0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan4 halaman

Turunan dan Sifat Logaritma Alami

Fungsi logaritma alami memiliki turunan 1/x dan digunakan untuk menyederhanakan proses diferensiasi fungsi yang melibatkan perkalian dan pangkat. Fungsi ini memiliki sifat-sifat tertentu seperti ln(ab) = ln(a) + ln(b)."

Diunggah oleh

reno geovan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan4 halaman

Turunan dan Sifat Logaritma Alami

Fungsi logaritma alami memiliki turunan 1/x dan digunakan untuk menyederhanakan proses diferensiasi fungsi yang melibatkan perkalian dan pangkat. Fungsi ini memiliki sifat-sifat tertentu seperti ln(ab) = ln(a) + ln(b)."

Diunggah oleh

reno geovan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

3 FUNGSI TRANSENDENTAL

3.1 Fungsi Logaritma Alami


Pada kuliah Kalkulus Diferensial, kita telah mengetahui bahwa secara umum, turunan fungsi pangkat =
adalah = = . Akan tetapi coba kita perhatikan beberapa turunan berikut ini,

=
2

?? =

1
− =

− =
2

Perhatikan persamaan yang di blok kuning, fungsi apakah yang turunannya menghasilkan atau ? Pada
bagian ini kita akan mempelajarinya. Fungsi (??) pada persamaan diatas adalah fungsi logaritma alami.

Definisi Fungsi Logaritma Alami


Fungsi logaritma alami, ditulis ln, didefinisikan sebagai
1
ln = , >0 … 3.1

Domain fungsi logaritma alami adalah bilangan riel positif.


Turunan Fungsi Logaritma Alami
Berdasarkan teorema dasar kalkulus pertama, dapat diperoleh
1 1
ln = = , >0 … 3.2

Jika % = , maka dengan Aturan Rantai diperoleh


1 %
ln % = … 3.2&
%
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa setiap rumus turunan berhubungan dengan rumus integral (anti-
turunan), sehingga dapat ditulis
1
= ln| | + ), ≠ 0 … 3.3

Atau untuk % =
1
% = ln|%| + ), ≠ 0 … 3.3&
%
Rumusan ini mengisi gap pada rumus turunan “kotak kuning” di atas.
Contoh 3.1
Tentukan turunan dari fungsi berikut ini.

(a) = ln 2√
(b) = ln − −2
Penyelesaian

(a) Misalkan % = 2√ = 2 ⁄
, maka
1 ⁄
1 1
= ln 2√ = -2 ⁄
.= = =
2 ⁄ 2 ⁄
√ . 2√ 2

(b) Sebelum mencari turunan fungsi ini, perlu diingat bahwa fungsi ini bernilai jika − − 2 > 0, atau

− −2>0
−2 +1 >0
− 2 > 0 atau + 1 > 0

Artinya, fungsi akan bernilai positif jika > 2 atau < −1. Jadi domain fungsi ln − − 2 adalah
−∞, −1 ∪ 2, ∞ . Dalam domain ini,

1 2 −1
= ln − −2 = − −2 =
− −2 − −2

Contoh 3.2
Tentukan hasil integral berikut ini.
(a) 3
2 +5
(b)
8−
(c) −
+1
Penyelesaian
7
(a) Misalkan % = 2 + 5 sehingga = 2 atau = %/2, maka

3 3 % 3 1 3 3
= = % = ln|%| + ) = ln|2 + 5| + )
2 +5 % 2 2 % 2 2

7 7
(b) Misalkan % = 8 − sehingga = −2 atau = − , maka
% 1 1 1 1
= − =− % = − ln|%| + ) = − ln|8 − |+)
8− % 2 2 % 2 2

Dengan demikian,
1 1 1 1 1
= 9− ln|8 − |: = − ln 4 − − ln 7 = − ln 4 + ln 7
8− 2 2 2 2 2

>
(c) Terlebih dahulu dihitung hasil pembagian menggunakan “poro pistol” sebagaimana pada gambar
berikut ini,

Sehingga

− 2
= −2+
+1 +1

− 2 1
Dengan demikian,

= −2+ = −2 +2
+1 +1 +1

= − 2 + 2 ln| + 1| + )
2

Sifat-sifat Logaritma Alami


Jika a dan b adalah bilangan positif dan r bilangan rasional, maka berlaku
(i) ln 1 = 0
(ii) ln & = ln + ln &
?
(iii) ln @ = ln − ln &

(iv) ln A
= B ln

Contoh 3.3
C
jika D = ln E −3 ⁄ , >3
F
Tentukan

Penyelesaian
Digunakan sifat-sifat logaritma alami untuk “menyederhanakan” y,

−3 ⁄
1 −3 1
D = ln = ln = Gln − 3 − ln H
3 3
1
D = Gln − 3 − 2 ln H
3
Sehingga
D 1 1 1 2 1 −2 −3 6−
= I ln −3 −2 ln J = I − J= I J=
3 3 −3 3 −3 3 −3

Diferensiasi Logaritmik
Logaritma alami dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menyederhanakan proses diferensiasi fungsi yang
melibatkan perkalian dan pangkat. Perhatikan contoh berikut ini.
Contoh 3.4
C
Tentukan diferensiasi ( ) dari fungsi berikut ini.

√1 −
D=
+1 ⁄

Penyelesaian
Kedua ruas di-logaritma alami-kan, yaitu

√1 − 1 2
ln D = ln = ln E1 − − ln +1 ⁄
= ln 1 − − ln +1
+1 ⁄ 2 3

Kemudian kedua ruas didiferensiasi terhadap x,


1 2
ln D = 9 ln 1 − − ln +1 :
2 3
1 D −2 2 − 2 −3 2 −1 − +2
= − = − = − =
D 2 1− 3 +1 1− 3 +1 3 1− 3 +1 3 1−

D − +2 − +2 √1 − − +2
= D= × =
3 1− 3 1− +1 ⁄ 3 +1 ⁄ 1− ⁄

Anda mungkin juga menyukai