0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan108 halaman

Bimbingan Kelompok Atasi Rendah Diri Siswa

Skripsi ini membahas penerapan layanan bimbingan kelompok untuk mengatasi rasa rendah diri siswa kelas VIII di SMP Swasta Azizi Medan tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bimbingan kelompok dapat mengatasi rasa rendah diri siswa. Objek penelitian adalah 6 siswa kelas VIII yang terdiri atas 3 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Instrumen penelitian ber

Diunggah oleh

Rahmawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan108 halaman

Bimbingan Kelompok Atasi Rendah Diri Siswa

Skripsi ini membahas penerapan layanan bimbingan kelompok untuk mengatasi rasa rendah diri siswa kelas VIII di SMP Swasta Azizi Medan tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bimbingan kelompok dapat mengatasi rasa rendah diri siswa. Objek penelitian adalah 6 siswa kelas VIII yang terdiri atas 3 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Instrumen penelitian ber

Diunggah oleh

Rahmawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK

MENGATASI RASA RENDAH DIRI SISWA KELAS VIII


DI SMP SWASTA AZIZI MEDAN
TAHUN AJARAN 2020/2021

SKRIPSI

Diajukan Guna Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-


Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan ([Link])
Program Studi Bimbingan dan Konseling

Oleh :

SARI ELIDA LESTARI

NPM. 1702080032

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS


MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
MEDAN
2021
1
2
3
ABSTRAK

Sari Elida Lestari (1702080032), Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok


Untuk Mengatasi Rasa Rendah Diri Siswa Kelas VIII Di SMP Swasta Azizi
Medan Tahun Ajaran 2020/2021

Bimbingan Kelompok adalah proses pemberian bantuan kepada individu melalui


suasana kelompok (dinamika kelompok) yang memungkinkan setiap anggota
untuk berpartisipasi aktif dan berbagai pengalaman dalam upaya pengembangan
wawasan, sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam upaya pengembangan
pribadi, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bimbingan
kelompok mengatasi rasa rendah diri siswa kelas VIII Di SMP Swasta Azizi
Medan Tahun Ajaran 2020/2021. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas
VIII berjumlah 6 orang siswa. 3 orang siswa laki-laki dan 3 orang siswa
perempuan. Instrumen yang digunakan adalah non-tes berupa wawancara dan
observasi yang sesuai dengan penerapan layanan bimbingan kelompok untuk
mengatasi rasa rendah diri siswa. Adapun teknik analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu mengguankaan reduksi data, penyajian data, dan
mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan layanan
bimbingan kelompok yang pertama pada siswa kelas VIII Di SMP Swasta Azizi
Medan Tahun Ajaran 2020/2021 berjalan dengan baik dan siswa mulai memiliki
kemauan dan kemampuan untuk menunjukan potensi diri, Penerapan layanan
bimbingan kelompok kelompok yang kedua menunjukan hasil yang lebih baik
lagi siswa semakin memiliki kemauan dan kemampuan dalam menunjukan
potensi dirinya, siswa juga mengakui bahwa perilaku mereka yang awalnya
kurang baik semakin membaik dari sebelumnya. Setelah dilakukannya bimbingan
kelompok sebanyak dua kali pada siswa kelas VIII Di SMP Swasta Azizi Medan
Tahun Ajaran 2020/2021 dan berdasarkan menurunya rasa rendah diri siswa
maka dapat disimpulkan Layanan Bimbingan Kelompok Mampu Untuk
Mengatasi Rasa Rendah Diri Siswa Kelas VIII Di SMP Swasta Azizi Medan
Tahun Ajaran 2020/2021.

Kata Kunci : Layanan Bimbingan Kelompok, Rendah Diri Siswa SMP Swasta
Azizi Medan

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, karena

berkahrahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini untuk

melengkapi tugas-tugas serta memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas

Muhammadiyah Sumatera Utara. Shalawat berangkaikan salam penulis hadiahkan

kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW dengan kepemimpinan Beliau

kita bisa seperti sekarang ini.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari banyak mengalami

kesulitan, terutama kurangnya pengetahuan penulis, serta buku literatur yang

mendukung skripsi ini. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak sehingga

penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Selanjutnya penulis ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah

membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, untuk itu penulis

mengucapkan terima kasih kepada:

1. Kedua Orang Tua tercinta yang sangat saya cintai Ibunda Siswati Ningsih

dan Ayahanda Selamet. Yang tiada pernah letih untuk mendo‟akan,

mendidik, dan memotivasi saya sehingga saya seperti ini. Juga untuk adik

saya Dwi Ananda dan Tri Novianti terima kasih karena telah menjadi

semangat tersendiri kepada saya.

ii
2. Bapak Prof. Dr. Agusani [Link] selaku Rektor Universitas Muhammadiyah

Sumatera Utara.

3. Bapak Prof. Dr. H. Elfrianto Nasution [Link]., [Link] selaku Dekan Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera

Utara.

4. Ibu Deliati, [Link]., [Link]., [Link] selaku dosen pembimbing skripsi penulis.

5. Bapak Fauzi Hasibuan, [Link]., [Link] selaku Ketua Program Studi

Pendidikan Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah

Sumatera Utara.

6. Ibunda Sri Ngayomi Yudha Wastuti, [Link]., [Link] selaku Sekretaris

Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah

Sumatera Utara.

7. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen beserta staf pegawai Biro Fakultas yang

telah memberikan bimbingan dan ilmunya kepada saya dan kelancaran

administrasi selama perkuliahan.

8. Bapak Drs Riswan Nasution selaku Kepala Sekolah SMP Swasta Azizi

Medan.

9. Teman-teman seperjuangan yang selalu bersama, yang saling memberi

motivasi dari awal kuliah hingga sampai akhir Sri Lungguh Dewi Lubis,

Cindika Wirahusada, Siti Aisah, Novi Indah Pratiwi.

10. Teman-teman stambuk 2017 jurusan Bimbingan dan Konseling terkhusus

kelas B Pagi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

iii
11. Terima kasih kepada teman-teman kos tercinta kepada Alma Alqarana

Lubis, Putri Ningsih Siregar, Muhrina Aini, dan Rifda Prima Andriani

yang selalu terus mendukung penulis.

12. Terima kasih kepada sahabat tersayang sedari sekolah Dewi Darma, Mega

Afrilia, Rena Febriani, Siti Zubaidah yang selalu memberikan motivasi

dan dukungan kepada penulis.

Akhirnya penulis berharap dengan segala kerendahan hati semoga

skripsi ini bermanfaat bagi pembaca serta menambah pengetahuan bagi

penulis. Penulos mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada

semua pihak yang telah memberikan semangat terhadap penulis sehingga

skripsi ini dapat terselesaikan. Apabila skripsi ini terdapat kata-kata yang

kurang kerkenan, penulis harapkan maaf sebesar-besarnya, Semoga Allah

SWT senantiasa meridhoi kita semua.

Medan, Oktober 2021

SARI ELIDA LESTARI


NPM : 1702080032

iv
DAFTAR ISI

ABSTRAK ...................................................................................................... i

KATA PENGANTAR .................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................... v

DAFTAR TABEL .......................................................................................... viii

DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... ix

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. x

BAB 1PENDAHULUAN ............................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah ............................................................................. 1

B. Identifikasi Masalah .................................................................................... 5

C. Batasan Masalah .......................................................................................... 5

D. Rumusan Masalah ....................................................................................... 5

E. Tujuan Penelitian......................................................................................... 6

F. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 6

BAB II LANDASAN TEORITIS .................................................................. 9

A. Kerangka Teoritis ........................................................................................ 9

1. Layanan Bimbingan Kelompok................................................................... 9

1.1. Pengertian Layanan Bimbingan Kelompok ......................................... 9

1.2. Tujuan Layanan Bimbingan Kelompok ............................................... 10

1.3. Asas Asas Bimbingan Kelompok ........................................................ 12

1.4. Kegunaan Bimbingan Kelompok ........................................................ 13

1.5. Jenis Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling ................................... 14

v
2. Rendah Diri ................................................................................................. 18

2.1. Pengertian Rendah Diri ...................................................................... 18

2.2. Faktor Yang Mempengaruhi Rendah Diri .......................................... 18

2.3. Ciri Ciri Rendah Diri ............................................................................ 20

2.4. Upaya Mengurangi Rendah Diri………………………………….. ... 23

B. Kerangka Konseptual ................................................................................. 24

BAB III METODE PENELITIAN .............................................................. 26

A. Lokasi Dan Waktu Penelitian ..................................................................... 26

1. Lokasi Penelitian ................................................................................... 26

2. Waktu Penelitian .................................................................................... 26

B. Subjek dan Objek Penelitian ...................................................................... 27

1. Subjek Penelitian ................................................................................... 27

2. Objek Penelitian .................................................................................... 27

C. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 28

1. Observasi ............................................................................................... 28

2. Wawancara ............................................................................................ 29

3. Dokumentasi .......................................................................................... 30

D. Teknik Analisis Data .................................................................................. 31

1. Pengumpulan Data ................................................................................. 31

2. Reduksi Data .......................................................................................... 32

3. Penyajuan Data ...................................................................................... 32

4. Pengambilan Kesimpulan ....................................................................... 32

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................ 34

vi
A. Deskripsi Lokasi Penelitian ......................................................................... 34

B. Deskripsi Hasil Penelitian ........................................................................... 36

C. Diskusi Hasil Penelitian .............................................................................. 59

D. Keterbatasan Penelitian ............................................................................... 60

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 61

A. Kesimpulan ................................................................................................ 61

B. Saran........................................................................................................... 62

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 64

LAMPIRAN-LAMPIRA

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Rencana Waktu Pelaksanaan .......................................................... 26

Tabel 3.2 Subjek Penelitian.............................................................................. 27

Tabel 3.3 Objek Penelitian ............................................................................... 28

Tabel 3.4Kisi-Kisi Observasi Kepada Siswa ................................................... 29

Tabel 3.5 Kisi-Kisi Pedoman Wawancara siswa ............................................. 29

Tabel 3.6 Kisi Pedoman Wawancara Guru BK ............................................... 30

Tabel 4.1 Deskripsi Rasa Rendah Diri Siswa Kelas VIII

Di SMP Swasta Azizi ....................................................................................... 52

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Kerangka Konseptual ..................................................................... 24

ix
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kegiatan Layanan Bimbingan Kelompok

Lampiran 2. RPL Layanan Bimbingan Kelompok

Lampiran 3. From K-1,K-2,K-3

Lampiran 4. Berita Acara Bimbingan Proposal

Lampiran 5. Berita Acara Seminar Proposal

Lampiran 6. Lembar Pengesahan Hasil Seminar

Lampiran 7. Surat Keterangan Seminar

Lampiran 8. Surat Keterangan Plagiat

Lampiran 9. Surat Izin Riset

Lampiran 10. Surat Balasan Riset

Lampiran 11. Berita Acara Bimbingan Skripsi

Lampiran 12. Lemabar Pengesahan Skripsi

Lampiran 13. Lembar Riwayat Hidup

x
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan kegiatan dinamis dalam kehidupan setiap individu

yang yang memengaruhi perkembangan fisiknya, mentalnya, emosinya, sosialnya,

dan etikanya. Dengan perkataan lain, pendidikan merupakan suatu kegiatan

dinamis yang memengaruhi seluruh aspek kepribadian dan kehidupan individu.

Jadi pendidikan bertujuan untuk mencapai kepribadian secara terpadu, antara nilai

kognitif, afektif, dan psikomotorik. (Hidayanto, 2020 : 2)

Undang undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan

Nasional mendefinisikan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk

mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara

aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta

keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara dalam

bahasa yang berbeda “Bapak Pendidikan Nasional” Dewantara menyatakan

bahwa pendiidkan merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi

pekerti (kekuatan batin, karakter) pikiran dan tubuh anak. (warli dan Yuliana

2011: 208)

Untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, diri kepribadian,

kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlakukan dirinya,

masyarakat bangsa dan Negara, Perlu adanya tindakan baik dari membentuk

1
2

kepribadian yang mulia dan bermanfaat bagi lingkungan individu itu sendiri.

Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut banyak rintangan yang harus dilewati

oleh pendidik maupun siswa itu sendiri, salah satunya adalah adanya tidak

percaya diri atau kurangnya rasa rendah diri siswa. Masa remaja merupakan masa

yang penuh dengan tantangan, gejolak emosi, dan perubahan yang menyankut

perubahan jasmani, psikologis dan sosial. Pada masa ini ditandai dengan adanya

perkembangan yang pesat pada individu dari segi fisik, psikis dan sosialnya.

Dalam tahapan perkembangan individu terdapat berbagai tugas

perkembangan yang harus diselesaikan, berhasil tidaknya individu dalam

menyelesaikan tugas tugas tersebut akan berpengaruh bagi perkembangan

selanjutnya, terutama dalam berinteraksi pada lingkungan dan masyarakat.

Menurut tugas perkembangan ialah suatau tugas yang timbul pada periode tertentu

dalam kehidupan individu, Jika tugas itu berhasil akan menimbulkan kebahagiaan

individu, sebaliknya jika tugas itu gagal akan menimbulkan kesulitan baginya

pada mendatang. (Willis, 2012:4)

Siswa SMP adalah individu yang sedang berada pada masa remaja dan

mengalami perkembangan yang sangat pesat. Remaja telah meninggalkan masa

anak anak, tapi ia belum menjadi orang dewasa. Remaja berada dalam masa

peralihan atau transisi pada masa remaja inilah seorang individu akan merasakan

masa sulit dalam diri, karena individu berada dalam masa peralihan dari masa

kanak kanak ke masa dewasa. Kesulitan kesulitan inilah mengakibatkan

tumbuhnya rasa rendah diri individu dalam kehidupan sosialnya.


3

Rasa rendah diri merupakan masalah yang sangat memerlukan upaya

penanganan secara menyeluruh bahwa kita ketahui seseornag lebih dibanding

ornag lain dalam satu lain hal, perasaan demikian dapat muncul sebagai akibat

sesuatu yang nyata atau hasil imajinasinya saja, Rasa rendah diri sering terjadi

tanpa dan bisa membuat orang yang merasakannya melakukan kompetensi yang

berlebihan untuk mengimbanginya, berupa prestasi yang spektakuler, atau

perilaku antisosial yang ekstrim, atau keduanya sekaligus.

Tidak seperti Rasa rendah diri yang normal, yang dapat mendorong

pencapaian prestasi, komplek rasa rendah diri adalah berupa keadaan putus asa

parah, yang mengakibatkan orang yang mengalaminya melarikan diri saat

mengalami kesulitan.

Menurut Adler (Surabaya, 2005:187) rendah diri merupakan rasa

kurangberharga yang timbul kerana ketidak mampuan psikologis atau sosial yang

dirasa secara subjektif, ataupun karena keadaan jasmani yang kurang sempurna.

Menurut Adler (dalam Darminto, 2007:48) perasaan rendah diri

(Inferiority) merupkan satu dimensi dari tahuntahun awal kehidupan yang diyakini

oleh Adler menjadi faktor yang memainkan peran penting dalam mempengaruhi

perkembangan manusia. Rasa rendah diri muncul karena ketidakmampuan

psikologis atau sosial maupun karena keadaan jasmani yang kurang sempurna,

Akibat dari munculnya rasa rendah diri adalah munculnysa rasa tidak aman,

cemas, takut untuk bertindak, ragu ragu dan akhirnya akan menghamabat

perkembangan psikologis maupun sosial anak. Oleh karena itu rasa rendah diri

harus dihilangkan pada anak agar anak mencapai perkembangan nya, adapun
4

dampak dari rendah diri adalah yaitu kurangnya kepercayaan diri, menurunnya

prestasi belajar, depresi, dan perilaku beresiko. hal ini dapat memicu terjadinya

permasalahan pada remaja baik internal maupun eksternal dan dapat mengganggu

proses perkembangan remaja serta mengganggu proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan

disekolah SMP Swasta Azizi Medan, menyatakan bahwa terdapat siswa yang

memilki rasa rendah diri hal tersebut dibuktikan siswa yang sulit berkomunikasi

dengan orang lain, tidak percaya diri, dan suka menyendiri atau pemalu, terdapat

siswa yang ragu ragu dalam menyampikan pendapat, mudah merasa cemas, dan

merasa orang lain tidak sportif. hal ini menyebabkan siswa tidak mampu

menyesuaikan diri karena kurang mengenal keyakinan dan kemampuan yang

dimiliki dirinya sendiri.

Upaya yang dapat dilakuikan dalam mengatasi masalah rendah diri yaitu

dengan melaksanakan kegiatan bimbingan kelompok agar lebih efektif dalam

membantu mengatasi rasa rendah diri siswa. Layanan bimbingan kelompok

merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu atau konseli yang

dilakukan secara berkelompok agar masing masing individu tersebut dapat

mengentaskan permasalahan yang dialami dari setiap anggota kelompok secara

bersama sama dan dilakukan dengan mengguanakan dinamika kelompok. (Annas,

2019 : 24).

Berdasarkan uraian diatas, maka penliti tertarik melakukan penelitian

bimbingan konseling dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok dalam

mengatasi masalah rasa rendah diri siswa. Adapun judul skripsi ini yaitu
5

“Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Mengatasi Rasa Rendah

Diri Siswa Kelas VIII Di SMP Swasta Azizi Medan Tahun Ajaran 2020/2021

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas yang berhubungan

dengan judul penelitian, masalah yang teridentifikasi oleh penulis yaitu :

1. Terdapat siswa yang cenderung menyendiri pada saat belajar

2. Terdapat siswa yang sulit berkomunikasi dengan yang lain

3. Terdapat siswa yang ragu ragu dalam menyampikan pendapat saat

proses belajar mengajar dilakukan

4. Layanan bimbingan kelompok belum pernah diterapkan sebagai

sarana pengentasan masalah terkait rasa rendah diri siswa disekolah

C. Batasan Masalah

Suatu masalah yang diteliti perlu dibatasi agar rinci dengan jelas serta

mengarahkan pandangan pada pembahasan penulis akan membatasi masalah ini

dengan hanya mengkaji “Layanan Bimbingan Kelompok dan Rendah diri siswa

Kelas VIII-1 dan VIII-2 SMP Swasta Azizi Medan Tahun Ajaran 2020/2021”

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan fokus masalah yang telah dirumuskan di atas maka yang

menjadi pertanyaan peneliti adalah :

“Bagaimana penerapan layanna bimbingan kelompok untuk mengatasi rasa

rendah diri siswa kelas VIII Di SMP Swasta Azizi Medan Tahun Ajaran

2020/2021?”
6

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan yang telah dikemukakan diatas maka tujuan yang

akan diadakan penelitian ini adalah:

“Untuk mengetahui penerapan layanan bimbingan kelompok untuk

mengatasi rasa rendah diri siswa kelas VIII Di SMP Swasta Azizi Medan T.A

2020/2021

F. Manfaat Penelitian

Hasil peneltian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain

sebagai berikut

1. Manfaat Teoritis

a. Penelitian ini dapat berguna dalam memberikan masukan untuk

pengembangan ilmu layanan bimbingan dan konseling, pada

khususnya layanan bimbingan kelompok dan memperkaya

pengetahuan mengenai rasa rendah diri pada siswa.

b. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan serta tambahan

wawasan bagi pihak yang terkait atau siswa yang memiliki rasa rendah

diri.

1. Manfaat Praktis

a. Bagi penelitian ini memberikan kesempatan kepada peneliti untuk

terjun kelapanagn secara langsung untuk meningkatkan rasa rendah

diri pada siswa dengan melalui bimbingan kelompok.

b. Bagi jurusan Pendidikan Bimbingan dan Konseling, dapat digunakan

sebagai bahan referensi dan menambah ilmu pengetahuan khususnya


7

mahasiswa jurusan Pendidikan Bimbingan dan Konseling di

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

c. Bagi kepala sekolah, dapat digunakan sebagai bahan masukan dan

acuan dalam pelaksanaan konseling kelompok yang lebih baik dan

efektif.

d. Bagi siswa, dapat digunakan sebagai bahan intropeksi diri siswa kelas

VIII Di SMP Swasta Azizi Medan selesai mengikuti kegiatan

bimbingan kelompok.
BAB II

LANDASAN TEORITIS

A. Kerangka Teori

1. Layanan Bimbingan Kelompok

1.1 Pengertian Layanan Bimbingan Kelompok

Seorang guru bimbingan konseling wajib memberikan layanan bimbingan

kelompok kepada siswanya Hal ini terkait dengan kebutuhan siswa disekolah.

Layanan bimbingan kelompok merupakan salh satu bantuan dalam situasi

kelompok yang diberikan oleh guru bimbingan konseling kepada siswa untuk

membahas masalah masalah atau kebutuhan yang dihadapi siswa. Berikut

beberapa pengertian bimbingan kelompok menurut para ahli.

Secara harifah kata bimbingan berasal dari kata bahasa inggris yaitu

“guidance” dengan kata dasar guide yang berarti menunjukan, menuntun, atau

mengemudikan (Shertzer dan Stone dalam Rusman N, 2009 : 12)Bimbingan

kelompok adalah layanan bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok.

Gazda (1978) mengemukakan bahwa bimbingan kelompok disekolah merupakan

kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk membnatu mereka menyusun

rencana rencana dan keputusan yang tepat, Gasza juga menyebutkan bahwa

bimbingan kelompok diselenggarakan untuk memberikan informasi yang bersifat

personal, vokasional, dan sosial. (Prayitno, Erman Amnti, 2016 : 309)

Umam Suherman (2008) menyatakan bahwa dasar pemikiran

penyelenggaraan bimbingan dan konseling disekolah atau madrasah bukan semata

mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang undangan)

9
10

atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya

memfasilitasi peserta didik, yang selanjutnya disebut konseli, agar mampu

mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas tuga perkembangan nya

(menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial dan moral spiritual. (Anas

Salahudin 2019 : 24)

Jadi dengan adanya pendapat dari para ahli dapat kita pahami bahwa

bimbingan kelompok adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu atau

konseli yang dilakukan secara berkelompok agar masing-masing individu tersebut

dapat mengentaskan permasalahan yang dialami dari setiap anggota kelompok

secara bersama-sama dan dilakukan dengan menggunakan dinamika kelompok.

1.2. Tujuan Layanan Bimbingan Kelompok

Tujuan konseling pada dasar nya dibedakan menjadi dua yaitu tujuan

teoritis dan tujuan operasional. tujuan teoritis berkaitan dengan tujuan yang secara

umum dicapai melalui proses konseling, sedangkan tujuan operasional

disesuaikan dengan harapan anggota dan masalah yang dihadapi anggota, Hulse-

Killacky, Killacky & Donigin, (2001) menyatakan bahwa tujuan dari kelompok

berfungsi sebagai peta bagi pemimpin. Anggota dan pemimpin harus jelas tentang

kedua tujuan umum dan tujuan spesifik setiap sesi kelompok, tujuan yang

dimaksud seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok, mengatasi fobia,

atau belajar keterampilan belajar. (Rasimin & Muhamad Hamdi, 2018: 9)

Kesuksesan bimbingan kelompok sangat dipengaruhi sejauh mana tujuan

yang akan dicapai dalam layanan kelompok yang diselenggarakan. tujuan dari

kegiatan bimbingan kelompok secara umum yaitu bertujuan untuk membantu


11

siswa yang mengalami masalah melalui prosedur kelompok. Suasana kelompok

yang berkembang dapat merupakan tempat bagi siswa untuk memanfaatkan

semua informasi, tanggapan dan berbagai reaksi teman-temannya untuk

kepentingan pemecahan masalah. (Prayitno 2004: 108),.

Tujuan bimbingan kelompok agar individu mampu memberikan informasi

seluas-luasnya kepada anggota kelompok supaya mereka dapat membuat rencana

yang tepat serta membuat keputusan yang memadai mengenai hal-hal yang

berkaitan dengan masa depan serta cenderung bersifat pencegahan bimbingan

kelompok bertujuan untuk membantu para siswa yang mengalami masalah

melalui prosedur kelompok. Selain itu bimbingan kelompok juga bertujuan untuk

mengembangkan pribadi masing-masing anggota kelompok melalui berbagai

suasana yang muncul dalam kegiatan ini, baik suasana yang menyenangkan

maupun yang menyedihkan.(Mungin 2005:39)

Menurut (Mc Connel, 1974) adanya rasa percaya setiap anggota kelompok

terhadap anggota lain merupakan salah satu ciri kelompok yang efektif, didalam

kelompok terdapat empat bentuk rasa percaya yaitu: ( Siti Hartinah 2017: 51)

1. Rasa anggota kelompok kepada pemimpin nya

2. Rasa percaya terhadap anggota kelompok

3. Rasa percaya antar sesama anggota kelompok secara individual

4. Rasa percaya setiap anggota kelompok terhadap kelompok sebagai satu

kesatuan.

Tujuan dari kegiatan bimbingan kelompok menurut Prayitno (2004:310) secara

umum yaitu, bertujuan untuk membantu siswa yang mengalami melalui prosedur
12

kelompok. Suasana kelompok dapat berkembang merupakan tempat bagi siswa

untuk memanfaatkan semua informasi, tanggapan dan berbagai reaksi teman-

temannya untuk kepentingan pemecahan masalah antara lain :

1. Mampu berbicara didepan banyak orang.

2. Mampu mengeluarkan pendapat, ide, saran, tanggapan, perasaan dan lain

sebagainya kepada orang banyak.

3. Belajar menghargai pendapat orang lain.

4. Bertanggung jawab atas pendapat yang dikemukakannya.

5. Mampu mengendalikan diri dan menahan emosi (gejolak kejiwaan yang

bersifat negatif).

6. Menjadi akrab satu sama lain.

Membahas masalah atau topik-topik umum yang dirasakan menjadi kepentingan

bersama dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan

kelompok adalah untuk melatih individu bersikap terbuka, mampu berbicara

dihadapan orang banyak, melatih siswa agar dapat mengambil sikap, bertanggung

jawab, mengambil keputusan, siswa mampu mengembangkan perasaan, pikiran,

serta memunculkan tingkah laku baru yang lebih efektif sebagai fungsi

pencegahan agar siswa tidak mengalami permasalahan yang menjadi topik dalam

bahasan bimbingan kelompok.

1.3. Asas-Asas Bimbingan Kelompok

Adapun asas asas yang ada didalam bimbingan kelompok antara lain : (1).

Asas Kerahasiaan, semua yang hadir harus menyimpan dan merahasiakan apa

saja, data dan informasi yang didengar dan dibicarakan dalam kelompok, terutama
13

hal-hal yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Para peserta

berjanji tidak akan membicarakan hal-hal yang bersifat rahasia di luar kelompok.

(2). Asas keterbukaan, yaitu semua peserta bebas dan terbuka mengelarkan

pendapat, ide, saran, dan apa saja yang dirasakannya dan dipikirkannya, tidak

merasa takut, malu ataupun ragu-ragu, dan bebas berbicara tentang apa saja, baik

tentang dirinya, sekolah, pergaulan, keluarga dan sebagainya. (3). Asas

kesukarelaan, yaitu semua peserta dapat menampilkan dirinya secara spontan

tanpa disuruh-suruh ataupun maliu-malu atau dipaksa oleh teman yang lain atau

oleh pembimbing kelompok. (4). Asas Kenormatifan, yaitu semua yang

dibicarakan dan yang dilakukan dalam kelompok tidak boleh bertentangan dengan

norma-norma dan peraturan yang berlaku, semua yang dilakukan dan dibicarakan

dalam bimbingan kelompok harus sesuai dengan norma adat, norma agama,

norma hukum, norma ilmu, dan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku

Keempat asas dari bimbingan kelompok harus benar-benar dilaksanakan

pada saat bimbingan kelompok dilaksankan agar layanan bimbingan kelompok

terlaksanakan secara optimal.

1.4. Kegunaan Bimbingan Kelompok

Kegunaan bimbingan kelompok memang sangat besar dan dapat

dikemukakan antara lain :

1. Tenaga Pembimbing masih sangat terbatas dan jumlah murid yang perlu

dibimbing begitu banyak sehingga pelayanan bimbingan secara

perseorangan tidak akan merata.


14

2. Melalui bimbingan kelompok murid dilatih menghadapi suatu tugas

bersama atau memecahkan suatu masalah bersama. Hal tersebut akan

diperlukan atau dibutuhkan selama hidupnya.

3. Dalam mendiskusikan sesuatu bersama, murid didorong untuk berani

mengemukakan pendapatnya dan menghargai pendapat orang lain.: (Siti

Hartinah 2017: 8)

1.5. Jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling

Bimbingan konseling terdapat 9 layanan yaitu sebagai beriku:

1. Layanan Orientasi

Layanan orientasi merupakan layanan yang membantu peserta didik memahami

lingkungan yang baru, seperti lingkungan sekolah yang baru, dan obyek-obyek

yang perlu dipelajari untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan

memperlancar peran dilingkungan yang baru yang efektif dan berkarakter

2. Layanan Informasi

Layanan informasi merupakan layanan yang membantu peserta didik menerima

dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, dan pendidikan lanjutan

secara terarah, obyektif, dan bijak.

3. Layanan Penempatan Dan Penyaluran

Layanan penempatan dan penyaluran merupakan layanan yaang membantu

peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat didalam kelas.

4. Layanan Konseling Perseorangan

Layanana konseling perseorangan merupakan layanan yang membantu peserta

didik dalam mengentaskan masalah pribadinya melalui prosedor perseorangan.


15

5. Layanan Penguasaan Konten

Layanan penguasaan konten merupakan layanan yang membantu peserta didik

menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan dalam

melakukan, berbuat atau mengerjakan sesuatu yang berguna dalam kehidupan

disekolah, keluarga, ataupun masyarakat sesuai dengan potensi dan peminatan

dirinya.

6. Layanan Konseling Kelompok

Layanan konseling kelompok merupakan layanan yang membantu peserta didik

dalam pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami sesuai dengan tuntutan

karakter-cerdas yang terpuji melalui dinamika kelompok.

7. Layanan Konsultasi

Layanan konsultasi merupakan layanan yang membantu peserta didik atau pihak

lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara dan atau perlakuan

yang perlu dilaksanakan kepada pihak ketiga sesuai dengan tuntutan karakter-

cerdas yang terpuji.

8. Layanan Bimbingan Kelompok

Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang membantu peseta didik

dalam mengembangkan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar,

dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu sesuai dengan

tuntutan karakter yang terpuji melalui dinamika kelompok.


16

9. Layanan Mediasi

Layanan mediasi merupakan layanan yang membantu peserta didik dalam

menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan dengan pihak lain

sesuai dengan tuntutan karakter cerdas yang terpuji.

2. Rendah Diri

1.1 Pengertian Rendah diri

Menurut Adler rasa rendah diri adalah: perasaan seseorang lebih rendah

dibandingkan orang lain dalam satu atau lain hal (orang yang merasa rendah diri

cendrung bersikap egosentris, memposisikan diri sebagai korban, merasa tidak

puas dengan dirinya, mengasihani diri sendiri dan mudah menyerah). Perasaan

lebih rendah dapat muncul sebagai akibat sesuatu yang nyata atau hasil imajinasi

saja. Tidak seperti rasa rendah diri yang normal (keinginan dihormati, dihargai,

keinginan dipuji) yang dapat mendorong pencapaian prestasi, sedangkan rendah

diri yang abnormal (rasa tinggi hati yang berlebihan, menganggap dirinya sangat

tinggi, egois dan punya kecendrungan untuk menolak orang lain) yang akan

merusak dirinya sendiri (Alwisol, 2005: 97).

Adler berpendapat bahwa rasa rendah diri itu bukanlah suatu pertanda ketidak

normalan justru merupakan pendorong bagi segala perbaikan dalam kehidupan

manusia. Tentu saja rasa rendah diri itu berlebih lebih sehingga manifestasinya

juga tidak normal, misalnya timbulnya kompleks rendah diri atau kompleks untuk

superior, Tetapi keadaan normal rasa rendah diri itu merupakan pendorong ke

arah kemajuan atau kesempurnaan (superior). Adler (Suryabrata, 2019:188)


17

Dari segi perkembangan rendah diri adalah perasaan menganggap terlalu

rendah pada diri sendiri orang yang rendah diri berarti menganggap diri sendiri

tidak mempunyai kemampuan yang [Link], (2014:16)Sedangkan

menurut James [Link] rasa rendah diri (inferiority complex) adalah “bentuk kritik

diri pribadi yang biasanya merasa takut terhadap celaan masyarakat, orang-orang

yang dibebani dengan perasaan-perasaan tidak mampu, memperlihatkan perbuatan

dan reaksi-reaksi mental yang bermacam-macam”. Suhartin, (2010:30)

Rendah diri adalah kualitas keperibadian yang buruk. Sifat ini

menyebabkan berbagai hambatan dalam pergaulan, dalam bidang akademis,

berbagai perilaku menyimpang, dan mungkin juga menyebabkan depresi dan

kecenderungan untuk bunuh diri. Karena itu perasaan rendah diri harus

dikendalikan. Menurut Rosenberg dan Owen) orang yang rendah diri cenderung

lebih banyak menghadapi kegagalan dan cenderung untuk memperkuat peristiwa

peristiwa yang bersifat negatif. (Darsono, 2014: 18)

Rasa rendah diri adalah perasaan yang timbul oleh sifat-sifat negatif yang

dimiliki seseorang sehingga mempersepsikan bahwa dirinya lebih rendah

dibanding orang lain dan merasa kurang berharga yang timbul akibat

ketidakmampuan psikologis dan sosial ataupun karena keadaan jasmani yang

kurang sempurna.

Menurut Bradshaw dalam (Ghufron & Rini) proses pembentukan harga

diri telah dimulai saat bayi merasakan tepukan pertama kali yang diterima orang

mengenai kelahirannya. Darajat dalam (Ghufron & Rini) menyebutkan bahwa

harga diri sudah terbentuk pada masa kanak kanak sehingga seornag anak sangat
18

perlu mendapatkan rasa penghargaan diri orang tuanya. Proses selanjutnya harga

diri dibentuk melalui perlakuan yang diterima individu dari orang lingkungannya.

Seperti dimanja dan diperhatikan orang tua dan orang lain. Dengan demikian

harga diri bukan merupakan faktor sifat bawaan, melainkan faktor yang dapat

dipelajari dari terbentuknya sepanjang pengalaman individu.(Ghufron, Rini 2020:

40)

1.2 Faktor yang Mempengaruhi Rendah Diri

Rasa rendah diri bila terus dibiarkan akan memiliki dampak yang buruk bagi

remaja, mungkin ia akan mengalami kesulitan dalam berprestasi disekolahnya,

terjebak kebiasaan diet yang tidak sehat, melakukan tindakan beresiko seperti

mengkonsumsi minuman keras dan narkoba, seks tidak aman, tenggelam dalam

depresi, dan nekat bunuh diri (Darsono, 2014:3). Didalam proses tersebut ada

beberapa faktor yang mempengaruhi rasa rendah diri pada diri seseorangsecara

garis besar munculnya perasaan rendah diri bisa disebabkan dua faktor yaitu

Darsono (2014, 34)yaitu:

a. Faktor Eksternal

1. Lingkungan sekitar

2. Faktor ekonomi keluarga yang lemah

3. Perceraian orang tua

4. Lingkungan keluarga yang tidak harmonis

b. Faktor Internal

1. Kelemahan dalam menguasai materi belajar

2. Adanya cacat tubuh


19

3. Susah berkomunikasi

Anthony (1992) mendefinisikan percaya diri diperoleh pengalaman hidup,

kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang berupa keyakinan

akan kemampuan diri seseorang sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain dan

dapat bertindak sesuai kehendak, gembira, optimis, cukup toleran, dan

bertanggung jawab. (Gufron & Rini, 2020: 34)

Menurut Lautser dalam (Ghufron & Rini) orang yang memiliki kepercayaan diri

yang positif adalah yang disebutkan dibawah ini. (Ghufron & Rini 2020: 36)

1. Keyakinan Kemampuan Diri

Keyakinan kemampuan diri adalah sikap positif seseorang tentang dirinya,

ia mampu secara sungguh sungguh akan apa yang dilakukannya.

2. Optimis

Optimis adalah sikap positif yang memiliki seseorang yang selalu

berpandangan baik dalam menghadapi segala hal tentang diri dan

kemampuannya.

3. Objektif

Orang yang memandang permasalhan atau sesuatu sesuai dengan

kebenaran yang semestinya, bukan menurut kebenaran pribadi atau

menurut dirinya sendiri.

4. Bertanggung Jawab

Bertanggung Jawab adalah kesedihan orang untuk menanggung segala

yang semestinya, bukan menurut kebenaran pribadi atau menurut dirinya

sendiri.
20

5. Rasional dan Realistis

Rasional dan Realistis adalah analisis terhadap suatu masalah, sesuatu hal,

dan suatu kejadian dengan menggunakan pemikiran yang dapat diterima

oleh akal dan sesuai dengan kenyataan.

1.3 Ciri Ciri Rendah Diri

Berkebalikan dengan orang yang rendah diri, orang yang memiliki percaya

diri dan harga diri tinggi akan memiliki ciri-ciri perilaku yakin kepada diri sendiri,

tidak ragu-ragu, tidak bergantung pada orang lain, merasa dirinya berharga, tidak

menyombongkan diri, Saul McLeod mengungkapkan sejumlah ciri yang biasa

terdapat pada orang-orang dengan perasaan rendah diri yaitu : (Darsono, 2014:19)

1. Menarik diri/malu/pendiam,

2. Merasa tidak aman,

3. Kebutuhan berprestasi yang kurang

4. Sikap negatif

5. Tidak bahagia,

6. Canggung,

7. Suka Marah/benci

8. Motivasi rendah,

9. Tertekan,

10. Suka bergantung pada orang lain

11. Citra diri yang buruk

12. Tidak berani ambil resiko

13. Kurangnnya percaya diri


21

14. Komunikasi yang buruk

15. Tindakan yang berlebihan (acts out).

Richard D. Lavoie, M.A., [Link] dalam tulisannya yang berjudul Self

Esteem: The Cause and Effect of Succes for The Child with Learning Differencec

mengungkapkan ciri-ciri para pelajar yang memiliki harga diri rendah yaitu:

(Darsono, 2014: 24-25)

1. Secara konsisten mengkomunikasikan pertanyaan pertanyaan yang

merendahkan orang lain menunjukan keidakberdayaan.

2. Tidak ikhlas

3. Mempraktekan perfeksionisme

4. Menjadi sangat tergantung

5. Menunjukan kebutuhan akan penerimaan yang berlebihan: hasrat yang

besar untuk menyenangkan figur-figur berkuasa

6. Kesulitan membuat keputusan

7. Menunjukan toleransi yang rendah terhadap kekecewaan

8. Menjadi sangat defensif

9. Memiliki sedikit kepercayaan pada penilaian mereka sendiri dan sangat

rentan terhadap tekanan teman sebaya.

Sementara [Link] ciri ciri orang yang minder biasanya mereka

menunjukan gejala seperti berikut :(Darsono, 2014: 20-21)

1. Merasa diri rendah, bodoh, tidak mampu, tidak pantas

2. Kesulitan dalam bergaul, susah mendapatkan teman baru

3. Merasa kurang nyaman apabila ada seseorang yang mendekatinya


22

4. Tidak berani memulai percakapan dan perkenalan dengan orang lain

5. Malu mengungkapkan ide atau pendapatnya kepada orang lain

6. Demam panggung, takut berbicara didepan umum (public speaking

phobia)

7. Ketika masuk ke lingkungan baru, merasa cemas dan takut kalau orang-

orang dilingkungan baru tersebut menolak atau tidak menyukainya

8. Suka menyendiri karena merasa tidak ada yang mau berteman

9. Tegang atau gerogi ketika berhadapan dengan orang yang baru dikenal

sehingga tingkah lakunya terlihat kaku

10. Menganggap orang lain lebih hebat daripada dirinya

11. Membandingkan kelemahan dirinya dengan kelemahan orang lain

12. Sensitif terhadap perkataan orang lain, meskipun hanya bercanda

13. Fokus pada kelemahan diri. Orang yang rendah diri selalu punya alasan

untuk menyalahkan atau meremehkan dirinya sndiri

14. Sering menolak apabila diajak ketempat yang banyak orang

15. Tidak berani menerima tanggung jawab yang besar karena takut gagal

16. Kecewa pada diri sendiri karena tidak percaya diri, dan marah kepada

orang lain yang tidak memperhatikan dan menghargainya.

17. Sering murung, mudah merasa sedih, dan lelah

18. Kurang semangat dalam menjalani aktifitas dan mudah menyerah

19. Sering melamun

Inferioritas ini menimbulakn gejala gejala sikap dan perilaku sebagai

berikut:(Syamsu Yusuf & Juntika Nurihsan, 2016: 213)


23

1. Peka ( merasa tidak senang) terhadap kritikan orang lain.

2. Sangat senang terhadap pujian atau penghargaan.

3. Senang mengkritik atau mencela orang lain.

4. Kurang senang untuk berkompetisi.

5. Cenderung senang menyendiri, pemalu, dan penakut.

1.4 Upaya Mengurangi Rasa Rendah Diri

Penyebab rasa rendah diri menurut Adler tahun 1989: (1) Saat lahir – setiap

orang lahir dengan perasaan rendah diri dirinya dapat menimbulkan perasaan

rendah diri, Adler menyebutkan beberapa cara untuk mengatasi merasa diri tidak

berharga, atau rendah diri yaitu :

1. berhentilah berhubungan dengan orang yang membuat dirimu merasa kecil,

tidak berharga, tidak nyaman dengan kondisi posisimu.

2. Ketahui keterbatasanmu. Tolak keinginan untuk terlibat dalam apapun

hanya karena itu akan menempatkanmu sebagi pusat perhatian untuk

sementara waktu tapi tidak bisa kamu jalani dengan baik.

3. berhubunganlah dengan orang-orang yang mendekati standardmu dan

mereka yang membuatmu merasa nyaman.

4. Tolak keinginan untuk menjadi batu pijakan bagi oranglain,

5. Mencari sesuatu yang lebih tinggi itu adalah hal yang patut dilakukan, tapi

lakukan itu hanya setelah kamu mempersiapkan diri, dan tidak dengan cara

mengurangi rasa percaya diri dan keyakinanmu.


24

6. tetaplah berada dalam batas-batasan dan jangan terlalu memaksakan diri,

cari tahu apa yang kamu lakukan dengan sangat baik, kerjakan hal itu

dengan tekun kemudian kembangkan dengan setinggitingginya.

7. Ketahuilah bahwa faktanya, kamu juga sebaik, semampu, dan sepenting

atau bahkan lebih baik (tanpa harus merendahkan oranglain)

8. Jangan berasumsi bahwa orang orang akan memikirkanmu dengan

membicarakanmu , itu tidak benar, singkirkan pemikiran pemikiran seperti

ini dan kebiasaanmu untuk selalu mengkritik diri sendiri akan lenyap.

Berdasarkan pendapat diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa "jika ada

sesuatu yang ingin dilakukan, tetapi entah kenapa tidak berani melakukan,

lakukan sekarang, Kerjakan sekarang, itu mungkin tidak mudah, begitu juga

dengan memendamnya. Dengan mencoba dan terus mencoba, rasa ketidak

mampuan akan lenyap dan rasa rendah diri akan hilang.

B. Kerangka Konseptual

Sesuai rumusan masalah yang telah diperoleh pada bab sebelumnya,

adapun ketangka konseptual pada penelitian ini seperti gambar berikut

Mengatasi Rasa
Rendah Diri Siswa
Rendah Diri Siswa Kelas VIII SMP
Layanan
Kelas VIII SMP Swasta Azizi
Bimbingan
Swasta Azizi Medan Tahun
Kelompok
Medan Ajaran 2020/2021

Gambar 1. Kerangka Konseptual


25

Berdasarkan gambar 1 dapat dilihat bahwa pada penelitian ini akan

diterapkan pelayanan bimbingan kelompok yang diharapkan akan

mengatasirendah dirisiswa sebagai tujuan khusus, sehingga siswa dapat

mengembangkan diri secara optimal baik dalam perkembangan emosi maupun

dalam proses belajar.

Penelitian ini ditujukan kepada siswa kelas VIII SMP Swasta Azizi Medan

Tahun Ajaran 2020/2021 guru BK atau konselor sekolah akan berperan sebagai

pemberi perlakuan atau sebagai pemberi layanan bimbingan kelompok, sedangkan

peneliti akan menjadi observasi terhadap perilaku siswa sebelum dan selama

perlakuan diberikan. Peneliti juga akan melakukan wawancara terhadap beberapa

sumber guna memperkuat data yang didapatkan dari observasi.

Adapun manfaat dari penelitian ini, diharapkan dapat membantu siswa

kelas VIII SMP Swasta Azizi Medan, khususnya siswa yang menjadi sampel

penelitian. Dan hasil penelitian ini juga dapat menjadi salah satu referensi guru

BK atau konselor sekolah tersebut dalam menangani permasalahan terkait Rendah

diri siswa.
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di SMP Swasta Azizi Medan yang

beralamat di Jl. Kesatria No. 70 . Medan, Pahlawan, Kec, Medan

Perjuangan, Kota Medan Prov. Sumatera Utara .

2. Waktu Penelitian

Waktu yang digunakan peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini

adalah dimulai sejak Agustus 2021 dan berakhir pada bulan Oktober 2021

. jadwal penelitian dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 3.1
Jadwal Rencana Kegiatan
No Jenis Kegiatan Bulan/Waktu
Maret April Mei Juni Juli Agustus Sep Okt
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Pengajuan Judul
2. Persetujuan Judul
3. Penulisan Proposal
4. Bimbingan Proposal
5. Pengesahan Proposal
6. Seminar Proposal
7. Perbaikan Proposal
8. Penelitian
9. Penulisanan Skripsi
10. Bimbingan Skripsi
11. Persetujuan Skripsi
12 Sisang Meja Hijau

26
27

B. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian menurut Suharsimi Arikonto tahun (2016: 26) memberi

batasan subjek penelitian sebagai benda, hal atau orang tempat data untuk variabel

penelitian melekat, dan yang di permasalahkan. Dalam sebuah penelitian, subjek

penelitian disebut dengan istilah informan, yaitu orang memberi informasi tentang

data yang diinginkan peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang

dilaksanakan.

Adapun yang menjadi subjek di dalam penelitian ini adalah peneliti

sendiri, guru bk dan siswa kelas VIII.

Tabel 3.2
Subjek Penelitian
NO Kelas Jumlah Siswa
1 VIII-1 30
2 VIII-2 30
Jumlah 60

2. Objek Penelitian

Menurut Sugiyono (2017:41) menjelaskan pengertian objek penelitian

adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan

tertentu tentang sesuatu hal objektif, valid dan reliable tentang suatu hal (variabel

tertentu).

Penelitian ini merupakan penlitian kualitatif, yaitu prosedur penelitian

yang menghasilkan data deskriptif berupa data tertulis atau lisa dari orang orang
28

yang diamati. Penelitian kualitatif juga merupakan penelitian yang diajukan untuk

menganalisis fenomena atau kejadian dan pengambilan sampelnya tidak

ditentukan seperti penelitian kuantitatif.

Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Swasta Azizi

Medan Tahun Ajaran 2020/2021.

Tabel 3.3
Objek Penelitian

Objek Penelitian
Jumlah
No Kelas Jumlah Siswa
Laki-laki Perempuan Objek

1 VIII 60 3 3 6

Objek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 6 siswa terdiri dari 3

orang siswa laki-laki dan 3 orang siswa perempuan. Objek diambil dari jumlah

subjek 60 siswa.

C. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini mengumpulkan data menggunakan teknik non tes, yaitu:

observasi wawancara. Sesuai dengan teknik pengumpulan data yang akan

dilakukan maka instrumen penelitian atau alat yang digunakan untuk

mengumpulkan data dalam penlitian ini adalah lembaran observasi dan panduan

wawancara. Berikut teknis pengumpulan data dan juga kisi kisi instrumen yang

akan digunakan.
29

1. Observasi

Menurut Sugiyono mengemukakan bahwa “Observasi sebagai teknik

pengumpulan data yang mempunyai ciri spesifik bila dibandingkan dengan teknik

yang lain, yaitu wawancara dan sejumlah pertanyaan khusus secara tertulis.”

Sebelum melakukan perlakuan yaitu layanan informasi, peneliti akan

mengobservasi siswa yang merupakan objek penelitian untuk melihat konformitas

siswa yang akan digunakan pada penelitian ini.(Sugiyono,2017:203)

Tabel 3.4
Kisi-Kisi Observasi Kepada Siswa
No Indikator Hasil
1 Suka menyendiri
2 Sulit berkomunikasi dengan orang lain
3 Pemalu
4 Mudah merasa cemas
5 Tidak percaya diri
6 Berfikir negatif
7 Merasa orang lain tidak sportif

2. Wawancara

Wawancara merupakan alat recheking atau pembuktian terhadap informasi

atau keterangan yang diperoleh sebelumnya, teknik wawancara yang

digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam adalah

proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya

jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan dengan informan

atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman

(guide) wawancara.
30

Tabel 3.5
Kisi-Kisi Pedoman Wawancara Siswa
No Indikator Hasil
1 Suka menyendiri
2 Sulit berkomunikasi dengan orang lain
3 Pemalu
4 Mudah merasa cemas
5 Tidak percaya diri
6 Berfikir negatif
7 Merasa orang lain tidak sportif

Tabel 3.6
Kisi Pedoman Wawancara Guru BK
Pertanyaan Hasil
1 Bagaimana pelaksanaan layanan bk disekolah
ini pak?
2 Aapakah layanan bimbingan kelompok
berjalan dengan lancar pak?
3 Apakah disekolah ini sudah pernah
melaksanakan layanan bimbingan kelompok
terhadap rendah diri pak?
4 Bagaimana cara bapak menyikapi siswa yang
memiliki rendah diri?

3. Dokumentasi

Dalam menggunakan metode dokumentasi peneliti memegang chek-list

untuk mencari variabel yang sudah ditentukan, apabila tedapat atau muncul

variabel yang dicari, maka peneliti tinggal membubuhkan bendaa tanda chek atau

tally di tempat yang sesuai untuk mencari hal hal yang bersifat bebas atau belum
31

ditentukan dalam daftar variabel peneliti dapat menggunakan kalimat bebas,

sebagian besar data yang tersedia adalah surat surat, cacatan harian, cendermata,

foto dan sebaginya.

Menurut (Suharsimi Arikunto, 2018: 274) dokumentasi yaitu mencari data

mengenai hal hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar,

majalah, prasasti, notulen rapat, dan sebagainya.

D. Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2017: 335), yang dimaksud dengan teknik analisis

data adalah proses mencari data, menyusun secara sistematis data yang diperoleh

dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara

mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit,

melakukan sintesis, menyusun ke dalam pola memilih mana yang penting dan

yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh

diri sendiri maupun orang lain.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis

data induktif. Analisis data induktif adalah penarikan kesimpulan yang berangkat

dari fakta-fakta khusus, untuk kemudian ditarik kesimpulan secara umum.

Adapun langkah-langkah untuk menganalisis data dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah mencari, mencatat, dan mengumpulkan semua

secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di

lapangan yaitu pencatatan data dan berbagai bentuk data yang ada di lapangan.
32

2. Reduksi Data

Reduksi Data adalah Menurut Sugiyono (2017: 338). Mereduksi data

berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang

penting, dicari tema dan polanya dan membuang hal yang tidak perlu. Dengan

demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas,

dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan

mencarinya bila diperlukan.

3. Penyajian Data

Data yang disajikan dapat berupa uraian singkat, bagan, hubungan antar

kategori, flow chart dan sejenisnya. Adapun dalam penelitian ini data disajikan

dalam bentuk teks deskriptif atau naratif yang berisikan data data terkait masalah

penlitian untuk selanjutnya dianalisis demi kepentingan pengambilan kesimpulan.

4. Pengambilan Kesimpulan

Pengambilan Kesimpulan adalah Langkah ketiga dalam analisis data

kualitatif menurut Miles dan Huberman yang dikutip oleh Sugiyono (2017: 345)

adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan

masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang

kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Kesimpulan

dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang

dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena masalah dan rumusan

masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan

berkembang setelah penelitian di [Link] penelitian ini data yang telah

diproses dengan langkah-langkah seperti di atas, kemudian ditarik kesimpulan


33

secara kritis dengan menggunakan metode induktif yang berangkat dari hal-hal

yang bersifat khusus untuk memperoleh kesimpulan umum yang objektif.

Kesimpulan tersebut kemudian diverifikasi dengan cara melihat kembali pada

hasil reduksi dan display data sehingga kesimpulan yang diambil tidak

menyimpang dari permasalahan penelitian.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian

1. Identitas Sekolah

Nama Sekolah : SMP SWASTA AZIZI

Alamat : Jl. Kesatria No. 70 Medan

Kecamatan : Medan Perjuangan

Kelurahan : Pahlawan

Kota : Medan

Provinsi : Sumatera Utara

NPSN : 10210037

Kode Sekolah : 277

Pembukaan : 15/07/1970

NO & TGL SK Izin Operasional

Izin Operasional : 420-19104. PPD/ 2010

Akreditasi : B (Baik) 30 April 2007

Sekolah Swasta : 420/306-PPD/2015

NO. NSS : 204076002062

NO. NDS : 200712005

34
35

NO. NPSN : 102100037

Berdiri Tahun : 1970/1971

Nama Sekolah : Perguruan Islam Azizi

2. Visi dan Misi Sekolah

Visi Sekolah :

AKRAB : Aktif, Kreatif, Relegius, Amanah, dan Bersahaja

Misi Sekolah :

1. Mendorong aktifitas dan kreatifitas secara optimal kepada seluruh

komponen sekolah terutama siswa

2. Mengoptimalkan pembelajaran dalam rangka meningkatkan

keterampilan siswa

3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga

kecerdasan siswa agar tercapai kecerdasan intelektual dan emosional

yang mantap

4. Aktif terhadap perkembangan dan keinginan teknologi

5. Amanah dan menambah cinta kebersihan dan keindahan kepada semua

komponen sekolah

6. Menumbuhkan penghayatan yang dalam dan pengalaman yang tinggi

terhadap ajaran agama ( Religi) sehinga tercipta kematangan dalam

berfikir, bertindak/ beramal ibadah

7. Bersahaja, Ramah dan rendah hati


36

3. Struktur Sekolah

STRUKTUR SMP SWASTA AZIZI

1. Ka SMP : Drs. Riswan Nasution

2. Wakil Kepala Sekolah : Ade Abdullah Hud, SS

3. KTU : Hasno

4. TU : Nurbaiti Harahap, [Link]

5. Perpustakaan : Safni Patnita, SP.d

6. Laboratorium : Drs. Muhd Yunus

7. Wali Kelas :

 Kelas VII-1 Darwanti Hrp, [Link]

 Kelas VIII-2 Ade Dumasari, [Link]

 Kelas VIII-1 Mhd Supriadi, [Link]

 Kelas VIII-2 Safni Fatmita, [Link]

 Kelas IX-1 Suaidah Parinduri, [Link]

 Kelas IX-2 Sukarni, [Link]

 Kelas XI-3 Mursidah, [Link]

B. Deskripsi Hasil Penelitian

1. Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok pada Siswa Kelas VIII di

SMP Swasta Azizi Medan

Layanan Bimbingan Kelompok sangat dibutuhkan untuk membantu

siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki siswa yang merupakan

salah satu penyebab rendah diri pada siswa. Sebelum penelitian dilakukan,

peneliti telah berbincang-bincang dengan Bapak Riswan Nasution selaku


37

kepala sekolah di SMP Swasta Azizi Medan,Adapun dari informasi yang

didapat bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling berjalan dengan lancar

dan baik khususnya layanan bimbingan kelompok.

Hal ini didukung dengan observasi dengan penelitian yang dilakukan

pada tanggal 26 Agustus 2021 mengenai sarana pendukung untuk

memaksimalkan kinerja guru bimbingan dan konseling serta memajukan

bimbingan konseling di sekolah SMP Swasta Azizi Medan. Adapun sarana

pendukung yang disediakan oleh kepala sekolah yaitu: fasilitas dan ruangan

bimbingan konseling. Dan selanjutnya wawancara dengan Bapak Ade

Abdullah Hud, SS pada tanggal 26 Agustus 2021 selaku guru bimbingan dan

konseling.

 Bagaimana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling disekolah ini pak?

Alhamdulillah sampai saat ini pelaksanaan layanan bimbingan konseling

berjalan dengan lancar

 Apakah layanan bimbingan kelompok berjalan dengan lancar pak? Iya

alhamdulillah layanan bimbingan kelompok masi berjalan dengan lancar

 Apakah disekolah ini sudah pernah melaksanakan layanan bimbingan

kelompok terhadap rendah diri siswa pak? Sejauh ini belum pernah

melaksanakan bimbingan kelompok terhadap rendah diri

 Bagimana cara bapak menyikapi siswa yang mengalami rendah diri?

 Iya begitulah cukup saya nasehati dan beri dia motivasi dan bantu dia

agar kemampuan belajar nya meningkat


38

Berdasarkan hasil wawancara terlampir yang peneliti lakukan dengan guru BK

tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling disekolah yaitu guru bimbingan

dan konseling melaksanakan layanan bimbingan kelompok agar seluruh siswa

mendaptkan pelayanan bimbingan dan konseling, dan selalu menyusun

rencana didalam pelaksanaan layanan terutama layanan bimbingan kelompok,

tetapi guru BK belum pernah melakukan bimbingan kelompok terhadap

rendah diri siswa. Adapun permasalahan seperti itu maka peneliti menerapkan

layanan bimbingan kelompok Dibawah ini akan dijelaskan langkah-

langkahnya.

a) Tahap Permbentukan

Langkah dari bimbingan kelompok yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Tahap pembentukan adalah tahap dimana peneliti mengucapkan salam dan

mengajak anak anak berdoa, kemudian mengucapkan terimaksih kepada anak-

anak atas kehadirannya untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok ini

selanjutnya pemimpin kelompok mengecek kehadiran anak-anak, lalu anggota

kelompok memperkenalkan diri terlebih dahulu dan cita cita serta kegemaran

mereka, setelah itu pemimpin kelompok menjelaskan pengertian bimbingan

kelompok, asas bimbingan kelompok yang terdiri dari 4 asas diantara nya

yaitu: kerahasiaan, kenormatifan, keterbukaan, dan kesukarelaan, kemudan

menjelaskan tujuan dari bimbingan kelompok kepada anak-anak, setelah

selesai menjelaskan tentang bimbingan kelompok pemimpin kelompok

mengajak anggota kelompok untuk belajar sambil bermain agar meningkatkan

kekompakan serta dinamika kelompok.


39

Pimpinan : Assalamualikum..

Anggota : waalaikumsalam bu..

Pimpinan : Untuk memulai kegiatan dipagi hari ini kita berdoa

menurut kepercayaan masing masing terlebih dahulu ya,

berdoa dimulai (doa selesai)

Pimpinan : Sebelumnya ibu mengucapkan terimaksih kepada siswa

kelas VIII yang sudah berkenan hadir dipagi hari ini untuk

mengikuti kegiatan layanan bimbingan kelompok. Sebelum

lanjut ibu ingin mengecek kehadiran anak-anak ibu dulu ya,

oke semua sudah lengkap, sebelumnya ada yang sudah

kenal dengan ibu belum.

Anggota : Belum ada bu.

Pimpinan : Baiklah ibu akan memperkenalkan diri terlebih dahulu ya,

jadi nama ibu Sari Elida Lestari panggil saja ibu Sari.

Anggota : Haii ibu Sari..

Pimpinan : Nah ibu kan sudah memperkenalkan diri jadi giliran

kalian ya yang memperkenalkan diri biar kita saling kenal

semuanya, oke sebutkan nama, cita cita dan hobby oke

dimulai dari sebelah kanan ibu ya.

Anggota 1 : Nama saya AM , cita cita saya ingin menjadi polisi, dan

saya suka menggambar


40

Anggota 2 : Nama saya CA , cita cita saya ingin menjadi guru, dan

saya suka membaca

Anggota 3 : Nama saya AA , cita cita saya ingin menjadi polisi, dan

saya suka bermain futsal

Anggota 4 : Nama saya DA , cita cita saya ingin menjadi dokter, dan

saya suka membaca

Anggota 5 : Nama saya YS , cita cita saya ingin menjadi jurnalis dan

saya suka jalan jalan

Anggota 6 : Nama saya AZ , cita cita saya ingin menjadi ingin menjadi

pemain bola, dan saya suka bermain bola.

Pemimpin : Oke baiklah ibu sudah tau nama nama kalian semua

sehinga ibu lebih mudah untuk mengenal kalian.

Selanjutnya ibu akan menjelaskan kegiatan hari ini pasti

kalian pada bingung kenapa kita ada diruangan ini.

Anggota : Hehe iya bu (salah satu anggota menjawab)

Pemimpin : Disini sudah yang pernah melakukan kegiatan layanan

bimbingan kelompok ? Dan ada yang bisa jelasin apa itu

bimbingan kelompok?

Anggota : Kalau dikelas lain seperti nya sudah pernah bu saya

pernah dengar tapi kalau dikelas ini belum pernah jadi tidak

tau apa itu layanan bimbingan kelompok.


41

Pemimpin : `Baikalah untuk mempersingkat waktu ibu beritahu

kepada kalian semua ya jadi bimbingan kelompok adalah

suatu kegiatan yang diadakan oleh pemimpin kelompok

dengan sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika

kelompok untuk memberikan informasi kepada anggota

kelompok. Dan bimbingan kelompok memiliki asas yaitu:

asas kerahasiaan, asas keterbukaan, asas kenormatifan, dan

asas kesukarelaan. Dan tujuan dari kegiatan ini adalah

untuk memberikan informasi dan membantu masalah-

masalah yang dialami oleh satu kelompok. Yang menjadi

pemimpin kelompok itu ibu sendiri dan anggota kelompok

adalah kalian semua. Gimana sudsh paham semua ?

Anggota : ohh begitu bu sudah paham bu.

Pemimpin : Ibu harap kegiatan kita ini bisa berjalan dengan lancar dan

kondusif semua harus aktif dalam memberikan tanggapan

ya.

b) Tahap Peralihan

Ditahap kedua atau tahap peralihan ini pemimpin menjelaskan kembali

sedikit mengenai bimbingan kelompok, serta pemimpin kelompok

memberikan kesempatan kepada anggota kelompok untuk bertanya mengenai

bimbingan kelompok , kemudaian pimpinan kelompok mengajak anggota


42

kelompok untuk menciptakan suasana akrab serta menyiapkan kesiapan

anggota kelompok untuk melanjutkan ketahap selanjutnya.

Pemimpin : Baiklah, apakah kalian sudah siap untuk melakukan

ketahap selanjutnya ?

Anggota : Kami sudah siap bu..

c) Tahap Kegiatan

Tahap yang ketiga ini adalah tahap inti atau tahap kegiatan bahwa

pemimpin kelompok menjelaskan kemabali mengenai bimbingan kelompok

yang terbagi menjadi dua yaitu topik bebas dan topik tugas. Karna pemimpin

kelompok memilih topik tugas maka topik permasalahannya adalah “Rendah

diri‟. Pertama pemimpin kelompok menanyakan kepada anggota kelompok

mengenai rendah diri. Anggota kelompok memberikan tanggapannya dan

masukan masukan kepada anggota kelompok lainnya.

Pemimpin : Siapa yang tau apa itu rendah diri ?

Anggota 2 : Tidak tau bu..

Pemimpin : Yang lain ada yang tau tidak?

Anggota 1 : tidak percaya diri ya bu..

Anggota 3 : insecure bu..

Pemimpin : Iya benar rendah diri merupakan bentuk sikap yang timbul

dari perasaan seseorang yang merasa dirinaya serba kurang


43

dari orang lain, dan perasaan ini ditimbulkan oleh sifat sifat

negatif yang dimiliki seseorang dan bisa juga terjadi karena

perasaan terlalu kejam maksud nya terlalu meghakimi diri

sendiri.

Anggota 5 : Jadi rendah diri itu tidak boleh insecure ya bu..

Pemimpin : Iya benar sekali, Ada yang bisa memberikan contoh

rendah diri ?

Anggota 4 : Hm bingung bu mau jawab apa

Anggota 6 : tidak tau bu..

Pemimpin : Oke baiklah, semua belum terlalu paham ya apa itu rendah

diri.

Anggota 2 : iya bu.

Anggota 4 : Saya juga belum paham bu.

Pemimpin : Siapa disini yang tidak berani menyampaikan pendapat

didepan kelas ?

Anggota 3 : Saya bu.

Anggota 1 : Saya juga bu,

Pemimpin : Terus siapa disini yang masi insecure dalam berteman ?

Anggota 6 : Saya bu,

Pemimpin : Lalu apa alasan kalian sampai seperti itu?


44

Anggota 3 : Ya karna malu bu takut salah kalau menyampikan

pendapat itu.

Anggota 1 : takut salah bu.

Anggota 6 : Malu bu kalau ingin bergabung dengan yang, lebih enak

sendiri aja gitu.

Anggota 4 : Saya juga tidak percaya diri bu dengan kemampuan yang

saya punya hehe.

Pemimpin : Nah jadi itulah yang disebut bahwa kalian itu rendah diri.

Kalian tidak boleh rendah diri kalian harus percaya diri

apapun itu masalahnya Baikalah anak anak ibu, ini

merupakan satu jenis permasalahan yang harus diselesaikan

dengan layanan bimbingan kelompok ini.

Berdasarkan kegiatan yang dilakukan oleh pemimpin kelompok dengan

anggota kelompok diatas adalah beberapa pendapat yang bermunculan ketika

kegiatan berlangsung setelah meraka melakukan kegiatan bimbingan kelompok

sehingga lebih memahami secara luas mengenai rendah diri. Masalah yang sering

muncul disekitaran mereka adalah adanya rendah diri pada siswa terssebut.

d) Tahap Pengakhiran

Tahap ini adalah tahap pengakhiran atau tahap penutupan didalam layanan

bimbingan kelompok, Pemimpin kelompok menanyakan kembali mengenai

penyesuaian diri. Kemudian pemimpin kelompok menanyakan hal hal apa saja
45

yang masih menjangkal seputar permasalahan rendah diri siswa yang akan dibahas

Dipertemuan selanjutnya. Kemudian pemimpin kelompok memberikan keyakinan

kepada anggota kelompok untuk menerapkan hal hal yang telah

[Link] pemimpin kelompok akan menanyakan rencana kedepannya

serta anggota kelompok mengemukan pesan dan kesannya setelah mengikuti

kegiatan bimbingan kelompok dan menanyakan waktu untuk melakukan kegiatan

selanjutnya.

Pimpinan : Oke sebelum berakhir nya kegiatan kita hari ini, ibu ingin

bertanya kembali mengenai apa itu rendah diri ?

Anggota 6 : Rendah diri itu insecure bu malu-malu

Pemimpin : Bagus, berarti sudah paham apa itu rendah diri ya, ,Masih ada lagi

yang ingin ditanyakan kepada ibu ?

Anggota 1 : Tidak ada lagi bu (semua anggota menjawab)

Pemimpin : Oke baiklah kalau sudah tidak ada lagi, di lain waktu kita akan

membahas kembali ya dan berjumpa kembali ya anak-anak

Anggota 4 : iya bu (semua anggota menjawab)

Pemimpin : Nah jadi apa pesan dan kesan dan aoa harapan selama kegiatan

kita ini berlangsung ?

Anggota 3 : Kesannya seru bu bisa berbagi pikiran sama teman teman dan

nambah ilmu juga.


46

Pimpinan : Alhamdulillah senneg ibu dengarnya, sudah kita bahas semua

materi hari ini kesan ibu yaitu ibu senang bisa kenal kalian semua,

dan ibu juga bersyukur kalian sangat antusias dalam memberikan

tanggapan. Baikalah cukup sekian kegiatan kita hari ini ya.

Assalamualaikum..

Anggita : Waalaikumsalam bu..

Setelah selesai dilakuakan BKP yang pertama, kemudian dipersiapakan

pelaksanaan layanan BKP yang kedua, pertama mengatur pertemuan dengan

peserta layanan bimbingan kelompok untuk melakukan kegiatan BKP yang kedua

adapun tanggal yang disepakati dengan peserta untuk melaksanakan BKP adalah 7

september 2021 kemudian dilanjutkan dengan menysusn RPL dengan topik

“Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendah Diri”.

Selanjutnya mempersiapakn kegiatan layanan bimbingan kelompok yang

kedua yaitu mempersiapkan daftar hadir, topik pembahasan yang digunakan.

Adapun pelaksanaan layanan bimbingan bimbingan kelompok ini dilaksanakan

dengan prosedur sebagai berikut:

a) Tahap Pembentukan

Ditahap pembentukan untuk pertemuan yang kedua ini peneliti mengucapkan

salam dan mengajak anggota kelompok berdoa kemudian peneliti mengecek

kehadiran anggota kelompok dan peneliti mengucapkan terimaksih kepada

anggota kelompok yang telah hadir kembali dengan mengikuti kegiatan layanan

bimbingan kelompok ini, dan menyapa kabar anggota kelompok.


47

Pemimpin : Assalamualikum anak-anak ibu..

Anggota : Waalaikumsalam bu (semua anggota kelompok menjawab)

Pemimpin : Oke anak-anak, semuanya sudah hadirkan ?

Anggota : Hadir bu..

Pemimpin : Alhamdulillah semuanya hadir, terimaksih ya anak-anak ibu

semua sudah ingin mengikuti kegiatan kita ini, nah bagaimana

kabarnya kalian semua? Sehatkan?

Anggota : iya bu, Alhamdullilah skami semua sehat bu, ibu sendiri gimana

kabarnya?

Pemimpin : Alhamdulillah kalau semuanya sehat, iya ibu juga Alhamdulillah

sehat juga.

Anggota : Alhamdulillah bu..

b) Tahap Peralihan

Tahap Peralihan adalah tahap dimana peneliti menanyakan kembali mengenai

bimbingan kelompok dan memberikan kesempatan anggota kelompok untuk

menanyakan kembali mengenai materi yang sudah dibahas sebelumnya,

kemuadian pemimpin kelompok menanyakan kembali tentang kesiapan kelompok

untuk memasuki tahap yang selanjutnya.

Pemimpin : Oke baiklah anak-anak kita memasuki kegiatan yang kedua, ada

yang ingin ditanyakan mengenai materi yang kemarin ?


48

Anggota : Sudah tidak ada lagi bu (semua anggota kelompok menjawab)

Pemimpin : Baiklah anak-anak ibu apakah kalian sudah siap untuk memasuki

kegiatan selanjutnya ?

Anggota :Kami sudah siap bu (semua anggota kelompok menjawab).

c) Tahap Kegiatan

Tahap kegiatan ini pertemuan yang kedua peneliti menanyakan masalah-

masalah yang dialami anggota kelompok. Kemudian masing-masing anggota

kelompok menacri solusi untuk memecahkan suatu masalah, dan anggota

kelompok diharuskan untuk mengungkapkan masalah-masalah yang dialami nya

saat ini.

Pemimpin : Oke anak-anak apakah kalian masih rendah diri?

Anggota 4 : Saya sudah mulai berani sekarang bu..

Pemimpin : Bagus, yang lain gimana ni masih rendah diri?

Anggota 5 : Saya bu masih sedikit ragu ragu bu tapi sudah lebih baik dari

sebelumnya.

Pemimpin : Ada lagi yang mau menanggapi nya ?

Anggota 1 : Saya bu sekarang sudah mulai tidak insecure lagi

Anggota 6 : iya saya juga bu, sekarang sudah mulai bergabung dengan teman

teman lainnya tidak hanya dengan teman akrab saja bu, dan tidak

menyendiri lagi dikelas.


49

Pemimpin : Iya bagus itu jadi rendah diri harus kita lawan tidak boleh

insecure karna rendah diri itu kepribadian yang buruk sifat ini

menyebabkan berbagai hambatan dalam pergaulan, dalam bidang

akademis, dan berbagi perilaku yang menyimpang dan mungkin

juga menyebabkan depresi dan bisa juga untuk bunuh diri, nah

kalian tidak mau seperti itu kan jadi kita haru percaya diri apapun

keadaan nya tidak boleh rendah diri ya.

Anggota 3 : Iya bu benar juga ya.

Anggota 5 : Iya bu benar sekali itu.

Anggota 4 : benar juga ya bu yang ada rugi sama diri kita sendiri.

Pemimpin : Syukurlah kalau kalian semua sudah memahaminya, baiklah ada

lagi yang memiliki masalah yang berkaitan dengan materi kita

yang kemarin ? Masih ada lagi yang mau mengungkapkan

masalahnya mengenai pembahsan kita kemarin anak-anak?

Anggota 1 : Sekarang saya mencoba untuk berani bu kalau ingin

menyampaikan pendapat apapun itu.

Anggota 2 : Saya juga mencoba agar tidak pemalu bu..

Pemimpin : Iya bagus sekali kamu, ingat jangan rendah diri lagi ya tetap harus

percaya diri jangan insecure dengan yang lain tetap berusaha

menjadi diri sendiri..


50

Anggota 5 : Saya berusaha tenang bu tidak merasa cemas yang berlebihan

kalau disuruh guru unttuk menjawab pertanyaan didepan kelas,

karana saya rasa kalau gugup semakin tidak bisa.

Pemimpin : Oke sanagat baik semuanaya sekarang sudah mulai dapat

memahami dirinya masing-masing, Ibu jadi senang melaksanakan

kegiatan ini karena kalian sanagt antusias. Oke sampai sini adakah

yang ingin disampaikan atau ditanyakan lagi sama ibu?

Anggota : Tidak ada lagi bu ( semua anggota kelompok menjawab).

d) Tahap Pengakhiran

Tahapa pengalhiran iniatau tahap penutupan dalam kegiatan bimbingan

kelompok, pemimpin kelompok mengemukakan bahwa kegiatan layanan

bimbingan kelompok ini akan segera berakhir, kemudian pemimpin kelompok

menyimpulkan materi yang telah dibahas.

Pemimpin : Baiklah anak-anak kegiatan hari ini akan segera berakhir, jika ada

yang ingin bertanya ibu persilahkan.

Anggota : Sudah tidak ada lagi bu (semua anggota kelompok menjawab)

Pemimpin : Alhamdulillah anak-anak kita sudah membahs semua

permasalahannya. Nah jadi kesimpulan dari kegiatan ini adalah jika

ada sesuatu yang ingin dilakukan, tetapi entah kenapa tidak berani

melakukan, lakukan sekarang dan kerjakan sekarang itu mungkin

tidak mudah begitu juga dengan memendamnya dengan mencoba


51

dan terus mencoba rasa ketidak mampuan akan lenyap dan rasa

rendah diri akan hilang. Dengan diadakan layanan bimbingan

kelompok ini ibu harap kalian tidak merasa rendah diri lagi dan

harus tetap percaya diri dalam kegiatan belajar maupun

dilingkungan sekitar.

Baiklah anak-anak apakah kalian semua sudah mengerti ?

Anggota : Kami sudah mengerti bu (semua anggota kelompok menjawab)

Pemimpin : Biklah ibu akhiri kegiatan hari ini ya Assalamualaikum..

Anggota : Waalaikumsalam [Link]..

2. Rendah Diri Siswa Kelas VIII di SMP Swasta Azizi Medan

Data Rendah diri siswa kelas VIII di SMP Swasta Azizi Medan di ukur

dengan mengguanakan dua asesmen teknik non-tes, Pertama, observasi, dimana

peneliti melakukan observasi kepada siswa pada saat proses layanan bimbingan

kelompok pertama dan kedua, Kemudian asesmen yang kedua, adalah wawancara,

dimana wawancara dilakukan kepada siswa anggota bimbingan kelompok dan juga

guru BK, yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan layanan bimbingan

kelompok.

Rendah diri siswa berdasarkan hasil observasi dan wawncara sebelum

dilakukan layanan bimbingan kelompok cenderung kurang baik. Adapun gambaran

rendah diri siswa pada saat sebelum perlakuan pertama dan pada saat perlakuan

kedua, dideskripsikan pada tabel berikut:


52

Tabel. 4.1

Deskripsi Rendah Diri Siswa Kelas VIII di SMP Swasta Azizi Medan

No Sebelum Perlakuan BKP Pertama BKP Kedua


Suka menyendiri
Siswa cenderung diam dan Siswa mulai mau Siswa sudah mau dan
menyendiri tidak ingin bergabung dengan yang tidak menyendiri siswa
bergabung dengan yang lainnya dan berinteraksi yang menunjukan
lainnya, selalu menarik diri dengan teman yang perubahan karena meraka
dari pergaulan karena siswa belum akrab dengan yang tau bagaimana cara
merasa tidak tau cara lainnya. Mereka juga memulai bermain dengan
memulai bermain dengan mulai sadar tidak ada yang lainnya walaupun
1 orang lain yang belum yang perlu ditakutkan bukan teman akrab nya,
akrab dengannya. jika berteman dengan siswa berfikir bahwa
siswa berfikir bergabung yang lainnya atau teman banyak teman itu seru
dengan yang lainya tidak yang belum akrab dan bukan cuma teman
ada yang ingin merespon akrab nya saja tetapi
dan juga ada rasa takut jika kesemua teman yang
akan dimusuhi teman. lainnya. Dan siswa juga
percaya bahwa tidak ada
yang ingin memusui nya.
Sulit berkomunikasi dengan yang lain
Siswa cenderung susah Siswa mulai mau Di tahap kedua Siswa
berkomunikasi baik itu berkomunikasi dengan sudah mampu saling
disekolah maupun yang lainnya jika berkomunikasi baik
dilingkungan sekitar karena bertemu orang lain atau dengan guru maupun
2 siswa tidak berani untuk guru saling menyapa dan dilingkungan sekitar
menyapa atau menanyakan berani menyanyakan tidak ada rasa acuh tak
sesuatu dengan guru sesuatu apa yang ingin acuh.
maupun orang lain. ditanyakan dan berbicara
tidak terlalau singkat.
53

Pemalu
Siswa cenderung malu Beberapa siswa mulai Ditahap kedua ini siswa
untuk menyampaikan tebuka dalam semakin yakin bahwa
pendapat nya didepan kelas menyampikan tidak ada yang perlu di
dan tidak berani menjawab pendapatnya dan sudah malu kan, siswa semakin
pertanyaan dari guru mulai berani menjawab berani untuk memberikan
dikarenakan malu takut pertanyaan dari guru, dan pendapat atau pun
3 salah jawaban yang mencoba menjawab menjawab pertanyaan
diajukan meraka berfikir pertanyaan dari guru dari guru, mereka
bahwa pendapat yang tidak malu siswa yakin percaya bahwa pendapat
mereka ajukan itu salah bahwa pendapat mereka yang diberikan adalah
dan akan ditertawakan oleh itu baik tidak perlu malu pendapat yang baik.
teman teman nya. dengan yang lainnya.
Mudah merasa cemas
Siswa mengakui bahwa Siswa mulai merasa Siswa semakin tidak
meraka merasa cemas jika tenang dan tidak gugup cemas dan bisa percaya
tiba tiba disuruh menjawab jika disuruh menjawab diri saat ingin menjawab
pertanyaan dari guru selalu pertanyaan oleh guru. pertanyaan walaupun
gugup jika ingin menjawab Dan mulai menunjukan diperhatikan oleh guru.
4 pertanyaan dari guru. potensi diri nya tidak Rasa cemas yang
Mereka takut jika terlalu gugup walaupun awalnya sangat takut
menjawab pertanyaan itu diperhatikan oleh guru menjadi terbiasa dan
salah dan dimarahi oleh dan teman temannya. mulai santai saat
guru. menjawab pertanyaan
tersebut.

Tidak percaya diri


Siswa mengakui bahwa Siswa mulai mau dan Siswa semakin percaya
5 mereka tidak percaya diri mampu memunjukan diri dengan adanya
dalam kemampuan yang kemampuan yang kemampuan yang
54

meraka punya, siswa dimilikinya, mau dimilikinya, tidak ada


merasa orang lain lebih menunjukan potensi nya lagi yang membanding
mempunyai kemampuan didepan kelas mulai bandingkan dirinya
yang lebih begus. percaya diri tanpa dengan yang lainnya.
membanding bandingkan Meraka berfikir bahwa
dengan yang lainnya. setiap potensi yang
dimiliki orang itu
berbeda beda tidak bisa
disamkan.
Berfikir negatif
Beberapa siswa mengakui Siswa mulai sadar bahwa Siswa semakin yakin
bahwa kadang adanya perilaku itu tidak baik, tidak ada siswa yang
berfikir negatif dan kemampuan setiap bodoh jika kita mau
dikarenakan dirinya merasa orang itu berbeda beda, berusaha belajar akan
bodoh dan tidak seperti jika ingin berusaha akan mendapat juara.
teman lainnya yang bisa mendapatkan hasil yang Siswa juga tidak berfikir
6 mendapatkan juara dikelas. kita mau. negatif lagi dalam hal
belajar dan tidak
membanding bandingkan
dengan yang lainnya dan
bisa menjadi motivasi
untuk kedepannya agar
bisa mendapat juara.
Merasa orang lain tidak seportif
Beberapa siswa mearasa Siswa mulai mengerti Siswa sadar dan
bahawa temanya tidak tidak boleh berfikir yang memahami bahwa
sportif dalam belajar yang negatif yang merasa perasaan nya itu salah
7 membuat dirinya berfikir orang lain tidak sportif yang menganggap orang
negatif. yang sekedar perasaan lain tidak sportif.
negatif nya saja. Siswa tidak lagi
55

menganggap orang lain


seperti yang ada
diperasaan nya yang
menganggap tidak
sportif.

3. Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Mengatasi Rasa

Rendah Diri Siswa Kelas VIII Di SMP Swasta Azizi Medan.

Pelaksanaan layanna BKP untuk mengatasi rendah diri siswa kelas VIII Di

SMP Swasta Azizi Medan dilakukan sesuai dengan tahapan yang seharusnya.

Adapun deskripsi dari setiap tahapan sudah dideskripsikan pada sub sub

sebelumnya. Peneliti melakukan observasi pada setiap tahapan pelaksanaan layanan

BKP. Kegiatan observasi dilakukan terhadap proses pelaksanaan bimbingan

kelompok dengan menganalisis keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan layanan

bimbingan kelompok dan rendah diri siswa dalam kegiatan layanan bimbingan

kelompok. Observasi dilaksankan selama proses pemberian layanan berlangsung

dibantu oleh seorang guru kelas/pembimbing. Dengan mengamati sejauh mana

tindakan layanan BKP memberikan perubahan terhadap reendah diri siswa.

Pada awal awal kegiatan siswa tcenderung canggung dan terdapat siswa

yang seperti salah tingkah, hal ini kemungkinan didasari rasa gugup dan malu malu

padahal ketika tahap pembentukan dilakukan untuk memperkenalkan diri didapati

fakta bahwa mereka satu kelas. Ketika selesai perkenalan guru BK menjelaskan

tahapan pada layanan BK dan alur pelaksanaannya. Siswa terlihat cukup mengerti

dengan tujuan dan bagaimana layanna ini akan dilakukan. Namun memang terlihat
56

bahwa adanaya rendah diri siswa. beberapa siswa terlihat ragu ketika guru bk

menyampikan bahwa mereka akan berdiskusi tanpa ada sproses menilai salah dan

benar. Setiap orang diperkenalkan untuk berpendapat dan berargumen. Guru juga

menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu mereka mengatasi

rendah diri mereka dan tidak terkait dengan nilai apapun sehingga mereka tidak

perlu takut untuk mengungkapkan oemikiran mereka.

Seiring berjalannya layanan BKP siswa semakin mampu untuk

menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan dari guru, Begitu pula pada

proses layanan bkp yang kedua mereka bahkan semakin terlihat nyaman saat

menyampaikan pendapat, tidak gugup untuk menanggapi pertanyaan semakin aktif

bertanya daan menikmati setiap kegitan dan dinamika /hubungan antar anggota

semakin terjalin baik.

Terdapat bebrapa hambatan terjadi selama proses kegitan layanan

bimbingan kelompok berlangsung namun dapat diatasi dengan baik, seperti yang

diketaui bahwa pada sat ini tengah terjadi pandemi Covid-19 sehingga pelaksanaan

BKP harus dilaksankan dengan jarak 1 m antar siswa, kendala yang terjadi siswa

tidak mampu mendengar dengan baik lawan bicaranya dikarenakan jarak yang

cukup jauh dan ditambah dengan menggunakan masker seluruhnya sehingga suara

siswa terkadang tidak terdengar dengan jelas, namun hal ini dapat diatasi dengan

meminta siswa untuk mengulang pertanyaan kembali dengan volume yang lebih

kuat dari sebelumnya.


57

Wawancara dengan siswa juga dilakukan guna memperdalam analisi

dalam penelitian ini, Wawancara yang dilakukan terkait rendah diri siswa, Berikut

rincian hasil wawancara pada setiap siswa.

 Siswa pertama dengan inisial AB, mengatakn bahwa “saya memang

sering bingung jika ingin menjawab pertanyaan dari guru didepan

kelas rasanya gugup dan malu takut jawaban saya salah sedangkan

jawaban teman teman benar, tetapi sekarang saya tidak rendah diri lagi

tidak memperdulikan jawaban teman saya, saya yakin jawaban saya

benar dan selalu berfikir positif saja”

 Siswa kedua dengan inisial AK, mengatakn bahwa “saya memng

cenderung menyendiri tidak ingin bergabung dengan yang lainnya

karna saya menganggap mereka tidak ingin bergabung dengan saya,

tapi setelah saya mengikuti kegitan BKP ini saya sadar bahwa

perlakuan saya tidak baik dan saya sekarang sudah bisa bagaimana

cara memulai pertemanan yang baik.

 Sswa ketiga dengan inisial DA, mengaku bahwa “saya sering merasa

cemas yang berlebihan jika tiba tiba disuruh menjawab pertanyaan dari

guru, tetapi ternyata di BKP ini saya rasakan bahwa jika ingin

menjawab pertanyaan dari guru itu tidak perlu cemas dan takut salah

dan saya akan lebih santai jika tiba tiba disuruh guru menjawab

pertanyaan dan yang saya sampaiakn juga itu adalah hal yang baik.

 Hasil wawancara yang dilakukan oleh penliti dengan CA, siswa

keempat menatakan bahwa “Saya memang tidak percaya diri dalam


58

kemampuan yang saya miliki karena menurut saya kemampuan yang

lain lebih unggul dibanding saya, tetapi seteleh saya mengikuti

kegiatan BKP ini saya sadar bahwa tidak boleh membanding

bandingkan diri sendiri dengan kemampuan orang lain dan saya sudah

percaya diri.

 IS siswa kelima mengatakan bahwa “saya mengakui bahwa kadang

saya berfikir negatif karena saya merasa bodoh dan tidak seperti teman

lainnya yang bisa mendapatkan juara dikelas, tapi ternyata di BKP ini

saya merasakan bahwa tidak ada siswa yang bodoh jika ingin berusaha

terus belajar pasti akan ada kemajuan untuk kedepan nya dan saya

yakin itu.

 AZ siswa keenam mengatakan bahwa “saya mearasa bahawa teman-

teman tidak sportif dalam belajar yang selalu mendapat nilai bagus

tetapi setelah saya mengikuti kegiatan BKP ini saya sadar bahwa tidak

ada yang tidak sportif hanya saja saya malas mngerjakan tugas sekolah

yang membuat nilai saya rendah dan saya sekarang sudah merubah

pola pikir saya yang menganggap teman saya tidak sportif dalam

belajar.

Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti datas, sebelum

dilakukan layanan bimbingan kelompok untuk mengatasi rendah diri siswa,

terlihat bahwa siswa memang memiliki rendah diri yang tinggi namun mereka

juga mengakui bahwa setelah mendapatkan layanna bimbingan kelompok ini

mereka menjadi lebih termotivasi dan percaya diri tidak membanding bandinkan
59

dengan orang lain, Hal ini juga didukung oleh data hasil wawncara dengan guru

BK selaku pemimpin kelompok BKP. Guru BK mengatakan “Saya dapat melihat

perubahan lebih termotivasi dan percaya diri pada siswa selama kegiatan BKP ini

dilakukan, siswa menjadi lebih ceria dan tidak malu malu selama kegiatan BKP

dan keseharian mereka, saya senang mereka menjadi lebih baik setelah mendapat

layanan BKP dari saya

C. Diskusi Hasil Penelitian

Dari segi perkembangan rendah diri adalah perasaan menganggap terlalu

rendah pada diri sendiri orang yang rendah diri berarti menganggap diri sendiri

tidak mempunyai kemampuan yang berarti. Sarastika, (2014:16) Pelaksanaan

layanan bimbingan kelompok untuk mengatasi Rasa Rendah Diri Siswa Kelas

VIII Di SMP Swasta Azizi Medan. Layanan bimbingan kelompok yang

merupakan tindakan bimbingan dan konseling pada penelitian ini dilaksanakan

dengan baik. Sesuai dengan teori BKP artinya mengikuti prosedur, tahapan dan

juga semua azas dan prinsip BK pada layanan BKP serta tidak diselenggarakan

secara acak atau seadanya saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui

pengaruh pelaksanaan layanan bimbingan kelompok mampu mengatasai Rasa

Rendah Diri Siswa. wawancara dan juga observasi yang dilakukan pada siswa

menunjukan rasa Rendah Diri siswa sangat tinggi pada saat sebelum dilakukan

tindakan BK yaitu layanan BKP. Seluruh siswa yang menjadi objek penelitian

mengalami menurunnya Rasa Rendah Diri setelah diberikan layanan bimbingan

kelompok.
60

D. Keterbatasan Penelitian

Sebagai manusia biasa peneliti tidak terlepas dari kekhilafan dan kesalahan

yang berakibat dari berbagai faktor yang yang ada pada peneliti: kendala kendala

yang dihadapi sejak dari perbuatan, penelitian, pelaksanaan penelitian hingga

pengolahan data.

1. Keterbatasan kemampuan yang dimiliki oleh peneliti baik moral maupun

materi dari awal proses pembuatan skripsi, pelaksanaan penelitian

sehingga pengolahan data

2. Sulit mengukur pengaruh tindakan layanan bimbingan kelompok untuk

peningkatan Remdah Diri siswa secara akurat karena alat yang digunakan

adalah wawancara dan observasi yang dimilki keterbatasan, dimana

terdapat kemungkinan individu yang memberikan jawaban yang tidak

sesuai dengan apa yang mereka rasakan atau alami sesungguhnya dan

menunjukan perilaku yang berbeda dengan apa yang sebenarnya mereka

rasakan.

3. Terbatasnya waktu yang peneliti untuk melakukan riset lebih lanjut pada

Siswa Kelas VIII di SMP Swasta Azizi Medan.

Selain keterbatasan diatas, penulis juga menyadari bahwa

kekurangan wawasan penulisan melakukan wawancara secara baik, dan

juga kemampuan melakukan observasi dengan lebih mendetail, yang

merupakan keterbatasan peneliti yang tidak dapat dihindari oleh karena itu

dengan tangan terbuka, peneliti mengharpkan saran dan kritik yang

bersifat membangun demi kesempurnaan tulisan dimasa mendatang.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil laporan penelitian di atas, maka pada bab ini penulis

dapat menyampaikan bahwa:

Penerapan layanan bimbingan kelompok yang pertama pada Siswa Kelas

VIII di SMP Swasta Azizi Medan. Tahun Ajaran 2020/2021 berjalaan dengan

baik dan siswa mulai memiliki kemauan dan kemampuan untuk menunjukan

potensi diri, tidak pemalu dan percaya diri. Beberapa siswa mulai berani

menjawab pertanyaan atau menyampikan pendapat dari guru pada proses

pembelajaran berjalan

Penerapan layanan bimbingan kelompok yang kedua menujukan hasil

yang lebih baik lagi, siswa semakin memilki kemauan dan kemampuan siswa

dalam menunjukan potensi diri, tidak terlalu cemas dalam menjawab pertanyaan

didepan kelas, siswa juga mengakui bahwa perilaku mereka yang awalnya kurang

baik semakin membaik dari sebelumnya.

Setelah dilakukannya bimbingan kelompok sebanyak dua kali pada siswa

kelas VIII di SMP Swasta Azizi Medan Tahun Ajaran 2020/2021 dan berdasarkan

berkurangnya rendah diri siswa maka dapat disimpulkan Layanan Bimbingan

Kelompok Efektif Untuk Mengatasi Rasa Rendah Diri Siswa Kelas VIII di SMP

Swasta Azizi Medan Tahun Ajaran 2020/2021.

61
62

B. SARAN

Dari penelitian ini saran yang dapat peneliti berikan adalah:

1. Bagi guru pembimbing diharapkan lebih meningkatkan

keterampilannya dalam upaya mengatasi Rasa Rendah Diri Siswa

melalui kegiatan layanan bimbingan konseling seperti layanan

bimbingan kelompok.

2. Bagi siswa yang mempunyai masalah khususnya Rendah Diri

sebaiknya lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan yang positif seperti

mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan masyarakat lainnya.

3. Berdasarkan haisl penelitian ini yang telah teruji bahwa BKP dapat

mengatasi Rendah Diri Siswa. Maka kepala sekolah dapat mendukung

BK untuk mengembangkan layanan bimbingan kelompok dan layanan-

layanan konseling lainnya secara kontiniu dalam ranagka pembinaan

pribadi siswa.

4. Bagi orang tua, dari beberapa data hasil penelitian sang peneliti yang

mengatakan bahwa orang tua adalah pendidik yang paling utama bagi

anak, maka orang tua dapat mempertimbangkan beberapa hasil

penelitian ini untuk membantu anaknya dalam mengembangkan potensi

diri, khususnya terkait Rendah Diri anak.

5. Bagi peneliti selanjutnya untuk peneliti disarankan untuk

mengguanakan metode yang berbeda dan lebih intensif dalam

melakukan penelitian dan lebih dispesifikasikan dalam melakukan


63

penelitian agar pembahasannya tidak terlalu lebar dan terkesan tidak

menjuurs pada permasalahannya.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2018. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.


Jakarta: Rineka Cipta.

Ahmad, Hariadi. (2017). Pengaruh Biblo Edukasi Terhadap Rasa Rendah Diri
Pada Kelas XI Di SMA Negeri 8 Mataram. Jurnal Bimbingan dan
Konseling FIF IKIP Mataram.

Agustina, Ida, (2014). Penerapan Strategi Reframing Untuk Mengurangi Perasaan


Rendah Diri Kelas VIII-H SMP Negeri 1Jogorogo Ngawi Jurnal BK

Erlangga, Erwin. (2017). Bimbingan Kelompok Meningkatkan Keterampilan


Berkomunikasi Siswajurnal Ilmiah Psikologi

Ghufron N & Rini Risnawita. 2020. Teori Teori Psikologi. Jogjakarta: AR-Ruzz
Media

Hartinah, Siti. 2017. Konsep Dasar Bimbingan Kelompok. Bandung: Refika


Aditama

MS, Darsono. 2014. Kenapa Harus Rendah Diri. Surabaya: Liris

Prayito, Erman Amnti. 2016. Dasar Dasar Bimbingan Dan Konseling Jakarta:
Rineka Cipta

Pranoto, Hadi. (2016). Upaya Meningkatkan Percaya Diri Siswa Melalui Layanan
Bimbingan Kelompok Di SMA Negeri Sungkai Utara Lampung Utara.
Jurnal Lentera Pendidikan

Pupu Saiful Rhmat.(2009). Penelitian Kualitatif. Jurnal Equilibrium, 5 (9)

Rasimin, & M Hamdi. 2018. Bimbingan Dan Konseling Kelompok. Jakarta: Bumi
Aksara

Salahudin, Anas. 2019. Bimbingan & konseling. Bandung: Pustaka Setia.

Suryabrata, Sumadi. 2019. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Syamsu & Juntika N. 2016. Landasan Bimbingan Dan Konseling. Bandung:


Remaja Rosdakarya Offset

Sugiyono, 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:


Alfabeta

64
65

Supardi. Arah Pendidikan Di Indonesia Dalam Tataran Kebijakan Dan


Implementasi. Jurnal Formatif 2 (2): 111-12
66

Lampiran : Kegiatan Layanan Bimbingan Kelompok


67

Lampiran : RPL Layanan Bimbingan Kelompok

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN

KONSELING FORMAT KELOMPOK

I. IDENTITAS RPL

A. Satuan pendidikan : SMP SWASTA AZIZI MEDAN

B. Tahun ajaran : 2020 / 2021

C. Sasaran pelayanan : Kelas VIII

D. Pelaksana : Sari Elida Lestari

E. Pihak terkait : Siswa

II. WAKTU DAN TEMPAT

A. Tanggal : 26 Agustus 2021

B. Jam pembelajaran / layanan : Sesuai Jadwal

C. Volume waktu (JP) : 1 x 30 menit

D. Spesikasi tempat belajar : Ruang yang tersedia

III. MATERI PEMBELAJARAN

A. Materi / subtema : 1. Tema : Rendah Diri

2. Subtema : Cara Mengatasi Rendah Diri

B. Sumber materi : Internet, Buku

C. TUJUAN / ARAH PENGEMBANGAN

A. Pengembangan KES : Agar siswa memahami bagaimana

cara mengatasi rendah diri

B. PENANGANAN KES-T : Untuk mmencegah siswa agar

terhindah dari sifat yang negatif


68

IV. METODE DAN TEKNIK

A. Jenis Layanan : Layanan Bimbingan Kelompok

B. Kegiatan pendukung :-

V. SARANA

A. Media : Slide Power Point

B. Perlengkapan : Laptop

VI. SASARAN PENILAIAN HASIL PELAYANAN

Diperolehnya hal-hal baru oleh siswa terkait KES (Kehidupan Efektif

Sehari RPL RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN) dengan unsur-unsur

AKURS (Acuan, Kompetensi, Usaha, Rasa, Sungguh-sungguh).

A. KES

1. Acuan (A) : Perlunya siswa untuk mengetahui cara mengatasi rendah diri

2. Kompetensi (K) : siswa menguasai pemahaman dalam materi

3. Usaha (U) : siswa mampu meningkatkan rendah diri

4. Rasa (R) : Bagaimana siswa merasa berkenaan tentang materiyang disampaikan

5. Sungguh-sungguh : Bersungguh sungguh dalam meningkatkan rendah diri

B. KES-T : Yaitu terhindarkannya siswa yang tidak memahami tips menjadikan

siswa yang belajar sesuai aturan.

C. Ridho Tuhan, Bersyukur, Ikhlas dan Tabah : Memohon ridho Tuhan untuk

suksesnya siswa mempraktekkan berkenaan dengan tips menjadikan siswa

yang lebih giat belajar lagi


69

VII. LANGKAH KEGIATAN

A. LANGKAH PENGANTARAN : TAHAP PEMBENTUKAN

1. Mengucapkan salam dan mengajak siswa berdo‟a, kemudian mengecek

kehadiran siswa sebelum memulai kegiatan lanjutan.

2. Mengecek kehadiran siswa dan merespon terhadap kondisi yang

berkembang dari kegiatan tersebut.

3. Mengajak dan membimbing siswa untuk memulai kegiatan pembelajaran

dengan penuh perhatian, semangat dan penampilan mereka dengan

melakukan kegiatan ber BMB3 berkenaan dengan materi yang dibahas

yaitu Pembelajaran yang akan dibahas tentang gaya belajar kinestetik.

4. Menyampaikan tujuan pembahasan yaitu memahami tentang „‟ Bagaimana

cara menngatasi rasa rendah diri „‟

5. Menyampaikan tujuan dari sub topik yang dibahas;

a) Dipahaminya oleh peserta didik mengenai pentingknya bertanya

dalam proses pembelajaran.

b) Siswa dapat mempraktikkan keterampilan bertanya dalam proses

pembelajaran berkenaan dengan hakekat penyesuain diri, sehingga

memungkinkan siswa memperoleh beragam informasi baru yang

penting bagi mereka

B. LANGKAH PENJAJAKAN : TAHAP PERALIHAN

1. Menanyakan kepada siswa apalah ada penjelasan yang disampaikan

kurang dipahami.
70

2. Meminta siswa mengemukakan pengetahuan tentang materi yang

disampaikan.

C. LANGKAH PENAFSIRAN : TAHAP KEGIATAN AWAL

1. Membahas kondisi yang dikemukakan siswa pada langkah penjajakan.

2. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan atau merespon materi terkait

3. Perlunya siswa bertanya tentang hal-hal yang tidak dipahami dengan cara

yang baik.

D. LANGKAH PEMBINAAN : TAHAP KEGIATAN UTAMA

1. Memperlihatkan power point yang telah disediakan.

2. Meminta siswa membaca bahan yang diberikan itu (2-5 menit).

3. Mendorongsiswa bertanya tentang materi bacaan tersebut.

4. Meminta respon siswa berkenaan dengan kegiatan mereka pada no. 1, 2,

dan 3 di atas.

5. Menyampaikan dan menjelaskan kepada seluruh siswa secara berturut-

turut tahapan bertanya dalam proses pembelajaran, yang meliputi

:Menyusun apa yang akan ditanyakan dalam bentuk pertanyaan (dalam

bentuk kalimat tanya).

a. “Menghafal” dan memantapkan apa yang akan ditanyakan dengan

kalimat tanya tersebut.

b. Mengangkat tangan ke atas sebagai tanda untuk mengajukan

pertanyaan kepada guru.


71

c. Apabila ditunjuk, siswa menyampaikan pertanyaan kepada guru

berdasarkan apa yang akan ditanyakan (yang ditulis itu) secara

sopan dan jelas.

d. Selanjutnya, secara tertib dan tenang :

e. Menunggu jawaban terhadap untuk pertanyaan yang diajukan.

f. Memperhatikan (dan kalau perlu mencatat) dengan sebaik-baiknya

jawaban yang diberikan.

g. Menunggu kesempatan dari guru untuk bertanya lagi. Catatan :

Kelima tahapan di atas dilakukan berkali-kali dengan

menggunakan materi bacaan yang berbeda-beda, baik pada

lembaran tertulis yang dibagikan ataupun ditayangkan secara

elektronik.

E. LANGKAH PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT : TAHAP

KESIMPULAN DAN PENUTUP

1. Penilaian

Hasil Diakhir proses pembelajaran siswa diminta merefleksikan apa yang mereka

peroleh dengan pola BMB3 dalam kaitannya dengan AKURS :

a. Berfikir (unsur A) : Apa yang mereka pikirkan tentang pemahaman materi

yang telah disampaikan

b. Merasa (unsur R) : Bagaimana mereka merasa dengan dimilikinya

keterampilan atau pemahaman yang benar tentang tips menjadikan siswa yang

belajar tanpa merasa rendah diri


72

c. (unsur K dan U) : Bagaimana mereka akan mempraktikkan tips menjadikan

siswa yang belajar sesuai dengan aturan pembelajaran

d. Bertindak (unsur K dan U) : Bagaiaman mereka membiasakan diri untuk

melakukan tips menjadikan siswa yang yang belajar tanpa menggunakan gaya

belajar kinestetik

e. Bertanggung jawab (unsur U dan S) : Bagaimana mereka bersungguh-sungguh

berusaha memahami materi pembelajaran dengan sebaik-baiknya, dengan cara

bertanya untuk hal-hal yang belum dipahami.

1. Penilaian proses

Melalui pengamatan yang dilakukan penilaian proses

pembelajaran/pelayanan untuk memperoleh gambaran tentang aktifitas siswa

dan efektifitas pembelajaran/pelayanan yang telah diselenggarakan.

1. LAPELPROG dan tindak lanjut

Setelah kegiatan pembelajaran atau pelayanan selesai, disusun Laporan

Pelaksanaan Program Layanan (LAPELPROG) yang memuat data penilaian

hasil dan proses, dengan disertai arah tindak lanjutnya.

Mengetahui Medan 26 Agustus 2021

Kepala Sekolah Pelaksana,

Drs Riswan Nasution Sari Elida Lestari


73

CARA MENGATASI RASA RENDAH DIRI

A. Pemgertian Rendah Diri

Menurut Adler rasa rendah diri adalah: perasaan seseorang lebih rendah

dibandingkan orang lain dalam satu atau lain hal (orang yang merasa rendah

diri cendrung bersikap egosentris, memposisikan diri sebagai korban, merasa

tidak puas dengan dirinya, mengasihani diri sendiri dan mudah menyerah).

Perasaan lebih rendah dapat muncul sebagai akibat sesuatu yang nyata atau

hasil imajinasi saja. Tidak seperti rasa rendah diri yang normal (keinginan

dihormati, dihargai, keinginan dipuji) yang dapat mendorong pencapaian

prestasi, sedangkan rendah diri yang abnormal (rasa tinggi hati yang

berlebihan, menganggap dirinya sangat tinggi, egois dan punya kecendrungan

untuk menolak orang lain) yang akan merusak dirinya sendiri (Alwisol, 2005:

97). Adler berpendapat bahwa rasa rendah diri itu bukanlah suatu pertanda

ketidak normalan justru merupakan pendorong bagi segala perbaikan dalam

kehidupan manusia. Tentu saja rasa rendah diri itu berlebih lebih sehingga

manifestasinya juga tidak normal, misalnya timbulnya kompleks rendah diri

atau kompleks untuk superior, Tetapi keadaan normal rasa rendah diri itu

merupakan pendorong ke arah kemajuan atau kesempurnaan (superior). Adler

(Suryabrata, 2019:188)

Dari segi perkembangan rendah diri adalah perasaan menganggap terlalu

rendah pada diri sendiri orang yang rendah diri berarti menganggap diri

sendiri tidak mempunyai kemampuan yang berarti. Sarastika, (2014:16)

Sedangkan menurut James [Link] rasa rendah diri (inferiority complex)


74

adalah “bentuk kritik diri pribadi yang biasanya merasa takut terhadap celaan

masyarakat, orang-orang yang dibebani dengan perasaan-perasaan tidak

mampu, memperlihatkan perbuatan dan reaksi-reaksi mental yang bermacam-

macam”. Suhartin, (2010:30).

B. Ciri Ciri Rendah Diri

Berkebalikan dengan orang yang rendah diri, orang yang memiliki percaya

diri dan harga diri tinggi akan memiliki ciri-ciri perilaku yakin kepada diri

sendiri, tidak ragu-ragu, tidak bergantung pada orang lain, merasa dirinya

berharga, tidak menyombongkan diri, Saul McLeod mengungkapkan sejumlah

ciri yang biasa terdapat pada orang-orang dengan perasaan rendah diri yaitu :

(Darsono, 2014:19)

16. Menarik diri/malu/pendiam,

17. Merasa tidak aman,

18. Kebutuhan berprestasi yang kurang

19. Sikap negatif

20. Tidak bahagia,

21. Canggung,

22. Suka Marah/benci

23. Motivasi rendah,

24. Tertekan,

25. Suka bergantung pada orang lain

26. Citra diri yang buruk

27. Tidak berani ambil resiko


75

28. Kurangnnya percaya diri

29. Komunikasi yang buruk

30. Tindakan yang berlebihan (acts out).

Richard D. Lavoie, M.A., [Link] dalam tulisannya yang berjudul Self

Esteem: The Cause and Effect of Succes for The Child with Learning Differencec

mengungkapkan ciri-ciri para pelajar yang memiliki harga diri rendah yaitu:

(Darsono, 2014: 24-25)

10. Secara konsisten mengkomunikasikan pertanyaan pertanyaan yang

merendahkan orang lain menunjukan keidakberdayaan.

11. Tidak ikhlas

12. Mempraktekan perfeksionisme

13. Menjadi sangat tergantung

14. Menunjukan kebutuhan akan penerimaan yang berlebihan: hasrat yang

besar untuk menyenangkan figur-figur berkuasa

15. Kesulitan membuat keputusan

16. Menunjukan toleransi yang rendah terhadap kekecewaan

17. Menjadi sangat defensif

18. Memiliki sedikit kepercayaan pada penilaian mereka sendiri dan sangat

rentan terhadap tekanan teman sebaya.


76

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN

KONSELING FORMAT KELOMPOK

I. IDENTITAS RPL

F. Satuan pendidikan : SMP SWASTA AZIZI MEDAN

G. Tahun ajaran : 2020 / 2021

H. Sasaran pelayanan : Kelas VIII

I. Pelaksana : Sari Elida Lestari

J. Pihak terkait : Siswa

II. WAKTU DAN TEMPAT

E. Tanggal : 30 Agustus 2021

F. Jam pembelajaran / layanan : Sesuai Jadwal

G. Volume waktu (JP) : 1 x 30 menit

H. Spesikasi tempat belajar : Ruang yang tersedia

III. MATERI PEMBELAJARAN

D. Materi / subtema : 1. Tema : Rendah Diri

2. Subtema : Faktor Faktor Yang

Mempengaruhi Rendah Diri

E. Sumber materi : Internet, Buku

F. TUJUAN / ARAH PENGEMBANGAN

C. Pengembangan KES : Agar siswa mampu meningkatkan

rendah diri

D. PENANGANAN KES-T : Untuk mmencegah siswa agar

terhindah dari sifat yang negatif


77

IV. METODE DAN TEKNIK

C. Jenis Layanan : Layanan Bimbingan Kelompok

D. Kegiatan pendukung :-

V. SARANA

C. Media : Slide Power Point

D. Perlengkapan : Laptop

VI. SASARAN PENILAIAN HASIL PELAYANAN

Diperolehnya hal-hal baru oleh siswa terkait KES (Kehidupan Efektif

Sehari RPL RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN) dengan unsur-unsur

AKURS (Acuan, Kompetensi, Usaha, Rasa, Sungguh-sungguh).

A. KES

1. Acuan (A) : Perlunya siswa untuk mengetahui cara mengatasi rendah diri

2. Kompetensi (K) : siswa menguasai pemahaman dalam materi

3. Usaha (U) : siswa mampu meningkatkan rendah diri

4. Rasa (R) : Bagaimana siswa merasa berkenaan tentang materiyang disampaikan

5. Sungguh-sungguh : Bersungguh sungguh dalam meningkatkan rendah diri

B. KES-T : Yaitu terhindarkannya siswa yang tidak memahami tips menjadikan

siswa yang belajar sesuai aturan.

C. Ridho Tuhan, Bersyukur, Ikhlas dan Tabah : Memohon ridho Tuhan untuk

suksesnya siswa mempraktekkan berkenaan dengan tips menjadikan siswa

yang lebih giat belajar lagi


78

VII. LANGKAH KEGIATAN

A. LANGKAH PENGANTARAN : TAHAP PEMBENTUKAN

6. Mengucapkan salam dan mengajak siswa berdo‟a, kemudian mengecek

kehadiran siswa sebelum memulai kegiatan lanjutan.

7. Mengecek kehadiran siswa dan merespon terhadap kondisi yang

berkembang dari kegiatan tersebut.

8. Mengajak dan membimbing siswa untuk memulai kegiatan pembelajaran

dengan penuh perhatian, semangat dan penampilan mereka dengan

melakukan kegiatan ber BMB3 berkenaan dengan materi yang dibahas

yaitu Pembelajaran yang akan dibahas tentang gaya belajar kinestetik.

9. Menyampaikan tujuan pembahasan yaitu memahami tentang „‟ Bagaimana

cara menngatasi rasa rendah diri „‟

10. Menyampaikan tujuan dari sub topik yang dibahas;

c) Dipahaminya oleh peserta didik mengenai pentingknya bertanya

dalam proses pembelajaran.

d) Siswa dapat mempraktikkan keterampilan bertanya dalam proses

pembelajaran berkenaan dengan hakekat penyesuain diri, sehingga

memungkinkan siswa memperoleh beragam informasi baru yang

penting bagi mereka

B. LANGKAH PENJAJAKAN : TAHAP PERALIHAN

3. Menanyakan kepada siswa apalah ada penjelasan yang disampaikan

kurang dipahami.
79

4. Meminta siswa mengemukakan pengetahuan tentang materi yang

disampaikan.

C. LANGKAH PENAFSIRAN : TAHAP KEGIATAN AWAL

4. Membahas kondisi yang dikemukakan siswa pada langkah penjajakan.

5. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan atau merespon materi terkait

6. Perlunya siswa bertanya tentang hal-hal yang tidak dipahami dengan cara

yang baik.

D. LANGKAH PEMBINAAN : TAHAP KEGIATAN UTAMA

6. Memperlihatkan power point yang telah disediakan.

7. Meminta siswa membaca bahan yang diberikan itu (2-5 menit).

8. Mendorongsiswa bertanya tentang materi bacaan tersebut.

9. Meminta respon siswa berkenaan dengan kegiatan mereka pada no. 1, 2,

dan 3 di atas.

10. Menyampaikan dan menjelaskan kepada seluruh siswa secara berturut-

turut tahapan bertanya dalam proses pembelajaran, yang meliputi

:Menyusun apa yang akan ditanyakan dalam bentuk pertanyaan (dalam

bentuk kalimat tanya).

h. “Menghafal” dan memantapkan apa yang akan ditanyakan dengan

kalimat tanya tersebut.

i. Mengangkat tangan ke atas sebagai tanda untuk mengajukan

pertanyaan kepada guru.


80

j. Apabila ditunjuk, siswa menyampaikan pertanyaan kepada guru

berdasarkan apa yang akan ditanyakan (yang ditulis itu) secara

sopan dan jelas.

k. Selanjutnya, secara tertib dan tenang :

l. Menunggu jawaban terhadap untuk pertanyaan yang diajukan.

m. Memperhatikan (dan kalau perlu mencatat) dengan sebaik-baiknya

jawaban yang diberikan.

n. Menunggu kesempatan dari guru untuk bertanya lagi. Catatan :

Kelima tahapan di atas dilakukan berkali-kali dengan

menggunakan materi bacaan yang berbeda-beda, baik pada

lembaran tertulis yang dibagikan ataupun ditayangkan secara

elektronik.

E. LANGKAH PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT : TAHAP

KESIMPULAN DAN PENUTUP

1. Penilaian

Hasil Diakhir proses pembelajaran siswa diminta merefleksikan apa yang mereka

peroleh dengan pola BMB3 dalam kaitannya dengan AKURS :

f. Berfikir (unsur A) : Apa yang mereka pikirkan tentang pemahaman materi

yang telah disampaikan

g. Merasa (unsur R) : Bagaimana mereka merasa dengan dimilikinya

keterampilan atau pemahaman yang benar tentang tips menjadikan siswa yang

belajar tanpa merasa rendah diri


81

h. (unsur K dan U) : Bagaimana mereka akan mempraktikkan tips menjadikan

siswa yang belajar sesuai dengan aturan pembelajaran

i. Bertindak (unsur K dan U) : Bagaiaman mereka membiasakan diri untuk

melakukan tips menjadikan siswa yang yang belajar tanpa menggunakan gaya

belajar kinestetik

j. Bertanggung jawab (unsur U dan S) : Bagaimana mereka bersungguh-sungguh

berusaha memahami materi pembelajaran dengan sebaik-baiknya, dengan cara

bertanya untuk hal-hal yang belum dipahami.

1. Penilaian proses

Melalui pengamatan yang dilakukan penilaian proses

pembelajaran/pelayanan untuk memperoleh gambaran tentang aktifitas siswa

dan efektifitas pembelajaran/pelayanan yang telah diselenggarakan.

2. LAPELPROG dan tindak lanjut

Setelah kegiatan pembelajaran atau pelayanan selesai, disusun Laporan

Pelaksanaan Program Layanan (LAPELPROG) yang memuat data penilaian

hasil dan proses, dengan disertai arah tindak lanjutnya.

Mengetahui Medan 30 Agustus 2021

Kepala Sekolah Pelaksana,

Drs. Riswan Nasution Sari Elida Lestari


82

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAH DIRI

Rasa rendah diri bila terus dibiarkan akan memiliki dampak yang buruk bagi

remaja, mungkin ia akan mengalami kesulitan dalam berprestasi disekolahnya,

terjebak kebiasaan diet yang tidak sehat, melakukan tindakan beresiko seperti

mengkonsumsi minuman keras dan narkoba, seks tidak aman, tenggelam dalam

depresi, dan nekat bunuh diri (Darsono, 2014:3). Didalam proses tersebut ada

beberapa faktor yang mempengaruhi rasa rendah diri pada diri seseorangsecara

garis besar munculnya perasaan rendah diri bisa disebabkan dua faktor yaitu

Darsono (2014, 34) yaitu:

c. Faktor Eksternal

5. Lingkungan sekitar

6. Faktor ekonomi keluarga yang lemah

7. Perceraian orang tua

8. Lingkungan keluarga yang tidak harmonis

d. Faktor Internal

4. Kelemahan dalam menguasai materi belajar

5. Adanya cacat tubuh

6. Susah berkomunikasi
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI
1. Nama : Sari Elida Lestari
Tempat/ Tanggal Lahir : Kacangan, 27 September 1999
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat Rumah : Dusun IV Kacangan
Jurusan : Pendidikan Bimbingan dan Konseling

2. Nama Orang Tua:


Ayah : Selamet
Ibu : Siswati Ningsih

3. Jenjang Pendidikan :
 SD Negeri 056617 Parit Pompa Tamat Tahun 2011
 MTs Amaliyah Tanjung Tiga Tamat Tahun 2014
 SMA Negeri 1 Scanggang Tamat Tahun 2017
 Tercatat sebagai Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Tahun 2021 sampai sekarang.

Medan, September
2021
Hormat Saya

Sari Elida Lestari

Anda mungkin juga menyukai