0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan18 halaman

Strategi Rantai Pasok BBM di Indonesia

Proposal ini membahas analisis rantai pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tujuannya adalah mengetahui proses rantai pasokan BBM yang dikelola Pertamina hingga sampai ke konsumen. Hasilnya diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan tentang rantai pasokan dan sebagai pengembangan teori terkait.

Diunggah oleh

Reval Rahmat Nurdin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan18 halaman

Strategi Rantai Pasok BBM di Indonesia

Proposal ini membahas analisis rantai pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tujuannya adalah mengetahui proses rantai pasokan BBM yang dikelola Pertamina hingga sampai ke konsumen. Hasilnya diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan tentang rantai pasokan dan sebagai pengembangan teori terkait.

Diunggah oleh

Reval Rahmat Nurdin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

ANALISIS RANTAI PASOKAN BAHAN BAKAR MINYAK


(BBM) DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN DALAM NEGERI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat


dalam Memperoleh gelar Sarjana Manajemen
Pada Program Studi S1 Manajemen

Oleh:

REVAL RAHMAT NURDIN


C 201 20 071

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2022

1
KATA PENGANTAR

Bismillahirramanirrohim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi

Wabarokatuh

Segala puji dan syukur Peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas

segala rahmat dan hidayah-Nyalah, sehingga Peneliti dapat menyelesaikan

proposal skripsi ini dengan judul “Analisis Rantai Pasokan Bahan Bakar Minyak

(BBM) Dalam Memenuhi Kebutuhan Dalam Negeri”. Laporan proposal Skripsi

ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana

Manajemen pada Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Tadulako.

Peneliti menyadari bahwa penulisan proposal skripsi masih jauh dari

kesempurnaan karena keterbatasan kemampuan yang Peneliti miliki. Namun

demikian, Peneliti telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan

proposal skripsi ini.

Rasa terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada semua pihak yang telah

mendukung saya dalam penyelesaian karya tulis ini. Kepada Dr. Saharudin, SE, [Link]. selaku

dosen pengajar, saya persembahkan proposal ini sebagai tanda bakti seorang murid kepada

gurunya. Tanpa bimbingan beliau, rasanya sangat tidak mungkin saya dapat menyelesaikan

karya tulis ini sebagaimana mestinya.

Rasa terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh pengajar yang pernah saya ikuti

perkuliahannya dan tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Saya percaya tidak ada ilmu yang

sia-sia, dan saya yakin akan tiba saatnya saya dapat mengamalkan ilmu yang saya dapatkan

dalam perkuliahan ke masyarakat.

2
Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan laporan proposal skripsi ini

masih terdapat banyak kekurangan, maka Peneliti mengharapkan kritikan dan

saran membangun yang bisa memberikan motivasi agar bisa menjadi lebih baik

lagi. Semoga laporan proposal skripsi ini dapat bermanfaat bagi pengembangan

ilmu pengetahuan di masa yang akan datang.

Terimakasih

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Palu, 25 April 2022

Peneliti

REVAL RAHMAT NURDIN

Halaman 5
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL............................................................................................i

KATA PENGANTAR...........................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................ix
BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang...........................................................................................6

1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................8

1.3 Tujuan Penelitian.......................................................................................8

1.4 Manfaat Penelitian.....................................................................................9

1.4.1 Secara Teoritis....................................................................................9

1.4.2 Secara Praktis.....................................................................................9

1.5 Sistematika Penulisan................................................................................9

BAB II KAJIAN PUSTAKA.................................................................................11


2.1 Perspektif dan Kajian Teoritis...................................................................11

2.1.1 Definisi Manajemen Rantai Pasokan.................................................11

2.1.2 Definisi Rantai Pasok.........................................................................12

2.1.3 Definisi Bahan bakar Minyak..........................................................12

2.1.4 Landasan Empiris.............................................................................12

2.1.5 Penelitian Terdahulu........................................................................13

BAB III METODE PENELITIAN.....................................................................15


3.1 Paradigma Penelitian...............................................................................15
3.2 Jenis dan sumber data……………………………………………………………15

3.3 Analilis Data............................................................................................16

3.4 Definisi Opersaional Variabel ……………………………………………16

3.5 Metode Pengumpulan Data.....................................................................16

2
3.5.1 Observasi..........................................................................................17

3.5.2 Dokumentasi....................................................................................17

3.5.3 Wawancara………………………………………………………...17

Halaman 5
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahan bakar minyak adalah salah satu unsur vital yang diperlukan dalam

pelayanan masyarakat umum baik di negara-negara miskin, negara-negara

berkembang maupun di negara-negara yang telah berstatus negara maju

sekalipun .

Pemanfaatan bahan bakar minyak saat ini tidak hanya

berimplikasi pada kebijakan luar negeri suatu negara yang berpengaruh

signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara itu sendiri, namun juga

berdampak secara global yang mengakibatkan penderitaan umat manusia.

Bahan bakar minyak merupakan kebutuhan dasar dalam industri di seluruh

dunia, tetapi bahan bakar minyak merupakan sumber daya alam yang tidak

dapat diperbaharui. Kebutuhan bahan bakar minyak baik dalam bidang

industri maupun transportasi semakin hari semakin meningkat karena mesin

mesin membutuhkan bahan bakar minyak tersebut, namun kebutuhan yang

semakin tinggi terhadap bahan bakar minyak tidak didukung dengan sumber

daya alam yang mengalami penurunan.

Minyak dan gas bumi merupakan daya alam yang dikuasai oleh negara dan

merupakan sumber komoditas vital yang memegang peranan penting dalam

penyediaan bahan bakar industri pengelolaannya perlu dilakukan seoptimal

mungkin agar dapat dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,

dimana di sebagian negara berkembang seperti Indonesia kebutuhan akan

minyak dan gas bumi semakin hari semakin meningkat. Banyaknya tingkat

konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi memaksa pemerintah harus

2
mengeluarkan kebijakan untuk menekan tingkat konsumsi bahan bakar minyak

dan mengurangi jumlah subsidinya. Salah satu kebijakan yang dilakukan

pemerintah adalah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

(Kementerian ESDM) mencatat sejak tahun 1980 pemerintah Indonesia telah

beberapa kali menaikkan bahan bakar bersubsidi jenis solar yang bertujuan untuk

mengurangi jumlah subsidi bahan bakar minyak yang dirasa tidak tepat. Subsidi

bahan bakar yang dipangkas akan dialihkan kesektor yang lebih tepat seperti

pendidikan, pelayanan kesehatan, dan infrastruktur.

Penimbunan bahan bakar minyak jenis solar merupakan penyimpangan

yang kerap terjadi beberapa SPBU di seluruh wilayah Indonesia, dimana

penimbunan bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi dilakukan dengan

tujuan untuk memperoleh keuntungan perseorangan atau badan usaha dengan

cara merugikan kepentingan masyarakat banyak dan negara. Peranan

pemerintah merupakan salah satu syarat penting dalam pencegahan terjadinya

penyimpangan terhadap penimbunan bahan bakar minyak jenis solar

bersubsidi.

Halaman 5
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diambil rumusan

masalah sebagai berikut:

Bagaimana proses Rantai pasokan bahan bakar yang diterapkan oleh pertamina hingga

sampai pada konsumen?

1.3 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan

yang ingin dicapai peneliti adalah:

Untuk mengetahui dan memberi gambaran proses rantai pasok bahan bakar minyak yang

dikonsumsi masyarakat umum di Indonesia.

2
1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.4.1 Secara Teoritis

1) Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu

pengetahuan mengenai Rantai Pasokan

2) Sebagai pengembangan kajian teori pada Rantai Pasokan

1.4.2 Secara Praktis

1) Bagi Peniliti lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan atau bahan

perbandingan bagi penelitian serupa atau yang lebih luas lagi

2) Bagi Peneliti

Untuk memgembangkan teori serta pengetahuan dan konsep rantai pasok

manajemen yang dimiliki untuk lebih mendalami pemahaman

pelaksanaan rantai pasok bahan bakar umum di Indonesia

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang

lebih jelas mengenai penelitian yang disajikan dalam tiga bab, yaitu :

7
9
Bab I: Pendahuluan

Bab ini memberikan gambaran mengenai hal yang akan dilakukan oleh

peneliti yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan

penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian.

Bab II: Tinjauan Pustaka

Bab ini menjelaskan tentang teori yang mendasari penelitian, penelitian

terdahulu dan kerangka pikir.

Bab III: Metode Penelitian

Bab ini menjelaskan tentang objek penelitian, jenis penelitian, lokasi

penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data serta metode analisis yang

digunakan untuk mendapatkan hasil penelitian.

10
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Perspektif dan Kajian Teoritis

2.1.1 Definisi Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management)

Supply Chain Management (SCM) adalah metode, alat, atau pendekatan

pengelolaannya. Namun perlu ditekankan bahwa SCM menghendaki pendekatan

atau metode yang terintegrasi dengan dasar semangat kolaborasi (Wikipedia,

2012).

Lambert (1998:9), menyatakan bahwa SCM merupakan integrasi atas

proses-proses bisnis dari pengguna akhir melalui pemasok awal yang

menyediakan produk, jasa, dan informasi yang memberikan nilai tambah bagi

pelanggan.

Krajewski (2002:18) menyebutkan bahwa manajemen rantai pasokan

adalah proses dimana mengembangkan strategi untuk mengatur, mengontrol dan

memotivasi sumber daya yang terlibat dalam aliran jasa dan material dalam

rantai pasokan.

Jebarus (2001) mendefinisikan supply chain management adalah

pengembangan lebih lanjut dari manajemen distribusi produk untuk memenuhi

permintaan konsumen.

2.1.2 Definisi Rantai Pasok

Martin Christoper (1998:2) rantai pasok adalah jaringan organisasi yang

saling terhubung dan saling bergantung untuk bekerja sama meningkatkan aliran

material dan informasi dari pemasok ke pengguna akhir.

7
11
Ernebt L. Nicohlas,JR (1999:2) rantai pasok meliputi semua aktivitas

yang terkait dengan aliran barang dari tahap awal sampai tahap akhir.

2.1.3 Definisi Bahan Bakar Minyak

Bahan bakar adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi

energi. Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan

dan dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan manusia melalui proses

pembakaran (reaksi redoks) di mana bahan bakar tersebut akan melepaskan

panas setelah direaksikan dengan oksigen di udara. Proses lain untuk melepaskan

energi dari bahan bakar adalah melalui reaksi kimia eksotermik. Hidrokarbon

(termasuk di dalamnya bensin dan solar) sejauh ini merupakan jenis bahan bakar

yang paling sering digunakan manusia. Bahan bakar lainnya yang bisa dipakai

adalah logam radioaktif. Kadang-kadang materi yang digunakan untuk

memproduksi energi melalui reaksi nuklir (yaitu peluruhan radioaktif, fisi nuklir

atau fusi nuklir) juga termasuk bahan bakar.

2.1.4 Landasan Empiris

1. Fajri Harisnanda, Ikhlashia Amaly, Alan Mario Gusman, Fulti Febriani,

Alwedria Zamer, Wina Elisya (2011) dalam penelitian ANALISIS SISTEM

RANTAI PASOK MINYAK (studi kasus di kota Padang, Sumatera Barat)

menunjukan bahwa sumber daya alam khususnya bahan bakar minyak di kota

Padang sering terjadi kelangkaan pasokan.

2. Sa’adah, Ana Fitriyatus Fauzi, Akhmad Juanda, Bambang, dalam penelitian

Analisis Penyediaan Dan Konsumsi Bahan Bakar Minyak Indonesia menunjukan

bahwa penyediaan dan penyuplaian bahan bakar minya di wilayah Indoenesia

sering terjadi keterlambatan yang mengakibatkan kelangkaan.

Halaman 18
2.1.5 Penelitian Terdahulu

SUPRATIKNO (2012). Dengan judul ANALISIS ATAS KETERLAMBATAN

DISTRIBUSI BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

Data yang didapat di lapangan, sesuai dengan pengertian rantai pasokan sebagai

suatu sistem organisasi menyalurkan barang produksi dan jasa kepada para

pelanggan dengan empat aktivitas utama dalam rantai pasokan yaitu

perencanaan, sumber, pembuatan, dan pengiriman. Dalam penelitian ini, dari

pabrik pengolaan bahan bakar fosil, ada proses rantai pasokan yang terjadi. Hal

ini dapat dilihat dari ketersediaannya bahan bakar minyak yang tersebar kesulurh

wilayah di Indonesia. Adanya sumber daya manusia dalam hal ini pekerja pabrik

sebagai yang membantu dalam memperoses bahan baku, proses rantai pasokan

yang terjadi mulai dari penyuplai hingga kepada konsumen akhir, kualitas bahan

bakar fosil yang telah ditentukan, jenis bahan bakar apa yang akan disalurkan

kepada konsumen akhir maupun perusahaan. Banyak atau sedikitnya penyuplain

bahan bakar, pabrik pengolaan bahan bakar fosil tetap menyuplai sebanyak yang

dihasilkan. Kemudian dari pemroses pembuatan pengadaan bahan bakar

selanjutnya akan diidentifikasikan jenis bahan bakar, berapa banyak bakar yang

akan disalurkan, yang mana hal ini untuk menentukan kemana bahan bakar akan

disalurkan atau dikirmkan

7
11
2.1.5 Kerangka Pemikiran

Distribusi BBM dari Pertamina menunjuk


Depot ke SPBU perusahaan untuk
mendistribusikan BBM

Terjadi Keterlambatan
Distribusi BBM

Diagram Sebab Akibat

Faktor-faktor Penyebab
Keterlambatan

Upaya Agar Distribusi BBM


Tepat Waktu

Gambar 2.1.5
Kerangka
Pemikiran

Halaman 18
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Paradigma Penelitian

Berdasarkan Modul Rancangan Penelitian (2019) yang diterbitkan Ristekdikti, penelitian

kualitatif bisa dipahami sebagai prosedur riset yang memanfaatkan data deskriptif, berupa kata-

kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif

dilakukan untuk menjelaskan dan menganalisis fenomena, peristiwa, dinamika sosial, sikap

kepercayaan, dan persepsi seseorang atau kelompok terhadap sesuatu. Maka, proses penelitian

kualitatif dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan

dalam penelitian. Data yang dikumpulkan dalam riset kemudian ditafsirkan. Objek penelitian

kualitatif meliputi seluruh aspek atau bidang kehidupan manusia, yaitu manusia dan segala

sesuatu yang dipengaruhi olehnya.

3.2 Jenis dan Sumber Data

Untuk mendapatkan informasi dan data yang lengkap, jelas, akurat, serta valid mengenai

objek yang diteliti, maka sangat dibutuhkan jenis dan sumber data yang tepat

untuk digunakan dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2010), dilihat dari sumber

datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan

sumber sekunder. Sehingga jenis dan sumber data yang digunakan dalam

penelitian ini yakni:

3.2.1 Data Sekunder

Data sekunder merupakan data dan sumber data yang diperoleh dari sumber kedua atau

sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, seperti

dokumen-dokumen, pengakuan-pengakuan atau hasil wawancara dengan pihak

kedua (informen penguat data).

7
11
3.3 Analisis Data

Dalam penulisan geladikarya ini, analisis yang digunakan adalah :

a. Analisis Deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan peristiwa,

tingkah laku dan perbuatan dari obyek yang diselidiki sehingga diperoleh faktor-

faktor penyebab keterlambatan distribusi BBM melalui Diagram Sebab Akibat.

b. Metode Induktif adalah metode berpikir dengan mengambil kesimpulan

dari data-data yang bersifat khusus. Berfikir induktif berangkat dari fakta-

fakta yang khusus, peristiwa-peristiwa yang kongkrit, kemudian dari fakta- fakta

atau peristiwa-peristiwa yang khusus, kongkrit itu ditarik generalisasi-

generalisasi yang mempunyai sifat umum (Sutrisno, 2010).

3.4 Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel penelitian menurut Sugiyono (2015, h.38) adalah

suatu atribut atau sifat atau nilai dari obyek atau kegiatan yang memiliki variasi

tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya.

3.5 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian/observasi berada di seluruh SPBU wilayah Kota Palu.

3.6 Metode Pengumpulan Data

3.6.1 Observasi

Peneliti menggunakan observasi terus terang atau tersamar. Menurut Sugiyono

(2015), observasi terus terang atau tersamar yaitu peneliti menyatakan dengan

terus terang kepada sumber data bahwa peneliti akan melakukan penelitian, agar

sumber data mengetahui sejak awal hingga akhir tentang aktivitas penelitian yang

dilakukan peneliti. Tetapi dalam suatu saat peneliti tidak terus terang atau

Halaman 18
tersamar dalam observasi, hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari

merupakan data yang masih dirahasiakan.

3.6.2 Dokumentasi

Menurut Afifuddin & Saebani (2012), dokumentasi adalah teknik pengumpulan

data dan informasi melalui pencarian dan penemuan bukti-bukti, baik melalui

gambar, buku-buku, arsip, makalah, maupun berbagai sumber dokumen lainnya.

3.6.3 Wawancara (interview)

Yaitu situasi peran antara pribadi bertatap-muka (face to face), ketika seseorang

yakni pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk

memperoleh

jawaban-jawaban yang relevan dengan masalah penelitian kepada seseorang

responden.

3.7 Kesimpulan

Dari hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, disimpulkan

sebagai berikut :

a. Pihak-pihak yang terkait dalam distribusi BBM di wilayah Kota Palu terdiri dari

Pertamina, Transportir dan Pemilik SPBU. Distribusi BBM ke wilayah Kota Palu

melalui distribusi tingkat 1, dengan menggunakan transportir atau jasa pengangkutan ke

SPBU.

b. Faktor-faktor penyebab keterlambatan distribusi BBM terdiri dari :

1. Kurangnya pengawasan terhadap SPBU oleh Pertamina.

2. Pendistribusian BBM dari kilang minyak ke berbagai depot dan instalasi selama ini

dilakukan secara tidak beraturan melalui laut karena sistem perencanaan rute yang

kurang baik.

7
11
3. Peningkatan permintaan SPBU diluar perkiraan karena oknum pemilik SPBU tertentu

melakukan pemesanan ketika tangki timbun SPBU masih penuh atau banyak, sehingga

jadwal pengiriman BBM yang seharusnya untuk SPBU lain menjadi tertunda, karena

armada tangka telah mengisi di SPBU yang melakukan pemesanan.

4. Keterbatasan jumlah armada tangki transportir.

5. Supir tangki yang kurang disiplin.

6. Kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai, seperti kerusakan

jalan yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

Halaman 18

Common questions

Didukung oleh AI

The practical implications for future research include the need to explore scalable technological solutions to chain inefficiencies and testing policy interventions that enhance coordination between supply chain actors. For industry practice, there is an emphasis on adopting integrated SCM strategies, bolstering infrastructure, and investing in alternative energy sources to lessen reliance on non-renewable resources, aligning with sustainability goals .

The focus on non-renewable energy sources like hydrocarbons poses a challenge because these resources are finite and cannot meet the continuously growing demand for energy, particularly with increasing industrial and transport sector demands. Additionally, the reliance on such resources leads to economic and geopolitical challenges as nations strive to secure their energy needs amidst depleting reserves .

The theoretical frameworks supporting the understanding of fuel supply chains involve the SCM theories that emphasize integration, coordination, and collaboration among networked organizations, as well as logistical coordination theories that focus on mitigating disruptions due to infrastructural and operational inefficiencies. These frameworks highlight the need for strategic alignment and coordination among involved entities to address supply chain challenges .

The study proposes managing fuel shortages by improving the efficiency of the supply chain through better route planning, enhancing the capacity of the transportation fleet, and implementing stricter oversight to prevent hoarding and speculative ordering by SPBUs. These measures aim to stabilize supply and mitigate economic repercussions such as price volatility and market disruptions .

Pertamina plays a pivotal role in the distribution of fuel by acting as the primary coordinator responsible for overseeing supply chain activities. This includes managing logistics from refineries to SPBUs, ensuring compliance with regulatory standards, and implementing measures to enhance supply chain efficiency despite challenges such as route planning deficiencies and limited transportation capacity .

The study employs qualitative research methods, including direct and indirect observations, documentation analysis, and interviews. These methods are significant as they allow for a comprehensive understanding of complex supply chain processes, facilitating the capture of detailed insights from various stakeholders involved in fuel distribution .

Delays in fuel distribution in Palu are attributed to several factors including lack of oversight by Pertamina over SPBU operations, irregular scheduling of maritime routes, unexpected demand spikes due to opportunistic ordering by SPBU owners, limited fleet capacity, driver discipline issues, and poor road infrastructure. Solutions suggested include improving oversight, optimizing distribution schedules, and enhancing route planning .

SCM in the study is defined as an integrated approach to managing the flow of goods, services, and information from initial suppliers to end users, creating value for customers. Collaboration is emphasized as it allows for improved synchronization and efficiency across the supply chain, ensuring that all stakeholders work towards common goals despite having divergent interests .

The government addresses high consumption of subsidized fuel by implementing measures such as increasing the prices of subsidized fuels like solar. To ensure subsidies are better allocated, savings from reduced fuel subsidies are redirected towards sectors like education, healthcare, and infrastructure. Such policies are aimed at managing consumption and addressing economic and budgetary pressures .

The supply chain for oil distribution in Indonesia involves multiple components including Pertamina, transportation services (transportir), and SPBU owners. The distribution operates through a level 1 system, where oil is transported from refineries to various depots and installations, often involving maritime routes due to geographical conditions. Key challenges include inadequate route planning, lack of coordination between supply and demand, and infrastructure issues like road conditions and limited transport fleet capacity .

Anda mungkin juga menyukai