PROPOSAL
ANALISIS RANTAI PASOKAN BAHAN BAKAR MINYAK
(BBM) DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN DALAM NEGERI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
dalam Memperoleh gelar Sarjana Manajemen
Pada Program Studi S1 Manajemen
Oleh:
REVAL RAHMAT NURDIN
C 201 20 071
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2022
1
KATA PENGANTAR
Bismillahirramanirrohim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarokatuh
Segala puji dan syukur Peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas
segala rahmat dan hidayah-Nyalah, sehingga Peneliti dapat menyelesaikan
proposal skripsi ini dengan judul “Analisis Rantai Pasokan Bahan Bakar Minyak
(BBM) Dalam Memenuhi Kebutuhan Dalam Negeri”. Laporan proposal Skripsi
ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana
Manajemen pada Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Tadulako.
Peneliti menyadari bahwa penulisan proposal skripsi masih jauh dari
kesempurnaan karena keterbatasan kemampuan yang Peneliti miliki. Namun
demikian, Peneliti telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan
proposal skripsi ini.
Rasa terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada semua pihak yang telah
mendukung saya dalam penyelesaian karya tulis ini. Kepada Dr. Saharudin, SE, [Link]. selaku
dosen pengajar, saya persembahkan proposal ini sebagai tanda bakti seorang murid kepada
gurunya. Tanpa bimbingan beliau, rasanya sangat tidak mungkin saya dapat menyelesaikan
karya tulis ini sebagaimana mestinya.
Rasa terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh pengajar yang pernah saya ikuti
perkuliahannya dan tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Saya percaya tidak ada ilmu yang
sia-sia, dan saya yakin akan tiba saatnya saya dapat mengamalkan ilmu yang saya dapatkan
dalam perkuliahan ke masyarakat.
2
Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan laporan proposal skripsi ini
masih terdapat banyak kekurangan, maka Peneliti mengharapkan kritikan dan
saran membangun yang bisa memberikan motivasi agar bisa menjadi lebih baik
lagi. Semoga laporan proposal skripsi ini dapat bermanfaat bagi pengembangan
ilmu pengetahuan di masa yang akan datang.
Terimakasih
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Palu, 25 April 2022
Peneliti
REVAL RAHMAT NURDIN
Halaman 5
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL............................................................................................i
KATA PENGANTAR...........................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................ix
BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang...........................................................................................6
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................8
1.3 Tujuan Penelitian.......................................................................................8
1.4 Manfaat Penelitian.....................................................................................9
1.4.1 Secara Teoritis....................................................................................9
1.4.2 Secara Praktis.....................................................................................9
1.5 Sistematika Penulisan................................................................................9
BAB II KAJIAN PUSTAKA.................................................................................11
2.1 Perspektif dan Kajian Teoritis...................................................................11
2.1.1 Definisi Manajemen Rantai Pasokan.................................................11
2.1.2 Definisi Rantai Pasok.........................................................................12
2.1.3 Definisi Bahan bakar Minyak..........................................................12
2.1.4 Landasan Empiris.............................................................................12
2.1.5 Penelitian Terdahulu........................................................................13
BAB III METODE PENELITIAN.....................................................................15
3.1 Paradigma Penelitian...............................................................................15
3.2 Jenis dan sumber data……………………………………………………………15
3.3 Analilis Data............................................................................................16
3.4 Definisi Opersaional Variabel ……………………………………………16
3.5 Metode Pengumpulan Data.....................................................................16
2
3.5.1 Observasi..........................................................................................17
3.5.2 Dokumentasi....................................................................................17
3.5.3 Wawancara………………………………………………………...17
Halaman 5
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahan bakar minyak adalah salah satu unsur vital yang diperlukan dalam
pelayanan masyarakat umum baik di negara-negara miskin, negara-negara
berkembang maupun di negara-negara yang telah berstatus negara maju
sekalipun .
Pemanfaatan bahan bakar minyak saat ini tidak hanya
berimplikasi pada kebijakan luar negeri suatu negara yang berpengaruh
signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara itu sendiri, namun juga
berdampak secara global yang mengakibatkan penderitaan umat manusia.
Bahan bakar minyak merupakan kebutuhan dasar dalam industri di seluruh
dunia, tetapi bahan bakar minyak merupakan sumber daya alam yang tidak
dapat diperbaharui. Kebutuhan bahan bakar minyak baik dalam bidang
industri maupun transportasi semakin hari semakin meningkat karena mesin
mesin membutuhkan bahan bakar minyak tersebut, namun kebutuhan yang
semakin tinggi terhadap bahan bakar minyak tidak didukung dengan sumber
daya alam yang mengalami penurunan.
Minyak dan gas bumi merupakan daya alam yang dikuasai oleh negara dan
merupakan sumber komoditas vital yang memegang peranan penting dalam
penyediaan bahan bakar industri pengelolaannya perlu dilakukan seoptimal
mungkin agar dapat dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,
dimana di sebagian negara berkembang seperti Indonesia kebutuhan akan
minyak dan gas bumi semakin hari semakin meningkat. Banyaknya tingkat
konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi memaksa pemerintah harus
2
mengeluarkan kebijakan untuk menekan tingkat konsumsi bahan bakar minyak
dan mengurangi jumlah subsidinya. Salah satu kebijakan yang dilakukan
pemerintah adalah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.
Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(Kementerian ESDM) mencatat sejak tahun 1980 pemerintah Indonesia telah
beberapa kali menaikkan bahan bakar bersubsidi jenis solar yang bertujuan untuk
mengurangi jumlah subsidi bahan bakar minyak yang dirasa tidak tepat. Subsidi
bahan bakar yang dipangkas akan dialihkan kesektor yang lebih tepat seperti
pendidikan, pelayanan kesehatan, dan infrastruktur.
Penimbunan bahan bakar minyak jenis solar merupakan penyimpangan
yang kerap terjadi beberapa SPBU di seluruh wilayah Indonesia, dimana
penimbunan bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi dilakukan dengan
tujuan untuk memperoleh keuntungan perseorangan atau badan usaha dengan
cara merugikan kepentingan masyarakat banyak dan negara. Peranan
pemerintah merupakan salah satu syarat penting dalam pencegahan terjadinya
penyimpangan terhadap penimbunan bahan bakar minyak jenis solar
bersubsidi.
Halaman 5
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diambil rumusan
masalah sebagai berikut:
Bagaimana proses Rantai pasokan bahan bakar yang diterapkan oleh pertamina hingga
sampai pada konsumen?
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan
yang ingin dicapai peneliti adalah:
Untuk mengetahui dan memberi gambaran proses rantai pasok bahan bakar minyak yang
dikonsumsi masyarakat umum di Indonesia.
2
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.4.1 Secara Teoritis
1) Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu
pengetahuan mengenai Rantai Pasokan
2) Sebagai pengembangan kajian teori pada Rantai Pasokan
1.4.2 Secara Praktis
1) Bagi Peniliti lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan atau bahan
perbandingan bagi penelitian serupa atau yang lebih luas lagi
2) Bagi Peneliti
Untuk memgembangkan teori serta pengetahuan dan konsep rantai pasok
manajemen yang dimiliki untuk lebih mendalami pemahaman
pelaksanaan rantai pasok bahan bakar umum di Indonesia
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang
lebih jelas mengenai penelitian yang disajikan dalam tiga bab, yaitu :
7
9
Bab I: Pendahuluan
Bab ini memberikan gambaran mengenai hal yang akan dilakukan oleh
peneliti yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian.
Bab II: Tinjauan Pustaka
Bab ini menjelaskan tentang teori yang mendasari penelitian, penelitian
terdahulu dan kerangka pikir.
Bab III: Metode Penelitian
Bab ini menjelaskan tentang objek penelitian, jenis penelitian, lokasi
penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data serta metode analisis yang
digunakan untuk mendapatkan hasil penelitian.
10
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Perspektif dan Kajian Teoritis
2.1.1 Definisi Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management)
Supply Chain Management (SCM) adalah metode, alat, atau pendekatan
pengelolaannya. Namun perlu ditekankan bahwa SCM menghendaki pendekatan
atau metode yang terintegrasi dengan dasar semangat kolaborasi (Wikipedia,
2012).
Lambert (1998:9), menyatakan bahwa SCM merupakan integrasi atas
proses-proses bisnis dari pengguna akhir melalui pemasok awal yang
menyediakan produk, jasa, dan informasi yang memberikan nilai tambah bagi
pelanggan.
Krajewski (2002:18) menyebutkan bahwa manajemen rantai pasokan
adalah proses dimana mengembangkan strategi untuk mengatur, mengontrol dan
memotivasi sumber daya yang terlibat dalam aliran jasa dan material dalam
rantai pasokan.
Jebarus (2001) mendefinisikan supply chain management adalah
pengembangan lebih lanjut dari manajemen distribusi produk untuk memenuhi
permintaan konsumen.
2.1.2 Definisi Rantai Pasok
Martin Christoper (1998:2) rantai pasok adalah jaringan organisasi yang
saling terhubung dan saling bergantung untuk bekerja sama meningkatkan aliran
material dan informasi dari pemasok ke pengguna akhir.
7
11
Ernebt L. Nicohlas,JR (1999:2) rantai pasok meliputi semua aktivitas
yang terkait dengan aliran barang dari tahap awal sampai tahap akhir.
2.1.3 Definisi Bahan Bakar Minyak
Bahan bakar adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi
energi. Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan
dan dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan manusia melalui proses
pembakaran (reaksi redoks) di mana bahan bakar tersebut akan melepaskan
panas setelah direaksikan dengan oksigen di udara. Proses lain untuk melepaskan
energi dari bahan bakar adalah melalui reaksi kimia eksotermik. Hidrokarbon
(termasuk di dalamnya bensin dan solar) sejauh ini merupakan jenis bahan bakar
yang paling sering digunakan manusia. Bahan bakar lainnya yang bisa dipakai
adalah logam radioaktif. Kadang-kadang materi yang digunakan untuk
memproduksi energi melalui reaksi nuklir (yaitu peluruhan radioaktif, fisi nuklir
atau fusi nuklir) juga termasuk bahan bakar.
2.1.4 Landasan Empiris
1. Fajri Harisnanda, Ikhlashia Amaly, Alan Mario Gusman, Fulti Febriani,
Alwedria Zamer, Wina Elisya (2011) dalam penelitian ANALISIS SISTEM
RANTAI PASOK MINYAK (studi kasus di kota Padang, Sumatera Barat)
menunjukan bahwa sumber daya alam khususnya bahan bakar minyak di kota
Padang sering terjadi kelangkaan pasokan.
2. Sa’adah, Ana Fitriyatus Fauzi, Akhmad Juanda, Bambang, dalam penelitian
Analisis Penyediaan Dan Konsumsi Bahan Bakar Minyak Indonesia menunjukan
bahwa penyediaan dan penyuplaian bahan bakar minya di wilayah Indoenesia
sering terjadi keterlambatan yang mengakibatkan kelangkaan.
Halaman 18
2.1.5 Penelitian Terdahulu
SUPRATIKNO (2012). Dengan judul ANALISIS ATAS KETERLAMBATAN
DISTRIBUSI BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)
Data yang didapat di lapangan, sesuai dengan pengertian rantai pasokan sebagai
suatu sistem organisasi menyalurkan barang produksi dan jasa kepada para
pelanggan dengan empat aktivitas utama dalam rantai pasokan yaitu
perencanaan, sumber, pembuatan, dan pengiriman. Dalam penelitian ini, dari
pabrik pengolaan bahan bakar fosil, ada proses rantai pasokan yang terjadi. Hal
ini dapat dilihat dari ketersediaannya bahan bakar minyak yang tersebar kesulurh
wilayah di Indonesia. Adanya sumber daya manusia dalam hal ini pekerja pabrik
sebagai yang membantu dalam memperoses bahan baku, proses rantai pasokan
yang terjadi mulai dari penyuplai hingga kepada konsumen akhir, kualitas bahan
bakar fosil yang telah ditentukan, jenis bahan bakar apa yang akan disalurkan
kepada konsumen akhir maupun perusahaan. Banyak atau sedikitnya penyuplain
bahan bakar, pabrik pengolaan bahan bakar fosil tetap menyuplai sebanyak yang
dihasilkan. Kemudian dari pemroses pembuatan pengadaan bahan bakar
selanjutnya akan diidentifikasikan jenis bahan bakar, berapa banyak bakar yang
akan disalurkan, yang mana hal ini untuk menentukan kemana bahan bakar akan
disalurkan atau dikirmkan
7
11
2.1.5 Kerangka Pemikiran
Distribusi BBM dari Pertamina menunjuk
Depot ke SPBU perusahaan untuk
mendistribusikan BBM
Terjadi Keterlambatan
Distribusi BBM
Diagram Sebab Akibat
Faktor-faktor Penyebab
Keterlambatan
Upaya Agar Distribusi BBM
Tepat Waktu
Gambar 2.1.5
Kerangka
Pemikiran
Halaman 18
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Paradigma Penelitian
Berdasarkan Modul Rancangan Penelitian (2019) yang diterbitkan Ristekdikti, penelitian
kualitatif bisa dipahami sebagai prosedur riset yang memanfaatkan data deskriptif, berupa kata-
kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif
dilakukan untuk menjelaskan dan menganalisis fenomena, peristiwa, dinamika sosial, sikap
kepercayaan, dan persepsi seseorang atau kelompok terhadap sesuatu. Maka, proses penelitian
kualitatif dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan
dalam penelitian. Data yang dikumpulkan dalam riset kemudian ditafsirkan. Objek penelitian
kualitatif meliputi seluruh aspek atau bidang kehidupan manusia, yaitu manusia dan segala
sesuatu yang dipengaruhi olehnya.
3.2 Jenis dan Sumber Data
Untuk mendapatkan informasi dan data yang lengkap, jelas, akurat, serta valid mengenai
objek yang diteliti, maka sangat dibutuhkan jenis dan sumber data yang tepat
untuk digunakan dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2010), dilihat dari sumber
datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan
sumber sekunder. Sehingga jenis dan sumber data yang digunakan dalam
penelitian ini yakni:
3.2.1 Data Sekunder
Data sekunder merupakan data dan sumber data yang diperoleh dari sumber kedua atau
sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, seperti
dokumen-dokumen, pengakuan-pengakuan atau hasil wawancara dengan pihak
kedua (informen penguat data).
7
11
3.3 Analisis Data
Dalam penulisan geladikarya ini, analisis yang digunakan adalah :
a. Analisis Deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan peristiwa,
tingkah laku dan perbuatan dari obyek yang diselidiki sehingga diperoleh faktor-
faktor penyebab keterlambatan distribusi BBM melalui Diagram Sebab Akibat.
b. Metode Induktif adalah metode berpikir dengan mengambil kesimpulan
dari data-data yang bersifat khusus. Berfikir induktif berangkat dari fakta-
fakta yang khusus, peristiwa-peristiwa yang kongkrit, kemudian dari fakta- fakta
atau peristiwa-peristiwa yang khusus, kongkrit itu ditarik generalisasi-
generalisasi yang mempunyai sifat umum (Sutrisno, 2010).
3.4 Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel penelitian menurut Sugiyono (2015, h.38) adalah
suatu atribut atau sifat atau nilai dari obyek atau kegiatan yang memiliki variasi
tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya.
3.5 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian/observasi berada di seluruh SPBU wilayah Kota Palu.
3.6 Metode Pengumpulan Data
3.6.1 Observasi
Peneliti menggunakan observasi terus terang atau tersamar. Menurut Sugiyono
(2015), observasi terus terang atau tersamar yaitu peneliti menyatakan dengan
terus terang kepada sumber data bahwa peneliti akan melakukan penelitian, agar
sumber data mengetahui sejak awal hingga akhir tentang aktivitas penelitian yang
dilakukan peneliti. Tetapi dalam suatu saat peneliti tidak terus terang atau
Halaman 18
tersamar dalam observasi, hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari
merupakan data yang masih dirahasiakan.
3.6.2 Dokumentasi
Menurut Afifuddin & Saebani (2012), dokumentasi adalah teknik pengumpulan
data dan informasi melalui pencarian dan penemuan bukti-bukti, baik melalui
gambar, buku-buku, arsip, makalah, maupun berbagai sumber dokumen lainnya.
3.6.3 Wawancara (interview)
Yaitu situasi peran antara pribadi bertatap-muka (face to face), ketika seseorang
yakni pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk
memperoleh
jawaban-jawaban yang relevan dengan masalah penelitian kepada seseorang
responden.
3.7 Kesimpulan
Dari hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, disimpulkan
sebagai berikut :
a. Pihak-pihak yang terkait dalam distribusi BBM di wilayah Kota Palu terdiri dari
Pertamina, Transportir dan Pemilik SPBU. Distribusi BBM ke wilayah Kota Palu
melalui distribusi tingkat 1, dengan menggunakan transportir atau jasa pengangkutan ke
SPBU.
b. Faktor-faktor penyebab keterlambatan distribusi BBM terdiri dari :
1. Kurangnya pengawasan terhadap SPBU oleh Pertamina.
2. Pendistribusian BBM dari kilang minyak ke berbagai depot dan instalasi selama ini
dilakukan secara tidak beraturan melalui laut karena sistem perencanaan rute yang
kurang baik.
7
11
3. Peningkatan permintaan SPBU diluar perkiraan karena oknum pemilik SPBU tertentu
melakukan pemesanan ketika tangki timbun SPBU masih penuh atau banyak, sehingga
jadwal pengiriman BBM yang seharusnya untuk SPBU lain menjadi tertunda, karena
armada tangka telah mengisi di SPBU yang melakukan pemesanan.
4. Keterbatasan jumlah armada tangki transportir.
5. Supir tangki yang kurang disiplin.
6. Kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai, seperti kerusakan
jalan yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas.
Halaman 18