Proposal Usaha Makanan Ringan
Proposal Usaha Makanan Ringan
Halo Azkar,
Berikut adalah proposal usaha makanan dan minuman ringan yang bisa menjadi acuan untuk
memulai usaha:
1. Latar Belakang Makanan dan minuman ringan selalu menjadi pilihan favorit masyarakat
sebagai camilan atau suguhan pada acara tertentu. Kebutuhan akan makanan dan
minuman ringan ini terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan
perubahan gaya hidup. Oleh karena itu, bisnis makanan dan minuman ringan memiliki
potensi yang sangat besar.
2. Deskripsi Usaha Usaha yang kami tawarkan adalah bisnis makanan dan minuman ringan.
Produk yang kami tawarkan berupa makanan ringan seperti keripik, kacang, dan snack
lainnya, serta minuman ringan seperti teh, kopi, dan minuman lainnya. Produk-produk ini
akan dijual melalui gerai yang kami buka di pusat perbelanjaan atau tempat-tempat
strategis lainnya.
3. Keunggulan Usaha
4. Target Pasar Target pasar dari usaha ini adalah anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua
yang membutuhkan camilan atau minuman ringan saat berada di pusat perbelanjaan atau
tempat-tempat strategis lainnya.
5. Strategi Pemasaran
6. Rencana Operasional
7. Proyeksi Keuntungan Proyeksi keuntungan dari usaha ini bergantung pada banyak faktor
seperti lokasi gerai, persaingan, dan sebagainya. Namun, kami memperkirakan
keuntungan yang bisa didapatkan dalam satu bulan sebesar Rp 10 juta hingga Rp 20 juta.
Demikianlah proposal usaha makanan dan minuman ringan yang dapat saya sampaikan. Semoga
bermanfaat dan sukses dalam menjalankan usaha Anda!
Tentu saja, berikut adalah contoh perhitungan keuntungan atau laba rugi untuk usaha makanan
dan minuman ringan yang Anda ajukan:
Pendapatan:
Biaya:
Pendapatan: Rp 20.000.000/bulan
Biaya: Rp 17.000.000/bulan
Keuntungan atau laba: Rp 3.000.000/bulan
Dari perhitungan di atas, Anda dapat memperkirakan bahwa usaha makanan dan minuman
ringan Anda bisa menghasilkan keuntungan atau laba bersih sebesar Rp 3.000.000/bulan.
Namun, perlu diingat bahwa angka ini hanya bersifat perkiraan dan bisa berubah-ubah
tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi usaha Anda, seperti lokasi gerai, persaingan,
dan sebagainya. Oleh karena itu, Anda perlu terus memantau dan mengelola usaha Anda dengan
baik agar dapat memperoleh keuntungan yang optimal.
Tentu saja, berikut adalah contoh metode pelaksanaan untuk usaha makanan dan minuman
ringan yang Anda ajukan:
1. Penentuan Lokasi Usaha
Identifikasi lokasi yang strategis untuk membuka gerai makanan dan minuman ringan,
misalnya di pusat perbelanjaan, kawasan perkantoran, atau tempat-tempat yang ramai
dikunjungi masyarakat.
Evaluasi biaya sewa, aksesibilitas, dan potensi pasar di lokasi yang dipilih.
Lakukan survei dan analisis pasar untuk memahami preferensi konsumen dan persaingan
yang ada di sekitar lokasi gerai.
2. Pemilihan Produk
Lakukan riset pasar dan identifikasi jenis makanan dan minuman ringan yang paling
diminati oleh konsumen di daerah tersebut.
Buat daftar produk yang akan ditawarkan dan pastikan produk tersebut berkualitas tinggi,
memiliki varian rasa yang menarik, dan memiliki harga yang bersaing.
Lakukan perhitungan biaya produksi dan biaya operasional untuk menentukan harga jual
produk.
Tentukan margin keuntungan yang wajar dan realistis untuk memperoleh keuntungan
yang optimal.
Identifikasi pemasok bahan baku yang dapat memberikan produk berkualitas tinggi
dengan harga yang bersaing.
Pastikan pemasok dapat memenuhi kebutuhan bahan baku secara konsisten dan memiliki
ketersediaan stok yang cukup.
Buat strategi pemasaran dan promosi yang efektif, seperti mengadakan acara promosi,
memberikan diskon, mengadakan giveaway, dan sebagainya.
Manfaatkan media sosial dan website untuk memperkenalkan produk dan menjangkau
lebih banyak konsumen potensial.
Jalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti pengelola pusat perbelanjaan atau
kantor untuk memperluas jangkauan pasar.
6. Pengelolaan Keuangan
Buat sistem manajemen keuangan yang baik untuk mengelola pembelian bahan baku,
biaya operasional, penggajian karyawan, dan pemasukan dari penjualan.
Lakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan kesehatan keuangan
bisnis Anda.
7. Pengelolaan Karyawan
Rekrut karyawan yang ramah, memiliki keterampilan di bidang pelayanan konsumen, dan
memiliki integritas yang tinggi.
Berikan pelatihan dan arahan yang jelas kepada karyawan mengenai tugas dan tanggung
jawab mereka.
Pastikan karyawan bekerja dengan efisien dan memperhatikan kualitas produk dan
pelayanan kepada konsumen.
Demikianlah contoh metode pelaksanaan yang bisa digunakan sebagai acuan dalam memulai
usaha makanan dan minuman ringan. Selalu perhatikan faktor-faktor penting dalam pengelolaan
bisnis seperti manajemen keuangan, pengelolaan karyawan, dan pemasaran untuk memastikan
kelangsungan bisnis dan memperoleh keuntungan yang optimal.
bisa dibuat perhitungan contoh usaha ayam geprek dan jus buah buahan
Tentu saja, berikut adalah contoh perhitungan keuntungan dan laba rugi untuk usaha ayam
geprek dan jus buah-buahan:
Biaya bahan baku untuk satu porsi ayam geprek (ayam, tepung, telur, bumbu, minyak):
Rp 10.000
Harga jual per porsi ayam geprek: Rp 15.000
Margin keuntungan: Rp 5.000
Jumlah porsi terjual per hari: 50 porsi
Total pendapatan per hari: Rp 750.000
Biaya operasional per hari (sewa, listrik, air, gaji karyawan, dll.): Rp 500.000
Laba kotor per hari: Rp 250.000
Perkiraan pajak penghasilan: 10% x Rp 250.000 = Rp 25.000
Laba bersih per hari: Rp 225.000
Biaya bahan baku untuk satu gelas jus buah (buah, gula, es batu): Rp 8.000
Harga jual per gelas jus buah: Rp 12.000
Margin keuntungan: Rp 4.000
Jumlah gelas terjual per hari: 100 gelas
Total pendapatan per hari: Rp 1.200.000
Biaya operasional per hari (sewa, listrik, air, gaji karyawan, dll.): Rp 600.000
Laba kotor per hari: Rp 600.000
Perkiraan pajak penghasilan: 10% x Rp 600.000 = Rp 60.000
Laba bersih per hari: Rp 540.000
Dari perhitungan di atas, kedua usaha tersebut masing-masing memiliki laba bersih per hari
sebesar Rp 225.000 untuk usaha ayam geprek dan Rp 540.000 untuk usaha jus buah-buahan.
Namun, perlu diingat bahwa perhitungan tersebut hanya bersifat perkiraan dan dapat berubah
tergantung pada berbagai faktor seperti fluktuasi harga bahan baku, jumlah penjualan yang
berbeda-beda setiap harinya, serta biaya operasional yang berbeda-beda di setiap daerah. Oleh
karena itu, penting untuk melakukan pemantauan keuangan secara rutin dan mengambil tindakan
yang tepat untuk memastikan kelangsungan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Bisa dibuatkan proses produksi ayam geprek dan jus buah buahan
Berikut adalah proses produksi untuk ayam geprek dan jus buah-buahan:
1. Ayam Geprek
Langkah pertama adalah membersihkan ayam dan memotongnya menjadi bagian yang
diinginkan, kemudian lumuri ayam dengan bumbu dan balurkan dengan tepung.
Panaskan minyak dalam wajan, lalu goreng ayam hingga matang dan berwarna
kecoklatan.
Setelah ayam matang, angkat dan tiriskan.
Pukul ayam yang telah digoreng dengan ulekan hingga agak pipih dan berbentuk geprek.
Goreng kembali ayam geprek hingga kering dan renyah, angkat dan tiriskan.
Siapkan sambal atau bumbu saus yang diinginkan, lalu olesi ayam geprek dengan sambal
tersebut.
2. Jus Buah-buahan
Siapkan bahan-bahan seperti buah-buahan segar atau beku, gula, dan es batu.
Potong buah-buahan sesuai dengan ukuran yang diinginkan, lalu masukkan ke dalam
blender.
Tambahkan gula secukupnya sesuai selera, kemudian tambahkan sedikit air dan blender
hingga halus.
Tuang jus yang sudah halus ke dalam gelas, tambahkan es batu sesuai selera, dan sajikan
dengan hiasan buah-buahan.
Setelah proses produksi selesai, pastikan untuk menyimpan ayam geprek dan jus buah-buahan
pada wadah yang bersih dan terjaga kebersihannya agar tetap segar dan aman dikonsumsi.
Jangan lupa juga untuk memastikan bahwa peralatan produksi sudah dicuci dan disimpan dengan
benar.
bisa dibuat lengkap seperti iniBAB. I. PENDAHULUAN A. Judul Kegiatan: Uraikan secara
singkat dan jelas jenis kegiatan /usaha yang akan dilakukan. B. Status Usaha: Jelaskan status
usaha yang akan dilakukan, usaha baru atau pengembangan. C. Rasional Kegiatan: Uraikan
secara jelas alasan yang melatar-belakangi dipilihnya kegiatan usaha yang akan dilakukan, D.
Tujuan Kegiatan: Uraikan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan usaha yang akan dilakukan.
BAB. II. METODOE PELAKSANAAN A. Produk: Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang
akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas produk yang ditawarkan B. Bahan Baku:
Uraikan jenis bahan baku yang akan digunakan untuk produksi, tingkat ketersediaan bahan baku,
prosedur perolehan bahan baku. Sumber bahan baku. C. Proses Produksi: Uraikan alur proses
produksi, teknologi yang digunakan, ketrampilan tenaga kerja yang dibutuhkan, jumlah tenaga
kerja yang terlibat. D. Pemasaran: Uraikan dengan jelas katagori/kelas dan perkiraan jumlah
konsumen yang dibidik, strategi pemasaran yang dilakukan, sebutkan daerah cakupan pemasaran
lokal/regional/nasional. E. Tempat Produksi: uraiakan dengan jelas alamat tempat usaha
dilakukan, jelaskan karakteristik tempat usaha, uraikan pula pengaruhnya terhadap prospek
usaha. BAB. III. TARGET LUARAN A. Target produk: Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang
akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas yang akan ditawarkan. B. Target
konsumen: Uraiakan jenis dan jumlah calon sasaran yang ditargetkan akan menjadi konsumen.
C. Target pendapatan: Uraiakan jumlah pendapatan yang ingin dicapai. [Link]. RENCANA
BIAYA A. Rencana biaya usaha: Jelaskan secara rinci rancangan usaha yang akan dilakukan ,
perhitungan pembiayaan bahan baku, tenaga kerja, alat produksi, harga jual, dan prediksi aliran
kas. B. Rancangan Pengembangan & Investasi: Uraikan rencana pendapatan yang akan diperoleh
dan akan digunakan untuk pengembangan modal usaha, jumlah rupiah yang dapat disetor untuk
pengembalian modal BAB. V. JADWAL PELAKSANAAN. Jadwal pelaksanaan: Uraikan
jadwal perincian kegiatan, durasi waktu yang dibutuhkan dan waktu pelaksanaan dalam minggu
atau [Link] besaran volume pekerjaan serta besaran biaya yang dibutuhkan [Link].
ORGANISASI PELAKSANA A. Personil: Uraikan nama, kualifikasi , dan diskripsi tugas dari
personil yang terlibat dalam pelaksanaan usaha. B. Pendamping: Uraikan nama, kualifikasi
personil/lembaga pendamping, peran tugas pendamping yang diharapkan. BAB. VII. POTENSI
KHUSUS A. Peluang Komersial: Uraikan peluang komersial dari produk yang akan
dijual/ditawarkan B. Peluang Patent atau Haki: Uraikan peluang produk yang akan dibuat untuk
memperoleh patent atau Haki C. Peluang Legalitas: Uraikan peluang untuk memperoleh legalitas
usaha. LAMPIRAN : Denah Lokasi Usaha
2/2
BAB I. PENDAHULUAN
C. Rasional Kegiatan Usaha Ayam Geprek dan Jus Buah-buahan dipilih karena memiliki
prospek yang menjanjikan. Makanan ringan yang mudah disajikan dan dikonsumsi ini sangat
diminati oleh masyarakat, khususnya anak muda. Selain itu, ayam geprek dan jus buah-buahan
merupakan produk yang sehat dan bergizi, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi
kesehatan konsumen.
D. Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan usaha ini adalah untuk menghasilkan produk makanan
dan minuman yang berkualitas dan sesuai dengan selera konsumen, serta memberikan
keuntungan yang menguntungkan bagi pengusaha.
A. Produk Produk yang akan dijual adalah ayam geprek dan jus buah-buahan. Ayam geprek yang
dihasilkan adalah ayam yang diolah dengan tepung bumbu dan digoreng dengan minyak goreng.
Jus buah-buahan yang dihasilkan adalah jus yang terbuat dari buah segar yang dikupas dan
dicampur dengan air dan gula.
B. Bahan Baku Bahan baku yang digunakan untuk produksi ayam geprek adalah ayam, tepung
bumbu, minyak goreng, dan bahan pengganti bumbu lainnya. Bahan baku yang digunakan untuk
produksi jus buah-buahan adalah buah segar, air, dan gula. Bahan baku akan diperoleh dari
distributor bahan makanan dan pasar tradisional.
C. Proses Produksi Proses produksi ayam geprek dimulai dengan membersihkan ayam dan
memotongnya menjadi beberapa bagian. Kemudian ayam dicelupkan ke dalam tepung bumbu
dan digoreng dalam minyak goreng panas. Setelah ayam digoreng, bumbu tambahan
ditambahkan ke atas ayam. Proses produksi jus buah-buahan dimulai dengan mengupas buah
segar dan memotongnya menjadi beberapa bagian. Kemudian buah-buahan dicampur dengan air
dan gula, dan di-blender hingga halus.
D. Pemasaran Kami akan menargetkan konsumen dari kalangan anak muda dan keluarga yang
menyukai makanan dan minuman yang praktis dan sehat. Kami akan melakukan pemasaran
melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook, serta promosi langsung ke konsumen
melalui penjualan di acara-acara seperti pameran kuliner dan acara musik.
E. Tempat Produksi Tempat produksi akan berlokasi di Jl. Raya Merdeka No. 10, Jakarta.
Tempat produksi berada di dekat pusat perbelanjaan dan pusat keramaian, sehingga dapat
menjangkau pasar yang luas. Tempat produksi dilengkapi dengan dapur dan ruang penyimpanan
untuk bahan baku dan produk jadi.
bisa dibuat seperti ini, contoh BAB I PENDAHULUAN A. Judul Kegiatan : USAHA
INDUSTRI SARI NANAS B. Status Usaha : Usaha yang akan saya jalankan adalah rintisan
usaha baru C. Rasional Kegiatan : Usaha industri SARI NANAS yang akan saya dirikan adalah
jenis usaha industri rumahan berskala kecil yang khusus hanya memproduksi MINUMAN
berbahan baku buah nanas lokal. Alasan saya dalam memilih usaha industri minuman sari nanas
saya dasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai beriktu; (a) minuman sari buah
merupakan minuman favorit yang sudah banyak dikenal orang dan banyak disukai oleh semua
kalangan, dari anak kecil sampai orang dewasa, dari kalangan rakyat kecil sampai kalangan kelas
atas, (b) Bahan baku buah nanas merupakan jenis buah-buahan yang dapat diperoleh dengan
mudah didaerah tempat saya akan melakukan usaha, karena lingkungan tempat saya tinggal
banyak sekali ditanam buah nanas karena tanahnya yang berupa tanah vulkanis berpasir yang
sangat baik untuk tanaman nanas. (c). saya memiliki pengalaman dalam pengolahan buah-
buahan menjadi minuman dan pernah mendapatkan pendidikan pengolahan makanan. D. Tujuan
Kegiatan : Tujuan dari didirikankanya usaha industri sari nanas ini adalah: a) Untuk memperoleh
penghasilan yang dapat saya gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari b) Untuk
menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang pengolahan hasil pertanian yang pernah saya
pelajari c) Memanfaatkan hasil pertanian serta meningkatkan nilai tambah buah nanas yang ada
didaerah. BAB II METODE PELAKSANAAN A. Produk : Produk olahan industri yang akan
saya hasilkan adalah : SARI NANAS , yaitu jenis minuman ringan berbahan baku nanas segar
pilihan yang dipadu dengan bahan pemanis dari gula murni. SARI NANAS diproduksi tanpa
menggunakan bahan pengawet maupun bahan pewarna kimiaSARI NANAS yang akan
diproduksi dalam tahap awal sesuai dengan kapasitas peralatan dan wilayah pemasaran, serta
jumlah konsumen yang akan dilayani adalah 12000 gelas/bulan. B. Bahan Baku : Bahan baku
utama SARI NANAS adalah buah nanas jawa yang banyak ditanam oleh para petani didaerah
lereng pegunungan vulkanik. Buah nanas jawa adalah jenis nanas yang banyak ditanam di
wlilayah lereng barat dan lereng selatan gunung Kelud, mulai dari daerah wates di Kediri sampai
dengan daerah Srengat dan Garum di wilayah Kabupaten Blitar. Nanas jawa adalah nanas
berukuran buah kecil, tetapi memiliki aroma dan rasa manis yang khas. Jumlah bahan baku yang
melimpah di daerah Blitar akan sangat mendukung kelangsungan usaha saya dalam pengolahan
buah nanas. C. Proses Produksi : Proses produksi sari nanas. SARI NANAS akan diproduksi
dengan proses sebagai berikut: a) Buah nanas dikupas dan dibuang bagian mata-buahnya,
kemudian dicuci dan dipotong kecil-kecil dengan ketebalan 2 cm. b) Buah nanas yang telah
dipotong-potong tersebut direbus dalam cairan campuran air dengan gula berbanding 90% air
dan 10 % gula murni. c) Rebusan air nanas yang sudah mendidih disaring dan ditampung dalam
wadah penyimpanan, yang sekaligus merupakan bejana untuk proses pengisian sari nanas
kedalam gelas. d) Sari nanas yang telah dimasukan kedalam gelas disegel dengan tutup plastik,
dan selanjutnya dikemas dalam kemasan karton berisi 24 gelas per karton. e) Peralatan produksi
yang digunakan adalah peralatan elektrik semi otomatis. D. Pemasaran : Segmen pasar yang
dibidik untuk sementara waktu tiga tahun kedepan adalah pasar lokal kota Blitar. Diperkirakan
dengan jumlah penduduk kota blitar 600.000. jiwa, 40 % nya adalah remaja yang dijadikan
sasaran bidik pemasaran, maka akan ada sasaran bidik sejumlah 240.000 jiwa. Jika 5% dari
jumlah remaja yang menjadi sasaran pemasaran tertarik terhadap produk sari nanas, maka akan
ada calon konsumen sebesar 12.000 konsumen. Strategi pemasaran yang dilakukan adalah
dengan cara konsinyasi pada toko-toko bahan makanan. Dengan asumsi konsumen 12.000 orang
perbulan, maka jumlah produk yang harus dihasilkan adalah kurang lebih 13.200 gelas, yaitu
jumlah target dan 10% untuk stok. Dengan asumsi pasar tumbuh 20% pertahun, maka gambaran
pasar 3 tahun kedepan dapat ditunjukan sebagai berikut Tahun usaha Jumlah Konsumen Jumlah
Produk 2021 -2022 12.000 13.200 2022 - 2023 14.400 15.840 2023 – 2024 17.280 19.008 E.
Tempat Produksi : Tempat produksi dilakukan di rumah sendiri di jalan raya Nglegok Kabupaten
Blitar. Tempat produksi cukup strategis karena berada pada poros jalan raya Blitar-Nglegok
sehingga dapat dengan mudah di akses oleh kendaraan untuk pengiriman maupun calon pembeli
yang membawa kendaraan besar. Luas tempat produksi yang disediakan adalah 80 meter persegi,
yang terdiri dari: 20 meter persegi untuk penyiapan bahan baku, 20 meter persegi untuk proses
pengolahan, 20 meter persegi untuk proses pengemasan, dan 20 meter persegi untuk gudang
penyimpanan produk siap jual. BAB III TARGET LUARAN A. Target produk : Produk yang
akan dihasilkan adalah SARI NANAS dalam kemasan gelas 220 ml. kualitas produk yang akan
dihasilkan adalah sari nanas natural dengan bahan gula murni tanpa mempergunakan bahan
pengawet maupun pewarna. Sesuai dengan kapasitas peralatan produksi, produk yang dapat
dihasilkan adalah 240.000 gelas pertahun. Namun sesuai dengan jumlah konsumen yang
ditargetkan, produksi yang akan dihasilkan adalah 500 gelas perhari atau 12.000 perbulan (24
hari kerja/bulan) B. Target konsumen : Konsumen yang ditargetkan adalah usia remaja dengan
jumlah target rata-rata 12.000 orang perbulan atau 144.000 orang pertahun. C. Target pendapatan
: Jumlah pendapatan yang ingin saya peroleh setiap bulan adalah Rp. 2.400.000,- BAB IV
RENCANA BIAYA A. Rencana biaya usaha : Rencana biaya usaha yang akan saya lakukan
adalah sebagai berikut: BIAYA INVESTASI 1. TEMPAT USAHA No Uraian Vol Satuan
Harga/Sat Jumlah Rp. 1 Tanah 200 m2 Rp 120,000 Rp 24,000,000 2 Bangunan 80 m2 Rp
600,000 Rp 46,000,000 Rp 70,000,000 2. PERALATAN a. Peralatan Kantor No Uraian Vol
Satuan Harga/Sat Jumlah Rp. 1 Meja tulis 2 bh Rp 375,000 Rp 750,000 2 Kursi 1 bh Rp 325,000
Rp 325,000 3 Alamri arsip 1 bh Rp 1,250,000 Rp 1,250,000 4 Rak kayu 1 bh Rp 750,000 Rp
750,000 5 Komputer 1 bh Rp 4,500,000 Rp 4,500,000 Rp 7,575,000 b. Peralatan kerja No Uraian
Vol Satuan Harga/Sat Jumlah Rp. 1 Kompor gas 1 bh Rp 150,000 Rp 150,000 2 Tabung gas 12
kg 1 bh Rp 550,000 Rp 550,000 3 Sealer 1 bh Rp 800,000 Rp 800,000 4 Panci 20 liter 2 bh Rp
125,000 Rp 250,000 5 Drum 100 liter 1 bh Rp 175,000 Rp 175,000 6 Pengaduk logam 2 bh Rp
15,000 Rp 30,000 7 Timbangan 1 bh Rp 80,000 Rp 80,000 8 Gayung Melamin 2 bh Rp 20,000
Rp 40,000 Rp 2,075,000 JUMLAH BIAYA INVESTASI (Peralatan) Rp 9,650,000 3. DATA
OPERASI Kapasitas produksi/hari 500 gelas 21 karton Hari kerja perbulan 24 hari 500 karton
Standar harga paket satuan harga harga/sat 1 Air 1 liter Rp 25 Rp 25 2 Gula pasir 1 kg Rp 6,000
Rp 6,000 3 Nanas 1 kg Rp 4,000 Rp 4,000 4 Esence 1 gram Rp 250 Rp 250 5 Gelas 50 bh Rp
7,500 Rp 150 6 Cup/tutup gelas 500 bh Rp 17,500 Rp 35 7 Biaya sablon 1000 bh Rp 25,000 Rp
25 8 Plastik sedotan 100 bh Rp 3,000 Rp 30 9 Karton 1 bh Rp 1,750 Rp 1,750 Upah kerja/bulan
24 hari upah Upah /hari 1 Manajer 1 bln Rp 900,000 Rp 37,500 2 Tenaga harian 1 bln Rp
600,000 Rp 25,000 4. BIAYA OPERASI a. Kebutuhan bahan baku No Uraian Vol. bahan Satuan
Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total 1 Air 100 liter Rp 25 Rp 2,500 2 Gula pasir 5 kg Rp 6,000
Rp 30,000 3 Nanas lokal 5 kg Rp 2,500 Rp 12,500 4 Essence 10 gram Rp 250 Rp 2,500 Jumlah
biaya bahan baku Rp 47,500 Rp 47,500 b. Kebutuhan bahan pembantu No Uraian Vol. bahan
Satuan Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total 1 Gelas 500 bh Rp 150 Rp 75,000 2 Tutup plastik
500 bh Rp 35 Rp 17,500 3 Biaya sablon 500 bh Rp 25 Rp 12,500 4 Plastik sedotan 500 bh Rp 30
Rp 15,000 5 Kemasan karton 21 bh Rp 1,750 Rp 36,458 Jumlah biaya bahan pembantu Rp
156,458 Rp 156,458 Rp 203,958 c. Kebutuhan biaya operasional No Uraian Vol. bahan Satuan
Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total 1 Sewa listrik 500 bh Rp 15 Rp 7,500 2 Gas 500 bh Rp 10
Rp 5,000 3 Biaya promosi 500 bh Rp 25 Rp 12,500 4 Biaya Transportasi 500 bh Rp 25 Rp
12,500 Jumlah biaya operasional Rp 37,500 Rp 37,500 GAJI DAN UPAH KERJA No Uraian
Volume Satuan Harga/Sat Jumlah Rp Jumlah Total 1 Tenaga ahli 1 oh Rp 37,500 Rp 37,500 2
Pekerja 2 oh Rp 25,000 Rp 50,000 Rp 87,500 Rp 87,500 JUMLAH BIAYA PRODUKSI
PERHARI Rp 328,958 JUMLAH BIAYA PRODUKSI PERBULAN Rp 7,895,000 BIAYA
INVESTASI USAHA AWAL Rp 17,545,000 BIAYA CADANGAN OPERASIONAL Rp
2,455,000 JUMLAH TOTAL BIAYA USAHA Rp 20,000,000 5. MENGHITUNG HARGA
JUAL No Uraian Jumlah Biaya Kapasitas produk Biaya per unit 1 Biaya bahan baku perbulan
Rp 5,795,000 Rp 12,000 Rp 483 2 Biaya operasional perbulan Rp 2,100,000 Rp 12,000 Rp 175
Total biaya operasi perbulan Rp 7,895,000 Total Biaya per Unit Rp 658 Margin keuntungan
yang diharapkan 40 prosen 0.400 Harga Jual produk per unit Rp 658 plus Rp 263 Rp 921 Harga
jual per karton isi 24 Rp 921 Rp 24 Rp 22,106 6. TITIK IMPAS PRODUKSI Biaya operasi
perbulan Rp 7,895,000 Jumlah Titik Impas produksi 8571 gelas 357 Karton BAB V JADWAL
PELAKSANAAN. Jadwal Pelaksanaan usaha dan tahap kebutuhan anggaran disusun sebagai
berikut: No Uraian Kegiatan Bulan Pelaksanaan Juni Juli 1 Pembelian peralatan Kantor 5 item
Rp 7,575,000 2 Pembelian peralatan produksi 8 item Rp 2,075,000 3 Penataan ruang produksi
Rp. 200,000 4 Pembelian bahan baku produksi untuk satu bulan operasional 6 item Rp 5,795,000
Jumlah Rp 9,850,000 Rp 5,795,000 BAB VI ORGANISASI PELAKSANA A. Personil :
Personil pelaksana kegiatan usaha tersusun sebagai berikut: No Nama Pendidikan/Keahlian
Deskripsi tugas 1 Siti Sendari S1 Tataboga Manajer dan pemasaran 2 Karyono S1 Kimia
Produksi 3 Janis DIII Elektro Produksi B. Pendamping : Usaha industri SARI NANAS dalam
menjalankan usahanya akan didampingi oleh: No Nama Lembaga/Keahlian Deskripsi tugas 1
Dra. Wahyuni, M.T S2 Teknik Industri UM/ S1 Tataboga pengembangan teknologi 2 Syamsul
Arifin CV. Aneka rasa/ pengolahan minuman pendampingan manajemen BAB VII POTENSI
KHUSUS A. Peluang Komersial: Produk SARI NANAS selama ini belum pernah diproduksi
oleh perorangan ataupun industri makanan yang sudah ada, dengan demikian produk ini
memiliki peluang pasar yang baik karena tanpa pesaing. B. Peluang Patent atau Haki: Sari Nanas
merupakan produk baru dengan karakteristik sebagai minuman penyegar sekaligus memiliki
khasiat untuk menurunkan kadar kholestrol, maka produk ini memiliki peluang yangbesar untuk
mendapatkan patent. C. Peluang Legalitas: Peluang untuk mendapatkan legalitas usaha sangat
tinggi karena produk minuman sari nanas diproduksi dengan teknologi pengolahan yang
memenuhi syarat higyenitas dan bebas dari bahan berbahaya.
bantu buat seperti ini untuk usaha ayam geprek dan jus buah buahan : BAB I PENDAHULUAN
A. Judul Kegiatan : USAHA INDUSTRI SARI NANAS B. Status Usaha : Usaha yang akan saya
jalankan adalah rintisan usaha baru C. Rasional Kegiatan : Usaha industri SARI NANAS yang
akan saya dirikan adalah jenis usaha industri rumahan berskala kecil yang khusus hanya
memproduksi MINUMAN berbahan baku buah nanas lokal. Alasan saya dalam memilih usaha
industri minuman sari nanas saya dasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai beriktu; (a)
minuman sari buah merupakan minuman favorit yang sudah banyak dikenal orang dan banyak
disukai oleh semua kalangan, dari anak kecil sampai orang dewasa, dari kalangan rakyat kecil
sampai kalangan kelas atas, (b) Bahan baku buah nanas merupakan jenis buah-buahan yang
dapat diperoleh dengan mudah didaerah tempat saya akan melakukan usaha, karena lingkungan
tempat saya tinggal banyak sekali ditanam buah nanas karena tanahnya yang berupa tanah
vulkanis berpasir yang sangat baik untuk tanaman nanas. (c). saya memiliki pengalaman dalam
pengolahan buah-buahan menjadi minuman dan pernah mendapatkan pendidikan pengolahan
makanan. D. Tujuan Kegiatan : Tujuan dari didirikankanya usaha industri sari nanas ini adalah:
a) Untuk memperoleh penghasilan yang dapat saya gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup
sehari-hari b) Untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang pengolahan hasil pertanian
yang pernah saya pelajari c) Memanfaatkan hasil pertanian serta meningkatkan nilai tambah
buah nanas yang ada didaerah. BAB II METODE PELAKSANAAN A. Produk : Produk olahan
industri yang akan saya hasilkan adalah : SARI NANAS , yaitu jenis minuman ringan berbahan
baku nanas segar pilihan yang dipadu dengan bahan pemanis dari gula murni. SARI NANAS
diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet maupun bahan pewarna kimiaSARI NANAS
yang akan diproduksi dalam tahap awal sesuai dengan kapasitas peralatan dan wilayah
pemasaran, serta jumlah konsumen yang akan dilayani adalah 12000 gelas/bulan. B. Bahan Baku
: Bahan baku utama SARI NANAS adalah buah nanas jawa yang banyak ditanam oleh para
petani didaerah lereng pegunungan vulkanik. Buah nanas jawa adalah jenis nanas yang banyak
ditanam di wlilayah lereng barat dan lereng selatan gunung Kelud, mulai dari daerah wates di
Kediri sampai dengan daerah Srengat dan Garum di wilayah Kabupaten Blitar. Nanas jawa
adalah nanas berukuran buah kecil, tetapi memiliki aroma dan rasa manis yang khas. Jumlah
bahan baku yang melimpah di daerah Blitar akan sangat mendukung kelangsungan usaha saya
dalam pengolahan buah nanas. C. Proses Produksi : Proses produksi sari nanas. SARI NANAS
akan diproduksi dengan proses sebagai berikut: a) Buah nanas dikupas dan dibuang bagian mata-
buahnya, kemudian dicuci dan dipotong kecil-kecil dengan ketebalan 2 cm. b) Buah nanas yang
telah dipotong-potong tersebut direbus dalam cairan campuran air dengan gula berbanding 90%
air dan 10 % gula murni. c) Rebusan air nanas yang sudah mendidih disaring dan ditampung
dalam wadah penyimpanan, yang sekaligus merupakan bejana untuk proses pengisian sari nanas
kedalam gelas. d) Sari nanas yang telah dimasukan kedalam gelas disegel dengan tutup plastik,
dan selanjutnya dikemas dalam kemasan karton berisi 24 gelas per karton. e) Peralatan produksi
yang digunakan adalah peralatan elektrik semi otomatis. D. Pemasaran : Segmen pasar yang
dibidik untuk sementara waktu tiga tahun kedepan adalah pasar lokal kota Blitar. Diperkirakan
dengan jumlah penduduk kota blitar 600.000. jiwa, 40 % nya adalah remaja yang dijadikan
sasaran bidik pemasaran, maka akan ada sasaran bidik sejumlah 240.000 jiwa. Jika 5% dari
jumlah remaja yang menjadi sasaran pemasaran tertarik terhadap produk sari nanas, maka akan
ada calon konsumen sebesar 12.000 konsumen. Strategi pemasaran yang dilakukan adalah
dengan cara konsinyasi pada toko-toko bahan makanan. Dengan asumsi konsumen 12.000 orang
perbulan, maka jumlah produk yang harus dihasilkan adalah kurang lebih 13.200 gelas, yaitu
jumlah target dan 10% untuk stok. Dengan asumsi pasar tumbuh 20% pertahun, maka gambaran
pasar 3 tahun kedepan dapat ditunjukan sebagai berikut Tahun usaha Jumlah Konsumen Jumlah
Produk 2021 -2022 12.000 13.200 2022 - 2023 14.400 15.840 2023 – 2024 17.280 19.008 E.
Tempat Produksi : Tempat produksi dilakukan di rumah sendiri di jalan raya Nglegok Kabupaten
Blitar. Tempat produksi cukup strategis karena berada pada poros jalan raya Blitar-Nglegok
sehingga dapat dengan mudah di akses oleh kendaraan untuk pengiriman maupun calon pembeli
yang membawa kendaraan besar. Luas tempat produksi yang disediakan adalah 80 meter persegi,
yang terdiri dari: 20 meter persegi untuk penyiapan bahan baku, 20 meter persegi untuk proses
pengolahan, 20 meter persegi untuk proses pengemasan, dan 20 meter persegi untuk gudang
penyimpanan produk siap jual. BAB III TARGET LUARAN A. Target produk : Produk yang
akan dihasilkan adalah SARI NANAS dalam kemasan gelas 220 ml. kualitas produk yang akan
dihasilkan adalah sari nanas natural dengan bahan gula murni tanpa mempergunakan bahan
pengawet maupun pewarna. Sesuai dengan kapasitas peralatan produksi, produk yang dapat
dihasilkan adalah 240.000 gelas pertahun. Namun sesuai dengan jumlah konsumen yang
ditargetkan, produksi yang akan dihasilkan adalah 500 gelas perhari atau 12.000 perbulan (24
hari kerja/bulan) B. Target konsumen : Konsumen yang ditargetkan adalah usia remaja dengan
jumlah target rata-rata 12.000 orang perbulan atau 144.000 orang pertahun. C. Target pendapatan
: Jumlah pendapatan yang ingin saya peroleh setiap bulan adalah Rp. 2.400.000,- BAB IV
RENCANA BIAYA A. Rencana biaya usaha : Rencana biaya usaha yang akan saya lakukan
adalah sebagai berikut: BIAYA INVESTASI 1. TEMPAT USAHA No Uraian Vol Satuan
Harga/Sat Jumlah Rp. 1 Tanah 200 m2 Rp 120,000 Rp 24,000,000 2 Bangunan 80 m2 Rp
600,000 Rp 46,000,000 Rp 70,000,000 2. PERALATAN a. Peralatan Kantor No Uraian Vol
Satuan Harga/Sat Jumlah Rp. 1 Meja tulis 2 bh Rp 375,000 Rp 750,000 2 Kursi 1 bh Rp 325,000
Rp 325,000 3 Alamri arsip 1 bh Rp 1,250,000 Rp 1,250,000 4 Rak kayu 1 bh Rp 750,000 Rp
750,000 5 Komputer 1 bh Rp 4,500,000 Rp 4,500,000 Rp 7,575,000 b. Peralatan kerja No Uraian
Vol Satuan Harga/Sat Jumlah Rp. 1 Kompor gas 1 bh Rp 150,000 Rp 150,000 2 Tabung gas 12
kg 1 bh Rp 550,000 Rp 550,000 3 Sealer 1 bh Rp 800,000 Rp 800,000 4 Panci 20 liter 2 bh Rp
125,000 Rp 250,000 5 Drum 100 liter 1 bh Rp 175,000 Rp 175,000 6 Pengaduk logam 2 bh Rp
15,000 Rp 30,000 7 Timbangan 1 bh Rp 80,000 Rp 80,000 8 Gayung Melamin 2 bh Rp 20,000
Rp 40,000 Rp 2,075,000 JUMLAH BIAYA INVESTASI (Peralatan) Rp 9,650,000 3. DATA
OPERASI Kapasitas produksi/hari 500 gelas 21 karton Hari kerja perbulan 24 hari 500 karton
Standar harga paket satuan harga harga/sat 1 Air 1 liter Rp 25 Rp 25 2 Gula pasir 1 kg Rp 6,000
Rp 6,000 3 Nanas 1 kg Rp 4,000 Rp 4,000 4 Esence 1 gram Rp 250 Rp 250 5 Gelas 50 bh Rp
7,500 Rp 150 6 Cup/tutup gelas 500 bh Rp 17,500 Rp 35 7 Biaya sablon 1000 bh Rp 25,000 Rp
25 8 Plastik sedotan 100 bh Rp 3,000 Rp 30 9 Karton 1 bh Rp 1,750 Rp 1,750 Upah kerja/bulan
24 hari upah Upah /hari 1 Manajer 1 bln Rp 900,000 Rp 37,500 2 Tenaga harian 1 bln Rp
600,000 Rp 25,000 4. BIAYA OPERASI a. Kebutuhan bahan baku No Uraian Vol. bahan Satuan
Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total 1 Air 100 liter Rp 25 Rp 2,500 2 Gula pasir 5 kg Rp 6,000
Rp 30,000 3 Nanas lokal 5 kg Rp 2,500 Rp 12,500 4 Essence 10 gram Rp 250 Rp 2,500 Jumlah
biaya bahan baku Rp 47,500 Rp 47,500 b. Kebutuhan bahan pembantu No Uraian Vol. bahan
Satuan Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total 1 Gelas 500 bh Rp 150 Rp 75,000 2 Tutup plastik
500 bh Rp 35 Rp 17,500 3 Biaya sablon 500 bh Rp 25 Rp 12,500 4 Plastik sedotan 500 bh Rp 30
Rp 15,000 5 Kemasan karton 21 bh Rp 1,750 Rp 36,458 Jumlah biaya bahan pembantu Rp
156,458 Rp 156,458 Rp 203,958 c. Kebutuhan biaya operasional No Uraian Vol. bahan Satuan
Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total 1 Sewa listrik 500 bh Rp 15 Rp 7,500 2 Gas 500 bh Rp 10
Rp 5,000 3 Biaya promosi 500 bh Rp 25 Rp 12,500 4 Biaya Transportasi 500 bh Rp 25 Rp
12,500 Jumlah biaya operasional Rp 37,500 Rp 37,500 GAJI DAN UPAH KERJA No Uraian
Volume Satuan Harga/Sat Jumlah Rp Jumlah Total 1 Tenaga ahli 1 oh Rp 37,500 Rp 37,500 2
Pekerja 2 oh Rp 25,000 Rp 50,000 Rp 87,500 Rp 87,500 JUMLAH BIAYA PRODUKSI
PERHARI Rp 328,958 JUMLAH BIAYA PRODUKSI PERBULAN Rp 7,895,000 BIAYA
INVESTASI USAHA AWAL Rp 17,545,000 BIAYA CADANGAN OPERASIONAL Rp
2,455,000 JUMLAH TOTAL BIAYA USAHA Rp 20,000,000 5. MENGHITUNG HARGA
JUAL No Uraian Jumlah Biaya Kapasitas produk Biaya per unit 1 Biaya bahan baku perbulan
Rp 5,795,000 Rp 12,000 Rp 483 2 Biaya operasional perbulan Rp 2,100,000 Rp 12,000 Rp 175
Total biaya operasi perbulan Rp 7,895,000 Total Biaya per Unit Rp 658 Margin keuntungan
yang diharapkan 40 prosen 0.400 Harga Jual produk per unit Rp 658 plus Rp 263 Rp 921 Harga
jual per karton isi 24 Rp 921 Rp 24 Rp 22,106 6. TITIK IMPAS PRODUKSI Biaya operasi
perbulan Rp 7,895,000 Jumlah Titik Impas produksi 8571 gelas 357 Karton BAB V JADWAL
PELAKSANAAN. Jadwal Pelaksanaan usaha dan tahap kebutuhan anggaran disusun sebagai
berikut: No Uraian Kegiatan Bulan Pelaksanaan Juni Juli 1 Pembelian peralatan Kantor 5 item
Rp 7,575,000 2 Pembelian peralatan produksi 8 item Rp 2,075,000 3 Penataan ruang produksi
Rp. 200,000 4 Pembelian bahan baku produksi untuk satu bulan operasional 6 item Rp 5,795,000
Jumlah Rp 9,850,000 Rp 5,795,000 BAB VI ORGANISASI PELAKSANA A. Personil :
Personil pelaksana kegiatan usaha tersusun sebagai berikut: No Nama Pendidikan/Keahlian
Deskripsi tugas 1 Siti Sendari S1 Tataboga Manajer dan pemasaran 2 Karyono S1 Kimia
Produksi 3 Janis DIII Elektro Produksi B. Pendamping : Usaha industri SARI NANAS dalam
menjalankan usahanya akan didampingi oleh: No Nama Lembaga/Keahlian Deskripsi tugas 1
Dra. Wahyuni, M.T S2 Teknik Industri UM/ S1 Tataboga pengembangan teknologi 2 Syamsul
Arifin CV. Aneka rasa/ pengolahan minuman pendampingan manajemen BAB VII POTENSI
KHUSUS A. Peluang Komersial: Produk SARI NANAS selama ini belum pernah diproduksi
oleh perorangan ataupun industri makanan yang sudah ada, dengan demikian produk ini
memiliki peluang pasar yang baik karena tanpa pesaing. B. Peluang Patent atau Haki: Sari Nanas
merupakan produk baru dengan karakteristik sebagai minuman penyegar sekaligus memiliki
khasiat untuk menurunkan kadar kholestrol, maka produk ini memiliki peluang yangbesar untuk
mendapatkan patent. C. Peluang Legalitas: Peluang untuk mendapatkan legalitas usaha sangat
tinggi karena produk minuman sari nanas diproduksi dengan teknologi pengolahan yang
memenuhi syarat higyenitas dan bebas dari bahan berbahaya.
Baik, apa yang bisa saya bantu untuk usaha ayam geprek dan jus buah buahan? Apakah Anda
membutuhkan bantuan untuk membuat proposal usaha?
Tentu, berikut adalah contoh lengkap untuk usaha Ayam Geprek dan Jus Buah-buahan:
BAB I PENDAHULUAN
A. Judul Kegiatan: USAHA AYAM GEPREK DAN JUS BUAH-BAHAN B. Status Usaha:
Usaha yang akan saya jalankan adalah rintisan usaha baru C. Rasional Kegiatan: Usaha Ayam
Geprek dan Jus Buah-buahan yang akan saya dirikan adalah jenis usaha kuliner berskala kecil
yang menawarkan menu ayam geprek dengan variasi saus pedas dan jus buah-buahan segar.
Alasan saya memilih usaha ini adalah sebagai berikut: (a) Ayam Geprek merupakan salah satu
menu makanan yang sedang populer dan banyak dicari, terutama di kalangan anak muda dan
remaja, (b) Jus Buah-buahan adalah minuman yang sehat dan segar, banyak disukai oleh semua
kalangan, dan (c) Saya memiliki passion dan keahlian di bidang kuliner, serta memiliki
pengalaman dalam mengelola usaha makanan.
D. Tujuan Kegiatan: Tujuan dari didirikannya usaha Ayam Geprek dan Jus Buah-buahan adalah:
a) Untuk memperoleh penghasilan yang dapat saya gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup
sehari-hari. b) Untuk menyediakan menu makanan yang berkualitas dengan variasi rasa yang
berbeda, serta minuman yang sehat dan segar. c) Untuk memberikan kontribusi bagi
perekonomian lokal, khususnya di bidang kuliner.
A. Produk: Produk yang akan saya tawarkan dalam usaha Ayam Geprek dan Jus Buah-buahan
adalah sebagai berikut:
1. Ayam Geprek dengan variasi saus pedas, terdiri dari ayam goreng tepung yang disiram
dengan saus pedas level sesuai dengan selera konsumen.
2. Jus Buah-buahan segar, terdiri dari berbagai macam buah-buahan segar yang diolah
secara langsung saat pesanan diterima.
B. Bahan Baku: Bahan baku yang akan digunakan dalam usaha Ayam Geprek dan Jus Buah-
buahan adalah sebagai berikut:
1. Ayam, sayuran, dan bahan-bahan lainnya untuk Ayam Geprek akan diperoleh dari
pasaran lokal, dengan kualitas yang terbaik dan harga yang bersaing.
2. Buah-buahan untuk Jus Buah-buahan akan diperoleh dari petani lokal yang menawarkan
buah-buahan segar dan berkualitas.
C. Proses Produksi: Proses produksi untuk Ayam Geprek dan Jus Buah-buahan adalah sebagai
berikut:
1. Ayam Geprek: Ayam dipotong dan digoreng dalam tepung, kemudian disiram dengan
saus pedas level sesuai dengan selera konsumen.
2. Jus Buah-buahan: Buah-buahan yang telah dicuci dan dipotong kecil-kecil dimasukkan
ke dalam blender, lalu diolah hingga menjadi jus segar yang siap disajikan.
D. Pemasaran