0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan97 halaman

Stres dan Kualitas Tidur Mahasiswa Keperawatan

Skripsi ini membahas hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan tingkat dua di Poltekkes Surakarta. Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menyebarkan kuesioner kepada sampel mahasiswa. Hasil penelitian diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman tentang stres dan tidur ma

Diunggah oleh

Ilham Naufal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan97 halaman

Stres dan Kualitas Tidur Mahasiswa Keperawatan

Skripsi ini membahas hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan tingkat dua di Poltekkes Surakarta. Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menyebarkan kuesioner kepada sampel mahasiswa. Hasil penelitian diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman tentang stres dan tidur ma

Diunggah oleh

Ilham Naufal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR


PADA MAHASISWA KEPERAWATAN TINGKAT DUA
DI POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Gelar


Sarjana Terapan Keperawatan

DISUSUN OLEH
EMILIA BENAZIR ANJANI
NIM. P27220018107

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA

JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN

TAHUN 2022
SKRIPSI
HALAMAN SAMPUL DALAM

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR


PADA MAHASISWA KEPERAWATAN TINGKAT DUA
DI POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Gelar


Sarjana Terapan Keperawatan

DISUSUN OLEH
EMILIA BENAZIR ANJANI
NIM. P27220018107

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA

JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN

TAHUN 2022

i
SURAT PERNYATAAN PLAGIARISME

Saya yang bertanggungjawab di bawah ini, dengan sesungguhnya

menyatakan bahwa, penelitian ini saya susun tanpa ada tindak plagiarisme sesuai

dengan ketentuan yang berlaku di Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes

Surakarta. Jika di kemudian hari ternyata saya melakukan plagiarisme, saya akan

bertanggungjawab sepenuhnya dan menerima sanksi yang dijatuhkan oleh Jurusan

Keperawatan Poltekkes Kemenkes Surakarta kepada saya.

Surakarta, 7 Juni 2022

Emilia Benazir Anjani

ii
HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi ini diajukan oleh :


Nama : Emilia Benazir Anjani
NIM : P27220018107
Program Studi : D-IV Keperawatan
Judul : Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur
pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Dua di
Poltekkes Surakarta

Telah disetujui untuk diujikan dihadapan Dewan Penguji Skripsi Jurusan


Keperawatan Politeknik Kesehatan Surakarta

Ditetapkan di : Surakarta

Tanggal :

Pembimbing I : Endang Caturini,[Link].,Ns.,[Link] (………………..)


NIP. 19700420 199803 2 002

iii
HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi ini diajukan oleh :


Nama : Emilia Benazir Anjani
NIM : P27220018107
Program Studi : Sarjana Terapan Keperawatan
Judul : Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur
pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Dua di
Poltekkes Surakarta

Telah diujikan dan dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Skripsi Prodi Sarjana
Terapan Keperawatan Politeknik Kesehatan Surakarta.

Ditetapkan di : Surakarta
Tanggal : 7 Juni 2022

DEWAN PENGUJI

Penguji 2 : Dwi Ariani Sulistyowati, [Link].,Ns.,[Link] (...........................)


NIP. 19710411 199803 2 002

Penguji 3 : Endang Caturini. [Link].,Ns.,[Link] (...........................)


NIP. 19700420 199803 2 002

Penguji 1 : Siti Khadijah, [Link].,Ns.,[Link] (...........................)


NIP. 19810205200902 2 002

Mengetahui
Ketua Jurusan Keperawatan
Poltekkes Kemenkes Surakarta

Widodo, MN
NIP. 19700604 199803 1 002

iv
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat

dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan

Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Dua di

Poltekkes Surakarta”. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan

bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini

penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya

kepada yang terhormat:

1. Satino, S.K.M., [Link] selaku Direktur Politeknik Kesehatan Surakarta yang


telah memberikan kesempatan untuk menimba ilmu di Jurusan Keperawatan
Politeknik Kesehatan Surakarta.
2. Widodo, MN, selaku Ketua Jurusan Keperawatan telah memberikan
kesempatan untuk dapat menimba ilmu di Jurusan Keperawatan Politeknik
Kesehatan Surakarta.
3. Siti Lestari, MN, selaku Ketua Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan
telah memberikan kesempatan untuk dapat menimba ilmu di Jurusan
Keperawatan Politeknik Kesehatan Surakarta.
4. Endang Caturini S, [Link]., Ns., [Link] selaku dosen pembimbing yang telah
membimbing dengan cermat, memberikan masukan-masukan, inspirasi,
perasaan nyaman dalam bimbingan serta memfasilitasi demi sempurnanya
skripsi ini.
5. Dwi Ariani Sulistyowati. [Link]., Ns., [Link] selaku dosen penguji yang telah
banyak mengarahkan dan selalu memberi dorongan sampai skripsi ini selesai.

v
6. Siti Khadijah, [Link].,Ns.,[Link] selaku dosen penguji yang telah banyak
mengarahkan dan memberi dorongan serta semangat sampai selesainya skripsi
ini.
7. Semua dosen Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Surakarta yang telah
memberikan bimbingan dengan sabar dan wawasannya serta ilmu yang
bermanfaat
8. Kepada ibu saya Aini rahmawati, ayah saya Rudy Hartono, serta kakak saya
Tamara Galby, dan juga tidak lupa kedua kakek nenek saya yang selalu
menjadi inspirasi dan memberikan semangat untuk menyelesaikan pendidikan.
9. Ilham Naufal Nugroho yang selalu menemani saya dan juga mendukung
selesainya skripsi ini.
10. Teman-teman mahasiswa Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan
Surakarta Fitriyanti Dewi dan juga Intan Rahmawati Salsabila serta semua
pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, yang telah memberikan
dukungan moril dan spiritual.
Kami menyadari skripsi ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu besar
harapan penulis untuk mendapatkan saran dan kritik demi kesempurnaan
penelitian ini. Semoga skripsi ini bermanfaat untuk perkembangan ilmu
keperawatan, aamiin.

Surakarta , 7 Juni 2022

Penulis

vi
vii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL DALAM..............................................................................i


SURAT PERNYATAAN PLAGIARISME.............................................................ii
HALAMAN PERSETUJUAN................................................................................iii
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................iv
KATA PENGANTAR..............................................................................................v
DAFTAR ISI...........................................................................................................vii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................1
A. Latar Belakang...................................................................................................1
B. Rumusan Masalah..............................................................................................3
C. Tujuan Penelitian...............................................................................................4
D. Manfaat Penelitian.............................................................................................4
E. Keaslian Penelitian.............................................................................................6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...............................................................................8
A. Landasan Teori...................................................................................................8
1. Mahasiswa..................................................................................................8
2. Stres............................................................................................................9
3. Tidur..........................................................................................................14
B. Kerangka Teori................................................................................................20
C. Kerangka Konseptual.......................................................................................21
D. Hipotesis..........................................................................................................21
BAB III METODE PENELITIAN.........................................................................22
A. Jenis dan Rancangan Penelitian.......................................................................22
B. Ruang Lingkup Penelitian................................................................................22
C. Populasi dan Sampel........................................................................................23
D. Variabel penelitian...........................................................................................25
E. Definisi Operasional........................................................................................26
F. Instrumen Penelitian........................................................................................27
G. Uji Validitas dan Reliabilitas...........................................................................28

i
H. Analisa Data.....................................................................................................29
I. Rencana Jalannya Penelitian............................................................................33
J. Etika Penelitian................................................................................................35
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan.............................................................37
A. Deskripsi Lokasi..............................................................................................37
B. Hasil Penelitian................................................................................................38
C. Pembahasan......................................................................................................40
LEMBAR KONSULTASI
BIMBINGAN SKRIPSI
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii
DAFTAR BAGAN
Bagan 2.1 Keaslian penelitian.............................................................................20
Bagan 2.2 Kerangka konsep................................................................................21

i
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Keaslian penelitian.............................................................................. 6


Tabel 3.1 Definisi operasional............................................................................ 26
Tabel 3.2 Kisi-kisi kuesioner ............................................................................. 27
Tabel 4.1 Distribusi Karakteristik Responden.................................................... 38
Tabel 4.2 Distribusi Tingkat Stres...................................................................... 38
Tabel 4.3 Distribusi Kualitas Tidur..................................................................... 39
Tabel 4.4 Analisa Uji Kendall’s tau-b ................................................................ 40

i
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lembar Penjelasan Penelitian Bagi Responden


Lampiran 2 Surat Permohonan Calon Responden
Lampiran 3 Surat Pernyataan Persetujuan Penelitian
Lampiran 4 Lembar Ethical Clearance
Lampiran 5 Lembar Kuesioner Penelitian
Lampiran 6 Hasil Uji Validitas dan Realibilitas
Lampiran 7 Hasil Rekapitulasi dan Tabulasi Data
Lampiran 8 Hasil Analisa Data
Lampiran 9 Rencana Jadwal Penelitian
Lampiran 10 Daftar Riwayat Hidup
Lampiran 11 Lembar Konsultasi

i
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Stres tidak dapat dipisahkan dari setiap aspek kehidupan. Stres dapat

dialami oleh siapa saja dalam bentuk tertentu, dengan kadar yang berbeda, dan

dalam jangka waktu yang tidak sama, pernah atau akan mengalaminya dan

tidak seorang pun bisa terhindar dari padanya, serta memiliki implikasi negatif

jika berakumulasi dalam kehidupan individu tanpa solusi yang tepat.

Akumulasi stres merupakan akibat dari ketidakmampuan individu dalam

mengatasi dan mengendalikan stresnya. Stres adalah “akibat” dari pengalaman

tubuh kita saat kita menyesuaikan diri dengan lingkungan yang terus berubah,

stres memiliki efek fisik dan emosional dan dapat memberikan pengaruh positif

dan negatif. Sebagai pengaruh positif, stres dapat membantu kita untuk

bertindak. Sebagai pengaruh negatif, stres dapat membuat kita merasa tertekan,

ditolak, marah, dan depresi, yang pada akhirnya akan menyebabkan masalah

kesehatan (Eva et al., 2015).

Stres dapat terjadi pada semua orang, baik anak-anak, dewasa, dan

orang tua. Stres juga terjadi pada orang yang mengalami tekanan berat

misalnya pada mahasiswa. Mahasiswa sebagai masyarakat kampus dipandang

sebagai seorang intelek dan jenius, sehingga mereka dituntut untuk menjalani

semua hal dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan porsinya. Pada

tahun pertama dan kedua, mahasiswa akan mengalami proses penyesuaian

memasuki perguruan tinggi seperti, perubahan lingkungan serta metode belajar

1
2

yang berbeda yang seringkali akan menimbulkan masalah di kemudian hari,

terutama masalah psikologis (Nugraheni et al., n.d.). Proses penyesuaian ini

merupakan cara individu berusaha untuk mengatasi stres, konflik, ketegangan

dan memenuhi kebutuhan mereka (Mutambara & Bhebe, 2012). Dari

banyaknya tuntutan dan perubahan lingkungan tersebut mahasiswa kerap kali

mengeluh pola tidurnya terganggu sehingga menimbulkan beberapa masalah

yang berkaitan dengan stres dan gangguan tidur yang berkepanjangan (Lastary

& Rahayu, 2018).

Stres merupakan salah satu penyebab dari gangguan tidur, bahkan kini

sering kita temui mahasiswa dengan masalah psikologis seperti gejala cemas,

stres, dan depresi. Pada penelitian yang dilakukan oleh Rosyidah (2020)

menunjukkan tingkat stres akademik tahun pertama perkuliahan pada

mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan

Universitas Hasanuddin adalah sebanyak 90% mengalami stres berat.

Meningkatnya hormon epinefrin, norepinefrin, dan kortisol yang disebabkan

oleh stres dapat mempengaruhi susunan saraf pusat dan menimbulkan keadaan

terjaga dan meningkatkan kewaspadaan sistem saraf pusat. Selain itu,

perubahan hormon tersebut juga mempengaruhi siklus tidur Non Rapid Eye

Movement (NREM) dan Rapid Eye Movement (REM) sehingga dapat membuat

orang sering terbangun pada malam hari dan bermimpi buruk (Ratnaningtyas et

al., 2019).

Prevalensi mahasiswa di dunia yang mengalami stres berkisar 38-71%,

dan 39,6-61,3% di Asia. Sementara prevalensi mahasiswa yang mengalami


3

stres di Indonesia sendiri didapatkan sebesar 36,7-71,6% (Ambarwati et al.,

2015). Lubis dan Nurlaila (2010) menyatakan bahwa tingkat stres pada

mahasiswa saat ini meningkat hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan

dengan kejadian stres pada remaja, diperkuat dengan penelitian Rikesdas

(2018) jumlah penduduk Indonesia yang berusia ≥ 15 tahun pada tahun 2018

mengalami gangguan mental emosional dan stres yang terus mengalami

peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2013, dimana pada tahun 2013

mencapai 1,7% dan pada tahun 2018 menjadi 7%. Sedangkan usia ≥ 15 tahun

di kota surakarta sendiri mempunyai jumlah prevalensi gangguan emosional

yang tinggi sebanyak 1.056 orang.

Menurut Handayani dan Wahyuni, (2016) pada tahun 2014 di Amerika

Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melakukan

penelitian dengan hasil menunjukkan 35,2% orang dewasa (usia ≥18 tahun)

memiliki durasi tidur yang singkat (<7 jam). International of Sleep Disorder

menunjukkan data prevalensi penyebab gangguan tidur adalah gelisah (5

sampai 15%), ketergantungan alkohol (10%), terlambat tidur (10%), perubahan

jadwal (2 sampai 5%), penyakit (<1%) dan stres (65%).

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan

penelitian yang berjudul "Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada

Mahasiswa Tingkat Dua di Poltekkes Surakarta"


4

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut bisa ditarik rumusan masalah sebagai

berikut “Apa Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa

Tingkat Dua di Poltekkes Surakarta?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui adanya hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur

pada mahasiswa tingkat dua di Poltekkes Surakarta

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan

kelas

b. Mengetahui tingkat stres pada mahasiswa tingkat dua di Poltekkes

Surakarta

c. Mengetahui kualitas tidur pada mahasiswa tingkat dua di Poltkkes

Surakarta

d. Mengetahui adanya hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur

pada mahasiswa tingkat dua di Poltekkes Surakarta

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi banyak pihak, baik

secara teoritis, maupun praktis, diantaranya :

1. Manfaat teoritis
5

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan

pengetahuan mengenai hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada

mahasiswa tingkat dua di Poltekkes Surakarta, serta juga diharapkan

sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan yang secara teoritis

dipelajari di bangku perkuliahan.

2. Manfaat praktis

a. Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana yang

bermanfaat dalam mengimplementasikan pengetahuan penulis tentang

tingkat stres dan kualitas tidur.

b. Bagi Penelitian Selanjutnya

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai

perbandingan dan bahan untuk penelitian selanjutnya di bidang

keperawatan dan dapat menjadi referensi dalam penelitian selanjutnya.

c. Bagi Responden

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi pada

responden tentang tingkat stres dan kualitas tidur dan adakah

hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur.


6

E. Keaslian Penelitian

Tabel 1.1 Keaslian Penelitian

Pengarang, Judul, Tujuan Metode Hasil


Tahun

Ghina Tujuan penelitian Metode yang digunakan Responden tidak


Pangestika, ini adalah untuk dalam penelitian ini mengalami gangguan
Dhian Ririn mengetahui adalah survei analitik tidur walaupun
Lestari, Anggi adakah hubungan secara cross sectional. mengalami stres. Stres
Setyowati, stres dengan Jumlah sampel 149 yang dialami oleh
Hubungan kualitas tidur remaja, diambil dengan repsonden tidak
Tingkat Stres pada remaja menggunakan teknik memengaruhi kualitas
dengan Kualitas SMP Darul cluster random sampling tidur responden.
Tidur pada Hijrah Puteri pada tanggal 23 Desember
Remaja, 2018 2017.
Tri Okta Penelitian ini Metode observasional Berdasarkan analisis
Ratnaningtyas, dilakukan untuk analitik dengan bivariat dengan uji chi
Dwi Fitriani, mengidentifikasi pendekatan kuantitatif dan square diketahui ada
Hubungan Stres hubungan stres desain cross sectional. hubungan stres dengan
Dengan dengan kualitas Sampel 133 responden kualitas tidur dengan p
Kualitas Tidur tidur pada dengan teknik sampling value = 0,016. Ada
Pada mahasiswa simple random sampling. hubungan antara stres
Mahasiswa tingkat akhir di Data dikumpulkan dengan dengan kualitas tidur
Tingkat Akhir, STIKes kuesioner dan analisa data pada mahasiswa
2019 Kharisma menggunakan uji statistik tingkat akhir.
Persada. chi square.
I Putu Hendri Mengetahui Metode menggunakan Kualitas tidur
Aryadi, I Gusti hubungan antara studi cross - sectional. berhubungan signifikan
Agung Ayu kualitas tidur Responden mengisi dengan tingkat depresi,
Andra Yusari, dengan masalah kuesioner data cemas, dan stres
dkk, Korelasi emosional demografik, Pittsburgh mahasiswa kedokteran
Kualitas Tidur (tingkat depresi, Sleep Quality Index pre-klinik di
Terhadap cemas, dan stres) (PSQI), dan kuesioner Universitas Udayana,
Tingkat mahasiswa pre- Depression, Anxiety, and Bali. . Indeks kualitas
Depresi, klinik Program Stress Disorder Scale tidur secara umum
Cemas, Dan Studi Pendidikan (DASS). memiliki korelasi
Stres Dokter, Fakultas positif dengan tingkat
Mahasiswa Kedokteran, stres (r=0,36; p<0,001)
Kedokteran Universitas mahasiswa.
Universitas Udayana.
Udayana, 2018
Kusuma Penelitian ini Metode dengan cross Terdapat hubungan
Herawati, Dewi bertujuan untuk sectional, 450 mahasiswa yang signifikan antara
Gayatri, The memperkirakan yang dipilih dengan kualitas tidur dan
Correlation prevalensi dan teknik stratified random tingkat stres pada
Between Sleep korelasi antara sampling di UI. Mahasiswa Universitas
Quality and kualitas tidur Menggunakan Pittsburgh Indonesia (p = 0,001; =
Levels of Stress dan tingkat stres Sleep Quality Index 0,05). Siswa dengan
Among Students di kalangan (PSQI), dan tingkat stres kualitas tidur yang
in Univrsitas mahasiswa. dengan menggunakan buruk 4,7 kali lebih
Indonesia, 2019 Perceived Stress mungkin memiliki lebih
7

Skala (PSS). Sampel tinggi stres


penelitian berasal dari tiga dibandingkan siswa
klaster yaitu kesehatan, yang memiliki kualitas
iptek, tidur yang baik.
dan sosial humaniora.
Muh. Rijal Penelitian ini Penelitian ini menunjukkan bahwa
Muttaqin, bertujuan untuk menggunakan metode kualitas tidur memiliki
Denny Jeffry mengetahui cross–sectional. Sampel hubungan yang secara
Rotinsulu, hubungan antara berjumlah 353 signifikan bermakna
Sulistiawati, kualitas tidur mahasiswa. Responden dengan tingkat stres
Hubungan dengan tingkat dipilih menggunakan dengan nilai p = 0,000.
antara Kualitas stres pada teknik total sampling.
Tidur dengan mahasiswa Kualitas tidur diukur
Tingkat Stres Fakultas menggunakan kuesioner
pada Kedokteran PSQI dan tingkat stres
Mahasiswa Universitas diukur menggunakan
Fakultas Mulawarman. kuesioner PSS.
Kedokteran
Universitas
Mulawarman,
2021
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Mahasiswa

a. Definisi Mahasiswa

Menurut Hartaji (2012 dalam Lisa Dwi Lastary dan Anizar

Rahayu, 2018) setiap individu yang sedang menuntut ilmu, belajar,

dan secara resmi terdaftar sedang menjalani pendidikan di tingkat

perguruan tinggi yang mencakup universitas, institute, akademik,

sekolah tinggi, ataupun politeknik adalah mahasiswa

b. Tugas dan Peran Mahasiswa

Mahasiswa mempunyai tugas utama yang sesuai dengan perannya

sebagai masyarakat kampus yaitu, belajar, mengerjakan tugas, serta

beberapa hal lain yang berkaitan dengan kampus (Siallagan, 2011

dalam Ellyta et al., 2021).

Mahasiswa dipandang sebagai seseorang yang intelek, dan juga

jenius, sehingga mahasiswa dituntut untuk bisa menjalani semua hal

sesuai dengan porsinya. Semakin besar tuntutan serta tanggung jawab

yang dibawa oleh mahasiswa, maka semakin besar pula tekanan yang

dihadapi oleh seorang mahasiswa. Tanggung jawab yang dipikul oleh

mahasiswa, kerap kali menyebabkan mahasiswa mengeluh pola

8
9

tidurnya terganggu. Pola tidur yang terganggu dapat menurunkan

kualitas tidur seseorang, sehingga akan menimbulkan beberapa

masalah.

2. Stres

a. Definisi Stres

Stres merupakan reaksi atau respon tubuh terhadap tekanan mental

atau beban kehidupan (WHO, 2003 dalam Priyoto, 2014). Stres

adalah respon non-spesifik generalisata tubuh terhadap setiap faktor

yang mengatasi, atau mengancam untuk mengatasi, kemampuan

kompensasi tubuh untuk mempertahankan homeostasis (Sherwood,

2013).

Stres adalah “akibat” dari pengalaman tubuh kita saat kita

menyesuaikan diri dengan lingkungan yang terus berubah, stres

memiliki efek fisik dan emosional dan dapat memberikan pengaruh

positif dan negatif. Sebagai pengaruh positif, stres dapat membantu

kita untuk bertindak. Sebagai pengaruh negatif, stres dapat membuat

kita merasa tertekan, ditolak, marah, dan depresi, yang pada akhirnya

akan menyebabkan masalah kesehatan (Eva et al., 2015).

b. Sumber Stres Atau Stressor

Stresor adalah “tuntutan yang dibuat oleh stimulus lingkungan

internal atau eksternal yang dapat mempengaruhi keseimbangan,

sehingga mempengaruhi kesejahteraan fisik dan psikologis individu


10

dan membutuhkan tindakan untuk megembalikan keseimbangan itu

sendiri” (Ansari et al., 2014).

Penyebab stres disebut stresor. Ini adalah agen atau kondisi yang

mampu menghasilkan stres atau sesuatu yang memicu respon stres;

bisa berupa orang, benda, tempat, atau peristiwa. Kehidupan modern

menghadapkan orang pada banyak pemicu stres. Beberapa stresor

fisik tetap ada, termasuk bencana alam, penyakit, dan kebisingan.

Pengalaman hidup tertentu, seperti kematian orang yang dicintai,

adalah penyebab utama stres. Masalah sehari-hari, seperti

memanggang roti, beristirahat, atau merasa tergesa-gesa, juga dapat

menyebabkan stres (Mazo, 2015).

Sebagai seorang siswa, mungkin akan menghadapi sejumlah situasi

atau peristiwa yang dapat menyebabkan stres. Perlu di ingat tidak

semua orang menanggapi stres dengan cara yang sama karena

perbedaan persepsi. Apa yang mebuat stres pada satu individu, bukan

berarti membuat stres bagi individu yang lain. Dibawah ini ada

beberapa daftar stresor yang spesifik pada mahasiswa:

1) Perbedaan pendapat

2) Perubahan peran keluarga

3) Perubahan status keuangan

4) Perubahan kondisi tempat tinggal dan daktivitas social

5) Perbedaan budaya

6) Metaian anggota keluarga atau sahabat


11

7) Kebisingan selama belajar

8) Masalah pribadi

9) Teman sekamar

Selain faktor endogen yang dapat mempengaruhi stres pada

populasi umum (seperti: jenis kelamin, kepribadian, dll), penelitian

sebelumnya telah mencatat bahwa kebanyakan dari mahasiswa

kedokteran memiliki faktor eksogen yang khas dikalangan mereka

sendiri, berbeda dari mereka mahasiswa yang non-medis. Faktofaktor

ini diklasifikasikan sebagai stresor akademik dan non akademik

(pskikososial dan sosial demografi) (Fawzy & Hamed, 2017).

Stresor akademik meliputi: kesulitan dalam memahami dan

mempelajari silabus baru, kesulitan membaca buku cetak bahasa

Inggris, beban kerja yang tinggi, kurikulum pedidikan medis yang

berat, jam belajar yang panjang, kurangnya waktu luang dan rekreasi,

proses belajar mengajar di universitas yang buruk, jadwal yang tidak

tetap, ujian yang padat, kompetisi antar mahasiswa dan kekhawatiran

terhadap kegagalan. Stresor Psikososial meliputi: ekpektasi yang

tinggi dari keluarga, masalah keuangan, dan juga ketakutan akan

kegagalan di masa depan. Stresor sosial demografi meliputi: jenis

kelamin (laki-laki dan perempuan), merokok, penyalahgunaan obat,

status perkawinan, bekerja sambil kuliah, tingkat pendidikan

orangtua, latar belakang budaya dan sosial ekonomi keluarga.


12

Beberapa stresor menghasilkan kecemasan, depresi, kualitas tidur

yang buruk, nilai akademik yang buruk, penyalahgunaan alkohol dan

obat-obatan, mengurangi kepuasan hidup, kehilangan kepercayaan

diri, mengurangi kualitas hidup dan juga gangguan psikiatri ataupun

percobaan bunuh diri (Fawzy & Hamed, 2017).

c. Tipe-tipe Stres

1) Stres Akut

Stres akut adalah bentuk yang paling umum dari stres dan

merupakan hasil dari stresor yang dapat diantisipasi (Learn

Psychology, 2018). Stres akut terasa mendebarkan dan

menyenangkan dalam dosis kecil, tapi jika terlalu banyak terasa

melelahkan. Misalnya tantangan bermain ski cepat, pada awalnya

menyenangkan, tetapi pada akhirnya melehlahkan dan dapat

menguras tenaga. Bermain ski dengan kecepatan diluar batas

dapat menyebabkan jatuh dan patah tulang. 17

Dengan cara yang sama, berlebihan pada stres jangka

pendek dapat menyebabkan tekanan pada psikologis, sakit kepala,

tegang, sakit perut dan gejala lainnya (American Psychological

Association, 2018). Stres akut dapat terjadi pada semua orang, dan

itu berlalu seiring berjalannya waktu (Learn Psychology, 2018).

Karena ini terjadi dalam jangka waktu yang pendek, stres

akut tidak memiliki cukup waktu yang bisa menyebabkan


13

kerusakan berat yang berhubungan dengan stres jangka panjang.

Gejala yang paling umum adalah:

• Gangguan emosional; kombinasi dari tiga emosi stres, mudah

marah, kecemasan dan depresi.

• Masalah otot, termasuk nyeri kepala (tegang), nyeri

punggung, nyeri rahang, dan ketegangan otot, tendon dan

ligamen.

• Masalah pada perut; rasa panas pada perut, asam lambung,

perut kembung, diare, konstipasi, dan irritable bowel

syndrome (IBS).

• Rangsangan berlebihan yang bersifat sementara

menyebabkan peningkatan tekanan darah, detak jantung,

telapak tangan yang berkeringat (basah), jantung berdebar-

debar, pusing, migrain, tangan atau kaki dingin, nafas

dangkal, dan nyeri dada.

(American Psychological Association, 2018).

2) Stres Akut Episodik

Stres akut episodik adalah stres akut yang sering terjadi. Ini

adalah jenis stres yang terus menerus muncul, kadang-kadang

berpola, juga disertai dengan kekhawatiran terhadap hal disekitar.

Seseorang ang rentan terhadap hal ii adalah seseorang yang

memiliki “kepribadian tipe A” seperti memiliki rasa urgensi dan

kebutuhan untuk menyelesaikan sesatu tepat waktu agar tidak


14

kewalahan (Learn Psychology, 2018). Gejala stres akut episodik

adalah gejala lanjutan akibat dari rangsangan yang berlebihan:

sakit kepala terus menerus, migrain, hipertensi, nyeri dada, dan

penyakit jantung. Mengobati stres akut episodik memerlukan

intervensi pada sejumlah tingkatan, umumnya memerlukan

bantuan profesional yang mungkin membutuhkan waktu

berbulan-bulan (American Psychological Association, 2018).

3) Stres Kronik

Stres kronik adalah stres parah yang dapat terjadi hari

demi hari, tahun demi tahun. Bebrapa stres kronik berasal dari

trauma pada masa lalu, seperti pengalam yang menyakitkan

ketika kecil. Stres kronik menghancurkan tubuh, pikiran, dan

jiwa. Ini akan menyebabkan kekacauan jangka panjang. Stres

kronik datang ketika seseorang tidak menemukan jalan keluar

dari situasi yang menyedihkan. Stres yang merupakan tuntutan

dan tekanan yang tak henti-hentinya untuk waktu yang tak bisa

ditentukan (American Psychological Association, 2018). Jenis

stres ini pada akhirnya mempengaruhi kesehatan dan dapat

menyebabkan masalah jantung, stroke, atau bahkan kanker. Stres

kronis membutuhkan bantuan profesional (Learn Psychology,

2018).
15

3. Tidur

a. Definisi Tidur

Tidur merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara relatif dan

tanpa kesadaran penuh, yang memiliki siklus secara berulang-ulang

serta menunjukkan adanya kegiatan pada otak. Sebelum tahun 1950,

banyak orang yang percaya bahwa aktifitas tidur merupakan aktifitas

yang pasif, di mana tubuh dalam keadaan tidak aktif, begitu pula

dengan kondisi otak kita. Tidur ternyata adalah suatu periode ketika

otak sedang ikut andil dalam beberapa aktifitas yang diperlukan untuk

kualitas hidup (Mark Wu et al., 2021). Ketika seseorang tidur dengan

nyenyak, maka ia akan terbangun dalam keadaan segar dan siap untuk

beraktifitas. Tidur juga mempengaruhi penampilan, perasaan, kinerja,

serta memiliki dampak besar pada kualitas hidup secara keseluruhan.

Beberapa orang di dunia mengalami defisit tidur yang konstan, padahal

tidur adalah hal penting untuk kelangsungan serta kesejahteraan hidup.

Tidur adalah suatu proses aktif, bukan sekedar hilangnya keadaan

terjaga. Tingkat aktivitas otak keseluruhan tidak berkurang selama

tidur. Selama tahaptahap terentu tidur, penyerapan O2 oleh otak bahkan

meningkat melebihi tingkat normal sewaktu terjaga (Sherwood, 2013).

b. Fungsi Tidur

Fungsi sebenarnya dari tidur masih belum dipahami seluruhnya.

Terdapat banyak sekali fungsi biologis yang berkaitan dengan tidur


16

yang mengarah pada pemulihan tubuh, otak, dan neurokognisi

(Emerson M Wickwire et al., 2015)

Berbagai cara telah dilakukan oleh beeberapa peneliti untuk

mengetahui fungsi dari tidur, sebagian besar peneliti menyimpulkan

tidur memiliki fungsi sebagai mekanisme otomatis dalam

mempertahankan kondisi konstan makhluk hidup agar tubuh dapat

berfungsi dengan normal. Selain itu, tidur juga berfungsi sebagai

termoregulasi dan cadangan energi.

Manusia menghabiskan sekitar sepertiga kehidupan mereka untuk

tidur (Sherwood, 2013). Tidur dituntut untuk menyediakan banyak

fungsi, meliputi: (1) pematangan saraf, (2) memfasilitasi pengetahuan

ataupun memori, (3) kesadaran, dan (4) penyimpanan energi

metabolik. Fungsi fisiologis tidur yang spesifik masih menjadi misteri

(Guyton & Hall, 2011).

Meskipun masih spekulatif, studi-studi terakhir menunjukkan

bahwa tidur gelombang lambat dan tidur REM memiliki fungsi

berbeda. Salah satu hipotesis yang luas diterima adalah bahwa tidur

memberi otak waktu luang untuk memulihkan proses-proses biokimia

atau fisiologis yang secara progresif mengalami penururan ketika

terjaga (Sherwood, 2013).

c. Kualitas Tidur

Kualitas tidur diartikan sebagai kemampuan individu untuk

memperoleh kesegaran dan kebugaran saat terbangun dari tidurnya,


17

sedangkan kuantitas tidur merupakan jumlah jam tidur atau durasi

yang diperlukan seseorang. Waktu tidur yang dibutuhkan pada saat

seseorang memasuki usia dewasa adalah 7 sampai 8 jam per hari untuk

memperoleh kualitas dan kuantitas tidur yang baik (Stores, 2009 dalam

Tri Okta Ratnaningtyas et al., 2019). Untuk mengukur kualitas tidur

seseorang tidak hanya ditentukan oleh jumlah jam tidur yang panjang,

tetapi juga oleh seberapa nyenyak tidur seseorang.

Kualitas tidur merupakan faktor penting untuk kesehatan (Augner,

2011). Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur yang

dapat diukur melalui beberapa aspek seperti jumlah waktu tidur,

hambatan memulai tidur waktu terbangun, efisiensi tidur dan keadaan

yang mengganggu saat tidur (Sutrisno et al., 2017).

Kualitas tidur meliputi dua aspek, yaitu kuantitatif tidur dan

kualitatif tidur. Aspek Kuantitatif termasuk durasi tidur, sedangkan

aspek kualitatif merupakan aspek subjektif dari kedalaman tidur dan

perasaan segar pada saat bangun tidur (Lemma et al., 2012). Tidur

yang tidak adekuat dapat menghasilkan kualitas tidur yang buruk.

Kualitas tidur yang buruk berdampak pada gangguan keseimbangan

fisiologis dan psikologis (Sutrisno et al., 2017).

d. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Tidur

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas

tidur. Pada penelitian yang dilakukan oleh Haryati dan Yunaningsi

(2020) di Fakultas Kedokteran Halu Oleo Kendari, menunjukkan


18

bahwa kualitas tidur mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa hal, salah

satunya adalah stres emosional, dari hasil penelitian tersebut dapat

disimpulkan lebih dari separuh mahasiswa dengan kualitas tidur yang

buruk dipengaruhi oleh stres emosional dan pola tidur.

Selain itu masih banyak lagi faktor yang mempengaruhi kualitas

dan kuantitas tidur, faktor-faktor tersebut antara lain adalah faktor

psikologis, fisiologis, dan faktor lingkungan (Rahmadini, 2016).

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur sebagai berikut:

1) Efek Cahaya

Cahaya adalah salah satu faktor eksternal terpenting yang dapat

mempengaruhi tidur. Cahaya mempengaruhi seseorang secara

lansung, dengan membuat orang tersebut sulit untuk tertidur, dan

dapat secara tidak langsung dengan mempengaruhi jam internal

tubuh. Paparan cahaya di malam hari cenderung menunda fase

jam internal tubuh untuk memilih waktu tidur yang lebih lama.

Paparan cahaya di tengah malam dapat memiliki efek yang lebih

tidak terduga, tetapi tentu saja cukup untuk menyebabkan jam

internal tubuh diatur ulang, dan bisa membuat sulit untuk kembali

tidur.

2) Jet lag

Jet lag terjadi ketika seseorang bepergian ke daerah yang berbeda

zona waktu. Hal ini membuat tubuh tidak bisa langsung

menyesuaikan diri dengan waktu setempat. Kondisi ini terjadi


19

karena tubuh memiliki jam biologis yang masih sama dengan

zona waktu sebelumnya. Jam biologis tersebut dinamakan irama

sirkadian, yang membuat seseorang terjaga pada siang hari dan

tidur pada malam hari.

3) Rasa sakit, kecemasan, stres, dan kondisi kesehatan lainnya

Berbagai kondisi medis dan psikologis dapat berdampak pada

struktur dan distribusi tidur. Kondisi ini termasuk nyeri kronis

akibat artritis, rasa tidak nyaman akibat penyakit gastroesofageal

refluks, sindrom pramenstuasi dan lainnya dapat membatsi

kedalaman tidur dan memungkinkan hanya episode singkat tidur

diantara terbangun. Seseorang dari segala usia yang mengalami

stres, kecemasan, dan depresi cenderung merasa lebih sulit uantu

tertidur.

4) Obat-obatan dan zat lain

Banyak bahan kimia yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas

tidur. Seperti kafein, alcohol, nikotin, dan anti histamin serta

penggunaan obat alfa bloker, beta bloker, dan anti depresan. Obat

ini dapat menyebabkan terputus-putusnya fase tidur REM.

5) Lingkungan Tidur

Lingkungan kamar tidur dapat memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap kualitas dan kuantitas tidur


20

e. Dampak dari Kurang Tidur

Dampak dari kurang tidur berkepanjangan dan gangguan pola

tidur bisa mengakibatkan masalah serius. Penelitian menunjukkan

bahwa minimnya waktu tidur mengakibatkan depresi.


21

B. Kerangka Teori

Bagan 2.1 Kerangka Teori

Sumber Stres
1. Individu Stres
- Kegagalan mencapai tujuan
- Konflik
- Perubahaan gaya hidup
2. Keluarga Tingkat Stres
3. Komunikasi dan Masyarakat  Ringan
- Stimuli lingkungan yang  Sedang
tidak menyenangkan  Berat
 Sangat berat
Siklus Sirkardian

Fungsi Tidur Kualitas Tidur


 Restorasi Tidur  Kualitas tidur baik
 Homeostatis  Kualitas tidur buruk

Tahap-tahapTidur
 Non-rapid Eye Faktor yang mempengaruhi tidur
Movement (NREM)
1. Obat atau substansi
- NREM stadium 1
2. Gaya hidup
- NREM stadium 2
3. Lingkungan
- NREM stadium 3
4. Stres emosional
- NREM stadium 4
5. Pola tidur
 Rapid Eye Movement 6. Makanandan asupan kalori
(REM )
7. Aktivitas fisik

Keterangan :
: diteliti : variabel independen
: tidak diteliti : variabel dependen
22

C. Kerangka Konseptual

Berdasarkan tujuan penelitian di atas maka kerangka konsep dalam penelitian


ini adalah:

Variabel Independent Variabel Dependent

Tingkat Stres Kualitas Tidur

Bagan 2.2 Kerangka Konsep

D. Hipotesis

Ho: Tidak ada hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa

tingkat dua

Ha: Terdapat hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa

tingkat dua
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian

Desain penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif, yaitu suatu

bentuk penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan mengadakan

interpretasi yang lebih mendalam mengenai hubungan antar variable.

Pendekatan yang digunakan adalah observasional yaitu pendekatan penelitian

yang mana dalam pengumpulan data tanpa ada intervensi atau perlakuan pada

populasi. Rancang bangun penelitian ini menggunakan rancangan cross

sectional yaitu suatu fenomena hanya diobservasi pada satu titik waktu

tertentu. Pada penelitian ini tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali

saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek

pada waktu yang sama (Iragama et al., 2017).

Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross

sectional (potong lintang), dimana pengambilan data hanya dilakukan sekali

saja (Sastroasmoro & Ismael, 2017).

B. Ruang Lingkup Penelitian

1. Tempat

Penelitian ini dilakukan di Poltekkes Surakarta. Pemilihan tempat dipilih

dengan alasan memudahkan proses pengumpulan data yang diperlukan

sehingga diharapkan dapat memenuhi besar sampel minimal penelitian.

23
24

2. Waktu

Waktu pengambilan dan pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada

bulan November sampai dengan Desember 2023

3. Sasaran

Sasaran pada penelitian ini adalah mahasiswa tingkat dua Poltekkes


Surakarta.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi diartikan sebagai sekumpulan objek penelitian yang memiliki

karakteristik tertentu, dan akan menjadi wilayah generalisasi kesimpulan

hasil penelitian (Mulyatiningsih, 2011). Populasi dalam penelitian ini

adalah mahasiswa sarjana terapan Jurusan Keperawatan tingkat dua

semester ganjil dengan jumlah mahasiswa sebanyak 144 mahasiswa. Yaitu

mahasiswa kelas A sebanyak 29 mahasiswa, B sebanyak 58 mahasiswa,

dan C sebanyak 57 mahasiswa.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang dapat dijangkau serta memiliki

sifat yang sama dengan populasi yang diambil sampelnya tersebut

(Sudjana dan Ibrahim, 2004)

a) Kriteria Inklusi

Mahasiswa Jurusan Keperawatan tingkat dua semester ganjil tahun

2022 yang masih aktif kuliah, dan bersedia menjadi responden dalam

penelitian ini.
25

b) Kriteria Eksklusi

Mahasiswa Jurusan Keperawatan tingkat dua semester ganjil yang

tidak bersedia menjadi responden dalam penelitian

c) Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan

menggunakan teknik simple random sampling dengan margin error

sebesar 10% (Dahlan, 2016):

n= N Keterangan:
1 + Ne2
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi
e = tingkat signifikan (0,1)
Perhitungan sampel:
n= 144
1+144 (0,1)(0,1)
n= 144
1+144 (0,01)
n= 144
1+1,44
n= 144
2,44
n = 59,01 atau dibulatkan menjadi 59

Jadi jumlah sampel yang akan digunakan pada penelitian ini adalah
sebesar 59 orang (Hardani et al., 2020)

D. Variabel penelitian

Menurut Sugiyono (2016), variabel penelitian adalah atribut atau nilai dari

suatu objek yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
26

untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. Variabel

dalam penelitian ini adalah :

1. Variabel Bebas

Variabel bebas (independent variable) adalah suatu variabel yang

berpengaruh atas perubahan yang terjadi pada variabel lainnya. Variabel

bebas dalam penelitian ini adalah tingkat stres pada mahasiswa tingkat dua

Jurusan Keperawatan Poltekkes Surakarta.

2. Variabel Terikat

Variabel terikat (dependent variable) adalah suatu variabel yang

dipengaruhi oleh variabel bebas, dan bisa dikatakan sebagai akibat dari

adanya variabel bebas. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kualitas

tidur mahasiswa tingkat dua Jurusan Keperawatan Poltekkes Surakarta.

E. Definisi Operasional

Definisi operasional dalam variabel penelitian adalah suatu nilai dari objek

atau kegiatan yang memiliki variasi tersendiri yang telah ditentukan oleh

peneliti untuk lebih dipelajari dan kemudian disimpulkan hasilnya (Sugiyono,

2015).

Tabel 3.1 Definisi Operasional


Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Tingkat Awal Di
Poltekkes Surakarta
Variabel Definisi Alat ukur dan cara ukur Hasil Skala
Karaktristik
Responden
Jenis Jenis kelamin Mengisi pada kuesioner Laki- laki = 1 Nominal
Kelamin adalah perbedaan identitsa Perempuan = 2
biologis sejak
seorang itu
dilahirkan.
27

Perbedaan dan
fungsi biologis
dari laki-laki dan
perempuan tidak
dapat bertukar
iantara keduanya
Kelas Kelas Mengisi pada kuesioner Kelas A = 1 Nominal
merupakan identitsa Kelas B = 2
suatu kelompok Kelas C = 3
orang yang
melakukan
kegiatan belajar
bersama, yang
mendapat
pengajaran
Variabel
Independent
Tingkat stres Tingkat stres Menggunakan stres ringan = 1 Ordinal
adalah hasil kuisioner yang berisi stres sedang = 2
penilaian 14 item dari stres berat = 3
terhadap berat pertanyaan DASS stres sangat
ringannya stres dengan indicator berat = 4
yang dialami penilaian
seseorang. 0 : Tidak atau tidak
Stres adalah pernah
suatu tekanan 1 : Sesuai dengan
atau sesuatu yang dialami sampai
yang terasa tingkat tertentu, atau
menekan dalam kadang-kadang
diri individu 2 : Sering
3: Sangat sesuai
dengan yang
dialami, atau hampir
setiap saat
Nilai 0-10: stres
ringan
Nilai 11-20: stres
sedang
Nilai 21-31: stres
berat
Nilai 32-42: stres
sangat berat
(Kusumadewi et al.,
2020)
Variabel
Dependent
Kualitas Kualitas tidur Menggunakan sangat Ordinal
tidur diartikan kuisioner PSQI. baik =
sebagai suatu Terdapat 13 item 1
kepuasan kuisioner yang cukup
seseorang dibagi menjadi 7 baik =
28

terhadap tidur komponen yang 2


sehingga tidak harus dijumlahkan buruk =
merasa untuk menentukan 3
kekurangan skor akhir yang sangat
tidur dan menyimpulkan buruk =
tidak ada kualitas tidur 4
gangguan tidur keseluruhan.
Keterangan kolom
nilai skor:
Skor 0-9: pola tidur
baik
Skor 10-19: pola
tidur cukup
Skor 20-29: pola
tidur buruk
Skor 30-39; pola
tidur sangat buruk
(Aryadi et al., 2018)

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat-alat yang digunakan untuk mengumpulkan

data, instrumen penelitian ini dapat berupa kuesioner, formulir observasi,

formulir-formulir lain yang berkaitan dengan pencatatan data dan sebagainya

(Notoatmodjo 2010).

1. Instrumen Tingkat Stres

Terdapat 14 item yang digunakan untuk mengukur tingkat stres. Alat ukur
ini kemudian dimodifikasi dan disesesuaikan, sehingga bisa
menggambarkan keadaan dari subjek penelitian (Ulfah, 2019). Indikator
penilaian pada kuesioner ini adalah 0 = tidak atau tidak pernah sama
sekali, 1 = sesuai dengan yang dialami sampai tingkat tertentu, atau
kadang-kadang, 2 = sering, 3 = sangat sesuai dengan yang dialami, atau
hampir setiap saat. Nilai minimal pada kuesioner ini adalah 0, dan nilai
maksimalnya adalah 42.
2. Instrumen Kualitas Tidur
29

PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) merupakan instrumen untuk

mengetahui kualitas tidur. PSQI merupakan tes standar yang telah diterima

secara internasional, sehingga tidak perlu dilakukan uji validitas maupun

uji realibilitas. PSQI mengkaji 6 dimensi dalam kualitas tidur. Terdapat 13

pertanyaan dalam PSQI. Pertanyaan 1 dan 3 untuk dimensi efisiensi

kebiasaan tidur, pertanyaan 2 dan 5 untuk dimensi latensi tidur, pertanyaan

4 untuk dimensi durasi tidur, pertanyaan 6-8 untuk dimensi masalah

selama tidur, pertanyaan 9 untuk dimensi penggunaan obat tidur,

pertanyaan 10 dan 11 untuk dimensi disfungsi tidur pada siang hari,

pertanyaan 12 dan 13untuk dimensi kualitas tidur subjektif.

G. Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji validitas pada instrument kuesioner tingkat stres pada 14 item

pertanyaan yang diambil dari kuesioner DASS telah dilakukan pada 27

responden mahasiswa Jurusan Keperawatan Tingkat IV Poltekkes Kemenkes

Surakarta dengan menggunakan rumus pearson product moment. Nilai r tabel

dengan signifikansi 5 % yaitu sebesar 0.381. Kuesioner dikatakan valid jika

nilai r hitung > nilai r tabel. Berdasarkan uji validitas didapatkan hasil yaitu

terdapat 14 soal kuesioner yang valid dengan rentang nilai 0.572-0.838.

Sedangkan uji realibilitas pada kuesioner ini yaitu 0.937 > 0.600 sehingga

dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang akan digunakan pada penelitian ini

memiliki tingkat realibilitas yang tinggi.


30

Validitas penelitian dari PSQI sudah teruji dengan uji validitas reliabilitas

memiliki konsistensi internal dan koefisien reliabilitas (Cronbarch’s Alpha)

adalah 0,83 (Carole, 2012). Instrumen ini menghasilkan 7 skor yang sesuai

dengan domain atau area yang disebutkan sebelumnya. Tiap domain nilainya

berkisar antara 0 (tidak ada masalah) sampai 3 (masalah berat). Nilai tiap

komponen kemudian dijumlahkan menjadi skor global antara 0-21. Skor

global > 5 dianggap kualitas tidur yang buruk. PSQI memiliki konsistensi

internal dan koefisien reliabilitas (Cronbach’s Alpha) 0,83 untuk tujuh

komponen tersebut (Putri, 2016). Banyak penelitian yang telah menggunakan

alat ukur ini pada populasi lansia internasional yang diadopsi dan telah diuji

kesesuaian dari validitas, seperti pada penelitian Arifin (2011) dalam

Erfandau (2016) terhadap 30 responden dengan hasil r tabel 0,361, sedangkan

penelitian Maulida (2011) dalam Erfandau (2016) diuji validitas dan

reliabilitas memiliki hasil Cronbrach’s Alpha 0,753 (Erfandau, 2015).

H. Analisa Data

1. Pengolahan Data

a. Editing

Peneliti memeriksa kembali kuesioner yang telah diberikan kepada

responden yang telah diisi. Peneliti melakukan editing seperti

memeriksa daftar pertanyaan seperti kelengkapan jawaban,

keterbacaan tulisan, dan mengembalikan kuesioner kepada responden


31

saat ditemukan ada jawaban yang belum lengkap agar dapat dilengkapi

kembali oleh responden.

b. Scoring

Scoring adalah pemberian nilai, untuk penentuan skor dari nilai pada

tingkat stres dan kualitas tidur. Pada kuesioner pernyataan responden

tentang tingkat stres yang masing-masing item terdiri dari 4 kriteria,

yaitu:

0 = tidak, atau tidak pernah

1 = sesuai dengan yang dialami sampai tingkat tertentu atau kadang-

kadang

2 = Sering

3 = Sangat sesuai dengan yang dialami, atau hampir setiap saat

Dari skoring di atas, ditemukan nilai minimum 0 dan maksimum 42,

kemudian di deskriptifkan menjadi 4 kategori sebagai berikut:

0-10 = stres ringan

21-31= stres sedang

21-31 = stres berat

32- 42 = stres sangat berat

Pada kualitas tidur ditemukan nilai minimum 0 dan maksimum 39

dengan kategori skoring sebagai berikut:

0-9 = pola tidur baik


32

10-19 = pola tidur cukup

20-29 = pola tidur buruk

30-39 = pola tidur sangat buruk

c. Coding

Pada tahap ini, peneliti memberikan tanda pada masing-masing

jawaban dengan kode berupa angka, sehingga memudahkan proses

pemasukan data di computer. Pemberian nilai telah ditentukan pada

masing-masing variabel

1) kuesioner tingkat stres:

1 = stres ringan

2 = stres sedang

3 = stres berat

4 = stres sangat berat

2) kuesioner kualitas tidur

1 = sangat baik

2 = cukup baik

3 = buruk

4 = sangat buruk

d. Processing

Peneliti melakukan prosessing pada data yang sudah dikoding

dengan melakukan entry data atau memasukkan data kedalam program

IBM SPSS Statistics 25.


33

e. Tabulating

Peneliti melakukan pembuatan tabel-tabel data, sesuai dengan

tujuan penelitian.

f. Cleaning

Pada langkah ini peneliti mengecek kembali data yang sudah

ditabulasi guna melihat ada tidaknya data yang hilang. Data yang

diperoleh kemudian dikumpulkan, dan diolah secara manual dengan

langkah-langkah editing, coding, entry, cleansing, dan saving.

Selanjutnya diolah secara statistik menggunakan aplikasi IBM SPSS

Statistics 25 dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode Analisa

data Kendall’s tau-b.

2. Uji Analisa Data

a. Analisa Univariat

Analisa univariat adalah suatu analisa yang digunakan untuk

mendefinisikan karakteristik masing-masing variabel yang sedang

diteliti. Analisa ini menghasilkan distribusi frekuensi serta presentase

masing-masing variabel. Data yang digunakan adalah nilai mean dan

median (Notoatmodjo, 2018).

Analisa pada penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu

tingkat stres dan variabel dependen kualitas tidur pada mahasiswa.

b. Analisa Bivariat
34

Analisa bivariat adalah analisa yang digunakan untuk mengetahui

interaksi antara dua variabel yang berupa komparatif, asosiatif,

maupun korelatif (Riwidikdo, 2009). Analisa bivariat pada penelitian

ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan

kualitas tidur pada mahasiswa tingkat awal di Poltekkes Surakarta. Uji

yang digunakan adalah uji Kendall’sl tau-b, karena peneliti ingin

mengukur kekuatan antara dua variable yang diteliti. Menurut

Sugiyono (2007, dalam Handaru dan Ajiningtyasasih, 2011) uji

Kendall’s Tau digunakan untuk menemukan hubungan dan menguji

hipotesis antara dua variable atau lebih dengan data berbentuk ordinal

atau rangking.

I. Rencana Jalannya Penelitian

Jalannya penelitian dibagi menjadi beberapa langkah, yaitu :

1. Tahap Awal

Tahap pertama yang diambil oleh peneliti dalam memulai penelitian ini

adalah melakukan pengajuan judul kepada dosen pembimbing yang

diperkuat dengan mencari literatur yang berkaitan dengan judul yang akan

diajukan.

2. Tahap Perizinan

Tahap perizinan peneliti mengisi surat izin penelitian untuk selanjutnya

diserahkan kepada institusi yang dituju.

3. Tahap Pelaksanaan
35

Pada tahap ini peneliti melakukan pengumpulan data terhadap responden

yang sudah ditentukan:

a. Peneliti mengambil sampel dari mahasiswa tingkat duadengan

menggunakan teknik simple random sampling.

b. Peneliti mengambil data pada calon responden lalu melakukan studi

pendahuluan dengan Kaprodi Jurusan Keperawatan Poltekkes

Surakarta.

c. Peneliti mengadakan sosialisasi pada bulan September tahun 2022

tentang tujuan penelitian kepada calon responden.

d. Peneliti menentukan sampel berdasarkan kriteria yang sudah

ditentukan kemudian menyampaikan surat permohonan calon

responden

e. Peneliti memberikan informed consent serta menjelaskan tata cara

mengisi kuisioner yang diberikan oleh peneliti.

f. Peneliti menyiapkan kuesioner yang disebarkan kepada responden

secara online menggunakan google form.

g. Peneliti mengumpulkan data guna diperiksa Kembali kemudian

membuat laporan hasil penelitian.

4. Tahap Akhir

Pada tahap akhir ini, peneliti melakukan rekap data menggunakan

Microsoft Excel sebelum dilakukan editing, coding, processing,

tabulating, serta cleaning menggunakan aplikasi SPSS. Setelah data

selesai diolah, selanjutnya peneliti menganalisis data hasil SPSS. Analisa


36

univariat disajikan dengan distribusi frekuensi, dan analisa bivariat

disajika menggunakan uji Kendall’s Tau-b, untuk selanjutnya dilakukan

pemaparan hasil.

J. Etika Penelitian

Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah manusia. Maka peneliti

harus memperhatikan prinsip-prinsip etika penelitian. Secara umum etika

penelitian yang diterapkan menurut Nursalam (2016), adalah sebagai berikut:

1. Penjelasan Sebelum Persetujuan (PSP) Penelitian

Peneliti memberikan penjelasan sebelum persetujuan penelitian diberikan

kepada responden, dengan tujuan agar subjek penelitian mengerti maksud

dan tujuan dari penelitian, serta mengetahui dampaknya. Beberapa

informasi yang harus dijelaskan adalah partisipasi responden, tujuan

dilakukannya tindakan, jenis tindakan, jenis data yang dibutuhkan,

komitmen, prosedur, pelaksanaan, potensial yang akan terjadi, manfaat,

jaminan kerahasiaan, informasi yang bisa dihubungi.

2. Informed consent (Lembar persetujuan responden)

Informed consent diberikan sebagai bentuk persetujuan antara peneliti

dengan responden atau sebagai surat pernyataan bersedia atau tidaknya

subjek untuk menjadi responden dalam penelitian. Jika Subjek bersedia,

maka responden harus menandatangani lembar persetujuan. Jika subjek

tidak bersedia maka peneliti harus menghormati hak responden.

3. Anonymity
37

Peneliti tidak akan mencantumkan nama subjek dalam penelitian ini,

melainkan hanya mencantumkan inisial dari responden dan menuliskan

kode sesuai nomor urut responden pada alat ukur, lembar pengumpulan

data, dan pada hasil penelitian yang disajikan. .

4. Confidentily

Peneliti memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi

maupun masalah-masalah lainnya. Peneliti hanya menyajikan jenis

kelamin, kelas dan tingkat stres, serta kualitas tidur tanpa menyebutkan

nama responden dalam laporan hasil.

5. Ethical Clearance (Kelayakan etik)

Rancangan penelitian yang telah memenuhi kaidah etik penelitian

dibuktikan dengan surat Ethical Clearance yang diberikan oleh komisi etik

penelitian. Surat ini bertujuan agar responden diperlakukan sesuai hak dan

tidak menimbulkan bahaya atau kerugian bagi responden penelitian. Untuk

menjamin bahwa penelitian ini sesuai dengan ketentuan etika penelitian.


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Lokasi

Poltekkes Surakarta merupakan Perguruan tinggi kesehatan yang berada di

wilayah kota Surakarta dan. Poltekkes didirikan di Surakarta pada tahun 2002

dan dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan

Kesejahteraan Sosial RI nomor 298/Menkes/SK/IV/2001 tanggal 16 April

2001 dengan pertimbangan guna memperluas kesempatan memperoleh

pendidikan dan menyiapkan tenaga profesional di bidang kesehatan secara

efektif dan dan efisien. Poltekkes Surakarta mempunyai 10 Jurusan salah

satunya adalah Jurusan Keperawatan yang berada di kampus pusat dan

memiliki lokasi di Jl. Letjen Sutoyo, Mojosongo, Kec. Jebres. Jurusan

Keperawatan memiliki 3 program studi yaitu DIII Keperawatan, DIV

Keperawatan, dan Profesi Ners. Jumlah mahasiswa dan pegawai per Januari

2022 yaitu 32 dosen, 22 karyawan, dan 5 instruktur PLP (Pranata

Laboratorium Pendidikan), dan mahasiswa terdiri dari Prodi DIII berjumlah

277 orang, Prodi DIV berjumlah 435 orang, dan Profesi Ners berjumlah 78

orang (Poltekkes Surakarta, 2015).

38
39

B. Hasil Penelitian

1. Karakteristik Responden

Hasil karakteristik responden pada penelitian ini disajikan dalam bentuk

distribusi frekuensi pada tabel 4.1

Tabel 4.1 Distribusi Karakteristik Responden

Variabel Frekuensi Presentase


Jenis Kelamin Laki-laki 11 18,6
Perempuan 48 81,3
Kelas A 27 45,7
B 12 20,3
C 10 16,9
Sumber : Data primer (diolah dengan program IBM SPSS Statistics 25)

Deskripsi karakteristik responden pada penelitian ini dapat dilihat pada

Tabel 4.1. Diperoleh hasil analisis bahwa jenis kelamin dari responden

perempuan lebih besar yaitu sebanyak 48 orang (81,3%), serta responden

dari kelas A lebih banyak yaitu sebesar 27 orang (45,7 %) dari jumlah

keseluruhan responden.

2. Tingkat Stres

Hasil variabel independent yaitu tingkat stres pada penelitian ini disajikan

dalam bentuk distribusi frekuensi pada tabel 4.2

Tabel 4.2 Distibusi responden berdasarkan tingkat stres

Tingkat stres Frekuensi Presentase


Ringan 12 20,3
Sedang 29 49,1
Berat 16 27,1
Sangat Berat 2 3,3
Sumber : Data primer (diolah dengan program IBM SPSS Statistics 25)

Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dilihat jumlah responden berdasarkan

tingkat stres, dimana responden yang terbanyak adalah tingkat stres sedang
40

sebanyak 29 orang (49,1%), responden dengan stres ringan sebanyak 12

orang (20,3%), sedangkan responden dengan tingkat stres berat dan sangat

berat sebanyak 16 orang (27,1%) dan 2 orang (3,3%).

Pada penelitian ini dari 59 responden didapatkan responden dengan

tingkat stres ringan sebanyak 12 orang, stres sedang 29 orang, stres berat

16 orang dan stres sangat berat 2 orang.

3. Kualitas Tidur

Hasil variabel dependen yaitu kualitas tidur pada penelitian ini disajikan

dalam bentuk distribusi frekuensi pada tabel 4.3

Tabel 4.3 Distribusi responden berdasarkan kualitas tidur

Kualitas Tidur Frekuensi Presentase


Baik 16 27,1
Cukup 33 55,9
Buruk 10 16,9
Sangat Buruk 0 0
Sumber : Data primer (diolah dengan program IBM SPSS Statistics 25)

Berdasarkan Tabel 4.3 dapat dilihat jumlah responden berdasarkan

kualitas tidur, dimana responden lebih banyak memiliki kualitas tidur

cukup sebanyak 33 orang (55,9%). Responden dengan kualitas tidur baik

sebanyak 16 orang (27,3%), responden dengan pola tidur buruk sebanyak

10 orang (16,9%) sedangkan responden dengan pola tidur sangat buruk

sebanyak 0 orang (0%).


41

4. Hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat dua

di Poltekkes Surakarta

Tabel 4.4 Analisa uji Kendall’s tau_b antara Hubungan tingkat stres
dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat dua di Poltekkes Surakarta
Tingkat Stres Kualitas Tidur Jumlah P Value Koefisien
Korelasi
Baik Cukup Buruk
n % n % n % n %
Ringan 5 8,5 7 11,9 0 0 12 20,3
Sedang 6 10,2 21 35,6 2 3,4 29 49,2
Berat 4 6,8 6 10,2 6 10,2 16 27,1 0,005 0,344
Sangat Berat 0 0 0 0 2 3,4 2 3,4
Jumlah 14 25,4 34 57,6 10 16,9 59 100
Sumber : Data primer (diolah dengan program IBM SPSS Statistics 25)

Berdasarkan hasil penelitian tabel 4.4 dengan Analisa uji korelasi

Kendall tau_b diperoleh hasil nilai significancy atau p value yang didapat

pada penelitian ini sebesar 0,005 (p<0,05) maka Ha diterima dan Ho

ditolak sehingga dapat disimpulkan hipotesis pada penelitian ini diterima,

yang berarti tingkat stres berhubungan dengan kualitas tidur pada

mahasiswa keperawatan tingkat dua di Politeknik Kesehatan Kementerian

Kesehatan Surakarta.

C. Pembahasan

1. Karakteristik Responden

a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil

bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu

sebanyak 48 orang (81,3%). Di Politeknik Kesehatan Surakarta jumlah


42

mahasiswa perempuan tingkat dua di Jurusan Keperawatan lebih

banyak dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki.

Penelitian ini didukung oleh penelitian yang telah dilakukan

Suranadi (2017) di Universitas Udayana, bahwa sebagian besar

mahasiswa dalam Fakultas Kesehatan memiliki jenis kelamin

perempuan, yaitu sebanyak 71,1%. Hal ini juga memiliki kesamaan

dengan teori yang dikemukakan bahwa keperawatan didominasi oleh

perempuan karena dalam sejarahnya keperawatan muncul sebagai

peran care taking (pemberi perawatan) secara tradisional di dalam

keluarga dan masyarakat (Rollinson & Kish, 2017).

b. Tingkat Stres

Berdasarkan hasil penelitian jumlah responden berdasarkan tingkat

stres, dimana responden yang terbanyak adalah tingkat stres sedang

sebanyak 29 orang (49,1%), responden dengan stres ringan sebanyak

12 orang (20,3%), sedangkan responden dengan tingkat stres berat dan

sangat berat sebanyak 16 orang (27,1%) dan 2 orang (3,3%).

Pada penelitian ini dari 59 responden didapatkan responden dengan

tingkat stres ringan sebanyak 12 orang, stres sedang 29 orang, stres

berat 16 orang dan stres sangat berat 2 orang.

c. Kualitas Tidur

Dari penelitian ini kualitas tidur mahasiswa tingkat dua didapatkan

hasil jumlah responden berdasarkan kualitas tidur, dimana responden

lebih banyak mengalami kualitas tidur cukup sebanyak 33 orang


43

(55,9%). Responden dengan kualitas tidur baik sebanyak 16 orang

(27,1%), responden dengan pola tidur buruk sebanyak 10 orang

(16,9%) sedangkan responden dengan pola tidur sangat buruk

sebanyak 0 (0%).

Dipaparkan oleh peneliti dari Pakistan bahwa mahasiswa

kedokteran merupakan mahasiswa yang memiliki risiko tinggi terpapar

stres selama tahun akademik yang dapat menyebabkan masalah

psikologis yang mengakibatkan gangguan tidur. Selain durasi tidur

yang kurang, faktor lainnya adalah kebiasaan sebelum tidur seperti

penggunaan media elektronik seperti handphone, komputer, dan

televisi yang dapat meningkatkan risiko kualitas tidur yang buruk pada

mahasiswa, hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh

Mesquita, dkk. Menurut Mesquita, dkk yang menyatakan bahwa

penggunaan media elektonik dapat membuat seseorang lebih dekat

dengan layar media elektronik tersebut dan lebih melibatkan faktor

mental serta fisik dalam mengoperasikannya. Hal ini membuat tingkat

kewaspadaan seseorang meningkat dan lebih mementingkan untuk

menyelesaikan aktivitas dengan media elektroniknya dibandingkan

mendahulukan tidur, sehingga akan mengganggu kualitas tidur.

d. Hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur

Hasil yang diperoleh penelitian ini terdapat hubungan yang

bermakna antara tingkat stres terhadap kualitas tidur mahasiswa

tingkat dua Nilai significancy atau p value yang didapat pada


44

penelitian ini sebesar 0,005 (p<0,05). Dengan demikian hipotesis pada

penelitian ini diterima, yang berarti tingkat stres berhubungan dengan

kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan semester tingkat dua di

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.

Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Wulandari

et al., 2017) bahwa tingkat stres yang paling banyak dialami oleh

mahasiswa kedokteran tingkat akhir angkatan 2012 dan 2013

Universitas Diponegoro adalah stres sedang yaitu sebanyak 67

responden (19.6%). Stres yang dialami mahasiswa berdampak secara

fisik, emosional, kognitif, maupun interpersonal. Mahasiswa menjadi

tidak bersemangat dan sulit berkonsentrasi ketika bimbingan sehingga

tidak dapat menyelesaikan tugas akhir tepat waktu. Ada dua faktor

penyebab stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi yaitu

faktor eksternal dan internal. Faktor internal berupa kemampuan

maupun kecerdasan mahasiswa itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal

berupa tuntunan kampus, keluarga, maupun finansial (Broto, 2016).


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisa data dan pembahasan hasil penelitian mengenai

hubungan tingkat stres dan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat dua, maka

dapat diambil kesimpulan yaitu:

1. Berdasarkan karakteristik tingkat stres pada penelitian ini didapati bahwa

responden lebih banyak memiliki tingkat stres sedang sebanyak 29 orang

(49,1%) dan yang memiliki kualitas tidur cukup sebanyak 33 orang

(55,9%).

2. Pada penelitian ini ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara

tingkat stres dan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat dua di Politeknik

Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta dengan p-value 0,005.

3. Tidak ditemukan perbedaan tingkat stres pada mahasiswa Politeknik

Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta dengan p-value 0,005.

B. Saran

1. Bagi Institusi Pendidikan

Peneliti menyarankan kepada pihak jurusan untuk melakukan upaya

pencegahan dan manajemen stres berupa konseling. Serta dapat sebagau

tambahan referensi bagi institusi.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Peneliti menyarankan kepada pihak jurusan untuk melakukan upaya

pencegahan dan manajemen stres berupa konseling.

45
46

3. Bagi Responden

Peneliti menyarankan mahasiswa tingkat dua Politeknik Kesehatan

Kementerian Kesehatan Surakarta yang mengalami kualitas tidur yang

buruk dapat lebih memperhatikan waktu dan kualitas tidur mereka agar

terhindar dari berbagai macam penyakit kedepannya.


DAFTAR PUSTAKA

Alsaggaf, M., Wali, S., Merdad, R. and Merdad, L. (2016). Sleep quantity,
quality, and insomnia symptoms of medical students during clinical years.
Relationship with stress and academic performance. Saudi Medical Journal,
37(2), pp.173-182.

[Link]. (2018). The Different Kind of Stress. [online] Available at:


[Link] [Accessed 31 January
2022].
Anggraini, A. N. (2021). Expressive Writing Dan Dance Movement Dalam
Mengatasi Stress Bagi Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Surabaya. [Link]

Augner, C. (2011). Associations of subjective sleep quality with depression score,


anxiety, physical symptoms and sleep onset latency in students, 19(2),
pp.115117.

Brick, C., Seely, D. and Palermo, T. (2010). Association Between Sleep Hygiene
and Sleep Quality in Medical Students. Behavioral Sleep Medicine, 8(2),
pp.113-121.

Colten, H. and Altevogt, B. (2006). Sleep disorders and sleep deprivation.


Washington, D.C.: National Academy Press, p.37.

Dahlan, M. (2016). Besar Sampel Dalam Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan.


4th ed.

El Ansari, W., Khalil, K. and Stock, C. (2014). Symptoms and Health Complaints
and Their Association with Perceived Stressors among Students at Nine
Libyan Universities. International Journal of Environmental Research and
Public Health, 11(12), pp.12088-12107.

Eva, E., Islam, M., Mosaddek, A., Rahman, M., Rozario, R., Iftekhar, A., Ahmed,
T., Jahan, I., Abubakar, A., Dali, W., Razzaque, M., Habib, R. and Haque,
M. (2015). Prevalence of stress among medical students: a comparative
study between public and private medical schools in Bangladesh. BMC
Research Notes, 8(1).

Fawzy, M. and Hamed, S. (2017). Prevalence of psychological stress, depression


and anxiety among medical students in Egypt. Psychiatry Research, 255,
pp.186-194.

Hall, J. and Guyton, A. (2011). Guyton and Hall textbook of medical physiology.
12th ed. Philadelphia, PA: Saunders/Elsevier.
Hauser, S., Josephson, S. and Harrison, T. (2017). Harrison's neurology in clinical
medicine. 4th ed. McGraw-Hill Education, p.205.

Lee-Chiong, T. (2009). Sleep medicine essentials. New Jersey: Wiley-Blackwell,


p.115.

Mesquita, G. and Reimão, R. (2010). Stress and sleep quality in high school
brazilian adolescents. Anais da Academia Brasileira de Ciências, 82(2),
pp.545-551.

Mazo, G. (2015). Causes, Effects of Stress and the Coping Mechanism of the
Bachelor of Science in Information Technology Students in a Philippine
University. Journal of Education and Learning (EduLearn), 9(1), p.71.

Palatty, P., Fernandes, E., Suresh, S. and Baliga, M. (2011). Comparison of Sleep
Pattern Between Medical Ald Law Students. 13, pp.1-2.

Potter, P. and Perry, A. (2009). Fundamental keperawatan. 7th ed. Singapopre:


Elsevier.

Putri, SD. Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa
Kedokteran Semester VII Universitas Sumatera Utara [Skripsi]. Fakultas
Kedokteran. Medan. 2016.

Sadock, B., Ruiz, P., Sadock, V. and Kaplan, H. (2010). Kaplan & Sadock's
synopsis of psychiatry. 7th ed.

Salam, A., Mahadevan, R., Rahman, A., Abdullah, N., Harith, A. and Shan, C.
(2014). Stress among First and Third Year Medical Students at Universiti
Kebangsaan Malaysia. Pakistan Journal of Medical Sciences, 31(1).

Sarfriyanda, J., Karim, D. and Dewi, A. (2015). Hubungan Antara Kualitas Tidur
Dan Kuantitas Tidur Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa, 2(2), p.1178.

Sastroasmoro, S. and Ismael, S. (2017). Dasar-dasar metodologi penelitian klinis.


5th ed. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran,
Universitas Indonesia, p.112.

Sherwood, L. (2013). Introduction to human physiology. 8th ed. Australia:


Brooks/Cole Cengage Learning.

Sutrisno, R., Faisal and Huda, F. (2017). Perbandingan Kualitas Tidur


Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang
Menggunakan dan tidak Menggunakan Cahaya Lampu Saat Tidur, 3(2),
p.74.
LAMPIRAN 1
LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN
BAGI RESPONDEN PENELITIAN
LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN
BAGI RESPONDEN PENELITIAN

Surakarta, September 2022

Yth. Calon Responden Penelitian

Di Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Surakarta

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Emilia Benazir Anjani

NIM : P27220018 107

Pendidikan : Program Studi D-IV Keperawatan Poltekkes Kemenkes Surakarta

Adalah mahasiswa Jurusan Keperawatan yang akan melaksanakan

penelitian berjudul “Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada

Mahasiswa Keperawatan Tingkat Dua di Politeknik Kesehatan Surakarta.”

Berikut penjelasan mengenai penelitian yang akan dilakukan

A. Tujuan

Untuk mengetahui adanya hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada

mahasiswa tingkat dua di Poltekkes Surakarta.

.
B. Prosedur penelitian

Adapun langkah awal ketika saudara/i bersedia mengikuti penelitian ini

yaitu dapat mengisi lembar persetujuan, kemudian responden dapat mengikuti

proses penelitian dengan mengisi kuesioner tingkat stres dan kualitas tidur.

C. Perlakuan yang diterapkan pada responden

Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional sehingga responden

tidak diberikan suatu perlakuan.

D. Manfaat penelitian bagi responden

Manfaat yang diperoleh responden yaitu dapat mengetahui hubungan tingkat

stres dengan kualitas tidur.

E. Hak dan Kewajiban responden

Hak reponden yaitu diberikan penjelasan prosedur penelitian. Kewajiban

responden yaitu mengikuti aturan pelaksanaan penelitian seperti yang

dijelaskan oleh peneliti.

F. Masalah etik yang mungkin akan dihadapi responden

Pada penelitian ini tidak menyebabkan kerugian baik materiil maupun

spritual. Selain itu, pelaksanaan penelitian tidak mengganggu proses belajar di

perkuliahan.
G. Risiko penelitian

Tidak terdapat risiko bahaya yang dapat terjadi pada responden.

H. Jaminan kerahasiaan data

Peneliti menjamin kerahasiaan data responden diantaranya yaitu tidak

melampirkan identitas responden secara detail dan peneliti tidak

menyebarluaskan identitas responden.

I. Hak untuk undur diri

Responden berhak mengundurkan diri apabila di waktu yang bersamaan

terdapat keperluan yang lebih penting.

J. Informasi tambahan

Untuk menanyakan informasi lebih detail, responden dapat menghubungi

peneliti :

Nama : Emilia Benazir Anjani

Telp : 085742067802

Gmail : emiliacookiecat15@[Link]

Setelah saudara/i mendapatkan penjelasan penelitian dari peneliti dan

menyetujui menjadi responden pada penelitian ini, maka saudara/i dapat

mengisi lembar inform consent.


LAMPIRAN 2
SURAT PERMOHONAN CALON RESPONDEN
SURAT PERMOHONAN CALON RESPONDEN

Surakarta, Juli 2022


Kepada Yth. Calon Responden Penelitian
Dengan hormat,

Yang bertandatangan di bawah ini:


Nama : Emilia Benazir Anjani
NIM : P27220018107
Pendidikan : Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes
Kemenkes Surakarta
adalah mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan yang
sedang melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Tingkat Stres dengan
Kualitas Tidur pada Mahasiswa Tingkat Dua Jurusan Keperawatan di Poltekkes
Surakarta”.
Penelitian ini tidak menimbulkan kerugian pada mahasiswa keperawatan
sebagai responden. Kerahasiaan semua informasi yang diberikan akan kami jaga
dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Jika mahasiswa telah menjadi
responden dan hal-hal yang memungkinkan untuk mengundurkan diri, maka
mahasiswa diperbolehkan untuk mengundurkan diri. Apabila mahasiswa
menyetujui menjadi responden maka, saya mohon kesediannya untuk
menandatangani persetujuan.
Demikian atas perhatian dan pasrtisipasinya, kami ucapkan terimakasih.

Hormat Kami

Emilia Benazir Anjani


NIM. P27220018107
LAMPIRAN 3
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PENELITIAN
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN
(Informed Consent)

Sehubungan dengan akan dilaksanakan penelitian dengan judul “Hubungan

Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Tingkat Dua Jurusan

Keperawatan Poltekkes Surakarta”, sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan

Pendidikan Keperawatan, saya menyampaikan surat ini.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tingkat stres

dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat dua di Poltekkes Surakarta, sasaran

dari penilitian ini adalah mahasiswa tingkat dua Jurusan Keperawatan di

Poltekkes Surakarta. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah agar mahasiswa

mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa.

Pada penelitian ini tidak menyebabkan kerugian baik materiil maupun spritual.

Selain itu, pelaksanaan penelitian tidak mengganggu proses belajar di perkuliahan.

Peneliti juga menjamin kerahasiaan data responden diantaranya yaitu tidak

melampirkan identitas responden secara detail dan peneliti tidak menyebarluaskan

identitas responden. Keikutsertaan responden adalah sukarela serta tidak ada

penarikan intensif berupa uang atau apapun. Respondn juga berhak

mengundurkan diri apabila penelitian ini dirasa tidak seuai dengan tujuan.

Yang bertandatangan di bawah ini :

Nama :

Umur :
Menyatakan berdasarkan penjelasan di atas, saya bersedia/tidak bersedia *)
untuk menjadi responden penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa
Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes Surakarta yang bernama
Emilia Benazir Anjani, dengan judul “Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas
Tidur pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Dua di Poltekkes Surakarta”

Surakarta, …………
Responden

(……………..)

Keterangan :
*) : Coret yang tidak perlu
LAMPIRAN 4
LEMBAR ETHICAL CLEARANCE
1. Lembar Ethical Clearance
LAMPIRAN 5
LEMBAR KUESIONER PENELITIAN
Biodata Responden :

Petunjuk pengisian : isilah titik-titik dan berikan tanda (√) pada kotak yang
disediakan sesuai dengan jawaban anda.

1. Nomor Responden : ...............................(diisi oleh petugas)


2. Tanggal Pengisian : ...............................................................
3. Jenis Kelamin : □ Laki-laki □ Perempuan

Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)

Selama satu bulan Tidak sama 1x 1-2x ≥3x


terakhir, seberapa sering sekali seminggu seminggu seminggu
saudara/i mengalami
gangguan tidur karena… (0) (1) (2) (3)

1. Tidak dapat tidur dalam


30 menit
2. Bangun di tengah malam
atau terlalu pagi
3. Harus bangun karena
harus ke kamar mandi
4. Tidak dapat bernapas
dengan nyaman
5. Batuk atau mendengkur
dengan keras
6. Merasa telalu dingin

7. Merasa terlalu panas

8. Mengalami mimpi buruk

9. Merasa nyeri

10. Selama satu bulan


terakhir, seberapa sering
saudara menggunakan
obat untuk membantu
tidur
11. Selama satu bulan
terakhir, seberapa sering
saudara/i mengalami
kesulitan untuk tetap
terjaga ketika berkendara,
makan, atau melakukan
aktivitas senilai
Tidak ada Sedikit Cukup Sangat
kesulitan kesulitan sulit sulit
12. Dalam satu bulan terkahir,
seberapa sulit bagi
saudara/i untuk
mempertahankan cukup
semangat untuk
menyelesaikan dengan
segala sesuatu?
Sangat baik Cukup Cukup Sangat
baik buruk buruk
13. Dalam satu bulan terakhir,
bagaimana saudara/i
menilai kualitas tidur
saudara/i?
Depression Anxiety and Stress Scale (DASS) 42

Keterangan :

0 : Tidak atau tidak pernah


1 : Sesuai dengan yang dialami sampai tingkat tertentu, atau kadang-
kadang
2 : Sering
3 : Sangat sesuai dengan yang dialami, atau hampir setiap saat

No. Aspek Penilaian 0 1 2 3

1. Cenderung bereaksi berlebihan pada sesuatu

2. Kesulitan untuk relaksasi/bersantai

3. Mudah merasa kesal

4. Merasa menghabiskan banyak energi karena cemas

5. Tidak sabaran

6. Mudah tersinggung

7. Sulit untuk beristirahat

8. Mudah marah

9. Kesulitan untuk tenang setelah sesuatu yang


mengganggu

10. Sulit mentoleransi gangguan-gangguan terhadap hal


yang sedang dilakukan

11. Berada pada keadaan tegang

12. Tidak dapat memaklumi hal apapun yang


menghalangi anda untuk menyelesaikan hal yang
sedang anda lakukan

13. Mudah gelisah

14. Menjadi marah karena hal-hal sepele


LAMPIRAN 6
HASIL UJI VALIDITAS DAN REALIBILITAS
No Pertanyaan R hitung R tabel
1 Menjadi marah karena hal sepele  0.728 0.381
2 Cenderung bereaksi berlebihan pada sesuatu  0.572  0.381
3 Kesulitan untuk relaksasi/bersantai  0.683  0.381
4 Mudah merasa kesal  0.796  0.381
5 Merasa menghabiskan banyak energi karena cemas  0.758  0.381
6 Tidak sabaran  0.757  0.381
7 Mudah tersinggung  0.734  0.381
8 Sulit untuk beristirahat  0.777  0.381
9 Mudah marah  0.838  0.381
10 Kesulitan untuk tenang setelah sesuatu yang mengganggu  0.825  0.381
Sulit mentoleransi gangguan-gangguan terhadap hal yang sedang
11 dilakukan  0.708  0.381
12 Berada pada keadaan tegang  0.728  0.381
Tidak dapat memaklumi hal apapun yang menghalangi anda untuk
13 menyelesaikan hal yang sedang anda lakukan  0.750  0.381
14 Mudah gelisah  0.770  0.381
UJI VALIDITAS DAN REALIBILITAS

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.937 14
LAMPIRAN 7
HASIL TABULASI DATA
HASIL REKAPITULASI DATA

1. Tingkat Stres

Responde X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X1 X1 X1 X1 X1 Sko Kategor


n 0 1 2 3 4 r i
1 0 2 1 1 1 1 2 0 0 1 1 1 1 1 13 2
2 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 6 1
3 1 1 0 1 2 0 0 2 1 2 0 3 1 1 15 2
4 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 7 1
5 2 3 1 3 2 1 2 1 2 3 2 1 1 2 26 3
6 1 2 2 2 2 1 1 2 1 3 1 2 0 1 21 3
7 1 1 1 2 2 2 1 1 1 2 2 1 1 2 20 2
8 2 1 3 1 2 1 1 1 1 3 3 2 2 1 24 3
9 3 1 1 3 1 3 3 1 3 1 2 1 1 1 25 3
10 1 2 1 2 3 1 2 2 1 2 1 2 1 1 22 3
11 2 1 2 3 3 2 3 3 1 1 0 2 1 3 27 3
12 3 2 3 2 3 1 0 2 2 3 2 2 1 2 28 3
13 1 1 0 2 2 1 0 0 1 2 1 1 1 2 15 2
14 1 1 2 3 2 2 1 3 2 3 1 1 1 2 25 3
15 2 1 0 1 2 2 2 0 1 2 1 1 1 1 17 2
16 3 2 2 3 2 1 3 3 3 2 1 2 3 2 32 4
17 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 41 4
18 1 0 0 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 13 2
19 2 1 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 29 3
20 1 1 2 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 12 2
21 1 1 3 2 3 3 2 0 1 1 1 0 3 1 21 3
22 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 11 2
23 1 2 1 1 3 1 1 2 1 2 1 2 1 2 21 3
24 1 1 1 1 1 1 1 2 0 1 1 1 1 2 15 2
25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 2
26 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 15 2
27 2 1 1 2 1 1 2 1 1 3 2 1 1 1 20 2
28 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 18 2
29 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 2
30 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 10 1
31 2 1 2 1 1 2 1 1 0 2 1 1 0 1 16 2
32 1 1 1 0 2 1 0 1 1 1 1 0 1 0 11 2
33 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 0 22 3
34 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 10 1
35 2 1 1 2 2 1 1 1 2 3 2 1 1 2 22 3
36 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 16 2
37 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 6 1
38 1 0 0 3 2 1 1 1 1 1 0 1 1 1 14 2
39 2 1 1 2 2 2 2 1 1 2 2 1 2 2 22 3
40 1 0 0 1 1 2 1 0 1 1 0 1 1 1 11 2
41 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 8 1
42 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 10 1
43 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 2 0 1 9 1
44 1 1 1 1 0 2 1 2 1 1 0 1 0 2 14 2
45 0 1 0 2 0 1 1 0 2 1 2 0 2 0 12 2
46 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 10 1
47 1 1 1 1 1 3 1 1 3 1 1 1 1 1 18 2
48 1 1 0 1 1 1 1 0 0 2 0 1 0 2 11 2
49 1 1 2 2 1 1 1 0 1 3 1 0 1 1 16 2
50 1 1 2 3 1 1 1 1 1 3 1 1 1 2 20 2
51 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 6 1
52 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1
53 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 7 1
54 3 1 1 3 2 2 2 2 1 1 1 1 2 2 24 3
55 1 1 3 2 3 1 2 2 1 3 3 3 1 3 29 3
56 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 19 2
57 1 0 2 0 2 2 0 2 0 1 0 1 0 0 11 2
58 1 1 2 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 2 13 2
59 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 16 2

2. Kualitas Tidur

Responden Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 Y11 Y12 Skor Kategori


1 1 0 0 0 0 3 1 1 3 0 2 1 12 2
2 2 3 2 1 0 2 0 1 2 1 1 0 15 2
3 3 0 3 0 1 3 3 0 0 0 0 0 13 2
4 2 2 1 2 1 3 1 0 1 0 1 3 17 2
5 3 2 3 1 2 3 2 1 1 0 0 1 19 2
6 1 2 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 7 1
7 1 3 3 2 0 3 3 1 2 0 1 2 21 3
8 2 1 1 0 1 1 2 1 1 0 1 0 11 2
9 3 0 3 0 2 3 2 3 0 3 0 2 21 3
10 1 1 0 0 0 2 1 0 0 0 0 1 6 1
11 2 3 3 1 1 2 2 2 1 0 2 1 20 3
12 2 3 2 1 0 2 1 1 1 0 1 2 16 2
13 1 1 2 0 0 3 0 1 1 0 1 1 11 2
14 1 1 1 0 0 0 2 0 0 0 0 0 5 1
15 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 6 1
16 3 3 3 1 0 1 2 1 0 0 3 3 20 3
17 1 3 3 1 0 3 3 3 3 0 1 1 22 3
18 3 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2 6 1
19 2 3 2 1 1 0 3 1 1 1 1 2 18 2
20 0 3 3 0 3 3 3 0 0 0 2 2 19 2
21 0 3 3 2 1 3 0 0 3 0 3 3 21 3
22 1 3 2 0 0 1 1 1 0 0 0 1 10 2
23 2 2 3 1 0 3 1 3 2 0 2 2 21 3
24 0 2 2 0 0 2 1 1 1 0 1 1 11 2
25 1 0 1 0 0 0 0 1 2 0 3 1 9 1
26 3 2 2 0 0 2 3 0 2 0 0 0 13 2
27 1 1 1 1 1 1 3 0 0 0 2 2 13 2
28 3 3 3 2 3 2 3 2 0 0 0 0 21 3
29 2 2 1 1 1 1 2 1 1 0 1 1 13 2
30 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1
31 0 2 2 0 0 2 0 1 0 0 0 1 8 1
32 3 3 2 0 0 0 0 2 3 0 1 1 15 2
33 3 2 2 0 2 2 1 0 0 0 0 1 13 2
34 3 1 0 0 0 2 1 1 0 0 0 2 10 2
35 0 3 0 0 0 3 3 2 1 0 2 3 17 2
36 0 2 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 3 1
37 3 1 0 3 0 1 1 1 1 0 3 1 15 2
38 3 3 0 0 0 3 2 2 2 0 3 1 19 2
39 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 2 7 1
40 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1
41 0 2 3 0 0 2 3 0 1 0 0 1 12 2
42 0 0 0 3 0 2 0 0 0 0 0 2 7 1
43 0 3 2 0 3 2 1 1 1 0 1 1 15 2
44 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 11 2
45 2 0 3 0 0 0 3 0 3 0 0 1 12 2
46 0 2 3 0 0 0 0 0 1 0 0 0 6 1
47 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 11 2
48 1 1 2 0 0 2 0 0 2 0 0 1 9 1
49 1 2 2 1 0 1 1 0 1 0 1 1 11 2
50 2 1 3 0 0 2 1 0 0 0 0 1 10 2
51 1 3 3 0 0 2 2 1 0 0 0 1 13 2
52 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 1
53 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 0 0 3 1
54 2 3 2 2 2 1 3 1 3 0 0 1 20 3
55 3 3 2 2 1 3 2 1 0 0 1 3 21 3
56 2 2 3 2 1 2 1 1 1 2 1 1 19 2
57 3 3 2 1 0 3 0 0 3 0 0 0 15 2
58 1 3 2 1 0 2 2 0 1 0 0 3 15 2
59 1 2 3 0 2 3 3 2 0 0 0 1 17 2
HASIL TABULASI DATA PENELITIAN

No. Jenis Kelas Variebael Independen: Kategori


Responden Kelamin Tingkat Stres Kualitas Tidur
skor Kategori
1 Perempuan A 2 2
2 Perempuan C 1 2
3 Perempuan B 2 2
4 Perempuan B 1 2
5 Perempuan B 3 2
6 Perempuan B 3 1
7 Perempuan B 2 3
8 Perempuan A 3 2
9 Perempuan A 3 3
10 Perempuan B 3 1
11 Perempuan B 3 3
12 Perempuan B 3 2
13 Perempuan B 2 2
14 Perempuan A 3 1
15 Perempuan C 2 1
16 Perempuan B 4 3
17 Perempuan A 4 3
18 Laki-laki A 2 1
19 Laki-laki A 3 2
20 Laki-laki B 2 2
21 Perempuan A 3 3
22 Perempuan A 2 2
23 Perempuan A 3 3
24 Perempuan A 2 2
25 Perempuan A 2 1
26 Perempuan C 2 2
27 Perempuan A 2 2
28 Perempuan C 2 3
29 Perempuan A 2 2
30 Perempuan A 1 1
31 Perempuan A 2 1
32 Perempuan A 2 2
33 Perempuan A 1 2
34 Laki-laki A 1 2
35 Perempuan B 3 2
36 Perempuan B 2 1
37 Perempuan B 1 2
38 Perempuan B 2 2
39 Perempuan B 3 1
40 Perempuan B 2 2
41 Perempuan B 1 2
42 Laki-laki C 1 1
43 Laki-laki A 1 2
44 Laki-laki B 2 2
45 Perempuan B 2 2
46 Perempuan A 1 1
47 Laki-laki C 2 2
48 Perempuan A 2 1
49 Perempuan A 2 2
50 Perempuan A 2 2
51 Laki-laki C 1 2
52 Laki-laki A 1 1
53 Perempuan C 1 1
54 Perempuan B 3 3
55 Perempuan A 3 3
56 Laki-laki A 2 2
57 Perempuan B 2 2
58 Perempuan C 2 2
59 Perempuan C 2 2
LAMPIRAN 8
HASIL ANALISA DATA
1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden

JENIS KELAMIN

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Laki-laki 11 18.6 18.6 18.6

perempuan 48 81.4 81.4 100.0

Total 59 100.0 100.0

KELAS
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Kelas A 27 45.8 45.8 45.8

Kelas B 22 37.3 37.3 83.1

Kelas C 10 16.9 16.9 100.0

Total 59 100.0 100.0

2. Distribusi Frekuensi Tingkat Stres


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Ringan 12 20.3 20.3 20.3

sedang 29 49.2 49.2 69.5

Berat 16 27.1 27.1 96.6

sangat berat 2 3.4 3.4 100.0

Total 59 100.0 100.0

3. Distribusi Frekuensi Kualitas Tidur

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid baik 15 25.4 25.4 25.4

cukup 34 57.6 57.6 83.1

buruk 10 16.9 16.9 100.0

Total 59 100.0 100.0


Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

TINGKAT STRESS 59 1 4 2.14 .776

KUALITAS TIDUR 59 1 3 1.92 .651

Valid N (listwise) 59

4. Uji Kendall’s Tau-b

TINGKAT KUALITAS
STRES TIDUR

Kendall's tau_b TINGKAT STRES Correlation Coefficient 1.000 .036

Sig. (2-tailed) . .755

N 59 59

KUALITAS TIDUR Correlation Coefficient .036 1.000

Sig. (2-tailed) .755 .

N 59 59
LAMPIRAN 9
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Emilia Benazir Anjani


Tempat, Tanggal Lahir : Kab. Semarang, 15 Mei 2001
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat Rumah : Lebak, Kec. Bringin, Kab. Semarang
Email : emiliabenaz@[Link]
Riwayat Pendidikan : 1. MI Darussalam Lebak
2. SMP Negeri 1 Bringin
3. MAN Salatiga
4. Mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Tahun
2018-sekarang
Riwayat Organisasi : 1. Pasukan Inti Paskibra SMP N 1 Bringin
2. Anggota OSIS SMP N 1 Bringin
3. Pasukan Inti Paskibra MAN Salatiga
4. Pasukan Inti Paskibra Kota Salatiga
LAMPIRAN 10
LEMBAR KONSULTASI
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI SARJANA TERAPAN

LEMBAR KONSULTASI

BIMBINGAN SKRIPSI

Nama Mahasiswa : Emilia Benazir Anjani


NIM : P27220018107

Judul : Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada


Mahasiswa Tingkat Dua di Poltekkes Surakarta

Pembimbing : Endang [Link].,Ns., M. Kep


Program Studi : Sarjana Terapan Keperawatan

No. Tanggal Konsultasi Materi Bimbingan Tanda tangan


ke : Pembimbing

1 20, 1 - Menyampaikan gambaran


September permasalahan
2021 - Menentukan topik permasalahan yang
sesuai dengan fenomena saat ini
- Judul ACC dengan syarat mencari
sumber jurnal sebanyak-banyak dalam
5 tahun terakhir dan mencari sumber
pada buku
2 4, Oktober 2 - Penulisan latar belakang dari umum ke
2021 khusus
- Paragraf satu dan selanjutnya harus
berkaitan
- Penempatan tiap paragraf diubah agar
lebih mudah dipahami
3 10, 3 - Penulisan sub bab diperhatikan lagi
November - Kerangka teori dijelaskan seperti apa
2021 yang dibahas dalam konsep teori
- Kerangka konsep dibetulkan
4 5 Januari 4 - Judul diubah karena variable terbalik
2022 - BAB II disesuaikan
- BAB III disesuaikan
5 23, Januari 5 - Skala dan kategori tingkat stres pada
2022 deefinisi operasional diperbaiki
- Bab I ditambahkan penyebab stres
pada mahasiswa tingkat awal
6 26, April 6 - Memberbaiki penentuan skoring
2022 - Tahapan pelaksanaan penelitian
diperbaiki
- Tahapan penyusunan penelitian
dilengkapi
- Lampirkan SOP dan Panduan
- Instrument penelitain diperbaiki
- Penulisan dirapikan
7 07, Juni 2022 7 - Memperbaiki kerangka konsep
- Perubahan jumlah responden
8 03, Juli 2022 8 - Perbaikan definisi operasional
- Perbaikan halaman dan latar belakang
- Perbaikan uji validitas dan realibilitas
- Perbaikan Mendeley
9 04, Juli 2022 9 - Memperbaiki latar belakang
- Memperbaiki jumlah responden
- Memperbaiki bagian definisi
operasional
- Perbaikan tata penulisan pada
kuesioner
9 19, 10 - Memperbaiki penulisan definisi
September operasional
2022 - Melakukan uji validitas pada
kuesioner tingkat stres
10 23, 10 - Proposal diterima
September
2022
11 7, Februari 11 - Memperbaiki penulisan pada tabel
2023 - Membuat jadwal penelitian
12 22, Februari 12 - Menambahkan analisa serta
2023 rekapitulasi data pada bagian lampiran
13 3, Maret 2023 13 - Perbaikan pada bagian penulisan
- Perbaikan pada bagian pembahasan
- Mengubah Bahasa proposal menjadi
Bahasa skripsi
-
-

Mengetahui, Surakarta, 22 September 2022


Ketua Program Studi
Sarjana Terapan Keperawatan Dosen Pembimbing
Siti Lestari, MN Endang Caturini.S. Kep., Ns.M. Kep
NIP. 19680507 199003 2 001 NIP. 19700420 199803 2 002
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI SARJANA TERAPAN

LEMBAR KONSULTASI

BIMBINGAN SKRIPSI

Nama Mahasiswa : Emilia Benazir Anjani


NIM : P27220018107
Judul : Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada
Mahasiswa Tingkat Dua di Poltekkes Surakarta

Pembimbing : Dwi Ariani Sulistyowati,[Link].,Ns., M. Kep

Program Studi : Sarjana Terapan Keperawatan

No. Tanggal Konsultasi Materi Bimbingan Tanda tangan


ke : Pembimbing

1 14, Juni 2022 1 - Memperbaiki bagian kata pengantar


- Memperbaiki daftar isi
- Memperbaiki latar belakang
- Mencari sumber data validitas dan
realibilitas terbaru dari kuesioner
terlampir

2 26, Juni 2022 2 - Memperbaiki latar belakang


- Memperbaiki judul dan sampel
penelitian
- Memperbaiki rumus perhitungan
sampel
- Memperbaiki kuesioner
- Memperbaiki latar belakang
- Memperbaiki tujuan penelitian
3 3, Juli 2022 3 - Proposal disetujui
-
-

Anda mungkin juga menyukai