MAKALAH
TEORI PENGELASAN (GTAW, PAW, LBW)
Disusun Oleh :
Angga K.P :10208004
Nurani Fitri :10208024
Yosa Alvian :10208038
POLITEKNIK NEGERI SUBANG
PROGRAM STUDI D3 PEMELIHARAAN MESIN
TAHUN 2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkanke hadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga
makalah ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih
kepada pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun
materinya.
Kami sangat berharap semoga dengan makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap agar makalah ini bisa kita praktikan dalam
kehidupan sehari-hari
Kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah
ini karena keterbatasannya pengetahuan dan pengalaman kami. Untuk itu kami memohon
maaf yang sebesar-besarnya dan juga kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengelasan merupakan suatu proses penting di dalam dunia industri dan merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari pertumbuhan industri, karena memegang peranan utama
dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Pengelasan adalah proses penyambungan
setempat antara dua bagian logam atau lebih dengan memanfaatkan energi panas.
Pengelasan merupakan teknik penyambungan logam yang dipergunakan secara luas,
seperti pada kontruksi bangunan baja dan kontruksi mesin. Luasnya penggunaan teknologi
pengelasan dikarenakan dalam proses pembuatan suatu kontruksi bangunan atau mesin akan
menjadi lebih ringan dan lebih sederhana, sehingga biaya produksi menjadi lebih murah dan
lebih efisien. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat menuntut
kembangnya sumber daya manusia. Banyak orang yang berusaha mengembangkan dalam
mencari efisiensi-efisiensi yang lebih baik di bidang teknik pengelasan. Pengelasan
merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan peningkatan industri karena memegang
peranan utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Lingkup penggunaan teknik
pengelasan dalam bidang konstruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka
batang berupa Baja atau Aluminium, pipa saluran dan lain sebagainya. Karena itu rancangan
las harus betul-betul memperhatikan kesesuaian antara sifat-sifat las yaitu
1. kekuatan dari sambungan dan memperhatikan sambungan yang akan dilas, sehingga
hasil dari pengelasan sesuai dengan yang diharapkan (Jarot Wijayanto, 2012).
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Gas tungsten arc welding (GTAW) adalah proses las busur yang menggunakan busur
antara tungsten elektroda (non konsumsi) dan titik pengelasan. Proses ini dapat digunakan
dengan atau tanpa penambahan filter metal. GTAW sangat diperlukan sebagai alat bagi
banyak industri karna hasil las yang berkualitas serta biaya peralatan yang relatif rendah
Prinsipnya Panas dari busur terjadi diantara elektroda tungsten dan logam induk akan
meleburkan logam pengisi ke logam induk yang dimana busurnya dilindungi oleh gas mulia
(Ar atau He)
Busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda wolfram dan bahan dasar merupakan
sumber panas untuk pengelasan
B. Proses pengelasan GTAW
Proses pengelasan GTAW terjadi saat busur listrik timbul karena terdapat
perpindahan ion saat ujung elektroda menyentuh dengan benda kerja. Pengelasan terjadi saat
panas dari busur listrik tersebut melelehkan benda kerja dan filler metal (apabila
menggunakan bahan tambahan).
Welding torch bergerak mengikuti benda kerja dan busur listrik semakin melelehkan
permukaan sambungan. Gas pelindung di keluarkan dari welding torch untuk melindungi
bahan induk dan elektroda, sementara logam pada pengelasan mengeras. Gambar 1
merepresentasikan proses pengelasan GMAW.
C. Kelebihan Dan Kekurangan
Kelebihan pengelasan GTAW
Lebih fleksibel karena dapat menggunakan pengisi logam ataupun tanpa pengisi
logam.
Kontrol yang baik pada penetrasi root.
Menghasilkan pengelasan autogenous yang konsisten dengan kualitas unggul karena
memiliki kecepatan tinggi, bebas percikan, dan umumnya menghasilkan sedikit cacat.
Relatif lebih murah.
Hampir semua jenis logam bisa di las dengan metode GTAW.
Kekurangan pengelasan GTAW
Karena menggunakan nonconsumable elektroda menyebabkan deposisi pada proses
GTAW lebih rendah daripada pengelasan proses lain.
Lebih sensitive atau memiliki toleransi yang rendah terhadap kontaminan aktif dari
bahan pengisi ataupun dari logam dasar yang digunakan dalam pengelasan.
Akan lebih mahal apabila digunakan untuk mengelas bahan dasar dengan ketebalan
dibawah 10 mm.
Gas pelindung yang digunakan pada pengelasan GTAW akan sulit dikendalikan
apabila terdapat medan magnet.
Sulit melakukan pengelasan apabila dalam kondisi berangin karena shielding gas yang
digunakan bisa terkena angin atau terbang.
BAB 3
PEMBAHASAN
D. Pengertian
Plasma arc welding (PAW) adalah bentuk khusus dari gas tungsten arc
welding (GTAW) di mana busur (arc) plasma yang dirapatkan akan diarahkan pada area las.
Dalam PAW, elektroda berbahan tungsten terpasang pada nozzle khusus yang dirancang
supaya dapat memfokuskan aliran kecepatan tinggi dari gas inert ke dalam wilayah arc agar
membentuk aliran plasma yang sangat panas serta berkecepatan tinggi. Gas inert yang
digunakan sebagai pelindung arc las antara lain argon, campuran argon hidrogen, dan helium.
Berdasarkan elektrodanya, PAW tergolong dalam pengelasan dengan elektroda yang tidak
dikonsumsi.
E. Proses pengelasan PAW
Dalam PAW, elektroda berbahan tungsten terpasang pada nozzle khusus yang dirancang
supaya dapat memfokuskan aliran kecepatan tinggi dari gas inert ke dalam wilayah arc agar
membentuk aliran plasma yang sangat panas serta berkecepatan tinggi. Gas inert yang
digunakan sebagai pelindung arc las antara lain argon, campuran argon hidrogen, dan helium.
Berdasarkan elektrodanya, PAW tergolong dalam pengelasan dengan elektroda yang tidak
dikonsumsi.
F. Kelebihan Dan Kekurangan
Penetrasi lebih bagus.
Pengelasan lebih cepat.
Pemanasan dari arc kurang dipengaruhi oleh variasi panjang arc.
Kontaminasi elektroda berkurang sehingga keausan elektroda jauh lebih sedikit.