2.
Aplikasi Integral Tertentu
2.1 Aplikasi Integral Tertentu
2.1.1 Luas dibawah kurva
a) Kurva di atas sumbu X
Luas area yang dibatasi oleh sumbu X, x = a, x = b, dan kurva f diatas sumbu X adalah
= ( ) … (2.1)
Contoh 2.1
Tentukan luas area di bawah kurva ( ) = − 4 + 5, diantara x = -1 dan x = 2
Penyelesaian
1
= −4 +5 = −2 +5
3
1 1
= (2 ) − 2(2 ) + 5(2) − (−1) − 2(−1) + 5(−1)
3 3
8 1
= − 8 + 10 − − 2 − 5 = 12
3 3
Jadi luas area tersebut adalah 12 satuan luas.
b) Kurva di bawah sumbu X
Luas area yang dibatasi oleh sumbu X, x = a, x = b, dan kurva f di bawah sumbu X adalah
=− ( ) … (2.2)
Contoh 2.2
Tentukan luas diantara kurva ! = ( ) = 1 − dan sumbu X antara x = 2 dan x = 4
Penyelesaian
Grafik dari area dimaksud sebagaimana pada Gambar 2.1
Gambar 2.1 Kurva soal 2.2
Luas nya
"
1 1 "
1
=− 1− =− −
= − # 4 − (4 ) − 2 − (2 ) $
3 3 3
64 8 50 50
= −# 4 − − 2− $=− − =
3 3 3 3
&'
Jadi, luas area yang dimaksuda adalah satuan luas.
1
c) Kurva sebagian di atas sumbu X dan sebagian dibawah sumbu X
Jika kurva sebagian di atas sumbu X dan sebagian lainnya di bawah sumbu X, maka pertama-tama kita
menentukan titik di mana kurva memotong sumbu x. Kemudian area di atas dan di bawah sumbu x dihitung
secara terpisah.
Contoh 2.3
Tentukan luas area yang dibatasi oleh kurva ! = ( ) = − 4 + 3 dan sumbu X antara x = 0 dan
x = 4.
Penyelesaian
Grafik kurva ! = ( ) = − 4 + 3 ditunjukkan pada Gambar 2.2.
Gambar 2.2 Kurva soal 2.3
Titik potong kurva dengan sumbu X, terjadi jika y = f(x) = 0, maka
−4 +3=0
( − 1)( − 3) = 0
Diperoleh = 1 dan = 3. Luas daerah antara x = 0 dan x = 4, terbagi menjadi 3 bagian sebagaimana
pada gambar.
A1 = luas area antara x = 0 dan x = 1
1 4
1= −4 +3 =( −2 +3 ) = − 2 + 3 − (0) =
' 3 '
3 3
A2 = luas area antara x = 1 dan x = 3
2=− −4 +3 = −( −2 +3 )
3
1 4 4
2 = − #(9 − 18 + 9) − −2+3 $=− − =
3 3 3
A3 = luas area antara x = 3 dan x = 4
" "
3= −4 +3 =( −2 +3 )
3
64 4
3= − 32 + 12 − (9 − 18 + 9) =
3 3
4 4 4
Luas total
= 1+ 2+ 3= + + =4
3 3 3
Jadi luas area dimaksud adalah 4 satuan luas
2
d) Luas area diantara dua kurva
Perhatikan dua kurva ( ) dan +( ) berikut ini.
Gambar 2.3 Area yang dibatasi oleh kurva f(x) dan g(x)
Luas area yang dibatasi oleh daerah antara kedua kurva dan garis x = a dan x = b, diberikan oleh
= ( ) − +( ) … (2.3)
Perhatikan bahwa selama kurva y = f (x) terletak di atas kurva y = g (x), posisi sumbu x dalam kaitannya
dengan kurva tidak menjadi masalah.
Contoh 2.4
Tentukan luas area yang dibatasi oleh kurva ! = ( ) = + − 5 dan
! = +( ) = − , dari = −2 sampai = 2.
Penyelesaian
Grafik kedua kurva sebagai berikut
Gambar 2.4 Kurva soal 2.4
Titik potong kedua kurva dicari terlebih dahulu,
Kedua kurva berpotongan jika ( ) = +( )
+ −5 = −
− 4 = ( − 4)
Perpotongan dengan sumbu X
( − 4) = 0
( + 2)( − 2) = 0
Diperoleh
= 0, = −2, = 2
3
Dari grafik nampak bahwa, dari x = - 2 sampai x = 0, kurva ( ) di atas +( ) dan dari x = 0 sampai x =
2 kurva +( ) di atas ( ), sehingga luasnya
' '
1= ( ) − +( ) = -( + −5 )−( − ).
'
' "
0" (−2)"
1= −4 =( −2 ) = − 2. 0 − − 2(−2)
4 4 4
1 = 0 − (4 − 8) = 4
2= +( ) − ( ) = -( − )−( + − 5 ).
' '
"
2= − +4 = (− +2 ) = (−4 + 8) − (0) = 4
' 4 '
Luas total nya
= 1+ 2=4+4=8
Jadi luas area dimaksud pada soal adalah 8 satuan luas.
e) Luas area diantara kurva dan sumbu Y
Luas area yang dibatasi oleh kurva g(y) dan sumbu Y antara y = c sampai y = d diberikan oleh
/
= +(!) ! … (2.4)
0
Contoh 2.5
Tentukan luas area yang dibatasi oleh kurva ! = 1 + 2 dan sumbu Y antara y = 1 dan y = 3.
Penyelesaian
Area dimaksud sebagaimana ditunjukkan pada gambar disamping.
Persamaan kurva terlebih dahulu diubah dari f(x) menjadi g(y), yaitu
! =1+2
! −1=2
! 1
= −
2 2
Gambar 2.5 Kurva soal 2.5
Luas area
! 1 ! 3 3 1 1
= − !=( − ) = − − −
2 2 6 2 6 2 6 2
27 3 1 1 9 3 1 3
= − − − = − − −
6 2 6 2 2 2 6 6
6 2 1 1
= − − =3+ =3
2 6 3 3
Jadi luas area yang dimaksud adalah 3 satuan luas.
4
2.1.2 Menentukan panjang kurva, luas, dan volume
Panjang Kurva
Untuk suatu fungsi f yang dapat diturunkan dan kontinu, panjang kurva dalam interval [a,b] diberikan oleh
!
2= 31 + ( ′( )) = 51 + … (2.5)
Contoh 2.6
6
Tentukan panjang kurva ! = 7 dari titik (1,1) sampai (4,8). Lihat Gambar 2.6
Penyelesaian
Hal ini sama artinya dengan mencari panjang kurva pada interval [1,4].
Sebelumnya dicari dahulu turunan fungsi dimaksud
!=
! 3
=
2
dan
! 3 9
= =
2 4
Gambar 2.6
Panjang kurva pada interval [1,4] adalah
"
! "
9
2= 51 + = 51 +
4
9 /: 9 "
Digunakan integral subtitusi, misalkan 8 = 1 + " , sehingga = " atau =9 8
/;
Maka
9 4 4 4 2
51 + = √8 8= 8 ⁄
8 = . >8 ⁄
?+@
4 9 9 9 3
8 9 ⁄
= 1+ +@
27 4
Dengan demikian,
"
"
9 8 9 ⁄
2= 51 + = ( 1+ )
4 27 4
8 9 ⁄
8 13 ⁄
2= (1 + 9) ⁄
− 1+ = 10 ⁄
− ≈ 7.63
27 4 27 4
Jadi panjang kurva tersebut adalah 7.63 satuan panjang.
5
Luas benda putar
Misalkan y = f (x) adalah fungsi yang memenuhi f (x) ≥ 0 dan memiliki turunan kontinu pada suatu interval [a,
b]. Misalkan S menunjukkan area permukaan “benda” hasil revolusi (perputaran) grafik f di sekitar sumbu x
seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.7.
Gambar 2.7 Area hasil perputaran kurva y = f(x) terhadap sumbu X
Luas area permukaan S diberikan oleh
!
B = 2C ( ) D1 + > E ( )? = 2C ( )51 + … (2.6)
Contoh 2.7
Tentukan luas permukaan benda yang dihasilkan dari kurva ! = √ , 0 ≤ ≤ 4, yang diputar terhadap
sumbu X.
Penyelesaian
!=√ = ⁄
! 1
Turunannya
= ⁄
2
! 1 1 1
= ⁄
= =
2 4 4
Luas area yang dimaksud :
"
! "
1 "
4 +1
B = 2C ( )51 + = 2C √ 51 + = 2C √ 5
' ' 4 ' 4
"
4 +1 "
√4 + 1 "
B = 2C 5 = 2C =C √4 + 1
' 4 ' 2 '
/: /:
Dicari terlebih dahulu integral G √4 + 1 , misalkan 8 = 4 + 1, maka /; = 4 atau =
"
, sehingga
8 1 1 2 1
√4 + 1 = 8 ⁄
= 8 ⁄
8= . 8 ⁄
+ @ = (4 + 1) ⁄
+@
4 4 4 3 6
Luas permukaan nya
6
"
1 "
C
B=C √4 + 1 = C. (4 + 1) ⁄
= >17 ⁄
−1 ⁄
? ≈ 36.18
' 6 ' 6
Jadi luas permukaan yang dimaksud adalah 36.18 satuan luas.
Volume benda putar
Untuk y = f (x) fungsi kontinu dari x pada [a, b] dengan f (x) ≥ 0 untuk semua x dalam [a, b]. Jika kita memutar
kurva y = f (x) di sekitar sumbu x, kita mendapatkan benda padat (atau benda), lihat Gambar 2.8, yang
volumenya V diberikan oleh
H=C ( ( )) … (2.7)
Gambar 2.8 Benda hasil perputaran kurva y = f(x) terhadap sumbu X
Contoh 2.8
Tentukan volume benda putar yang dihasilkan dari perputaran kuva ! = terhadap sumbu X, pada interval
[0,4].
Penyelesaian
Volume benda putar
" "
H=C ( ( )) =H=C ( ) =H=C "
' '
& "
4& 1024
H = C( ) = C( − 0) = C = 204,8C
5 '
5 5
Jadi volume benda putar yang dimaksud adalah 204,8π satuan volume.
Contoh 2.9
Tentukan volume benda putar yang terjadi dari perputaran kurva ! = dan ! = 5 terhadap sumbu X.
Penyelesaian
Sketsa kurva ditunjukkan pada Gambar 2.9.
7
Gambar 2.9 Kurva pada soal 2.9
Terlebih dahulu dicari titik potong kedua kurva, yaitu ketika ! = !
=5
−5 =0
( − 5) = 0
Diperoleh = 0, = 5 sehingga keduanya berpotongan di (0,0) dan (5,25)
Dari sketsa grafik nampak bahwa kuva ! = 5 berada diatas kurva ! = sehingga volume benda putar
nya :
& & &
H=C ! −! =C (5 ) − ( ) =C 25 − "
' ' '
& &
25 25. 5 5& 5 2
H = C( − ) = CI − − 0J = C5" − 1 = C5" ≈ 1309
3 5 '
3 5 3 3
Jadi volume benda putar yang dimaksud adalah 1309 satuan volume.
2.1.3 Nilai rata-rata
Nilai rata-rata fungsi f(x) pada selang [a,b] didefinisikan sebagai
1
K ( )= ( ) … (2.8)
L−M
Contoh 2.10
Tentukan nilai rata-rata fungsi ( ) = 9 − pada interval [-3,3].
Penyelesaian
Nilai rata-rata fungsi f(x) diatas pada interval [-3,3] adalah
1 1
K ( )= ( ) = 9−
3 − (−3) 6
1 1
K ( ) = (9 − ) = -(27 − 9) − (−27 + 9). = 6
6 3 6
8
Jadi nilai rata-rata fungsi ( ) = 9 − pada interval [-3,3] adalah 6.
2.1.4 Aplikasi untuk Mekanika dan Rekayasa
Kerja (Usaha) oleh gaya yang berubah terhadap posisi.
Pada bagian ini, kita membahas bagaimana integral muncul dalam pemodelan kerja (usaha) mekanik. Konsep
kerja mekanik sangat penting dalam masalah teknik. Contoh konkret adalah kerja yang dilakukan saat memompa
air agar bendungan berfungsi dengan baik, atau pekerjaan yang dilakukan saat mengangkat suatu benda
(misalnya, seember air atau sekantong pasir). Pada saat sekolah menengah, diajarkan bahwa kerja (usaha) W
dilakukan oleh gaya F konstan ketika memindahkan objek pada jarak d sepanjang garis sama dengan W = Fd,
yaitu, usaha/kerja yang dilakukan oleh gaya sama dengan gaya kali jarak. Jika gaya bekerja di sepanjang sumbu
x dan bergantung terus menerus pada posisi x, dan suatu benda bergerak dari a ke b di bawah pengaruhnya,
maka kerja yang dilakukan oleh F dalam memindahkan objek dari a ke b adalah
N= O( ) … (2.9)
Perlu diingat kembali bahwa dalam sistem Inggris, satuan kerja adalah kaki-pon (ft-lbs), dan dalam sistem metrik
(SI), satuan kerja adalah Newton meter (Nm), atau Joule (J).
Contoh 2.11
Sebuah gaya bekerja pada benda sepanjang sumbu X positif. Jika O = ( + 3 ) N, tentukan besarnya usaha
yang dilakukan oleh F untuk memindahkan benda dari x = 0 sampai x = 5 m.
Penyelesaian
Usaha oleh gaya F yang berubah terhadap posisi x
&
& &
5 4. 5
N= O( ) = +3 =( + ) = +5 −0= = 166,67
' ' 3 '
3 3
Jadi usaha oleh gaya tersebut sebesar 166,67 Joule.
Kerja dibawah pengaruh gravitasi
Sekarang mari kita perhatikan apa yang terjadi ketika kita mengangkat benda ke atas secara vertikal. Misalkan
benda memiliki massa m = m (x) yang tergantung pada tingginya x di atas tanah, seperti misalnya ember bocor
yang secara bertahap kehilangan isinya. Dalam mengangkat benda, kita harus mengatasi gaya gravitasi bumi
yang, menurut hukum Newton, diberikan oleh
O( ) = P( )+ … (2.10)
Dengan g adalah percepatan gravitasi bumi di dekat permukaan bumi, nilai g = 9,8 m/s2 atau biasa dibulatkan
menjadi 10 m/s2.
Menggunakan persamaan (2.11), kerja yang diperlukan untuk mengangkat objek dari ketinggian a ke ketinggian
b sama dengan
N= O( ) =+ P( ) … (2.11)
Contoh 2.12
9
Ember bocor dengan massa 5 kg diangkat secara vertikal dari tanah ke udara dengan menarik tali sepanjang 20
m dengan kecepatan konstan (Gambar 2.9). Tali memiliki massa jenis 0,08 kg/m. Ember semula berisi 8 L (= 8
kg) air dan bocor dengan laju konstan. Hitung kerja yang dilakukan dalam mengangkat ember, air dan tali secara
terpisah, kemudian hitung total kerja yang dilakukan.
Penyelesaian
Pertama-tama kita hitung massa sebagai fungsi ketinggian x. Massa
ember konstan, sedangkan massa air dan tali menurun secara linear
dengan x. Untuk air, fraksi air masih ada ketika ember x meter dari tanah
sama dengan (20-x)/20, sehingga massa air sama dengan 8 kali fraksi
ini. Dengan cara yang sama, kita mendapatkan massa tali. Dengan
demikian, kita mendapatkan
Massa ember PQ ( ) = 5 kg
' ;
P ( ) = 8R S kg
'
Massa air
Massa tali PT ( ) = 0,08 (20 − ) kg
Gambar 2.9
Kerja untuk mengangkat masing-masing komponen (g = 9,8 m/s2)
'
NQ = + 5 = +-5 .'' = 100+ = 980 J
'
'
'
20 − 2 '
4
N =+ 8 = + 20 − = + (20 − )
' 20 5 ' 5 2 '
2
N = +(400 − 200) = 80+ = 784 J
5
' '
NT = + 0,08 (20 − ) = 0.08+ 20 − = 0.08+(200) = 156.8 J
' '
Kerja total
NTVT W = NQ + N + NT = 980 + 784 + 156.8 = 1920.8 X
Kerja pada pegas
Mari kita sekarang mempertimbangkan pegas elastis. Hukum Hooke menyatakan bahwa gaya F yang diperlukan
untuk meregangkan atau memampatkan pegas dengan panjang x dari panjang aslinya (pada F = 0) sebanding
dengan x, yaitu,
O = Y … . (2.12)
Di sini, k adalah konstanta yang bergantung pada pegas tertentu, ini disebut konstanta pegas dan diukur dalam
satuan gaya per panjang, misalnya, N / m.
Contoh 2.13
Tentukan kerja yang diperlukan untuk menekan pegas dari panjang alami 1 m hingga panjangnya menjadi 0,8
m jika konstanta pegas sama dengan k = 16 N/m.
10
Penyelesaian
Perhatikan ilustrasi Gambar 2.10. Posisi ujung pegas sebelum
ditekan dipilih sebagai x = 0. Pegas ditekan sejauh (1 – 0,8) m =
0,2 m. Artinya, ujung pegas mengalami perubahan posisi dari x =
0 sampai x = 0,2 m.
Adapun gaya pegas nya adalah O = Y = 16
Gambar 2.10
Usaha/kerja untuk menekan pegas adalah
'. '.
N= O( ) = 16 = -8 .'.
' = (8. 0.2 ) − 0 = 0.32 X
' '
11