Refleksi dan Identifikasi Masalah Literasi
Refleksi dan Identifikasi Masalah Literasi
A.1. Sebagian besar siswa dalam kategori perlu intervensi khusus dan dasar ●
terutama dalam hal membaca teks informasi, membaca teks sastra,
A.1 Kemampuan literasi ●
mengakses dan menemukan isi teks, menginterpretasi dan memahami isi
teks, dan Kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks
●
●
A.1 Kemampuan literasi
●
D.3. Kepemimpinan instruksional belum baik
●
●
A.2. Sebagian besar siswa dalam kategori perlu intervensi khusus
dan dasar terutama dalam hal Domain bilangan, Aljabar, Geometri,
●
Data dan ketidakpastian, Kompetensi mengetahui, Kompetensi
menerapkan, dan Kompetensi menalar
●
A.2. Kemampuan numerasi
●
●
D.2. Kemampuan guru melakukan refleksi masih rendah
●
D.3. Kepemimpinan instruksional belum baik
●
A.3.1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia masih
kurang
●
●
A.3 Indeks Karakter
●
●
A.3.2. Gotong royong masih rendah
●
A.3 Indeks Karakter
●
A.3 Indeks Karakter
●
A.3.4. Nalar Kritis masih kurang
●
A.3 Indeks Karakter
●
A.3.6. Kemandirian masih rendah
●
D.3. Kepemimpinan instruksional belum baik
●
D.4 Iklim Keamanan Sekolah D.4.2. Kesejahteraan psikologis guru masih rendah ●
●
D.4.3. Perundungan masih tinggi
●
●
●
●
D.4.4. Hukuman Fisik masih tinggi
●
Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi literasi
(Benahi 1)
Penguatan pembelajaran literasi dengan menggunakan modul literasi berbasis tema dan sumber lainnya di luar platform
merdeka mengajar (Benahi 2)
Inden
Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi terkait literasi (Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran literasi dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan literasi sesuai dengan
kebutuhan siswa dan kondisi sekolah, contohnya, dengan penerapan kurikulum merdeka atau kurikulum darurat (Benahi 6)
Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi kualitas
pembelajaran. (Benahi 1)
Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi terkait kualitas pembelajaran (Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas pembelajaran dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi refleksi pembelajaran. (Benahi 1)
Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait kemampuan melakukan refleksi (Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi kepemimpinan Instruksional. (Benahi 1)
Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait kepemimpinan instruksional (Benahi 4)
Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
numerasi (Benahi 1)
Penguatan pembelajaran numerasi dengan menggunakan modul numerasi berbasis tema dan sumber lainnya di
luar platform merdeka mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait numerasi (Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran
numerasi dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan numerasi sesuai
dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)
Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
kualitas pembelajaran. (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait kualitas pembelajaran (Benahi 4)
●Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi refleksi pembelajaran. (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait kemampuan melakukan refleksi (Benahi 4)
●Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
kualitas pembelajaran dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi kepemimpinan Instruksional. (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait kepemimpinan instruksional (Benahi 4)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia (Benahi 1)
●Penguatan pembelajaran karakter terkait tema Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia
dengan menggunakan sumber lain di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait karakter Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak
mulia (Benahi 4)
●Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran
karakter Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
●Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
karakter gotong royong (Benahi 1)
●Penguatan pembelajaran karakter gotong royong dengan menggunakan sumber lain di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait karakter gotong royong (Benahi 4)
●Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran
karakter gotong royong dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
●Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter gotong
royong sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
kreativitas (Benahi 1)
●Penguatan pembelajaran karakter terkait tema kreativitas dengan menggunakan sumber lain di luar platform
merdeka mengajar (Benahi 2)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait karakter kreativitas (Benahi 4)
●Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran
karakter kreativitas dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
●Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
kreativitas sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
karakter nalar kritis (Benahi 1)
●Penguatan pembelajaran karakter nalar kritis dengan menggunakan sumber lain di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait karakter nalar kritis (Benahi 4)
●Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran
karakter nalar kritis dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
●Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter nalar
kritis sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Kebhinekaan Global (Benahi 1)
●Penguatan pembelajaran karakter Kebhinekaan Global dengan menggunakan sumber lain di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait karakter Kebhinekaan Global (Benahi 4)
●Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Kebhinekaan Global dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
●Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan
karakter Kebhinekaan Global sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter Kemandirian (Benahi 1)
●Penguatan pembelajaran karakter Kemandirian dengan menggunakan sumber lain di luar platform
merdeka mengajar (Benahi 2)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait karakter Kemandirian (Benahi 4)
●Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Kemandirian dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
●Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan
karakter Kemandirian sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
kualitas pembelajaran (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait kualitas pembelajaran (Benahi 4)
●Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
refleksi pembelajaran. (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait kemampuan melakukan refleksi (Benahi 4)
●Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
kepemimpinan Instruksional. (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan dan diskusi terkait kepemimpinan instruksional (Benahi 4)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
Kesejahteraan psikologis siswa (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait Kesejahteraan psikologis siswa (Benahi 4)
●Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran terkait Kesejahteraan psikologis siswa (Benahi 7)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
Kesejahteraan psikologis guru (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait Kesejahteraan psikologis guru (Benahi 4)
●Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran terkait Kesejahteraan psikologis guru (Benahi 7)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
Perundungan (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait Perundungan (Benahi 4)
●Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran terkait Perundungan (Benahi 7)
●Sekolah mengadopsi program ROOTS untuk pencegahan perundungan (Benahi 8)
●Pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah terkait perundungan (Benahi 9)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
Hukuman Fisik (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait Hukuman Fisik (Benahi 4)
●Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran terkait Hukuman Fisik (Benahi 7)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
Kekerasan Seksual (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait Kekerasan Seksual (Benahi 4)
●Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran terkait Kekerasan Seksual (Benahi 7)
●Sekolah mengadopsi program ROOTS untuk pencegahan Kekerasan Seksual (Benahi 8)
●Pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah terkait Kekerasan Seksual (Benahi 9)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
Penyalahgunaan Narkoba (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait Penyalahgunaan Narkoba (Benahi 4)
●Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran terkait Penyalahgunaan Narkoba (Benahi 7)
●Pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah terkait Penyalahgunaan Narkoba (Benahi 9)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
Toleransi beragama dan budaya (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait Toleransi beragama dan budaya (Benahi 4)
●Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah, terutama terkait Toleransi beragama dan budaya (Benahi 6)
●Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran terkait Toleransi beragama dan budaya (Benahi 7)
●Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi Toleransi beragama dan budaya (Benahi
10)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
Sikap Inklusif (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait Sikap Inklusif (Benahi 4)
●Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah, terutama terkait Sikap Inklusif (Benahi 6)
●Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran terkait Sikap Inklusif (Benahi 7)
●Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi Sikap Inklusif (Benahi 10)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
Dukungan atas kesetaraan agama dan budaya (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait Dukungan atas kesetaraan agama dan budaya (Benahi 4)
●Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah, terutama terkait Dukungan atas kesetaraan agama dan budaya (Benahi 6)
●Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran terkait Dukungan atas kesetaraan agama dan budaya
(Benahi 7)
●Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi Dukungan atas kesetaraan agama dan
budaya (Benahi 10)
●Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi
Komitmen Kebangsaan (Benahi 1)
●Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait Komitmen Kebangsaan (Benahi 4)
●Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah, terutama terkait Komitmen Kebangsaan (Benahi 6)
●Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran terkait Komitmen Kebangsaan (Benahi 7)
●Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi Komitmen Kebangsaan (Benahi 10)
Benahi 1: Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sek
Deskripsi Kegiatan
Benahi 2: Penguatan pembelajaran literasi dan Numerasi dengan menggunakan modul literasi dan Numerasi berbasis
merdeka mengajarliterasi dan Numerasi berbasis tema dan sumber lainnya d
mengajar
Benahi 3: Kegiatan membaca dan mendiskusikan beragam buku dari berbagai sumber dan genre secara rutin oleh gur
Peningkatan interaksi anak dengan
sumber bacaan untuk meningkatkan
kemampuan literasi.
Benahi 4: Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah d
Benahi 5: Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran
sekolah
Benahi 6: Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan terkait penguatan profil pelajar panc
Benahi 7: Pelatihan guru dan kepala sekolah serta kegiatan pembelajaran terkait Iklim Keamanan: Narkoba
Tujuan:
Benahi 8: Sekolah mengadopsi program ROOTS untuk pencegahan perundungan dan kekerasan berbasis sekolah
Tujuan:
Sekolah melibatkan guru sebagai
fasilitator dan siswa (seluruh jenjang)
sebagai agen perubahan
Benahi 9: Pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah terkait perundungan, kekerasan seksual, intoleransi dan pe
Peraturan dan tata tertib mengatur hal hal
yang harus dilakukan dan tidak boleh
dilakukan untuk menjaga agar tidak
terjadi perundungan, kekerasan seksual,
intoleransi dan penggunaan narkoba di
sekolah. Peraturan yang dapat menjadi
rujukan adalah Permendikbud 82/2015
tentang Pencegahan Penanggulangan
Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan
Pendidikan.
Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi kebhinekaan global
Tujuan:
Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi Toleransi
Tujuan:
Guru mendapatkan pemahaman mengapa
toleransi penting dalam bagaimana
kebhinekaan konteks global, nasional,
personal dan kemudian dapat
menyebarkannya dalam konteks sekolah dan
kelas
Keunggulan kegiatan ini antara lain:
Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi Toleransi dan Keberagaman untuk Sisw
Tujuan:
Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi Toleransi dan Keberagaman untuk Gur
Tujuan:
● Mudah dilaksanakan
Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi keragaman fisik
Tujuan:
Sumber
[Link]
Satuan Pendidikan memerlukan pengelolaan yang tepat dan sesuai, sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh murid-muridnya.
Pengelolaan yang berorientasi pada murid akan dapat mendorong perbaikan proses pembelajaran secara terus-menerus kepada m
Selama pandemi, banyak proses pembelajaran yang terjadi di rumah sehingga membutuhkan pelibatan orang tua yang signifika
prosesnya. Selain itu, peningkatan kemampuan literasi melibatkan proses berpikir tingkat tinggi yang membutuhkan peran oran
untuk mendampingi anak belajar di rumah. Untuk memberikan penguatan kapasitas, Kemendikbudristek menyediakan modul s
bahan kolaborasi antara guru dan orang tua untuk mendampingi pembelajaran literasi dan numerasi
[Link]
Literasi adalah kompetensi yang dikembangkan dalam seluruh mata pelajaran, tidak terbatas pada pelajaran Bahasa Indonesia d
Bahasa Inggris saja. Oleh karena itu kemampuan mengajarkan literasi perlu dimiliki seluruh guru di satuan pendidikan.
Modul pendampingan ini dikembangkan oleh INOVASI dan Kemendikbudristek untuk meningkatkan kemampuan guru dalam
mengajarkan literasi dan numerasi lebih baik. Modul ini tidak terbatas untuk guru tetapi juga untuk pimpinan satuan pendidikan
lebih efektif dalam mendukung peningkatan literasi dan numerasi peserta didik.
a dan mendiskusikan beragam buku dari berbagai sumber dan genre secara rutin oleh guru dan siswa
Bagi satuan pendidikan SD yang memberikan akses teknologi kepada peserta didik, berbagai buku bacaan anak yang telah terku
diakses melalui [Link] . Untuk buku dalam bahasa Indonesia, dapat langsung klik tautan ini.
Membaca untuk kesenangan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi. Terutama untuk anak-anak, frek
membaca buku membantu memperkaya kosakata serta menguatkan logika berbahasa. Untuk meningkatkan interaksi anak deng
bacaan, terdapat beberapa contoh kegiatan yang bisa menjadi rujukan:
optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
Komunitas belajar adalah sekelompok guru, tenaga kependidikan, dan pendidik lainnya yang memiliki semangat dan kepedulia
sama terhadap transformasi pembelajaran melalui interaksi secara rutin dalam wadah di mana mereka berpartisipasi aktif.
aran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran dengan melibatkan pemangku kepentingan
enerapan kurikulum operasional satuan pendidikan terkait penguatan profil pelajar pancasila sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekol
Langkah kegiatan
[Link] projek penguatan profil pelajar Pancasila melalui Panduan yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek (klik un
panduan)
[Link] contoh modul projek dengan tema Bhineka Tunggal Ika dan Bangunlah Jiwa dan Raganya, pelajari contoh-co
modul projek tersebut
[Link] menyepakati topik apa yang akan digunakan berdasarkan tema projek, serta bagaimana modul projek akan dike
berdasarkan contoh yang telah dipelajari
[Link] guru merancang kegiatan projek dengan membuat modul projek (mengembangkan dari awal atau memodifikasi
modul projek)
[Link] siswa dalam melaksanakan projek serta memberikan umpan balik secara berkala
[Link] dapat melibatkan masyarakat (misalnya pakar, akademisi, komunitas) dalam pengembangan dan pelaksanaan p
[Link] penilaian hasil belajar projek penguatan profil pelajar Pancasila dan melaporkannya secara terpisah dari p
intrakurikuler
Cara:
[Link] meminta siswa untuk menonton (bisa sebelum kelas atau nonton bersama di dalam kelas)
[Link] tindak lanjut nyata yang dapat dipraktikan siswa di kelas dan di sekolah. \
psi program ROOTS untuk pencegahan perundungan dan kekerasan berbasis sekolah
Cara:
[Link] Guru dan Siswa Agen Perubahan mempelajari panduan program Roots melalui L
[Link] sekolah dan guru memetakan prinsip apa yang mungkin untuk diadopsi sekolah
[Link] sekolah dan guru mengadaptasi dan menjalankan program/prinsip program Roots di
Materi:
ran dan tata tertib sekolah terkait perundungan, kekerasan seksual, intoleransi dan pencegahan penggunaan narkoba
[Link] sosialisasi/poster/mading yang berisi larangan Perundungan, Kekerasan Seksual, Intoleransi, dan Penggunaan Narkoba dan kanal pela
Penanganan
[Link] kanal khusus aduan sesuai kemampuan sekolah seperti nomor SMS khusus, Whatsapp Khusus, Kotak Saran/Aduan khusus, dan/a
aduan [Link]
[Link] dengan perangkat pemerintah daerah setempat yaitu UPTD PPA (Unit) Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan An
pekerja sosial untuk melakukan penanganan kasus-kasus kekerasan yang membutuhkan konseling, bantuan hukum, bantuan sosial dan penangana
lanjut
[Link] sanksi.
Jika pelaku adalah peserta didik, satuan pendidikan dapat memberikan sanksi kepada peserta didik dalam rangka pembinaan berupa: (a) teguran l
teguran tertulis; dan (c) tindakan lain yang bersifat edukatif.
Jika pelaku adalah guru dan tenaga pendidik: (a) teguran lisan; (b) teguran tertulis;(c) pengurangan hak; dan (d) pemberhentian sementara/tetap d
sebagai pendidik/tenaga kependidikan atau pemutusan/pemberhentian hubungan kerja.
Cara:
[Link] mendiskusikan video mana yang relevan untuk dapat menjadi pemantik diskusi bersama siswa
[Link] merencanakan bagaimana video tersebut dapat masuk ke materi ajar, bahan diskusi sebelum kelas, atau menjad
pengayaan di kegiatan ekstrakurikuler (misal dikaitkan dengan peringatan hari besar tertentu)
Materi:
Cara:
[Link] merefleksikan makna dari aktivitas dan merefleksikan dalam pengalaman pribadi
[Link] meyarikan pembelajaran baru dan memperkuat dengan teori, data, dan fakta
Materi:
(note: saat ini belum berdasarkan on demand, tapi masih diinsert melalui PGP, PSP dan PPPPTK)
aran dengan menonton dan diskusi terkait materi Toleransi dan Keberagaman untuk Siswa
Cara:
[Link] memilih daftar video terlampir yang sesuai dengan topik pembelajaran atau momen peringatan hari besar.
[Link] meminta siswa untuk menonton (bisa sebelum kelas atau nonton bersama di dalam kelas)
[Link] memfasilitasi refleksi bagi siswa:
[Link] yang menarik dari video tersebut
[Link] tindak lanjut nyata yang dapat dipraktikkan siswa di kelas dan di sekolah.
Materi:
aran dengan menonton dan diskusi terkait materi Toleransi dan Keberagaman untuk Guru
Cara:
[Link] mendiskusikan video mana yang relevan untuk dapat menjadi pemantik diskusi bersama siswa
[Link] merencanakan bagaimana video tersebut dapat masuk ke materi ajar, bahan diskusi sebelum kelas, atau menjad
pengayaan di kegiatan ekstrakurikuler (misal dikaitkan dengan peringatan hari besar tertentu)
Materi:
Cara:
[Link] memilih daftar video terlampir yang sesuai dengan topik pembelajaran atau momen peringatan hari besar.
[Link] meminta siswa untuk menonton (bisa sebelum kelas atau nonton bersama di dalam kelas)
[Link] memfasilitasi refleksi bagi siswa:
[Link] yang menarik dari video tersebut