0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan13 halaman

Hukum Bacaan Tajwid dalam Al-Qur'an

Ayat menjelaskan hukum bacaan nun mati atau tanwin ketika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyyah. Terdapat 5 macam hukum bacaan yaitu izhar, idgham bighunnah, idgham bilaghunnah, iqlab, dan ikhfa.

Diunggah oleh

Raisah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan13 halaman

Hukum Bacaan Tajwid dalam Al-Qur'an

Ayat menjelaskan hukum bacaan nun mati atau tanwin ketika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyyah. Terdapat 5 macam hukum bacaan yaitu izhar, idgham bighunnah, idgham bilaghunnah, iqlab, dan ikhfa.

Diunggah oleh

Raisah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

AL-ANFAL/8:72 KONTROL DIRI

‫ين آ َووا‬ ِ ِ‫اجرُوا َو َجاهَ ُدوا بَِأ ْم َوالِ ِه ْم َوَأنفُ ِس ِه ْم فِي َسب‬
َ ‫يل هَّللا ِ َوالَّ ِذ‬ َ َ‫ين آ َمنُوا َوه‬ َ ‫ِإ َّن الَّ ِذ‬
‫ين آ َمنُوا َولَ ْم يُهَا ِجرُوا َما لَ ُكم ِّمن َواَل يَتِ ِهم‬ َ ‫ْض ۚ َوالَّ ِذ‬ٍ ‫ضهُ ْم َأ ْولِيَا ُء بَع‬ َ ‫صرُوا ُأو ٰلَِئ‬
ُ ‫ك بَ ْع‬ َ َ‫َّون‬
‫ِّين فَ َعلَ ْي ُك ُم النَّصْ ُر ِإاَّل َعلَ ٰى قَ ْو ٍم‬
ِ ‫نصرُو ُك ْم فِي الد‬ َ َ‫اجرُوا ۚ َوِإ ِن ا ْست‬ ِ َ‫ِّمن َش ْي ٍء َحتَّ ٰى يُه‬
‫صي ٌر‬ِ َ‫ون ب‬ َ ُ‫ق ۗ َوهَّللا ُ بِ َما تَ ْع َمل‬ٌ ‫بَ ْينَ ُك ْم َوبَ ْينَهُم ِّميثَا‬
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan
jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan
pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi.
Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban
sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka
meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib
memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu
dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Dari Abu Hurairah r.a.: "Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kuat bukanlah orang yang
(biasa menang) saat bertarung/bergulat, tetapi orang kuat itu adalah yang (mampu)
mengendalikan nafsunya ketika marah." (H.R. Bukhari dan Muslim)
۟ ‫َو ٰج َهد‬
‫ُوا‬ ۟ ‫اجر‬
‫ُوا‬ َ ‫َو َه‬ ۟ ‫ا َم ُن‬
‫وا‬ َ ‫الَّذ‬
‫ِين‬ َّ‫ِإن‬
Dan mereka Dan mereka Mereka yang Orang-orang Sesungguhnya
berjihad berhijrah beriman yang
‫ال ٰلّـ ِه‬ ‫يل‬
ِ ‫َس ِب‬ ‫فِى‬ ‫َوَأنفُسِ ِه ْم‬ ‫ِبَأ ْم ٰول ِِه ْم‬
Allah Jalan Di/pada Dan jiwa Dengan harta
mereka mereka
ٓ
ُ ْ‫َبع‬
‫ض ُه ْم‬ َ ‫ُأ ۟و ٰلِئ‬
‫ك‬ ‫صر ُٓو ۟ا‬
َ ‫وَّ َن‬ ۟ ‫َء َاو‬
‫وا‬ َ ‫َوالَّذ‬
‫ِين‬
Sebagian mereka Mereka itulah Dan mereka Memberikan Dan orang-
memberi perlindungan orang yang
pertolong

‫َما‬ ۟ ‫ُي َها ِجر‬


‫ُوا‬ ‫َولَ ْم‬ ۟ ‫َءا َم ُن‬
‫وا‬ َ ‫َوالَّذ‬
‫ِين‬
Tidak ada Mereka Dan Beriman Dan orang-
berhijrah tidak/belum orang
‫َشىْ ٍء‬ ‫مِّن‬ ‫َو ٰل َيت ِِهم‬ ‫مِّن‬ ‫لَ ُكم‬
Sesuatu Dari Memberi Dari Bagi kalian
pertolongan
mereka
‫فِى‬ ‫صرُو ُك ْم‬
َ ‫اسْ َتن‬ ‫َوِإ ِن‬ ‫ُي َها ِج ُر‬ ‫َح َّت ٰى‬
Dalam Mereka minta Dan jika Mereka Sehingga
pertolongan berhijrah
padamu
‫َعلَ ٰى‬ ‫ِإاَّل‬ ‫ال َّنصْ ُر‬ ‫َف َعلَ ْي ُك ُم‬ ِ ‫ل ِّد‬
‫ين‬
Atas Kecuali Memberi Maka wajib Agama
pertolongan atasmu
‫َوال ٰلّـ ُه‬ ‫م ِّٰيث ٌق‬ ‫َو َب ْي َنهُم‬ ‫َب ْي َن ُك ْم‬ ‫َق ْو ٍم‬
ۭ
Dan Allah Perjanjian Dan antara Antara kamu Kaum
mereka
‫صِ ي ٌر‬ َ ُ‫َتعْ َمل‬
‫ون‬ ‫ِب َما‬
Maha Melihat kamu kerjakan Dengan/kepada
apa yang
1. Ayat yang diberikan tanda linkaran warna merah muda tajwidnya adalah gunnah
2. Ayat yang diberikan tanda garis warna ungu tajwidnya adalah mad thobi'i
3. Ayat yang diberikan tanda linkaran warna ungu tajwidnya adalah mad badal
4. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah tajwidnya adalah idhar safawi
5. Ayat yang diberikan tanda garis warna hijau tajwidnya adalah ikhfa
6. Ayat yang diberikan tanda linkaran warna oranye tajwidnya adalah lamjalalah tarkik
7. Ayat yang diberikan tanda garis warna biru tajwidnya adalah mad wajib mutasil
8. Ayat yang diberikan tanda garis warna kuning tajwidnya adalah mad lin
9. Ayat yang diberikan tanda garis warna abu - abu tajwidnya adalah alif lam syamsiah
10. Ayat yang diberikan tanda linkaran warna biru tajwidnya adalah iklab
11. Ayat yang diberikan tanda linkaran warna coklat tajwidnya adalah lam jalalah tafhim
12 Ayat yang diberikan tanda garis warna coklat tajwidnya adalah mad arid lisukun.
13. Pada ayat ini

yangberwarna merah huruf wau sukun bertemu huruf wau tajwidnya adalah idgom mutamasilain.
14. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah muda tajwidnya adalah idgham mimi
AL-HUJURAT/49:12 HUSNUZZAN
1. Pada ayat yang diberikan tanda garis warna kuning tajwidnya adalah mad jaiz mungfasil
2. Pada ayat yang diberikan tanda garis warna biru tajwidnya adalah mad thabi'i
3. Pada ayat yang diberikan tanda garis warna merah tajwidnya adalah mad badal
4. Pada ayat yang diberikan tanda garis warna oranye tajwidnya adalah qalqalah sugra
5. Pada ayat yang diberikan tanda garis warna hijau tajwidnya adalah idgham bigunah
6. Pada ayat yang diberikan tanda garis warna abu - abu tajwidnya adalah gunnah
7. Pada ayat yang diberikan tanda garis warna coklat tajwidnya adalah alifam syamsiah
8. Pada ayat yang diberikan tanda lingkaran warna ungu tajwidnya adalah idgham mutamasilen
9. Pada ayat yang diberikan tanda lingkaran warna merah muda tajwidnya adalah ikhfa safawi
10. Pada ayat yang diberikan tanda lingkaran warna merah tajwidnya adalah mad iwad
11. Pada ayat yang diberikan tanda lingkaran warna kuning tajwidnya adalah idhar safawi
12. Pada ayat yang diberikan tanda lingkaran warna coklat tajwidnya adalah mad lin
13. Pada ayat yang diberikan tanda lingkaran warna biru tajwidnya adalah ikhfa
14. Pada ayat yang diberikan tanda lingkaran warna hijaut tajwidnya adalah mad arid lisukun
15. Pada ayat yang diberikan tanda garis warna hitam tajwidnya adalah lam jalalah tafhim
16. Pada ayat yang diberikan tanda garis warna merah muda tajwidnya adalah idgham bilagunah
1. Hukum Bacaan Nun Mati/ Tanwin

Nun mati atau tanwin ( ْ‫ ن‬/ ‫ )ًـٍـٌـ‬jika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyyah, hukum bacaannya ada 5 macam,
yaitu:

Izhar  (‫)إظهار‬
Izhar artinya jelas atau terang. Apabila ada nun mati atau tanwin ( ْ‫ ن‬/ ‫)ًـٍـٌـ‬bertemu dengan salah satu huruf
halqi (‫ه‬ ‫) ا ح خ ع غ‬, maka dibacanya jelas/terang.
Idgham  (‫)إدغام‬
Idgham Bighunnah (dilebur dengan disertai dengung)
Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin ( ْ‫ن‬ / ‫)ًـٍـٌـ‬kedalam huruf sesudahnya dengan
disertai (ber)dengung, jika bertemu dengan salah satu huruf yang empat, yaitu: ‫ن م و ي‬
Idgham Bilaghunnah (dilebur tanpa dengung)
Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin ( ْ‫ن‬ / ‫)ًـٍـٌـ‬kedalam huruf sesudahnya tanpa
disertai dengung, jika bertemu dengan huruf lam atau ra (‫ ل‬،‫)ر‬

Iqlab  (‫)إقالب‬
Iqlab artinya menukar atau mengganti. Apabila ada nun mati atau tanwin ( ْ‫ن‬
/ ‫)ًـٍـٌـ‬ bertemu dengan huruf
ba (‫)ب‬, maka cara membacanya dengan menyuarakan /merubah bunyi   ْ‫ن‬ menjadi suara mim (‫) ْم‬,
dengan merapatkan dua bibir serta mendengung.

Ikhfa  (‫)إخفاء‬
Ikhfa artinya menyamarkan atau tidak jelas. Apabila ada nun mati atau tanwin ( ْ‫ن‬/ ‫)ًـٍـٌـ‬ bertemu dengan
salah satu huruf ikhfa yang 15 (‫) ت ث ج د ذ س ش ص ض ط ظ ف ق ك‬, maka dibacanya samar-
samar, antara jelas dan tidak (antara izhar dan idgham) dengan mendengung.

2. Hukum Bacaan Mim Mati


Mim mati (‫) ْم‬ bila bertemu dengan huruf hijaiyyah, hukumnya ada tiga, yaitu:ikhfa syafawi, idgham mim,
dan izhar syafawi.

Ikhfa Syafawi  (‫)إخفاء سفوى‬


Apabila mim mati (‫) ْم‬ bertemu dengan ba (‫)ب‬, maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di
bibir dan didengungkan.

Idgham Mimi  ( ‫)إدغام ميمى‬


Apabila mim mati (‫) ْم‬ bertemu dengan mim (‫) ْم‬, maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim
rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca [Link] mimi disebut juga idgham mislain atau
mutamasilain.

Izhar Syafawi  (‫)إظهار سفوى‬


Apabila mim mati  (‫) ْم‬  bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (‫) ْم‬ dan ba (‫)ب‬, maka
cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup

3. Pengertian Qalqalah

Menurut bahasa qalqalah artinya gerak, sedangkan menurut istilah qalqalah adalah bunyi huruf yang
memantul bila ia mati atau dimatikan, atau suara membalik dengan bunyi rangkap. Adapun huruf qalqalah
terdiri atas lima huruf, yaitu : ‫د‬ , ‫ ج‬, ‫ ب‬, ‫ ط‬, ‫ق‬ agar mudah dihafal dirangkai menjadi ‫قُ ْطبُ َج ٍد‬
Macam-macam Qalqalah
a. Qalqalah kubra (besar) yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris hidup, dimatikan karena waqaf. inilah
Qalqalah yang paling utama, cara membacanya dikeraskan qalqalahnya.
Contoh : ‫ْج‬
ٍ ‫َب ِهي‬ ِ ‫ ُأ ْولُوا ْاَأل ْل َبا‬. ‫ َما َخلَ َق‬ .
‫ َز ْو ٍج‬. ‫ب‬
b. Qalqalah Sugra (kecil) yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris mati, tetapi tidak waqaf padanya,caranya
membacanya kurang dikeraskan Qalqalahnya.

َ ‫َأ ْد َر‬
Contoh :   ‫اك‬ َ ‫ ِإالَّ ِإ ْبلِي‬    ‫َي ْق َطع ُْو َن‬
‫ َو َما‬    ‫ْس‬

4. Hukum membaca Ra
hukum bacaan Ra terbagi menjadi tiga,yaitu:

a. Ra dibaca Tafkhim artinya tebal, apabila keadaannya sbb:


َ ‫اَلرَّ س ُْو‬
1. Ra berharkat fathah ‫ل‬
2. Ra berharkat dhummah ‫ُح َما ِء‬
َ ‫ر‬
3. Ra diwakafkan sebelumnya huruf yang berharkat fathah atau Dhummah ُ ‫َي ْن‬
‫ َ ْاالَ ْب َت ُر‬-ُ‫صر‬
4. Ra sukun sebelumnya huruf yang berbaris fathah atau dhummah ‫ح ٌم‬َ ْ‫ َير‬-‫ُترْ َجع ُْو َن‬
5. Ra sukun karena wakaf sebelumnya terdapat alif atau wau yang mati ‫ر‬ ُ ‫اَ ْل َجبَّا‬-ُ‫اَ ْل َغفُ ْور‬
َ ْ‫ اِر‬- ْ‫اُرْ ُكض‬
6. Bila ra terletak sesudah Hamzah Washal ‫حمْ َنا‬

Catatan:Hamzah Washal adalah Hamzah yang apabila terletak dia diawal dibaca, tetapi kalau ada yang
mendahuluinya dia tidak dibaca

b. Ra dibaca tarqiq (tipis) apabila keadaannya sebagai berikut:


Ra dibaca Tarkik bila:
[Link] berharkat kasrah   ْ‫َتجْ ِري‬ ّ ‫ِرحْ لَ َة ال‬
_ ‫ش َتا ِء‬
2. Ra sukun sebelumnya huruf berharkat kasrah dan sesudahnya bukanlah huruf Ist’la’ ‫ن – مِرْ َي ٌة‬
َ ‫فِرْ َع ْو‬
3. Ra sukun sebelumnya huruf yan berharkat kasrah dan sesudahnya huruf Ist’la’ dalam kata yang
َ ْ‫َفصْ ِبر‬
terpisah.  ‫صبْرً ا‬
4. Ra sukun karena wakaf, sebelumnya huruf berharkat kasrah atau ya sukun.
‫َج ِم ْي ٌع ُم ْن َتصِ ٌر – َي ْومَِئ ِذ لَ َخ ِب ْي ٌر‬
5. Ra sukun karena wakaf sebelumnya bukan huruf huruf Isti’la’dan sebelumnya didahului oleh huruf yang
berbaris kasrah. ِّ ْ‫ذِي‬
‫الذ ْكر‬
Catata:huruf Isti’lak ialah melafalkan huruf dengan mengangkat pangkal lidah kelangit-langit yang
mengakibatkan hurfnya besar ‫خ‬ ‫قصضظطغ‬
c. Ra boleh dibaca tafkhim atau tarqiq:
Ra dibaca tarkik dan tafkhim bila:
1. Ra sukun sebelumnya berharkat kasrah dan sesudahnya huruf Isti’la’ berharkat kasrah atau Kasratain.
‫مِنْ عِ رْ ضِ ِه – ِبحِرْ ص‬
2. Ra sukun karena wakaf, sebelumnya huruf Isti’la’ yang berbaris mati, yang diawali dengan huruf yang
berharkat kasrah. ‫ْالق ِْط ِر – مِصْ ِر‬

5. Hukum Bacaan Maad


Arti dari mad adalah memanjangkan suara suatu bacaan. Huruf mad ada tiga yaitu : ‫و ي‬  ‫ا‬
Jenis mad terbagi 2 macam, yaitu :

1. Mad Ashli / mad thobi’i


Mad Ashli / mad thobi’I terjadi apabila :
- huruf berbaris fathah bertemu dengan alif
- huruf berbaris kasroh bertemu dengan ya mati
- huruf berbaris dhommah bertemu dengan wawu mati
Panjangnya adalah 1 alif atau dua harokat.
contoh :

2. Mad far’i
Adapun jenis mad far’i ini terdiri dari 13 macam, yaitu :

1) Mad Wajib Muttashil


Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Panjangnya adalah 5 harokat atau 2,5
alif. (harokat = ketukan/panjang setiap suara)
Contoh :

 
2) Mad Jaiz Munfashil
Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam kata yang berbeda.
Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif).
Contoh :

 
3) Mad Aridh Lisukuun
Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof (berhenti).
Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif).  Apabila tidak dibaca waqof, maka hukumnya
kembali seperti mad thobi’i.
Contoh :

 
4) Mad Badal
Yaitu mad pengganti huruf hamzah di awal kata. Lambang mad madal ini biasanya berupa tanda baris atau
kasroh tegak .
Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif)
Contoh :

 
5) Mad ‘Iwad
Yaitu mad yang terjai apabila pada akhir kalimat terdapat huruf yang berbaris fathatain dan dibaca waqof.
Panjangnya 2 harokat (1 alif).
Contoh :

 
6) Mad Lazim Mutsaqqol Kalimi
Yaitu bila mad thobi’i bertemu dengan huruf yang bertasydid.
Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).
Contoh :
 
7) Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi
Yaitu bila mad thobi’i bertemu dengan huruf sukun atau mati.
Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).
Contoh :

 
8) Mad Lazim Harfi Musyba’
Mad ini terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur’an. Huruf mad ini ada delapan, yaitu :

Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif)


Contoh :

 
9) Mad Lazim Mukhoffaf harfi
Mad ini juga terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur’an. Huruf mad ini ada lima, yaitu :

Panjangnya adalah 2 harokat.


Contoh :

 
10) Mad Layyin
Mad ini terjadi bila :
huruf berbaris fathah bertemu wawu mati atau ya mati, kemudian terdapat huruf lain yg juga mempunyai
baris.
Mad ini terjadi di akhir kalimat kalimat yang dibaca waqof (berhenti).
Panjang mad ini adalah 2 – 6 harokat ( 1 – 3 alif).
Contoh :

11) Mad Shilah


Mad ini terjadi pada huruh “ha” di akhir kata yang merupakan dhomir muzdakkar mufrod lilghoib (kata ganti
orang ke-3 laki-laki).
Syarat yang harus ada dalam mad ini adalah bahwa huruf sebelum dan sesudah “ha” dhomir harus
berbaris hidup dan bukan mati/sukun.
Mad shilah terbagi 2, yaitu :

a) Mad Shilah Qashiroh


Terjadi bila setelah “ha” dhomir terdapat huruf selain hamzah. Dan biasanya mad ini dilambangkan dengan
baris fathah tegak, kasroh tegak, atau dhommah terbalik pada huruf “ha” dhomir.
Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif).
Contoh :

 
b) Mad Shilah Thowilah
Terjadi bila setelah “ha” dhomir terdapat huruf hamzah.
Panjangnya adalah 2-5 harokat (1 – 2,5  alif).
Contoh :

 
12) Mad Farqu
Terjadi bila mad badal bertemu dengan huruf yang bertasydid dan untuk membedakan antara kalimat
istifham (pertanyaan) dengan sebuutan/berita.
Panjangnya 6 harokat.
Contoh :

 
13) Mad Tamkin
Terjadi bila 2 buah huruf ya bertemu dalam satu kalimat, di mana ya pertama berbaris kasroh dan
bertasydid dan ya kedua berbaris sukun/mati.
Panjangnya 2 – 6 harokat (1 – 3 alif).
Contoh :

 
6. HUKUM BACAAN ALIF LAM
Dalam ilmu tajwid dikenal hukum bacaan alif lam ( ‫) ال‬. Hukum bacaan alim lam  ( ‫ )ال‬menyatakan bahwa
apabila huruf alim lam ( ‫ ) ال‬bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah, maka cara membaca huruf alif lam ( ‫) ال‬
tersebut terbagi atas dua macam, yaitu alif lam ( ‫ ) ال‬syamsiyah dan alif lam ( ‫ ) ال‬qamariyah

1. Pengertian hukum bacaan “Al” Syamsiyah.


“Al” Syamsiyah adalah “Al” atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf syamsiyah dan
dibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca).
Huruf-huruf tersebut adalah     ‫ن‬ ‫تثدذرزسشصضطظل‬
Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Syamsiyah:
a. Dibacanya dileburkan/idghom
b. Ada tanda tasydid/syiddah ( ) di atas huruf yang terletak setelah alif lam mati => ّ ‫الـــ‬
Contoh:
ِ ْ‫ َوال َّشم‬   
ِ ‫ َي ْو ُم ال ِّدي‬    ‫س‬
‫ َوالض َُّحى‬    ‫ْن‬
2. Pengertian hukum bacaan “Al” Qamariyah
“Al” Qamariyah adalah “Al” atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf qamariyah dan
dibacanya jelas/izhar.
Huruf-huruf tersebut adalah :    ‫ي‬ ‫ابجحخعغفقكموه‬
Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Qamariyah:
a. Dibacanya jelas/izhar
b. Ada tanda sukun ( ْ ) di atas huruf alif lam mati => ‫ا ْل‬
Contoh:
ِ ‫ ِباِْإل ْي َم‬    ‫ َو ْال َحمْ ُد‬    ‫اَ ْل َهادِى‬
‫ان‬
7. TANDA-TANDA WAQAF
Waqaf artinya berhenti, yaitu berhenti ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an baik di akhir ayat atau di
pertengahan ayat.
Adapun tanda-tanda waqaf antara lain :
AL-ADIYAT

1. "Wal aadiyaati dhobha"
2. "Wal muuriyaati qodhaa"
3. "Fal mughirooti shubha"
4. "Fa' atsarna bihii naq'aa"
5. "Fawasatna bihii jam aa"
6. "Innal ingsaana lirobbihii lakanuuud"
7. "Wa innahu alaa dzalika lasyahiiid"
8. "Wainnahu lihubbil khoiri lasyadiiid"
9. "Afalaa ya'lamu idzaa bu tsiro maa filqubuuur"
10. "Wahush shilamaa fish shuduuur"
11. "InnarobbaHum biHim yawma idzil lakhobiiir"

AL-ZALZALAH
1. idzaa zulzilati al-ardhu zilzaalahaa
2. wa-akhrajati al-ardhu atsqaalahaa
3. waqaala al-insaanu maa lahaa
4. yawma-idzin tuhadditsu akhbaarahaa
5. bi-anna rabbaka awhaa lahaa
6. yawma-idzin yashduru alnnaasu asytaatan liyuraw a’maalahum
7. faman ya’mal mitsqaala dzarratin khayran yarahu
8. waman ya’mal mitsqaala dzarratin syarran yarahu

AL-BAYYINAH
1. lam yakuni alladziina kafaruu min ahli alkitaabi waalmusyrikiina munfakkiina hattaa
ta/tiyahumu albayyinatu
2. rasuulun mina allaahi yatluu shuhufan muthahharatan
3. fiihaa kutubun qayyimatun
4. wamaa tafarraqa alladziina uutuu alkitaaba illaa min ba’di maa jaa-at-humu albayyinatu
5. wamaa umiruu illaa liya’buduu allaaha mukhlishiina lahu alddiina hunafaa-a wayuqiimuu
alshshalaata wayu/tuu alzzakaata wadzaalika diinu alqayyimati
6. inna alladziina kafaruu min ahli alkitaabi waalmusyrikiina fii naari jahannama khaalidiina
fiihaa ulaa-ika hum syarru albariyyati
7. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati ulaa-ika hum khayru albariyyati
8. jazaauhum ‘inda rabbihim jannaatu ‘adnin tajrii min tahtihaa al-anhaaru khaalidiina fiihaa
abadan radhiya allaahu ‘anhum waradhuu ‘anhu dzaalika liman khasyiya rabbahu
SALAWAT NARIYAH

Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wasallim salaaman. Taman ‘ala


sayyidina Muhammadi lladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu.
Wa tuqdhobihil hawaaiju wa tunna lu bihiro ‘ibu wa husnul khotima wa
yustaqol ghomawu biwajhihil kariim wa ‘ala aalihi washohbihi fii kulli lamhatin
wa hafasim bi’adadi kulli ma’lu mi laka ya robbal ‘aalamiin.

Anda mungkin juga menyukai