RPP Pendidikan Agama Kelas V SD
RPP Pendidikan Agama Kelas V SD
A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang di anutnya
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,santun, peduli, dan percaya
diri dalam berinteraksi dengakeluarga, teman, guru, dan tetangganya cinta tanah air
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati menanya
dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinyamakluk ciptaan Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan
tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bagasa yang jelas,
sistematis, logis dan kritis, dalam arya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan
anak, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
1.1 Menerima diri sebagai perempuan 1.1.1 Mengungkapkan syukur atas dirinya sebagai
atau laki-laki seturut citra Allah. laki-laki atau perempuan seturut citra Allah.
3,1 Memahami diri sebagai perempuan 3.1.1 Menjelaskan arti manusia sebagai citra Allah
atau laki-laki seturut citra Allah seturut ajaran Gereja.
3.1.2. Membandingkan ciri fisik perempuan
dan laki-laki ( muatan Hots )
3.1.3. Menjelaskan bahwa Allah menciptakan
manusia perempuan dan laki-laki sebagai
citra Allah.
3.1.3 Mendalami isi bacaan kitab
Kej 1 : 26-28 ( Muatan Literasi)
4.1 Menghargai diri sebagai 4.1 Merumuskan doa yang berisi ucapan
perempuan maupun laki-laki
seturut cirta Allah. syukur karena di ciptakan sebagai
D .TUJUAN PEMBELAJARAN
[Link] PEMBELAJARAN
F. METODE PEMBELAJARAN
Metode : Ceramah, tanya jawab, informasi,
bercerita Pendekatan : saintifk
G. SUMBER BELAJAR
H. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Media
- Gambar foto laki-laki dan perempuan
- Teks KS Kej. 1:26-27, 2: 18, 20-23, Maz. 8:2-10
2. Alat : KS PL
I. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Mengeksplorasi
Menggali pengalaman hidup
Menggali pengalaman Kitab Suci berdasarkan kitab Kejadian 1:26-27;2:18,20-23
Mengasosiasi
Berdiskusi untuk merumuskan ciri-ciri perempuan dan laki-laki yang bersifat kodrati
dan menurut pandangan masyarakat
Memberikan kesimpulan isi dan pesan Kitab Suci
Mengomunikasikan
Membacaan hasil diskusi didepan kelas
Mendaraskan Mazmur 8:2-10 diiringi musik instrumental yang sesuai
b. Kegiatan penutup ( 10)
1. Guru memberikan penghargaan ( misalnya pujian kepada kelompok yang
berkinerja baik)
2. Guru memberikan kesimpulan dan menutup pelajaran dengan doa
I. PENILAIAN
1. Sikap Spiritual
a. Tehnik : Penilaian Diri
b. Bentuk Instrumen : lembar Penilaian Diri
c. Kisi-kisi :
No Sikap/ nilai Butir instrumen
2. Sikap Sosial
a. Tehnik : Observasi
b. Bentuk Instrumen : lembar Observasi
c. Kisi-kisi :
No Sikap/ nilai Butir instrumen
Tidak membeda-bedakan 1
1. teman
4. Ketrampilan:
a. Tehnik : Menggambar dirinya sendiri
Petunjuk : Nilailah dirimu sendiri: seberapa sering dirimu menyadari hal-hal berikut dalam
kehidupanmu sehari-hari
4= selalu
1=tidak pernah
Nilai
Nomor Pernyataan
1 2 3 4
Nilai:
4= selalu ,
1=tidak pernah
[Link] INTI
[Link] PEMBELAJARAN
Pada akhir pelajaran siswa dapat :
Mengungkapkan syukur atas dirinya sebagai laki-laki atau perempuan seturut citra Allah.
Menceritakan pengalaman yang menunjukkan bahwa bekerjasama dengan lawan jenis sangat
dibutuhkan.
Menjelaskan bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sederajat dan untuk saling
melengkapi.
Mengklasifikasikan pekerjaan yang biasa dilakukan laki-laki dan perempuan.
Membandingkan sikap masyarakat dan pandangan Kitab Suci tentang peran perempuan
[Link] PELAJARAN
PERTEMUAN PERTAMA
F,METODE PEMBELAJARAN
A. SUMBER BELAJAR
a. Kitab Suci
b. Komkat KWI. Menjadi sahabat Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SD Kelas
V Yogyakarta, Kanisius, 2010.
c. Komkat KWI. Seri Murid-Murid Yesus Pendidikan Agama Katolik SD Kelas
V Yogyakarta Kanisius, 2006.
d. Pengalaman Hidup peserta didik dan Guru
e. Kitab Suci Mat 25 : 14 – 30
B. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Media : Teks Kitab Suci, Matius 25 : 14 – 30 , Gambar Foto Laki-Laki dan Perempuan
2. Kitab Suci Perjanjian Baru
C. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
D. PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan ( 5 Menit )
Guru mengajak peserta didik mengawali pelajaran dengan doa pembuka.
Apersepsi ( Guru Bertanya ) : hal-hal apakah yang dapat dilakukan antara
perempuan dan laki-laki ?
Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran tentang Allah
menciptakan laki-laki dan perempuan sederajat dan saling melengkapi
b. Kegiatan Inti ( 80
menit ) [Link]
Gambar / Foto perkembangan anak laki-laki dan perempuan
[Link]
5. Mengomunikasikan
2. Sikap Sosial
a. Teknik : Observasi
b. Bentuk Instrumen : Lembar Observasi
c. Kisi – Kisi :
No Sikap / Nilai Butir Instrumen
4. Berilah contoh sikap yang dapat dilakukan untuk mewujudkan sikap saling
menghargai
5. antara laki-laki dan perempuan.
Petunjuk : Nilailah dirimu sendiri seberapa sering dirimu menyadari hal-hal berikut dalam
kehidupanmu sehari-hari
No Pernyataan Nilai
1 2 3 4
NILAI :
Penilaian Pengetahuan
Penilaian Ketrampilan
A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang di anutnya
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya
diri dalam berinteraksi denga keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati menanya
dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinyamakluk ciptaan Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan
tempat bermain.
KI 4 :Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bagasa yang jelas,sistematis, logis
dan kritis, dalam arya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak, dan dalam
tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
1.1. Bersyukur atas lawan jenis sebagai partner 1.1.1 Mengungkapkan syukur atas partner
yang dianugerahkan Allah untuk salin laki-laki atau perempuan yang saling
melengkapi
melengkapi seturut citra Allah
2.1 Santun terhadap lawan jenis sebagai 2.1.1. Menghormati lawan jenis
partner yang sederajat untuk saling
melengkapi.
3.1. Memahami lawan jenis sebagai 3.2.1 Menceritakan pengalaman yang
partner yang dianugerahkan Allah menunjukkan bahwa bekerja sama
untuk saling melengkapi
dengan lawan jenis sangat dibutuhkan.
melengkapi.
C. MATERI PEMBELAJARAN
Bacaan Kitab Suci Kejadian 2;18-25.
Allah menciptakan m’anusia Perempuan dan laki-laki diciptakan sederajad
E. METODE PEMBELAJARAN
Metode : bercerita, tanya jawab, informasi
Pendekatan : Saintifik
F. SUMBER BAHAN
G. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Media:
- Gambar foto perempuan yang sedang melakukan pekerjaannya sebagai seorang wanita
- Gambar foto laki-laki yang sedang melakukan pekerjaannya sebagai seorang laki-laki
- Teks KS Kej. 2: 18- 25
2. Alat
H. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
*Kegiatan pendahuluan
[Link] mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa
2. Apersepsi: Guru bertanya tentang materi yang di bahas minggu lalu
tentang Perempuan dan laki-laki di panggil untuk berkembang
[Link] menyampaikan tujuan pembelajaran tentang perempuan dan laki-laki diciptakan
Tuhan untuk saling melengkapi
*Kegiatan Inti
Mengamati : Peranan perempuan dan laki-laki dalam masyarakat melalui gambar/film
Menanya :
Tiap kelompok menceritakan proses diskusi kelompok, hal-hal yang menarik pada saat saling
bertukar hasil diskusi
Mengeksplorasi
Kegiatan kelompok berdasarkan jenis kelamin: Kelompok laki-laki merumuskan tentang
keadaan hidup manusia bila dunia ini dihuni hanya oleh laki-laki, dan sebaliknya kelompok
perempuan merumuskan tentang keadaan hidup manusia bila dunia ini dihuni hanya oleh
perempuan
Saling bertukar hasil diskusi antara kelompok perempuan dengan kelompok laki-laki, sambil
memberikan pendapat pada bagian mana yang setuju, dan pada bagian mana tidak setuju –
beserta alasannya.
Menggali pengalaman Kitab Suci dari Kejadian 2:18-25
Menggali pengalaman hidup
Mengasosiasi
Merumuskan keadaan hidup manusia yang saling melengkapi
Menuliskan tindakan untuk saling menghargai antara perempuan dan laki-laki
Mengomunikasikan
Refleksi: sumbangan apakah yang kuterima dan kuberikan pada temanku yang berbeda
jenis kelamin?
Menyanyikan lagu sesuai dengan tema
*Kegiatan Penutup
1. Guru menyimpulkan pelajaran yng baru saja di sampaikan, serta mendorong siswa
untuk menghargai lawan jenisnya karena kita saling memburuhkan.
2. Guru memberikan pujianpada kelompok yang melaksanakan tugas dengan baik
3. Bersama peserta didik guru mengajak siswa untuk mengakhiri pelajaran dengan doa
I. PENILAIAN
1. Sikap spiritual
a. Tehnik : Penilaian Diri
b. Bentuk Instrumen : lembar penilaian diri
c. Kisi- kisi
2. Sikap Sosial
d. Tehnik : Observasi
e. Bentuk Instrumen : lembar Observasi
f. Kisi-kisi :
No Sikap/ nilai Butir instrumen
Tidak membeda-bedakan 1
1
teman
Tehnik : Tertulis
Bentuk Instrumen: Uraian
Kisi-kisi :
1. Menyebutkan peranan perempuan dan lak
2. Menjelaskan situasi hidup manusia jika di dunia ini hanya ada
perempuan saja atau laki-laki s
3. Menjelaskanbahwa kerja sama dengan lawan jenis itu sangat di butuhkan
dalam hidup manusia.
4. Menjelaskan bahwa perempuan dan laki-laki diciptakan sederajad dan saling melengkapi
5. Menyebutkan contoh tindakan yang mewujutkan sikap saling menghargai
dan Melengkapi
4. Ketrampilan:
[Link] : Membuat Doa
b .Bentuk Instrumen` : Menyusun Doa tertulis
Lampiran : INSTRUMEN PENILAIAN
Penilaian Sikap Spiritual :
Petunjuk : Nilailah dirimu sendiri: seberapa sering dirimu menyadari hal-hal berikut dalam
kehidupanmu sehari-hari
4= selalu
3= sering (dalam 1 tahun minimal 12 kali)
2= kadang-kadang (dalam 1 tahun kurang dari 4 kali)
1=tidak pernah
Nilai
Nomor Pernyataan
1 2 3 4
Saya kagum terhadap Allah yang telah menciptakan manuasia
perempuan dan laki-laki
Saya menyadari bahwa manusia membutuh lawan jenisnya
Saya menyadari bahwa kerja sama dengan lawan jenis sangat di
butuhkan dalam hidup manusia
Saya menyadari bahwa perempuan dan laki-laki di ciptakan
sederajad dan saling melengkapi
Saya merawat tubuh sebaik mungkin sebagai ungkapan syukur
saya atas kebaikan Tuhan terhadap diri saya
Sebagai Citra Allah, Saya dipanggil Tuhan untuk ikut serta
memelihara ciptaanNya
Nilai:
7-12 = Kurang,13-18 = Cukup, 19-24 = Baik ,24-28 = Sangat Baik
Penilaian Sikap Sosial
4= selalu
3= sering (dalam 1 tahun minimal 12 kali)
2= kadang-kadang (dalam 1 tahun kurang dari 4 kali)
1=tidak pernah
No. Sikap/nilai Butir Instrumen 1 2 3 4
Menghormati Bergaul dengan semua teman tanpamembeda-
Perempuan dan laki- bedakan
laki yang di ciptakan 2 .Bersikap hormat terhadap yang tua dan
Tuhan sederajad dan santun kepada yang lebih muda
saling melengkapi [Link] menghormati semua teman, karena
diciptakan Tuhan sederajad dan saling
melengkapi
Nilai:
7-12 = Kurang 13-18 = Cukup, 19-24 = Baik, 4-28 = Sangat Baik
Penilaian Pengetahuan
Penilaian ketrampilan
Membuat doa syukur
[Link] INTI
1.1 Menerima dirinya sebagai perempuan 1.1 Menyebutkan hal-hal yang dilakukan
masyarakat.
perempuan dan laki-laki yang laki dan perempuan dalam keluarga dan
sederajat masyarakat
4.1 Menghargai diri sebagai 4.1 Merumuskan doa yang berisi ucapan
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama
Pada Akhir pelajaran siswa dapat :
B. MATERI PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama
Menjelaskan pengalaman kerjasama laki-laki dan perempuan yang sederajat
Menceritakan keindahan yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan sederajat
Pertemuan Kedua
C. METODE PEMBELAJARAN
Metode : Ceramah, Tanya-Jawab, Informasi, Bercerita.
D. SUMBER BAHAN
Kitab Suci Kejadian 26 – 27, 2.2 18, 20 – 23
Komkat KWI. Menjadi Sahabat Yesus. Pendidikan Agama Katolik untuk SD Kelas V
Yogyakarta : Kanisius, 2010
Komkat KWI. Seri Murid-murid Yesus Pendidikan Agama Katolik untuk SD Kelas
V. Yogyakarta: Kanisius,2006.
Pengalaman Hidup peserta didik dan guru
E. MEDIA PEMBELAJARAN
Gambar Foto laki-laki dan perempuan
Teks Kitab Suci Kejadian : 26 – 27,2,18, 20 – 23.
Kitab Suci Perjanjian Lama
PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan ( 5 menit )
Guru mengajak peserta didik mengawali pelajaran dengan doa pembuka
Aperserpsi (guru bertanya) : Siapa yang menciptakan laki-laki dan perempuan
Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran tentang Tuhan
menciptakan manusia perempuan dan laki-laki sederajat.
b. Kegiatan Inti ( 80
menit ) [Link] :
Gambar Adam dan Hawa. Hawa di ciptakan dari tulang rusuk Adam
Perempuan dan Laki-laki epadan
(Bdk. Kej 1: 26-27; 2: 18, 20-23)
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia
menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas
ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak
dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang
merayap di bumi.”
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya,
menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan
perempuan diciptakan-Nya [Link] Allah berfirman:
“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan
menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Manusia itu memberi nama kepada segala
ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia
tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan [Link] Tuhan Allah membuat manusia itu tidur
nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat
itu dengan daging.
Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-alah seorang perempuan, lalu
dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan
daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.
2. Menanya :
2. Sikap Sosial
a. Teknik : Observasi
b. Bentuk / Instrumen : Lembar Observasi
c. Kisi – Kisi :
No Sikap / Nilai Butir Instrumen
3. Pengetahuan
a. Teknik : Tertulis
b. Bentuk Instrumen : Uraian
c. Kisi – Kisi :
Ketrampilan
1 2 3 4
NILAI : 7 – 12
: Kurang 13 – 18 :
Cukup 19 - 24 : Baik
25 – 28 : Sangat Baik
PENILAIAN SIKAP SOSIAL
4 : Selalu 3 : Sering ( dalam 1 tahun minimal 12 x )
2 : Kadang – Kadang 1 : Tidak Pernah
No Sikap / Nilai Butir Instrumen 1 2 3 4
1. Menghormati sesama Bergaul dengan semua teman tanpa
antara laki-laki dan membeda-bedakan
perempuan sederajat Bersikap hormat terhadap laki- laki
Melihat kekurangan dan kelebihan
laki-laki dan perempuan
2. Terlibat aktif dalam Menegur secara sopan terhadap
memelihara ciptaan teman yang tidak menghargai lawan
sebagai perwujudan jenisnya
pelaksanaan tugas Mengajak sesama untuk saling
manusia sebagai laki- menghargai sebagai ciptaan
laki dan Tuhan
NILAI :
7 – 12 : Kurang, 13 – 18 : Cukup , 19 - 24 : Baik 25 – 28: Sangat Baik
PENILAIAN PENGETAHUAN
4. Tuliskan doa yang berisi ucapan syukur karena diciptakan laki-laki dan 30
perempuan sederajat !
A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang di anutnya
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli,
dan
Percaya diri dalam berinteraksi denga keluarga, teman, guru, dan
tetangganya serta cinta tanah air
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati menanya
dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinyamakluk ciptaan Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan
tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bagasa yang jelas,
sistematis, logis dan kritis, dalam arya yang estetis dalam gerakan yang
mencerminkan anak, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak
beriman dan berakhlak mulia.
3.3 Mengenal tokoh-tokoh Perjanjian Lama 3.3.1 Menyebutkan ciri-ciri pemimpin yang baik
3.3.2 Menyebutkan kelebihan-kelebihan
dalam kisah Daud, Salomo dan Ester.
raja Daud
4.3 Meneladani tokoh-tokoh Perjanjian 4.3.1 Membuat slogan untuk kedamaian bangsa
Lama dalam kisah Daud, Salomo dan
Ester Indonesia.
[Link] PEMBELAJARAN
D. MATERI PEMBELAJARAN
Kelebihan yang dimiliki Daud menjadikan Daud sebagai raja terbesar dalam sejarah bangsa Israel.
Pemimpin atau raja yang baik, merupakan lambing kehadiran dan penyertaan Allah di tengah
umatNya. Kesetiaan rakyat dan para pemimpinnya kepada Allah akan membawa suatu bangsa untuk
merasakan kehadiran Allah yang menolong dan menyelamatkan.
E. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan Saintifik , Kateketis
Bercerita, tanya jawab, diskusi kelompok, ceramah
Media
- Cerita tentang seorang pemimpin yang di sukai rakyatnya
- Teks KS dari I Sam 16: 14-23, 17: 55-58, 18: 5-30 dan II Sam 5: 1-2, 11: 1-27, 12:24
- Teks lagu : Bila Roh Allah ada di dalamku
H. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti
Mengamati
Menyimak cerita tentang seorang pemimpin sangat disukai rakyatnya
Peserta didik diberi kesempatan untuk berfantasi seolah olah dirinya yang menjadi
pemimpin dalam cerita tersebut.
Menanya
Peserta didik mengajukan pertanyaan sehubungan dengan cerita yang
didengarnya. Pertanyaan yang diharapkan adalah:
Mengapa raja mengajukan syarat untuk membunuh anak ayam ?
Mengapa kedua kakaknya tega membunuh anak ayam itu ?
Sikap apa yang dapat diteladani dari pangeran bungsu ?
Merumuskan Isi cerita. ( Literasi)
Mengeksplorasi
Diskus kelompok membandingkan ciri-ciri pemimpin yang baik dan buruk.
Menggali pengalaman Kitab Suci dari I Sam 16:14-23; 17:55-58; 18:5-30, 2 Sam 5:1-2; 11:1-
27, 12:24
Mengasosiasi
Merumuskan ciri-ciri pemimpin yang baik
Merumuskan ciri-ciri kepemimpinan Daud
Mengomunikasikan
Menyampaikan pesan Kitab Suci untuk meneladani Daud Sang pemimpin
Gerak dan lagu sesuai dengan tema msalnya: Bila Roh Allah Ada Di dalamku
c. Kegiatan Penutup
1. Guru menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini, serta mendorong siswa untuk meneladan sikap
Daud agar kelak dapt menjadi seorang pemimpin yang baik seperti Daud.
2. Bersama peserta didik menyanyikan lagu Bila Roh Allah ada padaku dialanjutkan dengan
doa penutup oleh guru
I. PENILAIAN
Sikap spiritual
a. Tehnik : Penilaian Diri
b. Bentuk Instrumen : lembar penilaian diri
c. Kisi- kisi
NO Sikap/ Nilai Butir Instrumen
1 Kagum akan Tuhan 1
Sikap Sosial
[Link] : Observasi
[Link] Instrumen : lembar Observasi
[Link]-kisi :
Pengetahuan
[Link] anugerah Tuhan atas pemimpin.
[Link] pemimpin, meneladani pemimpin, nasionalis
[Link] ciri-ciri pemimpin yang baik
[Link] kelebihan-kelebihan raja Daud
[Link] sifat-sifat baik yang dimiliki Daud
7. Menjelaskan cara-cara agar seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik.
[Link] sifat sifat kepemimpinan Daud dengan para pemimpin
bangsa
A. KOMPETENSI INTI
KL 1 : Menerima, menjalankan, menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KL 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
KL 3 : Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati menanya, dan
mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya , dan benda-benda yang dijumpainya dirumah, disekolah, dan ditempat
bermain.
KL 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis,
logis, dan kritis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak, dan
dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak untuk beriman dan berakhlak mulia.
3.1 Mengenal tokoh-tokoh perjanjian 3.3.1 Manusia adalah makhluk lemah yang dapat
Salomo.
Salomo
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pada akhir pelajaran siswa dapat :
PERTEMUAN KEDUA
Menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk lemah tetapi dapat berbuat secara bijaksana.
Merefleksikan sikap bijaksana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari
Merumuskan doa yang berisi bahwa Tuhan mengampuni dosa-dosa manusia
D. MATERI PELAJARAN
Pertemuan Pertama
- Menjelaskan manusia adalah makhluk yang lemah yang dapat jatuh dalam dosa
- Memberikan contoh-contoh perbuatan curang yang dilakukan diri sendiri atau orang lain
Pertemuan Kedua
E. METODE PEMBELAJARAN
Metode : Ceramah, Tanya-Jawab, Informasi, Penugasan.
Pendekatan : Saintific dan Katekese
F. SUMBER BELAJAR
a. Kitab Suci : 1 Raja 3 : 16 – 28
b. Komkat KWI. Menjadi sahabat Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SD Kelas
V Yogyakarta, Kanisius, 2010.
c. Komkat KWI. Seri Murid-Murid Yesus Pendidikan Agama Katolik SD Kelas V
Yogyakarta,Kanisius 2006.
d. Pengalaman Hidup peserta didik dan Guru
e. Cosmas Fernandez SVD. 2005. 50 Cerita Bijak. Yogyakarta Kanisius.
1. Media : Gambar Foto Seorang Laki-Laki, Teks Kitab Suci 1 Raja 3 : 16 -28
2. Teks Kitab Suci Perjanjian Lama
2. Menanya
d. Penilaian
1. Sikap Spiritual
[Link] : Penilaian Diri
[Link] instrumen : Lembar penilaian
diri [Link] – kisi
No Sikap / Diri Butir Instrumen
1. Tuhan Pengampun 1
2. Sikap Sosial
a. Teknik : Observasi
b. Bentuk Instrumen : Lembar Observasi
c. Kisi – Kisi :
No Sikap / Nilai Butir Instrumen
1. Mencintai Tuhan 1
A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang di anutnya
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi denga keluarga, teman, guru, dan tetangganya
serta cinta tanah air.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati menanya
dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinyamakluk ciptaan Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan
tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bagasa yang jelas,
sistematis, logis dan kritis, dalam arya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan
anak, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
2.4 Menunjukkan kepercayaan pada tokoh- 2.3.1 Menceritakan tentang Salomo yang
Bijaksana
tokoh perjanjian lama dalam kisah
Salomo
contoh
3.4.4. Membandingkap sikap Ester dengan
[Link]
[Link] PEMBELAJARAN
C. METODE PEMBELAJARAN
Bercerita, tanya jawab, diskusi kelompok, ceramah. Katekese.
Pendekatan Saintifik ( mengamapi,menanya,
D. SUMBER BELAJAR
Kitab Suci: Ester 2: 1-21; 3:15; 7:1-6
Komkat KWI. Menjadi Sahabat Yesus. Pendidikan Agama Katolik untuk SD kelas
V. Yogyakarta: Kanisius, 2010
Pengalaman hidup peserta didik dan guru.
[Link] PEMBELAJARAN
1. Media
- Cerita tenteng tokoh-tokoh wanita dalam KS PL
- Cerita tentang tokoh-tokoh wanita Indonesia
- Teks KS : Ester 2: 1-21. 3:15. 7: 1-6
- Pengalaman guru dan siswa
- lagu Ibu kita Kartini
2. Alat dan bahan
[Link] Inti
1. Mengamati
kisah perjuangan tokoh wanita dalam menegakkan kebenaran dengan penuh keberanian
dan peng orbanan, misalnya: Marsinah yang memperjuangkan hak-hak buruh.
Menyimak kisah Ibu Teresa dari calcutta India yang memperjuangkan orang-orang yang
disingkirkan dalam masyarakat.
Mendaftar tokoh-tokoh pejuang wanita Indonesia dengan menyebutkan bentuk
perjuangannya, misalnya: ibu kartini, Cut Nyak Dien, Martha Tiahahu.
Menggali pengalaman Kitab Suci dari Ester 2: 1-21; 3:15; 7:1-6
2. Menanya
3. Mengasosiasi
Merumuskan teladan yang diberikan oleh tokoh wanita dalam cerita dan ibu Teresa
Merumuskan keteladanan Ester bagi kehidupan masa kini agar kita mampu
mengembangkan diri.
4. Mengomunikasikan
Refleksi: apakah aku peduli dengan teman-teman yang miskin dan tersingkirkan?
Menyanyikan lagu Ibu kita Kartini
Doa bersama
[Link] Penutup
1. Guru menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini, serta mendorong siswa untuk meneladan tokoh-
[Link] peserta didik menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini dialanjutkan dengan doa penutup
oleh guru
I. PENILAIAN
1. Pengetahuan
a. Tehnik : Tertulis
b. Bentuk Instrumen : Uraian
Butir
No. Indikator
Instrumen
2Ketrampilan
Mengungkapkan rasa syukur atas perjuangan tokoh wanita yangdianugerahkan Tuhan pada kita
A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang di anutnya
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya
diri dalam berinteraksi denga keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati menanya
dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinyamakluk ciptaan Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan
tempat bermain.
K I 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bagasa yang jelas,
sistematis, logis dan kritis, dalam arya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan
anak, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
1.5. Beriman kepada Allah melalui karya 1.5.1. Mengungkapkan syukur atas karya
2.1 Percaya diri dalam mengungkapkan 2.5.1. Menunjukkan sikap rendah hati dalam
berinteraksi dengan orang lain seperti
imannya akan Yesus Kristus yang sengsara, Maria dan Elizabeth
wafat dan bangkit.
3.1 Memahami sengsara, wafat, dan kebangkitan 3.5.1. Menuliskan doa Maria.
[Link] pesan Sabda Tuhan dalam
Yesus sebagai puncak karya keselamatan Lukas 1:5-38
[Link] sikap tokoh-tokoh dalam
Allah bacaan Lukas 1:5-38 ( Hots)
3.5.4. Menceritakan kembaali pesan Sabda
Tuhan tokoh-tokoh dalam bacaan
Lukas 1:5-38
4.1 Melakukan aktivas (misalnya membuat 3.4.2 Menulis dan menghias doa Salam Maria
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah melakukan berbagai kegiatan pembelajaran , peserta didik mampu :
[Link] sikap Elisabet ketikadi kunjungi Maria
2. Menyebutkan sikap-sikap yang perlu kita contoh dari Ibu Maria dan Elisabet
3. Menceritakan kembali pesan sabda Tuhan dalam Lukas 1:5-38
4. Membandingkan sikap tokoh-tokoh dalam bacaan Lukas 1:5-38
5. Menuliskan dan menghias doa Salam Maria
6. Meneladan sikap Maria dan Elisabet dalam kehidupan sehari hari
D. MATERI PEMBELAJARAN
Maria dan Elisabet taat kepada Allah
Sebagai perempuan Yahudi, Elisabet tentu merindukan kehadiran
anak di tengah keluarganya. Bagi perempuan Yahudi kemandulan
merupakan aib, yang menempatkan perempuan pada kehinaan. Derita
Elisabet makin bertambah, ketika ia semakin tua. Tapi, Elisabet dan Zakaria
tidak pernah putus asa. Berdoa dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada
Allah merupakan sikaphidupmereka.
Secara manusiawi, Kondisifisikdan usia Elisabet tidak mungkin
untuk mengandung dan melahirkan seorang anak. Tetapi apa yang tidak
mungkin secara manusiawi, menjadi nyata bagi Allah. Kabar sukacita yang
tidak terukur oleh kemampuan kemanusiaannya, membuat Zakaria bisu.
Elisabet mengandung dan melahirkan seorang anak, membuktikan
bahwa Allah berkenan kepadanya. Elisabeth yang menanggung aib kemandulan,
kehinaan dan penderitaan, diangkat oleh Allah sebagai perempuan pilihan.
Hal serupa dialami Maria, ketika menerima kabar sukacita dari
Malaikat Tuhan. Jawaban Maria : “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah
kepadaku menurut perkatan- Mu” menunjukkan sikap iman, ketaatan dan
kerendahan hati Maria.
E. METODE PEMBELAJARAN
Bercerita, tanya jawab, diskusi kelompok, ceramah
Pendekatan Saintifik ( mengamati, menanya,mengekplorasi, mengasosiasikan mengomunikasikan)
F. SUMBER BELAJAR
Kitab Suci Luk 1:5-38
Cerita Kisah Sebatang Bambu
Doa Salam Maria
Komkat KWI. Menjadi Sahabat Yesus. Pendidikan Agama Katolik untuk SD kelas V.
Yogyakarta: Kanisius, 2010
Komkat KWI. Seri Murid-Murid Yesus..Pendidikan Agama Katolik untuk SD kelas V.
Yogyakarta: Kanisius, 2006
Pengalaman hidup peserta didik dan guru.
G. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Media
- Cerita kisah sebatang bambu
- Teks KS : Lukas 1: 5-38
- Teks Doa Salam Maria
2. Alat dan bahan
1. Guru menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini, serta mendorong siswa untuk meneladan sikap
Maria dan Elisabet dalam menanggapi rencana Allah
I. PENILAIAN
Pengetahuan
1. Sebutkan sikap-sikap yang perlu kita contoh dari Ibu Maria dan Elisabet
2. Sebutkan pesan Sabda Tuhan dalam Lukas 1:5-38
3. sebutkan tokoh-tokoh dalam bacaan Lukas 1:5-38
4. Ceritakan kembali pesan sabda Tuhan dalam Lukas 1:5-38
5. Bandingkan sikap tokoh-tokoh dalam bacaan Lukas 1:5-38
Ketrampilan
Tehnik : Membuat Doa
Bentuk Instrumen` : Menyusun Doa tertulis
Mengungkapkan rasa syukur dengan berdoa Salam
Maria
A. KOMPETENSI INTI
KL 1 : Menerima, menjalankan, menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KL 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
serta cinta tanah air.
KL 3 : Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati
menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya dirumah,
disekolah, dan ditempat bermain.
KL 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas,
sistematis, logis, dan kritis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang
mencerminkan anak dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak \\
untuk beriman dan berakhlak mulia.
1.6. Beriman kepada Allah melalui karya 1.6.1 Mengungkapkan syukur atas ketaatan
2.6 Percaya diri dalam mengungkapkan 2.6.1. Menunjukkan sikap setia dalam
imannya akan Yesus Kristus yang sengsara, berinteraksi dengan orang lain seperti
Yesus taat pada Allah
wafat dan bangkit.
3.6 Memahami sengsara, wafat, dan kebangkitan 3.6.1. Menceritakan secararingkas kisah Yesus
menghadapi pencobaan
3.6.2 Menulis dan menghis :Doa ketaatan”
1. Mengungkapkan bahwa orang-orang setia dan percaya kepada Allah akan diselamatkan
dari kuasa Jahat
2. Memberikan contoh kesetiaan dan kepercayaan kepada Yesus ketika mendapat
pengaruh dari teman-teman untuk berbuat jahat.
E. MATERI PELAJARAN
Godaan hampir setiap saat datang di dalam hidup kita. Godaan-godaan
itu datang dari setan atau roh jahat. Setan atau roh jahat selalu berusaha
menghalangi kita agar tidakmelakukan perbuatan baik yang sesuai
dengan kehendak Allah. Dengan godaan- godaannya, setan
menginginkan agar kita jauh dari Allah, bahkan menolak kehendak
Allah. Niat atau rencana yang baik, sering terbelokkan oleh hal yang
menyenangkan, yang mudah atau yangmenguntungkan.
Godaan dilancarkan Setan, dalam upaya menggagalkan rencana atau
kehendak Allah di dalam diri kita. Sebagaimana Yesus bersikap tegas
dan tidak mengenal kompromi, kita pun seharusnya memiliki sikap
Yesus dalam menghadapinya. Allah yang Mahakuasa, Engkau telah
memberi kami teladan ketaatan yang kokoh dalam diri Yesus yang
telah taat pada-Mu sampai mati, bahkan sampai mati di salib;
demikian juga Engkau memberi kami seorang ibu, Maria, yang
menaati panggilan-Mu dengan menjawab,”Aku ini hamba Tuhan,
terjadilah padaku menurutperkataan-Mu.”
Doa ketaatan
Tanamkanlah semangat ketaatan Yesus dan Maria dalam hati kami, supaya
kami pun taat kepada kehendak-Mu, yang Kau nyatakan lewat para
pemimpin jemaat dan pemimpin masyarakat; juga lewat panggilan-Mu, dan
terlebih lewat suara hati yang adalah bisikan Roh-Mu sendiri.
Semoga kami selalu taat mengikuti bimbingan Roh-Mu, agar kami jangan
jatuh ke dalam dosa, tetapi selamat sampai kepada-Mu meniti jalan hidup yang
penuh tantangan dan cobaan.
PERTEMUAN PERTAMA
F. METODE PEMBELAJARAN
Metode : Ceramah, Tanya-Jawab, Informasi,Bercerita.
Pendekatan Saintifik
G. SUMBER BELAJAR
a. Kitab Suci : Lukas 4 : 1 – 13
b. Komkat KWI. Menjadi sahabat Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SD Kelas
V Yogyakarta, Kanisius, 2010.
c. Komkat KWI. Seri Murid-Murid Yesus Pendidikan Agama Katolik SD Kelas
V Yogyakarta,Kanisius 2006.
d. Pengalaman Hidup peserta didik dan Guru
H. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Media : Gambar Foto Yesus , Teks Kitab Suci Lukas 4 : 1 – 13
2. Teks Kitab Suci Perjanjian
Baru 3.
I. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN PERTAMA
2. Sikap Sosial
a. Teknik : Observasi
b. Bentuk Instrumen : Lembar Observasi
c. Kisi – Kisi :
No Sikap / Nilai Butir Instrumen
4. Ketrampilan :
a. Teknik : Menggambar seorang laki-laki
b. Bentuk Instrumen : Mencari potensi diri atau kemampuan diri
c. Kisi- Kisi :
No Sikap / Nilai Bentuk Instrumen
Petunjuk : Nilailah dirimu sendiri seberapa sering dirimu menyadari hal-hal berikut dalam
kehidupanmu sehari-hari
No Pernyataan Nilai
1 2 3 4
3. Saya sangat bangga terhadap keadaan diri saya seperti yang nampak
saat sekarang ini
6. Sebagai ciptaan Tuhan dan juga saya diselamatkan saya ikut serta
memelihara ciptaan-Nya
Nilai
7 – 12 : Kurang. 13 – 18 : Cukup ,19 – 24 : Baik ,24 – 28 : Sangat Baik
Penilaian Sikap Sosial
4 : Selalu
3 : Sering ( dalam 1 tahun minimal 12 kali )
2 : Kadang – Kadang ( dalam 1 tahun kurang dari 4 kali )
1 : Tidak Pernah
NILAI :
Penilaian Pengetahuan
Penilaian Ketrampilan
Score Total
: 100
A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang di anutnya
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya
diri dalam berinteraksi denga keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati
menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinyamakluk ciptaan
Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan
tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bagasa yang jelas,
sistematis, logis dan kritis, dalam arya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan
anak, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR [Link] PEENCAPAIAN KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1.6. Beriman kepada Allah melalui karya [Link] syukur atas teladan
keselamatan-Nya dalam peristiwa sengsara, Yesus tentang pengampunan.
wafat dan kebangkitan Yesus.
2.6 Percaya diri dalam mengungkapkan 2.6.1. Menunjukkan sikap mengampuni dalam
imannya akan Yesus Kristus yang sengsara, berinteraksi dengan orang lain seperti
wafat dan bangkit. ajaran Yesus.
3.6 Memahami sengsara, wafat, dan kebangkitan 3.6.1 Memceritakan kembali Perumpamaan
Yesus sebagai puncak karya keselamatan Anakyang hilang Lukas 15:11-32
Allah 3,6,2 Menjelaskan makna pengampunan.
3.6.3 Membandingkan sikap Allah dan manusia
dalam hal pengampunan
[Link] dampak dari pengampunan
4.6 Melakukan aktivas (misalnya membuat [Link] salib dengan [Link]
gambar salib dari biji-bijian/melukis
wajah Yesus , melukiskan salah satu kisah jalan 4.6.1. Menuliskan refleksi/ puisi, cerita yang
salib), menuliskan refleksi/puisi, dan
bertemakan kisah sengsara,wafat dan
sebagainya) yang bertemakan sengsara, wafat,
dan kebangkitan Yesus sebagai puncak karya kebangkitan Kristus
keselamatan Allah.
*Karakter: memafaafkan
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah melakukan berbagai kegiatan pembelajaran , peserta didik mampu :
Mengungkapkan syukur atas teladan Yesus tentang pengampunan
Menunjukkan sikap mengampuni dalam berinteraksi dengan orang lain seperti
ajaran Yesus.
Memceritakan kembali Perumpamaan Anakyang hilang Lukas 15:11-32
Menjelaskan makna
pengampunan.
Membandingkan sikap Allah dan manusia dalam hal pengampunan
Mnjelaskan dampak dari pengampunan
D. MATERI PEMBELAJARAN
Setiap agama melarang segala bentuk pembalasan. Pembalasan
hanya milik Tuhan. Yang berhak menghukum adalah Tuhan. Tidak ada manusia
yang sempurna. Dalam Lukas 15:11-32, Yesus mengajak kita untuk bersikap
mengampuni, sebagaimana Allah adalah maha pengampun. Dengan
memakan makanan babi, Si bungsu kehilangan kehormatannyasebagai
manusia. Ia menjadi seperti binatang. Menyadari situasinya dan mengingat
keadaan di rumah bapanya, si bungsu bertobat.
Bapa menyambut si bungsu yang bertobat dan memulihkan kehormatan
dia dengan mengenakan baju baru dan cincin serta memestakannya.
Melihat tanggapan bapanya terhadap adiknya, si Sulung marah-
marah. Si sulung merasa diri baik di hadapan bapanya, sehingga berhak
mendapat yang lebih dari yang didapat adiknya. Terhadap si Sulung sang
Bapapun keluar dan menemuinya. Ia mengatakan apa yang menjadi
milik Bapa menjadi miliknya juga. Selayaknya si Sulung bergembira
karena adiknya yang hilang sudah ditemukan kembali.
Doa Bapa kami
E. METODE PEMBELAJARAN
Metode Pembelajaran :Bercerita, tanya jawab, diskusi kelompok
PBL
Pendekatan : Saintific dan katekese
F. SUMBER BELAJAR
Kitab Suci Lukas 15:11-32 ;Perumpamaan Anak yang hilang’
Doa Bapa Kami
Komkat KWI. Menjadi Sahabat Yesus. Pendidikan Agama Katolik untuk SD kelas V.
Yogyakarta: Kanisius, 2010
Komkat KWI. Seri Murid-Murid Yesus.. Pendidikan Agama Katolik untuk SD kelas V.
Yogyakarta: Kanisius, 2006
Pengalaman hidup peserta didik dan guru.
G. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Media
- Cerita tentang Pengampunan
- Teks KS Lukas 15:11 - 32
- Teks Bapa Kami
2. Alat dan bahan
Mengamati
Menyimak cerita tentang pengampunan
Menanya
Isi dan pesan Kitab Suci , misalnya; bagaimana hukum bangsa Yahudi memperlakukan orang
yang melakukan zinah? Ketika masalah itu ditanyakan kepada Yesus, bagaimana sikap
Yesus?
Mengeksplorasi
Menggali pengalaman Kitab Suci dari Injil Yohanes 8:1-11
Menggali pengalaman hidup
Berdiskusi kelompok untuk merumuskan: perasaan saat diampuni, hambatan untuk mengampuni
Mengasosiasi
Merumuskan sikap ketika bersalah kepada orang lain
Merumuskan sikap ketika orang lain bersalah kepada kita
Menyampaikan pesan Kitab Suci tentang sikap Yesus terhadap perempuan yang berdosa
Meneladani sikap Yesus terhadap orang yang berdosa
Mengomunikasikan
doa Tobat
menyanyikan lagu sesuai tema
c Kegiatan Penutup
1. Guru menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini, serta mendorong siswa untuk meneladan sikap
[Link] peserta didik menutup pertemuan dengan doa yang dipimipin oleh siswa
Pertemuan ke dua ( Menggunakan metode PBL)
1. Guru membangun suasa belajar yang kondusif dengan menanyakan kehadiran, menyampaikan tujuan
pembelajaran, kompetensi yang akan dicapai dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dalam
pertemuan pada subbab ini.
1. Guru melakukan Tanya jawab dengan peserta didik untuk semakin memahami permasalahan
a. Peristiwa pencuri helm yang dihajar massa
b. Pertengkaran di kelas.
c. Perkelahian pelajar
2. Guru bersama peserta didik merumuskan pertanyaan untuk kemudian dicarikan jawabannya agar
persoalah yang mereka temukan di sekolah .Pertanyaan itu misalnya:
[Link] pencuri barang sepele harus babak belur bahkan meninggal karna amuk
masaa?
b. Mengapa sering terjadi permusuhan dengan teman sekelas
[Link] sulit memaafkan teman yang bersalah
d. Bagaimana ajaran Gereja tentang pengampunan.
[Link] akibat yang dirasakan bagi anak yang suka mencuri?
1. Guru meminta peserta didik untuk berdiskusi kelompok membahas permasalahan yang di hadapi.
[Link] menyampaikan hasil diskusi kelompok.
b. Membuat rangkuman bersama.
[Link] diri, untuk mencoba meneliti batin masing-masing dengan hening di iringi
lagu yang lembut ( instrument)
I. PENILAIAN
1 Pengetahuan
Tehnik : Tertulis
Bentuk Instrumen : Uraian
Kisi-kisi :
No. Indikator Butir Instrumen
3 2.4.2Menyebutkan manfaat
3
pengampunan
3. Ketrampilan
Tehnik : Membuat Doa
Bentuk Instrumen` : Menuliskan doa Tobat
Kisi-kisi :
No Sikap/ nilai Butir instrumen
kebangkitan Yesus.
2.4 Percaya diri dalam engungkapkan 2.4.1 Menunjukkan sikap membantu orang lain
imannya akan Yesus Kristus yang
sengsara, wafat, dan bangkit. untuk berbuat baik
3.4 Memahami sengsara, wafat, dan 3. 4.1 Menceritakan secara ringkas kisah Yesus
kebangkitan Yesus sebagai puncak menjelaskan mengapa Yesus memanggil orang
karya keselamatan Allah. orang berdosa.
3.4.2. Membandinhkan bagaimana sikap
[Link] PEMBELAJARAN
1. Memberikan contoh-contoh sikap dan tindakan meneladan Yesus terhadap sesama yang
berbeda suku,agama,budaya, dan status sosial.
2. Merumuskan doa untuk orang yang lemah, miskin, dan tersingkir
B. ATERI PELAJARAN
PERTEMUAN PERTAMA
-
Menjelaskan ajaran Yesus dalam bertindak terhadap sesama yang berbeda suku, agama,
budaya, status sosial
- Memberikan contoh-contoh sikap dan tindakan meneladan Yesus terhadap orang yang
berbeda suku, agama, budaya, dan status sosial
PERTEMUAN KEDUA
Menanya
Isi dan pesan Kitab Suci misalnya : Siapa Zakeus itu ? bagaimana sikap orang Yahudi terhadap orang
seperti Zakeus ? kalau kamu jadi Zakeus bagaimana perasaanmu diperlakukan seperti itu ?
Mengeksplorasikan
Mengasosiasi
[Link] Sosial
a. Teknik : Observasi
b. Bentuk Instrumen : Lembar Observasi
c. Kisi – Kisi :
No Sikap / Nilai Butir Instrumen
3. Ketrampilan :
a. Teknik : Menggambar dirinya sendiri
b. Bentuk Instrumen : Mencari potensi diri atau kemampuan diri
c. Kisi- Kisi
Penilaian Spiritual
Petunjuk : Nilailah dirimu sendiri seberapa sering dirimu menyadari hal-hal berikut dalam
kehidupanmu sehari-hari
Nilai
No Pernyataan
1 2 3 4
6. Sebagai ciptaan Tuhan dan juga saya diselamatkan saya ikut serta
memelihara ciptaan-Nya
Penilaian Pengetahuan
1. Sebutkan sikap dan tindakan sendiri serta orang lain terhadap orang yang 10
berbeda suku,agama,budaya, dan status sosial
2. Apa maksud Yesus mau bersahabat dengan semua orang dengan tulus tanpa 25
memandang suku,agama, dan tingkat ekonomi !
Penilaian Ketrampilan