Alat Bantu Melepas Downlock Spring Bungee
Alat Bantu Melepas Downlock Spring Bungee
Ego Widoro, ST., SSiT., MT1, Bambang Sutarmadji, ST, MM2, Imam Sarwo Aji 3
Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug-Tangerang
ABSTRAK: Pada proses pelepasan dan pemasangan Main Landing Gear Downlock Spring
Bungee pada pesawat Boeing 737 – 300/400/500 di PT. Aero Nusantara Indonesia
menggunakan tali sebagai alat bantu untuk menahan dan menarik downlock spring
bungee. Tali tersebut harus ditarik dengan tenaga yang kuat dan membutuhkan
minimal dua orang serta waktu pengerjaan lebih dari empat menit. Kendala lainnya
adalah dibutuhkan pin tambahan yang dipasang pada lubang uplock support shaft
dan kemungkinan tali untuk terlepas atau putus bisa terjadi sehingga hal ini dapat
membahayakan dalam penggunaanya. Rancangan alat bantu ini terdiri dari empat
bagian, yaitu ulir, batang penahan, batang lengan pemutar, dan rangka. Pengukuran
dimensi dari Downlock Spring Bungee diperlukan sebagai bahan perencanaan dan
perhitungan dari rancangan yang akan dibuat. Selanjutnya hasil yang diperoleh dari
perhitungan tersebut akan digunakan sebagai parameter rancangan sehingga
menghasilkan suatu alat yang dapat digunakan cukup dengan satu orang dan waktu
penggunaanya dapat dipercepat menjadi dua menit sehingga dapat disimpulkan
bahwa secara umum alat bantu untuk melepas dan memasang Main Landing Gear
Downlock Spring Bungee pada pesawat Boeing 737–300/400/500 ini sudah sesuai
dengan parameter yang telah ditentukan sehingga rancangan ini dapat menggantikan
alat yang sebelumnya digunakan dan dapat dilakukan validasi agar dapat digunakan
sesuai dengan kegunaanya.
. Kata Kunci: Pelepasan dan pemasangan Main Landing Gear Downlock Spring Bungee; alat
bantu khusus; pesawat Boeing 737 – 300/400/500
ABSTRACT Process of removal and installation Main Landing Gear downlock Spring
Bungee of aircraft Boeing 737 - 300/400/500 at PT. Aero Nusantara
Indonesia using a rope as a tool to hold and pull downlock spring bungee.
The rope must be pulled with a strong force and requires a minimum two
people as well as the processing time of more than four minutes. Another
constraint is needed additional pins are mounted on the support shaft uplock
holes and the possibility to be separated or broken rope could happen so that
it may be accident in its use. The design of this tool consists of four parts, that
is a power screw, rod holder, rod player's arm, and frame. Measuring of
downlock Spring Bungee dimensions used as a planning and calculation of
the design to be created. The calculations results will be used as a design
parameter to produce a tool that can be used with just one person and time of
use can be speeded up to two minutes as well as lower levels of accidents that
may [Link] this design it can be concluded that in general the tools to
remove and install the Main Landing Gear downlock Spring Bungee on the
Boeing 737-300 / 400/500 is in conformity with the parameters that have
been determined so that this design tool can replace previously used and can
be done validation can be used in accordance with their purpose.
Keywords: Installation and removal Main Landing Gear Downlock Spring Bungee; Special
Tools; Task card; Boeing 737 – 300/400/500 aircraft
1
I. PENDAHULUAN MEMASANG MAIN LANDING GEAR
A. Latar Belakang DOWNLOCK SPRING BUNGEE PADA
PT. Aero Nusantara Indonesia (ANI) PESAWAT BOEING 737-300/400/500 DI
merupakan salah satu Approved Maintenance PT AERO NUSANTARA INDONESIA”
Organization (AMO) yang melaksanakan
perawatan pesawat jenis Boeing 737- B. Pembatasan Masalah
200/300/400/500 series, MD-80, ATR 42/72 Dari masalah yang telah diidentifikasi perlu
dan Dornier Do 328-100. Pesawat Boeing adanya pembatasan agar pembahasan lebih
737-300/400/500 adalah salah satu jenis terarah. Adapun masalah yang dibatasi
pesawat yang melaksanakan perawatan di adalah pada “Bagaimana merancang alat
PT. ANI yang menggunakan jenis Landing yang dapat mempercepat dan mempermudah
Gear (roda pendarat) retractable. Pada dalam proses melepas dan memasang Main
Landing Gear jenis retractable mempunyai Landing Gear Downlock Spring Bungee pada
beberapa Bagian komponen, salah satu pesawat Boeing 737-300/400/500?”
komponen tersebut adalah Downlock Spring
Bungee. C. Perumusan Masalah
Bedasarkan pembatasan masalah yang ada,
Downlock Spring Bungee dilepas pada saat
perlu dirumuskan masalah tersebut untuk
penggantian actuator atau pada saat
pelepasan Landing Gear. Pada saat proses dapat menyelesaikan masalah. Terhadap
pelepasan dan pemasangan Downlock Spring pembatasan masalah di atas dapat
Bungee di PT. ANI menggunakan tali dirumuskan sebagai berikut:
sebagai alat bantu untuk menarik Downlock 1. Berapakah besar tekanan yang dibutuhkan
Spring Bungee. Dalam proses pelepasan dan untuk menarik Main Landing Gear
pemasangan Downlock Spring Bungee, tali Downlock Spring Bungee pada pesawat
harus ditarik oleh teknisi dengan tenaga yang Boeing 737-300/400/500?
kuat untuk menahan tension dari Downlock 2. Bagaimana merancang kerangka dan
Spring Bungee dan dibutuhkan pin tambahan mekanisme pergerakan pada alat bantu
yang dipasang pada lubang uplock support untuk melepas dan memasang Main
shaft. Kendala lain yang dijumpai adalah Landing Gear Downlock Spring Bungee
sering ketidaktepatan penempatan End Rid pada pesawat Boeing 737-300/400/500?
dari Downlock Spring Bungee pada dudukan 3. Material dan ukuran apa saja yang sesuai
spring support shaft. Kendala tersebut dengan rancangan alat bantu untuk
disebabkan karena lubang dari End Rid tidak melepas dan memasang Main Landing
sejajar dengan support shaft dan pada saat Gear Downlock Spring Bungee pada
proses penarikanya tidak bisa seimbang pesawat Boeing 737-300/400/500?
akibat dari tension yang kuat dari Downlock
Spring Bungee. Selain ketidaktepatan II. KERANGKA BERFIKIR DAN
tersebut teknisi juga kesulitan dalam GAMBARAN KEADAAN
mempergunakannya, sehingga waktu yang A. Kerangka Berfikir
diperlukan untuk proses perawatan pesawat
Seperti pada gambar 1 alur berfikir, dalam
menjadi lebih lama dan diperlukan beberapa
perancangan alat bantu untuk melepas dan
orang untuk menggunakanya.
memasang Landing Gear Downlock Spring
Bungee pada pesawat Boeing 737-
Dari permasalahan tersebut perlu adanya alat
300/400/500 ini, terlebih dahulu perlu
bantu untuk melepas dan memasang
mengumpulkan data yang berhubungan
downlock spring bungee yang dapat
dengan perancangan ini, data tersebut dapat
menyelesaikan kendala-kendala yang terjadi.
berasal dari studi pustaka maupun pada studi
Tertarik dengan hal tersebut maka disusunah
lapangan yaitu dengan melakukan konsultasi
perancangan alat dimaksud pada perancangan
dengan pihak yang terlibat dalam
dengan judul ”RANCANGAN ALAT
perancangan.
BANTU UNTUK MELEPAS DAN
2
Dari perancangan tersebut diharapkan dapat
dibuat sebuah alat bantu untuk melepas dan
memasang Main Landing Gear Downlock
Spring Bungee pada pesawat Boeing 737-
300/400/500. Dan nantinya dapat bermanfaat
bagi teknisi dalam melaksanakan perawatan
pesawat di PT. ANI.
B. Gambaran Keadaan
1. Kondisi Sekarang
PT. ANI memiliki alat untuk melepas dan
memasang Main Landing Gear Downlock
Spring Bungee pada pesawat Boeing 737-
300/400/500 dengan metode tarik
menggunakan tali. Alat tersebut terdiri dari
tali dan frame. Frame digunakan sebagai
penjepit dari push rod spring agar spring
tersebut tidak terlepas saat ditarik dan tali
digunakan untuk menarik
Setelah selesai dirancang maka dapat Dalam proses pelepasan dan pemasangan
langsung diuji, apabila dalam pengujian tidak Downlock Spring Bungee di PT. ANI. Tali
berhasil maka kembali ke tahap konsep tersebut harus ditarik oleh beberapa teknisi
rancangan karena dimungkinkan terdapat dengan tenaga yang kuat untuk menahan
kesalahan dalam melakukan konsep tension dari Downlock Spring Bungee.
rancangan untuk menyelesaikan masalah. Kendala lain yang dijumpai adalah sering
ketidaktepatan penempatan Downlock Spring
Dalam perancangan alat ini memerlukan Bungee dari dudukan Reaction Link, kendala
beberapa teori-teori untuk mendukung tersebut disebabkan karena pada saat proses
perancangan. Teori-teori yang digunakan penarikanya tidak bisa seimbang akibat dari
antara lain adalah teori mengenai Main tension yang kuat dari Downlock Spring
Landing Gear Downlock Spring Bungee pada Bungee.
pesawat Boeing 737-300/400/500, teori
pegas, teori ulir dan teori material bahan. Selain ketidaktepatan tersebut teknisi juga
kesulitan dalam mempergunakannya,
Perancangan diawali dengan pembuatan sehingga waktu yang diperlukan untuk proses
desain yang sesuai dengan Main Landing perawatan pesawat menjadi lebih lama.
Gear Downlock Spring Bungee pada pesawat
Boeing 737-300/400/500 yang terdiri dari 2. Kondisi Yang Diinginkan
frame, ulir sebagai tempat jalan kepala Dalam perancangan alat bantu untuk melepas
penarik spring dan pegangan untuk memutar dan memasang Main Landing Gear
ulir. Downlock Spring Bungee pada pesawat
3
Boeing 737-300/400/500 mempunyai banyak Pada alat ini setiap komponen menyatu
tujuan yang diinginkan yaitu dalam satu rancangan, sehingga kerja dari
1) Untuk memudahkan proses perawatan rancangan ini saling berhubungan. Apabila
pesawat Boeing 737-300/400/500 di PT. salah satu komponen mendapatkan beban,
ANI. maka komponen yang lain juga akan
2) Ringan, kuat, dan mudah dioperasikan. menerima beban. Untuk gambaran umumnya
3) Dapat dikerjkan dengan satu orang. dapat di lihat pada gambar 2 berikut ini:
Rancangan ini berbeda dengan alat
sebelumnya yang sudah ada, perbedaan itu
dinilai dari perbedaan proses penggunaan dan
juga perbedaan dari jumlah personil yang
dibutuhkan.
III. PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Sistem Rancangan
Pada perancangan alat bantu untuk melepas Gambar 2 Rancanga alat
dan memasang Main Landing Gear
Downlock Spring Bungee pada pesawat B. Tahapan Perancangan
Boeing 737-300/400/500 ini dapat dibagi Pada tahapan perancangan ini, penulis
menjadi empat bagian. Setiap bagian ini membahas tentang perhitungan yang
memiliki fungsi dan kriteria masing-masing mendasari perancangan alat bantu untuk
yang akan mempermudah dalam tahapan melepas dan memasang Main Landing Gear
perancangan yaitu: Downlock Spring Bungee yang disesuaikan
1. Ulir, berfungsi sebagai jalur tempat salah dengan landasan teori. Pada perancangan ini
satu dari penahan End Rid pada Downlock penulis membagi menjadi empat tahapan.
Spring Bungee. Jadi dibagian ini terdapat Tahapan-tahapannya, yaitu antara lain
pasangan dari baut dan mur sebagai sistem perancangan ulir daya, batang penahan,
penggeraknya. batang pemutar dan rangka.
2. Batang penahan, dibagi menjadi dua
bagian yaitu bagian batang penahan tetap 1. Perhitungan dan Perancangan Ulir
dan batang penahan penarik. Batang daya
penahan tetap menyatu dengan ujung Ulir daya pada perancangan ini digunakan
rangka yang berfungsi untuk menahan sebagai pemindah gaya dengan beban sebesar
salah satu dari ujung End Rid dari 102,27 kg. Menggunakan jenis ulir persegi
Downlock Spring Bungee. Sedangkan karena dapat menahan beban besar. Material
batang penehan penarik menggunakan yang digunakan adalah S45C dimana
mur sebagai system penggeraknya. material ini merupakan medium carbon steel
3. Batang lengan pemutar, berfungsi sebagai yang kuat dan mudah untuk proses
alat untuk memutar ulir. Putaran yang pembuatan ulirnya. Adapun perhitungannya
dihasilkan oleh batang pemutar ini adalah sebagai berikut:
menyebabkan ulir berputar sehingga salah
satu pada penahan End Rod dari a. Menentukan diameter luar ulir
Downlock Spring Bungee dapat bergerak Untuk menentukan diameter luar ulir maka
maju mundur menyesuaikan panjang yang dapat melakukan perhitungan sebagai
dibutuhkan untuk manarik Downlock berikut, jika diketahui:
Spring Bungee tersebut. 1) Besarnya beban pada spring saat bekerja
4. Rangka, berfungsi sebagai penahan semua Wo = 102,27 kg
gaya yang bekerja pada alat. Selain itu, 2) Faktor koreksi (Fc) disesuaikan dengan
rangka juga berfungsi sebagai tempat daya yang ditranmisikan yaitu sebesar
peletakan ulir dan batang penahan untuk 1,2 maka W 1,2 102,27 122,72
menahan End Rod dari Downlock Spring
Bungee. 3) Faktor kamanan ditentukan sesuai
dengan jenis material yang akan
4
digunakan yaitu baja yang mempunyai n = 111 37
faktor keamanannya sebesar 2. Maka W 3
total menjadi 2122,72 = 245,44 kg Jadi jumlah keseluruhan ulir 37 ulir.
4) Karena material yang digunakan
termasuk baja jenis medium carbon f. Menentukan Sudut Helix
steel, maka besarnya tegangan yang Sudut helix digunakan untuk menghitung
diizinkan a = 4,8 kg/mm2. Maka: torsi yang bekerja pada ulir, diketahui bahwa
besar lead = pitch = 3 mm, dan besar
4W
d diameter inti 15 mm, maka:
a 0,64 l
tan
4 245,44 d m
d
3,14 4,8 0,64 tan
3
981,76 3,14 10,5
d tan 0,09099
9,65
5,2 o
d 101,77
d 10,09 mm g. Menghitung Torsi
dipilih d = 12 mm, karena nilai ini lebih besar Telah diketahui bahwa:
dari 10,09 mm 1) Besarnya beban yang bekerja pada spring
= 102,27 kg 9,8 = 1002.246 N.
b. Menentukan jarak Bagi Ulir 2) Diameter inti ulir ( d m ) sebesar = 10,5
Diketahui bahwa diameter luar ulir yaitu
mm
sebesar 12 mm, maka sesuai dengan tabel IS:
3) Koefisien geseknya 0,18 (sesuai
4694 – 1968 menyebutkan bahwa dengan
diameter luar ulir sebesar 12 mm maka dengan tabel 6 koefisien halaman 26 )
4) Sudut helix 5,2
o
ditentukan jarak bagi atau pitch sebesar 3
mm. 5) Nilai 10,20 (dimana tan )
Maka:
c. Menentukan Diameter Dalam Ulir
Wd m
Telah diketahui bahwa besar nilai diameter Mt tan
luar ulir sebesar 16 mm dan pitch sebesar 2 2
mm, maka:
dc d p 1002,246 10,5
Mt tan 10,20 5,2
d c 12 3 = 9 mm. 2
M t 5261,79 tan 15,40
d. Menentukan Diameter Inti Ulir = 1350,998 [Link]
Diketahui diameter luar ulir sebesar 12 mm
dan Pitch sebesar 3 mm, maka: Ulir daya yang dibuat memiliki diameter luar
d m d 0,5 p 12 mm, diameter inti 10,5 mm, diameter
d m 12 0,5 3 = 10,5 mm
dalam 10 mm, dan panjang ulir sebesar 111
mm. Lihat gambar 3 berikut ini:
5
2. Perancangan Batang Penahan t 3 3,27
Pada perancangan batang penahan ini dibagi
menjadi dua bagian. Bagian pertama yaitu t 1,48 mm
batang penahan tetap dan batang penahan
penarik Jadi tebal material pada batang penahan
minimum adalah 1,48 mm. dan dalam
a. Batang penahan tetap rancangan ini perancang menggunakan tebal
Batang penahan tetap ini berfungsi sebagai material 5 mm. Untuk bentuk dapat dilihat
penahan dan bersentuhan langsung dengan pada gambar 4 dibawah ini:
salah satu ujung dari End Rod Downlock
Spring Bungee. Material yang digunakan
untuk batang penahan adalah plat SS400,
material ini memiliki modulus elastisitas (E)
sebesar 190000 N/mm2. Penentuan panjang
dan lebar rangka berdasarkan panjang dan
lebar dari dimensi end rod downlock spring
bungee. Yaitu panjang 60 mm dan lebarnya
adalah 45 mm. Gambar 4 batang penahan tetap
Tebal material yang digunakan sebagai
batang penahan ditentukan berdasarkan b. Batang penahan penarik
beban lengkung yang diterima oleh rangka. Pada batang penahan penarik ini berfungsi
Beban yang diterima rangka adalah tension sebagai penahan dan penarik dari salah satu
dari downlock spring bungee yaitu sebasar ujung End R0d Downlock Spring Bungee.
102,27 N. beban izin (Pizin) dalam Untuk bentuk, ukuran dan material
menentukan ketebalan material dengan faktor disesuaikan dengan batang penahan tetap,
keamanan (fs) sebesar 1,5. Maka dapat namun terdapat mur power screw yg
dituliskan sebagai berikut: digunakan sebagai penggerak dari batang
p izin p fs penahan penarik yang diletakan berpasangan
p izin 102,27 1,5 dengan ulir. Berikut perhitungan dalam
perancangan mur power screw:
p izin 153,4 1) Menentukan diameter Mur
Dalam rancangan batang penahan ini Ukuran Mur dalam perancangan ini
perancang mengasumsikan defleksi (y) yang menyesuiakan dengan diameter ulir,
dizinkan sebesar 2 mm. karena tumpuan yaitu telah ditentukan diameter dalam
berada di satu sisi maka tebal rangka dapat dari ulir dalam sebesar 9 mm, diameter
dientukan sebagai berikut: luar dari ulir dalam sebesar 12 mm,
sedangkan diameter luar dari mur dua
P a3
y b y max kali dari diameter ulir, yaitu sebesar 24
3 E I mm.
P a3 2) Menentukan jumlah ulir dari mur (z)
y b y max Jumlah ulir dari mur harus ditentukan
a t3
3 E karena mempengaruhi kekuatan kaitan
12 antara ulir luar dan ulir dalam. Untuk
p izin a 2 menentukan jumlah ulir dari mur
t 3 digunakan perhitungan sebagai berikut:
0,25 E y b Telah diketahui:
(a) Beban yang bekerja W= 1002,246 N
310635
t 3 (b) Diameter ulir (d) sebesar12 mm
0,25190000 2 (c) Diameter dalam ulir (dc) sebesar 9
310635 mm
t 3 (d) Nilai tekanan dari permukaan yang
95000 bergesekan (Sb) sebesar 5. Nilai ini
6
ditentukan berdasarkan jenis material 3. Batang lengan pemutar
dan kecepatan gesernya. Batang lengan pemutar berfungsi untuk
Maka: memutar batang ulir yang akan menarik
4W batang penahan pemutar. Lengan pemutar
z
sb d 2 d c 2 digunakan agar gaya yang diberikan semakin
kecil. Semakin panjang batang lengan
4 1002,246 pemutar maka semakin kecil gaya yang
z
3,14 512 2 9 2 diberikan. Disini perancang menginginkan
besarnya gaya yang bekerja pada ulir saat
4008,984
z 4 diputar sebesar 0,85 kg pada ujung pemutar,
989,1 maka panjang dari batang lengan pemutar
Jadi jumlah ulir dalam mur sebanyak 4 dapat dicari dengan cara sebagai berikut:
3) Menghitung tinggi mur Diketahui:
Telah diketahui jumlah ulir dalam mur a) Torsi yang bekerja = 1350,998 N
sebanyak 4 dan jarak bagi ulir sebesar 2 b) F = 1 kg = 1 x 9,8 = 9,8 N
mm, maka: Maka,
H z p T
L
H 4 3 = 12 mm F
4) Menghitung tegangan geser 1350,998
Untuk menghitung tegangan geser maka L
9,8
dibutuhkan data sebagai berikut:
(a) Beban yang bekerja W = 748,33 N L 137,86 mm
(b) Diameter dalam mur sebesar 16 mm
(c) Nilai ketebalan ulir Maka sesuai perhitungan tersebut perancang
p 3 membuat panjang dari batang lengan pemutar
t 1,5 sebesar 150 mm karena nilai ini masih diatas
2 2 137,86 dan untuk diameternya disesuaikan
(d) Banyak z = 4 dengan kennyamanan dalam memegang
Maka: maka perancang menggunakan diameter
w
n sebesar 10 mm. Batang lengan pemutar ini
d t z bisa di maju mundurkan agar proses
1002,246 pemutaran lebih mudah dan ringan. Material
n yang digunakan menggunakan stainlees steel
3,14 12 1,5 4 304 agar tidak terjadi korosi karena batang
1002,246 lengan pemutar ini sering disentuh atau
n = 4,43 N/mm2 dipegang jadi harus terjaga demi
226,08
kenyamanan kerja. Bentuk dari batang lengan
pemutar dapat dilihat pada gambar 6 berikut
Langkah selanjutnya adalah melakukan
ini:
pembuatan mur yang sesuai dengan
perhitungan. Kemudian mur tersebut dilas
untuk disatukan dengan batang penahan.
Untuk bentuk dari batang penahan penarik
dapat dilihat pada gambar 5 dibawah ini:
4. Rangka
Bagian rangka dalam rancangan ini berfungsi
sebagai penahan semua gaya yang bekerja
pada alat. Selain itu, rangka juga berfungsi
Gambar 5 batang penahan penarik sebagai tempat peletakan ulir dan batang
7
penahan untuk menahan End Rod dari menggunakan tebal material 1,6 mm (lihat
Downlock Spring Bungee. Material yang lampiran 13 pada halaman 93). Untuk bentuk
dipilih adalah ASTM A500 Grade A material rancangan rangka dapat dilihat pada gambar
ini memiliki modulus elastisitas (E) sebesar 7 dibawah ini:
200000 N/mm2. Penentuan panjang dan lebar
rangka berdasarkan pada panjang dan lebar
dari downlock spring bungee. Yaitu panjang
300 mm dan lebarnya adalah 39 mm.
y b y max
PL3
.z d 2 d c 2
l t3 4 748,33
48 E Sb
12
3,14 4 162 142
p izin l
2 4 748,33
Sb
t3
4 E yb
3,14 4 162 142
2993,3
153,4 3002 Sb
$t 3 753,6
4 200000 4
Sb 3,97 N/mm2
13806000
t 3
3200000 Jadi besar nilai tekanan permukaan bearing
adalah sebesar 3,97 N/mm2.
t 4,3
3
8
bahwa momen yang diterima oleh plat adalah terlalu dekat dan ini dapat menyebabkan
sebesar 350787,5 [Link] dan dimensi dari gesekan pada permukaan ulir.
plat adalah 39 19 mm. pengelasan ini
didistribusikan ke setiap sisi dari plat. Karena 2. Hasil pengujian komponen terhadap
tebal plat yang akan dilas adalah 5, maka putaran benda
tebal minimum dari ukuran pengelasan (h) Pengujian dilakukan dengan cara mengamati
adalah 3 mm sehingga dapat dihitung komponen – komponen pada rancangan alat
tegangan yang diterima sambungan las terhadap putaran dari lengan batang pemutar.
dengan menggunakan persamaan berikut: Pada saat proses pemutaran berlangsung ulir
4,24 M dapat berputar dengan baik, dan batang
penahan penarik dapat bergerak
h(b 2 3 l b) maju/mundur sesuai dengan arah putaran
4,24 350787,5
3(192 3 39 19) 3. Hasil pengujian komponen terhadap
beban yang diterima
1487339
Pengujian dilakukan dengan cara mengamati
7752 komponen – komponen pada rancangan alat
191,86 N/mm2 pada saat rancangan alat bekerja/digunakan.
Kedua batang penahan dapat menahan beban
Didapatkan besarnnya tegangan yang dialami dengan baik. Rangka dapat menahan beban
pengelasan adalah sebesar 191,86 yang diterima oleh komponen – komponen
N/mm2. Kemudian dibandingkan dengan rancangan alat dan ulir masih dapat berputar
besarnya tegangan izin dari material tersebut dengan baik.
Untuk tahapan proses dan hasil uji coba
sebesar allow 206,67 N/mm2. dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini:
Karena allow > sehingga tegangan yang
diterima pengelasan dapat diterima. Tabel 10 Uji coba rancangan
Jumlah Panjang
No Keterangan
Putaran penarikan
C. Uji Coba Rancangan
1 1 3 mm Kedua batang
Setelah rancangan selesai perlu dilakukan uji
putaran (gambar 8a) penahan masih bisa
coba untuk memastikan bahwa rancangan digerakan/belum
tersebut dapat beroperasi sesuai dengan tertahan/terkunci
rencana yang sudah ditentukan. Proses oleh tension dari
pengujian dilakukan pada Main Landing spring.
Gear Downlock Spring Bungee pesawat 2 3 9 mm Kedua batang
Boeing 737-300 yang berada di PT. ANI putaran (gambar 8b) penahan sudah
Berikut adalah hasil dari pengujian tertahan/terkunci
rancangan: karena tension dari
spring tersebut
1. Hasil pengujian komponen terhadap 3 14 42 mm Spring dapat
putaran (gambar 8c) dimasukan kedalam
dimensi dari Downlock Spring Bungee.
support shaft karena
Pengujian dilakukan dengan cara panjang sudah sesuia
memasangkan secara langsung komponen – dengan jarak yang
komponen pada rancangan alat ke bagian dibutuhkan
komponen - komponen dari Downlock Spring
Bungee. Hasil yang didapatkan adalah batang Selain dapat dilihat dari tabel diatas, proses
penahan dapat terpasang dengan baik dan pengujian alat dari rancangan alat bantu
batang lengan pemutar dapat dimaju untuk melepas dan memasang Main Landing
mudurkan sesuai kebutuhan. Namun jarak Gear Downlock Spring Bungee pada pesawat
antara permukaan ulir dengan salah satu baut Boeing 737-300/400/500 dapat dilihat pada
yang terpasang pada salah satu support shaft gambar 8 bawah ini:
9
menggunakan metode ulir. Ulir dirancang
dengan diameter luar 12 mm, diameter
dalam 19 mm, diameter inti 10,5 mm dan
mempunyai batang pemutar sepanjang
150 mm
B. Saran
(a) Dari kesimpulan yang telah dijelaskan maka
didapatkan saran sebagai berikut:
1. Rancangan Alat bantu ini di validasi agar
dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.
2. Tinggi dari batang penahan penarik dapat
ditambahkan agar jarak antara permukaan
ulir dengan salah satu baut yang terpasang
pada End Rod dari Downlock Spring
Bungee tidak terlalu dekat.
(b) 3. Beban pada batang lengan pemutar dapat
dikurangi dengan cara menambah panjang
dari lengan batang pemutar, hal ini bisa
dilakukan karena area dimana batang
lengan pemutar itu bekerja luas.
DAFTAR PUSTAKA
1. Aircraft Maintenance Manual Boeing
737-300/400/500. (2015)
(c) 2. Bhandari, V. B., (2007). Design of
Machine Element. New Delhi: McGraw-
Gambar 8 Hasil Uji Coba Rancangan Hill.
3. Component Maintenance Manual Boeing
IV. KESIMPULAN DAN SARAN 737-300/400/500. (2006)
A. Kesimpulan 4. Civil Aviation Safety Regulation Part 43.
Dari hasil penghitungan dan perancangan (2000)
yang telah dilakukan dapat disimpulkan 5. Harsono, (1998). Teknologi Pengelasan
beberapa hal sebagai berikut: Logam, Jakarta: PT. Pradnya Paramita
1. Besar tekanan pada Main Landing Gear 6. Illustradet Tool and Equipment List
Downlock Spring Bungee pada pesawat Boeing 737-300/400/500. 2008
Boeing 737-300/400/500 adalah 102,27 7. Mott, L., R, (2009). Elemen-elemen
kg. ini berdasarkan pada pengukuran Mesin dalam Perancangan Mekanis –
dilapangan menggunakan force meter. buku 1. Yogyakarta: Andi Pustaka
2. Material yang digunakan pada rancangan 8. Sofyan, B., T. (2010). Pengantar Material
ini antara lain: pada frame menggunakan Teknik. Jakarta: Salemba Teknika.
baja Hollow Structural Stell (HSS) ASTM 9. Siswanto. (2011). Konsep Dasar Teknik
A500, grade A, untuk ulir menggunkan Las, Jakarta: Prestasi Pustaka Raya.
material S 45 C, batang penahan 10. Sularso, (2002) Dasar Perencanaan dan
menggunakan plat baja SS400 dan pada Pemilihan Elemen Mesin. Jakarta: PT.
batang lengan pemutar menggunakan Pradnya Paramita.
material stainless steel 304 11. Khurmi, R., S. and Gupta, J., K. (1995).
3. Rangka dirancang menyesuaikan dengan A Text Book of Machine Design. New
bentuk dan ukuran dari komponen Delhi: Eurasia Publishing House Ltd.
Downlock Spring Bungee yang
mempunyai panjang 370 mm, sedangkan
untuk mekanisme pergerakannya
10