0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan40 halaman

Analisis Topografi untuk Cut and Fill Jalan

[Ringkasan] Tugas akhir ini membahas analisis pengukuran topografi untuk menghitung cut and fill pada perencanaan pelebaran jalan. Topografi dan survei topografi digunakan untuk mengumpulkan data medan, sedangkan cut and fill diperlukan untuk menghitung volume tanah yang diperlukan pada proyek pelebaran jalan. Studi kasusnya adalah jalan Ir. Sutami km 10+500 sampai 10+700 di Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Diunggah oleh

iis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan40 halaman

Analisis Topografi untuk Cut and Fill Jalan

[Ringkasan] Tugas akhir ini membahas analisis pengukuran topografi untuk menghitung cut and fill pada perencanaan pelebaran jalan. Topografi dan survei topografi digunakan untuk mengumpulkan data medan, sedangkan cut and fill diperlukan untuk menghitung volume tanah yang diperlukan pada proyek pelebaran jalan. Studi kasusnya adalah jalan Ir. Sutami km 10+500 sampai 10+700 di Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Diunggah oleh

iis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS PENGUKURAN TOPOGRAFI UNTUK

MENGHITUNG CUT AND FILL PADA PERENCANAAN


PELEBARAN JALAN
(Studi Kasus: Jalan Ir. Sutami km 10+500 sampai 10+700,
Tanjung Bintang, Lampung Selatan)

TUGAS AKHIR

Diajukan oleh :

Kholim Andrian
NIM. 23116008

Kepada :

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

JURUSAN TEKNOLOGI INFRASTRUKTUR DAN KEWILAYAHAN

INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA

LAMPUNG SELATAN

2023
TUGAS AKHIR
ANALISIS PENGUKURAN TOPOGRAFI UNTUK MENGHITUNG CUT
AND FILL PADA PERENCANAAN PELEBARAN JALAN
(Studi Kasus: Jalan Ir. Sutami km 10+500 sampai 10+700, Tanjung Bintang,
Lampung Selatan)

Yang dipersipakan dan disusun oleh :

Kholim Andrian
NIM. 23116008

Telah dipertahankan disidang Tugas Akhir


Pada tgl-bln-thn

Susunan Dosen Pembimbing


Pembimbing I Pembimbing II

Arif Rohman, S.T., M.T., Ph.D. (Cand) XXXX


NIP. 1987 0301 2012 12 1 002 NIP. XXXXXX

Tugas Akhir ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan


Untuk memeroleh gelar Sarjana

Tanggal XX-XX-2023

Koordinator Program Studi Teknik Geomatika


Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan
Institut Teknologi Sumatera

XXXX
NIP. XXXX

i
PERNYATAAN ORISINALITAS

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Kholim Andrian
NIM : 23116008
Tahun Terdaftar : 2016
Program Stud : Teknik Geomatika
Jurusan : Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan

Menyatakan bahwa dalam dokumen ilmiah tugas akhir ini tidak terdapat bagian
dari karya ilmiah lain yang telah diajukan untuk memeperoleh gelar akademik di
suatu Lembaga Pendidikan Tinggi, dan juga tidak terdapat karya atau pendapat
yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang/lembaga lain, kecuali secara
tertulis disitasi dalam dokumen ini dan disebutkan sumbernya secara lengkap
dalam daftar pustaka.
Dengan demikian saya menyatakan bahwa dokumen ilmiah ini bebas dari unsur-
unsur plagiasi dan apabila dokumen ilmiah tugas akhir ini dikemudian hari
terbukti merupakan plagiasi dari karya penulis lain dan/atau dengan senagaja
mengajukan karya atau pendapat yang merupakan hasil karya penulis lain, maka
penulis bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku.

Lampung Selatan, XX – XX - 2023

Meterai
10.000

Kholim Andrian
NIM. 23116008

ii
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS
AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai civitas akademik Institut Teknologi Sumatera, saya yang bertanda


tangan di bawah ini :
Nama : Kholim Andrian
NIM : 23116008
Program Studi : Teknik Geomatika
Jurusan : Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan
Jenis Karya : Tugas Akhir
demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada
Institut Teknologi Sumatera Hak Bebas Royalti Noneksklusif (Non-exclusive
Royalty Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul :

ANALISIS PENGUKURAN TOPOGRAFI UNTUK MENGHITUNG CUT


AND FILL PADA PERENCANAAN PELEBARAN JALAN
(Studi Kasus: Jalan Ir. Sutami km 10+500 sampai 10+700, Tanjung Bintang,
Lampung Selatan)

beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti
Noneksklusif ini Institut Teknologi Sumatera berhak menyimpan,
mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database),
merawat, dan memublikasikan tugas akhir saya selamaa tetap mencantumkan
nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Lampung Selatan, XX - XX - 2023

Meterai
10.000

Kholim Andrian
NIM. 23116008

iii
INTISARI
XXXXXXXXX

Key words: XXXXX

iv
ABSTRACT
XXXXXXXXX

Key words: XXXXX

v
RIWAYAT HIDUP

vi
MOTTO

vii
PERSEMBAHAN

viii
KATA PENGANTAR

ix
DAFTAR ISI

TUGAS AKHIR......................................................................................................i

PERNYATAAN ORISINALITAS.......................................................................ii

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS


AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS..............................................iii

INTISARI..............................................................................................................iv

ABSTRACT............................................................................................................v

RIWAYAT HIDUP...............................................................................................vi

MOTTO................................................................................................................vii

PERSEMBAHAN...............................................................................................viii

KATA PENGANTAR...........................................................................................ix

DAFTAR ISI...........................................................................................................x

DAFTAR TABEL...............................................................................................xiii

DAFTAR GAMBAR...........................................................................................xiv

DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................xv

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................16

1.1 Latar Belakang.............................................................................................16

1.2 Rumusan Masalah........................................................................................17

1.3 Tujuan Penelitian..........................................................................................18

1.4 Manfaaat Penelitian......................................................................................18

1.5 Ruang Lingkup.............................................................................................18

BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................19

2.1 Survey Topografi..........................................................................................19

Topografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk bumi dan benda langit
lainnya, seperti planet, satelit, dan asteroid. Hal itu juga termasuk
penggambarannya di peta. Ada dua metode yang bisa membantu studi

x
topografi, yaitu survei secara langsung dan penginderaan jarak jauh. Kali ini
akan dibahas tentang survei secara langsung atau yang lebih dikenal dengan
nama survei topografi.........................................................................................19

Survei topografi adalah suatu metode untuk menentukan posisi tanda-tanda


buatan manusia maupun alamiah di lapangan. Survei topografi juga digunakan
untuk menetukan konfigurasi medan. Kegunaan survei topografi adalah untuk
mengumpulkan data yang diperlukan untuk pembuatan peta topografi. Gambar
peta dari gabungan data akan membentuk suatu peta topografi. Sebuah peta
topografi memperlihatkan karakter vegetasi dengan memakai tanda-tanda yang
sama seperti halnya jarak horizontal diantara beberapa fitur dan elevasinya
masing-masing diatas data tertentu....................................................................19

2.2 Cut and Fill...................................................................................................20

Galian dan timbunan atau yang lebih dikenal oleh dengan cut and fill adalah
bagian yang sangat penting baik pada pekerjaan pembuatan jalan,bendungan,
bangunan, dan reklamasi. Cut and fill dapat diperoleh dari peta situasi yang
dilengkapi dengan garis -garis kontur atau diperoleh langsung dari lapangan
melalui pengukuran sipat datar profil melintang sepanjang jalur proyek atau
bangunan............................................................................................................20

Perhitungan cut and fill dapat dilakukan dengan menggunakan peta situasi
dengan metode penggambaran profil melintang sepanjang jalur proyek atau
metode grid-grid (griding) yang meninjau galian dan timbunan dari tampak atas
dan menghitung selisih tinggi garis kontur terhadap ketinggian proyek ditempat
perpotongan garis kontur dengan garis proyek cut and fill berdimensi volume
(meter kubik). Volume dapat diperoleh secara teoritis melalui perkalian luas
dengan panjang. Cut and fill untuk keperluan teknik sipil dan perencanaan
diperoleh melalui perolehan luas rata-rata galian atau timbunan di dua buah
profil melintang yang dikalikan dengan jarak mendatar antara kedua profil
melintang tersebut..............................................................................................20

[Link]
%20NUR%20GUSTI%20YUNIANTO%201334290023%[Link]...............20

Perencanaan dari proses pekerjaan cut and fill sebagai berikut:........................20

xi
1. Peninjauan Lokasi Target............................................................................20

Peninjauan lokasi bertujuan untuk mengetahui secara detail mengenai lokasi


pengerjaan, seperti tempat, akses jalan, kondisi lingkungan, kondisi tanah,
prasarana dan informasi pendukung lainnya. Data-data tersebut akan menjadi
pertimbangan dalam perencanaan pembangunan lahan atau design ground.....20

2. Pengukuran Lahan.......................................................................................20

Pengukuran lahan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat seperti
total station atau GPS. Tujuan pengukuran lahan pada perencanaan cut and fill
adalah untuk mengetahui secara tepat kontur tanah dan batas lahan di lokasi
target, sehingga dapat direncanakan bagaimana proses cut and fill pada lahan
tersebut, penyediaan akses jalan, instalasi air dan titik-titik yang akan dibangun.
............................................................................................................................20

3. Pengolahan Data Survei dan Perencanaan Lahan.......................................20

Setelah mendapatkan data-data mengenai detail lokasi, langkah terakhir


perencanaan cut and fill adalah mengolah data dan menyajikan dalam bentuk
visual. Hal ini dilakukan agar proses perencanaan biaya dan perencanaan
pembangunan dapat lebihh mudah. Hasil dari perencanaan ini akan digunakan
sebagai patokan atau dasar dari setiap pembangunan yang akan dilakukan......20

Asiacon. 2015. "Cut and Fill: Definisi, Tujuan dan Tahap Perencanaan".
Retrieved from Asiacon......................................................................................20

2.3 Metode Perhitungan Galian dan Timbunan..................................................20

2.3.1 Metode Garis Kontur.............................................................................21

2.3.2 Metode Penampang Melintang ( Cross Section Method).....................21

2.3.3 Metode Prisma dan Piramida Kotak......................................................24

2.3.4 Metode Galian dan Timbunan ( cut and fil ).........................................25

BAB III METODOLOGI PENELITIAN..........................................................26

3.1 Persiapan Penelitian.....................................................................................26

3.1.1 Lokasi Penelitian...................................................................................27

3.1.2 Bahan Penelitian....................................................................................27

xii
3.1.3 Alat Penelitian.......................................................................................27

3.2 Pelaksanaan Penelitian.................................................................................27

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...............................................................1

4.1 Analisis 1........................................................................................................1

4.2 Analisis 2........................................................................................................1

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.................................................................2

5.1 Kesimpulan.....................................................................................................2

5.2 Saran...............................................................................................................2

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................3

LAMPIRAN............................................................................................................4

DAFTAR TABEL

xiii
DAFTAR GAMBAR

xiv
DAFTAR LAMPIRAN

xv
16

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang ada di Pulau
Sumatera. Provinsi Lampung memiliki posisi geografis yang sangat strategis
karena berada di ujung Selatan Pulau Sumatera sehingga menjadi gerbang utama
antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera (Anonim, [Link] (Perumahan &
Kawasan Permukiman), 2020). Angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung
selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan (Bappeda Provinsi Lampung,
2022). Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung dalam Laporan
Perekonomian Provinsi Lampung Agustus 2022 menyatakan bahwa pertumbuhan
ekonomi provinsi lampung pada triwulan II 2022 meningkat dengan kuat.
Perekonomian Lampung pada triwuwlan II 2022 tumbuh sebesar 5,22% (yoy)
dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2022 yang tumbuh
2,85% (yoy) (Anonim, Bank Indonesia (Bank Sentral Republik Indonesia), 2022).
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung berada pada urutan kedelapan se-
Sumatera. Sektor ekonomi yang tumbuh positif adalah Pertanian, Pengadaan air,
Infokom, Jasa Keuangan, Jasa Pendidikan, Jasa Kesehatan, Administrasi
Pemerintahan, Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib (Bappeda Provinsi
Lampung, 2022).
Provinsi Lampung memiliki 13 Kabupaten dan dua kota. Kota Bandar
Lampung menjadi Ibukota provinsi dan pusat kegiatan pemerintahan, sosial,
politik (Rusmasari & Pratiwi, 2022), pendidikan, kebudayaan dan kegiatan
perekonomian. Perkembangan Kota Bandar Lampung didukung oleh aksesibilitas
yang tinggi, Kota Bandar Lampung dapat dicapai melalui transportasi darat,
transportasi laut dan transportasi udara. Transportasi dari dan ke Kota Bandar
lampung melalui jalur air dapat melalui Pelabuhan Bakauheni Kabupaten
Lampung Selatan dan Pelabuhan Panjang serta transportasi udara melalui Bandara
Radin Intan II yang terletak di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan
yang berjarak lebih kurang 18 Km dari Kota Bandar Lampung (Anonim,
[Link] (Perumahan & Kawasan Permukiman), 2020).
17

Kota Bandar lampung memiliki jumlah penduduk yang mengalami


peningkatan setiap tahunnya, pada tahun 2021 jumlah penduduk Kota Bandar
Lampung 1.184.949 jiwa lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 dengan jumlah
penduduk 1.166.066 jiwa (Rusmasari & Pratiwi, 2022). Menurut Nirwana Puspita
pertumbuhan jumlah penduduk berdampak pada perkembangan dan pergerakan
perjalanan (Puspasari, 2016). Transportasi merupakan salah satu aspek penting
dalam aktivitas masyarakat. Ofyar Z. Tamin (1997) menyatakan infrastruktur
memiliki dua peran sebagai alat bantu dalam mengarahkan pembangunan di
perkotaan dan sebagai sarana mobilisasi orang dan atau barang yang disebabkan
oleh aktivitas masyarakat. Chairan Supplay Chain Indonesia (SCI) Setijadi (2019)
menyatakan bahwa industri transportasi di Indonesia khususnya alat transportasi
darat mengalami peningkatan dikarenakan permintaan dan mobilisasi masyarakat
yang tinggi.
Kenaikan volume arus lalu lintas akibat peningkatan mobilisasi masyarakat
banyak terjadi di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan kabupaten atau
kecamata lain. Kecamatan Tanjung bintang memiliki andil dalam pertumbuhan
ekonomi di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. Tanjung
Bintang merupakan kecamatan yang berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal
dimana meliputi pusat kegiatan industri, pusat perdagangan dan jasa, koleksi
pertanian dan perkebunan (Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Nomor
15 Tahun 2012). Terdapat 283 industri mikro dan kecil di Kecamatan Tanjung
Bintang yang didominasi oleh industri barang dari kayu dan gerabah (BPS
Kabupaten Lampung Selatan, 2021). Salah satu ruas jalan yang menjadi
penghubung utama antara Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung
Selatan adalah Ruas Jalan Ir Sutami yang berada di Kecamatan Tanjung Bintang.
Jalan Ir Sutami adalah ruas jalan Provinsi jalur Lintas Timur Pulau
Sumatera bagi kendaraan pengangkut barang yang akan melakukan pengiriman
barang untuk ekspor melalui Pelabuhan Panjang atau mengirim bahan baku
maupun bahan produksi untuk luar daerah Lampung. Jalan Ir Sutami memiliki
fungsi yang penting dalam pergerakan ekonomi, akan tetapi kondisi ruas jalan
cukup sempit dengan kemiringan jalan 40° sampai 65° mengakibatkan sering
terjadi kemacetan lalu lintas pada ruas ini. Kendaraan yang melewati Ruas Jalan Ir
18

Sutami bervariasi hingga kendaraan dengan muatan lebih dari 2 Ton (Bina Marga
DPUPR Kota Bandar Lampung, 2022). Dengan kondisi seperti ini maka
diperlukan penambahan kapasitas jalan agar tidak terjadi penumpukan volume
lalu lintas dengan melaksanakan pelebaran jalan.
Pelaksanaan pelebaran Jalan Ir Sutami melalui beberapa tahapan. Survei
rekayasa diterapkan dalam rencana konstruksi untuk pembangunan yang
berhubungan dengan galian dan timbunan seperti pembangunan jalan raya.
Pengukuran yang dilakukan dalan survei rekayasa berupa pengukuran poligon,
pengukuran beda tinggi, pengukuran profil memanjang dan melintang.
Perhitungan galian dan timbunan menggunakan data luas dan volume hasil
pengukuran. Cakupan pekerjaan galian (cut) yaitu penggalian, penanganan,
pembuangan atau penumpukan tanah atau batu atau bahan lain dari jalan atau
sekitarnya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, sementara cakupan
pekerjaan timbunan (fill) adalah pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan
pemadatan tanah atau bahan berbutir (Firmansyah, Yuwono, & Bidisusanto,
2022).
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas perlu dilakukan
penelitian dengan judul Analisis Pengukuran Topografi untuk Menghitung
Cut and Fill pada Perencanaan Pelebaran Jalan Km 10+500 sampai Km
10+700 (Studi Kasus: Jalan Ir Sutami, Tanjung Bintang, Lampung Selatan).
Pada penelitian ini perhitungan volume dihitung menggunakan metode potongan
rata-rata Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan dalam acuan
perencanaan pelaksanaan pelebaran jalan Jalan Ir. Sutami, Tanjung Bintang,
Lampung Selatan.
19

I.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan kondisi tersebut dapat disimpulkan permasalahan yang
terjadi sebagai berikut :
1. Berapakah jumlah luas lahan yang harus diganti rugi untuk pelebaran jalan
Ir Sutami Tanjung Bintang, Lampung Selatan.
2. Bagaimana situasi Jalan Ir Sutami, Tanjung Bintang, Lampung Selatan.
3. Bagaimana hasil perhitungan volume cut and fill pada perencanaan
pelebaran Jalan Ir Sutami, Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

I.3 Tujuan Penelitian


Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah :
1. Menghitung jumlah luas lahan milik masyarakat yang terkena dampak
pelebaran Jalan Jalan Ir Sutami, Tanjung Bintang, Lampung Selatan.
2. Melakukan pengukuran detail situasi dan pengolahan data hasil
pengukuran.
3. Menghitung volume cut and fill pada perencanaan pelebaran Jalan Ir
Sutami, Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

I.4 Manfaaat Penelitian


Adapun manfaat dilakukannya penelitian ini adalah :
1. Dapat mengetahui jumlah luas lahan yang harus diganti rugi oleh
pemerintah dalam pelaksanaan pelebaran Jalan Ir Sutami, Tanjung
Bintang, Lampung Selatan.
2. Mengetahui volum cut and fill pada perencanaan pelebaran Jalan Ir
Sutami, Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

I.5 Ruang Lingkup


Rung lingkup dalam penelitian ini meliputi :

1. Alat pengukuran yang digunakan adalah Total Station tipe


TOPCON ES 105 dilengkapi tripod dan prisma.
20

2. Pengolahan data dari pengukuran kontur menggunakan


aplikasi AutoCAD Land Desktop.
3. Pengolahan data topografi dan perhitungan volume galian
dan timbunan (cut and fill) dihitung dengan metode
potongan melintang rata-rata.
4. Lokasi penelitian Jalan Ir Sutami km 10+500 sampai km
10+700, Tanjung Bintang, Lampung Selatan
21

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Survey Topografi


Topografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk bumi dan benda langit
lainnya, seperti planet, satelit, dan asteroid. Hal itu juga termasuk
penggambarannya di peta. Ada dua metode yang bisa membantu studi topografi,
yaitu survei secara langsung dan penginderaan jarak jauh. Kali ini akan dibahas
tentang survei secara langsung atau yang lebih dikenal dengan nama survei
topografi.
Survei topografi adalah suatu metode untuk menentukan posisi tanda-tanda buatan
manusia maupun alamiah di lapangan. Survei topografi juga digunakan untuk
menetukan konfigurasi medan. Kegunaan survei topografi adalah untuk
mengumpulkan data yang diperlukan untuk pembuatan peta topografi. Gambar
peta dari gabungan data akan membentuk suatu peta topografi. Sebuah peta
topografi memperlihatkan karakter vegetasi dengan memakai tanda-tanda yang
sama seperti halnya jarak horizontal diantara beberapa fitur dan elevasinya
masing-masing diatas data tertentu.
B. R. Priyoadi, and B. I. Setiawan. Pemetaan Topografi Calon Lokasi Embung
di Kampus IPB Dramaga Bogor. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, vol. 5,
no. 1, 2020
II.2 Cut and Fill
Galian dan timbunan atau yang lebih dikenal oleh dengan cut and fill adalah
bagian yang sangat penting baik pada pekerjaan pembuatan jalan,bendungan,
bangunan, dan reklamasi. Cut and fill dapat diperoleh dari peta situasi yang
dilengkapi dengan garis -garis kontur atau diperoleh langsung dari lapangan
melalui pengukuran sipat datar profil melintang sepanjang jalur proyek atau
bangunan.
Perhitungan cut and fill dapat dilakukan dengan menggunakan peta situasi dengan
metode penggambaran profil melintang sepanjang jalur proyek atau metode grid-
grid (griding) yang meninjau galian dan timbunan dari tampak atas dan
menghitung selisih tinggi garis kontur terhadap ketinggian proyek ditempat
perpotongan garis kontur dengan garis proyek cut and fill berdimensi volume
22

(meter kubik). Volume dapat diperoleh secara teoritis melalui perkalian luas
dengan panjang. Cut and fill untuk keperluan teknik sipil dan perencanaan
diperoleh melalui perolehan luas rata-rata galian atau timbunan di dua buah profil
melintang yang dikalikan dengan jarak mendatar antara kedua profil melintang
tersebut.
[Link]
%20NUR%20GUSTI%20YUNIANTO%201334290023%[Link]
Perencanaan dari proses pekerjaan cut and fill sebagai berikut:
1. Peninjauan Lokasi Target
Peninjauan lokasi bertujuan untuk mengetahui secara detail mengenai lokasi
pengerjaan, seperti tempat, akses jalan, kondisi lingkungan, kondisi tanah,
prasarana dan informasi pendukung lainnya. Data-data tersebut akan menjadi
pertimbangan dalam perencanaan pembangunan lahan atau design ground.
2. Pengukuran Lahan
Pengukuran lahan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat seperti
total station atau GPS. Tujuan pengukuran lahan pada perencanaan cut and fill
adalah untuk mengetahui secara tepat kontur tanah dan batas lahan di lokasi
target, sehingga dapat direncanakan bagaimana proses cut and fill pada lahan
tersebut, penyediaan akses jalan, instalasi air dan titik-titik yang akan dibangun.
3. Pengolahan Data Survei dan Perencanaan Lahan
Setelah mendapatkan data-data mengenai detail lokasi, langkah terakhir
perencanaan cut and fill adalah mengolah data dan menyajikan dalam bentuk
visual. Hal ini dilakukan agar proses perencanaan biaya dan perencanaan
pembangunan dapat lebihh mudah. Hasil dari perencanaan ini akan digunakan
sebagai patokan atau dasar dari setiap pembangunan yang akan dilakukan.

Asiacon. 2015. "Cut and Fill: Definisi, Tujuan dan Tahap Perencanaan".
Retrieved from Asiacon.
II.3 Metode Perhitungan Galian dan Timbunan
Dalam menentukan volume galian dan timbunan satuan yang biasa
digunakan adalah Feet kubik (ft³), yard kubik (yd³) dan meter kubik (m³ )
dipakai dalam hitungan pengukuran volume tanah, walaupun yard kubik
23

adalah satuan yang paling umum dalam pekerjaan tanah 1yd³ = 27 ft³, 1 m³
= 35,315 ft³. Namum biasanya di Indonesia digunakan meter kubik (m³)
sebagai satuan dalam menentukan jumlah volume (Iskandar, 2008).
Pengukuran volume secara langsung jarang dikerjakan dalam
pengukuran tanah, karena sulit untuk menerapkan dengan sebenar-benarnya
sebuah satuan terhadap material yang terlibat. Sebagai gantinya dilakukan
pengukuran tak langsung. Untuk memperolehnya dilakukan pengukuran
garis dan luas yang mempunyai kaitan dengan volume yang direncanakan.
Adapun metode perhitungan yang dapat digunakan sebagai berikut:
II.3.1 Metode Garis Kontur
Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik yang memiliki
ketinggian yang sama, sehingga bidang yang oleh sebuah garis kontur adalah
merupakan bidang datar. Luas penampang ditentukan dengan luasan yang
dibatasi oleh suatu garis kontur, sedangkan beda tinggi arau jarak antar
penampang ditentukan oleh interval garis kontur, yaitu beda tinggi antara dua
kontur yang berurutan.
Penentuan volume dengan menggunakan garis kontur dapat ditentukan
dengan menggunakan rumus end areas untuk setiap dua buah tampang yang
berurutan. Volume dapat dihitung dengan cara menghitung luas daerah yang
terdapat di dalam batas kontur, kemudian mempergunakan prosedur-prosedur
yang umum dikenal. Prosedur perhitungan volume dilakukan dengan metode
garis kontur:
A 1+ A 2+ A 3+ A 4
V =h
n

Keterangan :
A1+A2+A3+A4 : Luas penampang
h : Beda tinggi antar kontur
n : Jumlah Luasan
24

II.3.2 Metode Penampang Melintang ( Cross Section Method)


Penampang melintang merupakan gambar irisan arah tegak lurus potongan
memanjang. Penampang melintang umumnya diukur selebar rencana melintang
bangunan ditambah daerah penguasaan bangunan atau hingga sejauh jarak
tertentu.
Pengukuran melintang dilakukan untuk menentukan tinggi rendahnya tanah
atau untuk mendapatkan bentuk permukaan titik sepanjang garis tertentu.
Adapun dua cara menghitung volume potongan melintang sebagai berikut:

1. Metode Potongan Melintang Rata-Rata


Potongan melintang rata-rata yaitu potongan atau penampang dari suatu areal
pengukuran tanah arah melintang dari suatu areal pengukuran tanah arah
melintang yang memperlihatkan jarak dan elevansi tertentu.
Pada metode ini, volume total terbagi menjadi beberapa seri dari padatan area
dengan pootngan melintang. Jarak dari bagian tergantung pada karakter umum
dari tanah dan akurasi yang diinginkan. Bagian tambahan juga dapat diambil pada
titik- titik perubahan kemiringan di sepanjang garis tengah. Berbagai penampang
mungkin terjadi pada permukaan tanah dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Satu bagian penampang.
b. Dua bagian penampang.
c. Tiga bagian penampang.
d. Sisi bukit dua bagian pemampang.
e. Banyak bagian penampang (Agor, 1982)
25

Luas potongan melintang A1 dan A2 pada kedua ujung ukur dan dengan
menganggap bahwa perubahan luas potongan melintang antara kedua ujung itu
sebanding dengan jaraknya, luas A1 dan A2 tersebut dirata-rata.
Sehingga volume tanah dapat diperoleh dengan mengalikan luas rata-rata
tersebut dengan jarak L dengan kedua ujung.

Rumus :

V=
[ A 1+ A 2
2 ]L

Keterangan :
V = Volume
A1 = Luas Penampang Pertama
A2 = Luas Penampang Kedua
L = Panjang dari luas penampang pertama ke luas penampang kedua

2. Metode Jarak Rata-Rata


Metode ini merupakan untuk menghitung volume tanah dengan jarak
L1 dan L2 sebelum dan sesudah potongan A1 dan A2 dirata-rata, lalu harga
rata-rata ini dikalikan dengan luas potongan A0.

Rumus :
26

V = A0
[ L 1+ L2
2 ]
Keterangan :
V = Volume
A0 = Luas penampang nol
A1 = Luas penampang satu
A2 = Luas penampang dua
L1 = Panjang dari luas penampang nol ke luas penampang satu
L2 = Panjang dari luas penampang satu ke luas penampang

II.3.3 Metode Prisma dan Piramida Kotak


Sebuah prisma didefinisikan sebagai sebuah bentuk padat (solid) yang
mempunyai dua bidang paralel, baik dalam ukuran tertentu atau tak tentu
bentuknya. Kedua permukaan ini dihubungkan oleh permukaan bidang
ataupun lengkungan yang dari satu ujung kelainnya.
Metode ini dapat digunakan untuk menghitung bentuk sembarang pisma
melintang dengan mempersiapkan terlebih perhitungan galian dan timbunan
dahulu luas potongan melintang tengah dari bentuk prisma.
27

Rumus volume metode prisma :

h
V = ( A 1+ 4 Am + A 2)
6

Rumus volume Metode Piramida Kotak :


28

h
V= ¿
3

Keterangan:

H : Tinggi Prisma
A1 : Luas Bidang Atas Prisma
A2 : Luas Bidang Bawah Prisma
Am : Luas Bidang Yang Melalui Tengah-Tengah Tinggi

II.3.4 Metode Galian dan Timbunan ( cut and fil )


Prinsip perhitungan volume galian dan timbunan menggunakan metode
cut and fill adalah menghitung luasan dua penampang serta jarak antara
penampang atas dan penampang bawah tersebut. Dengan mengetahui data
penampang atas dan penampang bawah, maka dapat dihitung luas masing-
masing penampang. Volume dihitung dari DTM yang dibentuk dari jarring-
jaring segitiga (TIN). Jaring segitiga inilah yang akan membentuk suatu
geometri prisma dari dua surface. Surface dibedakan menjadi dua yaitu design
surface dan base surface. Design surface merupakan surface yang akan
dihitung volumenya sedangkan base surface merupakan surface yang
dijadikan sebagai alas.
29
30

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

III.1 Persiapan Penelitian


Jenis penelitian yang digunakan adalah analisa deskriptif kuantitaif yaitu
penelitian yang dilakukan dengan langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi
dan analisis atau pengolahan data. (Mohamad, 1982). Dalam penelitian ini
dilakukan dengan pengumpulan data melalui studi lapangan dan pengambilan data
primer melalui pengukuran topografi.

III.1.1 Lokasi Penelitian


Lokasi penelitian dilakukan di Jalan Ir Sutami Km 10+500 sampai Km 10+700,
Kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatang.

III.1.2 Bahan Penelitian


Adapun bahan yang di butuhkan dalam penelitian ini adalah:
a. Data situasi
b. Data kontur
c. Data volume
31

III.1.3 Alat Penelitian


Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Total Station TOPCON GTS 325 dilengkapi Tripod
b. Prisma
c. Roll Meter
d. Patok

III.2 Pelaksanaan Penelitian


Adapun tahapan-tahapan yang direncanakan dalam penelitian ini beserta
diagram alur dalam bentuk flow chart sebagai berikut:
1) Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan tahap awal dari penelitian untuk
menentukan permasalahan yang diangkat kedalam penelitian yang akan
dikerjakan. Berdasarkan rumusan masalah yang telah disusun akan dijadikan
sebagai acuan penelitian sehingga dapat menentukan arah pembahasan.
Di dalam rumusan masalah ini terdapat pertanyaan-pertanyaan yang
nantinya akan dijawab setelah penelitian selesai dilakukan. Semua poin-poin yang
ada di dalam penelitian baik itu metodologi maupun teori semua itu mengacu
pada rumusan masalah yang disusun.

2) Studi Pustaka
Studi pustaka dimaksudkan untuk mendapatkan arahan dan wawasan
sehingga mempermudah dalam pengumpulan data, analisis data maupun dalam
penyusunan hasil penelitian.
Studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data referensi yang erat
hubungannya dengan penelitian yang diteliti, seperti : buku, jurnal, artikel, dsb.
Informasi dari sumber-sumber tersebut dapat digunakan sebagai landasan teori
dan konsep dari penelitian. Teori dan konsep dalam penelitian ini adalah
mengenai pengukuran tanah (surveying), dan perhitungan volume tanah galian
dan timbunan (cut and fill). (Hasan, 2018)

3) Survey Lapangan
32

Survey lapangan dilakukan untuk mengetahui dimana lokasi atau tempat


dilakukannya pengumpulan data yang diperlukan dalam penyusunan
perencanaan.

4) Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran langsung dilapangan
atau data primer dimana akan dilakukan pengukuran topografi di lokasi
penelitian, dan pengumpulan data sekunder untuk memperkuat data dalam
penelitian. Hasil yang akan diperoleh dari pengukuran topografi tersebut
antara lain:

a. Data koordinat (XYZ)


b. Gambar kontur
c. Gambar potongan melintang (cross section)

5) Pengolahan Data
Pengolahan data merupakan serangkaian pekerjaan studio yang
mengolah data- data primer dengan menggunakan software untuk
perhitungan volume galian dan timbunan dengan menggunakan metode
yaitu Metode Potongan Melintang Rata- rata.
Metode Potongan Melintang Rata-rata merupakan
perhitungan secara manual terhadap potongan melintang
dengan jarak antar potongan dengan arah tegak lurus dengan
lokasi penelitian.

Adapun tahapan-tahapan perhitungannya antara lain:


i. Menghitung luas dari masing-masing potongan melintang.
ii. Menghitung volume dari tiap blok potongan melintang dengan
menggunakan rumus perhitungan volume potongan melintang rata
rata.
iii. Kalkulasikan total seluruh volume agar diperoleh volume
keseluruhan galian dan timbunan.
33

6) Penyusunan Pelaporan
Seluruh data atau informasi yang telah terkumpul kemudian diolah
atau dianalisis dan disusun untuk mendapatkan hasil akhir yang disajikan
dalam bentuk laporan tugas akhir. Adapun penulisan pelaporan tugas akhir
ini disesuaikan dengan pedoman penyusunan laporan tugas akhir yang
diterbitkan oleh Institut Teknologi Sumatera.
34
35
1

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Analisis 1
XXXXXXXXXXXXXXXXX
IV.2 Analisis 2
XXXXXXXXXXXXXXXXX
2

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan
1. XXXXX
2. XXXXX
3. XXXXX
4. XXXXX

V.2 Saran
XXXXXXXXXX
3

DAFTAR PUSTAKA
4

LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai