Pengertian DNS SERVER
DNS (Domain Name System) server adalah sebuah server yang dapat melayani permintaan
dari user untuk mengetahui alamat yang digunakan oleh sebuah domain pada website. Jadi,
misalnya Anda ingin mengakses [Link], maka server DNS akan mencari alamat dari twitter
agar komputer dapat terhubung dengan twitter.
DNS Server berfungsi sebagai sebuah database server yang menyimpan alamat IP yang
digunakan untuk penamaan sebuah hostname. Jadi, ketika Anda mengetik [Link] maka
DNS server akan menerjemahkan ke alamat IP dan menghubungkannya ke server google
akhirnya tampil laman [Link] pada layar pencarian. Berikut adalah cara mengkonfigurasi
DNS Server pada linux.
1. Instalasi BIND.
Ini adalah perintah untuk menginstal pertama kali bind9 melalui terminal di linux debian
#apt-get install bind9
1. Konfigurasi IP Address menjadi [Link]
Perinta ini untuk konfigurasi ip mana yang akan kita gunakan untuk di jadikan nama domain
Ubah konfigurasi pada file /etc/network/interfaces
auto eth0 iface eth0 inet static address [Link] netmask [Link]
1. Konfigurasi /etc/bind/[Link]-zones
Forward zone :
zone “[nama_anda].com” { type master; file “/etc/bind/db.[nama_anda]”; };
Reverse Zone
zone “[Link]” { type master;
file “/etc/bind/db.192”; };
Contoh :
zone “[Link]” { type master;
file “/etc/bind/[Link]”; };
zone “[Link]” { type master;
file “/etc/bind/db.192”; };
4. Konfigurasi /etc/bind/db.[nama_anda]
Perintah ini untuk mengkonfigurasi yang akan kita buat untuk sebagai pengganti ip yang telah
kita konfigurasikan .
$TTL 604800 @ IN SOA ns.[nama_anda].com. root. [nama_anda].com. (
; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ;Negative Cache TTL
@ IN NS ns.[nama_anda].com.
ns IN A [Link]
www IN A [Link]
marketing IN A [Link]
it IN A [Link]
operasional IN A [Link]
Contoh :
$TTL 604800 @ IN SOA [Link]. [Link]. (
; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ;
Expire 604800 ) ; Negative Cache TTL
@ IN NS [Link].
ns IN A [Link]
www IN A [Link]
marketing IN A [Link]
it IN A [Link]
operasional IN A [Link]
5. Konfigurasi /etc/bind/db.[nama_anda]
Perintah ini untuk mengkonfigurasi nama domain yang akan kita buat untuk sebagai pengganti
ip yang telah kita konfigurasikan, bedanya konfigurasi ini dengan konfigurasi sebelumnya
adalah kita balikan dari ip yang telah buat di konfigurasikan ke nama doamain yang akan
digunakan
$TTL 604800
@ IN SOA [nama_anda].com. root. [nama_anda].com. (
; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
@ IN NS ns. 131 IN PTR ns.[nama_anda].com.
131 IN PTR www.[nama_anda].com.
131 IN PTR marketing.[nama_anda].com.
131 IN PTR it.[nama_anda].com.
131 IN PTR operasional.[nama_anda].com.
Contoh :
$TTL 604800
@ IN SOA [Link]. [Link]. (
; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
@ IN NS ns. 131 IN PTR [Link].
131 IN PTR [Link].
131 IN PTR [Link].
131 IN PTR [Link].
131 PTR [Link].
6. Cek konfigurasi dengan perintah berikut
Perintah ini untuk mengecek konfigurasi yang telah kita buat
Named-checkconf
Named-checkzone [file_forward] [file_reverse]
7. Aktifkan layanan DNS server berbasis bind9 :
/etc/init.d/bind9 start
8. Pada sisi client wajib di konfigurasi alamat DNS server pada file /etc/[Link]
nameserver [Link]
1. Pertama buka debian yang telah kamu install
2. Login sebagai root
3. Install paket aplikasi DNS Server dengan cara #apt-get install bind9, lanjut dengan pilih
Y
4. Masuk ke dalam folder etc/bind
5. Salin file [Link] dengan nama [Link] (namanya teserah kalian, agar lebih memudahkan
isi dengan nama) dengan cara #cp [Link] [Link]
6. Salin juga file db.127 menjadi db.22 (namanya terserah kalian) dengan cara #cp db.127
db.22
7. Selanjutnya lakukan konfigurasi pada file [Link] dengan cara #nano [Link]
8. Ganti localhost dengan nama domain, sebagai contoh : [Link] untuk lebih mudahnya bisa
dilakukan dengan cara tekan Ctrl+W+R lalu cari localhost kemudian replace dengan [Link]
Ganti @ paling bawah dengan www, Ganti A4 dibawah menjadi A saja
Ganti angka disamping tulisan A dengan ip [Link] (ip address debian kamu)
Jangan lupa ganti nomor serial setiap mengganti settingannya,
Lebih mudahnya ikuti saja seperti dibawah ini, save lalu exit
9. Setelah itu, lakukan konfigurasi juga pada file db.22 dengan cara #nano db.22
10. Ganti localhost dengan nama domain
Ganti angka dibawah @ dengan digit ke 4 ip [Link] yang berarti 22
Jangan lupa ganti nomor serialnya, save lalu exit
11. Berikutnya konfigurasi file [Link]-zones dengan cara #nano
[Link]-zones copy tulisan zone localhost dan zone 127 dengan cara Ctrl+6
untuk blok, Alt+6 untuk Copy dan Ctrl+U untuk paste di paling bawah
12. Ganti localhost dengan nama domain([Link]) dan [Link] menjadi [Link]
Ganti angka 127 dengan 3 digit pertama ip [Link] tapi dibalik sehingga jadi
100.168.192 dan ubah db.127 menjadi db.22
13. Lalu tambahkan ip address debian, punya saya [Link] di [Link] dengan
cara #nano /etc/[Link]
14. Setelah melakukan konfigurasi, selanjutnya restart service bind9 dengan cara
15. Untuk pengujian, bisa menggunakan nslookup nama domain atau ip kamu
contoh : nslookup [Link]
Web server merupakan sebuah software yang dapat memberikan service/layanan berbasis data
serta memiliki fungsi menerima permintaan dari HTTP (port 80) atau HTTPS (port 443)
dari clien yang kita kenal dengan nama web browser dan untuk mengirimkan kembali hasilnya
dalam bentuk halaman web (dokumen HTML). web server akan mengirim data HTML kepada
permintaan web Browser sehingga akan tampil sebuah halaman website.
Web server adalah sebuah mesin yang dimana didalamnya terdapat program yang beroperasi
dalam medistribusikan/menyalurkan web page ke user, sesuai dengan permintaan user.
Sehingga nantinya memungkinkan komputer atau user dapat berkomunikasi satu dengan yang
lainnya.
Jenis-Jenis Web Server :
Apache
Nginx
Apache Tomcat
Lighttpd
Microsoft Internet Information Services (IIS)
Litespeed
Jigsaw
Sun Java System Web Service
Zeus Web Server
Xitami
Fungsi Web Server
Fungsi utama dari Web server yaitu melakukan atau tranfer berkas permintaan client/pengguna
melalui sebuah protokol komunikasi jaringan. Halaman web yang diminta oleh si client dapat
berupa berkas teks, video, gambar, file dan lain-lain. pemanfaatan web server ini difungsikan
untuk mentransfer seluruh aspek atau sumber daya pemberkasan dalam sebuah halaman web
(teks, video, gambar dll)
Salah satu contoh dari Web Server adalah Apache. Apache (Apache Web Server – The HTTP
Web Server) merupakan web server yang paling populer dan paling banyak dipergunakan di
Internet saat ini. Program apache pertama kali diperuntukan untuk sistem operasi berbasis
UNIX.
Kelebiahan Web Server apache :
Apache termasuk kedalam kategori freeware (web server gratis).
Mudah untuk diinstall.
Mampu berjalan pada berbagai platform sistem operasi.
Mudah untuk melakukan konfigurasinya.
Mudah dalam menambahkan perangkat lainnya ke dalam web server apachenya.
Konfigurasi Web Server
Pada kesempatan kali ini saya menggunakan debian 8 untuk mengkonfigurasi web servernya,
berbeda dengan windows kita dapat menjalankan web server hanya dengan mengistall
XAPP dan melakukan sedikit konfigurasi pada XAMPP yang dapat dilakukan secara GUI.
Disini kita menggunakan console, jadi silahkan dicermati baik-baik.
Untuk mengkonfigurasi Web Server menggunakan debian ada beberapa package/paket yang
harus di install terlebih dahulu, package-package tersebuat diantaranya
Apache2
Php5
Lynx
Mysql-Server
Phpmyadmin
Sebelum mengkonfigurasi Web Server di linux debian pastikan kamu sudah mengkonfigurasi
Network interface/IP address & DNS Servernya dulu, jika kamu belum tahu bagaimana cara
konfigurasi network dan dns server di debian silahkan cek pada artikel berikut ini >>
Ketentuan konfigurasi Web Server di debian 8
IP Address : [Link]/29
Domain : [Link]
Sub domain : [Link]
Domain utama digunakan untuk CMS (WordPress) dan berada pada Document
Root “/home/web”
Sub domain menampilkan pesan “Selamat Datang di BLOG Pribadiku” dan berada
pada Document Root “/home/web/blog”
Langkah-langkah Konfigurasi WEB SERVER
Install package-package yang dibutuhkan agar web server dapat dijalankan, package
tersebut sudah saya sampaikan diatas.
# apt-get install apache2 php5 phpmyadmin myasql-server lynx ssh
Lalu konfiguras file “default” nya yang berada
pada directory/folder /etc/apache2/sites-available dengan perintah sbb:
# cd /etc/apche2/sites-available
Lalu edit lalu edit file “[Link]”nya, jika kamu menggunakan debian 7 makan yang
dikonfigurasi/edit yaitu “default”. Atau jika kamu belum tau, lupa atau ragu package apa yang
akan konfigurasi maka masukkan perintah “ls”.
# nano [Link]
Lalu ubah konfig yang berada pada file “[Link]’, ubah lah sebagai berikut:
ServerAdmin admin@[Link]
ServerName [Link]
Jangan lupa Tentukan Document Root untuk websitenya, disini saya
menempatkan Document Rootnaya di “/home/web” yang nantinya digunakan sebagai
penempatan WordPressnya (CMS) maka rubah menjadi sbb:
DocumentRoot “/home/web”
kemudian Copykan file “[Link]” menjadi “[Link]” dengan cara sbb:
# cd /etc/apache2/sites-available
# cp [Link] [Link]
Lalu Edit file “[Link]”, konfigurasik filenya sbb:
# cd /etc/apache2/sites-available
# nano [Link] atau bisa juga dengan nano /etc/apache2/sites-available/[Link]
Kemudian ubah “ServerAdmin” dan “ServerName” menjadi sbb:
ServerAdmin admin@[Link]
ServerName [Link]
Tentukan Document Root untuk websitenya sub domainnya, disini saya
menempatkan Document Rootnya di “/home/web/blog” maka ubah menjadi sbb:
DocumentRoot /home/web/blog
Kemudian Simpan hasil konfigurasi tersebut. Terdapat beberapa perintah untuk
mentimpan hasil konfigurasi di linux debian, diantaranya :
CTRL + X > Y > enter
CTRL + O > enter > CTRL + X
F2 > Y > enter
"Silahkan pilih salah satu yang menurut kalian mudah".
Langkah selanjutnya buat direktori/folder “web” didalam direktori/folder “/home” dan
directory “/blog” di dalam folder “/home/web” sebagai tempat untuk menempatkan atau
mengupload websitenya dengan perintah:
# mkdir /home/web
# mkdir /home/web/blog
Buat file html atau php dalam direktori “/home/web/blog” caranya sebagai berikut:
# nano /home/web/blog/[Link]
lalu ketikan isi file dari “[Link]” dengan kata atau kalimat yang kamu inginkan, sebagai
contoh saya mengisi file [Link]:
“Selamat Datang di BLOG Pribadiku”
Aktifkan file “[Link]” dan “[Link]” dengan perintah :
# cd /etc/apache2/sites-available
# a2ensite [Link]
# a2ensite [Link]
Reload apachenya agar bisa menjalankan file-file web yang ada di direktori 000-
[Link] dan [Link] terdapat beberapa perintah diantaranya :
# /etc/init.d/apache2 reload
# service apache reload
# service apache force-reload
"Silahkah pilih salah satu yang menurut kalian mudah".
Pengetesan/pengecekan
Jika pada saat apachenya di reload tidak ada error berarti instalasi dan konfigurasi webserver
sudah berhasil, untuk menguji hasil dari konfigurasi tersebut bisa dilakukan dengan 2 cara
yaitu :
menggunakan console atau langsung di debiannya dengan menggunakan perintah “lynx” dan
melalui web browser, contoh
Via console:
# lynx [Link]
# lynx [Link]/blog
Setelah pengecekan via console selesai, kita cek pada browser.
Setting dulu network virtual pada clientnya
lalu cek dengan browser
Via Web Browser:
[Link]
[Link]
Konfigurasi web server pada debian pun selesai, langkah selanjutnya yaitu konfigurasi
CMS (WordPress), sebelum melakukan instalasi wordpress beri akses permission read-
write pada directory/folder /home/web karena itu merupakan tempat dimana berkas-
berkas wordpress (CMS) di copy, sehingga wordress dapat di install dan
dijalankan. Caranya yaitu ketik # chmod 777 /home/web > enter.
Selanjutnya yaitu kita akan mengkonfigurasi CMS (WordPress), jika kalian belum memiliki file
mentah dari wordpressnya kamu dapat mendownloadnya disini >>
Untuk mempermudah dalam konfigurasi kita gunakan Remote client, kamu bisa
menggunakan Filezilla, Putty, WinSCP atau remote client yang lainnya. Kali ini saya
menggunakan winscp. Caranya yaitu buka WinSCP > masukkan Host Name (ip
address debian), masukkan Port ssh (disini saya merubah port sshnya menjadi
2017), User (root) dan Password (passwd root) Login > Yes. Seperti pada gambar
berikut :
Jika pada saat login remote client, winscp meminta password maka lakukan konfigurasi
pada # nano /etc/ssh/sshd_config > ubah PermitRootLogin menjadi yes
Extract terlebih dahulu wordress yang masih dalam rar/zip, Copy berkas-berkas
wordpress ke directory /home/web, caranya cukup klik Ctrl + A > Drag & Drop file-
file CMS atau wordpressnya ke directory /home/web.
Buka Browser > Ketik IP Address/Phpmyadmin debiannya. Nanti akan muncul
tampilan seperti berikut. Masuk dengan menggunakan root lalu
masukkan password rootnya juga.
Setelah Login phpmyadminnya, Konfigurasi Database (Basis data) yang akan
digunakan untuk CMS (Wordpress)nya, caranaya yaitu Klik Tab Database (Basis data)
> Masukkan databasenya Ex: nanang_pratama > klik Create.
Setelah basis data dibuat, kemudian kita lakukan installasi wordpressnya. Ketik Ip
Address debiannya pada address bar browser > nanti akan Muncul Jendela
Worpress > Klik Let’s Go, seperti berikut:
Masukkan Database (sesuai data base yang telah dibuat di Phpmyadmin), User
Name (root), dan Password (password root) > Klik Submit. yang lain biarkan saja.
Klik Run The Install.
Nanti akan muncul jendela sebagai berikut, masukkan Judul Web/Blog wordpresnya
(sesuia keinginan kalian), Username (sesuai keinginan kalian), Password, kemudian
masukkan juga e-Mail kalian > klik Install Wordpress.
Klik Login utuk masuk ke dasboard wordpress yang telah di install,
masukkan User dan Password yang ada pada langkah no 18.
Akhirnya setelah melewati langkah yang cukup panjang wordpress pun sudah jadi dan
siap untuk kamu gunakan.
Semoga artikel yang saya sampaikan bekaitan dengan Install Dan Konfigurasi Web Server
Di Debian dapat bermanfaat, jika ada kawan-kawan menemukan koreksi atau kesalahan, atau
hanya sekedar sharing. silahkan berkomentar, saya akan dengan senang hati menerima
komentar dari kawan-kawan.