MAKALAH
AKUNTANSI SOSIAL DAN LINGKUNGAN
KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI SOSIAL DAN LINGKUNGAN
Dosen pengampu: Masruddin, SE., MSA., Ak.
Disusun oleh:
Kelompok 1
1. Amelia Amanda Lembah C30121109
2. Moh. Syaifullah C30121090
3. Nurul Annisa C30121089
4. Stevin David C30121107
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS TADULAKO
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya kepada kami dan kita semua sehingga kami dapat menyelesaikan makalah atau karya
tulis yang berjudul “Kerangka Konseptual Akuntansi Sosial dan LIngkungan”. Kami sangat berharap
dengan adanya makalah ini akan dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang hal tersebut dan
agar dapat dijadikan suatu referensi dalam menambah wawasan dan pengetahuan.
Namun kami juga menyadari bahwa makalah kami ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini. Akhir kata, kami menyampaikan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak
yang memberikan masukan dan saran dalam penyusunan makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha dan kerja keras kita. Amin.
Palu, 23 Februari 2023
Kelompok 1
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................................................................. 1
2.1 Rumusan Masalah ............................................................................................................. 1
3.1 Tujuan ................................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Konstruksi Awal Konsep “Sustainable Development” 3P
(Planet, People, and Profit) ............................................................................................... 2
2.2 Konsep “Sustainability Development Goals (SDGs) 5P
( Planet, People,Partnership, Prosperity and Peace) ....................................................... 3
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................................ 4
3.2 Saran .................................................................................................................................. 4
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 5
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kerangka Konseptual Akuntansi Sosial dan Lingkungan (KKASL) adalah suatu panduan
atau model yang menguraikan konsep, prinsip, dan prosedur akuntansi yang terkait dengan
pengukuran, pelaporan, dan pengungkapan informasi tentang aspek sosial dan lingkungan dari suatu
entitas bisnis atau organisasi.
Latar belakang pembuatan KKASL terkait dengan perkembangan kesadaran masyarakat
global tentang pentingnya aspek sosial dan lingkungan dalam kegiatan bisnis. Masyarakat semakin
menuntut adanya pertanggungjawaban sosial dan lingkungan dari perusahaan, dan informasi tentang
kinerja perusahaan dalam aspek ini menjadi semakin penting bagi para pemangku kepentingan
(stakeholders), seperti investor, konsumen, karyawan, pemerintah, dan masyarakat.
KKASL dikembangkan sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, dengan tujuan untuk
menyediakan kerangka kerja yang konsisten dan dapat diaplikasikan secara internasional dalam
akuntansi sosial dan lingkungan. Kerangka kerja ini diharapkan dapat membantu perusahaan dan
organisasi untuk mengukur dan melaporkan kinerja sosial dan lingkungan mereka dengan lebih
transparan dan dapat dipercaya.
KKASL juga bertujuan untuk memfasilitasi perusahaan dalam mengidentifikasi, mengukur,
dan mengelola risiko sosial dan lingkungan yang mungkin mempengaruhi kinerja bisnis mereka.
Dengan mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan dalam pengambilan keputusan bisnis,
perusahaan dapat mengurangi risiko reputasi yang dapat merugikan perusahaan dan para pemangku
kepentingan.
Secara umum, KKASL berusaha untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih
bertanggung jawab sosial dan lingkungan, dan mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan
konsekuensi sosial dan lingkungan dalam pengambilan keputusan mereka. Dalam jangka panjang,
diharapkan KKASL dapat membantu mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan
dan berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana penjelasan mengenai Konstruksi awal konsep “Sustainable Development” 3P (planet,
People, dan Profit)?
2. Bagaimana penjelasan mengenai konsep “Sustainability Developmen Goals (SDGs)” 5P (planet,
people, Partnership, Prosperity and Peach)?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui mengenai konstruksi awal konsep “Sustainable Development” 3P (planet,
People, dan Profit).
2. Untuk mengetahui mengenai konsep “Sustainability Developmen Goals (SDGs)” 5P (planet,
people, Partnership, Prosperity and Peach).
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konstruksi Awal Konsep “Sustainable Development” 3P (Planet, People, and Profit)
Konsep "Sustainable Development" pertama kali diperkenalkan pada tahun 1987 oleh
Komisi Lingkungan Hidup dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Commission on
Environment and Development), yang lebih dikenal dengan sebutan Komisi Brundtland, yang
dipimpin oleh Gro Harlem Brundtland.
Konsep ini mencakup tiga dimensi utama, yaitu planet (lingkungan), people (masyarakat),
dan profit (ekonomi), atau disingkat menjadi 3P. Konsep ini bertujuan untuk mengintegrasikan
kebutuhan manusia dengan kebutuhan lingkungan, sehingga dapat mencapai keseimbangan antara
ekonomi, sosial, dan lingkungan.
1) Planet (Lingkungan)
Dimensi planet berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan alam. Konsep ini menekankan
pentingnya menjaga keanekaragaman hayati, mengurangi emisi gas rumah kaca, mengelola
sumber daya air dan lahan secara berkelanjutan, serta meminimalisasi dampak negatif kegiatan
manusia terhadap lingkungan.
Dalam dimensi planet, perusahaan harus memperhatikan konsep tata kelola lingkungan
(Environmental Governance), yaitu tata kelola yang bertujuan untuk mencegah pencemaran
lingkungan, melestarikan lingkungan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
2) People (Masyarakat)
Dimensi people berkaitan dengan keberlanjutan sosial. Konsep ini menekankan
pentingnya memperhatikan kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan kesehatan, pendidikan,
dan kesejahteraan sosial. Perusahaan harus memperhatikan hak asasi manusia, kesetaraan gender,
dan penghormatan terhadap keanekaragaman budaya.
Perusahaan harus berkontribusi pada pembangunan sosial dan mengembangkan program-
program sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Perusahaan juga harus memperhatikan kepentingan para pekerja, termasuk keamanan dan
kesehatan kerja, upah yang adil, dan kesempatan pengembangan karir.
3) Profit (Ekonomi)
Dimensi profit berkaitan dengan keberlanjutan ekonomi. Konsep ini menekankan
pentingnya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, serta
memperhatikan keadilan sosial dan lingkungan. Perusahaan harus memperhatikan efisiensi
penggunaan sumber daya, mengurangi limbah dan emisi, serta mengembangkan produk dan
layanan yang ramah lingkungan.
Perusahaan juga harus memperhatikan prinsip tata kelola yang baik (Good Corporate
Governance), yaitu prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan
nilai perusahaan, menjaga integritas, dan memperhatikan kepentingan seluruh pemangku
kepentingan (stakeholders).
Secara keseluruhan, konsep 3P dalam Sustainable Development bertujuan untuk
menciptakan keseimbangan yang optimal antara planet, people, dan profit agar dapat mencapai
keberlanjutan lingkungan dan sosial serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
2
2.2 Konsep “Sustainability Development Goals (SDGs) 5P ( Planet, People,Partnership, Prosperity and
Peace)
Sustainable Development Goals (SDGs) adalah rangkaian tujuan yang disepakati secara
global untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia. SDGs terdiri dari 17
tujuan yang mencakup berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, energi
terbarukan, dan perlindungan lingkungan. Tujuan dari SDGs adalah menciptakan dunia yang lebih
adil, makmur, dan berkelanjutan bagi seluruh penduduk dunia, serta memastikan bahwa
pembangunan berkelanjutan dapat dicapai pada semua level: lokal, nasional, dan internasional.
SDGs dibangun di atas konsep 5P, yaitu Planet, People, Partnership, Prosperity, dan Peace,
yang masing-masing mewakili aspek penting dalam pembangunan berkelanjutan. Berikut penjelasan
lebih rinci tentang setiap konsep 5P dalam SDGs:
1) Planet
Konsep Planet dalam SDGs menekankan pentingnya menjaga lingkungan dan sumber
daya alam kita untuk generasi yang akan datang. Tujuan SDGs yang terkait dengan Planet
termasuk mengurangi emisi gas rumah kaca, memperbaiki kualitas air dan udara, meningkatkan
perlindungan terhadap keanekaragaman hayati, dan mengurangi polusi dan limbah.
2) People
Konsep People dalam SDGs menekankan pentingnya mempromosikan kesejahteraan dan
hak asasi manusia bagi seluruh penduduk dunia. Tujuan SDGs yang terkait dengan People
termasuk memerangi kemiskinan, meningkatkan kesehatan dan pendidikan, meningkatkan
kesetaraan gender, dan mempromosikan hak asasi manusia.
3) Partnership
Konsep Partnership dalam SDGs menekankan pentingnya kerja sama dan kemitraan
antara berbagai pihak untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Tujuan SDGs yang terkait
dengan Partnership termasuk memperkuat kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan
masyarakat sipil, serta membangun kapasitas institusi dan pihak-pihak yang terlibat dalam
pembangunan berkelanjutan.
4) Prosperity
Konsep Prosperity dalam SDGs menekankan pentingnya menciptakan pertumbuhan
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tujuan SDGs yang terkait dengan Prosperity
termasuk menciptakan lapangan kerja yang layak, meningkatkan akses terhadap sumber daya
dan layanan yang penting, dan mempromosikan pembangunan ekonomi yang inklusif dan
berkelanjutan.
5) Peace
Konsep Peace dalam SDGs menekankan pentingnya perdamaian, keadilan, dan lembaga
yang efektif dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Tujuan SDGs yang terkait dengan
Peace termasuk memperkuat lembaga dan keamanan masyarakat, mempromosikan perdamaian
dan keadilan, serta mengurangi kekerasan dan konflik.
3
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tujuan akuntansi sosial dan lingkungan adalah untuk menghasilkan informasi keuangan
yang meliputi dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas bisnis, serta membantu pengambilan
keputusan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Prinsip akuntansi sosial dan lingkungan
mengintegrasikan prinsip akuntansi tradisional dengan prinsip akuntansi sosial dan lingkungan yang
mencakup akuntabilitas, transparansi, partisipasi, inklusivitas, dan keterlibatan pemangku
kepentingan.
Kerangka konseptual akuntansi sosial dan lingkungan mencakup tiga elemen utama, yaitu
pengukuran dampak sosial dan lingkungan, pengukuran kinerja sosial dan lingkungan, serta
pelaporan dan pengungkapan informasi sosial dan lingkungan. Kerangka konseptual akuntansi sosial
dan lingkungan membutuhkan kolaborasi antara praktisi akuntansi, organisasi, akademisi, dan
masyarakat untuk menciptakan praktik akuntansi sosial dan lingkungan yang efektif. Lingkungan
sosial dan lingkungan yang berubah-ubah membutuhkan kerangka konseptual akuntansi sosial dan
lingkungan yang lebih fleksibel dan adaptif untuk menjawab tantangan baru yang muncul.
3.2 Saran
. Berikut adalah saran mengenai kerangka konseptual akuntansi sosial dan lingkungan yang
lengkap dan rinci:
1) Definisikan tujuan akuntansi sosial dan lingkungan secara jelas dan terperinci. Tujuan ini harus
mencakup semua aspek yang relevan, seperti kesejahteraan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan
kepentingan pemangku kepentingan.
2) Tentukan cakupan akuntansi sosial dan lingkungan dengan jelas. Cakupan ini harus mencakup
semua dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas bisnis, termasuk dampak yang mungkin
terjadi di luar batas perusahaan.
3) Tentukan prinsip-prinsip dasar akuntansi sosial dan lingkungan yang relevan. Prinsip-prinsip ini
harus mencakup prinsip-prinsip keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan prinsip-prinsip etika
bisnis.
4) Tentukan ukuran-ukuran dan indikator-indikator yang relevan untuk mengukur dampak sosial dan
lingkungan dari aktivitas bisnis. Ukuran-ukuran dan indikator-indikator ini harus mencakup
semua aspek yang relevan, seperti emisi karbon, limbah, dan penggunaan energi.
5) Tentukan standar-standar pelaporan yang relevan untuk melaporkan dampak sosial dan
lingkungan dari aktivitas bisnis. Standar-standar pelaporan ini harus mencakup semua aspek yang
relevan, seperti laporan keberlanjutan dan laporan lingkungan.
6) Tentukan metode-metode untuk mengelola dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas bisnis.
Metode-metode ini harus mencakup semua aspek yang relevan, seperti pengelolaan risiko,
peningkatan efisiensi energi, dan penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
7) Tetapkan mekanisme pengawasan dan pemantauan yang efektif untuk memastikan bahwa
aktivitas bisnis memenuhi standar-standar akuntansi sosial dan lingkungan yang ditetapkan.
Mekanisme ini harus mencakup semua aspek yang relevan, seperti pengawasan oleh regulator,
pemantauan oleh pemangku kepentingan, dan audit internal.
4
DAFTAR PUSTAKA
Amran, A., & Devi, R. (2018). Akuntansi lingkungan dan sosial: Teori dan praktik di era digital. Penerbit
Salemba Empat.
Djumahir, M. (2018). Akuntansi lingkungan: Perspektif teoritis dan aplikatif. Rajawali Pers.
Hadiwidjojo, D. (2019). Akuntansi sosial dan lingkungan: Teori, konsep, dan aplikasi di Indonesia.
Penerbit Erlangga.
Kasmir, E. (2018). Teori akuntansi sosial dan lingkungan: Perspektif kritis. Penerbit Kencana.
Nugroho, B., & Yulianto, E. (2017). Akuntansi sosial dan lingkungan: Konsep, teori, dan aplikasi.
Penerbit Andi.
Nurhidayati, T., & Pratiwi, I. (2019). Akuntansi lingkungan dan sosial: Teori dan praktik di Indonesia.
Penerbit Salemba Empat.
Salim, U., & Kurniawan, Y. (2018). Akuntansi sosial dan lingkungan: Konsep dan aplikasi. Penerbit
UMM Press.
Sari, I. R., & Putra, F. A. (2018). Akuntansi lingkungan: Konsep, teori, dan aplikasi. Penerbit Andi.
Soetanto, D. P. (2018). Akuntansi sosial: Sebuah kajian konseptual. Penerbit Universitas Kristen Petra.
Wahyuni, S., & Siregar, S. (2018). Akuntansi sosial dan lingkungan: Konsep dan aplikasi di Indonesia.
Penerbit Universitas Sumatera Utara.