0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan101 halaman

Modul PAI dan Budi Pekerti SMK X

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan modul pelajaran untuk kelas X di SMK Negeri 1 Panji Situbondo yang mencakup materi Al-Quran, fikih, aqidah, akhlak, dan sejarah Islam. Modul ini memuat rincian minggu efektif pelajaran dan program tahunan yang terdiri atas 2 semester.

Diunggah oleh

Nurul Rahmawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan101 halaman

Modul PAI dan Budi Pekerti SMK X

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan modul pelajaran untuk kelas X di SMK Negeri 1 Panji Situbondo yang mencakup materi Al-Quran, fikih, aqidah, akhlak, dan sejarah Islam. Modul ini memuat rincian minggu efektif pelajaran dan program tahunan yang terdiri atas 2 semester.

Diunggah oleh

Nurul Rahmawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENDIDIKAN

AliAMA ISLAM
DAN BUDI PEKERTI
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan
segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan modul
pelajaran materi ini. Sholawat dan salam dengan ucapan Allahumma sholli ‘ala sayyidina
Muhammad saw penulis sampaikan untuk junjungan Nabi kita Muhammad saw.
Dengan kehendak dan kuasa Allah Swt, penulis dapat menyelesaikan Modul Ajar
Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti untuk Kelas X SMK Negeri I Panji
Situbondo dengan baik

Berdasarkan keputusan menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi RI NO


162/M/2021 tentang sekolah Penggerak. kerangka dasar Kurikulum pada sekolah
penggerak ini diantaranya adalah struktur, kurikulm, capaian pembelajaran dan prinsip
pembelajaran dan Asesmen.

Modul ini berisikan materi pembelajaran PAI sesuai dengan kurikulum SMK Pusat
Keunggulan dengan menggabungkan beberapa Domain diantaranya adalah domain Al-
Quran, domain fikih, domain Aqidah, Domain Akhlak dan Domain Sejarah Kebudayaan
Islam.

Dalam modul Ajar ini kami menyadari bahwa masih jauh dari kesempurnaan. untuk
itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kamu harapkan.
semoga modul Ajar ini bermanfaat bagi kita semua, Amin..

Situbondo, Agustus 2021

Penulis
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS O
PENDIDIKAN

RINCIAN MINGGU EFEKTIF

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam


Satuan Pendidikan : SMK Negeri I Panji
Kelas : X
Tahun Pelajaran : 2021/2022

A. Jumlah Minggu dalam Semester


1. Semester Ganjil

No Nama Bulan Banyaknya Minggu


1 Juli 3
2 Agustus 4
3 September 5
4 Oktober 4
5 November 4
6 Desember 5
Jumlah : 25

2. Semester Genap

No Nama Bulan Banyaknya Minggu


1 Januari 4
2 Februari 4
3 Maret 5
4 April 4
5 Mei 4
6 Juni 5
Jumlah : 26

B. Jumlah Minggu Tidak Efektif dalam Satu Tahun


1. Semester Ganjil
Jumlah
No Nama Bulan Keterangan
Minggu
1 Juli 1 MPLS
2 Agustus 1 HUT Kemerdekaan RI
3 September -
4 Oktober 1 Kegiatan PTS-1
5 November -
6 Desember 3 PAS -1 ,Persiapan Raport, Libur Semester
Ganjil
Jumlah : 6

2. Semester Genap
Jumlah
No Nama Bulan Keterangan
Minggu
1 Januari -
2 Februari -
3 Maret 4 PTS dan Perkiraan pelaksanaan USPBK & US
4 April 2 LPP, LHR
5 Mei 1 LHR

F 03 -R-001 Tgl. 01.07.21


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS O
PENDIDIKAN

6 Juni 3 PAT, Persiapan Raport, LS-2


Jumlah : 10

C. Jumlah Minggu Efektif dalam Satu Tahun


1. Semester Ganjil
25 minggu – 6 minggu = 19 Minggu

2. Semester Genap
26 minggu – 10 minggu = 16 Minggu

D. Jumlah Jam Belajar Efektif


Kelas : X
1. Semester Ganjil : 19 minggu X 3 Jam Pelajaran = 57 Jam Pelajaran
2. Semester Genap : 16 minggu X 3 Jam Pelajaran = 48 Jam Pelajaran

Situbondo, 12 Juli 2021


Mengetahui, Guru Mata Pelajaran PAI
Kepala SMK Negeri 1 Panji

Suprihartono, [Link], MM (Evi Muafia, [Link].I)


Pembina Tk I 198109102009032009.
NIP 19621128 198803 1 0 10

F 03 -R-001 Tgl. 01.07.21


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

PROGRAM TAHUNAN

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam


Kelas :X
Tahun Pelajaran : 2021/2022

Alokasi
Semester No Kompetensi Dasar
Waktu
1. Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan 9 JP
dan Etos Kerja
2 Memahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dengan 9 JP
Syuabul Iman (cabang-cabang iman)
Ulangan Harian 1 3JP
3 Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari 9 JP
I Berfoya-foya, Riya’, Sum’ah, Takabbur, dan Hasad
4 Asuransi, Bank, dan Koperasi Syariah untuk 12 JP
Perekonomian Umat dan Bisnis yang Maslahah
Ulangan Harian 2 3 JP
Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di 12 JP
5 Indonesia
Jumlah : 57 JP
1. Menjauhi Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina untuk 9 JP
Melindungi Harkat dan Martabat Manusia
2. Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal 9 JP
Ulangan Harian 1 3 JP
3. Menghindari Akhlak Madzmumah dan Membiasakan 9 JP
II Akhlak Mahmudah Agar Hidup Nyaman dan Berkah
4. Menerapkan al-Kulliyatu al-Khamsah dalam Kehidupan 9 JP
Sehari-hari
Ulangan Harian 2 3 JP
5. Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di Indonesia 12 JP
(Metode Dakwah Islam oleh Wali Songo di Tanah Jawa)
Jumlah : 54 JP
Mengetahui : Situbondo, 16 Agustus 2021
Kepala SMKN I Panji Guru pengajar

Suprihartono, [Link]. [Link] Evi Muafia, [Link]


Pembina Tk I NIP-198109102009032009
NIP. 19621128 1988031 010
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]
PROGRAM SEMESTER
Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Panji Kelas / Semester : X/ Genap
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Tahun Pelajaran : 2021 / 2022

Alokasi JAN FEB MARET APRIL MEI JUNI KET


No. Standar Kompetensi / Kompetensi Dasar
Waktu

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5
Menjauhi Pergaulan Bebas dan Perbuatan
1 Zina untuk Melindungi Harkat dan 9 JP 3 3 3 P U U L L L
Martabat Manusia
Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf,
2 9 JP 3 6 T S S P H H
Raja’, dan Tawakal
Ulangan Harian 1 3 JP S P R
Menghindari Akhlak Madzmumah dan
3 Membiasakan Akhlak Mahmudah Agar 9 JP 6 3 B
Hidup Nyaman dan Berkah
Menerapkan al-Kulliyatu al-Khamsah
4
Ulangan Harian 2 Sehari-hari
dalam Kehidupan 39 JP
JP K 3 3
Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran
5 Islam di Indonesia (Metode Dakwah Islam 12 JP 3 3 6
oleh Wali Songo di Tanah Jawa)
Remidi

Jumlah Alokasi Waktu 54 JP


Mengetahui Situbondo, 18 Agustus 2021
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

Suprihartono, [Link], MM. Evi Muafia, [Link].I


Pembina Tk I NIP 198109102009032009
NIP. 19621128 198803 1 0 10
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]
CAPAIAN PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
SEMESTER 1

DOMAIN / BAB CAPAIAN PEMBELAJARAN


ELEMEN
ALQURAN 1 Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja
AQIDAH 2 Memahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dengan Syuabul
Iman
(cabang-cabang iman)
AKHLAK 3 Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya,
Riya’, Sum’ah, Takabbur, dan Hasad
FIQH 4 Asuransi, Bank, dan Koperasi Syariah untuk Perekonomian Umat dan
Bisnis yang Maslahah
SEJARAH 5 Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia

SEMESTER 2
DOMAIN / BAB CAPAIAN PEMBELAJARAN
ELEMEN
ALQURAN 1 Menjauhi Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina untuk Melindungi
Harkat dan Martabat Manusia
AQIDAH 2 Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal
AKHLAK 3 Menghindari Akhlak Madzmumah dan Membiasakan Akhlak
Mahmudah Agar Hidup Nyaman dan Berkah
FIQH 4 Menerapkan al-Kulliyatu al-Khamsah dalam Kehidupan Sehari-hari
SEJARAH 5 Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di Indonesia (Metode
Dakwah Islam oleh Wali Songo di Tanah Jawa)
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

B. SEMESTER GENAP

Domain/ Elemen : Al-Quran, Akidah, Akhlak, Fiqh, Dan Sejarah Peradaban Islam
Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan spiritual, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman
akan dasar-dasar agama Islam serta cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dalam wadah Negara
Kesatuan republik Indonesia. Melalui muatan materi yang disajikannya dalam 5 (lima) elemen keilmuan PAI
antara lain Al-Quran-hadis, akidah, akhlak, fiqih, dan sejarah peradaban Islam, pelajaran agama Islam dapat
berkontribusi dan menguatkan terbentuknya profil pelajar pancasila sebagai pelajar sepanjang hayat (min al-
mahdi ila al-lahdi) yang beriman dan bertakwa, serta berakhlak mulia, menyadari dirinya bagian dari
penduduk dunia dengan berkepribadian dan punya kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis, dan bergotong
royong.

Domain/ Elemen Materi (Capaian ATP Durasi


Pembelajaran)
Al-Qur’an Hadis Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. 1. Melalui metode reading aloud dan the power of two, mampu membiasakan 5 x 3JP
an-Nur /24: 2, serta hadis diri membaca dengan tartil Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2,serta
tentang larangan hadis terkait;
pergaulan bebas dan 2. Melalui metode muraja’ah dan metode tasmi’, peserta didik mampu
perbuatan zina. menghafalkan dengan fasih dan lancar Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-
Nur/24: 2, serta hadis terkait;
3. Melalui metode make a match, card sort dan information search, peserta
didik mampu menganalisis Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2,
serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina;
4. Melalui model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning),
peserta didik mampu menyajikan paparan mengenai bahaya larangan
pergaulan bebas dan perbuatan zina;
5. Melalui model discovery learning, peserta didik mampu meyakini bahwa
pergaulan bebas dan zina merupakan larangan agama;
6. Melalui model discovery learning, peserta didik mampu membiasakan
sikap menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan berhati-hati
dan menjaga kehormatan diri.
AQIDAH Hakikat mencintai Allah 1. Melalui model pembelajaran point counter-point, peserta didik dapat 3 X 3 JP
Swt., khauf, raja’, dan menganalisis cabang iman: hakikat mencintai Allah Swt., khauf, raja’, dan
tawakal kepada-Nya tawakal kepada-Nya, sehingga meyakini bahwa dalam iman terdapat
banyak cabang-cabangnya, dan tercermin pada akhlak mulia dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Melalui model pembelajaran ciritical incident, peserta didik dapat
menganalisis tanda-tanda mencintai Allah Swt., khauf, raja’, dan
tawakalkepada-Nya, sehingga meyakini bahwa dalam iman terdapat
banyak cabang-cabangnya, dan tercermin pada akhlak mulia dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Melalui model pembelajaran berbasis produk, peserta didik dapat membuat
dan mempresentasikan media pembelajaran tentang hakikat mencintai
Allah Swt., khauf, raja’, dan tawakal kepada-Nya, sehingga meyakini
bahwa dalam iman terdapat banyak cabang-cabangnya, dan tercermin pada
akhlak
mulia dalam kehidupan sehari-hari.
AKHLAQ Akhlak madzmumah: 1. Melalui metode discovery learning, mampu menganalisis manfaat 3 x 3 JP
temperamental (ghadhab) dan menghindari sikap temperamental (ghadhab), menumbuhkan sikap kontrol
akhlak mahmudah: diri dan berani dalam kehidupan sehari-hari pengertian, dalil, macam dan
berani membela kebenaran manfaatnya;
(syaja’ah) dan kontrol diri 2. Melalui metode small group discussion, mampu menyajikan papara tentang
(mujahaddah annafs). menghindari perilaku temperamental (ghadhab), menumbuhkan sikap
kontrol diri dan berani;
3. Melalui metode relective thunking mampu meyakini bahwa sikap
temperamental (ghadhab) merupakan larangan dan sikap kontrol diri dan
berani adalah perintah agama;
4. Melalui metode story telling, mampu menghindari sikap temperamental
(ghadhab) dan membiasakan sikap kontrol diri dan berani dalam kehidupan
sehari-hari.
FIQH al-Kulliyatu al-Khamsah 1. Melalui model pembelajaran jigsaw learning, peserta didik dapat 3 x 3 JP
menganalisis pengertian dan urutan al-kulliyatu al-khamsah, sehingga
dapat mempengaruhi sikap dalam memecahkan masa’il al-diniyah
(masalah- masalah keagamaan) dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial
di masyarakat.
2. Melalui model pembelajaran inquiry learning, peserta didik dapat
menganalisis macam-macam dan penerapan al-kulliyatu al-khamsah,
sehingga dapat mempengaruhi sikap dalam memecahkan masa’il aldiniyah
(masalah-masalah keagamaan) dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial di
masyarakat.
3. Melalui model pembelajaran berbasis produk, peserta didik dapat
menyajikan paparan tentang al-kulliyatu al-khamsah, sehingga dapat
mempengaruhi sikap dalam memecahkan masa’il al-diniyah (masalah-
masalah keagamaan) dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial di
masyarakat.

SEJARAH Peran tokoh ulama Islam 1. Melalui metode discovey learning dan information search, mampu 3 x 3 JP
PERADABAN Indonesia (Wali Songo) menganalisis peran tokoh ulama Islam di Indonesia (Wali Songo) dalam
ISLAM dalam menyebarkan menyebarkan ajaran Islam;
ajaran Islam 2. Melalui metode timeline, mampu mempresentasikan paparan mengenai
sejarah perjuangan dan metode dakwah Wali Songo di Indonesia yang
dilakukan secara damai;
3. Melalui metode mask party, mampu meyakini metode dakwah yang
moderat, bi al-hikmah wa al-mau’idlatil hasanah adalah perintah Allah
Swt.;
4. Melalui metode problem-based learning, mampu membiasakan sikap
kesederhanaan, tekun, damai kesungguhan dalam mencari ilmu, dan
semangat menghargai adat istiadat dan perbedaan keyakinan orang lain.
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

Menjauhi Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina


6 untuk Melindungi Harkat dan Martabat Manusia

A. KOMPONEN INTI
Tujuan a. Tujuan pembelajaran pekan pertama: Melalui metode inquiry
Pembelajaran learning dan small group discussion, peserta didik mampu
menganalisis makna syu’abul iman (cabang-cabang iman)
pengertian, dalil, macam dan manfaatnya
b. Tujuan pembelajaran pekan kedua: Melalui metode project-based
learning dan mind map, peserta didik mampu mempresentasikan
makna syu’abul iman (cabang-cabang iman)
c. Tujuan pembelajaran pekan ketiga: Melalui metode relective
tinking, peserta didik mampu meyakini bahwa dalam iman
terdapat banyak cabang-cabangnya;
d. Tujuan pembelajaran pekan keempat: Melalui metode releksi
peserta didik mampu membiasakan sikap disiplin, jujur, dan
bertanggung jawab yang merupakan beberapa cabang iman dalam
kehidupan
Pemahaman Menganalisis Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur /24: 2, serta
bermakna Hadis
tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina, dapat
membaca dengan tartil Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur /24: 2,
serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina;
menghafalkan dengan fasih dan lancar Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S.
an-Nur /24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan
perbuatan zina; dapat menyajikan paparan mengenai bahaya
pergaulan bebas dan perbuatan zina; sehingga terbiasa menerapkan
pesan Al-Qur’an untuk menjauhi pergaulan bebas dan perbuatan
zina
yang merupakan larangan agama dan senantiasa berhati-hati dan
pemantik 1. Kegiatan awal, peserta didik mengamati dan mempelajari cerita
gambar (cergam) dan infograis. Tampilan menarik infograis akan
menumbuhkan rasa ingin tahu dan memotivasi untuk mempelajari
materi pelajaran.
2. Kegiatan selanjutnya peserta didik diminta mencermati gambar
terkait materi dan menuliskan komentar atau pesan moral yang
terkandung dalam gambar tersebut (aktivitas 6.1). Sebaiknya guru
memberikan umpan balik dan penguatan terhadap komentar
peserta didik bahwa pernikahan merupakan lembaga resmi yang
diakui oleh negara dan sah menurut hukum agama, dalam rangka
menyalurkan hasrat biologis yang halal dan tidak melanggar
norma. Berbeda hal-nya dengan pergaulan bebas tanpa ikatan
pernikahan yang dilakukan baik oleh orang yang sama-sama
masih lajang, maupun sudah terikat pernikahan dan
melakukannya dengan pasangan lain yang sangat dilarang oleh
norma agama maupun hukum positif yang berlaku di Indonesia.
Peserta didik harus mampu menjaga marwah dan kehormatan
dirinya, hingga sampai ke jenjang pernikahan dan tidak boleh
terjerumus dalam pergaulan bebas.
3. Dilanjutkan dengan membaca dan mencermati kisah inspiratif
agar peserta didik dapat mengambil hikmah dan nilai-nilai
keteladanan dari kisah tersebut (aktivitas 6.2). Guru perlu
memberikan reinforcement terhadap hikmah kisah inspiratif yang
disimpulkan oleh peserta didik, bahwa godaan untuk melakukan
pergaulan bebas dan zina dapat terjadi kepada siapa pun, kapan
pun dan dimana pun. Apalagi derasnya informasi dan mudahnya
akses teknologi komunikasi sangat berpengaruh terhadap hal
tersebut. Oleh karena itu, salah satu benteng yang kokoh untuk
menghindar dari godaan untuk melakukan pergaulan bebas dan

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@yahoo.
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

zina salah satunya adalah dengan mempertimbangkan dampak


buruknya apabila terjadi dengan dan atau pada keluarga
masingmasing. Terdapat marwah, harga diri dan kehormatan
keluarga yang harus senantiasa di jaga, sehingga terhindar dari
potensi melakukan perbuatan tercela tersebut
Persiapan 10 menit
pembelajaran Pendidik mengumumkan di grup kelas mengenai pembelajaran
Pertemuan 1-3(3 x 45 menit)
Kegiatan A. Kegiatan awal
pembelajaran 1. Mempersiapkan alat peraga/media/bahan berupa laptop,
LCD projector, speaker active, laptop, Multimedia
Pembelajaran Interaktif (MPI), handphone, kamera, kertas
karton, spidol warna atau media lain.
2. Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta
peserta didik untuk berdoa bersama-sama, tadarus Al-
Qur`an, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa
kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik.
3. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan
yang terkait dengan materi pelajaran, menyampaikan
cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang
akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian. d)
Mengkondisikan peserta didik agar duduk sesuai
kelompoknya masing-masing.

B. Kegiatan Inti
1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infograis.
Infograis tersebut berisi materi tentang Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an-Nur /24: 2, serta hadis tentang larangan
pergaulan bebas dan perbuatan zina.
2. Guru memberikan informasi tambahan untuk memperkuat
pemahaman peserta didik terhadap infograis tersebut.
3. Guru meminta peserta didik untuk mengamati gambar
(tadabur) dan menuliskan pesan-pesan moral pada setiap
gambar.
4. Guru meminta peserta didik untuk membaca kisah inspiratif
terkait dengan materi pelajaran, yakni kisah seorang ulama
hadis yang ribuan kali khatam Al-Qur`an. e) Peserta didik
diminta menuliskan nilai-nilai dan pelajaran dari kisah
inspiratif tersebut di buku masing-masing.
5. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk mulai
membahas materi pelajaran dan aktivitas-aktivias di
dalamnya pada rubrik “Wawasan Keislaman”. Pada bab I ini
digunakan sembilan (9) metode pembelajaran yang dibagi
untuk 5 pekan atau 15 jam pelajaran, yaitu:

❖ Pertemuan Pertama
Menggunakan metode reading aloud dan the power of two.
Langkah-langkah metode reading aloud pada materi ini adalah
sebagai berikut:
a. Peserta didik membentuk kelompok dengan
mempertimbangkan heterogenitas.
b. Peserta didik yang paling fasih dan lancar dalam
membaca Al-Qur`an disebar pada tiap kelompok dan
bertindak sebagai guru tutor sebaya.
c. Anggota kelompok belajar membaca Al-Qur`an dipandu
TIM GPAI SMKN I PANJI
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@yahoo.
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

oleh guru tutor sebaya dan dilakukan dengan


mengeraskan volume atau suara bacaannya.
d. Mintalah beberapa peserta didik secara acak dari yang
sudah mahir, lancar maupun yang masih terbata-bata
untuk membaca dengan volume yang cukup keras.
e. Guru bertindak sebagai fasilitator, motivator dan
narasumber yang akan mengontrol bacaan peserta didik
setelah belajar kepada temannya sebagai guru tutor
sebaya.

Langkah-langkah metode reading aloud pada materi ini adalah


sebagai berikut:
a. Setelah aktivitas membaca cukup, guru mengkondisikan
peserta didik agar duduk berpasangan (dua orang).
b. Guru meminta peserta didik berlatih mengidentiikasi
hukum tajwid yang ada pada Q.S. al-Isra’/17: 32, dan
Q.S. an-Nur/24: 2.
c. Ajukan satu atau dua pertanyaan terkait hukum bacaan
Q.S. alIsra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
d. Peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan
tersebut secara individu.
e. Mempertimbangkan waktu pembelajaran, setelah
beberapa peserta didik menjawab pertanyaan mintalah
mereka bertukar pertanyaan dan saling memberikan
jawaban dengan pasangan duduknya.
f. Mintalah pasangan-pasangan peserta didik untuk
membuat pertanyaan baru tentang hukum tajwid dari Q.S.
al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, sekaligus
memperbaiki jawaban individu sebelumnya.
g. Setelah semua melakukan aktivitas ini, guru
membandingkan jawabannya secara klasikal dan
memberikan penguatan terhadap pemahaman hukum
tajwid dari Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. anNur/24: 2
kepada seluruh peserta didik.

❖ Pertemuan Kedua
Menggunakan metode muraja’ah dan metode tasmi’
Langkah-langkah metode muraja’ah dan metode tasmi’ sebagai
berikut:
a. Guru meminta peserta didik membaca arti perkata dari
Q.S. alQ.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2,
kemudian membaca ayat berserta terjemahnya.
b. Peserta didik berlatih dan praktik membaca arti per kata
dari Q.S. alQ.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2,
kemudian membaca ayat berserta terjemahnya secara
berpasangan.
c. Peserta didik menghafal arti perkata, kemudian
menghafal ayat berserta terjemahnya secara berpasangan.
d. Masing-masing peserta didik mendemontrasikan hafalan
di hadapan guru, dan guru menyimak secara bergantian.
e. Untuk memperkuat hafalan, guru meminta peserta didik
untuk menyalin Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-
Nur/24: 2 beserta terjemahnya.

❖ Pertemuan Ketiga
TIM GPAI SMKN I PANJI
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

Menggunaan model card sort, make a match dan information


search
Langkah-langkah model pembelajaran make a match adalah:
a. Guru menciptakan suasana kondusif selama proses
pembelajaran.
b. Guru menjelaskan ruang lingkup materi dan tujuan
pembelajaran.
c. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi potongan ayat,
dan hukum tajwid Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-
Nur/24: 2.
d. Setiap peserta didik mendapatkan satu kartu dan diberikan
kesempatan untuk memikirkan jawaban dari kartu yang
dipegang.
e. Apabila semua peserta didik sudah siap, guru meminta siswa
untuk berkeliling mencari pasangan yang memegang kartu
yang cocok dengan kartunya (kartu potongan ayat dan kartu
hukum tajwid).
f. Peserta didik yang menemukan pasangan kartu yang cocok
sebelum batas waktu berakhir diberikan poin.
g. Guru memberikan kesimpulan. Langkah-langkah model
pembelajaran card sort adalah:
• Guru menciptakan suasana kondusif selama proses
pembelajaran.
• Guru menjelaskan ruang lingkup materi dan tujuan
pembelajaran.
• Guru menyiapkan kartu-kartu dari kertas post it yang
berisi potongan ayat dan arti mufradat Q.S. al-Q.S. al-
Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2. d) Seluruh kartu
diacak dan dikocok.
• Setiap peserta didik diminta untuk mengambil satu kartu
secara acak.
• Perintahkan kepada peserta didik untuk bergerak dari
tempat duduknya dan mencari pasangan yang
memegang kartu yang cocok dengan kartunya.
• Peserta didik yang menemukan pasangan kartu yang
cocok sebelum batas waktu berakhir diberikan poin.
• Selanjutnya peserta didik diminta untuk berdiri berbaris
berurutan sesuai dengan potongan ayat dan
terjemahannya, kemudian secara bergantian diminta
untuk membacanya di depan kelas.
• Guru memberikan penguatan dan kesimpulan.

Langkah-langkah model pembelajaran information search adalah:


a. Guru menciptakan suasana kondusif selama proses
pembelajaran.
b. Guru menjelaskan ruang lingkup materi dan tujuan
pembelajaran.
c. Guru memberikan permasalahan terkait Q.S. al-Q.S. al-
Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 dan hadis terkait tentang
larangan pergaulan bebas dan zina.
d. Guru meminta peserta didik merumuskan kesimpulan terkait
isi kandungan Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-
Nur/24: 2.
e. Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan masalah.

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

f. Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data dan


informasi dari buku-buku referensi atau kitab-kitab tafsir
rujukan untuk menjawab rumusan masalah.
g. Peserta didik melakukan analisa perbandingan isi masing-
masing buku atau kitab rujukan.
h. Peserta didik mempresentasikan di depan kelas dan secara
bersamasama menyimpulkan hasil temuan yang diperoleh.

C. Kegiatan Penutup
1. Pendidik mengevaluasi efektivitas dan keaktifan masing-
masing peserta didik.
2. Peserta didik dapat menanyakan hal yang tidak dipahami pada
pendidik.
3. Peserta didik mengomunikasikan kendala yang dihadapi
selama mengerjakan.
4. Peserta didik menerima apresiasi dan motivasi dari Guru
C. ASESMEN (PENILAIAN)
1. PENILAIAN SIKAP
Penilaian sikap berupa observasi yang berasal dari catatan kegiatan rutin peserta didik, baik
yang terkait dengan ibadah mahdhah (seperti salat, puasa sunah, membaca Al-Qur`an, dll)
maupun ibadah sosial (seperti membantu orang lain, dll), begitu pula perilaku yang terkait
dengan materi, yakni larangan pergaulan bebas dan zina. Kemudian peserta didik diminta
mengisi lembar penilaian diri dengan cara membubuhkan tanda centang (√ ) pada kolom
yang sesuai. Apabila peserta didik belum menunjukkan sikap yang diharapkan maka dapat
ditindaklanjuti dengan melakukan pembinaan, baik oleh guru, wali kelas maupun guru BK

No Pertanyaan Jawaban Alasan


SS S R TS STS
1 Dengan memahami larangan pergaulan
bebas dan zina, maka saya sadar untuk
selalu berusaha menjauhinya
2 Saya akan Istiqamah untuk menutup dan
menjaga aurat agar terhindar dari
perbuatan zina
3 Saya akan selektif dalam memilih
konten, tayangan, artikel dan aplikasi di
media sosial, agar tidak terjebak pada
hal-hal yang mendatangkan maksiat
4 Saya berkomitmen untuk menjaga
kehormatan dan harga diri saya dengan
tidak melakukan perbuatan zina, sampai
kelak saya menikah dengan pasangan
halal saya
5 Saya akan beribadah, salat 5 waktu
dengan tertib dan memohon kepada
Allah Swt. agar senantiasa terlindung
dari godaan melakukan perbuatan zina
SS (sangat setuju); S (setuju); R (ragu-ragu); TS (tidak setuju); STS (sangat tidak setuju)
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@yahoo.

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

2. PENILAIAN PENGETAHUAN
Peserta didik diminta mengerjakan 5 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian.

A. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E pada jawaban yang paling
tepat!
1) ) Perhatikan Q.S. an-Nur/24: 2 berikut ini!

Lafal yang tepat untuk melengkapi ayat tersebut adalah ….

2. Perhatikan Q.S. al-Isra’/17:32 berikut ini

Pada lafal yang bergaris bawah, secara berurutan, hukum bacaannya adalah ….
a. Alif lam qamariyah, mad thabi’i, mad ‘iwad
b. Alif lam syamsiyah, mad thabi’i, mad ‘iwad
c. Alif lam qamariyah, mad asli, mad ‘aridl lii sukun
d. Alif lam syamsiyah, mad jaiz munfasil, mad ‘iwad
e. Alif lam qamariyah, mad thabi’i, mad ‘aridl lii sukun

3. Perhatikan tabel potongan ayat dan arti dari Q.S. al-Isra’/17: 32 berikut ini!

Secara berurutan, pasangan lafal dan arti yang tepat dari tabel tersebut adalah ….
a. 1 – a, 2 – b, 3 – c, 4 – d
b. 1 – b, 2 – c, 3 – d, 4 – a
c. 1 – c, 2 – d, 3 – a, 4 – b
d. 1 – d, 2 – b, 3 – c, 4 – a
e. 1 – e, 2 – a, 3 – b, 4 – c

4. Perhatikan penggalan Q.S. an-Nur/24: 2 berikut ini!

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

Berdasarkan ketentuan ayat tersebut, ancaman hukuman untuk pezina laki-laki dan pezina
perempuan jika terbukti bersalah adalah….
a. Diasingkan dari negaranya
b. Dicambuk hingga mati
c. Dirajam hingga mati
d. Dicambuk 100 kali
e. Dirajam 100 kali

5. Kumbang adalah seorang perjaka yang akan menikahi seorang gadis desa yang sudah hamil
sebelum menikah. Zani adalah seorang suami yang sering mengkhianati istrinya dengan
seorang PSK. Zaniyati adalah seorang janda yang merupakan selingkuhan seorang pria
beristri. Mawar adalah seorang istri yang berselingkuh dengan suami orang lain. Bunga
adalah seorang janda yang akan segera melangsungkan pernikahan dengan seorang duda.
Dari paparan tersebut, yang merupakan perbuatan zina muhsan dilakukan oleh….
a. Zani
b. Bunga c.
Mawar d.
Zaniyati
e. Kumbang

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!

1. Apakah yang kalian ketahui tentang pergaulan bebas dan perbuatan zina? Jelaskan dan
berikan masing-masing satu contohnya!
2. Sebuah larangan biasanya dilatarbelakangi adanya kekhawatiran. Begitu pun dengan
larangan pergaulan bebas dan zina dalam ajaran Islam. Jelaskan mengapa pergaulan
bebas dan zina merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt.?
3. Mustahil menghindari pergaulan bebas dan zina, jika tidak diikuti dengan langkah-
langkah nyata. Jelaskan apa saja yang dapat dilakukan, agar dapat menghindari
pergaulan bebas dan zina!
4. Akibat dari pergaulan bebas dan zina, akan ditanggung oleh pelakunya baik saat masih
berada di dunia, maupun azab di akhirat. Jelaskan dampak dunia dan dampak akhirat
seperti apakah yang akan dialami oleh pelaku zina?
5. Bagaimana pendapat kalian jika melihat tayangan berita tentang penemuan mayat bayi
di tempat sampah, berita tentang tindak pidana aborsi dan sebagainya. Bisakah hal
tersebut dihindari? Apa yang seharusnya kita lakukan, terutama oleh kalangan pemuda
dan pelajar? Jelaskan pendapatmu!

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

KUNCI JAWABAN

I. Pilihan Ganda

NO KUNCI SKOR
1 A 1
2 B 1
3 D 1
4 D 1
5 E 1
Max Score 5

II. Uraian
No Kunci Jawaban Skor
1 Pergaulan bebas adalah pergaulan yang tidak berlandaskan pada norma, 1--4
aturan dan batasan agama. Zina adalah hubungan selayaknya suami istri
yang dilakukan oleh seorang perempuan dan laki-laki yang tidak terikat
dalam hubungan pernikahan, baik itu dilakukan oleh salah satu atau
keduanya yang sudah menikah, atau pun belum menikah sama sekali.
Contoh: Berpacaran, berduaan di tempat-tempat sepi, melakukan kontak isik
antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram
2 Larangan mendekati zina mengandung peringatan agar tidak terjerumus 1--4
dalam sesuatu yang berpotensi mengantarkan kepada langkah untuk
melakukannya. Sebagaimana sebuah perumpamaan, barang siapa yang
berada di sekeliling suatu jurang, ia dikhawatirkan akan terjerembab ke
dalamnya. Demikian juga dengan mendekati perbuatan zina, dikhawatirkan
akan membawa seseorang benar-benar melakukannya.
3 Sikap yang harus dilakukan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari 1--4
adalah sebagai berikut: a. Menjaga pergaulan yang sehat dan beretika b.
Menutup dan menjaga aurat c. Selektif dalam memilih teman bergaul d.
Menghindari dan meninggalkan tempat-tempat maksiat e. Memanfaatkan
waktu luang dengan melakukan kegiatan positif. f. Mendekatkan diri dan
memperbanyak dzikir kepada Allah Swt. g. Berpuasa sebagai perisai nafsu
4 Dampak yang ditanggung di dunia a) Menghilangkan kewibawaan b) 1--4
Menyebabkan kefakiran c) Memperpendek umur Dampak yang akan
ditanggung di akhirat a) Mendapatkan murka Allah Swt. b) Mendapat hisab
yang buruk c) Mendapat siksa yang pedih
5 Prihatin dan menyayangkan hal-hal seperti itu terjadi di kalangan pelajar 1—
atau mahasiswa. Berbuat zina saja sudah merupakan dosa besar dan 4
perbuatan yang buruk, apalagi masih ditambah dengan pembunuhan dan
pembuangan bayi yang tidak berdosa. Tentu saja hal tersebut dapat dihindari
jika generasi muda memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt,
kesadaran tentang pentingnya menjaga diri dan mempersiapkan masa depan
agar senantiasa berada di jalan yang diridlai Allah Swt. Yang harus
dilakukan oleh generasi muda adalah: 1. Gemar membaca dan mengkaji al-
Qur`an dan hadis
2. Selektif dalam memilih tayangan, konten, artikel atau broadcast message
di media elektronik maupun media sosial 3. Menghindari dan menjauhi
Max Score 20

Kriteria skor:
1. Jika mampu menjawab namun sangat tidak sesuai dengan jawaban yang benar
2. Jika mampu menjawab namun masih ada lebih dari dua kesalahan dari jawaban yang benar
3. Jika mampu menjawab namun masih ada satu kesalahan dari jawaban yang benar

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

4. Jika mampu menjawab sesuai dengan jawaban yang benar Nilai akhir yang diperoleh
peserta didik merupakan akumulasi perolehan nilai pilihan ganda dan uraian dibagi 25
dikali 100, yakni:

(Skor pilihan ganda + Skor uraian) /25 X 100 =

3. Penilaian Ketrampilan

A. Bacalah dengan tartil dan hafalkan dengan fasih ayat-ayat berikut ini. Baca dan
hafalkan sesuai dengan petunjuk dari bapak/ibu guru!

B. Berdasarkan kelompok yang telah terbentuk pada saat kegiatan pembelajaran, masing-
masing kelompok buatlah paparan/media presentasi tentang materi larangan pergaulan
bebas dan zina dengan menggunakan aplikasi atau plat form yang kalian kuasai.

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

RUBRIK PENILAIAN

Penilaian keterampilan pada bab ini adalah: a) Peserta didik dapat membaca dan
menghafalkan Q.S. al-Q.S. alIsra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 dengan lancar dan sesuai
kaidah tajwid.

1. Rubrik Penilaian Membaca:


Nama lengkap :
Kelas :
No absen :

NO NAMA SURAT SCORE


4 3 2 1
1 Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32
2 Q.S. an-Nur/24: 2
Keterangan:
Skor 4 lancar dan sesuai kaidah tajwid,
Skor 3 kurang lancar tapi sesuai kaidah tajwid,
Skor 2 lancar tapi tidak seuai kaidah tajwid, Skor 1
tidak lancar dan tidak sesuai kaidah tajwid
Catatan Guru:

b) Peserta didik dapat menghafalkan Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2
dengan fasih dan lancar.

2. Rubrik Penilaian Menghafal


Nama lengkap :
Kelas :
No absen :

NO NAMA SURAT SCORE


4 3 2 1
1 Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32
2 Q.S. an-Nur/24: 2
Keterangan: N MAX 4x3=12
Skor 4 Hafal dan fasih Skor 3 Hafal tapi Perhitungan Nilai
kurang fasih Skor 2 Kurang hafal dan Sekor yang di dapat X 100 = NILAI
kurang fasih Skor 1 Hafal sebagian kecil Score Maxi
Catatan Guru:

c) Peserta didik dapat membuat dan menyajikan paparan digital Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an-Nur/24: 2.

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

3. Rubrik Penilaian Proyek

Kelompok :
Anggota :
Kelas / No absen : /
Nama Proyek :
Online bisa akses :

ASPEK SKOR DAN KRITERIA


3 2 1
Persiapan Jika memuat Jika memuat Jika memuat
program, tujuan, program, tujuan, program, tujuan,
topik dan alasan, topik dan alasan, topik dan alasan,
dengan lengkap kurang lengkap tidak lengkap
Pengumpulan data Jika datar Jika datar Jika datar
pertanyaan untuk pertanyaan untuk pertanyaan untuk
perencanaan perencanaan perencanaan
program dapat program dapat program tidak
dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan
semua dan data semua, tetapi data semua, tetapi data
tercatat dengan rapi tidak tercatat tidak tercatat
dan lengkap dengan rapi dan dengan rapi dan
lengkap lengkap
Pengolahan data Jika pembahasan Jika pembahasan Jika sekadar
data sesuai tujuan data kurang melaporkan
proyek menggambarkan perencanaan
tujuan proyek program tanpa
membahas data
Pelaporan tertulis Jika sistematika Jika sistematika Jika penulisan
penulisan benar penulisan benar kurang sistematis
dan menggunakan namun bahasa dan bahasa kurang
bahasa komunikatif kurang komunikatif komunikatif
Kegiatan Tindak Lanjut (REMIDIAL)
a. Remedial/Perbaikan Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan
kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti kegiatan remedial.
Kegiatan remedial dilakukan pada waktu tertentu sesuai perencanaan penilaian.

b. Pengayaan Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria
ketuntasan minimal yang ditetapkan dapat mengikuti kegiatan pengayaan berupa
pendalaman materi. Kegiatan pengayaan dilakukan pada waktu tertentu sesuai
perencanaan penilaian.

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

MATERI

1. Pengertian Perbuatan Zina Zina secara bahasa berasal dari kata zana – yazni, yaitu
hubungan badan antara laki-laki dan perempuan yang sudah balig, tanpa adanya ikatan
pernikaham yang sah sesuai dengan tuntunan agama Islam. Zina secara hariah berarti
fahisah yaitu perbuatan keji, dan zina secara istilah adalah hubungan selayaknya suami istri
yang dilakukan oleh seorang perempuan dan laki-laki yang tidak terikat dalam hubungan
pernikahan, baik itu dilakukan oleh salah satu atau keduanya yang sudah menikah, atau pun
belum menikah sama sekali. Menurut pasal 284 Kitab Undang-undang Hukum Pidana
(KUHP) zina adalah hubungan badan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dan perempuan
yang bukan istri atau suaminya.
2. Hukum Perbuatan Zina Para ulama telah bersepakat, bahwa hukum perbuatan zina adalah
haram. Dalam Q.S. al-Isra’/17:32, terkandung larangan untuk tidak mendekati perbuatan
zina. Kata “jangan mendekati” seperti ayat tersebut, merupakan larangan mendekati sesuatu
yang dapat merangsang jiwa dan nafsu untuk melakukannya. Dengan demikian, larangan
mendekati zina mengandung peringatan agar tidak terjerumus dalam sesuatu yang
berpotensi mengantarkan kepada langkah untuk melakukannya. Sebagaimana sebuah
perumpamaan, barangsiapa yang berada di sekeliling suatu jurang, ia dikhawatirkan akan
terjerembab ke dalamnya. Demikian juga dengan mendekati perbuatan zina, dikhawatirkan
akan membawa seseorang benar- benar melakukannya. Adapun terhadap perilaku selain
perbuatan zina yang tidak memiliki rangsangan yang kuat untuk melakukannya, maka
biasanya larangan tersebut langsung tertuju kepada perilaku itu, bukanlah larangan
mendekatinya.
3. Hukuman bagi Pelaku Perbuatan Zina Hukuman bagi pelaku perbuatan zina, terbagi
menjadi dua macam, tergantung pada status atau keadaan pelakunya. Apakah pelaku
perbuatan zina itu sudah berkeluarga (zina muhsan) atau belum berkeluarga (ghairu
muhsan) maka akan membedakan jenis hukuman yang diberlakukan kepadanya, yaitu:
a) Hukuman untuk perbuatan zina muhsan Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa
zina muhsan adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang
sama-sama sudah menikah. Hukuman untuk pelaku zina muhsan adalah:
• Hukuman dera atau dicambuk sebanyak 100 kali
• Hukuman rajam yaitu hukuman mati dengan cara dilempari batu atau
sejenisnya. b) Hukuman untuk perbuatan zina ghairu muhsan Zina ghairu muhsan
adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh perempuan dan laki-laki yang belum
menikah. Adapun
hukuman untuk pelaku zina ghairu muhsan adalah:
• Apabila pelaku zina ghairu muhsan adalah gadis dan perjaka maka hukumannya
adalah dera atau cambuk 100 kali dan diasingkan dari wilayah tempat
tinggalnya.
• Apabila pelaku zina ghairu muhsan adalah janda dan duda, maka hukumannya
adalah dera 100 kali dan hukum rajam hingga meninggal dunia c) Hukuman
Perbuatan Zina dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Dalam
pasal 284 KUHP, pelaku perbuatan zina dapat diancam dengan hukuman 9
(sembilan) bulan penjara. KUHP menganggap bahwa hubungan badan antara
laki-laki dan perempuan di luar perkawinan adalah zina. Namun tidak semua
perbuatan zina dapat dihukum.
Perbuatan zina yang dapat dihukum adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-laki
dan perempuan yang sudah menikah. Tuntutan terhadap pelaku sendiri hanya dapat dilakukan
oleh salah satu pasangan dari pelaku perbuatan zina tersebut, atau yang merasa tercemar akibat
perbuatan tersebut. Sedangkan dalam ketentuan Islam, hukuman bagi para pelaku zina baru.
4. Dapat diterapkan apabila memenuhi unsur-unsur perbuatan zina dengan beberapa kriteria
berikut ini:
• Perzinaan dilakukan di luar hubungan perkawinan yang sah dan disengaja

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@yahoo.
• Pelakunya adalah mukalaf. Bila seorang anak kecil atau orang yang tidak berakal (gila)
melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, maka tidak dapat dituntut dalam
pelanggaran perbuatan zina secara syar’i.
• Dilakukan secara sadar tanpa paksaan, artinya kedua belah pihak saling menghendaki,
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

bukan karena paksaan, karena jika salah satu pihak merasa terpaksa, maka dia bukanlah
pelaku melainkan korban. Dalam hal ini pelaku tetap dikenakan hukuman had,
sedangkan korban tidak dikenakan hukuman.
• Terdapat bukti-bukti telah terjadi perzinaan. Setidaknya ada tiga alat untuk pembuktian
perbuatan zina, yaitu:
a) Saksi; para ulama bersepakat bahwa zina tidak dapat dibuktikan kecuali
adanya 4 (empat) orang saksi. Menurut ijtima’ ulama, saksi dalam tindak pidana zina
haruslah berjumlah 4 (empat) orang laki-laki, beragama Islam, balig, berakal sehat,
hifzun (mampu mengingat), dapat berbicara, bisa melihat dan adil. Apabila ada satu
saksi perempuan, maka perempuan tersebut harus dua orang sehingga dapat dikatakan
saksi. Dengan kata lain, satu orang saksi laki-laki dapat digantikan dengan dua orang
saksi perempuan.
b) Pengakuan; menurut Imam Malik dan Imam Syai’i satu kali pengakuan saja
sudah cukup untuk menjatuhkan hukuman. Sedangkan Imam Abu Hanifah beserta
pengikutnya berpendapat bahwa hukuman zina baru bisa diterapkan setelah adanya 4
(empat) kali pengakuan yang dikemukakan satu persatu di tempat yang berbeda-beda.
c) Adanya qarinah; (indikasi) kehamilan. Seorang perempuan wajib dijatuhi
hukuman had jika perempuan yang hamil tersebut tidak memiliki suami. 4. Menelaah
Isi dan Kandungan Q.S. al-Isra’/17: 32 Di satu sisi, seks dalam pandangan Islam
merupakan sesuatu yang suci. Namun di sisi lain, karena adanya perbuatan zina, maka
menjadikan seks itu sesuatu yang kotor dan menjijikkan serta akan berpotensi
menimbulkan berbagai penyakit yang membahayakan kehidupan manusia jika terjadi
penyimpangan dalam penyalurannya.
Sebagaimana disebutkan dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, bahwa mendekati perbuatan zina
saja sudah terlarang, apalagi jika sampai melakukannya, maka tentu saja pelakunya telah
melakukan perbuatan yang keji dan menempuh jalan yang sangat buruk. Mengapa? Karena hal
ini dapat menimbulkan berbagai, akibat antara lain tercerabutnya akar kekeluargaan atau
nasab, menyebarnya penyakit menular, merajalelanya nafsu dan kemaksiatan serta terjadinya
degragasi moral di tengah masyarakat. Hal ini menegaskan, pada kalimat “dan janganlah kamu
mendekati zina” (dengan melakukan hal-hal yang keji) meskipun hanya dalam bentuk hayalan
sekali pun. Karena sesungguhnya perbuatan zina itu adalah suatu perbuatan yang
sangat keji dan
melampaui batas dalam ukuran apa pun, serta merupakan jalan yang sangat buruk untuk
menyalurkan kebutuhan biologis manusia.
Berikut ini merupakan contoh perilaku mendekati perbuatan zina yang terjadi di
sekitar kehidupan kita, yaitu:
• Menjalani pergaulan bebas, yaitu pergaulan yang tidak berlandaskan pada norma,
aturan dan batasan agama. Berpacaran, berduaan di tempat-tempat sepi, melakukan
kontak isik antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, berpelukan,
berciuman dan hal-hal lain yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan
perbuatan zina.
• Mendatangi tempat-tempat yang dapat mengundang nafsu syahwat;
• Berhayal dan berimajinasi tentang aurat lawan jenis;
• Melihat konten, tayangan video, ilm, TV atau media yang dapat merangsang nafsu
syahwat, melakukan panggilan video yang mengandung imajinasi seksual (VCS);
• Membaca artikel, buku, bacaan atau sumber-sumber yang lain yang dapat
membangkitkan nafsu birahi;
• Mengenakan pakaian yang tidak menutupi aurat, terbuat dari bahan yang tipis dan
transparan serta memperlihatkan lekuk tubuh seorang perempuan yang dapat
menggoda lawan jenis. Begitu kejinya perbuatan zina, Sayyid Qutub pun menjelaskan
bahwa di dalamnya terdapat beberapa keburukan yaitu: a) Penempatan asal muasal
kehidupan (sel sperma dan sel telur), bukan pada tempat yang sah; b) Berpotensi
untuk terjadinya tindak kejahatan berikutnya yaitu menggugurkan atau membunuh
janin apabila terjadi kehamilan; c) Berpotensi terjadinya penelantaran jika bayi hasil
perzinaan tersebut dibiarkan lahir dan hidup; d) Tidak jelasnya nasab seseorang,
sehingga menjadi hilang kepercayaan menyangkut kehormatan dari anak yang
TIM GPAI SMKN I PANJI
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

dilahirkan; e) Keluarga dari pelaku perbuatan perzinaan menjadi rapuh, sedangkan


keluarga merupakan wadah yang terbaik untuk mendidik dan menyiapkan generasi
muda yang memikul tanggungjawab pada kehidupan selanjutnya.
Menurut Imam Sayuti dalam Kitab Al-Jami’ Al-Kabir, perbuatan zina dapat
mengakibatkan 6 dampak negatif bagi pelakunya. 3 dampak negatif di dunia dan 3 dampak
negatif akan ditimpakan di akhirat, yaitu: 1. Dampak yang ditanggung di dunia a)
Menghilangkan kewibawaan Pelaku zina akan kehilangan kehormatan, martabat dan harga
dirinya di tengah masyarakat. Bahkan bisa juga dianggap menjijikkan dan menjadi sampah
bagi masyarakat. b) Menyebabkan kefakiran Tidak jarang, perilaku zina dapat membawa
pelakunya menjadi miskin, karena ia akan selalu mengejar kepuasan nafsunya, dan tidak
keberatan untuk mengeluarkan sejumlah biaya untuk memenuhi hasratnya. c) Memperpendek
umur Perilaku zina, juga akan menyebabkan umur seseorang berkurang, karena perbuatan
tersebut bisa menyebabkan dirinya terserang berbagai penyakit menular seksual yang
berbahaya seperti halnya HIV/AIDS, kanker, penyakit kelamin dan sebagainya yang bisa
mengantarkannya kepada resiko kematian. 2. Dampak yang akan ditanggung di akhirat a)
Mendapatkan murka Allah Swt. Perbuatan zina merupakan suatu dosa besar, sehingga para
pelakunya akan mendapatkan murka dari Allah Swt. kelak di akhirat. b) Mendapat hisab yang
buruk Pada saat yaumul hisab, para pelaku zina akan menyesali perbuatannya manakala
kepada mereka akan diperlihatkan betapa besarnya dosa zina yang pernah mereka lakukan. c)
Mendapat siksa yang pedih Pelaku zina akan mendapatkan siksa yang berat dan pedih kelak di
akhirat. Adapun akibat dari perbuatan zina antara lain adalah: 1) Dilaknat oleh Allah Swt. dan
Rasul-Nya; 2) Dijauhi atau dikucilkan oleh masyarakat di sekitarnya; 3) Garis keturunan/nasab
menjadi tidak jelas; 4) Anak hasil perbuatan zina tidak dapat dinasabkan kepada garis
keturunan ayah biologisnya; 5) Anak hasil perbuatan zina, tidak dapat menuntut warisan dari
ayahnya; 6) Apabila anak hasil perbuatan zina berjenis kelamin perempuan, maka akan
mendatangkan persoalan perwalian pada saat pernikahannya.
Mengidentiikasi Hukum Bacaan dan Tajwid Q.S. An-Nur/24: 2

Menerjemahkan Q.S. an-Nur /24: 2 Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah
masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya
mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah
dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian
TIM GPAI SMKN I PANJI
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

orang-orang yang beriman (Q.S. an-Nur/24: 2) e. Menelaah Tafsir Q.S. an-Nur/24: 2


1. Deinisi Pergaulan Bebas Dari segi bahasa, pergaulan adalah proses bergaul,
sedangkan bebas adalah lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu dan terbatasi sehingga
boleh bergerak, berbicara, berbuat dan sebagainya secara leluasa). Dapat diartikan bahwa
pergaulan bebas adalah tindakan atau sikap yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan
tidak terkontrol dan dibatasi oleh aturan-aturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Dalam
praktik kehidupan sehari-hari, pergaulan bebas identik dengan perilaku yang dapat merusak
tatanan nilai dalam masyarakat. Kartono, seorang ilmuwan Sosiologi, menjelaskan bahwa
pergaulan bebas merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu
bentuk pengabaian sosial, sehingga mengakibatkan perilaku yang menyimpang. Dengan
demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pergaulan bebas adalah interaksi individu atau
kelompok yang bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat sehingga menyebabkan
rusaknya citra pribadi ataupun lingkungan di mana peristiwa itu terjadi.
2. Bentuk Pergaulan Bebas Contoh bentuk pergaulan bebas yang terjadi di sekitar kita,
yaitu praktik seks bebas/perbuatan zina. Seks bebas adalah perilaku keji yang dilarang agama
Islam. Perbuatan seks bebas akan menjauhkan pelakunya dari jalan yang benar karena perbuatan
ini akan berakibat merendahkan harkat dan martabat pelakunya di hadapan Allah Swt. dan di
hadapan manusia. Itulah sebabnya mengapa Allah melarang umat Islam untuk mendekati
perbuatan zina, mengingat perbuatan ini dapat mendatangkan mudarat yang besar dalam
kehidupan manusia.
Dalam pandangan Islam, Q.S. an-Nur/24: 2 mengandung penjelasan yang bersifat pasti.
Karenanya, zina merupakan perbuatan kriminal (jarimah) yang dikategorikan hukuman hudud,
yakni suatu jenis hukuman atas perbuatan maksiat yang menjadi hak Allah Swt. Tidak ada
seorang pun yang berhak memaakan kemaksiatan zina tersebut, baik oleh penguasa atau pihak
yang berkaitan dengannya. Berdasarkan Q.S. anNur/24: 2, pelaku perzinaan, baik laki-laki
maupun perempuan harus dihukum dera (dicambuk) sebanyak 100 kali. Namun, jika pelaku
perzinaan itu sudah muḥșan (pernah menikah), sebagaimana ketentuan hadis Rasulullah Saw.
maka diterapkan hukuman rajam, apabila kesalahan perbuatan zinanya terbukti sesuai dengan
syarat-syarat yang ditetapkan oleh agama. Dalam eksekusinya pun, pihak yang berwenang
diperintahkan untuk dapat berlaku tegas, dan dilarang berbelas kasihan yang dapat menjadikan
gagal dalam pelaksanaan hukuman terhadap mereka.
Hal ini dimaksudkan agar ketegasan pelaksanaan hukuman tersebut menjadi pelajaran
dan ibrah bagi orang lain untuk tidak menirunya, karena ancaman hukumannya demikian nyata.
Terhadap ancaman hukuman yang begitu berat yang disebutkan dalam Q.S. an-Nur/24: 2, yaitu
ancaman hukuman dera sebanyak 100 (seratus kali) tersebut, maka proses penetapan hukuman
dan vonis bersalah atas perbuatan zina pun sangat sulit, bahkan hampir-hampir mustahil
terpenuhi, kecuali atas pengakuan yang bersangkutan, dan itu pun dengan syarat-syarat yang
cukup ketat sebagaimana yang dibahas sebelumnya. Dalam konteks ini yang memiliki hak untuk
menerapkan hukuman tersebut hanyalah khalifah (kepala negara) atau orang-orang yang
ditugasi
olehnya. Ketentuan ini berlaku bagi wilayah yang menerapkan syari’at Islam sebagai hukum
positif dalam suatu negara. Sebelum memutuskan hukuman bagi pelaku zina, maka ada empat
hal yang dapat dijadikan sebagai bukti, yaitu (1) saksi, (2) sumpah, (3) pengakuan, dan (4)
dokumen atau bukti tulisan. Dalam kasus perzinaan, pembuktian perzinaan ada dua, yakni saksi
(yang berjumlah empat orang) dan pengakuan pelaku. Ancaman dan penjatuhan hukuman
syari’at Islam tersebut bukan hanya terhadap pelaku zina saja. Menuduh orang lain telah
melakukan zina pun, mendapatkan ancaman yang sama besarnya apabila tuduhan tersebut tidak
terbukti. Dalam kitab-kitab ikih, menuduh orang lain berbuat zina disebut qadf, yang deinisinya
sebagaimana diungkapkan oleh Syekh Muhammad bin Qasim dalam Kitab Fathul Qarib, yaitu:

Artinya: “Pasal tentang penjelasan hukum qadf. Secara bahasa qadf berarti menuduh.
Secara syari’at bermakna menuduh berzina dengan tujuan untuk mempermalukan,
agar keluar (terucap) pengakuan telah berzina

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

f. Menelaah Isi dan Kandungan Q.S. an-Nur/24: 2 Isi dan kandungan Q.S. an-Nur/24: 2
sebagaimana pembahasan tersebut dengan demikian adalah: 1. Perintah Allah Swt. untuk
menghukum dera/cambuk sebanyak 100 (seratus) kali masing-masing untuk pelaku zina
perempuan dan pelaku zina laki-laki, untuk memberikan shock teraphy dan peringatan bagi
orang lain untuk tidak meniru dan mengikutinya. 2. Pada pelaksanaan hukuman tersebut, pihak
yang berwenang diharapkan bisa bertindak tegas dan dilarang berbelas kasihan kepada kedua
pelaku zina tersebut dalam pelaksanaan hukuman terhadapnya. 3. Pelaksanaan hukuman atau
eksekusi hukum dera tersebut, hendaknya disaksikan oleh sebagian orang-orang yang
beriman/masyarakat di wilayah di mana keduanya tinggal. 4. Penyebutan kata az-
zaniyah/perempuaan pezina lebih didahulukan daripada kata az-zani/laki-laki pezina. Karena
akibat dari perzinahan tersebut dapat nampak dengan jelas terlihat pada perempuan akibat
kehamilan (jika sampai terjadi kehamilan) atau dampak negatif yang diakibatkan perzinaan
lebih banyak ditanggung oleh perempuan daripada laki-laki.

Pembiasaan Sikap
Untuk menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina, sikap yang harus dilakukan dan
dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
1. Menjaga pergaulan yang sehat dan beretika Semakin majunya perkembangan teknologi,
akan semakin mempermudah masyarakat terutama generasi muda untuk bergaul,
bersosialisasi dan berkomunikasi satu dengan yang lain. Keberadaan perangkat
smartphone, media sosial dan aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya semakin
mendekatkan seseorang orang dengan orang lain di belahan dunia mana pun. Jika hal ini
tidak diikuti dengan pemahaman, kesadaran dan penerapan etika untuk berkomunikasi dan
bergaul sesuai dengan norma-norma agama, maka sangat rentan mendorong seseorang
untuk terjerumus pada pola pergaulan bebas yang semakin sulit untuk dikendalikan.
2. Menutup dan menjaga aurat Bagian tubuh yang harus terlindung dan tertutup dari
pandangan orang lain disebut dengan aurat. Bagi perempuan, seluruh tubuh kecuali bagian
muka dan telapak tangan adalah aurat mereka. Sedangkan bagi laki-laki, aurat adalah
bagian tubuh antara pusar sampai dengan lutut. Bagaimana cara menutup dan menjaga
aurat agar terhindar dari bahaya pergaulan bebas dan zina? Agama memerintahkan kepada
para perempuan untuk mengenakan pakaian yang dapat menutupi seluruh tubuhnya
termasuk bagian dadanya. Dalam hal ini berarti pakaian yang menutupi aurat bagi wanita
disunahkan yang terbuat dari bahan yang tidak transparan, tidak ketat atau longgar
sehingga tidak memperlihatkan lekuk tubuh dan terhindar dari pandangan lawan jenis
yang dapat mengundang nafsu syahwat mereka. Laki-laki pun demikian. Agar terhindar
dari pandangan lawan jenis yang berakibat mendatangkan hayalan dan imajinasi yang
dilarang oleh agama, hendaklah laki-laki juga menutup aurat dengan pakaian yang sopan
dan sesuai.
3. Selektif dalam memilih teman bergaul Selektif dalam memilih teman bergaul, akan
membawa dampak yang baik bagi seseorang, karena seorang kawan, akan mempengaruhi
kawan lainnya. Apabila seseorang memilih kawan yang saleh, maka ia pun akan
terpengaruh menjadi baik. Dan apabila seseorang memilih kawan yang buruk , niscaya ia
akan membawa keburukan juga baginya
4. Menghindari dan meninggalkan tempat-tempat maksiat Agar terhindar dari perbuatan yang
dapat menjerumuskan seseorang pada pergaulan bebas dan zina, harus ditanamkan tekad
di dalam hati, untuk menahan diri dan menghindari keinginan, ataupun diundang oleh
orang lain, untuk datang ke tempat-tempat maksiat. Juga harus memiliki keberanian dan
ketegasan untuk meninggalkan suatu tempat, jika terindikasi di tempat tersebut akan
memicu dorongan untuk terjadinya pergaulan bebas dan perbuatan zina.
5. Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif. Waktu luang yang
dimiliki oleh seseorang, hendaklah dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif dan
mendatangkan manfaat. Misalnya aktif di majelis taklim, melakukan kajian remaja, kajian
keputrian, berolah raga, atau menciptakan kreasi-kreasi dan hasil karya yang
bermanfaat. Dengan

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@yahoo.
demikian, jika waktu yang kita miliki kita manfaatkan dan kita salurkan untuk kegiatan-
kegiatan yang positif, maka tidak lagi tersisa waktu lain untuk melakukan hal-hal yang
mendatangkan mudarat dan maksiat.
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@[Link]

6. Mendekatkan diri dan memperbanyak zikir kepada Allah Swt. Agar terhindar dari
pergaulan bebas dan perbuatan zina, seseorang harus sungguh-sungguh memohon
perlindungan dari Allah Swt. dengan cara memperbaiki kuantitas dan kualitas ibadah,
menjalankan salat wajib dan sunah, memperbanyak membaca Al-Qur`an, memperbanyak
sedekah dan senantiasa mengingat ancaman dan dosa dari setiap perbuatan buruk yang
kita lakukan selama di dunia, kelak akan dipertanggungjawabkan.
7. Berpuasa sebagai perisai nafsu Puasa adalah berlatih mengendalikan nafsu. Apabila
seorang mukmin mampu mengendalikan nafsunya, maka ia akan mampu menahan
berbagai larangan Allah Swt. Puasa menjadi semacam perisai yang membentengi
seseorang dari keinginan untuk berbuat maksiat
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email : smkn1panji@yahoo.

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email :
smkn1panji@[Link]

Hakikat Mencintai ALLAH SWT., Khauf, Raja' dan


7 Tawakal

A. KOMPONEN INTI
Tujuan 1. Melalui model pembelajaran point counterpoint, peserta didik dapat
Pembelajaran menganalisis cabang iman: hakikat mencintai Allah Swt., khauf,
raja’,
dan tawakal kepadaNya, sehingga meyakini bahwa dalam iman
terdapat banyak cabang-cabangnya, dan tercermin pada akhlak mulia
dalam kehidupan sehari-hari.
2. Melalui model pembelajaran ciritical incident, peserta didik dapat
menganalisis tanda-tanda mencintai Allah Swt., khauf, raja’, dan
tawakal kepada-Nya, sehingga meyakini bahwa dalam iman terdapat
banyak cabang-cabangnya, dan tercermin pada akhlak mulia dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Melalui model pembelajaran berbasis produk, peserta didik dapat
membuat dan mempresentasikan media pembelajaran tentang hakikat
mencintai Allah Swt., khauf, raja’, dan tawakal kepada-Nya, sehingga
meyakini bahwa dalam iman terdapat banyak cabang-cabangnya, dan
Pemahaman tercermincabang
Memahami pada akhlak muliahakikat
iman yaitu dalam mencintai
kehidupanAllah
sehari-hari
bermakna
Pemantik a. Kegiatan awal, peserta didik mengamati gambar ilustrasi terkait
materi, dan infograis. Tampilan menarik infograis akan
menumbuhkan rasa ingin tahu dan memotivasi untuk mempelajari
materi pelajaran.
b. Kegiatan selanjutnya peserta didik diminta mencermati gambar
terkait materi dan menuliskan komentar atau pesan moral yang
terkandung dalam gambar tersebut (aktivitas 7.1).
c. Gambar 7.2 mengandung pesan bahwa seorang anak harus
menyayangi orang tuanya sebagai bentuk bakti kepada kedua orang
tua Gambar 7.3 mengandung pesan bahwa semua kesuksesan dan
prestasi harus diikuti dengan ungkapan syukur kepada Allah Swt.
Gambar 7.4 mengandung pesan bahwa setiap aktiitas dimulai dengan
doa agar memperoleh ridha Allah Swt. Gambar 7.5 mengandung
pesan bahwa seorang muslim dapat mencontoh penerapan tawakal
sebagaimana tawakalnya seekor burung. Burung tidak pernah
menimbun makanan, mereka terbang dengan perut kosong dan
pulang dengan perut sudah terisi. 3. Dilanjutkan dengan membaca
dan mencermati kisah inspiratif agar peserta didik dapat mengambil
hikmah dan nilai-nilai keteladanan dari kisah tersebut (aktivitas 7.2).
Persiapan 10 menit
pembelajaran Pendidik mengumumkan di grup kelas mengenai pembelajaran
yang akan dilaksanakan
Pertemuan Ke-1-3 (3 x 45 menit)
TIM GPAI SMKN I PANJI
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email :
smkn1panji@[Link]
Kegiatan A. Kegiatan awal
pembelajaran a. Mempersiapkan alat peraga/media/bahan berupa laptop,
LCD projector, speaker active, laptop, Multimedia
Pembelajaran Interaktif (MPI), handphone, kamera, kertas
karton, spidol warna atau media lain.
b. Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta
peserta didik untuk berdoa bersama-sama, tadarus Al-
Qur`an, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa
kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik.
c. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan
yang terkait dengan materi pelajaran, menyampaikan
cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang
akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian.
d. Mengkondisikan peserta didik agar duduk sesuai
kelompoknya masingmasing

B. KEGIATAN INTI
a. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infograis.
Infograis tersebut berisi materi tentang meneladani peran
ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia.
b. Guru memberikan informasi tambahan untuk memperkuat
pemahaman peserta didik terhadap infograis tersebut.
c. Guru meminta peserta didik untuk mengamati gambar
(tadabur) dan menuliskan pesan-pesan moral pada setiap
gambar
d. Guru meminta peserta didik untuk membaca kisah inspiratif
terkait dengan materi pelajaran, yakni kisah yang berjudul
“menekuni AlQur`an sebagai wujud cinta kepada Allah
Swt.”
e. Peserta didik diminta menuliskan nilai-nilai keteladanan
dari kisah inspiratif tersebut di buku masing-masing

❖ Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama menggunakan model pembelajaran point
counter-point. Langkah-langkah model pembelajaran point
counter-point pada materi ini adalah sebagai berikut:
a. Peserta didik memilih tema terkait materi, yakni hakikat
mencintai Allah Swt., khauf, raja’, dan tawakal.
b. Guru membagi peserta didik menjadi empat kelompok
sesuai sub materi yang akan dipelajari.
c. Guru meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk
menyiapkan argumen sesuai dengan pendapat kelompok.
d. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok mana saja
untuk memulai debat.
e. Guru meminta kelompok lain untuk memberikan tanggapan,
sanggahan, atau koreksi atas argumen tersebut.
f. Guru mengakhiri debat pada saat yang tepat, yakni ketika
masingmasing kelompok telah menyampaikan semua
argumen.

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email :
smkn1panji@[Link]

g. Guru menyampaikan poin-poin penting dari proses debat


tersebut dan mengaitkannya dengan materi pelajaran

❖ Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua menggunakan model pembelajaran critical
incident. Langkah-langkah model pembelajaran critical incident
sebagai berikut:
a. Guru menyampaikan materi tentang manfaat mencintai Allah
Swt., khauf, raja’, dan tawakal.
b. Guru memberikan kesempatan beberapa menit kepada
peserta didik untuk mengingat-ingat pengalaman hidup
mereka terkait materi yang akan dipelajari.
c. Peserta didik diminta mendiskusikan pengalaman tersebut
bersama kelompoknya.
d. Masing-masing kelompok memilih dan mempresentasikan
pengalaman hidup yang paling menarik.
e. Guru mengaitkan pengalaman-pengalaman tersebut dengan
materi yang sedang dipelajari
❖ Pertemuan Ketiga
Pertemuan ketiga menggunaan model pembelajaran berbasis
produk Langkah-langkah model pembelajaran berbasis produk
adalah
a. Guru mengajukan pertanyaan tentang mencintai Allah Swt.,
khauf, raja’, dan tawakal kepada Allah Swt.
b. Guru bersama peserta didik merancang untuk membuat dan
mempresentasikan media pembelajaran terkait materi.
c. Menyusun jadwal yang berisi target waktu penyelesaikan
pembuatan media pembelajaran.
d. Guru memantau aktivitas peserta didik dan kemajuan hasil
produ
e. Menilai hasil produk untuk mengukur ketercapaian kriteria
ketuntasan minimal.
f. Mengevaluasi pengalaman saat merancang dan membuat
produk
g. Guru bersama-sama peserta didik melakukan releksi.
h. Guru meminta peserta didik untuk membaca rangkuman
yang berisi poin-poin penting materi

B. Kegiatan Penutup
1. Pendidik mengevaluasi efektivitas dan keaktifan masing-
masing peserta didik.
2. Peserta didik dapat menanyakan hal yang tidak dipahami pada
pendidik.
3. Peserta didik mengomunikasikan kendala yang dihadapi
selama mengerjakan.
4. Peserta didik menerima apresiasi dan motivasi dari Pendidik.
C. ASESMEN (PENILAIAN)

1. Penilaian Sikap

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
Penilaian sikap berupa observasi yang berasal dari catatan peserta didik tentang
perilaku-perilaku sebagai bentuk cinta kepada Allah Swt., khauf, raja’ dan tawakal
kepada-Nya.

Kemudian peserta didik diminta mengisi lembar penilaian diri dengan cara
membubuhkan tanda centang (√ ) pada kolom yang sesuai. Apabila peserta didik
belum menunjukkan sikap yang diharapkan maka dapat ditindaklanjuti dengan
melakukan pembinaan, baik oleh guru, wali kelas maupun guru BK

Berilah tanda centang (√) pada kolom berikut dan berikan alasannya!

No Pertanyaan Jawaban alasan


S Rg Ts
1 Setelah mempelajari materi ini, telah
tumbuh kesadaran dalam diri saya untuk
selalu menggunakan rejeki yang telah
diberikan oleh Allah Swt. dengan sebaik-
baiknya
2 Diri saya telah dididik untuk berusaha
melakukan kebaikan-kebaikan untuk
menutupi perbuatan buruk
3 Saya termotivasi untuk selalu tenang
dalam menghadapi setiap kesulitan
4 Saya terbiasa bersikap optimis menghadapi
cobaan hidup
5 Diri saya dididik untuk menghargai hasil
usaha orang lain
Keterangan : S = Setuju, Rg = Ragu-Ragu, Ts = Tidak Setuju

2. Penilaian Pengetahuan
Peserta didik diminta m\engerjakan 5 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian.
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E pada jawaban yang
paling tepat!
1. Ketika cinta seseorang kepada Allah Swt. mengakar kuat di dalam jiwanya,
maka akan berpengaruh terhadap seluruh kehidupannya, di antaranya adalah
sebagai berikut, kecuali …
a. Mengikuti jalan pikiran orang lain
b. Menjauhi perbuatan tercela
c. Berkata jujur kepada semua orang
d. Mengutamakan kepentingan agama
e. Melaksanakan sunah-sunah nabi
2. Perhatikan narasi berikut ini! Rasulullah Saw. telah menyalakan api cinta
pada hati para sahabatnya hingga mereka lebih mencintai Allah Swt.
daripada
mencintai diri sendiri dan keluarganya. Para sahabat Nabi rela
mengorbankan jiwa demi cintanya kepada Allah Swt. Cinta kepada Allahlah
yang menjadikan para sahabat meninggalkan kenikmatan duniawi demi
meraih kebahagiaan di akhirat. Berdasarkan narasi di atas, hikmah yang
dapat diambil adalah ….
a. Cinta menyebabkan seseorang menjadi pelupa

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
b. Cinta kepada allah swt. Melebihi cinta kepada duniawi
c. Diri sendiri tak memiliki kuasa dalam uruan cinta
d. Allah swt. Menciptakan cinta agar manusia sengsara
e. Manusia bisa bahagia tanpa rasa cinta
3. Kadar cinta kepada Allah Swt. harus terus ditingkatkan. Di antara cara
meningkatkan cinta kepada Allah Swt. adalah dengan senantiasa
membersihkan hati. Amalan berikut ini dapat membersihkan hati, kecuali
…. a. Membiasakan diri membaca istigfar
b. Bertaubat kepada allah swt.
c. Mengulangi perbuatan maksiat diikuti rasa takut
d. Berbuat kebajikan di berbagai kesempatan
e. Mengingat kematian
4. Perhatikan narasi berikut ini! Takut kepada Allah Swt. merupakan bukti
seorang hamba mengenalNya. Rasa takut tersebut akan semakin bertambah
seiring bertambahnya pengetahuan hamba terhadap Rabb-nya. Berdasarkan
narasi tersebut, manakah yang merupakan penerapan sifat takut kepada
Allah Swt. …
a. Mengabaikan semua aturan yang berlaku di masyarakat
b. Membatasi diri untuk bertemu dengan orang lain
c. Memperbanyak teman di dunia maya melalui akun medsos
d. Bertindak sesuai norma agama, negara dan masyaraka
e. Menyesuaikan diri dengan peradaban di dunia barat
5. Perhatikan narasi berikut ini Seseorang yang takut kepada Allah Swt. terjaga
lisannya dari ucapan kasar yang menyakitkan lawan bicara. Ia akan berhati-
hati dalam bertutur kata, dan memastikan perkataannya mengandung nilai
manfaat. Berikut ini yang bukan merupakan dampak negatif berkata kasar
kepada orang lain adalah …
a. Memicu perpecahan di antara sesama
b. Terganggunya hubungan silaturahmi
c. Terjadinya konlik sosial
d. Tidak mendapat dukungan dari orang lain
e. Meningkatkan popularitas

B. Soal Uraian
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar
1. Sebutkan tanda tanda cinta kepada AllahSWT ?
2. Ada bebera hal yang bisa menumbuhkan sifat roja’sebutkan…?
3. Jelaskan pengertian tawakkal ?
4. Banyak manfaat yang akan diperoleh dari penerapan sikap tawakal ,sebutkan 3 saja ?
5. Jelaskan antara khauf dan raja’ menurut Abu ‘Ali alRawdzabari, ?

KUNCI JAWABAN
A. Pilihan Ganda
NO KUNCI SEKOR
1 1
2 1
3 1
4 1
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
5 1
Max Score 5

B. Uraaian
No Kunci Jawaban Skor
1 1. Mencintai Rasulullah Saw 1-4
2. Mencintai Al-Qur`an
3. Menjauhi perbuatan dosa
4. Mendahulukan perkara yang dicintai oleh Allah Swt
5. Tak gentar menghadapi hinaan

2 1. Muhasabah atas nikmat-nikmat Allah Swt. 1-4


2. Mempelajari dan memahami Al-Qur`an
3. Meyakini kesempurnaan karunia Allah Swt
3 Menyerahkan segala permasalahan kepada Allah Swt. setelah 1-4
melakukan usaha sekuat tenaga.
4 1. Tercukupinya semua keperluan 1-4
2. Mudah untuk bangkit dari keterpurukan
3. Tidak bisa dikuasai oleh setan
5 Menurut Abu ‘Ali alRawdzabari, antara khauf dan raja’ ibarat dua sayap 1-4
burung. Jika kedua sayap tersebut sama, maka burung tersebut akan
mampu terbang secara sempurna. Namun jika kurang, maka terbangnya
juga kurang sempurna. Dan jika salah satu sayap itu hilang, maka
burung itu tak akan bisa terbang. Apabila kedua sayapnya hilang, maka
tak butuh waktu lama burung itu akan mati
20

Kriteria skor:
1. Jika mampu menjawab namun sangat tidak sesuai dengan jawaban yang benar
2. Jika mampu menjawab namun masih ada lebih dari dua kesalahan dari jawaban yang
benar
3. Jika mampu menjawab namun masih ada satu kesalahan dari jawaban yang benar
4. Jika mampu menjawab sesuai dengan jawaban yang benar

Nilai akhir yang diperoleh Peserta didik merupakan akumulasi perolehan nilai pilihan
ganda dan uraian dibagi 30 dikali 100, yakni:
(Skor pilihan ganda + Skor uraian) /25 X 100 = NILAI

c. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan pada bab ini adalah:
Peserta didik membuat media pembelajaran berbasis digital terkait materi. Kemudian
mempresentasikannya di depan kelas.

Contoh Rubrik Penilaian Produk:

Nama kelompok :
Anggota :
Kelas :
Nama produk :

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
NO ASPEK SKOR
1 2 3 4 5
Perencanaan
a. Persiapan
b. Jenis produk
Proses pembuatan
a. Penggunaan alat dan
b. Bahan

c. Teknik pengulahan
d. Kerja sama kelompok
Tahap akhir
a. publikasi
b. inovasi

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
Keterangan Penilaian.
A. Perencanaan
SKOR KETERANGAN
1 Sangat tidak baik, tidak ada kolaborasi dalam kelompok tetapi tidak ada
penentuan jenis produk sesuai tema
2 Tidak baik, ada kolaborasi dalam kelompok tetapi tidak ada penentuan jenis
produk sesuai tema
3 Cukup baik, ada kolaborasi dalam kelompok tetapi tidak diikuti semua
anggota kelompok dan ada penentuan jenis produk sesuai tema
4 Baik, ada kolaborasi tetapi tidak diikuti semua anggota kelompok dan ada
penentuan jenis produk sesuai tema
5 Sangat baik, ada kolaborasi antar semua anggota kelompok dan ada
penentuan jenis produk sesuai tema
B. Proses Pembuatan

SKOR KETERANGAN
1 Sangat tidak baik, tidak ada alat dan bahan dan tidak mampu menguasai
teknik pengolahan dan tidak ada kerjasama kelompok
2 Tidak baik, ada alat dan bahan dan tidak mampu menguasai teknik
pengolahan dan tidak ada kerjasama kelompok
3 Cukup baik, ada alat dan bahan dan mampu menguasai teknik pengolahan
dan tidak ada kerjasama kelompok
4 Baik, ada alat dan bahan dan tetapi mampu menguasai teknik pengolahan
dan ada beberapa kerjasama kelompok
5 Sangat baik, ada alat dan bahan dan mampu menguasai teknik pengolahan
dan ada kerjasama kelompok
C. Tahap Akhir

SKOR KETERANGAN
1 Sangat tidak baik, tidak ada produk
2 Tidak baik, ada produk tetapi belum selesai
3 Cukup baik, ada produk, bentuk publikasi kurang sesuai tema, dan belum
ada inovasi
4 Baik, ada produk, bentuk publikasi sesuai tema, belum ada inovasi
5 Sangat baik, ada produk, bentuk publikasi sesuai tema, dan ada inovasi

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
RINGKASAN MATERI

Hakikat Mencintai Allah Swt. Cinta adalah perasaan yang suci dan lembut berupa
rasa kasih sayang. Perasaan cinta ditandai dengan rasa rindu kepada yang dicintai.
Tingkatan cinta tertinggi dan hakiki adalah cinta kepada Allah Swt. Cinta kepada Allah
Swt. (mahabbatullah) berarti menempatkan Allah Swt. dalam hati sanubari. Cinta
merupakan unsur terpenting dalam ibadah, di samping khauf (takut) dan raja’ (berharap).
Ketiganya menjadi perasaan hati yang harus dimiliki setiap mukmin dalam melaksanakan
ibadah kepada Allah Swt. Cinta seseorang kepada Allah tumbuh dari pengaruh akal dan
jiwa yang kuat akibat berpikir mendalam terhadap kekuasaan-Nya di langit dan bumi.
Cinta ini akan semakin menggelora dengan merenungkan ayat-ayat Al-Qur`an dan
membiasakan diri berzikir dengan nama dan sifat-sifat Allah Swt. Seseorang tidak akan
memperoleh kesempurnaan iman tanpa mengenal keagungan Allah Swt., merasakan
kebaikan dan ketulusan Allah, dan mengakui nikmat-nikmat-Nya. Allah Swt. telah
menetapkan cinta kepada orang-orang beriman sebagaimana irman-Nya dalam Q.S. al-
Baqarah/2: 165

❖ Tanda-Tanda Cinta kepada Allah Swt.:

a) Mencintai Rasulullah Saw


b) Mencintai Al-Qur`an
c) Menjauhi perbuatan dosa
d) Mendahulukan perkara yang dicintai oleh Allah Swt
e) Tak gentar menghadapi hinaan\

❖ Cara Meningkatkan Cinta kepada Allah Swt.

Ada beberapa cara untuk meningkatkan cinta kepada Allah Swt., di antaranya:

a. Memahami besarnya cinta Allah Swt. kepada hamba-Nya


b. Senantiasa membersihkan hati
c. Mempelajari ilmu agama secara mendalam

❖ Hakikat Takut kepada Allah Swt. (Khauf


a. Tanda-Tanda Takut kepada Allah Swt
b. Menjaga lisan dari perkataan dusta
c. Menghindari iri dan dengki
d. Menjaga pandangan dari kemaksiatan
e. Menjauhi makanan haram Menjauhi makanan haram
❖ Hakikat berharap kepada Allah Swt. (Raja]
Menurut istilah, raja’ berarti berharap untuk memperoleh rahmat dan karunia Allah
Swt. Sifat raja’ ini harus disertai optimis, perasaan gembira, sikap percaya dan yakin akan
kebaikan Allah Swt. Lebih dari itu sifat raja’ harus dibarengi dengan amal-amal saleh untuk
meraih kebahagiaan di akhirat. Seseorang yang berharap kepada Allah Swt. tanpa diikuti
dengan amal, maka ia hanya berangan-angan belaka Kebalikan dari sifat raja’ adalah putus
asa dari rahmat Allah Swt. Seseorang yang putus asa atas rahmat Allah Swt. dikategorikan
TIM GPAI SMKN I PANJI
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
sebagai orang sesat, sebagaimana irman Allah Swt. dalam Q.S. al-Hijr/15: 55-56

❖ Cara Menumbuhkan Sifat Raja’


Sifat raja’ akan tumbuh pada diri seseorang dengan melakukan hal-hal berikut ini:
a. Muhasabah atas nikmat-nikmat Allah Swt
b. Mempelajari dan memahami Al-Qur`an
c. Meyakini kesempurnaan karunia Allah Swt
❖ Manfaat Sifat Raja’
Seseorang yang memiliki sifat raja’ akan memperoleh banyak manfaat, di
antaranya adalah
a. Semangat dalam ketaatan kepada Allah Swt
b. Tenang dalam menghadapi kesulitan
c. Merasa nikmat dalam beribadah kepada Allah Swt
d. Menumbuhkan sifat optimis

❖ Hakikat Tawakal Kepada Allah Swt


Manfaat Tawakal Banyak manfaat yang akan diperoleh dari penerapan sikap
tawakal dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya
a. Tercukupinya semua keperluan
b. Mudah untuk bangkit dari keterpurukan
c. Tidak bisa dikuasai oleh setan
d. Memperoleh nikmat yang tiada henti
e. Menghargai hasil usaha

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJI SITUBONDO
Jl. Gunung Arjuno Kode Pos 68322 17 Tlp/Fax (0338) 672507/ 67732 Email :
smkn1panji@[Link]

MENGHINDARI AKHLAK MADZMUMAH DAN

8 MEMBIASAKAN AKHLAK MAHMUDAH AGAR HIDUP


NYAMAN DAN BERKAH

A. KOMPONEN INTI
Tujuan 1. Menganalisis manfaat menghindari sikap temperamental
Pembelajaran (ghadhab), menumbuhkan sikap kontrol diri dan berani dalam
kehidupan sehari-hari pengertian, dalil, macam dan manfaatnya;
2. Menghindari perilaku temperamental (ghadhab), menumbuhkan
sikap kontrol diri dan berani;
3. Meyakini bahwa sikap temperamental (ghadhab) merupakan
larangan dan sikap kontrol diri dan berani adalah perintah
agama;
4. Menghindari sikap temperamental (ghadhab) dan membiasakan
Pemahaman sikap
Peserta kontrol
didik diri dan berani
mengendalikan dalam
sikap kehidupan sehari-hari
Temperamental, ghadhab, .
bermakna berani, syaja’ah, kontrol diri
Pemantik A. Kegiatan awal, peserta didik mengamati dan mempelajari cerita
gambar (cergam) dan infograis. Tampilan menarik infograis
akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan memotivasi untuk
mempelajari materi pelajaran.
B. Kegiatan selanjutnya peserta didik diminta mencermati gambar
terkait materi dan menuliskan komentar atau pesan moral yang
terkandung dalam gambar tersebut (aktivitas 8.2). Guru
sebaiknya memberikan umpan balik terhadap komentar dari
peserta didik, tentang kemampuan menahan dan mengendalikan
diri agar tidak mudah tersulut emosi dan mudah marah dalam
situasi apapun. Bahkan agama melarang seseorang untuk marah,
karena orang yang mampu menahan amarah, ia akan
mendapatkan surga Allah Swt. Selain itu, peserta didik juga
perlu didorong untuk memiliki sifat berani membela kebenaran
dan keadilan, tidak berpihak kepada kesewenangwenangan dan
kedzaliman. Tentu saja keberanian tersebut harus berdasarkan
pada asas kebenaran bukan keberanian yang membabi buta
tetapi tidak berlandaskan pada aturan dan norma agama dan
norma hukum yang berlaku di masyarakat.
C. Dilanjutkan dengan membaca dan mencermati kisah inspiratif
agar peserta didik dapat mengambil hikmah dan nilai-nilai
kehidupan dari artikel tersebut (aktivitas 8.3).

Persiapan 10 menit
pembelajaran Pendidik mengumumkan di grup kelas mengenai pembelajaran
yang akan dilaksanakan melalui GCR (google classroom) maupun
luring.
Pertemuan 1-3 ( 3 x 45 menit)

MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
Kegiatan A. Kegiatan awal
pembelajaran a) Mempersiapkan alat peraga/media/bahan berupa laptop,
LCD projector, speaker active, laptop, Multimedia
Pembelajaran Interaktif (MPI), handphone, kamera, kertas
karton, spidol warna atau media lain.
b) Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta
peserta didik untuk berdoa bersama-sama, tadarus Al-
Qur`an, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa
kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta
didik.
c) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan
yang terkait dengan materi pelajaran, menyampaikan
cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang
akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian.
d) Mengkondisikan peserta didik agar duduk sesuai
kelompoknya masing-masing.
B. Kegiatan Inti
a) Guru meminta peserta didik untuk mengamati infograis.
Infograis tersebut berisi materi tentang menghindari perilaku
temperamental (ghadhab), menumbuhkan sikap kontrol diri
dan berani.
b) Guru memberikan informasi tambahan untuk memperkuat
pemahaman peserta didik terhadap infograis tersebut.
c) Guru meminta peserta didik untuk mengamati gambar
(tadabur) dan menuliskan pesan-pesan moral pada setiap
gambar.
d) Guru meminta peserta didik untuk membaca kisah
inspiratif terkait dengan materi pelajaran, yakni kutipan kisah
tentang paku dan sebatang balok kayu, yang menggambarkan
bagaimana seorang guru mengajarkan muridnya untuk
menahan amarah dengan cara yang sangat inspiratif.
e) Peserta didik diminta menuliskan nilai-nilai keteladanan
dari kisah inspiratif tersebut di buku masing-masing.
f) Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk mulai
membahas materi pelajaran dan aktivitas-aktivias di dalamnya
pada rubrik “Wawasan Keislaman”. Pada bab VIII ini
digunakan 4 metode pembelajaran yang dibagi untuk 3 pekan
atau 9 jam pelajaran, yaitu:

❖ Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama menggunakan metode discovery learning
dan information search.
Langkah-langkah model pembelajaran discovery learning dan
information search. pada materi ini adalah sebagai berikut
a. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakupan
materi.
b. Guru memberikan permasalahan terkait menghindari
akhlak madzmumah (sifat temperamental/ghadhab) dan

MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
membiasakan akhlak mahmudah (berani membela
kebenaran/syaja’ah dan kontrol diri) Guru meminta
peserta didik merumuskan masalah terkait implementasi
menghindari akhlak madzmumah (sifat
temperamental/ghadhab) dan membiasakan akhlak
mahmudah (berani membela kebenaran/syaja’ah dan
kontrol diri) dalam kehidupan masyarakat.
c. Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan
masalah.
d. Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data dan
informasi dari referensi buku-buku yang relevan, sumber
dari internet dan referensi yang tersedia di perpustakaan
sekolah untuk menjawab rumusan masalah.
e. Peserta didik melakukan pengolahan data dan informasi
dengan mendiskusikan di dalam kelompoknya.
f. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas.
g. Secara bersama-sama menyimpulkan hasil temuan yang
diperoleh.

❖ Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua menggunakan metode small group
discussion Langkah-langkah metode small group
discussion adalah sebagai berikut:
a. Guru membagi kelas menjadi 3 kelompok.
b. Kelompok 1 bertugas untuk membahas materi fenomena
demonstrasi pelajar dan mahasiswa yang berujung
anarkis.
c. Kelompok 2 bertugas untuk membahas materi tawuran
antar suporter sepakbola.
d. Kelompok 3 bertugas untuk membahas materi operasi
tangkap tangan (OTT) pelaku suap dan korupsi.
e. Masing-masing kelompok kemudian berdiskusi untuk
merumuskan kesimpulan tentang semua materi dari tiap-
tiap kelompok.
f. Setelah semua kelompok dirasa cukup dalam
mendiskusikan semua materi, kemudian kesimpulan
dibuat bahan presentasi untuk dipaparkan di kelas.
g. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya di depan kelas.
h. Guru memberikan reinforcement atau penguatan terhadap
presentasi dari masing-masing kelompok dan
menyimpulkan capaian kompetensi pembelajaran.

❖ Pertemuan Ketiga
Pertemuan ketiga menggunaan model relective thinking dan
story telling
Langkah-langkah model pembelajaran berbasis relective
MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
thinking adalah:
a. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakupan
materi.
b. Guru memberikan permasalahan terkait penerapan
keyakinan terhadap adanya cabang-cabang iman.
c. Guru meminta peserta didik merumuskan masalah
terkait penerapan menghindari akhlak madzmumah
(sifat tempera menta/ ghadhab) dan membiasakan
akhlak mahmudah (berani membela kebenaran/syaja’ah
dan kontrol diri) dalam kehidupan sehari-hari.
d. Peserta didik melakukan releksi dan muhasabah
terhadap tentang menghindari akhlak madzmumah (sifat
temperamental/ ghadhab) dan membiasakan akhlak
mahmudah (berani membela kebenaran/ syaja’ah dan
kontrol diri).
e. Peserta didik menuliskan kesimpulan tentang hasil
releksinya. f. Peserta didik mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas. g. Guru memberikan
reinforcement atau penguatan terhadap presentasi dari
masing-masing kelompok.
h. Secara bersama-sama menyimpulkan hasil releksi dan
temuan yang diperoleh.

Langkah-langkah model pembelajaran berbasis story


telling adalah:
a. Guru mengorganisasikan peserta didik menjadi beberapa
kelompok.
b. Guru meminta peserta didik untuk melakukan kegiatan
literasi terhadap sub materi menghindari akhlak
madzmumah (sifat temperamental/ ghadhab) dan
membiasakan akhlak mahmudah (berani membela
kebenaran/syaja’ah dan kontrol diri).
c. Guru meminta peserta didik untuk menyusun sebuah
paper tentang true story dengan tema kontrol diri
berangkat dari pengalaman hidup yang nyata dari salah
satu anggota kelompok kalian.
d. Peserta didik mempresentasikan di kelas, dan kelompok
lain menyampaikan pelajaran yang dapat diambil dari
kisah tersebut untuk dipetik hikmahnya.
e. Guru memberikan reinforcement atau penguatan
terhadap presentasi dari masing-masing kelompok.
f. Secara bersama-sama menyimpulkan hasil releksi dan
temuan yang diperoleh.
g. Guru meminta peserta didik untuk membaca rangkuman
yang berisi poin-poin penting materi.

B. Kegiatan Penutup

MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
1. Pendidik mengevaluasi efektivitas dan keaktifan masing-
masing peserta didik.
2. Peserta didik dapat menanyakan hal yang tidak dipahami pada
pendidik.
3. Peserta didik mengomunikasikan kendala yang dihadapi
selama mengerjakan.
4. Peserta didik menerima apresiasi dan motivasi dari Pendidik.

C. ASESMEN (PENILAIAN)

a. Penilaian Sikap
1. Buatlah tabel mingguan/bulanan berupa ceck list tentang aktivitas ibadah harian
kalian pada buku khusus untuk pemantauan individu! Mulailah dari ibadah wajib
seperti halnya shalat 5 waktu dilanjutkan dengan ibadah sunah harian misalnya
tadarus Al-Qur`an, zikir, shalawat, membantu orangtua, membantu teman, aktif
pada kegiatan sosial, aktif terlibat dalam organisasi kepemudaan. Lakukanlah
muhasabah setiap malam hari sebelum berangkat tidur:
1) Berapa kali tersinggung dan berapa kali marah sepanjang hari
2) Berapa kali mampu meredam amarah dan menahan diri sepanjang hari
3) Berapa kali bertindak berani karena mendukung sesuatu yang benar dalam
satu hari
4) Apakah besok pagi bangun tidur bertekad untuk lebih baik dari sebelumnya?
Lakukan secara rutin setiap hari selama 1 bulan, dan bandingkan perubahanmu pada satu
bulan kemudian!
Berilah tanda centang (√) pada kolom berikut dan berikan alasannya!

No Pertanyaan Jawaban alasan


S Rg Ts
1 Setelah memahami ajaran agama Islam
tentang larangan ghadhab, perintah
mujahaddah an-nafs dan syaja’ah, saya
bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih
sabar dan berlatih mengendalikan diri
2 Saya akan bersikap berani karena
memperjuangkan kebenaran, dan pada saat
saya melakukan kesalahan, saya tidak akan
sungkan dan berbesar hati untuk meminta
maaf kepada orang lain
3 Saya akan menjaga harkat, martabat dan
harga diri saya dengan menghormati harkat
dan martabat orang lain terlebih dahulu
dengan cara berkata sopan, lemah lembut
dan tidak menyinggung
4 Saya tidak akan pernah melibatkan diri
pada tawuran pelajar, tawuran antar
suporter bola, atau tindakan-tindakan
memperturutkan hawa nafsu yang lain yang
merugikan hidup saya sendiri
MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
5 Saya akan rida jika diminta untuk
bergabung dengan pengurus ROHIS di
sekolah dan berjihad dengan jalan dakwah
amar ma’ruf nahiy munkar dengan caracara
yang moderat untuk syiar Islam di sekolah
Keterangan : S = Setuju, Rg = Ragu-Ragu, Ts = Tidak Setuju

b. Penilaian Pengetahuan
Peserta didik diminta mengerjakan 5 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian.

I. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E pada jawaban yang
paling tepat!
1. Sifat seseorang yang mudah tersulut emosi karena tidak senang dengan perlakuan
atau perbuatan orang lain disebut dengan….
a. Al-Hilm
b. Syaja’ah
c. Ghadhab
d. Tahawwur
e. Ittiba Al-hawa

2. Hamzah adalah seorang yang sangat sabar dan tenang setiap kali menghadapi
masalah. Haris adalah seorang yang penakut, bahkan cenderung pengecut. Haidz
adalah seorang yang sering marah dengan membabi-buta dan sering merusak
barang-barang di sekitarnya. Hakim adalah seorang yang pemberani dan
berwatak ksatria. Halim adalah seorang yang pandai mengelola emosinya
sehingga selalu tampil kalem dan santun. Dari ilustrasi tersebut, yang memiliki
sifat tahawwur adalah….
A. Haris
B. Halim
C. Hakim
D. Haidz
E. Hamzah

3. Perhatikan pernyataan berikut! a) Kelelahan yang berlebihan b) Berani mengakui


kesalahan c) Berani meminta maaf terlebih dahulu d) Kekurangan zat-zat
tertentu dalam tubuh e) Pengaruh hormonal jenis kelamin tertentu
Dari pernyataan tersebut, yang merupakan penyebab munculnya sifat
temperamental antara lain ditunjukkan pada pernyataan….
a. a – b – c
b. a – c – d
c. a – d – e
d. b – c – d
e. b – d – e

4. Berikut ini yang bukan merupakan contoh perilaku mujahaddah an-nafs seorang
pelajar di lingkungan sekolah yaitu….
a. Disiplin, patuh dan taat pada aturan serta tata tertib sekolah
b. Menghormati guru dan karyawan sekolah serta menghargai teman
MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
c. Menjaga perilaku hidup sederhana tidak sombong dan tidak gengsi
d. Menghindari tindakan vandalisme atau mencorat-coret pagar sekolah
e. menyembunyikn fakta bahwa ada yang mengikuti ujian dengan curang

5. Perhatikan kutipan hadis berikut!

Contoh perilaku yang merupakan cerminan dari hadis tersebut dalam kehidupan
sehari-hari adalah….
a. Berani karena benar, takut karena salah
b. Mengatakan kebenaran atas sesuatu, meskipun berisiko
c. Menyembunyikan fakta kebenaran, untuk melindungi seseorang
d. Berani mengatakan rahasia dan menuduhkannya kepada orang lain
e. Berani menyuarakan sesuatu, jika mendapatkan imbalan yang pantas

Uraian
II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar
1. Mengapa seorang mukmin harus menghindari sikap temperamental
(ghadhab) dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan!
2. Mengapa orang yang berbadan kekar dan perkasa belum tentu bisa disebut
sebagai orang yang kuat? Bagaimanakah ciri orang yang kuat sesuai dengan
sabda Rasulullah Saw.? Jelaskan!
3. Jelaskan manfaat membiasakan perilaku mujahaddah an-nafs dalam
kehidupan sehari-hari!
4. Tuliskan kembali doa yang dianjurkan untuk dibaca pada saat kita sedang
tersulut emosi. Apakah makna yang terkandung dalam doa tersebut?
5. Jelaskan hikmah membiasakan perilaku syaja’ah baik bagi diri sendiri, bagi
keluarga maupun bagi bangsa dan negara!

MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
KUNCI JAWABAN
I. Pilihan Ganda
NO
KUNCI SEKOR
1 C 1
2 D 1
3 C 1
4 E 1
5 B 1
Max Score 5

II. Uraian
No Kunci Jawaban Skor
1 Karena dengan menghindari sifat temperamental (ghadhab) maka kita
akan mampu menghindari:
a. Menghindari kebencian dan permusuhan
b. Membawa kebahagiaan
c. Mendapatkan pahala yang besar dari Allah Swt.
2 Karena orang yang perkasa (kuat) di antara kamu?” Jawab kami:
“orang yang mampu merobohkan lawannya”. Jawab Nabi: “bukan itu
orang yang perkasa, melainkan seseorang yang mampu menguasai
dirinya pada saat ia marah
3 Manfaat membiasakan perilaku mujahadah an-nafs adalah: a. Menjaga
kehormatan diri b. Terhindar dari perilaku yang dapat merugikan orang
lain c. Menyelesaikan segala persoalan dengan pikiran yang jernih d.
Menjadi inspirasi dan teladan bagi orang lain
4 Doa yang dianjurkan dibaca pada saat dilanda emosi adalah

Artinya: “Yaa Allah, ampunilah dosaku, redamkanlah murka


hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan”

5 Hikmah perilaku syaja’ah adalah:


a) Bagi diri sendiri
Seorang mukmin yang memiliki sifat syaja’ah akan memiliki
kualitas
mental dan bersikap dewasa dalam menghadapi semua persoalan.
b) Manfaat bagi keluarga
Keluarga yang mendidik dan membiasakan perilaku syaja’ah bagi
semua anggotanya, akan hidup dengan tenteram dan nyaman.
Mereka tidak akan takut kekurangan materi duniawi, karena segala
sesuatu dianggap sebagai sebuah kenikmatan sementara yang bisa
mengurangi kadar keberanian dalam mendahulukan perintah Allah
Swt.
c) Manfaat bagi agama, negara dan bangsa
Apabila masyarakat di suatu negara terutama masyarakat muslim
memiliki sifat syaja’ah, maka negara kita akan menjadi negara yang
MGMPSMKN1PANJI2021
kuat, maju dan terhindar dari tindakan-tindakan yang melanggarHalaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
hukum dan norma agama seperti korupsi, peredaran narkoba,
terorisme dan tindakan-tindakan kriminal lainnya karena seluruh
masyarakat dan aparat penegak hukum berani dan kompak dalam
ber- amar ma’ruf nahiy munkar
Score maximal

Kriteria skor:
1. Jika mampu menjawab namun sangat tidak sesuai dengan jawaban yang benar
2. Jika mampu menjawab namun masih ada lebih dari dua kesalahan dari jawaban
yang benar
3. Jika mampu menjawab namun masih ada satu kesalahan dari jawaban yang benar
4. Jika mampu menjawab sesuai dengan jawaban yang benar Nilai akhir yang
diperoleh peserta didik merupakan akumulasi perolehan nilai pilihan ganda dan
uraian dibagi 25 dikali 100, yakni:
(Skor pilihan ganda + Skor uraian) /25 X 100 =

c. Penilaian Keterampilan
Penilaian sikap berupa observasi yang berasal dari catatan kegiatan rutin peserta didik,
baik yang terkait dengan ibadah mahdhah (seperti shalat, puasa sunah, membaca Al-
Qur’an, dll) maupun ibadah sosial (seperti membantu orang lain, dll),

MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
RUBRIK PENILAIAN MENYUSUN PRESENTASI DIGITAL
(MANUAL)

Nama kelompok :
Anggota :
Kelas :
Nama Proyek :

ASPEK SCORE DAN KRETEERIA


3 2 1
Persiapan Jika memuat Jika memuat Jika memuat
program, tujuan, program, tujuan, program, tujuan,
topik dan alasan, topik dan alasan, topik dan alasan,
dengan lengkap kurang lengkap tidak lengkap
Pengumpulan Jika datar Jika datar Jika datar
data pertanyaan untuk pertanyaan untuk pertanyaan
perencanaan perencanaan untuk
program dapat program dapat perencanaan
dilaksanakan dilaksanakan program tidak
semua dan data semua, tetapi data dilaksanakan
tercatat dengan tidak tercatat semua, tetapi
rapi dan lengkap dengan rapi dan data tidak
lengkap tercatat dengan
rapi dan lengkap
Pengolahan data Jika pembahasan Jika pembahasan Jika sekadar
data sesuai tujuan data kurang
melaporkan
proyek menggambarkan perencanaan
tujuan proyek program tanpa
membahas data
Pelaporan tertulis Jika sistematika Jika sistematika Jika penulisan
penulisan benar penulisan benar kurang
dan menggunakan namun bahasa sistematis dan
bahasa kurang bahasa kurang
komunikatif komunikatif komunikatif

Kegiatan Tindak Lanjut (REMIDIAL)


a. Remedial/Perbaikan Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar
berdasarkan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan diharuskan
mengikuti kegiatan remedial. Kegiatan remedial dilakukan pada waktu
tertentu sesuai perencanaan penilaian.

b. Pengayaan Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar


berdasarkan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan dapat mengikuti
kegiatan pengayaan berupa pendalaman materi. Kegiatan pengayaan
dilakukan pada waktu tertentu sesuai perencanaan penilaian.

MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
MATERI

a. Menghindarkan Diri dari Sifat Temperamental (Ghadhab)


1. Deinisi Sifat Tempera mental (Ghadhab)
Tempera mental atau sifat mudah marah dalam bahasa Arab berasal dari kata
ghadhab, dari kata dasar ghadhiba – yaghdhibu – ghadhaban. Menurut istilah, ghadhab
berarti sifat seseorang yang mudah marah karena tidak senang dengan perlakuan atau
perbuatan orang lain. Sifat amarah, selalu mendorong manusia untuk bertingkah laku
buruk. Menurut Sayyid Muhammad Nuh dalam kitab ‘Afatun ‘ala at-hariq marah adalah
perubahan emosional yang menim bulkan penyerangan dan penyiksaan guna melam
piaskan dan mengobati apa yang ada di dalam hati. Sedangkan dalam perspektif ilmu
tasawuf, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa marah adalah tekanan nafsu dari hati
yang mengalirkan darah pada bagian wajah yang mengakibatkan kebencian kepada
seseorang. Lawan kata dari sifat ghadhab adalah rida atau menerima dengan senang hati
dan al-hilm atau murah hati, tidak cepat marah. Ghadhab sering dikiaskan seperti nyala
api yang terpendam di dalam hati, sehingga orang yang sedang dalam keadaan marah,
wajahnya akan memerah seperti api yang menyala. Sifat ghadhab harus dihindari, karena
sifat ghadhab tidak akan pernah menyelesaikan masalah, justru sebaliknya akan
menimbulkan masalah baru. Seorang muslim harus senantiasa bersabar dan berusaha
menahan amarahnya. Imam Al-Ghazali mengatakan, bahwa orang yang bersabar adalah
orang yang sanggup bertahan menghadapi rasa sakit serta sanggup memikul beban atas
sesuatu yang tidak disukainya Rasulullah Saw. bersabda sebagai berikut:

MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw bersabda:
“Orang yang kuat, bukanlah orang yang menang berkelahi, namun
orang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika ia
sedang marah”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

2. Penyebab Sifat Temperamental (Ghadhab)


Marah (ghadhab) adalah situasi yang normal dan manusiawi karena ia merupakan
sifat yang melekat pada tabiat seseorang. Namun seorang mukmin harus berusaha
mengendalikan sifat marah tersebut dan berlatih dengan cara menjauhi sebab-sebab yang
dapat menimbulkan kemarahan dan jangan mendekati hal-hal yang mengarah pada situasi
yang dapat memancingnya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui dan mengenali hal-hal
yang dapat menyebabkan kemarahan. Secara umum, penyebab kemarahan terdiri dari dua
faktor yaitu: Faktor Fisik (Jasmaniah) Kehidupan manusia terdiri dari dua unsur yaitu
jasmaniah (isik) dan rohaniah (psikis). Keduanya harus mendapatkan porsi perhatian yang
seimbang. Dalam hal yang berkaitan dengan penyebab kemarahan, kondisi isik seseorang
secara jasmaniah harus mendapat perhatian yang sungguhsungguh agar kita mampu
mengantisipasi dan mengelolanya sehingga dapat menghindarkan diri dari kemarahan yang
sulit untuk kita kendalikan. Adapun penyebab kemarahan secara isik adalah:

1. Kelelahan yang berlebihan Orang yang secara isik terlalu lelah dalam bekerja bisa
saja hatinya menjadi sensitif, mudah tersinggung sehingga mudah marah.
2. Kekurangan zat-zat tertentu dalam tubuh Kurangnya zat-zat tertentu dalam otak,
misalnya kekurangan zat asam maka otot-otot akan menjadi tegang, sistem
pencernaan terganggu bahkan terjadi reaksi kimia pada otak sehingga mudah
terbawa perasaan dan cepat tersinggung dengan sesuatu yang membuat tidak
nyaman.
3. Reaksi hormon kelamin Hormon kelamin pun dapat menjadi penyebab seseorang
menjadi mudah marah dan sensitif. Misalnya seseorang yang sedang mendekati
siklus haidh, kita sering mendengar adanya pre menstrual syndrome yang ditandai
dengan munculnya gejala perubahan suasana hati, kelelahan, mudah marah, depresi
dan lain sebagainya.

Faktor Psikis (Rohaniah) Faktor psikis yang dapat menyebabkan sifat


temperamental atau mudah marah sangat erat kaitannya dengan karakter dan kepribadian
seseorang. Berikut ini adalah beberapa sebab secara psikis yang dapat memunculkan
amarah seseorang yaitu:
1) Ujub (Bangga terhadap Diri Sendiri) Rasa bangga seseorang terhadap diri sendiri
baik dalam hal pemikiran, pendapat, status sosial, keturunan, kekayaan
merupakan salah satu sebab munculnya kemarahan seseorang apabila tidak
dikendalikan dengan nilainilai ajaran agama Islam. Ujub sangat dekat dengan
kesombongan. Apabila seseorang yang memiliki sifat ujub tersebut tidak
mendapatkan pengakuan dari orang lain seperti yang ia harapkan, maka sangat
berpotensi munculnya sifat amarah yang dapat merugikan.
2) Perdebatan atau Perselisihan Debat adalah adu argumen antara satu pihak dengan
pihak lain untuk memutuskan atau mendiskusikan tentang sebuah perbedaan.
Akibat buruk yang ditimbulkan dari sebuah perdebatan di kalangan masyarakat
sangatlah banyak. Itulah sebabnya Islam melarang terjadinya perdebatan,
meskipun yang diperdebatkan adalah sesuatu yang benar karena jika tidak
didasari dengan nilai-nilai dan ajaran Islam yang benar, perdebatan tersebut
MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
dapat menimbulkan kemarahan dan mendatangkan perselisihan. Sebagaimana
sabda
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
Rasulullah Saw. berikut ini: Dari Abi Umamah, berkata Nabi Muhammad Saw.
aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan
perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi
seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat gurau, dan aku juga
menjamin rumah di surga yang paling tinggi bagi seseorang yang berakhlak baik.
(H.R. Abu Daud)
3) Senda Gurau yang Berlebihan Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering
menjumpai dan mengalami sekumpulan orang yang gemar bercanda, bersenda
gurau yang terkadang melampaui batas. Seringkali senda gurau tersebut
menggunakan perkataan yang tidak berfaedah dan bisa menyakiti hati orang lain.
Khalid bin Shafwan mengatakan bahwa senda gurau yang berlebihan dari
seseorang bagaikan menghantam seseorang dengan batu besar, menusuk hidung
dengan baubauan yang lebih menyengat dari pada bubuk lada, dan menyiram
kepala seseorang dengan sesuatu yang sangat panas melebihi air yang mendidih,
lalu setelah itu ia hanya mengatakan, aku hanya bergurau, maka hal tersebut
sangat berpotensi mengundang kemarahan orang lain.
4) Ucapan yang Keji dan Tidak Sopan Ucapan yang berupa celaan, hinaan, umpatan
atau perkataan yang menyesakkan dada kepada orang lain, adalah salah satu
pemicu munculnya kemarahan seseorang. Apabila kita tidak mampu
mengendalikan perkataan kita kepada orang lain, maka hal tersebut bisa saja
menjadikan orang lain tersinggung, kemudian memicu terjadinya kemarahan dan
pertengkaran yang akan merugikan.
5) Sikap Permusuhan kepada Orang Lain Seseorang yang memiliki bibit kebencian
dan tidak suka kepada orang lain, cenderung akan memusuhi orang lain dengan
segala cara. Ia akan mengolok-olok, mencari-cari kesalahan, mengadu domba,
mencaci dan mengejek orang lain dengan berbagai cara. Sehingga apabila orang
yang diperlakukan buruk tersebut tidak rida, sangat berpotensi untuk memicu
kemarahan dan permusuhan yang tidak kunjung berhenti di antara mereka

3. Tingkatan Sifat Temperamental (Ghadhab)


Sifat temperamental atau ghadhab dalam pandangan Islam merupakan releksi dari sifat
setan yang keji. Ia akan memperdaya manusia melalui kemarahannya. Dalam keadaan
marah, seseorang akan sangat mudah melakukan perbuatan-perbuatan keji yang lain karena
ketidakmampuan mengendalikan amarahnya. Setiap orang memiliki temperamen yang
berbedabeda, sehingga sesunguhnya sifat temperamental merupakan sifat hati yang harus
dikelola agar setiap kemarahan tersebut tidak bersifat destruktif atau merusak. Berikut ini
merupakan tingkatan sifat temperamental (ghadhab) dalam kehidupan yaitu:
1) Golongan Marah Berlebihan (Ifrath) Yaitu golongan yang mengalami kesulitan
dalam mengendalikan sifat pemarah, lalu bersikap berlebihan sehingga kehilangan
kendali terhadap akal sehatnya. Seringkali golongan ini akan berteriak dan
membentak dengan suara yang kasar dan adakalanya sampai terjadi pemukulan dan
amukan hingga menyebabkan terjadinya pertumpahan darah. Marah yang tidak
dapat dikendalikan juga dapat membentuk perasaan dendam, benci dan dengki
sehingga mendorong seseorang untuk melakukan pembalasan terhadap orang yang
menjadi sumber kemarahannya. Sifat temperamental (ghadhab) yang berlebihan ini
terbentuk karena 2 faktor, yaitu: (1) faktor pembawaan; dan (2) faktor kebiasaan.
Tidak sedikit sifat pemarah tersebut merupakan sifat bawaan sehingga pembawaan,

MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
watak dan wajahnya seolah-olah menampakkan ciri khas sebagai seorang
pemarah. Namun
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
adakalanya sifat pemarah itu terbentuk dari pembiasaan, pola asuh, lingkungan
tempat tinggal sehari-hari, faktor pergaulan dan juga bentukan dari habituasi
lingkungan di sekitarnya. Pembawaan dan kebiasaan itulah yang mudah menyulut
suasana hati seseorang menjadi lekas panas dan mudah marah, karena
sesungguhnya marah adalah salah satu sifat setan, dan setan terbuat dari api
2) Golongan yang Tidak Memiliki Sifat Marah (Tafrith) Yaitu golongan yang tidak
bisa marah. Merupakan kebalikaan dari golongan ifrath. Golongan ini sama sekali
tidak akan menunjukkan sikap marah terhadap apa pun yang terjadi di sekitarnya.
Pada golongan orang yang seperti ini, menghadapi urusan agama yang dihina
maupun diinjakinjak oleh golongan lain pun, mereka akan bersikap acuh, tidak
peduli dan tidak memiliki hasrat untuk melakukan pembelaan terhadap kebenaran.
Sedangkan Rasulullah Saw. yang merupakan manusia yang paling tawadlu pun,
akan tetap marah dan mempertahankan agamanya serta menentang musuh-
musuhnya bila mana diperlukan. Golongan seperti ini, apabila terjadi pelanggaran
hak terhadap keluarga maupun dirinya, ia akan tetap bersikap melunak, lemah dan
tidak berbuat apa-apa, sehingga jelaslah bahwa orang yang memiliki sikap tafrith
termasuk golongan yang tercela dalam pandangan agama.
3) Golongan yang Mampu Berlaku Adil dan Proporsional (I’tidal) Yaitu golongan
moderat yang berada di antara ifrath dan tafrith. Mereka tidak akan kehilangan sifat
pemarah sama sekali tetapi akan marah hanya pada saat-saat tertentu dengan
kemarahan yang proporsional. Sifat marah yang proporsional adalah marah yang
timbul karena sesuatu melanggar larangan Allah Swt. dan dalam rangka membela
agama Islam dan umatnya.

4. Cara Menghindari Sifat Temperamental (Ghadhab)


Tidak selamanya marah merupakan sesuatu yang buruk, sebagaimana disebutkan
sebelumnya, namun secara umum dapat dikatakan bahwa marah adalah sesuatu yang
negatif. Oleh karena itu sifat marah yang cenderung destruktif atau merusak harus
dikendalikan dan dihilangkan dengan melakukan cara-cara yang diajarkan oleh Rasulullah
Saw. sebagai berikut:
a. Membaca ta’awudz Hal ini dilakukan karena ajaran agama menyebutkan bahwa
marah adalah hasutan dan perangai setan, sehingga agar tidak berkelanjutan,
dianjurkan kepada seseorang yang sudah dihinggapi perasaan marah, untuk segera
membaca ta’awudz.
b. Merubah Posisi Jika seseorang mendapatkan kemarahannya pada saat ia sedang
berdiri, hendaklah bersegera untuk duduk. Apabila kemarahan tersebut tidak juga
mereda, maka hendaklah segera berbaring. Hal ini karena, orang yang sedang marah
cenderung ingin lebih tinggi dari orang lain. Apabila posisinya lebih tinggi daripada
sumber kemarahannya, maka ia bisa meluapkan dan melampiaskan kemarahan itu.
Dan hal tersebut tentu saja sangat berbahaya. Oleh karena itulah Rasulullah Saw.
mengajarkan, agar orang yang sedang marah mengambil posisi yang lebih rendah
untuk meredam kemarahannya.
c. Diam atau tidak berbicara Pada saat seseorang sedang marah, maka emosi yang ada
dalam dirinya akan meningkat, sehingga bisa menyebabkan seseorang melakukan
sesuatu yang berbahaya dan lepas kendali. Untuk itu, sebaiknya seseorang yang
sedang marah sedapat mungkin berusaha untuk diam, tenang, rileks agar bisa
meredakan emosinya.
d. Berwudu Air wudu dapat memberikan efek tenang bagi orang yang sedang marah

MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
serta meredakan api kemarahan di dalam hati agar tidak meledak dan menyakiti
orang lain.
e. Mengingat wasiat Rasul dan janji Allah Swt. Rasulullah Saw. pernah berulang kali
memberikan nasihat ketika seseorang memintanya yaitu “janganlah engkau marah”.
Rasul juga menyebut balasan yang luar bisa apabila seseorang mampu menahan
amarahnya, sebagaimana sabdanya: “Barang siapa yang mampu menahan
amarahnya, sedangkan bisa saja ia meluapkannya, Allah Swt. akan memanggilnya
di hadapan para makhluk (yang lain) pada hari Kiamat untuk memberikan pilihan
baginya bidadari yang ia inginkan (H.R. Abu Daud).

5. Manfaat Menghindari Sifat Temperamental (Ghadhab)


Rasulullah Saw. telah bersabda bahwa orang yang paling kuat adalah orang yang
mampu mengendalikan hawa nafsu pada saat sedang dikuasai amarah, dan orang yang
paling santun adalah orang yang mampu memaakan manakala ia mampu untuk melakukan
pembalasan. Untuk itulah pentingnya berlatih mengendalikan amarah, terutama bagi para
pemuda dan remaja, yang dalam pergaulan sehari-hari dan dalam rangka bersosialisasi
tidak menutup kemungkinan, akan terjadi gesekan maupun kesalahpahaman baik yang
disengaja maupun tidak, sehingga tetap tercipta kedamaian dan kerukunan, karena bisa
terhindar dari perselisihan.
Adapun manfaat yang kita peroleh jika mampu menghindari sifat temperamental
(ghadhab) adalah: a) Menghindari kebencian dan permusuhan Ketika hati seseorang sedang
dikuasai perasaan emosi dan marah dan tidak ada upaya upaya untuk mengendalikan, maka
akan sangat berpotensi menimbulkan tindakan dan agresi yang bersifat destruktif sehingga
mendatangkan kebencian dan permusuhan. Oleh karena itu, seseorang yang mampu
mengendalikan sifat temperamental, maka sesungguhnya ia telah menghindarkan diri dari
potensi permusuhan dan saling membenci dengan orang lain. b) Membawa kebahagiaan
Kemampuan untuk menahan amarah memiliki keuntungan tersendiri bagi seorang mukmin.
Manakala seseorang mampu menahan amarahnya, maka ia akan merasakan ketenangan dan
kebahagiaan serta terhindar dari kerugian. Akhlak seorang muslim salah satunya dapat
dilihat dari bagaimana caranya mengendalikan amarah. c) Mendapatkan pahala yang besar
dari Allah Swt. Allah Swt. menjanjikan pahala yang besar yaitu surga yang luas bagi
seseorang yang mampu mengendalikan amarah sebagaimana yang tersebut dalam Q.S. Ali
Imran/3: 133-134.

6. Membiasakan Perilaku Kontrol Diri


Definisi Kontrol Diri Kontrol diri dalam Islam disebut dengan mujahaddah an-nafs.
Secara bahasa mujahaddah an-nafs terdiri dari dua kata yaitu mujahaddah yang berarti
bersungguh-sungguh, dan an-nafs yang berarti jiwa, nafsu atau diri. Sehingga pengertian
dari mujahadddah an-nafs atau kontrol diri adalah upaya sungguh-sungguh untuk
mengendalikan diri atau menahan nafsu yang melanggar hukum-hukum Allah Swt. Lawan
kata dari mujahaddah an-nafs adalah ittiba’ul hawa atau mengikuti hawa nafsu. Kontrol diri
identik dengan kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan
perilaku seseorang menjadi lebih positif. Kontrol diri juga berperan untuk menahan tingkah
laku yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, karena orang yang memiliki kontrol
diri yang baik, cenderung akan patuh dan mengikuti peraturan yang ada di mana pun ia
berada, serta mampu menekan atau menahan tingkah laku yang bersifat impulsif atau
sekehendak hatinya. Kontrol diri akan membuat seseorang mampu menahan reaksi yang
bersifat negatif terhadap sesuatu dan mengarahkannya menjadi reaksi yang lebih positif.
MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
Semakin tinggi kemampuan kontrol diri seseorang, maka akan semakin rendah tingkat
agresiitasnya terhadap sesuatu, dan begitu pun sebaliknya.
1. Implementasi Sikap Kontrol Diri dalam Kehidupan Sebagai makhluk sosial,
interaksi antara satu individu dengan individu yang lain tentu saja akan berjalan
baik apabila dilandasi dengan nilai-nilai dan ajaran Islam. Sehingga dalam relasi
sosial antara satu individu degan individu yang lain, seorang mukmin harus
senantiasa mampu mengembangkan sikap kontrol diri agar senantiasa tercipta
suasana yang nyaman, aman, saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
Berikut ini adalah cara untuk menerapkan dan mengimplementasikan sikap kontrol
diri dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
a) Memikirkan risiko dan akibat dari setiap perbuatan Seorang mukmin yang baik,
akan senantiasa berikir dan mempertimbangkan akhir dari setiap perbuatannya.
Dengan menahan diri sejenak, berikir sebelum bertindak, menggunakan logika
dan akal sehat untuk memikirkan akibat dari setiap tindakannya, akan membuat
seorang mukmin terhindar dari perbuatan yang buruk.
b) Bersabar dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan Penerapan sikap
kontrol diri dalam kehidupan sehari-hari, dapat dilakukan dengan cara bersabar
dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Tergesa-gesa adalah salah
satu sifat setan, karena merupakan sifat gegabah, kurang berikir dan hati-hati
dalam bertindak. Sifat tergesa-gesa dan kurang sabar akan menghilangkan
ketenangan dan kewibawaan seseorang, mendekatkan pada keburukan dan sangat
dekat dengan penyesalan.
c) Memperbanyak zikir kepada Allah Swt. Salah satu amalan yang dianjurkan
untuk dilakukan setiap muslim secara rutin adalah memperbanyak zikir untuk
mengingat Allah Swt. Zikir adalah salah satu metode untuk meredam konlik
dalam jiwa setiap mukmin. Banyak manfaat yang dapat kita peroleh apabila kita
gemar berzikir yaitu semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt., menenangkan
jiwa, menambah pahala serta menyejukkan hati yang sedang gundah,
sebagaimana irman Allah Swt. dalam Q.S. ar-Ra’d/13:28
d) Berdoa memohon perlindungan kepada Allah Swt Salah satu implementasi dari
sikap kontrol diri bagi seorang mukmin adalah dengan berdoa memohon
kesabaran, ketabahan dan kekuatan kepada Allah Swt., supaya senantiasa
sanggup menerima dan menghadapi cobaan sesuai dengan kadar kekuatan
dengan cara- cara yang dibenarkan oleh syariat. Rasulullah Saw. mengajarkan
kepada umatnya agar senantiasa menahan amarah dan mengendalikan diri
ketika hati sedang bergejolak agar tidak hilang kendali. Adapun lafal dari doa
tersebut adalah: Artinya: “Yaa Allah, ampunilah dosaku, redamkanlah murka
hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan” Bacalah doa tersebut ketika
sedang merasa marah, agar tetap dalam lindungan Allah Swt. dan tidak
kehilangan kendali serta dijauhkan dari halhal buruk yang tidak pernah kita
inginkan.

2. Pentingnya Sikap Kontrol Diri dalam Kehidupan


Kontrol diri merupakan sikap, tindakan atau perilaku seseorang baik direncanakan
maupun spontan untuk mematuhi norma atau aturan yang berlaku di masyarakat.
Mengendalikan diri termasuk salah satu aspek yang sangat penting dalam
mengelola kecerdasan emosi (emotional quotient).

MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
Kontrol diri mutlak diperlukan dalam membangun harmonisasi dan
kehidupan sosial. Kontrol diri akan menuntun manusia untuk lebih bijaksana,
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
menempatkan seseorang pada posisi yang layak dihormati dan menjauhi tindakan-
tindakan agresif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Berikut ini
merupakan alasan pentingnya pengendalian diri bagi seorang muslim yaitu: a)
Menjaga kehormatan diri Seseorang dengan sense of dignity atau kepekaan
terhadap harga diri dan martabat dirinya yang rendah, biasanya juga memiliki
kontrol diri yang rendah. Seorang yang memiliki martabat yang tinggi, akan
menjaga dan mengendalikan setiap tutur kata, perilaku dan tindakannya agar tidak
menyakiti orang lain.
Dengan sendirinya, sikap tersebut akan melatih kita untuk menghormati
orang lain, dan sebaliknya orang lain pun akan menghormati kita. b) Terhindar dari
perilaku yang dapat merugikan orang lain Kontrol diri merupakan salah satu cara
dari dalam diri seseorang untuk menahan dan mengendalikan keinginan untuk
melakukan sesuatu yang dapat berakibat buruk bagi diri sendiri dan orang lain.
Seperti sifat serakah, tamak, rakus dan lain sebagainya. Apabila seseorang mampu
mengendalikan sifat-sifat tersebut, maka ia akan terhindar dari hal-hal yang
merugikan. c) Menyelesaikan segala persoalan dengan pikiran yang jernih Apabila
seorang muslim mampu mengendalikan diri dan mengelola emosi dengan baik,
maka ia akan terhindar dari perasaan stress, tertekan dan kesulitan untuk berikir
dengan jernih dan fokus.
Untuk itulah, pentingnya konsep pengendalian diri dalam kehidupan sehari-
hari, agar kita mampu mengelola kecerdasan emosional agar tidak mudah terbawa
perasaan dan mampu menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi seberat apa
pun dengan pikiran yang tenang dan jernih. d) Menjadi inspirasi dan teladan bagi
orang lain Seseorang dengan kontrol diri yang baik, biasanya akan memiliki emosi
yang stabil dalam situasi dan kondisi apa pun. Ia tetap akan mampu bersikap baik
kepada orang yang membencinya, tidak berlebihan dalam menyikapi kegagalan
maupun keberhasilannya, menerima dengan lapang dada apa pun yang dialaminya,
bersikap tenang meskipun berada di bawah tekanan, serta tidak keberatan untuk
meminta maaf terlebih dahulu kepada orang lain. Sifat seperti ini sangat sulit untuk
dilakukan oleh semua orang, sehingga apabila seseorang mampu melakukannya
dengan baik, maka hal tersebut tentu saja akan menjadi inspirasi dan teladan
bagi orang-orang di sekitarnya.
3. Contoh Perilaku Sikap Kontrol Diri dalam Kehidupan
Betapa pentingnya sikap kontrol diri dalam kehidupan sehari-hari apalagi dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Jika kita mampu mengontrol
diri dengan baik maka akan banyak sekali dampak positif yang kita peroleh, bukan
hanya dampak positif bagi kita sendiri, namun juga bagi orang lain di sekitar kita.
Berikut ini adalah contoh-contoh konkrit perilaku kontrol diri dalam kehidupan
sehari-hari. a. Dalam keluarga 1) Mengembangkan pola hidup sederhana,
menghindari sifat tabzir (boros) dan israf (berlebih-lebihan) 2) Tidak menciptakan
keributan dan pertengkaran dalam keluarga sehingga mengganggu ketenteraman
anggota keluarga yang lain 3) Patuh pada nasihat dan perintah orang tua, terutama
yang berhubungan dengan perintah agama b. Dalam masyarakat 1) Menghindari
konlik, menebarkan ukhuwah dan silaturahim dengan orang lain 2) Menghargai
perbedaan, toleran serta menghormati orang lain 3) Patuh dan tunduk pada norma
dan aturan yang berlaku di masyarakat, baik norma yang tertulis maupun adat
istiadat yang berlaku. c. Dalam lingkungan sekolah 1) Disiplin, patuh dan taat pada

MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
aturan serta PENDIDIKAN
tata tertib sekolah 2) Menghormati guru dan karyawan
sekolah serta
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
menghargai teman 3) Menjaga perilaku hidup sederhana tidak sombong dan tidak
gengsi dengan kehidupan dan kondisi serta kemampuan sendiri.

MGMPSMKN1PANJI2021
Halaman
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN

Menerapkan al-Kulliyatu al-Khamsah dalam

9 Kehidupan Sehari-hari

A. KOMPONEN INTI
Tujuan 1. Melalui model pembelajaran jigsaw learning, peserta didik
Pembelajaran dapat menganalisis pengertian dan urutan al-kulliyatu al-
khamsah, sehingga dapat mempengaruhi sikap dalam
memecahkan masa’il al-diniyah (masalah-masalah keagamaan)
dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial di masyarakat.
2. Melalui model pembelajaran inquiry learning, peserta didik
dapat menganalisis macam-macam dan penerapan al-
kulliyatu al-
khamsah, sehingga dapat mempengaruhi sikap dalam
memecahkan masa’il aldiniyah (masalah-masalah keagamaan)
dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial di masyarakat.
3. Melalui model pembelajaran berbasis produk, peserta didik
dapat menyajikan paparan tentang al-kulliyatu al-khamsah,
sehingga dapat mempengaruhi sikap dalam memecahkan
masa’il al- diniyah (masalahmasalah keagamaan) dan
menumbuhkan sikap kepekaan sosial di masyarakat.
Pemahaman Al-Kulliyatu al-Khamsah, hifzhu al-din, hifzhu alnafs, hifzhu al-
bermakna ‘aql, hifzhu al-nasl, hifzhu al-mal
Pemantik 1. Kegiatan awal, peserta didik mengamati gambar ilustrasi terkait
materi, dan infograis. Tampilan menarik infograis akan
menumbuhkan rasa ingin tahu dan memotivasi untuk
mempelajari materi pelajaran.
2. Kegiatan selanjutnya peserta didik diminta mencermati gambar
terkait materi dan menuliskan komentar atau pesan moral yang
terkandung dalam gambar tersebut (aktivitas 9.1).
• Gambar 9.2 mengandung pesan bahwa minuman keras
dapat merusak akal manusia, sehingga dilarang oleh
agama
• Gambar 9.3 mengandung pesan bahwa pergaulan bebas
dapat merusak keturunan.
• Gambar 9.4 mengandung pesan bahwa Islam melarang
pencurian dapat merampas harta benda milik orang lain.
• Gambar 9.5 mengandung pesan bahwa korupsi
merupakan dosa besar, meskipun uang hasil korupsi
disedekahkan namun tidak dapat menghapus dosa
korupsi.
3. Dilanjutkan dengan membaca dan mencermati kisah inspiratif
agar peserta didik dapat mengambil hikmah dan nilai-nilai
keteladanan dari kisah tersebut (aktivitas 9.2). Guru
memberikan
penguatan terhadap nilai keteladanan dalam kisah tersebut,
diantaranya bahwa sosok pemimpin yang arif, tegas, dan
bersikap bijak dalam mengambil keputusan. Selain itu, seorang
pemimpin harus mampu tampil sebagai teladan dalam menjalan
ajaran Islam, terutama dalam menerapkan al-kulliyatu al-
khamsah.
Persiapan 10 menit
pembelajaran Pendidik mengumumkan di grup kelas mengenai pembelajaran
Pertemuan Ke- 1 ( 3 x 45 menit)

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
Kegiatan A. Kegiatan Awal
pembelajaran 1) Mempersiapkan alat peraga/media/bahan berupa laptop,
LCD projector, speaker active, laptop, Multimedia
Pembelajaran Interaktif (MPI), handphone, kamera, kertas
karton, spidol warna atau media lain.
2) Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta
peserta didik untuk berdoa bersama-sama, tadarus Al-
Qur`an, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa
kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta
didik.
3) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan
yang terkait dengan materi pelajaran, menyampaikan
cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang
akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian. d)
Mengkondisikan peserta didik agar duduk sesuai
kelompoknya masing-masing.

B. Kegiatan Inti
1) Guru meminta peserta didik untuk mengamati infograis.
Infograis tersebut berisi materi tentang meneladani peran
ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia.
2) Guru memberikan informasi tambahan untuk memperkuat
pemahaman peserta didik terhadap infograis tersebut.
3) Guru meminta peserta didik untuk mengamati gambar
(tadabur) dan menuliskan pesan-pesan moral pada setiap
gambar.
4) Guru meminta peserta didik untuk membaca kisah
inspiratif terkait dengan materi pelajaran, yakni kisah
berjudul “wabah penyakit”.
5) Peserta didik diminta menuliskan nilai-nilai keteladanan
dari kisah inspiratif tersebut di buku masing-masing.
6) Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk mulai
membahas materi pelajaran dan aktivitas-aktivitas di
dalamnya pada rubrik “Wawasan Keislaman”. Pada bab 9
ini digunakan tiga (3) metode pembelajaran yang dibagi
untuk 3 pekan atau 9 jam pelajaran, yaitu:
❖ Pertemuan Pertama
Menggunakan model pembelajaran jigsaw learning.
Langkah-langkah model pembelajaran jigsaw learning pada
materi ini adalah sebagai berikut:
a. Guru membagi segmen materi menjadi lima, yakni hifzhu
al-din, hifzhu al-nafs, hifzhu al-‘aql, hifzhu al-nasl, hifzhu
al-mal. Cakupan materi meliputi pengertian dan urutan al-
kulliyatu al-khamsah.
b. Peserta didik membentuk kelompok sesuai dengan jumlah
segmen materi.
c. Setiap anggota kelompok memiliki tugas untuk membaca
dan memahami materi yang berbeda-beda.
d. Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok
lain sesuai dengan tugas yang harus diselesaikan untuk
menyampaikan materi yang sudah dipelajari di kelompok
awal.
e. Setelah masing-masing kelompok menyelesaikan tugas,
maka masing-masing anggota kelompok kembali ke

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
kelompok awal. Masing-masing anggota kelompok dapat
mengajukan pertanyaan jika diperlukan.
f. Guru menyampaikan beberapa pertanyaan kepada peserta
didik untuk mengecek pemahaman mereka terkait materi.

❖ Pertemuan Kedua
Menggunakan model pembelajaran inquiry learning.
Langkah-langkah model pembelajaran berbasis inkuri
adalah:
a. Guru menciptakan suasana kondusif selama proses
pembelajaran.
b. Guru menjelaskan ruang lingkup materi dan tujuan
pembelajaran.
c. Guru memberikan permasalahan terkait macam-macam
dan penerapan al-kulliyatu al-khamsah.
d. Guru meminta peserta didik merumuskan masalah terkait
macammacam dan penerapan al-kulliyatu al-khamsah.
e. Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan
masalah.
f. Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data dan
informasi dari literatur yang ada untuk menjawab
rumusan masalah.
g. Peserta didik melakukan analisa perbandingan isi masing-
masing litertur tersebut.
h. Peserta didik mempresentasikan di depan kelas dan secara
bersama-sama menyimpulkan hasil temuan yang
diperoleh.

❖ Pertemuan Ketiga
Menggunaan model pembelajaran berbasis produk
Langkah-langkah model pembelajaran berbasis produk adalah:
a. Guru mengajukan pertanyaan pengertian dan macam-
macam alkulliyatu al-khamsah.
b. Guru bersama peserta didik merancang untuk membuat dan
mempresentasikan paparan terkait materi.
c. Menyusun jadwal yang berisi target waktu penyelesaikan
pembuatan paparan berbasis digital.
d. Guru memantau aktivitas peserta didik dan kemajuan hasil
produk.
e. Menilai hasil produk untuk mengukur ketercapaian kriteria
ketuntasan minimal.
f. Mengevaluasi pengalaman saat merancang dan membuat
produk
g. Guru bersama-sama peserta didik melakukan releksi.
h. Guru meminta peserta didik untuk membaca rangkuman
yang berisi poin-poin penting materi.

C. KEGIATAN PENUTUP

1. Pendidik mengevaluasi efektivitas dan keaktifan masing-


masing peserta didik.
2. Peserta didik dapat menanyakan hal yang tidak dipahami pada
pendidik.
3. Peserta didik mengomunikasikan kendala yang dihadapi

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
selama mengerjakan.
4. Peserta didik menerima apresiasi dan motivasi dari Guru

C. ASESMEN (PENILAIAN)

1. PENILAIAN SIKAP
a. Penilaian sikap berupa observasi yang berasal dari catatan peserta didik tentang
pernah dilakukan sebagai bentuk penerapan al-kulliyatu alkhamsah dalam
kehidupan sehari-hari.
b. Kemudian peserta didik diminta mengisi lembar penilaian diri dengan cara
membubuhkan tanda centang (√ ) pada kolom yang sesuai. Apabila peserta didik
belum menunjukkan sikap yang diharapkan maka dapat ditindaklanjuti dengan
melakukan pembinaan, baik oleh guru, wali kelas maupun guru BK.

No Pertanyaan Jawaban Alasan


SS S R TS STS
1 Setelah mempelajari materi ini,
telah tumbuh kesadaran dalam diri
saya untuk selalu melaksanakan
salat lima waktu dan perintah
agama lainnya
2 Diri saya telah dididik untuk
berusaha menghargai hak-hak orang
lain
3 Saya termotivasi untuk
memperbanyak bacaan tentang
Islam rahmatan lil’alamin
4 Tumbuh keinginan untuk membantu
meringankan beban kaum duafa,
fakir dan miskin
5 Diri saya dididik untuk menghindari
perbuatan maksiat
SS (sangat setuju); S (setuju); R (ragu-ragu); TS (tidak setuju); STS (sangat tidak setuju)

2. PENILAIAN PENGETAHUAN
Peserta didik diminta mengerjakan 5 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian.

I. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E pada jawaban


yang paling tepat!

1. Islam adalah agama universal yang syariatnya mudah dilaksanakan oleh


umatnya. Tujuan utama syariat Islam adalah menolak kemudaratan. Berikut ini
yang termasuk kategori menolak kemudaratan adalah ….

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
a. Mengharamkan riba dan penipuan
b. Kewajiban puasa di bulan ramadhan
c. Salat sunah tahajud pada malam hari
d. Anjuran menuntut ilmu
e. Perintah menyantuni fakir miskin

2. Perhatikan irman Allah Swt. dalam Q.S. az-Zariyat/51: 56 berikut ini

Ayat tersebut menegaskan bahwa tugas manusia adalah beribadah kepada Allah
Swt. Oleh karena itu diperlukan sarana agar dapat beribadah sesuai aturan
syariat. Dalam hal ini al-kulliyattu al-khamsah yang paling dekat kaitannya
dengan ibadah yaitu ….
a. Hifzhu al-nafs
b. Hifzhu al-din
c. Hifzhu al-nasl
d. Hifzhu al-mal
e. Hifzhu al-‘aql

3. Tidak ada paksaan dalam memilih agama sesuai keyakinannya masingmasing.


Hal ini merupakan contoh penerapan dari salah satu al-kulliyatu al-khamsah.
Dampak postif dari kebebasan beragama adalah sebagai berikut, kecuali ….

a. Tumbuhnya rasa persatuan dan kesatuan


b. Terciptanya suasana damai di masyarakat
c. Terwujudnya keharmonisan dalam kehidupan
d. Menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat
e. terwujudnya kenyamanan dalam beribadah

5. Perhatikan narasi berkut ini! Pada saat haji wada’, Rasulullah Saw. berkata:
“Sesungguhnya darahmu, harta bendamu, dan kehormatanmu adalah suci atas
kamu seperti sucinya hari (hajimu) ini, dalam bulanmu (bulan Zulhijah) ini dan
di negerimu (tanah suci) ini.” Perkataan Rasulullah Saw. tersebut merupakan
contoh nyata komitmen Islam dalam menjaga ….
a. Agama
b. Keturunan
c. Akal
d. Harta
e. Jiwa

6. Perhatikan narasi berikut ini! Tingginya perhatian Islam untuk menjaga jiwa
manusia (al-nafs) dapat dilihat dari diterapkannya hukuman qisas. Adanya
ancaman hukuman mati ini, seharusnya menjadikan siapa pun (individu,
masyarakat, bahkan negara) harus berpikir ribuan kali untuk melakukan
tindakan penghilangan nyawa manusia tanpa sebab yang dibenarkan oleh
Islam. Hikmah dari pelakasanaan hukuman qisas yaitu ….
a. Penerapan qisas merupakan upaya melindungi nyawa manusia
b. Hukuman qisas akan menjadikan islam semakin ditakuti
c. Semakin banyak orang yang tak mau mendekati agama islam
d. Qisas merupakan hasil kesepakatan para mujtahid

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
e. Memperlebar permusuhan dengan para pembenci Islam

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!

1. Perhatikan narasi berikut ini! Tujuan disyariatkannya hukum Islam (maqashid al-
syari’ah) adalah terwujudnya kemaslahatan kehidupan manusia, mewujudkan
kebaikan, menghindarkan kesulitan, dan menolak mudarat. Jelaskan dampak
negatif jika maqashid al-syari’ah tidak terwujud!
2. Aspek hukum yang terkait dengan muamalah dikembangkan oleh para mujtahid
dan mengaitkannya dengan maqashid al-syariah. Prinsip-prinsip itulah yang
dikenal dengan al-kulliyatu al-khamsah. Cara menjaga lima prinsip dasar hukum
Islam dapat dilakukan dengan dua cara. Sebutkan dan jelaskan!
3. Urutan dan stratiikasi al-kulliyatu al-khamsah merupakan hasil ijtihad para ulama.
Artinya urutan al-kulliyatu al-khamsah disusun berdasarkan pemahaman para
mujtahid terhadap dalil Al-Qur`an dan hadis. Jelaskan urutan yang paling banyak
disepakati oleh mayoritas ulama ikih maupun ushul iqih!
4. Agama menjadi satu-satunya alasan Allah Swt. menciptakan alam semesta beserta
isinya. Agama juga merupakan inti sari kehidupan yang sedang berjalan di alam
ini. Mengapa hifzhu al-din lebih diutamakan daripada lainnya?
5. Perhatikan irman Allah Swt. dalam Q.S. al-Maidah/5: 32 berikut ini!

Jelaskan kaitan ayat tersebut dengan hifzhu al-nafs!

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
KUNCI JAWABAN
I. Pilihan Ganda
NO KUNCI SKOR
1 A 1
2 B 1
3 D 1
4 E 1
5 A 1
Max Score 5

II. Uraian
No Kunci Jawaban Skor
1 Dampak negatif jika maqashid al-syari’ah tidak terwujud: - 1--4
Munculnya ketimpangan dalam kehidupan beragama - Kekacauan
kehidupan sosial bermasyarakat - Dilanda rasa gelisah dan khawatir -
Muncul ketidakadilan dan konlik sosial
2 Cara menjaga lima prinsip dasar hukum Islam dapat dilakukan dengan 1--4
dua cara: a) min nahiyati al-wujud, yaitu dengan cara memelihara dan
menjaga sesuatu yang dapat mempertahankan keberadaannya b) min
nahiyati al-‘adam, yaitu dengan cara mencegah sesuatu yang
menyebabkan ketiadaannya..
3 Urutan al-kulliyatu al-khamsah yang paling banyak disepakati oleh 1--4
mayoritas ulama ikih maupun ushul ikih adalah: 1) al-din (agama) 2)
al-nafs (jiwa) 3) al-‘aql (akal) 4) al-nasl (keturunan) 5) al-mal (harta)
4 Alur logika mengapa hifzhu al-din lebih diutamakan daripada lainnya 1--4
adalah sebagai berikut: kehidupan akhirat adalah kehidupan yang
abadi, lebih utama dari kehidupan dunia. Untuk apa hidup sejahtera,
memiliki keturunan yang banyak dan baik, hidup serba kecukupan
kalau akhirnya masuk ke neraka
5 Ayat di atas berisi larangan membunuh (menghilangkan nyawa orang 1—4
lain). Setelah menjaga agama (hifzhu al-din), kewajiban selanjutnya
adalah menjaga jiwa (hifzhu al-nafs) atau keberlangsungan hidup
manusia. Islam memberi peringatan yang sangat tegas terhadap semua
perbuatan yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
Max Score 20

Kriteria skor:
1. Jika mampu menjawab namun sangat tidak sesuai dengan jawaban yang benar
2. Jika mampu menjawab namun masih ada lebih dari dua kesalahan dari jawaban yang
benar
3. Jika mampu menjawab namun masih ada satu kesalahan dari jawaban yang benar
4. Jika mampu menjawab sesuai dengan jawaban yang benar Nilai akhir yang diperoleh
peserta didik merupakan akumulasi perolehan nilai pilihan ganda dan uraian dibagi
25 dikali 100, yakni:
(Skor pilihan ganda + Skor uraian) /25 X 100 =

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
3. Penilaian Ketrampilan
A. Peserta didik membuat paparan berbasis digital terkait materi. Kemudian
mempresentasikannya di depan kelas. Contoh rubrik penilaian produk:

Nama kelompok :
Anggota :
Kelas :
Nama produk :
No ASPEK Score
1 2 3 4 5
1 Perencanaan
a. persiapan
b. jenis produk
2 Proses pembuatan
a. penggunaan alat dan bahan
b. teknik pengolahan
c. kerjasama kelompok
3 Tahap akhir
a. Publikasi
b. Inovasi

Keterangan penilaian:
PERENCANAAN
Skor KETERANGAN
1 Sangat tidak baik, tidak ada kolaborasi dalam kelompok tetapi tidak ada
penentuan jenis produk sesuai tema
2 Tidak baik, ada kolaborasi dalam kelompok tetapi tidak ada penentuan jenis
produk sesuai tema
3 Cukup baik, ada kolaborasi dalam kelompok tetapi tidak diikuti semua
anggota kelompok dan ada penentuan jenis produk sesuai tema
4 Baik, ada kolaborasi tetapi tidak diikuti semua anggota kelompk dan ada
penentuan jenis produk sesuai tema
5 Sangat baik, ada kolaborasi antar semua anggota kelompok dan ada
penentuan jenis produk sesuai tema
PROSES PEMBUATAN
Skor KETERANGAN
1 Sangat tidak baik, tidak ada alat dan bahan dan tidak mampu menguasai
teknik pengolahan dan tidak ada kerjasama kelompok
2 Tidak baik, ada alat dan bahan dan tidak mampu menguasai teknik
pengolahan dan tidak ada kerjasama kelompok
3 Cukup baik, ada alat dan bahan dan mampu menguasai teknik pengolahan
dan tidak ada kerjasama kelompok
4 Baik, ada alat dan bahan dan tetapi mampu menguasai teknik pengolahan
dan ada beberapa kerjasama kelompok
5 Sangat baik, ada alat dan bahan dan mampu menguasai teknik pengolahan
dan ada kerjasama kelompok
PROSES AKHIR
Skor KETERANGAN
1 Cukup baik, ada produk, bentuk publikasi kurang sesuai tema, dan belum
ada inovas
2 Tidak baik, ada produk tetapi belum selesai
3 Cukup baik, ada produk, bentuk publikasi kurang sesuai tema, dan belum
ada

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
inovasi
4 Baik, ada produk, bentuk publikasi sesuai tema, belum ada inovasi
5 Sangat baik, ada produk, bentuk publikasi sesuai tema, dan ada inovasi
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor perolehan : Skor tertinggi X 100 =

Kegiatan Tindak Lanjut (REMIDIAL)


a. Remedial/Perbaikan Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar
berdasarkan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti
kegiatan remedial. Kegiatan remedial dilakukan pada waktu tertentu sesuai
perencanaan penilaian.

b. Pengayaan Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria
ketuntasan minimal yang ditetapkan dapat mengikuti kegiatan pengayaan berupa
pendalaman materi. Kegiatan pengayaan dilakukan pada waktu tertentu sesuai
perencanaan penilaian.

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
MATERI

1. Pengertian al-Kulliyatul al-Khamsah


Kata al-kulliyatul al-khamsah, terdiri dari dua kata yaitu al-kulliyatu dan al-
khamsah. Al-kulliyatu artinya prinsip dasar, sedangkan al-khamsah berarti lima, jadi al-
kulliyatu al-khamsah berarti lima prinsip dasar hukum Islam. Dalam istilah ushul iqih,
kata al-kulliyatu al-khamsah sering disebut dengan maqashid al-khamsah (lima tujuan)
dan al-dharuriyyat al-khamsah (lima kepentingan yang vital). Maka dapat disimpulkan
bahwa al-kulliyatu alkhamsah berarti lima prinsip dasar hukum Islam yang bertujuan
mewujudkan kemaslahatan (al-maslahat), dan apabila hal ini tidak ada maka akan
muncul kerusakan (mafsadat). Lima prinsip dasar hukum Islam yaitu menjaga agama
(hifzhu al- din), menjaga jiwa (hifzhu al-nafs), menjaga akal (hifzhu al-‘Aql), menjaga
keturunan (hifzhu al-nasl), dan menjaga harta (hifzhu al-mal). Sumber utama dan pokok
agama Islam adalah Al-Qur`an yang berisi akidah, ibadah, dan akhlak.
Sebagai sumber ajaran Islam, Al-Qur`an tidak menjabarkan hukum dan aturan-
aturan di dalamnya secara rinci terutama yang berkaitan dengan ibadah dan muamalah.
Hanya 368 ayat yang terkait dengan aspek hukum. Hal ini berarti bahwa sebagian besar
permasalahan yang terkait dengan hukum Islam dalam Al-Qur`an hanya diberikan dasar
dan prinsipnya saja. Adanya ayat-ayat yang ijmali (global), maka Rasulullah Saw.
menjelaskannya melalui hadis, baik qauli, i’li maupun taqriri. Berdasarkan kedua sumber
hukum Islam tersebut (Al-Qur`an dan hadis), maka aspek hukum yang terkait dengan
muamalah dikembangkan oleh para mujtahid di antaranya Imam Syatibi yang mencoba
merinci prinsip-prinsip di dalamnya dan mengaitkannya dengan maqashid al-syariah.
Prinsip-prinsip itulah yang dikenal dengan al-kulliyatu al-khamsah.

2. Urutan al-Kulliyatu al-Khamsah


Urutan dan stratiikasi al-kulliyatu al-khamsah merupakan hasil ijtihad para ulama.
Artinya urutan al-kulliyatu al-khamsah disusun berdasarkan pemahaman para mujtahid
terhadap dalil Al-Qur`an dan hadis. Para ahli ushul iqih tidak pernah menyepakati urutan
kelima prinsip dasar tersebut. Imam al-Ghazali berpendapat bahwa urutan al-kulliyatu al-
khamsah adalah al-din (agama), al-nafs (jiwa), al-‘aql (akal), al-nasl (keturunan) dan al-
mal (harta). Urutan yang dikemukakan oleh Imam Ghazali inilah yang paling banyak
disepakati oleh mayoritas ulama ikih maupun ushul iqih. Jumhur ulama’ berpendapat
bahwa urutan al-kulliyatu al-khamsah adalah al-din (agama), al-nafs (jiwa), al-‘aql (akal),
al-nasl (keturunan) dan al-mal (harta).

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN

Menjaga agama (al-din) harus lebih diutamakan daripada menjaga lainnya,


menjaga jiwa (al-nafs) harus lebih diutamakan daripada akal (al-‘aql) dan keturunan (al-
nasl), demikian seterusnya.

Macam-Macam al-Kulliyatu al-Khamsah Berikut ini akan dijelaskan al-kulliyatu


al-khamsah a) Menjaga agama (hifzhu al-din) Agama merupakan pokok dari segala alasan
mengapa manusia hidup di dunia ini. Oleh karenanya, menjaga agama lebih diutamakan
sebelum menjaga hal-hal lain. Allah Swt. berirman dalam Q.S. az-Zariyat/51: 56
Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka
beribadah kepada-Ku.” (Q.S. az-Zariyat/51: 56)

Agama juga menjadi satu-satunya alasan Allah Swt. menciptakan alam semesta
beserta isinya. Agama juga merupakan inti sari kehidupan yang sedang berjalan di alam
ini. Alur logika mengapa hifzhu al-din lebih diutamakan daripada lainnya adalah sebagai
berikut: untuk apa hidup sejahtera, memiliki keturunan yang banyak dan baik, hidup serba
kecukupan kalau akhirnya masuk ke neraka. Padahal kehidupan di akhirat adalah
kehidupan yang abadi. Contoh penerapan dalam hukum Islam misalnya disyariatkannya
jihad i sabilillah di medan untuk memerangi kaum kair yang memusuhi umat Islam. Jihad
i sabilillah tidak dimaksudkan untuk menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan, tetapi
untuk mewujudkan kemaslahatan manusia. Jihad i sabilillah menunjukkan bahwa
maslahat yang dihasilkan oleh hifzhu alnafs berdampak pada hifzhu al-din. Demikian
juga sebaliknya, maslahat yang dihasilkan oleh hifzhu al-din berdampak pada hifzhu
al-nafs. Contoh lainnya, kebebasan memilih agama dan kepercayaan bagi seluruh warga
masyarakat. Tidak ada paksaan dalam memilih agama sesuai keyakinannya masing-
masing. Beragama merupakan hak asasi umat manusia yang harus dipenuhi. Allah Swt.
telah menegaskan agar tetap menegakkan agama, sebagaimana irmanNya dalam Q.S. asy-
Syura/42: 13

Artinya: “Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah


diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu
(Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa
yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu
berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk
mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang
Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya
bagi orang yang kembali (kepada-Nya).” (Q.S. asy-Syura/42: 13).

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
Alasan mengapa agama harus dipelihara karena agama merupakan kumpulan
akidah, ibadah, dan muamalah untuk mengatur hubungan antara manusia dengan Sang
Khalik dan hubungan antar sesama manusia. Untuk mewujudkannya, Allah Swt.
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
mewajibkan setiap muslim untuk melaksanakan lima rukun Islam, yaitu membaca dua
kalimat syahadat, salat lima waktu, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan berhaji bagi
yang mampu. Allah Swt. juga memerintahkan agar berdakwah dengan hikmah dan
maui’dhah hasanah (nasihat yang baik).

Sebagai bentuk hifzhu al-din, Islam mengajarkan untuk menghormati agama orang
lain. Orang-orang non-Islam dibagi menjadi dua, yakni dzimmi (non-Islam yang hidup
berdampingan dan dalam perlindungan Islam), harbi (non-Islam yang secara terbuka
memusuhi Islam). Terhadap dzimmi, tidak ada perbedaan perlakuan yang ekstrim pada
bidang sosial dan kemanusiaan dengan umat Islam pada umumnya. Bahkan dalam sebuah
hadis Rasulullah Saw. menjamin hak-hak kemanusiaan dan sosial kelompok dzimmi.
Ketika sahabat Ali bin Abi halib r.a. menjadi khalifah, terjadi sebuah peristiwa
pembunuhan dzimmi yang dilakukan oleh seorang muslim. Kemudian khalifah Ali bin
Abi halib r.a. memutuskan untuk menghukum mati pelaku pembunuhan tersebut. Tetapi
dari pihak keluarga dzimmi menyatakan bahwa ia telah memberikan maaf. Khalifah Ali
bin Abi halib r.a. merasa tidak puas dan khawatir adanya ancaman dari pelaku kepada
dzimmi. Kemudian pihak keluarga dzimmi benar-benar meminta pengampunan dengan
memberikan informasi bahwa dirinya telah menerima uang diyat dari pelaku dan
mengatakan bahwa saudaranya tidak mungkin bisa hidup kembali jika nanti sudah
dieksekusi mati. Setelah mengetahui hal ini, Ali bin Abi halib r.a. menyetujui dan
mengatakan: “barang siapa termasuk orang dzimmi yang ada dalam perlindunganku,
maka darahnya sesuci darahku dan hartanya tidak dapat diganggu gugat seperti halnya
harta benda saya sendiri”. Sementara terhadap kelompok harbi, Islam bersikap keras
apabila mereka secara terang-terangan memusuhi Islam. Hal ini sebagaimana irman Allah
Swt. dalam Q.S. al-Fath/48: 29.

Artinya: “Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama


dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kair, tetapi berkasih sayang
sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah
dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud.

Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat


mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya,
kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya;
tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kair (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah
menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara
mereka, ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. al-Fath/48: 29) b) Menjaga Jiwa (al-nafs)
Setelah menjaga agama (hifzhu al-din), kewajiban selanjutnya adalah menjaga jiwa atau
keberlangsungan hidup manusia. Islam memberi peringatan yang sangat tegas terhadap
semua perbuatan yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Perhatikan irman
Allah Swt. dalam Q.S. alMaidah/5:32

Artinya: “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa
barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau
bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua
manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia
telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang
kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian
banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.” (Q.S. al-Maidah/5: 32)

Islam melindungi hak hidup manusia, bahkan terhadap janin dalam perut seorang
ibu. Seorang ibu hamil yang meninggalkan dunia, sementara bayi masih ada di perut,

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
maka boleh dilakukan operasi bedah demi menyelamatkan nyawa bayi tersebut. Menjaga
nyawa
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
juga dijadikan alasan diberlakukannya hukum qisas terhadap setiap perbuatan pidana
yang mencederai tubuh orang lain. Ini menjadi bukti bahwa nyawa jauh lebih penting dari
yang lain. Termasuk dari menjaga jiwa (al-nafs) adalah merawat kesehatan badan dan
ruhani manusia. Sebab, dengan kesehatan yang prima akan dapat melaksanakan ibadah
dan tugas harian dengan baik. Komitmen Islam dalam melindungi jiwa, dapat dilihat pada
saat haji wada’. Pada saat haji wada’, Rasulullah Saw. banyak memberikan perhatian
terhadap pentingnya menjaga jiwa manusia. Buktinya, Rasulullah Saw. berkata:
“sesungguhnya darahmu, harta bendamu, dan kehormatanmu adalah suci atas kamu
seperti sucinya hari (hajimu) ini, dalam bulanmu (bulan Zulhijah) ini dan di negerimu
(tanah suci) ini.” Saat itu, Rasulullah Saw. juga berpidato: “Wahai manusia ingatlah
Allah, berkenaan dengan agamamu dan amanatmu, ingatlah Allah berkenaan dengan yang
dikuasai di tangan kananmu (budak, buruh, dan lainnya). Berilah mereka makan
sebagaimana yang kamu makan, dan berilah pakaian sebagaimana yang kamu kenakan,
janganlah kamu bebani mereka dengan beban yang mereka tidak mampu memikulnya,
sebab mereka adalah daging, darah, dan makhluk seperti kamu, ketahuilah bahwa orang
yang bertindak zalim kepada mereka, maka akulah musuhnya kelak di hari kiamat dan
Allah adalah hakim mereka.“ Sesekali di tengah-Btengah pidato, Rasulullah Saw.
bertanya kepada seluruh yang hadir, “bukankah aku telah sampaikan (pesan-pesan) ini?”,
semua menjawab: “benar, engkau telah sampaikan.”

Tingginya perhatian Islam untuk menjaga jiwa manusia (al-nafs) dapat dilihat dari
diterapkannya hukuman qisas. Penerapan qisas harus dipahami sebagai upaya melindungi
nyawa manusia, bukan sebaliknya sebagai upaya penghilangan nyawa manusia. Adanya
ancaman hukuman mati ini, seharusnya menjadikan siapa pun (individu, masyarakat,
bahkan negara) harus berpikir ribuan kali untuk melakukan tindakan penghilangan nyawa
manusia tanpa sebab yang dibenarkan oleh Islam. Perlu juga dipahami bahwa segala
upaya, proses, tindakan atau bahkan kebijakan politik yang menyebabkan (secara
langsung atau tidak) hilangnya nyawa seseorang atau kelompok masyarakat juga
dikategorikan sebagai bentuk penghilangan nyawa manusia. Termasuk dalam kategori
hifzhu al-nafs yaitu terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Islam sangat
tegas mendukung segala upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Secara
tegas, Al-Qur`an menyatakan bahwa di dalam harta seseorang terdapat hak bagi orang
lain yang tidak mampu. Hal ini sesuai irman Allah Swt. dalam Q.S. az-Zariyat/51: 19

Artinya: “Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang
meminta dan orang miskin yang tidak meminta.” (Q.S. az-Zariyat/51: 19)

Ini merupakan kewajiban, baik secara individu maupun kolektif untuk membantu
kaum duafa dalam memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu Islam menganjurkan
umatnya untuk menolong orang-orang miskin melalui zakat, infaq, sedekah dan bantuan
lainnya. Perlu diingat bahwa semua harta yang dimiliki oleh seseorang merupakan titipan
Allah Swt. yang harus dipergunakan sesuai kehendak-Nya, termasuk untuk membantu
saudara muslim yang membutuhkan.

Menjaga Akal (hifzhu al-‘Aql) Setelah hifzhu al-din (menjaga agama) dan hifzhu
al-nafs (menjaga jiwa), selanjutnya yaitu menjaga akal (hifzhu al-’aql). Akal merupakan
karunia agung dari Allah Swt. Akal itulah yang membedakan manusia dengan hewan atau
pun makhluk lainnya. Oleh karena itu Allah Swt. memerintahkan agar menjaganya dan
menggunakan akal untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Supaya akal tersebut terjaga,
maka Allah Swt. melarang keras segala sesuatu yang dapat melemahkan dan merusak akal
pikiran. Langkah yang tepat dan efektif untuk menjaga akal dapat dilakukan sejak masa
kanak-kanak. Pada masa inilah nilai-nilai kebaikan sangat mudah masuk ke dalam hati
dan pikiran hingga menjadi kebiasaan. Hifzhu al-’aql juga dilakukan dengan cara menjaga

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
akal pikiran agar dapat digunakan untuk berpikir. Oleh karena itu, akal harus dibekali
dengan
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
ilmu yang cukup, terutama ilmu agama. Sekaligus menghindari perbuatan yang dapat
merusak akal, misalnya meminum khamr, menonton tayangan yang berbau maksiat atau
tayangan lain dapat merusak daya pikir manusia. Lebih dari itu, perilaku yang dapat
merusak daya nalar sehat dan logis juga harus dijauhi, seperti perbuatan syirik dan
tahayul. Akal yang sehat dan tidak tercemar dengan pikiran-pikiran kotor akan sangat
mudah memberi manfaat untuk kemaslahatan umat. Salah satu kemaslahatan yang dapat
disebabkan oleh sehatnya tersebut adalah dapat memberikan masukan atau kritikan
dengan cara yang santun terhadap suatu kebijakan. Pada saat Abu Bakar as-Shiddiq r.a
menjabat sebagai khalifah, beliau berpidato: “bantulah aku jika aku benar, dan jika aku
salah maka luruskanlah aku”. Karenanya rakyat tak segan untuk mengkritik kebijakan
negara dan memberikan pendapat kepada Abu Bakar r.a. Bahkan Abu Bakar as-Shiddiq
r.a. sering mengundang para sahabat dan masyarakat untuk meminta masukan dan kritik
terkait kebijakan negara, dan kepemimpinannya. Alhasil mereka tak segan memberikan
kritik dan masukan kepada Abu Bakar as-Shiddiq r.a. Setiap muslim memiliki kebebasan
berpikir dan berpendapat demi terciptanya maslahat

Menjaga Keturunan (hifzhu al-nasl) Salah satu tujuan agama adalah untuk
memelihara keturunan. Syariat perkawinan dengan berbagai syarat, rukun dan
ketentuannya merupakan salah satu cara menjaga keturunan. Oleh karena itu Islam
melarang perzinaan dan menganjurkan pernikahan. Nabi Muhammad Saw.
memerintahkan untuk menikah, sebagaimana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh
al-Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud r.a., ia berkata: ’kami bersama Nabi Saw. sebagai
pemuda yang tidak mempunyai apa-apa, lalu beliau bersabda kepada kami:

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah,


maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan
lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka
hendaklah ia berpuasa, karena puasa dapat menekan syahwatnya.” (HR.
Bukhari).

Allah Swt. menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa yang berasal dari
satu keturunan agar mereka saling mengenal. Perhatikan Q.S. alHujurat/49: 13 berikut ini:

Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-
bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling
mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh,
Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.” (Q.S. al-Hujurat/49: 13)

Berdasarkan ayat di atas, pengelompokkan manusia atas dasar keturunan


diperbolehkan oleh agama selama tidak menimbulkan mudarat. Pengelompokkan manusia
berdasarkan keturunan juga tampak pada Piagam Madinah yang diprakarsai oleh
Rasulullah Saw. Piagam Madinah merupakan sebuah kesepakatan yang mengikat
masyarakat Madinah untuk bersama-sama menjaga Madinah dari serangan musuh.
Masyarakat Madinah ketika itu dikelompokkan berdasarkan suku-suku tertentu, dan yang

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
nonIslam dipersatukan dalam rangka membela kota Madinah. Pola hubungan antar suku
dan masyarakat yang diatur dalam Piagam Madinah dilakukan untuk menjaga
keberlangsungan keturunan. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu ciri masyarakat
Arab adalah memiliki egoisme yang besar terhadap sukunya.
Terkait dengan menjaga keturunan (hifzhu al-nasl) juga terlihat pada saat
Rasulullah Saw. berdakwah di Makkah, beliau mendapatkan hinaan dan itnah dari kaum
kair Qurays. Keluarga besar beliau tampil sebagai pembela untuk menyelamatkan
Rasulullah Saw. Hal ini menjadi bukti bahwa menjaga keberlangsungan keturunan
sangatlah penting dalam kehidupan. Selain itu, pentingnya menjaga keturunan juga
bertujuan untuk melestarikan kehidupan manusia di bumi.

Oleh karena itu, manusia harus memiliki generasi penerus untuk melanjutkan
perjuangan dan cita-cita para pendahulu. Atas dasar inilah Islam menganjurkan umatnya
untuk menikah. Sebab, menikah merupakan satu-satunya jalan untuk melahirkan
keturunan yang sah. Setelah lahir keturunan, Islam mewajibkan orang tua untuk menjaga,
merawat dan mendidik mereka dengan sebaikbaiknya. Bagi anak yatim, Islam
mewajibkan masyarakat muslim untuk menyantuni dan mencukupi kebutuhannya sehari-
hari. Semua ini diajarkan oleh Islam dalam rangka menjaga keturunan (hifzhu al-nasl).
Dalam rangka menjaga keturunan, Islam melarang dengan keras genocide, yakni
pembunuhan yang dimaksudkan untuk menghilangkan jejak asal usul seseorang.
Peristiwa genocide ini bisa terjadi karena persoalan ras, suku, agama atau pun politik.
Jangankan genocide, membunuh tanpa sebab yang dibenarkan agama juga termasuk dosa
besar. e) Menjaga Harta (hifzhu al-mal) Melalui kepemilikan harta, seseorang bisa
bertahan hidup atau pun hidup layak dan dapat melakukan ibadah dengan tenang.
Maka dari itu, Islam sangat memperhatikan masalah harta benda untuk menopang
kehidupan manusia. Allah Swt. memerintahkan umat-Nya untuk bekerja mencari rezeki
yang halal. Al-Qur`an mengistilahkan dengan “fadlullah” yang artinya “karunia Allah”
sebagaimana ayat berikut ini

Artinya: “Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi;


carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”
(Q.S. al-Jumuah/62: 10)

Di samping memerintahkan mencari harta, Islam juga memperhatikan proses dan


cara-cara yang digunakan dalam memperoleh harta tersebut.

Cara Menjaga al-Kulliyatu al-Khamsah Cara menjaga lima prinsip dasar hukum
Islam dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu 1) min nahiyati al-wujud, yaitu dengan cara
memelihara dan menjaga sesuatu yang dapat mempertahankan keberadaannya 2) min
nahiyati al-‘adam, yaitu dengan cara mencegah sesuatu yang menyebabkan ketiadaannya.
Untuk lebih memahaminya, perhatikan uraian contoh berikut ini

TIM GPAI SMKN I PANJI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN TIM GPAI SMKN I PANJI
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN

Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di

10 Indonesia (Metode Dakwah Islam oleh Wali Songo di Tanah


Jawa)

A. KOMPONEN INTI
Tujuan 1. Melalui metode discovey learning dan information search,
Pembelajaran mampu menganalisis peran tokoh ulama Islam di Indonesia
(Wali Songo) dalam menyebarkan ajaran Islam
2. Melalui metode timeline, mampu mempresentasikan paparan
mengenai
sejarah perjuangan dan metode dakwah Wali Songo di
Indonesia yang
dilakukan secara damai
3. Melalui metode mask party, mampu meyakini metode dakwah
yang
moderat, bi al-hikmah wa al-mau’idlatil hasanah adalah perintah
Allah
Swt.
Pemahaman Peran tokoh ulama Islam Indonesia (Wali Songo) dalam
bermakna menyebarkan ajaran Islam
pemantik a. Kegiatan awal, peserta didik mengamati dan mempelajari cerita
gambar (cergam) dan infograis. Tampilan menarik infograis
akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan memotivasi untuk
mempelajari materi pelajaran.
b. Kegiatan selanjutnya peserta didik diminta mencermati gambar
terkait materi dan menuliskan komentar atau pesan moral yang
terkandung dalam gambar tersebut. Guru sebaiknya
memberikan umpan balik terhadap komentar dari peserta didik,
tentang studi komparatif sederhana mengenai metode dakwah
yang ditempuh oleh para ulama pendahulu dengan metode
dakwah yang dilakukan oleh para aktivis dakwah dan para
muballigh kontemporer saat ini. Peserta didik diarahkan untuk
berikir kritis dan juga bijaksana, sehingga dapat menarik
kesimpulan tentang dakwah yang sejuk dan menyejukkan dan
mengindari strategi dakwah yang mengandung unsur-unsur
pemaksaan, kekerasan dan radikalisme sehingga menyimpang
dari prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin.
c. Dilanjutkan dengan membaca dan mencermati artikel berita
tentang even Youtuber Selawat Summit yang diselenggarakan
oleh Kementerian Agama RI, dalam rangka syiar dakwah
melalui kesenian dan media kontemporer agar peserta didik
dapat mengambil hikmah dan nilainilai kehidupan dari artikel
tersebut. Guru perlu memberikan reinforcement terhadap kisah
inspiratif pada bab ini. Terutama kepada peserta didik untuk
tetap mampu menjaga kaidah-kaidah dan norma agama yang
diajarkan oleh para ulama pendahulu, namun juga tidak
antipasti

MGMP SMKN 1 PANJI 2021


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebagaimana sebuah kaidah yang berbunyi mempertahankan
hal-hal lama yang masih baik, dan mengambil hal hal baru
yang lebih baik. Perpaduan antara hal-hal yang klasik dan
kontemporer dalam berdakwah akan menghasilkan komposisi
dan strategi dakwah yang ramah dan tidak mudah marah dan
akan lebih dapat diterima oleh masyarakat.
Persiapan 10 menit Pendidik mengumumkan di grup kelas mengenai
pembelajaran pembelajaran yang akan dilaksanakan
Pertemuan Ke-1-4 (4 JP x 45 menit)

Kegiatan a. Kegiatan awal


pembelajaran 1) Mempersiapkan alat peraga/media/bahan berupa laptop, LCD
projector, speaker active, laptop, Multimedia Pembelajaran
Interaktif (MPI), handphone, kamera, kertas karton, spidol
warna atau media lain.
2) Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta peserta
didik untuk berdoa bersama-sama, tadarus Al-Qur’an,
memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran,
kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik.
3) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang
terkait dengan materi pelajaran, menyampaikan cakupan
materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang akan
dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian.
4) Mengkondisikan peserta didik agar duduk sesuai
kelompoknya masing-masing
b. Kegiatan Inti
1) Guru meminta peserta didik untuk mengamati infograis.
Infograistersebut berisi materi tentang asuransi syariah, bank
syariah dan koperasi syariah.
2) Guru memberikan informasi tambahan untuk memperkuat
pemahaman peserta didik terhadap infograis tersebut.
3) Guru meminta peserta didik untuk mengamati gambar
(tadabbur) dan menuliskan pesan-pesan moral pada setiap
gambar.
4) Guru meminta peserta didik untuk membaca kisah inspiratif
terkait dengan materi pelajaran, yakni kutipan artikel berita
tentang kisah seorang penjual gorengan yang pernah terjerat
hutang kepada rentenir, dan mendapat pinjaman modal tanpa
riba dari sebuah koperasi syariah di wilayah Curug, Serpong,
Tangerang Selatan.
5) Peserta didik diminta menuliskan nilai-nilai keteladanan dari
kisah inspiratif tersebut di buku masing-masing.
6) Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk mulai
membahas materi pelajaran dan aktivitas-aktivias di
dalamnya pada rubrik “Wawasan Keislaman”. Pada bab III
ini digunakan
5 metode pembelajaran yang dibagi untuk 4 pekan atau 12
jam pelajaran, yaitu:
MGMP SMKN 1 PANJI 2021
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
❖ Pertemuan Pertama
Langkah-langkah metode discovery learning adalah sebagai
berikut:
• Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakupan
materi.
• Guru memberikan permasalahan terkait peran tokoh
ulama
• Indonesia (Wali Songo).
• Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan
masalah.
• Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data
dan informasi dari referensi buku-buku yang
relevan, sumber dari internet dan referensi yang tersedia
di perpustakaan sekolah untuk menjawab rumusan
masalah.
• Peserta didik melakukan pengolahan data dan informasi
dengan
• mendiskusikan di dalam kelompoknya.
• Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas.
• [Link] bersama-sama menyimpulkan hasil temuan
yang diperoleh.
❖ Pertemuan Kedua
Langkah-langkah metode timeline adalah sebagai berikut:
• Guru membagi kelas menjadi empat kelompok.
• Guru menyampaikan tentang tujuan pembelajaran
• Setiap kelompok diberikan satu paket kartu yang telah
disiapkan
• oleh guru seukuran kartu-kartu remi/kartu uno. Satu
paket berisi minimal 9 kartu kosong (atau lebih jika
dibutuhkan)
• Berikan tugas kepada kelompok untuk menuliskan pada
setiap kartu nama-nama masing-masing Wali Songo,
tahun lahir, tahun
• wafat, sanad guru dan tempat memperdalam ilmu agama
Islam
• wilayah dakwah, metode dakwah dan pemikiran dari
setiap wali tersebut
• Siapkan kertas asturo/kertas manila untuk setiap
kelompok
• Kartu-kartu yang sudah berisi tentang proil para wali
tersebut,kemudian disusun urut secara kronologis
berdasarkan tahun yang lebih awal di atas kertas
asturo/kertas manila
• Buatlah garis lurus dan kartu-kartu yang sudah
diurutkan ditempel dengan lem kertas sehingga
membentuk
MGMP SMKN 1 PANJI 2021
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
timeline (garis waktu) tentang urutan masa dan periode
dakwah Wali Songo
• Setelah semua kelompok selesai membuat timeline,
kemudian
• kesimpulan dibuat bahan presentasi untuk dipaparkan di
kelas
• Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya didepan kelas
• Guru memberikan reinforcement atau penguatan
terhadap
presentasi dari masing-masing kelompok dan menyimpulkan
capaian kompetensi pembelajaran
❖ Pertemuan Ketiga
Langkah-langkah model pembelajaran berbasis mask party
adalah:
• Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakupan materi
• Guru memberikan permasalahan terkait materi yang
disampaikan.
• Bagilah kelas menjadi 9 (sembilan kelompok)
• Setiap kelompok diberi nama sesuai nama para Wali
Songo secara berurutan
• Guru menyiapkan image/foto/gambar dari para Wali Songo
• Siapkan kaitan untuk tali seperti tali masker
• Mintalah kelompok untuk mengaitkan tali di bagian yang
sejajar
• dengan gambar telinga
• Kelompok memilih salah satu anggota yang akan
mengenakan
• masker/topeng representasi para Wali Songo tersebut.
• Ciptakanlah situasi di kelas sebagai forum musyawarah
para Wali Songo
• Masing-masing perwakilan kelompok yang telah
mengenakan
• topeng wali tersebut kemudian bertindak seolah-olah
sebagai wali
• dan memberikan banyak ide, gagasan dan pemikiran dalam
upaya
• penyebaran Islam di Nusantara. k. Semua anggota kelas
harus menyimak dan memahami pesan pesan moral dari
aktivitas ini.
• Guru memberikan reinforcement atau penguatan terhadap
presentasi dari masing-masing kelompok dan
menyimpulkan capaian kompetensi pembelajaran.
c. Kegiatan Penutup
1. Pendidik mengevaluasi efektivitas dan keaktifan masing-
masing peserta didik.
2. Peserta didik dapat menanyakan hal yang tidak dipahami
MGMP SMKN 1 PANJI 2021
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
pada pendidik.
3. Peserta didik mengomunikasikan kendala yang dihadapi
selama mengerjakan.
4. Peserta didik menerima apresiasi dan motivasi dari Pendidik.

B. ASESMEN (PENILAIAN)
a. Penilaian Sikap
1) Buatlah tabel mingguan/bulanan berupa check list tentang aktivitas ibadah
harian kalian pada buku khusus untuk pemantauan individu! Mulailah dari
ibadah wajib seperti halnya shalat 5 waktu dilanjutkan dengan ibadah sunah
harian misalnya tadarus Al-Qur’an, zikir, selawat, membant orangtua,
membantu teman, aktif pada kegiatan sosial, aktif terlibat dala organisasi
kepemudaan.
2) Pilihlah jawaban yang sesuai dengan membubuhkan tanda contreng (√) pada
kolom yang sesuai dengan pernyataan berikut ini!

NO Pernyataan SS S R TS STS Alasan


1 Setelah memahami ajaran agama
Islam tentang metode dakwah Wali
Songo saya bertekad untuk menjadi
pribadi yang toleran dan
memaksakan kehendak kepada
orang lain
2 Saya akan bersikap tangguh, telaten
dan bersungguh-sunguh dalam
mengerjakan tugas-tugas saya, baik
di sekolah maupun di rumah.
3 Saya akan menghargai
berkembangnya seni, adat dan
tradisi tahlilan, yasinan, dziba’an,
hadrah dan lain sebagainya adalkan
tidak bertentangan dengan nilai-
nilai agama Islam
4 Saya tidak setuju jika ada
penceramah yang secara ekstrim
melarang kegiatan selametan,
kenduri atau upacara adat di
masyarakat dengan alasan ada
praktik tahayul, bid’ah dan khurafat
di dalamnya
5 Saya tidak setuju, jika ada orang
yang melakukan perusakan rumah
ibadah umat lain, serta melakukan

MGMP SMKN 1 PANJI 2021


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
persekusi terhadap jamaah atau
pengikut agama Lain
SS (sangat setuju); S (setuju); R (ragu-ragu); TS (tidak setuju); STS (sangat tidak setuju)

b. Penilaian Pengetahuan
I. Berikanlah tanda silang (X) pada opsi jawaban A, B, C, D atau E yang merupakan
jawaban yang paling tepat!
1. Tradisi minum tuak, kepercayaan animisme dan dinamisme pada masa sebelum
datangnya Wali Songo, diluruskan oleh para wali dengan metode dakwah yang
penuh kelembutan dan kedamaian serta pelan-pelan dan bertahap. Metode ini
disebut dengan….
a. Tadrij
b. Takiri
c. Tarkhim
d. ‘Adamul Haraj
e. Ahlul Halli wal ‘aqd
2. Dalam menyebarkan ajaran Islam para Wali Songo juga tidak mengusik tradisi
asli masyarakat Nusantara, tidak menyakiti, bahkan tidak mengusik agama dan
kepercayaan mereka, namun memperkuatnya dengan cara-cara yang islami.
Pendekatan ini disebut dengan….
a. Tadrij
b. Takiri
c. Tarkhim
d. ‘Adamul Haraj
e. Ahlul Halli wal ‘aqd
3. Salah satu fokus dakwah Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik adalah
penghapusan sistem kastanisasi pada ajaran Hindu, yaitu pengelompokan atau
penggolongan manusia berdasarkan golongan tertentu. Kasta yang terdiri dari
golongan tokoh agama, pendeta dan rohaniawan yang bekerja di bidang
spiritual adalah kasta….
a. Brahmana
b. Ksatria
c. Waisya
d. Sudra
e. Biasa
4. Sunan Ampel mengenalkan ajaran yang sangat berkaitan dengan kebiasaan
masyarakat kala itu, yaitu ajaran Moh Limo. Moh Limo berasal dari bahasa
Jawa yaitu emoh (tidak mau) dan limo (lima). Artinya ajaran yang mengajak
masyarakat untuk tidak mau berjudi, mengundi nasib dan memasang taruhan
adalah….
a. Moh main
b. Moh maling
c. Moh madat
d. Moh ngombe
e. Moh madon
5. Inti dari ajaran Sunan Drajat adalah Catur Piwulang (Empat Pengajaran).
Makna dari salah satu ajaran untuk Paring teken marang wong kang kalunyon
lan wuto adalah….
MGMP SMKN 1 PANJI 2021
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
a. Memberikan pertolongan kepada orang yang sedang kesulitan
b. Memberikan pakaian kepada orang yang sedang kedinginan
c. Memberikan makan kepada orang yang sedang kelaparan
d. Memberikan tempat berteduh bagi orang yang kehujanan
e. Memberikan tempat tinggal bagi orang yang tuna wisma
6. Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada umat Hindu, Sunan
Kudus melakukan strategi sebagai berikut….
a. Membangun pancuran wudu berjumlah 8 dan meletakkan arca di atasnya
b. Tidak menghapus tradisi dan adat istiadat yang berkembang di masyarakat
c. tidak menyembelih sapi pada saat Idul Adha karena sapi adalah hewan yang
dianggap suci bagi umat Hindu
d. membiarkan pelaksanaan selamatan, upacara adat, pemberian sesajen tetap
berkembang di masyarakat
e. menyusun syair-syair yang berisi tentang kecintaan kepada Allah Swt. dan
disenandungkan dengan iringan musik gamelan
7. Pandangan politik Sunan Giri, sering dijadikan rujukan, bahkan ketika Raden
Patah melepaskan diri dari kerajaan Majapahit untuk mendirikan Kerajaan
Demak Bintoro, Sunan Giri dipercaya meletakkan dasar-dasar kerajaan masa
perintisan atau ahlal-halli wa al-‘aqd, yaitu….
a. Sebuah lembaga yang berwenang dalam memutuskan pengangkatan
pemimpin dalam politik islam
b. Sebuah lembaga yang memberikan keputusan tentang vonis atau hukuman
bagi orang yang melakukan kesalahan
c. Sebuah lembaga yang menyusun peraturan perundang-undangan sebagai
dasar hukum pemerintahan
d. Sebuah lembaga yang mengurus tentang pengelolaan upeti dan pajak dari
masyarakat
e. Sebuah lembaga yang menentukan arah kebijakan politik dan strategi perang
kerajaan
8. Dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, para Wali Songo
memanfaatkan tradisi, adat istiadat serta kesenian yang telah berkembang
sebelumnya, dan disesuaikan dengan nafas dan ajaran Islam. Di antara para
wali
yang mahir dalam memainkan kesenian wayang kulit dan menjadikannya
sebagai media dakwah yang efektif adalah….
a. Sunan Gresik
b. Sunan Ampel
c. Sunan Bonang
d. Sunan Kalijaga
e. Sunan Gunung Jati
9. Salah satu dari Wali Songo yang di masa mudanya pernah melakukan tindakan
pencurian dan perampokan kepada pejabat-pejabat korup di kerajaan yang
menyelewengkan uang upeti dari masyarakat, kemudian membagikan hasil
curian tersebut kepada orang-orang miskin dan terlantar adalah….
a. Sunan Muria
b. Sunan Drajat
c. Sunan Kalijaga
d. Sunan Kudus
e. Sunan Giri

MGMP SMKN 1 PANJI 2021


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
10. Berikut ini yang bukan merupakan ragam metode dakwah yang dilakukan oleh
Sunan Gunung Jati dalam proses Islamisasi tanah Jawa, yang memiliki standar
ganda sebagai seorang raja sekaligus sebagai seorang ulama adalah….
a. Metode muidlah hasanah/nasihat-nasihat yang baik
b. Metode al-hikmah/menggunakan cara-cara yang bijaksana
c. Metode takiri yaitu menganggap kair orang yang tidak satu iman
d. Metode ta’awun yaitu saling tolong menolong dan berbagi ketugasan
e. Metode tadarruj/berjenjang, tingkatan belajar seorang murid (pesantren)

b. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!


1. Mengapa para Wali Songo dalam berdakwah menggunakan pendekatan tadrij dan
‘adamul haraj? Jelaskan!
2. Mengapa Sunan Kudus memutuskan melarang untuk menyembelih sapi pada saat
pelaksanaan hari raya Idul Adha di wilayah Kudus dan sekitarnya? !
3. Bagaimanakah strategi Sunan Bonang dalam melakukan upaya penyebaran Islam
di wilayah pulau Jawa, khususnya wilayah Tuban dan sekitarnya?
4. Mengapa Sunan Gresik menghapuskan sistem kastanisasi yang merupakan tradisi
yang berasal dari ajaran agama Hindu sebelumnya? Jelaskan!
5. Bagaimanakah pendapatmu, terhadap cara-cara dakwah kontemporer dengan
menggunakan propaganda media sosial, yang di dalamnya banyak terdapat ujaran
kebencian, memaki-maki, kasar dan tidak beradab baik kepada sesama muslim
maupun kepada umat lain? Jelaskan!

B. Penilain Sikap
Baca dan hafalkanlah Nama – nama wali songo ?

MGMP SMKN 1 PANJI 2021


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
KUNCI JAWABAN

1. PILIHAN GANDA

NO KUNCI JAWABAN SKOR


1 A 1
2 D 1
3 A 1
4 A 1
5 A 1
6 C 1
7 A 1
8 D 1
9 C 1
10 C 1
SKOR MAKISMAL 10

II. URAIAN

NO KUNCI JAWABAN SKOR


1 Karena dengan metode tadrij (bertahap) dan ‘adamul haraj
(tidak menyakiti) dalam berdakwah, para Wali Songo tersebut:
a. Tidak ada ajaran yang diberlakukan secara mendadak, 1-4
segala sesuatu melalui prosespenyesuaian, bahkan sering
bertentangan dengan Islam, maka secara bertahap, hal
tersebut diluruskan oleh para wali dengan metode
dakwah yang penuh kelembutan dan kedamaian.
b. Para wali tidak menyebarkan ajaran Islam dengan
mengusik tradisi asli masyarakat Nusantara, bahkan
tidak mengusik agama dan kepercayaan mereka, namun
memperkuatnya dengan cara-cara yang islami
2 Karena merupakan bentuk toleransi, penghormatan dan
penghargaan kepada umat Hindu, sehingga pada saat hari raya 1-4
Idul Adha Sunan Kudus tidak memperbolehkan umat Islam
untuk menyembelih sapi, hewan yang dianggap keramat dan
suci bagi umat Hindu.
3 Sunan Bonang memanfaatkan salah satu alat musik tradisional 1-4
yang ada di Jawa Timur yaitu bonang yang merupakan salah
satu instrument dalam set gamelan Jawa dan menciptakan
suluk/syair-syair yang berisi ajaran-ajaran Islam, kemudian
disenandungkan dengan diiringi alunan musik gamelan tersebut.

4 Perbaikan, karena dalam ajaran Islam, pengelompokan manusia 1-4


berdasarkan kasta merupakan kerusakan moral dan tidak sesuai
dengan ajaran Islam, di mana tidak ada yang membedakan
derajat satu orang dengan orang yang lain melainkan
ketakwaannya kepada Allah Swt.

MGMP SMKN 1 PANJI 2021


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
5 Tidak setuju. Alasannya adalah: semangat berdakwah 1-4
hendaklah dilakukan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai
kelembutan, keramahan, penuh dengan norma dan sopan santun
serta menghindari tindakan kekerasan sebagaimana yang
dilakukan oleh para Wali Songo, diteladani dan dikembangkan
dalam frame negara kesatuan Republik Indonesia dengan
beragam suku bangsanya ini.

Skor Maksimal 20

Kriteria skor:
1. Jika mampu menjawab namun sangat tidak sesuai dengan jawaban yang Benar
2. Jika mampu menjawab namun masih ada lebih dari dua kesalahan dari jawaban yang
benar
3. Jika mampu menjawab namun masih ada satu kesalahan dari jawaban yang benar
4. Jika mampu menjawab sesuai dengan jawaban yang benar

Nilai akhir yang diperoleh peserta didik merupakan akumulasi perolehan nilai pilihan
ganda dan uraian dibagi 30 dikali 100, yakni:
Skor pilihan ganda + Skor uraian X 100 =
100

KUNCI JAWABAN KETERAMPILAN


1) Sunan Gresik
2) Sunan Ampel
3) Sunan Bonang
4) Sunan Drajat
5) Sunan Kalijaga
6) Sunan Kudus
7) Sunan Muria
8) Sunan Gunung Jati
9) Sunan Giri

MGMP SMKN 1 PANJI 2021


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
MATERI

A. Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa


Penyebaran Islam merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam sejarah
peradaban Indonesia. Sumber sejarah dari Dinasti Tang pada tahun 674 Masehi
memberikan petunjuk bahwa memang pada masa-masa awal pertumbuhan Islam, saudagar-
saudagar muslim dari Arab sudah memasuki wilayah Nusantara. Dorongan kuat bagi
saudagar- saudagar Arab pada masa-masa awal Islam untuk menyebarkan Islam sampai
ke wilayah Nusantara tersebut didorong oleh hadis Rasulullah Saw. yang berbunyi:

Merupakan sebuah sikap ahistoris dan mengingkari sejarah, apabila berbicara


tentang penyebaran Islam Indonesia, tanpa menyertakan peran Wali Songo di dalamnya.
Karena Wali Songo merupakan sekumpulan tokoh penyebar Islam pada perempat akhir
abad ke-15 hingga paruh abad ke- 16, yang merupakan tonggak terpenting dalam sejarah
penyebaran Islam di Jawa dan Nusantara. Mengapa dikatakan sebagai tonggak terpenting
sejarah penyebaran Islam? Karena kedatangan saudagar-saudagar muslim sejak tahun 674
M tersebut, ternyata belum diikuti dengan penyebaran Islam secara massif di kalangan
penduduk pribumi, hingga munculnya para penyebar Islam di tanah Jawa yang dikenal
dengan sebutan Wali Songo, dan jejak sejarahnya pun masih dapat dibuktikan dengan
keberadaan makam-makamnya yang sangat dihormati dan dijadikan tujuan peziarahan oleh
masyarakat muslim Indonesia yaitu Ziarah Wali Songo. Para wali telah merumuskan
strategi dakwah atau pendekatan yang sistematis, terutama bagaimana mengenalkan Islam
pada masyarakat yang memegang teguh kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Nusantara
yang sudah sangat tua, kuat dan sangat mapan. Para wali memiliki metode yang sangat
bijak dalam memperkenalkan Islam yaitu tidak dengan serta merta, tidak jug secara instan,
melainkan dengan strategi jangka panjang.

B. Sejarah Dakwah Islam Masa Wali Songo


Wali Songo bagi masyarakat muslim Indonesia, memiliki makna khusus yang
berhubungan dengan keberadaan tokoh-tokoh masyhur di Jawa. Mereka berperan penting
dalam upaya dakwah dan perkembangan peradaban Islam pada abad ke-15 dan abad ke-16
Masehi. Dalam buku Sekitar Wali Songo yang dituliskan oleh Solichin Salam, Wali Songo
berasal dari Wali dan Songo. Kata wali berasal dari bahasa Arab, suatu bentuk singkatan
dari kata waliyullah, yang artiny adalah ‘orang yang mencintai dan dicintai Allah Swt.’
Dan kata songo yang merupakan bahasa Jawa yag berarti ‘sembilan’.

Adapun menurut Prof. K.H. R. Moh. Adnan, kata Wali Songo merupakan
perubahan atau kerancuan dalam pengucapan kata sana yang berasal dari kata tsana (mulia)
yang serupa dengan kata terpuji, sehingga menurutnya pengucapan yang benar adalah Wali
Sana yang berarti wali-wali yang terpuji. Sehingga Wali Songo berarti Wali Sembilan
yakni sembilan orang terpuji yang dicintai dan mencintai Allah Swt. Sembilan wali tersebut
dipandang sebagai mubaligh Islam yang bertugas mendakwahkan Islam di daerah-daerah
yang belum memeluk Islam di pulau Jawa. Dalam berbagai catatan sejarah di Jawa, tokoh-

MGMP SMKN 1 PANJI 2021


PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
tokoh Wali Songo diasumsikan sebagai tokoh waliyullah sekaligus sebagai waliyul amri,
PENDIDIKAN
yaitu orang-
PEMERINTAH PROVINSI JAWA
TIMUR
DINAS
PENDIDIKAN
orang yang dekat dengan Allah Swt., terpelihara dari kemaksiatan (waliyullah) dan juga
orang-orang yang memegang kekuasaan atas hukum kaum muslimin, pemimpin, yang
berwenang memutuskan dan menentukan perkara di masyarakat, baik dalam hal
keduniawian maupun dalam hal keagamaan (waliyul amri). Adapun gelar Sunan berasal
dari kata suhun-kasuhun-sinuhun, yang dalam bahasa Jawa Kuno berarti menghormati,
menjunjung tinggi, lazimnya digunakan untuk menyebut guru suci (mursyid thariqah).
Sebutan sunan uga bermakna ‘Paduka Yang Mulia’ yang merupakam sapaan hormat
kepada raja atau tuan puteri. Sebutan Sunan ini pun masih digunakan oleh Rajaraja
Mataram Islam termasuk Kerajaan Surakarta saat ini. Begitulah, hampir sebagian besar
tokoh Wali Songo ini merupakan penguasa dari wilayah tertentu untuk urusan duniawi,
sekaligus merupakan seorang guru suci.

C. Metode Dakwah Wali Songo dan Nama –nama Wali Songo


Metode yang dipergunakan untuk penyebaran agama Islam di Jawa, dilakukan
oleh para wali dengan memanfaatkan budaya lokal yang berkembang saat itu. Seperti
halnya wayang, tembang-tembang atau syair Jawa, gamelan atau alat musik Jawa serta
upacara- upacara adat yang dipadukan dengan unsur-unsur ajaran Islam. Para wali
memasukkan nilai- nilai dan ajaran agama ke dalam berbagai unsur budaya tersebut,
sehingga dari yang sebelumnya masih bernuansa ajaran Hindu-Budha, maka terjadilah
asimilasi dan akulturasi budaya dengan ajaran Islam yang menghasilkan harmonisasi dan
keserasian.

Adapun Sembilan orang wali yang diyakini masyarakat sebagai Wali Songo adalah
sebagai berikut:
1) Sunan Gresik
2) Sunan Ampel
3) Sunan Bonang
4) Sunan Drajat
5) Sunan Kalijaga
6) Sunan Kudus
7) Sunan Muria
8) Sunan Gunung Jati
9) Sunan Giri

MGMP SMKN 1 PANJI 2021

Anda mungkin juga menyukai