Izin Usaha Salon Kecantikan Tanda
Izin Usaha Salon Kecantikan Tanda
Dosen Pengampu:
DISUSUN OLEH:
Puji syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
Terimakasih penulis sampaikan pula kepada Ibu : Dra. Marnala Tobing [Link], bu Vita
pujiwanti dhana, [Link]., serta ibu Arzulia Elfita, S.E, M.M., selaku Dosen matakuliah Unit
Produksi. Juga kepada pihak yang bersangkutan yang membantu penyelesaian makalah ini.
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas matakuliah Unit Produksi semester [Link]
dalam makalah ini terdapat beberapa kekurangan yang disengaja ataupun yang tidak
disengaja. Oleh karena itu penulis mohon memakluminya, karena pembuatan makalah ini
tidak lain adalah salah satu proses pembelajaran. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi
kita semua.
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................................
DAFTAR ISI................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................
A. Pengertian Salon......................................................................................................
B. Fungsi dan Tujuan Salon...........................................................................................
C. Jenis-jenis Perawatan..............................................................................................
D. Pengerian Kerajinan.................................................................................................
E. Fungsi dan Tujuan Seni Kriya.................................................................................
F. Jenis-jenis Seni Kriya..............................................................................................
A. Logo Usaha........................................................................................................
B. Rencana Harga jual...............................................................................................
BAB IV PENUTUP....................................................................................................................
A. Kesimpulan.............................................................................................................
Adapun bidang usaha yang penulis minati adalah usaha salon, dengan alasan kebutuhan
akan jasa kecantikan ini tidak pernah habis. Terutama wanita yang sedari dulu sudah sangat
sadar perlunya merawat kecantikan dari ujung kaki sampai ujung kepala. Wanita dulu biasa
melakukan perawatan tubuhnya sendiri di rumah dengan ramuan kecantikan tradisional yang
diolah sendiri. Jaman sekarang yang serba praktis ini, wanita tidak lagi membuat ramuan
kecantikan sendiri namun bisa membelinya dalam kemasan siap pakai di toko-toko. Namun,
walau banyak alternatif perawatan tubuh yang dapat dilakukan sendiri di rumah, namun
beberapa hal tetap harus dibantu orang lain misalnya gunting rambut dan blow. Lagipula pada
dasarnya wanita senang dimanjakan, sehingga walaupun bisa mencuci rambut sendiri,
luluran, creambath, facial atau gunting kuku mereka tetap saja jika orang lain yang
mengerjakannya. Layaknya putri raja yang dilayani para dayang, begitulah perasaan wanita
di salon, adapun perawatan dan produk yang di tawarkan antara lain:
JASA PRODUK
Babylist/catok Bando satin
Make up Kotak perhiasan
Creambath
Pangkas
Masker rambut
Cuci rambut
Cat rambut ubat
B. PROFIL USAHA
1. Nama Usaha
Usaha kecantikan ini akan diberi nama Tanda Salon. Dimana Tanda itu sendiri
diambil dari nama Kelompok kami (Tarisa dan Nanda).
2. Alamat
Pengelolahan usaha kecantikan diadakan di kota Medan tepatnya berada diuniversitas
negeri medan, dikarenakan kami sebagai kelompok melakukan kerja sama antara Universitas
sehingga kami diberikan fasilitas untuk membuka usaha di lab tata rias.
D. TUJUAN
1. Sebagai calon wirausaha, kita dapat memahami tata cara mengelola kewirausahaan
2. Sebagai calon wirausahawan kita juga dapat mengetahui cara pemasaran suatu
wirausaha yang baik
3. Kepuasan pelanggan menjadi tolak ukur keberhasilan salon kecantikan
4. Mendapat penghasilan dari usaha serta peningkatan pendapatan.
2. Struktur Organisasi
Dalam sebuah usaha tentu dibutuhkan susunan organisasi guna mencapai kesuksesan
dalam usaha yang akan dijalani. Susunan organisasi akan mempermudah proses kerja karena
sudah ditentukan bagian – bagian yang akan dijalani nantinya. Dimana pengelolahan usaha
kecantikan ini terdapat struktur pengorganisasian sebagai berikut :
Struktur Organisasi Pengolahan Usaha Kecantikan
Ketua Jurusan PKK Ketua Prodi Tata Rias Kepala Lab Tata Rias
[Link] Ampera, M. Si [Link] Wahida [Link] Dra. Marnala [Link]
Karyawan
Tarisa Safira L dan
Nanda Rahmayani
b. Segmentasi Demografis
Syah Beautiful Hair menarigetkan para wanita di sekitar daerah permukiman di jalan
halat gg berdikari. Pada umumnya untuk kalangan menengah ke bawah dengan harga yang
sangat terjangkau dengan kualitas tinggi. Spesifik targetnya adalah remaja wanita, wanita
dewasa, serta wanita yang sudah berumur.
c. Segmentasi Psikografi
Salon kecantikan ini diperuntukkan wanita khususnya dengan gaya hidup yang sehat
dengan pelayanan yang baik dan ramah, sehingga konsumen merasakan kenyamanan yang
tinggi dan puas dengan pelayanan yang diberikan serta menjadikan perawatan rutin bagi
konsumen agar tidak pindah ke salon lain.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Salon
Salon kecantikan adalah sebuah tempat usaha yang bergerak di bidang jasa
kecantikan yang berhubungan dengan perawatan kecantikan dan kosmetik untuk pria dan
wanita. Dimana salon kecantikan sebagai tempat untuk memperindah dan mempercantik
tubuh dengan menyediakan perawatan yang berkaitan dengan kesehatan kulit, keindahan
rambut,estetika wajah, perawatan kaki, perawatan kuku, waxing atau hair removal lainnya,
dan sebagainya yang berhubungan dengan pelayanan kecantikan tubuh. (Siregar 7)
1. Penataan Rambut
Perawatan yang berhubungan dengan penataan rambut sehingga memberikan image atau
penampilan yang berbeda pada orang yang melakukan penataan rambut. Penataan rambut
mencakup :
Pemotongan rambut.
Pewarnaan rambut.
Pencucian rambut yang dilanjutkan dengan hair styling seperti blow dry dan catok.
Pelurusan atau pengeritingan rambut permanen (rebonding, smoothing dan perming).
Hair extention.
Penataan rambut seperti sanggul variasi dan lainnya.
2. Perawatan Rambut
Perawatan yang difokuskan untuk kesehatan rambut yang biasanya dilanjutkan juga
dengan pemijatan kepala, leher dan punggung. Juga dengan pemberian vitamin rambut
setelahnya. Jenis perawatan rambut, seperti :
Creambath.
Hair mask atau hair spa.
Ozon Theraphy.
3. Perawatan tubuh
Perawatan yang fokus pada kecantikan dan keindahan kulit tubuh, seperti :
Pemijatan badan atau body massage.
Body scrub.
Body whitening.
Firming.
4. Perawatan Muka
Perawatan khusus untuk keindahan kulit muka, seperti :
Facial.
Masker muka.
5. Manicure
Perawatan yang mengkhususkan keindahan dan kesehatan tangan, terutama pada
kuku. Perawatan manicure, seperti :
Nail care yaitu perawatan kesehatan kuku dengan memakai produkproduk tertentu.
Pemotongan kuku.
Nail art yaitu penataan kuku yang dibuat semenarik mungkin dengan memakai
berbagai macam warna kuteks ataupun dengan glitter dan manik-manik.
Pemijatan telapak dan keseluruhan tangan.
6. Pedicure
Perawatan khusus untuk kesehatan dan keindahan pada kaki, terutama pada kuku
dan kulit telapak kaki. Berikut jenis-jenis perawatan Pedicure, seperti :
Pemotongan kuku kaki.
Pemijatan kaki.
Penggosokan kulit telapak kaki dengan batu khusus untuk menghilangkan sel-sel kulit
mati yang banyak terdapat di telapak kaki.
Nail art, sama seperti manicure, dalam perawatan pedicure juga disediakan Nail art,
namun biasanya pengaplikasiannya tidak terlalu berlebihan seperti pada kuku tangan.
E. Pengertian Kerajinan
Kerajinan tangan disebut juga sebagai seni kriya, adalah seni kerajinan tangan
manusia yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan kehidupan sehari-hari dengan
tidak melupakan pertimbangan artistik dan keindahan. Seni kriya atau kerajinan tangan
sebaiknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut Made Berata, 2008 :
a. Utility atau aspek kegunaan Yaitu seni kriya atau kerajinan tangan harus memiliki
kegunaan sebagai : Security, jaminan tentang keamanan orang menggunakan barang-barang
itu, Comfortable nyaman tidaknya suatu barang digunakan barang yang nyaman digunakan
disebut barang terap. Barang-barang terapan adalah barang yang memiliki nilai praktis yang
tinggi. Flexibility keluwesan penggunaan. Barang-barang seni kriya adalah barang terap yang
wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Barang terap dipersyaratkan memberi
kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam
penggunaannya.
b. Estetika atau syarat keindahan Sebuah barang terapan betapapun nyamannya dipakai
jika tidak enak dipandang maka pemakai barang itu tidak akan merasa puas. Keindahan dapat
menambah rasa senang, nyaman, dan kepuasan bagi commit to user 18 pemakainya.
Dorongan orang memakai, memiliki, dan menyenangi menjadi lebih tinggi jika barang itu
diperindah dan berwujud estetik.
Fungsi dan tujuan pembuatan seni kriya atau kerajinan tangan adalah :
a. Sebagai benda pakai, adalah seni kriya yang diciptakan mengutamakan fungsinya,
adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung.
b. Sebagai benda hias, yaitu seni kriya yang dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan.
c. Sebagai benda mainan, adalah seni kriya yang dibuat untuk digunakan sebagai alat
permainan.
a. Seni kerajinan kulit, adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kulit yang
sudah dimasak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contoh : tas, sepatu, wayang, ikat
pinggang.
b. Seni kerajinan logam, ialah kerajinan yang menggunakan bahan logam seperti besi,
perunggu, emas, perak. Sedangkan teknik yang digunakan biasanya menggunakan
sistem cor, ukir, tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Contoh : pisau,
barang aksesoris, kerajinan dari besi, kerajinan dari perunggu, kerajinan dari emas,
kerajianan dari perak, dan lain-lain.
c. Seni ukir kayu, yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan
atau dibentuk menggunakan tatah ukir. Kayu yang commit to user 19 biasanya
digunakan adalah : kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka dan lain-lain. Contoh :
mebel, relief, topeng.
d. Seni kerajinan anyaman, kerajinan ini biasanya menggunakan bahan rotan, bambu,
daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok, dan lain
sebagainya. Contoh : topi, tas, keranjang.
e. Seni kerajinan batik, yaitu seni membuat pola hias di atas kain dengan proses teknik
tulis atau teknik cetak.
f. Seni kerajinan keramik, adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah
liat yang melalui proses sedemikian rupa dipijat, butsir, pilin, pembakaran, dan glasir
sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contoh :
gerabah, piring, gelas, vas, pot.
Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 menetapkan bahwa usaha kecil yang
didalamnya terdapat industri kecil dan kerajinan adalah suatu unit usaha yang mempunyai
nilai aset netto tidak termasuk tanah dan bangunan yang tidak melebihi Rp200 juta, atau
penjualan per tahun tidak lebih besar dari 1 milliar. Sedangkan, menurut Instruksi Presiden
Nomor 10 Tahun 1999 nilai aset netto diluar tanah dan gedung yang dimiliki oleh suatu
pengusaha kecil dan menengah antara Rp200 juta sampai Rp. 10 milliar Tulus Tambunan,
2002 : 49. Badan Pusat Statistik BPS mengklasifikasikan industri pengolahan dalam dua
subsektor yaitu industri pengolahan non migas dan commit to user 20 pengilangan minyak
bumi. Industri pengolahan non migas dibedakan atas industri besar dan sedang, kecil dan
kerajinan rumah tangga. Perajin sendiri menurut definisi Umar Kayam adalah mereka yang
memiliki suatu ketrampilan khusus yang didapatkan dari penyampaian secara turun-temurun
lewat nenek moyangnya atau yang diperoleh melalui proses sosialisasi dai lingkungan
budayanya.
BAB III
PEMBAHASAN
b) Logo Produk
B. RENCANA HARGA JUAL
1. JASA
A. Babylist
NO ALAT, BAHAN KUANTITAS HARGA PEMAKAIAN JUMLAH
TOTAL 2,925
B. MAKE UP
NO BAHAN ALAT KUANTITAS HARGA PEMAKAIAN JUMLAH
1 Primer 150 ml 99,000 100 990
2 Fondation 15g 120,000 50 2,400
3 Conclear 6,5ml 106,000 100 1,060
4 Bedak tabur 35g 99,000 100 990
5 Bedak padat 12g 128.000 100 1,280
6 Pensil alis 1 buah 35,000 100 350
7 Eyeshadow 220g 120.000 100 1,200
8 Bulu mata palsu 1 pasang 3,000 1 3,000
9 Eyeliner 1 buah 59,000 50 1,180
10 Mascara 1 buah 70.00 50 1,400
11 Blush on 150g 69,000 100 690
12 Lipstik 1 buah 60.000 50 1,200
13 Higlighter 10g 30,000 100 300
14 Contour 5g 33,000 100 330
15 Set Brush Make up 1 set 120,000 100 1,200
16 Beauty Blend 1 buah 60,000 100 600
17 Setting spray 150ml 120,000 100 1,200
18 Cap make up 1 buah 65,000 100 650
19 Bandana 1 buah 20,000 100 200
20 Tissue 250 lembar 10,000 250 40
21 Kapas 75 g 10.000 30 333
22 Cotton bud 100 buah 10,000 100 100
23 Lem bulu mata 1 buah 89,000 100 890
TOTAL 19,313
C. CREAMBATH
NO BAHAN ALAT KUANTITAS HARGA PEMAKAIAN JUMLAH
1 Cape penyampoan 1 buah 10,000 100 100
2 Sikat penyampoan 1 buah 5,000 100 50
3 Waskom kecil 1 buah 10,000 100 100
4 Sisir cat 1 buah 5,000 100 50
5 Handuk 6 buah 25.000 100 250
6 Sisir jarang 1 buah 8,000 100 80
7 Sisir setengah 1 buah 20,000 100 200
blow
8 Shampo 1L 24,000 100 240
9 Conditioner 1L 24,000 100 240
10 Hair tonik 200ml 23.000 50 460
11 Cream creambath 1000ml 40,000 50 800
12 Catokan 1 buah 160,000 100 1,600
13 Sisir tulang 1 buah 17,000 100 170
14 Hairdryer 1 buah 170,000 100 1,700
15 Jepit rambut 4 buah 12,000 100 120
16 Massage cream 200gr 22,000 50 440
17 Botol penyampoan 1 buah 10,000 100 100
18 Vitamin rambut 200ml 35,000 40 875
TOTAL 7,575
G. PANGKAS
NO ALAT, BAHAN KUANTITAS HARGA PEMAKAIAN JUMLAH
TOTAL 2,470
Modal bahan :2,470
Air (10%) :247
Listrik (10%) :247
Pemeliharaan alat (15%) : 370
Operator (40%) : 988
Total : 4,322
Harga jual dengan keuntungan 100% Rp 8,644 di bulatkan 10,000
Harga pasar :30,000
Harga di pengelolaan Usaha :Rp. 15.000,-
I. CUCI RAMBUT
2. PRODUK
A. BANDO
NO BAHAN DAN ALAT BANYAKNYA HARGA
1 Bando polos 1 buah 1,666
2 Kain satin 1mtr 3,720
3 Jarum jait 1 buah 200
4 Manik-manik 1 set 5,000
5 Benang 1roll 1,000
6 Lem tembak 1 buah 1,000
7 Lem 1 buah 500
TOTAL 13,086
B. KOTAK PERHIASAN
TOTAL 22,155
A. Kesimpulan
Jenis usaha yang akan didirikan adalah menyediakan pelayanan salon kecantikan, yang
memfokuskan untuk perawatan rambut.
Dengan beberapa promosi dan meneliti kelemahan dan kelebihan pesaing akan bisa
mencari cela dimana usaha ini akan menggaet para pelanggan, jaringan yang luas serta
didukung dengan pelayanan yang maksimal, maka dipastikan usaha ini layak dan akan jelas
kelangsungan hidup usahanya. Keuntungan yang tidak mengecewakan bagi usaha seperti ini
akan memberi jaminan bagi kelangsungan usaha dan tenaga kerja.
Dengan perkiraan keuntungan diatas maka dapat dipastikan juga perluasan usaha ini
akan mudah terealisasikan.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]