SKENARIO 1
'' Ngik..Ngik..Ngik TUTORIAL 2
SKENARIO 1
Najwa Amelia
sasaran belajar
Definisi Asma Faktor risiko Asma Pencegahan Asma
Epidemiologi Asma Prognosis Asma Manifestasi Klinis Asma
Etiologi Asma Diagnosis Asma
Klasifikasi Asma Tata Laksana Asma
Patofisiologi Asma Komplikasi Asma
Definisi Asma
Global Initiative Asthma (GINA) UKK Respirolologi IDAI
Penyakit saluran respiratori dengan dasar
Asma sebagai suatu penyakit heterogen, inflamasi kronik yang mengakibatkan
biasanya ditandai dengan inflamasi kronik obstruksi dan hiperreaktivitas saluran
saluran respiratori. Inflamasi kronik ini ditandai respiratori dengan derajat bervariasi.
dengan riwayat gejala-gejala pada saluran Manifestasi klinis asma dapat berupa batuk,
respiratori seperti wheezing (mengi), sesak wheezing, sesak nafas, dada tertekan yang
timbul secara kronik atau berulang,
napas, dan batuk yang bervariasi dalam waktu International Consensus on (ICON)
reversible, cenderung memberat pada
maupun intensitas, disertai dengan limitasi aliran Pediatric Asthma malam atau dini hari, dan biasanya timbul
udara ekspiratori
Asma sebagai gangguan inflamasi jika ada pencetus.
kronik yang berhubungan dengan
obstruksi saluran respiratori
hiperresponsif bronkus, yang secara
klinis ditandai dengan adanya wheezing,
batuk, dan sesak napas yang berulang.
Epidemiologi Asma Penelitian mengenai prevalens asma di
Indonesia sudah dilakukan sejak awal tahun
1990an di berbagai senter Pendidikan. Hampir
semua peneliti menggunakan kuisioner yang
dirancang masing-masing sehingga hasilnya
berbeda. Penelitian di Indonesia dan berbagai
tempat di dunia menggunakan kuisioner yang
sama dari studi ISAAC. Penelitian ini dilakukan
pada kelompok usia anak 6-7 tahun dan 13-14
tahun
Menurut Kemenkes 2020
Asma merupakan salah satu jenis penyakit yang
paling banyak diidap oleh masyarakat Indonesia,
hingga akhir tahun 2020, jumlah penderita asma di
Indonesia sebanyak 4,5 persen dari total jumlah
penduduk Indonesia atau sebanyak 12 juta lebih
masyarakat indonesia yg mengidap asma.
Etiologi Asma
Menurut Global Initiative for Asthma tahun 2016, Menurut Kumar (2010), Berdasarkan penyebabnya,
faktor resiko penyebab asma dibagi menjadi tiga asma bronkhial dapat
diklasifikasikan menjadi 3 tipe, yaitu
kelompok, yaitu :
01 Faktor Genetik 01 Ekstrinsik (alergi)
02 Faktor Lingkungan
02 Intrinsik (non alergi)
03 Faktor Lain 03 Asma Gabungan
Berdasarkan Umur
Asma bayi-baduta
Asma balita
Asma Usia sekolah
Asma remaja
Klasifikasi
Asma Berdasarkan Fenotip
Fenotip asma adalah pengelompokkan asma berdasarkan
penampakan yang serupa dalam aspek klinis, patofisiologis, atau
demografis.
Asma merupakan penyakit yang
sangat heterogen dengan variasi
yang sangat luas. Atas dasar itu, ada Berdasarkan Kekerapan Timbulnya
berbagai cara mengelompokkan Gejala
asma Asma intermitten
Asma persisten ringan
Asma persisten sedang
Asma persisten berat
Berdasarkan Derajat Beratnya
Serangan
Asma serangan ringan-sedang
Asma serangan berat
Klasifikasi
Serangan asma dengan ancaman henti napas
Asma Berdasarkan Derajat Kendali
Asma terkendali penuh
Asma terkendali sebagian
Asma merupakan penyakit yang Asma tidak terkendali
sangat heterogen dengan variasi
yang sangat luas. Atas dasar itu, ada
berbagai cara mengelompokkan Berdasarkan Keadaan Saat Ini
asma Tanpa gejala
Ada gejala
Serangan ringan-sedang
Serangan berat
Ancaman gagal napas
Patofisiologi Asma
Patofisiologi Asma
Penyempitan saluran respiratori pada asma dipengaruhi oleh banyak faktor.
Penyebab utama penyempitan saluran respiratori adalah kontraksi otot polos
bronkus yang diprovokasi oleh pelepasan agonis dari sel-sel inflamasi. Yang
termasuk agonis adalah histamin,triptase,
prostaglandin D2 dan leukotrien C4 dari sel mast, neuropeptida dari saraf
aferen setempat, dan asetilkolin dari saraf eferen postganglionik.
Patofisiologi Asma
Pada anak, sebagaimana pada orang dewasa, perubahan patologis pada bronkus (airway(
remodeling) terjadi pada saluran respiratori. Inflamasi dicetuskan oleh berbagai faktor,
termasuk alergen, virus, olahraga, dll. Faktor tersebut juga menimbulkan respons
hiperreaktivitas pada saluran respiratori penderita asma. Inflamasi dan hiperreaktivitas
menyebabkan obstruksi saluran respiratori. Meskipun perubahan patofisiologis yang
berkaitan dengan asma pada umumnya reversibel, penyembuhan sebagian/parsial dapat
terjadi.
FAKTOR RISIKO ASMA
Faktor risiko untuk penyakit asma dapat
dikelompokan menjadi genetik dan non-genetik.
Penelitian ISAAC mendapatkan beberapa faktor risiko
yaitu: polusi udara, asap rokok, makanan cepat saji,
berat lahir, cooking fuel, rendahnya pendidikan ibu,
ventilasi rumah yang tidak memadai, merokok di
dalam rumah, dan tidak adanya ventilasi.
Diagnosis & Diagnos
Banding
Diagnosis Diagnosis Banding
Penegakkan Diagnosis asma pada Gejala asma tidak patognomonik, dalam
arti dapat disebabkan
anak mengikuti alur klasik
oleh berbagai penyakit lain sehingga
diagnosis medis, yaitu melalui perlu dipertimbangkan
anamnesis, femeriksaan fisis, dan kemungkinan diagnosis banding.
Dibagi berdasarkan :
pemeriksaan penunjang.
Anamnesis memegang peranan Inflamasi : Infeksi, alergi
penting mengingat diagnosis Obstruksi mekanis
asma pada anak sebagian besar Patologi bronkus
Kelainan Sistem Organ Lain
ditegakkan secara klinis.
Tata Laksana Asma
Tata laksana Jangka Panjang Pada
Asma Anak
Tata laksana jangka panjang pada asma anak dibagi menjadi tata
laksana nonmedikamentosa dan tata laksana medikamentosa.
Tata laksana Serangan
Asma
The Global Initiative for Asthma(GINA) membagi tata
laksana serangan asma menjadi dua,yaitu tata laksana
di rumah dan di fasilitas pelayanan kesehatan
(fasyankes)/RS.