MAKALAH
TEKNIK PENGEBORAN DAN PENGGALIAN
“KAJIAN TEKNIS PEMBORAN UNTUK MENINGKATKAN
TARGET PRODUKSI”
DOSEN PENGAMPUH: Hedianto,[Link]
DISUSUN OLEH:
Adry Kurniawan Giffary W./4521046092
Ariesky Sarmanto/4521046100
Istepen Sambira/4521046109
FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS BOSOWA
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga penyusun
dapat menyelesaikan makalah yang di beri judul adalah “KAJIAN TEKNIS
PEMBORAN UNTUK MENINGKATKAN TARGET PRODUKSI”. Makalah
ini telah di susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
sumber sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Tujuan penulisan
makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen
pengampuh mata kuliah. Akhir kata semoga tugas makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi para pembaca dan terutama bagi saya selaku penulis.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan kemajuan teknologi dan pembangunan pada zaman moderen
ini telah memberikan hasil yang sangat bermanfaat bagi pembangunan di bidang
industri dan bidang pertambangan. Untuk menunjang pembangunan
infrastruktur di Indonesia diperlukan bahan baku. Antara lain yaitu batu
gamping atau batu kapur. Penambangan batu kapur di PT. Pertama Mina Sutra
Perkasa dilakukan dengan cara tambang terbuka yang menggunakan sistem
Type Side Hill Quarry. Sistem ini merupakan suatu item penambangan terbuka
yang diterapkan untuk menambang batuan atau endapan mineral industri yang
terletak di lereng bukit atau berbentuk bukit. Cara ini diterapakan apabila
seluruh lereng bukit yang akan di tambang dilakukan mulai dari atas ke bawah.
Hasil pengamatan produksi pengeboran pada penambangan yang dilakukan di
PT Pertama Mina Sutra Perkasa belum memenuhi sasaran produksi/hari,Dalam
rancagan produksi di [Link] Mina Sutra Perkasa adalah sebesar 84,240
m3 /tahun dan rencana sasaran produksi realisasi adalah 114,192 m3 /tahun
sehingga perlu dilakukan kajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi
produksi pemboran, pemanfaatan waktu yang tersedia untuk operasi
pengeboran. Oleh karena itu, perlu dilakukannya optimalisasi dari proses
pemboran sebaik mungkin agar sasaran produksi dari perusahaan yang
menggunakan proses tersebut dapat tercapai dan sesuai dengan sasaran
BAB 2
METODE
Adapun tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Mengkaji hasil produksi kegiatan pemboran
2. Mengkaji faktor-faktor penghambat yang ada pada unit pemboran sehingga
sasaran produksi dapat tercapai.
3. Hasil dari penelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat digunakan untuk
kepentingan perusahaan, sehingga dapat menjadi acuan perusahaan untuk
mengoptimalkan kegiatan pemboran sehingga sasaran pada produksi dapat
tercapai.
Kegiatan penelitian ini akan memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Bagi Perusahaan
Hasil analisa data dari penelitian yang dilakukan dapat menjadi bahan masukan
dan referensi bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi mengenai operasi
penambangan saat ini serta menentukan kebijakan terkait dengan metode
pelaksanaan pemboran agar lebih efektif
2. Bagi Perguruan Tinggi
Hasil penelitian ini sebagai tambahan referensi khususnya mengenai industri di
Indonesia maupun proses dan teknologi yang terkini, dan salah satu bahan
masukan kepada pihak lembaga pendidikan dalam rangkah meningkatkan dan
pemberdayaan Perpustakaan di Fakultas Teknik, khususnya Jurusan Teknik
Pertambangan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS).
3. Bagi Mahasiswa
Peneliti dapat mengetahui secara lebih mendalam tentang kenyataan yang ada
dalam dunia industri pertambangan sehingga nantinya diharapkan mampu
menerapkan ilmu untuk melakukan kajian teknis pemboran.
Berikut ini adalah tahap dari metode pemboran.
1. Pengeboran
2. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pengeboran
3. Kecepatan Pengeboran
4. Efisiensi Kerja
5. Volume Setara
6. Pola Pengeboran
7. Arah Pengeboran
BAB 3
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Rencana Produksi dan Realisasi Produksi Batugamping Rencana target
produksi Batugamping di [Link] Mina Sutra Perkasa adalah sebesar
114,192 m3 /tahun dan sasaran produksi realisasi sebesar 84,240 m3 /tahun
(Tabel 1). Sedangkan cara perhitungannya dapat dilihat pada.
Tahun Realisasi Produksi Aktual Rencana Target Produksi
2015 270 m3/hari 366 m3/hari
7,020 m3/bulan 9,516 m3/bulan
84,240 m3/tahun 114,192 m3/tahun
Keadaan Lokasi Pengeboran
Dalam kegiatan Lokasi pengeboran memegang peranan penting, karena
kondisilapangan akan sangat mempengaruhi terhadap kegiatan pembuatan
lubang ledak. Lokasi pengeboran yang kotor dan ada toe serta terdapat banyak
material sisa (loose material), ( Lihat gambar 3.) akan menyebabkan terjadinya
lemparan batu (flying rock), pada kegiatan peledakan. Berdasarkan pengamatan
di lapangan, kondisi lokasi pengeboran masih banyak terdapat toe pada lantai
jenjang dan material sisa (loose material).
Alat Bor
Pembuatan lubang ledak di PT. Pertama Mina Sutra Perkasa, dilakukan dengan
menggunakan alat bor jeck hummer dengan diameter 3 inchi ( 76 mm, lebih
jelasnya lagi lihat lampian B) seperti ( terlihat pada gambar 4). di bawah ini dan
digerakkan oleh kompressor merek denyo tipe 685. Kegiatan pengeboran
dilakukan oleh 2 orang tenaga kerja, dimana satu orang sebagai juru bor dan
satu orang lainnya sebagai asisten juru [Link] batang bor yang digunakan
ada empat dengan panjang masing-masing 1 meter, 2 meter, 3 meter, dan 4
meter. Kondisi alat bor yang sering rusak atau macet dengan waktu hambatan
rata-rata 223 menit/hari menjadi salah satu faktor penghambat tidak tercapainya
sasaran produksi. Oleh karena itu perlu dilakukannya optimalisasi dari proses
pemboran sebaik mungkin agar sasaran produksi dari perusahaan yang
menggunakan proses tersebut dapat tercapai dan sesuai dengan sasaran.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian dan perhitungan terhadap kajian teknis pengeboran
untuk peningkatan produksi di kuari batugamping PT. Pertama Mina Sutra
Perkasa di Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa
Timur. dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Waktu dan Efisiensi Kerja Alat Bor
Waktu kerja per hari yang tersedia di PT. Pertama Mina Sutra Perkasa yaitu 410
menit atau 6.83 [Link] kerja untuk alat bor jeck hummer di PT. Pertama
Mina Sutra Perkasa adalah 54 %.Dari hasil perhitungan kecepatan pemboran
diketahui jumlah lubang per hari adalah hanya mencapai 20 lubang bor degan
target produksi mencapai 27 lubag bor /hari.
2. Produksi Nyata :
Dengan alat yang ada sekarang ini (1 unit alat bor Jeck Hummer), maka
produksi lubang bor hanya mencapai 20 lubang/hari untuk kedalaman lubang
bor 3-4 meter.
3. Upaya Peningkatan Produksi
Produksi pemboran dapa ditingkatkan dengan ketentuan :
Memperbaiki efisiensi kerja degan menghindari waktu hambatan sehinga
sasaran produksi dari 54% menjadi 73,41% .Mengganti alat bor yang sudah
kadaluarsa (karena sering macet atau rusak). Penggunaan geometri pemboran
secara teoritis.