0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan17 halaman

Langkah Supervisi Ruang Rawat

Makalah ini membahas tentang supervisi ruang rawat dan praktik pengarahan kepala ruangan sesuai standar akreditasi. Supervisi ruang rawat bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan melakukan pengawasan, bimbingan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan. Kepala ruangan bertanggung jawab melaksanakan fungsi manajemen keperawatan melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengatur

Diunggah oleh

Guana Buaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan17 halaman

Langkah Supervisi Ruang Rawat

Makalah ini membahas tentang supervisi ruang rawat dan praktik pengarahan kepala ruangan sesuai standar akreditasi. Supervisi ruang rawat bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan melakukan pengawasan, bimbingan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan. Kepala ruangan bertanggung jawab melaksanakan fungsi manajemen keperawatan melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengatur

Diunggah oleh

Guana Buaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

MANAJEMEN KEPERAWATAN
“Supervisi Ruang Rawat Dan Praktik Pengarahan Kepala Ruangan Sesuai
Standar Akreditasi”

OLEH

KELOMPOK 4

Annisa Mifta Huljannah Indah Delvian

Annisaa Rahmi Karoenia Linna Parensah

Cahayu Utari Nursaffiza

Evelyna Fausta Fika Resty Sanara

Fadhilla Husni Siti Nabila

Idjra Safitri

DOSEN PEMBIMBING :

Ns. Endra Malia, [Link]

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

2023
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT. Yang telah memberikan penulis kemudahan sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa perotolongan-Nya
tentunya penulis tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat
serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu, Nabi Muhammad
SAW yang kita nanti nantikan syafaat-Nya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehatnya, baik itu
berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan

pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah Manajemen Keperawatan dengan judul
“Supervisi Ruang Rawat Dan Praktik Pengarahan Kepala Ruangan Sesuai Standar
Akreditasi”
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritikan serta saran
dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang
lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon
maaf yang sebesar besarnya.

Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada pihak khususnya Ibu Dosen yang telah
membimbing dalam menulis makalah ini.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat, terima kasih.

Bukittinggi, 23 Maret 2023

Kelompok

ii
DAFTAR ISI

COVER.................................................................................................................................i

KATA PENGANTAR..........................................................................................................ii

DAFTAR ISI.........................................................................................................................iii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang............................................................................................................1
B. Rumusan masalah......................................................................................................2
C. Tujuan........................................................................................................................2

BAB II

PEMBAHASAN

A. Defenisi supervise ruang rawat..................................................................................4


B. Tujuan supervise ruang rawat....................................................................................4
C. Prinsip supervise ruang rawat....................................................................................5
D. Sasaran supervise ruang rawat...................................................................................5
E. Cara supervise ruang rawat........................................................................................6
F. Langkah supervise ruang rawat.................................................................................6
G. Kegiatan rutin supervise ruang rawat........................................................................7
H. Supervisor keperawatan.............................................................................................8
I. Defenisi dan tujuan pengarahan.................................................................................9
J. Kegiatan manajer keperawatan pada fungsi pengarahan...........................................9
K. Indicator pengarahan yang baik.................................................................................10
L. Praktik pengarahan kepala ruangan sesuai akreditasi................................................11

iii
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan................................................................................................................12
B. Saran..........................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................13

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Perawat merupakan tenaga kesehatan dengan proporsi terbanyak di rumah
sakit dan memegang peranan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Kualitas pelayanan kesehatan dapat terwujud dengan pelaksanaan asuhan
keperawatan yang professional. Profesionalisme perawat diikuti oleh pengetahuan dan
keterampilan yang baik. (Dwidiyanti, 2007). Untuk menjadi perawat sebagai tenaga
kerja professional maka perlu dilakukan pembinaan serta pengawasan secara terus
menerus dan berkesinambungan, sehingga menjadikan perawat sebagai tenaga kerja
yang perlu diperhatikan, diakui dan dihargai melalui penerapan sistem manajemen
(Zulfikar, 2015).
Supervisi merupakan bagian yang penting dalam manajemen serta keseluruhan
tanggung jawab pemimpin. Dalam mengelola asuhan keperawatan dibutuhkan
kemampuan manajemen dari perawat professional,dan oleh karena itu perawat
diharapkan mempunyai kemampuan dalam [Link] merupakan bagian dari
fungsi directing pengarahan atau dalam fungsi manajemen yang berperan untuk
mempertahankan agar kegiatan yang telah diprogramkan dapat dilaksanakan dengan
baik.
Disetiap ruang rawat inap dipimpin oleh kepala ruang keperawatan yang
bertanggung jawab terhadap semua aktivitas pada masing-masing ruang rawat inap.
Salah satu fungsi supervisor yaitu melakukan supervisi kepada perawat pelaksana
guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat pelaksana sehingga
terwujud peningkatan kualitas kinerja.
Kepala ruangan merupakan tenaga perawat yang diberi tugas memimpin satu
ruang rawat, dan bertanggung jawab terhadap pemberian asuhan keperawatan, yang
berperan sebagai first line manager di sebuah rumah sakit, yang diharapkan mampu
melaksanakan fungsi manajemen keperawatan (Sitorus, R & Panjaitan, 2011) Peran
dan fungsi kepala ruangan diruang rawat dalam fungsi manajemen keperawatan antara
lain perencanaan, pengorganisasian, pengaturan ketenagaan, pengarahan, pengawasan

1
dan pengendalian mutu yang merupakan satu siklus yang saling berkaitan satu sama
lain (Marquis, B.L & Huston, 2012)
Pengarahan merupakan suatu keinginan untuk membuat orang lain mengikuti
keinginannya dengan menggunakan kekuatan peribadi atau kekuasaan jabatan secara
efektif dan pada tempatnya demi kepentingan jangka [Link] manajer yang
baik hendaknya sering memberi masukan-masukan kepada anggotanya karena hal
tersebut dapat menunjang prestasi kerjaanggota. Seorang anggota juga layaknya
manusia biasa yang senang denganadanya suatu perhatian dari yang lain, apabila
perhatian tersebut dapat membantumeningkatkan kinerja mereka.
Suatu pengarahan dapat diberikan pada suatu batasan, baik yang bersifat
umum maupun spesifik, tergantung pada frekuensi kerja dan motif usaha yang
dikembangkan. Pengarahan dapat diberikan sebagai suatu proses
bimbingan, pemberian petunjuk dan intruksi kepada bawahan agar mereka bekerja
dengan rencana yang telah ditetapkan.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa Defenisi supervise ruang rawat
2. Apa tujuan supervise ruang rawat
3. Apa prinsip supervise ruang rawat
4. Apa saja sasaran supervise ruang rawat
5. Bagaimana cara supervise ruang rawat
6. Apa saja langkah supervise ruang rawat
7. Apa saja kegiatan rutin supervise ruang rawat
8. Apa supervisor keperawatan
9. Apa defenisi dan tujuan pengarahan
10. Apa saja kegiatan manajer keperawatan pada fungsi pengarahan
11. Apa indicator pengarahan yang baik
12. Bagaimana praktik pengarahan kepala ruangan sesuai akreditasi

C. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat mengetahui defenisi supervise ruang rawat
2. Mahasiswa dapat mengetahui tujuan supervise ruang rawat
3. Mahasiswa dapat mengetahui prinsip supervise ruang rawat
4. Mahasiswa dapat mengetahui saja sasaran supervise ruang rawat

2
5. Mahasiswa dapat mengetahui cara supervise ruang rawat
6. Mahasiswa dapat mengetahui langkah supervise ruang rawat
7. Mahasiswa dapat mengetahui kegiatan rutin supervise ruang rawat
8. Mahasiswa dapat mengetahui supervisor keperawatan
9. Mahasiswa dapat mengetahui defenisi dan tujuan pengarahan
10. Mahasiswa dapat mengetahui saja kegiatan manajer keperawatan pada fungsi
pengarahan
11. Mahasiswa dapat mengetahui indicator pengarahan yang baik
12. Mahasiswa dapat mengetahui praktik pengarahan kepala ruangan sesuai akreditasi

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. SUPERVISI RUANG RAWAT


1. Definisi
Prajudi Atmosudiro (1982), Supervisi diartikan sebagai pengamatan atau
pengawasan secara langsung terhadap pelaksanaan pekerjaan yang sifatnya rutin.
Swansburg (1999), Supervisi adalah suatu proses kemudahan sumber-sumber
yang diperlukan untuk penyelesaian tugas-tugasnya. Thora Kron (1987), Supervisi
adalah merencanakan, mengarahkan, membimbing, mengajar, mengobservasi,
mendorong, memperbaiki, mempercayai, mengevaluasi secara terus menerus
padasetiap perawat dengan sabar, adil serta bijaksana sehingga setiap perawat
dapat memberikan asuhan keperawatan dengan baik, terampil, aman, cepat dan
tepat secara menyeluruh sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan dari perawat.
Supervisi mengandung pengertian yang lebih demokratis. Dalam pelaksanaannya
supervisi bukan hanya mengawasi apakah seluruh staf keperawatan menjalankan
tugasnya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan instruksi atau ketentuan yang telah
digariskan, tetapi juga bersama para perawat bagaimanan memperbaiki proses
keperawatan yang sedang berlangsung. Jadi dalam kegiatan supervisi seluruh staf
keperawatan bukan sebagai pelaksana pasif, melainkan diperlukan sebagai patner
kerja yang memiliki ide-ide, pendapat dan pengalaman yang perlu didengar,
dihargai dan diikut sertakan dalam usaha-usaha perbaikan proses keperawatan.
Dengan demikian supervisi diartikan sebagai suatu aktifitas pembinaan yang
direncanakan untuk membantu para tenaga keperawatan dan staf lainnya dalam
melakukan pekerjaan mereka secara efektif.
2. Tujuan Supervisi Ruangan Rawat
Mengusahakan seoptimal mungkin kondisi kerja yang nyaman, ini tidakhanya
meliputi lingkungan fisik, tetapi juga suasana kerja diantaranya para
tenagakeperawatan dan tenaga lainnya , juga meliputi jumlah persediaan dan
kelayakanperawatan agar memudahkan pelaksanaan tugas. Oleh karena itu tujuan
supervisi adalah :
a) Mengorganisasikan staf dan pelaksanan keperawatan

4
b) Melatih staf dan pelaksana keperawatan
c) Memberikan arahan dalam pelaksanaan tugasnya agar menyadari danmengerti
terhadap peran, fungsi sebagai staf dan pelaksana asuhankeperawatan
d) Memberikan layanan kemampuan staf dan pelaksana keperawatan
dalammemberikan asuhan keperawatan
3. Prinsip Supervisi Ruangan Rawat
Prinsip-prinsip supervisi dalam keperawatan adalah :
a) Didasarkan atas hubungan profesional dan bukan pribadi
b) Kegiatan yang direncanakan secara matang
c) Bersifat edukatif, supporting dan informan
d) Memberikan perasaan aman pada staf dan pelaksanaan keperawatan
e) Membentuk suatu kerjasama yang demokratis antara supervisor danstaf dan
pelaksana keperawatan.
f) Harus objektif dan sanggup mengadakan “self evaluation”.
g) Harus progresif, inovatif, fleksibel dan dapat mengembangkan
kelebihanmasing-masing
h) Konstruktif dan kreatif dalam mengembangkan diri disesuaikan
dengankebutuhan.
i) Dapat meningkatkan kinerja bawahan dalam upaya meningkatkankualitas
asuhan keperawatan.
4. Sasaran Supervisi Ruangan Rawat
Sasaran yang harus dicapai dalam supervisi adalah sebagai berikut :
a) Pelaksanan tugas sesuai dengan pola.
b) Struktur dan hirarki sesuai dengan rencana
c) Staf yang berkualitas dapat dikembangkan secara kontinue/sistematis
d) Penggunaan alat yang efektif dan ekonomis
e) Sistem dan prosedur yang tidak menyimpang
f) Pembagian tugas, wewenang dan pertimbangan objek/rational
g) Tidak terjadi penyimpangan/penyelewengan kekuasaan, kedudukan dan
keuangan.

5
5. Cara Supervisi Ruangan Rawat
a) Langsung
Supervisi dilakukan langsung pada kegiatan yang [Link]
supervisi modern diharapkan supervisor terlibat dalam kegiatan agar
pengarahan dan pemberian petunjuk tidak dirasakan sebagai perintah.
Cara memberikan pengarahan yang efektif adalah :
1) Pengarahan harus lengkap
2) Mudah dipahami
3) Menggunakan kata-kata yang tepat
4) Berbicara dengan jelas dan lambat
5) Berikan arahan yang logis
6) Hindari memberikan banyak arahan pada satu saat
7) Pastikan bahwa arahan dipahami 8. Yakinkan bahwa arahan anda
dilaksanakan atau perlu tindak lanjut
b) Tidak langsung
Supervisi dilakukan melalui laporan baik tertulis maupun lisan,.Supervisor
tidak melihat langsung kejadian di lapangan, sehinggamungkin terjadi
kesenjangan [Link] balik dapat diberikan secaratertulis.
6. Langkah Supervisi Ruangan Rawat
a) Pra-supervisi
1) Supervisor menetapkan kegiatan yang akan disupervisi
2) Supervisor menetapkan tujuan
b) Pelaksanaan Supervisi
1) Supervisor menilai kinerja perawat berdasarkan alat ukur atauinstrumen
yang telah disiapkan.
2) Supervisor mendapat beberapa hal yang memerlukan pembinaan.
3) Supervisor memanggil Katim dan PA untuk mengadakan pembinaandan
klarifikasi permasalahan.
4) Pelaksanaan supervisi dengan inspeksi, wawancara, dan memvalidasi data
sekunder:
Supervisor mengklarifikasi permasalahan yang ada
Supervisor melakukan tanya jawab dengan perawat
5) Pasca-Supervisi - 3F
6) Supervisor memberikan penilaian supervisi (F-Fair)

6
7) Supervisor memberikan Feedback dan klarifikasi.
8) Supervisor memberikan reinforcement dan follow up perbaikan.
7. Kegiatan Rutin Supervisi Ruangan Rawat
Tugas-tugas rutin yang harus dilakukan oleh supervisor setiap harinya adalah
sebagai berikut:
a) Sebelum pertukaran shift (15-30 menit)
1) Mengecek kecukupan fasilitas/peralatan/sarana untuk hari itu
2) Mengecek jadwal kerja
b) Pada waktu mulai shift (15-30 menit)
1) Mengecek personil yang ada
2) Menganalisa keseimbangan personil dan pekerjaan
3) Mengatur pekerjaan d. Mengidentifikasi kendala yang muncul
4) Mencari jalan supaya pekerjaan dapat diselesaikan
5) Sepanjang hari dinas (6-7 jam):
6) Mengecek pekerjaan setiap personil, dapat mengarahkan, instruksi,
mengoreksi atau memberikan latihan sesuai kebutuhannya.
7) Mengecek kemajuan pekerjaan dari personil sehingga dapat segera
membantu apabila diperlukan
8) Mengecek pekerjaan rumah tangga
9) Mengecek kembali pekerjaan personil dan kenyamanan kerja, terutama
untuk personil baru.
10) Berjaga-jaga di tempat apabila ada pertanyaan, permintaan bantuanatau
hal-hal yang terkait.
11) Mengatur jam istirahat personil
12) Mendeteksi dan mencatat problem yang muncul pada saat itudanmencari
cara memudahkannya.
13) Mengecek kembali kecukupan alat/fasilitas/sarana sesuai kondisi
operasional
14) Mencatat fasilitas/sarana yang rusak kemudian melaporkannya j.
Mengecek adanya kejadian kecelakaan kerja
15) Menyiapkan dan melaporkan secara rutin mengenai pekerjaan.
16) Sekali dalam sehari (15-30 menit)
Mengobservasi satu personil atau area kerja secara kontinu untuk15 menit.
Melihat dengan seksama hal-hal yang mungkin terjadi seperti : keterlambatan

7
pekerjaan, lamanya mengambil barang, kesulitanpekerjaan dan lain
sebagainya.
Sebelum pulang
17) Membuat daftar masalah yang belum terselesaikan dan berusaha
untukmemecahkan persoalan tersebut keesokan harinya.
18) Pikirkan pekerjaan yang telah dilakukan sepanjang hari denganmengecek
hasilnya, kecukupan material dan peralatannya.
19) Lengkapi laporan harian sebelum pulang
20) Membuat daftar pekerjaan untuk harinya, membawa pulangmemperlajari
di rumah sebelum pergi bekerja kembali.
8. Supervisor Keperawatan
Yang termasuk supervisor keperawatan adalah:
a) Kepala ruangan
kepala ruangan bertanggung jawab dalamsupervisi pelayanan keperawatan
diunit kerjanya. Kepala rungan merupakan ujungtombak penentu tercapai
tidaknya tujuan pelayanan dalammemberikanasuhan keperawatan dan
pendokumentasian di unit kerjanya.
b) Pengawas Keperawatan
Beberapa ruangan atau unit pelayanan beradadi bawah satu instalasi,
pengawas perawatan bertanggung jawab dalammelakukan supervisi pada
areanya yaitu beberapa kepala ruanganyangberada dalam satu instalasi
tertentu, misalnya instalasi rawat inap, instalasi rawat jalan dan lain-lain.
c) Kepala seksi
Beberapa instansi digabung dibawah satu pengawasankepala [Link]
seksi mengawasi pengawas keperawatan dalammelaksanakan tugas secara
langsung dan seluruh perawat secara tidak langsung.
d) Kepala Bidang keperawatan
Kabid Keperawatan bertanggung jawabuntuk melakukan supervisi kepada
kepala seksi secara langsungdansemua perawat secara tidak langsung.

8
B. KONSEP DASAR PENGARAHAN

1. Definisi dan Tujuan Pengarahan


Pengarahan adalah suatu proses pembimbingan, pemberi petunjuk, dan instruksi
kepada bawahan aggar mereka bekerja sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan. Pengarahan mencakup beberapa operasi standar, pedoman dan buk
panduan, bahkan manajemen berdasarkan sasaran. Pengarahan adalah fase kerja
manajemen, dimana manajer berusaha memotivasi, membina, komunikasi,
menangani konflik, kerjasama, dan negoisasi (Marquis dan Huston, 2010).
Pengarahan adalah fungsi manajemen yang memantau dan menyesuaikan
perencanaan proses, dan sumber yang efektif dan efisien mencapai tujuan ( Huber,
2000). Pengarah yang efektif akan meningkatkan dukungan perawat untuk
mencapai tujuan manajemen keperawatan dan tujuan asuhan keperawatan dan
asuhan keperawatan (Swanburg, 2000). Motivasi sering didisertakan dengan
kegiatan oranglain mengarahkan bersamaan dengan komunikasi dan
kepemimpinan (Huber, 2006).
Fungsi pengarahan selalu berkaitan erat dengan perencanaan kegiatan
keperawatan di ruang rawat inap dalam rangka menugaskan perawat untuk
melaksanakan mencapai tujuan yang telah ditentukan. Kepala ruangan dalam
melakukan kegiatan pengarahan melalui: saling memberi motivasi, membantu
pemecahan masalah, melakukan pendelegasian, menggunakan komunikasi yang
efektif, melakukan kolaborasi dan koordinasi (Swanburg, 2000). Memotivasi
adalah menunjukkan arah tertentu kepada perawat atau staf dan mengambil
langkah yang perlu untuk memastikan mereka sampai pada tujuan(Soeroso,2003).
Tujuan pengarahan, yaitu :
a) Menjamin kontinuitas perencanaan
b) Menbudayakan prosedur standar
c) Menghindari kemungkinan yang tidak berarti
d) Membina motivasi yang terarah
2. Kegiatan Manajer Keperawatan Pada Fungsi Pengarahan
Manajer keperawatan harus memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang
baik. Kepala ruangan setiap hari berkomunikasi dengan pasien, staf, dan atasan
setiap hari (Nursalam, 2012). Komunikasi membentuk inti kegiatan manajemen
dan melewati semua proses manajemen (Marquis dan Huston, 2010).

9
Prinsip komunikasi manajer keperawatan menurut Nursalam(2012), yaitu:
a) Manajer harus mengerti struktur organisasi, siapa yang terkena dampak dari
keputusan yang dibuat. Jaringan komunikasi formal dan informal perlu
dibangun antara manajer dan staff.
b) Komunikasi bukan hanya sebagai perantara, tetapi proses yang terpisahkan
dalam organisasi
c) Komunikasi harus jelas, sederhana dan tepat
d) Perawat profesional adalah mampu berkomunikasi dengan secara adekuat,
lengkap dan cepat.
e) Manajer harus meminta umpan balik apakah komunikasi dapat diterima
f) Menjadi pendengar yang baik adalah komponen penting dalam komunikasi.

Douglas dalam swansburg (2000) mengatakan bahwa ada dua belas aktivitas
teknis yang berhubungan dengan pengarahan pada manajemen, yaitu :

a) Merumuskan tujuan perawwatan yang realistis untuk pelayanan keperawatan,


pasien dan perawat pelaksana
b) Memberikan prioritas utama untuk kebutuhan klien sehubungan dengan tugas-
tugas perawat pelaksana
c) Melaksanakan koordinasi untuk efesiensi pelayanan
d) Mengidentifikasi tanggungjawab dari perawat pelaksana
e) Memberikan perawatan yang berkesinambungan
f) Mempertimbangkan kebutuhan terhadap tugas-tugas dari perawat pelaksana
g) Memberikan kepemimpinan untuk perawat dalam hal pengajaran, konsultasi
dan evaluasi
h) Mempercayai anggota
i) Menginterprestasikan protokol
j) Menjelaskan prosedur yang harus diikuti
k) Memberikan laporan yang ringkas dan jelas
l) Menggunakan proses kontrol manajemen
3. Indikator Pengarahan yang Baik
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengarahan yaitu :
a) Keterbukaan
Kurang sifat terbuka diantara pimpinan dan pegawwai akan menyebabkan
pemblokan atau tidak mau menyampaikan pesan atau gangguan dalam pesan.

10
Umumnya para pimpinan tidak begitu memperhatikan arus komunikasi
kebawah. Pimpinan mau meberikan informasi kebawah bila mereka measa
bahwa pesan itu penting bagi penyelesaian tugas. Tetapi bila suatu pesan tidak
relevan dengan tugas, pesan tersebut dipegangnya. Misalnya seorang pimpinan
akan mengirimkan pesan untuk memotivasi pegawai guna penyempurnaan
hasil kerja, tetapi tidak mau mendiskusikan kebijaksanaan baru dalam
mengatasi masalah-masalah organisasi.
b) Kepecayaaan Pada Pesan Tulisan
Kebanyakan para pimpinan lebih percaya pesan tulisan dan metode iskusi
yang menggunakan alat-alat elektronik dari pada pesan yang disampaikan
secara lisan dan tatap muka. Hal ini mendikan pimpinan lebih banyak
menyampaikan pesan secara tertulis berupi bulletin, manual yang mahal
4. Praktik Pengarahan Kepala Ruangan Sesuai Akreditasi
a)Memberikan pengarahan tentang penugasan kepada ketua TIM
b) Memberi pujian kepada anggota TIM yang melakukan tugas dengan baik
c)Memberi motivasi dalam peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap
d) Menginformasikan hal-hal yang dianggap penting dan berhubungan dengan
ASKEP pasien
e)Melibatkan bawahan sejak awal hingga akhir kegiatan
f) Membimbing bawahan yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan
tugasnya
g) Menigkatkan kolaborasi dengan anggota TIM lain
h) Mengembangkan system pengarahan formal dan informal

11
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Supervisi adalah merencanakan, mengarahkan, membimbing, mengajar,
mengobservasi, mendorong, memperbaiki, mempercayai, mengevaluasi secara terus
menerus padasetiap perawat dengan sabar, adil serta bijaksana sehingga setiap
perawat dapat memberikan asuhan keperawatan dengan baik, terampil, aman, cepat
dan tepat secara menyeluruh sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan dari
perawat.
Tujuan Supervisi Ruangan Rawat adalah Mengorganisasikan staf dan
pelaksanan keperawatan,Melatih staf dan pelaksana keperawatan,Memberikan arahan
dalam pelaksanaan tugasnya agar menyadari danmengerti terhadap peran, fungsi
sebagai staf dan pelaksana asuhankeperawatan,Memberikan layanan kemampuan staf
dan pelaksana keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan.

B. SARAN
Dalam penyusun makalah ini sangat jauh dari penyempurnaan maka saran,
kritikan, idea dari mahasiswa atau mahasiswi yang bersifat menambah dan
membangun maka penulis sangat mengharapkan demi penyempurnaan makalah ini.

12
DAFTAR PUSTAKA

Dexter, Akbar. 2012. Fungsi Pengarahan dalam Management. Swamburg,


Russel C.2000. Pengantar kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Jakarta : EGC

[Link]
Santoso, M.,I. Nevita.F, dan Ludha.M.,N. 2015. Supervisi Keperawatan. Konsep Supervisi
Keperawatan Praktik Profesi Manajemen Keperawatan Di Ruangan Mina Rsu’
Aisyiyah Dr. Sutomo Ponorogo 1 (1) : 3 - 34

13

Anda mungkin juga menyukai