EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY (CSR) PT. RAPP KECAMATAN
PANGKALAN KERINCI KABUPATEN
PELALAWAN
TESIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains ([Link])
Pada Program Magister Ilmu Administrasi
OLEH :
NAMA : YOGI SETIAWAN
NPM : 197122134
BIDANG KAJIAN UTAMA : ADMINISTRASI PUBLIK
PROGRAM MAGISTER (S2) ILMU ADMINISTRASI
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2021
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY (CSR) PT. RAPP KECAMATAN
PANGKALAN KERINCI KABUPATEN
PELALAWAN
TESIS
Oleh
YOGI SETIAWAIY
NPM :197122134
TIM PENGUJI
Ketua Sekretaris
Indrastuti S, MM Dr. Rendi Prayuda, [Link]., [Link]
Anggota II
I
'ca
Setyo Prihatin, [Link]., [Link]
@
Dr. Annisa Mardatillah, [Link]., [Link]
Mengetahui,
Direktur Program Pascasarjana
Universitas Islam Riau
Prof. [Link]. Yusri Munaf, S.H., [Link]
EVALUASI PELAKSANAAFT PROGRAM CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY (CSR) PT. RAPP KECAMATAFI
PANGKALAN KERINCI KABUPATEN
PELALAWAIY
TESIS
Nama : Yogr Setiawan
NPM | 197122134
Program Studi : Ilmu Administrasi Publik
Telah diperiksa dan disetujui oleh Dosen Pembimbing.
Prof. Dr. Hj. Sri Indrastuti S, MM
Dr. Rendi Prayuda, [Link]., [Link]
Menget
Ketua Program Studi Ilm Administrasi Publik
Pasca Sarjana Univ itae Islam Riau
Dr. Moris AdidlYogia, [Link]., [Link]
SURAT PERNYATAAN
Saya Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Riau, peserta
ujian komprehensif tesis yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama Yogi Setiawan
NPM 197122134
Prodi Ihnu Administrasi Publik
Jenjang Pendidikan Strata Dua (S.2)
Judul Tesis Evaluasi Pelaksanaan Program Corporote Social
Responsibilr4, (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan
Kerinci Kabupaten Pelalawan
Atas naskah yang didaftarkan pada ujian komprehensif ini beserta seluruh
dokumen persyaratan yang melekat padanya dengan ini saya menyatakan :
1. Bahwa naskah tesis ini adalah benar-benar hasil karya saya sendiri (tidak
karya plagiat) yang saya tulis sesuai dan mengacu kepada kaidah-kaidah
metode penelitian ilmiah dan penulisan karya ilmiah.
2. Bahwa keseluruhan persyaratan administratif, akademik dan keuangan
yang melekat padanya benar telah saya penuhi sesuai dengan ketentuan
yang ditetapkan oleh pihak Fakultas dan Universitas.
3. Bahwa apabila kemudian hari ditemukan dan terbukti secara sah bahwa
saya ternyata melanggar dan atau belum memenuhi sebagran atau
keseluruhan atas, pernyataan butir I dan 2 tersebut di atas, maka saya
menyatakan bersedia menerima sanksi pembatalan hasil ujian
komprehensif yang telah saya ikuti serta sanksi lainnya sesuai dengan
- ketentuan Fakultas dan Universitas serta hukum yang berlaku di Negara
Republik Indonesia.
Demikian pemyataan ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa
tekanan dari pihak manapun juga.
Pekanbaru" 01 Desember 2A21
Yoei Setiawan
NPM. 197122134
111
PROGRAM PASCASARJAT{A
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
Jalan KH. Nasution No. I l3 Gedung B Pascasarjana universitas Islam Riau
Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau
SURAT KETERANGAN BEBAS PLAGIAT
Nomor: 224 I A-UIRI 5 -PP S I 202 |
Program Pascasarj ana Universitas Islam Riau menerangkan:
Nama : YOGI SETIAWAN
NPM :197122134
Program Studi : Ilmu Administrasi
Telah melalui proses pemeriksaan kemiripan karya ilmiah (tesis) menggunakan aplikasi
Turnitin pada tanggal 22 November 2021 dan dinyatakan memenuhi syarat batas maksimal
tingkat kemiripan tidak melebihi 30 % (tigapuluh persen).
Demikian surat keterangan bebas plagiat ini dibuat sesuai dengan keadaan sebenarnya, agar
dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Pekanbaru, 22 November 2021
Ilmu Administrasi Staf Pemeriksa
Meini Giva Putri. [Link].
Lampiran :
- Turnitin Originality Report
- Arsip meinigiva
Turnitin Originality Report
[Link] on: 22-Nov-2021 l0:44 WIB
Similarity by Source
iD:1709703126
Word Count: 20137
Similarity Index lnternet Sources: 250k
Publications: 60h
Subn"rttedr I
Student Papers: Bah,
EVALUASI PELAKSANAAN PROGMM
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (csR)
PT. RAPP KECAMATAN INCI
WAN By
5olo match (Internet from 0e-lul-2020)
h ttp*Ilrep ![Link]-U]]:
[Link]. idl2523S1?/9KRIFSio/o20GABU NGAN. pllt
BWI}Y*iYry3if3nd!
3olo match ([Link]€rnet from 25-lul-2018)
3olo match (Inlernet from 18-Apr-2021)
*T#i=3:l*9*:ue{Tf illIf f T /d
:
39/o mateh (lnternet from 06-Feb-2020)
h!!os ://[Link] .com/doc u menU35864 57 7 01BAB-l- 1-docx
2% match o
Raryradh*[,-(*{BaYu$.-A]rwef,-f*(Khairul)."ColpgrAle-gagiAl-Bssoorsibilitv PT. Riap And?!an Pulpj!-d*gapeil}
Kelurahan [Link] Meranti Kecamatan Teiuk Merarlti [Link].|allal_ldluf-2!15-201{, RiaqunjlcMly, .2011
1o/o match (internet frorn 28-Oct-2017)
htt@publications/321ffigi-p3lal53nAA-[:program-corp-qlelg:Esgiej:Iegperrs1q]lLy:
cs r- p-ada:plf jaU:an.p 3[
7o/o rndtch (lnternet from 26-May-21lg)
https :ladggliHtl&,b:jlprsfiLlalsrele&pela&rryaqb!rnl
1olo match (Internet from 26-May-2016)
[Link]
Sgguence= 1
1olo match (Internet from 29-Oct-2020)
bllof*t*i}fsanaa2s*blssspe!,eolllall-*lgslxqsr,am-csr-di-prrusebc-an:pi:app--bunl
1olo matCh (lnternet f.o- Z:-:un-ZOZO;
httpSJl.d,glplays]:if fql 15a3 3 S-fer Brovinsi-riap- 2012 -tentang -ta nggu f g:jawab-sosip l-
pe1g5glpg!":dl:pfSy1!S1!e!:-dgnSan-rahmat-tuhan-vang-matra-esa. himt
1olo match (lnternet frsm 19-Sep-2021)
http-llsld--tcplstary-trg m. ac. iol pe.!-qli!j-d-nl_ds!aIl.5-Q-Bz!.9.
1olo match (Internet from 30-Mar-2019)
http:*rlk[dslntklln [Link]/20.16/09id p-e(Angqu]]glawabar].htnrl
1olo match (fntemet from 27-Mar-201g)
trttpsZg js. sclod a ngllayang. confi/index. [Link].bap_peda/a rticle/down
1Yo match (lhternet from 10-Oct-2015)
bEp:4lpclelAlcadeb.-[Link]/backeqd/@ka- 20 14. prLI
1olo rnatch (Internet from 01-Dec-2020)
1olo match (lnternet from ,r-*o" ,OrOf
https;#eerik?fnews. pat-era!$AlAh:lapEhl
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)-[Link] KECAMATAN
PANGKALAN KERINCI KABUPATEN PELALAWAN TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh
Gelar Magister Sains ([Link]) Pada Program Magister Ilmu Administrasi OLEH : NAMA : YOGI SETIAWAN NpM :
L97.1'22734 BIDANG KAJIAN UTAMA : ADMINISTRASI PUBLIK PROGRAM MAGISTER (S2) ILMU ADMINISTMSI
PROGRAM PASCASAR]ANA UNIVERSITAS ISLAM RiAU PEKANBARU 2021 EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM
CORPOMTE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)-SLEAPP KECAMATAN PANG KAIAN KERINCI KABU PATEN
PELALAWAN Oleh : YOGI SETIAWAN NPM : 197122134 ABSTRAK PT RAPP saat ini sedang mengalami
permasalahan dalam pembukaan lahan, serta pandemi covid-19 menyebabkan banyak kegiatan CSR
terhambat. Selain itu dari forum TJSP yang dilakukan pemerintah menunjukkan minimnya dukungan atas
pelaksanaan kegiatan CSR karena regulasi daerah yang dianggap tidak berjalan. Pelaksanaan CSR
menggunakan teori Pearce dan Robinson (2013:55) yang mengukur tanggung jawab ekonomi, tanggung jawab
hukum, tanggung jawab etis, dan tanggung jawab diskresi. Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan
teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi serta hasilnya dianalisis
dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan: 1) Evaluasi BgIgl5arce-1_p1qgram Corpglalglfusial
8e$9!Sl-bl.[!yJCSR)-Pl-BAPe Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan pada dasarnya sudah
berjalan dengan baik dalam membangun sinergitas Program CSR atau TJSP dalam mendukung pembangunan
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM RIAU
NOMOR : 865/KPTS/PPs-UlR/2021
TENTANG
PERUBAHAN JUDUL PENULISAN TESIS MAHASISWA
pRocRAM MAGTSTER (S2) tLMU ADMtNtSTRASI
DIREKTUR PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM RIAU
Menimbang Bahwa penulisan tesis merupakan tugas akhir dan salah satu syarat mahasiswa dalam menyelesaikan studinya pada
Program Magister (S2) llmU Administrasi PPS - UlR, maka perlu ditunjuk pembimbing yang akan memberikan bimbihgan
kepada mahasiswa tersebut.
Bahwa berdasarkan dari hasil ujian seminar proposal yang telah dilaksanakan, Tim penguji ujian seminar proposal
menyarankan perlu adanya perubahan dari judul tesis.
Bahwa nama - nama dosen yang ditetapkan sebagai pembimbing dalam Surat Keputusan ini dipandang mampu dan
mempunyai kewenangan akademik dalam melakukan pembimbingan yang ditetapkan dengan Surat keputusan Direktur
Program Pascasarjana Universitas lslam Riau.
Mengingat '. 1. Undang - Undang Nomor: 12 Tahun 2012 Tentang : Pendidikan Tinggi
2. Peraturan PresidenRepublik lndonesia Nomor: 8 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional lndonesia
?
U. Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nomor : 37 Tahun 2009 Tentang Dosen
4. Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nomor : 66 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan pendidikan
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 63 Tahun 2009 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.
b. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik lndonesia Nomor:49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional
Pendidikan Tinggi,
7. Statuta Universitas lslam Riau Tahun 2018
8 Peraturan Universitas lslam Riau Nomor: 001 Tahun 2018 Tentang Ketentuan Akademik Bidang Pendidikan Universitas
lslam Riau
I Surat Permohonan Perubahan Judul Sdr/i Yogi Setiawan tanggal 23 November 2021 yang berdasarkan dari usulan tim
penguji seminar proposal tanggal 14 Juli2021
10 Mencabut SK Direktur sebelumny Nomor: 179/KPTS/PPs-UlR/2021 tanggal 16 Maret 2021 tentang penunjukan
Pembimbing Penulisan Tesis Mahasiswa Program Studi Magister (S2) llmu Administrasi dan dinyatakan tidak
berlaku lagi.
MEMUTUSKAN
Menetapkan ,
Prof. Dr. Hj. Sri lndrastuti S, MM
Dr. Rendi Pravuda, [Link]., [Link]
Untuk Penulisan Tesis Mahasiswa
Nama : YOGISETIAWAN
NPM : 197122134
Program Studi : llmu Administrasi
,'EVALUASI
Judul Tesis Baru : PELAKSANAAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
PT. RAPP KECAMATAN PANGKALAN KERINCI KABUPATEN PELALAWAN'.
2. -
Tugas tugas pembimbing adalah memberikan bimbingan kepada mahasiswa Program Magister (S2)
llmu Administrasi
dalam penulisan tesis,
?
Dalam pelaksanaan bimbingan supaya diperhatikan usul dan saran dari forum seminar proposal
dan ketentuan penulisan
tesis sesuai dengan Buku Pt:doman program Magister (s2) llmu Administrasi.
4. Kepada yang bersangkutarr diberikan honorarium, sesuai dengan peraturan yang berlaku di
( Universitas lslam Riau.
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan lietentuan bila ierdlpat kekeliruan
segera ditinjau kembali.
KUTIPAN : Disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dapat diketahui dan diindahkan,
08081 98701 1 002
Tembusan disampaikan Kepada
1. Rektor Universitas lslam Riau di pekanbaru
2. Ketua Program Studi Magister (S2) llmu Administrasi pps UtR di pekanbaru
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY (CSR) PT. RAPP KECAMATAN
PANGKALAN KERINCI KABUPATEN
PELALAWAN
Oleh :
YOGI SETIAWAN
NPM : 197122134
ABSTRAK
PT RAPP saat ini sedang mengalami permasalahan dalam pembukaan
lahan, serta pandemi covid-19 menyebabkan banyak kegiatan CSR terhambat.
Selain itu dari forum TJSP yang dilakukan pemerintah menunjukkan minimnya
dukungan atas pelaksanaan kegiatan CSR karena regulasi daerah yang dianggap
tidak berjalan. Pelaksanaan CSR menggunakan teori Pearce dan Robinson
(2013:55) yang mengukur tanggung jawab ekonomi, tanggung jawab hukum,
tanggung jawab etis, dan tanggung jawab diskresi. Metode penelitian ini adalah
kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara
dan dokumentasi serta hasilnya dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil
penelitian menyimpulkan: 1) Evaluasi pelaksanaan program Corporate Social
Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten
Pelalawan pada dasarnya sudah berjalan dengan baik dalam membangun
sinergitas Program CSR atau TJSP dalam mendukung pembangunan daerah di
Kabupaten Pelalawan. Dari indikator tanggungjawab ekonomi sudah menyerap
tenaga kerja setempat dan memberikan bantuan ekonomi secara langsung dan
tidak langsung. Dari indikator tanggungjawab hukum sudah sangat patuh dalam
membayar pajak, mematuhi undang-undang dan peraturan daerah serta pelaporan
kegiatan CSR secara periodik. Dari indikator tanggungjawab diskresi, sudah turut
berpartisipasi dengan mendukung kegiatan masyarakat dan menjaga hubungan
timbal balik dengan masyarakat. Akan tetapi, satu hal yang perlu dioptimalkan
khususnya pada indikator tanggungjawab etis karena meskipun dinilai sudah
mendukung program-program pemerintah, tetapi belum menjunjung tinggi
kearifan dan adat masyarakat setempat karena kurangnya partisipasi pada sub
indikator tersebut. 2) Faktor penghambat pelaksanaan CSR terdiri dari kurangnya
respon positif dari masyarakat, masalah internal perusahaan, minimnya dukungan
pemerintah, dan penerapan sanksi perusahaan berdasarkan regulasi yang belum
jelas.
Kata Kunci : Evaluasi, CSR, PT RAPP
iv
AN EVALUATION OF IMPLEMENTATION CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY (CSR) PROGRAM AT PT. RAPP
PANGKALAN KERINCI SUBDISTRICT
PELALAWAN DISTRICT
By :
YOGI SETIAWAN
NPM : 197122134
ABSTRACT
PT RAPP is currently experiencing problems in land establishment, as
well as the covid-19 pandemic caused many CSR activities have to be hampered.
In addition, the CSR forum conducted by the government shown the lack of
supporting implementation of CSR activities because local regulations are
considered not working. The implementation of CSR used Pearce and Robinson
(2013:55) theory measures economic responsibilities, legal responsibilities,
ethical responsibilities, and discretionary responsibilities. This research method
is qualitative, with data collection techniques using observation, interviews and
documentation and the results are analyzed with descriptive qualitative. The
results showed that: 1) Evaluation of the implementation of the Corporate Social
Responsibility (CSR) program of PT. The RAPP of Pangkalan Kerinci Subdistrict,
Pelalawan Regency has basically been going well in building the synergy of CSR
or CSR Programs in supporting regional development in Pelalawan Regency.
From the indicators of economic responsibility, it has absorbed local workers and
provided direct and indirect economic assistance. From the indicators of legal
responsibility, they are very obedient in paying taxes, complying with local laws
and regulations and reporting CSR activities periodically. From the indicators of
discretionary responsibility, it has participated by supporting community
activities and maintaining reciprocal relationships with the community. However,
there is one thing that needs to be optimized, especially on the ethical
responsibility indicator because although it is considered to have supported
government programs, it has not yet respected the wisdom and customs of the
local community due to the lack of participation in these sub-indicators. 2) The
inhibiting factors for the implementation of CSR consist of a lack of positive
response from the community, internal company problems, lack of government
support, and the application of corporate sanctions based on unclear regulations.
Keywords: Evaluation, CSR, PT RAPP
v
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum [Link]
Alhamdulillah, sujud syukur kehadirat Allah SWT, penulis akhirnya dapat
menyelesaikan tesis yang berjudul “Evaluasi Pelaksanaan Program Corporate
Social Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten
Pelalawan”. Penulisan tesis ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh
Gelar Magister Sains Program Magister (S2) Ilmu Administrasi Program
Pascasarjana Universitas Islam Riau.
Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengaturkan dengan setulus-
tulusnya terima kasih dan penghargaan kepada pihak yang membantu dan
memberikan motivasi, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Syafrinaldi, SH., MCL, selaku Rektor Universitas Islam
Riau yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menimba
ilmu pada Universitas yang beliau pimpin.
2. Bapak Prof. Dr. H. Yusri Munaf, S.H., [Link] selaku Direktur Program
Pasca Sarjana Universitas Islam Riau yang telah memberikan kesempatan
dan fasilitas kepada penulis untuk menjalani proses perkuliahan dari awal
hingga selesai.
3. Bapak Dr. Moris Adidi Yogia, [Link]., [Link] selaku Ketua Program Studi
Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Islam Riau yang telah banyak
membantu dan memberikan kemudahan kepada penulis dalam menyusun
rancangan dan konsep judul penelitian ini.
vi
4. Ibu Prof. Dr. Hj. Sri Indrastuti S, MM selaku Dosen Pembimbing I, yang
telah memberikan banyak arahan, bimbingan dan saran demi membangun
konsep penyusunan tesis ini.
5. Bapak Dr. Rendi Prayuda, [Link]., [Link] selaku Dosen Pembimbing II, yang
telah memberikan banyak arahan, dan perbaikan sehingga seluruh konsep
tesis ini menjadi jauh lebih baik lagi.
6. Bapak Dr. H. Panca Setyo Prihatin, [Link]., [Link] dan Ibu Dr. Annisa
Mardatillah, [Link]., [Link] selaku Anggota Penguji atas segala perbaikan dan
saran yang sangat membangun dalam penyempurnaan isi tesis ini.
7. Bapak dan Ibu seluruh Dosen di lingkungan Pascasarjana Universitas Islam
Riau atas segala pembelajaran, wawasan serta ilmu yang telah diberikan
selama masa perkuliahan.
8. Bapak dan Ibu seluruh staf dan pegawai Tata Usaha Pascasarjana
Universitas Islam Riau atas segala bantuan yang diberikan dalam
pengurusan dokumen administrasi akademik perkuliahan.
9. Para informan di PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten
Pelalawan, beserta seluruh masyarakat dan pihak yang tidak dapat
disebutkan namanya satu persatu yang telah membantu penulis dalam
penyelesaian tesis ini.
10. Teristimewa untuk kedua orangtua, dan seluruh keluarga besar yang
senantiasa memberikan do‟a, dan mendukung penulis dari awal hingga tesis
ini selesai.
vii
11. Seluruh rekan-rekan, sahabat seperjuangan, seluruh mahasiswa Program
Pascasarjana Universitas Islam Riau atas segala dukungan, bantuan, dan
rasa persahabatan dari awal hingga akhir masa perkuliahan selesai.
12. Seluruh pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang secara tidak
langsung ikut terlibat dalam mendukung penulis dalam proses penyelesaian
tesis ini.
Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan baik materi yang
tercakup didalamnya maupun tata cara penyajiannya. Dengan kerendahan hati,
penulis menerima kritik dan saran demi perbaikan dan kesempurnaan penelitian
selanjutnya. Akhirnya, semoga tesis ini dapat menjadi masukan yang berharga
bagi kita semua dalam memperkaya wawasan dan pengetahuan bersama.
Wassalamu’alaikum [Link]
Pekanbaru, 01 Desember 2021
Penulis
YOGI SETIAWAN
NPM. 197122134
viii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN PERSETUJUAN TESIS .......................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN TESIS ........................................................... ii
SURAT PERNYATAAN ............................................................................... iii
ABSTRAK ...................................................................................................... iv
ABSTRACT ..................................................................................................... v
KATA PENGANTAR .................................................................................... vi
DAFTAR ISI ................................................................................................. ix
DAFTAR TABEL .......................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xiv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah ....................................................................... 14
1.3. Tujuan Penelitian ........................................................................ 15
1.4. Manfaat Penelitian ...................................................................... 15
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ........ 16
2.1. Tinjauan Pustaka ......................................................................... 16
2.1.1. Konsep dan Teori Administrasi Publik ............................. 16
2.1.2. Konsep dan Teori Organisasi Publik ................................. 17
2.1.3. Konsep dan Teori Kebijakan Publik ................................. 18
2.1.4. Konsep Evaluasi ................................................................ 19
2.1.5. Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) ............... 23
2.1.6. Konsep Pemberdayaan Masyarakat ................................... 48
2.2. Penelitian Terdahulu ................................................................... 50
2.3. Kerangka Pemikiran ................................................................... 56
2.4. Konsep Operasional .................................................................... 56
2.5. Operasional Variabel .................................................................. 59
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ..................................................... 60
3.1. Tipe/ Jenis Penelitian .................................................................. 60
3.2. Lokasi Penelitian......................................................................... 60
3.3. Jenis dan Sumber Data ................................................................ 61
3.4. Teknik Pengumpulan Data.......................................................... 61
3.5. Informan Penelitian..................................................................... 62
3.6. Teknik Analisis Data .................................................................. 63
BAB IV GAMBARAN UMUM PENELITIAN ........................................... 64
4.1. Gambaran Umum Kabupaten Pelalawan .................................... 64
4.1.1. Sejarah Kabupaten Pelalawan ......................................... 64
ix
4.1.2. Geografis Kabupaten Pelalawan ..................................... 66
4.1.3. Pemerintahan Kabupaten Pelalawan ............................... 67
4.1.4. Kependudukan Kabupaten Pelalawan ............................. 68
4.1.5. Ketenagakerjaan di Kabupaten Pelalawan ...................... 70
4.2. Gambaran Umum PT. Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP) ... 71
4.2.1. Sejarah PT. Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP) ........ 71
4.2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha ........................................ 75
4.2.3. Visi dan Misi Perusahaan ................................................ 77
4.2.4. Daerah Pemasaran ........................................................... 79
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .............................. 80
5.1. Evaluasi Pelaksanaan Program Corporate Social
Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci
Kabupaten Pelalawan .................................................................. 86
5.1.1. Tanggung Jawab Ekonomi (economic responsibilities).... 88
5.1.2. Tanggung jawab hukum (legal responsibilities) ............... 93
5.1.3. Tanggung jawab etis (etchical responsibilities) ................ 97
5.1.4. Tanggung jawab diskresi (discretionary responsibilities) 102
5.2. Faktor-faktor Yang Menghambat Pelaksanaan Program
Corporate Social Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan
Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan ................................... 109
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 122
6.1. Kesimpulan ................................................................................. 122
6.2. Saran ........................................................................................... 123
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 126
x
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel I.1. Jumlah Perusahaan Menurut Bentuk Badan Hukum di
Kabupaten Pelalawan 2016-2018 ............................................... 7
Tabel I.2. Data Pelaksanaan Program CSR PT. RAPP tahun 2017 s/d
2020 ............................................................................................ 9
Tabel II.1. Penelitian Terdahulu Evaluasi Pelaksanaan Program Corporate
Social Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan
Kerinci Kabupaten Pelalawan ..................................................... 50
Tabel II.2. Konsep Operasional Evaluasi Pelaksanaan Program Corporate
Social Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan
Kerinci Kabupaten Pelalawan ..................................................... 59
Tabel III.1. Informan Penelitian Evaluasi Pelaksanaan Program Corporate
Social Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan
Kerinci Kabupaten Pelalawan ..................................................... 62
Tabel IV.1. Luas Wilayah Kecamatan di Kabupaten Pelalawan Tahun 2020 67
Tabel IV.2. Jumlah Desa dan Kelurahan di Kabupaten Pelalawan Tahun
2020 ............................................................................................ 68
Tabel IV.3. Luas Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Pelalawan
Tahun 2020 ................................................................................. 69
Tabel IV.4. Jenis Kelamin Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten
Pelalawan Tahun 2020 ................................................................ 70
Tabel IV.5. Jumlah Jumlah Penduduk Usia 15 tahun ke atas yang Bekerja
dan tidak bekerja di Kabupaten Pelalawan Tahun 2020 ............. 71
Tabel IV.6. Tabel IV.6. Sejarah Singkat PT. Riau Andalan Pulp dan Paper
(RAPP) ........................................................................................ 74
Tabel V.1. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi Pembangunan Daerah
Kabupaten Pelalawan 2016-2021 ............................................... 82
Tabel V.2. Pelaksanaan Program CSR PT. RAPP Berdasarkan Kategori
Tahun 2017 s/d 2020................................................................... 85
xi
Tabel V.3. Jumlah Pencari Kerja yang Mendaftar di Kantor Dinas Tenaga
Kerja Menurut Tingkat Pendidikan dan Kecamatan di
Kabupaten Pelalawan Tahun 2020 ............................................. 89
Tabel V.4. Bantuan Ekonomi Langsung dan Tidak Langsung Tahun 2017-
2019 ............................................................................................ 91
Tabel V.5. Pelaporan kegiatan Realiasi CSR Periode 2021 ......................... 95
Tabel V.6. Pelaporan Kegiatan Realiasi CSR Kearifan dan Adat
Masyarakat Periode 2021............................................................ 98
Tabel V.7. Tanggung Jawab Diskresi Pendidikan PT RAPP Pelalawan
Berdasarkan Sektor Pendidikan 2017-2020 ................................ 103
Tabel V.8. Tanggung Jawab Diskresi Kesehatan PT RAPP Pelalawan
Berdasarkan Sektor Kesehatan 2017-2019 ................................. 105
Tabel V.9. Tanggung Jawab Diskresi Sosial PT RAPP Pelalawan
Berdasarkan Sektor Sosial 2017-2020 ........................................ 107
Tabel V.10. Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Angkatan Kerja
Tahun 2020 ................................................................................. 111
Tabel V.11. Data Pelaksanaan Program CSR PT. RAPP tahun 2020 ............ 113
Tabel V.12. Garis Kemiskinan, Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di
Kabupaten Pelalawan 2016-2020 ............................................... 116
xii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar II.1 Kerangka Pemikiran Evaluasi Pelaksanaan Program
Corporate Social Responsibility (CSR) PT. RAPP
Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan .............. 55
Gambar IV.1 Peta Wilayah Kabupaten Pelalawan ......................................... 65
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Daftar Wawancara
Lampiran 2. Data Observasi
Lampiran 3. Dokumentasi Penelitian
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Corporate social responsibilty (CSR) merupakan suatu tindakan yang
dilakukan oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap
sosial maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu beroperasi. Secara umum
pelaksanaan program CSR di Indonesia di atur dalam Undang-undang Nomor 40
Tahun 2007 Pasal 74 tentang Perseroan Terbatas (UUPT). Melalui undang-
undang ini, industri atau korporasi didorong untuk memberikan kontribusi dalam
upaya untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan pengelolaan kualitas hidup
masyarakat. UUPT menyebutkan bahwa setiap perseroan yang menjalankan
kegiatan usahanya di bidang atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib
melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Jika tidak dilakukan, maka
perseroan tersebut akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-
undang CSR sangat penting keberadaannya untuk menciptakan hubungan yang
baik antara perusahaan dan masyarakat dimana perusahaan tersebut berproduksi.
Pelaksanaan program CSR diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun
2007 tentang Perseroan Terbatas, yaitu tercantum didalam pasal 74 ayat (1)
menyatakan perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dibidang dan atau
berkaitan dengan segala sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab
sosial dan lingkungan. Hal inilah yang dimaksud dengan corporate social
responsibility (CSR).
1
2
Dalam pasal tersebut diatur bahwa :
a. Pasal 74 ayat (1) UndangUndang Perseroan Terbatas tersebut menyatakan
perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dibidang dan atau berkaitan
dengan segala sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial
dan lingkungan. Inilah yang dimaksud dengan Corporate Social
Responsibility (CSR).
b. Pasal 74 ayat (2) berbunyi tanggung jawab sosial dan lingkungan itu
merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan
sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan
memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
c. Pasal 74 ayat (3) UndangUndang Perseroan Terbatas menyatakan, bahwa
perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana pasal 1
dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundangundangan.
d. Pasal 74 ayat (4) UndangUndang Perseroan Terbatas menyatakan, bahwa
ketentuan lebih lanjut mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan
diatur dengan peraturan pemerintah.
Konsep CSR mengacu pada nilai dan standar yang berkaitan dengan
beroperasinya sebuah perusahaan dalam suatu masyarakat, artinya CSR sebagai
komitmen usaha untuk beroperasi secara legal dan etis yang berkontribusi pada
peningkatan kualitas kehidupan pihak-pihak yang menjadi stakeholder antara lain
karyawan dan keluarganya, komunitas local dan masyarakat luas dalam kerangka
mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dalam konsep ini perusahaan
diharapkan memenuhi cakupan Triple Bottom Line: People, Planet dan Profit.
3
Artinya perusahaan tidak hanya melakukan kegiatan bisnis demi mencari
keuntungan (profit), melainkan juga ikut memberikan kebaikan, kemajuan dan
kesejahteraan masyarakat (people) dan lingkungan (planet) dengan ikut
melakukan berbagai kegiatan sosial yang berguna bagi masyarakat.
Menurut Rudito dan Famiola (2013:3) meskipun sudah dibuat peraturan
oleh pemerintah pusat, bahkan pemerintah daerah turut serta berinisiatif untuk
membuat Perda pelaksanaan CSR, dalam praktiknya masih banyak perusahaan
yang enggan untuk melakukan CSR. Hal tersebut dikarenakan CSR dianggap
membuang-buang biaya dan merugikan perusahaan. Di sisi lain, banyak
perusahaan yang melakukan kegiatan CSR seadanya untuk memenuhi kewajiban
perusahaan dan terhindar dari sanksi. Di sinilah letak salah kaprah dalam
pelaksanaan CSR di Indonesia. Banyak perusahaan yang melakukan CSR sebagai
kegiatan sukarela atau charity dengan membagi-bagikan sembako, melakukan
kegiatan CSR sebagai pencitraan untuk menaikkan eksistensi perusahaan di mata
masyarakat, padahal menurut World Bank kegiatan CSR ditujukan sebagai
komitmen bisnis untuk mengembangkan ekonomi berkelanjutan.
Hal ini menunjukan bahwa perusahaan dituntut untuk membantu pemerintah
daerah untuk mendukung program pembangunan daerah. Pemerintah daerah
sebagai tanggung jawab utama dalam mensejahterakan masyarakat dan
melestarikan lingkungan tidak akan menangung beban tersebut jika dilakukan
sendiri melainkan membutuhkan partisipasi, salah satunya yang paling potensial
adalah dari perusahaan, agar pembangunan dan peningkatan kesejahteraan yang
direncanakan pemerintah daerah bisa dicapai. Adapun alasan penting mengapa
4
harus melakukan CSR yaitu untuk mendapatkan keuntungan sosial, mencegah
konflik dan persaingan yang terjadi, kesinambungan usaha/bisnis, pengelolaan
sumber daya alam serta pemberdayaan masyarakat.
Menurut Poerwanto (2010:74) corporate social responsibility (CSR) atau
tanggung jawab sosial adalah “niat baik dan komitmen dari perusahan untuk
memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal”
dan kegiatan ini berawal dengan membangun hubungan yang harmonis antara
perusahaandengan lingkungannya. Menurut Pearce dan Robinson (2013:55)
konsep utama dari corporate social responsibility terdiri dari empat konsep yang
menjadi patokan bagi perusahaan dalam melaksanakan CSR;
1) Tanggung jawab ekonomi (economic responsibilities)
2) Tanggung jawab hukum (legal responsibilities)
3) Tanggung jawab etis (ethical responsibilities)
4) Tanggung jawab diskresi (discretionary responsibilities)
Menurut Wibisono (2007:41) dampak positif pada pelaksanaan CSR yaitu
sebagai berikut:
1) Mempertahankan dan mendongkrak citra perusahaan yang sangat penting
untuk menunjang keberhasilan perusahaan
2) Layak mendapatkan social licence to operate dari masyarakat sekitar,
karena pada saat masyarakat mendapatkan keuntungan dari perusahaan,
mereka merasa memiliki perusahaan, sehingga perusahaan dengan leluasa
menjalankan roda bisnisnya di kawasan tersebut
5
3) Mereduksi resiko bisnis perusahaan yaitu mengelola resiko ditengah
permasalahan perusahaan, jika terjadi permasalahan dalam perusahaan,
maka biaya recovery akan jauh berlipat dibandingkan dengan pelaksanaan
program CSR.
4) Melebarkan akses sumber daya manusia yangdibutuhkan perusahaan.
5) Memperluas akses pasar konsumen.
6) Mereduksi biaya dengan mendaur ulang limbah pabrik ke dalam proses
produksi.
7) Peluang mendapatkan banyak penghargaan.
8) Menjaga hubunganbaik dengan stakeholder demi kesejahteraan masyarakat.
9) Meningkatkan motivasi dan produktifitas karyawan karena perusahaan
tempat bekerja sebagai pelaku CSR.
Menurut Rachman (2015:75) manfaat corporate social responsibility bagi
masyarakat antara lain adalah sebagai berikut:
1) Mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan.
2) Membuka ruang kerja dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup
masyarakat
3) Turut membantu program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.
4) Penyelesaian masalah lingkungan
5) Akan lebih menguatkan dan memberdayakan kehidupan masyarakat baik
secara ekonomi, kelembagaan sosial, dan memperkecil terjadinya konflik
sosial.
6
Perkembangan pelaksanaan CSR di Indonesia dapat ditandai, dengan mulai
semakin banyaknya perusahaan mengimplementasikan CSR. Perusahaan semakin
banyak menerapkan CSR baik dalam bentuk amal (charity) maupun
pemberdayaan (enpowerment). Setidaknya bisa dilihat dari gencarnya publikasi
berkait dengan implementasi CSR di media cetak dan elektronik. Perkembangan
CSR di Indonesia dapat dilihat dari beragam upaya Pemerintah Provinsi,
Kabupaten dan Kota untuk menerbitkan peraturan perundang-undangan terkait
dengan pelaksanaan CSR di wilayah Propinsi, Kabupaten dan Kota bersangkutan.
Pentingnya pelaksanaan CSR di Provinsi Riau sendiri juga telah ditegaskan
dalam Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan di Provinsi Riau pasal 9 ayat (1) menyebutkan setiap
perusahaan di Provinsi Riau wajib sebagai pelaksana TJSP. Selanjutnya dalam
pasal 25 huruf c bagi perusahaan Perseroan Terbatas yang menjalankan kegiatan
usahanya dibidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib
melaksanakan TJSP dengan biaya yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai
biaya operasional perusahaan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran
berdasarkan ukuran usaha, cakupan pemangku kepentingan dan kinerja
keuangannya. Dalam pasal 8 maka, perusahaan yang melaksanakan TJSP wajib:
a. Menyusun rancangan penyelenggaraan program TJSP sesuai dengan
prinsip–prinsip tanggung jawab sosial dunia usaha dengan memperhatikan
kebijakan pemerintah daerah dan peraturan perundangan;
b. Menumbuhkan, memantapkan dan mengembangkan sistem jejaring
kerjasama dan kemitraan dengan pihak-pihak lain serta melaksanakan
kajian, monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan TJSP dengan
memperhatikan kepentingan perusahaan, pemerintah daerah, masyarakat
dan kelestarian lingkungan;
7
c. Menetapkan komitmen bahwa program TJSP adalah bagian yang tidak
terpisahkan dalam kebijakan manajemen maupun program pengembangan
perusahaan di dalam peraturan perusahaan; dan
d. Menerima usulan masyarakat baik perorangan maupun kelompok yang
sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 1 Tahun 2018 Tentang
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Bahwa perusahaan
sebagaimana dimaksud huruf c, mempunyai tanggung jawab terhadap masyarakat
dan lingkungan sebagai wujud kepedulian dan peran serta dalam mempercepat
tercapainya tujuan pembangunan daerah Kabupaten Pelalawan.
Di Kabupaten Pelalawan berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pelalawan dapat dilihat
pada tabel berikut:
Tabel I.1. Jumlah Perusahaan Menurut Bentuk Badan Hukum di
Kabupaten Pelalawan 2016-2018
Jenis Tahun
2016 2017 2018
Perseroan Terbatas (PT) 744 820 224
CV/ Firma 361 407 108
Koperasi 82 92 16
Perorangan 214 363 340
Lainnya - - -
Sumber: BPS Kabupaten Pelalawan Dalam Angka 2020
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa pertumbuhan Perseroan Terbatas
(PT) menurun drastis, hal ini juga seiring dengan penurunan jumlah CV/ Firma
dan Koperasi, sementara untuk Perorangan jumlahnya meskipun menurun namun
tetap dalam jumlah yang tidak terlalu drastis penurunannya.
PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) sebagai salah satu perusahaan
terbesar yang ada di Kabupaten Pelalawan merupakan mitra dari sebuah
8
perusahaan dari Asia Pasifik Resources International Holding Limited (APRIL)
yang merupakan perusahaan penghasil bubur kertas (pulp) dan kertas sejak tahun
1994. Perusahaan seluas 1750 ha ini berlokasi di jalan Lintas Timur, Pangkalan
Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Demi menjaga hubungan baik
dengan pemerintahan terutama dengan masyarakat, PT Riau Andalan Pulp and
Paper menjalankan coorporate social responbility yang telah ditetapkan oleh
undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas yakni : Tanggung
jawab sosial dan lingkungan (TJSL) adalah komitmen perseroan untuk berperan
serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas
kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri,
komunitas setempat, maupun masyarakat.
Pada dasarnya, pelaksanaan CSR oleh PT RAPP ini diklasifikasikan
berdasarkan 7 program utama sebagai berikut:
1) Integrated farming system, yaitu pemberian bantuan bibit kepada
masyarakat yang berwirausaha di bidang pertanian, perkebunan, dan
perikanan.
2) UMKM, yaitu pemberian bantuan dana kepada masyarakat yang
berwirausaha inline dengan kegiatan perusahaan seperti menjual pupuk
tanaman maupun offline dengan kegiatan perusahaan seperti menjual
makanan khas daerahnya.
3) Social infrastructure, yaitu pembangunan dan renovasi infrastruktur publik
seperti jalan, jembatan, rumah ibadah, dan bangunan lain.
4) Education, yaitu pemberian beasiswa pendidikan kepada pelajar berprestasi.
5) Vocational training, yaitu pemberian pelatihan teknis kepada generasi muda
sebagai bekal dalam memasuki dunia kerja seperti pelatihan las, otomotif,
dan menjahit.
6) Employe volunteerism, yaitu kesukarelaan karyawan dalam membantu
masyarakat.
7) Donation, yaitu bantuan dana kepada organisasi ataupun kegiatan kelompok
masyarakat yang mengajukan permohonan bantuan dana.
9
Dalam melaksanakan praktek corperate social responbility (CSR), pada
tahun 2008 PT. RAPP pernah membentuk sebuah program yang bernama
Program Pemberdayaan Masyarakat Riau (PPMR). PPMR adalah suatu
mekanisme layanan sumber daya masyarakat untuk membantu masyarakat agar
dapat meningkatkan kehidupan dirinya sendiri. PPMR mempunyai empat kegiatan
yang terdiri dari; 1) Integrated Farming System (IFS), 2) Small and Medium
Enterprises (SME), 3) Vocational Training (VT) dan 4) Social Infrastructure
Program (SIP). Integrated farming system (IFS) adalah sebuah model pertanian
yang mengintegrasikan 3 subsektor pertanian (peternakan, pertanian dan
perikanan) dalam satu lahan. Oleh PPMR, program IFS dijadikan sebagai core
program dan program-program yang lain merupakan program pendukung IFS.
Selama 4 tahun terakhir, pelaksanaan CSR oleh PT. RAPP Kecamatan
Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel I.2. Data Pelaksanaan Program CSR PT. RAPP tahun 2017 s/d 2020
Tahun Jenis Program Kegiatan
(1) (2) (3)
2017 Vocational - Pelatihan menjahit
Training (VT) - Pelatihan mekanik
Education - Beasiswa perguruan tinggi
- Beasiswa SMA
Social - Paket makanan tambahan
Infrastructure - Lomba balita sehat
Program (SIP) - Pembangunan tiang bendera
- Bantuan alat komputer
- Olahraga
- Gotong royong
- Pelatihan ustadz
- Rehab jembatan
Integrated farming - Pelatihan budidaya sapi bali
system (IFS) - Bantuan ternak sapi pola RF
- Bantuan saprodi program FFV
- Pelatihan budidaya padi sawah
10
Tahun Jenis Program Kegiatan
(1) (2) (3)
2018 Integrated farming - Bantuan mesin perontok jagung
system (IFS) - Budidaya nenas
- Bantuan jaring
- Produksi batik
Education - Beasiswa SMA
- Bantuan genset dan alat sekolah
Social - Pengadaan PMT
Infrastructure - Bantuan baju kader Posyandu
Program (SIP) - Lomba balita sehat
- Bantuan sunatan massal
- Bantuan pengadaan peralatan pencegah
kebakaran
- Pembiayaan event pertandingan
- Bantuan peralatan olahraga
Employe - Gotong royong
volunteerism
2019 Education -
Beasiswa SLTA
-
Beasiswa SLTP
-
Beasiswa SD
Social Santunan anak yatim
-
Infrastructure Pemberian bantuan sembako korban
-
Program (SIP) kebakaran
- Bantuan material bangunan
- Bantuan masker dan obat kesehatan
Employe - Bantuan operasional sarana fasilitas alat
volunteerism pemadam kebakaran
- Bantuan akomodasi petugas pemadaman
- Bantuan alat berat untuk sekat bakar
Donation - Bantuan dana tunai kepada para korban
kebakaran hutan
2020 Small and Medium - Pelatihan UMKM masyarakat terdampak
Enterprises (SME) covid19
Education - Bantuan gaji guru honor
- Beasiswa Perguruan Tinggi
- Beasiswa SLTA
- Pelatihan guru
- Bantuan fasilitas sekolah
Sumber: Dokumentasi PT. RAPP, 2021
PT. RAPP beroperasi berdasarkan filosofi bisnis 5C: bahwa kegiatan
operasionalnya harus baik untuk Masyarakat, Negara, Iklim, Pelanggan, dengan
demikian akan baik pula bagi Perusahaan. Petani juga diberi dukungan melalui
11
Sistem Pertanian Terpadu, sebuah program yang mengajarkan mereka teknik
hortikultura modern untuk meningkatkan hasil panen dan menanam tanaman baru.
Para petani mengelola 2.400 hektar lahan dan menerima pelatihan di pusat
pelatihan.
Pelestarian budaya Indonesia dilakukan melalui sejumlah program demi
menghidupkan kembali kerajinan tradisional, seperti program yang
mendorong wanita setempat meningkatkan pendapatan keluarga lewat membatik.
Para wanita juga diberdayakan melalui program kerajinan kain tenun. Mereka
diberikan pelatihan dan peralatan pendukung untuk memproduksi kain tersebut
yang kemudian dapat dijual kembali. Dalam rangka membantu masyarakat dalam
mendapatkan akses pendidikan, PT RAPP memberikan sejumlah program
beasiswa mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, pelatihan guru, dan
menyediakan fasilitas dan peralatan sekolah.
Hasil penelitian Hady dan Sugiana (2011) menunjukkan bahwa program
integrated farming system (IFS) yang dilaksanakan [Link] dari periode 2000
hingga 2004 dinilai tidak efektif. Ketidakefektifan program IFS ini dikarenakan;
1). berkurangnya jumlah sapi, tanaman dan ikan milik kelompok tani hingga
tahun 2007 yang berasal dari bantuan PPMR, 2). berkurangnya jumlah produksi
kompos milik kelompok tani hingga tahun 2007, 3). berkurangnya luas lahan
pertanian milik kelompok tani hingga tahun 2007.
Berdasarkan hasil observasi pengamatan sementara, terdapat beberapa
fenomena terkait pelaksanaan CSR oleh PT RAPP sebagai berikut:
12
1) Kurangnya respon dari tingkat pengetahuan masyarakat atas program CSR.
Masih banyak masyarakat di Kecamatan Pelalawan yang tidak mengetahui
pentingnya CSR yang dilakukan oleh PT RAPP harus dapat diterima
langsung manfaatnya oleh masyarakat. Masih banyak kelompok masyarakat
yang meragukan dapat meminta bantuan dana secara langsung kepada pihak
perusahaan tanpa harus ada koneksi atau dengan istilah “orang dalam”.
2) Masalah internal perusahaan, khususnya sejak pandemi covid19 banyak
kegiatan CSR yang tidak dijalankan karena alokasi dana yang diperketat.
3) Minimnya dukungan pemerintah, hal ini tercermin dari forum TJSP yang
dilaksanakan pada hari Senin tanggal 26 Januari 2021. Banyak anggota
DPRD yang meragukan dana 40 miliar yang disampaikan oleh pihak PT
RAPP hanyalah sebagai bentuk pencitraan semata. Hal ini disebabkan
karena audit penilaian atas kinerja TJSP yang dilakukan suatu perusahaan
itu sendiri masih belum jelas akibat tidak jalannya Peraturan Daerah
Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tanggung jawab Sosial
Perusahaan di Provinsi Riau.
4) Kriteria penerapan sanksi perusahaan belum jelas. Hingga saat ini belum
ada Peraturan Bupati Pelalawan yang secara khusus dan teknis membahas
pelaksanaan TJSP untuk setiap perusahaan yang ada di daerah Kabupaten
Pelalawan. Berbeda dengan Kabupaten lain yang memiliki Peraturan Bupati,
untuk PT RAPP sendiri hanya berpedoman pada Peraturan Daerah Provinsi
Riau Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tanggung jawab Sosial Perusahaan di
Provinsi Riau.
13
Beberapa penelitian terdahulu terkait Corporate Social Responsibility
diantaranya, penelitian Curran (2017) menemukan hasil perusahaan pertambangan
umumnya menggunakan gagasan tentang izin sosial sebagai tindakan yang
didorong oleh proses yang menjadikan keterlibatan masyarakat yang disyaratkan
di bawah persyaratan izin hukumnya sebagian besar sebagai alat komunikatif
untuk menginformasikan masyarakat yang terkena dampak tentang rencananya.
Penelitian Dewi (2017) menemukan hasil corporate social responsibility
memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat dimana perusahaan
berada, selain itu dalam melakukan kegiatan usaha, dalam rangka
menyeimbangkan tanggung jawab perusahaan dalam menghasilkan keuntungan
tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Penelitian Karaman dan Akman (2018) menyimpulkan kebijakan CSR yang
menjadi perhatian berpotensi mempengaruhi semua pihak. Dalam industri
penerbangan, di mana konsumennya adalah jutaan orang biasa, nilai yang dibawa
oleh CSR bisa menjadi sangat penting. Persepsi positif penumpang terhadap
program CSR perusahaan penerbangan secara signifikan meningkatkan
kepercayaan dan loyalitas. Penelitian Maon, Swaen, dan Lindgreen (2017)
menyimpulkan dari seluruh pendekatan dan terminologi, gagasan umum CSR
adalah bahwa perusahaan tidak dapat hanya peduli dengan keuntungan yang terus
meningkat. Selain tugas ekonomi dan hukum, mereka memiliki tanggung jawab
etis dan kebijaksanaan kepada masyarakat, yang mencerminkan persyaratan,
harapan, dan keinginan dari berbagai pemangku kepentingan di lingkungan
industri dan sosial tempat mereka beroperasi.
14
Masalah baru yang timbul saat ini adalah mengenai pemahaman corporate
social responsibility bagi sebuah perusahaan diartikan hanya sekedar menjalankan
sebuah kewajiban berdasarkan ketentuan dalam UU No. 40 tahun 2007. Sehingga
perusahaan hanya tahu bahwa program yang dijalankan tersebut sebagai sebuah
kewajiban saja, tanpa mengetahui dan memahami esensi dari apa yang disebut
dengan corporate social responsibility. Berdasarkan landasan payung hukum dan
fenomena yang telah dijelaskan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan
sebuah penelitian berjudul “Evaluasi Pelaksanaan Program Corporate Social
Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten
Pelalawan”.
1.2. Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini penulis mengangakat permasalahan sebagai berikut:
1) Bagaimanakah evaluasi pelaksanaan program Corporate Social
Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten
Pelalawan?
2) Apa faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan program Corporate Social
Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten
Pelalawan?
1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
15
1) Untuk mengevaluasi pelaksanaan program Corporate Social Responsibility
(CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.
2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan program
Corporate Social Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan
Kerinci Kabupaten Pelalawan.
1.4. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Manfaat teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan
sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan
khususnya dibidang ilmu administrasi publik dalam kajian corporate social
responsibility atau tanggungjawab sosial perusahaan.
2) Manfaat praktis penelitian ini dapat memberikan masukan yang dapat
digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan terutama
dalam hal peningkatan pelaksanaan program corporate social responsibility
(CSR) pada PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten
Pelalawan.
3) Manfaat akademis penelitian ini diharapkan dapat memberikan
pertimbangan dan masukan kepda pihak-pihak yang terkait dengan
penelitian dan bahan referensi bagi penulis yang ingin melanjutkan
penelitian yang sama.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
2.1. Tinjauan Pustaka
2.1.1. Konsep Administrasi dan Administrasi Publik
Administrasi secara harfiah berasal dari “ad” dan “ministrase” yang artinya
mengelola, mengurus, memelihara, mengendalikan, dan memerintah. Administrasi
adalah cabang penelitian ilmu sosial yang mencakup seluruh proses banyak orang
dalam suatu organisasi yang bekerja sama untuk mencapai satu atau lebih tujuan
yang dicapai sebelumnya (Kartono, 2016:13). Menurut Siagian (2015:5)
Administrasi adalah proses pelaksanaan suatu keputusan, yang dilakukan oleh dua
orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Menurut Sinambela (2011:4) administrasi publik dapat diartikan sebagai
proses pelaksanaan keputusan untuk membantu keperluan orang atau masyarakat
yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan
tata cara yang telah ditetapkan. Menurut Syafiie (2010:15) administrasi dapat
diartikan dalam arti luas dan sempit. Dalam arti luas yaitu kerjasama banyak
orang untuk mencapai suatu tujuan bersama, sedangkan dalam arti sempit adalah
administrasi sebagaimana yang sering kita dengar sehari-sehari yaitu kegiatan tata
usaha.
Menurut Gie (dalam Susiani, 2019:1) administrasi adalah kegiatan yang
dilakukan oleh sekelompok orang dalam bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan
tertentu. Sehingga dalam administrasi melibatkan proses, kegiatan dan dinamika
16
17
kerjasama manusia. Oleh sebab itu dalam administrasi melibatkan tiga unsur
pokok yaitu kegiatan melibatkan dua orang atau lebih, kegiatan yang dilakukan
secara bersamaan dan ada tujuan tertentu yang hendak dicapai.
2.1.2. Konsep Organisasi dan Organisasi Publik
Menurut Winardi (2003:2) mengatakan bahwa organisasi membantu
manusia melakukan hal-hal atau kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan
dengan baik oleh manusia secara individu. Dengan demikian didesain oleh
manusia untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan yang melekat pada dirinya.
Keterbatasan-keterbatasan itulah yang menjadi alasan mengapa manusia
merupakan mahluk yang hidup berkelompok, yang mengandung makna bahwa
manusia senantiasa menginginkan hubungan-hubungan dengan orang lain.
Selanjutnya Thoha (2013:17) memaknai organisasi sebagai kolektifitas
orang-orang yang bekerjasama secara sadar dan sengaja untuk mencapai tujuan
tertentu. Dalam pencapaian tujuan efektifitas suatu organisasi, sumber daya
manusia dan perilaku manusia muncul sebagai pusat perhatian dan usaha-usaha
untuk meningkatkan efektifitas harus selalu mulai dengan meneliti perilaku
ditempat kerja.
Menurut Duha (2018:2) organisasi adalah sebuah kesatuan yang terbentuk
oleh beberapa orang yang mempunyai sedikit atau banyak kesamaan terkait latar
belakang, identitas, harapan dan banyak hal lain yang bertujuan mencapai
kesepakatan secara bersama. Selanjutnya William G. Scott (dalam Kartono
2016:13) memberikan uraian mengenai organisasi yaitu organisasi formal
merupakan sistem kegiatan-kegiatan terkoordinasi dari sekolompok orang yang
18
bekerjasama secara bersama-sama menuju kearah tujuan bersama dibawah
kewenangan dan kepemimpinan.
Fahmi (2013:1) memandang organisasi publik sebagai sebuah wadah yang
memiliki multi peran dan didirikan dengan tujuan memberikan serta mewujudkan
keinginan berbagai pihak, dan tidak terkecuali kepuasan bagi pemiliknya.
Menurut Wibowo (2016:2) organisasi publik adalah tipe organisasi yang
bertujuan menghasilkan pelayanan kepada masyarakat, tanpa membedakan status
dan kedudukannya. Menurut Karyoto (2016:29) organisasi publik mencakup
berbagai elemen yang terdiri dari tujuan yang ingin dicapai, pekerjaan, sumber
daya dan lokasi yang memadai.
2.1.3. Konsep Kebijakan dan Kebijakan Publik
Menurut Nugroho (2014:126) kebijakan adalah serangkaian tindakan yang
diusulkan seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu,
dengan ancaman dan peluang yang ada, di mana kebijakan yang diusulkan terebut
ditujukan untuk memanfaatkan potensi sekaligus mengatasi hambatan yang ada
dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
Menurut Pasolong (2012:144) kebijakan publik sebagai hasil rumusan dari
suatu pemerintahan. Dalam pandangan ini, kebijakan publik lebih dipahami
sebagai apa yang dikerjakan oleh pemerintah dibandingkan daripada proses hasil
yang dibuat. Dengan demikian, kebijakan dapat dinyatakan sebagai usaha untuk
mencapai tujuan-tujuan tertentu, sekaligus sebagai upaya pemecahan masalah
dengan menggunakan sarana-sarana tertentu, dan dalam tahapan waktu tertentu.
Kebijakan umumnya bersifat mendasar, karena kebijakan hanya menggariskan
19
pedoman umum sebagai landasan bertindak dalam usaha mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
Mengenai kebijakan publik, lebih lanjut Wahab (2010) menyatakan bahwa:
a) Kebijakan publik lebih merupakan tindakan sadar yang berorientasi pada
pencapaian tujuan daripada sebagai perilaku/ tindakan yangdilakukan secara
acak dan kebetulan;
b) kebijakan publik pada hakekatnya terdiri dari tindakan-tindakan yang saling
berkaitan dan memiliki pola tertentu yang mengarah pada pencapaian tujuan
tertentu yang dilakukan oleh pemerintah, dan bukan merupakan keputusan
yang berdiri sendiri;
c) kebijakan publik berkenaan dengan aktivitas/ tindakan yang sengaja
dilakukan secara sadar dan terukur oleh pemerintah dalam bidang tertentu;
d) kebijakan publik dimungkinkan bersifat positif dalam arti merupakan
pedoman tindakan pemerintah yang harus dilakukan dalam menghadapi
suatu masalah tertentu, atau bersifat negatif dalam arti merupakan keputusan
pejabat pemerintah untuk tidak melakukan sesuatu.
2.1.4. Konsep Evaluasi
Evaluasi mempunyai definisi yang beragam, William N. Dunn (2015:608),
memberikan arti pada istilah evaluasi bahwa: Secara umum istilah evaluasi dapat
disamakan dengan penaksiran (appraisal), pemberian angka (rating) dan penilaian
(assessment), kata-kata yang menyatakan usaha untuk menganalisis hasil
kebijakan dalam arti satuan nilainya. Dalam arti yang lebih spesifik, evaluasi
20
berkenaan dengan produksi informasi mengenai nilai atau manfaat hasil
kebijakan.
Adapun menurut Ndraha (2013:201), evaluasi merupakan proses
perbandingan antara standar dengan fakta dan analisa hasilnya. Evaluasi kebijakan
pemerintah dapat dikatakan sebagai dasar apakah kebijakan yang ada layak untuk
dilanjutkan, direvisi atau bahkan dihentikan sama sekali.
Anderson (dalam Arikunto dan Abdul Jabar, 2008:1) memandang evaluasi
sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan
yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan. Pengertian lebih khusus
diberikan Winarno (2016:154), evaluasi biasanya ditujukan untuk menilai
sejauhmana keefektifan kebijakan publik guna dipertanggungjawabkan kepada
konstituennya. Evaluasi adalah proses penetapan secara sistematis tentang nilai,
tujuan, efektifitas atau kecocokan sesuatu sesuai dengan kriteria dan tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya. Proses penetapan keputusan itu didasarkan atas
perbandingan secara hati-hati terhadap data yang diobservasi dengan
menggunakan standar tertentu yang telah dibakukan.
Menurut William N Dunn (dalam Nugroho, 2016:155) pengukuran evaluasi
harus melibatkan 6 kriteria utama yaitu:
a. Efektivitas, hal ini berkaitan dengan hasil yang diharapkan dan hasil yang
sesungguhnya dicapai. Efektivitas berkenaan dengan apakah suatu alternatif
mencapai hasil (akibat) yang diharapkan, atau mencapai tujuan dari
diadakannya tindakan yang secara dekat berhubungan dengan rasionalitas
teknis, selalu diukur dari unit produk atau layanan atau nilai moneternya.
21
b. Efisiensi, hal ini berkaitan dengan usaha yang dilakukan untuk
menghasilkan tingkat efektivitas tertentu dan sasaran tercapai dengan biaya
yang sesuai. Efisiensi berkenaan dengan jumlah usaha yang diperlukan
untuk menghasilkan tingkat efektivitas tertentu. Efisiensi yang merupakan
sinonim dari rasionalitas ekonomi, adalah merupakan hubungan antara
efektivitas dan usaha, yang terakhir umumnya diukur dari ongkos moneter.
Efisiensi biasanya ditentukan melalui perhitungan biaya per unit produk
atau layanan. Kebijakan yang mencapai efektivitas tertinggi dengan biaya
terkecil dinamakan efisien.
c. Kecukupan, hal ini berkaitan dengan memuaskan kebutuhan, memiliki nilai,
dan menciptakan kesempatan. Kecukupan masih berhubungan dengan
efektivitas dengan mengukur atau memprediksi seberapa jauh alternatif
yang ada dapat memuaskan kebutuhan, nilai atau kesempatan dalam
menyelesaikan masalah yang terjadi.
d. Perataan, hal ini berkaitan dengan adil, memaksimalkan dan kesejahteraan
individu. Kesamaan atau perataan erat berhubungan dengan rasionalitas
legal dan sosial dan menunjuk pada distribusi akibat dan usaha antara
kelompok-kelompok yang berbeda dalam masyarakat.
e. Responsivitas, hal ini berkaitan dengan adanya dukungan masyarakat dan
memuat nilai kelompok. Keberhasilan kebijakan dapat dilihat melalui
tanggapan masyarakat atas pelaksanaannya setelah terlebih dahulu
memprediksi pengaruh yang akan terjadi jika suatu kebijakan akan
dilaksanakan. Tanggapan masyarakat setelah dampak kebijakan sudah mulai
22
dapat dirasakan dapat dalam bentuk yang positif berupa dukungan ataupun
wujud yang negatif berupa penolakan. Dunn pun mengemukakan bahwa
kriteria responsivitas adalah penting karena analisis yang dapat memuaskan
semua kriteria lainnya.
f. Ketepatan, hal ini berkaitan dengan hasil kebijakan yang bermanfaat.
Kriteria yang dipakai untuk menseleksi sejumlah alternatif untuk dijadikan
rekomendasi dengan menilai apakah hasil dari alternatif yang
direkomendasikan tersebut merupakan pilihan tujuan yang layak. Kriteria
kelayakan dihubungkan dengan rasionalitas substantif, karena kriteria ini
menyangkut substansi tujuan bukan cara atau instrumen untuk
merealisasikan tujuan tersebut
Evaluasi diperlukan untuk melihat kesenjangan antara harapan dan
kenyataan. Ada beberapa hal yang penting diperhatikan dalam definisi tersebut
menurut Winarno (2016:155), yaitu:
1) Bahwa penilaian merupakan fungsi organik karena pelaksanaan fungsi
tersebut turut menentukan mati hidupnya suatu organisasi.
2) Bahwa penilaiaan itu adalah suatu proses yang berarti bahwa penilaian
adalah kegiatan yang terus menerus dilakukan oleh administrasi dan
manajemen
3) Bahwa penilaian menunjukkan jurang pemisah antara hasil pelaksanaan
yang sesungguhnya dengan hasil yang seharusnya dicapai. (Edi Suharto,
2008:14)
23
2.1.5. Konsep Corporate Social Responsibility (CSR)
1) Pengertian Corporate Social Responsibility
Menurut Pearce dan Robinson (2013:55) corporate social responsibility
(CSR) atau tanggung jawab sosial adalah “niat baik dan komitmen dari perusahan
untukmemberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat
lokal” dan kegiatan ini berawal dengan membangun hubungan yang harmonis
antara perusahaandengan lingkungannya.
Menurut Kast (2013:112) mendefinisikan tanggung jawab sosial perusahaan
(corporate social responsibility) sebagai bentuk keterlibatan dari organisasi dalam
upaya mengatasi kelaparan dan kemiskinan, mengurangipengangguran dan
tunjangan untuk pendidikan dan [Link] ini didasari pemikiran bahwa semua
organisasi adalah sistem yang bergantung pada lingkungannya dan karena
ketergantungan itulah maka suatu organisasi perlu memperhatikan pandangan dan
harapan masyarakat.
Menurut Rudito dan Famiola (2013:103) corporate social responsibility
merupakan peningkatan kualitas kehidupan mempunyai arti adanya kemampuan
manusia sebagai individu anggota masyarakat untuk dapat menanggapi keadaan
sosial yang ada, dan dapat menikmati serta memanfaatkan lingkungan hidup
termasuk perubahan-perubahan yang ada sekaligus memelihara. Atau dengan kata
lain merupakan cara perusahaan mengatur proses usaha untuk memproduksi
dampak positif pada masyarakat. Atau dapat dikatakan sebagai proses penting
dalam pengaturan biaya yang dikeluarkan dan keuntungan kegiatan bisnis dari
stakeholders baik secara internal (pekerja, shareholders dan penanam modal)
24
maupun eksternal (kelembagaan pengaturan umum, anggota-anggota masyarakat,
kelompok masyarakat sipil dan perusahaan lain).
Menurut Kotler & Nancy (2015:4) corporate social responsibility adalah
komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui
praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya
perusahaan. Menurut Budimanta, Prasetijo & Rudito (2014:72) corporate social
responsibility diartikan sebagai komitmen usaha untuk bertindak etis, beroperasi
secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi bersamaan dengan
peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya, komuniti lokal dan
masyarakat secara lebih luas.
Menurut Fajar (2010:13) corporate social responsibility adalah niat baik
dan komitmen dari perusahaan untuk memberikan kontribusi terhadap
peningkatan kualitas hidup masyarakat, keberlanjutan pengembangan masyarakat,
ekonomi lokal sehingga memberikan kontribusi juga terhadap keberlanjutan
perusahaan. Kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama antara perusahaan dengan
karyawan,keluarga mereka, komunitas lokal (masyarakat) dan lingkungan secara
luasdalam kegiatan tersebut harus dimulai dengan membangun hubungan
yangharmonis antara perusahaan dan lingkungannya dalam arti yang luas.
Menurut Suharto (2009:105) corporate social responsibilityadalah
kepedulian perusahaan yang menyisihkan sebagian keuntungannya (profit) bagi
kepentingan pembangunan manusia (people) dan lingkungan (planet) secara
berkelanjutan berdasarkan prosedur (procedure) yang tepat dan professional.
Wibisono (2007:8) menambahkan, corporate social responsibility adalahsebagai
25
bisnis yang dilakukan secara transparan dan terbuka serta berdasarkan pada nilai-
nilai moral dan menjunjung tinggi rasa hormat kepada karyawan, komunitas dan
lingkungan.
Berdasarkan berbagai penjelasan ahli di atas, maka dapat disimpulkan yang
dimaksud dengan corporate social responsibilityadalah komitmen perusahaan
untuk memberikan kontribusi jangka panjang terhadap satu isu tertentu di
masyarakat atau lingkungan untuk dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Kontribusi dari perusahaan ini bisa berupa banyak hal, misalnya bantuan dana,
bantuan tenaga ahli dari perusahaan, bantuan berupa barang, dan lainnya.
2) Elemen Penting dalam Corporate Social Responsibility
Menurut Goodland (2002:2) terdapat elemen penting dalam corporate
social responsibility yaitu:
1) Social sustainability (keberlanjutan sosial)
Keberlanjutan sosial berarti memelihara modal [Link] sosial
adalah investasi dan jasa yang menciptakankerangka dasar bagi masyarakat.
Hal ini menurunkan biaya bekerja bersama dan memfasilitasi kerjasama,
menurunkan kepercayaan biaya transaksi. Hanya partisipasi sistematis
komunitas dan masyarakat sipil yang kuat, termasuk pemerintah dapat
mencapai hal ini. Kohesi komunitas untuk saling diuntungkan,
keterhubungan antara kelompok masyarakat, timbal balik, toleransi, kasih
sayang, kesabaran, kesabaran, persekutuan, cinta, standar yang diterima
secara umum kejujuran, disiplin dan etika.
26
Berdirinya sebuah perusahaan di tengah-tengah masyarakat
menimbulkan dampak terhadap masyarakat tersebut. Dengan adanya
tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR terhadap masyarakat, perusahaan
akan mendapat rasa aman dan nyaman dalam menjalankan kegiatan
usahanya. Social sustainability terkait upaya perusahaan untuk
mengutamakan nilai-nilai yang tumbuh dalam masyarakat. Sustainability ini
diupayakan dengan cara mendukung upaya-upaya kesehatan masyarakat,
penegakan hak asasi manusia, pembangunan kawasan suatu negara, dan
melakukan persaingan usaha yang sehat.
2) Economic sustainability (keberlanjutan ekonomi)
Keberlanjutan ekonomi adalah pemeliharaan modal, atau menjaga
modal [Link] definisi pendapatan jumlah yang dapat mengkonsumsi
selama periode dan masih juga turun di akhir keberlanjutan ekonomi, karena
mengkonsumsi nilai tambah (bunga), daripada modal. Keberlanjutan
ekonomi ini menilai segala sesuatu dari segi keuangan, dan memiliki
masalah besar pada tanggungjawab yang tidak berwujud, antar generasi,
terutama sumber daya akses umum seperti udara. Hal ini dipertaruhkan
untuk kebijakan ekonomi perusahaan dalam mengantisipasi ketidakpastian
dan resiko yang muncul.
Tujuan dasar sebuah perusahaan didirikan adalah untuk mencari
keuntungan. Tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR tidak berarti
menjalankan kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan hingga
mempengaruhi keuntungan perusahaan. Sustainability ekonomi perusahaan
27
merupakan dasar bagi perusahaan untuk menjaga sustainability sosial dan
lingkungan. Sustainability ekonomi dicapai dengan cara memperoleh
keuntungan, meminimalkan biaya dan memaksimalkan penjualan, membuat
kebijakan-kebijakan bisnis yang strategis serta menjanjikan pengembalian
yang menarik bagi para investor.
3) Environment sustainability (keberlanjutan lingkungan)
Keberlanjutan lingkungan hidup sendiri berusaha untuk meningkatkan
kesejahteraan manusiadengan melindungi dan mengontrol keuangan.
Hampir kontras dengan modal ekonomi, keberlanjutan lingkungan hidup
terdiri dari air, tanah, udara, mineral dan kualitas ekosistem, maka banyak
yang dikonversi menjadi modal diproduksi atau ekonomi. Lingkungan
termasuksumber bahan baku yang digunakan untuk kebutuhan manusia, dan
memastikan bahwa kapasitas kebutuhan daur ulang dari limbah manusia
tidak melewati batas, untuk mencegah kerusakan alam yang berakibat pada
manusia.
Lingkungan yang baik, sehat, bersih, dan terpelihara merupakan
harapan semua pihak. Isu mengenai kelestarian lingkungan merupakan isu
besar dan menjadi isu global yang masih terus diserukan untuk diupayakan
terwujudnya. Dalam setiap permasalahan lingkungan yang terjadi, salah satu
pihak yang disalahkan adalah perusahaan. Aktivitas industri perusahaan
dituding sebagai penyebab utama terjadinya berbagaipermasalahan
lingkungan. Selain dari aktifitas industri perusahaan, penyebab masalah
lingkungan juga timbul dari produk yang dihasilkan oleh kegiatan usaha
28
suatu perusahaan. Banyaknya tuntutan dari masyarakat, lembaga swadaya
masyarakat (LSM), pemerhati lingkungan, dan organisasi internasional
lainnya agar perusahaan memperhatikan masalah lingkungan menguatkan
argumen bahwa kelangsungan hidup sebuah perusahaan sangat tergantung
pada sustainability lingkungan. Masalah pelestarian lingkungan ini penting
khususnya perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam.
Sustainability lingkungan oleh perusahaan dijaga dengan beberapa cara
antara lain dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan demi
mengurangi emisi gas buang, pengimplementasian sistem manajemen risiko
lingkungan yang efektif, menerapkan prinsip-prinsip eco-labeling dan lain-
lain.
3) Bentuk Corporate Social Responsibility
Menurut Murdiyanto dan Kundarto (2012:71) kegiatan program yang
dilakukan oleh perusahaan dalam konteks tanggung jawab sosialnya dapat
dikategorisasikan dalam tiga bentuk, yaitu:
1) Public relation
Usaha untuk menanamkan persepsi positif kepada masyarakat tentang
kegiatan yang dilakukan oleh [Link] berbentuk kampanye
yang tidak terkait sama sekali dengan produk yang dihasilkan oleh
perusahaan yang bersangkutan.
2) Strategi defensif
Usaha yang dilakukan perusahaan guna menangkis anggapan negatif
masyarakat luas yang sudah tertanam terhadap kegiatan perusahaan terhadap
29
karyawannya, dan biasanya untuk melawan „serangan‟ negatif dari
anggapan komunitas atau masyarakat yang sudah terlanjur berkembang.
3) Keinginan tulus untuk melakukan kegiatan yang baik yang benar-benar
berasal dari visi perusahaan itu.
Melakukan program untuk kebutuhan masyarakat atau komunitas sekitar
perusahaan atau kegiatan perusahaan yang berbeda dari hasil dari
perusahaan itu sendiri. Biasanya bentuk keinginan tulus suatu perusahaan
dalam kegiatan tanggung jawab sosialnya adalah berkaitan erat dengan
kebudayaan perusahaan yang berlaku (corporate culture).
Zadek et al. (dalam Glautier dan Underdown, 2001:367) membagi tanggung
jawab sosial perusahaan menjadi enam bagian yaitu :
1) Evironmental protection
Adalah upaya untuk melindungi lingkungan dari kerusakan yang meliputi
aspek lingkungan dalam produksi, mencegah polusi selama proses produksi,
mencegah atau memperbaiki kerusakan lingkungan akibat dari proses
sumber daya alam dan peremajaan sumber daya alam yang digunakan.
Tujuan sosial perusahaan dapat ditemukan dalam usaha menanggulangi efek
sosial perusahaan yang berdampak negatif dan dalam mengadopsi teknologi
yang lebih efisien untuk meminimalkan penggunaan sumber daya alam yang
tidak bisa digantikan dan produksi limbah.
30
2) Energy saving
Meliputi efisiensi energi dalam hubungannya dengan operasi bisnis dan
meningkatkan efisiensi konsumsi energi dari pemakaian produk yang
dihasilkan perusahaan.
3) Human resources
Berhubungan dengan aktivitas-aktivitas para pihak yang ada dalam
perusahaan dan menguntungkan pihak manajemen dalam perusahaan.
4) Fair business practice
Memusatkan perhatian pada hubungan antara perusahaan dengan kelompok
kepentingan khusus tertentu. Berhubungan dengan hal pemberian kerja dan
kemajuan pihak-pihak minoritas, penggunaan tata cara yang legal saat
berhubungan dengan pemasok dan pelanggan, dan pemberian label yang
jelas pada setiap produk.
5) Community involvement
Meliputi aktivitas yang melibatkan dan berhubungan dengan masyarakat
serta menguntungkan masyarakat.
6) Product
Menyangkut aspek kualitatif dari produk yang dihasilkan, misalnya
keamanan dan jangka waktu pemakaian, termasuk kepuasan pelanggan,
pengemasan, dan pelabelan produk.
Menurut Anatan (2009:55) terdapat sembilan program kerja yang dapat
dilakukan perusahaan dalam melaksanakan CSR, yaitu :
31
1) Employe Programs
Jaminan untuk karyawan perlu diperluas sehingga tidak hanya dari sisi
jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, tetapi perlu adanya perluasan
program seperti work life balance program dan decision making
empowerment program.
2) Community and Broader Society
Implementasi pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan melalui
proyek-proyek pembangunan yang memungkinkan anggota masyarakat
memperoleh dukungan dalam memenuhi kebutuhan. Selanjutnya juga
melalui kampanye dan aksi sosial yang memungkinkan kebutuhan-
kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh pihak-pihak lain yang
bertanggungjawab.
3) Environment Programs
Program yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan, misalnya dengan
menghasilkan produk yang aman, tidak berbahaya bagi kesehatan, dan
ramah lingkungan.
4) Reporting and Communication
Programs Perusahaan melaporkan hasil kegiatan CSRnya melalui annual
CSR report, sehingga terdapat bukti riil partisipasi perusahaan dalam
melaksanakan tanggungjawab sosialnya.
5) Governance or Code of Conduct
Programs Perusahaan menitikberatkan kegiatan sosial yang dilakukan
berdasarkan sistem yang diatur oleh pemerintah. Hal utama yang harus
32
diperhatikan adalah bagaimana stakeholders, pemerintah, masyarakat, dan
dunia usaha dapat membuat ketentuan yang disepakati bersama untuk
mengefektifkan program CSR.
6) Stakeholder Engagement Programs
Upaya menciptakan “effective engagement program” sebagai kunci utama
untuk mencapai kesuksesan strategi CSR dan sustainability strategy.
7) Supplier Programs
Pembinaan hubungan yang baik atas dasar kepercayaan, komitmen,
pembagian informasi antara perusahaan dengan mitra bisnisnya, misalnya
melalui pengelolaan rantai pasokan atau jejaring bisnis.
8) Customer/Product Stewardship
Programs Perlunya perhatian perusahaan terhadap keluhan konsumen dan
jaminan kualitas produk yang dihasilkan perusahaan.
9) Shareholder Programs
Program meningkatkan share value bagi shareholder, karena shareholder
merupakan prioritas bagi perusahaan.
Kartini (2009:63-73) menyebutkan ada enam kategori aktivitas CSR, yaitu:
cause promotions, cause related marketing, corporate societal marketing,
corporate philanthropy, community volunteering, dan socially responsible
business practice.
1) Promosi Kegiatan Sosial (Cause Promotions)
Dalam aktivitas CSR ini, perusahaan menyediakan dana atau sumber dana
lainnya yang dimiliki perusahaan untuk meningkatkan kesadaran
33
masyarakat terhadap suatu kegiatan sosial atau untuk mendukung
pengumpulan dana, partisipasi dari masyarakat atau perekerutan tenaga
sukarela untuk suatu kegiatan tertentu. Keuntungan yang di peroleh
perusahaan degan melaksanakan cause promotions ini adalah dapat
memperkuat positioning merk perusahaan, menciptakan jalan bagi ekspresi
loyalitas konsumen, memberikan peluang kepada karyawan untuk turut
terlibat dalam kegiatan sosial, menciptkan kerjasama antar perusahaan, dan
dapat meningkatkan citra perusahaan.
2) Pemasaran Terkait Kegiatan Sosial (cause related marketing)
Dalam aktivitas CSR ini, perusahaan memiliki komitmen untuk
menyumbangkan presentase tertentu dari penghasilannya untuk suatu
kegiatan social berdasarkan besarnya penjualan produk. Keuntungan dengan
melaksanakan cause related marketing adalah dapat menarik pelanggan
baru, menjangkau relung pasar, meningkatkan penjualan dan membangun
identitas merk yang positif.
3) Pemasaran kemasyarakatan korporat (Corporate Societal Marketing)
Dalam aktivitas CSR ini, perusahaan mengembangkan dan melaksanakan
kampanye untuk mengubah perilaku masyarakat dengan tujuan
meningkatkan kesehatan dan keselamatan publik, menjaga kelestarian
lingkungan hidup serta meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Keuntungan
dari melaksanakan corporate societal marketing adalah menunjang
positioning merk perusahaan, menciptakan preferensi merk, mendorong
34
peningkatan penjualan, menarik mitra dan memberikan dampak nyata
terhadap perubahan sosial.
4) Kegiatan filantropi perusahaan (corporate philanthropy)
Dalam aktivitas CSR ini, perusahaan memberikan sumbangan langsung
dalam bentuk derma untuk kalangan masyarakat tertentu. Baik dalam bentuk
uang tunai, paket, ataupun pelayanan secara cuma-cuma. Kegiatan ini
tentunya memberikan keuntungan bagi perusahaan, keuntungan tersebut
diantaranya dapat meningkatkan reputasi perusahaan, memperkuat bisnis
dimasa depan, memberi dampak penyelesaian masalah sosial dalam
komunitas lokal.
5) Pekerja sosial kemasyarakatan secara sukarela (community volunteering)
Dalam aktivitas CSR ini, perusahaan mendukung serta mendorong para
karyawan, rekan pedagang eceran atau para pemegang franchise agar
menyisihkan waktu mereka secara sukarela guna membantu organisasi
organisasi masyarakat lokal maupun masyarakat yang menjadi sasaran
pogram. Kegiatan ini dapat membangun hubungan yang mulus antara
perusahaan dan komunitas, memberikan kontribusi terhadap pencapaian
tujuan perusahaan, serta meningkatakn kepuasan dan motivasi karyawan.
6) Praktik bisnis yang memiliki tanggung jawab sosial (Socially responsible
business practice)
Dalam aktivitas CSR ini, perusahaan melaksanakan aktivitas bisnis
melampaui aktivitas bisnis yang diwajibkan oleh hukum serta melaksanakan
investasi yang mendukung kegiatan sosial dengan tujuan meningkatkan
35
kesejahteraan komunitas dan memelihara lingkungan hidup. Keuntungan
yang diperoleh dengan melakukan socially responsible business practice
adalah memberikan konstribusi untuk keberlanjutan lingkungan hidup,
meningkatkan kesan baik terhadap perusahaan, dan meningkatkan kepuasan
pelanggan.
4) Tingkatan Corporate Social Responsibility
Menurut Hasibuan (2011:25) membagi areal tanggung jawab perusahaan
dalam tiga level yang digambarkan sebagai berikut:
1) Basic Responsibility
Level ini menghubungkan tanggungjawab awal dari suatu perusahaan yang
muncul karena keberadaan perusahaan tersebut,seperti: membayar pajak,
mematuhi hukum, memenuhi standar pekerjaan dan memuaskan pemegang
saham. Bila pada level ini tanggung jawab tidak terpenuhi maka akan timbul
dampak yang sangat serius.
2) Organizational Responsibility
Level ini menunjukkan tanggung jawab perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan stakeholder seperti pekerja, konsumen, pemegang
saham dan masyarakat sekitar.
3) Societal Responses
Level ini menjelaskan tahap ketika interaksi antara bisnis dan kekuatan lain
dalam masyarakat yang demikian kuat sehingga perusahaan dapat tumbuh
dan berkembang secara berkesinambungan, terlibat dengan apa yang terjadi
dalam lingkungannya secara keseluruhan.
36
Menurut Murdiyanto (2012:47-49) terdapat tiga tingkat kegiatan program
CSR dalam usaha memperbaiki kesejahteraan masyarakat yakni :
1) Kegiatan program CSR yang bersifat charity
Bentuk kegiatan seperti ini ternyata dampaknya terhadap masyarakat
hanyalah menyelesaikan masalah sesaat. Hampir tidak ada dampak pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat, selain lebih mahal, dampak jangka
panjang tidak optimal untuk membentuk citra perusahaan, dari sisi biaya,
promosi kegiatan sama mahalnya dengan biaya publikasi kegiatan.
Walaupun masih sangat relevan, tetapi untuk kepentingan perusahaan dan
masyarakat dalam jangka panjang lebih dibutuhkan pendekatan CSR yang
berorientasi pada peningkatan produktifitas dan mendorong kemandirian
masyarakat.
2) Kegiatan program CSR yang membantu usaha kecil secara parsial
Saat ini makin banyak perusahaan yang menyadari pentingnya pendekatan
CSR yang berorientasi pada peningkatan produktifitas dan mendorong
kemandirian masyarakat, salah satu bentuk kegiatannya adalah membantu
usaha kecil, tetapi bentuk kegiatan perkuatan tersebut masih parsial,
memisahkan kegiatan program yang bersifat pendidikan, ekonomi,
infrastruktur dan kesehatan. Walaupun lebih baik ternyata pada tingkat
masyarakat kegiatan ini tidak dapat diharapkan berkelanjutan, bahkan
cenderung meningkatkan kebergantungan masyarakat pada perusahaan,
sehingga efek pada pembentukan citra ataupun usaha untuk menggalang
kerjasama dengan masyarakat tidak didapat secara optimal.
37
3) Kegiatan program CSR yang berorientasi membangun daya saing
masyarakat
Dari awal dirancang untuk meningkatkan produktifitas (sebagai ukuran data
saing) guna meningkatkan daya beli sehingga meningkatkan akses pada
pendidikan dan kesehatan jangka panjang, untuk itu perlu diberikan
penekanan pada keberlanjutan penguatan ekonomi secara mandiri
(berjangka waktu yang jelas/ mempunyai exit policy yang jelas). Untuk
memberikan ungkitan besar pada pendapatan masyarakat maka kegiatan
perkuatan dilakukan pada rumpun usaha spesifik yang saling terkait dalam
rantai nilai, setiap pelaku pada mata rantai nilai pada dasarnya adalah organ
ekonomi yang hidup, perkuatan dilakukan untuk meningkatkan metabolisme
(aliran barang, jasa, uang, informasi dan pengetahuan) dalam sistem yang
hidup tersebut yang pada gilirannya akan meningkatkan performance setiap
organ. Pendekatan CSR yang cerdas (smart) adalah dengan mengambil
peran sebagai fasilitatif-katalistik sehingga kegiatan CSR lebih efesien
memberikan dampak pada rumpun usaha dalam satu rantai nilai.
5) Model Corporate Social Responsibility
Menurut Saidi & Abidin (2014:48) ada empat model pola corporate social
responsibility yaitu:
1) Keterlibatan langsung
Perusahaan menjalankan program TJSP secara langsung dengan
menyelenggarakan sendiri kegiatan sosial atau menyerahkan sumbangan ke
masyarakat tanpa perantara.
38
2) Melalui yayasan atau organisasi sosial perusahaan
Perusahaan mendirikan yayasan sendiri dibawah perusahaan atau grupnya.
3) Bermitra dengan pihak lain
Perusahaan menyelenggarakan TJSP melalui kerjasama dengan lembaga
sosial atau organisasi pemerintah, Instansi, Universitas atau media masa.
4) Mendukung atau bergabung dalam suatu konsorsium
Perusahaan turut mendirikan menjadi anggota atau mendukung suatu
lembaga sosial yang didirikan untuk tujuan sosial tertentu.
Susiloadi (dalam Tranggano, 2012:37) mengemukakan bahwa terdapat
empat model pelaksanaan CSR yang paling umum dilakukan di Indonesia yaitu :
1) CSR yang dilaksanakan langsung oleh perusahaan/ organisasi perusahaan/
organisasi melaksanakan tanggung jawab sosialnya sendiri tanpa bantuan
atau perantara dari pihak- pihak tertentu. Perusahaan memiliki satu divisi
tersendiri atau bisa juga digabung dengan divisi lain yang bertanggungjawab
pada pelaksanaan kegiatan sosial termasuk CSR. Perusahaan juga bisa
menugaskan salah satu pejabat seniornya seperti dari divisi human resource
development atau publik relationuntuk pelaksanaan teknis.
2) Melalui yayasan atau organisasi sosial perusahaan Perusahaan memiliki
yayasan sendiri yang bernaung dibawah perusahaan atau groupnya yang
dibangun terpisah dari organisasi induk perusahaan namun harus tetap
bertanggung jawab ke CEO atau dewan direksi perusahaan induk.
Pendanaan dilakukan oleh perusahaan induk untuk diproses lebih lanjut oleh
yayasan.
39
3) Mendukung atau bergabung dengan suatu konsorsium Perusahaan/
organisasi turut mendirikan, menjadi anggota dan mendukung lembaga
sosial yang didirikan untuk tujuan sosial tertentu. Pihak konsorsium yang
dipercaya perusahaan- perusahaan yang mendukungnya akan secara proaktif
mencari kerjasama dari berbagai kalangan dan kemudian mengembangkan
program yang telah disepakati.
4) Menjalankan CSR melalui kerjasama dan bermitra dengan pihak lain.
Pelaksanaan CSR model ini terjadi ketika perusahaan/ organisasi menjalin
kerjasama dengan pihak lain seperti perguruan tinggi, lembaga swadaya
masyarakat, instansi pemerintah maupun organisasi-organisasi lainnya.
Kerjasama dapat dilakukan dengan mengelola serta melaksanakan kegiatan
sosial yang telah direncanakan oleh kedua belah pihak.
6) Dampak Positif Pelaksanaan Corporate Social Responsibility
Menurut Wibisono (2007:41) dampak positif pada pelaksanaan CSR yaitu
sebagai berikut:
1) Mempertahankan dan mendongkrak citra perusahaan yang sangat penting
untuk menunjang keberhasilan perusahaan
2) Layak mendapatkan social licence to operate dari masyarakat sekitar,
karena pada saat masyarakat mendapatkan keuntungan dari perusahaan,
mereka merasa memiliki perusahaan, sehingga perusahaan dengan leluasa
menjalankan roda bisnisnya di kawasan tersebut
3) Mereduksi resiko bisnis perusahaan yaitu mengelola resiko ditengah
permasalahan perusahaan, jika terjadi permasalahan dalam perusahaan,
40
maka biaya recovery akan jauh berlipat dibandingkan dengan pelaksanaan
program CSR.
4) Melebarkan akses sumber daya manusia yangdibutuhkan perusahaan.
5) Memperluas akses pasar konsumen.
6) Mereduksi biaya dengan mendaur ulanglimbah pabrik ke dalam proses
produksi.
7) Peluang mendapatkan banyak penghargaan.
8) Menjaga hubunganbaik dengan stakeholder demi kesejahteraan masyarakat.
9) Meningkatkan motivasi dan produktifitaskaryawan karena perusahaan
tempat bekerja sebagai pelaku CSR.
7) Keuntungan Corporate Social Responsibility Bagi Perusahaan
Menurut Molengraaff (2000:16), perusahaan adalah keseluruhan perbuatan
yang dilakukan secara terus menerus, bertindak ke luar untuk memperoleh
penghasilan, dengan cara memperdagangkan atau menyerahkan barang atau
mengadakan perjanjian perdagangan. Rumusan tersebut hanya meliputi jenis
usaha dan tidak meliputi perusahaan sebagai badan usaha. Perusahaan atau istilah
Inggrisnya eterprise terdiri dari satu atau lebih unit-unit usaha yang disebut pabrik
atau bedriff (dalam bahasa Belanda). Pengertian perusahaan disini maksudnya
suatu lembaga yang diorganisasikan dan dijalankan untuk menyediakan barang
atau jasa untuk maasyarakat dengan motif atau insentif keuntungan. Selain
sebagai suatu lembaga, perusahaan juga merupakan suatu wadah yang
diorganisasikan, didirikan dan diterima dalam tata kehidupan masyarakat. Para
41
pengusaha harus berani menanggung risiko. Artinya, sebagai tujuan bersama dari
setiap perusahaan adalah berusaha memperoleh laba berdasarkan rentabilitas.
Perusahaan dalam upayanya mencari laba tersebut harus berani
menanggulangi risiko (artinya risiko rugi). Atas dasar itu perusahaan dapat
memperoleh keuntungan dapat pula menderita kerugian. Hal ini tidak berlaku
dalam lembaga-lembaga lain yang operasinya ditujukan untuk kepentingan umum
dan bukan untuk memperoleh laba. Dalam ilmu Ekonomi, perusahaan dibedakan
antara pengertian perusahaan dan unit usaha. Unit usaha adalah jenis usaha,
tempat memproduksi atau membuat barang-barang yang disebut juga pabrik
bertanggung jawab terhadap hasil barang-barang. Selain itu, perusahaan lebih
menitikberatkan pada semua pengelolaan usaha, termasuk keuangan, produksi,
dan pemasaran (Budimanta, Prasetijo & Rudito, 2014:11).
Terdapat tiga jenis perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan laba,
yaitu perusahaan manufaktur (manufacturing), perusahaan dagang (merchant-
dising), dan perusahaan jasa (service). Setiap jenis perusahaan ini mempunyai
ciri-ciri masing-masing, yaitu:
1) Perusahaan manufaktur (manufacturing business): mengubah input dasar
menjadi produk yang dijual kepada masing-masing pelanggan. Contoh
perusahaan manufaktur: Honda, Intel, Nike, Sony, dan lainnya.
2) Perusahaan dagang (merchandising business): menjual produk ke
pelanggan, namun produknya tidak diproduksi sendiri, melainkan
membelinya dari perusahaan lain. Dengan kata lain, perusahaan dagang
42
mempertemukan produk dengan pembeli. Contoh perusahaan dagang:
Electronic City, [Link], dan lainnya.
3) Perusahaan jasa (services business): menghasilkan jasa dan bukan barang
atau produk untuk pelanggan. Contoh perusahaan jasa: Garuda Indonesia,
Telkomsel, dan lainnya.
Menurut Grigg (2014:19) bagi perusahaan yang dinilai mampu menerapkan
corporate social responsibility secara optimal maka akan mendapatkan
keuntungan sebagai berikut:
1) Layak mendapatkan social licence to operate
Masyarakat sekitar adalah komunitas utama perusahaan. Ketika mereka
mendapatkan keuntungan dari perusahaan, maka dengan sendirinya mereka
akan merasa memiliki perusahaan. Sehingga imbalan yang diberikan kepada
perusahaan adalah keleluasaan untuk menjalankan roda bisnisnya di
kawasan tersebut.
2) Mereduksi resiko bisnis perusahaan
Mengelola resiko di tengah kompleksnya permasalahan perusahaan
merupakan hal yang esensial untuk suksesnya usaha. Disharmoni dengan
stakeholders akan menganggu kelancaran bisnis perusahaan. Bila sudah
terjadi permasalahan, maka biaya untuk recovery akan jauh lebih berlipat
bila dibandingkan dengan anggaran untuk melakukan program corporate
social responsibility. Oleh karena itu, pelaksanaan CSR sebagai langkah
preventif untuk mencegah memburuknya hubungan dengan stakeholders
perlu mendapat perhatian.
43
3) Melebarkan akses sumber daya
Track records yang baik dalam pengelolaan CSR merupakan keunggulan
bersaing bagi perusahaan yang dapat membantu memuluskan jalan menuju
sumber daya yang diperlukan perusahaan.
4) Membentangkan akses menuju market
Investasi yang ditanamkan untuk program ini dapat menjadi tiket bagi
perusahaan menuju peluang yang lebih besar. Termasuk di dalamnya
memupuk loyalitas konsumen dan menembus pangsa pasar baru.
5) Mereduksi biaya
Banyak contoh penghematan biaya yang dapat dilakukan dengan melakukan
CSR. Misalnya dengan mendaur ulang limbah pabrik ke dalam proses
produksi. Selain dapat menghemat biaya produksi, juga membantu agar
limbah buangan ini menjadi lebih aman bagi lingkungan.
6) Memperbaiki hubungan dengan stakehoder
Implementasi CSR akan membantu menambah frekuensi komunikasi
dengan stakeholder, dimana komunikasi ini akan semakin menambah trust
stakeholders kepada perusahaan.
7) Memperbaiki hubungan dengan regulator
Perusahaan yang melaksanakan CSR umumnya akan meringankan beban
pemerintah sebagai regulator yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap
kesejahteraan lingkungan dan masyarakat.
44
8) Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan
Image perusahaan yang baik dimata stakeholders dan kontribusi positif yang
diberikan perusahaan kepada masyarakat serta lingkungan, akan
menimbulkan kebanggan tersendiri bagi karyawan yang bekerja dalam
perusahaan mereka sehingga meningkatkan motivasi kerja mereka.
9) Peluang mendapatkan penghargaan
Banyaknya penghargaan atau reward yang diberikan kepada pelaku CSR
sekarang, akan menambah kans bagi perusahaan untuk mendapatkan award.
8) Manfaat Corporate Social Responsibility Bagi Masyarakat
Pelaksanaan CSR pada masyarakat sangatlah dibutuhkan karena dalam
proses pembangunan masyarakat, untuk menanggulangi persoalan-persoalan
sosial melibatkan 3 pilar ekonomi sebuah negara, yaitu pemerintah, masyarakat
dan korporasi seperti yang diungkapkan oleh Budiono (dalam Mukti Fajar,
2009:228). Situasi ini karena pada faktanya, di era globalisasi dan ekonomi pasar
saat ini, peran korporasi sangat dominan dalam masyarakat. Korporasi bersama-
sama dengan pemerintah harus berusaha mengurangi kemiskinan, meningkatkan
standar kehidupan, dan secara umum memajukan pembangunan masyarakat.
Menurut Rachman (2015:75) manfaat corporate social responsibility bagi
masyarakat antara lain adalah sebagai berikut:
1) Mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan.
2) Membuka ruang kerja dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup
masyarakat
3) Turut membantu program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.
45
4) Penyelesaian masalah lingkungan
5) Akan lebih menguatkan dan memberdayakan kehidupan masyarakat baik
secara ekonomi, kelembagaan sosial, dan memperkecil terjadinya konflik
sosial.
9) Indikator Pengukuran Corporate Social Responsibility
Menurut Pearce dan Robinson (2013:55) konsep utama dari corporate
social responsibility terdiri dari empat konsep yang menjadi patokan bagi
perusahaan dalam melaksanakan CSR:
1) Tanggung jawab ekonomi (economic responsibilities)
Merupakan tanggung jawab sosial perusahaan yang paling mendasar.
Untuk memenuhi tanggung jawab ekonomi perusahaan, manajer harus
memaksimalkan laba, jika [Link] jawab inti perusahaan
adalah menyediakan barang dan jasa kepada masyarakat dengan biaya
layak. Dalam menjalankan tanggung jawab ekonomi, perusahaan juga dapat
bertanggung jawab secara sosial dengan menyediakan pekerjaan yang
produktif bagi angkatan kerja, membayar pajak untuk pemerintah lokal,
Negara bagian dan federal.
Jika suatu perusahaan sudah mencapai keuntungan secara ekonomis
maka perusahaan sudah memenuhi tanggung jawab sosialnya. Dengan
alasan bahwa jika perusahaan mempunyai keuntungan secara ekonomis
maka perusahaan tersebut akan mempunyai aspek sosial terhadap
pemerintah, tenaga kerja dan masyarakat.
46
Kelangsungan hidup perusahaan hanya dapat dipertahankan jika
perusahaan memperoleh keuntungan dan disebut sebagai tanggung jawab
ekonomis. Perusahaan selalu berusaha meningkatkan kinerja ekonomisnya
sehingga tanggung jawab ekonomi diartikan sebagai profit maximization.
Berdasarkan sudut pandang tersebut perusahaan yang tidak menghasilkan
laba dianggap sebagai perusahan yang tidak sehat, karena perusahaan
didirikan dengan modal yang harus diperoleh kembali dalam jangka waktu
tertentu bersama dengan laba yang diharapkan.
2) Tanggung jawab hukum (legal responsibilities)
Mencerminkan kewajiban perusahaan untuk mematuhi undang-
undang yang mengatur aktivitas [Link] konsumen serta lingkungan
hidup mengarahkan perhatian publik yang semakin besar pada tanggung
jawab sosial perusahaan dengan melakukan lobi untuk diberlakukannya
undang-undang yang mengatur bisnis dalam hal pengendalian populasi dan
keselamatan konsumen.
Hukum dipahami sebagai suatu sistem norma yang mengatur
kehidupan bersama dalam masyarakat yang mempunyai sanksi jika tidak
dilaksanakan, juga sebagai sarana pemecahan konflik yang rasional karena
didasari fakta-fakta. Dalam hubungannya dengan perusahaan, proses
terbentuknya undang-undang dan peraturan (aktualisasi hukum)
memerlukan waktu yang lama tidak akan pernah bisa sempurna, sehingga
perusahaan yang kurang tanggung jawab sosialnya bisa memanfaatkan
celah-celah dalam hukum (the loopholes of the law).
47
3) Tanggung jawab etis (ethical responsibilities)
Mencerminkan gagasan perusahaan mengenai perilaku bisnis yang
benar dan layak. Tanggung jawab etis merupakan kewajiban yang
melampaui kewajiban hukum. Perusahaan diharapkan, namun tidak
diwajibkan untuk berperilaku secara tidak etis. Beberapa tindakan hukum
dapat dianggap tidak etis.
Perusahaan memiliki kewajiban untuk menjalankan praktek bisnis
yang baik, benar, adil dan fair. Norma-norma masyarakat perlu menjadi
rujukan bagi perilaku organisasi perusahaan. Termasuk dalam tanggung
jawab etis adalah kepekaan korporat dalam menjunjung kearifan dan adat
lokal. Pengenalan terhadap kebiasaan, opinion leader, kebudayaan, bahasa
daerah, kepercayaan dan tradisi menjadi sebuah keharusan dalam
menjalankan tanggung jawab etis tersebut.
4) Tanggung jawab diskresi (discretionary responsibilities)
Merupakan tanggung jawab yang secara sukarela dilakukan oleh suatu
organisasi bisnis. Tanggung jawab ini mencakup aktivitas hubungan
masyarakat, kewargaan yang baik, dan tanggung jawab sosial perusahaan
secara penuh. Melalui aktivitas hubungan masyarakat, manajer berusaha
memperkuat citra perusahaan, produk serta jasa mereka dengan mendukung
gerakan yang bermanfaat.
Selain perusahaan harus memperoleh laba, taat hukum dan berperilaku
etis, perusahaan dituntut agar dapat memberi kontribusi yang dapat
dirasakan langsung oleh masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan
48
kualitas kehidupan semua. Para pemilik dan pegawai yang bekerja di
perusahaan memiliki tanggung jawab ganda, yaitu kepada perusahaan dan
kepada publik, tetapi diharapkan agar perusahaan dapat memupuk
kemandirian komunitas. Tanggung jawab ini didasari itikad perusahaan
untuk berkontribusi pada perbaikan komunitas secara mikro maupun makro.
2.1.6. Konsep Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan berasal dari kata “daya” yang mendapat awalan ber yang
menjadi kata “berdaya” artinya memiliki kekuatan. Pemberdayaan artinya
kekuatan, berdaya atau mempunyai daya atau mempunyai kekuatan.
Pemberdayaan dalam Bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari empowerment
dalam Bahasa Inggris (Suharto, 2015:57).
Pemberdayaan masyarakat pada hakikatnya merupakan upaya untuk
menjadikan masyarakat lebih berdaya dan berkemampuan sehingga mereka dapat
mewujudkan potensi kemampuan yang mereka miliki. Dalam proses
pemberdayaan biasanya ada yang disebut subjek dan objek. Subjek adalah orang/
kelompok yang memberdayakan, sedangkan objek adalah orang/ kelompok yang
diberdayakan (Suhendra, 2006:74-75).
Menurut (Sumaryadi, 2005:11) pemberdayaan Masyarakat adalah sebuah
konsep ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial. Konsep ini mencerminkan
paradigma baru pembangunan, yakni bersifat “people centered, participatory,
empowering and sustainable”. Konsep ini lebih luas daripada hanya semata-mata
memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) atau menyediakan mekanisme untuk
mencegah proses kemiskinan lebih lanjut (safety net).
49
Menurut Aziz dkk (2005:136) pemberdayaan masyarakat merupakan
proses di mana masyarakat, terutama mereka yang kekurangan sumber daya
pembangunan, didorong untuk meningkatkan kemandiriannya dalam hidup.
Memberdayakan masyarakat juga merupakan proses siklus yang berkelanjutan, di
mana anggota masyarakat bekerja sama dalam kelompok formal dan informal
untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman serta berjuang untuk mencapai tujuan
bersama.
Menurut Widjaja (2015:169) pemberdayaan masyarakat merupakan upaya
yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan potensi masyarakat sehingga
masyarakat dapat mewujudkan jati diri, harkat dan keseimbangan taraf kehidupan
yang maksimal untuk dapat bertahan hidup dan berkembang secara mandiri di
bidang ekonomi, sosial, agama, dan budaya. Selain itu, pemberdayaan masyarakat
khususnya di pedesaan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi
memberikan peluang usaha yang hanya memberikan modal saja tidak cukup, juga
harus mengubah tatanan sosial dan ekonomi masyarakat, serta mendukung
pengembangan potensi masyarakat melalui produktivitas dan efisiensi serta
meningkatkan:
a. Akses terhadap sumber daya alam.
b. Akses terhadap teknologi.
c. Akses terhadap pasar.
d. Akses terhadap sumber pembiayaan.
Dari defenisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pemberdayaan
masyarakat atau komunitas adalah upaya menjadikan masyarakat mampu atau
50
berdaya. Artinya pemberdayaan masyarakat merupakan upaya menjadikan
masyarakat mandiri dari lembaga-lembaga seperti pemerintah dan lembaga
swadaya masyarakat. Kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat harus
dianggap sebagai pendorong untuk memajukan kegiatan ekonomi masyarakat.
2.2. Penelitian Terdahulu
Pada dasarnya beberapa penelitian terdahulu terkait pelaksanaan CSR
peneliti rangkum dalam tabel sebagai berikut:
Tabel II.1. Penelitian Terdahulu Evaluasi Pelaksanaan Program Corporate
Social Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan
Kerinci Kabupaten Pelalawan
No Penulis Temuan Hasil
(1) (2) (3)
1 Abbas, Jawad Enam praktik TQM diambil dari “Malcolm Baldrige National Quality
(2020) Awad” Amerika; CGP mencakup strategi manajemen hijau, proses hijau
dan kinerja produk ramah lingkungan; dan CSR terdiri dari dimensi sosial,
karyawan dan pelanggan. Peneliti mengumpulkan data dari para manajer
perusahaan manufaktur ukuran sedang dan besar yang berlokasi di
Pakistan. Analisis struktural menunjukkan dampak yang signifikan dan
positif dari TQM pada CGP dengan nilai b dan p masing-masing 0,259 dan
0,003. Ini menunjukkan TQM secara signifikan meningkatkan kapabilitas
organisasi untuk mencapai tujuan kinerja hijau. TQM juga menunjukkan
dampak yang signifikan dan positif pada CSR dengan nilai-b 0,271 dan
nilai-p 0,002; Selain itu, dampak CSR yang serupa ditemukan pada CGP
dengan nilai b dan p masing-masing 0,189 dan 0,018.
2 Carnahan, Seth; Secara khusus, dengan mempelajari hubungan antara investasi CSR
Agarwal, perusahaan dan perilaku merugikan karyawan, kami menggemakan seruan
Rajshree; baru-baru ini untuk mempelajari CSR di bidang manajemen sumber daya
Campbell, manusia dan perilaku organisasi (Morgeson et al., 2013), dan
Benjamin (2010) menambahkan beberapa tetapi studi penting yang meneliti bagaimana
praktik ramah karyawan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan
(misalnya, Bloom, Kretschmer, dan Van Reenen, 2010; Edmans, 2011,
2012). Terkait, penelitian kami menambah literatur tentang CSR.
Sementara banyak literatur menunjukkan hubungan positif antara CSR dan
kinerja keuangan, sulit untuk mendokumentasikan manfaat nyata yang
terkait dengan program CSR (untuk tinjauan, lihat Margolis, Elfenbein,
dan Walsh, 2007). Sebagai gantinya, literatur yang muncul mencoba
memahami penggerak internal dan eksternal dari kegiatan CSR. Secara
khusus, literatur ini mengkaji peran berbagai pemangku kepentingan
51
No Penulis Temuan Hasil
(1) (2) (3)
dalam membentuk investasi CSR perusahaan, termasuk lembaga pengatur
(misalnya, Fabrizio, 2012; Toffel, Short, dan Ouellet, 2013), masyarakat
(misalnya, Tilcsik dan Marquis, 2013), aktivis (misalnya, Baron, 2009;
Baron dan Diermeier, 2007; McDonnell dan King, 2013; Luo, 2013)
3 Curran, Giorel Penelitian ini berfokus pada bagaimana izin sosial semakin digunakan
(2017) sebagai prisma yang melaluinya pembelaan dan kontestasi proyek-proyek
pertambangan terjadi. Secara khusus, ini mengkaji bagaimana pemangku
kepentingan eksternal seperti masyarakat yang terkena dampak yang
menentang proyek pertambangan di wilayah mereka, memanfaatkan izin
sosial sebagai (tandingan) strategi untuk membentuk politik kontestasi
mereka. Perusahaan pertambangan umumnya menggunakan gagasan
tentang izin sosial sebagai tindakan yang didorong oleh proses yang
menjadikan keterlibatan masyarakat yang disyaratkan di bawah
persyaratan izin hukumnya sebagian besar sebagai alat komunikatif untuk
menginformasikan masyarakat yang terkena dampak tentang rencananya.
Mereka menekankan gagasan fundamental politik karakter dengan
langsung menghubungkannya dengan norma-norma demokrasi yang
dipegang teguh oleh sebagian besar komunitas, dan yang secara langsung
melibatkan pemerintah dalam prosesnya. Dipahami dengan cara ini,
daripada menahan kontestasi industri, seperti yang sering menjadi maksud
CSR dari izin sosial, ia malah bisa merusaknya. Makalah ini dimulai
dengan tinjauan singkat perkembangan gas non-konvensional secara
global dan di Australia sebelum beralih ke diskusi tentang konsep izin
sosial, terutama yang berfungsi di sektor pertambangan. Kemudian
menyajikan studi kasus proyek gas non-konvensional yang diusulkan,
terutama gas lapisan batubara (CSG), di daerah Northern Rivers di utara
New South Wales, Australia, menyoroti kontes antara industri dan
masyarakat mengenai arti izin sosial, bagaimana izin dimenangkan dan
implikasi politik dari tidak adanya izin sosial. Analisis ini memberi tahu
kita banyak hal tentang gagasan izin sosial itu sendiri, konteks CSR yang
ada, dan dinamika politik dan kebijakan menyeluruh yang dapat
dihasilkannya. Selain itu, melalui penggunaan lensa pembingkaian untuk
membantu menganalisis dinamika politik dalam studi kasus.
4 Dewi, I Gusti CSR juga dapat diartikan sebagai pendekatan dimana perusahaan
Ayu Agung mengintegrasikan kepedulian sosial dalam operasi bisnis mereka dan
Omika; Dewi, I dalam interaksi dengan pemangku kepentingan berdasarkan prinsip
Gusti Ayu Agung kemitraan dan sukarela.21 Bagi perusahaan yang dikategorikan sebagai
Pradnya (2017) Perseroan Terbatas (PT) di Indonesia tidak ada Kecuali sektor perbankan,
pengungkapan Corporate Social Responsibility (Pengungkapan CSR)
merupakan kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40
Tahun 2007. Pengungkapan CSR dilakukan sebagai upaya mewujudkan
dan lingkungan secara umum.33 Corporate Social Responsibility adalah a
komitmen keberlanjutan untuk memberikan dampak positif bagi
lingkungan dan masyarakat dimana perusahaan berada, selain itu dalam
melakukan kegiatan usaha, dalam rangka menyeimbangkan tanggung
jawab perusahaan dalam menghasilkan keuntungan tetapi juga bermanfaat
52
No Penulis Temuan Hasil
(1) (2) (3)
bagi masyarakat dan lingkungan.34 Pelaksanaan CSR oleh perusahaan
dilaporkan melalui mekanisme akuntansi pengungkapan CSR yang
diterbitkan melalui laporan tahunan atau laporan sosial tersendiri dalam
bentuk laporan keberlanjutan.
5 Etika, Bisnis Secara khusus, secara empiris ditetapkan dengan baik bahwa tingkat
(2020) hutang memiliki dampak negatif yang kuat pada kebijakan investasi
perusahaan (pengeluaran modal, pekerjaan, penelitian dan pengembangan,
inisiatif yang bertanggung jawab secara sosial). Dalam literatur,
kesepakatan umum untuk menjelaskan efek ini adalah bahwa hutang
secara optimal mencegah manajer dari investasi berlebihan (Lang et al.
1996; Peyer dan Shivdasani 2001; Ahn et al. 2006; Chava dan Roberts
2008; Bamea dan Rubin 2010). Agensi ini per spektif berputar di sekitar
gagasan bahwa manajer dapat meraup keuntungan pribadi (kompensasi,
tunjangan, entrenchment, hubungan negatif dari leverage dan kepemilikan
orang dalam dengan peringkat sosial perusahaan, sehingga mendukung
hipotesis bahwa 'orang dalam mendorong perusahaan untuk berinvestasi
berlebihan dalam CSR ketika mereka menanggung sedikit biaya untuk
melakukannya. Surroca dan Tribo (2008) juga menyarankan kemungkinan
ini dengan mengamati bahwa 'kombinasi dari strategi entrenchment
manajerial dan implementasi tindakan yang bertanggung jawab secara
sosial memiliki efek negatif terutama pada kinerja keuangan.' Dengan
pelindung pajak bunga, efek disipliner adalah manfaat utama hutang
lainnya dalam literatur keuangan.
6 Halkos, George; Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara
Skouloudis, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di tingkat makro dan dimensi
Antonis (2017) budaya nasional yang ditawarkan oleh kerangka kerja Hofstede. Desain /
metodologi / pendekatan: Kami menggunakan indeks gabungan untuk
mengukur perkembangan CSR dan menyajikan temuan baru tentang peran
kekhususan budaya - yang diproksikan oleh dimensi Hofstede - pada
dukungan CSR di antara sektor bisnis nasional. Temuan: Hasil
menunjukkan bahwa perspektif budaya yang berkaitan dengan 'orientasi
jangka panjang versus jangka pendek' serta 'kesenangan versus
pengekangan' mempengaruhi secara positif indeks CSR gabungan,
sementara 'penghindaran ketidakpastian' memiliki dampak negatif.
Sebaliknya, efek 'jarak kekuasaan', 'individualisme', dan 'maskulinitas'
ditemukan tidak signifikan.
7 Handayani, Rini; (1) jumlah pekerja lebih dari 100 orang. (2) Perusahaan memiliki
Wahyudi, penjualan tahunan lebih dari Rp 2,5 miliar. (3) Perusahaan telah
Sugeng; menghasilkan laba dalam 3 tahun terakhir. (4) Perusahaan aktif dalam
Suharnomo, kegiatan CSR minimal 3 tahun. Kuesioner survei digunakan dalam
Suharnomo penelitian di mana manajer puncak perusahaan adalah unit analisis dan
(2017) menerima kuesioner yang dikirim melalui surat. Respon dari para manajer
puncak merupakan persepsi dari variabel penelitian, dan merupakan data
yang akan diolah dalam penelitian ini. Tingkat tanggapan responden
adalah 47%.
53
No Penulis Temuan Hasil
(1) (2) (3)
8 Jamali, Dima; Literatur tentang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berkembang
Karam, Charlotte dan menjadi lebih kompleks dan beragam. Berbagai tinjauan beasiswa
(2018) CSR telah diterbitkan selama dekade terakhir, termasuk tinjauan umum
(misalnya Aguinis dan Glavas 2012) dan ulasan yang lebih sempit dari
bidang spesialis seperti yang diterbitkan dalam jurnal ini (misalnya Secchi
(2007) tentang teori CSR; Carroll dan Shabana ( 2010) tentang kasus
bisnis untuk CSR; Frynas dan Stephens (2015) tentang CSR politik).
Wawasan dan kesimpulan yang diambil dari artikel-artikel ini telah banyak
membantu dalam memetakan 'apa yang kita ketahui dan tidak ketahui
tentang CSR' (Aguinis dan Glavas 2012, hlm. 932), tetapi gagal dalam hal
yang lebih bernuansa analisis tentang bagaimana CSR memanifestasikan
dirinya di pasar di luar Pada tingkat kelembagaan, kami fokus untuk
mengidentifikasi kekuatan tingkat makro yang ada di lingkungan eksternal
perusahaan, baik internal maupun eksternal ke NBS. Literatur
mengeksplorasi anteseden tingkat makro, nasional dan / atau
supranasional, yang paling menonjol dari yang termasuk ke dalam salah
satu dari lima kategori: lanskap geopolitik masa lalu dan sekarang; sistem
politik dan pemerintahan; sistem keuangan, ekonomi dan operasi bisnis;
sistem budaya, nilai-nilai dan adat istiadat masyarakat; dan ekosistem
lokal. Sehubungan dengan konsekuensi CSR, dampak dipandang dapat
terwujud di tingkat bangsa dan dalam hal mendorong atau menghambat
pembangunan lingkungan, sosial, ekonomi dan manusia, serta
mempengaruhi dinamika pemerintahan nasional, yang kami cirikan
sebagai 'dampak pembangunan positif dari CSR 'atau, sebaliknya,' dampak
perkembangan yang merugikan dari CSR
9 Karaman, Kebijakan CSR yang menjadi perhatian berpotensi mempengaruhi semua
Abdullah S .; pihak. Dalam industri penerbangan, di mana pemirsanya adalah jutaan
Akman, Engin orang biasa, nilai yang dibawa oleh CSR bisa menjadi sangat penting.
(2018) Persepsi dan pendapat klien tentang CSR adalah hal yang menarik bagi
manajer maskapai, terutama dampak potensial dari aktivitas tersebut dan
bagaimana hal itu berdampak pada interaksi antara pelanggan dan
maskapai penerbangan (Chen et al., 2012). CSR merupakan konsep yang
tidak dapat dilepaskan dari loyalitas pelanggan. Lynes dan Andrachuk
(2008) membahas antara lain motivasi utama inisiatif CSR dalam
penerbangan seperti keuntungan finansial, keunggulan kompetitif,
pemupukan citra, tekanan pemangku kepentingan, dan penanganan
masalah regulasi. Hasil menyimpulkan bahwa elemen pengarah dalam
implementasi CSR industri penerbangan adalah tata kelola perusahaan,
manajemen risiko dan krisis, manajemen merek, dan keamanan produk.
Namun, tidak semua elemen yang termasuk dalam program CSR
menghasilkan dampak yang disukai pada kinerja organisasi perusahaan
penerbangan. Inoue dan Lee (2011) dan Moon et al. (2016)
mengemukakan bahwa di antara dimensi komunitas, keberagaman,
lingkungan, ketenagakerjaan, dan produk yang diasumsikan berdampak
pada kinerja keuangan suatu maskapai penerbangan, faktor karyawan dan
produk adalah signifikan, sementara faktor lain menghasilkan dampak
54
No Penulis Temuan Hasil
(1) (2) (3)
negatif atau tidak signifikan.
10 Latapí Agudelo, Ada sejarah panjang dan beragam terkait dengan evolusi konsep Corporate
Mauricio Andrés; Social Responsibility (CSR). Namun, tinjauan sejarah hilang dalam
Jóhannsdóttir, literatur akademis yang menggambarkan evolusi pemahaman akademis
Lára; dari konsep tersebut bersamaan dengan peristiwa publik dan internasional
Davídsdóttir, yang mempengaruhi ekspektasi sosial berkaitan dengan perilaku
Brynhildur perusahaan. Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan perspektif
(2019) sejarah yang berbeda tentang evolusi CSR sebagai paradigma konseptual
dengan meninjau faktor-faktor paling relevan yang telah membentuk
pemahaman dan definisi, seperti kontribusi akademis, kebijakan
internasional dan peristiwa sosial dan politik yang signifikan. Untuk
melakukannya, Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka
komprehensif yang mengeksplorasi kontribusi akademis yang paling
relevan dan acara publik yang telah memengaruhi proses evolusi CSR dan
bagaimana mereka melakukannya. Temuan menunjukkan bahwa
pemahaman tentang tanggung jawab perusahaan telah berkembang dari
yang terbatas pada perolehan laba menjadi mencakup serangkaian
tanggung jawab yang lebih luas menjadi keyakinan terbaru bahwa
tanggung jawab utama perusahaan haruslah menghasilkan nilai bersama.
Temuan juga menunjukkan bahwa ekspektasi sosial dari perilaku
perusahaan berubah, begitu pula konsep TJSP.
55
2.3. Kerangka Pemikiran
Gambar II.1. Kerangka Pemikiran Evaluasi Pelaksanaan Program
Corporate Social Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan
Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan
Administrasi Publik
Pelaksanaan Program Corporate Social Faktor-Faktor yang
Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan mempengaruhi Program
Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Corporate Social Responsibility
berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun
(CSR)
2007 Tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan
Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2012 1. Kurangnya Respon dari
tentang Tanggungjawab Sosial Perusahaan di tingkat pengetahuan
Provinsi Riau masyarakat atas program
CSR
2. Masalah internal perusahaan
Evaluasi 3. Minimnya dukungan
1. Tanggung jawab ekonomi (economic pemerintah
responsibilities)
4. Kriteria penerapan sanksi
2. Tanggung jawab hukum
(legal responsibilities) perusahaan
3. Tanggung jawab etis (ethical
responsibilities)
4. Tanggung jawab diskresi (discretionary
responsibilities)
Sumber : Pearce dan Robinson (2013:55)
Sinergitas Program CSR
atau TJSP PT RAPP dalam
mendukung pembangunan
daerah di Kabupaten
Pelalawan
Sumber: Modifikasi Peneliti, 2021
56
2.4. Konsep Operasional
Dalam penelitian ini terdapat beberapa poin penting yang perlu dijelaskan
secara konsep operasional sebagai berikut:
1) Administasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam
bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
2) Organisasi adalah sebuah kesatuan yang terbentuk oleh beberapa orang yang
mempunyai sedikit atau banyak kesamaan terkait latar belakang, identitas,
harapan dan banyak hal lain yang bertujuan mencapai kesepakatan secara
bersama.
3) Evaluasi kebijakan adalah serangkaian tindakan yang diusulkan seseorang,
kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu, dengan
ancaman dan peluang yang ada, di mana kebijakan yang diusulkan terebut
ditujukan untuk memanfaatkan potensi sekaligus mengatasi hambatan yang
ada dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
4) Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggungjawab sosial
perusahaan (TJSP), adalah niat baik dan komitmen dari perusahan untuk
memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat
lokal dan kegiatan ini berawal dengan membangun hubungan yang
harmonis antara perusahaan dengan lingkungannya.
5) Tanggung jawab ekonomi (economic responsibilities)
Merupakan tanggung jawab sosial perusahaan yang paling mendasar.
Untuk memenuhi tanggung jawab ekonomi perusahaan, manajer harus
memaksimalkan laba, jika [Link] jawab inti perusahaan
57
adalah menyediakan barang dan jasa kepada masyarakat dengan biaya
layak. Dalam menjalankan tanggung jawab ekonomi, perusahaan juga dapat
bertanggungjawab secara sosial dengan menyediakan pekerjaan yang
produktif bagi angkatan kerja, membayar pajak untuk pemerintah lokal,
Negara bagian dan federal (Pearce dan Robinson, 2013:55).
Jika PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci sudah mencapai
keuntungan secara ekonomis maka perusahaan sudah memenuhi tanggung
jawab sosialnya. Dengan alasan bahwa jika perusahaan mempunyai
keuntungan secara ekonomis maka perusahaan tersebut akan mempunyai
aspek sosial terhadap pemerintah, tenaga kerja dan masyarakat.
6) Tanggung jawab hukum (legal responsibilities)
Mencerminkan kewajiban perusahaan untuk mematuhi undang-
undang yang mengatur aktivitas bisnis. Gerakan konsumen serta lingkungan
hidup mengarahkan perhatian publik yang semakin besar pada tanggung
jawab sosial perusahaan dengan melakukan lobi untuk diberlakukannya
undang-undang yang mengatur bisnis dalam hal pengendalian populasi dan
keselamatan konsumen (Pearce dan Robinson, 2013:57).
Dalam hubungan PT. RAPP dengan Pemerintah di Pangkalan Kerinci
Kabupaten Pelalawan, proses terbentuknya undang-undang dan peraturan
(aktualisasi hukum) memerlukan waktu yang lama dan tidak akan pernah
bisa sempurna sehingga perusahaan yang kurang tanggung jawab sosialnya
bisa memanfaatkan celah-celah dalam yang diberlakukan pihak Kabupaten
Pelalawan.
58
7) Tanggung jawab etis (ethical responsibilities)
Mencerminkan gagasan perusahaan mengenai perilaku bisnis yang
benar dan layak. Tanggung jawab etis merupakan kewajiban yang
melampaui kewajiban hukum. Perusahaan diharapkan, namun tidak
diwajibkan untuk berperilaku secara tidak etis. Beberapa tindakan hukum
dapat dianggap tidak etis (Pearce dan Robinson, 2013:58).
PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci memiliki kewajiban untuk
menjalankan praktek bisnis yang baik, benar, adil dan fair. Norma-norma
masyarakat perlu menjadi rujukan bagi perilaku organisasi perusahaan.
Termasuk dalam tanggung jawab etis adalah kepekaan korporat dalam
menjunjung kearifan dan adat lokal di lingkungan masyarakat Kecamatan
Pangkalan Kerinci.
8) Tanggung jawab diskresi (discretionary responsibilities)
Merupakan tanggung jawab yang secara sukarela dilakukan oleh suatu
organisasi bisnis. Tanggung jawab ini mencakup aktivitas hubungan
masyarakat, kewargaan yang baik, dan tanggung jawab sosial perusahaan
secara penuh. Melalui aktivitas hubungan masyarakat, manajer berusaha
memperkuat citra perusahaan, produk serta jasa mereka dengna mendukung
gerakan yang bermanfaat (Pearce dan Robinson, 2013:58).
Selain PT. RAPP harus memperoleh laba, taat hukum dan berperilaku
etis, perusahaan dituntut agar dapat memberi kontribusi yang dapat
dirasakan langsung oleh masyarakat Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan seluruh aspek,
59
baik pemilik dan para karyawan yang bekerja di perusahaan memiliki
tanggung jawab ganda, yaitu kepada perusahaan dan kepada publik, tetapi
diharapkan agar perusahaan dapat memupuk kemandirian komunitas.
2.5. Operasionalisasi Variabel
Dalam penelitian ini disusun pengukuran variabel yang dioperasionalkan ke
dalam tabel sebagai berikut:
Tabel II.2 Konsep Operasional Evaluasi Pelaksanaan Program Corporate
Social Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan
Kerinci Kabupaten Pelalawan
Konsep Variabel Indikator Sub Indikator
(1) (2) (3) (4)
Evaluasi CSR Corporate 1. Tanggung 1. Penyerapan tenaga
atau TJSP adalah Social jawab kerja setempat
pengukuran niat Responsibility ekonomi 2. Bantuan ekonomi
baik dan (CSR) langsung dan tidak
komitmen dari langsung
suatu perusahan 2. Tanggung 1. Kepatuhan terhadap
untuk jawab undang-undang dan
memberikan hukum peraturan daerah
kontribusi 2. Pelaporan kegiatan
terhadap CSR
peningkatan 3. Tanggung 1. Menjunjung tinggi
kualitas hidup jawab etis kearifan dan adat
masyarakat lokal masyarakat setempat
dan kegiatan ini 2. Komitmen terhadap
berawal dengan SOP
membangun 3. Dukungan terhadap
hubungan yang program pemerintah
harmonis antara 4. Tanggung 1. Pendidikan
perusahaan jawab 2. Kesehatan
dengan diskresi 3. Sosial
lingkungannya
(Pearce dan
Robinson
(2013:55)
Sumber : Modifikasi Penulis, 2021
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif yang dispesifikkan pada
penelitian sosial. Menurut Creswell (2016:245) penelitian kualitatif sosial
merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang
oleh sejumlah individu atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah
sosial atau kemanusiaan. Secara holistik, dengan dideskripsikan dalam bentuk
kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan
berlandaskan pada fenomena tertentu. Dalam penelitian ini digunakan jenis studi
fenomenologis, yaitu penelitian sosial yang berorientasi berdasarkan realitas serta
pemahaman dari evaluasi pelaksanaan program Corporate Social Responsibility
(CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.
3.2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di PT. Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP)
yang terletak di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten
Pelalawan, Provinsi Riau. Dipilihnya lokasi ini adalah karena sesuai Peraturan
Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tanggung jawab Sosial
Perusahaan di Provinsi Riau pasal 8, maka PT RAPP berkewajiban untuk
menyusun rancangan penyelenggaraan program TJSP sesuai dengan prinsip–
prinsip tanggung jawab sosial dunia usaha dengan memperhatikan kebijakan
pemerintah daerah dan peraturan perundangan.
60
61
3.3. Jenis dan Sumber Data
Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder dengan
penjelasan sebagai berikut:
1. Data primer adalah data utama atau data inti yang didapatkan peneliti
melalui hasil wawancara kepada para informan terpilih.
2. Data sekunder adalah data penunjang yang berbentuk dokumen atau
catatan yang berasal dari perusahaan terkait, hasil penelitian sejenis
maupun publikasi yang menunjang pembahasan penelitian.
3.4. Teknik Pengumpulan Data
Dalam rangka pengumpulan data dan informasi yang berhubungan dengan
masalah penelitian, maka digunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu:
1. Observasi
Observasi atau biasa dikenal dengan pengamatan adalah salah satu
metode untuk melihat bagaimana suatu peristiwa, kejadian, hal-hal tertentu
terjadi. Sugiyono (2016:145) mendefinisikan observasi sebagai
menyajikan gambaran rinci tentang aktivitas program, proses dan peserta.
Dalam penelitian ini menggunakan observasi partisipasi pasif yaitu peneliti
datang di tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat
dalam kegiatan tersebut.
2. Wawancara
Wawancara ialah teknik pengumpulan data melalui tanya jawab
kepada informan dengan berpedoman pada daftar wawancara. Teknik
wawancara dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode
62
semi terstruktur. Sugiyono (2016:317) mendefinisikan wawancara semi
terstruktur adalah proses wawancara yang menggunakan panduan
wawancara yang berasal dari pengembangan topik dan mengajukan
pertanyaan dan penggunaan lebih fleksibel daripada wawancara
terstruktur.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah pengumpulan data yang bersumber dari arsip
dan dokumen, baik yang berada di tempat penelitian ataupun yang berada
di luar tempat penelitian dan yang ada hubungannya dengan penelitian
tersebut.
3.5. Informan Penelitian
Informan penelitian adalah instrumen kunci yang berpartisipasi dalam
memberikan informasi terkait situasi dan kondisi yang mampu menjelaskan
informasi terhadap hal yang diteliti (Creswell, 2016:248). Adapun informan dalam
penelitian ini adalah yang peneliti anggap dapat memberikan informasi paling
relevan sesuai masalah pokok penelitian, yaitu:
Tabel III.1. Informan Penelitian Evaluasi Pelaksanaan Program Corporate
Social Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan
Kerinci Kabupaten Pelalawan
No Jabatan Jumlah
1 Camat Pangkalan Kerinci 1
2 Manajer CSR PT RAPP 1
3 Humas PT RAPP 1
4 Kepala Bidang Ekonomi dan Kerjasama Bappeda Pelalawan 1
5 Tokoh masyarakat Kecamatan Pangkalan Kerinci 2
6 Masyarakat Penerima Program CSR 2
Total 8
Sumber: Modifikasi Penulis, 2021
63
Adapun Camat Pangkalan Kerinci dijadikan sebagai key informan,
sedangkan sisanya adalah informan pendukung. Key informan adalah informan
kunci yang dianggap memiliki informasi paling relevan atas permasalahan yang
diangkat, sedangkan informan pendukung adalah informan yang sifatnya
mendukung ataupun sebagai validasi dari hasil jawaban wawancara yang didapat.
Teknik penetapan informan dalam peneltian ini yang digunakan dalam
penelitian ini adalah snowball sampling dimana menurut Sugiyono (2016:300)
adalah suatu metode untuk mengidentifikasi, memilih dan mengambil sampel
dalam suatu jaringan atau rantai hubungan yang menerus. Peneliti menyajikan
suatu jaringan melalui gambaran atau kaitan antara satu informan dengan
informan yang lain.
3.6. Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis induktif.
Menurut Cresswell (2010:248) analisis data induktif merupakan membangun pola,
kategori dan temanya dari bawah ke atas, dengan mengolah data kedalam unit-
unit informasi yang lebih abstrak. Triangulasi merupakan salah satu pendekatan
yang dilakukan peneliti untuk menggali dan melakukan teknik pengolahan
data kualitatif. Selain peneliti mengumpulkan data yang akan digunakan dalam
penelitian, juga sekaligus menguji kredibilitas suatu data melalui berbagai teknik
pengumpulan data dan berbagai sumber data. Proses ini menjabarkan usaha
peneliti dalam mengolah secara berulang-ulang tema dan database penelitian
hingga peneliti berhasil membangun serangkaian tema yang utuh.
BAB IV
GAMBARAN UMUM PENELITIAN
4.1. Gambaran Umum Kabupaten Pelalawan
4.1.1. Sejarah Kabupaten Pelalawan
Sejarah Singkat Nama Kabupaten Pelalawan berawal dari nama sebuah
kerajaan Pelalawan yang pusat kerajaannya berada di pinggir sungai Kampar.
Kerajaan ini berdiri tahun 1761, dan mulai terkenal pada masa pemerintahan
Sultan Syed Abdurrahman Fachrudin (1811-1822). Raja terakhir kerajaan
Pelalawan adalah Tengku Besar Kerajaan Pelalawan yang memerintah pada tahun
1940 -1945. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang
pembentukan 8 (delapan) Kabupaten/Kota di Propinsi Riau yang diresmikan
oleh Menteri Dalam Negeri tanggal 12 Oktober 1999 di Jakarta dan Operasional
Pemerintah Daerah tanggal 5 Desember 1999, salah satu diantaranya adalah
Kabupaten Pelalawan. Kabupaten ini memiliki luas 13.924,94 Km² dan pada awal
terbentuknya terdiri atas 4 kecamatan, yaitu kecamatan: Langgam, Pangkalan
Kuras, Bunut, dan Kuala Kampar.
Dalam perkembangannya, Kabupaten Pelalawan secara administratif
terdiri atas 12 wilayah kecamatan, yang meliputi 106 Desa dan 12 Kelurahan.
Kecamatan yang belum memliki kelurahan, yaitu Kecamatan Bandar Seikijang
dan Bandar Petalangan. Pada tahun 2001 kepala daerah Kabupaten Pelalawan
ditunjuk oleh DPRD dengan pasangan H.T Azmun Jaafar dan H. Anas Badrun.
Kemudian bulan Februari 2006, dilakukan pemilihan kepala daerah langsung
64
65
pertama dengan pasangan terpilih H.T Azmun Jaafar dan Drs H Rustam Efendi
sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan periode 2006-2011.
Pemilukada tahap kedua di Kabupaten Pelalawan dilaksanakan pada tanggal 16
Februari 2011. Dalam Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten
Pelalawan tanggal 20 Februari 2011 ditetapkan pasangan HM Harris dan Marwan
Ibrahim sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan. Perkembangan
pembangunan Kabupaten Pelalawan saat ini sangat pesat juga ditunjang oleh
perkembangan sektor industri terutama dengan berdirinya perusahaan pulp &
paper.
Gambar IV.1. Peta Wilayah Kabupaten Pelalawan
Sumber: BPS Kabupaten Pelalawan, 2021
66
4.1.2. Geografis Kabupaten Pelalawan
Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Pelalawan terletak di Pesisir Pantai
Timur pulau Sumatera antara 1,25' Lintang Utara sampai 0,20' Bujur Timur
sampai 103,28o Bujur Timur dengan batas wilayah :
1) Sebelah Utara
Kabupaten Siak (Kecamatan Sungai Apit dan Kecamatan Siak);
Kabupaten Bengkalis (Kecamatan Tebing Tinggi);
2) Sebelah Selatan
Kabupaten Indragiri Hilir (Kecamatan Kateman, Kecamatan andah, dan
Kecamatan Gaung); Kabupaten Indragiri Hulu (Kecamatan Rengat,
Kecamatan Pasir Penyu, Kecamatan Peranap, dan Kecamatan Kuala
Cenayu); Kabupaten Kuantan Singingi (Kecamatan Kuantan Hilir, dan
Kecamatan Singingi);
3) Sebelah Barat
Kabupaten Kampar (Kecamatan Kampar Kiri, Kecamatan Siak Hulu);
Kota Pekanbaru (Kecamatan Rumbai dan Tenayan Raya);
4) Sebelah Timur
Propinsi Kepulauan Riau.
Luas wilayah Kabupaten Pelalawan kurang lebih 13.067,29 km2 atau
14,73% dari luas wilayah Propinsi Riau (9.456.160 Ha). Dilihat dari ketinggian
beberapa daerah atau kota di Kabupaten Pelalawan dan permukaan laut berkisar
antara 2-40 m. Daerah atau kota yang tertinggi adalah Langgam (Langgam), P.
Kerinci ([Link]), Sorek I (Pangkalan Kuras), P. Lesung (P. Lesung), Ukui
67
dan Bandar Seikijang dengan tinggi masing-masing diatas 30 m dan yang
terendah adalah Teluk Dalam (Kuala Kampar) 2m.
4.1.3. Pemerintahan Kabupaten Pelalawan
Adapun jumlah kecamatan, ibu kota, luas wilayah serta persentase total
terhadap Kabupaten Pelalawan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel IV.1. Luas Wilayah Kecamatan di Kabupaten Pelalawan Tahun 2020
No Kecamatan Ibu Kota Luas Wilayah Persentase
Kecamatan (km2) (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Langgam Langgam 1476,29 11,30
2 Pangkalan Kerinci Pangkalan Kerinci 217,26 1,66
3 Bandar Sei Sekijang Sekijang 325,03 2,49
4 Pangkalan Kuras Sorek Satu 1224,55 9,37
5 Ukui Ukui Satu 1337,47 10,24
6 Pangkalan Lesung Pangkalan Lesung 438,08 3,35
7 Bunut Pangkalan Bunut 444,65 3,40
8 Pelalawan Pelalawan 1469,38 11,24
9 Bandar Petalangan Rawang Empat 361,85 2,77
10 Kuala Kampar Teluk Dalam 683,39 5,23
11 Kerumutan Kerumutan 976,31 7,47
12 Teluk Meranti Teluk Meranti 4113,03 31,48
Total 13.067,29 100
Sumber: BPS Kabupaten Pelalawan, 2021
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa Kabupaten Pelalawan terdiri dari
12 kecamatan dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Teluk Meranti yaitu
4.113,03 km2 atau 31,48% dan yang paling kecil adalah Kecamatan Pangkalan
Kerinci dengan luas 217,26 km2 atau 1,66% dari luas Kabupaten Pelalawan. Jarak
Lurus Ibukota Kecamatan dengan Ibukota Kabupaten Jarak lurus ibukota
kecamatan yang terdekat dengan ibukota kabupaten adalah ibukota Kecamatan
Pangkalan Kerinci ± 0 km. Sedangkan jarak yang terjauh adalah ibukota
Kecamatan Kuala Kampar (Teluk Dalam) sejauh 159,2 km.
68
Tabel IV.2. Jumlah Desa dan Kelurahan di Kabupaten Pelalawan Tahun
2020
No Kecamatan Desa Kelurahan Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Langgam 8 1 9
2 Pangkalan Kerinci 7 3 10
3 Bandar Sei Sekijang 5 1 6
4 Pangkalan Kuras 17 1 18
5 Ukui 12 1 13
6 Pangkalan Lesung 10 1 11
7 Bunut 10 1 11
8 Pelalawan 9 1 10
9 Bandar Petalangan 11 1 12
10 Kuala Kampar 10 1 11
11 Kerumutan 10 1 11
12 Teluk Meranti 9 1 10
Total 118 14 132
Sumber: BPS Kabupaten Pelalawan, 2021
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa di Kabupaten Pelalawan dari total
132 Desa/ Kelurahan, tertinggi yaitu Kecamatan Pangkalan Kuras memiliki 17
desa dan 1 kelurahan, sementara Kecamatan Bandar Sei Sekijang hanya
memiliki 5 desa dan 1 kelurahan.
4.1.4. Kependudukan Kabupaten Pelalawan
Penduduk merupakan komponen utama dalam pembangunan nasional
suatu bangsa. Penduduk merupakan sumber daya manusia yang melakukan dan
melaksanakan pembangunan sekaligus merupakan objek atau sasaran
pembangunan itu sendiri. Dengan kata lain, penduduk berfungsi sebagai
komponen output dalam pembangunan. Oleh karena itu, pengelolaan penduduk
perlu diarahkan kepada pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas, dan
pengarahan mobilitas sehingga mempunyai ciri-ciri dan karakteristik yang
menunjang kegiatan pembangunan. Permasalahan. Kependudukan seperti jumlah,
69
komposisi, dan distribusi penduduk menurut umur dan jenis kelamin harus selalu
dipantau perkembangannya.
Penduduk Kabupaten Pelalawan berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun
2020 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel IV.3. Luas Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Pelalawan
Tahun 2020
No Kecamatan Penduduk Kepadatan Persentase
(ribu) (jiwa/km2) (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Langgam 33,00 8,46 22
2 Pangkalan Kerinci 94,59 24,25 435
3 Bandar Sei Sekijang 21,48 5,51 66
4 Pangkalan Kuras 61,12 15,67 50
5 Ukui 40,30 10,33 30
6 Pangkalan Lesung 29,83 7,65 68
7 Bunut 15,47 3,96 35
8 Pelalawan 19,12 4,90 13
9 Bandar Petalangan 16,45 4,22 45
10 Kuala Kampar 17,84 4,57 26
11 Kerumutan 24,42 6,26 25
12 Teluk Meranti 16,44 4,22 4
Total 390,05 100 100
Sumber: BPS Kabupaten Pelalawan, 2021
Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020 (September), jumlah penduduk
Kabupaten Pelalawan tahun 2020 adalah 390.046 jiwa. Sex Ratio Kabupaten
Pelalawan di tahun 2020 adalah 107. Ini menandakan jumlah penduduk laki-laki
lebih dominan dibandingkan perempuan. Kepadatan penduduk menunjukkan
perbandingan jumlah penduduk dengan luas wilayah. Tingkat kepadatan
penduduk di Kabupaten Pelalawan 30 jiwa per km². Kecamatan dengan tingkat
kepadatan tertinggi adalah Kecamatan Pangkalan Kerinci 435 jiwa per km².
Sedangkan kepadatan terendah di Kecamatan Teluk Meranti, 4 jiwa per km².
70
Tabel IV.4. Jenis Kelamin Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten
Pelalawan Tahun 2020
No Kecamatan Laki-Laki Perempuan Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Langgam 17.189 15.808 32.997
2 Pangkalan Kerinci 48.673 45.912 94.585
3 Bandar Sei Sekijang 11.180 10.301 21.481
4 Pangkalan Kuras 31.538 29.585 61.123
5 Ukui 20.848 19.450 40.298
6 Pangkalan Lesung 15.459 14.373 29.832
7 Bunut 7.942 7.523 15.465
8 Pelalawan 10.115 9.005 19.120
9 Bandar Petalangan 8.458 7.989 16.447
10 Kuala Kampar 9.240 8.597 17.837
11 Kerumutan 12.561 11.859 24.420
12 Teluk Meranti 8.482 7.959 16.441
Total 201.685 188.361 390.046
Sumber: BPS Kabupaten Pelalawan, 2021
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa di Kabupaten Pelalawan terdiri
dari penduduk laki-laki sebanyak 201.685 jiwa dan perempuan 188.361 jiwa yang
tersebar di 12 kecamatan dengan penduduk terbanyak ada di Pangkalan Kerinci
yaitu 94.585 jiwa dan terendah di Bunut 15.465 jiwa.
4.1.5. Ketenagakerjaan di Kabupaten Pelalawan
Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja,
punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan pengangguran. Bekerja
adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud
memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan dan
lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus menerus dalam seminggu yang
lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha/
kegiatan ekonomi).
71
Tabel IV.5. Jumlah Penduduk Usia 15 tahun ke atas yang Bekerja dan tidak
bekerja di Kabupaten Pelalawan Tahun 2020
No Kegiatan utama Laki-Laki Perempuan Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Angkatan kerja 158.103 79.160 237.263
1. Bekerja 147.786 75.254 223.040
2. Pengangguran terbuka 10.317 3.906 14.223
2 Bukan angkatan kerja 21.839 88.764 110.603
1. Sekolah 13.727 13.418 27.145
2. Mengurus rumah tangga 1.101 71.774 72.875
3. lainnya 7.011 3.572 10.583
Total 179.942 167.924 347.866
Sumber: BPS Kabupaten Pelalawan, 2021
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa terdapat 237.263 jiwa angkatan
kerja, sementara hanya terdapat 14.223 jiwa pengangguran terbuka. Untuk
angkatan bukan kerja yaitu sebanyak 110.603 jiwa dengan kriteria sekolah,
mengurus rumah tangga, dan lainnya.
4.2. Gambaran Umum PT. Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP)
4.2.1. Sejarah PT. Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP)
PT. Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP) merupakan salah satu
perusahaan terbesar di Asia Pasifik yang bergerak di bidang industri pulp dan
kertas. Perusahaan seluas 1750 ha ini berlokasi di Jalan Lintas Timur,
Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. PT. Riau Andalan
Pulp & Paper dikenal sebagai integrated mill yang memproduksi pulp
sebanyak 2.000.000 ton/tahun dengan kapasitas produksi 2.500.000 ton/tahun
dan kertas sebesar 800.000 ton/tahun dengan kapasitas produksi 800.000
72
ton/tahun. Selain itu, PT. Riau Andalan Pulp & Paper merupakan suatu
perusahaan yang bergerak dibidang pulp dan kertas yang berada di bawah
naungan PT. Raja Garuda Mas (RGM). Saat ini RGM berubah nama menjadi
PT. Royal Golden Eagle (RGE). PT. RGE yang berpusat di Jakarta
merupakan merupakan suatu grup industri yang unggul di Asia Pasifik dan
asetnya melebihi USD 4,6 Milyar.
CEO dan juga pendiri perusahaan ini adalah Sukanto Tanoto, beliau yang
lahir pada 29 Desember 1949 merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara.
Beliau telah banyak berkiprah di dunia bisnis. Pada Tahun 1967 beliau
bergabung dalam perusahaan milik keluarga sebagai penyuplai suku cadang
kendaraan bermotor dari Jepang. Pada tahun 1973 beliau mendirikan industri
kayu lapis yang diberi nama RGM (saat ini menjadi RGE) pada saat itu
menjadi era keemasan kayu lapis Indonesia. Beliau mendirikan perusahaan
minyak kelapa sawit yang diberi nama Asian Agri pada tahun 1979. Pada
tahun 1983 dibangun pabrik dissolving pulp di daerah Porsea, Sumatra Utara
yang diberi nama Indorayon (saat ini menjadi Toba Pulp Lestari) yang mulai
dioperasikan tahun 1988.
Royal Golden Eagle (RGE) Group mengelola perusahaan manufacture
yang bergerak di bidang sumber daya alam seperti industri minyak kelapa
sawit, industri kertas, dan industri konstruksi dan energi yang bersumber dari
bahan alam. RGE Group didirikan oleh Sukanto Tanoto pada tahun 1967
yang menaungi perusahaan di berbagai negara. Salah satu anak perusahaan
73
dari RGE Group ini adalah Asia Pasific Resources International Holding
Limited (APRIL) yang bergerak dibidang industri kertas.
APRIL Group merupakan anggota dari RGE Group yang didirikan oleh
Sukanto Tanoto pada tahun 1973. Perusahaan ini bergerak dibidang produksi
pulp dan kertas dengan bahan kayu, sehingga diwajibkan bagi setiap pabrik
untuk menanami hutan guna memenuhi bahan bakunya dan tidak
mengaganggu hutan-hutan milik negara yang sebagian besar merupakan kayu
dari pohon alam.
[Link] merupakan anak perusahaan dari APRIL Group. RAPP adalah
singkatan dari Riau Andalan Pulp and Paper yang merupakan perusahaan
penghasil bubur kertas (pulp) dan kertas terkemuka di dunia dengan produksi
Bleached Hardwood Kraft Wood (BHKP) dengan teknologi Elemental
Chlorine Free (ECF) dan kertas Uncoated Wood Free (UWF). APRIL Group
mulai mengembangkan perkebunan di Provinsi Riau, Sumatera dan
membangun pabrik di Pelalawan Kerinci dari 1993.
Pabrik APRIL menerapkan teknologi terkini, menghasilkan energi
pembangkit listrik secara mandiri, dan telah memiliki sistem manajemen yang
telahtersertifikasi dari segi kualitas, lingkungan, kesehatan dan keselamatan
kerja baik secara nasional maupun internasional seperti ISO 9001, ISO
14001, OHSAS 18001. APRIL Group juga memperoleh sertifikasi dari
Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) untuk pengelolaan hutan tanaman lestari,
serta sertifikat PROPER dalam menilai kinerja pengelolaan lingkungan.
APRIL Group juga menerapkan kebijakan pengelolaan hutan berkelanjutan
74
(SFMP 2,0). Produk kertasnya memperoleh sertifikasi dari Singapore Green
Label.
PT. Riau Andalan Pulp and Paper melakukan distribusi pemasaran pulp
keluar negeri sekitar 85% dan sisanya 15 % dijual pada perusahaan di dalam
negeri.110 Hasil produksi diekspor ke berbagai negara seperti Amerika,
China, Korea, India, Taiwan, Japan, Australia, negara-negara di Eropa, dan
Asia Tenggara.
Tabel IV.6. Sejarah Singkat PT. Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP)
Tahun Sejarah Singkat
1973 Didirikan industri kayu lapis (RGMI/RGE)
1991 Dimulai pembangunan pabrik PT. RAPP
1993 Pabrik PT. RAPP selesai dibangun
Pengembangan perkebunan skala besar dimulai
1994 Running test pabrik PT. RAPP
Produksi pulp pertama kali
APRIL dibentuk
1995 Pembangunan pabrik secara komersial mulai didirikan
Produksi pulp secara komersial dimulai
1996 Survei pabrik kertas
1997 Pabrik kertas mulai beroperasi
1998 Produksi kertas secara komersial dimula
Kapasitas produksi kertas mencapai 350 ribu ton pertahun
1999 Penyelesaian pulp line 2, fasa I & III
Ekspansi kapasitas produksi pulp mencapai 850 ribu ton
2000 Beralih ke sistem tanam tebang
Meraih sertifikat ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu
2001 Semua fiber perkebunan milik APRIL telah memperoleh ISO
14001 dari SGS Yarsely International Certification Services
75
2002 Meraih sertifikat ISO 14001 untuk sistem manajemen
Lingkungan
2005 Launching PAPEROne TM
2006 Meraih sertifikat OHSAS 18001 untuk K3 operasi pabrik
Mendapat penghargaan sertifikasi dari Lembaga Ekolabel
Indonesia (LEI) untuk pemenuhan standar Pengelolaan Hutan
Tanaman Lestari (PHTL)
2007 Kerjasama pabrik Asia pertama dengan ColorLok Technology
2008 Pengenalan improvisasi pada packaging PAPEROne TM
2009 Menerima CSR Recognition Award dari Singapore Compost
and United Nations Global Compost
2011 Produksi pulp mencapai 2,45 juta ton
2013 Meraih sertifikat SNI Marking untuk percetakan kertas dari
2016 PAPICs
Tidak menggunakan MHW lagi, running full acacia
4.2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terletak di Pangkalan Kerinci,
Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan yang berjarak sekitar 75
km dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, sedangkan kantor pusat dan urusan
administrasi serta kerjasama terletak di Jl. Teluk Betung No. 31 Jakarta Pusat
10230. PT. Riau Andalan Pulp & Paper merupakan perusahaan yang bergerak
dalam industri pulp (bubur kertas) dan kertas.
Lokasi produksi PT. RAPP yang terletak di Pangkalan Kerinci merupakan
lokasi yang strategis karena dekat dengan sumber bahan baku (kawasan HTI)
dengan iklim yang sesuai untuk pertumbuhan pohon yang menjadi bahan
76
baku pulp dan kertas. Bahan baku pendukung produksi berupa air juga mudah
diperoleh karena kawasan ini dekat dengan Sungai Kampar.
Bahan baku diperoleh dari lahan konsesi pabrik seluas 280.500 ha, dimana
rencana tata ruang HTI (Hutan Tanaman Industri) diperkirakan seluas
189.000 ha dan areal efektif tanam seluas 136.000 ha. Areal kehutanan
tersebut terdiri dari 8 sektor : Logas (Utara dan Selatan), Teso Barat, Teso
Timur, Langgam, Baserah, Cerenti, Ukui, dan Mandau. Pada tahun 2000
bahan baku yang berasal dari kayu alam Mix Hard Wood (MHW) mulai
digantikan dengan kayu hasil tanam yaitu jenis Akasia. Akasia yang ditanam
yaitu Akasia Mangium, Akasia Crassicarpa dan Eucaliptus.
PT. RAPP memiliki beberapa unit bisnis, yaitu :
1. PT. Riau Andalan Pulp atau Riau Pulp, merupakan unit bisnis yang
bergerak di bidang produksi pulp, yang lebih dikenal dengan unit fiber
line.
2. PT. Riau Andalan Kertas atau Riau Paper, merupakan unit bisnis yang
memproduksi kertas.
3. PT. Riau Prima Energi atau Riau Energi, unit bisnis yang bergerak di
bagian penyuplai energi. Berfungsi sebagai penghasil energi yang
digunakan untuk proses produksi, termasuk didalamya mengelola unit
Evaporator dan Recovery Boiler
4. Forestry atau Riau Fiber, unit bisnis yang bergerak di bagian forestry
untuk supply bahan baku kayu.
77
5. Recaust and Kiln (RK), unit yang berfungsi untuk memproduksi bahan
kimia pemasak white liquor yang digunakan untuk proses cooking di
digester dan memproduksi CaO.
Disamping itu terdapat juga Pec-Tech yang bergerak dibidang konstruktor
pembangunan perusahaan, jalan, dan prasarana lainnya, serta PT. Kawasan
Industri Kampar (KIK) sebagai pemilik dan pengelola seluruh kawasan
industri di PT. RAPP.
PT. Riau Andalan kertas (PT. RAK) atau yang lebih dikenal dengan Riau
Paper merupakan pabrik pembuatan kertas, yang memproduksi kertas
photocopy dan uncoated wood free bergramatur 50 gsm sampai 120 gsm
dengan menggunakan 2 unit mesin kertas berteknologi terkini dan
berkecepatan tinggi. Kertas yang dihasilkan oleh Riau paper dipasarkan
dalam bentuk Cut Size, Folio Sheeter maupun gulungan (Roll), dengan merek
dagang yang telah dikeluarkan seperti: PaperOne, Copy Paper dan Dunia
Mas. Adapun wilayah pemasaran produk Riau paper adalah Eropa, Asia, dan
pasar dalam negeri. Disamping memproduksi kertas untuk dipasarkan dengan
merek dagang sendiri, Riau Paper juga memproduksi kertas untuk merek
dagang pelanggan diluar negeri seperti Xerox business, Imperial dan Galaxy.
4.2.3. Visi dan Misi Perusahaan
PT. Riau Andalan Pulp & Paper memiliki visi dan misi yang selama ini
selalu dipegang teguh dan dijalankan
1. Visi Perusahaan
78
Visi perusahaan adalah menjadi salah satu perusahaan pulp dan
kertas terbesar di dunia dengan manajemen terbaik, paling
menguntungkan, berkesinambungan serta merupakan perusahaan
pilihan bagi para pelanggan dan karyawan. Selain visi diatas terdapat
juga visi yang lain yaitu sebagai berikut:
a. Mengimplementasikan dan mempertahankan sistem manajemen
mutu yang berdasarkan standar internasional.
b. Menyusun dan menentukan tujuan mutu yang realistis dengan
uraian sasaran dan tanggungjawab memantau pelaksanaan guna
menjamin peningkatan mutu yang berkesinambungan.
c. Secara aktif mencari dan menampung informasi baik dari
pelanggan kita tentang produk dan pelayanan yang kita berikan
d. Memastikan kebijakan ini dimengerti dan dilaksanakan oleh setiap
karyawan dalam ruang lingkup pekerjaannya masing-masing.
e. Selalu melakukan sesuatu dengan benar pada awal dan seterusnya
2. Misi Perusahaan
Misi perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Membangun dan mengembangkan suatu kelompok usaha regional
yang dikelola suatu usaha internasional yang terdiri dari profesional
yang bermotivasi tinggi dan memiliki komitmen.
b. Pertumbuhan yang berkesinambungan dan selalu menjadi yang
terbaik di bidang industri maupun segmen pasar yang dimasuki.
79
c. Memaksimalkan hasil perusahaan yang membawa manfaat bagi
pihak terkait, dengan ikut berpartisipasi dan berkontribusi pada
pembangunan sosial ekonomi nasional regional.
4.2.4. Daerah Pemasaran
Pulp yang dihasilkan adalah jenis Fully Bleached Kraft Pulp dan serat
pendek (hard wood). Hasil produksi berupa pulp kering dalam bentuk
lembaran-lembaran dengan kualitas tinggi. Hasil akhir pulp 63 % digunakan
untuk kertas printer, 21 % untuk kemasan kertas (coated paper),8% untuk
kertas tissue, dan 5% untuk kertas buku.
Produksi kertas dimulai sejak April tahun 1998 dan peluncuran
pertamanya dilakukan pada bulan Mei di Singapura. Tahun 2001, produksi
kertas mencapai 0.3 juta ton/tahun. Produk kertas yang diproduksi ada tiga
jenis, yaitu customer roll, cut size, dan folio. Produk kertas yang berupa
gulungan (customer rolls) lebarnya 480-2200 mm dengan berat
60,70,75,80,90,100,120 gr/m2. Lembaran-lembaran kertas yang berbentuk
folio sesuai ukuran standar dan cut size memiliki berat 60,70,80,90,100,dan
120 gr/m.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Evaluasi CSR adalah pengukuran niat baik dan komitmen dari suatu
perusahan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup
masyarakat lokal dan kegiatan ini berawal dengan membangun hubungan yang
harmonis antara perusahaan dengan lingkungannya. Dalam hal ini berkaitan
dengan tanggung jawab ekonomi, tanggung jawab hukum, tanggung jawab etis,
tanggung jawab diskresi yang dilakukan PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci
Kabupaten Pelalawan dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat dan
lingkungan sekitar termasuk pembangunan Kabupaten Pelalawan itu sendiri.
CSR ini dilaksanakan karena berkaitan dengan etika bisnis. Etika bisnis ini
timbul dari adanya interaksi bisnis antara manusia yang saling melengkapi
pemenuhan kebutuhan antara yang satu dengan yang lain sebagai akibat dari
kompleksitas kebutuhan manusia yang kian berkembang dan tidak terbatas. Etika
bisnis dapat menjembatani kepentingan antara kebutuhan PT. RAPP dengan
masyarakat khususnya di Kabupaten Pelalawan, baik yang terkena dampak
langsung maupun tidak langsung dari operasional perusahaan ini.
CSR ini wajib dilakukan, karena lahirnya Peraturan Daerah Provinsi Riau
Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Provinsi
Riau semakin memperkokoh landasan hukum pelaksanaan Corporate Social
Responsibility bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Provinsi
Riau, termasuk perusahaan kehutanan seperti PT Riau Andalan Pulp and Paper.
80
81
Pada Pasal 9 Ayat (1) ditegaskan bahwa setiap perusahaan di Provinsi Riau wajib
sebagai pelaksana Program TJSP. Artinya, ketentuan ini merupakan pelengkap
dari ketentuan sebelumnya yang hanya mewajibkan kepada perusahaan yang
menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya
alam untuk melaksanakan Corporate Social Responsibility.
Apabila ada perusahaan di Provinsi Riau yang tidak melaksanakan
Corporate Social Responsibility kepada masyarakat yang bertempat tinggal di
sekitar lokasi perusahaan, maka berdasarkan Pasal 32 Peraturan Daerah Provinsi
Riau Nomor 6 Tahun 2012, perusahaan tersebut akan dikenakan sanksi
administratif oleh Pemerintah Provinsi Riau berupa teguran tertulis dan bentuk-
bentuk sanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Sebagai bagian dari Program TJSP, Pemerintah Provinsi Riau membentuk
Forum TJSP yang dipimpin langsung oleh Gubernur Riau. Forum TJSP bertugas
mengawasi pelaksanaan Corporate Social Responsibility perusahaan-perusahaan
yang ada di Provinsi Riau, termasuk PT Riau Andalan Pulp and Paper. Pada Pasal
28 Ayat (1) Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2012 tentang
Tanggungjawab Sosial Perusahaan di Provinsi Riau ditegaskan bahwa setiap
peruhasaan harus memberikan laporan pelaksanaan tanggung jawab sosial
perusahaan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun kepada pemerintah daerah
melalui Forum TJSP.
Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 3 Tahun 2019 tentang
Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Rencana
82
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun 2016 –
2021 menyebutkan strategi, arah kebijakan, dan program pembangunan daerah.
Tabel V.1. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi Pembangunan Daerah
Kabupaten Pelalawan 2016-2021
Tujuan Sasaran Strategi
Misi I : Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia Unggul, Beriman, Bertaqwa dan
Berbudaya Melayu
Meningkatan kualitas Meningkatkatnya kualitas Peningkatan pelayanan
Pendidikan (Pelalawan dan aksesibilitas pendidikan anak usia dini
CERDAS) pendidikan bermutu, merata, dan
terjangkau.
Peningkatan pelayanan
pendidikan dasar bermutu,
merata, dan terjangkau.
Menyelenggarakan
pendidikan
masyarakat di Luar Sekolah
dan pemberian dukungan
beasiswa serta pendidikan
tinggi
Meningkatkan kualitas Meningkatnya Meningkatkan pelayanan
dan kompetensi tenaga kerja keterampilan tenaga kerja pendidikan dan pelatihan tenaga
kerja
Meningkatkan tatanan Meningkatnya Pemahaman Peningkatan Pemahaman Nilai-
sosial kemasyarakatan yang dan Penerapan Nilai nilai Budaya
berbudaya melayu, Budaya
beriman dan bertaqwa Melayu
Terjaminnya kebebasan, Peningkatan Pemahaman
Kenyamanan dan Motivasi Keagamaan, Keimanan dan
dalam Beribadah Ketaqwaan
Misi II : Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan
Meningkatkan Jangkauan dan Meningkatnya Jangkauan Peningkatan Pelayanan
Kualitas Pelayanan dan Pelayanan Kesehatan Kesehatan Dasar dan Rujukan
Kesehatan Masyarakat dan Masyarakat Peningkatan Keikutsertaan
Kesehatan Lingkungan Masyarakat dalam
(Pelalawan SEHAT) Mewujudkan Pelalawan Sehat
Meningkatnya Kualitas Pencegahan Pencemaran Air,
Kesehatan Lingkungan Udara dan Tanah
Peningkatan Pelayan Air
Bersih dan Persampahan
Melaksanakan Konservasi
Lingkungan
Pelibatan Masyarakat dalam
Menjaga Kelestarian
Lingkungan
83
Tabel V.1. Lanjutan
Tujuan Sasaran Strategi
Misi III : Meningkatkan Penguatan Sistem Inovasi untuk Mendukung Perekonomian
Daerah yang Kuat dan Berdaya Saing Tinggi
Mewujudkan Inovasi Daerah Meningkatnya ekosistem Peningkatan Budaya Inovasi
dalam Pembangunan dan Budaya Inovasi, daya Pemerintah dan Masyarakat
(Pelalawan INOVATIF) dukung penyediaan dan Peningkatan Penguasaan
pemanfaatan teknologi/ Teknologi dan Inovasi
inovasi, jaringan inovasi Desiminasi Teknologi dan
dan keselarasan Pembangunan Pusat
perkembangan global Keunggulan
Misi IV : Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur
Meningkatkan Kualitas dan Meningkatnya kualitas dan Peningkatan pembangunan jalan
Kuantitas Infrastuktur kuantitas Infrastruktur jalan dan jembatan
Perhubungan (Pelalawan Peningkatan
LANCAR) rehabilitasi/pemeliharaan jalan
dan jembatan
Meningkatnya keselamatan Peningkatan kualitas pelayanan
dan kelancaran transportasi angkutan darat
Meningkatkan Kualitas Meningkatnya Meningkatkan penyediaan
dan Kuantitas Infrastuktur Pembangunan listrik
Kelistrikan (Pelalawan Jaringan Listrik Pedesaan pedesaan
TERANG)
Meningkatkan kualitas dan Meningkatnya Peningkatan penyediaan gedung
kuantitas infrastruktur pembangunan infrastruktur pemerintah dan prasarana publik
lainnya dan kawasan strategis publik lainnya dan Peningkatan penataan
penataan ruang lingkungan pemukiman
Peningkatan penyelenggaraan
penataan ruang
Meningkatkan Percepatan pembangunan
Pembangunan Infrastruktur infrastruktur utama kawasan
Kawasan Strategis Daerah teknopolitan
Peningkatan pembangunan
infrastruktur kawasan objek
wisata unggulan
Misi V : Meningkatkan Kinerja Birokrasi dan Otonomi Desa
Mewujudkan Pemerintahan Meningkatnya Penegakan disiplin ASN
yang Bersih dan Profesional penyelenggaraan Pencegahan KKN
pemerintahan daerah yang Perumusan dan Penyerbarluasan
bersih, transparan, dan informasi perencanaan dan
akuntabel serta kinerja pelaksanaan pembangunan
pelayanan yang optimum daerah
Pengendalian dan evaluasi
kegiatan pembangunan
daerah secara berkala
Peningkatan kualitas pelayanan
publik
Peningkatan pemenuhan
kebutuhan penerima pelayanan
Peningkatan pelayanan
pengelolaan keuangan
Mewujudkan Meningkatnya jumlah desa Peningkatan kualitas pelayanan
Kemandirian Desa maju dan mandiri pemerintahan desa
84
Tabel V.1. Lanjutan
Tujuan Sasaran Strategi
Penguatan kelembagaan
ekonomi masarakat desa
Penguatan kelembagaan
masarakat desa
Misi VI : Meningkatkan Investasi dan Pengelolaan Sumberdaya Unggulan Daerah
Berbasis Kerakyatan dan Partisipasi Masyarakat yang Berkelanjutan
Mewujudkan Pertumbuhan Meningkatnya kemandirian Peningkatan pengelolaan
Ekonomi Daerah yang ekonomi dan terkendalinya potensi sumberdaya pertanian,
Berkelanjutan (Pelalawan kesenjangan pendapatan perikanan, peternakan dan
MAKMUR) perkebunan
Peningkatan daya saing industri
usaha kecil menengah
Meningkatnya investasi Peningkatan promosi investasi
daerah Pemberian kemudahan dan
insentif investasi
Meningkatnya ketahanan Peningkatan ketersediaan
pangan daerah dan pangan
pendapatan masyarakat Pembentukan (Penguatan)
cadangan pangan
Peningkatan upaya perbaikan
kualitas konsumsi pangan dan
gizi masyarakat
Pelibatan perempuan dalam
penyediaan pangan dan
peningkatan ekonomi keluarga
Mewujudkan Pengelolaan Meningkatnya Destinasi Peningkatan daya tarik destinasi
Sumberdaya Pariwisata Wisata Unggulan Daerah wisata
Berbasis Masyarakat
(Pelalawan EKSOTIS)
Misi VII : Meningkatkan Ketertiban dan Keamanan
Terwujudnya Ketertiban Menurunnya tingkat Peningkatan upaya pencegahan
Umum dan kriminalitas tindak kriminalitas
Ketentraman Peningkatan upaya penindakan
Masyarakat tindak kriminalitas
Peningkatan pencegahan dan
penanggulangan konflik sosial
peningkatan kesiapsiagaan
bencana
Peningkatan jaminan
kesejahteraan sosial
Sumber: RPJMD Kabupaten Pelalawan Tahun 2016-2021
PT Riau Andalan Pulp and Paper setiap tahunnya rutin melaksanakan
Corporate Social Responsibility kepada masyarakat yang bertempat tinggal di
sekitar lokasi perusahaan dengan alokasi anggaran yang cenderung menurun
khususnya selama pandemi covid-19 ini. CSR PT. RAPP Pangkalan Kerinci
85
dilaksanakan secara berkesinambungan, setiap pertriwulan (3 bulan sekali).
Adapun untuk setiap program yang dilakukan dalam upaya pemenuhan
tanggungjawab sosial dari perusahaan pengolahan dan produksi kertas terkemuka
di Provinsi Riau.
Tabel V.2. Pelaksanaan Program CSR PT. RAPP Berdasarkan Kategori
Tahun 2017 s/d 2020
No Kategori Kegiatan
(1) (2) (3)
1 Pendidikan - Bea siswa Perguruan Tinggi
- Bea siswa SMA
- Bea siswa SMP
- Bea siswa SD
- Bantuan gaji guru honor
- Beasiswa Perguruan Tinggi
- Beasiswa SMA
- Pelatihan guru
- Bantuan fasilitas sekolah
- Bantuan genset sekolah
2 Kesehatan - Paket makanan tambahan
- Lomba balita sehat
- Pengadaan PMT
- Bantuan baju kader Posyandu
- Lomba balita sehat
- Bantuan sunatan massal
- Bantuan pengadaan peralatan pencegah
kebakaran
- Bantuan material bangunan posyandu
- Bantuan masker dan obat kesehatan
- Bantuan operasional sarana fasilitas alat
pemadam kebakaran
- Bantuan akomodasi petugas pemadaman
- Bantuan dana tunai kepada para korban
kebakaran hutan
3 Sosial - Pelatihan budidaya sapi bali
- Bantuan ternak sapi pola RF
- Bantuan saprodi program FFV
- Pelatihan budidaya padi sawah
- Gotong royong
- Santunan anak yatim
- Pemberian bantuan sembako korban
kebakaran
- Pembangunan tiang bendera
86
No Kategori Kegiatan
(1) (2) (3)
4 Infrastruktur -
Bantuan material bangunan posyandu
-
Pembangunan proyek sumber air bersih
-
Perbaikan jalan kebun masyarakat
-
Bantuan material bangunan
5 Lingkungan -
Bantuan sarana dan prasarana fasilitas
olahraga masyarakat
- Penyiraman jalan Desa
- Penghijauan taman desa
6 Pemberdayaan - Kursus pelatihan mekanik dan menjahit
masyarakat - Bantuan mesin perontok jagung
- Budidaya nenas
- Bantuan jaring
- Produksi batik
- Pelatihan UMKM masyarakat terdampak
covid19
Sumber: Dokumentasi RAPP, 2021
Selain melaksanakan Corporate Social Responsibility sesuai dengan
program-program yang telah dijelaskan di atas, PT Riau Andalan Pulp and Paper
juga memiliki program bernama „donation’, yaitu program Corporate Social
Responsibility berupa pemberian bantuan dana kepada organisasi maupun
kelompok masyarakat yang mengajukan proposal permohonan bantuan dana
melalui Kantor Humas PT Riau Andalan Pulp and Paper. Akan tetapi, anggaran
yang disediakan untuk program ini jumlahnya terbatas.
5.1. Evaluasi Pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility (CSR)
PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan
Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan di Provinsi Riau pasal 9 ayat (1) menegaskan bahwa
setiap perusahaan di Provinsi Riau wajib sebagai pelaksana TJSP. Selanjutnya
dalam pasal 25 huruf c bagi perusahaan Perseroan Terbatas yang menjalankan
87
kegiatan usahanya dibidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib
melaksanakan TJSP dengan biaya yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai
biaya operasional perusahaan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran
berdasarkan ukuran usaha, cakupan pemangku kepentingan dan kinerja
keuangannya. Dalam pasal 8 maka, perusahaan yang melaksanakan TJSP wajib:
a. Menyusun rancangan penyelenggaraan program TJSP sesuai dengan
prinsip–prinsip tanggung jawab sosial dunia usaha dengan memperhatikan
kebijakan pemerintah daerah dan peraturan perundangan;
b. Menumbuhkan, memantapkan dan mengembangkan sistem jejaring
kerjasama dan kemitraan dengan pihak-pihak lain serta melaksanakan
kajian, monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan TJSP dengan
memperhatikan kepentingan perusahaan, pemerintah daerah, masyarakat
dan kelestarian lingkungan;
c. Menetapkan komitmen bahwa program TJSP adalah bagian yang tidak
terpisahkan dalam kebijakan manajemen maupun program pengembangan
perusahaan di dalam peraturan perusahaan; dan
d. Menerima usulan masyarakat baik perorangan maupun kelompok yang
sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) sebagai salah satu perusahaan
terbesar yang ada di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau harus melaksanakan
CSR. Demi menjaga hubungan baik dengan pemerintahan terutama dengan
masyarakat, PT Riau Andalan Pulp and Paper menjalankan coorporate social
responbility yang telah ditetapkan oleh undang-undang nomor 40 tahun 2007
tentang perseroan terbatas yakni : Tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL)
adalah komitmen perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi
berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang
bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat.
Oleh sebab itu sesuai dengan peraturan, PT. RAPP Pelalawan harus melaksanakan
corporate social responsibility.
88
Menurut Pearce dan Robinson (55:2013) konsep utama dari corporate
social responsibility terdiri dari empat konsep yang menjadi patokan bagi
perusahaan dalam melaksanakan CSR yaitu tanggung jawab ekonomi (economic
responsibilities), tanggung jawab hukum (legal responsibilities), tanggung jawab
etis (ethical responsibilities), dan tanggung jawab diskresi (discretionary
responsibilities).
Adapun hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program corporate social
responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten
Pelalawan, berdasarkan 4 konsep evaluasi CSR di atas dijabarkan sebagai berikut:
5.1.1. Tanggung Jawab Ekonomi (economic responsibilities)
Tanggung jawab ekonomi merupakan tanggung jawab sosial perusahaan
yang paling mendasar. Untuk memenuhi tanggung jawab ekonomi perusahaan,
manajer harus memaksimalkan laba, jika [Link] jawab inti
perusahaan adalah menyediakan barang dan jasa kepada masyarakat dengan biaya
layak. Dalam menjalankan tanggung jawab ekonomi, perusahaan juga dapat
bertanggungjawab secara sosial dengan menyediakan pekerjaan yang produktif
bagi angkatan kerja, membayar pajak untuk pemerintah lokal, Negara bagian dan
federal.
[Link]. Penyerapan tenaga kerja setempat
Penyerapan tenaga kerja adalah banyaknya lapangan kerja yang sudah terisi
yang tercermin dari banyaknya jumlah penduduk bekerja. Penduduk yang bekerja
terserap dan tersebar di berbagai sektor perekonomian. Terserapnya penduduk
89
bekerja disebabkan oleh adanya permintaan dan ketersediaan tenaga kerja pada
sebuah perusahaan di suatu daerah tertentu.
Tabel V.3. Jumlah Pencari Kerja yang Mendaftar di Kantor Dinas Tenaga
Kerja Menurut Tingkat Pendidikan dan Kecamatan di
Kabupaten Pelalawan Tahun 2020
No Kecamatan SD SMP SMA Diploma Sarjana
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Langgam 5 - 46 - 4
2 Pangkalan Kerinci 1 4 68 5 26
3 Bandar Sei Sekijang - - 19 - 3
4 Pangkalan Kuras - - 33 5 12
5 Ukui - - 17 - 4
6 Pangkalan Lesung 2 - 11 2 6
7 Bunut - - 6 - 1
8 Pelalawan - 1 5 - 4
9 Bandar Petalangan - - 8 - 1
10 Kuala Kampar - - 2 - 1
11 Kerumutan 2 - 25 1 1
12 Teluk Meranti - - 8 1 1
Total 10 5 248 14 64
Sumber: BPS Kabupaten Pelalawan, 2021
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa di Kecamatan Pangkalan Kerinci
terdapat jumlah pencari kerja paling banyak dibandingkan kecamatan lainnya.
Terdapat total 104 orang yang mendaftar di Dinas Tenaga Kerja Pelalawan pada
tahun 2020, padahal lokasi Perusahaan PT RAPP terletak di Kecamatan
Pangkalan Kerinci namun adanya perusahaan ini dinilai masih diragukan dapat
menyerap tenaga kerja setempat secara konsisten.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap penyerapan tenaga kerja setempat
didapatkan hasil sebagai berikut:
“Penyerapan tenaga kerja adalah salah satu prioritas CSR kami, dari awal
berdiri dengan target penyerapan itu mencapai 5.000 orang tenaga kerja lalu 90
ribu orang tenaga kerja tidak langsung ini total keseluruhan ya. Untuk tenaga
kerja setempat, kita targetkan 600 orang karna ditahun 2022 besok akan ada
penambahan kapasitas produksi jadi pasti butuh sdm orang sekitar sini bisa
90
diandalkan agar saling menguntungkan antara kami, dengan masyrakat sekitar”
(Wawancara Manajer CSR PT RAPP, tanggal 04 Oktober 2021).
Berdasarkan wawancara di atas, tampak bahwa tanggung jawab ekonomi
terbentuk dengan adanya timbal balik untuk saling diuntungkan, keterhubungan
antara kelompok masyarakat dengan perusahaan, sehingga bermanfaat bagi
masyarakat untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan, membuka ruang kerja
dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan memberdayakan
kehidupan masyarakat baik secara ekonomi, kelembagaan sosial, dan
memperkecil terjadinya konflik sosial.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap penyerapan tenaga kerja setempat
didapatkan hasil sebagai berikut:
“Tahun 2018 kemarin, itu ada isu memang masalah tenaga kerja asing
(TKA). Mereka masyarakat setempat komplain banyak katanya orang asing
karyawan baru yang masuk. Padahal, kami sudah melaporkan itu ke Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau telah disetujui oleh
Pemerintah RI melalui Kementerian Tenaga Kerja. Khusus pemasangan mesin
hingga start up, memang sudah menjadi tanggungjawab perusahaan yang
menyediakan mesin. Yang mana mesin itu dibeli dari Cina. Kontrak
kerjanya seperti itu. Tapi untuk mesin sampai start up saja. Selebihnya tenaga
kerja lokal dari kita yang bekerja saat pabrik beroperasi.”(Wawancara dengan
Humas PT RAPP tanggal 04 Oktober 2021).
Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa PT. RAPP Pelalawan telah
melakukan tanggung jawab sosial ekonomi dengan cara menyerap tenaga kerja
lokal setempat. Jika PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci sudah mencapai
keuntungan secara ekonomis maka perusahaan sudah memenuhi tanggung jawab
sosialnya. Dengan alasan bahwa jika perusahaan mempunyai keuntungan secara
ekonomis maka perusahaan tersebut akan mempunyai aspek sosial terhadap
pemerintah, tenaga kerja dan masyarakat.
91
Dengan masih banyaknya jumlah pengangguran di Kabupaten Pelalawan
yakni mencapai 14.223 jiwa serta di Kecamatan Pangkalan Kerinci terdapat
jumlah pencari kerja paling banyak dibandingkan kecamatan lainnya. Terdapat
total 104 orang yang mendaftar di Dinas Tenaga Kerja Pelalawan pada tahun 2020
mengindikasikan bahwa Penyerapan tenaga kerja setempat oleh PT RAPP masih
belum optimal.
[Link]. Bantuan ekonomi langsung dan tidak langsung
Bantuan ekonomi merupakan salah satu aspek penting, karena ekonomi
masyarakat sekitar perlu mendapat perhatian oleh perusahaan sehingga
diharapkan adanya perusahaan di suatu kawasan tertentu tidak semata-mata
mengejar untung belaka, melainkan memberikan dampak peningkatan ekonomi
oleh masyarakat.
Tabel V.4. Bantuan Ekonomi Langsung dan Tidak Langsung Tahun 2017-
2019
No Uraian Jenis program (tahun Anggaran
pelaksanaan)
(1) (2) (3) (4)
1 Bantuan langsung Donation (2019) Rp.25.000.000,-
2 Bantuan tidak 1. Vocational Training Rp.8.500.000,-
langsung (2017)
2. Education (2017) Rp.12.470.000,-
3. Social Infrastructure Rp.2.500.000,-
Program (2018)
4. Integrated farming system Rp.10.000.000,-
(2018)
5. Employe Rp.1.500.000,-
volunteerism(2019)
6. Small and Medium Rp.4.650.000,-
Enterprises (2019)
Sumber: Dokumentasi PT RAPP, 2021
92
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa bantuan ekonomi langsung yang
diberikan berbentuk program donation, sementara bantuan tidak langsung terdiri
dari Vocational Training (VT), Education, Social Infrastructure Program (SIP),
Integrated farming system (IFS), Employe volunteerism, dan Small and Medium
Enterprises (SME).
Berdasarkan hasil wawancara terhadap bantuan ekonomi langsung dan tidak
langsung didapatkan hasil sebagai berikut:
“Ada, salah satunya memang contoh untuk pembatik di pelalawan. Mereka
diberikan bantuan modal 50 juta berupa bahan baku kayak kainnya, lilin lalu
diberikan juga pelatihan di daerah Jogjakarta, Pekalongan, Solo, di Padang juga.
Itu tergabung dalam Tonato Foundation, setahu saya mereka fokus pada aspek
pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), pengembangan petani kelapa
sawit, memfasilitasi pembentukan koperasi atau kelompok petani, hingga melatih
praktik pertanian yang baik dan ketrampilan lainnya.” (Wawancara Camat
Pangkalan Kerinci, tanggal 04 Oktober 2021).
Hasil wawancara ini, juga didukung dengan pendapat masyarakat yang
menyatakan bahwa;
“Iya benar, saya ada dikasih bantuan modal dan kain, jadi kami bisa
bekerja membuat batik. para ibu rumah tangga ini mendapat upah dari tiap
lembar yang dikerjakannya sebesar Rp 100-200 ribu sementara batik tulis dijual
dengan harga antara Rp350-500 ribu dan semi tulis Rp200-300 ribu. Jadi sangat
terbantu karena kita bisa ada penghasilan bersih. Kalau ditanya gaji saya dapat
sekitar 2 juta an juga sebulan” (Wawancara Masyarakat Penerima Program CSR
Kecamatan Pangkalan Kerinci, tanggal 9 Oktober 2021).
Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa PT. RAPP Pelalawan telah
memberikan bantuan ekonomi langsung dan tidak langsung yang berbentuk
penambahan bantuan modal, pelatihan kompetensi UKM salah satunya pembatik
bagi ibu-ibu rumah tangga di Pangkalan Kerinci. Hal ini turut meningkatkan
pendapatan ekonomi masyarakat secara tidak langsung.
93
Menarik kesimpulan di atas, maka PT RAPP Pangkalan Kerinci telah
melaksanakan kegiatan bantuan ekonomi langsung dan tidak langsung. Adapun
baik bantuan tersebut ditujukan agar masyarakat penerima bisa mendapatkan
manfaat jangka pendek dari program donation, dan juga manfaat jangka panjang
dari program CSR lainnya.
5.1.2. Tanggung jawab hukum (legal responsibilities)
Mencerminkan kewajiban perusahaan untuk mematuhi undang-undang yang
mengatur aktivitas [Link] konsumen serta lingkunganhidup mengarahkan
perhatian publik yang semakin besar pada tanggung jawab sosial perusahaan
dengan melakukan lobi untuk diberlakukannya undang-undang yang mengatur
bisnis dalam hal pengendalian populasi dan keselamatan konsumen.
[Link].Kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan daerah
Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 Pasal 74 tentang Perseroan Terbatas
(UUPT). Melalui undang-undang ini, industri atau korporasi didorong untuk
memberikan kontribusi dalam upaya untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan
pengelolaan kualitas hidup masyarakat. UUPT menyebutkan bahwa setiap
perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang atau berkaitan dengan
sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Jika tidak dilakukan, maka perseroan tersebut akan dikenai sanksi sesuai dengan
ketentuan perundang-undang CSR sangat penting keberadaannya untuk
menciptakan hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat dimana
perusahaan tersebut berproduksi.
94
Dalam pasal 74 ayat (3) UndangUndang Perseroan Terbatas menyatakan,
bahwa perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana pasal 1
tentang TJSP ini akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap kepatuhan terhadap undang-undang
dan peraturan daerah didapatkan hasil sebagai berikut:
“RAPP itu harus patuh pertama pada UU nomor 40 tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas, lalu untuk CSR nya sendiri di Perda Nomor 6 Tahun 2012
tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Provinsi Riau, mereka saya pikir
sudah melaksanakannya dan bisa kita lihat di banyak aspek, selain itu juga saya
pikir masih banyak perusahaan lain yang memang belum melaksanakan CSR
ini”. (Wawancara dengan Kepala Bidang Ekonomi dan Kerjasama Bappeda
Pelalawan tanggal 07 Oktober 2021).
Pentingnya kepatuhan perusahaan atas pelaksanaan CSR di Provinsi Riau
sendiri juga telah ditegaskan dalam Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 6
Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Provinsi Riau pasal 9
ayat (1) menyebutkan setiap perusahaan di Provinsi Riau wajib sebagai pelaksana
TJSP. Selanjutnya dalam pasal 25 huruf c bagi perusahaan Perseroan Terbatas
yang menjalankan kegiatan usahanya dibidang dan/atau berkaitan dengan sumber
daya alam wajib melaksanakan TJSP dengan biaya yang dianggarkan dan
diperhitungkan sebagai biaya operasional perusahaan dengan memperhatikan
kepatutan dan kewajaran berdasarkan ukuran usaha, cakupan pemangku
kepentingan dan kinerja keuangannya.
Menarik kesimpulan penjelasan di atas, diketahui bahwa PT. RAPP
Pelalawan telah melakukan tanggung jawab kepatuhan terhadap undang-undang
dan peraturan daerah dalam aspek [Link]. RAPP Pelalawan melaksanakan
95
aktivitas bisnis melampaui kewajiban hukum serta melaksanakan investasi untuk
kegiatan sosial dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan komunitas dan
memelihara lingkungan hidup.
[Link].Pelaporan kegiatan CSR
CSR penting untuk dilaporkan, hal ini menjadi dasar bagi setiap pemerintah
daerah untuk mewujudkan perusahaan yang peduli lingkungan baik kepada pihak
pemerintah dan juga masyarakat.
Tabel V.5. Pelaporan kegiatan Realiasi CSR Periode 2017-2020
No Program Pelaporan Pelaksanaan Anggaran
(1) (2) (3) (4)
1 Vocational Triwulan I (Januari s/d Maret) Rp. 27.000.000,-
Training (VT) Triwulan III (Juli s/d Rp. 10.000.000,-
2017 September)
2 Integrated farming Triwulan I (Januari s/d Maret) Rp. 83.000.000,-
system (IFS) 2017
3 Small and Medium Triwulan I (Januari s/d Maret) Rp. 3.500.000,-
Enterprises (SME) Triwulan II (April s/d Juni) Rp. 2.000.000,-
2017
4 Education Triwulan III (Juli s/d Rp. 14.500.000,-
2019 September) Rp. 16.000.000,-
Triwulan I (Januari s/d Maret)
Total Rp. 156.000.000,-
Sumber: Dokumentasi PT RAPP, 2021
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa sistem pelaporan dilaksanakan
pertigabulan, yaitu anggaran dana mencapai Rp.156.000.000,- dalam kondisi akhir
bulan Oktober 2021. Selanjutnya didapatkan hasil wawancara terhadap pelaporan
kegiatan CSR sebagai berikut:
“CSR itu sangat wajib dilaporkan, karena ada evaluasi atau auditnya oleh
Pemerintah. Di bulan ini saja, kami akan diundang di Pekanbaru untuk
menghadiri expose dukungan penganggulangan kemiskinan. Forum TJSP waktu
itu terakhir pas bulan Januari 2021. Banyak anggota DPRD yang meragukan
dana 40 miliar yang disampaikan oleh kami ini hanyalah sebagai bentuk
pencitraan semata. Padahal itu ada laporannya loh, tapi dianggap bualan kalau
96
dilihat aslinya sudah banyak CSR yang dilakukan tetapi pandemi covid ini tentu
kita fokus di sektor kesehatan dulu dan juga maslaah internal
perusahaan”(Wawancara dengan Humas PT RAPP tanggal 04 Oktober 2021).
Hasil wawancara ini juga sejalan dengan jawaban wawancara sebagai
berikut:
“Orang RAPP sering kok datang ke desa, ngasih sosialiasi dan juga
kunjungan lalu pernah juga ada ngasih bantuan untuk warga yang terdampak
corona kemarin. Jadi saya pikir ada juga pelaporan mereka dalam bentuk
kunjunganlah”(Wawancara dengan Tokoh Masyarakat Kecamatan Pangkalan
Kerinci tanggal 12 Oktober 2021).
Berdasarkan penjelasan di atas, tampak bahwa PT. RAPP Pelalawan pada
dasarnya sudah melaporkan kegiatan CSR nya. Akan tetapi hal ini masih belum
mendapatkan dukungan dari pemerintah. Hal ini disebabkan karena audit
penilaian atas kinerja TJSP yang dilakukan suatu perusahaan itu sendiri masih
belum jelas akibat tidak jalannya Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun
2012 tentang Tanggung jawab Sosial Perusahaan di Provinsi Riau.
Sebagai bagian dari Program TJSP, Pemerintah Provinsi Riau membentuk
Forum TJSP yang dipimpin langsung oleh Gubernur Riau. Forum TJSP bertugas
mengawasi pelaksanaan Corporate Social Responsibility perusahaan-perusahaan
yang ada di Provinsi Riau, termasuk PT Riau Andalan Pulp and Paper. Pada Pasal
28 Ayat (1) Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2012 ditegaskan
bahwa setiap peruhasaan harus memberikan laporan pelaksanaan tanggung jawab
sosial perusahaan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun kepada pemerintah
daerah melalui Forum TJSP.
Menarik kesimpulan di atas, tampak bahwa laporan kegiatan CSR sudah
berjalan dengan baik Hal ini disebabkan karena dalam setiap per tiga bulan sudah
97
ada rancangan maupun anggaran yang dipersiapkan untuk kegiatan pelaksanaan
CSR yang akan dilaksanakan selanjutnya artinya laporan kegiatan CSR PT RAPP
ini sudah sangat terintegrasi dengan cukup baik.
5.1.3. Tanggung jawab etis (etchical responsibilities)
Mencerminkan gagasan perusahaan mengenai perilaku bisnis yang benar
dan layak. Tanggung jawab etis merupakan kewajiban yang melampaui kewajiban
hukum. Perusahaan diharapkan, namun tidak diwajibkan untuk berperilaku secara
tidak etis. Beberapa tindakan hukum dapat dianggap tidak etis. Tanggungjawab
etis ini merujuk pada sikap perusahaan yang dianggap memenuhi harapan dan
eskpektasi masyarakat meskipun tidak diwajibkan secara hukum.
[Link]. Menjunjung tinggi kearifan dan adat masyarakat setempat
Menjunjung tinggi kearifan lokal oleh PT RAPP di Kabupaten Pelalawan
merupakan suatu hal atau tindakan yang dianggap baik oleh masyarakat setempat.
Makna kearifan lokal dalam hal ini budaya Melayu bisa terbentuk dan tercermin
dari etika dan nilai-nilai luhur yang diyakini. Nilai yang tertanam dalam kearifan
lokal bisa menjadi modal utama dalam membangun masyarakat tanpa merusak
atau mengubah tatanan sosial yang berkaitan dengan lingkungan alam sekitar.
Wisata budaya menjadi salah satu unggulan sektor pariwisata di Pelalawan.
Beberapa diantaranya adalah Istana Sayap di Kecamatan Pelalawan dan makam
bersejarah yang tersebar di hampir seluruh kecamatan. Selain itu juga balai adat
serta benda-benda bersejarah lainnya.
98
Tabel V.6. Pelaporan Kegiatan Realiasi CSR Kearifan dan Adat
Masyarakat Periode 2021
No Program Pelaporan Pelaksanaan Realisasi
(1) (2) (3) (4)
1 Employe Gotong royong (2017) Rp. 500.000,-
volunteerism Gotong royong (2018) Rp. 500.000,-
Total Rp. 1.000.000,-
Sumber: Dokumentasi PT RAPP, 2021
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa kegiatan CSR PT RAPP kurang
Menjunjung tinggi kearifan dan adat masyarakat setempat. Hal ini disebabkan
karena bidang employee volunteerism hanya mengikuti kegiatan gotong royong di
sekitar Kecamatan Pangkalan Kerinci saja.
Selanjutnya didapatkan hasil wawancara terhadap menjunjung tinggi
kearifan dan adat masyarakat setempat kegiatan CSR sebagai berikut:
“Jarang mereka ikut acara budaya-budaya gitu. Kami sering minta dana
bantuan pada pihak RAPP untuk acara-acara tertentu, dan memang kadang
tembus kadang tidak. Itu sulitnya, kalau untuk budaya ya. Memang untuk urusan
kesehatan, peternakan, perkebunan, pendidikan dan lain-lain mereka kencang
tapi kalau untuk budaya saya pikir belum sesuai harapan kami”(Wawancara
dengan Tokoh Masyarakat Kecamatan Pangkalan Kerinci tanggal 12 Oktober
2021).
Hasil wawancara ini juga sejalan dengan jawaban wawancara sebagai
berikut:
“Untuk budaya dan kearifan lokal sendiri saya pikir mereka pihak RAPP
sifatnya universal ya, mana yang harus digesa terlebih dahulu. Kalau mereka
tidak ada mengusik budaya masyarakat sekitar ya pasti itu sudah termasuk
menjaga sebenarnya. Kecuali mereka memasukkan budaya asing itu baru tidak
boleh, saya pikir program CSR ini lebih dispeesifikkan pada hal-hal yang menjadi
prioritas tertentu oleh kebijakan perusahaan itu sendiri kalau contoh RAPP ini
produksi kertas tentu ya lingkungan yang jadi prioritas” (Wawancara Camat
Pangkalan Kerinci, tanggal 04 Oktober 2021).
PT. RAPP Pelalawan pada dasarnya sudah berperilaku etis, dengan menjaga
citra perusahaan dimata masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai jalur
99
hukum dan kemanusiaan melalui kearifan lokal. Hasilnya dirasakan secara tidak
langsung memberikan kontribusi yang dapat dirasakan oleh semua kalangan
masyarakat, agar tujuannya dapat menigkatkan kualitas kehidupan antara RAPP
dengan masyarakat sekitar.
Menarik kesimpulan penjelasan di atas, tampak bahwa CSR yang
dilaksanakan PT RAPP belum memprioritaskan menjunjung tinggi kearifan dan
adat masyarakat setempat. Meksipun secara mendasar kearifan lokal bersifat
dinamis, yaitu bisa menyesuaikan dengan perubahan zaman. Jadi, meskipun
kehidupan masyarakat telah masuk era modernisasi, nilai-nilai kearifan lokal tetap
ada karena menyimpan nilai-nilai yang sudah mengakar di masyarakat luas.
Dalam perkembanganya, kearifan lokal secara terus menerus menjadi pedoman
dalam kehidupan agar masyarakat dapat bertahan hidup dengan aman, nyaman
dan sejahtera.
[Link]. Dukungan terhadap program pemerintah
Perusahaan diharapkan dapat mendukung berbagai program pemerintah, hal
ini diwujudkan dalam partisipasi yang sesuai dengan visi dan misi daerah
sehingga diharapkan baik pemerintah dan juga perusahaan dapat bersinergi dalam
pembangunan daerah.
Tanggung jawab etis PT RAPP dalam mendukung program pemerintah juga
tercermin dari laporan kegiatan sebagai berikut:
1) PT. Riau Andalan Pulp and Paper bersama Tanoto Foundation mengadakan
Pelatihan Sistem Petani Terpadu (SPT). Pelatihan yang diikuti 31 peserta
yang merupakan calon petani binaan di Kabupaten Pelalawan dan
100
Kabupaten Siak untuk meningkatkan kapasitas petani binaan melalui
integrasi usaha pertanian dengan perikanan dan peternakan.
2) PT. Riau Andalan Pulp and Paper telah menyumbang sekitar 46,11% dari
keseluruhan total pendapatan rumah tangga di area pusat usahanya yaitu
Kabupaten Pelalawan. Hal itu berarti sumbangsih sekitar 10,73 triliun
Rupiah.
3) Untuk jumlah keluaran nasional, PT. Riau Andalan Pulp and Paper memberi
kontribusi cukup besar yaitu sekitar 196 triliun Rupiah. Harus dicatat bahwa
dari jumlah tersebut, 175 triliun Rupiahnya berasal dari Propinsi Riau
tempat RAPP berada.
4) PT. Riau Andalan Pulp and Paper menghibahkan setidaknya lima unit
bangunan yang ada di kawasan balai pelatihan unggulan terpadu ( BPUT )
di Kebun Nenas desa Jake kecamatan Kuantan Tengah kepada Pemkab
Kuansing.
5) PT. Riau Andalan Pulp and Paper telah berkonstribusi terhadap peningkatan
ekonomi daerah menyangkut kesempatan kerja bagi masyarakat lokal,
dimana Kabupaten Pelalawan mengalami peningkatan 45% kesempatan
kerja (dari 73% kesempatan kerja yang berasal dari RAPP di keseluruhan
Riau).
6) Untuk saat ini, PT. Riau Andalan Pulp and Paper tengah berfokus pada
program CSR mereka dengan membangun konsep eco-village terhadap desa
di sekitar area konsesi. Dimana Ada sekitar 150 desa di sekitar areal di
Pelalawan Riau yang nantinya akan mendorong terbangunnya eco-village,
101
menjadikan desa tersebut mampu mandiri dengan sumberdaya yang
dimiliki.
7) Juga program-program rutin yang menyangkut CSR PT. Riau Andalan Pulp
and Paper, seperti sumbangan hewan ternak, bimbingan dan ajakan
kerjasama bagi pengusaha lokal dan sebagainya.
Selanjutnya didapatkan hasil wawancara terhadap dukungan terhadap
program pemerintah sebagai berikut:
“Kami sering mendapat penghargaan perusahaan pelaksana CSR terbaik.
Jujur saja CSR kami ini hampir dilakukan di seluruh sektor. Mulai dari
kesehatan, ekonomi, pendidikan, peningkatan UKM, dan lain-lain. Jadi terakhir
salah satu upaya yang diminta pemerintah daerah melalui Wakil Bupati pak
Husni Merza yang juga dihadiri oleh pak Sihol Haritonang Direktur PT RAPP
adalah pengentasan kemiskinan dan juga pelestarian lingkungan. Wabup juga
berharap pemanfaat CSR PT. RAPP kedepannya dapat diarahkan selain untuk
mengentaskan angka kemiskinan, juga pendampingan usah ekonomi kreatif terus
mendorong peningkatan SDM para guru di Kabupaten Siak." (Wawancara
dengan Manajer CSR PT RAPP tanggal 04 Oktober 2021).
Hasil wawancara ini juga sejalan dengan jawaban wawancara sebagai
berikut:
“Termasuk bagaimana setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Siak
mendukung program "Siak kabupaten Hijau" termasuk kami ini melalui program
CSR-nya. Pemanfaatan lahan gambut untuk budi daya ikan gabus yang sesuai
dengan visi Siak Hijau yakni untuk menerapkan prinsip kelestarian dan
keberlanjutan dalam pemanfaatan sumber daya alam sebesar-besarnya bagi
masyarakat.” (Wawancara dengan Humas PT RAPP tanggal 04 Oktober 2021).
Keberlanjutan lingkungan hidup sendiri berusaha untuk meningkatkan
kesejahteraan manusia dengan melindungi dan mengontrol keuangan. Hampir
kontras dengan modal ekonomi, keberlanjutan lingkungan hidup terdiri dari air,
tanah, udara, mineral dan kualitas ekosistem, maka banyak yang dikonversi
menjadi modal diproduksi atau ekonomi. Lingkungan termasuk sumber bahan
102
baku yang digunakan untuk kebutuhan manusia, dan memastikan bahwa kapasitas
kebutuhan daur ulang dari limbah manusia tidak melewati batas, untuk mencegah
kerusakan alam yang berakibat pada manusia.
Menarik kesimpulan penjelasan di atas, diketahui bahwa PT RAPP telah
berupaya penuh mendukung program pemerintah. PT RAPP kedepannya bersama-
sama dengan pemerintah diharapkan menginterfensi setiap desa atau kampung
yang berada di wilayah operasional perusahaan agar mengembangkan budidaya
ikan gabus di lahan gambut. Merambah lahan gambut dinilai lebih bermanfaat
untuk diarahkan ternak ikan gabus, karena PT RAPP ini sangat meperhatikan
rantai pasok bahan baku, tidak menerima ikan dari alam melainkan ikan budidaya,
karena itu ikan gabus saat ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
Pengembangan konsep desa eco-village. Inilah salah satu bentuk kecil dari upaya
PT RAPP dalam mendukung program pemerintah yang sedang berjalan.
5.1.4. Tanggung jawab diskresi (discretionary responsibilities)
Merupakan tanggung jawab yang secara sukarela dilakukan oleh suatu
organisasi bisnis. Tanggung jawab ini mencakup aktivitas hubungan masyarakat,
kewargaan yang baik, dan tanggung jawab sosial perusahaan secara penuh.
Melalui aktivitas hubungan masyarakat, manajer berusaha memperkuat citra
perusahaan, produk serta jasa mereka dengan mendukung gerakan yang
[Link] usaha meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat, PT.
RAPP Pelalawan melakukan dari berbagai aspek, diantaranya adalah sebagai
berikut:
103
[Link].Pendidikan
Dalam pelaksanaan program CSR [Link] pada bidang pendidikan.
Bidang pendidikan menjadi salah satu yang penjadi perhatian khusus
perusahaan karena mengingat masih rendahnya tingkat pendidikan
masyarakat disekitar area operasional perusahaan. Pendidikan merupakan
hal yang terpenting dalam kehidupan, setiap manusia berhak untuk
mendapatkan pendidikan. Pendidikan memegang sebuah peranan penting
dalam membangun peradaban suatu bangsa.
Bentuk tanggung jawab diskresi PT. RAPP Pelalawan dari sektor
pendidikan adalah:
Tabel V.7 : Tanggung Jawab Diskresi Pendidikan PT RAPP Pelalawan
Berdasarkan Sektor Pendidikan 2017-2020
Target Jenis Keterangan Realisasi kegiatan
kegiatan program
Bea siswa Education Bea siswa perguruan Rp. 15.000.000,-
2017 tinggi
Bea siswa SMA Rp. 5.000.000,-
Bea siswa Education Bea siswa SMA Rp. 5.000.000,-
2018
Bea siswa Education Beasiswa SLTA Rp. 5.000.000,-
2019 Beasiswa SLTP Rp. 5.000.000,-
Beasiswa SD Rp. 5.000.000,-
Bantuan gaji Education Bantuan gaji guru Rp. 26.000.000,-
guru honor honor
2020 Beasiswa Perguruan Rp. 15.000.000,-
Tinggi
Beasiswa SMA Rp. 7.000.000,-
Pelatihan guru Rp. 23.500.000,-
Bantuan fasilitas Rp. 35.000.000,-
sekolah
Bantuan genset sekolah Rp. 5.850.000,-
Sumber: Dokumentasi CSR PT. RAPP Pelalawan, 2017-2021
104
Selanjutnya didapatkan hasil wawancara terhadap bidang pendidikan
sebagai berikut:
“Ada juga bantuan dari perusahaan, tapi kalau bentuk uang gak
ada cuma sarana sekolah. Setahu saya kemaren MTs situ dapat juga
tapi bentuknya spidol, meja kursi sama papan tulis gitu” (Wawancara
dengan Masyarakat Pangkalan Kerinci, 5 Oktober 2021).
Pendidikan dijadiakan tolak ukur dari maju tidaknya suatu bangsa,
semakin tinggi kualitas pendidikan suatu bangsa maka semakin tinggi pula
tingkat kesejahteraan rata-rata penduduk tersebut. Pelaksanaan program
pendidikan dilakukan atau dilaksanakan dengan berbagai kegiatan seperti
pemberian beasiswa kepada siswa-siswi yang kurang mampu dan siswa-
siswi yang berprestasi, seminar pendidikan, pelatihan, dan bantuan
perlengkapan sekolah.
Menarik penjelasan di atas, diketahui bahwa perusahaan telah
mengeluarkan dana dan juga material untuk kebutuhan pendidikan melalui
CSR program pendidikan yang dilakukan PT RAPP Pelalawan. CSR yang
dilakukan PT RAPP sudah meliputi bidang sektor pendidikan hal ini
dianggap penting karena elemen pendidikan merupakan salah satu faktor
penting dalam upaya Citra perusahaan melalui peningkatan pendidikan
dalam upaya membangun kerjasama antara perusahaan pemerintah dan juga
masyarakat
[Link].Kesehatan
Pada bidang kesahatan, PT RAPP berusaha untuk melakukan kegiatan
peningkatan kualitas kesehatan masyarakat khususnya diwilayah
105
operasional perusahaan. Dalam pelaksanaannya perusahaan bekerjasama
dengan pemerintah dan puskemas maupun posyandu.
Bentuk tanggung jawab sosial diskresi PT. RAPP Pelalawan dari
sektor kesehatan adalah:
Tabel V.8 : Tanggung Jawab Diskresi Kesehatan PT RAPP
Pelalawan Berdasarkan Sektor Kesehatan 2017-2019
Tahun Jenis Program Kegiatan Anggaran
(1) (2) (3) (4)
2017 Social - Paket makanan Rp.2.000.000,-
Infrastructure tambahan
Program (SIP)- Lomba balita sehat Rp.4.277.000,-
2018 Social - Pengadaan PMT Rp.5.000.000,-
Infrastructure
- Bantuan baju kader Rp.2.000.000,-
Program (SIP) Posyandu
- Lomba balita sehat Rp.4.289.000,-
- Bantuan sunatan massal Rp.7.500.000,-
- Bantuan pengadaan Rp.1.785.000,-
peralatan pencegah
kebakaran
2019 Social - Bantuan material Rp.15.000.000,-
Infrastructure bangunan posyandu
Program (SIP) - Bantuan masker dan obat Rp.3.500.000,-
kesehatan
Employe - Bantuan operasional Rp.5.000.000,-
volunteerism sarana fasilitas alat
pemadam kebakaran
- Bantuan akomodasi Rp.4.000.000,-
petugas pemadaman
Donation - Bantuan dana tunai Rp.25.000.000,-
kepada para korban
kebakaran hutan
Sumber: Dokumentasi CSR PT. RAPP Pelalawan, 2017-2021
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa perusahaan telah
melakukan tanggung jawab diskresi dari sektor kesehatan secara
menyeluruh terhadap sektor kesehatan di Kabupaten Pelalawan.
Selanjutnya didapatkan hasil wawancara terhadap bidang kesehatan
sebagai berikut:
106
“Oh ya bagus lah, orang PT udah renovasi posyandu lama jadi
bagus sekarang, orang ni memang ada jadwal tiap berapa bulan
sekali pasti datang kadang ngasih bantuan makanan gizi balita, sama
meja kursi lah. Waktu direnovasi kemaren dari putih polos catnya
sekarang udah hijau jadi ibu-ibu yang punya anak disini nyaman lah
“(Wawancara Camat Pangkalan Kerinci, tanggal 04 Oktober 2021).
Selain itu perusahaan juga memiliki target sektor kesehatan di
berbagai posyandu sebagai berikut:
a. Target posyandu pratama dan madya
b. Target posyandu purnama
c. Pembenahan fasilitas posyandu
d. Pembenahan administrasi posyandu
e. Kompetensi kader posyandu melalui training
Menarik penjelasan di atas, diketahui bahwa perusahaan telah
mengeluarkan dana dan juga material untuk kebutuhan kesehatan melalui
CSR program kesehatan yang dilakukan PT RAPP Pelalawan. CSR yang
dilakukan PT RAPP sudah meliputi bidang sektor kesehatan hal ini
dianggap penting karena elemen kesehatan merupakan salah satu faktor
penting dalam upaya Citra perusahaan melalui peningkatan pendidikan
dalam upaya membangun kerjasama antara perusahaan pemerintah dan juga
masyarakat. Terlebih di era pandemi covid 19 sektor kesehatan menjadi
sektor paling krusial yang harus dibantu serta mengikuti perkembangan
yang terjadi di di era masyarakat dengan tetap mempertahankan dan
membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.
107
[Link].Sosial
Dalam program pada bidang sosial. Pada kegiatan ini perusahaan
malakukan atau memberikan bantuan yang berkaitan dengan sosial
kemasyarakatan seperti pengembangan kemasyarakatan, pelatiahan
pengembangan pengetahuan. Pengadaan peralatan dan seragam untuk
mencegah kebakaran, pembiayaan event pertandingan, bantuan peralaratan
olahraga dan lainnya.
Bentuk tanggung jawab sosial diskresi PT. RAPP Pelalawan dari
sektor sosial dengan masyarakat adalah:
Tabel V.9 : Tanggung Jawab Diskresi Sosial PT RAPP Pelalawan
Berdasarkan Sektor Sosial 2017-2020
Kegiatan Realisasi
Pembangunan proyek sumber air bersih Rp. 18.000.000,-
Perbaikan jalan kebun masyarakat Rp. 10.000.000,-
Bantuan sarana dan prasarana fasilitas olahraga Rp. 7.500.000,-
masyarakat Rp. 5.000.000,-
Kursus pelatihan mekanik dan menjahit Rp. 10.000.000,-
Penyiraman jalan Desa Rp. 790.000,-
- Pelatihan budidaya sapi bali Rp. 65.000.000,-
- Bantuan ternak sapi pola RF
- Bantuan saprodi program FFV
- Pelatihan budidaya padi sawah
- Bantuan mesin perontok jagung Rp. 3.150.000,-
- Budidaya nenas Rp. 4.000.000,-
- Bantuan jaring Rp. 2.800.000,-
- Produksi batik Rp. 10.250.000
Gotong royong Rp. 500.000,-
- Santunan anak yatim Rp. 15.000.000,-
- Pemberian bantuan sembako korban kebakaran Rp. 15.000.000,-
- Bantuan material bangunan Rp. 5.000.000,-
- Pembangunan tiang bendera Rp. 400.000,-
- Pelatihan UMKM masyarakat terdampak covid19 Rp. 650.000,-
- Bantuan dana tunai kepada para korban kebakaran Rp. 8.000.000,-
hutan
- Santunan anak yatim Rp. 3.000.000,-
- Bantuan material bangunan Rp. 3.000.000,-
- Bantuan masker dan obat kesehatan Rp. 1.000.000,-
Sumber: Dokumentasi CSR PT. RAPP Pelalawan, 2017-2021
108
Selanjutnya didapatkan hasil wawancara terhadap bidang sosial
sebagai berikut:
“Ooh sering, orang PT RAPP sering ikut gotong royong, mereka
banyak jug perbaiki jembatan rusak, kalau pas kemarau mereka pasti kasih
siram air biar jalanan gak berdebu. Bantuan pas covid juga aada bantuan
uang dan sembako”(Wawancara dengan Tokoh Masyarakat, 12 Oktober
2021).
Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa perusahaan telah
melakukan tanggung jawab diskresi dari sektor sosial dengan kegiatan yang
terhubung dengan program Social Infrastructure Program (SIP) sebagai
salah satu dari sekian banyak program utama PT RAPP Pelalawan dalam
menunjukkan upaya CSR nya.
Menarik kesimpulan dari Penjelasan diatas dapat diketahui bahwa PT
RAPP sudah memprioritaskan CSR di bidang sosial Hal ini disebabkan
karena tanggung jawab sosial perusahaan sangat penting dibangun untuk
membangun kepercayaan dan juga Citra perusahaan di mata masyarakat
pada khususnya Adapun dalam bidang sosial ini meliputi sangat banyak
kegiatan dan juga meliputi hampir seluruh sektor pembangunan sosial agar
keutuhan perusahaan dan hubungan dengan masyarakat tetap terjalin untuk
jangka pendek maupun jangka panjang.
109
5.2. Faktor-faktor Yang Menghambat Pelaksanaan Program Corporate
Social Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci
Kabupaten Pelalawan
Pada dasarnya pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR)
PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan memiliki
beberapa faktor penghambat diantaranya akan diuraikan sebagai berikut:
1. Kurangnya respon positif dari masyarakat
Respon masyarakat atas program CSR salah satunya berkaitan dengan
pemberdayaan masyarakat itu sendiri karena memiliki keterkaitan erat dengan
sustainable development dimana pemberdayaan masyarakat merupakan suatu
prasyarat utama menuju suatu keberlanjutan secara ekonomi, sosial dan ekologi
yang dinamis. Melalui upaya pemberdayaan, warga masyarakat didorong agar
memiliki kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya secara
optimal serta terlibat secara penuh dalam mekanisme produksi, ekonomi, sosial
dan ekologinya.
Dalam kaitannya dengan masyarakat secara langsung, kesejahteraan
masyarakat di Kabupaten Pelalawan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
yang diatur oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu integrated
farming system, adalah pemberian bantuan bibit kepada masyarakat yang
berwirausaha di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan; UMKM, adalah
pemberian bantuan dana kepada masyarakat yang berwirausaha inline dengan
kegiatan perusahaan seperti menjual pupuk tanaman maupun offline dengan
kegiatan perusahaan seperti menjual makanan khas daerahnya; social
110
infrastructure, adalah pembangunan dan renovasi infrastruktur publik seperti
jalan, jembatan, dan rumah ibadah; education, adalah pemberian beasiswa
pendidikan kepada pelajar berprestasi melalui Yayasan Pendidikan Tanoto
Foundation; vocational training, adalah pemberian pelatihan teknis kepada
generasi muda sebagai bekal dalam memasuki dunia kerja seperti pelatihan las,
otomotif, dan menjahit; serta employe volunteerism, adalah kesukarelaan
karyawan dalam membantu masyarakat.
Respon masyarakat terhadap CSR ini hanya didasarkan pada bentuk materi
saja, sementara pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan, renovasi fasilitas
umum, juga menjadi bagian dari CSR. Kurangnya pengetahuan masyarakat atas
CSR ini tentu harus didasari sosialisasi yang baik terkait CSR itu mencakup
banyak hal mulai dari tanggung jawab ekonomi, tanggung jawab hukum,
tanggung jawab etis, tanggung jawab diskresi.
Berdasarkan hasil wawancara terkait rendahnya respon masyarakat, dapat
dilihat pada hasil wawancara sebagai berikut:
“Masih banyak masyarakat yang menganggap RAPP ini kurang
CSRnya karena mereka cuma taunya CSR itu bantuan berbentuk uang,
material dan lain-lain. Mereka lebih suka bantuan berbentuk uang
langsung. Jadi kalau bantuan program pendidikan dan lain-lain itu
ibaratnya hanya untuk kriteria masyarakat tertentu saja” (Wawancara
Masyarakat Penerima Program CSR Kecamatan Pangkalan Kerinci,
tanggal 9 Oktober 2021).
Sejalan dengan hasil wawancara di atas, juga didukung dengan wawancara
camat sebagai berikut:
“Iya pendidikan masyarakat juga saya pikir ikut berpengaruh ya,
karena itu juga sebagai salah satu indikasi pengetahuan masyarakat
tentang program CSR itu.” (Wawancara Camat Pangkalan Kerinci, tanggal
04 Oktober 2021).
111
Hal ini sesuai dengan penelitian Retnaningsih (2015:180) yang menemukan
hasil bahwa masyarakat semakin sadar akan haknya untuk meminta
pertanggungjawaban perusahaan atas berbagai masalah sosial yang ditimbulkan
oleh perusahaan. Kesadaran ini semakin menuntut akuntabilitas perusahaan bukan
saja terkait dengan proses produksi, melainkan juga berbagai masalah sosial yang
ditimbulkan salah satunya tingkat pendidikan masyarakat.
Tabel V.10 : Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Angkatan Kerja
Tahun 2020
Pendidikan Angkatan Kerja Persentase
Tertinggi yang Bekerja
Bekerja Pengangguran Jumlah
ditamatkan Terhadap
Angkatan
Angkatan Kerja
Kerja
Sekolah Dasar 85.360 3.192 88.552 96,40
Sekolah Menengah 46.014 2.163 48.177 95,51
Pertama
Sekolah Menengah 71.758 8.081 79.839 89,88
Atas
Perguruan Tinggi 19.908 787 20.695 96,20
Total 223.040 14.223 237.263 94,01
Sumber: Kabupaten Pelalawan Dalam Angka, 2021
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa tahun 2020 terdapat 14.223
penduduk berumur 15 tahun ke atas yang pengangguran. Hal ini juga
menunjukkan bahwa mayoritas pengangguran tersebut berlatarbelakang
pendidikan Sekolah Menengah Atas. Adapun kendala yang dihadapi PT. RAPP
dalam program pemberdayaan pada masyarakat sekitar adalah antusias
masyarakat itu sendiri. Sering kali pada pertengahan pelaksanaan program,
masyarakat berhenti ditengah jalan begitu saja untuk mengikuti program yang
dilakukan. Tentu saja dalam penerapan CSR RAPP ini dibutuhkan kerja sama
112
masyarakat setempat untuk mewujudkannya. Butuh kerja sama yang
berkesinambungan antara yang diberdayakan dengan yang memberdayakan.
Humas PT RAPP dan Camat perlu memberikan sosialisasi atas CSR agar
sesuai dan benar-benar memenuhi harapan masyarakat. Dari data jumlah
penduduk berumur 15 tahun ke atas menurut pendidikan tertinggi yang
ditamatkan dan angkatan kerja tahun 2020 di atas, tampak bahwa potensi program
CSR ini agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dapat digesa pada
penyerapan tenaga kerja setempat, karena sudah ada realisasi rencana
pengembangan kapasitas produksi perusahaan artinya juga dibutuhkan tambahan
sumber daya manusia siap kerja. Penyerapan tenaga kerja ini, diharapkan dapat
dipahami dan dimaknai oleh masyarakat sebagai bagian dari komitmen CSR PT
RAPP sendiri dalam upaya mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat
setempat.
Pelaksanaan CSR mampu mempererat hubungan antara perusahaan dan
masyarakat karena program CSR merupakan upaya yang nyata dari perusahaan
dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan CSR memberi
pengaruh terhadap masyarakat dalam hal peningkatan kualitas kesejahteraannya,
baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan, seperti akses
transportasi dan lowongan pekerjaan. Oleh karena itu, dalam rangka percepatan
pembangunan daerah, sebaiknya diwujudkan komitmen bersama antara program-
program pemerintah dengan program CSR dari perusahaan, untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
113
2. Masalah internal perusahaan
Saat ini PT RAPP sedang memfokuskan prioritas perusahaan pada
penyelesaian kegiatan pengembangan kapasitas Riau Komplek PT RAPP
sehingga pelaksanaan CSR lumayan terhambat. Hal ini dibuktikan dari data
pelaksanaan CSR di tahun 2020 hanya sebatas dibidang sebagai berikut:
Tabel V.11. Data Pelaksanaan Program CSR PT. RAPP tahun 2020
Tahun Jenis Program Kegiatan
(1) (2) (3)
2020 Small and Medium - Pelatihan UMKM masyarakat terdampak
Enterprises (SME) covid19
Education - Bantuan gaji guru honor
- Beasiswa Perguruan Tinggi
- Beasiswa SLTA
- Pelatihan guru
- Bantuan fasilitas sekolah
Sumber: Dokumentasi PT. RAPP, 2021
Tabel di atas, menunjukkan adanya pelatihan UMKM masyarakat
terdampak covid-19 karena pada saat itu tingkat kemiskinan masyarakat
meningkat, serta banyaknya masyarakat yang terkena PHK dari perusahaan-
perusahaan di Kabupaten Pelalawan. Fokus dari pelatihan tersebut adalah
masyarakat khususnya kepala keluarga yang terkena dampak pandemi covid-19.
Selain itu, kegiatan pengembangan kapasitas Riau Komplek PT RAPP juga
menjadi isu penting yang menghambat pelaksanaan CSR.
Adanya realisasi kegiatan pengembangan kapasitas Riau Komplek PT
RAPP milik Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) diprotes keras
oleh Koalisi Eyes on the Forest (EoF). Hal ini didapatkan dari hasil wawancara
sebagai berikut:
114
“Iya CSR kami di 2020 ini memang terhambat, karena sedang fokus
di pengembangan kapasitas Riau Komplek untuk mengejar produksi maka
kami melakukan penambahan kapasitas produksi pulp
dan dissolving menjadi 5.800.000 ton/tahun, produksi board atau kertas
karton sebesar 2.880.000 ton/tahun. Memang saat ini sedang prioritas
disini dulu." (Wawancara dengan Manajer CSR PT RAPP tanggal 04
Oktober 2021).
Dengan penambahan kapasitas baru yang fantastis, hingga 86%, dipastikan
akan banyak menimbulkan persoalan baru. Mulai dari potensi penebangan hutan
alam, rusaknya ekosistem, menimbulkan konflik lahan baru hingga ancaman
kesehatan masyarakat, khususnya penduduk di sekitar Riau Komplek dan
Pelalawan umumnya.
Bahkan di dalam dokumen ANDAL yang diserahkan DLHK Provinsi Riau
pada 23 November 2020, menyebutkan pengembangan kegiatan APRIL akan
menimbulkan dampak seperti, peningkatan kebisingan, terganggunya flora darat,
penurunan kualitas air tanah, penurunan kualitas udara ambien akibat emisi gas
buang dari cerobong dan kualitas air dan dampak turunannya terhadap biota air,
gangguan kesehatan dan persepsi masyarakat. Dalam estimasi EoF, untuk
memenuhi kenaikan 2.650.000 ton/tahun produksi pulp dan dissolving (pulp larut)
akan ada potensi penebangan hutan alam baru seluas 120.000 hektar.
Selain itu, penerbitan izin lingkungan itu sendiri tidak mempertimbangkan
masalah-masalah yang menyeruak. Dalam dokumen ANDAL (analisis dampak
lingkungan hidup) dokumen yang berisi analisis secara cermat terhadap dampak
penting dari suatu rencana proyek disebutkan, dengan produksi Riau komplek PT
RAPP sekarang saja ada 20,83% masyarakat terdampak penyakit dan terdapat
36% masyarakat menolak rencana peningkatan kapasitas produksi.
115
3. Minimnya dukungan pemerintah
Selain itu masih banyak regulasi atau peraturan pemerintah setempat, terkait
hadiah atau penghargaan yang akan diterima, proses partisipasi masyarakat
penerima program, dan manajemen program CSR yang mencangkup sosialisasi
program, pelaksanaan program, dan tahap evaluasi program. Karena selama ini
perusahaan kurang mendapatkan feedback dari pemerintah setempat untuk
menjadi perusahaan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat.
Dasar Hukum Pelaksanaan CSR yang sering di artikan Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2012
Tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. PP ini melaksanakan ketentuan
Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007. Dalam PP ini, Perseroan yang
kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam
diwajibkan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kegiatan
dalam memenuhi kewajiban tanggung jawab sosial dan lingkungan tersebut harus
dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang dilaksanakan
dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
Selanjutnya, Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2012 Tentang
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Provinsi Riau di dalam Perda ini di jelaskan
jenis-jenis program tanggung jawab sosial perusahaan yaitu program
pemberdayaan masyarakat, program kemitraan, program bina lingkungan, donasi
dan Promosi.
Hasil wawancara terkait minimnya dukungan pemerintah ini dapat dilihat
sebagai berikut:
116
“Iya tujuan forum TJSP itu untuk menyadarkan perusahaan-
perusahaan yang harus mentaati perda itu, meskipun rasa-rasanya tidak
jalan. Selama ini kan yang melakukan CSR itu-itu saja, kalau sifatnya CSR
saya pikir wajib dipublikasikan terus menerus, mengapa karena hal ini
penting dalam mensosialisasikan serta sarana promosi perusahaan juga
agar bukan hanya cari untung tapi juga ikut melaksanakan pembangunan di
masyarakat” (Wawancara Camat Pangkalan Kerinci, tanggal 04 Oktober
2021).
Hubungan pemerintah dan swasta dalam penyusunan program CSR sebagai
salah satu bentuk kerjasama antara pemerintah dan swasta yang biasa disebut
sebagai public private partnership salah satu contohnya adanya Upaya melibatkan
pihak swasta dalam berbagai proyek pemerintah. Upaya ini bukanlah hal yang
tabu pada masa sekarang ini, terutama dalam pemenuhan kebutuhan akan
infrastrukstur mengingat pemenuhan infrastruktur publik memerlukan dana yang
besar dan keterbatasan maetrial yang dimiliki oleh pemerintah, Sementara
kebutuhan yang lainnya semakin meningkat. Selain pembangunan dengan
diadakan kerjasama antara pemerintah dan swasta hal ini juga memperkuat
pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan.
Data garis kemiskinan, jumlah dan persentase penduduk miskin di
Kabupaten Pelalawan 2016-2020 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel V.12 : Garis Kemiskinan, Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin
di Kabupaten Pelalawan 2016-2020
Tahun Garis Kemiskinan Jumlah Penduduk Persentase Penduduk
(rupiah/kapita/bulan) miskin (ribu) Miskin
2016 473.240 45,35 11,00
2017 487.648 44,40 10,25
2018 515.581 44,29 9,73
2019 534.078 45,98 9,62
2020 585.728 45,88 9,16
Sumber: Kabupaten Pelalawan Dalam Angka, 2021
117
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa dalam kurun waktu 5 tahun
terakhir, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pelalawan cenderung berkurang.
Dari tahun 2015 mencapai 11% saat ini di tahun 2020 mampu diturunkan menjadi
9,16%. Hal ini tentunya menjadi salah satu visi dan misi Kabupaten Pelalawan
dalam mengentaskan kemiskinan dan adanya CSR PT RAPP ini baik secara
langsung dan tidak langsung turut berkontribusi karena salah satu aspek program
CSR yang diusung adalah tanggungjawab ekonomi.
Sebagaimana tertuang pada Pasal 14 ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten
Pelalawan Nomor 1 Tahun 2018 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Perusahaan (TJSLP) disebutkan bahwa, “dalam rangka optimalisasi pelaksanaan
program TJSLP, Bupati membentuk Forum TJSP.” Lebih lanjut lagi, defenisi dari
Forum TJSLP yang terdapat pada Pasal 1 angka 10 adalah, “organisasi atau forum
komunikasi yang dibentuk oleh Bupati untuk mengkoordinasikan program TJSLP
dengan melibatkan pemangku kepentingan lainnya sebagai wadah komunikasi,
konsultasi dan pengawasan penyelenggaraan TJSLP.
Didalam Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 1 Tahun 2018
tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) ini,
sebagaimana dijelaskan bahwa urgensi adanya regulasi ini adalah mengenai tata
cara dan keharusan setiap perusahaan untuk melaksanakan TJSLP yang sudah
ditentukan. Pada perancangan Peraturan Daerah itu sendiri tentunya sangat
diperlukan korelasi yang baik terkait tujuan dibentuknya peraturan tersebut. Lebih
lanjut lagi, pada unsur substansi tujuan dibentuknya peraturan ini tidak luput dari
118
sorotan masyarakat terutama bagi kaum perempuan yang ada di Kabupaten
Pelalawan.
Dalam pelaksanaan CSR PT. RAPP di Kabupaten Pelalawan, hubungan
Pemerintah dan Swasta bisa kita lihat dalam penyusunan Program CSR yang
dilakukan oleh pemerintah dan swasta. Pada tahap perencanaan pihak pemerintah
menyediakan forum diskusi untuk mempertemukan para stakeholders yang terkait
dengan CSR. Forum diskusi ini diadakan untuk membahas perencanaan kegiatan-
kegiatan yang akan dilaksanakan pada satu tahun kedepannya.
4. Penerapan sanksi administrasi yang masih belum jelas
Penerapan sanksi perusahaan terkait implementasi regulasi Undang-Undang
Nomor 40 Tahun 2007 bab V pasal 74 ayat 3, selanjutnya implementasi Peraturan
Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2012 bab XII bagian sanksi administrasi
pasal 32 yang masih belum jelas. Perusahaan yang belum memiliki dokumen dan
tuntunan mentoring dan evaluasi program, masyarakat yang kurang peduli
terhadap program, dan Perda yang tidak berjalan ini menyebabkan kesulitan atas
monitoring terhadap program yang telah diberikan.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap key informan, didapatkan hasil
faktor yang menghambat pelaksanaan program corporate social responsibility
(CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan sebagai
berikut:
“salah satu penghambat mungkin masih banyak perusahaan di luar
maupun di dalam yang sebenarnya tidak pernah ikut CSR, tidak ada
pelaporan tapi tidak ada tindakan tegas dari pemerintah” (Wawancara
Camat Pangkalan Kerinci, tanggal 04 Oktober 2021).
119
Sejalan dengan hasil wawancara di atas, juga diperoleh jawaban sebagai
berikut:
“Iya selama ini kan data sanksi kepada perusahaan yang tidak
melaksanakan CSR itu sampai sekarang tidak ada buktinya. Komitmen
pemerintah ini pun kami ragu gimana Perda mau jalan kalau sanksinya
saja tidak tegas. Memang dibunyikan itu di forum TJSP, penarikan izin lah,
pembatasan operasional lah, dan lain-lain. Saya tahu perusahaan mana
yang tidak melaksanakan CSR, sampai detik ini mereka masih santai-santai
saja kok." (Wawancara dengan Manajer CSR PT RAPP tanggal 04 Oktober
2021).
Menarik kesimpulan dari hasil wawancara di atas, tampak bahwa kurangnya
komitmen pemerintah dalam memberikan sanksi bagi perusahaan yang tidak
melaksanakan CSR. Seharusnya ada dibentuk tim pengawasan CSR yang
dilakukan perusahaan-perusahaan ini, selain sanki administratif dan sanksi sesuai
perundang-undangan yang berlaku perusahaan ini harus terpublikasikan sebagai
efek jera agar perusahaan-perusahaan lain di luar sana semakin sadar akan
ketegasan dan komitmen dari Pemerintah Provinsi Riau.
Program CSR yang dilaksanakan PT. RAPP mengacu pada konsep yang
dapat merangkul 3 pilar pembangunan berkelanjutan seperti konsep 3P : People
(sosial), Profit (ekonomi) dan Planet (lingkungan). Namun dalam prakteknya
konsep planet masih dikesampingkan karena masih berfokus pada pemberdayaan
manusianya.
Lahirnya Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2012 tentang
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Provinsi Riau semakin memperkokoh
landasan hukum pelaksanaan Corporate Social Responsibility bagi perusahaan-
perusahaan yang beroperasi di wilayah Provinsi Riau, termasuk perusahaan
kehutanan seperti PT Riau Andalan Pulp and Paper. Pada Pasal 9 Ayat (1)
120
ditegaskan bahwa setiap perusahaan di Provinsi Riau wajib sebagai pelaksana
Program TJSP. Artinya, ketentuan ini merupakan pelengkap dari ketentuan
sebelumnya yang hanya mewajibkan kepada perusahaan yang menjalankan
kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam untuk
melaksanakan Corporate Social Responsibility.
Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 1 Tahun 2018 Tentang
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan pasal 45 menyebutkan sanksi
yang diberikan jika Perseroan Terbatas di Kabupaten Pelalawan tidak
melaksanakan TJSP adalah:
(1) Perusahaan yang tidak melaksanakan ketentuan TJSLP dapat
dikenakansanksi administratif berupa :
a. teguran tertulis;
b. pembatasan wilayah operasional;
(2) Selain dikenakan sanksi administrasi, perusahaan dapat dikenakan sanksi
lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Selanjutnya ketegasan ini apabila ada perusahaan di Provinsi Riau yang
tidak melaksanakan Corporate Social Responsibility kepada masyarakat yang
bertempat tinggal di sekitar lokasi perusahaan, maka berdasarkan Pasal 32
Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2012, perusahaan tersebut akan
dikenakan sanksi administratif oleh Pemerintah Provinsi Riau berupa teguran
tertulis dan bentuk-bentuk sanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundang-
undangan. Namun hingga saat ini Perda tersebut seakan tidak berjalan karena
masih banyak perusahaan perseroan terbatas yang tidak melakukan CSR. Artinya,
121
komitmen pemerintah dipandang sebagai hal penting untuk menegakkan aturan
dalam isi Perda ini sehingga tercipta CSR yang kondusif dalam mendukung
pembangunan di Kabupaten Pelalawan.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah diuraikan sebelumnya, maka
kesimpulan penelitian ini adalah:
1. Evaluasi pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT.
RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan pada dasarnya
sudah berjalan dengan baik dalam membangun sinergitas Program CSR atau
TJSP dalam mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Pelalawan.
a. Dari indikator tanggungjawab ekonomi sudah menyerap tenaga kerja
setempat dan memberikan bantuan ekonomi secara langsung berbentuk
donasi dan bantuan ekonomi tidak langsung seperti pemberdayaan
masyarakat seperti pelatihan UMKM.
b. Dari indikator tanggungjawab hukum sudah sangat patuh dalam
membayar pajak, mematuhi undang-undang dan peraturan daerah, serta
patuh dalam melaporkan kegiatan CSR pada forum TJSP secara periodik
sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.
c. Dari indikator tanggungjawab etis perlu dioptimalkan lagi, karena
kurang berpartisipasi dalam kegiatan adat masyarakat setempat.
Selanjutnya sudah berkomitmen pada SOP pelaksanaan CSR sesuai
peraturan, serta mendukung penuh program pembangunan Pemerintah
Kabupaten Pelalawan.
122
123
d. Dari indikator tanggungjawab diskresi, sudah turut berpartisipasi dalam
bidang pendidikan, kesehatan, sosial, lingkungan, infrastruktur dan
pemberdayaan masyarakat.
2. Faktor penghambat pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility
(CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan
terdiri dari kurangnya respon positif dari masyarakat, masalah internal
perusahaan, minimnya dukungan pemerintah, dan penerapan sanksi
perusahaan yang tidak melaksanakan CSR berdasarkan regulasi yang belum
jelas.
6.2. Saran
Saran yang dapat diberikan demi peningkatan pelaksanaan program
Corporate Social Responsibility (CSR) PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci
Kabupaten Pelalawan adalah:
1. Program CSR PT RAPP diharapkan lebih berorientasi pada program jangka
panjang, seperti pelatihan UMKM, pelatihan budidaya ternak, dan
sebagainya yang sesuai dengan potensi sumber daya alam di Kabupaten
Pelalawan sehingga akan terbangun sinergi antara program CSR dengan
potensi perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam
yang ada.
2. Untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan CSR,
diperlukan sosialisasi kegiatan CSR yang telah ditetapkan supaya
masyarakat mengetahui apa-apa saja kegiatan satu tahun kedepannya. Hal
124
ini deiperlukan karena dengan masyarakat tahu, otomatis masyarakat bisa
melihat perkembangan sebelum dan sesudah dilaksanakan kegiatan CSR.
3. Diperlukan pendekatan yang lebih harmonis kepada masyarakat demi
keberlangsungan program CSR yang telah dilaksanakan, melalui kerjasama
yang telah dijalin antara mitrabina dan perusahaan. Perusahaan RAPP
terutama bagian hubungan masyarakat (Humas) perlu secara lebih intensif
memberikan penerangan-penerangan tentang “Apa” dan “Bagaimana”
sebenarnya program CSR tersebut, sehingga dengan demikian masyarakat
mengetahui manfaat baginya dari program tersebut.
4. Dibutuhkan ide-ide yang kreatif dan inovatif dalam kegiatan program CSR,
sehingga program-program CSR dapat lebih berkembang. Hal ini tentunya
harus didukung oleh corporate communication dalam mempublikasi setiap
program-program yang terlaksana agar lebih banyak dikenal oleh
masyarakat yang lebih luas.
5. Untuk meningkat dampak positif dari pelaksanaan kegiatan CSR maka
Pemerintah harus menetapkan standar pelaksanaan kegiatan CSR dan
pemerintah mampu menjadi koordinator yang baik dalam pelaksanaan
kegiatan CSR. Peningkatan peran Pemerintah harus lebih tegas dalam
memberikan sanksi, serta dalam mengawasi pelaksanaan program CSR.
Sehingga perusahaan lain dapat mengimplementasikan program CSR
sebagaimana yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi
Riau Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di
Provinsi Riau.
125
6. Pemberian CSR hendaknya dapat diupayakan sebaik mungkin terorganisir
dengan baik serta tepat sasaran. Dengan kata lain pemberian CSR betul-
betul merupakan sebuah penghargaan bagi masyarakat sekitar, bukan hanya
sekedar program perusahaan saja. Karena itu perusahaan terus diupayakan
mencari pendekatan pemberian CSR yang sesuai dengan situasi dan kondisi
yang dihadapi.
7. Peneliti selanjutnya disarankan meneliti CSR di perusahaan lain di
Kabupaten Pelalawan, menggunakan pendekatan teori yang berbeda,
menambahkan jumlah informan, dan mengobservasi dampak kesejahteraan
masyarakat sebelum dan setelah menerima CSR.
126
DAFTAR PUSTAKA
Aziz dkk (2005). Pengaruh Pelaksanaan Good Governance Terhadap Pelayanan
Publik. Medan: DeePublisher.
Badan Pusat Statistik. (2021). Kabupaten Pelalawan Dalam Angka 2021.
Pelalawan: BPS Press.
Badan Pusat Statistik. (2020). Kecamatan Pangkalan Kerinci Dalam Angka 2020.
Pelalawan: BPS Press.
Fajar, M. 2010. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Indonesia. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Goodland, R. (2002). Sustainability. Human, Social, Economic and
Environmental. Encyclopedia of Global Environment Change. John
Wiley & Sons, Ltd.
Hasibuan, M.S.P. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi
Aksara.
Kartini, Dwi. 2009. Corporate Social Responsibility. Transformasi Konsep
Sustainability Management dan Implementasi di Indonesia. Bandung: PT
Refika Aditama.
Kast, F.E. 2013. Organisasi dan Manajemen. Jakarta: Bina Aksara.
Murdiyanto, E., & Kundarto, M. 2012. Membangun Kemitraan Agribisnis.
Inovasi Program Corporate Social Responsibility (CSR). Semarang:
Yayasan Bina Karta Lestari.
Pasolong, H. 2007. Teori Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.
Pearce, J.A., & Robinson Jr, R.B. 2013. Manajemen Strategis, Formulasi,
Implementasi dan Pengendalian. Edisi 12. Jakarta: Salemba Humanika.
Poerwanto, A. 2010. Pengaruh Tipe Industri, Ukuran Perusahaan,
Profitaabilitas, Terhadap Corporate Social Responsibility. Vol. 8 No. 1,
November 2011. 1-94.
Rachman, A. 2005. Corporate Social Responsibility Antara Teori dan Kenyataan.
Jakarta: Pustaka Yustisia.
Rudito, B. 2004. Corporate Social Responsibility, Jawaban bagi Model
Pembangunan Indonesia Masa Kini. Jakarta: ICSD.
127
Rudito, B., dan Famiola, M. (2013). CSR (Corporate Social Responsibility).
Bandung: Rekayasa Sains.
Saidi., & Abidin. 2014. Corporate Social Responsibility Alternatif Bagi
Pembangunan Indonesia. Jakarta: ICSD.
Sinambela, Lijan Poltak. (2016). Reformasi Pelayanan Publik Teori, Kebijakan,
dan Implementasi. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.
Suharto. (2015). Manajemen Pemerintah: Plus Dua Belas Langkah Strategi.
Jakarta: CV. Media Brilian.
Suhendra. 2006. Analisis Kebijakan : Dari Formulasi Ke Implementasi Kebijakan
Negara Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara.
Susiani, D. (2019). Hukum Administrasi Negara. Jember: CV Pustaka Abadi.
Syafiie, Inu Kencana. (2010). Sistem Administrasi Negara RI. Jakarta: Rineka
Cipta.
Tangkilisan, H.N.S. (2005). Manajemen Publik. Jakarta: Grasindo.
Thoha, Miftah. 2013. Kepemimpinan Dalam Manajemen. PT. Raja Grafindo
Persada. Jakarta.
Wibisono, Y. 2007. Membedah Konsep dan Aplikasi Corporate Social
Responsibility. Gresik: Fascho Publishing.
Widjaja, dkk. (2015). Keadilan Untuk Pertumbuhan. UNPAD Press.
Winarno, Budi. (2007). Teori dan Proses Kebijakan Publik. Yogyakarta: Media
Pressindo.
Wirman. (2012). Studi Tentang Administrasi Publik. Jakarta: Erlangga.
Jurnal :
Abbas, Jawad. (2020). Impact of Total Quality Management on Corporate
Sustainability Through the Mediating Effect of Knowledge Management.
Journal of Cleaner Production, Vol.244, January 2020.
Carnahan, Seth; Agarwal, Rajshree; Campbell, Benjamin. (2010).The Effect of
Firm Compensation Structures on Employee Mobility and Employee
Entrepreneurship of Extreme Employers. US Census Bureau Center for
Economic Studies Paper No. CES-WP-10-06.
128
Curran, Giorel. (2017). Sustainability and Energy Politics: Ecological
Modernisation and Corporate Social Responsibility (Energy, Climate
and the Environment). International Journal of Griffith University, Vol.
2, No. 1, May 2017.
Dewi, I Gusti Ayu Agung Omika; Dewi, I Gusti Ayu Agung Pradnya. (2017).
corporate Social Responsibility, Green Banking, And Going Concern On
Banking Company In Indonesia Stock Exchange. International journal of
social sciences and humanities 1 (3), 118-134.
Halkos, George; Skouloudis, Antonis. (2017). Revisiting the relationship between
corporate social responsibility and national culture : a quantitative
assessment. Journal of Management decision : MD. - Bingley : Emerald
Publishing Limited, ISSN 0025-1747, ZDB-ID 411946-0. - Vol. 55.2017,
3, p. 595-613.
Handayani, Rini; Wahyudi, Sugeng; Suharnomo, Suharnomo. (2017). The effects
of corporate social responsibility on manufacturing industry
performance: the mediating role of social collaboration and green
innovation. DOI:10.3846/BTP.2017.016.
Jamali, Dima; Karam, Charlotte. (2018). Corporate Social Responsibility in
Developing Countries as an Emerging Field of Study. International
Journal of Management Reviews, Vol. 20, Issue 1, pp. 32-61, 2018.
Jamali, Dima; Karam, Charlotte. (2018). Corporate Social Responsibility in
Developing Countries as an Emerging Field of Study. International
Journal of Management Reviews, Vol. 20, Issue 1, pp. 32-61, 2018.
Karaman, Abdullah S., and Akman, Engin (2018). Taking-off corporate social
responsibility programs: An AHP application in airline industry. Journal
of Sustainability, 2020, vol. 12, issue 2, 1-18.
Latapí Agudelo, Mauricio Andrés; Jóhannsdóttir, Lára; Davídsdóttir, Brynhildur.
(2019). A literature review of the history and evolution of corporate
social responsibility International Journal of Corporate Social
Responsibility. Springer, Vol. 4(1), pages 1-23, December.
Maon, François; Swaen, Valérie; Lindgreen, Adam. (2017). Designing and
Implementing Corporate Social Responsibility: An Integrative
Framework Grounded in Theory and Practice. Journal of Business
Ethics 87:71-89.
129
Dokumen dan Rujukan :
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan Perseroan Terbatas
Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan di Provinsi Riau.
Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Tanggung
Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan.
Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Perubahan
Atas Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun
2016 – 2021