Analisis Topografi untuk Cut and Fill Jalan
Analisis Topografi untuk Cut and Fill Jalan
TUGAS AKHIR
Diajukan oleh :
Kholim Andrian
NIM. 23116008
Kepada :
LAMPUNG SELATAN
2023
TUGAS AKHIR
ANALISIS PENGUKURAN TOPOGRAFI UNTUK MENGHITUNG CUT
AND FILL PADA PERENCANAAN PELEBARAN JALAN
(Studi Kasus: Jalan Ir. Sutami km 10+500 sampai 10+700, Tanjung Bintang,
Lampung Selatan)
Kholim Andrian
NIM. 23116008
Tanggal XX-XX-2023
XXXX
NIP. XXXX
i
PERNYATAAN ORISINALITAS
Menyatakan bahwa dalam dokumen ilmiah tugas akhir ini tidak terdapat bagian
dari karya ilmiah lain yang telah diajukan untuk memeperoleh gelar akademik di
suatu Lembaga Pendidikan Tinggi, dan juga tidak terdapat karya atau pendapat
yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang/lembaga lain, kecuali secara
tertulis disitasi dalam dokumen ini dan disebutkan sumbernya secara lengkap
dalam daftar pustaka.
Dengan demikian saya menyatakan bahwa dokumen ilmiah ini bebas dari unsur-
unsur plagiasi dan apabila dokumen ilmiah tugas akhir ini dikemudian hari
terbukti merupakan plagiasi dari karya penulis lain dan/atau dengan senagaja
mengajukan karya atau pendapat yang merupakan hasil karya penulis lain, maka
penulis bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku.
Meterai
10.000
Kholim Andrian
NIM. 23116008
ii
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS
AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti
Noneksklusif ini Institut Teknologi Sumatera berhak menyimpan,
mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database),
merawat, dan memublikasikan tugas akhir saya selamaa tetap mencantumkan
nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Meterai
10.000
Kholim Andrian
NIM. 23116008
iii
INTISARI
XXXXXXXXX
iv
ABSTRACT
XXXXXXXXX
v
RIWAYAT HIDUP
vi
MOTTO
vii
PERSEMBAHAN
viii
KATA PENGANTAR
ix
DAFTAR ISI
TUGAS AKHIR......................................................................................................i
PERNYATAAN ORISINALITAS.......................................................................ii
INTISARI..............................................................................................................iv
ABSTRACT............................................................................................................v
RIWAYAT HIDUP...............................................................................................vi
MOTTO................................................................................................................vii
PERSEMBAHAN...............................................................................................viii
KATA PENGANTAR...........................................................................................ix
DAFTAR ISI...........................................................................................................x
DAFTAR TABEL...............................................................................................xiii
DAFTAR GAMBAR...........................................................................................xiv
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................xv
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................16
Topografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk bumi dan benda langit
lainnya, seperti planet, satelit, dan asteroid. Hal itu juga termasuk
penggambarannya di peta. Ada dua metode yang bisa membantu studi
x
topografi, yaitu survei secara langsung dan penginderaan jarak jauh. Kali ini
akan dibahas tentang survei secara langsung atau yang lebih dikenal dengan
nama survei topografi.........................................................................................19
Galian dan timbunan atau yang lebih dikenal oleh dengan cut and fill adalah
bagian yang sangat penting baik pada pekerjaan pembuatan jalan,bendungan,
bangunan, dan reklamasi. Cut and fill dapat diperoleh dari peta situasi yang
dilengkapi dengan garis -garis kontur atau diperoleh langsung dari lapangan
melalui pengukuran sipat datar profil melintang sepanjang jalur proyek atau
bangunan............................................................................................................20
Perhitungan cut and fill dapat dilakukan dengan menggunakan peta situasi
dengan metode penggambaran profil melintang sepanjang jalur proyek atau
metode grid-grid (griding) yang meninjau galian dan timbunan dari tampak atas
dan menghitung selisih tinggi garis kontur terhadap ketinggian proyek ditempat
perpotongan garis kontur dengan garis proyek cut and fill berdimensi volume
(meter kubik). Volume dapat diperoleh secara teoritis melalui perkalian luas
dengan panjang. Cut and fill untuk keperluan teknik sipil dan perencanaan
diperoleh melalui perolehan luas rata-rata galian atau timbunan di dua buah
profil melintang yang dikalikan dengan jarak mendatar antara kedua profil
melintang tersebut..............................................................................................20
[Link]
%20NUR%20GUSTI%20YUNIANTO%201334290023%[Link]...............20
xi
1. Peninjauan Lokasi Target............................................................................20
2. Pengukuran Lahan.......................................................................................20
Pengukuran lahan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat seperti
total station atau GPS. Tujuan pengukuran lahan pada perencanaan cut and fill
adalah untuk mengetahui secara tepat kontur tanah dan batas lahan di lokasi
target, sehingga dapat direncanakan bagaimana proses cut and fill pada lahan
tersebut, penyediaan akses jalan, instalasi air dan titik-titik yang akan dibangun.
............................................................................................................................20
Asiacon. 2015. "Cut and Fill: Definisi, Tujuan dan Tahap Perencanaan".
Retrieved from Asiacon......................................................................................20
xii
3.1.3 Alat Penelitian.......................................................................................27
5.1 Kesimpulan.....................................................................................................2
5.2 Saran...............................................................................................................2
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................3
LAMPIRAN............................................................................................................4
DAFTAR TABEL
xiii
DAFTAR GAMBAR
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
xv
16
BAB I
PENDAHULUAN
Sutami bervariasi hingga kendaraan dengan muatan lebih dari 2 Ton (Bina Marga
DPUPR Kota Bandar Lampung, 2022). Dengan kondisi seperti ini maka
diperlukan penambahan kapasitas jalan agar tidak terjadi penumpukan volume
lalu lintas dengan melaksanakan pelebaran jalan.
Pelaksanaan pelebaran Jalan Ir Sutami melalui beberapa tahapan. Survei
rekayasa diterapkan dalam rencana konstruksi untuk pembangunan yang
berhubungan dengan galian dan timbunan seperti pembangunan jalan raya.
Pengukuran yang dilakukan dalan survei rekayasa berupa pengukuran poligon,
pengukuran beda tinggi, pengukuran profil memanjang dan melintang.
Perhitungan galian dan timbunan menggunakan data luas dan volume hasil
pengukuran. Cakupan pekerjaan galian (cut) yaitu penggalian, penanganan,
pembuangan atau penumpukan tanah atau batu atau bahan lain dari jalan atau
sekitarnya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, sementara cakupan
pekerjaan timbunan (fill) adalah pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan
pemadatan tanah atau bahan berbutir (Firmansyah, Yuwono, & Bidisusanto,
2022).
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas perlu dilakukan
penelitian dengan judul Analisis Pengukuran Topografi untuk Menghitung
Cut and Fill pada Perencanaan Pelebaran Jalan Km 10+500 sampai Km
10+700 (Studi Kasus: Jalan Ir Sutami, Tanjung Bintang, Lampung Selatan).
Pada penelitian ini perhitungan volume dihitung menggunakan metode potongan
rata-rata Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan dalam acuan
perencanaan pelaksanaan pelebaran jalan Jalan Ir. Sutami, Tanjung Bintang,
Lampung Selatan.
19
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
(meter kubik). Volume dapat diperoleh secara teoritis melalui perkalian luas
dengan panjang. Cut and fill untuk keperluan teknik sipil dan perencanaan
diperoleh melalui perolehan luas rata-rata galian atau timbunan di dua buah profil
melintang yang dikalikan dengan jarak mendatar antara kedua profil melintang
tersebut.
[Link]
%20NUR%20GUSTI%20YUNIANTO%201334290023%[Link]
Perencanaan dari proses pekerjaan cut and fill sebagai berikut:
1. Peninjauan Lokasi Target
Peninjauan lokasi bertujuan untuk mengetahui secara detail mengenai lokasi
pengerjaan, seperti tempat, akses jalan, kondisi lingkungan, kondisi tanah,
prasarana dan informasi pendukung lainnya. Data-data tersebut akan menjadi
pertimbangan dalam perencanaan pembangunan lahan atau design ground.
2. Pengukuran Lahan
Pengukuran lahan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat seperti
total station atau GPS. Tujuan pengukuran lahan pada perencanaan cut and fill
adalah untuk mengetahui secara tepat kontur tanah dan batas lahan di lokasi
target, sehingga dapat direncanakan bagaimana proses cut and fill pada lahan
tersebut, penyediaan akses jalan, instalasi air dan titik-titik yang akan dibangun.
3. Pengolahan Data Survei dan Perencanaan Lahan
Setelah mendapatkan data-data mengenai detail lokasi, langkah terakhir
perencanaan cut and fill adalah mengolah data dan menyajikan dalam bentuk
visual. Hal ini dilakukan agar proses perencanaan biaya dan perencanaan
pembangunan dapat lebihh mudah. Hasil dari perencanaan ini akan digunakan
sebagai patokan atau dasar dari setiap pembangunan yang akan dilakukan.
Asiacon. 2015. "Cut and Fill: Definisi, Tujuan dan Tahap Perencanaan".
Retrieved from Asiacon.
II.3 Metode Perhitungan Galian dan Timbunan
Dalam menentukan volume galian dan timbunan satuan yang biasa
digunakan adalah Feet kubik (ft³), yard kubik (yd³) dan meter kubik (m³ )
dipakai dalam hitungan pengukuran volume tanah, walaupun yard kubik
23
adalah satuan yang paling umum dalam pekerjaan tanah 1yd³ = 27 ft³, 1 m³
= 35,315 ft³. Namum biasanya di Indonesia digunakan meter kubik (m³)
sebagai satuan dalam menentukan jumlah volume (Iskandar, 2008).
Pengukuran volume secara langsung jarang dikerjakan dalam
pengukuran tanah, karena sulit untuk menerapkan dengan sebenar-benarnya
sebuah satuan terhadap material yang terlibat. Sebagai gantinya dilakukan
pengukuran tak langsung. Untuk memperolehnya dilakukan pengukuran
garis dan luas yang mempunyai kaitan dengan volume yang direncanakan.
Adapun metode perhitungan yang dapat digunakan sebagai berikut:
II.3.1 Metode Garis Kontur
Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik yang memiliki
ketinggian yang sama, sehingga bidang yang oleh sebuah garis kontur adalah
merupakan bidang datar. Luas penampang ditentukan dengan luasan yang
dibatasi oleh suatu garis kontur, sedangkan beda tinggi arau jarak antar
penampang ditentukan oleh interval garis kontur, yaitu beda tinggi antara dua
kontur yang berurutan.
Penentuan volume dengan menggunakan garis kontur dapat ditentukan
dengan menggunakan rumus end areas untuk setiap dua buah tampang yang
berurutan. Volume dapat dihitung dengan cara menghitung luas daerah yang
terdapat di dalam batas kontur, kemudian mempergunakan prosedur-prosedur
yang umum dikenal. Prosedur perhitungan volume dilakukan dengan metode
garis kontur:
A 1+ A 2+ A 3+ A 4
V =h
n
Keterangan :
A1+A2+A3+A4 : Luas penampang
h : Beda tinggi antar kontur
n : Jumlah Luasan
24
Luas potongan melintang A1 dan A2 pada kedua ujung ukur dan dengan
menganggap bahwa perubahan luas potongan melintang antara kedua ujung itu
sebanding dengan jaraknya, luas A1 dan A2 tersebut dirata-rata.
Sehingga volume tanah dapat diperoleh dengan mengalikan luas rata-rata
tersebut dengan jarak L dengan kedua ujung.
Rumus :
V=
[ A 1+ A 2
2 ]L
Keterangan :
V = Volume
A1 = Luas Penampang Pertama
A2 = Luas Penampang Kedua
L = Panjang dari luas penampang pertama ke luas penampang kedua
Rumus :
26
V = A0
[ L 1+ L2
2 ]
Keterangan :
V = Volume
A0 = Luas penampang nol
A1 = Luas penampang satu
A2 = Luas penampang dua
L1 = Panjang dari luas penampang nol ke luas penampang satu
L2 = Panjang dari luas penampang satu ke luas penampang
h
V = ( A 1+ 4 Am + A 2)
6
h
V= ¿
3
Keterangan:
H : Tinggi Prisma
A1 : Luas Bidang Atas Prisma
A2 : Luas Bidang Bawah Prisma
Am : Luas Bidang Yang Melalui Tengah-Tengah Tinggi
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
2) Studi Pustaka
Studi pustaka dimaksudkan untuk mendapatkan arahan dan wawasan
sehingga mempermudah dalam pengumpulan data, analisis data maupun dalam
penyusunan hasil penelitian.
Studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data referensi yang erat
hubungannya dengan penelitian yang diteliti, seperti : buku, jurnal, artikel, dsb.
Informasi dari sumber-sumber tersebut dapat digunakan sebagai landasan teori
dan konsep dari penelitian. Teori dan konsep dalam penelitian ini adalah
mengenai pengukuran tanah (surveying), dan perhitungan volume tanah galian
dan timbunan (cut and fill). (Hasan, 2018)
3) Survey Lapangan
32
4) Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran langsung dilapangan
atau data primer dimana akan dilakukan pengukuran topografi di lokasi
penelitian, dan pengumpulan data sekunder untuk memperkuat data dalam
penelitian. Hasil yang akan diperoleh dari pengukuran topografi tersebut
antara lain:
5) Pengolahan Data
Pengolahan data merupakan serangkaian pekerjaan studio yang
mengolah data- data primer dengan menggunakan software untuk
perhitungan volume galian dan timbunan dengan menggunakan metode
yaitu Metode Potongan Melintang Rata- rata.
Metode Potongan Melintang Rata-rata merupakan
perhitungan secara manual terhadap potongan melintang
dengan jarak antar potongan dengan arah tegak lurus dengan
lokasi penelitian.
6) Penyusunan Pelaporan
Seluruh data atau informasi yang telah terkumpul kemudian diolah
atau dianalisis dan disusun untuk mendapatkan hasil akhir yang disajikan
dalam bentuk laporan tugas akhir. Adapun penulisan pelaporan tugas akhir
ini disesuaikan dengan pedoman penyusunan laporan tugas akhir yang
diterbitkan oleh Institut Teknologi Sumatera.
34
35
1
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Analisis 1
XXXXXXXXXXXXXXXXX
IV.2 Analisis 2
XXXXXXXXXXXXXXXXX
2
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
V.1 Kesimpulan
1. XXXXX
2. XXXXX
3. XXXXX
4. XXXXX
V.2 Saran
XXXXXXXXXX
3
DAFTAR PUSTAKA
4
LAMPIRAN