DASAR TEORI
Definisi dari senyawa organik sebagai senyawa karbon karena semua senyawaorganik
pasti mengandung atom karbon(Suja, 2014). Senyawa organik yang tidakdiketahui dapat
diidentifikasi dengan cara analisis kualitatif. Analisis kualitatif ini dapatdilakukan dengan cara
penentuan sifat fisika,analisis unsur, identifikasi gugus fungsional,dan penentuan derivat dari
senyawa yangdianalisis (Nurlita & Suja, 2004). Senyawa organik selain mengandungkarbon dan
hidrogen, kemungkinan jugamengandung unsur lain seperti oksigen,nitrogen, belerang, dan
halogen. Untukmendeteksi unsur yang terkandungdiperlukan pereaksi khusus (Nurlita &
Suja,2004).
Uji seri amonium nitrat dapat membedakan alkohol, fenol, dan asam hidroksi
darisenyawa-senyawa lain. Hasil positif untuk alkohol ditunjukkan oleh perubahan warna
darikuning ke merah, sedangkan fenol memberikan warna merah sampai coklat dalam
larutandioksana. Beberapa aldehida dapat memberikan warna sebentar, yang kemudian
memudardalam tiga sampai lima menit. Uji ini tidak dapat digunakan untuk
mengidentifikasisenyawasenyawa yang mengandung atom karbon lebih dari sembilan buah,
karena warnayang dihasilkan terlalu pucat.
Untuk praktikum kali ini digunakan berbagai uji untuk mengetahui senyawa organik yang
mengandung oksigen yaitu uji seri aamonium nitrat, uji besi (III) klorida yang akan
menunjukkan adanya gugus hidroksil fenolik dengan menunjukkan warna ungu,
Besi (III) klorida, atau feri klorida adalah suatu senyawa kimiayangmerupakan komoditasskala
industri dengan rumus kimiaFeCl3. senyawa ini merupkan senyawa yang umum digunakan
dalam pengolahan limbah,produksi air minum maupun katalis. Ferriklorida memiliki berat
molekul 162,2gr/mol. FeCl3 memiliki titik lebur yang rendah dan mendidih pada suhu 315°.Feri
klorida bersifat berbuih diudara lembab karena munculnya HCl yangterhidrolisis membentuk
kabut. Setelah itu FeCl3 mengalami hidrolisis jikadilarutkan dalam air yang merupakan reaksi
eksotermis. Hidrolisis inimenghasilkan larutan yang coklat, asam dan korosif yang digunakan
sebagaikoagulan pada pengolahan limbah dan produksi air minum. Dalampraktikum ini
Ferriklorida digunakan sebagai alat uji untuk mendeteksi fenol(Addison, 2009)
lalu uji lucas digunakan untuk membedakan antara alkohol primer, sekunder, dan tersier. Reagen
lucas pada dasarnya adalah sebuah larutan yang dibentuk olehkombinasi dari HCl dan ZnCl2.
HCl atau asam klorida merupakan cairantidak berwarna yang mudah larut dalam air. Reagen
lucas merupakan pereaksi untuk menguji alkohol dan mengklasifikasikan sesuai dengan
reaktifitasnya .Reaktivitas alkohol denganLucas Reagen diukur dengan tingkat kekeruhan yang
mungkin berbeda dariberwarna ke keruh. Pembentukan solusi keruh terjadi karena pembentukan
kloroalkana (Harr, 2011)
Lalu uji natrium karbonat untuk asam dengan menunjukkan asam yang akan membebaskan gas
karbon dioksida, uji benedict digunakan untuk membedakan aldehida dengan keton, ester, eter,
uji iodoform untuk membuktikan adanya keton yang mengandung gugus metil keton, dan
hidrolisis ester untuk membedakan ester dan eter
Pembahasan
Uji Seri Ammonium Nitrat (CAN) adalah uji untuk membedakan fenol, alkohol dengan asam
karboksilat, aldehida, keton ,ester, dan eter. Uji positif dengan seri ammonium nitrat (CAN)
berupa larutan berwarna merah atau coklat sedangkan uji negatifnya adalah tidak adanya reaksi
ditandai tidak adanya warna merah atau coklat. Jika hasil uji berupa warna merah kemudian
berubah menjadi jingga lalu kuning dan menjadi tidak berwarna, hal itu berarti warna tidak
konstan dan bukan merupakan uji positif terhadap seri ammonium nitrat (CAN). Dari
percobaan,senyawa tersebut adalah aldehida yang mana bukan merupakan fenol dan alkohol.
Uji Besi (III) klorida adalah uji untuk membedakan fenol dan alkohol. Uji positif dengan besi
(III) klorida berupa larutan berwarna ungu, sedangkan uji negatifnya adalah tidak ada reaksi
ditandai tidak ada perubahan warna. Larutan besi (III) klorida berwarna kuning ketika
direaksikan dengan larutan yang misalkan tidak berwarna akan menghasilkan warna kuning. Hal
ini berarti tidak ada perubahan. Ada dan tidaknya reaksi salah satunya dapat dilihat dari
percampuran kedua warna larutan.
Uji Lucas adalah uji yang digunakan untuk membedakan alkohol primer, alkohol sekunder, dan
alkohol tersier. Uji positif dengan reagen lucas berupa larutan tidak berwarna untuk alkohol
primer dimana tidak berawan atau tidak membentuk dua lapisan, jika berupa larutan berawan
yang membentuk dua lapisan selama 5 menit dimana larutan sedikit keruh merupakan alkohol
sekunder, sedangkan jika berupa larutan berawan yang sangat cepat untuk membentuk dua
lapisan dimana sedikit keruh merupakan alkohol tersier.
Uji Natrium Karbonat adalah uji untuk membedakan asam karboksilat dengan aldehida, keton,
ester, dan eter. Uji positif dengan natrium karbonat berupa larutan yang menghasilkan gas CO2
yang merupakan asam karboksilat sedangkan uji negatifnya berupa larutan yang tidak
menghasilkan gas CO2 yang merupakan keton, ester, dan eter.
Uji Benedict adalah uji untuk membedakan aldehida dengan keton, ester, dan eter. Uji positif
dengan benedict berupa larutan berwarna biru dengan endapan merah bata yang merupakan
aldehida sedangkan uji negatifnya berupa larutan yang tidak ada endapan merahnya yang
merupakan keton, ester, dan eter.
Uji Iodoform adalah uji untuk membedakan metil keton dengan ester dan eter. Uji positif dengan
iodoform berupa larutan yang menghasilkan endapan kuning yang merupakan metil keton
sedangkan uji negatifnya berupa larutan yang tidak ada endapan kuning yang merupakan ester,
dan eter.
Uji Hidrolisis Ester adalah uji untuk membedakan ester dengan eter. Uji positif dengan hidrolisis
ester berupa larutan yang asam dimana kertas lakmus biru berubah menjadi merah yang
merupakan ester sedangkan uji negatifnya berupa larutan yang tidak bereaksi atau tidak
memerahkan kertas lakmus biru yang merupakan eter.
Berikut adalah bagan untuk identifikasi senyawa yang mengandung organik (digambar YA
ISAN)
Sampel A
a. Uji Seri Amonium nitrat
Sampel A merupakan larutan tidak berwarna. Ketika 10 tetes sampel direaksikan
dengan larutan seri ammonium nitrat (CAN) sebanyak 2-3 tetes larutan yang
menghasilkan larutan berwarna kuning. Warna kuning menandakan bahwa sampel
tidak beraksi dengan larutan CAN dan masuk dalam golongan asam, aldehida, keton,
ester, dan eter. Dengan persamaan reaksi berikut:
(NH4)2[Ce(NO3)6] + sampel
b. Uji Natrium Karbonat untuk asam
Selanjutnya, diambil sampel baru dari larutan induk untuk direaksikan dengan
pereaksi selanjutnya yaitu natrium karbonat untuk melihat apakah senyawa tersebut
dapat membebaskan gas karbon dioksida yang menunjukkan senyawa asam atau pun
tidak bereaksi yang berarti sampel tersebut tidak mengandung asam, uji ini digunakan
untuk membedakan Asam, aldehida, keton, ester, ataupun eter. Setelah diambil 10
tetes larutan sampel diambil ditambahkan 1 ml Na2CO3 0,5 M (dapat pula digunakan
beberapa kristal natrium karbonat padat, tetapi memerlukam 1 ml zat yang diketahui),
lalu setelah diamati hasilnya sampel tersebut membebaskan gas karbon dioksida lalu
diambilnya 5 tetes air pada 5 tetes larutan sampel tersebut lalu diuji dengan lakmus
biru yang berubah menjadi merah. Sampel yang tidak diketahui tersebut dapaat
diidentifikasi bahwa sampel A mengandung sampel asam. Berikut persamaan
reaksinya:
Sampel B
A. Uji Seri Amonium nitrat
Sample B adalah larutan senyawa organik tidak berwarna sebanyak 10 tetes yang
dimasukkan ke tabung reaksi lalu dilakukan uji seri amonium nitrat (CAN) dengan
menambahkan 2-3 tetes larutan seri amonium nitrat (CAN) dan menunjukkan hasil
larutan bewarna coklat, hal itu menunjukkan bahwa larutan positif fenol dan alkohol.
B. Uji Besi (III) klorida
Prinsip dari uji feri klorida adalah mendeteksi keberadaan fenol pada
sampeldengan penambahan larutan feri klorida yang uji positifnya akanmenghasilkan
warna ungu, merah, hijau atau biru sebagai akibat dari adanyareaksi gugus OH pada fenol
bereaksi dengan larutan feri klorida. Warnayang diperoleh bergantung pada subtituen
yang terikat pada fenol (Rahardjo,2009)
sampel baru lalu ditambahkan 1-2 tetes larutan FeCl3 1% (larutan bewarna
kuning) yang kemudian ditunjukkan hasil sampel tetap bewarna kuning. Sampel B tidak
beraksi dengan FeCl3 yang diduga sampel tersebut adaalah senyawa alkohol, setelah
didapatkan hasil tersebut dilanjutkan dengan uji lucas.
C. Uji Lucas
Prinsip uji lucas yaitu mengidentifikasi adanya alkohol primer, sekunder,
dantersier, dengan mereaksikan atau menambahkan sampel dengan pereaksilucas (HCl
dann ZnCl2), dimana HCl sebagai subtituen dan ZnCl2 sebagaikatalisator, dimana reaksi
positif akan menghasilkan kabut tidak larut airyang disebut alkil klorida (Rahardjo,
2009). Reagen lucas adalah suatu campuran dari asam klorida pekat dengan seng klorida.
Seng klorida tersebut merupakan asam lewis yang saat ditambahkan kedalam asam
klorida akan menyebabkan larutan menjadi lebih asam dari sebelumnya.
Diambil pereaksi lucas sebanyak 1 ml ke dalam tabung reaksi lalu dimasukkan 10
tetes cairan sampel baru, jangan di kocok tabung tersebut lalu teramati terbentuknya
lapisan berawan pada larutan tersebut hal ini menunjukkan bahwa sampel tersebut adalah
alkohol tersier, awan/ kabut tersebut dapat terjadi karena hasil pembentukan alkil
klorida .
Berikut persamaan reaksinya:
Sampel C
A. Uji Seri Amonium NItrat
Sampel C merupakan larutan senyawa organik yang tidak berwarna. Ketika 2-3 tetes
sampel tersebut direaksikan dengan 10 tetes seri ammonium nitrat (CAN) didapatkan
hasil positif berupa terbentuknya larutan berwarna merah coklat. Hal ini menandakan
bahwa sampel mengandung gugus hidroksil. Persamaan reaksi yang terjadi adalah
sebagai berikut.
B. Uji Besi (III) Klorida
Larutan sampel diambil kembali sebanyak 2-3 tetes dan diuji dengan besi (III) klorida
sebanyak 1-2tetes yang dimasukkan kedalam tabung reaksi. Ketika sampel direaksikan
dengan besi (III) klorida larutan tidak mengalami perubahan warna atau tetap berwarna
kuning yang menunjukan hasil negatif pada uji besi (III) klorida. Hal ini mengidikasikan
bahwa larutan sampel tersebut merupakan alkohol bukan fenol.
FeCl3 + ROH
C. Uji lucas
Larutan sampel diuji dengan pereaksi lucas. Ketika sampel larutan sebanyak 10 tetes
direaksikan dengan reagen lucas sebanyak 1 ml didapatkan hasil terbentuknya larutan
berawan atau dua lapisan pada pengamatan hal ini tidak sesuai dengan teori yang
seharusnya ketika di tambahkan pereaksi lucas sampel tidak bereaksi dan seharusnya
sampel C adalah suatu alldehida yang menunjukkan hasil positif pada uji bennedict.
D. Uji Benedict
uji benedict adalah reagan benedict yangmengandung ion tembaga (Cu2+) dalam kondisi
basa. Diawali dengan pereaksi bennedict ditambahkan 5 tetes larutan NaOH 1M dan
direaksikan dengan sampel lalu dipanaskan dalam penangas air dan seharusnya timbul
warna hijau ke kuning atau jingga ke merah. Ketidaksesuaian hasil tersebut kemungkinan
merupakan salah praktikan karena tidak mengocok larutan pada saat ditambahkan
pereaksi lucas dan tidak diamati lebih lama lagi.
Persamaan reaksi seharusnya karena sampel C mengandung aldehida dengan uji benedict
Sampel E
A. Uji Amonium Nitrat
Sampel A merupakan larutan tidak berwarna. Ketika 10 tetes sampel direaksikan dengan
larutan seri ammonium nitrat (CAN) sebanyak 2-3 tetes larutan yang menghasilkan
larutan berwarna kuning. Warna kuning menandakan bahwa sampel tidak beraksi dengan
larutan CAN dan masuk dalam golongan asam, aldehida, keton, ester, dan eter.
Dengan persamaan reaksi berikut:
(NH4)2[Ce(NO3)6] + sampel
B. Uji Natrium karbonat untuk asam
karena sampel E negatif pada uji seri amonium nitrat maka diambil sampel E baru untuk
diuji dengan uji natrium karbonat untuk asam. Ketika sampel E sebanyak 1 mL
direaksikan dengan kristal natrium karbonat padat tidak dihasilkan gas karbondioksida
dan tidak terjadi perubahan setelah direaksikan. Kemungkin sampel E merupakan
aldehida semakin ditunjukkan pada uji ini karena aldehida tidak bersifat asam dan tidak
akan bereaksi dengan natrium karbonat [bb]. Hal tersebut menujukkan bahwa sampel E
negatif dalam uji natrium karbonat untuk asam dengan persamaan reaksi yang terjadi
adalah sebagai berikut.
+ Na2CO3(s) ↛
C. Uji Bennedict
Selanjutnya, diambil sampel E baru untuk diuji dengan uji benedict karena sampel E
negatif pada uji natrium karbonat. Pada uji benedict, sampel E diuji dengan cara pereaksi
benedict sebanyak 1 mL direaksikan dengan larutan NaOH 1 M kemudian dikocok dan
dihasilkan larutan berwarna biru. Setelah itu, sampel E sebanyak 5 atau 6 tetes
ditambahkan ke dalam larutan tersebut dihasilkan warna larutan yang tetap berwarna biru
kemudian dimasukkan ke dalam penangas air dan ditunggu hingga terjadi perubahan
warna pada larutan. Setelah dimasukkan ke dalam penangas air, hasil yang teramati
adalah larutan bewarna biru dan hal tersebut menunjukkan bahwa sampel tidak
mengandung aldehid dan memungkinkan bahwa sampel E tersebut mengandung Keton,
eter, dan ester.
Cu2+ + sampel
D. Uji iodoform
Kemudian dilanjutkan dengan uji iodoform, diambil sampel E baru sebanyak 10 tetes
yang kemudian ditambahkan 15 tetes larutan KI ke dalam tabung reaksi (larutan tidak
bewarna) lalu dikocok campuran tersebut dan ditambahkan larutan natrium hipoklorit
(sampai keruh) dan didapatkan hasil pengamatan yaitu terbentuknya endapan kuning
yang menunjukkan bahwa sampel tersebut mengandung gugus keton adalah metil keton
Kesimpulan
Pada identifikasi senyawa organik yang mengandung oksigen terhadap beberapa sampel seperti
sampel A, B, C, dan E dengan berbagai uji yaitu uji seri amonium nitrat, uji besi (III) klorida, Uji
Lucas, Uji natrium karbonat untuk asam, uji benedict, uji iodoform, dan hidrolisis ester dengan
berbagai fungsi pendeteksian yang berbeda dapat menghasilkan identifikasi untuk sampel yang
belum diketahui, yaitu:
Sampel A: asam
Sampel B: Alkohol tersier
Sampel C: aldehida
Sampel E: metil keton
DAFPUS
[1] 6.4D: Individual Test. Chemlibre Texts. Published August 4, 2021. Accessed March 12,
2022.
[Link]
s_(Nichols)/06%3A_Miscellaneous_Techniques/6.04%3A_Chemical_Tests/6.4D
%3A_Individual_Tests
[2] [Link]. Ceric ammonium nitrate test - Labster Theory. [Link].
Published 2021. Accessed March 10, 2022. [Link]
%20ceric%20 ammonium%20 nitrate%20 test,results%20in%20a%20color%20change.
[3] Admin. Test for Carboxyl Group - Chemistry Practicals Class 12. BYJUS. Published May 29,
2019. Accessed March 10, 2022. [Link]
[4] Admin. Benedict’s Test - Reagent Preparation, Principle, Procedure, Reaction. BYJUS.
Published December 6, 2019. Accessed March 10, 2022. [Link]
test/
[5] Admin. Iodoform Test - Description and Mechanism - Compounds that Test Positive.
BYJUS. Published January 29, 2019. Accessed March 10, 2022.
[Link]
%20the,hydroxide%20in%20the%20iodoform%20assay.
[6] Why doesn’t the Lucas’ reagent react with primary alcohols?. Quora. Published April 25,
2019. Accessed March 16, 2022. [Link]
with-primary-alcohols
[aa] Tim KBK Organik. 2020. Petunjuk Praktikum Kimia Organik. Malang: FMIPA Universitas
Negeri Malang.
[cc] Shriner, R. L., et al. 2004. The Systematic Identification of Organic Compounds, 8th
[Link] Jersey: John Wiley & Sons. Inc
Lampiran