0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan33 halaman

Dampak Positif TikTok pada Remaja

Ringkasan: Proposal penelitian ini membahas dampak penggunaan media sosial Tik Tok terhadap perilaku remaja. Tik Tok menjadi aplikasi yang populer digunakan remaja karena fitur uniknya seperti durasi video pendek dan mengajak kreativitas pengguna. Namun, penggunaan berlebihan dapat memengaruhi perilaku remaja seperti menjadi lebih narsis, ketergantungan, dan lupa waktu. Penelitian ini akan menel

Diunggah oleh

Isthanasya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan33 halaman

Dampak Positif TikTok pada Remaja

Ringkasan: Proposal penelitian ini membahas dampak penggunaan media sosial Tik Tok terhadap perilaku remaja. Tik Tok menjadi aplikasi yang populer digunakan remaja karena fitur uniknya seperti durasi video pendek dan mengajak kreativitas pengguna. Namun, penggunaan berlebihan dapat memengaruhi perilaku remaja seperti menjadi lebih narsis, ketergantungan, dan lupa waktu. Penelitian ini akan menel

Diunggah oleh

Isthanasya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HALAMAN JUDUL

PROPOSAL PENELITIAN

DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIK TOK TERHADAP


PERILAKU REMAJA DI KELURAHAN WALI KECAMATAN
WATOPUTE KABUPATEN MUNA

Oleh :
SASRI NAWAYATI
C1B119070

JURUSAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2022

i
HALAMAN PERSETUJUAN

Telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing untuk dipertahankan dihadapan

panitia ujian seminar proposal pada program studi sosiologi fakultas ilmu sosial

dan ilmu politik Universitas Halu Oleo.

Nama : Sasri Nawayati

Stambuk : C1B119070

Program studi : Sosiologi

Judul Penelitian : Dampak Penggunaan Media Sosial Tik Tok Terhadap Perilaku

Remaja Di [Link] [Link] [Link].

Kendari,

Menyetujui

Pembimbing 1 Pembimbing 11

Drs. Juhaepa, [Link] [Link], [Link]

NIP. 19620117 199203 1 00 NIP. 19661231 199303 1 013

Mengetahui ;

Ketua Jurusan Sosiologi Koodinator Program Studi Sosiologi

Sarmadan,[Link],[Link] Bakri Yusuf,[Link],[Link]

NIP. 19721101 199903 1 003 NIP. 197011 08 199603 1 002


DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN...............................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................4
1.3 Tujuan Penelitian.........................................................................................5
1.4 Manfaat Penelitian........................................................................................5
1. Manfaat Teoritis...........................................................................................5
2. Manfaat Praktis............................................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................6
2.1 Tinjauan Umum Tentang Media Sosial..........................................................6
2.1.1 Pengertian Media Sosial............................................................................6
2.1.2 Jenis-Jenis dan Karakteristik Media Sosial...............................................8
2.1.3 Fungsi Media Sosial................................................................................11
[Link] Positif dan Negatif Media Sosial..............................................13
2.2. Tinjauan Umum tentang Aplikasi Tik Tok................................................15
2.2.1 Pengertian Aplikasi Tik Tok...................................................................15
2.2.2 Sejarah Aplikasi Tik Tok........................................................................15
2.2.3 Dampak Negatif Tik Tok........................................................................17
2.3. Tinjauan Umum Tentang Perilaku.............................................................18
2.3.1 Pengertian Perilaku.................................................................................18
2.3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku.........................................19
2.4. Tinjauan Hasil Penelitian Sebelumnya......................................................21
2.5. Kerangka Pikir...........................................................................................22
BAB III METODE PENELITIAN.......................................................................24
3.1. Jenis Penelitian...........................................................................................24
3.2. Lokasi Penelitian.......................................................................................24
3.3. Informan Penelitian....................................................................................25
3.4. Jenis dan Sumber Data...............................................................................25
3.5 Teknik Pengumpulan Data........................................................................26
3.6. Teknik Analisa Data...................................................................................26
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................28
BAB I PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di jaman yang semakin canggihnya teknologi informasi dan komunikasi

yang berkembang saat sekarang, segala sesuatu dapat diselesaikan dengan cara-

cara yang praktis. Teknologi informasi dan komunikasi adalah sesuatu yang

bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan manusia. Penggunaan

teknologi informasi dan komunikasi oleh masyarakat menjadikan dunia teknologi

semakin lama semakin canggih. Berbagai macam media untuk berkomunikasi pun

hadir untuk memudahkan manusia berinteraksi. Seiring dengan perkembangan

zaman, teknologi internet sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, hal inilah

yang melahirkan media sosial. Media sosial merupakan media online, yaitu media

yang hanya ada dengan menggunakan internet dimana para penggunanya bisa

menuangkan ide, mengekspresikan diri, dan menggunakan sesuai dengan

kebutuhannya. Kehadiran media sosial memberikan kemudahan bagi manusia

untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. Salah satu aplikasi di media sosial yang

saat ini sedang booming dikalangan anak-anak, remaja bahkan orang dewasa yaitu

tik tok (Batoebara 2020).

Tik tok kini seakan menjadi aplikasi primadona yang layak dan wajib

diunduh oleh semua orang. Bahkan, tik tok telah mengalahkan aplikasi besar

lainnya seperti facebook dan instagram. Fenomena tik tok yang banyak digemari

masyarakat ini bukanlah sesuatu hal yang aneh. Sebab tik tok dengan berbagai

fiturnya memang menawarkan hal yang berbeda dan menarik jika dibandingkan

1
2

dengan instagram atau facebook. Instagram dan facebook dalam postingannya

dapat menawarkan banyak hal yang dapat di unggah, seperti foto, status teks atau

juga video. Berbeda dengan aplikasi yang satu ini, tik tok hanya dapat

mengunggah dalam bentuk format video. Video yang dapat diunggah pun

memiliki durasi waktu yang terbatas, yaitu hanya 15 detik atau 60 detik. Hal

itulah yang menjadi kelebihan dan daya tarik dari tik tok, sehingga banyak

digemari oleh para penggunannya. Selain memberikan perbedaan dari pilihan file

yang dapat diunggah, tik tok juga memiliki daya tarik lain, yaitu kreativitas dalam

unggahan videonya. Dalam durasi video yang singkat, yaitu hanya 15 atau 60

detik, penggunannya diajak untuk bisa menggunakan kreativitas mereka.

Kreativitas yang dapat dituangkan beragam, mulai dari peralatan yang digunakan,

pilihan efek video, atau fitur-fitur lainnya yang tersedia di tik tok. Jadi tik tok

bukan hanya sekedar mengunggah video seperti biasa, tapi pengguna tik tok

diajak untuk dapat memberikan video yang unik, menarik dan berbeda dengan

diiringi beragam soundtrack lagu tik tok (Widada 2018).

Aplikasi tik tok tentunya memiliki dampak dari segi positif maupun segi

negatif. Dari segi positif aplikasi tik tok memiliki beberapa manfaat seperti salah

satu aplikasi yang dapat mendorong dan mengekspresikan kreativitas seseorang

dalam membuat suatu karya, dapat melatih diri remaja atau anak anak untuk

mengasah skill editing video untuk konten-konten yang lebih bermanfaat. Selain

itu juga terdapat dampak negatif dari aplikasi tik tok, seperti mereka lebih

cenderung fokus untuk berjoget dan menonton video yang ada di dalam aplikasi

tik tok tersebut. Terutama untuk wanita remaja banyak yang menggunakan
3

aplikasi tik tok ini untuk berjoget dengan menggunakan lagu ke barat-baratan atau

musik yang lainnya. (Khansa and Putri 2022).

Aplikasi tik tok ini pun dapat membuat mereka senang saat mereka

menggunakannya, apalagi saat mereka sedang lelah, bosan, kesal dan pusing. Lalu

mereka bermain media sosial tik tok ini pun mereka merasa semua rasa itu hilang,

bisa dikatakan bahwa tik tok ini dapat menjadi hiburan untuk remaja yang

menggunakannya. Orang yang memiliki perilaku narsis tidak hanya yang gemar

memotret diri sendiri lalu mengunggahnya di media sosial, tetapi juga gemar

membanggakan diri sendiri pada orang lain. Tidak ada yang ketergantungan tik

tok tetapi ada perubahan yang muncul dari diri remaja tersebut setelah mereka

memakai aplikasi tersebut, mereka cenderung lupa dengan waktu keasikan main

tik tok. Orang yang sudah cenderung dengan menggunakan aplikasi tik tok

mereka akan melakuan gerakan yang sudah terbiasa dipakai untuk berjoget di

dalam aplikasi tik tok tersebut (Rosdina and Nurnazmi 2021).

Lebih jauh dari itu, Murakami (dalam, Peribadi 2018) menandaskan bahwa

tidak bisa kita pungkiri, ilmu pengetahuan yang menonjolkan cara berpikir

rasional telah berkembang begitu dramatis, sehingga membuat orang orang telah

terjerumus ke dalam kebiasaan untuk berusaha merasionalisasi segalanya. Kajian

rasionalisisai dan emerisme diruang revolusi informasi dan komunikasi berbasis

internet mengemuka aneka bentuk komunitas virual, sehingga dapat dibutuhkan

reseach netnografi yang telah berkembang pesat pada dekade terakhir ini

(Peribadi 2021).
4

Demikian pula hampir semua golongan remaja di masyarakat kelurahan

Wali secara tidak langsung memberikan legitimasi sosial bahwa aplikasi ini sudah

menjelma sebagai bagian dari budaya populer. Alhasil, proteksi para orang tua

wajib diberlakukan untuk meminimalisir dampak buruk bagi anaknya. Adapun

hasil dari pengamatan sementara ada beberapa perilaku remaja di kelurahan Wali

yang menunjukkan adanya dampak negatif dari aplikasi tik tok seperti remaja

menjadi malas berkomunikasi di dunia nyata karena lebih mementingkan diri

sendiri sehingga tidak adanya keterbukaan antar sesama yang membuat anak

remaja ini tidak menyadari akan adanya orang lain di sekitarnya dan bagi remaja

tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di media sosial, hingga membuat mereka

semakin sulit membedakan antara berkomunikasi di dunia maya dan dunia nyata.

Oleh sebab itu, perlu adanya peran dari orang tua maupun lingkungan secara

umum untuk dapat membimbing remaja pengguna media sosial tik tok dalam

menggunakan atau memanfaatkan perkembangan teknologi dengan cara

menanamkan nilai-nilai moral pada anak remaja di kehidupan sehari-hari dan

mengawasinya. Berdasarkan uraian pernyataan masalah tersebut maka penulis

mengambil judul penelitin “Dampak Penggunaan Media Sosial Tik Tok

Terhadap Perilaku Remaja di Kelurahan Wali Kecamatan Watopute

Kabupaten Muna ”.
5

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan

permasalahan sebagai berikut : bagaimana dampak penggunaan media sosial tik

tok terhadap perilaku remaja di Kelurahan Wali Kecamatan Watopute Kabupaten

Muna?.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan


media sosial tik tok terhadap perilaku remaja di Kelurahan Wali Kecamatan
Watopute Kabupaten Muna.
1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat. Adapun manfaat dari

penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis penulisan ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu

pengetahuan para pembaca khusunya bagi mahasiswa dan akademisi lainnya.

Selain itu dijadikan sebagai bahan kajian ilmu, terutama tentang penggunaan

media sosial dan perilaku remaja.

2. Manfaat Praktis

Adapun manfaat bagi peneliti yaitu untuk menambah wawasan dan

menambah ilmu pengetahuan tentang dampak media sosial terhadap perilaku

masyarakat khususnya para remaja.


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Umum Tentang Media Sosial

2.1.1 Pengertian Media Sosial

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa

dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring

sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Pendapat lain mengatakan bahwa media

sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial

menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog

interaktif. Pengertian media sosial adalah seperangkat alat komunikasi dan

kolaborasi baru yang memungkinkan terjadinya berbagai jenis interaksi yang

sebelumnya tidak tersedia bagi orang awam (Munzir 2019).

Adapun defenisi atau pengertian media sosial menurut para ahli adalah

sebagai berikut:

1. Pengertian media sosal menurut Antony Mayfield (2008). Menurut Antony

Mayfield (2008) yang memberikan gagasannya berupa definisi media sosial

dimana menurutnya pengertian media sosial adalah media yang

penggunanya mudah berpartisipasi, berbagai dan menciptakan peran,

khususnya blog, jejaring sosial, wiki/ensiklopedia online, forum-forum

maya, termasuk virtual worlds (dengan avatar/karakter 3D).

2. Pengertian media sosial menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlien.

Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlien mendefinisikan bahwa

pengertian media sosial adalah sebuah kelompok aplikasi berbasis internet

6
7

yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 dan yang

memungkinkan penciptaan dan pertukaran user generated content.

3. Pengertian media sosial menurut Lisa Buyer. Menurut Lisa Buyer, bahwa

definisi media sosial adalah bentuk hubungan masyarakat yang paling

transparan, menarik dan interaktif saat ini.

4. Pengertian media sosial menurut Sam Decker. Menurut Sam Decker yang

turut serta memberikan perannya dalam bentuk gagasan berupa definisi

media sosial yang menurutnya bahwa pengertian media sosial adalah konten

digital dan interaksi yang dibuat oleh dan antar satu sama lain.

5. Pengertian media sosial menurut Marjorie Clayman. Menurut Marjorie

Clayman bahwa definisi atau pengertian media sosial adalah alat pemasaran

baru yang memungkinkan untuk mengetahui pelanggan dan calon

pelanggan dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin.

6. Pengertian media sosial menurut Philip Kotler dan Kevin Keller (2012:568).

Menurut Philip dan Kevin Keller bahwa pengertian media sosial adalah

sarana bagi konsumen untuk berbagai informasi teks, gambar, video, dan

audio dengan satu sama lain dan dengan perusahaan dan sebaliknya.

7. Pengertian media sosial menurut Henderi, Muhammad Yusup, dan Yuliana

Isma Graba (2007: 3). Menurut Henderi, dkk, bahwa pengertian media

sosial adalah situs jaringan sosial misalnya layanan berbasis web yang

memungkinkan bagi setiap individu untuk membangun profil publik

ataupun semi publik dalam sistem terbatasi, daftar pengguna lain dengan
8

siapa mereka terhubung, dan melihat dan menjelajahi daftar koneksi mereka

yang dibuat oleh orang lain dengan suatu sistem.

2.1.2 Jenis-Jenis dan Karakteristik Media Sosial

Adapun jenis jenis media sosial menurut (Effendi and Dewi 2021) sebagai

berikut :

1. Bookmarking, merupakan media berbagi alamat website yang memiliki

kesamaan minat dan ketertarikan.

2. Content Sharing, adalah situs berbagi konten tempat audiens membuat

berbagai media dan akan dipublikasikan ke orang lain.

3. Wiki, merupakan media sosial yang sering menyajikan semua informasi

oleh pengunjung situs itu sendiri dan khalayak dapat mengedit informasi

tersebut jika dirasa tidak akurat dan tidak lengkap.

4. Flickr, adalah situs milik Yahoo yang mengkhususkan diri dalam berbagi

gambar dengan kontributor dari seluruh dunia yang ahli di bidang fotografi.

5. Social network, merupakan aktivitas yang menggunakan berbagai fitur yang

tersedia pada situs tertentu untuk membangun hubungan antar manusia.

6. Creating Opinion, adalah media sosial untuk berbagi pendapat dengan

orang lain di seluruh dunia.

Adapun ciri khas atau karakteristik media sosial menurut (Widada, 2018)

sebagai berikut :

1. Jaringan

Jaringan (network) berarti infrastruktur komputer (hardware) yang

menghubungkan komputer yang satu dengan yang lain. Hubungan atau koneksi
9

sangat urgen karena dengan adanya koneksi maka terjadi komunikasi antar

komputer melalui jaringan tersebut. Media sosial memiliki karakter jaringan

sosial, membentuk jaringan antara penggunanya, baik kenal atau tidak mekanisme

teknologi inilah yang akan membentuk ikatan sosial. Media sosial terbangun dari

struktur sosial yang terbentuk di dalam jaringan atau internet. Jaringan dari sisi

lain yaitu jaringan sosial di media sosial terbentuk melalui perangkat teknologi,

internet tidak sekedar alat (tool). Internet memberikan andil terhadap munculnya

ikatan sosial melalui interaksi internet. Nilai-nilai dalam masyarakat virtual

sampai dalam struktur sosial secara online.

2. Informasi

Informasi menjadi entitas yang amat penting dari media sosial karena

mereka sharing dengan informasi dari konten yang mereka sebarkan melalui

jaringan yang ada. Mereka berhubungan satu sama lain melalui konten informasi.

Jadi Informasi menjadi komoditas dalam masyarakat informasi (information

society). Informasi diproduksi, disebarkan, dipertukarkan, dikemas ulang,

disimpan, dan dikonsumsi yang menjadikan informasi sebagai produk yang

bernilai sebagai bentuk baru dari kapitalisme produk. Informasi dalam media

sosial memiliki ciri bahwa informasi yang dikodekan (encoding) yang kemudian

didistribusikan melalu berbagai perangkat sampai dapat terakses oleh pengguna

(decoding). Informasi inilah yang menjadi sarana saling berinteraksi satu sama

lain. Dari sisi lain, informasi menjadi komoditas yang ada di media sosial. Setiap

anggota yang ingin bergabung harus menyertakan identitas pribadinya. Data ini

pula yang menjadi representasi dari identitas dari pengguna. Jadi informasi
10

menjadi hal yang sangat urgen karena memang saling dikonsumsi antar

anggotanya.

3. Arsip

Arsip menjadi karakter bahwa informasi yang sudah diunggah akan

tersimpan dan siap untuk diakses setiap saat. Bahkan dalam proses penyimpan

bisa terjadi kapitalisasi penyimpanan tidak hanya di tempat kapan memproduksi

informasi tersebut tetapi dapat disimpan oleh orang yang pernah mengaksesnya

dan melakukan proses penyimpanan.

4. Interaksi

Terbentuknya jaringan komunikasi antar pengguna menunjukkan bahwa

interaksi antar pengguna tersebut tidak sekedar memperluas hubungan pertemanan

atau pengikut di dunia maya, tetapi dapat memberikan tanda emosi (emotion

icon), mengomentari, mendesain ulang informasi bahkan men-share media lain

dengan aplikasi lain pula. Di sisi lain, interaksi tidak sebagaimana pada media

lama, penerima hanya menerima tidak dapat langsung memberikan respon atau

tidak dapat mengemas kembali informasi yang ada kemudian men-share-nya.

Interaksi ini juga tidak mengenal waktu, ruang, gender wilayah dan lain

sebagainya.

5. Simulasi Sosial

Simulasi terjadi sebagaimana terjadi dalam kenyataan berinteraksi di dunia

nyata, namun walaupun tidak merupakan realitas, tetapi itulah yang terjadi pada

realitas tersendiri dalam media sosial. Simulasi terjadi bila terjadi komunikasi

melalui antarmuka (interface) harus masuk (login) terlebih dahulu. Kemudian


11

pengguna pun harus melibatkan keterbukaan identitas yang tidak saja dibaca oleh

pengguna yang sedang mengakses tetapi bisa diakses oleh siapa saja.

6. Konten oleh Pengguna

Konten merupakan ciri dari pemilik akun media sosial. Konten juga

dimungkinkan iproduksi oleh pengguna lain. Di mana pengguna di satu sisi

sebagai produsen konten tetapi di sisi lain juga menjadi konsumen konten

tersebut.

7. Penyebaran (Share/sharing)

Medium ini tidak hanya menghasilkan konten yang dibangun dari dan

dikonsumsi oleh penggunanya, tetapi juga didistribusikan sekaligus

dikembangkan oleh penggunanya. Penyebaran dapat melalui kontennya dan juga

melalui erangkatnya yang dapat memperluas jangkauan konten tersebut.

Umumnya media sosial mempunyai fasilitas tombol share pada perangkatnya.

2.1.3 Fungsi Media Sosial

Fungsi utama media sosial untuk masyarakat yaitu sebagai informasi yang

di dalamnya menekankan inovasi, adaptasi dan kemajuan. Kemudian berfungsi

juga sebagai korelasi (menjelaskan menafsirkan dan mengomentari informasi,

mengedepankan norma, untuk koordinasi dan membentuk kesepakatan). Fungsi

kesinambungan seperti untuk meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai. Sebagai

hiburan, dan sebagai mobilisasi (mengkapanyekan tujuan masyarakat dalam

berbagai bidang, agama, politik ekonomi dan sebagainya) (Akifah 2020).

Ada juga yang berpendapat menurut (Purbohastuti 2017) bahwa fungsi

media sosial meliputi :


12

1. Untuk memperluas interaksi sosial manusia menggunakan internet dan

teknologi web.

2. Untuk mentransformasi praktik komunikasi searah media siaran dari satu

institusi media ke banyak audience menjadi praktik komunikasi dialogis antar

banyak audience untuk mendukung demokratisasi pengetahuan dan informasi.

Adapun fungsi lain dari media sosial menurut (Sinaga et al. 2019) sebagai

berikut:

1. Identity menggambarkan pengaturan identitas para pengguna dalam sebuah

media sosial menyangkut nama, usia, jenis kelamin, profesi, lokasi serta foto.

2. Conversations menggambarkan pengaturan para pengguna berkomunikasi

dengan pengguna lainnya dalam media sosial.

3. Sharing menggambarkan pertukaran, pembagian, serta penerimaan konten

berupa teks, gambar, atau video yang dilakukan oleh para pengguna.

4. Presence menggambarkan apakah para pengguna dapat mengakses pengguna

lainnya.

5. Relationship menggambarkan para pengguna terhubung atau terkait dengan

pengguna lainnya.

6. Reputation menggambarkan para pengguna dapat mengidentifikasi orang lain

serta dirinya sendiri.

7. Groups menggambarkan para pengguna dapat membentuk komunitas dan sub-

komunitas yang memiliki latar belakang, minat, atau demografi.


13

2.1.4. Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Adapun dampak positif media sosial menurut (Purbohastuti 2017) sebagai

berikut:

1. Mempererat silaturahim. Dalam hal silaturahim penggunaan media sosial

sangat cocok berinteraksi dengan orang berjauhan tempat tinggalnya.

2. Menyediakan ruang untuk berpesan positf. Penggunaan sosial media

tersebut telah banyak digunakan oleh para tokoh agama, motivator, dan juga

ulama.

3. Mengakrabkan hubungan pertemanan. Media sosial akan mengabarkan

suatu pertemanan kala seseorang malu bertama di dunia nyata.

4. Menyediakan informasi yang tepat dan akurat. Informasi yang diperoleh

dari media sosial baik itu informasi perguruan tinggi, beasiswa dan juga

lowongan kerja.

5. Menambah wawasan dan pengetahuan. Akhir ini terdapat akun media sosial

yang membagi wawasan dan juga pengetahuan yang dapat menarik

wawasan juga pengetahuan praktis.

Adapun dampak negatif media sosial dalam masyarakat menurut (Liedfray,

Waani, and Lasut 2022) di antaranya yaitu :

1. Menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan sebaliknya. Hal ini akan

terjadi ketika penggunaan media sosial sangat berlebihan dan tidak bisa

terkontrol. Ketika semua dihadapkan dengan media sosial dan lupa akan

dunia nyata, maka potensi terabaikan orang-orang yang ada didekat kita

akan besar.
14

2. Interaksi yang bersifat tatap muka langsung menurun. Karena mudahnya

berinteraksi dengan media sosial maka seseorang akan cenderung malas

untuk bertemu langsung dengan orang lain.

3. Membuat orang-orang menjadi kecanduan terhadap internet. Dengan

kepraktisan dan kemudahan menggunakan media sosial, maka orang-orang

akan semakin ketergantungan dan lama-kelamaan menjadi kecanduan

terhadap dunia maya/ internet.

4. Sangat rentan terhadap pengaruh buruk orang lain. Seperti halnya dalam

kehidupan nyata, jika kita tidak pandai menyeleksi lingkungan kita, siapa

yang kita jadikan teman maka kita akan rentan terhadap pengaruh buruk

yang ada disekeliling kita.

5. Masalah privasi. Dalam hal ini ketika kita tidak memperhatikan apa yang

kita share lewat media sosial dengan baik maka apapun yang diterima

masyarakat bisa disalahgunakan. Oleh karenanya hendaknya kita lebih

berhati hati dalam mengunggah hal-hal yang bersifat privasi.

6. Dapat menimbulkan konflik. Dengan media sosial, siapapun bebas dalam

berinteraksi, berpendapat, bertukar ide dan gagasan maupun yang lainnya.

Akan tetapi ketika ini dilakukan dengan dosis yang tinggi tanpa ada kontrol

maka juga bisa membuahkan konflik ditengah masyarakat, baik itu salah

paham, penipuan, kekerasan virtual, kejahatan maupun yang lainnya.


15

2.2. Tinjauan Umum tentang Aplikasi Tik Tok

2.2.1 Pengertian Aplikasi Tik Tok

Aplikasi tik tok merupakan sebuah aplikasi yang memberikan efek spesial

yang unik, menarik, dan bisa digunakan oleh para pengguna aplikasi ini dengan

mudah untuk membuat video pendek yang keren dan bisa menarik perhatian

banyak orang yang melihatnya. Hasil dari video pendek ini bisa diperlihatkan ke

teman-teman di sosial media dan pengguna tik tok lainnya. Aplikasi video pendek

ini memiliki dukungan musik yang banyak sehingga penggunanya dapat

melakukan tarian, gaya bebas, video unik dan masih banyak lagi sehingga

mendorong kreatifitas penggunanya menjadi konten kreator atau bisa di bilang

juga sebagai tiktokers. Tiktokers adalah suatu individu yang melakukan suatu

kegiatan seperti membuat video unik di tik tok dan membuat dirinya bisa dikenal

sehingga memiliki banyak pengikut di tik tok dan membuat dirinya menjadi

terkenal karena video-video yang dibuat sangat kreatif, unik dan juga

menginspirasi. Semua sesuai pandangan dari setiap penonton atau dari pengguna

lain. Aplikasi tik tok ini merupakan aplikasi yang memperbolehkan para

pemakainya untuk membuat video musik pendek merek (Rosdina and Nurnazmi

2021).

2.2.2 Sejarah Aplikasi Tik Tok

Tik tok sendiri dalam pelafalan bahasa Cina di sebut Douyin yang

merupakan aplikasi video musik yang pada awalnya digunakan untuk hiburan

lipsync lagu oleh penggunanya, aplikasi ini dari berasal dari negeri Tiongkok

yang diciptakan oleh ByteDance tahun 2016. Pada tahun 2017 aplikasi tik tok
16

mulai masuk ke Indonesia, namun pada saat itu aplikasi ini dianggap “Norak” dan

ditolak oleh masyarakat Indonesia dan pada puncaknya pada Juli 2018 dilakukan

pemblokiran aplikasi tik tok di Indonesia oleh Kementrian Komunikasi dan

Informatika. Pemblokiran aplikasi tik tok pada tahun 2018 dilakukan oleh

Kominfo karena adanya sekitar tiga ribu laporan masyarakat yang masuk ke

Kominfo menyoal konten negatif di aplikasi tik tok dan juga adanya laporan dari

Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komisi Perlindungan Anak

Indonesia akan banyaknya konten negatif di tik tok seperti pornografi, asusila, dan

pelecehan agama (Sholihatul Atik Hikmawati dan Luluk Farida 2021).

Aplikasi tik tok mengukuhkan diri sebagai aplikasi paling banyak diunduh

yakni 45,8 juta kali. Tik tok yang kita kenal seperti sekarang awalnya tidak

muncul sebagai tik tok. Pada September 2016 perusahaan asal Cina yakni Byte

Dance meluncurkan aplikasi video pendek Bernama Douyin. Dalam waktu 1

tahun Douyin memiliki 100 juta pengguna dan 1 miliar tayangan video setiap hari.

Akibat meroketnya popularitas, Douyin melakukan ekspansi ke luar Cina dengan

nama baru yang lebih dikenal yaitu tik tok. Meskipun Negara Cina yang membuat

aplikasi tik tok tetapi bukan mereka yang banyak mengunduh dan menggunakan

aplikasi tersebut. Selain itu aplikasi tik tok ini dapat menjadi sebuah wadah

informasi seperti mendapat ilmu dengan menonton video tentang pengetahuan

dunia dan juga bisa menghibur para penonton yang sedang mengalami tekanan

(Rahmayani, Ramdhani, dan Lubis 2021).


17

2.2.3. Dampak Negatif Tik Tok

Dengan video yang ada pada aplikasi tik tok sangatlah berdampak pada

karakter seseorang, bisa dilihat dari aspek relegius, pengetahuan, sosial serta

keterampilan. Jika dihubungkan dengan karakter seseorang, maka mereka akan

beranggapan tentang penggunaan aplikasi tik tok memang sudah memilikki

perubahan terhadap pola pikirnya dengan cara mereka mampu mengasal skill

dengan mampu melakukan editing video untuk meningkatkan kemampuan otak

kanan, akan tetapi jika lebih dominan ke negatif yang didapatkan yang berdampak

pada karakter seseorang salah satunya dengan merusak moral anak. Dalam

penggunaan aplikasi tik tok dampak yang didapatkan terhadap karakter seseorang

menurut (Fauziyah, Agustin, and Setiawan 2021) yaitu :

1. Membuat sikap seseorang tidak terkontrol, hanya karena dilarang orang

tuanya membuat video orang tersebut menjadi marah, kecewa dan sedih..

2. Bisa membuat seseorang tidak jujur, dengan adanya aplikasi tik tok yang

boros kuota internetnya membuat mereka tidak jujur kepada orang tua

dalam hal meminta uang untuk dibelikan kuota internet.

3. Menyusahkan orangtua, anak yang tidak dapat mengerti kondisi ekonomi

orangtua nya hanya gara-gara ingin menggunakan aplikasi tik tok, anak

tersebut berani meminta dengan bicara kasar demi konten video yang ada di

tik tok untuk menghilangkan rasa sepi dalam dirinya.

4. Membuat anak tidak disiplin, dengan tidak memanfaatkan waktu dengan

baik dan bermanfaat.


18

2.3. Tinjauan Umum Tentang Perilaku

2.3.1 Pengertian Perilaku

Perilaku merupakan seperangkat perbuatan atau tindakan seseorang dalam

melalukan respon terhadap sesuatu dan kemudian dijadikan kebiasaan karena

adanya nilai yang diyakini. Perilaku manusia pada hakekatnya adalah tindakan

atau aktivitas dari manusia baik yang diamati maupun tidak dapat diamati oleh

interaksi manusia dengan lingungannya yang terwujud dalam bentuk

pengetahuan, sikap, dan tindakan. Perilaku secara lebih rasional dapat diartikan

sebagai respon organisme atau seseorang terhadap rangsangan dari luar subyek

tersebut. Respon ini terbentuk dua macam yakni bentuk pasif dan bentuk aktif

dimana bentuk pasif adalah respon internal yaitu yang terjadi dalam diri manusia

dan tidak secara langsung dapat dilihat dari orang lain sedangkan bentuk aktif

yaitu apabila perilaku itu dapat diobservasi secara langsung (Fitriana, Ahmad, and

Fitria 2021).

Menurut Notoatmodjo perilaku dari segi biologis adalah suatu kegiatan atau

aktivitas organisme yang bersangkutan. Perilaku manusia dapat diartikan sebagai

suatu aktivitas yang sangat kompleks sifatnya, antara lain perilaku dalam

berbicara, berpakaian, berjalan, persepsi, emosi, pikiran dan motivasi

(Notoadmojo 2019).

2.3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku, yaitu

dari faktor personal dan faktor situsional. Berikut penjelasan mengenai faktor-

faktor tersebut menurut (Sitorus 2018) yaitu:


19

1. Faktor Personal

Pada faktor personal perubahan perilaku dipengaruhi oleh faktor biologis

dan faktor sosiopsikologis.

1) Faktor Biologis merupakan faktor yang terlibat dalam seluruh kegiatan

manusia, bahkan berpadu dengan faktor-faktor sosiopsikologis. Menurut

Wilson, perilaku sosial dibimbing oleh aturan-aturan yang sudah di program

secara genetis dalam jiwa manusia.

2) Faktor Sosiopsikologis, dapat diklasifikasikan ke dalam tiga komponen,

yaitu:

a. Komponen afektif, merupakan aspek emosional dari faktor

sosiopsikologis, didahulukan karena erat kaitannya dengan pembicaraan

sebelumnya.

b. Komponen kognitif, aspek intelektual yang berkaitan dengan apa yang

diketahui manusia.

c. Komponen konatif, aspek volisional yang berhubungan dengan kebiasaan

dan kemauan bertindak.

2. Faktor Situsional

Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku manusia adalah faktor

situsional. Perilaku behaviorisme percaya sekali bahwa lingkungan sangat

berpengaruh terhadap bentuk perilaku seseorang. Perilaku manusia dipengaruhi

oleh lingkungan/situasi. Faktor-faktor situsional meliputi:

1) Faktor-faktor ekologis kondisi alam (geografis) dan iklim (temperatur)

dapat mempengaruhi perilaku manusia.


20

2) Faktor rancangan dan arsitektural, contoh pengaruh rancangan dan

arsitektural terhadap perilaku manusia dapat dilihat pada penataan rumah.

3) Faktor temporal, suasana emosi dan bentuk perilaku dipengaruhi oleh

faktor waktu (temporal). Misalnya, suasana emosi pagi hari tentu berbeda

dengan suasana emosi siang hari dan malam hari.

4) Faktor teknologi, jenis teknologi yang digunakan masyarakat dapat

mempengaruhi pola-pola komunikasi masyarakat baik pola pikir maupun

pola tindakannya.

5) Faktor suasana perilaku, dalam publik speaking banyak sekali pembahasan

tentang bagaimana suatu bentuk penyampaian pesan harus disesuaikan

dengan suasana perilaku pesertanya.

6) Faktor-faktor sosial, ada tiga hal yang dibahas pada faktor ini, yaitu :

sistem peran, struktur sosial dan karakteristik individu.

7) Stimulus yang mendorong dan memperteguh perilaku, pada dasarnya ada

sejumlah situasi yang memberi keleluasaan untuk bertindak dan sejumlah

lain membatasinya. Jika kita menganggap bahwa pada situasi tertentu kita

diperboleh/dianggap wajar melakukan perilaku tertentu, maka kita akan

terdorong melakukannya.

8) Lingkungan psikososial, lingkungan psikososial diartikan sebagai persepsi

terhadap lingkungan.
21

2.4. Tinjauan Hasil Penelitian Sebelumnya

No. 1

Nama Peneliti Evi Setiani, Nur Afiah , Muji Rahayu , Salam Haryanto
Judul Penelitian Pengaruh Penggunaan Aplikasi Tiktok terhadap Perilaku
Remaja Usia 12-18 tahun di Kecamatan Wonomulyo
Kabupaten Polewali Mandar
Hasil Penelitian Dari hasil penelitian membuktikan bahwa kehadiran media
sosial dalam kehidupan masyarakat di Desa Esandom ini
sangat berperan dalam interaksi antar masyarakat terlebih
interaksi antar anggota keluarga. Kehadiran media sosial ini
semakin mempermudah interaksi antar anggota keluarga.
Salah satu peran media sosial dalam interaksi masyarakat di
Desa ini adalah mempererat interaksi antar anggota
keluarga.
Persamaan Persamaannya terletak pada objek atau variabel penelitian
yaitu sama-sama meneliti tentang media sosial tik tok.
Perbedaan Perbedaannya pada Jenis penelitian dalam penelitian
terdahulu jenis penelitian kuantitatif, sedangkan dalam
penelitian ini yaitu kualitatif.

No. 2

Nama Peneliti Eka Nova Ali Vardani(Vardani 2022)


Judul Penelitian Pemanfaatan Aplikasi Tik Tok Pada Mata Kuliah Puisi
Indonesia Di Masa Pandemi Covid-19
Hasil Penelitian Aplikasi Tik Tok ini bisa dapat di manfaatkan pada
pembelajaran membaca puisi diwujudkan melalui beberapa
tahap pembelajaran secara online antara lain Dosen
menyampaikan tugas secara individu kepada mahasiswa
untuk membuat sebuah puisi yang bertemakan tentang
pandemi covid-19 dan Mahasiswa mengonstruksi ide untuk
menyusun rencana pembuatan teks pusi.
Persamaan Persamaan penelitian terdahulu denganpenelitian ini yaitu
sama-sama tentang aplikasi tik tok.
Perbedaan Perbedaannya yaitu dalam penelitian terdahulu aplikasi tik
tok digunakan sebagai media Mata Kuliah Puisi, sedangkan
dalam penelitian ini yaitu meneliti tentang dampak media
sosial/aplikasi tik tok terhadap perilaku remaja.
22

No. 3

Nama Peneliti Dwi Putri Robiatul Adawiyah


Judul Penelitian Pengaruh Penggunaan Aplikasi TikTok Terhadap
Kepercayaan Diri Remaja di Kabupaten Sampang
Hasil Penelitian Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh
yang signifikan dari penggunaan media sosial TikTok
terhadap kepercayaan diri remaja sebesar 54,5 %.
Persamaan Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini yaitu
sama-sama meneliti tentang media sosial tik tok.
Perbedaan Perbedaannya pada variabel yaitu dalam penelitian
terdahulu kepercayaan diri remaja, sedangkan dalam
penelitian ini yaitu perilaku remaja . Jenis penelitian juga
berbeda, dalam penelitian terdahulu jenis penelitian
kuantitatif, sedangkan dalam penelitian ini yaitu kualitatif

No. 4

Nama Peneliti Mela Rahmayani, Muhamad Ramdhani, Fardiah Oktariani


Lubis
Judul Pengaruh Penggunaan Aplikasi Tiktok Terhadap Perilaku
Penelitian Kecanduan Mahasiswa
Hasil Hasil Yang Diperoleh Adalah Peneliti Menemukan Bahwa
Penelitian Intensitas, Dan Daya Tarik Berpengaruh Secara Signifikan
Terhadap Perilaku Kecanduan Mahasiswa, Sedangkan Isi
Konten Pada Penggunaan Aplikasi Tiktok Tidak berpengaruh
Signifikan Terhadap Perilaku Kecanduan Mahasiswa.
Persamaan Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini yaitu
sama-sama meneliti tentang media sosial tik tok dan Perilaku.
Perbedaan Perbedaannya pada Jenis penelitian yaitu dalam penelitian
terdahulu jenis penelitian kuantitatif, sedangkan dalam
penelitian ini yaitu penelitian kualitatif

2.5. Kerangka Pikir

Kerangka berpikir merupakan “konseptual mengenai bagaimana suatu teori

berhubungan diantara berbagai faktor yang telah diidentifikasikan penting

terhadap masalah penelitian.” Seiring dengan perkembangan zaman modern

dengan teknologi yang semakin maju pada era globalisasi seperti perkembangan
23

berbagai macam aplikasi media sosial yang menggunakan jaringan internet. Salah

satunya yaitu aplikasi tik tok. Dalam sebuah aplikasi tentunya memiliki dampak,

baik positif maupun negatif. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui

dampak media sosial tik tok terdahap perilaku remaja di Kelurahan Wali

Kecamatan Watopute Kabupate Muna. Adapun kerangka berpikir dalam

penelitian ini sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian

Dampak Media Sosial Tik Tok terhadap Perilaku

Dampak positif media tik tok : Dampak negatif media tik tok:
1. Sebagai hiburan 1. Membuat sikap seseorang
2. Meningkatkan kreatifitas tidak terkontrol
3. Menyediakaninformasi yang 2. Bisa membuat seseorang
yang tepat dan akurat tidak jujur
4. Menambah wawasan dan 3. Menyusahkan orang tua
pengetahuan (Purbohastuti 4. Membuat anak tidak disiplin
2017). (Fauziyah, Agustin, and
Setiawan n.d.).

Perilaku Remaja
BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian merupakan tempat melakukan kegiatan penelitian untuk

mendapatkan data yang diperlukan dari informan. Penelitian ini dilaksanakan di

Kelurahan Wali Kecamatan Watopute Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara.

Penetapan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa di lokasi tersebut

banyak terdapat remaja pengguna media sosial tik tok. Alasan memilih lokasi ini

karena adanya perubahan perilaku terhadap remaja pengguna media sosial tik tok.

3.2. Jenis Penelitian

Ditinjau dari jenis datanya jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian

ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud penelitian kualitatif yaitu

penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menggambarkan, menjelaskan,

menemukan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat

dijelaskan. Metode penelitian kualitatif ini digunakan untuk meneliti pada kondisi

objek yang alamiah dan penelitiannya sendiri bertindak sebagai instrumen kunci.

Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami objek secara mendalam,

mengembangkan konsep sensitivitas, menerangkan realitas dalam kerangka

grounded theory, mengembangkan pemahaman atas fenomena yang di hadapi

seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain sebagainya secara holistic

melalui deskripsi dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Peribadi and

Anggraeni 2022).. di

24
25

3.3. Informan Penelitian

Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan

informan. Pemilihan informan dengan teknik purposive sampling atau pemilihan

secara sengaja memiliki beberapa pertimbangan. Adapun informan yang

dimaksud adalah informan yang terlibat langsung ataupun informan yang

dianggap mempunyai kemampuan dan mengerti permasalahan yang berkaitan

dengan penelitian ini. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah

remaja pengguna media sosial tik tok sebanyak 13 orang beserta orang tua atau

orang terdekat subyek.

3.4. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Data

Data merupakan sumber informasi yang didapatkan oleh penulis melalui

penelitian yang dilakukan. Data yang diperoleh nantinya akan diolah sehingga

menjadi informasi baru yang dapat dimanfaatkan oleh pembacanya. Ada dua jenis

data yaitu :

1. Data kuantitatif merupakan data yang diperoleh disajikan dalam bentuk

table dengan menggunakan angka angka atau persentase.

2. Data kualitatif merupakan data yang akan dideskripsikan berdasarkan hasil

observasi wawancara penelitian.

Jika dilihat dari proses pengumpulannya, data diperoleh melalu dua sumber

yaitu data primer dan data sekunder. Berikut adalah penjabaran sumber data yang

digunakan penulis dalam penelitian ini:


26

1. Data primer yaitu data yang diperoleh dari pengamatan langsung (observasi)

dan wawancara (interview).

2. Data sekunder yaitu data yang di peroleh dari sumber sumber tertulis

maupun data data yang relevan dengan penelitian.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini metode pengumpulan data merupakan bagian yang

sangat urgen dari penelitian itu sendiri. Prosedur pengumpulan data yang

digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Observasi adalah dimana peneliti ikut melibatkan diri dalam kehidupan

subjek (orang yang diteliti) tetapi tidak mempengaruhi kehidupan subjek.

2. Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan

pertanyaan-pertanyaan terhadap responden atau informan baik secara

terstruktur maupun tidak terstruktur guna memperoleh informasi secara

mendalam.

3.6. Teknik Analisa Data

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif,

hal ini disebabkan data yang diperoleh melalui penelitian ini adalah merupakan

data kualitatif yang di golongkan pada tipe deskriptif analisis yaitu pemaparan

terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebebnarnya secara

ilmiah dan bersifat kualitatif. Adapaun langkah-langkah dalam penelitian ini

menurut (Nurdin and Hartati 2019) yaitu meliputi:

1. Pengumpulan data (Data Collection), yaitu pengumpulan data di lokasi

penelitian dengan menggunakan observasi, wawancara dengan menentukan


27

strategi pengumpulan data dipandang tetap dan untuk menentukan focus

serta pendalam data pada proses pengumpulan data.

2. Reduksi data (Data Reduction), yaitu merangkum, memilih hal-hal yang

pokok, memfokuskan ke hal-hal penting.

3. Penyajian data (Data Display), yaitu data yang diperoleh dikategorisasikan

menurut pokok permasalahan dan dibuat dalam bentuk matriks sehingga

memudahkan peneliti untuk melihat pola-pola hubungan satu dengan data

lainnya.

4. Penyimpulan (Condusion Drawing), yaitu kegiatan penyimpulan merupakan

langkah lebih lanjut dari reduksi dan penyajian data. Data yang sudah

direduksi dan disajikan secara sistematis akan disimpulkan sementara.

Kesimpulan yang diperoleh pada tahap awal biasanya kurang jelas, tetapi

pada tahap-tahap selanjutnya akan semakin tegas dan memiliki dasar yang

kuat. Kesimpulan sementara perlu diverifikasi. Teknik yang dapat

digunakan untuk memverifikasi adalah triangulasi sumber data dan metode,

diskusi teman sejawat, dan pengecekan anggota. Kesimpulan akhir

diperoleh berdasarkan kesimpulan sementara yang telah diverifikasi.

(Sugianto 2020).(Sugiyono 2017)(Sugianto 2020).

(Mahardika et al. 2021)(Adawiyah 2020)(Andriani 2021)I(Rahmawati 2021)(Nazhifah

et al. 2021)(Setiani et al. 2022)(Wijaya and Mashud 2020)

(Astuti and Subandiah 2021)(Prayogo 2021)


DAFTAR PUSTAKA

Adawiyah, Dwi Putri Robiatul. 2020. “Pengaruh Penggunaan Aplikasi TikTok


Terhadap Kepercayaan Diri Remaja Di Kabupaten Sampang.” Jurnal
Komunikasi 14(2): 135–48.
Akifah, Andi. 2020. “Optimalisasi Fungsi Media Sosial Dalam Pengembangan
Bisnis Kuliner.” Kinesik 7(2): 91–102.
Andriani, Miranti Widi. 2021. “Studi Fenomenologi Motivasi Kebutuhan
Penggunaan Tik-Tok Dalam Perkembangan Kematangan Sosial Siswa
Sekolah Dasar.” Jurnal Bimbingan Dan Konseling Ar-Rahman 7(1): 34.
Astuti, Sri Wahyuning, and Dyah Sri Subandiah. 2021. “Pengaruh Intensitas
Penggunaan Tik Tok Terhadap Gratifikasi Penggunanya.” Promedia (Public
Relation Dan Media Komunikasi) 7(1).
Batoebara, Maria Ulfa. 2020. “Aplikasi Tik-Tok Seru-Seruan Atau Kebodohan.”
Network Media 3(2): 59–65.
Effendi, Fina Puspa, and Dinie Anggraeni Dewi. 2021. “Generasi Milenial
Berpancasila Di Media Sosial.” Journal Civics & Social Studies 5(1): 116–
24.
Fauziyah, Ria Resti, nurul Agustin, and Riki Adi Setiawan. 2021. “Dampak
Penggunaan Aplikasi Tik Tok Terhadap Karakter Mahasiswa Pgmi Stai Al-
Azhar Menganti Gresik.” Jurnal Primary 2(1): 45–52.
Fauziyah, Ria Resti, Nurul Agustin, and Riki Adi Setiawan. “Dampak
Penggunaan Aplikasi Tik Tok Terhadap Karakter Mahasiswa Pgmi Stai Al-
Azhar Menganti Gresik.”
Fitriana, Fitriana, Anizar Ahmad, and Fitria Fitria. 2021. “Pengaruh Penggunaan
Gadget Terhadap Perilaku Remaja Dalam Keluarga.” Psikoislamedia :
Jurnal Psikologi 5(2): 182.
Khansa, Shazrin Daniyah, and Kinkin Yuliaty Subarsa Putri. 2022. “Pengaruh
Sosial Media Tiktok Terhadap Gaya Hidup Remaja.” Ekspresi Dan
Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi 5(1): 133.
Liedfray, Tongkotow, Fonny J Waani, and Jouke J Lasut. 2022. “Peran Media
Sosial Dalam Mempererat Interaksi Antar Keluarga Di Desa Esandom

28
29

Kecamatan Tombatu Timur Kabupaten Minahasa Tenggara.” Jurnal Ilmiah


society 2(1): 1–13.
Mahardika, Sunggiale Vina, Isnaini Ila Ma’una, Zahrotun Islamiyah, and Iqlima
Nurjannah. 2021. “Faktor-Faktor Penyebab Tingginya Minat Generasi Post-
Millenial Indonesia Terhadap Penggunaan Aplikasi Tik-Tok.” Social Science
Educational Research, Volume 2(1).
Munzir, Atika Aisyarahmi. 2019. “Beragam Peran Media Sosial Dalam Dunia
Politik Di Indonesia.” JPPUMA Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik
Universitas Medan Area 7(2): 173.
Nazhifah, M. Fadhil Andika Putra, Ilham Syaputra, Popi Saputra Zalukhu, and
Akmal Khairi. 2021. “Pengaruh Penggunaan Aplikasi Tik Tok Terhadap
Perilaku Adicted Siswa Slta Di Kota Pekanbaru.” Mediakita 5(1): 106–15.
Notoadmojo, 2019. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Pt Rineka Cipta.
Nurdin, Ismali, and Sri Hartati. 2019. Metodologi Penelitian Sosial. ed. Lutfiah.
Surabaya: Media Sahabat Cendekia.
Peribadi, 2021. Metodologi Profetik Dan Riset Pembebasan“Etnografi Dalam
Darig.” ed. [Link] Dr. H. Jamaluddin. Yogyakarta: Zahir Publishing.
Peribadi, and Dewi Anggraeni. 2022. Paradigma,Pendekatan, Dan
Multimetodologi. Revisi. ed. muahmmad Arsyad. Yogyakarta: Zahir
Publishing.
Prayogo, Febri. 2021. “Pengaruh Pemanfaatan Sosial Media Tik Tok Terhadap
Penyebaran Informasi Berita Covid-19 (Studi Kasus Perilaku Remaja Desa
Tanjunganom Kabupaten Purworejo).” Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu
Sosial dan Pendidikan 2(3): 106.
Purbohastuti, Arum Wahyuni. 2017. “Efektivitas Media Sosial Sebagai Media
Promosi.” Tirtayasa Ekonomika 12(2): 212.
Rahmawati, Isni. 2021. “Pengaruh Media Sosial Tik Tok Terhadap Prestasi
Belajar Peserta Didik Kelas IV SDN 1 Panjangrejo Kabupaten Bantul.”
PEDAGOGOS : Jurnal Pendidikan 3(2): 33–40.
[Link]
Rahmayani, Mela, Muhamad Ramdhani, and Fardiah Oktariani Lubis. 2021.
30

“Pengaruh Penggunaan Aplikasi Tiktok Terhadap Perilaku Kecanduan


Mahasiswa.” Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia 6(7): 3327.
Rosdina, Ade, and Nurnazmi. 2021. “Dampak Aplikasi Tik Tok Dalam Proses
Sosial Di Kalangan Remaja Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba
Kota Bima.” EduSociata: Jurnal Penidikan Sosiologi 4(1): 100–109.
Setiani, Evi, Nur Afiah, Muji Rahayu, and Salam Haryanto. 2022. “Pengaruh
Penggunaan Aplikasi Tiktok Terhadap Perilaku Remaja Usia 12-18 Tahun
Di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar.” Sentikjar 1(1):
94–109.
Sholihatul Atik Hikmawati, and Luluk Farida. 2021. “Pemanfaatan Media Tik
Tok Sebagai Media Dakwah Bagi Dosen Iai Sunan Kalijogo Malang.” Al-
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam 2(1): 1–11.
Sinaga, Kariaman, Junaidi, Siswati Saragi, and maria ulfa batoebara. 2019. “No
Title.” jurnal network media 2(2569-6446).
Sitorus, Fredrick Gerhad. 2018. “Pengaruh Penggunaan Aplikasi Tik-Tok
Terhadap Perilaku Anak.” Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Sugianto, Oky. 2020. “Penelitian Kualitatif, Manfaat Dan Alasan Penggunaan.”
Creativepreneurship: 1–4.
Sugiyono, 2017. “Pengertian Kualitatif.” e-conversion - Proposal for a Cluster of
Excellence 2: 34–42.
Vardani, Eka Nova Ali. 2022. “Pemanfaatan Aplikasi Tik Tok Pada Mata Kuliah
Puisi Indonesia Di Masa Pandemi Covid-19.” Jurnal Ika Pgsd (Ikatan
Alumni Pgsd) Unars 10(2): 338.
Widada, Cahyana Kumbul. 2018. “Mengambil Manfaat Media Sosial Dalam
Pengembangan Layanan.” Journal of Documentation and Information
Science 2(1).
Wijaya, Mukhammad Handy dwi, and Musta’in Mashud. 2020. “Konsumsi Media
Sosial Bagi Kalangan Pelajar: Studi Pada Hyperrealitas Tik Tok.” Al-Mada:
Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 3(2): 170–91.

Anda mungkin juga menyukai