Desain Pondasi Tangki di Depok
Desain Pondasi Tangki di Depok
Final Report
November 2018
DAFTAR ISI
i
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
DAFTAR GAMBAR
ii
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
DAFTAR TABEL
iii
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
Desain Pondasi
Pengembangan Tangki, Depok
1. Pendahuluan
PT Indo Fermex merupakan suatu industri yang terletak di daerah Depok yang sedang merencakan
pembangunan tangki untuk kebutuhan penyimpanan material produksi. Laporan ini mencakup kajian desain
pondasi dan analisa penurunan untuk rencana pembangunan tangki. Lokasi proyek dapat dilihat pada
Gambar 1.
2. Kondisi Geologi
Menurut peta Geologi Jakarta dan Kepulauan Seribu, kondisi geologi pada proyek pengembangan tangki
Depok didominasi oleh material tuf halus berlapis, tuf pasiran, berselingan dengan tuf konglomeratan
(Qav).
3. Penyelidikan Tanah
Penyelidikan tanah yang telah dilakukan meliputi 2 titik pemboran (BH-01 dan BH-02) dengan kedalaman
masing-masing titik pemboran adalah sedalam 20.5 m dan 25.5 m yang disertai dengan 2 uji CPT dan 2 uji
CPTu pada lokasi di sekitar area tangki. Pengujian in-situ tersebut juga dilengkapi dengan uji laboratorium
yang mencakup uji index properties tanah, uji konsolidasi, dan uji triaksial UU. Lokasi titik penyelidikan
tanah dapat dilihat pada Gambar 3.
NSPT
BH-01 NSPT
BH-02
0 10 20 30 40 50 0 10 20 30 40 50
0 0 0 0
7 Silty Clay (Medium) 3
Depth
Depth
12 5
Silty Clay
5 15 (Stiff) 5 16
5 8
6 Silty Clay 7
10 (Medium) 10
6 6
8 19
Silty Clay
15 27 15 25
(Hard)
29 28
50 35
20 20
48 Sand 50
(Dense) 43
25 25 50
2
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
60
CH or OH
50
Plasticity Index, PI (%)
40
30
MH or OH
20
CL or OL
10
7 CL - ML ML or OL
4
0
0 20 40 60 80 100 120
BH-01
Liquid Limit, LL (%) BH-02
5 5 5
10 10 10
Depth (m)
Depth (m)
Depth (m)
15 15 15
20 20 20
BH-01
25 25 25 BH-02
3
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
5 5 5
10 10 10
Depth (m)
Depth (m)
Depth (m)
15 15 15
20 20 20
BH-01
25 25 25 BH-02
Su Desain = 6 x NSPT
BH-01
BH-02
Gambar 8. Korelasi antara Su vs N-SPT (Terzaghi and Peck, 1967; Sowers, 1979)
4
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
N-SPT
Gambar 11. Korelasi antara Eu/Su dengan PI dan OCR (Duncan and Buchigani, 1987)
5
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
4. Pondasi Tiang
Berdasarkan kondisi morfologi pada lokasi proyek yang didominasi oleh tanah lempung dengan konsistensi
sedang hingga keras, maka konstruksi pengembangan tangki diusulkan menggunakan pondasi dalam berupa
tiang pancang. Analisis mengenai daya dukung aksial dan lateral dari tiang pancang dijelaskan sebagai
berikut.
Formula yang diberikan Coyle and Castello (1981) untuk menghitung daya dukung ujung tiang adalah :
QP q' Nq * AP
dimana : q’ = Tegangan vertikal efektif pada ujung tiang
6
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
Gambar 12. Variasi Nq* terhadap ratio L/D (Coyle and Castello, 1981)
Tanah kohesif :
Berdasarkan hasil penelitian Coyle dan Castello (1981) pada beberapa tiang pancang di lapisan pasir
diperoleh formula daya dukung selimut tiang adalah :
dimana : K = Koefisien tekanan tanah yang dapat diperoleh dari chart Gambar 3
7
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
Gambar 13. Variasi konstanta K dengan ratio L/D (Coyle and Castello, 1981)
Tanah kohesif
Dapat digunakan Metode α untuk perhitungan daya dukung selimut untuk tanah kohesif, yang dapat
dinyatakan dalam rumus:
Qs Su pL
dimana : α = faktor adhesi
Su = kuat geser undrained
p = keliling tiang
L = panjang tiang yang tertanam
Salah satu cara untuk mendapatkan nilai α dapat digunakan kurva dari Kulhawy dan Jackson, 1989.
Analisis daya dukung aksial pondasi dilakukan berdasarkan data pemboran yang telah dilakukan (BH-01
dan BH-02) untuk desain pondasi tiang pancang square 400 x 400 mm.
8
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
Perhitungan daya dukung pondasi tiang pancang menggunakan FK = 2.5 baik untuk daya dukung selimut
maupun daya dukung ujung. Besarnya perkiraan daya dukung aksial yang diijinkan untuk satu tiang dapat
dilihat pada gambar di bawah ini.
5 5
10 10
Depth (m)
Depth (m)
15 15
20 20
25 25
BH-01 BH-02 Daya Dukung Aksial BH-01 BH-02 Daya Dukung Tarik
Gambar 15. Perkiraan Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Square Ukuran 400 x 400 mm
Besarnya daya dukung ijin aksial dan daya dukung ijin tarik untuk 1 tiang dengan ukuran square 400 x 400
mm diperkirakan sebesar 120 ton dan 50 ton dengan panjang pembenaman sedalam 18 m.
Gambar 16. Pondasi Tiang dengan Beban Lateral H dan Momen M (Reese & Mattock. 1956)
(a) Defleksi : (b) Slope dy/dx ; (c) Momen (d) Geser (e) Reaksi Tanah
Program LPILE menyelesaikan persamaan differential non linear yang mencerminkan perilaku sistem
interaksi tanah dan tiang pada kondisi beban lateral dengan formula finite difference menggunakan metode
p-y yang dikembangkan oleh Reese. Untuk setiap beban yang bekerja, program melakukan iterasi sehingga
9
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
beban dan defleksi (p dan y) pada setiap elemen mencapai kondisi equilibrium. Adapun formula yang
digunakan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 16dapat diuraikan seperti berikut.
d 4Y d 2Y
EI Q 2 R Pq 0
dZ 4 dZ
d 3Y dY d 2Y dY
EI 3
Q P EI M EI St
dZ dZ dZ 2 dZ
Analisis daya dukung lateral pondasi dilakukan berdasarkan data hasil pemboran yang memiliki kondisi
tanah terburuk yaitu BH-02. Hasil analisis kapasitas lateral tiang tunggal untuk tiang square ukuran 400 x
400 mm ditunjukkan pada gambar di bawah, yaitu Gambar 17 dan Gambar 18.
50 50
50 50
Lateral Load (kN)
40 40
30 30
30 30
20 20
10 10
0 0 44 83
0 0.005 0.01 0.015 0.02 0.025 0.03 0 20 40 60 80 100
Lateral Deformation (m) Bending Moment (kN.m)
100 100
Lateral Load (kN)
80 80
60 50 60 50
40 40
20 30 20 30
0 0.0034 0.0068 0 50 86
0 0.005 0.01 0.015 0.02 0.025 0.03 0 50 100 150 200 250
Lateral Deformation (m) Bending Moment (kN.m)
Gambar 17. Daya Dukung dan Bending Moment Akibat Gaya Lateral Tiang Square Ukuran 400 x 400 mm
10
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
2 2 2
4 4 4
6 6 6
8 8 8
Depth (m)
Depth (m)
Depth (m)
10 10 10
12 12 12
14 14 14
16 16 16
18 18 18
20 20 20
FIXED HEAD FREE HEAD FIXED HEAD FREE HEAD FIXED HEAD FREE HEAD
Gambar 18. Defleksi, Bending Moment, dan Gaya Geser Akibat Gaya Lateral
Sepanjang Tiang Square Ukuran 400 x 400 mm
11
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Metode Brown, dkk (1988), besarnya efisiensi daya
dukung lateral pada satu kelompok tiang adalah sebesar 0.75. Berdasarkan nilai efisiensi tersebut, besarnya
daya dukung lateral dan besarnya momen pada kondisi kepala tiang terjepit yang dipikul tiang pancang
square ukuran 400 x 400 mm dapat dilihat pada Gambar 21 dan Gambar 22.
100 100
Lateral Load (kN)
80 80
60 50 60 50
40 40
20 30 20 30
0 0.0042 0.009 0 50 95
0 0.005 0.01 0.015 0.02 0.025 0.03 0 50 100 150 200 250
Lateral Deformation (m) Bending Moment (kN.m)
Gambar 21. Daya Dukung dan Bending Moment Tiang Square Ukuran 400 x 400 mm
Akibat Gaya Lateral Dengan Efisiensi
12
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
2 2 2
4 4 4
6 6 6
8 8 8
Depth (m)
Depth (m)
Depth (m)
10 10 10
12 12 12
14 14 14
16 16 16
18 18 18
20 20 20
Gambar 22. Defleksi, Gaya Geser, dan Bending Moment Akibat Gaya Lateral
Sepanjang Tiang Square Ukuran 400 x 400 mm dengan Efisiensi
5. Settlement
Analisis settlement dilakukan meggunakan metode elemen hingga dengan bantuan program Midas GTS
NX. Parameter tanah diambil berdasarkan data hasil pemboran yang dikorelasikan berdasarkan data uji
laboratorium yang telah dilakukan. Pemodelan tanah dan raft dimodelkan sebagai elemen cluster 3 dimensi.
Pondasi tiang dimodelkan sebagai elemen beam 1 dimensi dengan memperhitungkan interaksi antara tanah
dan struktur. Pemodelan 3 dimensi dapat dilihat pada Gambar 24.
Tahapan konstruksi dalam análisis dibagi menjadi 3 tahap (sesuai dengan informasi mengenai rencana
konstruksi yang telah diinformasikan sebelumnya) sebagai berikut:
Tahap 1 : Kondisi Initial
Tahap 2 : Konstruksi Pile-Raft
Tahap 3 : Konstruksi Tangki
13
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
14
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
Differential settlement dari hasil análisis jangka pendek akibat beban tangki dapat dilihat pada gambar di
bawah. Differential settlement jangka pendek terbesar yang terjadi pada area tangki adalah sebesar 1:1297
dimana angka tersebut masih dalam batas aman struktur (1:300).
-2
-3
-4
1 : 1297 1 : 1297
-5
-6
15
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
Differential settlement dari hasil análisis jangka panjang akibat beban tangki dapat dilihat pada
gambar di bawah. Differential settlement jangka pajang terbesar yang terjadi pada area tangki
adalah sebesar 1:1699 dimana angka tersebut masih dalam batas aman struktur (1:300).
Differential Settlement Arah Horizontal - Analisis Jangka Panjang
Distance (m)
0
-20 -15 -10 -5 0 5 10 15 20
-1
Settlement (cm)
-2
-3
-4
-5
1 : 1699 1 : 1699
-6
Hasil analisis menunjukan besarnya penurunan terbesar untuk jangka pendek área tower adalah 4.16 cm dan
untuk jangka panjang adalah 4.96 cm. Differential settlement pada analisis jangka pendek ialah sebesar
1/1297 sedangkan pada analisis jangka panjang differential settlement yang terjadi ialah sebesar 1/1699,
kedua nilai tersebut masih memenuhi kriteria yang disyaratkan bahwa besar nilai differential settlement
harus lebih kecil atau sama dengan 1/300.
16
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
LAMPIRAN 1
DATA BORLOG
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
LAMPIRAN 2
DATA CPTU
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok
Laporan Final – Desain Pondasi Pengembangan Tangki, Depok