0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan9 halaman

Spesifikasi dan Perhitungan Pompa Proses

Pumpa Proses (P-101) digunakan untuk memompa etanol dari tangki penyimpanan ke reaktor. Pompa jenis sentrifugal tunggal dengan kapasitas 14,9370 gpm dan daya 0,5 HP. Pompa mampu memompa etanol tanpa kavitasi.

Diunggah oleh

Farah Tsania
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan9 halaman

Spesifikasi dan Perhitungan Pompa Proses

Pumpa Proses (P-101) digunakan untuk memompa etanol dari tangki penyimpanan ke reaktor. Pompa jenis sentrifugal tunggal dengan kapasitas 14,9370 gpm dan daya 0,5 HP. Pompa mampu memompa etanol tanpa kavitasi.

Diunggah oleh

Farah Tsania
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pompa Proses (P-101)

T2
2 P2
T1
1 z2
P1
FV
z1
FV

Gambar C.2.1. Process Pump

Fungsi : Mengalirkan Etanol dari Tangki Penyimpanan (ST-101) menuju ke

Reaktor (RE-201)

Tipe : Centrifugal Pump, Single Suction

Dasar Pemilihan:

- Dapat digunakan range kapasitas yang besar dan tekanan tinggi

- Konstruksi sederhana sehingga harganya relatif lebih murah

- Kecepatan putarannya stabil

- Tidak memerlukan area yang luas

Kondisi :

Suction : Discharge :

T1 = 30oC T2 = 30 oC

P1 = 1 atm P2 = 1 atm

z1 = 0,500 m z2 = 3,0163 m

GV = 2.422,3870 kg/jam GV = 2.422,3870 kg/jam

Asumsi :
- Sifat-sifat fisis cairan dianggap tetap

- Fluida incompressible

a. Menghitung Debit Cairan

ρcamp = 784,9197 kg.m-3

µcamp = 0,9630 cp

= 0.0010 kg.m-1 .s-1

Over design = 10 % (Peters & Timmerhaus, 1991)

Gv desain = 2.664,6257 [Link]-1

= 0,740 kg.s-1

Debit, Q

Gv desain
Q = = 3,3948 [Link]-1
ρ

= 0.0009 m3.s-1

= 14,9370 gpm

Berdasarkan Fig. 7.14 a & b Walas, 1990 dan Tabel 10.17 Coulson, 2005 untuk

kapasitas 1.341 gpm digunakan pompa centrifugal tipe single-suction.

b. Menghitung Diameter Pipa

Diameter pipa optimum untuk material stainless steel, dihitung dengan persamaan

sebagai berikut :

Dop = 293 x G0,53 x ρ-0,37 (Coulson, 1983)

= 293 x (0,7402)0,53 x (784,9197)-0,37

Keterangan :

Dopt = Diameter pipa optimum (mm)

G = Laju alir massa (kg/s)


 = Densitas larutan (kg/m3)

Didapatkan Dopt = 21,2094 mm = 0,8350 in = 1 in

Tabel [Link] Pipa Standar (Geankoplis, 1993)

Karakteristik In m

NPS 1 0,0254
Sch 40 40

ID 1,0490 0,0266

OD 1,3150 0,0334

c. Menghitung Bilangan Reynold (N Re)

Bilangan reynold (N Re) dapat dihitung dengan persamaan :

ρ x ID x v
NRe = (Geankoplis, 1993)
μ

Keterangan :

NRe = Bilangan Reynold

 = Densitas larutan (kg.m-3)

ID = Diameter dalam pipa (m)

v = Kecepatan aliran (m.s-1)

 = Viskositas larutan (kg.m-1 .s-1)

Kecepatan aliran, v :
𝑄
v =
𝐴

= 1,6921 m.s-1

Maka didapat N Re = 36.746,4224 (aliran turbulen>4000)


d. Menghitung Panjang Ekuivalen

Tabel 2.10-1, hal 93 dalam Geankoplis, 1993 memberikan informasi rasio panjang

ekuivalen terhadap diameter pipa (Le/D) untuk setiap jenis komponen sambungan

(fitting) atau valve. Sehingga diperoleh panjang ekuivalen (Le) untuk setiap

komponen yang digunakan yang tertera pada Tabel C.2.2.

Tabel C.2.2. Panjang Ekuivalen untuk setiap komponen pada P-101

Komponen Jumlah Le (ft) Le (m) Total (m)

Pipa lurus 4 8,2556 2,5163 2,5163

Standard elbow 3 2,8372 0,8648 2,5943


Globe valve 1 28,4700 8,6777 8,6777

Gate valve Wide open 1 0,6294 0,1918 0,1918

Total panjang equivalent 13,9801

e. Menghitung Friction Loss

Friction loss dihitung dengan persamaan 2,10-18 Geankoplis, 1983 :

Σ F = 4f ΔL v  K ex v1  K c v 2  K f v1
2 2 2 2

ID 2 2 2 2

Jika kecepatan v, v1, v2 sama, maka (Geankoplis, 1983, pers,2,10-19) :

2
 ΔL v
Σ F =  4f  K ex  K c  K f 
 ID  2

 Friksi karena kontraksi dari tangki ke pipa,

2
 A  V2
hc = K C 1  2  (Geankoplis, 1993)
 A1  2 α

2
 A2  V2
kc = 0,55 1  
 A1  2 α

Keterangan :
hc = friction loss

V = kecepatan pada bagian downstream

 = faktor koreksi, aliran turbulen =1

A2 = luas penampang yang lebih kecil

A1 = luas penampang yang lebih besar

A2/A1 =0

Kc = 0,55

2
hc = Kc V

= 0,7874 J/kg

 Friksi pada pipa lurus

NRe = 36.746,4224

Absoluteroughness/ = 0,046 mm (commercial steel pipe)

(Sinnott, 2005)

ε = 0,0460

/ID = 0.0017

f = 0.0051 (Geankoplis, 1993)

Sehingga friksi pada pipa lurus :

ΔL V 2
Ff = 4f
ID 2

= 15,3230 J/kg

 Friksi pada sambungan (elbow)

Jumlah elbow = 3 buah

Kf = 0,75 (Geankoplis, 1993)


α =1

 V2 
hf =  f 2 
K
 

= 3,2210 J/kg

 Friksi pada valve

Globe valve =1 Kf = 6 (Geankoplis, 1993)

Gate valve wide open = 1 Kf = 0,17

V2 
hf =  f2 
K
 

= 8,8328 [Link]-1

 Friksi pada enlargement dan contraction

Sudden enlargement (Fe)

(V1 −V2 )2
Fe =
2α.gc

Fe =0

Sudden contraction (Fc)

Kc (V2 )2
Fc =
2.α.gc

Fc = 0,7158

Total friksi :

ΣF = hC + Ff + hf elbow+ hf valve + Fe + Fc

= 28,8799 J/kg

f. Menghitung Power Pompa


Persamaan neraca energi melalui persamaan Bernaulli :

V22  V12 p  p1
-Ws =  g Z 2  Z1   2  F
2α ρ

Diketahui :

Z1 = 0,5 m

Z2 = 3,0163 m

P1 = 1 atm (101,325 N/m2)

P2 = 1 atm (101,325 N/m2)

Sehingga, didapatlah :

Ws,η = 53,5649 J/kg

Dari Gambar 10,62, Coulson,1983, hal 380, untuk Q = 3,3948 m3/jam, maka

efisiensi pompa (  ) = 45 %,

Gambar C.2.2. Pump Efficiency

−Ws
Wp = (Geankoplis, 1993)
η

= 199,0332 [Link]-1

Maka dapat diketahui besar daya yang digunakan pompa :


Power = Gv x Wp (Geankoplis, 1983, pers,3,3-2)

= 0,0881 kW

= 0,1182 hP

= 0,5 hP

Jadi digunakan pompa dengan daya 0,5 hP.

g. Cek Kavitasi

Untuk menghindari kavitasi, NPSH yang tersedia harus lebih besar dari NPSH yang

dibutuhkan, NPSHa> NPSHr, (Bachus, 2003)

 NPSH r (Net Positive Suction Head Required) :

Q = 14,9370 gpm

S = 7900 (single suction) (Walas, 1990)

Putaran spesifik pompa (n) = 3.500 rpm

(Coulson, vol,6, 1983, Fig, 5,6,, hal, 199)

4/3
 n Q 0,5 
NPSH R =   (Walas, 1990)
 S 

= 0.1633 m

 NPSHA (Net Positive Suction Head) available :

Cek Kavitasi:

Pv = 0,1028 atm

NPSH (Net Positive Suction Head) available :

P P
NPSH A  1 V  H suction  Fsuction
g

NPSH A = 0,8904 m
Karena NPSHa> NPSHr, maka pompa tidak terjadi kavitasi pompa aman dari

kavitasi.

Tabel C.2.3. Spesifikasi Pompa Proses (PP-101)

Alat Pompa Proses

Kode P-101

Fungsi Mengalirkan Etanol dari Tangki Penyimpanan (ST-101)


menuju ke Reaktor (RE-201)
Jenis Centrifugal Pump,single suction, single stage,

Bahan Konstruksi Stainless Steel (austenitic) AISI tipe 316

Kapasitas 14,9370 gpm

Efisiensi Pompa 45 %

Dimensi NPS : 1 in

Sch, : 40

Power Motor 0,5 hP

NPSHa 0,8904 m

NPSH R 0,1633 m

Jumlah 2 buah (1 cadangan)

Anda mungkin juga menyukai