0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan12 halaman

Optimalisasi Proses Pemuatan Semen Curah

Dokumen tersebut membahas tentang landasan teori optimalisasi proses pemuatan muatan semen curah di kapal, mencakup pengertian optimalisasi, proses, dan persiapan ruang muat seperti pembersihan palka menggunakan air laut dan air tawar serta peralatan yang digunakan."

Diunggah oleh

muhammadmahadin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan12 halaman

Optimalisasi Proses Pemuatan Semen Curah

Dokumen tersebut membahas tentang landasan teori optimalisasi proses pemuatan muatan semen curah di kapal, mencakup pengertian optimalisasi, proses, dan persiapan ruang muat seperti pembersihan palka menggunakan air laut dan air tawar serta peralatan yang digunakan."

Diunggah oleh

muhammadmahadin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Tinjauan pustaka

1. Optimal
Dalam pelaksanaan proses pemuatan semen curah di kapal bulk

carrier sering mengalami keterlambatan akibat berbagai hal yang

menyebabkan terjadinya kerugian materi dan waktu. Oleh karena itu

dilaksanakan optimalisasi sumber daya yang ada khususnya sumber daya

biaya dan waktu. Adapun tujuan mengoptimalkan suatu proyek adalah agar

dapat memperoleh keuntungan yang lebih baik tanpa mengurangi kualitas

(mutu) dan hasil. Optimalisasi berasal dari kata dasar optimal yang berarti

yang terbaik. Jadi optimalisasi adalah proses pencapaian suatu pekerjaan

dengan hasil dan keuntungan yang besar tanpa harus mengurangi mutu dan

kualitas dari suatu pekerjaan.

Menurut Prof. Dr. J. Winardi, SE dalam bukunya Manajemen

perubahan (2000:363), menyatakan optimalisasi adalah ukuran yang

menyebabkan tercapainya tujuan. Secara umum optimalisasi adalah

pencarian nilai terbaik dari yang tersedia dari beberapa fungsi yang

diberikan pada suatu konteks

Menurut pendapat S Rao, John Wiley dan Sons dalam bukunya

Introduction to optimization (2009:421), mengatakan optimalisasi sebagai

10
11

proses untuk mendapatkan keadaan yang memberikan nilai maksimum atau

minimum dari suatu fungsi.

2. Proses

Zeithaml dan Bitner (2013), mendefinisikan proses, yaitu : “The

actual procedures, mechanisms and flow of activities by which the service is

delivered-the service delivery and operating system”. Maksudnya, proses

merupakan suatu prosedur, mekanisme dan rangkaian kegiatan untuk

menyampaikan jasa dari produsen kepada konsumen.

Ditambahkan oleh Lupiyoadi (2006), menyatakan bahwa “proses

merupakan gabungan semua aktivitas umumnya terdiri dari prosedur, jadwal

pekerjaan, aktivitas dan hal-hal rutin, dimana jasa dihasilkan dan

disampaikan kepada konsumen”. Maka Seluruh aktifitas kerja adalah

proses, proses melibatkan prosedur, tugas, jadwal, mekanisme, aktifitas dan

rutinitas dengan jasa yang disalurkan ke pelanggan. Pentingnya elemen ini

khususnya dalam bisnis jasa disebabkan oleh persediaan jasa yang tidak

dapat disimpan.

3. Palka

Palka (ruang muat) adalah ruangan dibawah geladak yang berguna

sebagai tempat penyimpanan muatan kapal. Barang muatan harus dapat

tersimpan dengan baik, supaya tidak rusak dan tidak busuk. Oleh karena itu

untuk menjaga muatan agar tidak rusak ruang muat harus dapat memenuhi

beberapa persyaratan tertentu diantaranya:


12

a. Palka harus kedap air, maksudnya barang-barang yang ada di dalam

ruang muat tersebut harus dapat dijamin tidak kemasukan air saat terjadi

ombak pada saat perjalanan menuju pelabuhan bongkar atau muat.

b. Palka harus dapat dijamin adanya sirkulasi udara yang cukup baik.

Artinya dalam palka harus ada lubang pemasukan dan pengeluaran udara

yang cukup.

4. Muatan semen curah

Menurut Martopo dan Soegiyanto (2004:7), jenis-jenis muatan

ditinjau dari cara pemuatannya :

a. Muatan curah (bulk cargo), misalnya beras, jagung, gandum, garam, dll

b. Muatan campuran (general cargo), misalnya kopi teh, sawn timber, roll

kabel, plat besi, dll

c. Muatan dingin (refrigerated cargo), misalnya daging, buah-buahan,

sayuran, dll

d. Muatan hasil minyak baik cair maupun gas, misalnya minyak mentah,

minyak tanah, LNG, dll

e. Muatan container (LASH=Lighter Aboard Ship)

Menurut DR. D.A. Lasse, SH., DRS., M.M (2014:150), muatan

curah atau bulk dibedakan dalam dua kelompok besar, yaitu : (a) curah

bahan pangan; dan (b) curah bahan non pangan. Penanganan barang curah

umumnya dibedakan menurut jenis maupun sifatnya.


13

Penanganan muatan semen berbeda dengan penanganan muatan lain

seperti batu bara, limestone, bijih besi, garam dll. Hal ini dikarenakan

muatan semen adalah muatan yang mudah sekali rusak.

Dalam mempersiapkan ruang muat sering kali ditemukan banyaknya

hambatan yang dapat mempengaruhi terganggunya jadwal pelayaran yang

telah di atur oleh perusahaan. Untuk itu mualim I yang bertanggung jawab

dalam menangani muatan dan juga perwira-perwira lainnya harus memiliki

keterampilan dan kecakapan yang baik. Kelancaran pengoperasian kapal

sangat tergantung kepada awak kapal di dalam mempersiapkan ruang muat,

mualim I harus memperhitungkan waktu dan juga hal-hal lain yang

menyangkut kebersihan. Maksudnya adalah kebersihan seluruh ruang muat

muatan, seperti tidak meninggalkan bekas yang disebabkan oleh sisa muatan

sebelumnya, bebas dari karat atau cat-cat yang mengelupas. Persiapannya

antara lain,yaitu :

1) Pencucian palka dengan air laut yang merupakan langkah awal dan

melakukan pembersihan sampah-sampah sisa muatan.

2) Pencucian palka dengan air tawar agar palka tidak berkarat.

3) Pembersihan bilge (Got-got palka).

4) Proses hose test pada ruang muat (palka)

5) Menutup lubang bilge

6) Menutup cement hole (lubang semen) dan ventilasi di palka

Pemeriksaan palka perlu dilakukan sebelum kapal tiba di pelabuhan

muat. Beberapa jam sebelum kapal tiba di pelabuhan tujuan Mualim I atau
14

Penanganan muatan semen berbeda dengan penanganan muatan lain seperti

batu bara, limestone, bijih besi, garam dll. Hal ini dikarenakan muatan

semen adalah muatan yang mudah sekali rusak. Oleh karena itu langkah-

langkah yang harus dilakukan, antara lain :

1. Persiapan ruang muat

Persiapan ruang muat meliputi pembersihan palka dan pemeriksaan,

pengetesan (Cheking) palka . pertama pencucian palka dilakukan oleh 4

awak kapal yang masing-masing bertugas sebagai penyemprotan air

menggunakan nozzle yang dilakukan oleh 2 orang awak kapal dan lainya

bertugas untuk membersihkan sisa muatan yang ada di palka. Pembersihan

palka dilakukan secara merata dari atas ke bawah keseluruh bagian palka.

Apabila ada bagian-bagian yang sulit untuk dibersihkan seperti gading-

gading palka. Awak kapal menaiki tangga palka dengan menggunakan

sabuk pengaman agar tidak terjadi kecelakaan kerja. Sisa muatan yang ada

di lantai palka dikumpukan dan dimasukkan kedalam drum yang sudah

disediakan sebelumnya. Air cucian palka dihisap keluar palka dengan

memakai pompa got. Perhatikan lubang bilges jangan sampai tersumbat.

Apabila penghisapan air tidak berjalan lancar segera cek kembali lubang

bilges.

Setelah pembersihan dilakukan selanjutnya palka dibilas dengan

menggunakan air tawar yang diambil dari tanki air tawar kapal. Hal ini

dilakukan untuk memastikan palka bersih dari muatan dan mencegah


15

karatan pada dinding palka yang pembersihan sebelumya menggunakan air

laut. Penggunaan air tawar dilakukan hanya untuk bagian-bagian penting

saja misalnya lantai palka dan sebagia dinding palka. Karena untuk

menghemat pemakaian air tawar kapal. Mengingat, air tawar ini juga

digunakan awak kapal untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, mandi,

dll. Maka pemakaian air tawar harus dilakukan dengan sehemat mungkin.

Terakhir yaitu pengeringan palka yang dilakukan dengan membuka

tutup palka agar proses peranginan dapat berjalan dengan baik. Namun

apabila cuaca tidak mendukung maka pengeringan palka dilakukan dengan

membuka ventilasi palka. Mualim 1 dalam kegiatan ini bertugas mengawasi

langsung kegiatan pembersihan palka dan mengontrol pergantian air tawar

dan air laut untuk pencucian palka. Dan mengecek kembali kondisi palka

apakah benar-benar bersih dan sudah tidak ada sisa muatan lagi Sebelum

palka ditutup. Adapun peralatan yang digunakan dalam proses pencucian

palka adalah :

a. Nozzle jet dan hose (selang)

Nozzle jet disambung dengan selang yang terdapat di hose box

dan kemudian disambungkan dengan hydrant yang berada didekat palka.

Alat ini digunakan untuk pencucian palka dengan menggunakan air laut

yang disemprotkan keseluruh bagian palka secara merata terutama

bagian-bagian palka yang sulit dijangkau oleh manusia. Cara

penggunaan nozzle jet ini cukup mudah yaitu dengan diputar ke kiri

untuk membuka air dan diputar sebaliknya ke kanan untuk menutup air.
16

Tekanan air yang dihasilkan dari nozzle jet ini cukup tinggi karena itu

perlu berhati-hati saat menggunakannya yaitu memegang nozzle dengan

2 tangan di ujung nozzle dan dibagian bawahnya agar arah tembakan

nozzle dapat diatur.

Gambar 2.1: Nozzle jet dan selang yang terdapat di hose box

b. Rubber, drum, spons mop, dan majun

Rubber digunakan untuk mengumpulkan sisa muatan saat

pencucian palka berlangsung. Dan kemudian sisa-sisa muatan tersebut

dimasukkan kedalam drum yang sudah disediakan. Selanjutnya spons

mop digunakan untuk menggosok dinding palka yang masih terdapat

kotoran sisa muatan agar hilang. Setelah pembersihan palka selesai

dilaksanakan. Lubang bilges ditutup dengan majun yang bertujuan untuk

saat muatan selanjutnya dimuat kedalam palka, muatan tersebut tidak

masuk kedalam lubang bilges.

c. Sabuk pengaman
17

Sabuk pengaman digunakan saat proses pencucian palka di

bagian-bagian yang sulit dijangkau oleh air yang disemprotkan dengan

nozzle. Yaitu awak kapal harus menaiki tangga vertikal atau Australia

ladder yang terdapat didalam palka dengan mengkaitkan sabuk tersebut

dibagian tangga yang aman dan tidak terlepas saat penyemprotan

berlangsung karena tekanan air dalam nozzle cukup kuat.

2. Hose test

Hose test merupakan bagian utama dalam pelaksanaan pemuatan

semen dalam bentuk curah. Karena proses ini dilakukan untuk mencegah

terjadinya kontak langsung antara muatan semen curah yang bersifat mudah

mengeras apabila terkena air. Menurut hasil wawancara dengan narasumber

(Mualim I) tentang hose test, mualim 1 mengatakan bahwa hose test adalah

salah satu prosedur sebelum memuat semen curah. Yaitu memastikan palka

aman dari air hujan atau air yang berada dari luar palka pada saat memuat.

Hose test dilakukan dengan cara menyemprotkan air pada seluruh bagian

palka di bagian luar palka dan mualim 1 bertugas untuk mengecek didalam

palka pada saat hose test berlangsung . untuk memastikan apakah palka

aman dan tidak bocor. Apabila terjadi kebocoran saat proses host test

berlangsung maka segera melaporkan ke nahoda untuk diambil tindakan

penanganan secara langsung. Yaitu melakukan koordinasi dengan pihak

kamar mesin bila membutuhkan pengelasan didaerah area palka sehingga

waktu yang digunakan dapat efektif dan efisien. Karena setelah proses host
18

test dilakukan masih banyak kegiatan persiapan pemuatan yang harus

dilakukan.

Gambar 2.2: hose test yang dilakukan oleh crew kapal

3. Menutup ventilasi,got (bilge), access hatches.

Selain persiapan palka yang maksimal. Penutupan ventilasi palka

dan akses masuk palka serta got palka (bilge) juga penting dalam proses

memuat semen. Hal ini dikarenakan semen adalah bahan yang sensitif sekali

terhadap air. Untuk itu penutupan menggunakan plastic yang kita lakban.

Atau bisa kita tutup dengan terpal yang kita ikat dengan tali. Untuk daerah

yang sulit kita tutup biasanya menggunakan marine tape yang dilakukan

secara menyeluruh pada bagian bawah hatch cover, hal tersebut dikerjakan

oleh bosun dan abk kapal yang diawasi langsung oleh mualim 1.
19

Gambar 2.3: ventilasi palka yang ditutup terpal dan di ikat dengan tali

Gambar 2.4: main hole yang ditutup plastic dan dilakban

Dalam menjalankan usahanya suatu perusahaan pelayaran

mengharapkan setiap kapalnya dapat melakukan pelayaran, bongkar-muat

dengan aman serta efisiensi waktu, oleh karena itu diperlukan kerjasama

oleh pihak-pihak yang terkait seperti, awak kapal, pihak perusahaan bagian

armada pelayaran dan yang lainnya.

Pada saat surveyor muatan melakukan pemeriksaan ruang muatan,

sebelum memberikan muatan, apabila masih terdapat kekurangan-

kekurangan seperti keadaan ruang muat masih kotor, terdapat banyak sisa

muatan pada dinding palka, sehingga kapal tidak layak untuk menerima

muatan berikutnya. Maka pihak surveyor setempat akan memberikan

keputusan agar para perwira dan crew kapal melaksanakan pembersihan


20

ruang muatan ulang hingga benar-benar bersih dan layak menerima muatan

selanjutnya.

Kurang siapnya peralatan adalah salah satu kendala yang dihadapi

pada saat proses pencucian ruang muat. Selain itu ketidaksiapan crew kapal

yang akan melaksanakan proses pencucian maupun hose test ruang muat

juga mempengaruhi hasil kebersihan ruang muat untuk dimuati semen.

Untuk menanggulangi hal tersebut maka harus dibuat suatu perencanaan

yang menghubungkan pihak-pihak terkait, hal ini dimaksudkan agar pihak-

pihak kapal dapat menjalankan sesuai dengan tugasnya masing-masing, dan

yang pada akhirnya persiapan ruang muatan dapat berjalan dengan lancar.

Maka penerapan manajemen pemuatan yang baik sangat diperlukan

dalam proses pemuatan semen curah di kapal [Link] venus. Mulai

dari tahap perencanaan yaitu penyusunan jadwal kerja yang jelas dan urut

secara terprogam dan selanjutnya melakukan pembersihan ruang muat yang

dilakukan secara bersama-sama. Kemudian koordinasi seluruh awak kapal

melalui meeting crew yang dipimpin oleh mualim 1 sebagai pimpinan deck

crew dibawah nahkoda. Koordinasi ini membahas tentang cara persiapan

pemuatan yang benar agar tidak terjadi kesalahan dan dapat berlangsung

dengan baik. Selain itu dalam rapat tersebut juga membahas tentang

pembagian tugas jam istirahat awak kapal demi menjaga kondisi kesehatan

jasmani dan rohani seluruh awak kapal. Setelah semua kegiatan persiapan

proses pemuatan dilakukan maka mualim 1 melakukan evaluasi berkaitan

dengan kinerja tim. Evaluasi tersebut dibahas dengan nahkoda dan diadakan
21

meeting untuk membahas kekurangan-kekurangan apa saja yang masih

terjadi saat kegiatan kemarin. Sehingga kedepan apabila melakukan proses

persiapan pemuatan semen curah lagi maka diharapkan dapat

mempersiapkan lebih baik dari sebelumnya.

Anda mungkin juga menyukai