0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan3 halaman

Sejarah dan Peran BUMN di Indonesia

1. BUMN memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai konstitusi, meskipun pandangan mengenai peran negara berbeda antara Soekarno dan Hatta. 2. Pelayanan publik terkait penyediaan barang dan jasa publik, yang dapat dikelompokkan menjadi privat, publik, semipublik, atau milik bersama berdasarkan tingkat eksklusivitas dan keterhabisannya.

Diunggah oleh

Inge Amanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan3 halaman

Sejarah dan Peran BUMN di Indonesia

1. BUMN memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai konstitusi, meskipun pandangan mengenai peran negara berbeda antara Soekarno dan Hatta. 2. Pelayanan publik terkait penyediaan barang dan jasa publik, yang dapat dikelompokkan menjadi privat, publik, semipublik, atau milik bersama berdasarkan tingkat eksklusivitas dan keterhabisannya.

Diunggah oleh

Inge Amanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Sejarah Badan Usaha Milik Negara

BUMN merupakan salah satu badan dari pemerintahan yang penting dalam
upaya memenuhi hajat hidup orang banyak. Sebagai salah satu agen pembangunan,
BUMN memiliki peran penting dalam menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan
masyarakat dalam rangka mewujudkan kemakmuran masyarakat. Pada masa
mendatang, peran ini akan semakin meningkat. Peningkatan tersebut akan terlihat dari
perubahan status BUMN. Peningkatan sattus ini sebagai unit (business entity) yang
dapat berfungsisecara komersial.

Pasal 33 ayat 2 dan 3 secara jelas menerangkan bahwa cabang-cabang


produksi yang penting yang menguasai hajat hidup orang banyak serta bumi air dan
kekayaan yang terkandung di dalamnyadikuasai oleh negara, dan digunakan untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam kalimat tersebut, secara jelas negara
Indonesia memosisikan diri sebagai negara kesejahteraan (welfare state).

Sejak Indonesia merdeka, fungsi dan peranan perusahaan negara sudah


menjadi perdebatan dikalangan founding fathers, terutama pada kata dikuasai oleh
negara. Bung karno menafsirkan bahwa karena kondisi perekonomian masih lemah
pasca kemerdekaan, negara harus menguasai Sebagian besar bidang usaha yang dapat
menstimulasi kegiatan ekonomi. Adapun Bung Hatta menentang pendapat ini dan
memandang bahwa negara hanya cukup menguasai perusahaan yang menguasai
kebutuhan pokok masyarakat, seperti listrik dan transportasi. Pandangan Hatta ini
kemudian lebih sesuai dengan paham ekonomi modern, yakni posisi negara hanya
cukup menyediakan insfrastruktur yang mendukung proses pembangunan.

Adapun tujuan mendirikan perusahaan negara dan nasionalisasi mennurut


Bung Karno adalah mendorong perekonomian nasional, terutama perusahaan negara
yang bergerak dalam bidang infrastruktur. Sederetan perusahaan Belanda
dinasionalisasi, seperti PT Kereta Apia tau Djawatan Kereta Api (UU 71/1957), PT
Pos (Djawatan Pos), PT Garuda Indonesia Airways, dan pada akhir pemerintah
Soekarno sempat mendirikan Perusahaan Negara (PN) Telekomunikasi. Akan tetapi,
Sebagian perusahaan yang dinasionalisasi oleh pemerintahan Soekarno banyak
merugikan negara karena Belanda sudah terlebih dahulu mengalihkan asset
perusahaannya ke Belanda. Walaupun demikian, perusahaan vital dan strategis pada
akhirnya menjadi jati diri bangsa.1

B. Filosofi Pengelolaan Barang dan Jasa Kebutuhan Publik


Pelayanan publik atau pelayanan umum berkaitan dengan upaya penyediaan
barang public atau jasa public dapat dipahami dengan menggunakan taksonomi
barang dan jasa. Howlett dan Ramesh membedakan adanya empat macam barang atau
jasa, yaitu sebagai berikut:
1. Barang atau jasa privat, yaitu barang atau jasa yang tingkat eksklusivitas dan
keterhabisannya sangat tinggi. Contoh: pakaian atau jasa tukang pijat yang
dapat dibagi-bagi untuk beberapa pengguna, kemudian tidak tersedia lagi
untuk orang lain jika telah dibeli oleh beberapa pengguna.
2. Barang atau jasa public, yaitu barang atau jasa yang tingkat eksklusivitas dan
keterhabisannya sangat rendah. Contoh: penerangan jalan, keamanan atau
kenyamanan lingkungan yang tidak dapat dibatasi penggunaannya dan tidak
habis meskipun telah dinikmati banyak pengguna.
3. Peralatan public atau barang atau jasa semipublik, yaitu barang atau jasa yang
tingkat eksklusivitasnya tinggi, tetapi tingkat keterhabisannya rendah. Contoh:
jalan tola tau jembatan yang tetap masih dapat dipakai oleh pengguna lain
setelah dipakai oleh seorang pengguna, tetapi memungkinkan untuk dilakukan
penarikan biaya kepada setiap pengguna.
4. Barang atau jasa milik Bersama, yaitu barang atau jasa yang tingkat
eksklusivitasnya rendah, tetapi tingkat keterhabisannya tinggi. Contoh: ikan,
penyu, karang dilaut yang kuantitasnya berkurang setelah terjadinya
pemakaian, tetapi tidak dimungkinkan untuk dilakukan penarikan biaya secara
langsung kepada orang yang menikmatinya.

Perbedaan antara empat jenis barang atau jasa tersebut dapat dilihat dalam
tabel 2.1 berikut.2

1
Muslim Mufti. Ekonomi Politik. (Bandung: CV Pustaka Setia, 2018), hal 79—80
2
Ibid., hal 81—82
KESIMPULAN

1. BUMN merupakan salah satu badan dari pemerintahan yang penting dalam upaya
memenuhi hajat hidup orang banyak. Pasal 33 ayat 2 dan 3 secara jelas menerangkan
bahwa cabang-cabang produksi yang penting yang menguasai hajat hidup orang
banyak serta bumi air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
negara, dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pandangan Hatta
ini kemudian lebih sesuai dengan paham ekonomi modern, yakni posisi negara hanya
cukup menyediakan insfrastruktur yang mendukung proses pembangunan.
2. Pelayanan publik atau pelayanan umum berkaitan dengan upaya penyediaan barang
public atau jasa public dapat dipahami dengan menggunakan taksonomi barang dan
jasa. Atau jasa privat, yaitu barang atau jasa yang tingkat eksklusivitas dan
keterhabisannya sangat tinggi. Atau jasa public, yaitu barang atau jasa yang tingkat
eksklusivitas dan keterhabisannya sangat rendah. Public atau barang atau jasa
semipublik, yaitu barang atau jasa yang tingkat eksklusivitasnya tinggi, tetapi tingkat
keterhabisannya rendah. Atau jasa milik Bersama, yaitu barang atau jasa yang tingkat
eksklusivitasnya rendah, tetapi tingkat keterhabisannya tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Mufti, Muslim. 2018. Ekonomi Politik. Bandung: CV Pustaka Setia

Anda mungkin juga menyukai