesia,

termasuk muallif kitab Manba‘u al-Baraka>t dan juga pelajar yang

mengkaji kitab Faid} al-Baraka>t dan Manba‘u al-Baraka>t-, penulis

mengkategorisasikannya ke dalam sumber data sekunder karena data

yang diambil hanya sebatas klarifikasi data terhadap kajian analisis

mengenai seputar ilmu qira’at, khususnya mengenai jam‘ al-qira>’a>t al-

sab‘ dalam kitab Faid} al-Baraka>t dan Manba‘u al-Baraka>t.

3. Teknik Analisa Data

Data yang telah diperoleh (dikumpulkan) tersebut kemudian

disusun untuk dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif-

analisis. Adapun mekanisme pengolahan data tersebut dilakukan

dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Deskripsi, yaitu menjelaskan metodologi penulisan maupun isi jam‘

al-qira>’a>t al-sab‘ yang ada di masing-masing kitab yang dikaji.


19

b. Analisis, yaitu melakukan suatu analisa dengan pemaparan yang

argumentatif20 yang berdasarkan pada pendekatan sejarah yang

melatar belakangi kehidupan kedua muallif dari kitab yang dikaji.

Sehingga dapat diketahui metodologi maupun isi kitabnya,

kecenderungan dan sikap mereka ketika merumuskan atau menulis

metode jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘ pada masing-masing kitabnya.

c. Komparatif, yaitu dengan cara mengklasifikasikan antar metode

jam‘ al-qira>’a>t yang ada di kedua kitab yang dikaji, kemudian

memfokuskan kepada perbandingan keduanya untuk menentukan

persamaan dan perbedaan, faktor-faktor penyebabnya, kelebihan dan

kekurangan serta sejauh mana keefektifan penggunaan kitab

tersebut dalam ranah diskursus tentang ilmu qira’at.21

4. Pendekatan

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan historis

sebagai alat untuk mengungkap sejarah jam‘ al-qira>’a>t dalam diskursus

ilmu qira’at. Selain itu, pendekatan historis juga dipakai untuk

mengeksplorasi kehidupan dan background keilmuan Kiai Arwani,

Ahsin Sakho Muhammad, dan Romlah Widayati sehingga dengan

demikian faktor-faktor perbedaan dari kedua kitab yang dikaji dapat

ditemukan relasi dengan konteks kehidupan muallif kitabnya.

20
Anton Baker dan Achmad Charis Zubair, Metodologi Penelitian Filsafat (Yogyakarta:
Kanisius, 1990), hlm. 19.
21
Ali Hasan al-‘Aridl’, Sejarah dan Metodologi Tafsir, terj. Ahmad Arkun, (Jakarta: Raja
Grapindo Perkasa, 1994), hlm.76.
20

Langkah-langkah dalam penelitian ini berjalan secara

sistematikanya sebagai berikut: Pertama, penulis menginventarisir dan

menyeleksi data yang dikaji, yakni dalam kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘

al-Qira>’a>t dan Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t, yang mana dalam

penelitian ini penulis hanya membatasi satu juz saja, yakni akhir juz

satu (QS. Al-Baqarah: 141) sebagai data yang dikaji. Kedua, penulis

mengkaji data tersebut secara komprehensif dengan metode deskriptif.

Hal ini dilakukan dengan menganalisis metodologi serta memaparkan

isi jam‘ al-qira>’a>t dari masing-masing kitab tersebut. Lalu yang ketiga

berakhir dengan kajian komparatif antar kedua kitab tersebut.

G. Sistematika Penulisan

Bab pertama, berisi pendahuluan yang terdiri dari beberapa sub-bab.

Adapun sub-bab tersebut antara lain: 1) latar belakang masalah yang

menjelaskan problem keilmuan sehingga obyek kajian ini yang dipilih. 2)

Rumusan masalah, berisi pertanyaan-pertanyaan yang dijawab dalam

penelitian. 3) Tujuan dan kegunaan penelitian. 4) Telaah pustaka,

berisikan penelusuran beberapa sumber yang memiliki kemiripan serta

meletakan perbedaan penelitian ini dengan sumber-sumber tersebut. 5)

Kerangka teori 6) Metode penelitian, menjelaskan jenis penelitian,

pendekatan, dan analisa data. 7) Sistematika pembahasan yakni gambaran

secara garis besar tentang penelitian yang dilakukan bab demi bab.
21

Bab kedua, berisi tentang penjelasan ringkas mengenai kaidah-

kaidah qira’at tujuh (qira’at sab’ah) menurut t}ari>q syat}ibiyyah dan

gambaran umum seputar jam‘ al-qira>’a>t, baik itu dari aspek definisi,

sejarah muncul dan perkembangannya, pro dan kontra, hingga konsepnya.

Bab ketiga, diisi dengan eksplorasi biografi dari masing-masing

muallif kitab, yakni Kiai Arwani, Ahsin Sakho Muhammad dan Romlah

Widayati, yang di dalamnya meliputi latar belakang kehidupan, sejarah

perkembangan intelektual (khususnya belajar qira’at), karya-karya ilmiah

maupun kontribusinya dalam kajian al-Qur’an dan qira’at di Indonesia.

Sekaligus nantinya juga akan dijelaskan mengenai tinjauan umum dari

kedua kitab yang dikaji, yaitu kitab Faid} al-Baraka>t dan Manba‘ al-

Baraka>t beserta gambaran penjelasan jam‘ al-qira>’a>t al-sab-nya.

Bab keempat berisi analisa penulis mengenai perbedaan dan

persamaan antara kitab Faid} al-Baraka>t dan Manba‘ al-Baraka>t serta

konteks yang memuat alasan kemunculan perbedaan tersebut. Lalu

analisa keunggulan dan kekurangan kitab yang mana ini berpengaruh pada

keefektifitasan penggunaan masing-masing kitab dalam perannya menjadi

buku panduan belajar qira’at sab‘ah, khususnya di Indonesia. Dan diakhiri

rumusan sintesis yang merupakan hasil gabungan dari kedua metode yang

diterapkan dalam kitab Faid} al-Baraka>t dan Manba‘u al-Baraka>t.

Bab kelima adalah penutup yang berisi kesimpulan dari pembahasan

sebelumnya dan diakhiri dengan saran serta rekomendasi untuk penelitian

selanjutnya yang masih terkait dengan tema tulisan ini.


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, ada beberapa hal yang menjadi kesimpulan

tentang studi komparatif yang penulis lakukan mengenai jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘

dalam kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t karya Kiai Arwani Kudus dan

kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t karya Ahsin Sakho Muhammad dan

Romlah Widayati, yaitu:

Pertama, jam‘ al-qira>’a>t merupakan sebuah ungkapan tentang cara

membaca al-Qur’an beserta ragam bacaannya secara berulang-ulang dalam satu

sesi ‚bacaan‛ (maksud: bi al-h}arf, bi al-waqf dan bi al-a>yah). Pengulangan

tersebut bertujuan untuk memenuhi semua ragam qira’at yang terdapat pada ayat

tersebut. Dalam hal ini, kedua muallif kitab yang dikaji memiliki pandangan

yang mirip mengenai jam‘ al-qira>’a>t, bedanya Kiai Arwani mengklasifikasi jam‘

al-qira>’a>t menjadi dua bagian yaitu jama‘ sugra> (penggabungan dua rawi) dan

jama‘ kubra> (penggabungan keseluruhan qira’at), sedangkan Ahsin Sakho

Muhammad selaku penyusun utama kitab Manba‘ al-Baraka>t tidak membagi-

bagi jam‘ al-qira>’a>t sebagaimana yang dilakukan Kiai Arwani ketika

mengajarkan kitab Faid} al-Baraka>t. Hal ini dikarenakan, sistematika penulisan

kitab Manba‘ al-Baraka>t berdasarkan urutan penjelasan kaidah qira’at sab‘ah,

artinya pengajaran kitab Manba‘ al-Baraka>t merupakan tindak lanjut dari

281
282

penjelasan materi qira’at yang bersifat teori beralih kepada aplikasi teori tersebut

dalam al-Qur’an (jam‘ al-qira>’a>t).

Kedua, kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-Qira>’a>t karya Kiai Arwani Kudus

dan kitab Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘ Qira>’a>t karya Ahsin Sakho Muhammad dan

Romlah Widayati merupakan kitab yang berisi tentang jam‘ al-qira>’a>t, tepatnya

pada qira’at sab‘ah. Kedua kitab ini memiliki karakteristik tersendiri yang

berbeda satu sama lain, meskipun keduanya juga memiliki kesamaan dalam

beberapa hal.

Untuk lebih mudahnya, penulis akan sajikan dalam bentuk tabel sebagai

berikut:

No. Persamaan Faid} al-Baraka>t / Manba‘ al-Baraka>t


1. Kajian kitab Aplikasi jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘
2. T{ariq> qira’at sab‘ah T}ariq> Imam Sya>t}ibi (H{irz al-Ama>ni>)
3. Bahasa tulisan Bahasa Arab
4. Urutan dalam menjamak qira’at Berdasarkan urutan tarti>b mus}h}afi>
5. Metode al-jam‘ yang digunakan Al-jam‘ bi al-a>yah
6. Sifat karya Persuasif

No. Perbedaan Faid} al-Baraka>t Manba‘ al-Baraka>t


Seperti menyebut bacaan
‫اللين المهمىز‬
Istilah-istilah Mad Lain ketika bertemu
1. Nb: selengkapnya lihat di
yang digunakan huruf hamzah 
Bab IV halaman 232
‫ذوات اللين‬
a. Sistematika kitab: a. Sistematika kitab :
model istinta>jiyyah model istiqra>’iyyah
b. Pemaparan: ringkas dan b. Pemaparan: lebih luas
global (ijma>li) dan rinci (tah}li>li>)
2. Jam‘ al-Qira>’a>t
c. Menyinggung bacaan c. Tidak menyinggung
isti‘a>z|ah dan basmalah bacaan isti‘a>z|ah dan
dalam perspektif qira’at basmalah dalam
sab‘ah perspektif qira’at sab‘ah
283

d. Menyajikan al-jam‘ d. Tidak menyajikan al-


baina al-su>retain jam‘ baina al-su>retain
e. Segi tari>qah al-jam‘: (1) e. Segi tari>qah al-jam‘: (1)
mendahulukan qira’at mendahulukan qira’at
yang lebih sedikit sesuai dengan urutan
ikhtila>f-nya, (2) lebih Imam qira’at sab‘ah, (2)
mendahulukan bacaan tetap, yakni Khalaf dulu
Khalla>d dari pada baru Khallad, (3)
Khalaf, (3) penentuan penentuan waqaf dan
waqaf dan ibtida>’ ibtida>’ berdasarkan
berdasarkan talaqqi>, (4) letak mah}at}t}ah, (4)
menggunakan al-jam‘ bi menggunakan al-jam‘ bi
al-tana>sub, (5) al-tarti>b, (5) sesuai
menambah riwayat di dengan t}ari>q al-
luar t}ari>q al-sya>t}ibiyyah sya>t}ibiyyah

Berdasarkan analisis penulis, perbedaan-perbedaan tersebut disebabkan

beberapa faktor sebagai berikut:

1. Sumber rujukan yang berbeda, berikut data tersaji dalam bentuk tabel:

Sumber
No. Faid} al-Baraka>t Manba‘ al-Baraka>t
Rujukan
1) H{irz al-Ama>ni> 1) H{irz al-Ama>ni>
2) Sira>j al-Qa>ri’ 2) Al-Budu>r al-Za>hirah
1. Kitab
3) Ittih}af al- 3) Taqri>b al-Ma‘a>ni>
Basyar Dan lain-lainnya (17 kitab)
 Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad
berguru pada Dr. Muhammad bin
Salim Muhaisin, Dr. Abdur Rafi
KH. Munawwir, Ridwan, Dr. Mahmud Ibnu Abdul
2. Guru Krapyak Kahliq Jadu dan Dr. Abdur Razaq
Yogyakarta Ibnu ‘Ali
 Dr. Romlah Widayati berguru pada
Dr. Ahsin Sakho Muhammad dan
Dr. KH. Ahmad Fathoni
284

2. Masa penulisan yang berbeda

Faid} al-Baraka>t Manba‘ al-Baraka>t


Masa di mana kajian ilmu qira’at Masa di mana kajian ilmu qira’at
secara aplikatif masih susah ditemui telas merata dikaji di lembaga-
di Indonesia. Begitu juga dengan lembaga pendidikan umum dan
kajian ilmu qira’at secara ilmunya pesantren. Selain itu, akses
juga masih minim dikaji di lembaga mempelajari ilmu qira’at yang ‘amali>
pendidikan umum maupun pesantren. juga lebih mudah terjangkau.

3. Konteks sosio-religius-kultural

Faid} al-Baraka>t Manba‘ al-Baraka>t


Penyusun kitab hidup di mana
Penyusun kitab hidup di mana budaya
seorang guru masih dinyakini sebagai
kritis telah menjadi paradigma dari
sosok yang sakral akan kebenaran dari
lembaga pendidikan, tradisi tulisan-
segala ilmu yang diajarkannya (‘ilmi/
analisis lebih menonjol dibanding
‘amali), tradisi hafalan yang masih
hafalan dan pola pengajaran yang
mengakar kuat dalam tradisi
bersifat istiqra>’iyyah (maksud:
pendidikan dan pola pengajaran yang
penjelasan teori lebih didahulukan
bersifat istinta>jiyyah (maksud:
dari pada contoh penerapannya atau
penjelasan contoh lebih didahulukan
t}ari>qah al-jam‘)
dari pada teori)

4. Pola pemikiran yang berbeda

Faid} al-Baraka>t Manba‘ al-Baraka>t


Induktif Deduktif

5. Mukhatab yang dituju (latar belekang penyusunan)

Faid} al-Baraka>t Manba‘ al-Baraka>t


Pelajar par excellence (tingkatan di Materi kuliah untuk mahasiswi IIQ
atas rata-rata), seperti penghafal al- Jakarta dan pelajar yang berminat
Qur’an mengkaji ilmu qira’at (umum)
285

Ketiga, kelebihan atau keunggulan dan kekurangan masing-masing kitab

dapat dilihat pada tabel berikut ini:

No. Sisi Faid} al-Baraka>t Manba‘ al-Baraka>t


 Ditulis dengan rasm
‘us|ma>ni>
 Ukuran font ayat utama
dibedakan dengan ayat
atau lafal yang dijelaskan.
 Ditulis dengan bahasa  Pemberian warna merah
yang lugas dan jelas pada mah}at}t}ah.
 Tertampang jelas mana  Pembahasan dibagi dalam
bagian ayat atau lafal dua bagian yakni teori
yang dijelaskan dan (tah}li>l al-qira>’a>t) dan
mana yang berupa aplikasi (t}ari>qah al-jam‘).
penjelasan kaidah  Dijelaskan secara rinci
qira’at beserta dalil dan
 Ayat ditulis dengan penjelasan kaidah
1. Kelebihan font tulisan yang di- qira’atnya (tabel).
bold (ditebalkan),  Bagian header dan footer
sedang yang biasa terdapat keterangan yang
merupakan penjelasan dapat memudahkan
dari penyusun kitab. pembaca dalam mengkaji
 Simpel dalam kitab, seperti: penulisan
menggunakan (tidak ayat yang dibahas,
ribet dalam membawa) keterangan letak halaman
 Telah tuntas disusun berupa nomor, juz dan
hingga 30 juz surat.
 Disusun secara vertical
atau nomerik sehingga
memudahkan dalam
membedakan pembahasan
satu dengan yang lainnya.
 Adanya penyantuman  Body kitab yang besar
bacaan selain dari t}ari>q dikarenakan penjelasan
al-sya>t}ibiyyah rinci
2. Kekurangan
 Ayat yang ditulis  Belum tuntas disusun
hanya sebagian saja (yang dicetak baru sampai
(ayat-ayat sedang dan akhir juz 3)
286

panjang)
 Tidak ada keterangan
nomor ayat dan nama
surat pada halaman
setelah awal surat

Dari keterangan tersebut diketahui bahwa kitab Faid} al-Baraka>t lebih

efektif digunakan oleh pelajar par excellence (misal: orang hafal al-Qur’an)

karena penjelasan yang ringkas dan global sangat tidak efektif bagi pelajar

pemula yang ingin mendalami ilmu qira’at. Sedangkan kitab Manba‘ al-Baraka>t

lebih efektif digunakan oleh pelajar pemula atau yang ingin mengetahui lebih

dalam tentang jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘ karena penjelasannya yang rinci dan lebih

luas serta penjelasan tentang kaidah usul qira’at sab‘ah ditulis secara terpisah

dan sesuai dengan letak awal pembahasan dalam jam‘ al-qira>’a>t al-sab‘.

Keempat, sintesis dari hasil studi perbandingan jam‘ al-qira>’a>t al-Sab‘-

nya Kiai Arwani dalam kitab Faid} al-Baraka>t maupun Ahsin Sakho Muhammad

dan Romlah Widayati dalam kitab Manba‘ al-Baraka>t ialah sebagai berikut:

1) Menentukan maqta‘ al-qira>’ah pada satu ayat atau beberapa ayat yang

sekirannya tidak menyalahi aturan waqaf dan ibtida>’.

2) Memberi ‚tanda‛ pada mah}at}t}ah, seperti warna, kurung atau tebal.

3) Dijelaskan mah}at}t}ah yang jarang ditemui dalam al-Qur’an, seperti hukum al-

ima>lah, al-idga>m al-kabi>r, farsy al-h}uru>f dan lainya. Sedang untuk mad dan

mim jamak cukup langsung penjelasan urutan dalam menjamak qira’at

dengan ‚catatan‛ pada awal pembahasan telah dijelaskan sebelumnya.


287

4) Mengenai urutan dalam menjamak qira’at, penulis lebih cenderung memilih

metode yang dipakai dalam kitab Faid} al-Baraka>t, yakni bi al-tana>sub. Hal

ini dikarenakan metode tersebut akan menambah nilai estetika dari

metodologi jam‘ al-qira>’a>t.

5) Dijelaskan dalam bentuk tabel sebagaimana penjelasan di bab II dalam

skripsi ini. Hal ini dikarenakan agar lebih mudah dalam mendeteksi

mah}at}t}ah dan memuluskan dalam melakukan ibtida>’.

B. Saran-saran

1. Kajian tentang jam‘ al-qira>’a>t secara umum masih minim dikaji oleh pelajar

di Indonesia, khususnya para pengkaji al-Qur’an. Terlebih materi ini harus

diintegrasi-interkoneksikan dengan keilmuan lain yang serumpun dengan

‘Ulu>m al-Qur’an. Merupakan sebuah kekeliruan apabila menganggap bahwa

ilmu qira’at merupakan ilmu yang sudah final, artinya tidak bisa

dikembangkan lagi. Masih banyak hal yang bisa dieksplorasi dan dielaborasi

lebih lanjut dari khazanah ilmu keislaman ini. Oleh karena itu, tulisan

mengenai tentang ilmu qira’at secara umum, khususnya qira>’at ‘ama>li dalam

bahasa Indonesia sangat perlu untuk dikampayekan lagi agar eksistensi ilmu

qira’at tidak lagi teralenisiasi dari mozaik ilmu-ilmu keislaman yang lain.

2. Kajian terhadap kitab-kitab yang membahas tentang jam‘ al-qira>’a>t masih

banyak yang perlu diteliti lebih lanjut. Mengenai hal ini penulis telah

memberikan beberapa referensi kitab terkait tema yang dibahas, yakni jam‘

al-qira>’a>t (bisa dilihat di Bab II, halaman 111-112 ). Oleh karena itu, peneliti

selanjutnya dapat mengkaji kitab-kitab tersebut, baik dengan tujuan


288

mengungkap segi metodologinya, studi perbandingan atau bahkan

memberanikan untuk mentahqiq kitab tersebut.

3. Kajian yang dilakukan oleh penulis masih sangat dangkal. Penulis sadar,

belum bisa memaparkan secara jelas dan gamblang mengenai studi

komparatif kedua kitab ini dengan baik. Oleh karena itu, masukan, saran dan

kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan dari pembaca guna

memperbaiki segala kesalahan maupun kekurangan dalam tulisan ini.


289

DAFTAR PUSTAKA

Abi> T{al> ib, Al-Makki> bin. 1960. Al-Iba>nah ‘an Ma‘a>ni> al-Qira>’a>t. Kairo: Da>r Nahd}ah
Mis}r.

Ahmad, Riqza. 2015. ‚Kitab Faidh al-Barakat fi Sab’ al-Qira>’a>t Kyai Arwani Kudus‛ ,
Tesis Konsertasi Ulum Al-Qur’an dan Ulum al-Hadis Studi Ilmu Agama
Islam, Program Pascasarjana Magister (S2), IIQ Jakarta.

Ahsin, Mohammad Noor. 1436 H. ‚Hadratus Syaikh Muqri’ Al- Kabir KH. M. Arwani
Amin Sa’id: Mengabdi untuk Al-Qur’an‛, Arwaniyyah, edisi 12.

Alfiah, Binti. 2015. ‚Implementasi Pembelajaran Qira>’at Al-Sab‘ah di Dalam Membaca


Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan Patihan Wetan
Babadan Ponorogo‛, Skripsi Jurusan Tarbiyah STAIN Ponorogo.

al-‘Aridl’, Ali Hasan. 1994. Sejarah dan Metodologi Tafsir, Terj. Ahmad Arkun.
Jakarta: Raja Grapindo Perkasa.

Ali, Ahmad Zaki. 2003. ‚Kitab Faid} al-Baraka>t fi> Sab ‘al-Qira>’a>t‛, Skripsi Fakultas
Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Amal, Taufik Adnan. 2013. Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an, (Jakarta: PT Pustaka


Alvabet.

al-Ans}a>ri>, Abu> Yah}ya Zakariyya. tt. Al-Minah} al-Fikriyyah Syarh} al-Muqaddimah al-
Jazariyyah. Surabaya: Maktabah al-Hida>yah.

Arwani (dkk), M. Ulin Nuha. 2006. Thoriqoh Baca Tulis dan Menghafal Al-Qur’an
YANBU’A. Kudus: Yayasan Arwaniyyah Kudus.

As‘ad (dkk), Ali. 2011. Manaqib al-Marhum KH. Muhammad Munawwir. Yogyakarta:
Pondok Pesantren al-Munawwir.

Athaillah, A. 2010. Sejarah al-Quran: Verifikasi tentang Otentitas al-Quran.


Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Aziz, Moh. Ali Aziz. 2015. Mengenal Tuntas Al-Qur’an. Surabaya: Imtiyaz.

al-A‘z}ami>, M.M. 2008. Sejarah Teks Al-Qur’an: dari Wahyu sampai Kompilasi, terj.
Sohirin Solihin dkk. Depok: Gema Insani.

Baqalah, Aiman. 2009. Tashi>l ‘Ilmu al-Qira>’a>t. Damaskus: t.p.


290

Birri, Maftuh bin Basthul. 2015. Tajwid Jazariyyah. Kediri: Madrasah Murattilil
Qur’anil Karim.

_________. 2016. Sepercik Lautan Perjalananku. Kediri: Pustaka Jet Tempur.

al-Da>ni>, Abu ‘Amr ‘Us|ma>n bin Sa‘i>d. 1984. Al-Taisi>r fi> al-Qira>’a>t al-Sab‘. Otto Pretzl
(ed.). Beirut: Da>r al-Kita>b al-‘Arabi>.

_________. 1997. Al-Ahruf al-Sab‘ah li al-Qur’a>n. ‘Abd al-Muhaimin T{ah}h}an> (ed.).


Jiddah: Da>r al-Muna>rah.

al-Dimya>t}i>, Syiha>b al-Di>n Ah}mad bin Muh}ammad bin ‘Abd al-Gani>. 1998. Ittih}a>fu
Fud}ala>’i al-Basyar fi al-Qira>’a> al-Arba’ah ‘Asyar. Bairut: Da>r al-Kutub al-
‘Ilmiyyah.

Djunaedi, Wawan. 2010. Sejarah Qiraat Al-Qur’an di Nusantara. Jakarta: Pustaka


STAINU.

Faizin, M. Faiq. 2014. Terjemah Nazham Syathibiyyah. Jakarta: BQ-PRESS.

Faizin, Hamam. 2011. ‚Menyusuri Sejarah Percetakan Al-Qur’an‛, Suara


Muhammadiyah edisi 06/ 96. 16-31 Maret.

Fathoni, Ahmad. 2007. Kaidah Qira>a>t Tujuh: Menurut T}ari>q Sya>t}ibiyyah jilid I dan II.
Jakarta: Darul Ulum Press.

__________. 2013. Ilmu Rasm Usmani. Jakarta: t.p.

Fuadah, Lina. 2008. ‚Praktik Qira’at ‘Asim Riwayat H{afs} di PP Al-Munawwir‛, Skripsi
Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

al-Habsyi, Muhammad. 1996. ‚Al-Qira>’a>t al-Mutawa>tirah al-Is}da>r‛, Disertasi Fakultas


al-Dira>sat al-‘Ulya> wa al-Bah}s|u al-‘Ilmi> Universitas Al-Qur’a>n al-Kari>m wa
al-‘Ulum al-Isla>miyyah, Ummu Darman, Sudan.

_________. 1999. Al-Qira>’a>t al-Mutawa>tirah wa As|aruha fi> al-Rasm al-Qur’a>ni> wa al-


Ah}ka>m al-Syar‘iyyah. Damaskus: Da>r al-Fikr.

al-H{amad, Ga>nim Qaddu>ri>. 2008. Syarh} al-Muqaddimah al-Jazariyyah. Jeddah: Markaz


al-Dira>sa>t wa al-Ma‘luma>t al-Qur’a>niyyah.

al-Hindi, Ala al-Di>n ‘Ali> al-Muttaqi> bin H{usa>m al-Di>n. 1985. Kanz al-‘Umma>l fi> Sunan
al-Aqwa>l wa al-Af‘a>l. Beirut: Muassasah al-Risa>lah.

H{umaitu>, ‘Abd al-Ha>di>. [Link]. Qira>’ah al-Ima>m Na>fi‘ ‘inda al-Magaribah. [Link].: t.p.
291

Ja‘far, ‘Abd al-Gafu>r Mah}mu>d Mus}t}ofa. 2008. Al-Qur’a>n wa al-Qira>’a>t wa al-Ah}ruf al-
Sab‘ah. Kairo: Da>r al-Sala>m.

al-Jazari>, Ibnu. 1338. Al-Nasyr fi> al-Qira>’a>t al-‘Asyr. Beirut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

__________. 1999. Munjid al-Muqri’in wa Mursyid al-T{al> ibi>n. Bairut: Da>r al-Kutub al-
‘Ilmiyyah.

___________. 2000. Tah}bi>r al-Taisi>r fi> al-Qira>’a>t al-‘Asyr. Ah}mad Muh}ammad Muflih}
al-Qud}a>h (ed.). Jordan: Da>r al-Furqa>n.

al-Khali>ji>, ‘Abd al-Rah}man. [Link]. H{all al-Musykila>t wa Taud}i>h} al-Tah}ri>ra>t fi> al-Qira>’a>t.
[Link].: t.p.

Kaltsum, Lilik Ummi. 2014. ‚Pergeseran Urgensitas Pencantuman Ragam Qira’at


Dalam Literatur Tafsir‛, Makalah dimuat dalam acara Proceding
International Conference on Qur’anic Studies Centre of Studies (PSQ) di
UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Kramers, H. A. R. Gibb dan H.J. 1951. Shoter Encyclopedia of Islam, E.J. Brill, Leiden
dan Luzac & Co, London.

IIQ, Alumni. 2002. Aku dan IIQ: Peran dan Kiprah Wanita IIQ Antara Ide dan Fakta
Kelangkaan Ulama Wanita. Jakarta: IIQ Jakarta.

Islam, Joseph A. ‚The Seven Ahruf, Recitations (Qira’at), Hafs and Warsh‛ dalam
[Link], diakses tanggal 17 Oktober 2016 pukul 09.00.

al-Makni, Al-Syaikh Rid}wa>n bin Muhammad bin Sulaiman. 1992. Syarh} al-‘Alla>mah al-
Mukhallila>ti>, ‘Abd al-Ra>ziq bin ‘Ali bin Ibra>hi>m Mu>sa (ed.). Madinah:
Mat}a>bi ‘al-Rasyi>d.

Manz}u>r, Ibnu. 1300 H. Lisa>n al-‘Arab. Beirut: Da>r S{a>dir.

al-Mars}afi>, ‘Abd al-Fatta>h}. 1980. Hida>yah al-Qa>ri’ ila> Tajwi>d Kala>m al-Ba>ri>. Madinah:
Maktabah T{ayyibah.

Mattson, Ingrid. 2013. The Story of the Qur’an, terj. R. Cecep Lukman Yasin. Jakarta:
Zaman.

Muhammad, Ahsin Sakho. 2017. Oase Al-Qur’an Penyejuk Kehidupan. Cirebon: PT Qaf
Media Kreativa.

Muja>hid, Ibnu. 2009. Kitab al-Sab’ah fi al-Qira>’a>t. Syauqi> D{aif (ed.). Mesir: Da>r al-
Ma’a>rif.

Mujianto (dkk), Gigit. 2013. Bahasa Indonesia, Malang: UMM Press.


292

Munawwir, Ahmad Warson. 1997. Al-Munawwir. Surabaya: Pustaka Progressif.

Mustaqim, Abdul. 2014. Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir. Yogyakarta: Ides
Press.

Mustopa. 2014. ‚Polemik Lahirnya Konsep Qira’ah Sab’ah Dalam Disiplin Ilmu
Qira’ah‛, Hunafa: Jurnal Studi Islamika, vol. 11, No. 1.

Qa>bah, ‘Abd al-H{ali>m bin Muh}ammad al-Ha>di>. 1999. al-Qira>’a>t al-Qur’a>niyyah. Bairut:
Da>r al-Garbu al-Isla>mi>.

al-Qa>d}i>, ‘Abd al-Fatta>h}. tt. Al-Budu>r al-Zahirah fi al-Qira>’a>t al-‘Asyr al-Mutawa>tirah


min T{ari>qi> al-Sya>t}ibiyyah wa al-Durrah. Bairut: Da>r al-Kita>b al-‘Arabi.

__________. 1999. Al-Wa>fi> fi> Syarh}i al-Sya>t}ibiyyah fi> al-Qira>’a>t al-Sab‘. Jiddah:
Maktabah al-Suwa>di> li al-Tauzi>‘.

al-Qast}ala>ni>, Syiha>b al-Di>n. 1972. Lat}a>’if al-Isya>ra>t Lifunu>n al-Qira>’a>t, ‘A<mir al-Sayyid
‘Us|ma>n dan ‘Abd al-S{abu>r Sya>hi>n (ed.). Kairo: Lajnah Ih}ya>’ al-Tura>s| al-
Isla>mi>.

al-Qas}ih}, Abi> al-Qa>sim ‘Ali> bin‘Us|ma>n bin Ahmad bin al-H{asan. 1954. Sira>j al-Qa>ri’ al-
Mubtadi’ wa Tiz|ka>r al-Muqri’ al-Muntahi>,. Kairo: Mus}t}afa al-Ba>bi> al-H{ilbi>.

al-Qat}t}a>n, Manna>’. 1995. Maba>hi} s| fi> ‘Ulu>m al-Qur’a>n. Kairo: Maktabah Wahibah.

al-Qudsi, Muhammad Arwani bin Muhammad Amin. 2014. Faid} al-Baraka>t fi> Sab‘ al-
Qira>’a>t. Kudus: Muba>rakah T{ayyibah.

Rokhim, Nur. 2015. Kiai-Kiai Kharismatik dan Fenomenal. Yogyakarta: IRCiSoD.

Rosidi. 2008. Penjaga Wahyu dari Kudus. Kudus: Al-Makmun.

Sa>lim, S{afwat Mah}mu>d. 2003. Fath} Rabbi al-Bariyyah Syarh} al-Muqaddimah al-
Jazariyyah. Jiddah: Da>r Nu>r al-Maktaba>t.

Santana, Septiawan. 2007. Menulis Ilmiah: Metode Peneltian Kualitatif. Jakarta:


Yayasan Obor Indonesia.

al-Sindiyyi, ‘Abd al-Qayyu>m bin ‘Abd al-Gafu>r. 2001. S}afha>t fi ‘Ulum al-Qira>’a>t.
Makkah: Da>r al-Basya’ir al-Isla>miyyah.

Sofia, Adib. 2012. Metode Penulisan Karya Ilmiah. Yogyakarta: Penerbit Karya Media.

Solahuddin, M. 2013. Ulama Penjaga Wahyu. Kediri: Nous Pustaka Utama.


293

Suryadilaga (dkk.), M. Alfatih. 2013. Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi.


Yogyakarta: Fakultas Ushuludiin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta.

al-Suyu>t}i>, Jalal al-Di>n. 2008. Al-Itqa>n fi> ‘Ulu>m al-Qur’a>n. Syu‘aib al-Arna’u>t} (ed.).
Bairut: Muassasah al-Risa>lah Na>syiru>n.

Sya>hin, ‘Abd al-S}abu>r. 2007. Ta>rikh al-Qur’a>n. Kairo: Nahd}atu Mis}r.

al-Sya>t}ibi, Al-Qa>sim bin Firruh bin Khalaf. 1407 H. H{irz al-Ama>ni>. Beirut: Da>r al-Kitab
al-Nafi>s.

Tim Penulis IIQ. 2015. Ilmu Qira’at jilid I dan II. Jakarta: IIQ Jakarta Press.

Urwah. 2012. ‚Metodologi Pengajaran Qiraat Sab’ah: Studi Observasi di Pondok


Pesantren Yanbu’ul Qur’an dan Dar al-Qur’an‛, Suhuf: Jurnal Kajian Al-
Qur’an dan Kebudayaan, vol. 5. No. 2.

Wahid, Wiwi Alawiyah. 2014. Cara Cepat Bisa Menghafal Al-Qur’an. Jogjakarta: DIVA
Press.

Widayati, Ahsin Sakho Muhammad dan Romlah. 2015. Manba‘ al-Baraka>t fi> Sab‘
Qira>’a>t. Jakarta: IIQ Press.

Widayati, Romlah. 2015. Implikasi Qira>’a>t Sya>z|z|ah terhadap Istinba>t} Hukum: Analisis
terhadap Penafsiran Abu Hayyan dalam Tafsir al-Bah}r al-Muh}i>t}. Tangerang:
Transpustaka.

al-Yassu’i, Louis Ma’luf al-Yassu’i dan Bernard Tottel. 2008. Al-Munji>d fi> al-Lugah wa
al-A‘la>m. Beirut: Da>r al-Masyriq.

Zainora binti Daud dan Mustaffa Abdullah, ‚Keberkesanan Kurikulum Qiraat di


Kalangan Pelajar Darul Qur’an: Satu Tinjauan Awal‛, E-Journal of Arabic
Studies and Islamic Civilitazion (E-ISSN: 2289-6759).

al-Zarkasyi, Badru al-Di>n Muh}ammad bin ‘Abdullah. 1957. Al-Burha>n fi> ‘Ulu>m al-
Qur’a>n. Abu al-Fad}l Ibra>hi>m (ed.). Kairo: Da>r al-Tura>b.

al-Zarqa>ni>, Muh}ammad ‘Abd al-‘Az}i>m. 1995. Mana>hil al-‘Irfa>n fi> ‘Ulum al-Qur’a>n.
Bairut: Da>r al-Kita>b al-‘Arabi.

Zubair, Anton Baker dan Achmad Charis. 1990. Metodologi Penelitian Filsafat.
Yogyakarta: Kanisius.

Zuhri, Syaifudin. 2004. ‚Nilai-Nilai Edukatif dalam Tasawuf: Telaah Terhadap


Tawajuhan pada Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah KH. Arwani Kudus‛,
Skripsi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, Semarang.
294

Zulkifli dkk, Sabri Mohammad. 2011. ‚Syaikh Muhammad Salim Muhaysin: Tokoh
Ilmu Qira’at di Abad ke-20‛, Jurnal Usuluddin, No. 1.

[Link]

[Link]
[Link]?m=1

[Link]

[Link]
[Link]?m=1

[Link]

[Link]

Software-software pendukung, seperti: Lidwa Pusaka, Maktabah Syamilah, Kamus dan


lain-lain.
295

BIODATA PENULIS
Nama : Ahmad Hariyanto
TTL : Kudus, 14 September 1995
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl. Kudus-Pati km. 7 Mbadong RT 02/ RW 01 Tenggeles Mejobo
Kudus Jawa Tengah
Agama : Islam
Telepon/HP : 08567338906 (wa) / Email: ahmadhariyanto09@[Link]
Orang Tua
 Ayah : Ramelan
 Ibu : Sukaenah
Riwayat Pendidikan:
1. TK NU Wasilatut Taqwa (2000-2001)
2. MI NU Wasilatut Taqwa dan Madin Thoriqul ‘Ulum (2001-2007)
3. MTs NU TBS (2007-2010)
4. MA NU TBS dan Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Remaja (2010-2013)
5. UIN Sunan Kalijaga Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin
dan Pemikiran Islam (2013-Sekarang/Semester 8)
6. PP Aji Mahasiswa Al-Muhsin, Yogyakarta (2013-Sekarang)
Pengalaman Organisasi:
1. Pengurus Jam’iyyah PTYQ-R (2011-2012 & 2012-2013)
2. Divisi Kaderisasi dan Pengabdian Masyarakat (KPM) (2014-2015)
3. Koordinator Divisi Keamanan, Ketertiban dan Kebersihan Pesantren
(K3P) (2015-2016)
4. Divisi Pengembangan Sumber Daya Masyarakat (PSDM) CSSMoRa UIN
Sunan Kalijaga (2015-2016)
Prestasi:
1. Menulis di jurnal Al-Tibyan (Jurnal Ilmu al-Qur’an dan Tafsir) dengan
judul “Tafsir Era Nabi Muhammad SAW”, vol. I No. 1 Januari-Juni 2016.
2. Mendapat Ijazah Qira’at ‘Asyrah Sugra min t}ari>qi> al-Sya>t}biyyah wa al-
Durrah dari Ust. Agus Salim, Lc. M.A. dari Mesir. Dan lain-lain.

Anda mungkin juga menyukai