TUGAS
METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum Struktur Program Strata-1 (S-1)
Pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Semarang
Disusun oleh :
1. ANNISA SAFIRA IRIANTO (C.131.19.0250)
2. DWI ANDI JOKO PURNOMO (C.131.19.0253)
3. VIONA DEMITRIA ANGELINA S (C.131.19.0256)
4. SAID ZUDAN MAULANA (C.131.19.0265)
5. AFIF DANU RIYAN ALVAUZI (C.131.19.0281)
YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO
FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS SEMARANG
2022
1. Jelasakan dokumen apa yang harus diterima kontraktor BUMN setelah menang lelang/
menang kontrak untuk bisa mulai bekerja dan jelaskan jenis kontraknya.
Jawab :
a. Pertama Dokumen Pra Konstruksi, Meliputi :
Preword Meeting
Kontrak
Jaminan Pelaksanaan
Asuransi
Jaminan Uang Muka
Pencairan Uang muka
Pre Construstion Meeting
Rencana Mutu Kontrak
Rencana Kesehatan dan keselamatan Kerja Kontrak
b. Kedua Masa Pelaksanaan Konstruksi, meliputi :
Dokumen Rekayasa Lapangan
Dokumentasi 0 % (semua item yang terdapat didalam kontrak)
Gambar Kerja
Draft Technical Justification (DTJ)
Amandemen Kontrak (jika ada)
Pembuatan Design Mix Formula (DMF), Job Mix Formula (JMF)
Request Mobilisasi (dibuat sesuai dengan jadwal mobilisasi)
Opname lapangan bersama
Laporan Harian Standar (Dibuat setiah hari)
Laporan Mingguan Dibuat setiap minggu)
Laporan Bulanan (Dibuat setiap bulan)
Data pendukung Kuantitas (Dibuat setiap bulan sebagai data pendukung
MC)
Data Pendukung Kualitas (Dibuat setiap bulan sebagai data pendukung
MC)
Month Certificate (Dibuat setiap Bulan)
Dokumentasi 0%, 50%, 100% (Dibuat setiap bulan sebagai data
pendukung MC)
c. Ketiga, Pasca Pelaksanaan Konstruksi meliputi :
Dokumen As Builld Drawing (ABD)
PHO
Serah terima Lapangan pertama
FHO
Serah terima lapangan yang ke Dua
Scanan semua laporan asli (di CDkan) sebagai arsip.
Jenis Kontrak :
1. Kontrak Lumsum
Merupakan kontrak dengan ruang lingkup pekerjaan dan jumlah harga yang
pasti dan tetap dalam batas waktu tertentu, dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Semua resiko sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/jasa;
2. Berbasis kepada keluaran/output base;
3. Pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai
dengan ketentuan dalam kontrak.
2. Kontrak Harga Satuan
Merupakan kontrak pengadaan barang/pekerjaan kontsruksi/jasa lainnya
dengan harga satuan yang tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan
spesifikasi teknis tertentu atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu
yang telah ditetapkan, dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Volume atau kuantitas pekerjaan masih bersifat perkiraan pada saat kontrak
ditandatangani;
2. Pembayaran berdasarkan hasil pengukuran Bersama atas relisasi volume
pekerjaan;
3. Nilai akhir kontrak ditetapkan setelah seluruh pekerjaan diselesaikan.
3. Kontrak Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Merupakan kontrak pengadaan barang/peerjaan konstruksi/jasa lainnya
gabungan lumsum dan harga satuan dalam 1 (satu) pekerjaan yang diperjanjikan.
2. Proyek besar biasa dipimpin Proyek Manager (PM) dan harus mulai menyusun staf/
SDM apa saja yang perlu dilengkapi uraikan
Jawab :
1. Site Engineer
Personal sipil yang membantu semua unsur pelaksanaan struktur yang ada.
Bertanggungjawab kepada direksi, project manager (PM), dan Site Manager (SE).
Kedudukannya dalam organisasi proyek adalah membawahi drafter, safety
control, dan administrasi sekretariat. Tugas dari seorang Site Engineer (SE)
adalah sebagai berikut:
a. Menyusun metode pelaksanaan yang efisien sesuai spesifikasi.
b. Menentukan cara pelaksanaan pekerjaan yang efektif dan murah.
c. Berkomunikasi dengan konsultan perencana mengenai pelaksanaan kontruksi
secara teknis serta mengajukan usulan atas alternatif pemecahannya.
d. Melakukan supervisi dilapangan mengenai pelaksanaan pekerjaan dilapangan
serta menginformasikan penyimpangan yang terjadi project manager.
e. Mempersiapkan prosedur pelaksanaan untuk menjamin pencapaian sasaran kerja.
f. Mengajukan daftar kelengkapan sarana yang dibutuhkan untuk pencapaian
sasaran kerja kepada owner.
g. Melakukan monitoring secara intensif terhadap tahapan pelaksanaan kegiatan
harian mingguan dan laporan keuangan.
h. Melakukan evaluasi terhadap penyimpangan mutu dan menetapkan cara agar
tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang sama.
i. Mempersiapkan data-data untuk penyusunan schedule, diantaranya membuat item
aktivitas kegiatan, time duration, item bahan dan equipment.
2. Structure Engineering
Structure engineering adalah orang yang bertugas dalam melaksanakan tugas
dari site engineer. Oleh karena itu, posisi architect engineering berada di bawah
seorang site engineer dalam struktur organisasi. Selain bertanggung jawab dalam
melaksanakan tugas dari site engineer, site engineer juga bertugas dalam
menganalisa struktur serta menghitung susunan kerja dalam sebuah proyek.
3. Quality Control
Dalam pekerjaan konstruksi bangunan, quality control memiliki tugas yang
cukup penting. Hasil produksi akan terlihat baik atau tidak ada pada bagian ini.
Jika posisi QC diduduki oleh orang yang berdedikasi, maka hasil akhir yang baik
sangat mungkin diperoleh. Berikut adalah beberapa tugas quality control dalam
proyek bangunan:
a. Mengerti, paham, dan mempelajari spesifikasi teknis yang diterapkan dalam
suatu proyek.
b. Melakukan pemeriksaan alat QC.
c. Menguji mutu item yang dipakai dalam proyek.
d. Melakukan evaluasi atau uji kelayakan hasil pekerjaan di laboratorium maupun
lapangan.
e. Memeriksa hasil evaluasi atau uji kelayakan hasil pekerjaan di laboratorium
maupun lapangan.
f. Memahami perencanaan mutu dalam proyek yang dikerjakan.
g. Mencegah penyimpangan atau penurunan mutu dari proyek yang dikerjakan.
h. Membuat dan menyiapkan bahan laporan tentang kontrol dan pengendalian mutu.
i. Menyelaraskan metode kerja, efisiensi waktu, serta spesifikasi teknis agar proyek
berjalan baik.
j. Melayangkan teguran tertulis maupun lisan terhadap hasil kerja yang tidak sesuai
standar.
k. Menyiapkan dan menyerahkan data pemeriksaan mutu ke quality assurance.
l. Melakukan pemeriksaan dan penjagaan kualitas pekerjaan agar sesuai dengan
perjanjian dan standar yang telah ditentukan.
4. Drafter
Drafter adalah jabatan selanjutnya yang ada dalam struktur organisasi proyek
yang harus Anda ketahui. Tugas dari seorang drafter adalah bertanggung jawab
dalam hal penggambaran. Sebagai contoh, drafter bertugas dalam menggambar
shop drawing atau gambar pelaksanaan. Selain itu, tugas lainnya adalah
melakukan penyesuaian gambar yang dibuat dengan melihat kondisi di lapangan.
Tugas drafter selanjutnya adalah memberikan informasi atau menjelaskan gambar
yang dibuat kepada surveyor serta membuat gambar akhir pekerjaan.
5. Quantity Surveyor
Profesi QS adalah profesi yang ahli dalam bidang ekonomi pembangunan dan
mempunyai tujuan untuk memastikan bahwa sumber daya yang digunakan dalam
industri pembangunan dapat bekerja secara maksimal dan seekonomis mungkin
Profesi ini memberikan jasa konsultasi biaya pembangunan bagi pihak klien dan
tim proyek selama proses pembangunan.
Tugas dan tanggung jawab profesi QS adalah :
a. Memberikan perkiraan biaya awal suatu proyek.
b. Membuat perancangan biaya termasuk perkiraan investasi suatu proyek.
c. Merancang perputaran biaya (Cash flow) dan analisis nilai (Value analysis).
d. Procurement dan proses tender.
e. Membuat dokumen tender.
f. Mengevaluasi hasil tender.
j. Membuat laporan keuangan dan pembayaran sementara.
k. Membuat laporan akhir keuangan dan penyelesaian jika terjadi perselisihan pada
dokumen kontrak.
l. Menjalankan pengurusan proyek.
m. Memberikan pengarahan tentang pelaksanaan proyek.
6. Staff Akuntansi
Berdasarkan namanya, salah satu jabatan dalam struktur organisasi di proyek
ini bertugas dalam hal-hal yang berkaitan dengan keuangan yang ada. Sebagai
contoh, staff akuntansi bertugas dalam mengelola keuangan dengan aplikasi
akuntansi yang dipilih untuk menyusun buku kas, membuat laporan keuangan
secara berkala, bertanggung jawab terhadap kas proyek, dan masih banyak
lainnya. Pembuatan laporan keuangan dengan aplikasi laporan keuangan harus
dibuat dan dilaporkan secara berkala kepada project manager agar dapat
mengambil keputusan selanjutnya dengan lebih cepat dan tepat.
7. Administrasi Umum
Jabatan dalam struktur organisasi proyek yang selanjutnya yaitu jabatan
administrasi umum. Orang yang menjabat sebagai administrasi umum bertugas
dalam membantu mempersiapkan serta menyediakan segala macam kebutuhan
alat kantor dan administrasi yang berkaitan dengan kelancaran proyek. Namun,
tugas dari seorang admin umum tidak hanya itu saja. Seorang admin umum juga
bertugas membantu kepala pelaksana dalam melakukan koordinasi dengan tata
pelaksana.
8. General Affair
General affair juga salah satu jabatan yang ada dalam struktur organisasi
proyek yang perlu Anda ketahui. Seorang GA bertugas dalam menghadapi
pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pemilik dari proyek yang dikerjakan,
konsultan, dan MK. GA memiliki tugas dalam melengkapi dokumen proyek serta
pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal tersebut.
9. Chief Inspector
Chief inspector memiliki tugas dalam mengawas setiap pekerjaan yang
pekerjanya lakukan terhadap lapangan proyek konstruksi. Tidak hanya itu,
seorang chief inspector juga bertugas dalam menyampaikan sekaligus membuat
laporan harian terhadap progres proyek. Pengarsipan dokumen proyek juga salah
satu tugas dari seorang chief inspector.
10. Supervisor
Supervisor adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pekerja atau
pegawai yang ada di bawahnya. Selain itu, seorang supervisor juga bertugas
dalam menjalankan job desk yang sudah ditentukan dengan baik. Tugas
selanjutnya dari seorang supervisor yaitu harus memberikan arahan serta harus
bisa mengatur dan mengawasi para pegawai yang ada di bawahnya.
11. Surveyor
Surveyor adalah seseorang yang bertugas dalam melakukan survei terhadap
pengukuran lahan proyek. Selain itu, surveyor juga bertanggung jawab terhadap
hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan di lapangan. Contohnya, surveyor
bertugas dalam melakukan penentuan titik elevasi kedalaman galian dan masih
banyak lagi.
3. Pada pekerjaan persiapan apa yang perlu disiapakan olem PM dan stafnya jelaskan
Jawab :
Sebelum pelaksanaan pekerjaan pokok suatu proyek konstruksi, pekerjaan
pertama yang harus dilakukan adalah pelaksanaan pekerjaan persiapan Pekerjaan
persiapan pada pekerjaan konstruksi bangunan yang berbeda-beda seperti gedung
bertingkat, infrastruktur, pelabuhan, irigasi, atau besar kecilnya pekerjaan atau
tingkat kesulitan pada pekerjaan, secara umum tidak banyak perbedaan.
Pekerjaan persiapan harus direncanakan sebelum masa pelaksanaan suatu proyek
konstruksi, bahkan pekerjaan ini harus telah disiapkan pada waktu tender proyek
dan dijadikan bagian dari penawaran tender proyek bersangkutan.
Urutan Pelaksanaan Pekerjaan Persiapan yang harus dilakukan dalam
pelaksanaan konstruksi antara lain :
perencanaan site plan
perhitungan kebutuhan sumber daya
pembuatan shop drawing
pengadaan material untuk pekerjanan persiapan
mobilisasi peralatan
pelaksanaan di lapangan
Perencanaan site plan pada prinsipnya adalah perencanaan tata letak atau
layout dari fasilitas-fasilitas yang di perlukan selama pelaksanaan proyek.
Fasilitas-fasilitas proyek yang dimaksud antara lain :kantor proyek (dikenal
dengan istilah direksi keet)
gudang material dan peralatan
base camp staf proyek dan barak pekerja
los kerja besi dan kayu
pos jaga dan pagar kerja
jalan kerja
penempatan alat berat, tower crane dan lift barang
lokasi pembuatan komponen precast
4. Apa tugas dan yang perlu disiapkan manager HSE
Jawab :
a) HSE Manajer harus mengaudit dan melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, dan
pengawasan kerja dan K3LL dilingkungan proyek
b) Safety Manajer harus memberikan peraturan-peraturan standart dalam setiap Prosedur
pekerjaan.
c) Manajer HSEenjadi penyambung informasi perusahaan dengan pihak User HSE di
lokasi proyek maupun di Unit pekerjaan.
d) Manajer Safety harus memberikan dan menyampaikan Kebijakan HSE (Safety Talk)
yang sebelumnya telah dikomunikasikan dengan Kantor pusat untuk kemudian
disampaikan kembali pada saat memulai pekerjaan dan jadwal inspeksi HSE yang
telah dijadwalkan bertujuan untuk kelancaran proyek.
e) Manager HSE dianjurkan melakukan inspeksi dan investigasi terhadap prosdur
pelaksanaan pekerjaan.
f) Safety Manager harus mengimplementasikan perencanaan proyek dan
mengartikannya kepada mandor dan pekerja.
g) HSE Manager harus menjadi perpanjangan tangan perusahaan dilokasi proyek atau
perusahaan.
h) Merecruit calon karyawan pada divisi health, safety, environment yang sesuai
kualifikasi dan faham dengan tanggung jawabnya sebagai HSE
i) Safety atau HSE Manajer harus bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan
proyek dari Aspek HSE mulai dari prosedur pelaksanaan sampai dengan keselamatan
dari para tenaga kerja di lokasi pekerjaan.
j) HSE atau Safety Manajer harus bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan
keamanan dilokasi proyek.
k) HSE Manager harus memberikan laporan setiap ada atau tidaknya kejadian sehingga
terjadi komunikasi yang baik antara HSE dari pihak pelaksana pekerjaan dengan
pihak pemberi pekerjaan.
l) Manager HSE harus bertanggung jawab terhadap anak buahnya seperti safety officer,
safety supervisor, safety engineer, safety admin, safety man dll agar mematuhi
prosedur dan target yang sudah di di programkan untuk menerapkan keselamatan dan
kesehatan kerja.
m) Dalam sesekali waktu selain hse officer, hse supervisor, hse engineer, hse admin, dan
hse man. HSE Manager juga harus mempromosikan health, safety, environment
kepada pekerja agar tingkat kesadaran karyawan lebih tinggi dan seluruh karyawan
lebih memahami dan mematuhi serta menjalankan program k3 dengan baik.
n) Bukan hanya safety man, hse officer, safety supervisor, hse coordinator, safety
engineer, hse admin. Sebenarnya HSE Manager juga diwajibkan untuk memastikan
seluruh karyawan di Perusahaan telah bekerja sesuai dengan prosedur atau SOP yang
telah ditetapkan, karena bekerja sesuai dengan SOP adalah salah satu cerminan dan
patokan untuk pekerja agar selalu bekerja dengan aman dan selamat.
o) Manager HSE juga harus mengkoordinasi kepada divisi lain mengenai program HSE
yang harus dijalankan kepada seluruh karyawan, dan memastikan bahwa setiap
pekerja didalam perusahaan tersebut haurs faham mengenai segala aturan k3 yang
ada, selain dari pada itu koordinasi tersebut bertujuan untuk sebagai dorongan agar
meningkatkan tingkat kesadaran setiap divisi perusahaan.
5. Apa tugas Proyek manager Engineering (PEM), lengkapi diagram stafnya
Jawab :
a. menjabarkan proyek menjadi sebuah timeline rinci
b. menyiapkan tim, material, dan tools yang diperlukan
c. berkomunikasi dengan project manager, desainer, engineer, dan lainnya
d. memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan anggaran
e. membuat laporan progres proyek
f. memastikan proyek dilakukan sesuai SOP perusahaan dan undang-undang
g. melakukan inspeksi lokasi/supervise
h. mengawasi penerapan protokol keselamatan
i. memantau perubahan desain dan menilai dampaknya bagi proyek
Diagram Struktur Organisasinya
6. Apa tugas manager planning dan stafnya
Jawab :
Tugas pertama yang harus dilakukan oleh seorang project manager adalah
perencanaan atau planning. Tugas ini mengharuskan project manager untuk menyusun
strategi yang paling tepat agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tahap
perencanaan yang berisikan Project Scope dan pendefinisian aktivitas untuk
menyelesaikan suatu proyek. Target utama dari tahap ini adalah menghasilkan
dokumen perencanaan proyek atau Project Management Plan. Proses utama terkait
kegiatan perencanaan dan pembuatan Project Management Plan adalah:
a. Merangkum kebutuhan dan keinginan klien, memastikan batasan pekerjaan, serta
membuat uraian pekerjaan.
b. Merinci unit-unit pekerjaan, menentukan urutan pekerjaan, estimasi sumber daya,
estimasi durasi, dan finalisasi jadwal proyek.
c. Estimasi biaya untuk masing-masing kegiatan.
d. Menentukan proses yang baik (quality assurance) dan standar mutu yang
disepakati (quality control).
e. Perencanaan sumber daya manusia.
f. Perencanaan komunikasi antara stakeholder.
g. Perencanaan manajemen risiko.
7. Diproyek ada bagian logistic jelaskan tugas-tugasnya
Jawab :
Dalam pelaksanaan proyek bangunan tentunya juga memerlukan logistik
sebagai kebutuhan utama dan penunjang kesuksesan proyek. Untuk pengelolaannya
dilakukan oleh staf logistik yang masuk ke dalam bagian profesi yang ada dalam
susunan struktur organisasi proyek. Secara umum tugas dari staf logistik
adalah melakukan pendatangan barang atau bahan material, penyimpanan dan
penyaluran material atau alat proyek ke bagian pelaksana lapangan. Berikut ini
selengkapnya terkait dengan tugas dari staf logistik yang perlu kamu ketahui.
Mencari dan mensurvei data jumlah bahan material beserta harganya dari
beberapa supplier atau toko material bangunan sebagai data untuk memilih
harga terbaik dan memenuhi standar dan spesifikasi atau kualitas yang telah
ditetapkan.
Menentukan lokasi penyimpanan bahan material konstruksi yang sudah
didatangkan ke area proyek sehingga dapat tertata rapi dan terkontrol dengan
baik jumlah pendatangan dan pemakaiannya.
Menandai label atau keterangan pada bahan material atau alat konstruksi yang
disimpan untuk menghindari kesalahan penggunaan akibat tertukar dengan
bahan material atau alat proyek yang lain.
Melakukan pencatatan keluar masuknya barang serta bertanggung jawab atas
ketersediaan bahan material yang dibutuhkan.
Membuat dan menyusun laporan kebutuhan bahan material sesuai dengan
format yang sudah menjadi standar perusahaan kontraktor.
Membuat dan menyusun berita acara mengenai penerimaan atau penolakan
bahan material setelah melalui quality control.
Berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana Konstruksi dan bagian teknik proyek
mengenai jumlah dan jadwal pendatangan bahan yang diperlukan pada
masing-masing waktu pelaksanaan item pekerjaan.
8. Jelaskan Tugas Tenaga Ahli (TA) Struktur, MEP, Arsitek dan Lancape
Jawab :
a. Tenaga Ahli Struktur
- Melakukan analisa terhadap aspek geoteknik dan daya dukung tanah terkait
dengan fungsi bangunan dan lingkungan binaan yang direncanakan.
- Melakukan analisa lainnya terhadap kemungkinan situasi yang memiliki
pengaruh kepada struktur, seperti kondisi angin dan kemungkinan gempa
bumi.
- Melakukan analisa terhadap model-model struktur dan konstruksi yang
dipergunakan dalam desain perencanaan.
- Melakukan analisa terhadap kemungkinan konstruksi dan permasalahan pada
tahap pelaksanaan di lapangan.
- Membuat produk perencanaan dan perhitungan struktur yang diperlukan.
b. Tenaga Ahli Arsitektur
- Melaksanakan pekerjaan perencanaan arsitektur, membuat siteplan-
infrastruktur-desain gedung dengan sebaik-baiknya, berdasarkan acuan-acuan
yang relevan sehingga produk perencanaan yang dihasilkan dapat
dipergunakan.
- Memberikan jasa konsultansi dengan sebaik-baiknya kepada pihak pemberi
tugas sesuai azas profesionalisme.
- Bekerjasama dengan anggota tim perencana lainnya sehingga menghasilkan
produk perencanaan yang komprehensif dan terintegrasi.
- Melakukan analisa terhadap kemungkinan desain, permasalahan konstruksi
dan permasalahan pada tahap pelaksanaan di lapangan.
c. Tenaga Ahli Lancape
1. Lansekap Muda :
- Melaksanakan SMK3-L
- Mengumpulkan data
- Membuat Rancangan Tanaman dan Bangunan Taman Sederhana
- Melakukan Pekerjaan Persiapan dan Pendahuluan
- Membuat Bangunan Taman (Hardscape) Sederhana
- Melakukan Pekerjaan Tanaman (Softscape)
- Melakukan Pemeliharaan sebelum penyerahan (PSP)
- Membuat Laporan Pekerjaan
2. Lansekap Madya :
- Melaksanakan SMK3-L
- Mengumpulkan data
- Membuat Rancangan Tanaman dan Bangunan Taman yang rumit
- Melakukan pekerjaan pendahuluan
- Membuat Bangunan Taman (Hardscape) Sederhana
- Melakukan Pekerjaan Tanaman (Softscape)
- Melakukan Pemeliharaan sebelum penyerahan (PSP)
- Membuat Laporan Pekerjaan
3. Lansekap Utama :
- Melaksanakan SMK3-L
- Mengevaluasi data, melakukan rekayasa teknik
- Membuat Rancangan Tanaman dan Bangunan Taman yang kompleks dengan
estetika tingkat tinggi
- Memeriksa pekerjaan persiapan dan pendahuluan
- Mengendalikan pembuatan Bangunan Taman (Hardscape)
- Mengendalikan Pekerjaan Tanaman (Softscape)
- Melakukan Pemeliharaan sebelum penyerahan (PSP)
- Membuat Laporan Pekerjaan
9. Proyek Gedung tingkat tinggi diperlukan alat-alat berat dan tower Crane (TC) alat tersbut
agar bisa operasional diperlukan apa Saja
Jawab :
Bagian-Bagian Penting dari Sebuah Tower Crane
Tower Crane alat terpenting untuk pembangunan gedung mempunyai beberapa bagian
penting yang mempengaruhi fungsi dan kinerjanya, seperti:
- Jib : yaitu lengan tower crane yang panjang yang dapat bergerak dengan arah
horizontal dan berputar 360 derajat. Lengan ini mempunyai kabel baja (sling) yang
digunakan untuk mengangkut bahan-bahan maupun alat yang akan digunakan pada
proyek pembangunan.
- Counter Weight : merupakan bagian pemberat yang dibuat dari beton yang terletak
pada bagian belakang lengan tower crane. Bagian ini berfungsi sebagai penyeimbang
tower crane saat mengangkut obyek.
- Mast Section : adalah bagian yang dapat mengatur ketinggian dari tower crane.
Pemasangan bagian mast section dilakukan dengan bantuan alat hidrolik yang bergerak
secara vertikal.
- Joint Pin : merupakan bagian dimana operator mengoperasikan tower crane.
- Sabuk Pengaman (Collar Frame atau Anchorages Frame) : merupakan bagian yang
perlu ditambahkan saat tower crane memiliki ketinggian yang melebihi dari batas free
standing yang sudah ditentukan pabrik pembuatnya. Bagian ini diikat pada bangunan
dengan memperhatikan kekuatan bracing agar bangunan tetap stabil saat menerima
beban tarik dan tekan.