0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan14 halaman

Peran Akuntansi Pertanggungjawaban dalam Biaya

Makalah ini membahas akuntansi pertanggungjawaban dan aspek keperilakuan yang terkait. Pertama, dijelaskan bahwa akuntansi pertanggungjawaban memperhatikan aspek manusia dalam perencanaan, akumulasi data, dan pelaporan dengan sistem anggaran dan klasifikasi berdasarkan pertanggungjawaban. Kedua, dibahas mengenai jenis-jenis pusat pertanggungjawaban dan bagaimana menetapkan pertanggung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan14 halaman

Peran Akuntansi Pertanggungjawaban dalam Biaya

Makalah ini membahas akuntansi pertanggungjawaban dan aspek keperilakuan yang terkait. Pertama, dijelaskan bahwa akuntansi pertanggungjawaban memperhatikan aspek manusia dalam perencanaan, akumulasi data, dan pelaporan dengan sistem anggaran dan klasifikasi berdasarkan pertanggungjawaban. Kedua, dibahas mengenai jenis-jenis pusat pertanggungjawaban dan bagaimana menetapkan pertanggung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

REVIEW ARTIKEL BERJUDUL “PERANAN AKUNTANSI


PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN EFISIENSI
BIAYA PRODUKSI” TERKAIT DENGAN ASPEK KEPERILAKUAN PADA
AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN

DIsusun Oleh :

4AA

1. Lavi Illiyin 21040099


2. Syafaul Kamila 21040028
3. Intan ayu permatasari 21040015
4. YolandAa eka febriyanti 210400149

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

INSTITU TEKNOLOGI DAN SAINS MANDALA

JEMBER

2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas anugerah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah tentang Review Artikel Berjudul
“Peranan Akuntansi Pertanggungjawaban sebagai Alat Pengendalian Efisiensi Biaya
Produksi” Terkait dengan Aspek Keperilakuan pada Akuntansi Pertanggungjawaban.

Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Makalah ini selain untuk menyelesaikan
tugas yang diberikan oleh Ibu Nurshadrina Kartika Sari selaku dosen pengampu mata kuliah
Akuntansi Keperilakuan, juga untuk lebih memperluas pengetahuan para mahasiswa
khususnya bagi penulis.

Penulis telah berusaha untuk dapat menyusun makalah ini dengan baik, namun penulis
pun menyadari bahwa kami memiliki akan adanya keterbatasan kami sebagai manusia biasa.
Oleh karena itu jika didapati adanya kesalahan-kesalahan baik dari segi teknik penulisan,
maupun dari isi, maka kami memohon maaf dan kritik serta saran dari dosen pengajar,bahkan
semua pembaca sangat diharapkan oleh kami untuk dapat menyempurnakan makalah ini
terlebih juga dalam pengetahuan kita bersama. Semoga makalah ini akan semakin bermanfaat
bagi mahasiswa, praktisi, dan akademisi serta pihak-pihak berkepentingan.

Jember, 25 Maret 2023

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................................. i

Daftar Isi........................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 1


1.2 Rumusan masalah ................................................................................................ 2
1.3 Tujuan penelitian ................................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................... 4

2.1 Akuntansi Pertanggugjawaban ............................................................................. 4


2.2 Perbedaan Antara Akuntansi Pertanggungjawaban Dengan Akuntansi Konvensional
............................................................................................................................ 4
2.3 Jenis-Jenis Pusat Pertanggungjawaban ................................................................. 5
2.4 Menetapkan Pertanggungjawaban ........................................................................ 6
2.5 Asumsi Keperilakuaan dari Akuntansi Pertanggungjawaban ................................ 6
2.6 Review Artikel Penelitian lain dengan topik pembahasan aspek Keperilakuan pada
Akuntansi Pertanggungjawaban ........................................................................... 8

BAB III PENUTUP ....................................................................................................... 10

3.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 10

Daftar Pustaka .............................................................................................................. 11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Akuntansi pertanggungjawaban juga memperhatikan aspek manusia dalam
perancanaan, akumulasi data dan pelaporan, karena perencanaan biaya dilakukan
dengan sistem anggaran dan diakumulasikan berdasarkan pertanggungjawabannya,
dengan demikian akuntansi pertanggungjawaban mendorong manajer untuk mencapai
tujuan. Perbedaan mendasar akuntansi pertanggungjawaban dan akuntansi
konvesional adalah terletak pada perencanaan, klasifikasi, dan pengumpulan data.
Akuntansi konvesional mengklasifikasikan data berdasarkan pada sifat atau fungsi
dari biaya, sedangkan akuntansi pertanggungjawaban lebih menitik beratkan pada
pertanggungjawaban atas kejadian dan kontrol secara individual.
Pada akuntansi pertanggungjawaban sebuah organisasi dibagi menjadi beberapa
pusat pertanggungjawaban dan masing-masing pusat pertanggungjawaban
digunakan karena memungkinkan organisasi untuk merekam setiap aktivitas dan
mengetahui unit mana yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut dan seberapa
baik kinerja organisasi atau perusahaan. Pusat tanggung jawab pada dasarnya setiap
pusat tanggung jawab harus selaras, serasi dan selaras untuk mencapai tujuan
masing-masing individu. Seimbang untuk mencapai tujuan keseluruhan organisasi
secara keseluruhan. Tujuan keseluruhan organisasi biasanya diukur dalam istilah
moneter
Pada masa perdagangan bebas, hal ini menimbulkan persaingan yang semakin
ketat dalam dunia bisnis. Bisnis harus terus meningkatkan keuntungan mereka untuk
menjaga bisnis tetap layak. Karena laba merupakan ukuran yang sering digunakan
untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu manajemen perusahaan dalam
mengelola perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan pengelolaan lebih banyak
kontrol diperlukan dari perusahaan biaya reproduksi fungsi kontrol pada tingkat yang
berbeda operasi bisnis perusahaan.
Pengelolaan menghadapi rintangan mengawasi jalannya masing-masing unit kerja.
Dengan hambatan ini adalah para pihak manajemen puncak harus membagi tugas
dan otorisasi yang benar dan jelas bawahan melalui Pusat Tanggung Jawab. Pusat

1
tanggung jawabnya adalah masing-masing unit bekerja di organisasi terkemuka
pemimpin yang bertanggung jawab. Di dalam hubungan dengan organisasi, dengan
organisasi dibandingkan dengan kumpulan beberapa pusat tanggung jawab. Apa
yang dijelaskan dalam bagan organisasi. Ukuran pusat-pusat tanggung jawab ini
membentuk sebuah tangga secara hirarkis dalam organisasi.
PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melaksanakan pembagian tugas dengan
pembagian kompetensi pada masing-masing pusat tanggung jawab dalam kegiatan
operasionalnya. Pusat tanggung jawab PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah pusat
biaya, pusat pendapatan, pusat laba dan pusat investasi. Yang termasuk penerbit di
PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah bagian produksi. Dalam produksi dia
berkoordinasi dan berkoordinasi
Mengawasi kegiatan pembangunan dan pengelolaan produksi air, baik yang
bersumber
Mata air dan air permukaan (sungai) sesuai baku mutu yang ditetapkan. Bagian
produksi terdiri dari subbagian, yaitu: Sub bagian Sumber Daya Air, Subbagian
Pengolahan Air,
Divisi laboratorium. Manajemen biaya adalah upaya menyelaraskan sekumpulan
variabel untuk mencapai tujuan. Manajemen biaya harus mampu menyikapi hal ini
Tantangan faktor kurang efisien dan kebutuhan untuk dapat mengontrol biaya yang
dikeluarkan di semua tingkatan manajemen perusahaan agar sesuai dengan
anggaran atau rencana yang telah disetujui.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas maka timbullah rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud Akuntansi Pertanggungjawaban?
2. Apa perbedaan antara Akuntansi pertanggungjawaban dengan Akuntansi
Konvensional ?
3. Apa saja Jenis-Jenis Pusat Pertanggungjawaban?
4. Bagaimana Menetapkan Pertanggungjawaban?
5. Bagaimana Asumsi Keperilakuan Dari Akuntansi Pertanggungjawaban?

2
6. Bagaimana review artikel penelitian lain terkait aspek Keperilakuan pada
Akuntansi Pertanggungjawaban?

1.3 Tujuan penelitian


1. Untuk mengetahui dan menambah wawasan Akuntansi Pertanggungjawaban
2. Untuk mengetahui dan menambah wawasan Akuntansi Pertanggungjawaban vs
Akuntansi Konvensional
3. Untuk mengetahui dan menambah wawasan tentang Jenis-Jenis
Pertanggungjawaban
4. Untuk mengetahui dan menambah wawasan tentang Menetapkan
Pertanggungjawaban
5. mengetahui dan menambah wawasan tentang Asumsi Keperilakuan Dari
Akuntansi Pertanggungjawaban
6. Untuk Mengetahui artikel penelitian lain dengan topik aspek keperilakuan pada
akuntansi pertanggungjawaban

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Akuntansi Pertanggugjawaban


Akuntansi pertanggungjawaban adalah jawaban akuntansi manajemen terhadap
pengetahuan umum bahwa masalah-masalah bisnis dapat dikendalikan seefektif
mungkin dengan mengendalikan orang-orang yang bertanggung jawab untuk
menjalankan operasi tersebut. Salah satu tujuan akuntansi pertanggungjawaban adalah
untuk memastikan bahwa individu-individu pada seluruh tingkatan di perusahaan telah
memberikan kontribusi yang memuaskan terhadap pencapaian tujuan perusahaan secara
menyeluruh.

2.2 Perbedaan Antara Akuntansi Pertanggungjawaban Dengan Akuntansi


Konvensional
Perbedaan mendasar akuntansi pertanggungjawaban dan akuntansi
konvesional adalah terletak pada perencanaan, klasifikasi, dan pengumpulan
data.
1. Akuntansi konvesional mengklasifikasikan data berdasarkan pada sifat atau
fungsi dari biaya, sedangkan akuntansi pertanggungjawaban lebih menitik
beratkan pada pertanggungjawaban atas kejadian dan kontrol secara individual.
Akuntansi pertanggungjawaban juga memperhatikan aspek manusia dalam
perancanaan, akumulasi data dan pelaporan, karena perencanaan biaya dilakukan
dengan sistem anggaran dan diakumulasikan berdasarkan
pertanggungjawabannya, dengan demikian akuntansi pertanggungjawaban
mendorong manajer untuk mencapai tujuan.
2. Akuntansi konvensional akan mengalokasikan gaji ini berdasarkan waktu yang
digunakan untuk setiap aktifitas. Sebaliknya, akuntansi pertanggung jawaban
akan membebankan total gaji tersebut kepada atasan yang bertanggung jawab
atas aktifitas orang tersebut.
3. Akuntansi pertanggungjawaban memperbaiki hubungan antara informasi
akuntansi dan memperhatikan aspek manusia dari segi perencanaan, akumulasi
data dan pelaporan setiap struktur organisasi dan pertanggungjawaban secara
hirarki serta mendorong keberhasilan manajer mancapai tujuan.

4
2.3 Jenis-Jenis Pusat Pertanggungjawaban
2.3.1. Pusat Biaya
Pusat biaya merupakan bidang tanggungjawab yang menghasikan suatu
produk atau memberikan suatu jasa. Pusat Biaya merupakan pusat
pertanggungjawaban atau suatu unit organisasi yang prestasi
[Link] uang bertanggung jawab atas pusat biaya memiliki kendali
hanya atas penggunaan sumber daya fisik dan manusia yang diperlukan
untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.
2.3.2. Pusat Pendapatan
Jika tangungjawab utama seorang menejer adalah penghasilan pendapatan,
maka segmennya sebaiknya diperlakukan sebagai pusat pendapatan. Pusat
Pendapatan merupakan pusat pertanggungjawaban atau suatu unit organisasi
yang prestasi menajernya dinilai atas dasar pendapatan dalam pusat
pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Contoh-contoh dari pusat pendapatan
meliputi departemen pemasaran, pusat distribusi, bagian barang jualan di toko
serba ada atau tenaga penjualan individual. Manajer hanya memiliki kendali
terhadap biaya pemasaran langsung dan kinerja mereka akan diukur dalam hal
kemampuan mereka untuk mencapai target penjualan yang ditentukan
sebelumnya dalam batasan beban tertentu. Untuk memperoleh manfaat
motivasional dan pengendalian yang efektif, manajer pusat pendapatan
sebaiknya berpartisipasi dalam proses penentuan tujuan dan menerima umpan
balik yang tepat waktu atas hasil kinerja mereka.
2.3.3. Pusat Laba
Pusat laba adalah segmen dimana manajer memiliki kendali, baik atas
pendapatan maupun biaya. Pusat Laba merupakan pusat pertanggungjawaban
atau suatu unit organisasi yang prestasi manajernya dinilai atas dasar
pendapatan, biaya dan sekaligus aktiva atau modal atau investasi pada pusat
pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Jadi prestasi manajer ini dinilai atas
dasar laba dan investasi yang diperlukan untuk memperoleh laba.
2.3.4. Pusat Investasi
Manajer pusat investasi bertanggung jawab terhadap investasi dalam asset
serta pengendalian atas pendapatan dan biaya. Mereka diharapkan mencapai
keseimbangan yang sehat antara laba yang dicapai dan investasi dalam sumber
daya yang digunakan. Kriteria yang digunakan dalam mengukur kinerja mereka
5
dan menentukan penghargaan mereka meliputi tingkat pengembalian atas asset,
hasil perputaran, dan laba residual. Karena mereka bertanggung jawab terhadap
setiap aspek dari operasi, manajer pusat investasi ini dievaluasi dengan cara yang
sama seperti eksekutif puncak.

2.4 Menetapkan Pertanggungjawaban


Dalam menetapkan pertanggungjawaban perlu adanya spesifikasi untuk tugas
individu. Setiap orang diberi tanggungjawab dan ditentukan pula aktivitas dan
fungsinya, dalam kenyataannya adalah berarti tugas dengan atasan. Faktor terpenting
dalam menetapkan tanggungjawab adalah persetujuan dengan direksi dan
pertanggungjawaban atas sumber daya yang didelegasikan berdasarkan fungsi atau
tugas. Hal tersebut terimplikasikan dengan memiliki kewenangan dalam membuat
keputusan dan termotivasi untuk memperbaiki kinerjanya.

2.5 Asumsi Keperilakuaan dari Akuntansi Pertanggungjawaban


2.5.1. Management By Exception (MBE) / Manajemen berdasarkan
perkecualian
Manajemen yang dimaksud yaitu adanya kecukupan kontrol operasi yang
efektif. Manajemen ini mengasumsikan bahwa untuk mengatur dan
mengendalikan kegiatan organisasi secara efektif, manajer hanya perlu
memusatkan perhatiannya pada wilayah dimana hasil nyata berbeda dengan
target atau standar anggaran. Sayangnya, hanya perbedaan yang tidak diinginkan
dan titik masalah yang telah jelas yang menerima perhatian segera. Oleh karena
itu, pusat tanggung jawab seringkali menganggap laporan kinerja sebagai alat
yang menekankan kegagalan. Manajer tingkat bawah cenderung melihat laporan
semacam ini sebagai hukuman dan bukan sebagai informasi. Untuk mengubah
pandangan semacam ini, maka sistem penghargaan perusahaan haruslah
mensejajarkan pencapaian target dengan kinerja sukses.
2.5.2. Management By Objective (MBO) / Manajemen berdasarkan Tujuan
Manajemen ini akan menghasilkan anggaran, biaya standar, tujuan organisasi,
dan rencana praktis untuk mencapai yang disetujui bersama. Akuntansi
pertanggungjawaban memfasilitasi management berdasarkan tujuan manajemen
berdasarkan pengendalian diri. Hal ini merupakan pendekatan manajemen yang
dirancang untuk mengatasi keslahan tanggapan manusiawi yang yang sering
6
timbul oleh usaha untuk mengendalikan operasi berdasarkan dominasi. Sebagai
sebuah cara pengendalian manajemen, MBO memfasilitasi keinginan untuk
tidak didominasi dengan memberi manajer dan bawahannya sebuah kesempatan
untuk secara bersama merumuskan pencapaian dan kegiatan bagi pusat tanggung
jawab masing – masing.
2.5.3. Coincidence Between Responsibility Network And Organizational
Structure / Kesesuaian antara jaringan pertanggung jawaban dan struktur
organisasi
Akuntansi pertanggungjawaban mengasumsikan pengendalian organisasi
ditingkatkan melalui penciptaan sebuah jaringan pusat tanggungjawab yang
selaras dengan struktur organisasi. Niat manejemen tingkat atas untuk
mendelegasikan dijelaskan melalui hierarki kewenangan atau struktur organisasi.
Namun demikian, banyak organisasi yang dilanda kelemahan yang hebat
mengenai delegasi.
2.5.4. Acceptance of Resposibilty / Penerimaan Tanggungjawab
Unsur yang terpenting dalam keberhasilan penerapan sistem akuntansi
pertanggungjawaban adalah bahwa manajer pusat pertanggungjawaban
menerima tanggungjawab dan tugas yang diberikan kepadanya dengan layak dan
kesediaan mereka melaksanakannya.
Para manajer akan merasa bersedia menerima tugas dan tanggungjawab
tersebut dengan baik jika mereka merasa dibutuhkan secara fisik dan sumber
daya. Mereka akan melaksanakannya dengan baik jika budaya organisasi dimana
tempat mereka menjalankan tugas memberikan kebebasan untuk melaksanakan
tugas dengan cara-cara mereka sendiri. Budaya organisasi yang ada juga harus
dapat memberikan toleransi jika mereka mengalami kegagalan. Dan para
manajer hendaknya diberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat dan
pandangan mereka sendiri tanpa adanya rasa takut
2.5.5. Capabilty of Inducing Cooperation / Kapasitas untuk mendorong kerja
sama
Akuntansi pertanggungjawaban mampu meningkatkan kerjasama organisasi
yang memperlihatkan para manajer bekerja untuk mencapai tujuan bersama.
Akuntansi pertanggungjawaban juga menunjukan tingkat loyalitas mereka,
kemampuan mereka dalam membuat keputusan mereka sendiri di dalam
kerangka tanggungjawab yang didelegasikan kepada mereka. Mereka merasa
7
menjadi bagian penting dalam organisasi sehingga mereka merasa dihargai dan
akan bersama-sama mempunyai keinginan untuk mencapai tujuan yang
diinginkan. Semangat kerjasama mereka akan tercipta dan meningkat dan
menyakinkan mereka bahwa mereka sedang mencapai tujuan yang dirumuskan
bersama. Mereka merasa menjadi sesuatu hal yang penting, dan tentu saja
mereka akan berpikir bahwa jika terjadi kegagalan tentulah akan mempengaruhi
masa depan.

2.6 Review Artikel Penelitian lain dengan topik pembahasan aspek Keperilakuan
pada Akuntansi Pertanggungjawaban
2.6.1. Akuntansi pertanggungjawaban
Akuntansi pertanggungjawaban Mengakui bahwa setiap pusat
Pertanggungjawaban harus bertanggung jawab atas segala kegiatan yang ada di
bawah pengendaliannya. Akuntansi pertanggungjawaban adalah Alat
fundamental untuk pengendalian manajemen dan ditentukan melalui empat
elemen penting, yaitu pemberian tanggungjawab, pembuatan ukuran kinerja
atau benchmarking, pengevaluasian kinerja, dan pemberian penghargaan.
Akuntansi pertanggungjawaban bertujuan mempengaruhi perilaku dalam cara
tertentu sehingga seseorang atau kegiatan perusahaan akan di sesuaikan untuk
mencapai tujuan bersama.
2.6.2. Karakteristik Akuntansi Pertanggungjawaban
Karakteristik sistem akuntansi pertanggungjawaban adalah sebagai berikut:
1. Adanya identifikasi pusat pertanggungjawaban.
2. Standar ditetapkannya biaya bertanggungjawab atas kinerja manajer yang
bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban.
3. Kinerja manajer diukur dengan membandingkan antara realisasi dengan
anggaran.
4. Manajer secara individual diberi penghargaan atau hukuman berdasarkan
kebijakan manajemen yang lebih tinggi. Akuntansi pertanggungjawaban
diterapkan dalam organisasi yang telah membagi-bagi bidang
pertanggungjawaban menyusun anggaran biaya dan penghasilannya masing-
masing dengan memperhatikan tujuan perusahaan secara keseluruhan. Salah

8
satu tujuan yang hendak dicapai dengan akuntansi pertanggungjawaban adalah
menghasilkan informasi akuntansi yang membantu manajemen dalam
pengukuran prestasi para manajer pusat pertanggungjawaban secara
wajar.

2.6.3. Manfaat Akuntansi Pertanggungjawaban


Beberapa manfaat yang dapat diambil dengan penerapan akuntansi
pertanggungjawaban yaitu:
a. Organisasi dipisahkan kedalam unit organisasi sehingga memudahkan untuk
dikelola dan dikendalikan.
b. Keputusan-keputusan diambil para manajer, dimana para manajer tahu
permasalahan yang dihadapi dan di informasi yang relevan untuk
pengambilan keputusan itu.
c. Keputusan-keputusan yang diambil secara tepat waktu
d. Tingkat moral dan kepuasan para manajer menjadi lebih tinggi, Karna
dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

2.6.4. Metode Penelitian Yang Dilakukan Oleh Penulis


Prosedur Pengumpulan Data pengumpulan data yang dilakukan untuk melengkapi
penyusunan makalah seminar ini meliputi beberapa jenis prosedur pengumpulan
data sebagai berikut :
1. Riset Kepustakawan (Library Research) dimaksudkan untuk memperoleh data
yang diperlukan untuk dijadikan landasan teoritis yang akan dikaitkan dengan
masalah yang diteliti, dengan cara membaca dan mempelajari teori-teori,
literatur-literatur, dan bahan bacaan lain.
2. Riset lapangan pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan
observasi searching dari internet penulis melakukan pencarian ilmu pengetahuan
umum pada dunia maya.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan hasil penelitian yang dilakukan pada PDAM Tirta
Pakuan Kota Bogor, penulis menarik kesimpulan, sebagai berikut :
Akuntansi pertanggungjawaban merupakan suatu sistem yang dirancang
untuk mengakumulasikan dan melaporkan biaya, serta mengukur hasil dari tiap level
pusat pertanggungjawaban, sehingga apabila terjadi penyimpangan dapat ditelusuri
penyebab dan penanggungjawabnya.
1. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban pusat biaya sangat berperan pada
PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, karena dengan adanya penerapan akuntansi
pertanggungjawaban pusat biaya memudahkan pihak manajemen untuk
menentukan tujuan dan sasaran khususnya biaya produksi yang sesuai dengan
perencanaan biaya yang sudah ditetapkan serta untuk menentukan kebijakan,
program yang akan dilaksanakan dan dianggarkan.
2. Penilaian biaya bahan kimia produksi yang dikeluarkan dengan cara
membandingkan anggaran dengan realisasinya. Penyusunan anggaran
dilaksanakan oleh divisi khusus atau dewan direksi, anggaran tersebut dibuat
untuk mengetahui tindakan yang harus diambil oleh pihak manajemen yang
kemudian dibandingkan dengan hasil biayabiaya yang dikeluarkan dalam laporan
keuangan biaya bahan kimia atau realisasi.
3. Akuntansi pertanggungjawaban pusat biaya sangat penting untuk membantu
pihak manajemen dalam mengontrol biaya yang dikeluarkan oleh PDAM
sehingga mencegah terjadinya pembengkakan biaya.

10
DAFTAR PUSTAKA

Istiqomah, D. ASPEK KEPERILAKUAN PADA AKUNTANSI


PERTANGGUNGJAWABAN.

Sundari, D. D., & Setiawan, H. PERANAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN


SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI.

11

Common questions

Didukung oleh AI

The behavioral assumptions in responsibility accounting include Management by Exception (MBE), Management by Objectives (MBO), and acceptance of responsibility, which collectively guide manager behaviors. MBE focuses management's attention on deviations from expected results, MBO fosters self-regulation through jointly set objectives, and a compatible organizational structure supports clear delegation of tasks. These assumptions enhance managerial responsibility and cooperation by aligning recognition and incentives with performance, thus encouraging proactive engagement and accountability .

Responsibility accounting enhances efficiency by segregating an organization into responsibility centers, thus allowing for precise tracking of activities and accountability at different management levels. It encourages managers to participate in setting objectives and provides timely feedback on performance, aligning managerial actions with organizational goals. This system fosters a sense of ownership and clarity, thereby improving decision-making and enabling effective control over resources .

Responsibility accounting influences cost control by systematically dividing the organization into responsibility centers, each tasked with controlling specific costs. Managers of cost centers are accountable for resource utilization, fostering an environment where each unit's cost drivers are monitored to prevent wastage. This creates a culture of fiscal discipline, where costs are actively managed and aligned with organizational budgeting constraints .

Responsibility accounting supports managerial control by enabling precise monitoring and evaluation of each responsibility center's performance through comparatives of actual outcomes against budgets. It allows managers to identify underperforming areas swiftly and assess causes for disparities, prompting appropriate corrective actions. This granularity in performance assessment translates into enhanced managerial oversight and quicker response to inefficiencies .

Challenges in implementing responsibility accounting include possible resistance from managers due to perceived increases in pressure and accountability. Misalignment between the responsibility system and organizational culture can also hinder effective execution. To mitigate these challenges, organizations should ensure transparent communication, involve managers in the development and goal-setting processes, and align incentives with performance metrics, promoting an understanding and acceptance of the system's benefits .

Responsibility accounting positively impacts organizational culture by encouraging a collaborative environment where managers are empowered to make decisions and take ownership of their respective outcomes. This system ensures that managers feel integral to the organization, promoting a sense of belonging and significance. When aligned with proper recognition and reward systems, it strengthens loyalty and accountability, facilitating cooperative efforts towards shared objectives .

The fundamental differences between responsibility accounting and conventional accounting lie in planning, classifying, and data collection. In conventional accounting, data is classified based on the nature or function of costs, focusing on allocation, such as salaries based on activity time. Responsibility accounting, however, emphasizes individual accountability for events and control, with planning conducted through budgeting systems aligned with performance. This approach predominantly focuses on human aspects in planning, data accumulation, and reporting, aiming to motivate managers towards organizational goals .

Responsibility accounting enhances managerial accountability by clearly delineating roles through responsibility centers, which establishes specific performance criteria for evaluation. It contributes to a structured performance assessment where managers are held accountable for both successes and deviations from plans, measured against predefined benchmarks. This incentivizes managers to optimize results within their control areas, aligning actions with overall business objectives .

There are four types of responsibility centers within an organization: Cost Centers, Revenue Centers, Profit Centers, and Investment Centers. Cost Centers focus on controlling and minimizing costs without direct influence on revenue. Revenue Centers aim at maximizing income from sales. Profit Centers are responsible for both costs and revenues, measuring performance based on profit generation. Investment Centers assess performance based on returns from investments, integrating cost and revenue responsibilities with capital investment oversight .

Alignment between responsibility networks and organizational structure is crucial because it ensures that accountability and authority are coherently delegated through a clear hierarchy. This facilitates effective monitoring and control processes, enabling better alignment of individual objectives with organizational goals. A well-aligned structure also guarantees that managers have the autonomy to execute their roles efficiently, fostering a disciplined yet flexible operational environment .

Anda mungkin juga menyukai