0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan8 halaman

Spesifikasi dan Kontrol Kualitas Natrium Nitrat

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut membahas tentang perancangan produksi natrium nitrat, termasuk spesifikasi produk, bahan baku, dan pengendalian kualitas 2) Bahan baku yang digunakan adalah natrium klorida dan asam nitrat 3) Pengendalian kualitas dilakukan pada bahan baku, proses produksi, dan produk akhir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan8 halaman

Spesifikasi dan Kontrol Kualitas Natrium Nitrat

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut membahas tentang perancangan produksi natrium nitrat, termasuk spesifikasi produk, bahan baku, dan pengendalian kualitas 2) Bahan baku yang digunakan adalah natrium klorida dan asam nitrat 3) Pengendalian kualitas dilakukan pada bahan baku, proses produksi, dan produk akhir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PERANCANGAN PRODUK

Untuk memenuhi kualitas produk sesuai target pada perancangan ini,

maka mekanisme pembuatan Natrium nitrat dirancang berdasarkan variabel utama

yaitu : spesifikasi produk, spesifikasi bahan baku dan pengendalian kualitas.

2.1 Spesifikasi Produk dan Bahan Baku

2.1.1 Spesifikasi Produk

Natrium nitrat (NaNO3) merupakan bahan kimia intermediate.

Pada pembuatannya diperoleh dari endapan alamiah yang terdapat di

dataran tinggi Chili atau Peru (dikarenakan jumlahnya yang banyak di

masing-masing Negara dan untuk membedakannya dari mesiu biasa, nitrat

kalium), adalah padatan putih yang sangat larut dalam air dan beberapa

senyawa lainnya seperti larutan etanol, methanol dan senyawa ammoniak.

Selain itu natrium nitrat juga bersifat higroskoppis dan tidak mudah

terbakar (Krik Othmer, 1995).

12
13

Spesifikasi produk Natrium nitrat disajikan pada Tabel 2.1

Tabel 2.1 Spesifikasi Produk Natrium nitrat

Parameter Spesifikasi
Bentuk Kristal trigonal padat
Warna Putih
Rumus Kimia NaNO3
Berat Molekul 84,9947
Kemurnian 98%
Densitas 2,257 gr/ml
titik didih 380oC (1 atm)
titik beku 308 oC (1 atm)
Panas Pembakaran 5355 kcal/mol
terhadap air 73 g/100 ml(0oC),
Kelarutan 91,2 g/100 ml (25oC),
180 g/100 ml (100oC)
( Anonimc, 2010)

2.1.2 Spesifikasi Bahan Baku

a. Natrium Klorida

Natrium klorida juga dikenal sebagai garam dan garam

dapur, merupakan senyawa ionic dengan rumus NaCl. Natrium

klorida pada umumnya merupakan padatan bening dan tak berbau,

serta dapat larut dalam gliserol, etilen glikol, dan asam formiat,

namun tidak larut dalam HCL. Natrium klorida adalah garam

paling berpengaruh terhada salinitas laut dan cairan ekstraselular

pada banyak organisme multiseluler. Sebagai bahan utama dalam

garam dapur, dan biasanya digunakan sebagai bumbu dan


14

pengawet makanan. Natrium klorida terakdang digunakan sebagai

bahan pengering yang murah dana man karena memeiliki sifat

higroskopis, membuat penggaraman menjadi salah satu metoda

yang efektif untuk pengawetan makanan (Anonim, 2010).

Pebuatan natrium klorida pada umumnya dilakukan dengan

evaporasi air laut ataupun air payau dari berbagai macam sumber

air tersebut, seperti sumur, danau air asin, dna dengan menambang

dari batu-batuan garam yang biasa disebut dengan halite. Selain

dgunakan dalam memasak, natrium klorisa juga digunakan dalam

banyak aplikasi, seperti pasa pembuatan pulp dan kertas, untuk

mengatur kadar warna pada tekstil dan kain, dan untuk

menghasilkan sabun, detergen dan produk lainnya. Natrium klorida

merupakan sumber utama dari industry klorin dan natrium

hidroksida dan digunakan pada hamper setiap industri.

Natarium klorida juga bias digunakan sebagai penyerap

debu yang aman dan murah dikarenakan sifatnya yang higroskopis,

juga pada oembuatna garam sebagai salah satu metode pengawetan

yang efektif dikareanakan sifatnya yang menarik air keluar dari

bakteri melalui tekanan osmotic sehingga mencegah

bakteritersebut bereproduksi dengan membuat makanan basi.


15

Spesifikasi bahan baku Natrium nitrat dapat disajikan pada

Tabel 2.2 dan Tabel 2.3 : (Anonim, 2010).

Tabel 2.2 Spesifikasi Bahan Baku Natrium Klorida

Parameter Spesifikasi
Bentuk Kristal kubik padat
Warna Putih
Rumus Kimia NaCl
Berat Molekul 58,443
Kemurnian 99%
Densitas 2,163 gr/ml
titik didih(2,5 atm) 1413 oC
titik beku 800,4 oC
35,9 g/100 ml
Kelarutan dalam air (250C)

b. Asam Nitrat

Asam Nitrat (HNO3), yang juga dikenal sebagai aqua fortis,

hydrogen nitrat, ataupun nitril hidroksida. Dikarenakan sifat asam

dan pengoksidadinya yang sangat kuat, asam nitrat umumnya

digunakan pada proses pembuatan banyak bahan-bahan kimia,

seperti obat-obatan, bahan pewarna, serat sintetik, insektisida dan

fungisida, namun umumnya juga banyak digunakan pada

ooembuatan ammonium nitat pada industry pupuk. Setelah Era

Perang Dunia Kedua, kebutuhan akan asam nitrat bergeser kearah

produksi bahan-bahan peledak, seperti nitrotolune dan

nitrogliserin.

Seperti halnya aman pada kebanyakan, asam nitat bereaksi

dengan basa, oksida basa, dan karnonat untuk membentuk garam.


16

Namun, dikarenakan sifatnya sebagai pengoksidasi, asam nitrat

tidak selalu bereaksi seperti asam pada umumnya. Asam nitrat

sangat larut dalam air. Adapun sifat-sifat fisis asam nitrat anatara

lain : (Anonim, 2010)

Tabel 2.3 Spesifikasi Bahan Baku Asam nitrat

Parameter Spesifikasi
Bentuk Cair
Warna Putih
Rumus Kimia HNO3
Berat Molekul 63,012
Kemurnian 90%
Densitas 1,502 gr/ml
titik didih(2,5 atm) 86 oC
titik beku -42 oC
1,092 mPa.s (0 oC); 0,746
Viskositas 20oC mPa.s (25 oC);
0,617 mPa.s (40 oC);

2.2 Pengendalian Kualitas

2.2.1 Pengendalian Kualitas Bahan

Pengendalian kualitas dari bahan baku dimaksudkan untuk

mengetahui sejauh mana kualitas bahan baku yang digunakan, apakah

sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan untuk proses.

Kegiatan proses produksi diharapkan menghasilkan produk yang

mutunya sesuai dengan standar dan jumlah produksi yang sesuai

dengan rencana serta waktu yang tepat sesuai jadwal. Penyimpangan

kualitas terjadi karena mutu bahan baku tidak baik, kesalahan operasi

dan kerusakan alat. Penyimpangan dapat diketahui dari hasil monitoring


17

atau analisis pada bagian laboratorium pemeriksaan. Pengendalian

kualitas (quality control) pada pabrik Natrium nitrat ini meliputi:

a. Pengendalian kualitas bahan baku

Pengendalian kualitas dari bahan baku dimaksudkan untuk

mengetahui sejauh mana kualitas bahan baku yang digunakan,

apakah sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan untuk

proses. Apabila setelah dianalisa ternyata tidak sesuai, maka ada

kemungkinan besar bahan baku tersebut akan dikembalikan kepada

supplier.

b. Pengendalian kualitas produk

Pengendalian kualitas produk dilakukan terhadap produksi

asetanilida.

c. Pengendalian kualitas produk pada waktu pemindahan (dari satu

tempat ke tempat lain).

Pengendalian kualitas yang dimaksud disini adalah pengawasan

produk terutama asetanilida pada saat akan dipindahkan dari tangki

penyimpanan sementara (day tank) ke tangki penyimpanan tetap

(storage tank), dari storage tank ke mobil truk dan ke kapal.

2.2.2. Pengendalian Kualitas Produk

Pengendalian produksi dilakukan untuk menjaga kualitas

produk yang akan dihasilkan. Pengendalian dilakukan setiap tahapan

proses mulai dari bahan baku hingga menjadi produk. Pengendalian ini

meliputi pengawasan terhadap mutu bahan baku, bahan pembantu,


18

produk setengah jadi maupun produk penunjang mutu proses. Semua

pengawasan mutu dapat dilakukan dengan analisis bahan di

laboratorium maupun penggunaan alat kontrol.

Pengendalian dan pengawasan terhadap proses produksi

dilakukan dengan alat pengendalian yang berpusat di control room,

dengan fitur otomatis yang menjaga semua proses berjalan dengan

baik dan kualitas produk dapat diseragamkan. Beberapa alat kontrol

yang dijalankan yaitu, kontrol terhadap kondisi operasi baik tekanan

maupun suhu.

Alat control yang harus diatur pada kondisi tertentu antara lain:

 Level Controller

Level Controller merupakan alat yang dipasang pada bagian

dinding tangki berfungsi sebagai pengendalian volume cairan

tangki/vessel.

 Flow Rate Controller

Flow Rate Controller merupakan alat yang dipasang untuk

mengatur aliran, baik itu aliran masuk maupun aliran keluar proses.

 Temperature Controller

Alat ini mempunyai set point / batasan nilai suhu yang dapat

diatur. Ketika nilai suhu actual yang diukur melebihi set point-nya

maka outputnya akan bekerja.


19

2.2.3 Pengendalian Waktu Produksi

Pengendalian waktu dibutuhkan agar waktu yang digunakan

selama proses produksi berlangsung dapat diminimalkan.

Anda mungkin juga menyukai