Kesiapan Merawat Anak untuk Ibu Hamil
Kesiapan Merawat Anak untuk Ibu Hamil
Dosen Pembimbing :
Gumiarti,SST.,MPH.
Disusun Oleh :
Kelompok 2
IX. Evaluasi
1) Evaluasi Struktur
a. Persiapan Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan yaitu poster,sticker dan PPT
b. Perisapan Materi
Materi disiapkan dalam bentuk makalah makalah dan dibuatkan leaflet
dengan ringkas, menarik, lengkap mudah dimengerti oleh peserta penyulihan.
2) Evaluasi Proses
Penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta penyuluhan memahami
materi penyuluhan yang diberikan. Peserta penyuluhan memperhatikan materi
yang diberikan. Selama proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara
penyuluh dengan sasaran.
3) Evaluasi Hasil
Peserta penyuluhan mengerti dari apa yang telah disampaikan dengan kriteria
mampu mempraktikkan ulang apa yang sudah di demonstrasikan dan menjawab
pertanyaan dalam bentuk lisan yang diberikan oleh penyuluh.
X. Pengorganisasian
1. Protokol / Pembawa acara
Uraian tugas :
a. Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta.
b. Mengatur proses dan lama penyuluhan.
c. Menutup acara penyuluhan.
2. Penyuluh / Pengajar
Uraian tugas :
a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah
dipahami oleh peserta.
b. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan.
c. Memotivasi peserta untuk bertanya
3. Fasilitator
Uraian tugas :
a. Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
b. Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
c. Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
d. Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi
peserta.
[Link]
Uraian tugas :
a. Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri sehingga
memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan.
b. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.
c. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan.
d. Mengevaluasi hasil penyuluhan denga rencana penyuluhan.
e. Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak sesuai
dengan rencana penyuluhan.
XI. Penataan Tempat
Penataan tempat penyuluhan menyesuaikan dengan tempat yang akan digunakan untuk
penyuluhan.
XII. Daftar Pustaka
Maryunani, Anik. 2010. Ilmu Kesehatan Anak dalam Kebidanan. Jakarta : CV. Trans
Info Media
[Link]
JUR._PEND._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/SUNARSIH/
Perawatan_Anak.pdf (diakses pada tanggal 22 september 2022)
Fitria, N. 2011. Pengalaman Remaja Perempuan Single Parent Menjalani Peran
Baru Sebagai Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Panjang Kota
Bandar Lampung. Tesis. FIK UI.
[Link] diakes pada tanggal
22 september 2022
[Link]
%20SDIDTK_1554107456.pdf
XIII. Lampiran
Lampiran: materi, presensi peserta, poster,sticker dan PPT, evaluasi (pre dan post test)
Lampiran Materi
Persiapan Dalam Merawat Anak
Perawatan anak diawali dari masa konsepsi sebagai awal kehidupan, masa dalam kandungan
(Prenatal) yang berada pada sekitar 9 bulan 10 hari , proses kelahiran, masa bayi pada umur
0,0 – 2,0 tahun, masa kanak-kanak (2,0 – 6,0 tahun) dan masa anak-anak (6,0 – 12,0 tahun).
Perawatan anak dimulai tidak dari persiapan ibu dalam menghadapi kelahiran bayinya.
Persiapan ibu tersebut merupakan usaha ibu dalam memberikan lingkungan bagi
pertumbuhan dan perkembangan bayi yang belum lahir, yang perlu dilakukan dengan sebaik-
baiknya. Persiapan dan perawatan sebelum persalinan merupakan upaya preventif yang
bertujuan:
1) Mengurangi kesulitan-kesulitan dalam proses kehamilan berlangsung.
2) Mempertahankan kesehatan jasmani maupun rokhani ibu.
3) Persalinan dapat berlangsung dengan aman.
Setelah persalinan kondisi ibu yang sehat dapat merawat bayinya dalam kondisi sehat pula.
Perawatan perlu dilakukan dengan baik. Perawatan bayi (0,0 – 2,0 tahun) dilakukan dengan
cara menjaga kebersihan, memberikan makanan dan minuman, menjaga kesehatan. Masa
bayi disebut masa pertumbuhan karena pada masa ini benar-benar merupakan sarana untuk
dapat tumbuh dan hidup; sesuatu yang perlu mendapat perhatian yaitu kemampuan untuk
memberikan kesempatan pada bayi untuk dapat memperoleh makanan dengan baik. Makanan
bayi harus mendapat perhatian, tanpa mengabaikan lingkungan sehat bagi kehidupan bayi
sendiri, seperti tempat tidur dan sarana lainnya. Perawatan pertama dalam menjaga
kebersihan bayi ialah membersihkan mulutnya, memandikan, merawat tali pusat, perawatan
mata dan membungkusya dengan pakaian hangat yang terbuat dari bahan planel. Setelah usia
dua tahun bayi memasuki masa kanak-kanak yang disebut pula masa prasekolah. Pada usia
enan tahun dari masa kanak-kanak memasuki masa sekolah. Perawatan pada anak prasekolah
(2,0 – 6,0 tahun) dan anak masa sekolah (6,0 – 12,0 tahun) dengan memperhatikan makanan,
tidur, istirahat dan olahraga.
A. Persiapan Psikologis Ibu
Persiapan aspek psikologis dari pasangan dalam meregenerasi diri. Hal tersebut
dapat dilakukan dengan adanya kesepakatan pasangan untuk segera memiliki atau
menunda momongan dengan memperhatikan situasi dan kondisi tertentu. Bila pasangan
masih dalam kondisi yang labil maka menunda memiliki momongan itupun tak ada yang
menjadi masalah.
Apabila pasangan telah mempersiapkan diri untuk segera memiliki momongan
dengan jumlah tertentu maka perlu adanya edukasi selanjutnya yang berupa mendalami
ilmu parenting atau belajar ilmu menjadi orang tua. Seorang laki-laki bersiap menjadi
seorang ayah dan perempuan bersiap menjadi seorang ibu. Tidak sebatas keilmuan saja
namun kedua pribadi harus menumbuhkan rasa cinta dan sayang terhadap anak-anak.
Perasaan tersebut dapat tumbuh dengan mengasihi anak-anak di sekitarnya seperti
ponakan, anak tetangga atau komunitas anak lainnya. Perempuan pada dasarnya
memiliki tiga kesiapan dan tanggung jawab setelah menikah dan ada kesepakatan
memiliki anak. Kesiapan tersebut adalah kesiapan untuk hamil, kesiapan menjadi ibu dan
kesiapan untuk menjadi pendidik atau madrasah pertama buat anak. Secara keilmuan
perempuan pranikah harus memiliki dasar tersebut.
Edukasi untuk pengarahan ke ahli jiwa atau psikolog juga sangat diperlukan karena
ketika dalam mengarungi bahtera rumah tangga pasti ada hal-hal yang menguras emosi.
Hal ini nantinya menjadi rentan pasangan mengalami gangguan psikologis yang akan
memperngaruhi faktor reproduksi. Pengalaman pribadi penulis sewaktu menjalankan
promil juga ikut kegiatan konsultasi psikologis yang diadakan oleh lembaga tertentu.
Dan itu ternyata sangat membantu untuk memberikan jalan keluar bagi para perempuan
yang selama ini memendam masalahnya masing-masing. Dengan pakarnya maka akan
ada banyak metode untuk mengembalikan kondisi psikologis pesertanya menuju
keharmonisan dalam berumah tangga terutama dengan pasangan.
B. Persiapan Fisik (Kesehatan)
Persiapan fisik antara laki-laki dan perempuan dalam hal ini sangat diperlukan terutama
edukasi nutrisi pola makan yang sehat. Misalnya untuk laki-laki hindari makanan atau
minuman yang bersifat junkfoood. Untuk perempuan karena akan dihadapkan dengan
masa-masa kehamilan perlu ditambahkan mengkonsumsi makanan atau minuman yang
mengandung banyak asam folat atau kalsium. Malnutrisi pralahir dapat menyebabkan
kerusakan serius sistem saraf pusat bayi yang kelak dilahirkan. Edukasi nutrisi untuk
perempuan dalam mempersiapkan kehadiran anak, selain demi kesehatan bayi juga untuk
kesehatan ibunya kelak. Seorang ibu dalam menghadapi kelahiran bayinya perlu
mengusahakan dirinya sehat, terhindar dari penyakit yang mungkin mengganggunya, baik
untuk kondisi diri ibu sendiri maupun pertumbuhan bakal bayi dalam kandungan.
Perawatan ibu pada masa hamil dapat dilakukan dengan memelihara kesehatan diri ibu
dengan memperhatikan makanan, kesehatan gigi, kebersihan, pakaian, olah raga,
pekerjaan dan istirahat.
C. Persiapan Ibu Menyusui
Makanan ibu menyusi perlu mendapat perhatian, karena bayi selama beberapa bulan
hanya doleh diberikan Air susu ibu (ASI). Kebutuhan akan zat makanan bertambah,
melebihi pada waktu hamil. Kebutuhan zat makanan ini, selain untuk pertumbuhan bayi
juga diperlukan untuk mempertahankan dan memulihkan kesehatan tubuh ibu. ASI
berasal dari makanan ibu yang harus mencukupi zat-zat gizinya. ASI merupakan makanan
utama dan sempurna bagi bayi. Bahan makanan yang dianjurkan untuk ibu menyusui,
yaitu:
1) Makanan sehari-hari menurut empat sehat lima sempurna
2) Susu, telur, daging, hati dan kacang-kacangan baik sekali untuk pertumbuhan bayi
dan juga kaya akan zat besi.
3) Sayuran dan buah-buahansebagai sumber vitamin dan mineral untuk
mempertahankan kesehatan. Sayuran mentah/lalap, terutama yang berwarna hijau
tua dan buah yang banyak vitamin C nya, baik sekali untuk merangsang keluarnya
ASI.
4) Banyak minum, terutama air buah dan air perebus sayuran , bubur kacang hijau dan
susu untuk menambah air susu ibu.
Bahan makanan yang dibatasi bagi ibu menyusi, yaitu:
1) Bahan makanan yang merangsang misalnya cabe, dapat menyebabkan mencret
2) Bahan makanan yang menyebabkan kembung, misalnya koo, ubi, daun bawang dan
bawang merah.
3) Bahan makanan yang manis-manis yang menyebabkan bayi mencret dan ibu
menjadi gemuk.
4) Bahan makanan yang berlemak yang menyebabkan ibu gemuk dan bayi mencret.
D. Persiapan Perlengkapan BBL
Perlengkapan bayi perlu disiapkan jauh-jauh sebelum persalinan, agar dapat melakukan
perawatan bayi dengan sebaik-baiknya. Pilihlah sebuah tempat tidur yang memiliki
dinding yang dapat dinaikan, sehingga bayi tidak terjatuh, jika dibaringkan di dalamnya.
Pinggiran tempat tidur harus licin dan halus supaya bayi tidak terluka. Selain tempat
tidur, perlu pula disediakan meja bayi yang dilengkap dengan lemari dan laci-laci untuk
meletakkan pakaian bayi pada waktu memandikan dan penyimpanan pakaian dan
perlengkapan bayi. Ukuran meja sesuaikan dengan tinggi badan sehingga dapat berdiri
dan duduk didepannya sambil memakaikan pakaian sementara bayi dibaringkan di
atasnya. Alasnya dapat diberi kasur tipis yang dibungkus kain waterproof atau dialasi
perlak.
Perlengkapan lain yang diperlukan bayi, yaitu:
1) Popok
2) Baju dan celana bayi
3) Kaos kaki, sarung tangan dan topi
4) Bedong selimut
5) Tempat tidur bayi
6) Perlengkapan untuk mengganti popok :
2–3 pak bola kapas bayi tanpa pewangi dan alkohol
1–2 bungkus tisu basah hipoalergenik yang khusus untuk membersihkan area
popok bayi
Perlak atau alas kedap air
Tempat sampah kecil khusus popok
7) Perlengkapan mandi :
Bak mandi, agar lebih mudah dan aman saat memandikan bayi
Handuk bayi
Sabun dan shampoo khusus bayi
8) Gunting kuku khusus bayi
9) Minyak telon
10) Thermometer untuk mengukur suhu tubuhnya.
E. Makanan Bayi
Makanan/minuman bayi yang sebaiknya diberikan yaitu yang memperhatikan kualitas,
kuantitas dan kebersihan yang terdiri dari asi,susu formula dan makanan tambahan. Air
susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang terbaik, bila ibu sehat dan cukup mendapat
makanan yang bernilai gizi baik terutama mengandung cukup protein, vitamin dan
mineral. Keuntungan bila Asi dapat diberikan yaitu:
1) Mengandung semua zat yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi dalam bentuk dan
perbandingan yang tetap sehingga mudah dicerna dan diserap.
2) Dapat diminum langsung dari payudara ibu dalam keadaan mentah dan segar.
3) Bebas hama.
4) Hubungan ibu dan bayi erat, yang dapat memberikan perasaan puas dan rasa aman
terhadap bayi. Kondisi demikian dapat diperlukan untuk pertumbuhan fisik dan
psikis yang sempurna.
Pemberian ASI merupakan hak bayi untuk kelangsungan hidup dan tumbuh kembang
secara optimal. Seorang ibu berkewajiban untuk menyusui bayinya. ASI bermanfaat
membentuk perkembagan inteligensi ,rohani dan emosi, karena dalam dekapan ibu, bayi
dapat bersentuhan langsung dengan ibu dan mendapatkan kasih saying dan rasa aman.
Pemberian ASI perlu memperhatikan:
1) Kebersihan : Sebelum menyusukan bayi cucilah tangan terlebih dahulu.
Bersihkanlah puting susu ibu dengan ASI sebelum dan sesudah menyusukan bayi.
2) Lamanya mengisap : sampai bayi kenyang, biasanya berhenti sendiri dalam waktu
lima belas menit.
3) Posisi dalam menetekan bayi : diusahakan putting susu dan sebagian gelanggang
susu tertutup mulut bayi, ibu dapat duduk dan tidur dengan tenang.
4) Pemberian ASI diberikan secara eksklusif selama 6 bulan
Pemberian makanan pada bayi
Pemberian makan yang teratur lebih baik dari pada pemberian makanan sekehendaknya.
Tujuan pengaturan pemberian ASI, yaitu:
1) Lambung bayi akan kosong setelah kira-kira 2 jam setelah diberikan ASI dan setelah
2 jam bayi benar-benar memerlukan ASI kembali
2) Bagi ibu yang menyusui, jarak waktu 2 jam memberi kesempatan pada kelenjar -
kelenjar air susu menyediakan air susu yang cukup.
3) Menyusui dalam waktu 15-20 menit dapat membuat bayi merasa kenyang
Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) merupakan proses peralihan dari ASI
menuju ke makanan semi padat. MPASI diberikan usia 6 – 24 bulan.
Jenis MPASI:
a. Makanan lumat adalah semua makanan yang dimasak dan disajikan secara lumat yang
diberikan pertama kali kepada bayi secara peralihan dari ASI ke makanan padat.
Makanan lumat diberikan pada usia 6 bulan. Contoh makanan lumat antara lain bubur
tepung, bubur beras(encer). Makanan lumat diberikan 2 kali sehari.
b. Makanan lembik / lembek adalah peraliham dari makanan lumat menjadi makanan
keluarga. Makanan lembik ini diberikan pada usia 9 – 12 bulan. Contoh makanan
lembik antara lain nasi lembik. Diberikan secara bertahap dari 1 kali sehari hingga 4-5
kali 1 piring sedang
c. Makanan keluarga adalah makanan yang dikonsumsi oleh anggota keluarga yang
terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah
F. Perawatan Bayi Sehari-hari
Dalam memelihara kebersihan bayi harus diperhatikan merawat tali pusat yaitu dengan
tindakan aseptik mengingat kemungkinan infeksi tali pusat yang sering menimbulkan
kematian. Beberapa tindakan terhadap tali pusat : tetap terbuka, tidak dibungkus setelah
tali pusat diberi yodium atau alcohol 70% karena ternyata tali pusat lebih cepat kering.
Tali pusat dibungkus dengan kain kasa steril yang tidak diganti-ganti sampai tali pusat
[Link] yang sering dilakukan, tali pusat dibungkus dengan kain kasa steril yang
dibasahi alcohol 70%, sesudah tali pusat diberi yodium, kemudian tiap hari sesudah bayi
dimandikan bungkus tali pusat diganti atau hanya ditotoli alcohol 70%.
Cara memandikan bayi, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Siapkanlah pakaian bayi serta perlengkapannya.
2) Bersihkanlah dulu bila bayi buang kotoran.
3) Cucilah muka bayi, kemudian keramaslah kepalanya dengan air hangat lalu
keringkan
4) Sabunilah seluruh tubuh bayi dengan menggunakan lap mandi, kemudian lipatan-
lipatan leher, ketiak, tangan ,kaki, pangkal paha belakang, pusat dan terakhir
telapak tangan.
5) Bilas bayi dengan air hangat, untuk membersihkannya sisa kotorannya. selipkan
tangan diantara leher dan bahu.
6) Setelah bersih angkatlah bayi lalu letakkan pada handuk yang telah dibentangkan
di atas meja lalu keringkan bayi itu dengan handuk; bersihkanlah hidung dan
telinga bayi dengan kapas yang telah dipilin.
7) Setelah kering berilah bedak talk lalu pakaikanlah pakaian bayi yang telah
disiapkan.
G. Pengasuhan dan Pendidikan
Persiapan pengasuhan ini tidak bisa terlepas dari semua pasangan baik suami maupun istri
wajib memberikan perlindungan, keamanan, dan kenyamanan bagi bayi terutama bagi
bayi usia 0-2 tahun. Ketika dalam suatu kondisi suami istri sama sama berkarier maka
harus ada orang lain yang membantu dalam proses pengasuhan tersebut baik baby sister,
atau lembaga day care. Secara otomatis itu juga berkaitan dengan anggaran yang perlu
dipersiapkan. Kesiapan memiliki anak dengan disertai perencanaan yang matang memang
tidak mudah. Namun Rahmania, ini demi hadirnya generasi penerus diri yang berkualitas
bagi keluarga, masyarakat dan bangsanya.
Stimulasi
1. Mengangkat kepala 450
Letakkan bayi pada posisi telungkup. Gerakkan sebuah mainan berwarna cerah
atau buat suara-suara gembira di depan bayi sehingga ia akan belajar
mengangkat [Link] berangsur-angsur ia akan menggunakan kedua
lengannya untuk mengangkat kepala dan dadanya.
2. Menahan kepala tetap tegak
Gendong bayi dalam posisi tegak agar ia dapat belajar menahan kepalanya tetap
tegak
B. Tahapan Perkembangan
Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah
Stimulasi
Berguling
Letakkan mainan berwama cerah di dekat bayi agar ia dapat melihat dan tertarik pada
mainan tersebut. Kemudian pindahkan benda tersebut ke sisi lain dengan perlahan.
Awalnya,bayi perlu dibantu dengan cara menyilangkan paha bayi agar badannya ikut
bergerak miring sehingga memudahkan bayi berguling.
Gerak Halus
A. Tahapan Perkembangan
Melihat dan menatap wajah anda
Stimulasi
Melihat, meraih dan menendang mainan gantung
Gantungkan mainan/benda pada tali diatas bayi dengan jarak 30 cm atau sekitar 2
jengkal tangan orang dewasa. Bayi akan tertarik dan melihat sehingga menggerakkan
tangan dan kakimya sebagai reaksi, pastikan benda tersebut tidak bisa dimasukkan ke
mulut bayi dan tidak akan terlepas dari ikatan.
B. Tahapan Perkembangan
Merespon dengan terseyum
Stimulasi
Meraba dan memegang benda
Letakkan benda/mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi atau
sentuhkan benda tersebut pada punggung jari-jarinya. Amati cara ia memegang benda
tersebut. Hal ini berhubungan dengan suatu gerak reflek, meraba dan merasakan
berbagai bentuk. Semakin bertambah umur bayi, ia akan semakin mampu memegang
benda-benda kecil dengan ujung jarinya (menjepit). Jaga agar benda itu tidak melukai
bayi atau tertelan dan membuatnya tersedak.
Bicara Dan Bahasa
A. Tahapan Perkembangan
Merespon dengan bersuara dan tersenyum
Stimulasi
1. Mengajak bayi tersenyum
2. Berbicara
Setiap hari bicara dengan bayi dengan bahasa ibu sesering mungkin menggunakan
setiap kesempatan seperti waktu memandaikan bayi, mengenakan pakaiannya,
menyusui, di tempat tidur, ketika anda sedang mengerjakan pekerjaan rumah
tangga dan sebagainya
3. Mengenali berbagai suara
Ajak bayi mendengarkan berbagai suara seperti suara orang, binatang, radio dan
sebagainya. Bayi tidak mendengar dan melihat TV sampai umur 2 tahun.
Tirukan ocehan bayi sesering mungkin agar terjadi komunikasi dan interaksi
Sosialisasi Dan Kemandirian
Tahapan Perkembangan
Mengenal orang terdekat melalui penglihatan, penciuman, dan pendengaran, kontak.
Stimulasi
1. Memberi rasa aman dan kasih sayang.
Sesering mungkin peluk dan belai bayi, bicara kepada bayi dengan nada lembut dan
halus, serta penuh kasih sayang. Sesering mungkin ajak bayi dalam kegiatan anda.
Ketika bayi rewel, cari sebabnya dan atasi masalahnya.
2. Menina bobokan.
Ketika menidurkan bayi, bersenandunglah dengan nada lembut dan penuh kasih
sayang, ayun perlahan bayi anda sampai tertidur.
3. Meniru ocehan dan mimik muka bayi.
Perhatikan apa yang dilakukan oleh bayi, kemudian tirukan ocehan dan mimik
mukanya. Selanjutnya bayi akan menirukan anda.
4. Mengayun bayi.
Untuk menenangkan bayi, ayunkan bayi sambil bernyanyi dan penuh kasih sayang.
5. Mengajak bayi tersenyum.
Sesering mungkin ajak bayi tersenyum dan tatap mata bayi. Balas tersenyum
sertiap kali bayi tersenyum kepada anda. Buat suara-suara yang menyenangkan dan
berbicara dengan bayi sambil tersenyum.
6. Mengajak bayi mengamati benda-benda dan keadaan disekitarnya.
Gendong bayi berkeliling sambil memperlihatkan/menunjuk benda yang menari.
Sangga bayi pada posisi tegak menghadap ke depan sehingga ia dapat melihat apa
yang terjadi disekitarnya.
B. Tahapan Perkembangan
Mengangkat kepala setinggi 900
Stimulasi
Meyangga berat badan
Angkat badan bayi melalui bawah ketiaknya ke posisi berdiri. Perlahan-lahan turunkan
badan bayi hingga kedua kaki menyentuh meja, tempat tidur atau pangkuan anda. Coba
agar bayi mau mengayunkan badannya dengan gerakan naik turun serta menyangga
sebagian berat badannya dengan kedua kaki bayi.
C. Tahapan Perkembangan
Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil.
Stimulasi
1. Mengembangkan kontrol terhadap kepala.
Latih bayi agar otot-otot lehernya kuat. Letakkan bayi pada posisi telentang.
Pegang kedua pergelangan tangan bayi, tarik bayi perlahan-lahan ke arah anda,
hingga badan bayi terangkat ke posisi setengah duduk. Jika bayi belum dapat
mengontrol kepalanya (kepala bayi tidak ikut terangkat), jangan lakukan latihan ini.
Tunggu sampai otot-otot leher bayi lebih kuat.
2. Duduk.
Bantu bayi agar bisa duduk sendiri, mula-mula bayi didudukkan di kursi dengan
sandaran agar tidak jatuh ke belakang. Ketika bayi dalam posisi duduk , beri
mainan kecil ditangannya. Jika bayi belum bisa duduk tegak, pegang badan bayi.
Jika bayi bisa duduk tegak, dudukkan bayi di lantai yang beralaskan selimut, tanpa
sandaran atau penyangga.
Gerak Halus
A. Tahapan Perkembangan
Menggenggam jari orang lain
Stimulasi
Stimulasi yang perlu dilanjutkan
• Melihat, meraih dan menendang mainan gantung
• Memperhatikan benda bergerak
• Melihat benda-benda kecil
• Meraba dan merasakan berbagai bentuk permukaan
B. Tahapan Perkembangan
Meraih benda yang ada dalam jangkauannya.
Stimulasi
Memegang benda dengan kuat.
Letakkan sebuah mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi.
Setelah bayi menggenggam mainan tersebut, tarik pelan-pelan untuk melatih bayi
memegang benda dengan kuat.
C. Tahapan Perkembangan
Memegang tangannya sendiri
Stimulasi
Memegang benda dengan kedua tangan.
Letakkan sebuah benda atau mainan ditangan bayi dan perhatikan apakah dia akan
memindahkan benda tersebut ketangan lainnya. Usahankan agar tangan bayi , kiri dan
kanan, masing-masing memegang benda pada waktu yang sama mula-mula bayi
dibantu, letakkan mainan di satu tangan dan kemudian usahakan agar bayi mau
mengambil mainan lainnya dengan tangan yang paling sering digunakan.
TAHAPAN PERKEMBANGAN
Menengok ke kanan dan ke kiri serta ke atas dan kebawah.
STIMULASI
Mengambil benda-benda kecil Letakkan benda kecil seperti potongan-potongan biskuit
di hadapan
bayi. Ajari bayi mengambil benda-benda tersebut. Jika bayi telah mampu melakukan hal
ini, jauhkan
pil/obat dan benda kecil lainnya dari jangkauan bayi.
Tahapan Perkembangan
• Berusaha memperluas pandangannya.
• Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil.
Stimulasi
Jatuhkan sebuah kancing atau benda kecil lainnya yang berwarna terang di depan anak
ke permukaan putih seperti kertas putih dengan jarak yang mudah dijangkau oleh anak.
Gendong anak dengan menghadap kedepan dan bawa ke taman atau halaman rumah.
Bicara Dan Bahasa
A. Tahapan Perkembangan
Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik.
Stimulasi
1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
Bicara
Meniru suara-suara
Mengenali berbagai suara
2. Mencari sumber suara.
Latih bayi agar menengok ke arah sumber suara
Arahkan mukanya ke arah sumber suara.
Mula-mula muka bayi dipegang dan dipalingkan perlahan lahan ke arah sumber
suara, atau bayi dibawa mendekati sumber suara.
3. Menirukan kata-kata.
4. Ketika berbicara dengan bayi, ulangi beberapa kata berkali-kali dan usahakan agar
bayi menirukannya. Yang paling mudah ditirukan oleh bayi adalah kata yang
menggunakan huruf vocal dan gerakan bibir.
5. Contohnya: papa, mama, baba
Sosialisasi Dan Kemandirian
A. Tahapan Perkembangan
Tersenyum ketika melihat mainan/gambar yang menarik saat bermain sendiri.
Stimulasi
1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
• Memberi rasa aman dan kasih sayang.
• Mengajak bayi tersenyum.
• Mengamati.
• Mengayun.
• Menina bobokan.
2. Bermain "Cilluk-ba"
3. Tutup wajah sampai tertutup semua bagian wajah anda dan buka secara tiba-tiba
untuk dilihat bayi. Cara lain adalah mengintip bayi dari balik pintu atau tempat
tidumya.
4. Melihat dirinya dikaca.
Pada umur ini,bayi senang melihat dirinya di [Link] bayi melihat dirinya
dicermin yang tidak mudah pecah.
5. Berusaha meraih mainan.
Letakkan sebuah mainan sedikit diluar jangkauan bayi. Gerak-gerakkan mainan itu
didepan bayi sambil bicara kepadanya agar ia berusaha untuk mendapatkan mainan
[Link] terlalu lama membiarkan bayi berusaha meraih mainan tersebut, agar
anak merasa berhasil.
Stimulasi
Stimulasi yang perlu dilanjutkan:
- Menyangga berat.
- Mengembangkan kontrol terhadap kepala.
- Duduk.
B. Tahapan Perkembangan
Belajar berdiri, kedua kakinya menyanggah sebagian berat badan.
Stimulasi
1. Menarik ke posisi berdiri.
Dudukkan bayi ditempat tidur, kemudian tarik bayi ke posisi berdiri. Selanjutnya,
lakukan hal tersebut di atas meja, kursi atau tempat lainnya.
2. Berjalan berpegangan.
Ketika bayi telah mampu berdiri, letakkan mainan yang disukainya didepan bayi
dan jangan terlalu jauh. Buat agar bayi mau berjalan berpegangan pada ranjangnya
atau perabot rumah tangga untuk mencapai mainan tersebut.
3. Berjalan dengan bantuan.
Pegang kedua tangan bayi dan buat agar ia mau melangkah.
C. TAHAPAN PERKEMBANGAN
Merangkak, meraih mainan atau mendekati seseorang.
Stimulasi
Merangkak.
Letakkan sebuah mainan di luar jangkauan bayi, usahakan agar ia mau merangkak
kearah mainan dengan menggunakan kedua tangan dan lututnya.
Gerak Halus
A. Tahapan Perkembangan
Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya.
Stimulasi
1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan
- Memegang benda dengan kuat
- Memegang benda dengan kedua tangannya.
- Mengambil benda-benda kecil.
2. Bermain “genderang”
Ambil kaleng kosong bekas, bagian atasnya ditutup dengan plastik/kertas tebal
seperti “genderang”. Tunjukkan cara memukul “genderang” dengan
sendok/centong kayu sehingga menimbulkan suara.
3. Memegang alat tulis dan mencoret-coret.
Sediakan krayon/pensil berwarna dan kertas bekas di atas meja. Dudukkan bayi
dipangkuan anda, bantu bayi agar ia dapat memegang krayon/pensil dan ajarkan
bagaimana mencoret coret kertas.
4. Bermain mainan yang mengapung di air.
Buat mainan dari karton bekas/kotak/gelas plastik tertutup yang mengapung di air.
Biarkan bayi main dengan mainan tersebut ketika mandi. Jangan biarkan bayi
sendirian ketika mandi/main di air.
5. Menyembunyikan dan mencari mainan
Sembunyikan mainan/benda yang disukai bayi dengan cara ditutup selimut/korang,
sebagian saja. Tunjukkan ke bayi cara menemukan mainan tersebut yaitu dengan
cara mengangkat kain/koran penutup mainan. Setelah bayi mengerti permainan ini ,
maka tutup mainan tersebut dengan selimut/koran, dan biarkan ia mencari mainan
itu sendiri.
B. Tahapan Perkembangan
- Memungut dua benda, masing-masing tangan pegang satu benda pada saat yang
bersamaan.
- Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup.
Stimulasi
1. Memasukkan benda ke dalam wadah.
Ajari bayi cara memasukkan mainan/benda kecil ke dalam suatu wadah yang dibuat
dari karton/kaleng/kardus/botol air mineral bekas. Setelah bayi memasukkan
benda-benda tersebut ke dalam wadah, ajari cara mengeluarkan benda tersebut dan
memasukkannya kembali. Pastikan benda-benda tersebut tidak berbahaya, seperti:
jangan terlalu kecil karena akan membuat tersedak bila benda itu tertelan.
2. Membuat bunyi-bunyian.
Tangan kanan dan kiri bayi masing-masing memegang mainan yang tidak dapat
pecah (kubu/balok kecil). Bantu agar bayi membuat bunyi-bunyian dengan cara
memukul mukul kedua benda tersebut.
Bicara Dan Bahasa
A. Tahapan Perkembangan
Bersuara tanpa arti, mamama, bababa, dadada, tatatata.
Stimulasi
1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
a. Berbicara.
b. Mengenali berbagai suara.
c. Mencari sumber suara.
d. Menirukan kata-kata.
2. Menyebutkan nama gambar-gambar di buku/majalah.
Pilih gambar-gambar menarik yang berwarna warni (misal : gambar binatang,
kendaraan, meja, gelas dan sebagainya) dari buku/majalah bergambar yang sudah
tidak terpakai. Sebut nama gambar yang anda tunjukkan kepada bayi. Lakukan
stimulasi ini setiap hari dalam beberapa menit saja. Sebutkan dengan cara yang
benar sesuai ejaan dan tidak cadel.
3. Menunjuk dan menyebutkan nama gambar-gambar.
Tempelkan berbagai macam guntingan gambar yang menarik dan berwarna warni
(misal : gambar binatang, mainan, alat rumah tangga, bunga, buah, kendaraan dan
sebagainya, pada sebuah buku tulis/gambar. Ajak bayi melihat gambar-gambar
tersebut, bantu ia menunjuk gambar yang namanya anda sebutkan. Usahakan bayi
mau mengulangi kata-kata anda. Lakukan stimulasi setiap hari dalam beberapa
menit saja.
Sosialisasi Dan Kemandirian
A. Tahapan Perkembangan
1. Mencari mainan/benda yang dijatuhkan.
2. Bermain tepuk tangan/ciluk ba.
3. Makan kue sendiri.
Stimulasi
1. Stimulasi dilanjukan
a. Memberi rasa aman dan sayang.
b. Mengajak bayi tersenyum.
c. Mengayun.
d. Menina-bobokan.
e. Bermain “ciluk-ba”.
f. Melihat di kaca.
2. Permainan” bersosialisasi”.
Ajak bayi bermain dengan orang lain.
Ketika ayah pergi lambaikan tangan ke bayi sambil berkata “da...daag”. bantu
bayi dengan gerakan membalas melambaikan tangannya. Setelah ia mengerti
permainan tersebut, coba agar bayi mau menggerakkan tangannya sendiri
ketika mengucapkan kata-kata seperti diatas.
Stimulasi
Stimulasi yang perlu dilanjutkan:
- Merangkak
- Berdiri
- Berjalan sambil berpegangan
- Berjalan dengan bantuan
Gerak Halus
A. Tahapan Perkembangan
• Memasukkan benda ke mulut
• Menggenggam erat pensil
Stimulasi
1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan:
• Memasukkan benda ke dalam wadah
• Bermain dengan mainan yang mengapung di air
2. Menyusun balok/kotak.
Ajari bayi menyusun beberapa balok/kotak besar. Balok/kotak dapat dibuat dari
karton atau potongan-potongan kayu bekas. Benda lain yang bisa dipakai adalah
beberapa kaleng kecil (kosong) atau mainan anak berbentuk kubus/balok.
3. Menggambar
Letakkan krayon /pensil berwarna d an kertas di meja. Ajak bayi "menggambar"
dengan krayon atau pinsil warna. Kegiatan menggambar ini dapat dilakukan
bersamaan dengan anda mengerjakan tugas rumah tangga.
4. Bermain di dapur.
Biarkan bayi bermain di dapur ketika anda sedang memasak. Pilih lokasi yang jauh
dari kompor dan letakkan sebuah kotak tempat menyimpan mainan alat memasak
dari plastik atau benda-benda yang ada di dapur seperti gelas, mangkuk, sendok,
tutup gelas dari plastik.
Bicara Dan Bahasa
A. Tahapan Perkembangan
• Mengulang/menirukan bunyi yang didengar
• Menyebut 2 - 3 suku kata yang sama tanpa arti
• Bereaksi terhadap suara yang perlahan atau bisikan
Stimulasi
1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan:
a. Berbicara
b. Menjawab pertanyaan
c. Menyebutkan nama, gambar-gambar di buku/majalah
2. Menirukan kata-kata
Setiap hari bicara kepada bayi. Sebutkan kata-kata yang telah diketahui artinya,
seperti: minum susu, mandi, tidur, kue, makan, kucing dll. Buat agar bayi mau
menirukan kata-kata tersebut. Bila bayi mau mengatakan, puji ia, kemudian
sebutkan kata itu lagi dan buat agar ia mau mengulanginya.
3. Berbicara dengan boneka
Beli sebuah boneka atau buat boneka mainan dari sarung tangan atau kaos kaki
yang digambari dengan pena menyerupai bentuk wajah. Berpura-pura bahwa
boneka itu yang berbicara kepada bayi dan buat agar bayi mau berbicara kembali
dengan boneka itu.
4. Bersenandung dan bernyanyi
Nyanyikan lagu dan bacakan syair anak kepada bayi sesering mungkin.
Sosialisasi Dan Kemandirian
A. Tahapan Perkembangan
1. Mengulurkan lengan/badan untuk meraih mainan yang diinginkan
2. Senang diajak bermain CILUK BA
3. Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal
4. Mengeksporasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja.
Stimulasi
1. Ajari bayi untuk mengambil sendiri mainan yang letaknya agak jauh dengan cara
meraih, menarik ataupun mendorong badannya supaya dekat dengan mainan
tersebut. Letakkan mainan yang bertali agak jauh, ajari bayi cara menarik tali untuk
mendapatkan mainan tersebut. Simpan mainan bertali tersebut jika anada tidak
dapat mengawasi bayi.
2. Pegang saputangan/kain atau kertas untuk menutupi wajah anda dari pandangan
bayi, kemudian singkirkan penutup wajah dari hadapan bayi dan katakan " CILUK
BA" ketika bayi dapat melihat wajah anda kembali
3. Ajak bayi bermain dengan orang lain dan ketika anggota keluarga lain pergi,
lambaikan tangan ke bayi sambil berkata "da….daaag", bantu bayi membalas
lambaian
4. Permainan "bersosialisasi" dengan lingkungan
Lampiran Evaluasi
Apersepsi
Apersepsi dilakukan secara lisan dan spontan kepada peserta dengan memberikan beberapa
pertanyaan singkat
1. Apa saja yang kalian ketahui tentang persiapan perlengkapan yang diperlukan bayi?
2. Jenis makanan apa yang kalian ketahui untuk dihindari dalam persiapan fisik?
Evaluasi
Evaluasi dilakukan secara lisan dengan memberikan pertanyaan atau kuis tentang point
penting dari materi yang telah disampaikan, sebagai berikut :
1. Apa saja keuntungan dalam pemberian ASI?
2. Bayi bisa mulai belajar duduk dan berdiri pada usia berapa bulan?
Lampiran Poster dan Stiker