3.
5 Fungsi Invers Trigonometri dan Turunannya
Fungsi trigonometri merupakan fungsi periodik sehingga bukan fungsi satu-satu. Fungsi trigonometri memiliki
invers hanya pada interval domain tertentu.
Invers Sinus dan Cosinus
Grafik dari invers fungsi sinus dan cosinus didapatkan dengan cara mencerminkan terhadap garis y = x. Namun,
sebelumnya perlu ditentukan domain mana yang berlaku agar masing-masing fungsi sinus dan cosinus memiliki
h h
invers. Pada sinus pembatasan domain dilakukan pada g− , i sedangkan pembatasan domain untuk cosinus
dilakukan pada [0, π].
Gambar 3.2 (a) Grafik fungsi sinus. (b) Grafik invers sinus
Gambar 3.3 (a) Grafik fungsi cosinus. (b) Grafik invers cosinus
Secara formal, invers dari sinus dan cosinus dituangkan dalam definisi berikut
l l
D = sin ⇔ = sin D , − ≤D≤
2 2
D = cos ⇔ = cos D , 0 ≤ D ≤ l
Simbol lain yang digunakan untuk sin-1 dan cos-1 adalah arcsin dan arccos.
D = sin = Bo sin bermakna "besarnya busur atau sudut (arc or angle) y sehingga sinus dari y bernilai
x".
Contoh 3.12
Dengan menggunakan kalkulator maka dapat kita peroleh hasil-hasil berikut ini.
h
(a) sin b c = 45° =
√
R
h
(b) cos b− c = 120° =
h h
(c) sin bsin c = −90° = −
Turunan Fungsi Invers Sinus dan Cosinus
h h
Dari hubungan D = sin ⇔ = sin D , − ≤ ≤ dan rumus turunan fungsi invers diperoleh
D 1 1
= =
/ D cos D
Selanjutnya, dari identitas trigonometri sin D + cos D = 1 atau cos D = 1 − sin D, diperoleh
cos D = E1 − sin D = E1 −
Dengan demikian
D 1
=
√1 −
Jadi, turunan fungsi invers sinus adalah
1
sin =
√1 −
Untuk % = % berlaku
%
sin % =
√1 − %
Hal ini sama artinya dengan
= sin +)
√1 −
Dengan cara yang sama dengan invers sinus, untuk invers cosinus diperoleh
−1
cos =
√1 −
Untuk % = %
%
−
cos % =
√1 −
Dan
= − cos +)
√1 −
Contoh 3.13
Carilah :
(1) Turunan pertama dari D = sin
(2) Hasil dari ^
√R =
Penyelesaian
7
(1) Misalkan % = , sehingga = 2 . Dengan menggunakan aturan rantai maka
D %/ 2 2
= sin % = = =
√1 − % E1 − √1 − R
sin =
√ =
(2) Digunakan rumus , dengan terlebih dahulu mengubah bentuk peyebut nya
E4 − = q4 1 − = 2q1 − b c
4 2
Sehingga
1
= =
√4 − 2
2r1 − b2c r1 − b c
2
7
Misalkan % = , maka = atau =2 %
1 1 2 % %
= = = = sin % + ) = sin b c+)
√4 − 2 2 √1 − % √1 − % 2
r1 − b c
2
Invers tangen dan invers secant
sedangkan batasan domain untuk invers secant adalah [0, π/2) ∪ (π/2, π], sedemikian sehingga
Untuk mendapatkan invers untuk tangent dan secant, kita batasi domain untuk invers tangen pada (−π/2,π/2),
l l
D = tan ⇔ = tan D , − ≤D≤
2 2
l
D = sec ⇔ = sec D , 0 ≤ D ≤ l, D ≠
2
Untuk memudahkan kita mengingat formula invers secant, perhatikan bahwa sec x = 1/ cos x, sehingga bisa kita
dapatkan bahwa
1
sec = cos
D
Turunan invers tangen diperoleh dari hubungan D = tan ⇔ = tan D dan dari turunan fungsi invers, yaitu
D 1 1 1 1
= = = =
/ D sec D 1 + tan D 1 +
Atau
1
tan =
1+
Untuk % = % ,
%/
tan % =
1+
Akhirnya diperoleh hubungan
= tan +)
1+
Turunan invers secan diperoleh dari hubungan berikut :
1 −1 −1 | | 1
sec = cos = . = =
√ −1 | |√ −1
r1 − b1c
Jika % = % , maka
%/
sec % =
|%|√% − 1
Hal ini berarti juga
= sec | |+)
√ −1
Contoh 3.14
Tentukan turunan dari fungsi
(a) D = sec .
(b) D = sec tan
Penyelesaian
(a) Misalkan % = , menggunakan dalil rantai :
D D % 1 2 2
= . = = =
% | |E −1 E −1 E −1
(b) Misalkan % = tan
D 1 sec
= tan =
|tan |E tan −1 |tan |√tan −1
Rangkuman Turunan Fungsi Trigonometri
Ingat kembali turunan fungsi trigonometri
sin = cos cot = −csc
cos = − sin sec = sec tan
tan = sec csc = − csc cot
Turunan Invers Trigonometri
1
sin = , −1< <1
√1 −
1
cos =− , −1< <1
√1 −
1
tan =
1+
1
sec = , | |>1
| |√ −1
Rumus integral yang berkaitan
= sin +)
√1 −
= tan +)
1+
= sec | |+)
√ −1
Dan berlaku pula rumusan berikut ini
= sin b c+)
√ −
= tan b c+)
+
| |
= sec +)
√ −
Contoh 3.15
Tentukan hasil integral berikut ini.
(a) ^
√R =
(b) ^
√Q s =
Penyelesaian
(a) Dilakukan manipulasi bentuk dari 4 − menjadi 2 − , sehingga
1 l l
= = gsin b ci = sin − sin 0= −0 =
√4 − √2 − 2 2 6 6
7 7
(b) Bentuk integral diatas akan kita bawa ke bentuk ^ , dengan % = 3 dan = 3 atau % = 3
√? = 7=
3 3 % %
= = = sin +)
√5 − 9 √5
r-√5. − 3 r-√5. − %
Masukkan kembali nilai u, diperoleh
3 3
= sin +)
√5 − 9 √5
Memanipulasi integran
Sebelum melakukan subtitusi, akan sangat membantu jika integran dirubah terlebih dahulu ke bentuk yang relatif
melengkapkan kuadrat sempurna. Ingat kembali bahwa bentuk + & dapat dibuat menjadi kuadrat sempurna
mudah. Integral dengan bentuk kuadrat dalam tanda akar dapat diereduksi ke bentuk standar dengan
@
dengan menambahkan b c .
Contoh 3.16
Selesaikan integral berikut
5
− 6 + 25
Penyelesaian
5 5 1 5 −3
= =5 = tan +)
− 6 + 25 − 6 + 9 + 16 −3 +4 4 4