0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan3 halaman

Teknik Persemaian Padi Kering Efektif

Sistem persemaian kering padi memiliki beberapa keunggulan seperti dapat dilakukan di tempat yang mudah diamati, tidak memerlukan lahan luas, dan pertumbuhan tanaman lebih cepat. Tekniknya meliputi persiapan benih, media tanam dari campuran tanah dan pupuk organik, penaburan benih di atas media, dan pemeliharaan sampai siap untuk dipindahkan ke sawah.

Diunggah oleh

Diza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan3 halaman

Teknik Persemaian Padi Kering Efektif

Sistem persemaian kering padi memiliki beberapa keunggulan seperti dapat dilakukan di tempat yang mudah diamati, tidak memerlukan lahan luas, dan pertumbuhan tanaman lebih cepat. Tekniknya meliputi persiapan benih, media tanam dari campuran tanah dan pupuk organik, penaburan benih di atas media, dan pemeliharaan sampai siap untuk dipindahkan ke sawah.

Diunggah oleh

Diza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

“PERSEMAIAN KERING”

Teknik pesemaian padi sistem kering bukan cara baru dalam menyemai
benih padi. Sistem ini sudah lama di lakukan oleh masyarakat atau petani namun
hanya sedikit saja yang mengaplikasikanya, seperti sistem semai pada budidaya
padi System Rice Intensification (SRI) dengan menggunakan nampan atau besek.
Sistem semai kering kurang berkembang karena petani beranggapan sistem ini
lebih rumit karena memerlukan alat seperti dapok/tray dan tambahan perlakuan.
Berkembangnya anggapan tersebut disebabkan petani belum terbiasa dan belum
mengetahui dan terampil dalam melaksanakan teknik semai kering. Padahal, sistem
semai kering memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sistem semai basah
(konvensional) pada budidaya padi sawah.

Keunggulan Sistem Semai Kering


 Pesemaian dapat diletakkan ditempat yang mudah diamati (pekarangan rumah),
sehingga mempermudah perawatan dan bibit lebih terkontrol dari hama dan
penyakit.
 Persemaian tidak memerlukan tempat yang luas dibandingkan dengan semai
basah di sawah yang membutuhkan setidaknya 400 m2 untuk luasan 1 ha
pertanaman padi sawah.
 Lahan bekas persemaian tidak mempengaruhi kualitas lahan pertanaman (pada
persemaian basah/konvensional, pertumbuhan tanaman padi yang ditanam di
lahan bekas persemaian menjadi lebih jelek).
 Praktis dalam pencabutan bibit, benih yang sudah tumbuh dan siap dipindahkan
ke lahan pertanaman cukup digulung tidak perlu dicabut.
 Mengurangi biaya pencabutan bibit yang umumnya cukup tinggi
 Pertumbuhan tanaman dari benih semai kering lebih cepat dan tidak stress.
 Sistem ini dapat lakukan terlebih dahulu sebelum melakukan pengolahan tanah
(semai culik) sehingga dapat mempercepat waktu tanam.

Teknik Persemaian Padi Sistem Kering


Bahan yang diperlukan meliputi benih Padi, pupuk organik, tanah, plastik,
gembor/hand sprayer, rumput/Jerami/terpal.

Perlakuan Benih
Benih direndam selama kurang lebih 24 jam. Kemudian di peram selama 2 x 24
jam, tujuanya agar menghilangkan proses dormansi, di tandai dengan munculnya
akar – akar kecil pada biji menandakan siap disemai. Sebelum disemai benih diberi
perlakuan dengan insektisida/fungisida.

Persiapan Tanah dan Pupuk Organik


Siapkan tanah dan pupuk kandang, kemudian ayak sehingga didapatkan ukuran
yang kecil dan seragam. Pastikan pupuk organik tersebut benar-benar matang, jika
tidak/kurang matang dapat mempengaruhi pertumbuhan bibit. Terdapat beberapa
cara untuk memastikan kematangan pupuk organik antara lain:
 Masukan pupuk kedalam ember kemudian tunggu sampai pupuk mengendap
dan lihat jika air bening berarti pupuk organik itu sudah siap di gunakan.
 Masukkan pupuk kedalam kantong plastik gula diikat kuat, biarkan selama 24
jam, jika pada dinding plastik timbul uap air maka pupuk tersebut belum
matang.

Penyebaran Benih
 Setelah media tanam disiapkan, benih disebarkan secara merata dan ditutup
lagi dengan media tanam setebal 0,5 cm.
 Benih disebar dengan kepadatan 0,6 – 0,7 Kg/m2 media.
 Tutup dengan terpal atau jerami, kemudian siram dengan air secukupnya
dengan kelembaban optimal.

Pemeliharaan Persemaian
 Setelah 3 hari benih ditebar, buka tutup terpal/jerami dan biarkan terkena
cahaya (biasanya benih telah tumbuh sekitar 2 cm).
 Selanjutnya penyiraman dilakukan 1 hari sekali pada waktu sore (melihat
kondisi cuaca) dengan menggunakan gembor/handsprayer.
 Jika pertumbuhan bibit (daun berwarna kekuningan), perlu disemprot dengan
fungisida dan diberi pupuk N secukupnya.
 Bibit siap ditanam umur 10 – 14 hari.

Pemindahan Benih ke Lahan Pertanaman


 Bibit yang siap tanam cabut/dipanen dengan cara memotong hamparan bibit
dengan lebar 50 cm, kemudian bibit digulung (seperti menggulung karpet)
bisa langsung diangkut ke sawah.
 Setelah lahan siap tanam, sobek atau pecah-pecah persemaian bibit sesuai
ukuran yang diperlukan.
 Penanaman bibit bisa di lakukan dengan manual atau bisa menggunakan
mesin penanam padi.
 Disarankan penanaman dengan hati hati dan usahakan agar akar tidak
menghadap ke atas, karena dengan akar menghadap ke atas, bibit
membutuhkan tenaga yang lebih banyak untuk bisa kembali ke posisi normal.

Persiapan Media Tanam


 Gunakan plastik sebagai alas dasar media tanam. Jenis plastik yang digunakan
seperti terpal, plastik hitam, plastik innerback dll. Plastik benar-benar
utuh/tidak cacat karena jika bocor air akan cepat habis.
 Hamparkan plastik seluas ukuran pesemaian 1 m X 5 m atau sesuai
kebutuhan.
 Siapkan media semai berupa campuran tanah dan kompos yang telah diayak
dengan perbandingan 2:1 atau 1:1 atau 4:1 (tergantung pada jenis tanah).
 Kemudian sebarkan dengan ketebalan 1,5 cm

Anda mungkin juga menyukai